Celakalah Mereka yang Hanya Menunggu Tuhan Turun di Atas Awan

03 April 2026

Harapan terbesar bagi orang-orang percaya kepada Tuhan adalah menyambut kedatangan-Nya kembali dan diangkat ke dalam kerajaan surga. Sekarang setelah malapetaka dahsyat dimulai, menyambut Tuhan adalah perkara yang sangat mendesak. Dunia agamawi, berdasarkan firman dalam Alkitab, "Engkau semua, orang-orang Galilea, mengapa engkau sekalian berdiri memandang ke langit? Yesus yang sama ini, yang terangkat dari antara kalian ke surga, juga akan datang kembali dengan cara yang sama seperti engkau melihat Dia naik ke surga" (Kisah Para Rasul 1:11), percaya bahwa karena setelah kebangkitan-Nya Tuhan Yesus naik ke surga dalam tubuh rohani di atas awan-awan, Dia juga akan kembali dalam tubuh rohani, turun di atas awan-awan. Mereka semua menantikan melihat tubuh rohani Tuhan Yesus turun dari surga di atas awan-awan untuk membawa mereka ke dalam kerajaan surga. Namun, apakah mereka akan benar-benar berhasil menyambut Tuhan dengan cara ini?

Mengapa orang-orang percaya mendasarkan kepercayaan dan cara mereka menyambut Tuhan pada perkataan malaikat dan bukan pada firman Tuhan Yesus? Lagipula, siapakah Tuhan Yesus itu, dan siapakah Tuhan? Mengenai perkara penting menyambut kedatangan Tuhan kembali, haruskah kita memercayai firman Tuhan atau perkataan malaikat? Perkataan yang baru saja kukutip jelas diucapkan oleh malaikat. Mereka hanya berkata bahwa Tuhan Yesus akan kembali dengan cara yang sama seperti Dia pergi, tetapi mereka tidak mengatakan hal lain. Bisakah dari sini kita meyakini bahwa Tuhan akan kembali dalam tubuh rohani? Tuhan Yesus berfirman: "Tetapi tentang hari dan saat itu, tidak ada yang tahu, tidak ada malaikat di surga yang tahu, Anak juga tidak, hanya Bapa saja yang tahu" (Markus 13:32). Jadi, bagaimana mungkin malaikat tahu bagaimana Tuhan akan kembali? Mengingat hal ini, bisakah nubuat malaikat itu akurat? Tuhan Yesus tidak pernah berkata Dia akan kembali dan menampakkan diri kepada manusia sebagai tubuh rohani. Sebaliknya, Dia berulang kali berkata Dia akan datang sebagai "Anak manusia" dan sebagai "mempelai laki-laki". Misalnya: "Karena sama seperti kilat datang dari arah timur dan bersinar ke arah barat, demikianlah kedatangan Anak manusia kelak" (Matius 24:27). "Karena sama seperti kilat yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Namun, pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini" (Lukas 17:24-25). "Pada tengah malam terdengar teriakan, 'Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya'" (Matius 25:6). Berdasarkan nubuat Tuhan Yesus, kita bisa yakin bahwa ketika Tuhan kembali, Dia akan menjadi daging sebagai Anak manusia, menampakkan diri dan mengungkapkan kebenaran untuk melakukan pekerjaan-Nya, serta melaksanakan pekerjaan penghakiman pada akhir zaman untuk menyelamatkan sekelompok orang dan menjadikan mereka pemenang. Dia akan menyebarkan Injil Kerajaan ke semua bangsa di dunia, agar kerajaan Tuhan dapat terwujud di bumi. Tuhan, yang menampakkan diri dalam daging untuk melaksanakan pekerjaan-Nya, mengalahkan Iblis dan semua kekuatan musuh, mendirikan kerajaan-Nya di bumi. Hal ini sepenuhnya mengungkapkan kuasa dan hikmat Tuhan yang besar, dan beginilah cara Tuhan memperoleh kemuliaan.

Namun, orang sama sekali tidak memahami pekerjaan Tuhan. Hanya dengan mengandalkan gagasan dan imajinasi mereka sendiri, mereka membatasi cara Tuhan Yesus datang kembali, mengira bahwa Dia akan datang dalam tubuh rohani. Mereka hanya akan menerima-Nya ketika mereka melihat tubuh rohani-Nya turun di atas awan-awan. Ini adalah kesalahan fatal. Ketika orang melihat tubuh rohani-Nya tiba, mereka mengira telah menyambut Tuhan, tetapi kenyataannya, mereka akan ditimpa celaka. Ini sama seperti ketika Tomas melihat tubuh roh Tuhan menampakkan diri kepadanya; baru pada saat itulah dia percaya dan berkata, "Ya, Tuhanku". Tuhan Yesus tidak berkenan terhadapnya, dan justru berkata: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya: diberkatilah mereka yang tidak melihat, namun percaya" (Yohanes 20:29). Pada akhir zaman, Tuhan telah menjadi daging sebagai Anak manusia, mengungkapkan kebenaran untuk melakukan pekerjaan penghakiman. Jika engkau tidak percaya atau menerima ini, tetapi bersikeras menunggu sampai melihat tubuh rohani Tuhan turun di atas awan-awan baru engkau percaya, engkau akan kehilangan kesempatanmu untuk diselamatkan oleh Tuhan pada akhir zaman. Ketika tubuh rohani Tuhan turun, itu adalah ketika pekerjaan penghakiman Tuhan telah berakhir dan waktunya Dia memberi upah kepada yang baik dan menghukum yang jahat. Itu akan menggenapi nubuat dalam Kitab Wahyu: "Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam-Nya; dan segala suku bangsa di bumi akan meratap karena Dia" (Wahyu 1:7). Pada saat itu, semuanya sudah terlambat. Itu akan menjadi waktu saat orang meratap dan menggertakkan gigi, memukul-mukul dada mereka dengan putus asa. Mari kita baca satu bagian: "Banyak orang mungkin tidak memedulikan apa yang Kufirmankan, tetapi Aku tetap ingin memberi tahu setiap orang yang disebut orang kudus yang mengikuti Yesus bahwa, ketika engkau melihat Yesus turun dari surga di atas awan putih dengan matamu sendiri, itu akan menjadi waktunya Sang Matahari Kebenaran menampakkan diri secara terbuka. Mungkin itu akan menjadi saat yang sangat menggembirakan bagimu. Namun, engkau seharusnya tahu bahwa pada saat engkau menyaksikan Yesus turun dari surga, itu juga akan menjadi saat engkau turun ke neraka untuk dihukum, saat akhir dari rencana pengelolaan Tuhan dinyatakan, dan saat Tuhan memberi upah kepada yang baik dan menghukum yang jahat. Karena penghakiman Tuhan akan sudah berakhir sebelum manusia melihat tanda-tanda, pada saat hanya ada pengungkapan kebenaran. Mereka yang menerima kebenaran dan tidak mencari tanda-tanda, sehingga mereka disucikan, akan dibawa ke hadapan takhta Tuhan dan masuk ke dalam pelukan Sang Pencipta. Hanya mereka yang bersikeras percaya bahwa 'Yesus yang tidak mengendarai awan putih adalah kristus palsu' akan menerima hukuman abadi, karena mereka hanya percaya kepada Yesus yang mengadakan tanda-tanda, tetapi tidak mengakui Yesus yang mengungkapkan penghakiman yang keras dan memberikan hidup dan jalan yang benar. Jadi, hanya dengan cara itulah Yesus menangani mereka pada saat Dia secara terbuka datang kembali di atas awan putih" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Pada Saat Engkau Melihat Tubuh Rohani Yesus, Tuhan Sudah Memperbarui Langit dan Bumi"). Dari bagian ini, kita dapat melihat bahwa celaka menanti setiap orang yang hanya menanti Tuhan turun di atas awan-awan alih-alih menerima penampakan dan pekerjaan Tuhan dalam daging.

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Konten Terkait

Hubungi kami via WhatsApp