Tanggung Jawab Para Pemimpin dan Pekerja (10)
Butir Kesembilan: Menyampaikan, Mengeluarkan, dan Melaksanakan secara Akurat Berbagai Pengaturan Kerja Rumah Tuhan Sesuai Dengan Tuntutannya, Memberikan Bimbingan, Pengawasan, dan Dorongan, serta Memeriksa dan Menindaklanjuti Status Pelaksanaannya (Bagian Dua)
Memberikan Bimbingan, Pengawasan, dan Dorongan untuk Pelaksanaan Pengaturan Kerja, serta Memeriksa dan Menindaklanjuti Status Pelaksanaannya
Hari ini, kita akan melanjutkan persekutuan tentang tanggung jawab kesembilan para pemimpin dan pekerja: "Menyampaikan, mengeluarkan, dan melaksanakan secara akurat berbagai pengaturan kerja rumah Tuhan sesuai dengan tuntutannya, memberikan bimbingan, pengawasan, dan dorongan, serta memeriksa dan menindaklanjuti status pelaksanaannya." Pada kesempatan yang lalu, kita banyak mempersekutukan berbagai isi dan hal-hal spesifik dalam pengaturan kerja yang perlu dipahami orang, serta tanggung jawab paling dasar para pemimpin dan pekerja, yaitu menyampaikan, mengeluarkan, dan melaksanakan pengaturan kerja. Hari ini, kita akan secara spesifik mempersekutukan tentang bagaimana para pemimpin dan pekerja seharusnya memberikan bimbingan, pengawasan, dan dorongan, serta bagaimana mereka seharusnya memeriksa dan menindaklanjuti status pelaksanaan pengaturan kerja setelah dikeluarkan. Bagaimana para pemimpin dan pekerja seharusnya menyikapi pengaturan kerja, dan bagaimana melaksanakan serta menjalankan pengaturan kerja secara akurat sesuai dengan tuntutan Yang di Atas dan langkah-langkahnya, setelah mereka memahami pentingnya pengaturan kerja—inilah prinsip-prinsip kebenaran yang harus dipahami oleh para pemimpin dan pekerja melalui persekutuan, dan mereka perlu memahami prinsip-prinsip ini agar dapat melakukan berbagai pekerjaan gereja dengan baik. Para pemimpin dan pekerja harus tahu bahwa tuntutan dasar rumah Tuhan bagi mereka yang melayani dalam peran ini adalah agar mereka melakukan pekerjaannya yang berpusat pada berbagai pengaturan kerja. Mereka tidak boleh terlibat dalam usaha pribadi mereka sendiri atau melakukan segala sesuatu menurut keinginannya sendiri, dan tentunya, mereka tidak boleh meraba-raba sendiri dalam pekerjaan apa pun yang mereka lakukan. Tentu saja, mereka juga tidak boleh menemukan atau menciptakan apa pun. Sebaliknya, mereka harus bekerja secara spesifik dan mendetail berdasarkan pengaturan kerja rumah Tuhan. Bagaimana seharusnya pekerjaan itu dilakukan secara spesifik? Detail apa saja yang terlibat? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini ada dalam tuntutan tanggung jawab kesembilan: Selain menyampaikan, mengeluarkan, dan melaksanakan berbagai pengaturan kerja rumah Tuhan, para pemimpin dan pekerja juga perlu memberikan bimbingan, pengawasan, dan dorongan, serta memeriksa dan menindaklanjuti status pelaksanaannya. Ini adalah jalan penerapan spesifik bagi para pemimpin dan pekerja untuk melaksanakan pengaturan kerja. Selanjutnya, kita akan membahasnya satu per satu.
Setelah pengaturan kerja dikeluarkan, para pemimpin dan pekerja harus terlebih dahulu merenungkan dan mempersekutukan berbagai tuntutan dan prinsip yang diajukan di dalamnya. Kemudian, mereka harus menemukan jalan dan rencana penerapan untuk secara spesifik melaksanakan pekerjaan tersebut. Mereka perlu terlebih dahulu mengetahui apa yang dituntut dalam pengaturan kerja, pekerjaan spesifik apa yang perlu dilakukan, dan apa saja prinsip-prinsip yang terlibat, serta siapa saja dan aspek pekerjaan mana saja yang ditangani oleh pengaturan kerja tersebut. Inilah yang harus terlebih dahulu dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja setelah menerima pengaturan kerja. Mereka tidak boleh hanya membaca sekilas pengaturan kerja tersebut dan kemudian membacakannya dengan lantang kepada semua orang, atau meneruskannya dan memberi tahu semua orang tentang pekerjaan itu, lalu menganggapnya selesai. Ini hanya menyampaikan dan mengeluarkan pengaturan kerja; bukan melaksanakannya. Tugas spesifik pertama dalam pelaksanaannya adalah bagi para pemimpin dan pekerja untuk mempelajari isi spesifik dari pengaturan kerja, tuntutan dan tujuan Tuhan untuk bagian-bagian pekerjaan gereja ini, serta pentingnya melaksanakan pekerjaan ini, dan kemudian mengembangkan rencana penerapan dan pelaksanaan spesifik. Ini adalah langkah pertama. Apakah langkah pertama mudah dicapai? (Ya.) Selama engkau dapat memahami tulisan dan bahasa manusia, langkah pertama seharusnya mudah dicapai. Tentu saja, untuk mencapai langkah pertama ini, para pemimpin dan pekerja harus memiliki sikap yang serius, sungguh-sungguh, bertanggung jawab, dan teliti dalam bekerja. Jangan sampai mereka kebingungan, bersikap acuh tak acuh, atau asal-asalan. Terlepas dari apakah pengaturan kerja itu telah disebutkan sebelumnya atau tidak, apakah itu mudah atau sedikit sulit dicapai oleh orang, apakah orang bersedia atau tidak bersedia melakukannya, bagaimanapun juga, para pemimpin dan pekerja tidak boleh bersikap masa bodoh terhadap pekerjaan gereja, hanya mengucapkan beberapa doktrin, meneriakkan slogan-slogan, atau melakukan upaya-upaya umum untuk menanganinya dengan cara yang asal-asalan. Sikap seperti apa yang seharusnya dimiliki orang-orang? Pertama, mereka harus memiliki sikap yang serius, sungguh-sungguh, bertanggung jawab, dan teliti. Apakah dengan memiliki sikap ini berarti seseorang dapat melaksanakan hal-hal spesifik dalam pengaturan kerja dengan baik? Tidak, ini hanyalah sikap yang harus dimiliki seseorang saat melakukan pekerjaan apa pun; sikap ini tidak dapat menggantikan pelaksanaan tugas spesifik yang nyata. Setelah mereka memiliki sikap ini dan juga memahami isi, tuntutan, dan prinsip spesifik dari pengaturan kerja, langkah selanjutnya bagi para pemimpin dan pekerja adalah bagaimana mereka melaksanakan tugas spesifik dalam pengaturan kerja itu. Apa yang harus dilakukan terlebih dahulu? Mereka harus mempersiapkannya dengan benar; ini sangatlah penting. Mereka harus terlebih dahulu mengumpulkan para pemimpin dan pekerja serta pengawas untuk mempersekutukan prinsip penerapan spesifik untuk tugas-tugas ini. Kemudian, mereka harus mengembangkan pengaturan dan rencana spesifik. Pada saat yang sama, mereka harus mencari saran atau gagasan dari umat pilihan Tuhan mengenai rencana-rencana ini. Semua orang kemudian harus mencari dan bersekutu bersama sampai semua tuntutan dan prinsip yang diajukan dalam pengaturan kerja dapat dipahami dan jelas, dan semua orang tahu cara melaksanakan pengaturan kerja dan penerapan ini—barulah langkah awal pelaksanaan pengaturan kerja itu dianggap selesai. Jadi, setelah semua orang tahu cara melaksanakan pengaturan kerja, apakah itu berarti tugas untuk melaksanakan pengaturan kerja sudah selesai? Tidak, belum selesai. Beberapa masalah detail dan situasi khusus tidak disebutkan dalam pengaturan kerja, tetapi itu adalah masalah yang sebenarnya perlu diselesaikan. Saat mempersekutukan pengaturan kerja, para pemimpin dan pekerja harus mengungkap situasi khusus ini, masalah-masalah yang harus diselesaikan, dan mencari kebenaran untuk menyelesaikannya secara menyeluruh, dan pada saat yang sama, mereka juga harus mengembangkan rencana pelaksanaan spesifik untuk hal-hal tersebut. Dengan demikian, saat para pemimpin dan pekerja di semua tingkatan sedang melaksanakan pengaturan kerja, mereka akan tahu prinsip mana yang harus diikuti dan masalah apa yang harus diselesaikan. Ini adalah pemahaman dan sikap minimum yang harus dimiliki oleh para pemimpin dan pekerja terhadap pengaturan kerja. Tugas ini dapat dianggap sebagai titik awal bagi para pemimpin dan pekerja untuk mempelajari cara melakukan pekerjaan gereja. Dengan mencari, mempersekutukan, memberikan bimbingan, dan membuat pengaturan, mereka belajar menyikapi dan menangani beberapa kesulitan nyata dan situasi khusus sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran. Hanya dengan begitu mereka dapat benar-benar melaksanakan pengaturan kerja.
I. Memberikan Bimbingan
Saat memberikan bimbingan awal untuk suatu tugas, selain menawarkan rencana pelaksanaan spesifik untuk situasi khusus, para pemimpin dan pekerja dengan kualitas yang biasa-biasa saja dan kemampuan kerja yang cukup buruk harus diberikan bimbingan yang lebih spesifik dan mendetail. Meskipun orang-orang ini mungkin memahami prinsip dan rencana pelaksanaan spesifik untuk suatu tugas dalam hal doktrin, mereka masih belum tahu cara menerapkannya dalam pelaksanaan yang nyata. Bagaimana engkau seharusnya memperlakukan beberapa pemimpin dan pekerja yang kualitasnya buruk dan kurang memiliki kemampuan kerja? Sebagian orang berkata, "Jika seseorang dengan kualitas yang buruk tidak dapat melakukan pekerjaan, mengapa tidak mencari orang dengan kualitas yang lebih baik untuk menggantikannya?" Kesulitannya terletak di sini: Beberapa gereja tidak dapat menemukan orang yang lebih baik. Di gereja-gereja tersebut, semua orang telah sama-sama percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun, dan tingkat pertumbuhan mereka pun kurang lebih sama; terutama dalam hal kualitas dan kemampuan kerja yang biasa-biasa saja. Untuk menemukan seseorang yang lebih baik, engkau perlu memindahkan orang dari gereja lain, tetapi hal ini tidak mudah untuk dilakukan, dan tidak ada kandidat yang benar-benar sesuai. Engkau hanya dapat memilih kandidat yang cukup sesuai dari gereja setempat. Jika pekerjaan mereka tidak memenuhi standar yang dituntut, apa yang harus dilakukan dalam situasi seperti itu? Engkau harus secara spesifik memberi tahu mereka cara melakukan dan melaksanakan pekerjaan tersebut. Engkau harus memberi tahu mereka siapa yang harus ditunjuk dan bertanggung jawab atas tugas ini, dan orang-orang mana yang harus dipilih untuk bersama-sama mengerjakannya. Jelaskan semua detail ini kepada mereka dan biarkan mereka melakukannya. Mengapa harus dilakukan dengan cara ini? Karena anggota gereja setempat umumnya hanya memiliki pengalaman yang sangat dangkal dan kemampuan kerja yang kurang, sehingga tidak mungkin untuk memilih pemimpin dan pekerja yang sesuai. Hanya dengan bekerja seperti ini, pengaturan kerja dapat dilaksanakan. Jika engkau tidak bekerja seperti ini dan memperlakukan orang-orang tersebut sama seperti para pemimpin dan pekerja lainnya, hanya memberi tahu mereka tentang prinsip dan rencana spesifik, dan bersikap tidak pandang bulu, pengaturan kerja tidak akan terlaksana. Jika engkau tidak memperhatikan hal ini, bukankah itu adalah pengabaian terhadap tanggung jawab? (Ya). Ini adalah tanggung jawab para pemimpin dan pekerja. Beberapa pemimpin dan pekerja berkata, "Orang lain tahu cara melaksanakan pengaturan dan penerapan kerja; mengapa orang ini tidak? Jika mereka tidak tahu, aku tidak akan memedulikan mereka. Itu bukan tanggung jawabku. Bagaimanapun juga, aku telah melakukan bagianku." Apakah alasan ini dapat diterima? (Tidak.) Sebagai contoh, katakanlah seorang ibu memiliki tiga orang anak, dan salah satu dari mereka lemah, sering sakit-sakitan, dan tidak mau makan. Jika sang ibu membiarkannya tidak makan, anak itu mungkin tidak akan berumur panjang. Apa yang harus dia dilakukan? Sebagai ibu, dia harus memberikan perhatian khusus kepada anak yang lemah itu. Misalkan sang ibu berkata, "Aku sudah cukup baik memperlakukan anak-anakku dengan adil. Aku melahirkan anak ini dan menyiapkan makanan untuknya. Aku telah memenuhi tanggung jawabku. Aku tidak peduli dia makan atau tidak. Jika dia tidak makan, biarkan dia lapar, dan kalau sudah benar-benar lapar, dia akan makan." Apa pendapatmu tentang ibu yang seperti ini? (Dia tidak bertanggung jawab.) Apakah ada ibu yang seperti ini? Hanya wanita bodoh atau ibu tiri yang seperti itu. Jika dia adalah ibu kandungnya dan tidak bodoh, dia tidak akan pernah memperlakukan anaknya sendiri seperti ini, bukan? (Benar.) Jika anak lemah, sering sakit-sakitan, dan tidak suka makan, sang ibu harus memberikan lebih banyak perhatian dan berusaha lebih keras. Dia harus mencari cara agar anak itu mau makan, memasak apa pun yang diinginkan oleh si anak, menyiapkan makanan khusus untuknya, dan saat anak itu tidak mau makan, dia harus membujuknya. Saat anak itu mencapai usia delapan belas atau sembilan belas tahun dan tubuhnya sehat seperti orang dewasa normal, sang ibu dapat beristirahat dan berhenti mengurus, dan tidak perlu lagi memberikan perhatian khusus. Jika seorang ibu dapat memperlakukan anak dengan keadaan khusus seperti ini dan memenuhi tanggung jawabnya, lalu bagaimana dengan seorang pemimpin atau pekerja? Jika engkau tidak memiliki kasih sayang seorang ibu kepada saudara-saudari, maka engkau benar-benar tidak bertanggung jawab. Engkau harus memenuhi tanggung jawabmu; engkau harus mempertimbangkan gereja-gereja dengan penanggung jawab yang relatif lemah dan memiliki kemampuan kerja yang cukup buruk. Dalam hal ini, para pemimpin dan pekerja harus memberikan perhatian dan bimbingan khusus. Apa yang dimaksud dengan bimbingan khusus? Selain mempersekutukan kebenaran, engkau juga harus memberikan arahan dan bantuan yang lebih spesifik dan mendetail, yang menuntut lebih banyak komunikasi. Jika engkau telah menjelaskan pekerjaan kepada mereka, dan mereka masih belum mengerti, dan tidak tahu cara melaksanakannya, atau sekalipun mereka memahaminya dari segi doktrin dan seolah-solah tahu cara melaksanakannya, tetapi engkau masih belum merasa yakin dan sedikit khawatir tentang bagaimana pelaksanaan nyatanya akan berjalan, apa yang harus engkau lakukan? Engkau perlu mendatangi langsung gereja setempat untuk membimbing dan melaksanakan tugas bersama mereka. Beri tahu mereka tentang prinsip-prinsip dan buat pengaturan khusus mengenai tugas-tugas yang perlu dilakukan sesuai dengan tuntutan pengaturan kerja, seperti apa yang harus dilakukan terlebih dahulu dan apa yang harus dilakukan selanjutnya, serta bagaimana cara mengalokasikan orang dengan benar—atur semua hal ini dengan baik. Ini secara nyata membimbing mereka dalam pekerjaannya, bukan hanya meneriakkan slogan-slogan atau memberikan perintah tidak jelas, dan menceramahi mereka dengan beberapa doktrin, dan kemudian menganggap pekerjaanmu sudah selesai—itu bukanlah perwujudan dari melakukan pekerjaan spesifik, dan meneriakkan slogan-slogan serta memerintah orang lain bukanlah tanggung jawab para pemimpin dan pekerja. Setelah para pemimpin atau pengawas gereja setempat dapat mengemban pekerjaan, dan pekerjaan itu telah berada di jalur yang benar, dan pada dasarnya tidak ada masalah yang berarti, barulah pemimpin atau pekerja itu dapat pergi. Ini adalah tugas spesifik pertama yang disebutkan dalam tanggung jawab kesembilan para pemimpin dan pekerja untuk melaksanakan pengaturan kerja—memberikan bimbingan. Jadi, bagaimana tepatnya bimbingan harus diberikan? Para pemimpin dan pekerja harus terlebih dahulu merenungkan dan mempersekutukan pengaturan kerja, mempelajari dan mengetahui berbagai tuntutan khusus dari pengaturan kerja, dan memahami serta mengerti prinsip-prinsip dalam pengaturan kerja. Kemudian mereka harus bersekutu bersama dengan para pemimpin dan pekerja di semua tingkatan mengenai rencana spesifik untuk melaksanakan pengaturan kerja. Selain itu, mereka harus memberikan rencana pelaksanaan spesifik untuk situasi khusus dan, terakhir, mereka harus memberikan bantuan dan arahan yang lebih mendetail dan spesifik kepada para pemimpin dan pekerja yang relatif lemah dan memiliki kualitas yang cukup buruk. Jika beberapa pemimpin dan pekerja benar-benar tidak dapat melaksanakan tugas, apa yang harus dilakukan dalam situasi seperti itu? Para pemimpin dan pekerja tingkat atas harus mendatangi langsung gereja dan turut berpartisipasi dalam tugas, menyelesaikan masalah nyata dengan mempersekutukan kebenaran, dan membuat mereka belajar cara melakukan dan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan prinsip-prinsip. Langkah-langkah ini telah dinyatakan dengan jelas dalam kata-kata, tetapi apakah mudah untuk melaksanakannya? Apakah ada kesulitan yang dihadapi? Sebagian orang mungkin berkata, "Engkau membuatnya terdengar sederhana, tetapi melaksanakannya tidaklah mudah. Terkadang pengaturan kerja sangat rumit, dan tidak ada yang tahu cara melaksanakannya!" Tugas pertama saja—mempersekutukan tentang tuntutan spesifik pengaturan kerja dan memberikan bimbingan secara nyata—sebagian pemimpin dan pekerja menganggap hal ini cukup berat. Mereka berkata, "Aku belum pernah melakukan tugas-tugas spesifik ini, jadi aku tidak tahu cara mempersekutukan dan memberikan bimbingan tentang hal tersebut. Mereka seharusnya mengikuti saja kata-kata dari pengaturan kerja—apa yang perlu dipersekutukan? Bukankah itu hanya formalitas?" Mereka tidak tahu cara bersekutu, mereka hanya tahu cara meneriakkan slogan-slogan: "Kita harus melaksanakan pekerjaan ini dengan baik! Ini adalah tuntutan Tuhan bagi kita. Kita harus benar-benar berpegang teguh pada pendirian kita, memenuhi tuntutan Tuhan, dan tidak mengecewakan harapan Tuhan bagi kita. Terkait cara melakukannya, engkau semua harus mencari tahu sendiri." Apa masalah orang-orang yang mengatakan hal-hal seperti ini? Apakah mereka dapat melakukan pekerjaan? Apakah mereka memiliki kemampuan kerja? Apakah kualitas mereka buruk? (Ya, memang buruk.)
Apa pun yang terjadi, baik itu masalah besar maupun kecil, engkau harus berdoa dan mencari Tuhan, serta memikirkan dan mempertimbangkan dengan cermat dan menyeluruh, sebelum membuat penilaian. Jika seseorang tidak mempunyai pemikiran normal, maka orang itu harus makin berdoa kepada Tuhan, meminta pertolongan-Nya, dan lebih banyak mencari dari mereka yang memahami kebenaran. Selain itu, untuk hal-hal besar dalam pekerjaan gereja dan hal-hal yang dihadapi saat melakukan tugas, engkau harus mempersekutukan dan mendiskusikannya dengan personel terkait untuk mencapai kesepakatan dan akhirnya mengembangkan rencana penerapan yang spesifik dan dapat dilakukan. Rencana ini harus merupakan kesepakatan yang dicapai melalui pertimbangan yang cermat dan konsultasi, dan harus dapat bertahan di hadapan para pemimpin dan pekerja di semua tingkatan. Mereka yang dapat mengembangkan rencana penerapan spesifik yang dapat bertahan dianggap mempunyai pemikiran normal. Saat dihadapkan pada masalah, baik besar maupun kecil, jika pikiran seseorang tidak konkret, dan mereka tidak dapat memikirkan prinsip-prinsip penerapan spesifik, dan hanya menggunakan slogan-slogan teoretis sederhana untuk menggantikan prinsip-prinsip dalam menangani masalah, apakah mereka dapat melakukan pekerjaannya dengan baik? Apakah orang seperti itu memiliki kemampuan untuk memikirkan dan mempertimbangkan berbagai hal? (Tidak.) Orang seperti apa yang tidak memiliki kemampuan untuk berpikir? (Orang dengan kualitas buruk.) Inilah yang dimaksud dengan orang yang memiliki kualitas buruk. Mari kita ambil contoh. Misalkan engkau tinggal di luar negeri, dan suatu hari engkau tiba-tiba menerima surat panggilan pengadilan. Ini sungguh tidak terduga dan tiba-tiba, bukan? Pertama-tama, engkau tidak melakukan sesuatu yang ilegal. Kedua, engkau tidak mengajukan tuntutan hukum apa pun, dan engkau juga tidak pernah mendengar ada orang yang menuduhmu atas sesuatu. Engkau menerima surat panggilan tanpa mengetahui keadaan yang melatarbelakanginya. Apa perasaan pertama yang akan dirasakan oleh orang biasa saat menghadapi situasi seperti itu? Terlibat dalam masalah hukum akan menyebabkan mereka panik, khawatir, dan takut; mereka akan merasa terkejut, dan tidak memiliki selera makan. Tidak peduli orang penting atau tidak, pemberani atau penakut, orang dewasa atau anak kecil, tidak ada yang ingin menghadapi situasi seperti itu karena itu bukan hal yang baik. Dalam menghadapi situasi ini, orang bereaksi dengan dua cara yang berbeda. Tipe orang pertama berpikir, "Aku tidak melakukan sesuatu yang ilegal, aku pun tidak melanggar peraturan pemerintah. Apa yang harus kutakutkan? Ini adalah masyarakat yang diatur oleh hukum, di mana segala sesuatunya didasarkan pada bukti. Karena aku tidak melakukan hal buruk, mereka tidak akan memiliki bukti apa pun terhadapku, sekalipun mereka menuntutku. Aku tidak perlu takut. Apa yang dapat dilakukan oleh surat panggilan? Orang yang jujur tidak perlu takut dituduh. Aku akan menyewa pengacara untuk membelaku; tidak akan ada masalah." Setelah mempertimbangkan hal ini, mereka tidak merasakan tekanan dalam hatinya, dan kehidupan sehari-hari mereka tetap tidak terpengaruh. Ini adalah reaksi dari satu tipe orang. Sekarang, mari kita lihat reaksi dari tipe orang kedua. Setelah menerima surat panggilan, mereka berpikir, "Aku tidak melanggar hukum, aku pun tidak melakukan kejahatan apa pun, jadi apa maksudnya surat ini? Mungkinkah karena aku percaya kepada Tuhan? Percaya kepada Tuhan bukanlah hal ilegal. Apakah mungkin ada yang sengaja menjebak dan melaporkanku? Itu sepertinya lebih memungkinkan. Namun, mungkinkah ada hal lain? Aku perlu berkonsultasi dengan pengacara dan meminta mereka datang ke pengadilan untuk mencari tahu mengapa aku menerima surat panggilan, dan siapa penggugatnya. Aku harus mencari tahu tentang hal ini sebelum memutuskan langkah balasan. Jika pengacara mengatakan bahwa hal ini berkaitan dengan kepercayaanku kepada Tuhan, maka aku harus segera mencari orang untuk menyusun langkah balasan dan juga segera menyembunyikan buku-buku atau hal-hal lain yang berkaitan dengan kepercayaanku agar musuhku tidak menemukan sesuatu yang dapat digunakan untuk melawanku." Setelah pemikiran awal ini, meskipun mereka belum menarik kesimpulan yang pasti atau penilaian yang akurat terkait penerimaan surat panggilan tersebut, mereka sudah memiliki gagasan yang jelas tentang rencana penerapan spesifik: apa yang harus dilakukan untuk Rencana A, apa yang harus dilakukan untuk Rencana B, dan jika keduanya tidak memungkinkan, apa yang harus mereka lakukan selanjutnya. Mereka mempertimbangkan setiap langkah dengan saksama dan hati-hati; mereka terlebih dahulu menenangkan pikiran dan berdoa dalam hati, kemudian, setelah menenangkan diri, mereka segera mulai menangani masalah ini. Dalam sehari, mereka telah menemukan semua hal ini dan tahu bagaimana langkah selanjutnya. Terlepas dari apa hasil akhir masalah ini, mari kita lihat terlebih dahulu kedua tipe orang ini. Siapa yang memiliki kemampuan untuk mempertimbangkan masalah? Siapa yang memiliki kualitas? (Orang yang kedua.) Jelas, orang yang kedua memiliki kualitas. Hanya memiliki keberanian dan tekad saat seseorang menghadapi suatu situasi tidak sama dengan memiliki kualitas. Seseorang harus mampu berpikir, dapat menilai, dan memiliki kemampuan untuk menangani masalah. Dalam proses berpikir, mereka harus mampu membuat penilaian dan mengembangkan rencana operasi spesifik. Hanya orang seperti ini yang memiliki kualitas. Dari luar, mereka mungkin terlihat sangat pemalu, bersikap hati-hati dan waspada, bahkan terhadap hal-hal kecil, dan menganggapnya sebagai sesuatu yang penting. Namun, metode dan cara mereka menangani masalah membuktikan bahwa orang ini memiliki kemampuan untuk berpikir, mempertimbangkan, dan menangani masalah. Sebaliknya, tipe orang yang pertama sangat berani dan tidak takut pada apa pun. Saat menghadapi suatu situasi, mereka hanya berpikir, "Aku tidak melakukan sesuatu yang buruk. Apa pun yang salah, akan selalu ada orang yang lebih mampu untuk memperbaikinya. Apa yang harus kutakutkan?" Mereka tidak punya rasa khawatir dan menjalani kehidupan yang mudah, tetapi bukankah mereka terlalu nekat dan bodoh? Tipe orang seperti ini meneriakkan slogan-slogan dengan lantang, dan apa yang mereka katakan tidaklah salah, tetapi apa yang kurang dari mereka? (Mereka tidak mempunyai pemikiran normal dan kurang memiliki kemampuan untuk mempertimbangkan masalah.) Di manakah kurangnya pemikiran normal mereka terwujud? Saat menghadapi suatu situasi, baik itu sesuatu yang terjadi tiba-tiba atau yang sudah diketahui, mereka tidak dapat mempertimbangkannya atau membuat penilaian, sehingga wajar mereka tidak akan memiliki rencana untuk menangani masalah atau kemampuan untuk menyelesaikannya. Ini sangat jelas. Dari luar, tipe orang seperti ini tampak fasih berbicara, dan mereka dapat menyampaikan doktrin dan juga meningkatkan moral; mereka tampaknya memiliki kualitas untuk menjadi pemimpin. Namun, saat dihadapkan pada masalah, mereka tidak dapat memahami esensi permasalahannya dan tidak mampu mempersekutukan kebenaran untuk menyelesaikannya. Mereka hanya dapat mengucapkan beberapa kata dan doktrin serta meneriakkan slogan-slogan. Dari luar, mereka tampak cerdas, tetapi saat dihadapkan pada masalah, mereka tidak dapat menganalisis atau menilai penyebab masalah tersebut, juga tidak dapat memperkirakan konsekuensi serius yang akan terjadi jika masalah tersebut terus berkembang. Mereka tidak dapat menguraikan hal-hal ini dalam pikirannya, apalagi menyelesaikan masalah. Orang seperti itu tampak fasih berbicara tetapi sebenarnya memiliki kualitas buruk dan tidak dapat melakukan pekerjaan nyata. Demikian pula, jika para pemimpin dan pekerja, setelah menerima pengaturan kerja, hanya dapat membaca dan menjelaskannya secara harfiah, dan meskipun dapat mengeluarkan pengaturan kerja dan mempersekutukan poin-poin utamanya dalam pertemuan, mereka tidak tahu cara membuat pengaturan dan memberikan bimbingan spesifik atas tuntutan, prinsip, hal-hal yang memerlukan perhatian, situasi khusus, dan sebagainya dari pengaturan kerja, dan mereka tidak memiliki rencana, gagasan, dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah, maka mereka memiliki kualitas buruk. Saat melaksanakan pengaturan kerja, tugas pertama yang harus dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja—memberikan bimbingan—tidaklah mudah atau sederhana. Tugas pertama ini menguji apakah seorang pemimpin atau pekerja memiliki kualitas dan kemampuan kerja yang seharusnya dimiliki. Jika para pemimpin dan pekerja tidak memiliki kualitas dan kemampuan kerja ini, mereka tidak akan mampu memberikan bimbingan spesifik untuk pengaturan kerja atau melaksanakannya.
II. Memberikan Pengawasan dan Dorongan
Selanjutnya, mari kita mempersekutukan tugas "pengawasan". Dilihat dari makna harfiahnya, pengawasan berarti pemeriksaan: memeriksa gereja mana yang telah melaksanakan pengaturan kerja dan mana yang belum, kemajuan pelaksanaan, pemimpin dan pekerja mana yang melakukan pekerjaan nyata dan mana yang tidak, serta apakah ada pemimpin atau pekerja yang hanya memberikan pengaturan kerja tanpa berpartisipasi dalam tugas spesifik. Pengawasan adalah tugas spesifik. Selain mengawasi pelaksanaan pengaturan kerja—apakah pengaturan kerja tersebut telah dilaksanakan, kecepatan pelaksanaan, kualitas pelaksanaan, dan hasil yang dicapai—para pemimpin dan pekerja di tingkat yang lebih tinggi harus memeriksa apakah para pemimpin dan pekerja benar-benar mengikuti pengaturan kerja. Dari luar, beberapa pemimpin dan pekerja mengatakan bahwa mereka bersedia mengikuti pengaturan kerja, tetapi setelah dihadapkan pada lingkungan tertentu, mereka takut ditangkap dan hanya fokus bersembunyi, karena sudah lama mengesampingkan pengaturan kerja; masalah saudara-saudari tidak terselesaikan, dan mereka tidak tahu ketentuan pengaturan kerja atau apa saja prinsip-prinsip penerapannya. Ini menunjukkan bahwa pengaturan kerja tersebut belum dilaksanakan sama sekali. Para pemimpin dan pekerja lainnya memiliki pendapat, gagasan, dan penentangan terhadap beberapa tuntutan dalam pengaturan kerja. Saat tiba waktunya untuk melaksanakan, mereka menyimpang dari makna pengaturan kerja yang sesungguhnya, melakukan segala sesuatu sesuai dengan gagasannya sendiri, bertindak asal-asalan, dan menganggap sepele hal-hal, atau menempuh jalannya sendiri, melakukan segala sesuatu sesuai keinginan mereka. Semua situasi tersebut memerlukan pengawasan oleh para pimpinan dan pekerja di tingkat yang lebih tinggi. Tujuan pengawasan adalah melaksanakan tugas-tugas spesifik yang dituntut oleh pengaturan kerja dengan lebih baik tanpa penyimpangan dan sesuai dengan prinsip-prinsip. Saat melakukan pengawasan, para pemimpin dan pekerja di tingkat yang lebih tinggi harus memberi penekanan pada upaya mengidentifikasi jika ada orang yang tidak melakukan pekerjaan nyata atau tidak bertanggung jawab dan lamban dalam melaksanakan pengaturan kerja; jika ada orang yang menunjukkan sikap menentang pengaturan kerja dan tidak bersedia melaksanakannya, atau bersikap selektif dalam melaksanakannya, atau sama sekali tidak mengikuti pengaturan kerja, melainkan hanya menjalankan usahanya sendiri; jika ada orang yang menghambat pengaturan kerja, dan hanya menyampaikannya sesuai dengan gagasan mereka sendiri, tidak membiarkan umat pilihan Tuhan mengetahui makna sesungguhnya dan tuntutan spesifik dari pengaturan kerja—hanya dengan mengawasi dan memeriksa masalah-masalah ini, para pemimpin di tingkat yang lebih tinggi dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Jika para pimpinan di tingkat yang lebih tinggi tidak melakukan pengawasan dan pemeriksaan, apakah masalah-masalah ini bisa diidentifikasi? (Tidak.) Tidak bisa. Oleh karena itu, para pemimpin dan pekerja tidak boleh hanya menyampaikan pengaturan kerja dan memberikan bimbingan di setiap tingkatan, tetapi juga mengawasi pekerjaan di setiap tingkatan saat melaksanakan pengaturan kerja. Para pemimpin regional harus mengawasi pekerjaan para pemimpin distrik, para pemimpin distrik harus mengawasi pekerjaan para pemimpin gereja, dan para pemimpin gereja harus mengawasi pekerjaan masing-masing kelompok. Pengawasan harus dilakukan di setiap tingkatan. Apa tujuan dari pengawasan? Tujuannya adalah mendukung pelaksanaan yang akurat dari isi pengaturan kerja sesuai dengan tuntutan spesifiknya. Oleh karena itu, tugas pengawasan sangatlah penting. Saat melakukan pengawasan, jika lingkungannya memungkinkan, para pemimpin dan pekerja harus mendatangi langsung gereja-gereja untuk berinteraksi dengan mereka yang melakukan pekerjaan nyata. Mereka harus mengajukan pertanyaan, mengamati, menyelidiki, mempelajari, dan memahami situasi pelaksanaan pekerjaan. Pada saat yang sama, mereka harus mempelajari kesulitan dan pemikiran yang saudara-saudari miliki terkait pekerjaan ini, dan apakah mereka telah memahami prinsip-prinsip pekerjaan ini. Ini semua adalah tugas-tugas spesifik yang perlu dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja. Terutama bagi mereka dengan kualitas dan kemanusiaan yang relatif buruk, yang sedikit tidak bertanggung jawab, tidak setia, dan cukup malas dalam bekerja, para pemimpin dan pekerja perlu lebih mengawasi dan mengarahkan pekerjaan mereka. Bagaimana seharusnya pengawasan dan pengarahan dilakukan? Misalkan engkau berkata, "Cepatlah! Yang di Atas sedang menunggu laporan kerja kita. Pekerjaan ini memiliki tenggat waktu; jangan berlama-lama!" Apakah dorongan seperti ini akan berhasil? Apakah dorongan berarti hanya mendesak mereka sedikit, dan itu saja? Apa cara yang lebih baik untuk mendorong? Saat engkau semua bekerja, apakah memberi dorongan termasuk bagian dari tugasmu? (Ya. Jika aku melihat ada tugas yang tidak segera dikerjakan, aku akan berusaha memahami mengapa mereka tidak mengerjakannya, dan menindaklanjuti pekerjaan mereka.) Jika engkau melihat seseorang yang tidak tahu cara melakukan pekerjaan, engkau harus memberikan bimbingan dan bantuan spesifik, serta memberi mereka arahan. Jika engkau melihat seseorang yang malas, engkau harus memangkasnya. Jika mereka tahu cara melakukan pekerjaan tetapi terlalu malas untuk melakukannya, tidak cekatan, dan menunda-nunda, serta menikmati kenyamanan daging, mereka harus dipangkas sesuai kebutuhan. Jika pemangkasan tidak menyelesaikan masalah dan sikap mereka tidak berubah, apa yang harus dilakukan? (Jangan biarkan mereka melakukan pekerjaan ini.) Pertama, beri mereka peringatan: "Pekerjaan ini sangat penting. Jika engkau terus menyikapinya seperti itu, tugasmu akan diambil dan diberikan kepada orang lain. Jika engkau tidak bersedia melakukannya, orang lain yang akan melakukannya. Engkau tidak setia pada tugasmu; engkau tidak cocok untuk pekerjaan ini. Jika engkau tidak sanggup melakukan tugas ini dan tidak dapat menanggung penderitaan fisik, rumah Tuhan dapat menggantimu dengan orang lain, dan engkau juga dapat mengajukan pengunduran diri. Jika engkau tidak mengundurkan diri dan masih bersedia melakukannya, maka lakukanlah dengan baik dan sesuai dengan tuntutan serta prinsip-prinsip rumah Tuhan. Jika engkau tidak dapat mencapainya dan berulang kali menunda kemajuan, yang merugikan pekerjaan, maka rumah Tuhan akan menanganimu. Jika engkau tidak dapat memenuhi tugas ini, maaf, tetapi engkau harus pergi!" Jika setelah peringatan itu mereka bersedia bertobat, mereka dapat dipertahankan. Namun, jika setelah diperingatkan berulang kali sikap mereka tidak berubah dan tidak menunjukkan sedikit pun penyesalan, apa yang harus dilakukan? Mereka harus segera diberhentikan—bukankah itu akan menyelesaikan masalah? Ini bukan berarti kita membiarkan kesalahan atau masalah kecil memengaruhi sikap kita terhadap orang lain yang memilikinya; melainkan, kita memberi orang kesempatan. Jika mereka bersedia bertobat dan berubah, menjadi jauh lebih baik daripada sebelumnya, maka pertahankanlah mereka jika memungkinkan. Jika memberi mereka kesempatan, mempersekutukan kebenaran, memangkas, dan memperingatkan berulang kali tidak berhasil, dan tidak ada bantuan yang efektif, maka ini bukanlah masalah biasa: Kemanusiaan orang ini terlalu buruk, dan mereka sama sekali tidak menerima kebenaran. Dengan demikian, mereka tidak cocok untuk tugas ini dan harus disingkirkan. Mereka tidak layak untuk melakukan tugas. Beginilah seharusnya masalah ini ditangani.
Saat mengawasi pekerjaan gereja, para pemimpin dan pekerja tidak hanya harus mampu mengidentifikasi berbagai masalah, tetapi juga memberikan perhatian khusus kepada beberapa pemimpin gereja yang dianggap mengkhawatirkan atau tidak dapat diandalkan. Orang-orang ini perlu diawasi dan ditindaklanjuti dalam jangka waktu yang lama; engkau tidak bisa sekadar bertanya kepada mereka tentang situasi yang ada atau mengesampingkan masalah tersebut dengan beberapa patah kata dan menganggapnya selesai. Terkadang, engkau perlu berada langsung di lokasi untuk mengawasi pekerjaan mereka. Apa tujuan berada langsung di lokasi? Tujuannya adalah menemukan dan menyelesaikan masalah dengan lebih cepat, serta menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Terkadang, engkau tidak dapat menemukan masalah begitu tiba di lokasi kerja. Sebaliknya, melalui pemahaman mendetail, pemeriksaan pekerjaan, dan pengamatan yang cermat, beberapa masalah perlahan muncul dan dapat ditemukan. Berada langsung di lokasi untuk melakukan pengawasan bukan berarti memantau atau mengawasi orang. Apa yang dimaksud dengan pengawasan? Pengawasan meliputi pemeriksaan dan pemberian arahan. Ini berarti menanyakan secara spesifik dan mendetail tentang pekerjaan, mempelajari dan memahami kemajuan serta kelemahan dalam pekerjaan, mengetahui siapa yang bertanggung jawab dalam pekerjaannya dan siapa yang tidak, serta siapa yang mampu dan tidak mampu melakukan pekerjaan tersebut, dan lain sebagainya. Pengawasan terkadang memerlukan konsultasi, pemahaman, dan penyelidikan tentang situasi. Terkadang memerlukan pertanyaan secara tatap muka atau pemeriksaan langsung. Tentu saja, hal ini lebih sering melibatkan persekutuan langsung dengan para penanggung jawab, menanyakan tentang pelaksanaan pekerjaan, berbagai kesulitan dan masalah yang dihadapi, dan sebagainya. Saat melakukan pengawasan, engkau dapat menemukan orang mana yang hanya terlihat giat bekerja dan mengerjakan segala sesuatu hanya untuk pamer, mana yang tidak tahu cara melaksanakan tugas spesifik, mana yang tahu cara melaksanakannya tetapi tidak melakukan pekerjaan nyata, dan masalah-masalah lainnya. Jika masalah yang ditemukan ini dapat diselesaikan tepat waktu, itulah yang terbaik. Apa tujuan dari pengawasan? Tujuannya adalah melaksanakan pengaturan kerja dengan lebih baik, untuk melihat apakah pekerjaan yang telah engkau atur sudah benar, apakah ada kelalaian atau hal-hal yang belum engkau pertimbangkan, apakah ada bagian yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip, apakah ada aspek yang menyimpang atau bagian yang terdapat kesalahan, dan sebagainya—semua masalah ini dapat ditemukan selama proses melakukan pengawasan. Namun, jika engkau tetap di rumah dan tidak melakukan pekerjaan spesifik ini, apakau engkau dapat menemukan masalah-masalah ini? (Tidak.) Banyak masalah yang perlu ditanyakan, diamati, dan dipahami di lokasi agar dapat diketahui dan dipahami. Saat melakukan pengawasan, engkau harus mendorong mereka yang dalam pekerjaannya tidak bertanggung jawab dan ceroboh, menipu atasan dan menyembunyikan berbagai hal dari bawahan, serta bersikap asal-asalan dan lamban. Kita baru saja membahas beberapa langkah mengenai cara mendorong mereka: Engkau dapat memberikan arahan, persekutuan, pemangkasan, peringatan, dan memberhentikan mereka. Apakah langkah-langkah ini mudah dilakukan? (Ya.)
III. Memeriksa dan Menindaklanjuti
Setelah para pemimpin dan pekerja mendorong agar pekerjaan dilakukan, langkah selanjutnya adalah memeriksa pekerjaan. Apa tujuan umum dari memeriksa pekerjaan? Tujuan memeriksa pekerjaan adalah menentukan kemajuan tugas yang telah diatur, mengidentifikasi masalah yang perlu segera diselesaikan, dan pada akhirnya, memastikan bahwa pekerjaan telah sepenuhnya dilakukan dengan baik. Setelah pekerjaan diatur, beberapa aspek perlu diperiksa: tahap apa yang telah dicapai oleh pekerjaan selanjutnya, apakah telah diselesaikan, bagaimana efisiennya, apa hasilnya, apakah ada masalah spesifik yang telah diidentifikasi, apakah ada kesulitan, apakah ada bagian yang tidak sesuai dengan prinsip, dan sebagainya. Memeriksa pekerjaan yang telah engkau atur juga merupakan tugas yang spesifik dan diperlukan. Beberapa pemimpin dan pekerja sering melakukan kesalahan: Mereka berpikir bahwa setelah mengatur pekerjaan, maka tugas mereka sudah selesai. Mereka meyakini, "Tugasku sudah selesai, tanggung jawabku sudah terpenuhi. Bagaimanapun, aku telah memberi tahu engkau semua cara melakukannya. Engkau semua tahu apa yang harus dilakukan dan telah setuju untuk melakukannya. Aku tidak perlu mengkhawatirkan bagaimana kelanjutannya; laporkan saja kepadaku setelah engkau semua selesai." Setelah merencanakan dan mengatur pekerjaan, mereka meyakini bahwa tugas mereka sudah selesai dan semuanya baik-baik saja. Mereka tidak menindaklanjuti atau memeriksa pekerjaan. Terkait apakah orang yang mereka atur untuk bertanggung jawab atas tugas itu cocok, seperti apa keadaan sebagian besar orang, apakah ada masalah atau kesulitan, apakah mereka memiliki keyakinan untuk melakukan pekerjaan gereja dengan baik, apakah ada aspek yang menyimpang atau salah, atau apakah ada pelanggaran terhadap pengaturan kerja dari Yang di Atas, mereka tidak mempelajari, memeriksa, atau menindaklanjutinya. Mereka hanya menganggap tugas mereka sudah selesai setelah mengatur pekerjaan; ini bukan melakukan pekerjaan spesifik. Apa yang harus diperiksa dalam pekerjaan? Hal-hal utama yang harus diperiksa adalah apakah rencana pelaksanaan sesuai dengan pengaturan kerja, apakah rencana itu melanggar prinsip dan tuntutan pengaturan kerja, dan apakah ada orang yang menyebabkan gangguan dan kekacauan, apakah ada orang yang tanpa alasan membuat onar, atau apakah ada orang yang melontarkan kata-kata yang terdengar muluk selama bekerja. Tentu saja, saat memeriksa pekerjaan, engkau juga memeriksa apakah ada kesalahan dalam pelaksanaan pengaturan kerjamu sendiri. Memeriksa pekerjaan orang lain sebenarnya juga memeriksa pekerjaanmu sendiri.
Mempersekutukan Cara Melaksanakan Pengaturan Kerja dengan Contoh
Terkait cara melaksanakan pengaturan kerja dari Yang di Atas, mari kita berikan contoh spesifik. Sebagai contoh, katakanlah pengaturan kerja menuntut orang untuk menulis artikel kesaksian pengalaman. Ini adalah tugas spesifik yang mencakup berbagai aspek dan merupakan tugas jangka panjang dan berkelanjutan, bukan pengaturan kerja sementara. Jadi, setelah pengaturan kerja ini dikeluarkan, apa yang harus terlebih dahulu dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja? Sesuai dengan tanggung jawab kesembilan para pemimpin dan pekerja, yang menuntut mereka untuk memberikan bimbingan, pengawasan, dan dorongan, serta memeriksa dan menindaklanjuti status pelaksanaan pengaturan kerja, hal pertama yang perlu dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja adalah bersekutu dengan para pemimpin tim dan pengawas terkait cara melaksanakan tugas ini dengan benar dan spesifik, serta membuahkan hasil, memastikan bahwa setiap orang memiliki jalan dan prinsip yang harus diikuti untuk pekerjaan ini. Hanya dengan bersekutu seperti ini, pekerjaan itu dapat dilakukan dengan baik. Pastikan terlebih dahulu semua orang memahami standar yang dituntut oleh Yang di Atas untuk menulis artikel kesaksian, dan jenis artikel kesaksian apa yang diperlukan. Pertama, tetapkan isi, prinsip, dan cakupan spesifik dari artikel-artikel ini, dan pastikan semua pemimpin dan pekerja mengetahui tentang hal ini. Selain itu, berikan persekutuan dan bimbingan spesifik mengenai panjang, format, pokok bahasan, dan gaya bahasa dari artikel tersebut—misalnya, beri tahu mereka bahwa artikel dapat ditulis dalam bentuk narasi, catatan harian, kisah pribadi, puisi prosa, dan sebagainya. Bukankah ini memberikan bimbingan? (Ya.) Setelah memberikan bimbingan, setiap orang akan mengetahui konsep dan definisi spesifik dari artikel kesaksian yang perlu mereka tulis. Setelah itu, tentukan siapa yang memiliki kualitas dan pengalaman untuk menulis artikel kesaksian pengalaman, dan siapa yang tidak memiliki pengalaman yang mendalam dan hanya dapat berlatih menulis artikel kesaksian yang biasa-biasa saja. Para pemimpin gereja perlu sangat menyadari situasi-situasi ini. Setelah artikel ditulis, tinjaulah kembali untuk memeriksa apakah artikel tersebut asli dan mendidik kerohanian. Jika sudah memenuhi standar, artikel tersebut dapat digunakan sebagai contoh artikel bagi saudara-saudari yang belum pernah menulis artikel atau belum tahu cara menulisnya agar dapat dibaca dan dijadikan referensi. Jika ada orang yang memiliki pengalaman dan bersedia menulis artikel kesaksian, mereka harus mengikuti prinsip dan tuntutan, membagikan isi hatinya, dan mengucapkan kata-kata yang nyata sehingga dapat mendidik kerohanian para pembaca. Jika ada orang yang tidak pandai menulis artikel dan hanya bisa menulis cerita sederhana tentang suatu peristiwa, apa yang harus dilakukan terhadap mereka? Meskipun artikel mereka tidak memenuhi standar, mereka tetap harus berlatih. Mereka harus menulis artikel tentang pemahaman dan penghargaan tulus yang diperoleh dari pengalaman mereka akan firman Tuhan. Setelah menyunting dan meninjau artikel-artikel ini, jika isinya memenuhi standar untuk artikel kesaksian, maka artikel tersebut dianggap valid. Apa pun gaya penulisan artikelnya, dan apa pun bentuknya—baik itu ditulis sebagai narasi atau catatan harian—selama bermanfaat dan mendidik kerohanian bagi para pembacanya, artikel tersebut dapat ditulis. Ada pula sebagian orang dengan tingkat pendidikan rendah yang memiliki beberapa kesaksian pengalaman, tetapi tidak tahu cara menulis artikel kesaksian. Apa yang harus dilakukan dalm hal seperti itu? Mereka dapat menceritakan pengalaman mereka secara lisan, dan seseorang dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi dapat membantu mereka mencatat pengalaman tersebut, dan kemudian mengungkapkannya secara akurat sesuai dengan makna sesungguhnya dari orang tersebut, menyuntingnya menjadi artikel kesaksian yang sesuai dengan standar. Artikel semacam itu juga dianggap valid. Untuk memulai pekerjaan ini, persekutukanlah terlebih dahulu tentang apa itu artikel kesaksian dan formatnya. Kemudian, buatlah tuntutan dan pengaturan spesifik untuk orang-orang dengan tingkat pendidikan yang berbeda, kelompok usia yang berbeda, dan mereka yang memiliki pengalaman dan tingkat pertumbuhan yang berbeda. Mintalah mereka yang memiliki pengalaman untuk menulis beberapa artikel terlebih dahulu. Sementara itu, kenali individu-individu di gereja yang cocok untuk membimbing saudara-saudari dalam menulis artikel, dan yang cocok untuk menyunting serta mengoreksi artikel untuk melaksanakan tugas spesifik ini. Hal ini memberikan pengaturan awal untuk pekerjaan ini. Apakah mengaturnya dengan cara ini berarti pekerjaan tersebut telah sepenuhnya dilaksanakan, dan engkau dapat membiarkannya begitu saja? Tidak, ini hanya memberikan arahan, bantuan, dan rencana pelaksanaan spesifik berdasarkan tuntutan pengaturan kerja. Apa yang harus dilakukan para pemimpin dan pekerja selanjutnya? Engkau harus mengawasi pekerjaan. Apakah pengawasan ini harus memiliki target? Pengawasan bukanlah pemeriksaan secara acak; tetapi harus memiliki target utama. Engkau harus memiliki pemahaman yang jelas tentang siapa yang perlu diawasi dan tahap pekerjaan mana yang memerlukan pengawasan. Sebagai contoh, jika ada seorang saudari yang menjadi pemimpin gereja yang tidak bersungguh-sungguh dalam pekerjaannya, suka membanggakan diri, bercita-cita tinggi tetapi tidak kompeten, cenderung menipu atasan dan menyembunyikan berbagai hal dari bawahan, berbicara dengan cara yang terdengar menyenangkan, dan cenderung bersikap asal-asalan dalam pekerjaannya, maka dia wajib diawasi dalam pekerjaannya. Engkau tidak bisa sepenuhnya memercayai dia. Maka, langkah pertama adalah memeriksa pekerjaannya dan melihat bagaimana dia melaksanakan pengaturan kerjanya. Apakah ini hanya mengawasi orang secara sewenang-wenang? (Tidak.) Hal ini diperlukan karena pekerjaan ini terlalu penting dan mereka yang melakukan pekerjaan semacam ini harus dapat diandalkan. Jika mereka tidak melakukan tugas spesifik dan tidak dapat dipercaya, memercayai mereka begitu saja akan menunda pekerjaan gereja, dan engkau juga akan mengabaikan tanggung jawabmu. Untuk orang-orang seperti itu, jangan sampai engkau terpengaruh oleh betapa indahnya perkataan mereka atau betapa kuatnya komitmen yang mereka nyatakan; pada kenyataannya mereka hanya pandai berbicara, tetapi diam-diam tidak melakukan sesuatu yang substantif. Orang-orang seperti itu justru menjadi target pengawasan. Melalui pengawasan, amati apakah mereka telah bertobat. Jika belum, segera berhentikan mereka dan jangan buang-buang tenaga untuk mereka. Sebenarnya, engkau harus berlatih menindaklanjuti, mengawasi, dan memberikan arahan kepada sebagian besar pemimpin dan pekerja. Bagi mereka yang dapat melakukan pekerjaan nyata dan memiliki rasa tanggung jawab, jika pekerjaan tersebut dapat mereka lakukan, maka tidak perlu ada pengawasan. Namun, untuk pekerjaan baru atau penting, tindak lanjut, pengawasan, dan pemberian arahan tetap diperlukan. Dapat dikatakan bahwa mengawasi dan menindaklanjuti pekerjaan seperti ini adalah tugas para pemimpin dan pekerja. Tindak lanjut, pengawasan, dan pemberian arahan bukan semata-mata karena tidak percaya, melainkan memastikan kelancaran pekerjaan. Karena manusia memiliki berbagai kekurangan dan, terlebih lagi, berbagai watak yang rusak, tanpa menerapkan cara ini, mustahil untuk menjamin pekerjaan dilakukan dengan baik. Mereka yang baru saja dipromosikan untuk bekerja membutuhkan lebih banyak tindak lanjut, pengawasan, dan arahan. Ini adalah tugas spesifik yang harus dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja. Jika engkau tidak melakukan tindak lanjut, pengawasan, dan pemberian arahan, banyak tugas yang tidak dapat diselesaikan dengan baik, dan beberapa pekerjaan bahkan bisa berantakan atau terhenti. Ini adalah kejadian yang sangat umum. Khususnya, para pemimpin dan pekerja yang tidak mengejar kebenaran memerlukan lebih banyak pengawasan. Dengan yang lain, pekerjaan dapat dilaksanakan dengan cukup baik, tetapi dengan orang-orang seperti itu, tidak jelas apakah pekerjaan dapat dilaksanakan atau seberapa baik pelaksanaannya, dan apakah pekerjaan tersebut akan dilaksanakan sesuai dengan pengaturan kerja makin sulit untuk dipastikan. Orang-orang seperti itu tidak dapat diandalkan dalam pekerjaannya. Jika engkau memercayai mereka tanpa mengawasi pekerjaannya, ini pada dasarnya adalah sikap asal-asalan dan tidak bertanggung jawab terhadap pekerjaan. Untuk orang-orang seperti itu, engkau perlu menindaklanjuti dan mengawasi, serta terlibat dalam pekerjaan gereja mereka. Jika mereka tidak mengizinkanmu datang atau tidak menyambutmu, apa yang harus engkau lakukan? Engkau mungkin berkata, "Aku hanya akan menelan harga dariku dan tetap pergi." Apakah kata-kata ini benar? (Tidak.) Itu bukan wilayah pribadi mereka; itu adalah gereja, dan termasuk dalam cakupan tanggung jawabmu. Engkau tidak tinggal di rumah mereka untuk menumpang; engkau pergi ke gereja untuk melakukan pekerjaan. Ini bukan soal menelan harga diri. Meskipun mereka adalah pemimpin, umat pilihan Tuhan bukanlah milik mereka. Karena mereka tidak bertanggung jawab dan tidak setia dalam pekerjaan mereka, engkau perlu menindaklanjuti dan mengawasi pekerjaan mereka. Jadi, apa yang harus engkau lakukan saat pergi ke sana? Pertama, tanyakan kepada mereka siapa di gereja yang memiliki pengalaman hidup dan dapat menulis artikel kesaksian pengalaman, siapa yang lebih berfokus mengejar kebenaran, siapa yang lebih berfokus menulis catatan harian dan renungan rohani, siapa yang berfokus membagikan pengalamannya dalam pertemuan, dan siapa yang memiliki kesaksian pengalaman paling banyak. Biarkan mereka menunjuk orang-orang ini terlebih dahulu. Jika mereka menyodorkan beberapa saudara-saudari, dengan mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang lebih berfokus membaca firman Tuhan, memiliki pencerahan dan penerangan Roh Kudus, sering menulis catatan renungan rohani, berfokus menerapkan kebenaran saat menghadapi situasi, dan sering membagikan kesaksian pengalaman yang ingin didengarkan orang lain, maka engkau harus menemui saudara-saudari ini dan bersekutu dengan mereka. Selain itu, pasti ada beberapa orang di gereja yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah dan tidak dapat menulis artikel, tetapi memiliki pengalaman nyata. Mereka membutuhkan bimbingan dan pelatihan, dan engkau dapat meminta orang-orang yang tahu cara menulis artikel untuk membantu mereka selama beberapa waktu. Pada saat yang sama, pilihlah seseorang untuk bertanggung jawab melaksanakan pekerjaan spesifik umat pilihan Tuhan dengan menulis artikel kesaksian pengalaman. Orang ini akan bertanggung jawab mengumpulkan, menyunting, meninjau, dan kemudian mengirimkan artikel yang sudah selesai. Apa yang harus dilakukan oleh pemimpin gereja? Mintalah mereka untuk mengawasi dan menindaklanjuti tugas-tugas ini. Sebagian orang mungkin berkata, "Karena sudah ada pemimpin gereja, mengapa kita perlu memilih seseorang untuk bertanggung jawab? Bukankah itu berlebihan?" Apakah itu berlebihan? (Tidak.) Mengapa tidak? Karena pemimpin gereja ini tidak melakukan pekerjaan nyata dan sangat tidak dapat diandalkan sehingga engkau harus memilih orang lain untuk secara spesifik bertanggung jawab atas pekerjaan ini. Jika pemimpin gereja dapat diandalkan, mereka akan dapat terus melaksanakan pekerjaan setelah menerima pengaturan kerja, dan engkau tidak perlu mengawasi mereka seperti ini. Memilih seseorang untuk bertanggung jawab bukanlah soal menyingkirkan pemimpin gereja, melainkan untuk mencapai hasil kerja yang lebih baik. Jika engkau tidak memilih orang ini, pekerjaan itu mungkin akan gagal, dan kapan pekerjaan itu akan selesai atau membuahkan hasil menjadi tidak pasti.
Tujuan para pemimpin dan pekerja berpartisipasi dalam pekerjaan gereja adalah menuntun umat pilihan Tuhan untuk secara nyata mengalami pekerjaan Tuhan. Mereka tidak hanya harus melaksanakan tugas mereka sendiri dengan baik, tetapi juga harus membantu dan memimpin umat pilihan Tuhan untuk melakukan semua pekerjaan gereja sesuai dengan standar yang dituntut oleh pengaturan kerja. Hanya para pemimpin dan pekerja yang melakukan hal ini yang selaras dengan maksud Tuhan. Namun, jika engkau tidak secara spesifik berpartisipasi dalam pekerjaan ini, dan tidak menerapkan pengawasan terhadap para pemimpin dan pekerja yang tidak melakukan pekerjaan nyata, maka hasil dari tugas-tugas gereja ini mungkin tidak akan ada artinya, karena telah dirusak oleh para pemimpin palsu. Jika engkau memahami dengan jelas situasi di suatu gereja dan tahu di dalam hatimu bahwa para pemimpin gereja ini tidak bertanggung jawab, tetapi engkau tidak segera menindaklanjuti dan memberikan arahan, bukankah ini adalah pengabaian tanggung jawab? Untuk jenis pekerjaan ini, jika engkau telah secara spesifik menindaklanjuti dan berpartisipasi, serta mengatur baik pengawas maupun orang-orang untuk melakukan pekerjaan tersebut, apakah setelah itu engkau bisa langsung pergi? (Tidak.) Sebaiknya ditindaklanjuti selama beberapa waktu. Selama menindaklanjuti, misalnya, engkau dapat mendorong dan membimbing pemimpin gereja untuk secara aktif bekerja sama dalam pekerjaan ini. Selain itu, engkau dapat memahami dengan akurat situasi kerja orang-orang yang engkau atur, dan pada saat yang sama, engkau dapat segera mengoreksi dan membantu setiap masalah yang mereka hadapi kapan pun. Jika engkau pergi terlalu cepat, lalu kembali untuk menangani dan menyelesaikan masalah saat masalah itu muncul, pekerjaan akan tertunda. Singkatnya, untuk pekerjaan spesifik ini, selain berpartisipasi dalam mengatur staf dan pengawas, sebaiknya engkau juga menindaklanjuti selama beberapa waktu untuk melihat masalah apa yang muncul selama mereka bekerja. Pertama, awasi apakah para pemimpin gereja memenuhi tanggung jawab mereka; kedua, lihatlah bagaimana para staf melaksanakan pekerjaan mereka. Karena sebagian besar orang belum pernah melakukan pekerjaan ini dan masalah yang mungkin muncul tidak diketahui, engkau akan sering menemukan beberapa masalah yang tidak diketahui saat berpartisipasi dalam pekerjaan ini. Tentu saja, sebaiknya engkau juga segera memberikan solusi. Tetap berada di lokasi, mengawasi, dan menindaklanjuti adalah penerapan yang terbaik. Jangan hanya asal melakukan sesuatu dan menganggapnya selesai. Ini adalah pekerjaan yang dilakukan untuk situasi khusus, dengan memberikan bantuan dan bimbingan. Setelah menyelesaikan masalah, tindak lanjuti pekerjaan mereka selama beberapa waktu. Engkau tahu bahwa sejumlah artikel telah ditulis, dan ada banyak jenis artikel yang membahas berbagai masalah dan mencakup topik yang berbeda-beda—ada yang berkaitan dengan pengalaman penganiayaan oleh PKT, pengalaman penganiayaan oleh keluarga, bagaimana orang dapat memahami watak rusak yang mereka perlihatkan, atau bagaimana berbagai keadaan rusak yang ditunjukkan orang saat melaksanakan tugasnya dapat terselesaikan, dan sebagainya. Artikel kesaksian ini harus ditinjau kembali untuk memastikan bahwa semuanya telah sesuai dengan fakta dan benar-benar mendidik kerohanian orang sebelum dapat disetujui dan dijadikan video. Saat pekerjaan mencapai tahap ini, engkau akan melihat hasilnya. Ini membuktikan bahwa, sejak awal, staf dan pengawas yang engkau atur untuk pekerjaan ini sudah sesuai. Selanjutnya, jika mereka dapat menyelesaikan pekerjaan ini sendiri, maka sudah sepantasnya engkau menarik diri. Apakah para pemimpin dan pekerja yang bekerja dengan cara ini kerohaniannya juga terdidik? Apakah ini lebih bermanfaat daripada sekadar mengoceh tentang teori sepanjang hari dan membuang-buang waktu? (Ya.) Pekerjaan semacam ini memiliki upah yang besar. Pertama, engkau belajar untuk menyelesaikan masalah nyata. Kedua, engkau memenuhi tanggung jawab para pemimpin dan pekerja. Selain itu, pemahamanmu akan kebenaran tidak berhenti pada tingkat kata-kata dan doktrin; sebaliknya, engkau lebih banyak menerapkan kebenaran dalam kehidupan nyata. Dengan cara ini, orang memperoleh pengalaman nyata, dan pemahaman mereka akan kebenaran menjadi lebih konkret dan nyata.
Setelah membimbing proyek kerja percontohan sebuah gereja sampai sejauh ini dan hasil awalnya telah tercapai, pekerjaan apa yang selanjutnya harus dilakukan para pemimpin dan pekerja? Apakah pekerjaanmu berakhir setelah proyek percontohan selesai? Apakah masih ada pekerjaan yang harus engkau lakukan? Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan! Setelah membimbing pekerjaan gereja ini, lihatlah pekerjaan gereja lain mana yang memerlukan bimbingan khusus, lalu kunjungi gereja tersebut dan terus berikan bimbingan. Karena engkau sudah mempunyai pengalaman kerja dan memahami beberapa prinsip kebenaran, akan jauh lebih mudah untuk memberikan pekerjaan bimbingan lagi. Tentu saja, berdasarkan langkah-langkah kerja yang telah dibahas sebelumnya, engkau harus terlebih dahulu memeriksa apakah staf yang dipilih memenuhi standar, apakah mereka cocok untuk pekerjaan ini, dan apakah kualitas, kemanusiaan, taraf pendidikan, tingkat pengejaran akan kebenaran, sikap terhadap tugas, dan pemahaman akan kebenaran mereka, di antara aspek-aspek lainnya, cukup ideal, dan apakah mereka adalah orang-orang yang relatif unggul. Melalui periode pengawasan dan pemeriksaan pekerjaan, engkau akan mendapat kesempatan untuk mengetahui bahwa beberapa pemimpin dan pekerja atau pengawas tidak memenuhi standar. Sebagai contoh, ada orang yang kualitasnya buruk dan tidak dapat melakukan pekerjaan, sedangkan yang lain memiliki pemahaman yang menyimpang, sudut pandang yang salah, dan pemikiran yang tidak normal, serta tidak memiliki pemahaman rohani. Mereka hanya dapat mengoreksi artikel berdasarkan pengetahuan akademis mereka, tetapi tidak tahu apa-apa tentang kelayakan istilah-istilah rohani tertentu dan kelayakan dalam mengutip firman Tuhan. Mereka sama sekali tidak mampu memahami hal-hal ini, yang menunjukkan bahwa mereka tidak cocok untuk dipilih dan harus segera diganti. Sementara itu, ada pula yang dipilih menjadi pengawas, dan meskipun mereka dapat melakukan beberapa pekerjaan, hasil yang lebih baik dicapai saat mereka menulis artikel sendiri. Saat diminta untuk menjadi pengawas, mereka tidak mempunyai waktu untuk menulis karena sibuk dengan pekerjaan, dan mereka tidak melakukan pekerjaan sebagai pengawas dengan baik. Mereka tidak mahir dalam memberikan bimbingan, memeriksa pekerjaan, atau memperbaiki masalah, tetapi lebih baik dalam melakukan satu tugas spesifik. Jadi, memilih orang seperti itu untuk menjadi pengawas tidaklah tepat, dan calon lain harus dipilih. Oleh karena itu, saat para pemimpin dan pekerja memeriksa dan menindaklanjuti satu tugas spesifik, tidak cukup hanya dengan mengajukan pertanyaan dan mencari tahu apakah pengawas itu memahami prinsip-prinsip. Engkau juga perlu mengamati seperti apa kemanusiaan orang tersebut, dan apakah kualitas, kemampuan memahami, dan tingkat pertumbuhannya sesuai untuk melaksanakan tugas ini. Jika pemeriksaan menyingkap adanya staf yang tidak memenuhi standar, penyesuaian harus dilakukan dengan segera. Inilah yang dimaksud dengan memeriksa pekerjaan.
Untuk melaksanakan pekerjaan penulisan artikel kesaksian, selain memeriksa apakah pengawas pekerjaan ini sesuai, para pemimpin dan pekerja juga harus belajar memeriksa artikel tersebut serta memberikan beberapa arahan dan melakukan penyaringan untuk pekerjaan penulisan artikel. Artikel yang ditulis secara spesifik dan nyata dapat digunakan sebagai contoh. Artikel yang ditulis dengan cara yang kosong dan tidak nyata, tanpa nilai dan tidak mendidik kerohanian bagi orang lain, harus langsung disingkirkan. Dengan begitu, saudara-saudari akan mengetahui jenis artikel mana yang bernilai dan mana yang tidak, dan ke depannya, mereka tidak akan menulis artikel yang tidak bernilai, sehingga tidak membuang-buang tenaga dan waktu. Dengan cara ini, pekerjaanmu akan bernilai. Saat memeriksa pekerjaan, engkau perlu memeriksa semua jenis artikel kesaksian pengalaman yang telah mereka tulis untuk melihat apakah ada pencemaran atau kebohongan tercampur di dalamnya dan apakah artikel tersebut mendidik kerohanian atau tidak. Engkau perlu menyaring hal-hal ini terlebih dahulu. Saat menyaringnya, bukankah engkau juga belajar? (Ya.) Seiring engkau belajar, engkau akan makin baik dalam melakukan pekerjaan ini. Misalkan engkau tidak memeriksa, tidak menanggapi segala hal dengan serius, tidak bertanggung jawab, dan hanya bertindak asal-asalan, hanya ingin menyelesaikan pekerjaan lalu melaporkannya kepada atasan bahwa pekerjaan itu sudah selesai, sambil berpikir, "Bagaimanapun juga, gereja kita punya banyak orang yang bisa menulis artikel kesaksian. Setelah mereka selesai menulis, aku akan mengajukan semuanya. Siapa yang peduli apakah artikel tersebut memenuhi standar atau tidak? Selama pemimpin di tingkat yang lebih tinggi tahu bahwa aku telah melakukan banyak pekerjaan, melaksanakan pengaturan kerja, dan tetap sibuk, itu sudah cukup!" Apakah ini sikap yang bertanggung jawab? (Tidak.) Ini sikap yang tidak bertanggung jawab. Jika engkau bertanggung jawab, engkau harus menyaring segala sesuatunya terlebih dahulu. Setiap artikel yang diajukan melaluimu harus memenuhi standar; siapa pun yang membacanya harus mengatakan bahwa artikel tersebut mendidik kerohanian dan bersedia membacanya. Hanya dengan cara inilah tanggung jawab para pemimpin dan pekerja dapat terpenuhi. Memeriksa pekerjaan bukan berarti bertindak asal-asalan, meneriakkan slogan-slogan, mengkhotbahkan doktrin, atau menceramahi orang dengan semena-mena, melainkan memeriksa efisiensi dan hasil pekerjaan, memeriksa apakah pekerjaan yang telah engkau lakukan memenuhi standar, apakah mencapai hasil pelaksanaan pengaturan kerja, apakah memenuhi tuntutan Tuhan, bagian mana yang memenuhi standar dan mana yang tidak—inilah hal-hal yang harus diperiksa. Ini termasuk melakukan pekerjaan spesifik, dan berkaitan dengan kualitas orang, apakah mereka memiliki pemahaman rohani, seberapa banyak kebenaran yang mereka pahami, seberapa banyak kenyataan kebenaran yang mereka miliki, dan kemampuan mereka untuk melihat segala sesuatu. Jika engkau tahu cara memeriksa pekerjaan, dan saat memeriksa pekerjaan, engkau dapat menemukan masalah, memahami intinya, menangkap esensinya, serta menyelesaikannya, dan sebelum mengajukan artikel kesaksian, engkau menyaringnya sesuai dengan prinsip-prinsip, menjamin bahwa artikel yang engkau ajukan sudah memenuhi standar dan mendidik kerohanian bagi mereka yang membacanya, maka engkau memenuhi standar sebagai pemimpin atau pekerja, dan telah melakukan pekerjaanmu dengan baik.
Sebagian besar orang dapat melakukan pekerjaan memberikan bimbingan, pengawasan, dan dorongan. Namun, saat pemeriksaan dan penyaringan diperlukan, hal itu menguji kualitas para pemimpin dan pekerja, dan apakah mereka memiliki kenyataan kebenaran. Ada orang-orang yang bisa memberikan bimbingan, mengawasi pekerjaan, dan memangkas atau memberhentikan serta menangani staf yang tidak sesuai, tetapi mereka tidak tahu cara menilai efisiensi dan hasil pekerjaan yang telah mereka atur, apakah sudah sesuai dengan pengaturan kerja, dan bagaimana cara menyelesaikannya jika tidak sesuai. Sebagian besar pemimpin dan pekerja hanya dapat memberikan bimbingan, pengawasan, dan dorongan, tetapi saat harus memeriksa pekerjaan, mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan, tidak memiliki prinsip-prinsip, dan dalam keadaan bingung. Mereka berpikir, "Pengaturan kerja sudah dilaksanakan, jadi apa yang perlu diperiksa? Semua orang bekerja, tidak ada yang menganggur, orang-orang yang menyebabkan kekacauan dan gangguan telah diurus, dan mereka yang perlu diberhentikan atau dikeluarkan telah ditangani sebagaimana mestinya. Apa lagi yang harus diperiksa?" Mereka tidak menyadarinya. Pekerjaan pemeriksaan memerlukan penyaringan. Apa yang dimaksud dengan penyaringan? Maksudnya engkau perlu menarik kesimpulan. Sebagai contoh, pengawas pekerjaan penulisan artikel kesaksian pengalaman memberimu suatu artikel dan mengatakan bahwa gaya penulisannya cukup baik, bahasanya halus, dan gaya bahasa serta pokok bahasan artikelnya bagus. Namun, mereka merasa bahwa isinya kurang nyata dan tidak dapat mendidik kerohanian orang, sehingga perlu dilengkapi dan ditingkatkan, tetapi mereka tidak dapat memahami hal ini sendiri, jadi mereka memintamu untuk memeriksanya. Apa artinya jika mereka memintamu untuk memeriksanya? Artinya mereka memerlukanmu untuk menyaringnya. Bagaimana caramu menyaringnya dan apakah engkau menyaringnya dengan baik akan menguji tingkat pertumbuhanmu yang nyata. Apa arti tingkat pertumbuhan yang nyata? Artinya apakah engkau memahami prinsip-prinsip kebenaran. Jika pengawas tersebut tidak memahami prinsip-prinsip penulisan artikel kesaksian, tidak dapat menilai apakah suatu artikel itu nyata dan asli, dan tidak tahu bagaimana membuat penilaian, dan engkau pun demikian, tidak mampu membuat penilaian atau keputusan, ini membuktikan satu hal: Kualitasmu kurang lebih sama dengan mereka, dan engkau tidak mampu menyaring artikel. Bukankah demikian? Kebenaran yang engkau pahami kurang lebih sama dengan mereka, dan engkau tidak dapat melihat masalah yang tidak dapat mereka lihat—ini menunjukkan adanya masalah. Jika engkau dapat melihat masalah yang tidak dapat mereka lihat, dan engkau dapat menemukan masalah melalui pemeriksaan yang tidak dapat mereka lakukan, ini membuktikan bahwa engkau dapat menyaring artikel. Sebagai contoh, mereka menganggap sebagian besar artikel memenuhi standar dan tanpa masalah yang signifikan, tetapi melalui pemeriksaan dan penyaringan, engkau mendapati sebagian kecil yang tidak memenuhi standar. Engkau menjelaskan masalah dalam artikel-artikel ini melalui penelaahan dan persekutuan; semua orang setuju bahwa poin-poinmu masuk akal, sesuai dengan prinsip-prinsip, dan tidak mencari-cari kesalahan, tetapi memang merupakan masalah nyata dan harus diperbaiki. Ada artikel yang kosong dan tidak memiliki pemahaman pengalaman yang nyata; ada artikel yang memiliki pemahaman pengalaman yang nyata tetapi tidak diungkapkan secara konkret; ada artikel yang salah mengutip firman Tuhan dan tidak memilih bagian yang lebih sesuai, sehingga hasilnya tidak bagus; ada artikel yang memiliki sudut pandang yang salah, dengan pemahaman yang menyimpang dan tidak mempersekutukan pemahaman akan kebenaran, yang membuat pembaca tidak terdidik kerohaniannya dan dengan mudah menimbulkan kenegatifan dan kesalahpahaman bagi mereka; dan sebagainya. Engkau dapat mendeteksi dan melihat semua masalah ini. Melalui persekutuan, engkau membantu mereka memahami prinsip-prinsip, sehingga mereka yang memiliki pengalaman dapat menulis kesaksian pengalaman asli. Engkau memilih artikel-artikel yang mendidik kerohanian dan bernilai bagi orang lain sebagai kesaksian berdasarkan pengalaman yang memenuhi standar, sehingga saat umat pilihan Tuhan membacanya, kerohanian mereka pun terdidik. Sementara itu, artikel-artikel yang tidak memiliki pemahaman pengalaman asli atau mengandung pemahaman yang menyimpang disingkirkan. Jika engkau melakukan hal ini, bukankah engkau sedang menyaring? Jika engkau memiliki kemampuan untuk memahami masalah dan melakukan pekerjaan, bukankah kualitasmu sudah memadai? Bukankah engkau memenuhi tanggung jawab para pemimpin dan pekerja? (Ya.) Jika mereka menganggap sebagian besar artikel dapat diterima dan memberikannya kepadamu untuk disaring, dan engkau juga menganggap sebagian besar artikel itu bagus, padahal sebenarnya beberapa di antaranya memiliki masalah dan perlu diseleksi lebih lanjut, disunting, dan diperbaiki, tetapi engkau tidak dapat melihatnya—saat engkau mengajukannya kepada Yang di Atas, dan Yang di Atas mendapati beberapa artikel yang tidak memenuhi standar dan menyingkirkannya—bukankah ini berarti engkau tidak menyaring dengan benar? Pertama, memeriksa pekerjaan menguji kualitas para pemimpin dan pekerja, dan kedua, hal itu menguji sejauh mana pemahaman mereka akan kebenaran. Ada orang yang tidak dapat menyaring karena kualitasnya buruk sehingga mereka tidak dapat melakukannya, mereka tidak memahami kebenaran di bidang ini, dan mereka tidak dapat melihat masalahnya. Pemeriksaan mereka hanya dilakukan secara asal-asalan, tanpa tahu apa yang harus diperiksa. Ada orang yang memiliki kualitas yang memadai, tetapi karena pemahamannya akan kebenaran dangkal, mereka dapat melihat masalah tetapi tidak tahu cara menyelesaikannya. Orang-orang ini masih harus memperbaiki diri. Namun, jika mereka tidak dapat mengenali masalahnya, mustahil bagi mereka untuk membuat kemajuan.
Melaksanakan pekerjaan penulisan artikel kesaksian pengalaman melibatkan langkah pemeriksaan penting, yang tergantung pada apakah para pemimpin dan pekerja memiliki kenyataan kebenaran. Selain memeriksa para pemimpin dan pekerja dengan kualitas yang cukup buruk dan yang relatif lemah, engkau juga harus menanyai dan memahami mereka yang kualitasnya biasa-biasa saja. Jika lingkungannya tidak sesuai, engkau dapat mengirim seseorang untuk menanyakan dan memahami situasi, serta membuat catatan yang mendetail. Jika lingkungannya memungkinkan, sebaiknya engkau langsung menemui dan berinteraksi dengan pengawas pekerjaan ini; ajukan pertanyaan, cari tahu, pahami situasi spesifik pekerjaan ini, dan lihat seberapa baik pekerjaan tersebut dilaksanakan. Singkatnya, setelah pengaturan kerja untuk menulis artikel kesaksian pengalaman dikeluarkan, ini bukanlah sesuatu yang dapat diselesaikan dalam satu atau dua bulan. Ini bukan tugas sementara, melainkan pekerjaan jangka panjang. Para pemimpin dan pekerja hendaknya tidak hanya memberikan bimbingan, pengawasan, dorongan, dan pemeriksaan dalam satu atau dua bulan pertama setelah pengaturan kerja dikeluarkan dan menganggapnya selesai. Sebaliknya, mereka harus menindaklanjuti pekerjaan ini secara terus-menerus dalam jangka panjang. Bagi para pemimpin gereja yang lebih lemah, mereka perlu mendatangi dan memberikan bimbingan pribadi. Bagi para pemimpin gereja yang dapat melaksanakan pengaturan kerja secara mandiri, mereka juga harus melakukan pemeriksaan rutin untuk memahami kemajuan pekerjaan dan menyelesaikan masalah apa pun yang muncul. Ini adalah tanggung jawab para pemimpin dan pekerja. Oleh karena itu, satu hal yang pasti tentang para pemimpin dan pekerja yang melakukan pekerjaan: Mereka tidak pernah mempunyai waktu senggang. Sebagian pemimpin dan pekerja selalu berpikir, "Pengaturan kerja sudah dikeluarkan, dan aku sudah mempersekutukan cara melaksanakannya. Aku sudah menyelesaikan pekerjaanku, tidak ada lagi yang bisa kulakukan. Jadi, aku akan melakukan beberapa tugas yang sesuai, seperti membantu memasak dan menjamu tamu, atau membeli beberapa kebutuhan sehari-hari yang tidak dimiliki oleh saudara-saudari." Mereka menjadi tidak produktif setelah mengeluarkan pengaturan kerja dan merasa telah menyelesaikan pekerjaannya dan tidak ada lagi yang harus dilakukan. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak tahu cara melakukan pekerjaan atau bertanggung jawab atas tugas-tugas spesifik. Pada kenyataannya, begitu berbagai pengaturan kerja rumah Tuhan dikeluarkan, selama Yang di Atas belum memerintahkan untuk berhenti, pekerjaan harus terus berlanjut dan tidak dapat dihentikan di tengah jalan. Sebagai contoh, pekerjaan penulisan artikel kesaksian pengalaman—apakah Yang di Atas telah meminta untuk menghentikan pekerjaan ini? Apakah ada pemberitahuan yang meminta pekerjaan ini dihentikan? (Tidak ada.) Jadi, bagaimana seharusnya para pemimpin dan pekerja melakukan pekerjaan ini? Jangan hanya termotivasi oleh antusiasme sesaat. Saat pengaturan kerja pertama kali dikeluarkan, engkau sangat antusias, proaktif, dan bersemangat untuk bekerja sama dalam pekerjaan ini. Namun, setelah beberapa waktu, jika Yang di Atas tidak mendorong, tidak mengeluarkan instruksi baru, atau tidak memberikan arahan lebih lanjut untuk pengaturan kerja ini, engkau mungkin berpikir bahwa karena Yang di Atas tidak mengatur sesuatu yang baru, engkau dapat mengabaikan pekerjaan ini. Ini tidak dapat diterima; ini adalah pengabaian tanggung jawab. Tidak peduli sudah berapa lama pekerjaan ini dilaksanakan, dan terlepas dari apakah Yang di Atas telah menanyakan, mendorong, atau menekankan pekerjaan ini selama waktu tersebut atau tidak, selama pekerjaan ini telah dipercayakan kepadamu, engkau harus memikul, terus-menerus melakukan, dan melaksanakannya dengan baik. Apa yang dimaksud dengan "terus-menerus"? Artinya, selama Yang di Atas tidak memerintahkan untuk berhenti, para pemimpin dan pekerja harus memberikan bimbingan, pengawasan, dorongan, pemeriksaan, dan penindaklanjutan yang tidak terputus dan terus-menerus terhadap pekerjaan ini. Kecuali jika engkau mengundurkan diri atau diberhentikan, selama engkau masih menjabat, pekerjaan ini adalah sesuatu yang harus engkau lakukan dengan baik sebagai seorang pemimpin atau pekerja. Pekerjaan ini juga merupakan tugas yang harus engkau laksanakan dan tindak lanjuti secara terus-menerus. Bagaimana seharusnya hal ini diterapkan? Setiap kali mengunjungi gereja, engkau harus bertanya kepada pemimpin setempat dan pengawas pekerjaan ini: "Bagaimana perkembangan artikel kesaksian selama ini? Apakah ada artikel kesaksian yang bagus dan cukup menyentuh? Apakah ada artikel dengan pengalaman khusus?" Jika mereka mengatakan ada, engkau harus memeriksa artikel tersebut. Jika memang berisi pengalaman nyata dan benar-benar mendidik kerohanian orang, sebaiknya segera diajukan. Setiap kali mengunjungi gereja, engkau harus terlebih dahulu menanyakan hal ini. Ini adalah tugas spesifik yang harus engkau laksanakan, suatu kewajiban yang tidak dapat dihindari—ini adalah tanggung jawabmu. Terlepas dari apakah Yang di Atas mendorong atau menanyakannya, tugas ini adalah salah satu hal yang harus engkau lakukan. Jika saudara-saudari sibuk dengan tugas mereka dan tidak mempunyai waktu untuk menulis artikel kesaksian, engkau harus mendorong mereka dengan berkata, "Menulis artikel kesaksian yang bagus sangat bermanfaat bagi jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan, dan itu juga merupakan tugas yang penting." Namun, sebagian pemimpin berkata, "Saudara-saudari merasa bahwa mereka telah menulis semua pengalaman mereka dan tidak ada lagi yang perlu ditulis." Apakah pernyataan ini benar? Pada kenyataannya, banyak pengalaman mendetail yang tidak diperhatikan oleh orang dan diabaikan. Begitu membaca kesaksian pengalaman yang ditulis oleh orang lain, mereka baru ingat bahwa dirinya juga memiliki pengalaman yang sama. Oleh karena itu, menulis artikel kesaksian pengalaman menuntut pemikiran dan perenungan yang cermat. Ada banyak pemahaman pengalaman yang layak untuk ditulis. Apakah tidak punya waktu untuk menulis merupakan alasan yang valid? Ini adalah tugas yang harus dilakukan orang. Sesibuk apa pun dirinya, mereka harus menyediakan waktu untuk menulis. Jika mereka tidak tahu cara menulis artikel kesaksian, mereka harus mendiktekannya kepada orang lain untuk disunting, sehingga menghasilkan artikel yang bagus. Dengan cara ini, melalui dorongan dan arahanmu, artikel kesaksian pengalaman yang bagus dapat ditulis. Apakah engkau tahu berapa banyak orang yang dapat terdidik kerohaniannya oleh artikel ini? Berapa banyak orang yang dapat menerima bantuan dan manfaat darinya? Jika engkau tidak mengawasi serta memberikan arahan, dan pemimpin gereja setempat juga tidak memiliki rasa terbebani, berpikir bahwa saudara-saudari telah menulis semua kesaksian pengalaman mereka dan tidak ada lagi artikel untuk ditulis, maka artikel kesaksian pengalaman yang bagus ini tidak akan ada. Terkadang saat engkau mengunjungi gereja, beberapa saudara-saudari mengobrol denganmu dan berkata, "Aku telah mengalami berbagai macam kesulitan dalam hidupku. Setelah percaya kepada Tuhan, aku juga mengalami banyak penganiayaan. Di setiap langkah yang kuambil, Tuhanlah yang menuntunku. Aku telah melihat perbuatan Tuhan yang luar biasa, dan menyadari bahwa segala sesuatu ditetapkan oleh Tuhan, dan Tuhan sungguh memegang kedaulatan atas segalanya—ini sepenuhnya benar!" Setelah mereka menceritakan pengalaman mereka kepadamu, engkau bertanya apakah mereka telah menuliskannya sebagai artikel, dan mereka berkata, "Tidak, tingkat pendidikanku rendah dan aku tidak bisa menulis. Selain itu, orang lain mengatakan bahwa pengalaman ini tidak berharga." "Bagaimana mungkin pengalaman yang luar biasa seperti itu tidak berharga?" engkau memberi tahu mereka. "Setelah setiap langkah dari pengalamanmu, engkau sangat merasakan kedaulatan, kepemimpinan, dan ketetapan Tuhan. Pengalaman apa yang bisa lebih berharga daripada ini? Pengalaman seperti itu harus ditulis dan tidak boleh dilewatkan." Kemudian, engkau segera mengatur agar saudara-saudari yang lebih berpendidikan dapat membantu mereka menyuntingnya. Dalam waktu tiga hari, artikel kesaksian yang bagus dan luar biasa itu ditulis dan kemudian dibuat menjadi video kesaksian pengalaman. Semua orang yang menontonnya berkata, "Pengalaman tokoh utamanya sangat luar biasa! Menonton ini sungguh mendidik kerohanian! Ini benar-benar menunjukkan bahwa Tuhan berdaulat atas segala sesuatu—memang begitulah adanya! Hal ini makin diteguhkan sekarang, dan iman kami kepada Tuhan telah meningkat." Orang lain berkata, "Artikel kesaksian pengalaman ini ditulis dengan sangat nyata dan menyentuh. Akan lebih baik lagi jika dibuat menjadi film!" Banyak saudara-saudari yang sangat menantikannya agar segera dibuat menjadi film. Jadi, karena para pemimpin dan pekerja memperlakukan pekerjaan gereja dengan penuh tanggung jawab dan kesetiaan, sebuah percakapan biasa dapat menghasilkan artikel dan bahan yang bagus untuk film. Inilah kesaksian dan pokok bahasan terbaik untuk menjadi saksi bagi kedaulatan dan ketetapan Tuhan. Kisah-kisah seperti itu juga dapat meningkatkan keimanan dan mendidik kerohanian banyak orang! Bagaimana pendapatmu tentang para pemimpin dan pekerja yang melakukan pekerjaan dengan cara ini? Mereka tidak mengikuti formalitas apa pun dalam pekerjaan mereka. Ke mana pun mereka pergi, mereka mengajukan pertanyaan, mencari tahu, dan berinteraksi dengan saudara-saudari, menyatu dengan mereka tanpa bersikap sok. Mereka tidak hanya memiliki rasa terbebani di hati mereka, tetapi juga rasa tanggung jawab yang kuat. Dengan melakukan hal ini secara konsisten, mereka tentunya akan mencapai hasil. Bukankah hal ini akan diingat oleh Tuhan? Ini adalah perbuatan baik, bukan? Katakan kepada-Ku, apakah berat melakukan pekerjaan ini? Apakah menuntut penderitaan? Apakah menuntut mendaki gunung yang terjal atau terjun ke lautan api? Tidak. Ini tidak sulit. Yang dibutuhkan hanyalah mencurahkan hatimu. Dengan pekerjaan ini di hatimu, ke mana pun engkau pergi, engkau akan bertanya dan mencari tahu: "Bagaimana kemajuan pekerjaan ini? Apakah ada artikel kesaksian yang bagus selama ini? Bagi saudara-saudari yang memiliki pengalaman tetapi belum menulis artikel, apakah engkau semua tahu cara membimbing mereka untuk menceritakan pengalamannya? Apakah engkau tahu cara membantu mereka mengekspresikan diri dan membimbing mereka untuk menuliskannya?" Ke mana pun engkau pergi, engkau harus selalu mempersekutukan masalah ini, melakukan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan ini, dan mengucapkan kata-kata yang berkaitan dengan pekerjaan ini. Bukankah dengan menerapkan cara ini, pekerjaan para pemimpin dan pekerja menjadi lebih banyak? Apakah mungkin ada situasi di mana engkau menganggur tanpa ada pekerjaan yang harus dilakukan? (Tidak.) Apakah para pemimpin dan pekerja yang bekerja dengan cara ini bisa merasa letih atau mati karena kelelahan? (Tidak.) Mereka tidak akan merasa letih atau mati karena kelelahan, pekerjaan itu akan membuahkan hasil, dan akan diingat oleh Tuhan. Jika engkau bekerja dengan cara ini, banyak orang akan terdidik kerohaniannya, dan saudara-saudari akan merasa bahwa menulis artikel kesaksian pengalaman adalah sesuatu yang bernilai dan bermakna. Sebelumnya, mereka mengira bahwa pengalaman mereka tidak berharga, tetapi melalui bimbinganmu, mereka memahami cara menulis artikel kesaksian pengalaman. Ini juga bermanfaat bagi jalan masuk kehidupan mereka. Hanya dengan bekerja seperti ini, engkau memenuhi tanggung jawab para pemimpin dan pekerja.
Dengan mempersekutukan tentang bagaimana para pemimpin dan pekerja seharusnya memeriksa pekerjaan, apakah engkau semua telah belajar cara memeriksa pekerjaan? Memeriksa pekerjaan tidak bermaksud mencari-cari atau mengorek kesalahan, tetapi melihat bagaimana pekerjaan telah dilakukan, apakah pekerjaan itu sudah diatur, apakah ada orang yang bertanggung jawab, bagaimana kemajuannya, seperti apa kemajuannya, apakah berjalan dengan lancar, apakah dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip, apakah membuahkan hasil, dan sebagainya. Pada saat yang sama, engkau perlu mengamati, meninjau, dan mengevaluasi keefektifan pekerjaan, lalu dari situ, menemukan cara yang lebih baik dan lebih sesuai untuk melaksanakannya. Untuk pengaturan kerja, seperti pengaturan penulisan artikel kesaksian pengalaman, selama Yang di Atas belum memerintahkan untuk berhenti, pekerjaan ini perlu terus-menerus ditindaklanjuti serta dilaksanakan, dan ini bermanfaat bagi jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan. Jika ada yang merasa bahwa sudah ada cukup banyak kesaksian pengalaman dan umat pilihan Tuhan tidak dapat membaca semuanya, apakah pekerjaan ini dapat dihentikan? Pekerjaan ini tidak dapat dihentikan. Makin banyak kesaksian pengalaman, makin baik adanya; makin banyak jumlahnya, akan makin berlimpah kesaksiannya—inilah yang paling membantu umat pilihan Tuhan untuk masuk ke dalam kenyataan kebenaran. Setelah membaca kesaksian pengalaman ini, beberapa orang percaya baru akan tahu cara mengalami pekerjaan Tuhan. Setelah melalui masa pengalaman dan memperoleh hasil, mereka secara alami akan mampu menulis artikel kesaksian pengalaman. Sebagian orang dengan pengalaman yang dangkal juga dapat terdidik kerohaniannya dengan membaca kesaksian pengalaman yang relatif lebih dalam tersebut, dan mereka dapat mencapai pengalaman yang lebih dalam dan menulis artikel kesaksian yang lebih baik. Kesaksian-kesaksian ini bermanfaat bagi umat beragama dan umat pilihan Tuhan di rumah Tuhan. Oleh karena itu, pekerjaan penulisan artikel kesaksian pengalaman tidak akan pernah berhenti. Para pemimpin dan pekerja harus terus-menerus menindaklanjuti pekerjaan ini dan tidak boleh menghentikannya dengan alasan atau dalih apa pun. Ini adalah bagian penting dari pekerjaan di gereja. Para pemimpin dan pekerja harus memimpin dalam penulisan artikel kesaksian pengalaman. Penerapan ini merupakan cara terbaik untuk menyingkapkan apakah mereka memiliki kenyataan kebenaran. Jika tidak dapat menulis artikel kesaksian pengalaman, mereka tidak memenuhi standar sebagai pemimpin atau pekerja, dan tidak dapat melakukan pekerjaan nyata; mereka harus diberhentikan dan disingkirkan. Setelah melakukan pekerjaan ini dengan baik, para pemimpin dan pekerja perlu terus-menerus mengunjungi berbagai gereja untuk mencari tahu tentang kemajuan pekerjaan. Mereka dapat mengajukan pertanyaan dan belajar tentang pekerjaan ini: "Beberapa saudara-saudari di gerejamu yang cukup bersungguh-sungguh dalam pengejaran mereka memiliki sejumlah pengalaman—apakah mereka bisa menulis beberapa artikel kesaksian?" Mereka juga harus bertanya kepada mereka yang baru saja menerima jalan yang benar tentang bagaimana mereka menyelidiki dan menerimanya, dan apakah mereka dapat menuliskan kesan yang mereka rasakan mengenai hal ini. Para pemimpin dan pekerja tidak hanya perlu terus-menerus mencari tahu, mempelajari, menindaklanjuti, dan melaksanakan pekerjaan ini, tetapi mereka juga perlu memeriksa seberapa baik pelaksanaannya: "Selama beberapa waktu ini, apakah engkau semua sudah mengatur orang untuk melakukan pekerjaan ini? Berapa banyak artikel kesaksian pengalaman yang telah ditulis? Berapa banyak yang memenuhi standar? Berapa proporsi artikel yang memenuhi standar?" Pengawas menjawab: "Setelah persekutuan terakhir, beberapa artikel kesaksian pengalaman telah ditulis di gereja kami, dan sebagian artikel yang memenuhi standar telah diajukan. Kami sudah terus-menerus melakukan pekerjaan ini." Ini bagus; ini berarti engkau telah melakukan tugas dengan benar. Dengan mengingat hal ini, apakah ada hubungan langsung antara kemampuan gereja untuk menghasilkan artikel kesaksian pengalaman asli dan peran para pemimpin dan pekerja? Di satu sisi, engkau perlu terus-menerus mempersekutukan aspek pekerjaan ini; di sisi lain, engkau perlu memimpin dengan memberi teladan, terus-menerus menanyakan tentang pekerjaan tersebut, dan juga berpartisipasi serta menindaklanjutinya. Setelah menindaklanjuti selama beberapa waktu dan kemudian meninggalkan gereja ini, nantinya engkau harus kembali untuk memeriksa pelaksanaannya. Bukankah ini yang harus dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja? Ini adalah tanggung jawab para pemimpin dan pekerja.
Untuk setiap pengaturan kerja yang dikeluarkan oleh rumah Tuhan, para pemimpin dan pekerja harus memperlakukannya dan melaksanakannya dengan sungguh-sungguh. Engkau harus sering menggunakan pengaturan kerja untuk membandingkan dan memeriksa semua pekerjaan yang telah kaulakukan. Engkau juga harus memeriksa dan merenungkan tugas mana yang belum kaulakukan dengan baik atau belum kaulaksanakan dengan semestinya selama beberapa waktu ini. Untuk tugas apa pun yang diberikan dan dituntut oleh pengaturan kerja yang telah diabaikan, engkau harus segera menebus dan mencari tahu tentangnya. Jika engkau sibuk dengan tugas spesifik dan tidak bisa meninggalkannya, engkau dapat memercayakan kepada orang lain untuk memeriksa dan menindaklanjuti pekerjaan yang belum dilakukan dengan baik tersebut. Engkau tidak boleh hanya mengeluarkan perintah dan berpikir bahwa tugasnya sudah selesai setelah memberikan dan mengatur pekerjaan, lalu hanya berdiam diri. Sebagai pemimpin, engkau bertanggung jawab atas semua pekerjaan, bukan hanya satu tugas. Jika engkau melihat bahwa tugas tertentu sangat penting, engkau dapat mengawasi tugas tersebut, tetapi engkau juga perlu meluangkan waktu untuk memeriksa, mengarahkan, dan menindaklanjuti tugas lainnya. Jika engkau merasa puas hanya dengan melakukan satu tugas dengan baik, lalu menganggap segala sesuatunya sudah selesai, dan memberikan tugas lainnya kepada orang lain tanpa memedulikan atau menanyakannya, ini adalah perilaku yang tidak bertanggung jawab dan suatu pengabaian tanggung jawab. Jika engkau seorang pemimpin, maka sebanyak apa pun tugas yang menjadi tanggung jawabmu, sudah menjadi tanggung jawabmu untuk selalu mengajukan pertanyaan mengenainya, mencari tahu, dan pada saat yang sama juga untuk memeriksa segala sesuatu dan menyelesaikan masalah segera setelah masalah itu muncul. Inilah pekerjaanmu. Jadi, entah engkau seorang pemimpin daerah, pemimpin distrik, pemimpin gereja, atau pemimpin tim atau pengawas, setelah engkau mengetahui ruang lingkup tanggung jawabmu, engkau harus sering memeriksa apakah engkau sedang melakukan pekerjaan nyata, apakah engkau telah memenuhi tanggung jawab yang seharusnya dipenuhi oleh seorang pemimpin atau pekerja, serta tugas mana, dari beberapa tugas yang dipercayakan kepadamu, yang belum engkau lakukan, tugas mana yang tidak ingin engkau lakukan, mana yang memberikan hasil yang buruk, dan mana yang telah gagal kaupahami prinsipnya. Semua ini adalah hal-hal yang harus sering engkau periksa. Pada saat yang sama, engkau harus belajar untuk bersekutu dengan orang lain dan mengajukan pertanyaan kepada mereka, serta harus belajar bagaimana menemukan rencana, prinsip, dan jalan untuk penerapan dari dalam firman Tuhan dan pengaturan kerja. Terhadap pengaturan kerja apa pun, entah itu berkaitan dengan administrasi, personel, kehidupan bergereja, atau pekerjaan profesional apa pun, jika itu melibatkan tanggung jawab para pemimpin dan pekerja, maka itu adalah tanggung jawab yang seharusnya dipenuhi para pemimpin dan pekerja, dan berada dalam lingkup tanggung jawab para pemimpin dan pekerja. Ini adalah tugas-tugas yang harus engkau selesaikan. Tentu saja, prioritas harus diatur berdasarkan keadaan; tidak ada pekerjaan yang boleh tertunda. Sebagian pemimpin dan pekerja berkata, "Aku tidak memiliki tiga kepala dan enam lengan. Ada begitu banyak tugas dalam pengaturan kerja; aku benar-benar tidak mampu jika aku diminta bertanggung jawab mengelola semuanya." Jika ada beberapa tugas yang tidak melibatkanmu secara pribadi, maka sudahkah engkau mengatur agar orang lain yang melakukannya? Setelah membuat pengaturan ini, apakah engkau menindaklanjuti dan mencari tahu? Apakah engkau memeriksa pekerjaan mereka? Pasti engkau punya waktu untuk mencari tahu dan melakukan pemeriksaan? Engkau pasti punya waktu untuk melakukannya! Beberapa pemimpin dan pekerja berkata, "Aku hanya mampu melakukan pekerjaan satu per satu. Jika engkau memintaku untuk melakukan pemeriksaan, aku hanya mampu memeriksa tugas satu per satu; lebih dari itu sungguh mustahil." Jika engkau seperti itu, engkau benar-benar tidak berguna, kualitasmu sangat buruk, engkau tidak memiliki kemampuan kerja, engkau tidak cocok untuk menjadi pemimpin atau pekerja, dan engkau harus mundur. Lakukan saja pekerjaan yang cocok untukmu—jangan menyebabkan tertundanya pekerjaan gereja dan tertundanya pertumbuhan kehidupan umat pilihan Tuhan karena kualitasmu yang terlalu buruk untuk melakukan pekerjaan; jika engkau tidak memiliki nalar ini, itu artinya engkau egois dan hina. Jika engkau memiliki kualitas biasa tetapi mampu memperhatikan maksud Tuhan, engkau bersedia untuk berlatih, dan engkau merasa tidak yakin bahwa engkau dapat melakukan pekerjaan dengan baik, maka engkau harus mencari beberapa orang yang berkualitas baik untuk untuk bekerja sama denganmu dalam pekerjaan itu. Ini adalah pendekatan yang baik, dan bisa dianggap memiliki nalar. Jika kualitasmu terlalu buruk dan engkau benar-benar tidak mampu menanggung pekerjaan ini, tetapi masih ingin terus menduduki posisi ini, dan menikmati manfaatnya, itu berarti engkau adalah orang yang egois dan hina. Para pemimpin dan pekerja harus memiliki hati nurani dan nalar—ini yang paling penting. Jika bahkan kemanusiaan ini pun tidak mereka miliki, mereka sama sekali tak bisa menjadi pemimpin atau pekerja, dan sekalipun mereka melakukan sedikit pekerjaan, mereka akan menjadi para pemimpin palsu yang hanya akan merugikan umat pilihan Tuhan dan membahayakan pekerjaan gereja. Para pemimpin dan pekerja harus mempertimbangkan maksud Tuhan; mereka sama sekali tidak boleh bersikap layaknya diktator dan melakukan semuanya sendiri, yang pada akhirnya tidak melakukan pekerjaan apa pun dengan baik dan hanya menunda semua pekerjaan gereja, serta menghambat jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan. Bukankah itu pelanggaran yang besar? Oleh karena itu, orang yang memiliki kualitas yang terlalu buruk sama sekali tidak bisa menjadi pemimpin dan pekerja. Mereka yang tidak memiliki hati yang takut akan Tuhan dan tidak dapat memikirkan maksud Tuhan terlebih lagi tidak bisa menjadi pemimpin dan pekerja; mereka tidak dapat diberi tanggung jawab atas tugas apa pun. Sebagai pemimpin dan pekerja, penting untuk memiliki kesadaran diri. Jika engkau tidak dapat melakukan pekerjaan nyata tetapi masih ingin mengerjakan semuanya sendiri, dan suka menikmati manfaat yang diperoleh dari status, ini adalah definisi seorang pemimpin palsu, dan engkau harus diberhentikan dan disingkirkan.
Setelah mempersekutukan tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh para pemimpin dan pekerja terkait pengaturan kerja rumah Tuhan, apakah engkau semua sekarang memiliki jalan tentang bagaimana para pemimpin dan pekerja seharusnya memperlakukan dan melaksanakan pengaturan kerja? (Ya.) Apakah ada kesulitan? Di antara berbagai tugas yang diuraikan dalam tanggung jawab para pemimpin dan pekerja yang telah kita persekutukan, sebagian orang mungkin hanya berfokus pada satu atau dua aspek, sedangkan yang lain bahkan tidak dapat menyelesaikan satu atau dua aspek. Bagi para pemimpin dan pekerja yang dapat berfokus pada satu atau dua aspek pekerjaan, jika mereka memiliki kualitas yang memadai dan juga dapat belajar menindaklanjuti aspek pekerjaan lainnya, maka pada dasarnya mereka sudah memenuhi standar. Namun jika mereka hanya berada di tingkat mengkhotbahkan doktrin dan mengadakan pertemuan, tetapi tidak dapat melakukan pekerjaan spesifik, dan saat diminta untuk berpartisipasi dalam mengawasi dan menindaklanjuti tugas spesifik, mereka menjadi khawatir, tidak punya rencana, langkah, atau jalan yang harus diikuti, tidak tahu apa yang harus dilakukan, ini menandakan kualitas yang buruk. Apakah orang dengan kualitas yang buruk dapat melaksanakan pengaturan kerja? (Tidak.) Para pemimpin dan pekerja seperti itu tidak memenuhi standar. Bagaimana seharusnya engkau semua menghadapi pemimpin dan pekerja seperti itu? Katakan kepada mereka, "Pengaturan kerja telah dikeluarkan, dan kami memiliki pemahaman yang jelas tentang tugas apa yang harus dilakukan dan prinsip apa yang harus dijunjung tinggi, tetapi engkau tidak tahu apa yang harus dilakukan dan tidak memiliki jalan untuk diikuti. Namun, engkau masih memiliki keberanian untuk bersekutu dan berkhotbah kepada kami. Engkau harus segera mengundurkan diri! Engkau tidak layak menjadi pemimpin atau pekerja, engkau tidak dapat memenuhi tanggung jawab ini. Segera serahkan kepada orang yang kompeten! Jangan meneriakkan slogan-slogan di sini, tidak ada yang mau mendengarkan!" Apakah ini cara yang tepat untuk menanganinya? (Ya.) Jika engkau tidak dapat melakukan pekerjaan, apa gunanya meneriakkan slogan-slogan tanpa berpikir! Semua orang dapat membaca kata-kata dalam pengaturan kerja; semua orang dapat membicarakan doktrin—ini semua tergantung pada bagaimana engkau melakukannya. Jika engkau tidak dapat melakukannya, maka engkau tidak cocok menjadi pemimpin atau pekerja. Tidak ada tugas yang sesederhana satu ditambah satu sama dengan dua. Setiap tugas menuntut para pemimpin dan pekerja untuk mengembangkan rencana pelaksanaan spesifik dalam cakupan prinsip-prinsip berdasarkan situasi spesifik. Pada saat yang sama, mereka harus tahu cara mengawasi, memeriksa, dan menindaklanjuti hingga pekerjaan dilaksanakan dengan baik, benar-benar memenuhi tuntutan pengaturan kerja, membuahkan, dan memberikan hasil. Hanya dengan begitu, mereka telah memenuhi tanggung jawab para pemimpin dan pekerja; hanya dengan begitu, mereka memenuhi standar sebagai para pemimpin dan pekerja.
Sikap dan Perwujudan Para Pemimpin Palsu Sehubungan dengan Pengaturan Kerja
Kita baru saja mempersekutukan tanggung jawab para pemimpin dan pekerja dalam hal pengaturan kerja. Berikutnya, kita akan mempersekutukan perwujudan yang dimiliki oleh para pemimpin palsu. Di antara para pemimpin palsu yang pernah engkau semua temui, bagaimana sikap mereka terhadap pengaturan kerja? Tindakan dan perwujudan apa yang mereka tunjukkan? Dari kata-kata pengaturan kerja, pemimpin palsu biasanya memahami apa yang harus dilakukan, tuntutan spesifik dari Yang di Atas, dan apa saja proyek kerja spesifik, tetapi mereka hanya memahaminya dari segi doktrin. Mereka masih belum memahami atau mengetahui secara menyeluruh prinsip, standar, dan jalan penerapan spesifik untuk melaksanakan pengaturan kerja. Setelah menerima pengaturan kerja, mereka juga bertindak asal-asalan, mempersekutukan cara melakukan pekerjaan serta cara mengeluarkan dan melaksanakan pengaturan kerja. Namun, sebanyak apa pun mereka bersekutu, itu hanyalah pemahaman harfiah dan doktrinal tentang pengaturan kerja. Terkait bagaimana melaksanakan pengaturan kerja secara spesifik dan hasil apa yang dapat dicapai, serta seberapa efektif pelaksanaannya jika mereka memilih orang tertentu untuk melakukan pekerjaan atau memilih rencana tertentu untuk melaksanakannya, atau apakah tujuan dan hasil yang dituntut oleh pengaturan kerja dapat terpenuhi, mereka tidak mengetahui dan tidak mengerti dengan jelas tentang aspek-aspek ini. Saat para pemimpin palsu melaksanakan pengaturan kerja, mereka biasanya hanya mengadakan pertemuan untuk mengkhotbahkan beberapa firman dan doktrin, menugaskan pekerjaan, menyebutkan beberapa tuntutan Tuhan, lalu meminta semua orang mengungkapkan tekadnya. Mereka menganggap hal ini sebagai melakukan pekerjaan. Mereka percaya bahwa selama mereka sudah menugaskan pekerjaan, menunjuk seseorang untuk bertanggung jawab, dan menyebutkan hasil yang dituntut oleh rumah Tuhan, mereka telah memenuhi tanggung jawab. Mereka kemudian merasa sangat tenang, seolah-olah pekerjaan sudah selesai. Mereka tidak tahu kapan harus memeriksa pekerjaan, masalah dan kesulitan apa yang mungkin muncul dalam pekerjaan, dan masalah mana yang dapat dan tidak dapat diselesaikan oleh bawahan. Mereka juga tidak tahu tugas-tugas penting mana yang harus ditindaklanjuti dan diberikan bimbingan. Sebagai contoh, langkah-langkah penting seperti mengawasi, mendorong, dan memeriksa tidak pernah terlintas dalam pikiran para pemimpin palsu. Pemimpin palsu yang sedikit lebih baik, yang relatif memiliki hati nurani dan tidak ingin makan gratis, percaya bahwa mereka harus melakukan beberapa pekerjaan. Mereka akan mengunjungi gereja dan bertanya kepada saudara-saudari apakah mereka memiliki masalah. Seseorang berkata kepada mereka, "Kami, saudara-saudari, sering berselisih saat sedang bersama. Saat pendapat kami berbeda, kami berdebat tanpa henti dan memperlihatkan sikap yang gampang marah." Pemimpin palsu berkata, "Ini mudah diselesaikan," lalu mengadakan pertemuan, di mana mereka bersekutu: "Orang harus belajar menahan diri dan bersabar; orang harus belajar menjadi rendah hati, tidak congkak, dan belajar tunduk. Inilah maksud Tuhan. Siapa pun yang memperlihatkan watak rusak harus merenungkan dirinya sendiri dan menerima pemangkasan, bukan hidup menurut watak rusak mereka." Setelah mempersekutukan semua doktrin ini, pemimpin palsu itu berkata, "Engkau semua dapat menangani sendiri masalah-masalah yang tersisa. Aku tidak terlalu mahir dalam hal-hal teknis. Bagaimanapun, aku telah mengadakan pertemuan ini untuk engkau semua; engkau semua hanya perlu melakukan pekerjaan yang menurutmu sesuai. Yang terpenting adalah setia dalam melaksanakan tugas dan tidak terpaku pada gagasanmu sendiri." Setelah mendengarkan, orang-orang merenung dan berkata, "Masalah kami bukan hanya penyingkapan kerusakan, sifat pemarah, dan keinginan egois, tetapi kami juga tidak yakin dan tidak jelas tentang beberapa masalah teknis dan tidak tahu cara bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip. Masalah ini belum terselesaikan!" Pemimpin palsu menjawab, "Lebih banyaklah membaca firman Tuhan. Begitu watak rusak yang engkau perlihatkan terselesaikan, masalah-masalah ini pun akan terselesaikan." Pekerjaan yang paling mahir dilakukan oleh para pemimpin palsu adalah menyebarkan doktrin dan meneriakkan slogan-slogan. Mereka tidak mengantisipasi masalah-masalah yang sering muncul dalam pekerjaan. Saat seseorang mengemukakan suatu masalah, mereka hanya memiliki satu solusi, yaitu menjelaskan dengan kata-kata dan doktrin, lalu memberikan nasihat atau saran, dan menganggapnya selesai. Mereka tidak dapat membuat rencana spesifik dan tidak dapat memberikan bimbingan dan bantuan yang benar. Bukankah pekerjaan para pemimpin palsu itu sederhana dan mudah? Ke mana pun mereka pergi, mereka hanya berkhotbah, terutama berfokus menyampaikan doktrin dan meneriakkan slogan-slogan. Situasi ini cukup umum terjadi di antara para pemimpin dan pekerja, bukan? Mereka tidak dapat melaksanakan pekerjaan spesifik dan tidak tahu cara menjalankan, melaksanakan, atau menindaklanjuti pengaturan kerja yang dikeluarkan. Mereka tidak tahu apa tanggung jawab pekerjaan mereka atau tugas apa yang harus mereka laksanakan. Saat diminta untuk melakukan pekerjaan spesifik, mereka hanya meneriakkan slogan-slogan. Saat seseorang mengemukakan suatu masalah, mereka menganggapnya sebagai kesempatan untuk mulai berkhotbah. Jika ada masalah penting yang dikemukakan yang tidak dapat mereka selesaikan, mereka akan memangkas dan menegur orang. Mereka tidak mempunyai solusi lain dan sama sekali tidak dapat menyelesaikan masalah dan penyimpangan yang muncul dalam pekerjaan. Inilah ciri utama pemimpin palsu. Ada pula pemimpin palsu yang diminta untuk melaksanakan pengaturan kerja dan memeriksa kesulitan apa saja yang muncul saat pekerjaan sedang dilakukan—jika mereka dapat menyelesaikan kesulitan tersebut, mereka harus segera melakukannya; jika tidak bisa, mereka dapat mengumpulkan beberapa pertanyaan dan menyampaikannya kepada Yang di Atas untuk diselesaikan. Namun, yang terjadi adalah saat mereka pergi langsung ke lokasi untuk berpartisipasi dalam pekerjaan ini, mereka mengumpulkan semua orang untuk mengikuti pertemuan sepanjang hari, dan selain mengetahui siapa yang saling berkonflik, siapa yang selalu saling bertengkar, siapa yang kemanusiaannya kurang baik, siapa yang pemahamannya menyimpang, siapa yang congkak dan selalu terpaku pada gagasannya sendiri, siapa yang rakus dan malas, siapa yang serupa dengan orang tidak percaya, dan siapa yang merupakan orang jahat, mereka tidak dapat mengidentifikasi masalah atau kesulitan apa pun yang muncul dalam melaksanakan pekerjaan, serta tidak dapat melihat persoalan-persoalan ini. Menurut engkau semua, apakah para pemimpin dan pekerja seperti itu dapat melakukan pekerjaan mereka? (Tidak.) Di mana letak masalahnya? (Kualitas mereka terlalu buruk, mereka tidak memiliki kemampuan untuk mengenali, dan tidak dapat mengidentifikasi masalah.) Ada berapa banyak pemimpin seperti itu di sekitar engkau semua? Apakah para pemimpinmu dapat mengidentifikasi masalah? Jika suatu pengaturan kerja dikeluarkan dan para pemimpin dan pekerja hanya meneriakkan slogan-slogan dan berkhotbah tanpa rencana atau langkah spesifik untuk melaksanakan pengaturan kerja, tidak mengetahui cara melakukan pekerjaan, maka pekerjaan tersebut tidak dapat dilaksanakan. Hal ini secara efektif dianggap batal dan tidak berlaku. Kunci keberhasilan pelaksanaan pengaturan kerja di gereja dan keefektifannya terletak pada apakah para pemimpin dan pekerja dapat melakukan pekerjaan nyata. Jika para pemimpin dan pekerja memiliki kualitas, kemampuan kerja, dan kesetiaan yang baik, maka pengaturan kerja akan dilaksanakan dengan baik. Jika para pemimpin dan pekerja memiliki kualitas yang buruk, dalam keadaan bingung, dan tidak memiliki kemampuan kerja, terlepas dari apakah gereja memiliki orang yang berbakat di bidang pekerjaan tersebut atau seberapa besar keinginan saudara-saudari untuk bekerja sama, pengaturan kerja tidak dapat dilaksanakan, apalagi mencapai hasil apa pun.
Pekerjaan pemimpin palsu terbatas pada apa yang dapat dilihat orang dari luar. Bahkan saat mereka melaksanakan pengaturan kerja, itu hanya sebagai formalitas, tanpa ada tindak lanjut atau pemeriksaan apa pun setelahnya. Pekerjaan mereka hanya dilakukan dengan sikap asal-asalan; tidak memiliki kekuatan nyata di baliknya dan gagal mencapai hasil apa pun. Sebagai contoh, dalam pekerjaan penulisan artikel kesaksian pengalaman, setelah menerima pengaturan kerja ini, seorang pemimpin palsu mengumpulkan orang-orang untuk mengikuti pertemuan, bersekutu, dan menjawab berbagai pertanyaan tentang pengaturan kerja yang tidak mereka pahami. Setelah selesai mengkhotbahkan doktrin, dan orang-orang tampak memahami, pemimpin palsu itu berpikir, "Pekerjaan telah diberikan, jadi apa yang harus kulakukan? Karena rumah Tuhan menuntutku menulis artikel kesaksian pengalaman, aku pun perlu menulis. Jika aku tidak menulis, bukankah orang-orang akan memandangku rendah sebagai pemimpin?" Dia merenung di rumah tentang apa yang harus ditulis dan setelah seharian, dia masih belum menulis apa pun. Pemimpin palsu itu berpikir, "Menulis artikel itu cukup menantang. Biasanya, aku merasa punya pengalaman, tetapi mengapa pengalaman itu hilang saat aku mulai menulis? Ke mana perginya pengalaman-pengalaman itu? Tidak, aku memang punya pengalaman, hanya saja metode penulisannya yang membuatku bingung. Aku terlalu sering pergi dan berinteraksi dengan orang lain, sehingga mengganggu dan membuatku sulit berkonsentrasi. Aku tidak bisa selalu mempersekutukan dan membahas pekerjaan dengan orang-orang; jika tidak, pikiranku akan ke mana-mana, dan aku tidak akan mampu menulis artikel. Aku memerlukan waktu tenang untuk benar-benar memikirkan cara menulis artikel yang benar sebelum aku bisa memulainya." Dia menjadikan penulisan artikel sebagai tugas utama dan memperlakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh pemimpin atau pekerja sebagai tugas sampingan. Dia menghabiskan sepanjang hari menulis artikel di rumah, tidak memperhatikan pelaksanaan pekerjaan dan tidak mempelajari atau memahami berapa banyak orang di berbagai gereja yang dapat menulis artikel atau apakah ada orang yang cocok untuk mengarahkan dan menyaring pekerjaan—dia tidak tahu apa-apa tentang hal-hal ini. Sebulan berlalu, dan dia tidak hanya belum menulis artikel sendiri, tetapi juga tidak tahu bagaimana perkembangan pekerjaan ini di gereja. Apa masalahnya di sini? Setelah pengaturan kerja dikeluarkan, beberapa pemimpin gereja dengan kualitas yang buruk tidak tahu cara melakukan pekerjaan nyata. Seperti orang ini, mereka hanya mengkhotbahkan beberapa kata dan doktrin serta meneriakkan slogan-slogan, dan itu saja. Apakah saudara-saudari bersedia menulis atau tidak, itu tidak menjadi masalah bagi mereka; para pemimpin itu tidak mendorong atau membimbing mereka, apalagi mengoreksi mereka. Pemimpin palsu tadi tidak peduli dengan pemimpin dan pekerja yang seperti itu. Ada saudara-saudari yang menulis satu jenis artikel, dan ada yang menulis jenis artikel lainnya, tetapi tidak ada orang yang menyaring apakah yang mereka tulis itu nyata dan sesuai dengan prinsip-prinsip. Saudara-saudari tidak memahami prinsip-prinsip dan tidak tahu harus bertanya kepada siapa; mereka hanya menulis karena diperintahkan, mereka mematuhi pengaturan rumah Tuhan. Ada juga beberapa orang yang memiliki pengalaman tetapi kurang berpendidikan; orang-orang ini tidak memiliki siapa pun untuk membantu mereka menyunting artikel, dan tidak ada seorang pun yang membuat pengaturan untuk masalah ini. Ada berbagai masalah yang muncul dan di manakah para pemimpin dan pekerja? Apa yang mereka lakukan? Mereka sedang "mengasingkan diri" untuk menulis artikel! Para pemimpin palsu tidak tahu apa yang seharusnya mereka kerjakan atau tugas apa yang seharusnya mereka lakukan. Pengaturan kerja dilaksanakan di gereja dengan berbagai cara dan pendekatan yang berbeda-beda, dan mereka tidak mencari tahu tentang semua itu. Saat saudara-saudari menghadapi berbagai masalah dalam melaksanakan tugas dan melaporkan masalah ini kepada mereka, mereka tidak menyelesaikannya. Akibatnya, banyak masalah dan kesulitan yang menumpuk, dan segala macam artikel kesaksian pengalaman pun menumpuk tanpa ada yang menyunting, meninjau, atau menyaringnya. Namun, para pemimpin palsu tidak menindaklanjuti atau memeriksa persoalan ini, dan saudara-saudari tidak dapat menemui mereka saat memiliki masalah. Para pemimpin palsu tidak menyadari bahwa pekerjaan ini adalah tanggung jawab mereka, dan mereka harus menindaklanjuti pekerjaan ini. Bukankah mereka tidak berguna? (Ya.)
Bagaimana seorang pemimpin atau pekerja melaksanakan pekerjaan, serta efisiensi dan hasil dari pekerjaannya, menguji apakah dia memenuhi standar atau tidak. Ini juga menguji kemanusiaan, kualitas, dan kemampuan kerjanya, serta apakah dia memiliki rasa tanggung jawab. Saat para pemimpin palsu menerima suatu pengaturan kerja, mereka menganggapnya selesai setelah mempersekutukan hal tersebut. Mereka tidak berpartisipasi, mengawasi, mendorong, atau memeriksa pelaksanaannya, dan juga tidak menindaklanjutinya. Mereka tidak memahami bahwa tugas-tugas ini adalah yang seharusnya mereka lakukan; mereka tidak memahami bahwa tugas-tugas ini adalah tanggung jawab mereka sebagai pemimpin dan pekerja. Mereka percaya bahwa menjadi seorang pemimpin atau pekerja hanya menuntut kemampuan untuk berkhotbah. Bukankah mereka orang bodoh? Apakah orang bodoh bisa memenuhi standar sebagai pemimpin dan pekerja? (Tidak.) Mereka tidak bisa memenuhi standar sebagai pemimpin dan pekerja, tetapi mereka menganggap bahwa diri mereka cukup baik dan percaya bahwa mereka dapat melakukan pekerjaan. Bukankah mereka memiliki inteligensi yang rendah? Mereka bahkan tidak dapat melaksanakan tugas sederhana seperti menulis artikel kesaksian pengalaman. Ini adalah salah satu tugas termudah—hanya perlu meminta mereka yang memiliki kualitas dan pengalaman hidup yang baik untuk menulis artikel kesaksian, lalu menindaklanjuti dan memberikan arahan. Beberapa pemimpin dan pekerja memiliki kualitas yang biasa-biasa saja dan tingkat pendidikan yang rendah serta tidak pandai dalam pekerjaan tulis-menulis, tetapi mereka dapat menugaskan orang yang tepat untuk bertanggung jawab. Dengan cara ini, mereka tetap dapat melakukan pekerjaan nyata. Jika mereka bahkan tidak tahu orang seperti apa yang harus ditugaskan untuk bertanggung jawab dan melakukan penyaringan, mereka tidak dapat melakukan pekerjaan itu dan merupakan pemimpin palsu. Sebagian orang berkata, "Seorang pemimpin palsu mungkin tidak dapat melakukan pekerjaan tulis-menulis karena kualitas yang buruk dan pendidikan yang rendah, tetapi dia seharusnya dapat melakukan pekerjaan lain." Apakah pernyataan ini benar? (Tidak.) Mengapa tidak benar? (Pekerjaan penulisan artikel kesaksian pengalaman itu sederhana. Jika mereka tidak dapat menerangkannya dengan jelas atau melaksanakan pekerjaan tersebut, maka tentu mereka tidak dapat menangani tugas-tugas lain. Mereka tidak tahu cara melakukan atau menindaklanjuti pekerjaan.) Ini menunjukkan bahwa kualitas mereka terlalu buruk. Mereka adalah orang bodoh. Mereka mengira menjadi pemimpin atau pekerja sama seperti menjadi pejabat si naga merah yang sangat besar: Selama mereka belajar untuk menyanjung, berbicara yang muluk-muluk, meneriakkan slogan-slogan, dan terlibat dalam penipuan, memperdaya atasan mereka dan menyembunyikan segala sesuatu dari bawahan, mereka dapat memantapkan diri sendiri dan mendapatkan gaji dari pemerintah. Mereka tidak memahami bahwa aspek terpenting dalam menjadi pemimpin atau pekerja adalah belajar melakukan pekerjaan nyata. Mereka membayangkan tugas para pemimpin dan pekerja sangat sederhana. Akibatnya, mereka tidak melakukan pekerjaan nyata dan menjadi pemimpin palsu.
Perwujudan spesifik apa lagi yang dimiliki para pemimpin palsu? Dapatkah para pemimpin palsu mengetahui yang sebenarnya dan memahami prinsip-prinsip serta standar yang dituntut dalam pengaturan kerja? (Tidak.) Mengapa tidak? Mereka tidak dapat mengetahui yang sebenarnya tentang prinsip-prinsip pekerjaan ini, dan mereka tidak mampu memeriksanya. Ketika situasi khusus muncul selama pelaksanaan pekerjaan tertentu, mereka tidak tahu bagaimana menyelesaikannya. Ketika saudara-saudari bertanya kepada mereka apa yang harus dilakukan dalam salah satu situasi ini, mereka menjadi bingung: "Ini tidak disebutkan dalam pengaturan kerja, bagaimana aku tahu cara menanganinya?" Jika engkau tidak tahu, bagaimana engkau dapat melakukan pekerjaan ini? Engkau bahkan tidak tahu tetapi tetap meminta orang lain untuk melaksanakannya; apakah itu realistis? Apakah itu masuk akal? Ketika para pemimpin palsu dan pekerja palsu melaksanakan pengaturan kerja, di satu sisi, mereka tidak mengetahui langkah-langkah dan rencana untuk melaksanakan pengaturan kerja tersebut. Di sisi lain, ketika menemukan masalah, mereka tidak dapat melakukan pemeriksaan berdasarkan prinsip-prinsip yang dituntut oleh pengaturan kerja. Oleh karena itu, ketika berbagai macam masalah muncul selama pelaksanaan pengaturan kerja, mereka sama sekali tidak mampu menyelesaikannya. Karena pada tahap awal, para pemimpin palsu tidak dapat mengenali atau mengantisipasi masalah dan tidak dapat bersekutu terlebih dahulu, dan pada tahap-tahap selanjutnya, ketika masalah muncul, mereka tidak mampu menyelesaikannya tetapi hanya mengkhotbahkan doktrin kosong serta menerapkan aturan secara kaku, masalah terus bermunculan dan tetap ada, dengan beberapa pekerjaan mengalami penundaan dalam pelaksanaannya, dan pekerjaan lainnya tidak dilaksanakan dengan memadai. Sebagai contoh, mengenai pengaturan kerja rumah Tuhan untuk mengeluarkan dan mengusir orang, ketika para pemimpin palsu melakukan pekerjaan ini, mereka hanya mengeluarkan orang-orang jahat, antikristus, dan roh-roh jahat yang jelas-jelas menyebabkan kekacauan dan gangguan, serta para pengikut yang bukan orang percaya yang oleh saudara-saudari dianggap menjijikkan dan memuakkan. Namun, masih ada orang-orang yang harus dikeluarkan, yaitu orang-orang jahat dan antikristus yang tersembunyi, berbahaya, dan curang. Saudara-saudari tidak mampu mengetahui diri mereka yang sebenarnya, demikian pula para pemimpin palsu. Sebenarnya, berdasarkan pengaturan kerja rumah Tuhan, orang-orang ini telah mencapai taraf di mana mereka harus dikeluarkan. Namun, karena para pemimpin palsu tidak dapat mengetahui yang sebenarnya tentang orang-orang ini, mereka tetap menganggap orang-orang ini sebagai orang yang baik dan bahkan mempromosikan, membina, dan menggunakan mereka untuk pekerjaan penting, membiarkan mereka memegang kekuasaan dan menduduki posisi pekerjaan penting di gereja. Jadi, dapatkah pengaturan kerja rumah Tuhan untuk mengeluarkan dan mengusir orang dilaksanakan? Dapatkah berbagai masalah diselesaikan secara menyeluruh? Dapatkah pekerjaan pemberitaan Injil berjalan secara normal? Jelaslah bahwa pengaturan kerja rumah Tuhan tidak dapat dilaksanakan secara menyeluruh, dan banyak pekerjaan penting tidak dapat dilakukan dengan baik. Karena orang-orang yang digunakan oleh para pemimpin palsu sama sekali tidak memiliki kenyataan kebenaran dan bahkan dapat melakukan perbuatan jahat, ini menyebabkan berbagai bagian pekerjaan gereja tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Para pemimpin palsu menggunakan orang-orang jahat ini, membiarkan mereka melaksanakan tugas-tugas penting dan mengambil pekerjaan penting di gereja, bahkan membiarkan orang-orang jahat ini mengelola persembahan. Akankah ini mengganggu dan mengacaukan pekerjaan gereja? Akankah ini menyebabkan kerugian terhadap persembahan milik Tuhan? (Ya.) Ini adalah akibat yang sangat serius. Karena para pemimpin palsu tidak dapat mengetahui yang sebenarnya mengenai orang-orang ini, tidak mampu menyaring mereka, dan membiarkan orang-orang jahat ini melakukan pekerjaan penting, pekerjaan tersebut menjadi benar-benar kacau. Dalam melaksanakan tugas mereka, orang-orang jahat ini selalu bertindak dengan asal-asalan, menipu orang-orang di atas dan menyembunyikan hal-hal dari orang-orang di bawah mereka, serta tidak melakukan pekerjaan nyata; mereka bertindak dengan kecerobohan yang disengaja, menyesatkan orang, dan melakukan segala macam perbuatan jahat. Namun, para pemimpin palsu tidak dapat mengenali hal ini, dan pada saat mereka menyadari masalahnya, bencana besar telah terjadi. Sebagai contoh, di daerah pastoral Henan, beberapa orang jahat yang menjadi pemimpin menggunakan berbagai cara yang tercela untuk mencuri persembahan milik Tuhan; mereka mencuri dalam jumlah yang sangat besar, dan jumlah ini tidak pernah didapatkan kembali. Apakah ini ada hubungannya dengan para pemimpin dan pekerja yang memilih serta menggunakan orang yang salah? (Ya.) Berdasarkan pengaturan kerja, jika orang tidak dapat mengetahui yang sebenarnya mengenai orang-orang yang dipilih, orang-orang itu dapat terlebih dahulu ditugaskan untuk melakukan beberapa pekerjaan sederhana, dan dengan demikian orang dapat menindaklanjuti pekerjaan mereka dan mengamatinya selama jangka waktu tertentu. Orang-orang yang tidak dapat diketahui yang sebenarnya sama sekali tidak boleh ditugaskan untuk melakukan pekerjaan penting apa pun, khususnya jika pekerjaan itu berisiko. Hanya setelah melakukan pengamatan jangka panjang dan memahami esensi mereka yang sebenarnya, barulah dapat dibuat keputusan tentang cara memperlakukan dan menangani mereka. Pemimpin palsu tidak bekerja berdasarkan pengaturan kerja dan tidak mampu memahami prinsip-prinsip; bahkan terlebih lagi, mereka tidak dapat mengetahui yang sebenarnya mengenai orang-orang dan mereka menggunakan orang yang salah. Hal ini menyebabkan kerugian pada pekerjaan gereja dan juga persembahan milik Tuhan. Inilah bencana yang disebabkan oleh para pemimpin palsu. Antikristus sengaja menggunakan orang jahat, sedangkan para pemimpin palsu adalah orang yang bingung, tidak dapat mengetahui yang sebenarnya mengenai siapa pun dan esensi masalah apa pun yang mereka identifikasi. Mereka menggunakan dan menugaskan orang hanya berdasarkan perasaan mereka. Sebagian besar orang yang diatur oleh para pemimpin palsu tidak sesuai; mereka merugikan pekerjaan gereja, dengan konsekuensi yang sama seperti antikristus yang sengaja menggunakan orang-orang jahat. Para pemimpin palsu, dengan kualitas yang buruk dan ketidakmampuan untuk melakukan pekerjaan, juga membawa konsekuensi yang cukup serius, bukan? (Ya.) Jadi, janganlah berpikir bahwa hanya antikristus yang melanggar pengaturan kerja; para pemimpin palsu juga dapat melanggar pengaturan kerja. Sekalipun tidak disengaja, pada akhirnya, natur dari hal tersebut tetap merupakan pelanggaran pengaturan kerja. Karena tidak memahami prinsip-prinsip kebenaran dan tidak mampu mengetahui yang sebenarnya mengenai orang atau masalah, para pemimpin palsu pada akhirnya melanggar pengaturan kerja dan tidak mampu melakukan pekerjaan nyata. Ini menunda pekerjaan gereja dan merugikan umat pilihan Tuhan. Natur dan konsekuensi dari tindakan mereka sama seperti antikristus yang melakukan pekerjaan tersebut, yang juga merugikan pekerjaan gereja dan membahayakan jalan masuk kehidupan saudara-saudari.
Para pemimpin palsu, ketika melakukan pekerjaan dan melaksanakan pengaturan kerja, hanya bertindak asal-asalan dan membuat segala sesuatunya menjadi kacau balau. Mereka merasa benar sendiri dan tidak pernah mencari atau bersekutu, dengan bodohnya berpikir bahwa mereka memiliki kualitas yang baik; mereka berani mengambil tindakan, dan dapat berbicara dengan fasih. Karena saudara-saudari memilih mereka atau rumah Tuhan mengangkat dan membina mereka untuk sementara waktu, mereka berpikir bahwa diri mereka memenuhi standar sebagai pemimpin dan dapat memenuhi tanggung jawab. Mereka tidak menyadari bahwa diri mereka bukanlah apa-apa dan tidak dapat memenuhi tanggung jawab apa pun sebagai para pemimpin dan pekerja. Mereka tidak dapat mengukur kekurangan mereka sendiri; mereka hanya berani melakukan berbagai hal tanpa malu-malu. Akibatnya, setelah berbagai pengaturan kerja dikeluarkan, mereka tidak dapat melaksanakan satu pun di antaranya sesuai dengan tuntutan dari Yang di Atas. Setiap pengaturan kerja yang mereka tangani berakhir berantakan dan kacau balau. Pelaksanaan pekerjaan administratif mereka buruk; mereka tidak tahu jumlah orang percaya baru yang diperoleh melalui pemberitaan Injil, cara mendirikan gereja, cara memilih pemimpin dan diaken, dan cara menjalankan kehidupan bergereja. Mengenai siapa yang paling banyak membuahkan hasil dalam mengemban pekerjaan penginjilan, siapa yang paling efektif memberi kesaksian, siapa yang paling cocok untuk menyirami gereja, pemimpin tim mana yang harus dialihkan tugasnya dan diberhentikan karena tidak bertanggung jawab, dan cara menyelesaikan masalah yang muncul dalam aspek pekerjaan tertentu, para pemimpin palsu tidak mengerti tentang semua tugas spesifik ini, dan mereka mengacaukan pekerjaan mereka sendiri. Untuk berbagai tugas profesional di gereja yang menuntut tingkat keahlian teknis yang lebih tinggi, para pemimpin palsu juga mengacaukannya. Mereka tidak tahu cara melaksanakan tugas-tugas ini secara spesifik. Sekalipun mereka ingin menanyakannya, mereka tidak tahu cara melakukannya. Mereka ingin bertanya kepada Yang di Atas cara mengerjakan tugas-tugas ini, tetapi mereka bahkan tidak tahu cara menyusun pertanyaan mereka. Akibatnya, pekerjaan tidak dapat dilakukan. Bahkan tugas sederhana untuk mengelola aset yang dituntut oleh pengaturan kerja—menugaskan orang yang cocok untuk menjaga dan mengalokasikan aset, dan membangun berbagai sistem—adalah sesuatu yang tidak dapat ditangani oleh para pemimpin palsu. Mereka membuat semuanya menjadi kacau balau. Para pemimpin palsu benar-benar kebingungan terkait setiap tugas yang mereka tangani. Ketika ditanya apakah mereka telah melaksanakan pengaturan kerja, mereka merasa bangga dan dengan percaya diri berkata, "Ya, aku sudah melaksanakannya. Semua orang memiliki salinan pengaturan kerja, dan semua orang tahu pekerjaan apa yang dituntut oleh rumah Tuhan." Jika engkau menanyakan bagaimana mereka melakukannya, meminta mereka menjelaskan langkah-langkah kerja spesifik, tugas mana yang pengerjaannya cukup buruk, tugas mana yang pengerjaannya lebih lancar, apakah setiap tugas dikerjakan dengan benar, tugas mana yang perlu lebih sering ditindaklanjuti dan diperiksa, dan apakah ditemukan masalah setelah diperiksa, mereka tidak tahu apa-apa tentang semua ini. Sebagian pemimpin palsu, sejak menjadi pemimpin, bahkan tidak tahu tugas apa yang harus dilakukan atau apa lingkup tanggung jawab mereka. Bukankah ini lebih menyulitkan? Apakah saat ini sebagian besar pemimpin dan pekerja mengalami masalah ini dalam berbagai tingkatan? (Ya.)
Kriteria untuk Menguji Apakah Para Pemimpin dan Pekerja Memenuhi Standar
Melalui persekutuan hari ini, apakah sekarang engkau semua memiliki pemahaman yang lebih jelas tentang tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh para pemimpin, pekerja, dan pengawas? Apakah engkau memiliki gagasan yang lebih baik dalam benakmu? Apakah pemahamanmu tentang peran para pemimpin dan pekerja menjadi lebih akurat? (Ya.) Di satu sisi, para pemimpin dan pekerja telah memperoleh pemahaman mengenai tugas-tugas apa yang harus mereka lakukan; di sisi lain, semua orang sekarang memiliki beberapa jalan untuk menilai apakah seorang pemimpin atau pekerja sudah memenuhi standar. Menurut tuntutan tanggung jawab kesembilan para pemimpin dan pekerja, apakah sebagian besar pemimpin dan pekerja sudah memenuhi standar? (Belum.) Jadi, para pemimpin dan pekerja mana yang dapat memenuhi standar, dan mana yang tidak? Mereka yang memiliki kualitas yang memenuhi standar, beberapa pengalaman nyata, beberapa prinsip dalam menangani segala sesuatu, dan rasa terbeban terhadap pekerjaan gereja dapat memenuhi standar sebagai para pemimpin dan pekerja setelah masa pelatihan. Namun, mereka dengan kualitas yang buruk, tidak memiliki kemampuan pemahaman, dan tidak dapat memahami prinsip-prinsip sebanyak apa pun kebenaran yang dipersekutukan, tidak dapat memenuhi standar sebagai para pemimpin dan pekerja, dan hanya dapat disingkirkan. Oleh karena itu, jika engkau ingin menjadi seorang pemimpin atau pekerja yang memenuhi standar, dan ingin dipilih oleh orang lain sebagai seorang pemimpin atau pekerja, egkau harus terlebih dahulu menilai apakah kualitasmu memadai. Bagaimana engkau dapat mengevaluasi hal ini? Dengan melihat apakah engkau dapat melaksanakan pengaturan kerja. Ambillah pengaturan kerja terbaru, bacalah, dan cobai dirimu sendiri untuk mengetahui apakah engkau memiliki langkah-langkah dan rencana untuk melaksanakannya. Jika engkau mempunyai gagasan dan rencana serta tahu cara melaksanakannya, maka engkau harus melakukan pekerjaan itu sebagai tugas yang mengikat ketika saudara-saudari memilihmu. Namun, jika setelah membaca pengaturan kerja, pikiranmu kosong, engkau sama sekali tidak dapat mengetahui yang sebenarnya tentang siapa yang paling cocok untuk ditugaskan bertanggung jawab atas pekerjaan itu, dan terlebih lagi, engkau tidak dapat mengetahui yang sebenarnya tentang bagaimana secara spesifik melaksanakan berbagai bidang pekerjaan gereja, dan engkau juga tidak tahu cara bersekutu, mengawasi, memeriksa, dan menindaklanjuti, dan engkau tidak memiliki langkah atau rencana pelaksanaan dalam pikiranmu, tetapi beberapa saudara-saudari salah mengira bahwa engkau sangat berbakat dan cocok menjadi pemimpin atau pekerja, bagaimanakah seharusnya sikapmu? Engkau seharusnya berkata, "Terima kasih atas pujianmu, tetapi sebenarnya aku tidak punya banyak bakat. Aku tidak punya kemampuan yang dibutuhkan—engkau telah salah menilaiku. Jika engkau memilihku sebagai pemimpin, itu akan menunda pekerjaan gereja. Aku tahu tingkat pertumbuhanku sendiri; aku bahkan tidak tahu cara melaksanakan pengaturan kerja yang sederhana—aku tidak tahu harus mulai dari mana dan tidak punya petunjuk apa pun. Tanpa memahami kebenaran, pekerjaan gereja tidak dapat dilakukan dengan baik. Bahkan jika Yang di Atas menunjukku, aku tidak akan mampu melakukannya. Aku benar-benar tidak cocok untuk peran ini." Apa pendapatmu tentang pengakuan semacam ini? Pendekatan ini menunjukkan nalar; orang yang mengatakan hal ini jauh lebih bernalar daripada para pemimpin palsu. Para pemimpin palsu tidak akan pernah bisa mengatakan sesuatu dengan nalar sebanyak ini. Para pemimpin palsu berpikir, "Aku telah dipilih, jadi aku seharusnya menjadi pemimpin. Mengapa tidak? Aku berbakat, jadi aku pantas menjadi pemimpin. Apakah tidak mampu melaksanakan pengaturan kerja merupakan suatu masalah? Siapa yang terlahir dengan kemampuan melakukannya? Bukankah itu sesuatu yang bisa kupelajari? Selama aku bisa memberitakan Injil, itu sudah cukup. Aku memiliki pemahaman rohani, aku mengetahui dan memahami firman Tuhan, aku dapat bersekutu, dan aku dapat menemukan jalan penerapan dalam firman Tuhan. Aku mahir dalam menyelesaikan watak rusak manusia dan berbagai keadaannya. Melaksanakan pengaturan kerja rumah Tuhan bukanlah hal yang sulit. Bukankah ini hanya pekerjaan pengelolaan administratif? Aku pernah belajar pengelolaan administratif sebelumnya, jadi pekerjaan rumah Tuhan ini bukan masalah bagiku!" Bukankah orang seperti itu dalam bahaya? (Ya.) Di mana letak bahayanya? Apakah engkau semua dapat memahami masalah ini? (Mereka tidak dapat melakukan pekerjaan dan akan mengacaukan serta mengganggu pekerjaan rumah Tuhan, tidak hanya merugikan diri mereka sendiri dan saudara-saudari, tetapi juga menunda pekerjaan rumah Tuhan.) Apakah hanya merugikan? Apakah pada akhirnya itu yang akan terjadi? Jika hanya itu, maka masih bisa diperbaiki. Masalah utamanya adalah jika pemimpin palsu tetap menjalankan perannya dalam jangka waktu yang lama, mereka akan mengikuti jalan antikristus dan pada akhirnya menjadi antikristus. Apakah menurutmu menjadi seorang pemimpin atau pekerja sesederhana itu? Dengan adanya status, muncul godaan, dan dengan adanya godaan, muncul bahaya. Apa bahayanya? Yaitu, kemungkinan mengikuti jalan antikristus. Konsekuensi terburuk dari mengikuti jalan antikristus adalah menjadi antikristus.
Sebagian orang berkata, "Beberapa pemimpin palsu memang memiliki kualitas yang agak buruk, tetapi kemanusiaan mereka tidaklah buruk. Apakah mereka dapat mengikuti jalan antikristus?" Siapa bilang memiliki kemanusiaan yang tidak buruk berarti mereka tidak akan mengikuti jalan antikristus? Seberapa burukkah mereka sehingga dianggap sebagai antikristus? Apakah engkau dapat mengetahui yang sebenarnya mengenai hal ini? Jika pemimpin palsu terus menjalankan perannya dalam jangka waktu yang lama, mereka sudah mulai menempuh jalan antikristus. Apakah ada perbedaan antara mengikuti jalan antikristus dan menjadi antikristus? (Tidak.) Pikirkan kembali: Jalan apa yang diikuti oleh para pemimpin palsu itu? Para pemimpin palsu tidak melakukan pekerjaan spesifik, mereka juga tidak mampu melakukan pekerjaan spesifik, tetapi mereka tetap ingin memiliki kedudukan tinggi untuk mengajari orang lain dan membuat orang lain mendengarkan serta menaati mereka. Apakah ini mengikuti jalan antikristus? Apa konsekuensi dari mengikuti jalan antikristus? (Mereka dengan sendirinya menjadi antikristus.) Meskipun para pemimpin palsu secara alami bukanlah antikristus atau orang jahat, jika mereka mengikuti jalan antikristus dalam waktu yang lama tanpa adanya pengawasan atau orang yang melaporkan dan memberhentikan mereka, apakah mereka dapat merebut kekuasaan dan membangun kerajaan independen? (Ya.) Pada saat itu, bukankah mereka telah menjadi antikristus? Jadi, menurut engkau semua, bukankah peran pemimpin palsu itu berbahaya? (Ya.) Menjadi seorang pemimpin palsu sudah sangat berbahaya. Meskipun saat ini kita sedang menelaah para pemimpin palsu dan tidak menyinggung antikristus, ada hubungan antara esensi keduanya. Sebenarnya, para pemimpin palsu mengikuti jalan antikristus. Mengikuti jalan ini dengan sendirinya akan menuntun mereka menjadi antikristus, yang ditentukan oleh esensi natur mereka. Pada saat itu, tidak perlu lagi melihat esensi kemanusiaan mereka; jalan hidup merekalah yang menentukan apakah mereka adalah antikristus. Pertimbangkanlah para pemimpin palsu yang telah diberhentikan. Jika mereka tidak segera diberhentikan, maka, dengan menilai esensi mereka dari cara mereka berperilaku dan apa yang diperlihatkan selama masa jabatan mereka, apakah mereka pada akhirnya akan mengikuti jalan antikristus? Apakah mereka akan menjadi antikristus? Sebenarnya, beberapa orang telah menunjukkan tanda-tanda ini, dan rumah Tuhanlah yang segera memberhentikan mereka. Jika mereka tidak diberhentikan, mereka akan mulai menjadikan gereja sebagai sumber penghasilan dan menyesatkan orang. Mereka akan mulai bertindak seperti pejabat atau penguasa yang berkedudukan tinggi, menyuruh orang-orang dan mengeluarkan perintah, membuat orang lain mematuhi mereka seolah-olah mereka adalah Tuhan. Mereka bahkan akan mengaku telah disempurnakan oleh Tuhan dan menjadi orang yang dipakai oleh Tuhan. Bukankah itu menjengkelkan? Jadi, bagaimana seharusnya kita memandang dan menggolongkan keadaan dan perwujudan para pemimpin palsu seperti itu? Awalnya mereka dapat digolongkan sebagai orang-orang munafik, orang-orang yang menjadikan gereja sebagai sumber penghasilan, orang-orang Farisi. Apa yang terjadi jika hal ini terus berkembang lebih jauh? Meskipun para pemimpin palsu mungkin tidak sekejam atau sejahat antikristus, dan meskipun dari luar mereka mungkin terlihat mampu menanggung kesulitan dan bekerja keras, membantu orang lain di setiap kesempatan, dan mampu bersabar serta menoleransi orang, seperti halnya orang-orang Farisi yang melakukan perjalanan melalui darat dan laut untuk memberitakan Injil dan bekerja, apa pentingnya hal itu pada akhirnya? Jika mereka tidak dapat melaksanakan satu tugas pun, apa bedanya tindakan dan perilaku mereka dengan orang-orang Farisi? Apakah perbuatan mereka sejalan dengan pekerjaan Tuhan, atau justru menentang dan mengganggu pekerjaan Tuhan? Jelaslah, mereka menentang pekerjaan Tuhan dan menghalangi kemajuan normal berbagai bidang pekerjaan gereja. Bukankah ini tidak berbeda dengan perilaku orang-orang Farisi dan pendeta serta penatua di dunia keagamaan? Para pemimpin palsu sama seperti mereka. Jadi, bagaimana seharusnya kita menggolongkan mereka? Apa yang akan terjadi jika para pemimpin palsu terus menjalankan perannya? Mereka tidak hanya akan gagal melaksanakan pengaturan kerja rumah Tuhan, tetapi juga akan mulai mencela, mengkritik, menghakimi, mengutuk, dan melakukan hal-hal lain seperti itu terhadap pengaturan ini—serangkaian perilaku antikristus akan muncul. Mereka tidak hanya gagal melaksanakan pengaturan kerja, tetapi juga mencari berbagai alasan untuk menentang dan menghalangi pelaksanaannya. Ini bukan sejalan dengan pekerjaan Tuhan, tetapi menghalangi dan mengganggu pekerjaan rumah Tuhan. Inilah mereka yang menggunakan gagasan dan imajinasi mereka sendiri, serta kekuasaan dan status yang diberikan kepada mereka oleh rumah Tuhan, untuk menghalangi pelaksanaan pengaturan kerja rumah Tuhan. Bukankah ini esensi permasalahannya? (Ya.) Para pemimpin palsu tidak melakukan pekerjaan nyata dan tidak dapat melaksanakan berbagai tugas yang diatur oleh Yang di Atas, tetapi mereka tetap menegaskan status mereka untuk memberitakan Injil kepada orang-orang, merasa bahwa mereka adalah kepala, kapten, umat pilihan Tuhan. Ini telah menjadikan mereka antikristus—antikristus sejati. Apakah penggolongan orang-orang seperti itu akurat? Sangat akurat, tanpa kesalahan apa pun! Ini bukan penalaran logis, tetapi penggolongan berdasarkan esensi mereka. Mereka yang tidak dapat melaksanakan pengaturan kerja rumah Tuhan adalah para pemimpin palsu, dan mereka yang tidak melaksanakan pengaturan kerja rumah Tuhan juga adalah para pemimpin palsu. Sebelum mereka disingkapkan sebagai orang-orang Farisi, mereka dapat digolongkan sebagai para pemimpin palsu. Namun, sejak mereka menjadi orang-orang Farisi dan menjadikan gereja sebagai sumber penghasilan, mengandalkan "pencapaian masa lalu" mereka, dan menduduki jabatan tanpa melaksanakan pengaturan kerja atau melakukan tugas spesifik, menjadi batu sandungan bagi pekerjaan rumah Tuhan, orang-orang seperti itu harus digolongkan sebagai antikristus. Bagaimana engkau menentukan apakah seseorang adalah pemimpin palsu atau antikristus? Penggolongan pemimpin palsu didasarkan pada apakah mereka dapat melaksanakan pengaturan kerja dan melakukan pekerjaan nyata. Mereka yang tidak melaksanakan pengaturan kerja dan tidak melakukan pekerjaan nyata adalah para pemimpin palsu. Namun, jika mereka tahu bahwa dirinya tidak dapat melakukan pekerjaan nyata dan tidak dapat melaksanakan pengaturan kerja dari Yang di Atas, tetapi masih ingin menegaskan status mereka untuk memberitakan Injil dan meneriakkan slogan-slogan guna memenangkan hati orang, dan mengabaikan pengaturan kerja rumah Tuhan, serta mengharapkan rumah Tuhan—mengingat fakta bahwa mereka telah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun dan telah menderita demi pekerjaan gereja selama bertahun-tahun—untuk tetap mempertahankan mereka sehingga mereka dapat menjadikan gereja sebagai sumber penghasilan dan memanfaatkan rumah Tuhan sebagai rumah pensiun, terus menyesatkan saudara-saudari, bahkan mencari kekuasaan untuk menyusun wacana dan wewenang pengambilan keputusan, maka orang-orang seperti itu adalah antikristus. Beginilah caramu menentukan apakah seseorang adalah pemimpin palsu atau antikristus. Apakah prinsip dan standar untuk penggolongan sudah jelas? (Ya.)
Tanggung jawab kesembilan dari para pemimpin dan pekerja terutama mencakup pengaturan kerja. Kriteria untuk menguji apakah seorang pemimpin atau pekerja memenuhi standar adalah dari apakah seorang pemimpin atau pekerja melaksanakan pengaturan kerja atau tidak. Metode yang paling akurat adalah mengevaluasi apakah para pemimpin dan pekerja itu asli atau palsu dengan melihat apakah mereka melakukan pekerjaan gereja sesuai dengan pengaturan kerja atau tidak. Menilai dan menelaah para pemimpin palsu, serta menentukan apakah mereka pemimpin palsu atau antikristus dengan melihat sikap mereka terhadap pengaturan kerja adalah hal yang sepenuhnya wajar. Mengevaluasi para pemimpin dan pekerja berdasarkan cara mereka melaksanakan pengaturan kerja, apakah mereka dapat melaksanakan pengaturan kerja, dan keefektifan serta ketelitian pelaksanaan kerjanya adalah hal yang wajar dan bernalar bagi setiap pemimpin atau pekerja. Hal ini tidak dimaksudkan untuk mempersulit siapa pun dengan sengaja. Apakah engkau semua dapat menilai bahwa beberapa pemimpin palsu tidak melaksanakan pengaturan kerja dan pada akhirnya menjadi antikristus? Apakah pernyataan ini dapat diterima? (Ya.) Mengapa dapat diterima? (Karena para pemimpin palsu tidak melaksanakan pengaturan kerja, dan menduduki jabatannya untuk membangun kerajaan independennya sendiri. Ini berarti mereka sudah mulai menempuh jalan antikristus.) Inilah fenomenanya—apa esensi permasalahannya? Tidak melaksanakan pengaturan kerja berarti menentang Tuhan dan melawan-Nya. Apa artinya melawan Tuhan? Mereka yang mengikuti jalan antikristus melawan Tuhan, berdiri secara langsung melawan-Nya. Jika mereka sekadar menjadi pemimpin palsu, mereka hanya tidak tahu cara melakukan pekerjaan atau melaksanakan pengaturan kerja; mereka tidak dengan sengaja menentang Tuhan. Namun, natur antikristus jauh lebih serius daripada natur para pemimpin palsu. Beberapa pemimpin palsu telah mengikuti jalan antikristus sejak lama. Mulanya, orang-orang ini tidak melakukan pekerjaan nyata dan tidak melaksanakan pengaturan kerja. Setelah sekian lama menjadi pemimpin dan mampu memberitakan beberapa firman dan doktrin, mereka merasa bahwa kedudukannya sudah aman, mereka memiliki modal, dan telah mendapatkan kehormatan di antara orang-orang. Mereka kemudian berani melakukan apa pun yang mereka inginkan dan melawan Tuhan. Mereka selalu melebih-lebihkan diri sendiri, meyakini bahwa mereka telah dihormati di antara saudara-saudari, bahwa kata-kata mereka dianggap berbobot, sehingga mereka merasa harus memiliki kendali atas pembicaraan dan wewenang pengambilan keputusan yang mutlak dalam segala yang mereka lakukan. Mereka berpikir orang-orang seharusnya mendengarkan mereka dan tetap menjaga harga diri mereka jika mereka mempermalukan diri sendiri saat melakukan sesuatu atau salah bicara—begitu pula dengan rumah Tuhan. Rumah Tuhan seharusnya meminta pertimbangan mereka dalam setiap masalah yang muncul dan membagikan hal-hal yang bagus kepada mereka, dan mereka pun seharusnya menerima manfaat lebih serta pujian yang lebih tinggi daripada orang lain. Mereka berpikir Tuhan juga seharusnya memandang mereka dengan cara yang berbeda. Mengingat kelebihan dan keunggulan yang mereka anggap mereka miliki, mereka percaya bahwa rumah Tuhan tidak boleh dengan mudah memangkas atau menyingkapkan watak rusak mereka di hadapan orang lain, apalagi memberhentikan mereka tanpa mempertimbangkan perasaan mereka. Orang-orang seperti itu berada dalam bahaya. Mereka mengandalkan "pencapaian masa lalu" mereka. Mereka adalah orang-orang Farisi dan telah menjadi antikristus. Bukankah ini telah ditentukan oleh esensi natur mereka? Jika seseorang mengejar kebenaran dan memiliki kenyataan kebenaran, apakah mereka akan mengajukan tuntutan yang tidak bernalar ini kepada rumah Tuhan dan Tuhan? (Tidak.) Ada satu macam orang yang setelah lama bekerja, merasa bahwa dirinya telah memperoleh status dan memiliki modal, sehingga timbullah pemikiran-pemikiran semacam ini dan perasaan lebih unggul ini. Orang macam apakah ini? Dia adalah orang yang memiliki esensi antikristus. Karena dia tidak mengejar kebenaran dan mengikuti jalan antikristus, dia menjadi congkak dan merasa diri benar, mengajukan segala macam tuntutan yang tidak bernalar kepada Tuhan dan rumah Tuhan. Dia mengandalkan "pencapaian masa lalu" dirinya, menjadikan gereja sebagai sumber penghasilan, berpaut pada statusnya, dan pada akhirnya menjadi antikristus. Ini adalah khas antikristus. Apakah ada orang-orang seperti itu di gereja? Siapa pun yang membanggakan diri sebagai orang rohani termasuk dalam tipe ini. Mereka jelas tidak berharga dan tidak dapat melakukan pekerjaan spesifik apa pun, tetapi tetap menganggap diri sebagai orang rohani; mereka menganggap dirinya sebagai orang yang dipandang baik oleh Tuhan dan menjadi objek kesempurnaan-Nya. Mereka percaya bahwa mereka adalah anak-anak yang dikasihi Tuhan, para pemenang. Jalan manakah yang diikuti oleh orang-orang seperti itu? Apakah mereka orang-orang yang mengejar kebenaran? Apakah mereka orang-orang yang tunduk kepada kebenaran? Apakah mereka orang-orang yang tunduk kepada pengaturan dan penataan Tuhan? Sama sekali tidak, seratus persen tidak. Mereka adalah orang-orang yang mengejar status, reputasi, dan berkat, serta menempuh jalan antikristus. Ketika orang-orang seperti itu menduduki suatu jabatan dan menjadi pemimpin palsu dalam jangka waktu yang lama, mereka pasti akan menjadi antikristus. Antikristus adalah penghalang bagi pekerjaan rumah Tuhan. Mereka tidak mungkin dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan pengaturan kerja dan mengikuti kehendak Tuhan, atau melakukan segala sesuatu sesuai dengan tuntutan Tuhan; terlebih lagi, mereka tidak mungkin dapat melepaskan status, reputasi, dan kepentingannya untuk melakukan pekerjaan gereja, karena mereka adalah antikristus.
Persekutuan tentang tanggung jawab kesembilan dari para pemimpin dan pekerja terutama membahas pelaksanaan pengaturan kerja. Apakah pemimpin atau pekerja memenuhi standar dan mengemban tanggung jawab mereka sangat ditentukan oleh cara mereka melaksanakan pengaturan kerja dan hasil dari pelaksanaan tersebut. Tentu saja, standar ini juga digunakan untuk menyingkapkan para pemimpin palsu dan jalan yang mereka tempuh, serta konsekuensi yang mereka timbulkan terhadap pekerjaan gereja dan jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan. Semua penentuan, penilaian, dan penggolongan akhir ini didasarkan pada pelaksanaan pengaturan kerja oleh para pemimpin palsu. Melaksanakan pengaturan kerja adalah tugas utama, sehingga menentukan apakah pemimpin atau pekerja memenuhi standar berdasarkan pelaksanaan pengaturan kerja mereka adalah hal yang sangat nyata dan fundamental. Selain itu, menerapkan standar ini pada setiap pemimpin dan pekerja sepenuhnya bernalar dan wajar, tanpa adanya ketidakmurnian.
24 April 2021