Mengejar Kebenaran Tanpa Memandang Usia
Oleh Saudari Liu Lei, TiongkokDalam beberapa tahun terakhir ini, aku berjuang menghadapi tekanan darah yang tinggi dan kesehatan yang...
Kami menyambut semua pencari yang merindukan penampakan Tuhan!
Pada tahun 2017, aku sedang melaksanakan tugas tulis-menulis di gereja. Di sebuah pertemuan, aku mendengar bahwa Chen Xia telah diberhentikan, dan bahwa dia dianggap sebagai seorang antikristus, dan bahwa materi-materi sedang dipersiapkan untuk pengusirannya. Mendengar berita ini, aku sangat kacau dan tidak bisa tenang—aku tidak bisa menerimanya. Aku bertemu Chen Xia setelah kami berdua menemukan Tuhan, dan kami melaksanakan tugas kami bersama setelah menerima pekerjaan Tuhan di akhir zaman. Chen Xia sangat antusias saat itu. Suaminya menghalangi imannya, dan dia banyak meneteskan air mata karena hal ini. Pada akhirnya, dia menceraikan suaminya. Setelah perceraian, dia terus melaksanakan tugas-tugasnya dengan rasa terbebani yang kuat. Aku dapat melihat jelas betapa Chen Xia suka membaca firman Tuhan, dan ketika aku bekerja sama dengannya, dia bangun di pagi buta saat musim dingin untuk membaca firman Tuhan. Dia bahkan menyalin bagian-bagian yang penting dari firman Tuhan ke dalam sebuah buku catatan dan mengeluarkannya untuk dibaca setiap kali dia punya waktu. Dia sering memberitahuku, "Kita perlu lebih banyak membaca firman Tuhan dan mengupayakannya, jika tidak, kita tidak akan mampu melaksanakan tugas kita dengan baik." Aku berpikir dalam hati, "Dia sangat suka membaca firman Tuhan, jadi pasti dia adalah seorang yang mengejar kebenaran." Dalam hati, aku menghormatinya, berpikir bahwa dia tidak hanya mampu berkorban dan melaksanakan tugasnya, tetapi juga mampu berupaya keras untuk membaca firman Tuhan, dan dalam hal ini, aku merasa tidak bisa dibandingkan dengannya dan perlu belajar darinya. Setelah itu, setiap kali aku menghadapi kesulitan atau tidak memahami sesuatu, aku suka mencari persekutuannya dan mendengarkan pandangan serta nasihatnya. Kemudian, ketika Chen Xia ditugaskan ke tempat lain untuk melaksanakan tugasnya, aku merasakan kehilangan yang nyata. Aku memikirkan betapa baru setahun yang lalu dia mengatur materi untuk mengeluarkan orang. Belum lama berlalu sejak saat itu, dan sekarang dia diusir? Mungkinkah itu suatu kekeliruan? Namun kemudian, aku berpikir tentang bagaimana gereja memiliki prinsip-prinsip untuk mengeluarkan orang, dan mereka tidak akan menyiapkan materi untuk pengusirannya tanpa alasan. Hatiku tidak tenang dan aku tidak bisa memusatkan perhatian pada pertemuan. Pemimpin memintaku untuk menulis sebuah penilaian tentang Chen Xia, dan aku menyetujuinya secara asal-asalan tanpa mengungkapkan pikiranku yang sebenarnya.
Saat aku sampai di rumah dan memikirkan tentang Chen Xia, aku merasa gelisah. Pikirku, "Chen Xia sangat berdedikasi, dan dia telah mengorbankan keluarganya dan kariernya untuk melaksanakan tugasnya. Dia telah berupaya begitu keras mendalami firman Tuhan, tetapi sekarang dia diusir. Aku belum menderita atau mengorbankan diriku sebanyak dia, juga belum melaksanakan sebanyak itu dalam tugas-tugasku, dan tentu saja aku belum berupaya mendalami firman Tuhan sebanyak itu. Apakah ini berarti aku akhirnya akan disingkirkan dan bahkan diusir juga?" Pikiran-pikiran ini mengurangi motivasiku dalam tugas. Aku tidak ingin ikut serta saat melihat para saudari mendiskusikan pekerjaan. Aku merasa tidak ada gunanya berupaya keras atau membayar harga, karena pada akhirnya, entah hasil apa yang akan aku dapatkan. Oleh karena itu, selama kurun waktu tersebut, aku kehilangan rasa terbebani dalam tugas-tugasku.
Kemudian, aku menyadari bahwa keadaanku salah, jadi aku berdoa dan mencari Tuhan mengenai hal itu. Aku membaca firman Tuhan: "Ada banyak pemikiran, ide-ide, dan keadaan dalam diri orang-orang yang sering kali memengaruhi pendapat, sudut pandang, dan pendirian mereka. Jika engkau mampu menyelesaikan pemikiran, ide-ide, dan keadaan ini satu demi satu dengan mencari kebenaran, maka hal-hal itu tidak akan memengaruhi hubunganmu dengan Tuhan. Engkau mungkin memiliki tingkat pertumbuhan yang kecil sekarang, dan pemahamanmu akan kebenaran masih dangkal, dan karena engkau belum lama percaya kepada Tuhan atau karena berbagai faktor lainnya, engkau tidak memahami sangat banyak kebenaran, tetapi engkau harus memegang satu prinsip ini: Aku harus tunduk pada apa pun yang Tuhan lakukan, entah itu terlihat baik atau buruk di luarnya, benar atau salah, entah itu sesuai dengan gagasan manusia atau tidak. Aku tidak memiliki hak untuk mengkritik, menilai, menganalisis, atau menyelidiki apakah hal itu benar atau salah. Yang harus kulakukan adalah melaksanakan tugasku sebagai makhluk ciptaan dan kemudian menerapkan kebenaran yang mampu aku pahami, untuk menyenangkan Tuhan dan tidak menyimpang dari jalan yang benar" (Firman, Jilid 3, Pembicaraan Kristus Akhir Zaman, "Bagaimana Mengetahui Kedaulatan Tuhan"). "Dalam kehidupan nyata, engkau pertama-tama harus memikirkan kebenaran mana yang berkaitan dengan orang, peristiwa, dan hal-hal yang telah engkau temui; di antara kebenaran-kebenaran inilah engkau dapat menemukan maksud Tuhan dan menghubungkan apa yang telah engkau temui dengan maksud-Nya. Jika engkau tidak tahu aspek-aspek kebenaran mana yang berkaitan dengan hal-hal yang telah engkau temui, tetapi malah langsung mencari maksud Tuhan, ini adalah pendekatan buta yang tidak akan mencapai hasil. Apabila engkau ingin mencari kebenaran dan memahami maksud Tuhan, pertama-tama engkau perlu melihat hal-hal macam apa yang telah terjadi pada dirimu, aspek-aspek kebenaran mana yang berkaitan dengan kejadian tersebut, dan carilah kebenaran dalam firman Tuhan yang berhubungan dengan apa yang telah kaualami. Kemudian carilah jalan penerapan yang tepat bagimu di dalam kebenaran tersebut; dengan cara ini engkau dapat memperoleh pengertian tidak langsung akan maksud Tuhan" (Firman, Jilid 2, Tentang Mengenal Tuhan, "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III"). Dari firman Tuhan, aku memahami bahwa ketika menghadapi hal-hal yang tidak sesuai dengan gagasanku, aku harus menjaga hati yang takut akan Tuhan, dan tunduk terlebih dahulu dan tidak mengeluh terhadap Tuhan, dan aku perlu melihat aspek mana dari prinsip kebenaran yang terkait dengan masalah ini, dan mencari kebenaran dari situ untuk memahami maksud Tuhan. Aku mulai merenungkan diriku sendiri. Aku tidak mencari kebenaran sama sekali ketika kudengar tentang Chen Xia yang diusir. Aku berpikir bahwa karena dia telah mengorbankan keluarga dan kariernya untuk melaksanakan tugasnya serta berupaya begitu keras mendalami firman Tuhan, dan bahkan melayani sebagai seorang pemimpin dan pekerja, maka dia adalah orang yang mengejar kebenaran, sehingga aku merasa diperlakukan tidak adil mewakili dirinya, dan aku memendam keluhan serta kesalahpahaman terhadap Tuhan, serta kehilangan minat dalam tugas-tugasku. Aku menyadari bahwa aku sama sekali tidak memiliki hati yang takut akan Tuhan, dan ketika menghadapi hal-hal yang tidak sesuai dengan gagasanku, aku menentang dan mengeluh, serta sama sekali tidak mencari kebenaran. Keadaanku sangat berbahaya! Belakangan, aku mendengar bahwa saat bekerja sama dalam tugas mengatur materi untuk mengeluarkan orang, dia sering menyuap saudara-saudari dengan kebaikan kecil untuk bersaing dengan pemimpin tim demi status, dan dia juga menabur perselisihan untuk membuat saudara-saudari membentuk pandangan negatif tentang pemimpin tim. Dia sering mengatakan di depan semua orang bahwa pemimpin tim kurang memiliki jalan masuk kehidupan, tidak bisa menilai orang, dan tidak memiliki pekerjaan Roh Kudus, mengatakan hal-hal ini untuk melemahkan posisi pemimpin tim. Dia sering melebih-lebihkan penyingkapan kerusakan saudara-saudari untuk mengkritik mereka, yang melemahkan semangat semua orang dalam menjalankan tugas mereka. Para pemimpin dan saudara-saudari berkali-kali bersekutu dengannya untuk membantu, tetapi dia sama sekali tidak mengenal dirinya sendiri dan bersikeras membela tindakannya. Setelah mendengar tentang perilakunya, aku menyadari bahwa Chen Xia memiliki masalah, dan aku teringat kembali perilakunya ketika aku bekerja sama dengannya. Pada pemilihan gereja tahun 2012, Chen Xia dan Saudari Wang Hui sama-sama terpilih sebagai pemimpin. Meskipun Wang Hui memiliki kualitas yang sedikit lebih buruk, dia memiliki rasa terbebani atas tugasnya dan mampu menyelesaikan beberapa masalah. Namun, Chen Xia selalu ingin membuat saudari lainnya terpilih karena saudari itu lebih mendengarkannya. Untuk mencapai tujuan ini, Chen Xia memanfaatkan kekurangan-kekurangan Wang Hui dan mempermasalahkannya, meremehkan Wang Hui di depan saudara-saudari dengan mengatakan bahwa dia tidak layak menjadi pemimpin karena kualitasnya yang buruk. Dia bahkan secara langsung menyuruh Wang Hui untuk mengundurkan diri karena kualitasnya yang kurang. Ketika Chen Xia melihat bahwa Wang Hui belum mengundurkan diri, dia mulai memancing masalah di depan saudara-saudari, mengatakan bahwa Wang Hui terlalu terikat dengan posisinya, dan bahwa dia enggan melepaskannya meskipun kualitasnya kurang. Beberapa saudara-saudari disesatkan oleh Chen Xia dan memihaknya, mengklaim bahwa Wang Hui tidak layak untuk menjadi pemimpin dan menyerukan pemilihan ulang. Hal ini menimbulkan kekacauan di gereja, dan membuat Wang Hui ditinggalkan dalam keadaan negatif. Selain itu, selama masa jabatan Chen Xia sebagai pemimpin pada tahun 2013, seorang saudara memperhatikan bahwa pimpinan bertindak melanggar prinsip-prinsip saat melaksanakan tugas mereka dan memberikan saran, tetapi ketika Chen Xia mengetahui hal ini, dia memberi tahu rekan saudarinya bahwa mereka harus mengawasi saudara tersebut dan mencatat semua yang dia katakan, karena ini akan menjadi bukti ketika mengatur materi untuk mengeluarkannya nanti. Chen Xia bahkan mengecam saudara ini karena menghakimi pimpinan dan mengganggu pekerjaan gereja. Saudara-saudari takut untuk memberikan saran kepada para pemimpin setelah mendengar hal ini, karena mereka takut bahwa mereka akan dikecam dan diusir. Kemudian, Chen Xia diberhentikan karena dia bersaing demi ketenaran dan keuntungan, dan melaksanakan pekerjaan tanpa bertukar pikiran dengan rekan kerjanya, sering kali mengabaikan saran rekan kerjanya dan bertindak atas keputusannya sendiri, yang telah merugikan pekerjaan gereja.
Aku terus mencari dalam firman Tuhan serta membandingkan berbagai perilaku Chen Xia. Aku membaca firman Tuhan: "Bagaimana cara antikristus mengucilkan dan menyerang orang-orang yang mengejar kebenaran? Mereka sering menggunakan cara-cara yang orang lain anggap masuk akal dan pantas, bahkan menggunakan perdebatan tentang kebenaran untuk mendapatkan pengaruh, dengan tujuan menyerang, mengutuk, dan menyesatkan orang lain. Misalnya, antikristus beranggapan bahwa jika rekan sekerja mereka adalah orang-orang yang mengejar kebenaran, yang akan mengancam status mereka, dan dengan demikian antikristus akan menyampaikan khotbah yang muluk-muluk dan membahas teori-teori rohani untuk menyesatkan orang dan membuatnya mengagumi mereka. Dengan cara demikianlah mereka dapat meremehkan dan menekan rekan sekerja mereka, dan membuat orang merasa bahwa meskipun rekan sekerja pemimpinnya adalah orang yang mengejar kebenaran, mereka tidak setara dengan pemimpinnya dalam hal kualitas dan kemampuan. Bahkan sebagian ada yang berkata, 'Khotbah pemimpin kita sangat tinggi, dan tak seorang pun mampu menandinginya.' Bagi antikristus, mendengar komentar seperti itu sangat memuaskan. Mereka berpikir dalam hati, 'Engkau adalah rekanku, bukankah engkau memiliki beberapa kenyataan kebenaran? Mengapa engkau tidak bisa berbicara dengan kefasihan dan ketinggian sepertiku? Sekarang engkau benar-benar dipermalukan. Engkau tak punya kemampuan, tetapi berani melawanku!' Itulah yang antikristus pikirkan. Apa tujuan antikristus? Mereka mencoba segala cara yang mungkin untuk menindas, meremehkan, dan menempatkan diri mereka di atas orang lain. ... Orang-orang yang paling dibenci oleh antikristus di gereja adalah mereka yang mengejar kebenaran, khususnya mereka yang memiliki rasa keadilan dan berani menyingkapkan serta melaporkan pemimpin palsu dan antikristus. Antikristus memandang orang-orang seperti ini sebagai pengganggu, bagaikan duri dalam daging. Jika mereka kebetulan melihat seseorang yang mengejar kebenaran dan dengan sukarela melaksanakan tugasnya, kedengkian dan permusuhan muncul dalam hati antikristus tanpa sedikit pun kasih. Seorang antikristus bukan hanya tidak akan menolong atau mendukung orang yang mengejar kebenaran, terlepas dari kesulitan atau betapa lemah dan negatifnya mereka—antikristus bukan hanya mengabaikannya begitu saja. Sebaliknya, mereka diam-diam akan merasa senang dengan hal itu. Jika seseorang menuduh atau menyingkapnya, antikristus akan menggunakan kesempatan ini untuk menyerang saat orang tersebut sedang terpuruk, menuduhnya dengan segala macam pelanggaran untuk memberi mereka pelajaran, mengutuknya, menghalangi kemajuan mereka, dan pada akhirnya, membuat mereka begitu negatif sehingga mereka tidak dapat melaksanakan tugasnya. Antikristus kemudian merasa bangga dengan dirinya sendiri dan bersukacita atas kemalangan orang tersebut. Hal semacam ini adalah keahlian terbaik antikristus: mengucilkan, menyerang, dan mengutuk orang-orang yang mengejar kebenaran adalah keahlian terbesar mereka. ... Singkatnya, berdasarkan perwujudan antikristus ini, kita dapat memastikan bahwa mereka tidak sedang melaksanakan tugas kepemimpinan, karena mereka tidak memimpin orang untuk makan dan minum firman Tuhan atau mempersekutukan kebenaran, serta tidak menyirami atau menopang orang-orang agar dapat memperoleh kebenaran. Sebaliknya, mereka mengganggu dan mengacaukan kehidupan bergereja, merusak dan menghancurkan pekerjaan gereja, dan menghalangi orang-orang di jalan mengejar kebenaran dan memperoleh keselamatan. Mereka ingin menyesatkan umat pilihan Tuhan dan membuat mereka kehilangan kesempatan untuk memperoleh keselamatan. Inilah tujuan utama yang ingin dicapai antikristus dengan mengganggu dan mengacaukan pekerjaan gereja" (Firman, Jilid 4, Menyingkapkan Antikristus, "Bab Tiga: Mereka Mengucilkan dan Menyerang Orang yang Mengejar Kebenaran"). Tuhan mengungkapkan bahwa antikristus ingin berkuasa di gereja, menggunakan doktrin dan kata-kata untuk menyesatkan orang-orang yang tidak memiliki penilaian, dan bahwa mereka akan melakukan apa pun untuk menyerang dan mengucilkan orang-orang yang mengejar kebenaran. Mereka bahkan membenci orang-orang yang memberikan saran kepada mereka. Mereka memperlakukan orang-orang ini sebagai hambatan, cepat dalam memanfaatkan kekurangan dan penyingkapan kerusakan orang-orang dan membesar-besarkan hal-hal ini, dengan sengaja meremehkan dan menghakimi serta mengecap orang-orang secara tidak adil. Hal ini membuat saudara-saudari tersebut merasa tersisihkan dan tertekan, hingga akhirnya mereka menjadi begitu negatif sampai tidak bisa melaksanakan tugas mereka. Dengan cara ini, tujuan antikristus tercapai, memungkinkan mereka untuk menggunakan kekuasaan di gereja sesuka hati mereka. Chen Xia berperilaku persis seperti ini. Dia ingin berkuasa di gereja, dengan sengaja memanfaatkan kekurangan Wang Hui untuk meremehkan, menghakimi, dan menyerangnya, sebagai upaya untuk membuatnya mengundurkan diri dengan rasa malu, menyesatkan saudara-saudari untuk memihaknya melawan Wang Hui dalam upayanya tersebut. Ketika Chen Xia menjabat sebagai pemimpin gereja, jika ada yang memberikan saran yang memengaruhi posisinya, dia akan mencari cara untuk menyiksa mereka, mengecap mereka dengan tuduhan yang tidak adil dalam upayanya untuk mengeluarkan mereka. Setelah dialihtugaskan ke tugas barunya, untuk menggantikan pemimpin tim, dia sering memanfaatkan penyingkapan kerusakan pemimpin tim untuk meremehkan, menghakimi, dan menyerangnya, menyesatkan orang agar memihaknya untuk mengucilkan pemimpin tim. Hal ini sangat mengganggu pekerjaan. Saat melihat ambisi kejam Chen Xia untuk status, kusadari betapa licin, licik, dan jahat kata-kata dan tindakannya. Para pemimpin menelaah esensi dari tindakannya dan akibat yang ditimbulkan, tetapi dia menolak untuk menerima hal ini dan terus saja mendebat serta membenarkan dirinya sendiri. Ini bukan sekadar perselisihan pribadi; melainkan, dalam hal ini, dia sedang melakukan kejahatan dan menentang Tuhan, serta melawan Tuhan hingga titik darah penghabisan! Aku menyadari bahwa masalah-masalah Chen Xia cukup serius, dan dia adalah seorang antikristus yang telah mengganggu pekerjaan gereja. Menyadari hal ini, aku merasa sangat tertekan. Aku menyadari betapa bodoh dan butanya aku, dan betapa aku begitu bingung serta tidak memiliki penilaian, sampai-sampai aku membela antikristus ini, dan aku yang hidup dalam keadaan negatif serta kesalahpahaman telah menunda tugas-tugasku. Aku berdoa kepada Tuhan memohon pertobatan dan melaporkan perbuatan jahat Chen Xia kepada gereja. Pada akhirnya, berdasarkan prinsip-prinsip, semua orang memutuskan bahwa Chen Xia adalah seorang antikristus, dan mengusirnya dari gereja.
Belakangan, aku sering merenungkan hal ini, dan bertanya-tanya, "aku sudah berinteraksi dengan Chen Xia selama bertahun-tahun, jadi bagaimana bisa aku benar-benar tidak memiliki penilaian tentang dirinya? Aku bahkan berpikir dia adalah seorang yang mengejar kebenaran dan aku sangat menghormati serta memujanya." Dalam pencarianku, aku membaca dua bagian firman Tuhan yang darinya aku menemukan alasan di balik hal ini. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Beberapa orang mampu menanggung kesukaran, bisa membayar harga, secara lahiriah berperilaku sangat sopan, sangat dihormati, dan dikagumi oleh orang lain. Apakah menurutmu perilaku lahiriah seperti ini bisa dianggap melakukan kebenaran? Bisakah orang memastikan bahwa orang-orang semacam itu memuaskan maksud Tuhan? Mengapa berulang kali orang melihat individu semacam ini dan berpikir bahwa mereka memuaskan hati Tuhan, berjalan di jalan menerapkan kebenaran, dan mengikuti jalan Tuhan? Mengapa beberapa orang berpikir seperti ini? Hanya ada satu penjelasan untuk itu. Penjelasan seperti apakah itu? Itu karena bagi banyak orang, pertanyaan tertentu—misalnya, apa arti melakukan kebenaran, apa arti memuaskan Tuhan, dan apa arti benar-benar memiliki kenyataan kebenaran—tidak begitu jelas. Dengan demikian, ada beberapa orang yang sering disesatkan oleh mereka yang secara lahiriah tampak rohani, mulia, luhur, dan hebat. Adapun orang yang mampu dengan fasih membicarakan kata-kata dan doktrin, dan yang ujaran serta tindakannya sepertinya layak dikagumi, orang-orang yang disesatkan oleh mereka tidak pernah melihat esensi dari tindakan mereka, prinsip yang melatarbelakangi perbuatan mereka, atau apa tujuan mereka. Terlebih lagi, mereka tidak pernah melihat apakah orang-orang ini sungguh tunduk kepada Tuhan, dan mereka juga tidak pernah memastikan apakah orang-orang ini sungguh-sungguh takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Mereka tidak pernah mengenali esensi kemanusiaan orang-orang ini. Sebaliknya, mulai dari langkah pertama berkenalan dengan orang-orang tersebut, mereka sedikit demi sedikit mulai mengagumi dan menghormati orang-orang ini, dan pada akhirnya, orang-orang ini menjadi idola mereka. Lagi pula, dalam pikiran beberapa orang, idola yang mereka puja—dan yang mereka anggap sanggup meninggalkan keluarga serta pekerjaan mereka, dan yang tampak di luarnya mampu membayar harga—adalah orang-orang yang benar-benar memuaskan Tuhan dan dapat memperoleh kesudahan yang baik dan tempat tujuan yang baik. Dalam pikiran mereka, idola-idola ini adalah orang-orang yang dipuji Tuhan" (Firman, Jilid 2, Tentang Mengenal Tuhan, "Bagaimana Mengetahui Watak Tuhan dan Hasil yang Akan Dicapai Pekerjaan-Nya"). "Apa perbedaan antara upaya yang antikristus kerahkan terhadap firman Tuhan dengan upaya yang dilakukan oleh mereka yang mengejar kebenaran? (Niat dan tujuannya berbeda. Antikristus mengerahkan upaya terhadap firman Tuhan demi keuntungan dan status mereka sendiri, untuk memuaskan ambisi pribadi mereka.) Upaya apa yang antikristus kerahkan terhadap firman Tuhan? Mereka menghafalkan bagian-bagian firman Tuhan yang sesuai dengan gagasan mereka, belajar menjelaskan firman Tuhan dengan menggunakan bahasa manusia, dan menuliskan beberapa catatan serta wawasan rohani. Mereka juga menyaring, merangkum, dan menyusun berbagai pernyataan Tuhan, seperti bagian yang orang anggap relatif sesuai dengan gagasan manusia, bagian yang mudah dianggap mengandung nada bicara Tuhan, beberapa firman tentang misteri, dan beberapa firman Tuhan yang populer serta sering dikhotbahkan di gereja pada waktu tertentu. Selain menghafalkan, menyusun, merangkum, dan menuliskan wawasan, tentu saja, masih ada lagi, termasuk melakukan beberapa aktivitas yang aneh-aneh. Antikristus akan membayar harga berapa pun untuk mendapatkan status, memuaskan ambisi mereka, dan mencapai tujuan mereka untuk mengendalikan gereja dan menjadi tuhan. Mereka sering bekerja hingga larut malam dan bangun saat fajar menyingsing, lembur dan melatih khotbah mereka pada dini hari, dan mereka juga mencatat hal-hal cerdas yang pernah orang lain katakan, semua dengan tujuan untuk memperlengkapi diri mereka dengan doktrin yang mereka butuhkan untuk menyampaikan khotbah yang muluk-muluk. Setiap hari mereka memikirkan tentang bagaimana menyampaikan khotbah yang muluk-muluk ini, merenungkan firman Tuhan mana yang paling berguna untuk dipilih, dan yang akan membangkitkan kekaguman serta pujian di antara umat pilihan Tuhan, dan kemudian mereka menghafalkannya. Kemudian, mereka memikirkan bagaimana menafsirkan firman itu dengan cara sedemikian rupa hingga menunjukkan kebijaksanaan dan kecerdasan mereka. Agar benar-benar menanamkan firman Tuhan itu di dalam hati mereka, mereka berusaha mendengarkan firman-Nya beberapa kali lagi. Mereka melakukan semua ini dengan upaya seperti yang dikerahkan para siswa yang bersaing untuk mendapatkan tempat di perguruan tinggi. Ketika seseorang menyampaikan khotbah yang bagus, atau khotbah yang memberikan penerangan tertentu, atau khotbah yang memberikan teori tertentu, seorang antikristus akan mengumpulkan dan menyusunnya serta membuatnya menjadi khotbah mereka sendiri. Tidak ada upaya yang terlalu besar bagi seorang antikristus. Lalu, apa motif dan niat di balik upaya mereka ini? Agar mampu mengkhotbahkan firman Tuhan, menyampaikannya dengan jelas dan mudah, menguasainya dengan lancar, sehingga orang lain dapat melihat antikristus lebih rohani daripada mereka, lebih menghargai firman Tuhan, lebih mengasihi Tuhan. Dengan cara ini, seorang antikristus dapat memperoleh kekaguman dan pemujaan dari beberapa orang di sekitar mereka. Seorang antikristus merasa ini adalah hal yang layak dilakukan dan sepadan dengan upaya, harga, atau kesulitan apa pun" (Firman, Jilid 4, Menyingkapkan Antikristus, Bab Sepuluh (Bagian Tujuh)). Setelah membaca firman Tuhan, aku menyadari bahwa aku sangat menghormati Chen Xia dan mengira dia mengejar kebenaran karena aku memiliki sudut pandang yang keliru. Aku memandang mereka yang berkorban, mengorbankan diri, dan bekerja keras, serta yang berupaya keras dalam membaca firman Tuhan, sebagai orang yang memiliki kenyataan dan benar-benar mengejar kebenaran. Sekarang aku memahami bahwa semata-mata melaksanakan tugas, berkorban, mengorbankan diri, menderita, dan membayar harga hanyalah perilaku yang baik, dan itu tidak berarti bahwa seseorang benar-benar mengejar atau menerapkan kebenaran. Aku juga menyadari bahwa berupaya keras membaca firman Tuhan tidak berarti bahwa seseorang pasti menghargai firman Tuhan atau mencintai kebenaran. Semua ini seharusnya dinilai berdasarkan niat seseorang dalam tindakannya, apakah dia menerapkan firman Tuhan, dan apakah watak hidup mereka telah berubah. Setelah menemukan Tuhan, Chen Xia melaksanakan tugasnya di gereja dan mampu menanggung kesulitan, tetapi pengorbanan dan pengeluaran yang dia lakukan bukan untuk menerapkan kebenaran demi memuaskan Tuhan, melainkan, dia mengejar reputasi dan status untuk mendapatkan kekaguman dan pemujaan dari orang lain. Di musim dingin yang menusuk hingga ke tulang, Chen Xia bangun sebelum fajar untuk membaca firman Tuhan, terkadang bahkan begadang untuk membaca, menyalin, dan menghafal firman Tuhan. Dia berupaya begitu keras mendalami firman Tuhan, tetapi motivasi dasarnya tetap untuk kepentingan posisinya. Dia menggunakan firman Tuhan sebagai alat untuk mendapatkan reputasi dan status, menggunakan kesempatan untuk membagikan firman Tuhan untuk mengumpulkan kekaguman dan pemujaan dari saudara-saudari. Dia membaca begitu banyak firman Tuhan, tetapi dia tidak menunjukkan tanda-tanda menerapkannya atau menangani wataknya yang rusak. Sebaliknya, dia selalu mengejar reputasi dan status, sering kali mengambil pendekatan yang otoriter dalam berceramah dan membatasi orang lain. Ketika orang lain menunjukkan masalah pada dirinya, dia tidak mau menerima apa yang mereka katakan dan berusaha untuk menekan serta menyiksa mereka. Jelas sekali bahwa dia tidak membaca firman Tuhan untuk menerapkan kebenaran, kalau tidak, bagaimana mungkin dia telah membaca begitu banyak firman Tuhan tanpa ada perubahan dalam wataknya? Sebaliknya, dia menjadi makin sombong dan upayanya mengejar reputasi serta status makin menjadi-jadi. Ini sepenuhnya menyingkapkan esensi kemuakan dan kebencian Chen Xia akan kebenaran. Mereka yang benar-benar mencintai kebenaran menghargai dan menerapkan firman Tuhan. Sama seperti Petrus, dia sering merenungkan firman Tuhan dan menggabungkannya ke dalam kehidupan nyata, dan dia mampu menerapkan dengan ketat serta menjalani hal-hal yang dia hadapi sesuai dengan firman Tuhan, dan akhirnya, watak hidupnya berubah. Dari sini, aku melihat bahwa untuk menilai apakah seseorang adalah seorang yang mengejar kebenaran, kita tidak bisa hanya melihat pengorbanan dan pengeluarannya yang tampak dari luar, seberapa banyak firman Tuhan yang telah dia baca, atau apakah dia mampu bersekutu dengan orang lain, dan yang terutama kita harus berfokus pada apakah dia dapat menerapkan firman Tuhan dalam situasi yang dia hadapi, berfokus pada pencarian kebenaran, perenungan, dan pengenalan dirinya sendiri, dan apakah dia memiliki jalan masuk kehidupan. Aku hanya melihat kemampuan Chen Xia yang jelas terlihat dalam berkorban, mengorbankan diri, dan berupaya dalam membaca firman Tuhan, jadi aku memujanya, bahkan mengidolakannya di dalam hatiku. Ketika kudengar tentang pengusirannya dari gereja, aku ingin membelanya. Aku menyadari bahwa aku tidak memahami kebenaran dan telah gagal menilai orang berdasarkan firman Tuhan. Aku sungguh bodoh!
Aku juga bertanya pada diriku sendiri, "Mengapa, ketika mendengar bahwa Chen Xia akan diusir, aku merasa sangat negatif dan lemah, dan bahkan berhenti ingin melaksanakan tugas-tugasku?" Kemudian, aku membaca firman Tuhan: "Setelah gagasan dan imajinasi yang orang miliki menjadi prinsip dan kriteria yang mereka gunakan dalam memandang orang dan hal-hal, dalam berperilaku dan bertindak, maka dengan cara apa pun mereka percaya kepada Tuhan, atau dengan cara apa pun mereka mengejar, dan sebanyak apa pun kesukaran yang mereka derita atau sebesar apa pun harga yang mereka bayar, semuanya itu akan sia-sia. Selama orang hidup berdasarkan gagasan dan imajinasi yang mereka miliki, orang ini sedang menentang Tuhan dan memusuhi-Nya; mereka tidak benar-benar tunduk pada lingkungan yang Tuhan atur atau pada tuntutan-Nya. Pada akhirnya, kesudahan mereka akan sangat tragis. Jika engkau telah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun, dan telah mengorbankan dirimu untuk-Nya, sibuk ke sana kemari dan membayar harga yang besar, tetapi titik awal dan sumber dari semua yang kaulakukan adalah gagasan dan imajinasimu sendiri, itu berarti engkau tidak benar-benar menerima dan tunduk kepada Tuhan. ... Itu sama seperti yang diperlihatkan oleh Paulus: Dia melakukan banyak pekerjaan dan sibuk ke sana kemari, memberitakan Injil ke sebagian besar Eropa, tetapi sebanyak apa pun kesukaran yang telah dia derita dan sebesar apa pun harga yang telah dia bayar, atau sebanyak apa pun dia sibuk ke sana kemari, dia tidak pernah memiliki pemikiran dan pandangan yang sesuai dengan kebenaran, dia tidak pernah menerima kebenaran, tidak pernah memiliki sikap dan pengalaman nyata dalam tunduk kepada Tuhan—dia selalu hidup dalam gagasan dan imajinasinya sendiri. Apa gagasan dan imajinasinya yang spesifik? Yaitu bahwa setelah menyelesaikan perlombaan dan melakukan pertandingan yang baik, akan ada mahkota kebenaran yang tersedia baginya—seperti inilah gagasan dan imajinasi Paulus. Apa dasar teoretis yang spesifik dari gagasan dan imajinasinya? Bahwa Tuhan akan menentukan kesudahan orang berdasarkan seberapa banyak mereka telah sibuk ke sana kemari, seberapa besar harga yang telah mereka bayar, dan seberapa banyak kesukaran yang telah mereka derita. Atas dasar teoretis dari gagasan dan imajinasinya inilah Paulus tanpa sadar memulai jalan antikristus. Akibatnya, hingga akhir jalan itu pun, dia sama sekali tidak memiliki pemahaman tentang perilaku dan perwujudannya yang menentang Tuhan atau esensi penentangannya terhadap Tuhan, apalagi tentang pertobatan. Dia tetap berpegang pada gagasan dan imajinasinya yang semula saat percaya kepada Tuhan, dan dia bukan saja tidak memiliki sedikit pun ketundukan yang sejati kepada Tuhan, melainkan dia yakin bahwa dia jauh lebih berhak untuk menerima kesudahan dan tempat tujuan yang baik dari Tuhan sebagai imbalan. 'Sebagai imbalan' adalah pernyataan yang enak didengar dan beradab, tetapi sebenarnya itu bukan sekadar imbalan, atau bahkan bertransaksi—dia sedang meminta hal-hal ini secara langsung kepada Tuhan, benar-benar menuntut hal-hal ini dari Tuhan. Bagaimana cara dia menuntut hal-hal ini dari Tuhan? Seperti yang dia katakan, 'Aku sudah menyelesaikan perlombaanku, aku sudah melakukan pertandingan yang baik—mahkota kemuliaan sekarang menjadi milikku. Inilah yang layak kuterima dan yang seharusnya tuhan berikan kepadaku.' Jalan yang Paulus tempuh adalah jalan penentangan terhadap Tuhan, yang membawanya pada kehancuran, dan kesudahan akhir yang menimpanya adalah hukuman. Hal ini tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan imajinasi yang dimilikinya tentang Tuhan" (Firman, Jilid 7, Tentang Pengejaran akan Kebenaran, "Cara Mengejar Kebenaran (2)"). Aku merasa negatif ketika mendengar bahwa gereja telah mengusir Chen Xia, karena aku mempunyai sudut pandang yang salah. Kupikir bahwa mereka yang mengorbankan diri dan banyak berkorban serta bekerja keras, akan menerima kesudahan dan tempat tujuan yang baik dari Tuhan. Jadi, ketika aku melihat bahwa meskipun Chen Xia telah berkorban dan menderita, dan bahkan setelah bertahun-tahun melaksanakan tugasnya, dia pada akhirnya tetap diusir oleh gereja, aku tidak bisa memahaminya. Aku juga berpikir tentang bagaimana aku belum berkorban sebanyak dia, dan aku belum melaksanakan tugas sebanyak yang telah dia laksanakan, sehingga aku merasa bahwa cepat atau lambat aku pun akan disingkirkan, dan aku menjadi begitu negatif sampai aku tidak mau lagi membayar harga atau mengorbankan diriku. Aku menyadari bahwa setelah bertahun-tahun percaya kepada Tuhan, aku masih hidup dalam gagasan dan imajinasi manusia. Tuhan menentukan kesudahan seseorang bukan berdasarkan berapa lama mereka telah percaya, berapa banyak doktrin yang bisa mereka khotbahkan, berapa banyak pekerjaan yang telah mereka lakukan, berapa banyak penderitaan yang telah mereka alami, atau berapa banyak firman Tuhan yang telah mereka hafal, melainkan berdasarkan apakah mereka mengejar kebenaran, apakah watak rusak mereka sudah berubah, dan apakah niat mereka dalam tugas serta penderitaan mereka adalah demi memuaskan Tuhan. Jika seseorang tidak menerapkan firman Tuhan sama sekali dan hanya melaksanakan tugasnya untuk menguji dan tawar-menawar dengan Tuhan, lalu meskipun orang yang demikian bisa berkorban, mengorbankan diri, dan bekerja keras, pada akhirnya, jika watak hidup sama sekali mereka tidak berubah, dan mereka terang-terangan menentang Tuhan, mereka akan menyinggung watak Tuhan. Sama seperti Paulus, dia membayar harga yang mahal dan begitu banyak mengorbankan dirinya, tetapi dia tidak melakukannya untuk mendapatkan kebenaran atau mencapai perubahan dalam wataknya, melainkan untuk mendapatkan berkat dan mahkota. Oleh karena itu, bahkan setelah bertahun-tahun bekerja, naturnya yang congkak, sombong, dan mencari keuntungan sama sekali tidak berubah, dan pada akhirnya, dia bahkan menggunakan kerja kerasnya sebagai modal untuk menuntut mahkota kebenaran dari Tuhan, dengan terang-terangan mencerca-Nya. Ini menyinggung watak Tuhan dan mengarah pada hukuman bagi Paulus. Aku juga ingin menukar penderitaan dan pengeluaranku dengan sebuah tempat tujuan yang baik, dan ketika aku melihat bahwa aku tidak memiliki harapan untuk mendapatkan berkat, aku bahkan tidak ingin melaksanakan tugasku. Bukankah pandanganku mengenai pengejaran sama dengan pandangan Paulus? Sepenuhnya dibenarkan dan wajar bagi makhluk ciptaan untuk melaksanakan tugas mereka. Aku tidak berdiri pada posisiku sebagai makhluk ciptaan untuk melaksanakan tugasku dengan sungguh-sungguh. Sebaliknya, aku ingin menggunakan penderitaan dan pengeluaranku dalam tugas-tugasku untuk memperoleh kesudahan dan tempat tujuan yang baik, dan ketika aku merasa tidak bisa mendapatkan hal-hal ini, aku menganggap Tuhan tidak benar. Dalam hal ini, aku menentang Tuhan dan menyinggung watak-Nya. Natur masalah ini terlalu serius. Jika aku tidak mengubah sudut pandangku, aku juga akan disingkirkan oleh Tuhan! Memahami hal ini membuatku merasa sangat menyesal dan bersalah, dan aku mau bertobat kepada Tuhan.
Kemudian, aku membaca firman Tuhan: "Sebagai makhluk ciptaan, manusia harus berupaya untuk memenuhi tugas seorang makhluk ciptaan, dan berusaha untuk mengasihi Tuhan tanpa mengajukan pilihan lain, sebab Tuhan layak menerima kasih manusia. Mereka yang berusaha untuk mengasihi Tuhan tidak boleh mengejar keuntungan pribadi atau mengejar apa yang mereka sendiri dambakan; inilah cara pengejaran yang paling benar. Jika hal yang kaukejar adalah kebenaran, jika hal yang kaulakukan adalah kebenaran, dan jika hal yang kaucapai adalah perubahan pada watakmu, maka jalan yang kautapaki adalah jalan yang benar. Jika hal yang kaukejar adalah berkat daging, dan hal yang kaulakukan adalah kebenaran yang berasal dari gagasanmu sendiri, dan jika tidak ada perubahan pada watakmu, dan engkau sama sekali tidak tunduk pada Tuhan dalam daging, dan engkau masih hidup dalam kesamaran, maka hal yang engkau kejar itu pasti akan membawamu ke neraka, karena jalan yang kautempuh adalah jalan kegagalan. Apakah engkau akan disempurnakan ataukah disingkirkan, itu tergantung pada pengejaranmu sendiri, yang juga berarti bahwa keberhasilan atau kegagalan tergantung pada jalan yang manusia jalani" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Keberhasilan atau Kegagalan Tergantung pada Jalan yang Manusia Jalani"). Aku teringat kembali saat aku percaya kepada Tuhan hanya untuk mencari berkat. Sederhananya, aku sedang mengejar keuntungan pribadi dan tempat tujuan yang baik, dan pada akhirnya, aku tidak akan mendapatkan kebenaran apa pun, dan watakku tidak akan berubah, sehingga aku tetap akan disingkirkan oleh Tuhan. Sekarang aku menyadari bahwa jalan yang kutempuh sebelumnya adalah salah, dan jalan yang benar dalam percaya kepada Tuhan adalah dengan ingin mengasihi Tuhan, melaksanakan tugas sebagai makhluk ciptaan, mengejar kebenaran dalam tugasku, dan membuang watak rusakku. Inilah yang berharga dan bermakna. Ini sama seperti jalan yang diambil Petrus. Dia berfokus menerapkan firman Tuhan dalam segala hal, dan dia menerima penghakiman serta hajaran Tuhan, mendapatkan pemahaman tentang watak rusaknya, dan pada akhirnya, dia hidup dalam kenyataan mengasihi Tuhan. Merenungkan hal ini, aku memahami bahwa apakah seseorang pada akhirny menerima berkat atau tidak, seharusnya bukan menjadi tujuan dari percaya kepada Tuhan, dan bahwa memahami kebenaran serta membuang kerusakan seseorang dalam melaksanakan tugasnya adalah hal yang paling bermakna dan merupakan jalan yang benar. Pengalaman ini telah membuatku menyadari bahwa sangatlah penting untuk memandang orang dan hal-hal berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran!
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Oleh Saudari Liu Lei, TiongkokDalam beberapa tahun terakhir ini, aku berjuang menghadapi tekanan darah yang tinggi dan kesehatan yang...
Oleh Saudari Marie Hortence, Pantai GadingDahulu, aku tidak memperlakukan tugasku dengan serius, aku sering mengendur dalam tugasku, dan...
Ada masanya, aku harus bersembunyi di kediaman tuan rumah untuk melaksanakan tugasku demi menghindari perburuan oleh Partai Komunis...
Oleh Saudari Xiang Wang, TiongkokBelakangan ini, kudengar dari Meng Jie, pengawasku, bahwa Li Ping tidak menerima kebenaran, selalu...