Tanggung Jawab Para Pemimpin dan Pekerja (9)
Dua Kriteria untuk Menilai Apakah Para Pemimpin dan Pekerja Memenuhi Standar
Kini, kita telah mempersekutukan delapan tanggung jawab para pemimpin dan pekerja secara keseluruhan, dan terkait dengan delapan tanggung jawab ini, kita telah menelaah berbagai perwujudan pemimpin palsu. Dengan menelaah mereka melalui cara ini, apakah engkau semua sekarang memiliki kemampuan untuk menilai pemimpin palsu? Jika engkau seorang pemimpin, apakah engkau dapat menghindari berbagai penerapan pemimpin palsu ini? Apakah engkau secara sadar dapat melakukan pekerjaan dan memenuhi tanggung jawab para pemimpin dan pekerja berdasarkan tanggung jawab yang telah kita persekutukan? Melalui persekutuan tentang tanggung jawab para pemimpin dan pekerja, semestinya engkau semua sekarang mengetahui dalam hatimu bagaimana para pemimpin dan pekerja seharusnya melakukan pekerjaan mereka, detail apa saja yang ada dalam melakukan pekerjaan ini, bagaimana seharusnya mereka melaksanakan pekerjaan, dan bagaimana seharusnya mereka bertindak sebagai pemimpin dan pekerja yang memenuhi standar. Jika seseorang memiliki kualitas yang cukup, mempunyai tingkat kemampuan kerja tertentu, dan juga sanggup menanggung beban, maka seharusnya dia bisa menghindari perwujudan pemimpin palsu ini. Namun, jika seseorang memiliki kualitas dan tingkat kemampuan kerja tertentu, tetapi tidak menanggung beban, apakah itu berarti dia mampu menjadi pemimpin yang memenuhi standar, dan memenuhi tanggung jawabnya sebagai pemimpin dan pekerja? (Tidak.) Agak sulit baginya untuk melakukan hal ini. Misalkan ada pemimpin yang menanggung beban, dan kemanusiaan mereka pun tidak buruk, tetapi mereka hanya tidak tahu cara melakukan pekerjaan mereka. Tidak peduli bagaimana mereka bersekutu, mereka masih tidak tahu bagaimana melaksanakan dan berpartisipasi dalam pekerjaan spesifik, dan mereka tidak dapat menemukan prinsip-prinsip atau arahan. Mereka juga tidak tahu bagaimana memberikan bimbingan untuk profesi atau pekerjaan spesifik. Ketika masalah muncul, mereka tidak dapat menemukan esensi permasalahannya, dan mereka tidak tahu cara menyelesaikannya. Akibatnya, mereka selalu sangat pasif dan lamban dalam pekerjaan apa pun yang mereka lakukan atau masalah apa pun yang mereka tangani. Apakah orang seperti itu dapat memenuhi tanggung jawab sebagai pemimpin dan pekerja? (Tidak.) Masalah macam apa ini? Meskipun orang semacam ini sangat antusias, menanggung beban, dan ingin melakukan pekerjaan mereka, kualitas mereka terlalu buruk, mereka tidak memiliki kemampuan kerja dan tidak dapat menerima pekerjaan, atau melakukan pekerjaan spesifik atau menyelesaikan masalah tertentu; mereka hanya bertindak asal-asalan saat berpartisipasi dalam pekerjaan apa pun, dan mereka sangat lamban dalam berpikir, mati rasa, dan pasif. Akibatnya, banyak masalah muncul, tetapi mereka tidak mampu untuk mulai mengerjakannya, mereka tidak tahu dari mana asalnya, apalagi cara mempersekutukan dan menyelesaikannya, bahkan mereka tidak mampu melaporkan masalah tersebut kepada Yang di Atas dan mencari solusinya. Oleh karena itu, mereka tidak mampu memenuhi tanggung jawab para pemimpin dan pekerja, dan sekalipun terpilih menjadi pemimpin, mereka bukanlah pemimpin yang baik—mereka adalah pemimpin palsu.
Sekarang setelah kita mempersekutukan delapan tanggung jawab dari pemimpin dan pekerja, apakah engkau semua dapat memberikan definisi dasar tentang pemimpin palsu? Bagaimana seharusnya orang menilai apakah seorang pemimpin sedang memenuhi tanggung jawab pemimpin dan pekerja atau tidak, atau apakah mereka adalah pemimpin palsu atau bukan? Pada tingkat paling mendasar, orang harus melihat apakah mereka mampu melakukan pekerjaan nyata atau tidak, apakah mereka memiliki kualitas ini atau tidak. Kemudian, orang harus melihat apakah mereka terbeban untuk melakukan pekerjaan ini dengan baik. Abaikan betapa baiknya hal-hal yang mereka katakan dan seberapa besar mereka tampaknya memahami doktrin-doktrin, serta abaikan betapa berbakat dan berkarunianya mereka ketika menangani masalah-masalah eksternal karena hal-hal ini tidaklah penting. Yang paling penting adalah lihatlah apakah mereka mampu melaksanakan bidang pekerjaan gereja yang paling mendasar dengan benar, apakah mereka mampu menyelesaikan masalah dengan menggunakan kebenaran, dan apakah mereka mampu memimpin orang ke dalam kenyataan kebenaran atau tidak. Ini adalah pekerjaan yang paling mendasar dan esensial. Jika mereka tak mampu melakukan bidang pekerjaan nyata ini, maka sebagus apa pun kualitas mereka, betapapun berbakatnya mereka, atau seberapa banyak mereka mampu menanggung kesukaran dan membayar harga, mereka tetaplah pemimpin palsu. Sebagian orang berkata, "Sekarang ini, lupakan bahwa mereka tidak melakukan pekerjaan nyata. Mereka memiliki kualitas yang baik dan mereka cakap. Jika mereka berlatih selama beberapa waktu, mereka pasti akan mampu melakukan pekerjaan nyata. Selain itu, mereka tidak melakukan hal yang buruk dan mereka tidak melakukan kejahatan atau menyebabkan gangguan atau kekacauan—bagaimana Engkau bisa menganggap mereka pemimpin palsu?" Bagaimana kita dapat menjelaskan pertanyaan ini? Tidak menjadi masalah seberapa berbakatnya engkau, seberapa tingkat kualitas dan pendidikan yang kaumiliki, seberapa banyaknya slogan yang mampu kauteriakkan, atau seberapa banyak kata-kata dan doktrin yang kaupahami; sesibuk apa pun engkau atau selelah apa pun engkau dalam sehari, atau sejauh apa pun engkau telah bepergian, sebanyak apa pun gereja yang kaukunjungi, atau sebanyak apa pun risiko yang kauambil dan penderitaan yang kautanggung, tak ada satu pun dari hal-hal ini yang penting. Yang penting adalah apakah engkau melakukan pekerjaanmu berdasarkan pengaturan kerja, apakah engkau menerapkan pengaturan tersebut secara akurat; apakah, selama kepemimpinanmu, engkau berpartisipasi dalam setiap pekerjaan spesifik yang menjadi tanggung jawabmu, dan berapa banyak masalah nyata yang benar-benar telah kauselesaikan; berapa banyak orang yang sudah mulai memahami prinsip-prinsip kebenaran karena kepemimpinan dan bimbinganmu, serta berapa banyak pekerjaan gereja yang telah maju dan berkembang. Yang penting adalah apakah engkau telah mencapai hasil-hasil ini atau tidak. Pekerjaan spesifik apa pun yang kaulakukan, yang penting adalah apakah engkau secara konsisten menindaklanjuti dan mengarahkan pekerjaan tersebut daripada bersikap angkuh dan berkuasa serta mengeluarkan perintah. Selain itu, yang juga penting adalah apakah engkau memiliki jalan masuk kehidupan saat melaksanakan tugasmu, apakah engkau dapat menangani masalah berdasarkan prinsip, apakah engkau memiliki kesaksian tentang menerapkan kebenaran, dan apakah engkau dapat menangani serta menyelesaikan masalah-masalah nyata yang dihadapi oleh umat pilihan Tuhan. Semua hal ini dan hal-hal serupa lainnya adalah kriteria untuk menilai apakah pemimpin atau pekerja telah memenuhi tanggung jawab mereka atau tidak. Apakah menurut engkau semua kriteria-kriteria ini praktis? Dan adil untuk orang lain? (Ya.) Kriteria-kriteria ini adil kepada semua orang. Apa pun tingkat pendidikanmu, entah engkau adalah anak muda atau lanjut usia, berapa lama engkau telah percaya kepada Tuhan, senioritasmu, atau berapa banyak firman Tuhan yang telah kaubaca, semua ini tidaklah penting. Yang penting adalah seberapa baiknya engkau melaksanakan tugas gereja setelah dipilih sebagai pemimpin, seberapa efektif dan efisiennya engkau dalam pekerjaanmu, dan apakah setiap pos pekerjaan berjalan dengan teratur dan efektif, serta tidak tertunda. Semua ini adalah hal-hal utama yang dievaluasi saat mengukur apakah pemimpin atau pekerja telah memenuhi tanggung jawab mereka atau belum.
Melalui persekutuan yang baru saja kita lakukan, engkau sekarang memiliki pemahaman dan pengetahuan yang cukup jelas tentang tanggung jawab para pemimpin dan pekerja, serta pernyataan yang akurat tentang definisi dan esensi seorang pemimpin palsu. Kriteria paling dasar untuk menilai apakah seseorang itu pemimpin palsu adalah dengan melihat apakah dia mampu melakukan pekerjaan nyata, lalu melihat apakah dia benar-benar melakukan pekerjaan nyata. Ada dua kriteria utama: Pertama, apakah mereka mampu atau tidak, dan kedua, apakah mereka bersedia atau tidak. Apakah engkau semua dapat mengingat hal-hal ini? Ada orang yang berkata, "Aku bukan pemimpin, jadi mengapa aku harus mengingat hal-hal ini?" Apakah pernyataan ini benar? (Tidak.) Mengapa tidak benar? Dengan memahami kebenaran-kebenaran ini, di satu sisi, orang dapat mengenal dirinya sendiri, dan di sisi lain, mereka dapat menilai orang lain—ini adalah kebenaran yang harus dipahami dan dimiliki oleh orang, dan tidak ada gunanya jika tidak memahaminya. Pertama-tama, engkau harus mengukur apakah dirimu memiliki kualitas dan kemampuan untuk menjadi pemimpin sesuai dengan tanggung jawab para pemimpin dan pekerja. Jika engkau tidak memiliki hal-hal ini, maka jangan terus-terusan ingin menjadi pemimpin. Jika engkau tidak memiliki kualitas untuk menjadi seorang pemimpin, tetapi tetap ingin menjadi pemimpin, maka itu adalah ambisi; begitu engkau menjadi pemimpin, engkau tidak akan mampu melakukan pekerjaan nyata, dan engkau pasti akan menjadi pemimpin palsu. Ada orang yang berkata, "Aku memiliki kualitas yang baik; di antara semua orang, aku luar biasa. Aku sering memberikan beberapa gagasan yang bagus, dan sejumlah saran yang cerdas dan bagus. Aku memiliki bakat dalam segala hal yang kulakukan, dan mempunyai cukup banyak pengetahuan, wawasan, dan pengalaman. Bukankah semua ini berarti aku bisa menjadi seorang pemimpin?" Engkau juga harus mengukur dirimu sendiri untuk melihat apakah engkau memiliki rasa tanggung jawab dan menanggung beban. Jika engkau hanya memiliki pendapat tentang berbagai hal, dan hanya ingin melakukan berbagai hal, dan selalu memiliki ambisi yang besar, tetapi tidak dapat menindaklanjutinya, dan engkau tidak tahu cara berusaha dan membayar harganya, serta tidak bersedia membayar harga apa pun—jika engkau selalu ingin pikiran dan hatimu berada dalam keadaan santai, jika engkau suka bermalas-malasan dan tidak terkekang, memiliki kehidupan yang nyaman, dan tidak suka menjadi khawatir atau sibuk, serta takut akan kelelahan dan kesulitan—maka engkau tidak cocok menjadi pemimpin, dan engkau tidak mampu menerima atau melakukan pekerjaan kepemimpinan.
Kita baru saja merangkum dua kriteria untuk menilai apakah seorang pemimpin memenuhi standar: Apakah mereka mampu melakukan pekerjaan nyata dan apakah mereka melakukan pekerjaan nyata. Jika orang memahami kedua kriteria ini, maka mereka harus benar-benar memahami apakah mereka mampu menjadi pemimpin, serta apakah mereka mampu melakukan pekerjaan gereja dengan baik, memenuhi tanggung jawab secara menyeluruh, dan memenuhi standar sebagai pemimpin setelah menjabat sebagai pemimpin. Bagi mereka yang saat ini melayani sebagai para pemimpin dan pekerja, apakah engkau sekarang memiliki beberapa jalan dan prinsip tentang cara mengukur apakah dirimu telah melakukan pekerjaan nyata dan memenuhi tanggung jawab para pemimpin dan pekerja? Melalui persekutuan tentang delapan tanggung jawab para pemimpin dan pekerja ini, seharusnya engkau semua dapat mengukur perwujudan apa yang ditunjukkan oleh pemimpin palsu dan merangkum dengan tepat bagaimana seharusnya para pemimpin dan pekerja melakukan pekerjaan mereka, serta bagian mana dari pekerjaanmu yang masih kurang, tidak memadai, atau tidak cukup spesifik, dan bagaimana seharusnya engkau melakukan pekerjaan itu mulai sekarang—setidaknya engkau harus memiliki wawasan ini. Jika engkau semua tidak memiliki kesimpulan atau wawasan tentang cara menjadi pemimpin atau pekerja, atau cara memenuhi tanggung jawab para pemimpin dan pekerja, maka itu berarti kualitasmu tidak sesuai dengan tugas. Selain itu, jika engkau benar-benar bingung tentang cara menilai para pemimpin palsu, maka ini makin menunjukkan bahwa engkau semua memiliki kualitas yang buruk. Terdapat pula keadaan khusus: Ada sebagian orang yang tidak memiliki tekad untuk memperjuangkan kebenaran atau memenuhi tanggung jawab para pemimpin dan pekerja, serta sama sekali tidak menganggapnya dengan serius atau sungguh-sungguh, meskipun telah mendengarkan persekutuan-persekutuan ini. Mereka berpikir, "Aku tidak peduli siapa yang merupakan pemimpin palsu. Bagaimanapun, jika aku menjadi pemimpin, aku hanya akan melakukan apa pun yang diperintahkan oleh Yang di Atas. Aku tidak perlu berjerih payah atau mengorbankan banyak pikiran." Ketika mendengarkan khotbah, mereka hanya bersikap acuh tak acuh dan membuang-buang waktu, dan mereka hanya tahu sedikit tentang isi khotbah tersebut secara spesifik, tetapi mereka terlalu malas untuk merangkum tentang kebenaran dan tuntutan Tuhan terhadap manusia yang sedang dipersekutukan, dan mereka tidak bersedia meresapinya ke dalam hati. Mereka berpikir, "Menilai hal-hal ini terlalu merepotkan. Bagaimanapun, aku hanya menuntut satu hal dari diriku sendiri, yaitu tidak melakukan kejahatan, tidak menimbulkan kekacauan dan gangguan, dan tidak menonjol di antara orang banyak, dan itu sudah cukup. Sangat sederhana! Ini cara terbaik untuk hidup; aku tidak menuntut terlalu banyak dari diriku sendiri." Ini adalah satu-satunya sudut pandang mereka, tidak peduli bagaimana mereka mendengarkan khotbah, dan tidak ada seorang pun yang dapat mengubah mereka; tidak peduli bagaimana engkau mempersekutukan kebenaran, metode apa yang engkau gunakan untuk bersekutu, atau apa yang engkau persekutukan, engkau tidak dapat menyentuh hati mereka; mereka tidak peduli apakah mereka mendengarkan firman ini atau tidak, bagi mereka tidak ada bedanya. Tipe orang seperti ini menjalani hidup dengan asal-asalan, dan mereka tidak menganggap serius hal apa pun. Belum lagi mempersekutukan delapan tanggung jawab para pemimpin dan pekerja—sekalipun kita mempersekutukan semuanya, mereka tetap tidak akan mengerti dan tidak akan dapat merangkum prinsip atau jalan apa pun. Orang-orang seperti ini tidak menyukai hal-hal positif, mereka tidak berminat dan tidak bisa mengerahkan usaha apa pun jika menyangkut kebenaran atau hal-hal positif, dan sebaliknya, mereka memiliki minat tertentu dalam hal makan, minum, dan mencari kesenangan. Dengan mempersekutukan delapan tanggung jawab para pemimpin dan pekerja, di satu sisi, kita telah merangkum tanggung jawab tertentu dari para pemimpin dan pekerja, serta cara melakukan pekerjaan dan memenuhi tanggung jawab sebagaipemimpin atau pekerja; di sisi lain, kita telah merangkum perwujudan spesifik yang ditunjukkan oleh para pemimpin palsu. Kita baru saja menyimpulkan dua prinsip dasar, dua kriteria, untuk menilai para pemimpin palsu: Pertama, apakah seseorang mampu melakukan pekerjaan nyata, dan kedua, apakah mereka benar-benar melakukan pekerjaan nyata setelah memahami prinsip-prinsip kebenaran. Menggunakan kedua kriteria ini adalah metode yang paling sederhana dan paling tepat saat ini untuk mengukur apakah seseorang adalah pemimpin palsu atau bukan.
Butir Sembilan: Menyampaikan, Mengeluarkan, dan Melaksanakan secara Akurat Berbagai Pengaturan Kerja Rumah Tuhan Sesuai Dengan Tuntutannya, Memberikan Bimbingan, Pengawasan, dan Dorongan, serta Memeriksa dan Menindaklanjuti Status Pelaksanaannya (Bagian Satu)
Definisi dan Bidang-Bidang Spesifik Pengaturan Kerja
Hari ini, kita akan bersekutu tentang tanggung jawab kesembilan para pemimpin dan pekerja: "Menyampaikan, mengeluarkan, dan melaksanakan secara akurat berbagai pengaturan kerja rumah Tuhan sesuai dengan tuntutannya, memberikan bimbingan, pengawasan, dan dorongan, serta memeriksa dan menindaklanjuti status pelaksanaannya." Jika kita mempertimbangkan tanggung jawab ini secara keseluruhan, apa saja yang wajib dilaksanakan oleh para pemimpin dan pekerja? (Berbagai pengaturan kerja rumah Tuhan.) Titik fokus tanggung jawab ini adalah cara melaksanakan berbagai pengaturan kerja rumah Tuhan—inilah pekerjaan terpenting bagi para pemimpin dan pekerja. Terlepas dari tingkatan pemimpin atau pekerja, sebagai pemimpin atau pekerja, seseorang akan selalu berhadapan dengan pengaturan kerja serta pekerjaan spesifik untuk melaksanakan pengaturan kerja. Melaksanakan berbagai pengaturan kerja relevan dengan pekerjaan setiap pemimpin dan pekerja, dan ini adalah pekerjaan yang sangat penting, spesifik, dan fundamental. Dengan mempertimbangkan hal ini, bukankah perlu untuk terlebih dahulu mempersekutukan secara spesifik mengenai apa itu pengaturan kerja? (Ya.) Jadi, apa itu pengaturan kerja? Apa saja lingkup dan definisi pengaturan kerja? Ada orang yang berkata, "Bukankah lingkup pengaturan kerja hanya mencakup tugas-tugas dan isi tertentu yang berkaitan dengan pekerjaan gereja? Bukankah pengaturan kerja hanya mengatur dan mengeluarkan tugas-tugas dan isi ini?" Apa pendapatmu tentang penjelasan ini? Bukankah itu semua hanya kata-kata dan doktrin? (Ya, benar.) Apa arti "kata-kata dan doktrin"? Artinya, meskipun tidak ada satu kata pun yang salah dalam penjelasan ini, setelah mendengarnya, engkau tetap tidak memahaminya; sama saja seperti tidak pernah dijelaskan sama sekali. Pertama-tama, mari kita berikan definisi pengaturan kerja dalam bentuk deskripsi tertulis, sehingga orang bisa memiliki konsep dasar mengenainya untuk memahami dan mengetahui apa sebenarnya pengaturan kerja itu. Pengaturan kerja adalah rencana dan tuntutan spesifik yang dibuat oleh rumah Tuhan untuk suatu bidang pekerjaan tertentu; rencana dan tuntutan tersebut perlu disampaikan dan dilaksanakan oleh para pemimpin dan pekerja, dan juga merupakan tuntutan, tugas, dan metode yang dikeluarkan untuk semua anggota gereja atas suatu bidang pekerjaan spesifik—inilah definisi pengaturan kerja. Bidang apa saja yang tercakup dalam pengaturan kerja? Semua orang tahu kata "bidang" ini, tetapi bukankah seharusnya ada beberapa isi spesifik yang tercakup dalam lingkup bidang ini? (Ya.) Apa saja isi yang engkau semua ketahui? (Ada pekerjaan penginjilan, dan ada pekerjaan pembuatan film.) Itu dua bidang. (Ada juga tuntutan tertentu yang berkaitan dengan kehidupan bergereja dan membangun organisasi administratif gereja.) Ada pekerjaan apa lagi? (Ada pekerjaan pembersihan gereja, serta pekerjaan tertentu yang berkaitan dengan sistem pengelolaan gereja.) Isi spesifik dari pengaturan kerja adalah sebagai berikut: bidang pertama, pekerjaan administratif gereja. Ini adalah bidang pekerjaan terbesar, dan jika pekerjaan administratif tidak dilakukan dengan baik, tidak akan ada pekerjaan gereja sama sekali. Bidang kedua, pekerjaan personalia. Ini adalah bidang pekerjaan yang besar. Bidang ketiga, pekerjaan penginjilan. Ini juga bidang pekerjaan yang besar. Bidang keempat, berbagai jenis pekerjaan profesional. Lingkup pekerjaan ini cukup luas, dan mencakup pembuatan film, pekerjaan tulis-menulis, penerjemahan, musik, produksi video, seni, dan sebagainya. Bidang kelima, kehidupan bergereja. Bidang keenam, pekerjaan pengelolaan aset. Bidang ketujuh, pekerjaan pembersihan. Bidang kedelapan, urusan eksternal. Bidang kesembilan, kesejahteraan gereja. Sebagai contoh, bagaimana gereja menyelesaikan kesulitan yang muncul di rumah saudara-saudari, dan apa yang gereja lakukan terhadap hal tersebut, serta mengunjungi saudara-saudari di penjara dan bagaimana keluarga mereka harus diurus, dan sebagainya—semua ini termasuk dalam kesejahteraan gereja. Bidang kesepuluh, rencana darurat. Terkadang, gereja akan mengeluarkan langkah-langkah darurat tertentu. Misalnya, ketika terjadi pandemi, gereja mengadopsi sistem isolasi yang sesuai. Rencana seperti ini termasuk dalam pekerjaan darurat. Pengaturan kerja pada dasarnya mencakup kesepuluh bidang ini. Bidang kecil atau keadaan khusus lainnya termasuk dalam kesepuluh bidang ini—pada dasarnya, pekerjaan gereja mencakup kesepuluh bidang utama ini. Ini pada dasarnya adalah lingkup dari berbagai pengaturan kerja yang dikeluarkan oleh rumah Tuhan, bukan? (Benar.) Setelah menegaskan bidang-bidang ini, seharusnya engkau semua sekarang sedikit memahami pengaturan pekerjaan rumah Tuhan, dan mengetahui bahwa ini adalah bidang-bidang utama dalam pekerjaan rumah Tuhan. Inilah lingkup tuntutan yang dimiliki rumah Tuhan terkait tanggung jawab para pemimpin dan pekerja. Implikasinya adalah, sebagai seorang pemimpin atau pekerja, lingkup pekerjaanmu dan tanggung jawab yang harus engkau penuhi tidak dapat dipisahkan dari bidang-bidang ini yang termasuk dalam pengaturan kerja—semua hal ini diperlukan. Selain bidang-bidang pekerjaan ini, dari hal-hal yang engkau bersedia lakukan, lakukanlah sedikit dari apa pun yang dapat engkau lakukan dengan baik, dan rumah Tuhan tidak memiliki tuntutan lain terhadap pelaksanaan tugasmu. Oleh karena itu, saat melakukan pekerjaanmu, engkau harus merenungkan bagaimana cara mengerjakan bidang-bidang pekerjaan ini, apa yang dituntut oleh pengaturan kerja rumah Tuhan, pekerjaan spesifik apa yang harus kaulakukan, bagaimana cara melaksanakannya, apakah pekerjaan itu dilaksanakan dengan baik, bagaimana kemajuannya saat ini, apakah engkau telah menindaklanjuti pekerjaan tersebut, apakah ada bidang pekerjaan yang belum dilakukan dengan baik atau yang memiliki penyimpangan dan kekurangan, dan apakah semua orang yang berpartisipasi dalam bidang pekerjaan tersebut benar-benar mengerjakannya—engkau harus selalu merenungkan hal-hal ini. Sekarang, setelah engkau memahami bidang-bidang pekerjaan spesifik yang termasuk dalam pengaturan kerja, apakah Aku perlu memberikan penjelasan sederhana tentang masing-masing bidang ini? Atau mungkin engkau semua berpikir: "Kami sudah mengerjakan bidang-bidang pekerjaan ini selama bertahun-tahun dan kami memahami semuanya; tidak perlu lagi menjelaskannya—persekutukan saja sesuatu yang lebih penting. Topik ini tidak begitu penting, tidak masalah apakah kami mengetahuinya atau tidak, dan kami tidak ingin mendengar tentangnya"? Apakah perlu menjelaskan topik ini lebih lanjut? (Ya.) Karena perlu, mari kita bahas secara sederhana. Aku akan memilih beberapa bidang yang agak asing bagimu, yang tidak terlalu spesifik dan sedikit abstrak, lalu mempersekutukannya.
I. Pekerjaan Administratif
Mari kita mulai dengan membahas bidang pertama, pekerjaan administratif. Pekerjaan administratif cukup abstrak dan kurang konkret, dan banyak orang yang tidak memahaminya. Khususnya, mereka yang belum lama percaya kepada Tuhan tidak begitu tahu tentang pembentukan gereja dan pekerjaan administratifnya, dan mereka tidak tahu apa itu administrasi. Administrasi ini tidak sama dengan ketetapan administratif yang dikeluarkan oleh Tuhan. Pekerjaan administratif ini terutama mencakup ketentuan-ketentuan spesifik rumah Tuhan tentang pekerjaan membangun gereja. Apa isi ketentuan-ketentuan spesifik ini? Isinya mencakup bagaimana gereja dibagi, berapa banyak orang yang ada di setiap gereja, bagaimana gereja diberi nama, dan sebagainya. Telah ditentukan dalam pengaturan kerja bahwa gereja dibagi menurut lingkungan geografis alaminya, dengan 30 hingga 50 orang yang tempat tinggalnya saling berdekatan dianggap sebagai sebuah gereja. Sebagai contoh, katakanlah daerah A mencakup tiga atau empat desa; jika desa-desa ini memiliki 50 orang percaya, maka mereka dapat dianggap sebagai sebuah gereja. Mereka akan memiliki waktu dan lokasi sendiri untuk mengadakan pertemuan, mereka akan memiliki pemimpin gereja dan diaken, serta pekerjaan gereja spesifik yang harus dilakukan, dan semuanya akan dikelola bersama oleh gereja ini. Inilah ketentuan tentang pembagian gereja dan jumlah anggota dalam gereja. Pada saat yang sama, gereja ini akan berada di bawah tanggung jawab distrik tertentu, tergantung di mana lokasinya, dan distrik tersebut akan bertanggung jawab atas semua bagian pekerjaan di gereja tersebut, seperti kehidupan bergereja di sana, apakah para pemimpin dan diakennya sudah sesuai, membagikan buku-buku firman Tuhan, melaksanakan berbagai pengaturan kerja, dan menyampaikan tuntutan Yang di Atas, dan sebagainya. Rumah Tuhan memiliki pengaturan kerja spesifik untuk hal-hal seperti jumlah gereja yang membentuk suatu distrik, dan jumlah distrik yang membentuk suatu wilayah, serta wilayah bertanggung jawab atas distrik, dan distrik bertanggung jawab atas gereja, yang merupakan unit administratif. Secara sederhana, ini disebut pekerjaan administratif, dan termasuk dalam lingkup tanggung jawab para pemimpin dan pekerja. Jadi, apa saja tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh para pemimpin dan pekerja? Mereka harus membagi gereja berdasarkan lingkungan geografis alami dan lokasinya sesuai dengan pengaturan kerja. Jika jumlah orang di sebuah gereja terus bertambah seiring berjalannya waktu, maka gereja tersebut harus dibagi lagi berdasarkan jumlah orang dan lingkungan geografisnya. Sebagai contoh, jika sebuah gereja bertumbuh dari 50 orang menjadi 80 orang, maka gereja tersebut harus dibagi menjadi dua gereja; jika kedua gereja ini secara total bertumbuh dari 80 orang menjadi 150 orang, maka kedua gereja tersebut harus dibagi menjadi tiga gereja. Jika sebuah gereja bertumbuh hingga memiliki 70, 80, atau 100 orang dan belum dibagi menjadi dua gereja, bukankah itu menunjukkan bahwa para pemimpin dan pekerja di gereja tersebut tidak memahami pekerjaan administratif rumah Tuhan? (Benar.) Pada saat-saat seperti ini, para pemimpin dan pekerja harus membaca pengaturan kerja yang berkaitan dengan topik ini—buku pedoman gereja tentang pengaturan kerja memuat ketentuan-ketentuan spesifik. Jika sebuah gereja dibagi menjadi dua gereja baru, maka setiap gereja harus memilih para pemimpin dan pekerja yang diperlukan seperti pemimpin gereja, diaken, dan sebagainya. Jadi, apa yang harus dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja? Mereka harus mengetahui dan memahami jumlah orang di gereja dan status pendirian gereja. Inilah pekerjaan administratif gereja, dan ini adalah bidang pekerjaan terbesar. Di mana pun umat pilihan Tuhan berada, di sana harus ada gereja. Setelah sebuah gereja dibangun, para pemimpin dan pekerja harus bertanggung jawab atas setiap aspek pekerjaan gereja tersebut, seperti membagikan buku-buku firman Tuhan, mengelola anggota gereja, melaksanakan pengaturan kerja sehingga mereka tahu apa isi pengaturan kerja tersebut. Pekerjaan administratif terutama mencakup pembangunan gereja, serta pembentukan organisasi administratif dan personel gereja—ini semua adalah tugas-tugas spesifik dalam pekerjaan administratif. Siapa saja yang biasanya lebih sering menghadapi bidang pekerjaan ini? Gereja-gereja orang percaya baru, tim-tim penginjilan, serta pemimpin regional, pemimpin distrik, dan pemimpin gereja di daerah-daerah di mana Injil disebarkan, semuanya lebih sering menghadapi pekerjaan ini. Selain itu, pekerjaan administratif juga mencakup pekerjaan khusus, yaitu memisahkan gereja-gereja menjadi gereja tugas penuh waktu, gereja tugas paruh waktu, gereja biasa, dan kelompok B, dan ini adalah pekerjaan lain yang harus dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja. Para pemimpin dan pekerja harus memahami cara memisahkan gereja. Prinsip memisahkan gereja adalah membagi orang ke dalam gereja yang berbeda berdasarkan perbedaan tugas yang mereka lakukan, memisahkan orang yang melakukan tugas dari orang yang tidak melakukan tugas, dan orang yang melakukan tugas penuh waktu dari orang yang melakukan tugas paruh waktu—inilah pekerjaan administratif khusus dan spesifik lainnya.
II. Pekerjaan Personalia
Bidang kedua, pekerjaan personalia. Bidang ini berkaitan dengan pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian pemimpin dan pekerja di semua tingkatan. Pengaturan kerja memberikan ketentuan-ketentuan spesifik untuk sistem pemilihan, orang seperti apa yang akan dipilih sebagai pemimpin dan pekerja, dan metode serta tuntutan spesifik untuk pemilihan. Terdapat pula keadaan khusus tertentu, misalnya, apa yang harus dilakukan jika saudara-saudari baru saja bertemu dan belum mengenal satu sama lain dengan baik, serta tidak dapat memilih para pemimpin dan pekerja yang sesuai melalui pemilihan? Dalam hal ini, orang dapat dipromosikan dan ditunjuk, mengecek siapa yang cukup sesuai untuk menjadi pemimpin, dan kemudian mengenal lebih jauh tentang mereka, bersekutu, dan melakukan pengecekan sederhana, setelah itu mereka dapat ditunjuk. Selain itu, ketika Yang di Atas mengatur suatu proyek besar atau menunjuk beberapa orang sebagai pengawas, ini adalah pengaturan kerja khusus. Terdapat keadaan khusus lainnya, yaitu ketika seseorang menulis laporan kepada Yang di Atas yang menerangkan bagaimana seorang pemimpin tertentu tidak melakukan pekerjaan nyata dan menempuh jalan antikristus, dan Yang di Atas mengeluarkan pengaturan kerja untuk memberhentikan pemimpin yang dilaporkan itu dari jabatannya setelah memverifikasi kebenarannya. Ini adalah pengaturan kerja lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan personalia. Singkatnya, pekerjaan yang berkaitan dengan personalia mencakup pemilihan, pengangkatan, serta pemberhentian pemimpin dan pekerja di semua tingkatan di gereja. Bidang pekerjaan ini cukup sederhana, dan mudah dipahami.
III. Pekerjaan Penginjilan
Bidang ketiga, pekerjaan penginjilan. Pekerjaan penginjilan merupakan bidang pekerjaan profesional spesifik besar pertama setelah pekerjaan administratif dan pekerjaan personalia di rumah Tuhan. Rumah Tuhan telah membuat banyak pengaturan kerja secara berurutan untuk bidang pekerjaan ini, membuat pengaturan kerja spesifik mengenai calon penerima Injil, lingkup geografis untuk memberitakan Injil, dan cara serta sarana di mana Injil harus diberitakan. Pada saat yang sama, rumah Tuhan juga memiliki pernyataan spesifik dalam pengaturan kerja mengenai semua buku firman Tuhan yang berbeda, film dan video, serta berbagai acara yang diperlukan untuk memberitakan Injil, dan bahkan pernyataan-pernyataan mengenai berbagai macam gagasan umum dan pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan oleh calon penerima Injil. Beberapa pernyataan mungkin tidak disampaikan secara spesifik dalam bentuk tulisan, tetapi banyak di antaranya yang disampaikan secara verbal dan lisan dalam persekutuan. Pekerjaan penginjilan senantiasa berkembang dan berkelanjutan, dan seiring dengan kemajuan pekerjaan ini, rumah Tuhan telah membuat pengaturan dan ketentuan kerja spesifik mengenai masalah-masalah yang sering muncul dan dihadapi. Selain itu, rumah Tuhan juga telah mengeluarkan sejumlah tuntutan dan tugas spesifik bagi pekerja penginjilan, diaken penginjilan, dan pengawas pekerjaan penginjilan. Meskipun pada tahap selanjutnya, rumah Tuhan tidak banyak berbicara tentang pengaturan untuk pekerjaan penginjilan, aspek kebenaran ini sangat sering dipersekutukan di gereja. Khususnya, setelah Injil mulai menyebar ke luar negeri, rumah Tuhan membuat pengaturan kerja spesifik untuk pekerjaan penerjemahan ke dalam berbagai bahasa. Para penerjemah dan pekerja penginjilan yang menguasai berbagai bahasa asing mengerahkan segenap kemampuannya untuk bekerja sama dalam jenis pekerjaan ini. Rumah Tuhan telah menginvestasikan banyak sumber daya manusia semacam ini untuk bekerja sama dalam pekerjaan penginjilan, dan ini sesuai dengan pengaturan kerja rumah Tuhan. Singkatnya, Yang di Atas senantiasa secara pribadi membimbing, menanyakan, menindaklanjuti, dan mengawasi pekerjaan penyebaran Injil. Jadi, apa saja tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh para pemimpin dan pekerja terkait bidang pekerjaan ini? Memiliki pengawas untuk pekerjaan penginjilan tidak berarti bahwa para pemimpin dan pekerja dapat sepenuhnya bersikap membiarkan, tidak memperhatikan pekerjaan tersebut, tidak menanyakannya, dan mengabaikannya begitu saja, dengan berpikir, "Biarkan pekerjaan itu berkembang dengan sendirinya. Lagi pula, itu tidak ada hubungannya denganku. Aku bertanggung jawab atas kehidupan bergereja dan berbagai jenis pekerjaan profesional. Bukan urusanku jika ada masalah dengan pekerjaan penginjilan." Apakah ini tidak apa-apa? (Tidak.) Ini berarti mengabaikan tanggung jawabmu. Dari semua pekerjaan di rumah Tuhan, bidang pekerjaan terpenting yang seharusnya menjadi fokus para pemimpin dan pekerja adalah pekerjaan penginjilan. Engkau mungkin tidak bertanggung jawab secara langsung atas bidang pekerjaan ini, tetapi engkau harus menanyakan sejauh mana perkembangannya dan bagaimana status kemajuannya—engkau harus menindaklanjuti, mengetahui, dan memahami hal-hal ini. Khususnya yang berkaitan dengan sejumlah personel penting, seperti pemberita Injil dan penyiram dalam tim penginjilan, serta pengawas pekerjaan penginjilan, engkau harus selalu sigap menangani situasi mereka, dan jika muncul masalah dengan personel-personel ini, engkau harus segera menyelesaikannya—engkau tidak boleh lepas tangan dari pekerjaan ini setelah ditugaskan. Selain itu, engkau harus secara teratur memeriksa dan mengarahkan semua pemberita Injil yang terlibat dalam pekerjaan penyebaran Injil, termasuk mereka yang ada di gereja dan pemberita Injil daring lini pertama, serta para penyiram di setiap tim. Telah lama dituntut oleh pengaturan kerja rumah Tuhan bahwa semua pemberita Injil dan penyiram harus menjalani pelatihan khusus. Apakah yang dimaksud dengan pelatihan khusus? Maksudnya, harus dipastikan bahwa para pemberita Injil dan penyiram benar-benar memiliki pemahaman tentang kebenaran visi dan dapat menerangkan hal-hal ini dengan jelas. Jika ada aspek dari kebenaran visi yang tidak sepenuhnya mereka pahami, maka hal ini harus sering dipersekutukan, dan makin detail pemahaman para pemberita Injil dan penyiram, makin baik. Rumah Tuhan memiliki pengaturan kerja untuk hal ini, bukan? (Benar.) Pekerjaan menyebarkan Injil adalah bidang pekerjaan yang spesifik dan rumit yang mencakup banyak tugas tersendiri. Harus dipastikan bahwa setiap tugas dilakukan dengan baik dan ditindaklanjuti dengan saksama; ini adalah amanat Tuhan. Setiap tugas harus dilakukan dengan baik, dan harus dipastikan bahwa hasil setiap tugas terus meningkat—hanya ini yang sesuai dengan maksud Tuhan. Semua jenis pekerjaan profesional lainnya, seperti pembuatan film, pekerjaan tulis-menulis, musik, seni, dan penerjemahan, ada untuk mendukung dan menyokong pekerjaan penginjilan, dan pekerjaan penginjilan adalah pekerjaan garis depan dari semua pekerjaan. Oleh karena itu, mereka yang melaksanakan berbagai tugas harus melakukan pekerjaannya sendiri dengan baik dan mencapai hasil yang dituntut oleh Tuhan. Dengan demikian, mereka akan memiliki andil dalam pekerjaan menyebarkan Injil. Hal ini karena semua jenis pekerjaan profesional lainnya ada dalam pelayanan penyebaran Injil, dan semua pekerjaan ini harus dipusatkan pada pekerjaan menyebarkan Injil dan menyediakan perbekalan yang terus-menerus untuk itu. Sekarang ini, semua materi, film, dan berbagai video yang diperlukan untuk memberitakan Injil dibuat melalui upaya dari banyak umat pilihan Tuhan di balik layar. Semua yang dilakukan orang-orang di balik layar ini memberikan dukungan yang kuat untuk pekerjaan menyebarkan Injil. Sebelumnya, rumah Tuhan tidak memiliki berbagai jenis pekerjaan film, tidak memiliki banyak lagu, dan juga tidak memiliki banyak video kesaksian pengalaman. Rumah Tuhan hanya mengandalkan para pekerja penginjilan yang terus-menerus memberikan persekutuan. Para pekerja penginjilan akan berbicara sampai mulut mereka kering, tetapi belum tentu melihat hasil yang signifikan, dan sulit untuk mendapatkan satu orang pun. Setelah gereja memproduksi berbagai jenis video, pekerjaan tim penginjilan menjadi relatif ringan, dan jauh lebih mudah daripada sebelumnya, dan efisiensi kerja meningkat. Ada orang yang keras kepala dan konservatif dalam pemikirannya, dan ketika engkau memberitakan Injil kepada mereka, tidak peduli bagaimana engkau mempersekutukan kebenaran, itu tidak berhasil, dan mereka mempertahankan gagasan mereka dan menolak untuk menerima kebenaran—apa yang harus kaulakukan? Engkau mengajak mereka menonton satu atau dua film kesaksian Injil, dan gagasan mereka mengalami perubahan, dan mereka mulai mendapatkan perasaan yang baik tentang jalan yang benar. Ketika mereka datang untuk mencari lagi, sudah tidak ada hambatan atau rintangan besar di hati mereka, dan ketika engkau mempersekutukan kebenaran dengan mereka lagi, mereka dapat dengan mudah menerimanya. Itulah mengapa hasilnya benar-benar terlihat ketika engkau menunjukkan film yang diproduksi oleh rumah Tuhan kepada calon penerima Injil, atau membacakan firman Tuhan kepada mereka, atau menunjukkan video kesaksian pengalaman kepada mereka—melakukan hal ini jauh lebih efektif daripada hanya mengucapkan sejumlah kata kepada mereka. Siapa pun yang sedang mencari dan menyelidiki jalan yang benar, ajaklah mereka menonton film terlebih dahulu, lalu ajaklah mereka membaca lebih banyak firman Tuhan, sehingga jalan pun terbuka bagi mereka. Setelah itu, persekutukanlah kebenaran dengan mereka untuk menyelesaikan gagasan mereka. Ini membuat segalanya berjalan lebih lancar. Saat ini, mereka yang menyelidiki jalan yang benar telah menonton banyak film dan video kesaksian yang diproduksi oleh rumah Tuhan di internet, dan khususnya, mereka telah membaca banyak firman Tuhan; sebelum mereka datang untuk mencari dan menyelidiki, mereka telah memiliki perasaan yang baik tentang jalan yang benar, dan pada dasarnya, mereka telah mengakui bahwa itu adalah jalan yang benar. Sudahkah engkau semua menemukan sesuatu dalam hal ini? Film-film, video pembacaan firman Tuhan, video kesaksian pengalaman, video lagu pujian, dan sebagainya yang diproduksi oleh rumah Tuhan sangat efektif dalam memberikan kesaksian bagi Tuhan! Tidak perlu membuang-buang waktu untuk bersekutu dan berdebat dengan calon penerima Injil; begitu mereka menonton video-video ini, mereka dapat menerima jalan yang benar. Hal ini menghemat banyak waktu bagi mereka yang memberitakan Injil dan menunjukkan bahwa semua sarana pendukung untuk memberitakan Injil sangatlah kuat! Ada begitu banyak sumber daya yang beragam untuk memberitakan Injil! Banyak calon penerima Injil tercengang ketika mereka menelusuri internet untuk menyelidiki pekerjaan Tuhan, karena ada begitu banyak hal di situs web rumah Tuhan dan konten yang berlimpah! Firman Tuhan itu berlimpah, ada banyak sekali jenis film dan video, dan ada berbagai hal dan semua yang engkau perlukan terkait kesaksian pengalaman. Ini benar-benar hasil dari pekerjaan dan bimbingan Roh Kudus! Ini semua sungguh berasal dari pekerjaan Tuhan. Tidak peduli bagaimana si naga merah yang sangat besar dan dunia keagamaan menyebarkan rumor tak berdasar dan mencorengnya, semua itu sia-sia. Bagaimanapun juga, hasil yang dicapai, dan buah yang dipetik oleh semua bidang pekerjaan rumah Tuhan jelas terlihat oleh semua orang, dan semuanya adalah fakta yang digenapi oleh firman Tuhan.
Dalam pekerjaan penyebaran Injil kerajaan, semua bidang pekerjaan rumah Tuhan disusun dengan cara yang sangat metodis dan berjalan dengan tertib. Pekerjaan penyebaran Injil adalah bidang pekerjaan yang sangat penting, berjangka panjang, dan berat. Oleh karena itu, orang-orang yang melakukan pekerjaan penginjilan, entah mereka adalah pengawas atau pekerja Injil biasa, harus menegaskan pentingnya pekerjaan ini di dalam hati mereka. Meskipun engkau semua bekerja di garis depan penginjilan dan melaksanakan tugasmu, di belakangmu, yaitu, di balik layar, ada banyak saudara-saudari yang melakukan berbagai jenis pekerjaan cadangan, dan mereka adalah kekuatan yang mendukung pekerjaan penyebaran Injil. Apa yang Kumaksud dengan hal ini? Semua pekerjaan rumah Tuhan dipusatkan pada menyebarkan Injil, dan tugas yang dilaksanakan oleh semua umat pilihan Tuhan adalah dalam rangka menyebarkan Injil. Setiap saudara-saudari yang melakukan tugas memiliki andil dalam pekerjaan penginjilan, dan setiap bidang pekerjaan berkaitan erat dan langsung dengan pekerjaan penginjilan. Singkatnya, setiap bidang pekerjaan, termasuk pekerjaan penginjalan itu sendiri, adalah tugas yang harus dilakukan dengan baik untuk bersaksi tentang pekerjaan Tuhan. Setiap bidang pekerjaan berkaitan erat dengan pekerjaan terpenting, yaitu bersaksi tentang Tuhan. Ini sepenuhnya akurat. Itulah sebabnya rumah Tuhan menempatkan pekerjaan menyebarkan Injil di urutan teratas dari semua bidang pekerjaan, dan merupakan nomor satu dari semua bidang pekerjaan rumah Tuhan—ini sepenuhnya tepat. Ini adalah bidang pekerjaan yang besar, sulit, dan berjangka panjang, dan setiap umat pilihan Tuhan, setiap orang yang mengikuti Tuhan, harus memiliki stamina, kesabaran, dan keyakinan yang cukup untuk mempersiapkan diri melakukan pekerjaan ini dengan baik, dan berjuang dalam pertempuran panjang ini. Entah engkau bertekun selama 10 tahun, 20 tahun, atau 30 tahun, engkau harus selalu setia kepada Tuhan, mendedikasikan hidupmu dan seluruh masa hidupmu untuk pekerjaan penyebaran Injil, dan setia kepada Tuhan sampai akhir. Ini adalah tanggung jawab penting yang harus dipikul oleh setiap orang yang mengikuti Tuhan, ini adalah tugas semua orang, dan juga merupakan amanat yang dipercayakan oleh Tuhan kepada semua orang.
Melalui persekutuan-Ku ini, apakah ada rasa antusias di dalam hati engkau semua, dan apakah engkau sudah mulai menganggap pekerjaan penginjilan sebagai sesuatu yang penting? Ada orang yang pernah berkata, "Aku tidak mengerti profesi teknis apa pun, aku tidak tahu cara berakting dan tidak bisa menjadi aktor, aku tidak memiliki dasar yang kuat terkait penggunaan kata-kata, jadi aku tidak tahu cara menulis artikel, tidak paham tentang music, apalagi tentang seni. Karena aku tidak pandai dalam hal apa pun, aku ditugaskan dalam tim penginjilan. Bukankah tim penginjilan itu seperti rak belakang yang terlupakan di rumah Tuhan? Karena aku telah dikirim ke rak belakang yang terlupakan, apakah aku masih punya harapan untuk memperoleh keselamatan?" Benarkah demikian? Jika memang seperti itu pemahamanmu akan situasi ini, maka engkau telah salah memahami Tuhan: Memberitakan Injil adalah tanggung jawab terikat dari setiap orang. Jika engkau tidak pandai dalam hal apa pun dan tidak memahami profesi teknis apa pun, dan yang dapat engkau lakukan hanyalah memberitakan Injil, maka engkau akan diatur untuk melaksanakan tugasmu dalam tim penginjilan. Ini adalah kesempatan terakhirmu, dan ini dilakukan untuk memastikan bahwa engkau tidak terbuang sia-sia sebagai potongan kecil, dan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin, sehingga engkau dapat menjalankan fungsi sebagai manusia secara maksimal. Engkau tidak pandai dalam hal apa pun dan lamban dalam melakukan segala hal, tetapi engkau mampu melaksanakan tugas memberitakan Injil dengan baik, dan sekalipun engkau diminta mencari penerima Injil, engkau dapat melakukannya dengan cara yang sederhana, dan meneruskan calon penerima Injil yang engkau temukan kepada para pemberita Injil. Pada saat yang sama, engkau dapat perlahan-lahan belajar cara memberitakan firman Tuhan, pekerjaan Tuhan, dan maksud Tuhan, serta membawa orang ke hadapan Tuhan. Bukankah ini tugasmu? Orang lain membuahkan beberapa hasil dengan terlibat dalam pekerjaan tulis-menulis, pekerjaan pembuatan film, dan jenis pekerjaan lainnya, tetapi engkau tidak tahu cara melakukan hal-hal ini, dan engkau tidak memiliki bakat atau karunia khusus. Namun, engkau mendedikasikan kekuatanmu untuk pekerjaan penginjilan, engkau mengerahkan segala upayamu, dan memenuhi tugasmu, serta engkau memikul amanat yang diberikan Tuhan, bukankah ini adalah perbuatan baik? Ini juga merupakan perbuatan baik, dan Tuhan akan mengingatnya. Ini menggenapi kata-kata berikut: Tidak ada perbedaan kemuliaan atau kerendahan hati dalam tugas yang dilakukan orang; yang penting adalah apakah engkau setia dalam tugasmu dan apakah engkau melaksanakannya dengan cara yang memenuhi standar. Tuhan memperlakukan semua orang dengan adil dan setara; karena engkau tidak dapat melakukan apa pun, engkau diminta memberitakan Injil—ini dilakukan agar engkau dapat menjalankan fungsi terakhirmu, dalam keadaan di mana engkau tidak dapat menerima tugas lain. Melalui hal ini, engkau diberi kesempatan dan secercah harapan; engkau tidak kehilangan hak untuk melaksanakan tugasmu. Tuhan masih memiliki amanat untukmu dan Dia tidak berat sebelah terhadapmu. Oleh karena itu, mereka yang ditugaskan dalam tim penginjilan bukan dikirim ke rak belakang yang terlupakan, atau ditinggalkan, tetapi mereka melaksanakan tugas mereka di tempat yang berbeda. Dengan mempersekutukan pengaturan kerja untuk pekerjaan penginjilan, apakah engkau semua sekarang memandang pekerjaan penginjilan dengan baik dan tidak lagi memiliki kesalahpahaman tentangnya? (Ya.) Jadi, apakah engkau akan merasa puas dengan hal itu? Apa pun tugas yang dilakukan orang, tuntutan Tuhan terhadap mereka tidak berubah: Tuhan menginginkan kesetiaan dan ketulusan mereka. Jika engkau berkata, "Aku tetap rendah hati dan tidak akan merasa puas diri. Aku hanya melakukan apa yang Tuhan minta," tetapi engkau tidak memiliki kesetiaan dan ketulusan, maka itu tidak akan cukup. Terlepas dari bagaimana engkau memahami pekerjaan penginjilan, jika engkau memiliki kesetiaan dan ketulusan, pelaksanaan tugasmu akan memenuhi standar. Betapa pun baiknya pandanganmu terhadap tugas memberitakan Injil atau betapa pun positifnya sikapmu terhadapnya, jika engkau tidak sanggup menanggung kesulitan, dan tidak memiliki stamina serta kesetiaan, itu juga tidak akan cukup. Oleh karena itu, tidak menjadi masalah di mana pun engkau ditempatkan, jam berapa pun atau di lokasi mana pun, dengan siapa engkau berhubungan, dan tugas apa yang engkau lakukan. Tuhan akan senantiasa melihat dan memeriksa hatimu yang terdalam. Jangan berpikir bahwa karena engkau adalah anggota tim penginjilan, Tuhan tidak memperhatikan atau tidak dapat melihatmu, sehingga engkau dapat melakukan apa pun yang kauinginkan. Juga jangan berpikir bahwa jika engkau ditugaskan dalam tim penginjilan, engkau tidak lagi memiliki harapan untuk diselamatkan, lalu menyikapinya secara negatif. Kedua cara berpikir seperti ini salah. Di mana pun engkau ditempatkan atau tugas apa pun yang telah diatur untuk kaulakukan, itulah yang harus engkau lakukan, dan engkau harus melakukannya dengan tekun dan bertanggung jawab. Tuntutan Tuhan terhadapmu tidak berubah, sehingga ketundukanmu terhadap pengaturan Tuhan pun tidak boleh berubah. Status pekerja penginjilan sama dengan status mereka yang melaksanakan tugas-tugas lain; nilai seseorang bukan diukur dari tugas yang mereka laksanakan, melainkan dari apakah mereka mengejar kebenaran dan memiliki kenyataan kebenaran. Inilah semua yang akan Aku persekutukan mengenai pekerjaan penginjilan, suatu bidang pekerjaan yang besar dan spesifik.
IV. Berbagai Jenis Pekerjaan Profesional
Bidang keempat, berbagai jenis pekerjaan profesional. Bidang ini mencakup pembuatan film, pekerjaan tulis-menulis, musik, seni, penerjemahan, dan sebagainya. Ada orang yang berkata, "Kami pembuat kostum juga terlibat dalam pekerjaan pembuatan film. Apakah membuat kostum dianggap suatu jenis pekerjaan?" Membuat kostum termasuk dalam jenis pekerjaan pembuatan film dan musik; ini adalah jenis pekerjaan pendukung yang berkolaborasi dengan jenis pekerjaan ini. Pada setiap tahapan, rumah Tuhan memiliki pengaturan kerja spesifik mengenai tuntutan spesifik untuk jenis-jenis pekerjaan profesional ini. Sebagian disampaikan secara tertulis, dan sebagian disampaikan secara lisan melalui persekutuan di pertemuan-pertemuan. Bagaimanapun cara penyampaiannya, para pemimpin dan pekerja harus memikul tanggung jawab atas hal tersebut, mencatat tuntutan spesifik yang dikeluarkan oleh rumah Tuhan untuk bidang pekerjaan ini dan merapikan catatan ini, lalu memberikan persekutuan konkret tentang hal tersebut serta terlibat dalam pelaksanaan spesifiknya. Ini juga merupakan bidang pekerjaan yang besar, dan merupakan bidang pekerjaan spesifik kedua setelah pekerjaan penginjilan. Terkait dengan bidang pekerjaan spesifik ini, rumah Tuhan menuntut semua personel yang terlibat dalam berbagai profesi untuk terus-menerus mempelajari pengetahuan profesional yang berkaitan dengan tugas mereka, serta mencari informasi untuk memastikan hal-hal apa saja yang berguna bagi pekerjaan rumah Tuhan. Pada saat yang sama, rumah Tuhan terus-menerus mempersekutukan prinsip-prinsip kebenaran dan memberikan rencana konkret untuk berbagai jenis pekerjaan profesional. Terkadang, jenis pekerjaan ini dipersekutukan kepada para pengawas dan anggota tim secara bersama-sama, dan terkadang hanya dipersekutukan kepada para pemimpin, pekerja, dan pengawas yang bertanggung jawab atas bidang pekerjaan terkait. Terlepas dari apakah hal tersebut disampaikan dan dipersekutukan secara tertulis atau melalui pertemuan-pertemuan, bagaimanapun juga, jenis pekerjaan ini terus-menerus ditingkatkan dan disesuaikan dengan standar, dan pengaturan spesifik selalu dibuat berdasarkan kebutuhan pekerjaan penginjilan. Sebagai contoh, katakanlah rumah Tuhan membuat sebuah film dengan tema yang relatif baru, dan film tersebut direkam secara profesional. Setelah diunggah ke Internet, film itu menerima rasio klik yang cukup tinggi. Dalam situasi seperti ini, rumah Tuhan membuat tuntutan spesifik untuk jenis pekerjaan ini berdasarkan umpan balik dan kebutuhan pekerjaan penginjilan. Singkatnya, bidang pekerjaan ini terus-menerus dirangkum dan ditingkatkan, dan juga kian berkembang.
Untuk berbagai jenis pekerjaan profesional, pengaturan rumah Tuhan menuntut orang untuk belajar lebih banyak, dan menemukan guru serta berbagai jenis sumber daya dan bahan ajar untuk dipelajari. Ambil contoh bernyanyi; mencari guru untuk belajar dan meminta mereka memberikan pelatihan vokal juga merupakan pengaturan kerja spesifik. Setelah mendengar pengaturan ini, para pemimpin dan pekerja harus mencari seorang guru yang cocok untuk pekerjaan ini sesuai dengan tuntutan Yang di Atas, dan memintanya untuk membimbing para penyanyi kita, dengan membantu mereka mempelajari pengetahuan musik vokal dan cara bernyanyi yang benar, dan tentu saja karya-karya klasik harus ditemukan untuk dipelajari. Pengetahuan profesional mengenai komposisi musik dan nyanyian paduan suara harus selalu dipelajari, dan pengaturan kerja rumah Tuhan selalu menuntut orang untuk terus-menerus mempelajari pengetahuan profesional yang berkaitan dengan tugas mereka, dan mempelajari cara menggunakan metode-metode tertentu yang canggih dan nyata, dan sebagainya. Pengaturan dan tuntutan kerja ini bukan hanya dikeluarkan satu kali, lalu selesai, melainkan para pemimpin dan pekerja dituntut untuk sering mempersekutukan pengaturan kerja ini, membimbing mereka yang terlibat dalam pekerjaan profesional, yang memungkinkan mereka untuk terus belajar, dan berusaha keras agar semua jenis pekerjaan profesional dapat dikembangkan dan diperdalam secara berkelanjutan dan efektif, dan tidak berhenti di situ saja. Ada orang yang berpikir, "Pengaturan kerja telah diberikan kepada kita hari ini, jadi kita hanya perlu menerapkannya bulan ini dan selesai sudah. Jika nantinya Yang di Atas tidak mengatakan apa pun tentang hal itu, mungkin kita tidak perlu terus menerapkannya." Benarkah demikian? (Tidak.) Para pemimpin dan pekerja sama sekali tidak boleh berpikir seperti ini, tetapi harus terus-menerus mencari tahu dan bertanya, "Bagaimana kemajuan studimu tentang profesi ini? Apakah engkau menghadapi kesulitan? Apakah ada sesuatu yang bertentangan atau berlawanan dengan prinsip-prinsip? Siapa yang telah menunjukkan hasil terbaik dalam studinya, siapa yang paling terampil, dan siapa yang paling cepat menguasainya? Setelah mempelajari teori-teori ini, manakah di antara hal-hal yang telah engkau pelajari yang menurutmu cocok untuk digunakan dalam pekerjaan rumah Tuhan?" Selain itu, para pemimpin dan pekerja harus mengajukan berbagai pertanyaan kepada orang-orang dalam tim penginjilan yang sedang mempelajari bahasa asing seperti, "Sudah berapa tahun engkau mempelajari bahasa asing ini? Bagaimana perkembangan belajarmu akhir-akhir ini? Berapa banyak percakapan sehari-hari yang dapat engkau lakukan? Apakah engkau dapat menerjemahkan istilah-istilah rohani umum? Apakah engkau dapat menggunakan bahasa asing ini untuk menyampaikan kebenaran-kebenaran yang berkaitan dengan memberitakan Injil? Apakah engkau saat ini lebih mahir dalam berbicara atau menulis? Apakah engkau membutuhkan guru untuk membantumu belajar? Apakah ada orang lain yang lebih cocok dan terampil dalam mempelajari bahasa asing? Apakah jumlah personel semacam ini bertambah? Apakah ada orang yang merasa bahwa belajar bahasa itu terlalu merepotkan dan sulit, sehingga mereka tidak ingin mempelajarinya lagi, dan menyerah di tengah jalan, serta ingin beralih ke tugas lain?" Hal-hal spesifik yang berkaitan dengan jenis pekerjaan ini perlu ditanyakan dan diawasi dari waktu ke waktu. Karena Yang di Atas telah membuat pengaturan kerja spesifik, para pengawas harus bertanggung jawab atas tugas-tugas spesifik ini sampai akhir. Jangan menunggu secara pasif sampai Yang di Atas bertanya; jika Yang Di Atas tidak bertanya selama enam bulan atau satu tahun, engkau harus tetap melakukan semua pekerjaan dengan baik, dengan segenap kemampuanmu, dan siap untuk menerima pemeriksaan dan arahan dari Yang di Atas setiap saat—inilah pola pikir yang benar. Hal ini karena pengaturan kerja telah dikeluarkan dan disampaikan, dan engkau bertanggung jawab untuk menindaklanjuti pekerjaan tersebut sebagai pengawasnya, sehingga engkau harus memenuhi tanggung jawabmu. Namun, jika engkau tidak mampu memenuhi tanggung jawabmu, maka engkau tidak berguna, dan harus diberhentikan serta disingkirkan. Jadi, para pemimpin dan pekerja harus sering merenungkan dan mempersekutukan pengaturan kerja spesifik ini atau persekutuan dari Yang di Atas, lalu melaksanakannya dan menindaklanjuti pekerjaan sesuai dengan situasinya. Mereka harus melihat jenis pekerjaan mana yang belum lama ini telah mereka abaikan, dan sudah lama tidak mereka periksa, dan pekerjaan mana yang secara pribadi tidak terlalu mereka kuasai dan belum pernah mereka tanyakan akhir-akhir ini, dan status terkini siapa yang tidak mereka ketahui, lalu pergi memeriksanya. Selain itu, terkait dengan berbagai jenis pekerjaan profesional, rumah Tuhan memiliki pengaturan spesifik lainnya yang menuntut agar orang-orang berbakat yang relevan harus terus-menerus ditemukan, dibina, dan dipromosikan. Jadi, apa yang harus dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja ketika mereka menerima pengaturan kerja ini? Mereka harus memperhatikan apakah ada orang yang cocok untuk melakukan jenis pekerjaan ini. Jika ada orang yang cocok untuk melakukan jenis pekerjaan ini, tetapi tidak memiliki pemahaman yang baik akan profesi teknis, maka mereka harus segera dibina dan diatur untuk belajar dan berlatih mengenainya. Singkatnya, berbagai jenis pekerjaan profesional juga merupakan bidang pekerjaan yang penting. Ada banyak sekali bidang yang termasuk dalam pekerjaan ini, serta lingkupnya juga sangat luas, dan rumah Tuhan telah membuat banyak pengaturan kerja spesifik untuk hal tersebut. Yang dituntut untuk bidang pekerjaan ini adalah mempelajari, merangkum, serta memperdalam secara terus-menerus, dan prinsip-prinsip yang tepat juga harus ditemukan untuk menjalankan standardisasi yang berkelanjutan. Selain itu, orang-orang berbakat yang cocok untuk melaksanakan tugas-tugas ini harus terus-menerus dibina. Inilah pengaturan kerja untuk bidang besar berbagai jenis pekerjaan profesional, dan ini juga mudah dipahami.
V. Kehidupan Bergereja
Bidang kelima, kehidupan bergereja. Rumah Tuhan telah membuat pengaturan dan ketentuan spesifik mengenai isi yang dimakan dan diminum selama kehidupan bergereja, format kehidupan bergereja, dan jumlah orang yang menjalani kehidupan bergereja. Rumah Tuhan juga memiliki pengaturan kerja yang sesuai mengenai format pertemuan dan isi kehidupan bergereja dalam keadaan dan situasi khusus. Pengaturan kerja semacam ini sebagian besar dikeluarkan dalam bentuk tertulis. Pengaturan kerja untuk kehidupan bergereja bagi para pengikut baru di berbagai negara—format dan frekuensi pertemuan mereka, serta isi yang mereka makan dan minum selama pertemuan, dan sebagainya—pada dasarnya sama dengan pengaturan kerja untuk kehidupan bergereja bagi etnis Tionghoa, selain dari beberapa keadaan khusus. Aku baru saja memberimu gambaran umum tentang cakupan pengaturan kerja yang berkaitan dengan kehidupan bergereja—termasuk isi firman Tuhan yang dimakan dan diminum, dan isi untuk mempersekutukan kebenaran di pertemuan sebagaimana yang terjadi akhir-akhir ini, serta format persekutuan di pertemuan. Sebagai contoh, satu orang tidak diperbolehkan mendominasi persekutuan di pertemuan, waktu maksimum yang diperbolehkan bagi setiap orang untuk bersekutu, bagaimana memperlakukan dan menangani orang yang berbicara dengan bertele-tele dan tidak jelas cara penyampaiannya, dan sebagainya—terdapat pernyataan-pernyataan spesifik mengenai semua hal spesifik ini yang berkaitan dengan kehidupan bergereja dan pertemuan dalam pengaturan kerja. Para pemimpin dan pekerja, di satu sisi, bertanggung jawab mengeluarkan dan menyampaikan pengaturan kerja ini, dan di sisi lain, mereka bertanggung jawab mempersekutukannya dengan jelas kepada saudara-saudari, sehingga semua anggota gereja dapat memahami dan menerimanya, lalu mereka hanya perlu melaksanakan dan mematuhinya dengan ketat. Secara khusus, mereka yang sering keluar dari topik, menimbulkan kekacauan, mengucapkan kata-kata dan doktrin, dan meneriakkan slogan-slogan ketika berbicara di pertemuan harus dibatasi, dan ada ketentuan spesifik mengenai keadaan khusus semacam ini dalam pengaturan kerja. Pengaturan kerja yang menyangkut kehidupan bergereja terutama berkaitan dengan berbagai hal tentang pertemuan, sifatnya tidak rumit dan sangat sederhana, serta apa pun tugas yang dilaksanakan oleh setiap orang, mereka hanya perlu mematuhi prinsip-prinsip dalam pengaturan kerja ini. Sebagai contoh, di pertemuan, tim penginjilan hanya perlu mematuhi prinsip-prinsip dalam pengaturan kerja mengenai kehidupan bergereja—tidak ada yang sifatnya istimewa. Tim lain hanya melakukan pekerjaan yang berbeda dari orang lain, semuanya sama dalam hal-hal seperti mengadakan pertemuan, mempersekutukan kebenaran, berdoa membaca firman Tuhan, dan mempersekutukan pengalaman pribadi—cakupan ini tidak terlampaui. Mereka hanya perlu menerapkan sesuai dengan ketentuan rumah Tuhan saat ini mengenai isi yang dimakan dan diminum selama kehidupan bergereja, bentuk persekutuan, dan format pertemuan. Jika kondisinya memungkinkan, orang-orang dapat berkumpul secara langsung, jika tidak, mereka dapat mengadakan pertemuan secara daring. Ini seharusnya merupakan hal yang sangat sederhana dan diuraikan dengan jelas. Beberapa anggota gereja tersebar di berbagai benua dan negara, sebagian di Eropa dan sebagian di Timur Tengah; dalam situasi seperti ini, diperlukan pertemuan secara daring. Gereja-gereja setempatlah yang menentukan waktu dan frekuensi pertemuan; rumah Tuhan tidak membuat ketentuan spesifik mengenai hal ini, dan tidak ikut campur di dalamnya. Mengapa rumah Tuhan tidak ikut campur dalam hal ini? Sebagian orang di gereja tidak melaksanakan tugasnya secara penuh waktu; mereka memiliki pekerjaan dan keluarga, keadaan pribadi mereka pun berbeda, ditambah lagi zona waktu di berbagai negara juga berbeda, jadi mereka harus diperbolehkan untuk memutuskan sendiri berapa kali dalam seminggu mereka berkumpul dan jam berapa setiap pertemuan diadakan. Rumah Tuhan tidak membuat ketentuan spesifik mengenai hal ini, tetapi hanya memberikan prinsip. Rumah Tuhan telah menetapkan ruang lingkup seberapa sering orang percaya baru berkumpul bersama setiap minggu, dan ada perbedaan antara berapa kali dalam seminggu mereka yang melaksanakan tugasnya dan mereka yang tidak berkumpul bersama. Apakah ada pengaturan kerja yang menuntut orang percaya baru untuk berkumpul bersama tujuh kali seminggu? (Tidak ada.) Jadi, berapa kali orang percaya baru harus berkumpul bersama setiap minggunya? (Berdasarkan waktu yang dimiliki oleh orang percaya baru.) Berkumpul bersama paling banyak dua atau tiga kali seminggu, dan paling sedikit satu kali, sudah cukup. Ada orang yang berkata, "Orang-orang di daerah kami benar-benar menganggur selama musim paceklik, jadi semua orang ingin berkumpul setiap hari—kami bahkan tidak keberatan jika berkumpul dua kali sehari. Kami ingin sekali berkumpul." Hati orang yang percaya baru dipenuhi dengan antusiasme dan mereka selalu ingin memahami lebih banyak kebenaran. Jika keadaan keluarga mereka memungkinkan, maka tidak masalah jika mereka meminta untuk menghadiri lebih banyak pertemuan, selama hal itu tidak memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Jumlah spesifik berapa kali orang harus berkumpul bersama setiap minggunya harus ditentukan sesuai dengan situasi keluarga dan pekerjaan umat pilihan Tuhan di setiap daerah—rumah Tuhan tidak membuat ketentuan spesifik mengenai hal ini. Umat pilihan Tuhan yang memiliki kondisi untuk melakukannya dapat lebih sering berkumpul, dan mereka kemudian akan memahami lebih banyak kebenaran dan mencapai pertumbuhan hidup lebih cepat. Ini adalah hal yang baik. Namun, mereka yang tidak memiliki kondisi yang tepat tidak akan cocok mengikuti pertemuan dengan cara ini, dan tidak masalah bagi mereka untuk menghadiri setidaknya satu atau dua pertemuan per minggu. Jumlah pertemuan yang diadakan oleh gereja-gereja di berbagai daerah setiap minggunya merupakan keputusan umat pilihan Tuhan, dan tidak seorang pun boleh ikut campur dalam hal ini. Yang terpenting adalah pertemuan diadakan agar orang-orang dapat memahami kebenaran, dan bukan untuk alasan lain. Oleh karena itu, jumlah pertemuan yang diadakan oleh setiap gereja diputuskan sesuai dengan keadaan spesifiknya. Jika umat pilihan Tuhan dapat menghadiri lebih banyak pertemuan setiap minggunya, itu akan lebih bermanfaat bagi pertumbuhan hidup mereka. Jika ada orang yang tidak mengejar kebenaran dan tidak ingin menghadiri lebih banyak pertemuan, maka hal ini tidak boleh dipaksakan kepada mereka. Terutama bagi para pekerja bergaji tetap yang sedikit lebih sibuk dan tidak memiliki waktu untuk menghadiri lebih banyak pertemuan, mereka tidak dituntut untuk melakukan hal ini. Terlepas dari apakah orang-orang berada dalam posisi untuk menghadiri pertemuan atau berapa kali mereka berkumpul, rumah Tuhan tidak ikut campur atau memberlakukan batasan apa pun. Hal ini dikarenakan keadaan dan latar belakang setiap orang percaya itu berbeda-beda, sehingga mereka tidak boleh dipaksa. Terkait dengan isi yang dimakan dan diminum selama kehidupan bergereja, rumah Tuhan memiliki ketentuan yang sesuai dalam pengaturan kerjanya, dan para pemimpin di semua tingkatan di gereja serta saudara-saudari dituntut untuk memiliki pemahaman yang jelas tentang hal tersebut. Para pemimpin dan pekerja harus memahami dengan tepat tugas dan hal-hal spesifik apa yang dituntut untuk dilakukan berdasarkan pengaturan kerja Yang di Atas, dan saudara-saudari juga harus mengawasi para pemimpin dan pekerja untuk melihat apakah mereka melakukan pekerjaan ini. Mengenai isi yang dimakan dan diminum selama kehidupan bergereja, dan pengaturan kerja yang berkaitan dengan pertemuan yang harus dipahami dan diikuti, para pemimpin dan pekerja harus mencapai kesepakatan dengan umat pilihan Tuhan—sama sekali tidak boleh ada perbedaan. Pengaturan kerja yang menyangkut pekerjaan kehidupan bergereja sangatlah sederhana, mudah dipahami oleh orang-orang, dan tidak bersifat abstrak.
VI. Pengelolaan Aset
Bidang keenam, pengelolaan aset. Meskipun pekerjaan pengelolaan aset tidak memiliki pengaturan kerja yang sering dikeluarkan seperti dengan pekerjaan penginjilan atau berbagai jenis pekerjaan profesional, rumah Tuhan tetap memiliki pengaturan kerja spesifik untuk hal tersebut. Apa saja yang termasuk dalam pengelolaan aset? Hal ini mencakup bagaimana aset disimpan, di mana aset tersebut disimpan, siapa yang mengelolanya, dan bagaimana aset tersebut didistribusikan, dikelola, dan dipindahkan ketika muncul bahaya atau lingkungan yang merugikan, serta keadaan khusus lainnya. Pengaturan kerja sebenarnya memuat ketentuan mengenai semua hal ini, dan ketika menyangkut bidang pekerjaan ini, para pemimpin dan pekerja tidak boleh menunggu Yang di Atas untuk secara langsung memberikan perintah atau mengeluarkan pengaturan kerja, dan baru kemudian secara pasif mulai mengelola aset. Jika tidak ada pengaturan kerja langsung yang menuntutmu untuk menangani aset dengan cara tertentu, dan dalam keadaan khusus ketika engkau tidak tahu cara menangani aset dan tidak dapat menerima tanggapan cepat dari Yang di Atas, apa yang harus engkau lakukan? Keamanan adalah prioritas nomor satu, dan merupakan tanggung jawabmu untuk menjaga aset milik rumah Tuhan. Mengenai buku-buku firman Tuhan yang dicetak oleh rumah Tuhan, bersama dengan berbagai jenis mesin, bahan makanan, uang, dan aset-aset lainnya, para pemimpin dan pekerja harus menyimpan semuanya di tempat yang aman sesuai dengan pengaturan rumah Tuhan, dan tidak membiarkannya menjadi lembab, berjamur, atau dimakan serangga, apalagi sampai dirampas oleh orang jahat atau naga merah yang sangat besar. Lagi pula, selain mengelola aset-aset milik rumah Tuhan ini dengan baik, para pemimpin dan pekerja juga harus menjaga kerahasiaannya dengan ketat; jangan sampai orang-orang yang tidak ada hubungannya dengan hal-hal ini mengetahuinya, dan mereka yang mengetahuinya harus menjaga kerahasiaan dan tidak boleh membicarakannya sesuka hati. Rumah Tuhan memiliki pengaturan kerja spesifik mengenai bidang pekerjaan ini, dan tidak tepat untuk mengeluarkan atau mengungkapkan beberapa di antaranya secara tertulis. Jika para pemimpin dan pekerja menemukan cara dan metode yang lebih baik untuk melakukan pengelolaan aset, maka, tentu saja, dengan tetap berpegang pada prinsip mengelola dan menjaga aset milik rumah Tuhan dengan baik agar terhindar dari kerugian apa pun, mereka dapat mendiskusikannya dengan para pemimpin dan pekerja lain serta mengambil keputusan secara mandiri. Ini adalah bidang pekerjaan khusus, dan mereka yang tidak dapat menjaga kerahasiaannya, yang tidak memiliki rasa tanggung jawab, yang mempunyai motif yang tidak pantas, yang baru saja mulai percaya dan tidak memiliki dasar dalam keyakinannya, dan yang selalu mengincar aset milik rumah Tuhan dengan penuh ketamakan, sama-sama tidak boleh mengetahuinya. Hal-hal ini tidak dapat dinyatakan secara eksplisit dalam pengaturan kerja rumah Tuhan, tetapi bukankah seharusnya para pemimpin dan pekerja serta penjaga aset yang bisa diandalkan menyadari hal ini? (Ya.) Ada keadaan khusus di sini. Misalkan pemimpin yang belum lama terpilih baru percaya kepada Tuhan selama tiga tahun, memiliki kualitas yang baik, sangat antusias, dan terlihat baik-baik saja dari luar, tetapi belum diketahui seperti apa karakternya, bagaimana mereka memandang aset, atau apakah mereka serakah atau tidak. Hal-hal ini tidak diketahui dan tidak pasti, dan saudara-saudari yang telah lama percaya kepada Tuhan tidak mengenal orang ini dengan baik dan mereka tidak mengenalnya secara menyeluruh. Apa yang harus dilakukan dalam situasi seperti ini? Ketika tiba waktunya menyerahkan pekerjaan kepada mereka, semua pekerjaan lainnya diserahkan—haruskah pekerjaan aset diserahkan kepada mereka? (Tidak.) Mengapa tidak? Pekerjaan utama para pemimpin dan pekerja tidak hanya mengelola aset; aset hanyalah salah satu bagian dari pekerjaan mereka. Jika memang ada orang yang cocok untuk mengelola aset, dan pemimpin yang belum lama terpilih ini tidak bisa diandalkan, lebih baik tidak menyerahkan pekerjaan ini kepada mereka untuk sementara waktu, karena masih belum diketahui apakah mereka akan percaya kepada Tuhan untuk waktu yang lama atau apakah mereka dapat tetap teguh. Sebelumnya, ada pemimpin gereja yang baru saja terpilih, dan setelah menduduki jabatannya, hal pertama yang dia lakukan adalah meminta nomor dan kata sandi rekening bank tempat persembahan disimpan kepada umat pilihan Tuhan. Dia bertanya siapa yang mempunyai nomor rekening bank dan kata sandinya, lalu dia mendesak mereka untuk segera menyerahkan pekerjaan ini kepadanya. Dalam situasi seperti ini, apakah pekerjaan ini harus diserahkan kepadanya? Dia tidak mengkhawatirkan atau memikirkan pekerjaan lain, tetapi dia sangat serius dan mengkhawatirkan hal ini—apakah dia orang yang bisa diandalkan? Jangan menganggap bahwa seseorang bisa diandalkan karena dia adalah pemimpin atau pekerja. Pada kenyataannya, hanya penjaga aset yang benar-benar dipilih sesuai dengan prinsip-prinsip yang bisa diandalkan—mereka mampu menyerahkan nyawanya untuk menjaga aset milik rumah Tuhan. Orang-orang seperti inilah yang paling bisa diandalkan. Jadi, apakah semua pemimpin dan pekerja mampu melakukan hal ini? Belum tentu. Sebelumnya, ada pemimpin daerah yang ditangkap oleh naga merah yang sangat besar, dan dia menjual semua aset milik gereja, yang menyebabkan sejumlah besar aset tersebut hilang. Jika dia tidak tahu di mana aset-aset gereja berada, dia tidak akan dapat mengungkapkannya meskipun dipukuli sampai mati, dan bukankah aset milik rumah Tuhan tidak akan mengalami kerugian? Justru karena tahu terlalu banyak, dia mengungkapkan semuanya ketika sudah tidak dapat menahan siksaan dan pukulan yang mengerikan, dan uang ini berakhir di tangan naga merah yang sangat besar. Jika dia tidak diperbolehkan mengetahui di mana aset-aset ini berada, dan jika orang yang menjaganya bisa diandalkan, apakah uang milik rumah Tuhan akan mengalami kerugian dan dirampas paksa oleh naga merah yang sangat besar? Tidak, itu tidak akan terjadi. Ini adalah pelajaran yang serius. Oleh karena itu, poin terpenting dalam pengaturan kerja ini adalah keamanan merupakan hal yang utama, kerugian harus ditekan seminimal mungkin, dan pekerjaan harus dilakukan dengan cara yang aman. Carilah seseorang yang menunjukkan kesetiaan dalam mengelola aset milik rumah Tuhan—ini adalah tindakan yang paling bisa diandalkan. Meskipun orang ini tidak dapat melakukan hal lain, mereka akan setia dan pasti mampu dalam menjaga uang, jadi menggunakan orang ini untuk menjaga aset adalah hal yang tepat untuk dilakukan. Karena bidang pekerjaan ini adalah pekerjaan dengan satu tugas, pengaturannya sangat sederhana: Carilah orang yang tepat untuk menjaga aset dan tempat yang aman untuk menyimpannya. Selain itu, terdapat juga ketentuan spesifik dalam pengaturan kerja rumah Tuhan mengenai pendistribusian dan penggunaan aset milik rumah Tuhan; uang dapat digunakan untuk pengeluaran yang dianggap perlu, tetapi tidak untuk pengeluaran yang tidak diperlukan. Ada satu hal lagi, yaitu sistem pengaturan yang ketat untuk pengeluaran yang berkaitan dengan aset, dan rumah Tuhan memiliki ketentuan spesifik untuk berbagai proses dan prosedur, yang memerlukan tanda tangan dari beberapa orang, dan sebagainya. Ada pengelolaan, penjagaan, pengeluaran, dan juga perakunan—ada pengaturan kerja spesifik untuk semua hal ini.
VII. Pekerjaan Pembersihan
Bidang ketujuh, pekerjaan pembersihan. Rumah Tuhan juga terus-menerus membuat pengaturan kerja spesifik untuk bidang pekerjaan ini. Di satu sisi, pengaturan kerja dibuat berdasarkan kebutuhan pekerjaan rumah Tuhan, dan di sisi lain, pengaturan kerja dibuat berdasarkan pemisahan masing-masing menurut macamnya sesuai dengan penggolongan dan definisi berbagai macam orang, serta perwujudan berbagai macam orang setelah mereka disingkapkan. Rumah Tuhan memiliki prinsip-prinsip untuk menangani segala macam antikristus, orang jahat, dan pengikut yang bukan orang percaya; beberapa orang dikeluarkan dari jajaran orang-orang yang melaksanakan tugas, beberapa orang dikeluarkan dari gereja tugas penuh waktu dan dikirim ke gereja tugas paruh waktu atau gereja biasa, beberapa orang dikeluarkan dari gereja biasa dan dikirim ke kelompok B, dan ada beberapa orang yang langsung dikeluarkan atau diusir. Rumah Tuhan berulang kali membuat pengaturan kerja untuk pekerjaan pembersihan gereja, dan juga memiliki pengaturan kerja spesifik mengenai berbagai macam orang yang memenuhi syarat untuk dikeluarkan. Berdasarkan sikap yang dimiliki orang dalam melaksanakan tugasnya dan pelanggaran yang dilakukan saat melaksanakan tugasnya, serta esensi rusak yang tersingkap dalam diri berbagai macam orang, rumah Tuhan pada akhirnya membuat rencana spesifik untuk menangani orang-orang ini. Oleh karena itu, penanganan berbagai macam orang jahat, pengikut yang bukan orang percaya, dan antikristus oleh rumah Tuhan dilakukan sepenuhnya sesuai dengan firman Tuhan dan prinsip-prinsip kebenaran, dan dilakukan sepenuhnya sejalan dengan maksud Tuhan. Terkait dengan pengaturan kerja ini, di satu sisi, perlu untuk mempersekutukan prinsip-prinsip kebenaran agar orang memahaminya dan belajar cara menilai berbagai macam orang, sedangkan di sisi lain, perlu untuk mengeluarkan pengaturan kerja ini kepada gereja-gereja sehingga dapat dipersekutukan dan dilaksanakan. Bagaimanapun juga, pekerjaan pembersihan gereja harus dilaksanakan sesegera mungkin, dan sama sekali tidak boleh terputus. Pekerjaan pembersihan harus tetap berlanjut sampai tidak ada lagi orang jahat yang tersisa di gereja. Tidaklah benar bahwa para pemimpin dan pekerja hanya perlu melakukan pekerjaan pembersihan untuk jangka waktu tertentu setelah Yang di Atas mengeluarkan pengaturan kerja yang memerintahkan agar gereja dibersihkan, dan apabila setelah pembersihan itu dilakukan, ternyata masih ditemukan orang-orang jahat yang menyebabkan gangguan, tetapi Yang di Atas belum membuat pengaturan kerja apa pun tentang hal tersebut, maka para pemimpin dan pekerja tidak perlu repot-repot memikirkan orang-orang jahat itu atau mengeluarkan mereka—sama sekali tidak seperti itu. Pekerjaan pembersihan gereja harus terus-menerus dilakukan secara teratur; selama masih ada orang yang harus dibersihkan atau diusir, maka pekerjaan pembersihan harus tetap berlanjut. Janganlah menunggu secara pasif sampai Yang di Atas memberikan perintah atau pemimpin tingkat atas menyampaikannya kepadamu, dan janganlah menunggu secara pasif sampai ada lebih banyak saudara-saudari yang melaporkan seseorang. Begitu umat pilihan Tuhan mengungkapkan dan melaporkan seseorang, para pemimpin dan pekerja harus segera menyelidiki dan menangani hal tersebut. Jika para pemimpin dan pekerja menyembunyikan surat laporan dan tidak menangani hal itu, mereka harus diselidiki dan ditangani, dan jika mereka kedapatan melindungi orang jahat, maka mereka harus dikeluarkan dari gereja bersama dengan orang jahat tersebut. Setiap pemimpin atau pekerja yang tidak melakukan pekerjaan pembersihan gereja adalah pemimpin atau pekerja palsu dan harus segera diberhentikan. Bahkan, jika mereka melindungi dan menutupi orang jahat, maka mereka dapat digolongkan sebagai antikristus dan dikeluarkan serta diusir dari gereja. Ini adalah ketentuan spesifik yang telah dibuat oleh rumah Tuhan mengenai pekerjaan pembersihan gereja. Pekerjaan pembersihan gereja adalah prioritas yang mendesak, dan memiliki makna yang mendalam. Katakanlah kepada-Ku, bukankah pembersihan gereja dilakukan untuk menyucikan gereja? Jika gereja telah disucikan—yaitu, jika tidak ada orang jahat yang menyebabkan gangguan di dalamnya, dan tidak ada pengikut yang bukan orang percaya yang bercampur di antara para anggotanya—maka akan menjadi gereja yang sejati, dan juga akan melihat hasil terbaik bagi kehidupan bergereja. Bukankah ini akan menjadi langkah besar menuju terwujudnya kerajaan Kristus? Gereja yang murni seperti ini akan sangat bermanfaat bagi penyebaran Injil kerajaan, karena semua orang akan memiliki kenyataan kebenaran, dapat memberikan kesaksian tentang Tuhan, dan disempurnakan sebagai umat Tuhan, serta tidak akan ada lagi orang jahat yang menyebabkan gangguan. Tentu saja, gereja seperti ini akan menjadi gereja yang paling diberkati. Oleh karena itu, pembersihan gereja merupakan bidang pekerjaan yang paling berarti dan dilakukan sepenuhnya agar lingkungan tempat umat pilihan Tuhan melaksanakan tugas mereka menjadi lebih damai, dan terbebas dari gangguan orang jahat. Selain itu, rumah Tuhan tidak mendukung orang yang bermalas-malasan dan tidak berguna, serta tidak mendukung para benalu yang menikmati kenyamanan dan makan roti hingga kenyang. Siapa saja yang sama sekali tidak melaksanakan tugasnya dan mengganggu serta memengaruhi orang lain dalam melaksanakan tugasnya, dan siapa saja yang membuat komentar yang tidak bertanggung jawab, ikut campur, dan tidak melakukan pekerjaan yang semestinya di gereja, juga harus dikeluarkan. Segala macam orang kini telah sepenuhnya disingkapkan, pekerjaan pembersihan gereja sangat penting, dan harus dilakukan secara menyeluruh dan baik. Semua orang jahat, antikristus, pengikut yang bukan orang percaya, orang yang tidak berguna, dan para benalu yang telah disingkapkan ini adalah orang-orang yang dibenci dan ditolak oleh Tuhan, dan mereka tidak dapat diselamatkan. Jika gereja tidak melakukan pekerjaan pembersihan, maka ini akan berdampak terhadap pekerjaan penyebaran Injil. Oleh karena itu, pekerjaan pembersihan gereja merupakan bidang pekerjaan penting yang sangat perlu dilakukan dengan baik saat ini. Hanya para pemimpin dan pekerja yang dapat melakukan pekerjaan pembersihan gereja dengan baik yang layak dibina dan dapat terus menjadi pemimpin dan pekerja. Setiap pemimpin atau pekerja yang menghalangi pekerjaan pembersihan gereja adalah batu sandungan dan rintangan, dan umat pilihan Tuhan harus mengungkapkan dan melaporkan mereka. Para pemimpin dan pekerja di semua tingkatan harus terlebih dahulu mengeluarkan dan menyelesaikan semua batu sandungan dan rintangan terhadap pekerjaan gereja—ini sesuai dengan maksud Tuhan. Hanya dengan cara inilah berbagai bidang pekerjaan gereja dapat berjalan dengan lancar, dan gereja dapat melaksanakan kehendak Tuhan sehingga Tuhan dapat memperoleh segala kemuliaan.
VIII. Urusan Eksternal
Bidang kedelapan, urusan eksternal. Pekerjaan urusan eksternal bukanlah pekerjaan besar, dan juga bukan pekerjaan kecil. Dalam pengaturan kerja rumah Tuhan, ada beberapa prinsip mengenai urusan eksternal. Salah satunya adalah mempelajari hukum setempat dan peraturan daerah spesifik. Artinya, apa pun yang dilakukan oleh gereja di suatu tempat, engkau harus terlebih dahulu mempelajari hukum setempat—ini salah satu prinsipnya. Prinsip lainnya adalah, ketika engkau menghadapi masalah yang berkaitan dengan urusan eksternal yang tidak kaupahami atau tidak jelas, engkau harus berkonsultasi dengan pengacara dan profesional hukum yang relevan, dan tidak membuat penilaian sendiri yang tidak berdasar; engkau harus membuat rencana spesifik untuk menangani masalah sesuai dengan kondisi nasional yang berbeda di berbagai negara. Jadi, bagaimana rencana ini bisa terlaksana? Engkau harus mengikuti apa yang dikatakan pengacara dan membiarkan pengacara itu yang mengambil keputusan—jangan membuat penilaian atau mengambil keputusan yang sewenang-wenang. Kondisi nasional, kebijakan, hukum, dan peraturan berbeda-beda di setiap negara, jadi jangan bertindak berdasarkan imajinasimu. Sebagai contoh, katakanlah engkau melihat seseorang dirampok di jalan di Tiongkok. Hukum di Tiongkok menetapkan bahwa setiap orang yang lewat dan menyaksikan hal ini dapat dengan berani campur tangan. Pertama-tama, tangkap pencurinya, lalu serahkan ke polisi. Jika melakukan hal ini, engkau akan menjadi pahlawan, tidak perlu memikul tanggung jawab hukum apa pun, dan sudah sepatutnya dipuji. Ini adalah situasi dan sistem nasional di Tiongkok, dan merupakan semacam budaya tradisional di Tiongkok—orang Tionghoa menyebutnya dengan nama yang terdengar menyenangkan, yaitu "kebajikan tradisional". Namun, di negara-negara Barat, terutama di Amerika Serikat dan Kanada, jika saat melihat pencuri sedang mencuri sesuatu, engkau segera menahannya, dan menunggu polisi datang untuk menangkapnya, maka itu salah, itu melanggar hukum. Hal ini karena engkau hanyalah warga negara biasa dan bukan aparat penegak hukum, dan engkau tidak berhak menangkap siapa pun; hanya polisi yang berhak menangkap seseorang. Ketika melihat pencuri sedang mencuri sesuatu, engkau dapat melaporkannya kepada polisi, tetapi tidak boleh menangkap sendiri pencuri tersebut. Jika sembarangan menangkap pencuri, maka engkau bertindak secara ilegal—ini adalah hukum di negara-negara Barat. Tidaklah tepat untuk menerapkan "kebajikan tradisional" orang Tionghoa di negara-negara Barat; yang memiliki hukumnya sendiri. Jika engkau melihat seseorang terjatuh di jalan di suatu negara Barat, bagaimana hukum mengatur hal ini? Engkau harus menghampiri dan bertanya, "Apakah kau baik-baik saja? Apakah butuh bantuan?" Jika orang tersebut mengatakan bahwa dirinya tidak membutuhkan bantuan, maka engkau boleh pergi. Jika melihat seseorang terjatuh, tetapi engkau tidak menanyakan apakah mereka baik-baik saja atau memeriksa keadaan mereka, dan terus berjalan, maka engkau telah melanggar hukum. Jika engkau menghadapi situasi seperti itu di Tiongkok, itu mungkin saja penipuan, dan tidak akan terjadi apa-apa jika engkau mengabaikannya. Jika engkau bertanya, "Apakah kau baik-baik saja? Apakah butuh bantuan?", hal ini mungkin akan membuatmu repot, orang tersebut mungkin akan menipumu, dan engkau tidak akan pernah bisa menjalani kehidupan yang baik lagi. Apa yang dapat engkau semua ketahui dari kedua hal ini? Pendidikan di berbagai negara dan di antara berbagai ras sangatlah berbeda, begitu juga dengan lingkungan dan sistem sosialnya, dan, tentu saja, hukum dan peraturannya. Dalam hal pekerjaan urusan eksternal, di satu sisi, orang-orang yang melakukan pekerjaan ini perlu memahami secara akurat hukum, peraturan, dan ketentuan yang berkaitan dengan pekerjaan gereja, dan di sisi lain, mereka juga harus menyebarluaskan beberapa pengetahuan hidup umum atau ketentuan hukum yang perlu diketahui oleh saudara-saudari. Oleh karena itu, rumah Tuhan memiliki pengaturan kerja mengenai bidang pekerjaan ini yang menuntut mereka yang melakukannya untuk selalu terlebih dahulu berkonsultasi mengenai hukum dan peraturan pemerintah terkait dalam segala hal yang mereka lakukan. Terutama ketika menghadapi masalah yang sulit diselesaikan, mereka harus berkonsultasi dengan pengacara dan tidak begitu saja membuat penilaian sendiri atau merencanakan solusi sesuai dengan pemikiran dan logika orang Tionghoa—ini adalah tindakan yang bodoh dan tidak berdasar. Setelah memahami hal-hal ini, maka engkau seharusnya mengetahui signifikansi pekerjaan urusan eksternal, hasil apa yang ingin dicapai, serta betapa pentingnya bagi rumah Tuhan untuk membuat pengaturan kerja ini. Cakupan bidang pekerjaan ini tidak terlalu besar, sehingga sering kali cukup hanya dengan melibatkan personel yang mengerjakannya agar memperoleh pemahaman yang jelas mengenai pengaturan kerja tersebut. Jika itu adalah sesuatu yang perlu diketahui oleh saudara-saudari, maka bantulah mereka untuk mengerti dan memahaminya. Pekerjaan urusan eksternal juga sangat penting, karena tidak akan ada gunanya jika saudara-saudari tidak memahami hukum dan peraturan yang berkaitan dengan mereka yang tinggal dan bekerja di luar negeri. Rumah Tuhan memiliki pengaturan kerja spesifik mengenai apa yang dituntut dalam hal ini, dan hanya perlu melaksanakannya berdasarkan pengaturan kerja tersebut. Jika terjadi keadaan khusus, rumah Tuhan akan membuat beberapa solusi darurat. Jika suatu pekerjaan berkaitan dengan pekerjaan urusan eksternal, engkau harus berkonsultasi dengan personel urusan eksternal dan melihat pengaturan spesifik apa yang dimiliki oleh rumah Tuhan mengenai pekerjaan tersebut, jangan hanya mengandalkan imajinasimu dan mengambil tindakan yang tidak berdasar. Bertindak dengan cara seperti itu akan berpotensi menimbulkan masalah, dan akibatnya tidak terbayangkan. Pekerjaan urusan eksternal juga merupakan pekerjaan dengan satu tugas, sifatnya tidak rumit, dan engkau harus dapat menemukan sebagian besar hal-hal spesifik terkait pekerjaan dalam pengaturan kerja. Ketika orang pertama kali mulai melakukan pekerjaan urusan eksternal di luar negeri, hal ini dapat terasa agak rumit, tetapi setelah melakukannya untuk beberapa waktu, mereka menemukan pola dan metodenya, dan tidak lagi terlihat begitu rumit. Pada awalnya, orang Tionghoa yang pergi ke luar negeri dilaporkan karena membuang sampah sembarangan, tidur terlalu larut malam, bangun terlalu pagi, mengganggu orang lain dengan anjing mereka yang sering menggonggong, menggantung pakaian di balkon, dan parkir sembarangan—mereka dilaporkan karena banyak hal. Pada akhirnya, mereka dilaporkan berkali-kali, polisi selalu mendatangi rumah mereka untuk memberikan bimbingan, dan setelah sekian lama berlalu, barulah mereka menyadari bahwa dirinya berada di luar negeri dan bukan di Tiongkok. Sedikit demi sedikit, mereka menjadi waspada, mulai memiliki kesadaran akan hukum dan memahami beberapa aturan mengenai kehidupan, pekerjaan, cara mengemudi, dan sebagainya. Ketika orang Tionghoa pertama kali pergi ke luar negeri, mereka hanya memahami beberapa etika dasar tentang cara berperilaku dan tidak mempunyai pengetahuan dasar tentang sebagian besar masalah hukum; mereka seperti hewan liar, tanpa sedikit pun kesadaran akan hukum. Setelah beberapa tahun, mereka memperoleh pengetahuan dan memahami beberapa aturan, seolah-olah mereka telah dijinakkan, dan sedikit membaik.
IX. Kesejahteraan Gereja
Bidang kesembilan, kesejahteraan gereja. Rumah Tuhan sebelumnya telah membuat pengaturan kerja mengenai kesejahteraan gereja, dan jika mereka yang melaksanakan tugasnya secara penuh waktu atau keluarga mereka membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup, para pemimpin gereja harus menyelesaikan masalah ini. Rencana dan prinsip pelaksanaan spesifik dapat ditemukan dalam pengaturan kerja ini, dan rumah Tuhan telah memberikan pernyataan dan ketentuan spesifik. Mengenai saudara-saudari yang telah dipenjara karena kepercayaan mereka kepada Tuhan, sehingga menyebabkan kesulitan bagi kehidupan sehari-hari keluarga mereka; orang tua yang melaksanakan tugasnya untuk waktu yang lama jauh dari rumah dan tidak memiliki siapa pun untuk menjaga anak-anaknya; dan saudara-saudari yang sakit yang telah melaksanakan tugas mereka selama bertahun-tahun, gereja harus memberikan bantuan dan penyelesaian untuk kesulitan ini dan kesulitan-kesulitan lainnya. Ada keadaan khusus yang berkaitan dengan bidang pekerjaan ini, yaitu ketika keluarga tertentu memenuhi persyaratan untuk menjadi tuan rumah bagi saudara-saudari di rumah mereka, tetapi tidak memiliki sumber pendapatan—bagaimana cara mereka menangani biaya untuk menjadi tuan rumah bagi saudara-saudari? Ini termasuk dalam pekerjaan kesejahteraan gereja. Ketentuan mengenai hal ini dapat ditemukan dalam pengaturan kerja, atau para pemimpin dan pekerja dapat mendistribusikan sumber daya gereja secara wajar sesuai dengan situasi setempat untuk melakukan pekerjaan menjadi tuan rumah—gereja memiliki ketentuan spesifik untuk semua hal ini. Jika terdapat keadaan khusus di luar lingkup ketentuan spesifik ini, maka para pemimpin dan pekerja dapat mempersekutukan dan mendiskusikan hal tersebut, dan membuat pengaturan yang konkret dan masuk akal berdasarkan standar kehidupan normal di daerah tersebut. Meskipun ini bukan bidang pekerjaan berskala besar, dan juga bukan tugas yang sangat penting, ini adalah pekerjaan yang termasuk dalam lingkup tanggung jawab para pemimpin dan pekerja, dan tidak dapat diabaikan. Jika tidak ada seorang pun yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan hidup atau bantuan keuangan, maka para pemimpin dan pekerja tidak perlu bersusah payah mencari orang yang membutuhkannya. Jika ada orang seperti itu, maka para pemimpin dan pekerja tidak boleh menghindarinya, apalagi mengabaikannya, berpangku tangan, atau berpura-pura tidak melihatnya. Mereka harus bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip—ini adalah tanggung jawab mereka.
X. Rencana Darurat
Bidang kesepuluh, rencana darurat. Rencana darurat menangani masalah-masalah khusus yang muncul di bagian mana pun dari pekerjaan rumah Tuhan. Terlepas dari apakah masalah yang sangat perlu diselesaikan itu muncul dalam pekerjaan penginjilan, atau pekerjaan administratif, atau pekerjaan profesional, atau jika suatu kasus yang melibatkan antikristus atau pemimpin palsu sedang ditangani, atau jika ada situasi khusus di mana orang yang telah disesatkan sedang dikenali, semua ini termasuk dalam kategori rencana darurat. Sebagai contoh, jika seseorang menyebabkan kekacauan dan gangguan, atau jika seorang antikristus bersikap sewenang-wenang layaknya diktator dan berusaha membangun kerajaannya sendiri, dan sebagainya, begitu rumah Tuhan mengetahui bahwa ada baiknya membuat pengaturan kerja untuk perencanaan spesifik terkait salah satu situasi ini, maka rumah Tuhan akan membuat penyampaian tertulis yang sesuai. Rencana darurat didasarkan pada situasi darurat tertentu yang terjadi di gereja pada saat itu, dan Yang di Atas membuat pengaturan kerja spesifik sesuai dengan beratnya keadaan, lalu mengeluarkan dan menyampaikannya. Rencana spesifik dapat berkaitan dengan bidang pekerjaan apa pun yang harus dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja, selama hal itu diatur oleh Yang di Atas dan para pemimpin dan pekerja dituntut untuk melaksanakannya oleh Yang di Atas, maka para pemimpin dan pekerja harus mengeluarkan dan melaksanakannya sesuai dengan pengaturan kerja Yang di Atas. Mereka tidak boleh bersikap sembrono mengenai pengaturan kerja ini. Ketika Yang di Atas membuat pengaturan kerja semacam ini, maka hal itu sama pentingnya dengan pekerjaan administratif atau pekerjaan profesional spesifik. Meskipun pengaturan kerja ini hanya bersifat sementara, para pemimpin dan pekerja harus tetap mengeluarkan, menyampaikan, melaksanakan, dan menindaklanjutinya seperti pengaturan kerja biasa, lalu memberikan pertanggungjawaban dan laporan kepada Yang di Atas—ini adalah tanggung jawab para pemimpin dan pekerja. Rencana darurat tidak ditujukan untuk bidang pekerjaan tertentu, artinya, kapan pun Yang di Atas akan memberikan tugas, membuat tuntutan, atau memberikan pengaturan kerja kepada para pemimpin di semua tingkatan di semua daerah, para pemimpin dan pekerja tidak boleh mengabaikan pekerjaan semacam ini. Karena ini adalah pengaturan kerja, dan dikeluarkan untuk para pemimpin di semua tingkatan dan semua daerah, maka ini adalah pekerjaan yang termasuk dalam lingkup tanggung jawab para pemimpin dan pekerja. Para pemimpin dan pekerja tidak boleh berpangku tangan atau menggolongkan pekerjaan berdasarkan ruang lingkupnya, atau apakah pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab mereka atau bukan, atau berspekulasi mengenai sikap dan urgensi Yang di Atas dalam pengaturan kerja untuk menentukan apakah perlu segera melaksanakannya atau tidak. Hal-hal seperti itu tidak boleh terjadi, sebaliknya, para pemimpin dan pekerja harus melakukan pekerjaan tersebut sebagaimana mereka melakukan pekerjaan biasa, dan menyelesaikan serta memperlakukannya sebagai tugas dan amanat yang penting—ini adalah tanggung jawab para pemimpin dan pekerja. Ada rencana darurat dalam keadaan khusus, dan ini adalah pekerjaan yang dilakukan dalam konteks khusus. Ketika terjadi hal-hal tertentu yang bersifat spesifik dan khusus, Yang di Atas akan menggunakan konteks dan peristiwa ini untuk mengajak para pemimpin dan pekerja atau saudara-saudari memanfaatkan kesempatan ini untuk menilai orang-orang dan segala sesuatu menggunakan kebenaran dalam cara yang lebih nyata, belajar cara mengetahui yang sebenarnya mengenai orang-orang dan berbagai hal, dan memperoleh pemahaman yang lebih besar akan kebenaran. Tujuan melakukan hal ini adalah agar orang-orang mampu menilai pemimpin palsu dan antikristus. Selain itu, hal ini dilakukan agar saudara-saudari dapat memiliki lingkungan yang tenang, sesuai, dan bebas gangguan untuk kehidupan bergereja mereka. Di sisi lain, hal ini dilakukan agar orang dapat segera mempelajari berbagai pelajaran dan menerima pelatihan; setelah dilatih sekali dengan cara ini, orang akan membuat kemajuan yang luar biasa dalam hidupnya. Inilah cara Yang di Atas melatih para pemimpin dan pekerja di semua tingkatan serta saudara-saudari, khususnya mereka yang mengejar kebenaran. Tidak ada sedikit pun niat jahat, Yang di Atas tidak menyiksa orang, atau membesar-besarkan sesuatu yang sepele. Meskipun ini adalah rencana darurat, yang merupakan pengaturan kerja sementara, rencana ini tetap penting dan berharga, dan Aku berharap para pemimpin dan pekerja di semua tingkatan serta saudara-saudari dapat memahami hal ini dan menyikapinya dengan benar.
Kita telah menjabarkan total 10 bidang pengaturan kerja, dan pada dasarnya, sekarang, Aku telah selesai mempersekutukan ke-10 bidang ini. Aku belum mempersekutukannya secara mendetail, tetapi apa yang telah Kupersekutukan sudah cukup agar engkau semua mampu mengerti dan memahami apa sebenarnya pengaturan kerja dan pekerjaan spesifik apa yang dilakukan oleh rumah Tuhan. Di sisi lain, engkau telah dimampukan untuk memahami apa yang sebenarnya Tuhan lakukan di gereja dan di antara mereka yang telah Dia pilih melalui bidang-bidang spesifik ini. Pekerjaan rumah Tuhan tidak terlibat dalam suatu usaha, atau politik, atau hak asasi manusia, dan juga tidak terlibat dalam kegiatan komersial apa pun; bidang pekerjaan yang dilakukan oleh rumah Tuhan adalah apa yang terdapat dalam pengaturan kerja. Jadi, beberapa partai penguasa dan lembaga sosial selalu melacak, meneliti, dan menyelidiki apa yang terjadi dengan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, dan mungkin dengan menyelidiki hal ini—melalui video dan situs web rumah Tuhan yang dilihat—mereka telah mengonfirmasi bahwa Gereja Tuhan Yang Mahakuasa adalah iman sejati, dan tidak terlibat dalam kegiatan politik negara mana pun. Gereja Tuhan Yang Mahakuasa telah menderita penindasan dan serangan yang kejam dari PKT selama bertahun-tahun, tetapi tetap saja terus memberitakan Injil dan memberikan kesaksian tentang Tuhan, dan telah mengunggah firman Tuhan, kebenaran, dan segala macam video kesaksian secara daring, membawa manfaat yang begitu besar dan berlimpah bagi masyarakat manusia dan sepenuhnya membuktikan bahwa Tuhan terus-menerus mengungkapkan kebenaran dan menyelamatkan umat manusia di akhir zaman. Mereka terus-menerus meneliti, dan apa hasil yang mereka dapatkan dari penelitiannya? Tidakkah mereka sangat kecewa? Mereka bahkan merenungkan temuan apa yang dapat mereka manfaatkan agar bisa menyematkan label "aliran sesat" pada gereja kita, dan mengecap gereja sebagai antipartai dan antinegara. Namun, sekarang, mereka menyadari bahwa mereka tidak dapat melakukan hal ini—dilihat dari pengaturan kerja yang dikeluarkan oleh gereja selama bertahun-tahun, mereka tidak memiliki cara untuk menyematkan label-label ini pada gereja, dan penelitian mereka selama ini sia-sia. Hal ini sama seperti ketika orang Yahudi mempelajari Tuhan Yesus pada zaman dahulu. Para ahli Taurat, orang Farisi, dan pejabat tinggi pemerintah mempelajari apa yang Tuhan Yesus katakan dan lakukan, dan menemukan bahwa tidak ada satu pun yang dilakukan-Nya yang melanggar hukum atau politik, bahwa semua yang Tuhan Yesus katakan dan lakukan adalah benar, merupakan kebenaran, dan sepenuhnya sesuai dengan Kitab Suci, dan pada akhirnya mereka kecewa. Dunia keagamaan kini melihat bahwa rumah Tuhan memproduksi lebih banyak film dan video kesaksian pengalaman, dan terutama, buku serta bacaan firman Tuhan makin bertambah jumlahnya, jadi apa yang mereka pikirkan? Jika mereka tidak dapat melihat bahwa semua hal ini berasal dari Tuhan, maka mereka sungguh sangat bodoh! Apa yang berasal dari Tuhan pasti berkembang—inilah hasil pekerjaan Roh Kudus, dan tak seorang pun dapat menyembunyikannya. Firman Tuhan kini telah menyebar ke seluruh dunia dan kebenaran yang diungkapkan-Nya terbentang di hadapan seluruh umat manusia; penampakan dan pekerjaan Tuhan mengalir dengan penuh kuasa, tidak ada bangsa atau kekuatan yang dapat menentangnya. Naga merah yang sangat besar telah dipermalukan dan dikalahkan! Tidak peduli bagaimana dunia keagamaan mengutuknya, mereka tidak dapat menentang pekerjaan Tuhan, dan pada akhirnya, mereka hanya dapat disingkirkan dan ditenggelamkan oleh gelombang pasang pekerjaan Tuhan.
Sekarang, Aku telah selesai mempersekutukan bidang-bidang pengaturan kerja. Bukankah apa yang telah Kupersekutukan adalah semua pekerjaan yang dilakukan oleh rumah Tuhan? Pekerjaan ini adalah apa yang engkau semua lihat dengan matamu, dengar dengan telingamu, dan apa yang engkau semua alami dan hargai secara pribadi—tidak ada yang bersifat rahasia. Naga merah yang sangat besar memiliki semua pengaturan kerja gereja selama bertahun-tahun—pengaturan kerja yang mereka miliki banyak dan komprehensif. Mereka mempelajarinya setiap hari, dan terus-menerus mempelajari hingga akhirnya mencapai kesimpulan ini: "Jika orang-orang ini terus-menerus menyebarkan firman Tuhan dan memberikan kesaksian tentang pekerjaan Tuhan dengan cara ini, maka itu akan sangat buruk! Semua orang-orang ini harus dibasmi, dan mereka tidak boleh diberi ampun meskipun melarikan diri ke luar negeri." Engkau tahu, setan tidak sama dengan orang rusak biasa—mereka akan melawan Tuhan hingga titik akhir. Jika orang rusak biasa melihat kesaksian dari gereja, mereka dapat memahaminya, menganggap hal itu bernalar, dan tidak akan terlibat dalam penganiayaan apa pun. Namun, Iblis dan setan tidak seperti ini. Ketika melihatmu mengikuti dan memberikan kesaksian tentang Tuhan, mereka membencimu, ingin membunuhmu, dan tidak mengizinkanmu untuk hidup. Jika engkau tidak melakukan apa yang mereka katakan dan tidak menyembah mereka, maka mereka tidak akan pernah selesai denganmu, dan tidak akan membiarkanmu hidup. Mereka akan memburumu sampai mati ke mana pun engkau pergi; sekalipun pergi ke ujung bumi, mereka tetap tidak akan melepaskanmu. Inilah yang dilakukan oleh naga merah yang sangat besar. Ini adalah kejahatan Iblis, dan berbeda dengan manusia rusak biasa. Engkau harus memahami hal ini dengan jelas.
Cara Menyampaikan dan Melaksanakan Pengaturan Kerja secara Akurat
I. Cara Menyampaikan Pengaturan Kerja
Kesepuluh bidang pengaturan kerja ini adalah cakupan dan isi dari semua pekerjaan berbeda yang dilakukan Tuhan di gereja dan di antara umat pilihan Tuhan. Memahami isi dan cakupan pekerjaan ini membantu umat pilihan Tuhan untuk mengawasi para pemimpin dan pekerja dalam melakukan pekerjaan ini dengan baik. Di sisi lain, hal ini terutama membantu para pemimpin dan pekerja untuk mengerti dan memahami lingkup tanggung jawab mereka, dan pekerjaan yang harus mereka lakukan serta tanggung jawab yang harus mereka penuhi, dan untuk memiliki definisi yang akurat mengenai gelar "pemimpin dan pekerja." Apa saja tanggung jawab para pemimpin dan pekerja? Bagaimana seharusnya mereka hidup? Apakah mereka harus seperti para pejabat pemerintah? (Tidak.) "Pemimpin dan pekerja" bukanlah jabatan atau gelar resmi. Orang harus memahami apa itu pemimpin dan pekerja dari tugas yang dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja, dan amanat yang dipercayakan Tuhan kepada mereka serta standar dituntut-Nya dari mereka. Dengan cara ini, orang akan memiliki pemahaman yang cukup konkret tentang sebutan "pemimpin dan pekerja", dan menjadi lebih jelas tentang definisi pemimpin dan pekerja. Apa saja tanggung jawab yang setidaknya harus dipenuhi oleh para pemimpin dan pekerja? Mereka harus menyampaikan, mengeluarkan, dan melaksanakan secara akurat setiap pengaturan kerja sesuai dengan tuntutan rumah Tuhan, seperti yang disebutkan dalam butir kesembilan. Terlepas dari aspek apa pun yang berkaitan dengan pengaturan kerja, selama hal itu disampaikan melalui para pemimpin dan pekerja, yang harus mereka lakukan adalah menyampaikan pengaturan kerja tersebut kepada gereja-gereja secara terus-menerus tanpa ada penundaan, setelah mereka memiliki pemahaman yang sepenuhnya akurat tentang pengaturan kerja. Adapun bagi mereka yang menjadi sasaran penyampaian pengaturan kerja, jika rumah Tuhan menuntut pengaturan kerja disampaikan kepada para pemimpin dan pekerja di semua tingkatan, termasuk orang-orang di tingkat pengkhotbah, pemimpin gereja, dan diaken gereja, maka harus disampaikan hingga kepada orang-orang di tingkat ini, dan sampai di situ saja; jika pengaturan kerja harus disampaikan kepada setiap saudara-saudari, maka harus disampaikan kepada setiap saudara-saudari dengan ketat sesuai dengan tuntutan rumah Tuhan. Jika lingkungan tidak memungkinkan disampaikannya pengaturan kerja secara tertulis, dan jika hal itu dapat menimbulkan risiko keselamatan atau bahkan masalah yang lebih besar, maka isi penting dan utama dari pengaturan kerja tersebut harus disampaikan secara akurat kepada setiap orang secara lisan. Jadi, bagaimana hal ini harus dilakukan agar pengaturan kerja dapat dianggap telah disampaikan? Jika pengaturan kerja disampaikan secara tertulis, maka harus dipastikan bahwa setiap orang telah menerima, mengetahui, dan menanggapinya dengan serius; jika disampaikan secara lisan, maka setelah disampaikan, orang-orang harus ditanya berulang kali apakah mereka memahaminya dengan jelas dan mengingatnya, dan mereka bahkan dapat diminta untuk menyebutkan kembali pengaturan kerja tersebut—hanya dengan cara inilah pengaturan kerja dapat dianggap telah benar-benar disampaikan. Jika orang dapat menyebutkan kembali dan dengan jelas menyatakan apa saja prinsip-prinsip yang dituntut rumah Tuhan, dan apa saja isi spesifiknya, ini membuktikan bahwa pengaturan kerja telah disampaikan ke dalam pikiran mereka, bahwa mereka telah mengingat dan memahaminya dengan jelas. Baru pada saat itulah pengaturan kerja dapat dianggap telah benar-benar disampaikan. Jika kondisi, lingkungan, dan faktor-faktor lainnya sesuai untuk menyampaikan pengaturan kerja secara tertulis, maka mutlak harus disampaikan secara tertulis; jika tidak dapat disampaikan secara tertulis karena lingkungannya tidak memungkinkan dan harus disampaikan secara lisan, maka harus dipastikan bahwa apa yang disampaikan secara lisan sama dengan pengaturan kerja, bahwa isinya tidak menyimpang, dan tidak ada pemahaman pribadi yang ditambahkan ke dalamnya, dan berkaitan dengan teks aslinya—hanya dengan cara inilah pengaturan kerja dapat dianggap telah disampaikan dengan benar dan akurat. Pengaturan kerja harus disampaikan sepenuhnya sesuai dengan kata-kata spesifiknya; tidak boleh disampaikan dengan cara yang tidak bertanggung jawab atau dengan penafsiran yang menyimpang atau tidak masuk akal berdasarkan pemahaman dan imajinasi pribadi orang. Dalam hal menyampaikannya secara akurat, orang harus memahami tingkat ketegasan dalam menyampaikan pengaturan kerja; yaitu, penyampaiannya harus dilakukan secara akurat. Sebagian orang berkata, "Apakah kita harus menyampaikannya dengan tepat?" Tidak, tidak perlu seperti itu. Ketepatan adalah hal yang dituntut dari perangkat; jika orang bisa menyampaikannya secara akurat, mereka akan melakukannya dengan cukup baik. Sebagai contoh, mengenai kehidupan bergereja, pengaturan kerja rumah Tuhan menuntut umat pilihan Tuhan untuk makan dan minum firman Tuhan tentang mengenal Tuhan—apakah ini mudah disampaikan? (Ya.) Pengaturan kerja memberikan lingkup kepada orang-orang, dan mereka dapat membaca semua firman Tuhan yang relevan ini. Namun, jika seseorang salah menafsirkan pengaturan kerja, menambahkan pemahaman, gagasan, serta imajinasi pribadinya, dan menyampaikan beberapa kata tambahan, bukankah ini berarti mereka telah menyimpang dari pengaturan kerja? Apakah mereka menyampaikan pengaturan kerja secara akurat? (Tidak.) Mereka menyampaikan pengaturan kerja dengan memberikan tambahan sendiri—ini omong kosong belaka. Orang harus membaca setiap pengaturan kerja yang berasal dari Yang di Atas beberapa kali dan memahami dengan jelas makna yang benar, pentingnya mengeluarkan pengaturan kerja ini, dan hasil apa yang ingin dicapai, lalu mencari cara yang benar untuk menerapkan bidang pekerjaan spesifik yang diatur oleh Yang di Atas agar tidak membuat kesalahan apa pun. Menyampaikan pengaturan kerja setelah hal-hal ini dipersekutukan dan dipahami akan sepenuhnya akurat. Hal yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah menyampaikan pengaturan kerja dari para pemimpin dan pekerja di area pastoral kepada para pemimpin dan pekerja lainnya di semua tingkat lainnya, yang pada akhirnya akan menyampaikannya kepada pengawas setiap tim di setiap gereja. Kemudian, pengaturan kerja rumah Tuhan harus dipersekutukan beberapa kali dalam pertemuan agar semua umat pilihan Tuhan memahaminya dan tahu cara menerapkannya—baru setelah efek ini tercapai, pengaturan kerja dapat dianggap telah disampaikan. Pengaturan kerja harus disampaikan sesuai dengan metode dan lingkup yang dituntut oleh rumah Tuhan. Tentu saja, isi yang disampaikan harus akurat dan bebas dari kesalahan. Pemimpin dan pekerja tidak boleh sembarangan menafsirkannya dan menambahkan gagasan mereka sendiri—itu bukanlah menyampaikannya secara akurat, dan itu merupakan kegagalan untuk memenuhi tanggung jawab mereka sebagai pemimpin atau pekerja. Beginilah cara menyampaikan dan melaksanakan pengaturan kerja secara akurat harus dipahami.
Apa yang harus dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja jika mereka masih belum yakin tentang cara menyampaikan pengaturan kerja secara akurat? Ada metode yang sangat sederhana dan mudah untuk hal ini. Setelah para pemimpin dan pekerja menerima pengaturan kerja, mereka harus terlebih dahulu mempersekutukan pengaturan kerja dengan para pemimpin dan pekerja lainnya, melihat berapa banyak bidang spesifik yang dituntut oleh Yang di Atas untuk pengaturan kerja ini, dan membuat daftarnya satu per satu. Kemudian, berdasarkan pengaturan kerja ini, mereka harus mempertimbangkan situasi nyata dari gereja setempat, seperti keadaan pekerjaan penginjilan, berbagai jenis pekerjaan profesional, dan kehidupan bergereja, serta kualitas dan keadaan keluarga dari segala macam orang yang berbeda, dan sebagainya, dengan menggabungkan semua hal ini untuk melihat bagaimana bagian-bagian pekerjaan ini harus dilaksanakan. Melalui persekutuan, semua pemimpin dan pekerja harus mencapai pemahaman yang sama dan akurat tentang pengaturan kerja, dan memiliki metode yang sesuai untuk menyampaikannya—hanya dengan cara ini pengaturan kerja akan disampaikan secara akurat. Jika pemimpin atau pekerja menerima pengaturan kerja dan, tanpa mengetahui apa yang secara spesifik diperlukan, begitu saja mengumpulkan saudara-saudari dan mengeluarkan serta menyampaikannya, apakah ini tepat? Hasilnya adalah satu atau dua bulan setelah pengaturan kerja disampaikan, terdapat penyimpangan dalam cara pelaksanaannya di setiap gereja, dan baru setelah pemimpin atau pekerja mencermatinya, mereka mengetahui bahwa pengaturan kerja tersebut telah disampaikan dengan penyimpangan. Tidak masalah jika pemimpin atau pekerja pada saat itu sungguh-sungguh membaca dan mempersekutukan pengaturan kerja, tetapi karena mereka bermalas-malasan dan bersikap asal-asalan untuk sesaat, mereka menyebabkan adanya banyak kesalahan dan penyimpangan dalam pekerjaan gereja, yang kemudian harus mereka perbaiki. Ini menambah langkah ekstra yang tidak perlu dan membuang-buang waktu. Akan lebih baik jika mereka langsung mempersekutukan pengaturan kerja dengan jelas, lalu menyampaikan dan melaksanakannya satu per satu. Bukankah salah jika pekerjaan tidak dilakukan dengan baik? (Benar.) Oleh karena itu, ada langkah-langkah untuk menyampaikan pengaturan kerja secara akurat. Para pemimpin dan pekerja harus terlebih dahulu memiliki pemahaman yang benar dan pengertian yang akurat tentang isi spesifik dari pengaturan kerja, lalu mereka harus memiliki rencana pelaksanaan dan metode pelaksanaan yang spesifik, serta menargetkan orang-orang untuk pelaksanaannya di benak mereka—hanya dengan cara ini pengaturan kerja dapat disampaikan secara akurat. Apakah tepat jika para pemimpin dan pekerja begitu saja mengeluarkan dan menyampaikan pengaturan kerja jika mereka tidak memiliki pemahaman yang lengkap tentang hal itu, hanya terlihat seolah-olah memahaminya, tidak mengerti dengan jelas dan samar-samar mengetahuinya, atau sama sekali tidak memahami tuntutan dan isi spesifik di dalamnya? (Tidak.) Apakah para pemimpin dan pekerja seperti itu dapat melakukan pekerjaan dengan baik? Tentu saja tidak. Jadi, dalam situasi di mana saudara-saudari tidak mengetahui apa saja standar dan prinsip spesifik yang dituntut dalam pengaturan kerja, atau bagaimana melakukannya dengan benar, para pemimpin dan pekerja telah memiliki pemahaman yang akurat tentang pengaturan kerja, serta rencana dan langkah konkret untuk melaksanakannya—hanya dengan cara ini para pemimpin dan pekerja dapat melakukan langkah pertama, yaitu menyampaikan pengaturan kerja. Setelah pengaturan kerja disampaikan, dan semua saudara-saudari secara akurat memahami isi pengaturan kerja, serta memiliki sejumlah pengetahuan tentang arti penting, nilai, dan standar rumah Tuhan dalam melakukan pekerjaan ini, maka para pemimpin dan pekerja harus segera mempersekutukan cara mendistribusikan orang dan bagian pekerjaan spesifik, serta rencana spesifik terkait siapa yang akan melaksanakan dan melakukan pekerjaan ini—inilah langkah-langkah untuk melakukan pekerjaan. Apa pendapatmu tentang menindaklanjuti pekerjaan dengan cara ini? Apakah cara ini dapat dianggap menindaklanjuti pekerjaan dengan teliti? Apakah cara ini menindaklanjuti pekerjaan dengan segera? (Ya.)
II. Cara Melaksanakan Pengaturan Kerja
Setelah para pemimpin dan pekerja menerima pengaturan kerja bukan berarti mereka hanya perlu menyampaikan dan mengeluarkannya, lalu selesai. Apakah pengaturan kerja dapat dianggap telah dilaksanakan setelah umat pilihan Tuhan di setiap gereja mengetahui bahwa pengaturan kerja tersebut telah dikeluarkan? Ini bukan benar-benar melakukan atau melaksanakan pengaturan kerja, ini bukan memenuhi tanggung jawab mereka, dan juga bukan standar yang pada akhirnya dituntut oleh Tuhan. Menyampaikan dan mengeluarkan pengaturan kerja bukanlah tujuannya—melaksanakan pengaturan kerja adalah tujuannya. Jadi, bagaimana pengaturan kerja harus dilaksanakan secara spesifik? Para pemimpin dan pekerja harus memanggil semua pengawas terkait dan saudara-saudari untuk berkumpul, dan bersekutu dengan mereka tentang bagaimana pekerjaan harus dilakukan, sambil memilih pengawas utama dan anggota tim untuk melakukan pekerjaan tersebut. Hal pertama yang harus dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja ketika melaksanakan pekerjaan adalah persekutuan—bersekutu tentang bagaimana melakukan pekerjaan sesuai dengan prinsip-prinsip dan pengaturan kerja dari rumah Tuhan ini, dan bagaimana melakukannya sedemikian rupa sehingga pengaturan kerja dari rumah Tuhan ini dilaksanakan dan dilakukan. Saat melakukan persekutuan, saudara-saudari serta para pemimpin dan pekerja harus mengusulkan berbagai rencana, dan akhirnya memilih cara, metode, dan langkah-langkah yang paling cocok dan sesuai dengan prinsip-prinsip, memutuskan apa yang harus dilakukan terlebih dahulu, dan apa yang harus dilakukan selanjutnya, sehingga pekerjaan dapat berjalan secara teratur. Setelah hal ini dipahami secara teoretis, ketika orang tidak lagi memiliki kesulitan atau imajinasi apa pun, tidak lagi merasakan adanya pertentangan apa pun terhadap pekerjaan ini, dan dapat memahami makna dan tujuan dari pengaturan kerja rumah Tuhan ini, pekerjaan tersebut masih belum dapat dianggap telah dilaksanakan. Harus diputuskan pula siapa yang paling cocok dan terampil dalam pekerjaan ini, siapa yang dapat memikul tanggung jawab pekerjaan ini, dan siapa yang memiliki kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Orang-orang yang akan melakukan pekerjaan ini harus dipilih, rencana pelaksanaan dan batas waktu penyelesaian harus ditetapkan, dan sumber daya, bahan, dan hal-hal lain yang diperlukan agar pekerjaan dapat diselesaikan harus dipersiapkan dan dinyatakan dengan jelas—baru pada saat itulah pekerjaan dapat dianggap telah dilaksanakan. Tentu saja, sebelum pelaksanaan, perlu juga dilakukan penyampaian dan diskusi spesifik dengan orang-orang yang bertanggung jawab atas pekerjaan ini secara individual, menanyakan apakah mereka pernah melakukan pekerjaan ini sebelumnya dan apa pandangan serta pemikiran mereka tentang hal tersebut. Jika mereka memberikan beberapa rencana dan pemikiran yang sesuai dengan prinsip-prinsip, maka hal ini dapat diadopsi. Selain itu, dalam melaksanakan setiap pekerjaan, perlu juga menemukan berapa banyak masalah yang sebenarnya ada—langkah ini tidak boleh diabaikan. Setelah masalah ditemukan, harus dipikirkan cara untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan cepat, dan setelah menyelesaikan semua masalah yang ada secara menyeluruh, barulah pengaturan kerja dapat benar-benar dilaksanakan. Lagi pula, bukankah engkau juga harus mencari cara untuk melakukan pekerjaan ini yang sesuai dengan prinsip-prinsip yang dituntut dari rumah Tuhan? Selain itu, apakah rumah Tuhan memiliki tuntutan terkait waktu untuk pekerjaan ini, berapa lama jangka waktu pekerjaan ini harus diselesaikan, apakah ada ketentuan konkret mengenai keterampilan profesional, dan sebagainya, merupakan topik-topik yang harus dipersekutukan oleh para pemimpin dan pekerja dengan para pengawas terkait. Inilah pelaksanaan. Pelaksanaan tidak berakhir dengan penyampaian lisan atau teori, tetapi melibatkan kemajuan nyata dari pekerjaan terkait, serta masalah dan kesulitan spesifik tertentu yang perlu diselesaikan. Inilah semua hal yang harus dipertimbangkan oleh para pemimpin dan pekerja ketika melaksanakan pengaturan kerja dengan pengawas. Maksudnya, sebelum melakukan pekerjaan spesifik ini, para pemimpin dan pekerja harus melakukan persekutuan, analisis, dan diskusi semacam ini dengan para pengawas—inilah pelaksanaan. Pelaksanaan ini merupakan tanggung jawab para pemimpin dan pekerja, dan inilah yang harus dicapai oleh para pemimpin dan pekerja. Menerapkan dengan cara ini berarti melakukan pekerjaan nyata. Misalkan pemimpin berkata, "Saat ini, aku juga tidak tahu cara melakukan pekerjaan ini. Bagaimanapun, aku telah menyerahkannya kepadamu. Aku juga telah menyampaikan dan mengeluarkan pengaturan kerja kepadamu, dan aku telah memberitahumu semua hal terkait. Mengenai apakah kautahu cara melakukannya atau tidak, bagaimana engkau melakukannya, apakah engkau melakukannya dengan baik atau buruk, dan berapa lama waktu yang kaubutuhkan, itu semua terserahmu. Hal-hal ini tidak ada hubungannya denganku. Dengan melakukan pekerjaan sebanyak ini, aku telah memenuhi tanggung jawabku." Apakah ini sesuatu yang seharusnya dikatakan oleh para pemimpin dan pekerja? (Tidak.) Jika pemimpin mengatakan hal ini, orang macam apakah mereka? Mereka adalah pemimpin palsu. Setiap kali Yang di Atas memiliki tuntutan dan perlu melakukan pekerjaan sesuai dengan pengaturan kerja, orang semacam ini sepenuhnya memaksakan kepada orang lain, dengan berkata, "Kau saja yang melakukannya, aku tidak tahu caranya. Lagi pula, kau sudah mengerti semuanya. Kau orang ahli, aku orang awam." Ini adalah "ungkapan terkenal" yang sering diucapkan oleh para pemimpin palsu; mereka mencari-cari alasan lalu menyelinap pergi.
Singkatnya, para pemimpin palsu tidak bertanggung jawab dalam pekerjaan mereka. Terlepas dari apakah kualitas mereka tinggi atau rendah, atau apakah mereka sanggup melakukan pekerjaan atau tidak, pokoknya mereka tidak penuh perhatian, tidak bersungguh-sungguh, dan selalu bersikap asal-asalan. Ini adalah perwujudan dari sikap tidak bertanggung jawab. Misalkan ada pemimpin atau pekerja yang kurang memiliki kualitas dan pengalaman, tetapi mereka dapat bekerja dengan penuh perhatian dan bersungguh-sungguh. Meskipun hasil yang mereka capai dalam pekerjaannya termasuk biasa saja, setidaknya, mereka adalah orang yang bertanggung jawab, bersungguh-sungguh dalam bekerja, dan memberikan yang terbaik. Hanya karena kualitas dan tingkat pertumbuhannya yang kurang, mereka tidak melakukan pekerjaan dengan baik. Jika nantinya mereka benar-benar menjadi kompeten dalam pekerjaan mereka setelah melatih diri selama beberapa waktu, maka pemimpin semacam ini harus terus dibina. Jika pemimpin tidak memiliki sedikit pun hati nurani atau nalar, hanya berpegang pada jabatannya, dan menikmati manfaat yang diperoleh dari status, tetapi sama sekali tidak melakukan pekerjaan nyata, maka mereka adalah pemimpin palsu sejati dan harus segera diberhentikan. Mereka pun tidak akan pernah lagi diizinkan untuk dipromosikan atau digunakan. Pemimpin sejati yang bertanggung jawab mencurahkan segenap kemampuan dalam pekerjaan mereka—mereka mendedikasikan pikiran untuk pekerjaan, mencari berbagai cara untuk melaksanakan amanat Tuhan, dan mengerahkan upaya terbaik mereka—dengan cara ini, mereka memenuhi tanggung jawab mereka. Sambil melaksanakan pengaturan kerja rumah Tuhan, para pemimpin yang bertanggung jawab juga akan mengamati dan menindaklanjuti status pelaksanaannya. Ketika terjadi situasi yang tidak terduga, mereka akan mampu mengambil tindakan tanggap dan solusi, alih-alih menyelinap pergi dan lepas tangan dari masalah tersebut. Melaksanakan pekerjaan dengan cara ini disebut bertanggung jawab. Ketika pengaturan kerja dikeluarkan, para pemimpin dan pekerja harus menganggapnya sebagai pekerjaan yang paling penting saat itu, dan bertanggung jawab atasnya; mereka harus menindaklanjutinya sendiri, bertanggung jawab atasnya dari awal hingga akhir, dan baru melepaskan pekerjaan itu setelah berada di jalur yang benar, dan para pemimpin masing-masing tim tahu cara melakukannya. Namun, setelah melepaskannya, para pemimpin dan pekerja masih perlu memahami status pekerjaan dan memeriksanya dari waktu ke waktu, hanya dengan cara ini dapat dipastikan bahwa pekerjaan dilakukan dengan baik. Para pemimpin dan pekerja tidak meninggalkan jabatan mereka, bertahan dari awal hingga akhir, mengarahkan pekerjaan ke jalur yang benar—ini yang disebut dengan melakukan pekerjaan nyata. Selama waktu ini, para pemimpin dan pekerja juga perlu memperhatikan dan memeriksa kemajuan bidang pekerjaan lainnya. Apa pun kesulitan atau masalah yang muncul dalam pekerjaan, para pemimpin dan pekerja harus segera pergi ke lokasi kerja untuk memberikan arahan dan penyelesaian. Pemimpin utama harus berpegang teguh pada pekerjaan yang paling penting, dan pada saat yang sama, mereka juga perlu menindaklanjuti, memahami, memeriksa, dan mengawasi pekerjaan lain di gereja serta memastikan bahwa semuanya berjalan dengan normal. Untuk pekerjaan yang paling penting, pemimpin utama harus bekerja langsung di lokasi dan mengambil alih kendali pekerjaan ini, dan terutama ketika menyangkut bagian pekerjaan yang penting, mereka tidak boleh meninggalkan lokasi kerja. Jika satu orang tidak cukup, orang lain harus diatur untuk bermitra dengan mereka dan mengarahkan pekerjaan—ini adalah melakukan segala upaya dan bersatu dengan tujuan yang sama untuk melakukan pekerjaan yang penting dengan baik. Karena rumah Tuhan memiliki bagian pekerjaan yang paling penting di setiap tahapan dan periode waktu, jika pemimpin utama tidak melakukan pekerjaan yang penting dengan baik, berarti ada masalah dengan kualitasnya dan mereka harus diberhentikan. Pemimpin utama harus bertanggung jawab atas pekerjaan yang paling penting, sedangkan pemimpin lainnya melakukan hal yang sama untuk pekerjaan biasa; para pemimpin dan pekerja harus belajar cara memprioritaskan pekerjaan berdasarkan kepentingan dan urgensinya, serta cara menimbang pro dan kontra. Jika para pemimpin dan pekerja dapat menguasai prinsip-prinsip ini, berarti mereka memenuhi standar sebagai pemimpin dan pekerja.
Sebagian besar pemimpin dan pekerja di rumah Tuhan adalah kaum muda. Mereka adalah pemula dan sedang berlatih untuk melakukan pekerjaan, jadi hal yang paling penting bagi mereka adalah belajar menguasai prinsip-prinsip. Sebagian orang mungkin berkata, "Bukankah tuntutan yang dimiliki oleh rumah Tuhan bagi para pemimpin dan pekerja terlalu tinggi?" Sebenarnya, sama sekali tidak. Bagaimana menuntut orang untuk menguasai prinsip-prinsip merupakan tuntutan yang tinggi? Bagaimana seseorang dapat melakukan pekerjaan gereja dengan baik jika tidak dapat menguasai prinsip-prinsip? Bagaimana seseorang dapat menjadi pemimpin atau pekerja jika mereka menangani berbagai hal tanpa prinsip-prinsip? Menguasai prinsip-prinsip merupakan tuntutan bagi para pemimpin dan pekerja, bukan orang biasa; jika orang tidak dapat menguasai prinsip-prinsip, maka mereka tidak akan dapat melakukan pekerjaan dengan baik. Orang yang kualitasnya sangat kurang tidak akan memiliki prinsip-prinsip, rumah Tuhan tidak akan membina mereka, dan mereka juga tidak memenuhi syarat untuk menjadi pemimpin. Sebagian orang selalu merasa bahwa menjadi pemimpin itu sulit, dan ada dua alasan untuk hal ini: Pertama, mereka sama sekali tidak memahami kebenaran dan tidak mampu menggunakan kebenaran untuk menyelesaikan masalah; kedua, mereka kurang memiliki kualitas, tidak tahu apa artinya melakukan pekerjaan, tidak dapat menjelaskan prinsip-prinsip dan jalan penerapan pekerjaan dengan jelas, dan bahkan tidak dapat membicarakan doktrin dengan jelas. Orang seperti ini tidak cocok menjadi pemimpin. Katakanlah ada orang yang kualitasnya terlalu buruk, mereka tidak tahu cara melakukan pekerjaan, dan sama sekali tidak efisien dalam melaksanakan tugas—yaitu, mereka membutuhkan beberapa hari untuk melakukan pekerjaan yang seharusnya hanya perlu satu hari, dan enam bulan untuk melakukan pekerjaan yang seharusnya hanya perlu satu bulan—orang seperti itu tidak berguna dan tidak ada manfaatnya. Orang yang kualitasnya terlalu buruk tidak dapat melaksanakan tugas apa pun dengan baik. Adil dan masuk akal bagi-Ku untuk memiliki berbagai tuntutan ini dari orang-orang, dan ini adalah hal-hal yang dapat dicapai oleh para pemimpin dan pekerja. Sebagian orang merasa bahwa tuntutan yang dibuat oleh rumah Tuhan terlalu tinggi—ini menunjukkan bahwa kualitas mereka terlalu buruk, mereka tidak memenuhi syarat untuk menjadi pemimpin dan pekerja, dan mereka harus bertanggung jawab dan mengundurkan diri. Engkau tidak sanggup mengemban tanggung jawab sebagai pemimpin atau pekerja, dan engkau tidak cocok menjadi salah satunya. Jadi, meskipun engkau adalah seorang pemimpin, engkau adalah pemimpin palsu. Jika satu pekerjaan saja tidak mampu kaulakukan dengan baik, bagaimana engkau dapat melakukan pekerjaan lain di saat yang bersamaan? Apakah orang yang kualitasnya terlalu buruk layak menjadi pemimpin dan pekerja? Jika mereka bahkan tidak sebaik anjing penjaga, mereka tidak layak disebut manusia. Ketika anjing menjaga suatu rumah, anjing itu tidak hanya mengawasi halaman depan, halaman belakang, dan kebun sayur, tetapi juga bisa mengawasi ayam, angsa, dan domba di rumah tersebut. Begitu merasakan ada orang asing mendekat, anjing itu akan menggonggong—tidak akan membiarkan siapa pun masuk ke halaman, dan anjing itu tahu harus memperingatkan pemiliknya akan kedatangan orang asing tersebut. Bahkan, pikiran anjing pun tidak sederhana. Jika kualitas orang terlalu buruk dan bahkan tidak dapat dibandingkan dengan anjing, bukankah orang semacam itu tidak berguna? Sebagian orang suka bersantai dan tidak suka bekerja, rakus dan malas, dan ingin menumpang hidup di rumah Tuhan tanpa melakukan apa pun—bukankah mereka benalu? Dengan menuntut para pemimpin dan pekerja untuk menangani berbagai hal dengan prinsip-prinsip, rumah Tuhan membina dan melatih mereka agar mampu menerapkan kebenaran dan memasuki kenyataan dalam pelaksanaan tugas mereka. Sebagian pemimpin dan pekerja mampu mengejar kebenaran dan tunduk kepada pengaturan rumah Tuhan—orang-orang ini diberkati oleh Tuhan. Mereka yang suka bersantai dan tidak suka bekerja serta tidak melakukan sesuatu yang nyata harus disingkirkan. Semua orang tidak berguna yang mendambakan kenyamanan, yang takut akan kesulitan dan kelelahan, yang selalu mengeluh tentang kesulitan dan kesukaran, serta sama sekali tidak dapat menanggung penderitaan harus disingkirkan—tidak seorang pun boleh tersisa! Jika para pemimpin dan pekerja menghadapi berbagai kesulitan ketika memulai pekerjaan, mereka harus mencari sumber dari masalah tersebut, lalu mengeluarkan para pengacau yang mengganggu dan tidak bernalar itu—batu sandungan dan rintangan itu. Ketika mereka yang tersisa adalah orang-orang yang dapat menerima kebenaran, taat, dan tunduk, maka akan jauh lebih mudah untuk memimpin mereka. Ketika para pemimpin dan pekerja bekerja, mereka harus terlebih dahulu mempersekutukan kebenaran dengan jelas sehingga orang-orang memiliki jalan ke depan setelah mendengarnya. Mereka tidak boleh membicarakan doktrin, meneriakkan slogan-slogan, apalagi memaksa orang untuk mengindahkan, menaati, dan menerapkannya. Jika para pemimpin dan pekerja mempersekutukan kebenaran dengan jelas, maka sebagian besar orang akan bersedia menerapkannya. Sungguh memprihatinkan jika para pemimpin dan pekerja tidak menerangkan segala sesuatu dengan jelas atau gamblang, tetapi masih menuntut saudara-saudari untuk menerapkannya, dan saudara-saudari tidak tahu cara menerapkan dan tidak dapat menemukan jalan penerapan—ini akan memengaruhi hasil pekerjaan. Selama para pemimpin dan pekerja dapat menjelaskan dengan gamblang dan mempersekutukan dengan jelas prinsip-prinsip kebenaran yang terdapat dalam setiap jenis pekerjaan spesifik, maka sebagian besar orang akan mengerti dan bernalar, serta bersedia bekerja sama. Semua orang bersedia mendengarkan seseorang jika perkataannya itu benar, sesuai dengan kebenaran, dan bermanfaat bagi pekerjaan gereja dan jalan masuk kehidupan saudara-saudari. Namun, ada situasi di mana beberapa pemimpin dan pekerja hanya mengucapkan kata-kata dan doktrin, dan ketika seseorang bertanya kepada mereka tentang jalan penerapan spesifik, mereka tidak dapat menjelaskannya, dan justru menyampaikan beberapa doktrin agung dan meneriakkan sejumlah slogan, lalu menyuruh orang itu pergi. Orang itu tidak yakin, dan berpikir, "Engkau memintaku menerapkannya, tetapi engkau tidak menerangkan dengan jelas—bagaimana aku bisa menerapkannya? Aku tidak punya jalan untuk diikuti! Aku bertanya kepadamu karena aku tidak mengerti, tetapi ternyata engkau pun tidak mengerti, dan hanya tahu cara membicarakan doktrin dan meneriakkan slogan-slogan. Engkau tidak lebih baik dariku. Mengapa aku harus menaatimu? Aku menaati kebenaran, bukan dirimu yang membicarakan doktrin dan meneriakkan slogan-slogan!" Situasi seperti ini sering terjadi. Jika para pemimpin dan pekerja bisa untuk tidak membicarakan doktrin kosong, berbicara dengan jujur, dan mempersekutukan prinsip-prinsip dan jalan penerapan dengan jelas, maka sebagian besar orang akan dapat menaatinya. Oleh karena itu, pekerjaan gereja sebenarnya mudah dilakukan; selama para pemimpin dan pekerja dapat dengan sungguh-sungguh melaksanakan pengaturan kerja, berpegang pada jabatan kerjanya, dan terlibat dalam pekerjaan spesifik, maka mereka pasti dapat melakukan pekerjaan dengan baik. Yang mengkhawatirkan adalah jika para pemimpin, pekerja, dan pengawas tidak bertanggung jawab dan bersikap superior, hanya tahu cara membicarakan doktrin dan meneriakkan slogan-slogan, dan tidak terlibat dalam pekerjaan spesifik di lapangan—maka pasti akan ada masalah dalam pekerjaan. Ini karena bawahan tidak dapat mengetahui yang sebenarnya mengenai hal-hal semacam ini, mereka membutuhkan seseorang yang dapat menunjukkan jalan, yang bisa diandalkan, yang secara pribadi mampu memimpin dan memerintah, serta yang dapat memberikan pengawasan dan melakukan pemeriksaan, jika tidak, pekerjaan tidak akan terlaksana. Jika engkau berharap bahwa dirimu hanya perlu meneriakkan beberapa doktrin dan slogan dari posisi berstatus, lalu orang-orang bawahan akan bertindak dan melakukan apa yang kaukatakan, bermimpilah saja. Orang-orang bawahan ini seperti mesin: Jika tidak ada yang menggerakkan, mereka tidak akan bertindak. Jika mereka yang berperan sebagai pemimpin dan pekerja bahkan tidak dapat mengetahui yang sebenarnya tentang hal ini, maka wawasan mereka sangat kurang! Ketika para pemimpin palsu bekerja, mereka tidak dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Mereka tidak tahu mana pekerjaan yang penting dan mana yang bersifat umum, dan mereka juga tidak mampu memprioritaskan tugas berdasarkan tingkat kepentingan dan urgensinya. Apa pun yang mereka lakukan, mereka tidak memiliki prinsip, tidak dapat menerangkan jalan penerapan dengan jelas, dan hanya membicarakan doktrin dan meneriakkan slogan-slogan, serta mengatakan beberapa hal yang tidak nyata. Akibatnya, mereka tidak mampu melakukan pekerjaan apa pun dan hanya dapat disingkirkan. Para pemimpin dan pekerja harus tahu cara mengatur, melaksanakan, memeriksa, dan mengarahkan pekerjaan, serta menyelesaikan sendiri masalah yang muncul. Hanya para pemimpin dan pekerja seperti ini yang dapat melakukan pekerjaan nyata dan benar-benar meyakinkan orang. Jika pemimpin tidak dapat mengarahkan pekerjaan atau menemukan dan menyelesaikan masalah, dan mereka hanya mampu terus-menerus menceramahi dan memangkas orang lain, dan menyalahkan orang lain ketika mereka sendiri mengacaukan segalanya, maka ini adalah pemimpin yang tidak kompeten. Pemimpin seperti itu adalah orang yang tidak berguna, merupakan pemimpin palsu, dan harus disingkirkan. Jika tidak tahu cara melakukan beberapa pekerjaan spesifik, engkau setidaknya harus mencari dua orang yang cocok untuk bertindak sebagai asistenmu yang membantu melakukan pekerjaan spesifik ini dengan baik, dan engkau setidaknya harus terlebih dahulu menangani dan mengeluarkan orang-orang yang mengganggu dan menimbulkan kekacauan. Bukankah ini menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk melakukan pekerjaan ini dengan baik? Jika engkau menemukan orang yang dapat melakukan sesuatu yang nyata dan segera mempromosikannya, serta menangani dan mengeluarkan mereka yang menyebabkan gangguan dan kekacauan, maka tidak akan ada banyak kesulitan ketika engkau terus melakukan pekerjaan ini. Pemimpin yang kualitasnya sangat kurang tidak akan mampu bekerja seperti ini. Mereka takut menyinggung perasaan orang lain, dan ketika mereka melihat orang jahat yang terus-menerus menyebabkan gangguan dan kekacauan, mereka tidak menanganinya. Mereka juga tidak dapat menentukan siapa yang mampu melakukan sesuatu yang nyata, dan tidak mengetahui siapa yang tepat untuk dipromosikan guna bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut. Pemimpin seperti ini buta dan mereka tidak mampu melakukan pekerjaan mereka. Jika para pemimpin dan pekerja tidak memahami kebenaran atau keterampilan profesional, mereka tidak akan melakukan pekerjaan mereka dengan baik, jadi para pemimpin dan pekerja harus sering berlatih untuk melakukan pekerjaan nyata. Selama mereka menguasai prinsip-prinsip, mengetahui cara memprioritaskan tugas berdasarkan tingkat kepentingan dan urgensinya, serta mengetahui cara menimbang pro dan kontra, mereka akan dapat melakukan pekerjaan mereka dengan baik dan akan memenuhi standar sebagai pemimpin dan pekerja.
Setelah Aku mempersekutukan isi tentang menyampaikan, mengeluarkan, dan melaksanakan secara akurat pengaturan kerja sesuai dengan tuntutan rumah Tuhan, apakah engkau para pemimpin dan pekerja sekarang memiliki beberapa pemahaman dasar tentang cara menyikapi dan melaksanakan pengaturan kerja? Apakah engkau sekarang memiliki beberapa pemahaman spesifik tentang tanggung jawab dan kewajiban yang harus kaupenuhi ketika melaksanakan pengaturan kerja? (Ya.) Kini, setelah memiliki pemahaman spesifik ini, engkau harus mempertimbangkan apa yang mesti kaulakukan dan sejauh mana dirimu mampu melakukannya, lalu engkau harus mampu menilai apakah dirimu memiliki kualitas atau tidak untuk menjadi pemimpin atau pekerja, dan apakah engkau mampu atau tidak melakukan pekerjaan kepemimpinan. Adapun bagi para pemimpin dan pekerja tertentu yang memiliki kualitas buruk dan tidak melakukan pekerjaan nyata—yaitu mereka yang kita sebut sebagai pemimpin palsu—setelah memahami isi spesifik dari tanggung jawab kesembilan para pemimpin dan pekerja, apa yang harus mereka lakukan? Ada yang berkata, "Dahulu, aku tidak begitu mengerti tanggung jawab pemimpin dan pekerja. Setelah menjadi pemimpin, aku hanya mengandalkan gagasan dan imajinasiku untuk melakukan beberapa pekerjaan demi dilihat orang lain. Kupikir karena diriku antusias dan bersedia menanggung penderitaan, aku mungkin memenuhi standar sebagai pemimpin. Aku merasa tercengang setelah mendengarkan Tuhan yang melakukan persekutuan dengan cara ini. Ternyata aku seorang pemimpin palsu, kualitasku terlalu buruk, dan aku tidak dapat melakukan pekerjaan nyata. Aku bahkan tidak mampu melaksanakan satu pun pengaturan kerja spesifik rumah Tuhan. Dahulu aku mengira bahwa dengan membaca pengaturan kerja beberapa kali, menyampaikannya kepada semua orang, lalu mendorong dan mengawasi orang-orang bawahan ketika mereka mengerjakannya, berarti aku telah melaksanakan pengaturan kerja itu. Setelah beberapa saat, aku menyadari bahwa pekerjaan belum dilakukan dengan baik dan banyak pekerjaan spesifik yang terabaikan, dan baru saat itulah aku menyadari bahwa kualitasku benar-benar kurang, dan aku bukanlah seorang pemimpin." Jadi, apa yang harus dilakukan oleh orang seperti ini? Apakah tidak masalah jika mereka berhenti bekerja? (Tidak.) Lalu, apakah ada cara untuk menyelesaikan masalah ini? Atau apakah masalah ini tidak dapat diselesaikan? (Tidak, masalah ini dapat diselesaikan. Orang-orang itu harus berusaha melakukan yang lebih baik sesuai dengan tuntutan Tuhan.) Ini adalah sudut pandang yang positif dan aktif; serta sangat baik. Mereka harus berusaha melakukan yang lebih baik sesuai dengan tuntutan Tuhan, memiliki keyakinan, dan mengandalkan Tuhan, serta tidak menjadi negatif, atau berhenti bekerja—ini adalah salah satu solusinya. Apakah ini solusi yang baik? (Ya.) Namun, apakah ini satu-satunya solusi? (Tidak. Jika kualitas mereka terlalu buruk dan benar-benar tidak dapat melakukan pekerjaan nyata, maka mereka dapat bertanggung jawab atas hal ini dan mengundurkan diri dari jabatannya.) Ini adalah solusi kedua. Jika mereka telah mencoba sebelumnya, dan merasa tak mampu melakukan pekerjaan kepemimpinan—yang berarti, jika pekerjaan itu sangat berat dan melelahkan bagi mereka, dan mereka merasa sangat cemas tidak dapat tidur nyenyak, dan setiap hari merasa seolah-olah ada gunung besar yang menekan mereka sehingga tidak dapat mengangkat kepala atau menarik napas, dan mereka bahkan merasa bahwa kakinya terasa berat ketika berjalan—dan setelah mendengarkan tuntutan spesifik ini, mereka makin merasa bahwa kualitasnya terlalu buruk dan tidak dapat melakukan pekerjaan itu, apa yang harus mereka lakukan? Ada satu hal yang dapat mereka lakukan, yaitu segera mengundurkan diri. Jika tidak dapat melakukan pekerjaan nyata, maka mereka tidak boleh memengaruhi pekerjaan rumah Tuhan—inilah alasan yang seharusnya mereka miliki. Mereka tidak boleh begitu saja memaksakan diri melampaui batas, bersikeras melakukan sesuatu yang melebihi kemampuannya, atau melakukan hal-hal bodoh. Hanya mereka yang menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal ini yang memiliki nalar. Orang yang bernalar memiliki kesadaran diri; mereka mengetahui dengan jelas kualitas dan kekurangannya sendiri. Baru setelah orang mengetahui dengan jelas ukurannya sendiri, mereka dapat secara akurat memahami apa yang mampu dan tidak mampu mereka lakukan, serta apa yang paling cocok untuk mereka lakukan. Mengapa orang harus mengetahui kualitas dirinya sendiri? Ini membantu mereka memastikan tugas yang harus mereka lakukan, dan juga membantu mereka melakukan tugas tersebut dengan baik. Jika engkau telah memeriksa dirimu sendiri dan menyadari bahwa engkau hanya memiliki kualitas ini dan tahu bahwa engkau tidak mampu melakukan pekerjaan kepemimpinan, maka tidak perlu lagi memeriksa dirimu dan membuktikannya. Engkau harus segera mengundurkan diri—jangan mempertahankan jabatanmu dan menolak untuk mundur; jangan memengaruhi dan menyebabkan penundaan bagi orang lain saat engkau tidak dapat melakukan pekerjaan spesifik. Bukankah mengundurkan diri adalah jalan ke depan? Kedua jalan ini terbentang di hadapanmu, dan engkau dapat memilih salah satunya; engkau tidak kekurangan jalan ke depan, dan tidak hanya ada satu jalan. Engkau dapat membuat penilaian yang nyata dan akurat tentang situasimu yang sebenarnya berdasarkan pemahamanmu akan diri sendiri, serta evaluasi yang dibuat tentang dirimu oleh saudara-saudari yang mengenalmu secara dekat, lalu membuat pilihan yang tepat. Rumah Tuhan tidak akan mempersulitmu. Bagaimana pendapatmu tentang hal ini? (Itu bagus.) Sebagian orang berkata, "Aku ingin mencoba lagi dan berusaha menjadi lebih baik. Kurasa aku bisa melakukannya. Aku hanya kurang memperhatikan pengejaran kebenaran selama bertahun-tahun itu, dan setelah menjadi pemimpin, aku masih tidak tahu cara mencari kebenaran, dan bekerja dengan cara yang bingung. Dahulu aku berpikir menjadi pemimpin gereja itu sangat mudah, hanya perlu mengatur orang untuk menghadiri pertemuan, memimpin persekutuan tentang kebenaran, menyelesaikan masalah yang muncul dengan cepat, dan segera melaksanakan pengaturan apa pun dari Yang di Atas, dan itu saja. Setelah menjadi pemimpin untuk beberapa waktu, aku tidak pernah membayangkan akan menemukan begitu banyak masalah yang tidak dapat kuselesaikan hingga aku tidak tahu bagaimana menanggapi Yang di Atas saat ditanya mengenai pekerjaan, dan aku tidak dapat memberikan jawaban ketika beberapa umat pilihan Tuhan mengajukan masalah nyata. Selama bertahun-tahun saudara-saudari percaya kepada Tuhan, mereka semua telah membaca firman Tuhan dan sering mendengarkan khotbah. Mereka semua tentu memahami beberapa kebenaran dan memiliki sejumlah kemampuan dalam menilai. Tanpa kenyataan kebenaran, aku benar-benar tidak dapat menyirami atau memenuhi kebutuhan mereka." Sekarang sudah jelas bahwa tidak sesederhana itu untuk melakukan pekerjaan spesifik apa pun di rumah Tuhan dengan baik. Di satu sisi, orang perlu memiliki kualitas, sedangkan di sisi lain, mereka perlu menanggung beban, serta memahami kebenaran—semua hal ini mutlak diperlukan. Tidak ada gunanya jika seseorang tidak mengejar kebenaran atau tidak memiliki kualitas, dan tidak ada gunanya pula jika seseorang tidak memiliki kemanusiaan dan tidak menanggung beban. Pekerjaan spesifik membutuhkan pendekatan spesifik, dan ini bukanlah hal yang sederhana. Namun, beberapa orang masih belum yakin. Mereka masih ingin mencoba lagi, dan meminta untuk kembali diberi kesempatan—haruskah orang-orang seperti ini kembali diberi kesempatan? Jika kemampuan kerja dan kualitas mereka termasuk biasa saja, tetapi dapat melakukan beberapa pekerjaan spesifik, dan tidak bersikap asal-asalan serta berfokus pada penyelesaian masalah untuk mencapai hasil dalam pekerjaannya, dan dapat menaati serta tunduk kepada pengaturan apa pun yang dibuat oleh Yang di Atas, dan pada dasarnya melaksanakan pekerjaan sesuai dengan pengaturan kerja serta prinsip-prinsip yang dituntut dari rumah Tuhan, dan meskipun sebelumnya mereka tidak melakukan pekerjaannya dengan baik karena masih muda, tidak memahami kebenaran, dan tidak memiliki pemikiran yang dalam, mereka adalah orang yang benar, maka harus kembali diberi kesempatan dan terus melatih dirinya sendiri—jangan mengabaikan mereka begitu saja. Tidak mudah menjadi pemimpin atau pekerja, dan juga tidak mudah memilih pemimpin atau pekerja. Kini, sebagian besar pemimpin dan pekerja memiliki pemahaman tentang tanggung jawab mereka, dan setidaknya akan menjadi lebih baik dalam pekerjaan mereka daripada sebelumnya—ini adalah fakta.
Setelah Aku selesai mempersekutukan prinsip-prinsip kebenaran mengenai tanggung jawab kesembilan para pemimpin dan pekerja—menyampaikan, mengeluarkan, dan melaksanakan secara akurat berbagai pengaturan kerja rumah Tuhan sesuai dengan tuntutannya, memberikan bimbingan, pengawasan, dan dorongan, serta memeriksa dan menindaklanjuti status pelaksanaannya—hatimu menjadi cerah, dan engkau memiliki jalan penerapan. Engkau tidak hanya mampu memenuhi tugasmu sekarang dan memiliki jalan masuk kehidupan, tetapi engkau juga harus memiliki pengetahuan atau kemampuan untuk menilai para pemimpin dan pekerja, dan setidaknya telah memperoleh kejelasan dan pemahaman tentang tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh para pemimpin dan pekerja serta pekerjaan yang harus mereka lakukan. Singkatnya, mengetahui apakah para pemimpin dan pekerja melakukan pekerjaan nyata atau tidak akan sangat membantu dan bermanfaat bagi setiap umat pilihan Tuhan, dan dengan cara ini, pemahaman mereka terhadap tanggung jawab para pemimpin dan pekerja tidak akan kosong lagi, tetapi akan menjadi lebih konkret.
10 April 2021