Bagaimana Juruselamat Menyelamatkan Umat Manusia Saat Dia Datang?
Saat kita membicarakan Juruselamat, semua orang percaya setuju bahwa pada akhir zaman, Dia akan datang ke bumi untuk menyelamatkan umat...
Kami menyambut semua pencari yang merindukan penampakan Tuhan!
Banyak orang berpikir bahwa setelah Tuhan Yesus disalibkan dan bangkit dari antara orang mati, Dia telah menjadi tubuh rohani yang mulia dan naik ke surga; oleh karena itu, ketika Tuhan datang kembali, Dia seharusnya menampakkan diri dan bekerja dalam tubuh rohani-Nya yang telah bangkit. Jadi, mereka bertanya: Mengapa Tuhan harus kembali berinkarnasi sebagai Anak manusia untuk melakukan pekerjaan penghakiman di akhir zaman? Kita semua tahu bahwa pada Zaman Kasih Karunia, Tuhan Yesus menampakkan diri dan bekerja dengan berinkarnasi sebagai Anak manusia untuk berinteraksi dengan orang-orang, untuk hidup bersama mereka, dan untuk mengungkapkan kebenaran guna memimpin mereka. Akhirnya, Dia disalibkan untuk menanggung dosa umat manusia, sebagai korban penghapus dosa bagi manusia. Cara terbaik bagi Tuhan untuk menampakkan diri, melakukan pekerjaan penebusan, dan menjadi korban penghapus dosa adalah dengan berinkarnasi; bukan hanya Iblis dipermalukan, tetapi Tuhan juga mendapatkan kemuliaan. Jelas bahwa pilihan Tuhan untuk bekerja sebagai inkarnasi sepenuhnya didasarkan pada kebutuhan pekerjaan tersebut; Dia tidak menentukan cara penampakan-Nya menurut gagasan dan imajinasi manusia. Lalu mengapa Tuhan harus kembali berinkarnasi untuk melakukan pekerjaan penghakiman di akhir zaman? Ini juga didasarkan pada kebutuhan umat manusia yang rusak; umat manusia yang rusak membutuhkan keselamatan dari Tuhan yang berinkarnasi. Pekerjaan Tuhan dalam menyelamatkan manusia tidak sesederhana yang dibayangkan orang—bukan berarti cukup dengan Dia sepenuhnya mengungkapkan kebenaran, lalu orang-orang hanya membaca sendiri firman Tuhan, berkumpul untuk bersekutu, serta menerapkan dan mengalaminya. Itu tidak akan mencapai hasil apa pun. Ada proses nyata untuk setiap tahap pekerjaan Tuhan, dan setiap tahapnya mengandung banyak detail. Secara khusus, pekerjaan penghakiman Tuhan untuk menyucikan manusia di akhir zaman membutuhkan interaksi jangka panjang dengan manusia; dalam hal ini, Dia mengungkapkan kebenaran dengan tepat sasaran untuk menghakimi dan menyingkapkan orang-orang sesuai dengan berbagai keadaan rusak serta pemberontakan dan penentangan yang mereka perlihatkan. Ini juga menuntut orang untuk mengalami berbagai ujian dan pemurnian, yang menyingkapkan mereka. Ini menuntut Tuhan untuk berinkarnasi dan hidup di antara manusia untuk melakukan pekerjaan-Nya. Oleh karena itu, Tuhan yang berinkarnasi harus memiliki kemanusiaan yang normal. Ini memudahkan-Nya untuk berinteraksi dengan orang-orang, dan orang-orang bisa hidup dengan bebas dan merdeka di hadapan Tuhan, tanpa terkekang oleh apa pun, berbicara dengan bebas dan bertindak wajar sama seperti ketika mereka berinteraksi dengan orang lain. Ini memudahkan Tuhan untuk mengungkapkan kebenaran guna menyucikan dan menyelamatkan manusia. Jika Dia menampakkan diri sebagai tubuh rohani, tidak akan mudah untuk berinteraksi dengan manusia. Coba pikirkan: Jika tubuh rohani Tuhan tiba-tiba menampakkan diri di hadapan orang-orang, bagaimana perasaan mereka? Mereka akan ketakutan dan panik. Berinteraksi dengan Roh Tuhan satu atau dua kali akan membuat orang terus-menerus ketakutan—mereka akan takut karena tidak tahu kapan Tuhan mungkin datang, dan tidak akan tahu bagaimana menghadapi Tuhan. Jadi katakan padaku, bisakah pekerjaan menyelamatkan manusia mencapai hasil jika Tuhan melakukannya dengan datang sebagai tubuh rohani? Tidak akan bisa. Jika hati orang-orang gemetar ketakutan, dan mereka dipenuhi rasa takut, bersikap defensif, dan menghindar, mereka tidak akan bisa membuka hati mereka kepada Tuhan. Lalu bagaimana Tuhan bisa mengungkapkan kebenaran untuk menyelamatkan manusia? Terlebih lagi, di hadapan tubuh rohani-Nya, orang tidak akan memiliki gagasan apa pun; mereka hanya akan gemetar ketakutan, tidak berani menunjukkan sedikit pun pemberontakan atau penentangan. Apalagi berani bertindak menurut kehendak mereka sendiri. Dengan begitu, watak rusak mereka akan tersembunyi dan tidak bisa disucikan. Ini membuktikan bahwa bekerja sebagai tubuh rohani tidak mendukung Tuhan dalam menyelamatkan manusia. Namun, ketika Tuhan berinkarnasi sebagai orang biasa, lebih mudah bagi-Nya untuk melakukan pekerjaan-Nya. Ketika orang melihat bahwa Kristus adalah orang biasa, mudah bagi mereka untuk mendekat kepada Tuhan dan membuka hati mereka kepada-Nya. Dan ketika Tuhan mengungkapkan firman untuk menyingkapkan orang-orang, mudah juga bagi mereka untuk menerimanya. Jadi jika Tuhan berinkarnasi sebagai sosok yang luar biasa atau orang terkenal, bisakah hasil ini dicapai? Orang-orang akan merasa bahwa Tuhan tidak terjangkau, dan akan tercipta jarak antara mereka dan Tuhan. Namun, jika Tuhan berinkarnasi sebagai orang biasa, orang-orang bisa mendekat kepada Tuhan, mencurahkan isi hati mereka, dan segala watak rusak mereka bisa disingkapkan. Ini juga membuat segala gagasan dan imajinasi yang mereka miliki mudah disingkapkan. Dengan demikian, sangatlah mudah bagi Tuhan untuk menyingkapkan dan menghakimi orang-orang. Oleh karena itu, dalam pekerjaan-Nya di akhir zaman, Tuhan harus berinkarnasi sebagai orang biasa. Rupa daging ini tidak boleh terlalu luar biasa. Hanya dengan cara ini orang-orang akan bersedia berinteraksi dengan Tuhan sama seperti mereka berinteraksi dengan orang biasa. Mereka akan bebas dan leluasa dalam ucapan dan tindakan mereka, dan mereka akan bisa mencurahkan isi hati kepada Tuhan dengan apa adanya dan terus terang. Terlebih lagi, di hadapan Tuhan yang berinkarnasi, pemberontakan dan kerusakan orang-orang juga bisa tersingkap secara alami. Melalui penghakiman, penyingkapan, dan pemangkasan Tuhan, orang-orang akan bersedia bertobat di hadapan Tuhan, mengungkapkan tekad mereka kepada-Nya, dan memberikan hati mereka kepada Tuhan yang nyata. Begitu orang-orang sepenuhnya memahami kebenaran, mereka akan bisa tunduk kepada Tuhan yang nyata di dalam hati mereka dan menyembah Tuhan yang nyata. Mereka yang mendapatkan kebenaran akan bisa menjadi sepikir dengan Tuhan yang nyata, sangat mengasihi Tuhan, dan tunduk hingga mati. Dengan cara ini, Tuhan yang berinkarnasi bisa melengkapi sekelompok orang dan mendapatkan mereka. Sebagaimana yang difirmankan Tuhan Yang Mahakuasa: "Ketika Tuhan sedang bekerja di dalam daging, Dia sebenarnya sedang berperang melawan Iblis di dalam daging. Ketika Dia bekerja di dalam daging, Dia sedang melakukan pekerjaan-Nya di alam roh, dan Dia membuat seluruh pekerjaan-Nya di alam roh menjadi nyata di bumi. Yang ditaklukkan adalah manusia, manusia yang memberontak terhadap-Nya, dan yang dikalahkan adalah perwujudan Iblis (tentu saja, ini juga adalah manusia), yang bermusuhan dengan-Nya, dan yang pada akhirnya diselamatkan adalah juga manusia. Oleh karena itu, bahkan lebih perlu bagi Tuhan untuk menjadi manusia yang memiliki cangkang luar makhluk ciptaan, agar Dia dapat melakukan peperangan yang nyata melawan Iblis, menaklukkan manusia yang memberontak terhadap-Nya dan yang memiliki cangkang luar yang sama dengan-Nya, serta menyelamatkan manusia yang cangkang luarnya sama dengan Dia dan telah dicelakai oleh Iblis. Musuh-Nya adalah manusia, sasaran penaklukan-Nya adalah manusia, dan sasaran keselamatan-Nya adalah manusia, yang diciptakan oleh-Nya. Jadi, Dia harus menjadi manusia, dan dengan cara ini, pekerjaan-Nya menjadi jauh lebih mudah—Dia dapat mengalahkan Iblis dan menaklukkan umat manusia, dan terlebih lagi, dapat menyelamatkan umat manusia" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Umat Manusia yang Rusak Jauh Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Berinkarnasi"). "Bagi manusia yang rusak, hanya pekerjaan yang memberikan perkataan yang akurat, sasaran yang jelas untuk dikejar, serta dapat dilihat dan berwujud, yang merupakan pekerjaan paling berharga. Hanya pekerjaan yang realistis dan bimbingan yang tepat waktu yang cocok dengan selera manusia, dan hanya pekerjaan nyata yang dapat menyelamatkan manusia dari wataknya yang rusak dan bejat. Hal ini hanya dapat dicapai oleh Tuhan yang berinkarnasi; hanya Tuhan yang berinkarnasi yang dapat menyelamatkan manusia dari watak lamanya yang rusak dan bejat. Meskipun Roh adalah esensi yang melekat pada diri Tuhan, pekerjaan semacam ini hanya dapat dikerjakan oleh daging-Nya. Jika Roh bekerja sendiri, tidaklah mungkin pekerjaan-Nya akan efektif—ini adalah fakta yang nyata. Kebanyakan orang telah menjadi musuh Tuhan karena daging ini. Namun, saat daging ini menyelesaikan pekerjaan-Nya, mereka yang melawan-Nya bukan saja akan berhenti menjadi musuh-Nya, justru sebaliknya, mereka akan menjadi saksi-Nya. Mereka akan menjadi saksi yang telah ditaklukkan oleh-Nya, saksi yang sesuai dengan-Nya dan tak terpisahkan dari-Nya. Dia akan membuat manusia mengerti pentingnya pekerjaan daging bagi manusia, dan manusia akan mengerti pentingnya daging ini bagi makna keberadaan manusia, akan mengerti nilai-Nya yang nyata mengenai pertumbuhan hidup manusia, dan, terlebih dari itu, akan mengerti bahwa daging ini secara tak terduga akan menjadi mata air kehidupan yang darinya manusia tak bisa terpisah" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Umat Manusia yang Rusak Jauh Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Berinkarnasi"). "Oleh karena itu, umat manusia yang rusak jauh lebih membutuhkan penyelamatan dari Tuhan yang berinkarnasi, dan jauh lebih membutuhkan pekerjaan langsung dari Tuhan yang berinkarnasi. Umat manusia membutuhkan Tuhan yang berinkarnasi untuk menggembalakan, mendukung, menyirami, memberi makan, menghakimi, dan menghajarnya, dan manusia membutuhkan lebih banyak kasih karunia dan penebusan yang lebih besar dari Tuhan yang berinkarnasi. Hanya Tuhan dalam daging yang bisa menjadi Pribadi yang dipercaya manusia, gembala manusia, pertolongan yang senantiasa hadir, dan semua merupakan keharusan dari inkarnasi, baik pada masa kini maupun pada masa lalu" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Umat Manusia yang Rusak Jauh Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Berinkarnasi").
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Saat kita membicarakan Juruselamat, semua orang percaya setuju bahwa pada akhir zaman, Dia akan datang ke bumi untuk menyelamatkan umat...
Sejak Tuhan Yang Mahakuasa, Juruselamat, mengungkapkan kebenaran tentang pekerjaan penghakiman-Nya pada akhir zaman, banyak orang telah...
Saat menyebut nasib, kebanyakan orang menyamakan nasib baik dengan memiliki uang dan status, serta menjadi sukses, dan berpikir bahwa orang...
Banyak orang percaya membaca perkataan Paulus dalam 2 Timotius: “Segala tulisan dalam Kitab Suci diberikan atas ilham Tuhan” (2 Timotius...