Dapatkah Kau Benar-benar Masuk Kerajaan Surga dengan Berpegang pada Alkitab?

03 April 2026

Banyak orang percaya membaca perkataan Paulus dalam 2 Timotius: "Segala tulisan dalam Kitab Suci diberikan atas ilham Tuhan" (2 Timotius 3:16), dan mereka menyimpulkan bahwa semua perkataan di Alkitab diilhamkan oleh Tuhan dan berasal dari-Nya. Mereka percaya bahwa perkataan apa pun dalam Alkitab, tidak peduli siapa yang mengucapkannya, adalah firman Tuhan. Mereka bahkan berpikir Alkitab mewakili Tuhan, dan bahwa hanya dengan berpegang pada Alkitab, mereka dapat masuk ke dalam kerajaan surga. Namun, apakah pemahaman ini benar?

Pernyataan, "Segala tulisan dalam Kitab Suci diberikan atas ilham Tuhan", adalah perkataan Paulus. Ketika dia mengatakan ini, Perjanjian Baru belum ada, karena tulisan-tulisannya belum disusun menjadi sebuah buku hingga lebih dari 300 tahun Masehi. Jadi, Paulus jelas mengacu pada Perjanjian Lama. Nah, apakah pernyataan Paulus itu benar-benar akurat? Kita tidak tahu pasti, tetapi kita belum pernah melihat Tuhan Yesus mengatakan hal seperti itu, kita juga belum pernah melihat Roh Kudus mengatakannya, dan kita tentu belum pernah melihat nabi mana pun menyampaikan pesan itu. Kita semua tahu Perjanjian Baru berisi perkataan banyak orang yang berbeda, termasuk perkataan para rasul, orang-orang Farisi, dan Yudas, dan bahkan ada perkataan Iblis di dalamnya. Pastinya, perkataan mereka tidak diilhamkan oleh Tuhan. Terlepas dari apakah pernyataan Paulus ini benar, satu hal yang pasti: Jika orang yang percaya kepada Tuhan hanya berpegang pada Alkitab dan memperlakukannya seolah-olah itu adalah Tuhan, mereka benar-benar salah. Tuhan Yesus pernah berkata: "Selidikilah kitab-kitab suci; karena engkau berpikir di dalamnya ada kehidupan kekal itu: dan kitab-kitab suci itu memberikan kesaksian tentang Aku. Dan engkau tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh kehidupan" (Yohanes 5:39-40). Firman Tuhan sangat jelas: Alkitab hanyalah catatan pekerjaan Tuhan di masa lalu dan kesaksian bagi-Nya. Alkitab itu sendiri tidak memiliki hidup kekal. Hanya Tuhan yang memiliki jalan hidup kekal; hanya Tuhanlah kebenaran, jalan, dan hidup. Tuhan adalah Sang Pencipta dan sumber kehidupan bagi segala sesuatu. Dia berdaulat atas langit, bumi, dan segala sesuatu, dan pemeliharaan hidup-Nya bagi umat manusia tak ada habisnya dan tak kunjung putus. Namun, Alkitab hanyalah buku sejarah yang mencatat pekerjaan Tuhan sebelumnya. Bagaimana mungkin itu disamakan dengan Tuhan? Karena alasan ini, sedikit firman Tuhan yang ditemukan dalam Alkitab, jika dibandingkan dengan Tuhan sendiri, hanyalah setetes air di lautan. Beranggapan bahwa seseorang dapat masuk ke dalam kerajaan surga hanya dengan berpegang pada Alkitab hanyalah angan-angan belaka. Tuhan melaksanakan tiga tahap pekerjaan dalam pengelolaan-Nya atas umat manusia, dan Dia menyampaikan makin banyak lagi firman. Ini terutama berlaku untuk pekerjaan penghakiman pada akhir zaman, di mana Tuhan Yang Mahakuasa telah mengungkapkan berlimpah-limpah kebenaran. Firman yang tercatat dalam Firman Menampakkan Diri dalam Daging sudah mencapai tujuh jilid—berkali-kali lipat lebih banyak daripada firman dalam Alkitab. Ini sepenuhnya menggenapi firman Tuhan Yesus: "Masih ada banyak hal lain yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak dapat menanggungnya saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara dari diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu" (Yohanes 16:12-13). "Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: Firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman" (Yohanes 12:48). Ada juga nubuat-nubuat dalam Kitab Wahyu: "Barang siapa memiliki telinga, hendaklah dia mendengarkan apa yang diucapkan Roh kepada gereja-gereja" (Wahyu 2:7). Nubuat-nubuat ini sangat jelas: Ketika Tuhan kembali pada akhir zaman, Dia akan berfirman lagi kepada gereja-gereja, mengungkapkan segala kebenaran untuk menghakimi umat manusia. Artinya, Dia akan menggunakan kebenaran untuk menghakimi dan menyucikan manusia, menyelamatkan mereka dari kerusakan Iblis dan membebaskan mereka dari belenggu dosa. Ini adalah tahap pekerjaan yang belum pernah ada sebelumnya, dan ini adalah tahap terakhir dalam pekerjaan penyelamatan Tuhan. Dari sini, kita dapat melihat bahwa Tuhan tidak pernah berfirman berdasarkan Alkitab. Tuhan memiliki begitu banyak hal yang ingin Dia sampaikan kepada umat manusia; firman Tuhan dalam Alkitab hanyalah setetes air di lautan. Pada akhir zaman, Tuhan mengungkapkan kebenaran yang lebih tinggi, dan lebih banyak kebenaran. Secara khusus, firman yang menghakimi manusia, yang menyucikan, dan menyempurnakan mereka semuanya diungkapkan oleh Tuhan selama pekerjaan penghakiman-Nya pada akhir zaman. Jika firman ini diungkapkan selama Zaman Kasih Karunia, orang tidak akan mampu menanggungnya atau siap menerimanya. Oleh karena itu, anggapan bahwa orang dapat diselamatkan dan masuk ke dalam kerajaan surga hanya dengan berpegang pada Alkitab adalah murni angan-angan belaka. Orang membayangkan bahwa masuk ke dalam kerajaan surga jauh lebih sederhana daripada kenyataannya. Mereka penuh dengan kenajisan dan kerusakan, hidup dalam dosa dan tidak mampu membebaskan diri. Mereka tidak memiliki pengetahuan tentang pekerjaan Tuhan sama sekali, apalagi tentang watak Tuhan. Bahkan setelah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun, mereka masih sering berbuat dosa dan menentang Tuhan. Mereka tidak memiliki rasa takut atau ketundukan kepada Tuhan, tetapi berharap untuk masuk ke dalam kerajaan surga hanya dengan berpegang pada Alkitab dan nama Tuhan Yesus. Bukankah itu lelucon? Hari ini, Tuhan Yesus sudah lama kembali. Dia telah menampakkan diri dan sedang mengungkapkan kebenaran untuk melaksanakan pekerjaan-Nya. Semua gadis bijaksana yang mendengar suara Tuhan telah diangkat ke hadapan takhta-Nya. Mereka semua mengakui bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa adalah kebenaran dan perkataan Roh Kudus. Mereka telah menghadiri perjamuan kerajaan surga dan telah memberi kesaksian yang indah dan berkumandang bagi Tuhan. Mereka makan dan minum firman Tuhan dan memuji Dia setiap hari, merasakan kenikmatan yang luar biasa. Ini adalah fakta yang dapat dilihat oleh semua orang. Seperti yang difirmankan Tuhan Yang Mahakuasa: "Kristus akhir zaman membawa hidup, dan membawa jalan kebenaran yang abadi dan tidak berkesudahan. Kebenaran ini adalah jalan yang memungkinkan manusia memperoleh hidup, dan satu-satunya jalan untuk manusia mengenal Tuhan dan diperkenan oleh-Nya. Apabila engkau tidak mencari jalan hidup yang disediakan Kristus akhir zaman, engkau tidak akan pernah memperoleh perkenanan Yesus, dan tidak akan pernah memenuhi syarat untuk memasuki gerbang kerajaan surga, karena engkau adalah boneka dan tawanan sejarah. Mereka yang dikendalikan oleh peraturan-peraturan, oleh kata-kata, dan belenggu sejarah, tidak akan pernah bisa memperoleh hidup maupun mendapatkan jalan hidup yang kekal. Ini karena satu-satunya yang mereka miliki hanyalah air keruh yang telah dipertahankan selama ribuan tahun, dan bukan air kehidupan yang mengalir dari takhta. Mereka yang tidak dibekali dengan air kehidupan akan selamanya tetap mayat, mainan Iblis, dan anak-anak neraka. Lalu, bagaimana mereka bisa melihat Tuhan? Engkau hanya berusaha berpegang pada masa lalu, tetap bergeming dan mempertahankan segala sesuatunya apa adanya, serta tidak berusaha mengubah status quo dan menyingkirkan sejarah, jadi bukankah engkau akan selalu bersikap antagonis terhadap Tuhan? Langkah-langkah pekerjaan Tuhan sangat luar biasa dan dahsyat, seperti ombak yang bergelora dan guruh yang menderu—tetapi engkau hanya duduk pasif menunggu kehancuran, berpaut pada yang lama dan menunggu segala sesuatu datang kepadamu tanpa perlu melakukan apa pun. Dengan cara seperti ini, bagaimana engkau bisa dianggap sebagai orang yang mengikut jejak langkah Anak Domba? Bagaimana ini dapat menunjukkan bahwa Tuhan yang kaupegang teguh adalah Tuhan yang selalu baru dan tidak pernah usang? Bagaimana kata-kata dalam kitab-kitabmu yang sudah menguning bisa membawamu menyeberang ke zaman baru? Bagaimana kata-kata itu bisa menuntunmu mencari langkah-langkah pekerjaan Tuhan? Bagaimana kata-kata itu bisa membawamu ke surga? Yang kaupegang di tanganmu hanyalah kata-kata yang hanya bisa memberikan penghiburan sementara, bukan kebenaran yang bisa memberimu hidup. Kata-kata dalam kitab suci yang kaubaca hanya bisa memperkaya lidahmu; itu bukan kata-kata hikmat yang bisa membantumu memahami hidup manusia, apalagi jalan yang bisa menuntunmu menuju kesempurnaan. Tidakkah perbedaan ini membuatmu merenung? Tidakkah ini memberimu wawasan tentang misteri yang terkandung di dalamnya? Mampukah engkau sendiri membawa dirimu ke surga untuk menemui Tuhan? Tanpa kedatangan Tuhan, bisakah engkau membawa dirimu sendiri ke surga untuk menikmati kebahagiaan keluarga bersama Tuhan? Apakah sekarang engkau masih bermimpi? Oleh karena itu, Aku menasihatimu untuk berhenti bermimpi dan melihat siapa yang sekarang ini sedang bekerja—lihatlah siapa yang sekarang ini sedang melakukan pekerjaan menyelamatkan manusia pada akhir zaman. Kalau engkau tidak melakukan itu, engkau tidak akan pernah mendapatkan kebenaran, dan tidak akan pernah memperoleh hidup" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal").

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Konten Terkait

Hubungi kami via WhatsApp