Apakah Percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa Berarti Mengkhianati Tuhan Yesus?

03 April 2026

Tuhan Yang Mahakuasa telah menampakkan diri dan sedang bekerja di akhir zaman, mengungkapkan lebih dari sepuluh juta firman. Banyak orang, setelah membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, merasa bahwa firman ini memiliki otoritas dan kuasa serta merupakan kebenaran, dan telah menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman. Beberapa umat Katolik juga mengakui bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa adalah kebenaran. Namun, mereka yakin bahwa dalam percaya kepada Tuhan, mereka harus menghormati tradisi serta sejarah Katolik, dan karena mereka telah bergabung dengan agama Katolik, mereka tidak bisa pindah ke denominasi lain. Mereka berpikir bahwa percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa berarti mengkhianati agama Katolik dan mengkhianati Tuhan, dan bahwa itu adalah dosa. Oleh karena itu, mereka tidak berani menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman. Jadi, apakah percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa memang berarti mengkhianati Tuhan Yesus? Terkait pertanyaan ini, hal pertama yang harus kita pahami adalah apakah, sebagai seorang Katolik, kau percaya kepada Tuhan atau kepada agama Katolik. Jika kau percaya kepada Tuhan, kau seharusnya tidak dikekang oleh agama Katolik. Selain itu, apakah aturan dan perkataan agama Katolik ditetapkan oleh Tuhan atau oleh manusia? Apakah itu berasal dari Tuhan atau dari manusia? Kita harus mengklarifikasi hal-hal ini. Dalam hal percaya kepada Tuhan, kau harus tahu bahwa Tuhan adalah kebenaran; agama Katolik bukanlah kebenaran, para uskup dan imam Katolik itu juga bukanlah kebenaran, dan agama Katolik tidak mewakili Tuhan. Jika kau percaya kepada Tuhan, kau seharusnya tidak dikekang oleh agama Katolik, apalagi oleh para uskup dan imam. Jika kau terus-menerus dikekang oleh mereka, maka kau tidak akan mendapatkan perkenanan Tuhan. Secara khusus, dalam hal menyambut kedatangan Tuhan, bisakah kau tetap menyambut Tuhan jika kau selalu dikekang oleh para uskup dan imam? Kita adalah makhluk ciptaan, dan sudah sepantasnya bagi kita untuk mematuhi firman Sang Pencipta. Bukankah bodoh jika selalu mematuhi perkataan manusia dan aturan denominasi? Kau harus bisa membedakan hal-hal ini. Jika itu adalah perintah Tuhan, maka kita harus mematuhinya. Namun, jika itu adalah aturan Katolik, maka kita tidak harus mematuhinya; mematuhi firman Tuhan saja sudah cukup. Kau berpikir bahwa orang harus mematuhi aturan Katolik dan jika tidak melakukannya, itu adalah dosa. Apa dasarnya? Pernahkah Tuhan mengatakan hal seperti itu? Tidak pernah. Ini membuktikan bahwa aturan-aturan ini tidak berasal dari Tuhan, melainkan dibuat oleh para uskup dan imam Katolik itu. Uskup dan imam tidak mewakili Tuhan, jadi peraturan dan perkataan yang mereka buat juga tidak mewakili Tuhan. Kalau begitu, apakah kita masih perlu mematuhi peraturan-peraturan itu? Bisakah kau mendapatkan perkenanan Tuhan dengan mematuhi peraturan yang dibuat oleh manusia? Selain itu, kau juga harus bisa membedakan: Apakah para uskup dan imam Katolik itu adalah orang-orang yang dikasihi Tuhan? Apakah mereka dipilih oleh Tuhan? Apakah Tuhan bersaksi tentang mereka? Tentu saja tidak. Banyak di antara mereka bahkan telah melakukan banyak kejahatan, dan umat Katolik sangat menyadari hal ini. Agama Katolik sudah lama tidak memiliki pekerjaan Roh Kudus. Apakah kau masih belum bisa melihat hal-hal ini dengan jelas? Jika kau benar-benar tidak bisa melihat hal-hal ini dengan jelas, maka kau terlalu bingung! Kau sama sekali tidak bisa membedakan.

Dahulu ketika Tuhan Yesus menampakkan diri dan bekerja, para imam kepala, ahli Taurat, dan orang Farisi dari dunia agamawi, serta para penguasa, semuanya menentang dan mengutuk Tuhan Yesus. Mereka juga menyebarkan rumor yang tidak berdasar dengan mengatakan bahwa Tuhan Yesus hanyalah orang biasa dan bukan Tuhan. Banyak orang di dunia agamawi disesatkan. Mereka tidak berani menyelidiki pekerjaan Tuhan Yesus, dan akibatnya, mereka tidak mendapatkan keselamatan Tuhan. Sekarang kita berada di akhir zaman. Jika kita percaya kepada Tuhan tetapi tidak bisa menyambut-Nya, apa konsekuensinya? Kita akan jatuh ke dalam bencana, dihukum, dan mati! Oleh karena itu, prinsip yang harus kita ikuti dalam percaya kepada Tuhan adalah hanya mendengarkan firman Tuhan dan bukan perkataan manusia. Tidak ada perkataan manusia yang merupakan kebenaran; hanya firman Tuhan yang merupakan kebenaran. Jika orang tidak tunduk pada firman Tuhan, maka mereka memberontak dan menentang Tuhan. Jika kau selalu berpegang teguh pada aturan dan peraturan Katolik serta tidak mendengarkan firman Tuhan, apa konsekuensinya bagimu? Kau harus jelas mengenai masalah ini. Jika kau menemukan bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa semuanya adalah kebenaran dan bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan yang datang kembali, tetapi tidak berani menerima-Nya karena takut melanggar aturan Katolik, maka kau telah menjadi gadis bodoh, dan kau hanya akan jatuh ke dalam bencana serta meratap dan mengertakkan gigi. Agama Katolik menentang dan mengutuk Tuhan Yang Mahakuasa—Kristus akhir zaman, jadi kau harus memberontak terhadap agama Katolik, melepaskan diri darinya, dan tidak lagi terikat olehnya. Barulah kau menjadi gadis yang bijaksana, yang mampu menyambut Tuhan dan menghadiri perjamuan kerajaan surga. Jika kau selalu takut menyinggung agama Katolik dan takut diusir oleh agama Katolik, ini membuktikan bahwa kau percaya kepada agama Katolik dan bukan kepada Tuhan. Bisakah agama Katolik menuntunmu untuk menyambut Tuhan? Bisakah itu menyelamatkanmu dan membawamu masuk kerajaan surga? Bisakah itu menganugerahkan kebenaran dan hidup kepadamu? Bisakah itu memungkinkanmu untuk mendapatkan hidup yang kekal? Agama Katolik tidak bisa melakukan satu pun dari hal-hal ini, dan tidak bisa menganugerahkan apa pun kepadamu. Aturan-aturan Katolik itu hanya akan menyesatkan dan membahayakanmu, jadi apa gunanya kau masih mematuhinya? Jika kau bersikeras mematuhi peraturan Katolik, maka kau adalah gadis yang bodoh.

Tuhan telah menampakkan diri dan sedang bekerja untuk menyelamatkan manusia. Tuhan menuntut orang-orang untuk hanya menerima Tuhan, hanya mendengarkan suara Tuhan, dan tidak dikekang oleh agama. Di denominasi mana pun kau berada, selama kau mendengar suara Tuhan dan menyambut Tuhan, kau harus segera keluar dari agama. Inilah hal yang benar untuk dilakukan. Apa pun yang kau lakukan, jangan menoleh ke belakang; jika tidak, kau akan berubah menjadi tiang garam seperti istri Lot. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Karena manusia percaya kepada Tuhan, mereka harus mengikuti setiap jejak langkah Tuhan dari dekat, mereka harus 'mengikuti Sang Anak Domba, ke mana pun Dia pergi'. Hanya orang-orang yang melakukan hal inilah yang sungguh-sungguh mencari jalan yang benar, hanya merekalah yang mengenal pekerjaan Roh Kudus. Orang-orang yang bersikeras berpegang pada kata-kata dan doktrin adalah mereka yang telah disingkirkan oleh pekerjaan Roh Kudus. Pada setiap zaman, Tuhan akan memulai pekerjaan baru, dan pada setiap zaman, akan ada permulaan baru di antara manusia. Jika manusia hanya mempertahankan kebenaran bahwa 'Yahweh adalah Tuhan' dan 'Yesus adalah Kristus', yang merupakan kebenaran yang masing-masing hanya berlaku di satu zaman, manusia tidak akan pernah bisa mengikuti kemajuan pekerjaan Roh Kudus dan akan selamanya tidak mampu memperoleh pekerjaan Roh Kudus. Dengan cara apa pun Tuhan bekerja, jika manusia mengikuti dari dekat tanpa keraguan sedikit pun, bagaimana mungkin manusia akan disingkirkan oleh Roh Kudus? Apa pun yang Tuhan lakukan, selama manusia yakin bahwa itu adalah pekerjaan Roh Kudus, dan bekerja sama dengan pekerjaan Roh Kudus tanpa kekhawatiran sedikit pun, dan berusaha memenuhi tuntutan Tuhan, lalu bagaimana mungkin dia bisa dihukum? Pekerjaan Tuhan tidak pernah berhenti, jejak langkah-Nya tidak pernah berhenti, dan sebelum pekerjaan pengelolaan-Nya tuntas, Dia selalu sibuk dan tidak pernah berhenti. Namun, manusia berbeda. Setelah memperoleh secuil saja pekerjaan Roh Kudus, dia menganggap pekerjaan itu tidak akan pernah berubah; setelah mendapatkan sedikit saja pengetahuan, dia tidak terus 'menelusuri' pekerjaan baru Tuhan; setelah melihat sedikit saja pekerjaan Tuhan, dia segera membatasi Tuhan sebagai sosok patung kayu tertentu, dan meyakini bahwa Tuhan akan senantiasa mempertahankan gambar yang dia lihat ini, bahwa gambar-Nya seperti itu di masa lampau, dan akan selalu seperti itu di masa depan; setelah mendapatkan pengetahuan yang dangkal, manusia menjadi begitu angkuh hingga lupa diri, lalu mulai dengan gembar-gembor menyerukan watak dan hakikat Tuhan yang sesungguhnya tidak ada; dan setelah yakin terhadap satu tahap pekerjaan Roh Kudus, orang macam apa pun yang menyerukan pekerjaan Tuhan yang baru, manusia tidak menerimanya. Orang-orang seperti ini tidak dapat menerima pekerjaan baru Roh Kudus; mereka terlalu konservatif dan tidak mampu menerima hal-hal baru. Orang-orang semacam ini adalah mereka yang percaya kepada Tuhan, tetapi juga menolak Tuhan. Manusia percaya bahwa bangsa Israel salah karena 'hanya percaya kepada Yahweh dan tidak percaya kepada Yesus', tetapi mayoritas orang memainkan peran 'hanya percaya kepada Yahweh dan menolak Yesus' dan 'menantikan kedatangan kembali Sang Mesias tetapi menentang Mesias yang bernama Yesus'. Maka tidak heran, orang-orang tetap hidup di bawah kuasa Iblis setelah menerima satu tahap pekerjaan Roh Kudus, dan tetap tidak menerima berkat Tuhan. Bukankah ini adalah akibat dari pemberontakan manusia?" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Pekerjaan Tuhan dan Penerapan Manusia").

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Konten Terkait

Hubungi kami via WhatsApp