Jika Dikutuk oleh Dunia Agamawi, Apakah Itu Bukan Jalan yang Benar?

03 April 2026

Di akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa telah mengungkapkan semua kebenaran untuk menyelamatkan umat manusia, yang sudah lama dipublikasikan secara daring agar semua orang dapat mencari dan menyelidikinya. Banyak orang yang mendambakan penampakan Tuhan telah membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa dan mengenalinya sebagai suara Tuhan. Mereka semua telah menerima Tuhan Yang Mahakuasa dan kembali ke hadapan takhta Tuhan. Namun, sebagian besar pendeta dan penatua di dunia agamawi bukan hanya tidak menyelidikinya, tetapi juga secara membabi buta mengutuk Tuhan Yang Mahakuasa sebagai orang biasa dan bukan Tuhan yang telah menampakkan diri untuk bekerja, dan mereka dengan sewenang-wenang menghalangi orang percaya menyelidiki jalan yang benar. Ini membingungkan banyak orang yang percaya kepada Tuhan. Mereka berpikir karena pendeta dan penatua melayani Tuhan di gereja dan sering menjelaskan serta meninggikan Alkitab, mereka seharusnya adalah orang-orang yang memahami Alkitab dan mengenal Tuhan, dan jika Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali, para pendeta dan penatua seharusnya bisa mengenali-Nya—jadi bagaimana mungkin mereka menentang dan mengutuk-Nya? Mereka menganggap jika suatu jalan dikutuk oleh para pendeta dan penatua dunia agamawi, maka tidak mungkin itu jalan yang benar. Apakah pandangan ini masuk akal? Apakah ada dasar untuk pernyataan ini dalam firman Tuhan? Atas dasar apa mereka mengatakan bahwa orang yang bisa menjelaskan Alkitab adalah orang yang mengenal Tuhan? Bukankah pernyataan semacam ini hanyalah gagasan dan imajinasi manusia? Bukankah itu hanya ajaran sesat dan kekeliruan? Para imam kepala, ahli Taurat, dan orang Farisi dalam Yudaisme semuanya bisa menjelaskan Alkitab, lalu mengapa mereka masih menghakimi dan mengutuk Tuhan Yesus, serta menyalibkan-Nya? Apa masalahnya di sini? Ketika Tuhan Yesus menampakkan diri dan bekerja, Dia berkhotbah setidaknya selama tiga tahun, dan semua yang Dia ungkapkan adalah kebenaran. Namun, meskipun orang Yahudi mengakui bahwa firman Tuhan Yesus memiliki kuasa dan otoritas, mereka sama sekali tidak mencari atau menyelidikinya, mereka juga tidak menerima kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan Yesus. Mereka bahkan secara membabi buta mengutuk, menganiaya, dan menangkap Tuhan Yesus, bersikeras untuk menyalibkan-Nya. Para imam kepala, ahli Taurat, dan orang Farisi dalam Yudaisme semuanya sering menjelaskan Alkitab. Di mata orang lain, mereka semua memahami Alkitab dan mengenal Tuhan. Jadi mengapa justru mereka yang menyalibkan Tuhan Yesus? Berdasarkan fakta ini, kita bisa menarik kesimpulan: Orang yang bisa menjelaskan Alkitab belum tentu mengenal Tuhan atau tunduk kepada-Nya, karena justru merekalah jenis orang yang akan menyalibkan Tuhan.

Saat ini, para pendeta dan penatua di dunia agamawi juga bisa menjelaskan Alkitab, tetapi apakah mereka benar-benar mengenal Tuhan? Apakah mereka tunduk ataukah menentang Tuhan? Bagaimana kita harus membedakan hal ini? Pertama, kita harus melihat bahwa Tuhan Yang Mahakuasa telah mengungkapkan begitu banyak kebenaran, yang bisa dibaca siapa saja secara daring. Bagaimana tepatnya para pendeta dan penatua dunia agamawi memperlakukan firman Tuhan Yang Mahakuasa? Berapa banyak dari mereka yang menyelidiki jalan yang benar? Berapa banyak dari mereka yang masih mengutuk dan menentang? Berapa banyak dari mereka yang bertindak sebagai penonton, tidak menerima maupun menentang? Tuhan mengungkapkan kebenaran, dan hal ini sangat menyingkapkan orang-orang; di hadapan kebenaran, semua orang dipilah menurut jenisnya. Faktanya, tidak banyak yang menyelidiki jalan yang benar ketika berhadapan dengan kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa, dan ada terlalu banyak orang yang menentang dan mengutuk Tuhan Yang Mahakuasa. Ini adalah fakta yang bisa kita semua lihat. Para pendeta dan penatua itu sendiri bukan hanya tidak menyelidiki atau menerima jalan yang benar, melainkan juga menghalangi orang percaya dari menyelidiki dan menerimanya. Mereka tidak memberi orang percaya kebebasan berkeyakinan, dan mereka berusaha sekuat tenaga untuk menjebak dan mengendalikan mereka, dengan paksa melarang orang percaya membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, menerima mereka yang bersaksi tentang Tuhan Yang Mahakuasa sebagai tamunya, dan menyelidiki jalan yang benar. Para pemimpin dunia agamawi ini bertindak tanpa nalar sama sekali. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk mengutuk penampakan dan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa. Bukankah ini menentang Tuhan? Bukankah mereka telah melakukan dosa menghujat Roh Kudus? Berdasarkan fakta bahwa para pendeta dan penatua dunia agamawi menghalangi orang percaya untuk menyelidiki jalan yang benar, dan bahkan salah menafsirkan Alkitab untuk menyesatkan, menjebak, dan mengendalikan orang percaya, kita bisa melihat bahwa meskipun mereka memahami beberapa kata-kata dan doktrin Alkitab, mereka sama sekali tidak mengenal Tuhan. Ini karena tindakan dan perbuatan mereka telah sangat bertentangan dengan Alkitab, dan bahkan lebih bertentangan dengan kebenaran. Jadi, apakah mereka hamba yang baik atau hamba yang jahat? Apa pun yang orang katakan, mereka sama sekali tidak mengenal Tuhan—mereka menentang Tuhan dan menyalibkan-Nya lagi. Oleh karena itu, semua pendeta agamawi adalah gembala palsu dan hamba yang jahat; mereka sama sekali tidak diperkenan oleh Tuhan. Tentu saja, kita punya dasar Alkitab untuk mengatakan ini, dan kita punya firman Tuhan Yesus sebagai buktinya. Tuhan Yesus berfirman: "Banyak orang akan berkata kepada-Ku di hari itu kelak, Tuhan, Tuhan, bukankah kami telah bernubuat demi nama-Mu, telah mengusir setan-setan demi nama-Mu, dan melakukan banyak pekerjaan ajaib demi nama-Mu? Saat itu Aku akan menyatakan kepada mereka, Aku tidak pernah mengenalmu: pergilah daripada-Ku, kalian yang melakukan kejahatan" (Matius 7:22-23). "Celakalah engkau, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, orang munafik! Karena engkau menutup kerajaan surga terhadap manusia: padahal engkau sendiri tidak pernah pergi ke sana, tetapi engkau menghalangi orang-orang yang berusaha masuk ke sana" (Matius 23:13). "Celakalah engkau, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, orang munafik! Karena engkau melintasi lautan dan daratan untuk menjadikan satu orang bertobat menjadi pengikutmu, tetapi begitu ia bertobat, engkau menjadikannya anak neraka yang dua kali lebih jahat daripada dirimu sendiri" (Matius 23:15). Dari firman Tuhan Yesus, kita bisa melihat dengan jelas bahwa meskipun para pendeta dan penatua dunia agamawi bisa berkhotbah dan bekerja, Tuhan tidak mengakui mereka, dan malah mengutuk mereka sebagai pelaku kejahatan. Kenapa bisa begitu? Itu karena mereka telah melakukan terlalu banyak kejahatan. Mereka telah mencelakai dan menghancurkan orang percaya, menyebabkan banyak orang menjadi anak-anak neraka setelah bergabung dengan perkumpulan mereka. Bagaimana kita harus menjelaskan pernyataan ini? Mengapa mereka menjadi anak-anak neraka setelah bergabung? Itu karena meskipun percaya kepada Tuhan dalam agama, mereka disesatkan, dikekang, dan diikat oleh para pendeta dan penatua ketika Tuhan datang kembali. Mereka hanya bersikeras percaya kepada Tuhan di dalam agama tetapi tidak menerima kedatangan Tuhan kembali atau pekerjaan penghakiman yang Dia lakukan di akhir zaman. Mereka kemudian menjadi orang-orang yang menolak dan menentang Tuhan, dan mereka disingkirkan oleh Tuhan. Bukankah ini membuat mereka menjadi anak-anak neraka? Orang-orang ini telah dicelakai dan dihancurkan oleh para pendeta dan penatua. Ini tepat menggenapi firman Tuhan Yesus: "Biarkan mereka sendiri, mereka adalah orang buta yang memimpin orang buta. Dan jika orang buta memimpin orang buta, keduanya akan terperosok ke dalam parit" (Matius 15:14). Oleh karena itu, jika para pendeta dan penatua dunia agamawi tidak mengizinkan orang menyelidiki jalan yang benar, dan malah menyesatkan dan menjebak orang-orang—bahkan mengarang rumor, memfitnah, dan mengutuk Gereja Tuhan Yang Mahakuasa—maka mereka adalah pendosa besar; mereka adalah musuh-musuh Tuhan, dan kesudahan akhir mereka pasti adalah kebinasaan. Sebagaimana yang difirmankan Tuhan Yang Mahakuasa: "Ada orang-orang yang membaca Alkitab di gereja-gereja besar dan menghafalkannya sepanjang hari, tetapi tak seorang pun di antara mereka yang memahami tujuan pekerjaan Tuhan. Tak seorang pun yang dapat mengenal Tuhan; bahkan, tak ada seorang pun di antara mereka yang dapat selaras dengan maksud-maksud Tuhan. Mereka semua tidak berharga, manusia hina, masing-masing berdiri pada posisi yang tinggi untuk menggurui 'Tuhan'. Mereka adalah orang-orang yang mengatasnamakan Tuhan, tetapi dengan sengaja menentang Tuhan, yang membawa label percaya kepada Tuhan sambil memakan daging dan meminum darah manusia. Semua orang semacam itu adalah setan-setan jahat yang menelan jiwa manusia, para penghulu setan yang sengaja mengganggu manusia dari menempuh jalan yang benar, dan merupakan batu sandungan yang menghalangi orang dalam mencari Tuhan" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Semua Orang yang Tidak Mengenal Tuhan adalah Orang-Orang yang Menentang Tuhan"). Jika orang tidak pernah belajar untuk membedakan esensi para pendeta dan penatua dunia agamawi, selalu percaya apa yang mereka katakan, dan selalu dikekang dan diikat oleh mereka, maka mereka adalah gadis-gadis yang paling bodoh. Kesempatan mereka untuk memperoleh keselamatan akan benar-benar dirusak oleh para pendeta dan penatua, dan mereka akan jatuh ke dalam kegelapan, meratap dan mengertakkan gigi. Katakan padaku, bisakah para pendeta dan penatua dunia agamawi menyambut Tuhan? Akankah Tuhan terlebih dahulu memberi mereka pewahyuan ketika Dia datang? Tentu saja tidak. Jika kalian benar-benar menyadari bahwa para pendeta dan penatua dunia agamawi adalah antikristus yang menentang Tuhan dan setan-setan yang menghalangi orang dari menyelidiki jalan yang benar, lalu masih bisakah kalian memercayai perkataan setan, "Jika suatu jalan dikutuk oleh dunia agamawi, itu bukan jalan yang benar"? Jika kalian masih sangat percaya bahwa para pendeta dan penatua dunia agamawi bisa menuntun orang masuk ke kerajaan surga, sepenuhnya mendengarkan kata-kata mereka dan tunduk kepada mereka, dan pada akhirnya menolak jalan yang benar dan menolak kedatangan Tuhan Yesus kembali, bukankah kalian adalah orang yang paling bodoh dari semuanya? Pertanyaan ini patut direnungkan!

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Konten Terkait

Hubungi kami via WhatsApp