Tanggung Jawab Para Pemimpin dan Pekerja (28)
Bab Empat Belas: Dengan Segera Mengenali, Mengeluarkan, dan Mengusir Berbagai Macam Orang Jahat dan Antikristus (Bagian Tujuh)
Tanggung jawab para pemimpin dan pekerja yang keempat belas adalah "dengan segera mengenali, mengeluarkan, dan mengusir berbagai macam orang jahat dan antikristus". Terakhir kali, kita telah bersekutu tentang kriteria kedua untuk mengenali berbagai macam orang jahat, yang didasarkan pada kemanusiaan mereka, yang terdiri dari tiga perwujudan. Bacakan ketiga perwujudan ini. (Kedelapan, mampu melakukan pengkhianatan kapan saja; kesembilan, mampu meninggalkan kapan saja; kesepuluh, bimbang.) Setelah mempersekutukan ketiga perwujudan ini, apakah engkau memahaminya? (Ya.) Kebanyakan orang yang memiliki masalah-masalah ini umumnya tidak memiliki kemampuan untuk memahami kebenaran; mereka tidak memahami apa arti kebenaran, dan mereka juga tidak memahami apa arti percaya kepada Tuhan. Selain itu, beberapa dari mereka tidak dapat memahami arti percaya kepada Tuhan yang sebenarnya. Mereka menganggap bahwa percaya kepada Tuhan hanyalah iman beragama dan bahwa sekadar menjalankan ritual keagamaan saja sudah cukup. Mereka tidak memahami makna penting dari percaya kepada Tuhan, dan mereka juga tidak memahami makna penting dari melaksanakan tugas; mereka bahkan tidak yakin dalam hati mereka tentang keberadaan Tuhan, dan mereka tidak yakin apakah jalan mengikuti Tuhan itu benar atau tidak. Seberapa lamanya pun mereka telah percaya, atau sebanyak apa pun khotbah yang telah mereka dengar, mereka tidak pernah mampu membangun landasan dalam cara yang benar. Akibatnya, mereka bimbang, dan jika terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan mereka, mereka bahkan dapat meninggalkan gereja atau mengkhianati gereja kapan saja. Rumah Tuhan memiliki prinsip-prinsip spesifik untuk menangani beberapa macam orang ini. Berdasarkan situasi mereka yang berbeda-beda, ada rencana-rencana spesifik untuk menangani dan mengatasi mereka; mereka yang seharusnya dikeluarkan akan dikeluarkan dan mereka yang seharusnya diusir akan diusir. Meskipun beberapa dari orang-orang ini bukanlah orang-orang jahat, dan terlebih lagi, mereka bukanlah antikristus, berdasarkan natur perwujudan mereka dan sikap mereka terhadap kepercayaan kepada Tuhan, mereka bukanlah umat milik rumah Tuhan, dan mereka juga bukan saudara-saudari yang sejati. Sekalipun mereka tetap berada di dalam gereja, akan sangat sulit bagi mereka untuk mulai memahami kebenaran. Apa maksudnya sulit bagi mereka untuk memahami kebenaran? Maksudnya adalah, karena mereka tidak pernah mampu memahami firman Tuhan dan tidak pernah mampu memahami kebenaran, mereka pada akhirnya akan gagal memperoleh keselamatan dan gagal didapatkan oleh Tuhan. Dengan kata lain, pada akhirnya, mereka tidak dapat menjadi umat milik rumah Tuhan, tidak dapat menjadi makhluk ciptaan sejati, dan tidak mampu memenuhi tugas sebagai makhluk ciptaan dan kembali ke hadapan Tuhan. Selain itu, mereka sering memainkan peran negatif di dalam gereja. Bukan hanya tidak memberikan dampak positif, dari waktu ke waktu, mereka juga menimbulkan gangguan dan kehancuran, memengaruhi keadaan beberapa orang dan mengganggu beberapa orang yang sedang melaksanakan tugas mereka. Oleh karena itu, gereja harus mengambil tindakan yang sesuai untuk menangani mereka, baik dengan membujuk mereka agar pergi atau dengan mengeluarkan mereka. Dalam situasi apa pun, mereka tidak boleh dibiarkan menyebabkan kekacauan dan gangguan di dalam gereja.
Standar dan Dasar untuk Mengenali Berbagai Macam Orang Jahat
II. Berdasarkan Kemanusiaan Orang
J. Bimbang
Orang-orang yang bimbang tidak akan pernah mampu memastikan apakah Tuhan itu benar-benar ada, dan mereka bahkan tidak mampu memastikan apakah Tuhan yang mereka percayai adalah Tuhan yang sejati. Hari ini mereka ingin mencari di sini, dan besok mereka ingin memeriksa di sana, tidak tahu mana jalan yang benar, selalu bersikap tunggu dan lihat dahulu. Dalam kasus orang-orang semacam ini, segera bujuk mereka untuk pergi, dengan berkata, "Kau tidak akan pernah mampu memastikan bahwa pekerjaan Tuhan adalah jalan yang benar, dan kau tidak mencari kebenaran untuk menyelesaikan kesulitanmu. Apa hasil yang dapat diperoleh dari terus percaya dengan cara ini? Karena kau tidak mencintai kebenaran dan tidak menikmati kehidupan bergereja, kau seharusnya pergi ke mana pun kau mau, sesuai dengan pilihanmu sendiri. Bukankah kau ingin lebih baik daripada orang lain dan meraih kesuksesan besar? Jadi kau seharusnya pergi ke dunia dan berjuang untuk mendapatkannya. Mungkin kau bisa menjadi kaya atau menjadi pejabat dan mencapai impianmu di dunia. Kau seharusnya tidak berlama-lama lagi di rumah Tuhan." Dalam kasus orang-orang semacam itu, engkau sama sekali tidak boleh memaksa mereka atau mencoba mendesak mereka untuk tetap tinggal. Jika mereka ingin meninggalkan gereja, biarkan mereka pergi. Selalu menasihati para pengikut yang bukan orang percaya ini dan mendesak mereka untuk tetap tinggal tidak sesuai dengan maksud-maksud Tuhan. Pekerjaan Tuhan tidak pernah memaksa orang, dan ketika engkau terus menarik dan mendorong mereka yang ragu, ada unsur pemaksaan di dalamnya. Orang-orang ini ingin pergi bekerja, menghasilkan uang, dan menjalani kehidupan yang baik, atau mengejar hal-hal yang mereka sukai secara pribadi. Mereka selalu memiliki niat ini, dan mereka selalu memiliki cita-cita dan rencana mereka sendiri. Meskipun tak ada seorang pun yang mengetahui hal ini, perilaku mereka telah memperlihatkannya. Contohnya, ketika melaksanakan tugasnya, mereka sering kali setengah hati, atau sering lupa, bersikap asal-asalan, dan melakukannya sekadar untuk formalitas. Mereka sering memperlihatkan keengganan ketika melaksanakan tugas mereka, selalu merasa mereka dirugikan, menganggap bahwa melaksanakan tugas menghalangi mereka untuk menghasilkan uang. Orang-orang semacam ini harus dibujuk untuk pergi, dengan berkata, "Kau selalu setengah hati dan bersikap asal-asalan dalam melaksanakan tugasmu, dan pada akhirnya kau akan gagal memperoleh kebenaran, dan Tuhan tidak akan berkenan kepadamu—alangkah ruginya itu nantinya! Karena kau tidak tertarik akan kebenaran, tidak mampu memastikan keberadaan Tuhan atau kedaulatan-Nya, dan menganggap dunia ini fantastis, meyakini bahwa jika kau mengejar dunia kau bisa menjadi sangat sukses dan lebih baik daripada semua orang, maka lebih baik bagimu untuk kembali ke dunia dan berjuang di sana. Apa gunanya menanggung kesukaran ini di sini?" Orang-orang ini khususnya sering merasa bahwa mereka memiliki keahlian dalam bidang tertentu, bahwa mereka memiliki beberapa keterampilan dan kemampuan, dan mereka yakin bahwa jika mereka terjun ke tengah masyarakat atau dunia, mereka mungkin mendapatkan ketenaran dan kekayaan, menikmati status dan upah yang tinggi. Namun, setelah mulai percaya kepada Tuhan dan bingung selama beberapa tahun, mereka tidak pernah menerima promosi apa pun atau dipilih untuk jabatan penting mana pun. Karena tidak mampu menonjol, di dalam hati, mereka merasa sangat dirugikan dan sangat tidak rela. Mereka tidak mau menempuh jalan percaya kepada Tuhan, dan terlebih lagi, mereka tidak mau melaksanakan tugas mereka. Hati mereka selalu gelisah dan pikiran mereka selalu mengembara, serta mudah berubah dan tidak stabil. Dari waktu ke waktu, mereka teringat tentang bagaimana teman sekelas dan teman-teman mereka telah mendapatkan pekerjaan yang begitu bagus, mencapai kedudukan yang begitu tinggi, dan menjalani kehidupan yang unggul dari kehidupan orang lain, yang khususnya membuat mereka merasa bahwa mereka memperlakukan diri secara sangat tidak adil dengan percaya kepada Tuhan, dan menganggap bahwa mereka tidak berguna, tidak cakap, dan orang gagal karena percaya kepada Tuhan, merasa terlalu malu untuk menghadapi orang tua dan leluhur mereka. Hal ini membuat mereka makin sedih dan tidak rela, serta dengan getir menyesal telah memilih untuk percaya kepada Tuhan sejak awal! Jadi, pikiran mereka pun makin bimbang. Selama bertahun-tahun percaya kepada Tuhan dan melaksanakan tugas mereka, iman mereka bukan hanya tidak diperkuat, melainkan mereka juga telah kehilangan semangat yang awalnya mereka miliki. Menurut engkau semua, bagaimana seharusnya orang-orang semacam itu ditangani? (Bujuk mereka untuk pergi.) Jika engkau membujuk mereka untuk pergi, mereka mungkin berkata, "Aku telah percaya kepada tuhan selama bertahun-tahun, meninggalkan pendidikan, pernikahan, dan prospekku. Sekarang kau menyuruhku meninggalkan gereja—bukankah itu berarti semua kesukaran yang sudah kualami selama bertahun-tahun ini telah sia-sia? Bukankah aku sama sekali tidak akan memiliki tempat tujuan di masa depan? Itu berarti aku akan kehilangan keduanya. Bukankah itu seperti bunuh diri?" Apakah membujuk mereka untuk pergi terlalu kejam? Apakah pantas untuk melakukannya? (Sejak awal, orang-orang semacam itu tidak pernah ingin percaya kepada Tuhan. Mereka hanya menyelinap masuk ke dalam gereja untuk menerima berkat. Ketika mereka melihat bahwa gereja selalu berfokus pada makan dan minum firman Tuhan serta mempersekutukan kebenaran, mereka merasa muak akan hal-hal ini dan ingin pergi. Orang-orang semacam itu harus dibujuk untuk pergi. Meskipun engkau dapat menahan mereka, engkau tidak dapat menahan hati mereka.) Jika mereka melaksanakan tugas mereka dengan sedikit ketulusan, tetapi sama sekali tidak memiliki kejelasan tentang kebenaran, atau menjadi agak negatif dan lemah untuk sementara karena menghadapi kemunduran dan kegagalan atau telah dipangkas, dalam kasus-kasus ini, engkau dapat mempersekutukan kebenaran untuk membantu dan menyokong mereka. Namun, seandainya kelemahan mereka bukan kelemahan sesaat, melainkan mereka selalu bersikap asal-asalan dan melaksanakan tugas mereka sekadar untuk formalitas, dan melaksanakannya dengan setengah hati, serta merasa cukup puas karena tidak diusir; dan seandainya mereka melaksanakan tugas mereka tanpa ketulusan atau motivasi, atau lebih tepatnya, mereka tidak memiliki tujuan yang ingin dicapai dan hanya sekadar menghabiskan hari-hari—jika menjadi jelas bahwa mereka memang jenis orang seperti itu, mereka dapat dibujuk untuk pergi.
Beberapa orang adalah pengikut yang bukan orang percaya. Jika engkau dapat melihat dengan jelas bahwa mereka pada dasarnya adalah orang-orang yang tidak mencintai kebenaran dan bahkan tidak mau berjerih payah, mereka harus dibujuk untuk pergi. Perwujudan utama mereka adalah mereka tidak pernah membaca firman Tuhan, tidak pernah mempelajari lagu pujian, tidak pernah mendengarkan khotbah, dan tidak pernah mempersekutukan kebenaran atau berbicara tentang mengenal diri mereka sendiri. Mereka juga tidak suka mendengarkan kesaksian pengalaman saudara-saudari. Mereka tidak pernah menonton film, atau video lagu pujian, atau video kesaksian pengalaman yang diproduksi oleh rumah Tuhan, dan sekalipun mereka menontonnya, itu hanya untuk hiburan atau karena rasa ingin tahu, dalam hal ini mereka hanya menonton sedikit dengan enggan; dan itu sama sekali bukan karena adanya rasa terbeban untuk jalan masuk kehidupan mereka sendiri, tetapi hanya menonton untuk kesenangan dan kegembiraan semata. Apa yang paling sering mereka lakukan untuk menghabiskan waktu? Mengobrol, bergosip, atau menjelajahi dunia maya untuk melihat hal-hal yang mereka sukai. Contohnya, beberapa dari mereka menyukai pasar saham dan selalu memeriksa tren saham secara daring; ada yang menyukai mobil atau produk-produk elektronik dan selalu mengecek secara daring untuk melihat merek-merek mana yang telah merilis model baru atau mengembangkan beberapa teknologi baru; orang-orang lainnya suka menonton laporan berita daring yang diproduksi oleh media mandiri; dan ada yang menyukai kecantikan, tata rias, atau perawatan kesehatan dan sering menjelajahi dunia maya untuk membaca hal-hal tentang kecantikan, perawatan kesehatan, atau cara untuk menjaga kesehatan yang baik dan memperoleh umur panjang. Orang-orang ini sama sekali tidak tertarik pada berbagai kebenaran yang perlu dimasuki orang percaya agar dapat diselamatkan, atau pada kesaksian pengalaman saudara-saudari. Selain dengan enggan melaksanakan sedikit tugas, mereka sebaliknya selalu berfokus pada situasi dunia orang-orang tidak percaya yang berubah-ubah, pada tren-tren baru serta berita-berita penting yang ada di dunia, perkembangan di negara mereka sendiri, dan sebagainya. Mereka hanya membaca informasi semacam ini. Karena mereka membaca hal-hal ini sepanjang waktu, hati mereka hanya dipenuhi dengan hal-hal semacam itu, dan mereka sama sekali mengabaikan kebenaran yang seharusnya dipahami mereka sebagai orang yang percaya kepada Tuhan. Siapa pun yang bersekutu dengan mereka, mereka tidak menerimanya. Mereka tidak tertarik atau peduli akan hal-hal yang ada kaitannya dengan jalan masuk kehidupan, seperti prinsip-prinsip apa yang harus mereka ikuti ketika melaksanakan tugas mereka, watak-watak rusak apa yang mereka perlihatkan dan masalah-masalah apa yang ada ketika melaksanakan tugas mereka, serta tuntutan-tuntutan Tuhan yang mana terhadap orang yang telah dan belum mereka penuhi. Meskipun mereka melaksanakan tugas mereka, mereka hanya melaksanakannya sekadar untuk formalitas, tidak sedikit pun mencari prinsip-prinsip. Meskipun orang-orang semacam itu mengaku sebagai orang-orang yang percaya kepada Tuhan, apa yang mereka sukai dan fokuskan dalam hati mereka adalah uang, status, dan tren-tren dunia orang tidak percaya, dan mereka suka bergaul dengan mereka yang mengikuti tren-tren dunia orang tidak percaya. Ketika berbicara tentang hal-hal dari dunia orang tidak percaya, mereka berbicara dengan penuh semangat dan antusiasme yang tak kenal lelah, berbicara dengan fasih dan terus-menerus membahasnya, tetapi ketika mereka bertemu dengan mereka yang suka mempersekutukan kebenaran, tidak ada apa pun yang bisa mereka katakan. Ketika seorang saudara atau saudari berkata, "Ada sebuah lagu pujian yang sangat indah, aku sudah hafal semua liriknya," mereka dengan dangkal berkata, "Kau sudah menghafalnya. Baguslah." Ketika seorang saudara atau saudari berkata, "Kesaksian pengalaman Saudari Anu bagus sekali!" mereka berkata, "Sekarang ini ada begitu banyak video kesaksian pengalaman, yang mana yang tidak bagus? Semuanya sangat bagus." Mereka hanya merespons dengan cara yang dangkal seperti ini; sebenarnya, mereka tidak tertarik akan kebenaran dan tidak memiliki pemahaman yang sama dengan saudara-saudari. Ketika seseorang bertanya kepada mereka, "Apakah kau berdoa ketika sesuatu terjadi padamu?" mereka menjawab, "Berdoa bagaimana? Berdoa tentang apa?" Mereka tidak berdoa, juga tidak ada apa pun yang ingin mereka katakan kepada Tuhan. Orang-orang ini tidak tertarik akan apa pun yang ada kaitannya dengan kepercayaan kepada Tuhan, dan hati mereka dipenuhi dengan segala macam hal dari dunia orang tidak percaya. Bagaimana menurut engkau semua—apakah orang-orang semacam itu memiliki masalah? (Ya.) Jika engkau melihat bahwa mereka selalu setengah hati ketika melaksanakan tugas, dan ketika diberikan tugas apa pun, mereka menjadi sangat tidak sabar, mengeluh begitu mereka menderita sedikit kesukaran, dan setelah beberapa tahun percaya kepada Tuhan, mereka sering mengungkapkan pemikiran seperti, "Aku telah mengalami kerugian karena percaya kepada tuhan. Seandainya aku tidak percaya kepada tuhan, sekarang gajiku pasti sudah naik sampai sejumlah ini dan itu, dan aku akan dapat menikmati status ini dan itu, dan gaya hidup mewah ini dan itu", bagaimana seharusnya cara menangani orang-orang semacam itu? (Mereka harus dibujuk untuk pergi.) Bujuk saja orang-orang semacam itu untuk pergi dan jangan minta mereka melaksanakan tugas apa pun lagi, karena mereka bahkan tidak mau berjerih payah. Mereka menganggap bahwa menghadiri pertemuan sebagai orang percaya saja dapat mereka tanggung, tetapi melaksanakan tugas mereka dan mengikuti Tuhan menghalangi usaha-usaha besar mereka. Mereka merasa bahwa melaksanakan tugas mereka dan mengikuti Tuhan adalah hambatan utama dalam mengejar kebahagiaan mereka. Mereka meyakini bahwa seandainya mereka tidak melaksanakan tugasnya, mereka pasti telah lebih baik daripada orang lain, menjadi pejabat tinggi dan menghasilkan banyak uang di dunia. Jadi untuk apa kita harus menahan mereka? Jadi, membujuk mereka agar pergi adalah kebaikan untuk semua orang. Memaksa mereka atau berusaha mendesak mereka agar tetap tinggal akan menjadi kesalahan besar. Engkau seharusnya membujuk orang-orang semacam ini, "Mengapa kau memilih untuk percaya kepada Tuhan? Dapatkah kau memperoleh kebenaran jika kau tidak tertarik akan kebenaran dan selalu penuh dengan keraguan tentang Tuhan? Kau adalah seseorang yang memiliki pemikiran, ijazah, dan bakat—jika kau berjuang keras di dunia, kau pasti bisa menjadi direktur atau CEO sebuah perusahaan, atau menjadi jutawan atau miliarder. Dengan hanya berlama-lama seperti ini di rumah Tuhan, pertama, kau tidak bisa menjadi lebih baik daripada orang lain; kedua, kau tidak bisa mencapai kesuksesan besar; dan ketiga, kau tidak bisa membawa kehormatan bagi leluhurmu. Selain itu, ketika melaksanakan tugasmu, kau selalu bersikap asal-asalan, yang membuatmu dipangkas, membuatmu selalu depresi. Untuk apa menanggung penderitaan ini? Kau seharusnya keluar ke dunia, entah masuk ke dunia politik atau dunia bisnis, dan kau pasti akan meraih tingkat kesuksesan tertentu untuk dirimu sendiri. Kau berbeda dengan kami: Kau memiliki ijazah dan bakat, dan kau adalah orang yang mulia—bukankah terlalu rendah bagimu untuk percaya kepada Tuhan bersama kami, orang-orang biasa? Seperti yang sering dikatakan orang-orang tidak percaya, 'Dunia ini terbuka luas bagimu'—kau harus memanfaatkan kenyataan bahwa masih ada waktu yang tersisa di dunia ini untuk mengejar ketenaran, keuntungan, dan status selagi kau masih punya kesempatan. Jangan merugikan dirimu sendiri dengan tetap tinggal di sini." Apakah ini cara yang tepat untuk membujuk mereka? Kata-katanya cukup diplomatis, bukan? (Ya.) Itu tidak menyakiti mereka, dan itu juga mengatakan apa yang ingin mereka dengar. Menurut-Ku pendekatan ini tepat, memudahkan mereka menerima nasihat tersebut, dan mereka dapat pergi dengan berani tanpa rasa khawatir sedikit pun. Ketika menangani orang-orang semacam ini, jika engkau yakin bahwa mereka adalah pengikut yang bukan orang percaya, dan engkau melihat bahwa mereka sama sekali tidak antusias untuk percaya kepada Tuhan, bahwa mereka tidak pernah tulus dalam melaksanakan tugas mereka, dan bahwa mereka tidak pernah memperoleh jalan masuk kehidupan—dan kemungkinan mereka tidak akan memperolehnya dalam jangka panjang—mereka harus dibujuk untuk pergi. Jika engkau tidak membujuk mereka untuk pergi, mereka akan selalu bersikap asal-asalan dan suam-suam kuku ketika melaksanakan tugas mereka, dan mungkin akan tiba waktunya ketika mereka menyebabkan bencana besar.
K. Menjadi Pengecut dan Curiga
Kita telah selesai mempersekutukan perwujudan kesepuluh—bimbang. Sekarang, mari kita bahas perwujudan kesebelas—menjadi pengecut dan curiga. Apa sajakah perwujudan orang yang pengecut? (Orang yang pengecut merasa takut saat menghadapi penangkapan dan penganiayaan. Mereka ingin melaksanakan tugas, tetapi tidak berani melakukannya.) Itu baru satu aspek kecil. Masalah utamanya adalah mereka memiliki sudut pandang tentang kepercayaan kepada Tuhan: Mereka selalu merasa bahwa tampaknya orang yang percaya kepada Tuhan tidak memiliki tempat di dunia ini; mereka merasa bahwa kepercayaan mereka kepada Tuhan itu memalukan. Khususnya di beberapa negara otoriter atau negara tanpa kebebasan beragama, di mana orang yang percaya kepada Tuhan bukan hanya tidak dilindungi oleh hukum, melainkan juga menjadi sasaran penganiayaan, ada orang-orang yang tidak berani mengakui bahwa mereka percaya kepada Tuhan dan takut orang lain akan mengetahuinya. Mereka merasa bahwa percaya kepada Tuhan bukanlah sesuatu yang jujur dan terhormat. Meskipun mereka tahu bahwa mereka percaya kepada Tuhan yang sejati, mereka tidak sedikit pun merasa terhormat dalam hal ini, dan juga tidak memiliki keyakinan. Ketika ada tanda-tanda masalah atau ketika mereka melihat pemerintah menangkap, menganiaya, menindas, dan mengucilkan orang percaya, mereka menjadi sangat khawatir bahwa mereka mungkin dilibatkan. Dalam situasi seperti itu, ada orang-orang yang dengan cepat memisahkan diri mereka dari gereja, bahkan bergegas mengembalikan buku-buku ke rumah Tuhan. Orang-orang lainnya, karena takut ditangkap, tidak berani lagi menghadiri pertemuan dan tidak berani menyapa saudara-saudari ketika mereka bertemu. Mereka khususnya bahkan makin tidak berani berinteraksi dengan orang-orang yang relatif terkenal karena kepercayaan mereka atau telah ditangkap sebelumnya—sepengecut itulah mereka. Yang lebih buruk lagi, setelah mendengar bahwa pemerintah telah memulai gelombang besar penangkapan, mereka segera pergi ke pihak yang berwenang untuk secara proaktif mengakui bahwa mereka pernah percaya kepada Tuhan dan mengetahui siapa saja orang-orang percaya, secara proaktif mengkhianati orang-orang percaya tersebut dan menyerahkan buku-buku firman Tuhan serta buku-buku lain yang berkaitan dengan kepercayaan kepada Tuhan dengan imbalan keringanan hukuman, dengan satu tujuan yaitu untuk menyelamatkan diri sendiri. Katakan kepada-Ku, bukankah ini perwujudan dari menjadi pengecut? (Ya.) Khususnya bagi beberapa orang, setelah percaya kepada Tuhan, mereka selalu takut orang-orang lain akan mengetahui iman mereka, dan mereka bahkan makin takut bahwa jika seseorang ditangkap, mereka akan dikhianati. Begitu seseorang mengetahui bahwa mereka percaya kepada Tuhan, mereka buru-buru menjelaskan bahwa mereka tidak lagi percaya, bahkan buru-buru melakukan sesuatu untuk membuat orang-orang tidak percaya berhenti mencurigai mereka sebagai orang percaya. Contohnya, mereka membina hubungan dengan orang-orang tidak percaya, makan, berpesta, berjudi, minum minuman keras bersama-sama, dan sebagainya. Jika ada tanda masalah sekecil apa pun, mereka tidak berani menghadiri pertemuan dan tidak lagi melaksanakan tugas mereka, mengabaikan siapa pun yang berusaha menghubungi mereka. Ketika semuanya damai, mereka teringat tentang bagaimana percaya kepada Tuhan mendatangkan berkat, membuat orang terhindar dari kematian, dan memungkinkan seseorang untuk masuk surga dan memiliki tempat tujuan yang baik—di saat itu, mereka penuh semangat untuk percaya kepada Tuhan. Namun, begitu mereka menghadapi lingkungan yang sedikit berbahaya, mereka menghilang tanpa jejak. Kemudian, ketika situasi berlalu dan segala sesuatunya kembali tenang, mereka kembali ke rumah Tuhan. Orang semacam ini sering kali menghilang. Sepenting apa pun tugas yang diberikan kepada mereka, begitu sedikit bahaya muncul, mereka dapat segera meninggalkan pekerjaan mereka tanpa membuat pengaturan apa pun untuk kelanjutannya, dan tak seorang pun dapat menghubungi mereka setelahnya. Ketika dihadapkan dengan lingkungan yang berbahaya, orang lain dapat memikirkan segala macam cara untuk menangani buntut peristiwa itu dengan semestinya. Jika lingkungan saat ini terlalu tidak bersahabat dan risiko ditangkapnya tinggi, mereka menunggu sampai bahaya berlalu, baru melanjutkan pekerjaan. Atau, jika mereka terlalu dikenal sebagai orang percaya dan dapat dengan mudah ditangkap jika memperlihatkan wajah mereka untuk melakukan pekerjaan, mereka mengatur agar orang lain yang melakukannya. Namun, ketika orang-orang yang pengecut ini merasakan sedikit saja masalah, mereka buru-buru bersembunyi, dan berusaha agar tidak terlihat serta menyelamatkan diri, sama sekali mengabaikan dan tidak menghiraukan pekerjaan dan harta milik gereja, tidak melakukan upaya apa pun untuk menjaga pekerjaan gereja atau melindungi saudara-saudari. Apa yang paling mereka takutkan dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan? Pertama, mereka takut pemerintah akan mengetahui tentang kepercayaan mereka. Kedua, mereka takut tetangga mereka akan mengetahuinya. Ketiga, yang paling mereka takutkan adalah ditangkap dan dipenjara, atau dipukuli sampai mati. Jadi, setiap kali sesuatu terjadi, hal pertama yang mereka pikirkan adalah apakah mereka akan ditangkap atau apakah mereka akan dibunuh. Jika ada kemungkinan 1% hal itu akan terjadi, mereka akan mencari cara untuk melarikan diri. Contohnya, dalam suatu pertemuan, beberapa saudara atau saudari mungkin berkata, "Dalam perjalananku ke sini, aku melihat orang asing di dekat sini. Mungkinkah dia adalah orang tidak percaya yang mengawasi kita?" Hanya dari mendengar satu komentar ini, orang-orang yang pengecut tidak akan menghadiri pertemuan berikutnya dan akan memutuskan hubungan dengan semua orang. Akankah engkau menyebut ini bersikap hati-hati? (Ini bukanlah kehati-hatian yang normal, ini adalah sikap pengecut—tidak ada tempat bagi Tuhan di hati mereka.) Ini adalah kehati-hatian yang sangat ekstrem. Di negara-negara atau wilayah yang lingkungannya sangat tidak bersahabat, memang benar bahwa orang-orang percaya harus berhati-hati, tetapi itu bukan berarti mereka harus berhenti melaksanakan tugas mereka atau berhenti menghadiri pertemuan karena takut ditangkap, menjadi begitu berhati-hati sehingga tidak ada tempat bagi Tuhan di hati mereka. Apa prinsip orang-orang yang pengecut dalam bersikap hati-hati? Apa pun yang terjadi—besar atau kecil—mereka sama sekali tidak percaya bahwa semuanya berada di tangan Tuhan. Mereka menganggap bahwa tak ada seorang pun yang dapat diandalkan, dan mereka mengandalkan diri sendiri untuk melindungi diri sendiri. Inilah prinsip mereka. Mereka tidak percaya bahwa semuanya berada di tangan Tuhan; bahwa semuanya diatur dan ditata oleh Tuhan; bahwa jika sesuatu benar-benar terjadi, itu terjadi atas seizin Tuhan, dan bahwa jika itu tidak diizinkan oleh Tuhan, tak seorang pun akan ditangkap. Mereka sama sekali tidak memiliki iman dalam hal ini. Sebaliknya, hati mereka hanya dipenuhi dengan sikap pengecut. Selain itu, ada kekurangan yang fatal dalam sikap pengecut mereka, dan itu juga merupakan hal yang paling menjijikkan tentang mereka: Untuk melindungi diri mereka dan menghadapi lingkungan apa pun yang membuat mereka merasa takut, mereka mengikuti apa yang mereka lihat sebagai "hikmat tertinggi" mereka, yaitu bahwa apa pun yang terjadi—entah mereka sedang diawasi, atau ditangkap dan dipenjara—begitu sesuatu terjadi dan keselamatan mereka terancam, di satu sisi, mereka menyangkal bahwa mereka percaya kepada Tuhan, dan di sisi lain, mereka mengkhianati semua yang mereka ketahui tanpa menyembunyikan apa pun. Mengapa mereka melakukannyai? Hanya untuk melindungi diri mereka dari penderitaan fisik; jadi, mereka membocorkan apa pun yang mereka ketahui. Pertama, mereka mengkhianati para pemimpin gereja, dan juga membocorkan siapa saja pemimpin distrik dan pemimpin daerah serta di mana mereka tinggal, membocorkan semua yang mereka ketahui. Mereka mengkhianati segalanya, bahkan sebelum disiksa. Selain itu, jika diminta untuk menandatangani "Tiga Pernyataan", mereka langsung menandatanganinya tanpa berpikir sedikit pun—sejak awal, mereka sudah siap melakukannya. Tujuannya adalah agar mereka dapat terhindar dari penjara, terhindar dari penyiksaan, dan terhindar dari bahaya kematian. Mereka sangat pengecut. Mereka tidak percaya pada kedaulatan Tuhan dan tidak mampu mempertaruhkan nyawa mereka. Sebaliknya, mereka memikirkan segala cara yang mungkin untuk melindungi diri mereka sendiri. Bagi mereka, cara terbaik adalah mengkhianati orang lain dan gereja—inilah cara yang paling efektif. Mereka menggunakan pengkhianatan terhadap orang lain sebagai harga untuk memastikan keselamatan mereka sendiri dan menghindari penderitaan apa pun. Ini adalah sesuatu yang telah mereka rencanakan jauh sebelumnya—inilah "hikmat tertinggi" mereka. Katakan kepada-Ku, apakah sikap pengecut orang semacam ini adalah kepengecutan orang yang normal? (Tidak.) Lalu apa masalahnya di sini? (Mereka begitu pengecut sehingga mereka menjadi Yudas, siap mengkhianati saudara-saudari dan gereja, kapan pun dan di mana pun. Orang-orang semacam itu bukanlah orang percaya sejati.) Mari kita kesampingkan untuk saat ini soal apakah mereka orang percaya sejati atau orang percaya palsu. Lihat saja kemanusiaan mereka—mereka menganggap bahwa percaya kepada Tuhan adalah sesuatu yang licik dan memalukan, bukannya sesuatu yang jujur dan terhormat, serta menganggap bahwa masalah percaya kepada Tuhan, sesuatu yang sangat jujur, terhormat, dan positif, sebagai sesuatu yang negatif—menurutmu, orang-orang macam apakah mereka? (Orang-orang bingung yang relatif jahat.) Perspektif dan cara mereka memahami segala sesuatu berbeda dari perspektif dan cara memahami orang-orang normal. Terkadang mereka bahkan dapat menyebut putih sebagai hitam, tidak mampu membedakan yang benar dari yang salah. Bagaimana mungkin orang-orang yang percaya kepada Tuhan dapat sengaja bersikap licik? Itu karena dunia ini terlalu jahat—hukum tidak melindungi kebebasan beragama, dan pada taraf yang lebih besar, rezim Iblis membenci Tuhan dan bersikap bermusuhan terhadap pekerjaan Tuhan. Mereka tidak mengizinkan adanya hal-hal positif dan berusaha keras untuk menganiaya orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Jadi, dalam keadaan masyarakat seperti itu, orang-orang percaya tidak memiliki pilihan selain bertindak dengan hati-hati ketika berkumpul dan melaksanakan tugas mereka; mereka tidak berani melakukannya secara terbuka. Dari luar, mungkin terlihat seolah-olah mereka sedang menyelinap seperti pencuri, tetapi sebenarnya ini sepenuhnya karena mereka sedang dianiaya, bukan? (Ya.) Jadi, bagaimana si naga merah yang sangat besar menggambarkan tindakan percaya kepada Tuhan dan melaksanakan tugas? Sebagai "perilaku yang mencurigakan". Apakah ini perilaku yang mencurigakan? (Bukan.) Itu bukan perilaku yang mencurigakan—itu adalah sesuatu yang dilakukan orang karena mereka tidak memiliki pilihan lain. Apakah orang-orang ini telah melakukan sesuatu yang ilegal? (Tidak.) Mereka tidak pernah melakukan apa pun yang ilegal atau apa pun untuk menentang pemerintah, apalagi melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum. Apa yang selama ini dilakukan orang-orang ini? Mereka hanya melaksanakan tugas sebagai makhluk ciptaan. Pekerjaan ini adalah pekerjaan yang paling berharga, bermakna, dan adil di dunia. Namun, karena dunia ini jahat dan gelap serta menyatakan putih sebagai hitam, dunia menyebut pekerjaan yang paling adil, berharga, dan bermakna ini sebagai "mencurigakan". Ini adalah penafsiran Iblis. Apakah penafsiran Iblis adalah kebenaran? Apakah itu positif? (Tidak.) Tentu saja tidak. Namun, ketika orang-orang yang pengecut mendengar penafsiran ini, mereka bukan hanya sepenuhnya setuju di dalam hati, melainkan mereka juga menerima penafsiran dari Iblis ini. Akibatnya, mereka juga menganggap bahwa percaya kepada Tuhan dan melaksanakan tugas mereka secara diam-diam itu tidak patut dan pasti salah. Mereka selalu takut bahwa suatu hari mereka juga akan disiksa oleh masyarakat dan pemerintah, tanpa bisa membela diri dan tak ada seorang pun yang membantu atau menyelamatkan mereka. Oleh karena itu, mereka khususnya takut orang-orang mengetahui tentang kepercayaan mereka kepada Tuhan. Mereka tidak mengakui dalam hati mereka bahwa firman yang telah Tuhan ungkapkan adalah kebenaran, atau bahwa jalan yang Tuhan tuntun untuk ditempuh manusia adalah jalan yang benar, tetapi mereka tetap ingin menerima berkat dari Tuhan. Bukankah ini bertentangan? Pada akhirnya, mereka merasa sangat dirugikan karena percaya kepada Tuhan dan menderita kesukaran-kesukaran ini dalam lingkungan seperti itu. Mengapa mereka merasa dirugikan? Karena mereka sangat takut kepada rezim jahat di dunia ini dan kepada kekuatan-kekuatan jahat setan dan Iblis, serta selalu takut bahwa setan-setan dan Iblis akan menyiksa mereka dan mengambil nyawa mereka. Karena mereka tidak memiliki iman yang sejati kepada Tuhan, tindakan mereka sangat pengecut, bahkan hingga taraf tidak melaksanakan tugas mereka sama sekali. Jika sama sekali tidak ada bahaya, mereka akan menghadiri pertemuan atau berinteraksi dengan saudara-saudari, atau melakukan beberapa hal untuk gereja, tetapi mereka sama sekali tidak berani mengakui bahwa mereka percaya kepada Tuhan, bahwa mereka adalah bagian dari gereja, atau bangkit untuk bersaksi bagi Tuhan atau melaksanakan tugas mereka—mereka sangat takut. Mereka tidak memiliki iman yang sejati kepada Tuhan, tetapi mereka tetap ingin menerima berkat dan tempat tujuan yang baik. dari Tuhan. Akankah engkau semua mengatakan ini bertentangan? (Ya.) Bukankah fokus mereka pada kepentingan pribadi telah mengaburkan pikiran mereka? (Ya.) Orang-orang ini dikuasai oleh keserakahan demi keuntungan pribadi. Mereka tidak percaya bahwa Tuhan berdaulat atas segalanya, tetapi mereka tetap ingin menerima berkat dari Tuhan. Mereka tidak percaya bahwa pekerjaan gereja dan tugas yang dilakukan saudara-saudari adalah adil, berharga, dan bermakna. Mereka sangat takut melaksanakan tugas-tugas penting, atau bahwa para pemimpin dan pekerja akan sering meminta mereka keluar dan menangani masalah, takut jika terjadi sesuatu yang salah, mereka akan terlibat. Ketika menghadapi bahaya, orang-orang pengecut ini dapat menjadi Yudas dan mengkhianati gereja—ini pun merupakan jenis orang yang berbahaya.
Perwujudan apa lagi yang dimiliki orang-orang pengecut? Orang-orang ini dapat menyangkal dan menolak nama Tuhan kapan saja, mengkhianati Tuhan kapan saja, dan menjadi Yudas kapan saja. Orang-orang pengecut tidak layak masuk ke dalam Kerajaan Surga—bukankah benar demikian? (Ya.) Apa kelemahan fatal orang-orang pengecut? (Mereka takut akan kematian dan mereka dapat berkhianat.) Orang-orang ini menjalani kehidupan yang hina dan tanpa arah, mereka mendambakan kehidupan dan takut mati. Ketakutan akan kematian adalah kelemahan fatal mereka. Asalkan mereka tidak harus mati, mereka bersedia melakukan apa saja—entah itu menjadi Yudas, menjadi anak kebinasaan, atau dikutuk—mereka bersedia melakukan apa pun, asalkan mereka dapat hidup. Hidup adalah tujuan tertinggi mereka. Seperti apa pun caramu bersekutu bahwa hidup dan mati manusia berada di tangan Tuhan; bahwa Tuhan mengendalikan, berdaulat, dan mengatur nasib manusia; dan bahwa manusia harus tunduk pada pengaturan dan penataan Tuhan, mereka tidak percaya atau menerima perkataan ini. Mereka hanya menganggap bahwa adalah kesempatan yang langka untuk terlahir kembali sebagai manusia, jadi mereka sama sekali tidak boleh mati; mereka juga menganggap bahwa begitu mereka mati dan daging mereka binasa, jiwa mereka akan terlahir kembali sebagai binatang atau menjadi hantu gentayangan, tidak akan pernah lagi memiliki kesempatan untuk terlahir kembali sebagai manusia. Oleh karena itu, mereka sangat takut akan kematian. Bagi mereka, kematian adalah sebuah bencana besar, bukan kesempatan yang baik untuk reinkarnasi berikutnya, juga bukan awal yang baru untuk kelahiran kembali. Oleh karena itu, mereka tidak ragu mengorbankan apa pun untuk melindungi nyawa mereka. Sekalipun itu berarti mengkhianati orang lain atau menyebabkan kerugian apa pun pada pekerjaan gereja, mereka tidak akan ragu untuk melakukannya; dan sekalipun itu berarti meninggalkan nama Tuhan, mereka tidak peduli dengan konsekuensinya—mereka hanya peduli soal hidup dengan aman. Orang macam apa mereka ini? (Orang yang mempertahankan hidup dengan cara yang hina.) Mereka adalah orang-orang rendahan yang mempertahankan hidup dengan cara yang hina! Mereka hidup tanpa martabat atau integritas, bersedia melakukan apa saja hanya untuk tetap hidup, merendahkan diri hingga ke titik terendah. Ada orang-orang yang telah memperhitungkan dalam hati mereka apa yang harus dilakukan sebelum mereka menghadapi lingkungan yang berbahaya: "Jika aku ditangkap, aku akan buka mulut saja. Ketika si naga merah yang sangat besar menyiksa, mengancam, dan mengintimidasi kalian, memaksa kalian untuk mengkhianati gereja, kalian semua tidak mau mengatakan apa pun. Namun, aku tidak sebodoh kalian, yang lebih suka menanggung penderitaan fisik daripada buka mulut. Aku bahkan akan buka mulut sebelum dipukuli atau diintimidasi—lihat betapa cerdasnya aku! Seperti kata pepatah: 'Orang bijak mengalah pada keadaan.' Apanya yang buruk jika aku mengkhianati saudara-saudari di gereja? Semua orang harus bersikap egois, bukan? Bukankah sangat bodoh jika orang tidak memedulikan dirinya sendiri?" Sebelum sesuatu terjadi, mereka telah mencari cara untuk melindungi diri mereka sendiri. Mereka telah memikirkan semuanya sejak lama. Apa keyakinan mereka tentang cara mereka berperilaku? "Mengapa seseorang harus mempersulit hidupnya sendiri? Mengapa harus begitu keras kepala? Hanya dengan bersikap baik kepada diri sendiri, barulah hidup ini tidak akan sia-sia!" Ini adalah keyakinan mereka tentang cara mereka berperilaku. Mereka tidak memiliki batasan moral. Menurut engkau semua, apa yang harus dilakukan terhadap orang-orang semacam ini? (Jika orang-orang semacam itu ditemukan, mereka harus dikeluarkan dengan hikmat—mereka adalah bom waktu yang dapat meledak kapan saja.) Tepat sekali, mereka adalah bom waktu yang dapat meledak kapan saja. Mereka benar-benar pengecut, dan ketika bahaya datang, mereka akan mengkhianati gereja. Jika seseorang memiliki kemanusiaan yang normal, mereka akan menggunakan metode yang bijaksana dalam merespons lingkungan yang berbahaya, dan mereka akan memiliki iman yang sejati kepada Tuhan. Mereka tidak akan membiarkan kehadiran pertemuan atau pelaksanaan tugas mereka menjadi terhalang, dan mereka akan berupaya sebaik mungkin untuk mengorbankan diri mereka bagi Tuhan berdasarkan tingkat pertumbuhan dan keadaan mereka. Inilah perwujudan dari kemanusiaan yang normal. Namun, orang-orang yang pengecut sangat menghargai hidup mereka; mereka mendambakan kehidupan dan takut akan kematian, mengutamakan hidup mereka di atas segalanya. Mereka tidak memiliki iman yang sejati kepada Tuhan dan tidak dapat melihat bahwa Tuhan berdaulat atas segalanya. Jadi, ketika dihadapkan dengan penganiayaan, mereka dengan sendirinya tersingkap sebagai orang-orang yang pengecut. Orang-orang yang pengecut dapat menjadi Yudas agar dapat melindungi diri mereka sendiri. Orang-orang semacam itu adalah unsur yang berbahaya, mereka adalah orang-orang yang menakutkan. Gereja sama sekali tidak boleh menugaskan pekerjaan apa pun kepada mereka, atau mengizinkan mereka untuk melaksanakan tugas apa pun. Kalau tidak, jika mereka berkhianat, kerugian pada pekerjaan gereja akan sangat besar; itu akan lebih mendatangkan kerugian daripada manfaat.
Bagaimana kecurigaan dari orang-orang yang pengecut dan curiga terwujud dengan sendirinya? Ada orang-orang yang tidak pernah dapat melihat berbagai aspek pekerjaan rumah Tuhan dengan jelas. Mereka tidak tahu pekerjaan apa tepatnya yang sedang Tuhan lakukan, atau apakah firman yang Tuhan ucapkan adalah kebenaran, atau bukan. Mereka tidak memiliki pemahaman atau sudut pandang yang benar tentang hal-hal ini, jadi mereka tidak dapat memastikan apa sebenarnya yang sedang dilakukan dalam pekerjaan di rumah Tuhan, hasil apa yang hendak dicapai oleh pekerjaan ini, atau apakah pekerjaan ini dilakukan dengan tujuan menyelamatkan manusia. Mereka tidak dapat melihat semua hal ini dengan jelas. Mereka juga tidak jelas tentang apa arti gereja. Sebanyak apa pun khotbah yang mereka dengar, mereka tidak memahami sedikit pun kebenaran. Mereka selalu memiliki keraguan tentang saudara-saudari yang melaksanakan tugas mereka dan berpikir, "Orang-orang ini selalu sibuk, datang dan pergi setiap hari—apa tepatnya yang sedang mereka lakukan?" Khususnya dalam konteks kepercayaan kepada Tuhan dan melaksanakan tugas di negeri si naga merah yang sangat besar, para pemimpin dan pekerja bersekutu dan membahas bagian-bagian tertentu dari pekerjaan gereja—seperti pekerjaan administrasi, pekerjaan personalia, pekerjaan bagian umum, dan khususnya beberapa pekerjaan yang mengandung risiko—tanpa memberi tahu saudara-saudari biasa tentang hal-hal ini. Ini melindungi mereka, ini tidak merugikan mereka. Namun, ada orang-orang yang tidak memahami hal ini dan selalu ingin bertanya tentang hal-hal ini. Contohnya, mereka bertanya tentang di mana buku-buku dicetak, atau para pemimpin dan pekerja tertentu tinggal di rumah siapa. Akankah mengetahui hal-hal ini bermanfaat bagimu? (Tidak.) Apakah engkau mengalami kerugian apa pun dengan tidak mengetahui hal-hal ini? (Tidak.) Tidak mengetahui hal-hal ini tidak memengaruhimu makan dan minum firman Tuhan, tidak memengaruhimu memperoleh kebenaran, dan tentu saja tidak menghalangi jalan masuk kehidupanmu atau perubahan watakmu. Jadi, bukankah tidak perlu bagimu untuk menanyakan dan menyelidiki hal-hal ini? Beberapa orang yang menjadi tuan rumah selalu curiga. Ketika para pemimpin dan pekerja tidak melibatkan mereka dalam persekutuan dan diskusi mengenai pekerjaan gereja, mereka berpikir, "Mengapa para pemimpin dan pekerja selalu berkumpul dan bersekutu di belakangku? Kegiatan apa yang sedang mereka lakukan?" Mereka tidak diberitahukan informasi pribadi beberapa pemimpin dan pekerja, dan mereka mulai bertanya-tanya, "Mengapa mereka tidak memberitahuku tentang hal ini? Aku tidak tahu nama-nama mereka, di mana mereka tinggal, atau bagaimana situasi mereka sebenarnya. Mungkinkah orang-orang ini menipuku atau membahayakanku sambil menuntunku dalam kepercayaanku kepada Tuhan?" Ada juga beberapa jenis pekerjaan yang sensitif, seperti pekerjaan yang berkaitan dengan persembahan atau beberapa pekerjaan berbahaya—semua ini adalah hal-hal yang seharusnya tidak ditanyakan sejak awal, tetapi orang-orang ini selalu ingin menanyakannya. Ketika orang lain tidak memberi mereka jawaban, mereka menjadi makin curiga. Khususnya, ada orang-orang yang dari awal tidak pernah begitu beriman kepada Tuhan—setelah mulai percaya kepada Tuhan, mereka melihat bahwa bisnis keluarga mereka berjalan lebih baik dan anggota keluarga mereka sehat, dan mereka menganggap bahwa ini adalah kasih karunia serta berkat Tuhan. Dari kebahagiaan sesaat itu, mereka mempersembahkan sedikit uang, tetapi kemudian mereka mulai bertanya-tanya, "Digunakan untuk apakah uang persembahanku itu? Apakah itu digunakan untuk pekerjaan gereja? Apakah itu diinvestasikan ke dalam bisnis atau digunakan untuk kegiatan ilegal?" Mereka selalu ingin bertanya dan mencari tahu tentang hal-hal ini, serta selalu ingin mencari tahu sampai ke akar-akarnya. Keraguan beberapa orang bahkan lebih kuat. Contohnya, ketika gereja membeli beberapa peralatan atau perlengkapan karena kebutuhan pekerjaan, atau ketika gereja menyediakan beberapa perawatan dan bantuan untuk kehidupan sehari-hari orang yang sedang melaksanakan tugasnya, orang yang curiga seperti ini selalu menduga-duga, "Uang digunakan untuk bidang yang sangat bermacam-macam—dari mana asal uangnya? Apakah gereja juga melakukan semacam bisnis? Apakah gereja memiliki seorang penyokong kaya atau semacam pendukung kuat di balik layar? Apakah ada kelompok tertentu yang mendukung gereja?" Khususnya ketika mereka mendengar beberapa rumor yang tak berdasar dan perkataan setan dari para penguasa yang memfitnah gereja—pernyataan seperti si Anu dari gereja itu melakukan pembunuhan dan melanggar hukum, si Anu adalah penjahat buronan negara, si Anu melarikan diri ke luar negeri dengan membawa sejumlah besar uang, dan sebagainya—keraguan mereka tentang gereja dan tentang pekerjaan Tuhan makin bertumbuh kuat. Apakah orang-orang semacam itu memiliki pemikiran yang normal? Dapatkah mereka melihat prinsip-prinsip yang harus diikuti oleh orang percaya dengan jelas? Bagi kebanyakan orang, begitu mereka yakin bahwa ini adalah pekerjaan Tuhan, mereka tidak lagi memiliki keraguan tentang Tuhan. Masalah apa pun atau orang macam apa pun yang muncul di dalam gereja, mereka mampu menanganinya berdasarkan firman Tuhan. Sekalipun orang-orang jahat atau antikristus menyebabkan gangguan, mereka dapat memahaminya dengan benar. Mereka tidak pernah memiliki kecurigaan tentang Tuhan, atau pekerjaan Tuhan, atau tentang gereja, atau rumah Tuhan. Paling-paling, mereka mungkin memiliki pendapat tentang orang-orang tertentu atau memiliki beberapa gagasan tentang pekerjaan Tuhan, tetapi mereka dapat secara berangsur mengatasinya melalui kehidupan bergereja yang hidup. Namun, orang-orang yang curiga berbeda. Sejak awal mula kepercayaan mereka kepada Tuhan, mereka membawa kecurigaan dan segala macam gagasan. Mereka tidak yakin apakah firman Tuhan adalah kebenaran, tidak yakin apakah Tuhan yang mengungkapkan firman ini adalah pekerjaan Tuhan, dan bahkan lebih tidak yakin apakah saudara-saudari yang berkumpul bersama adalah gereja Tuhan. Mereka selalu memendam kecurigaan, dan selalu mencari bukti sesuai fakta untuk membuktikan bahwa kecurigaan mereka benar. Sikap macam apa ini? Apakah menurutmu orang-orang dengan sikap seperti ini mampu memahami kebenaran dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan? (Tidak.) Mereka tidak akan pernah mampu memahami kebenaran. Apa yang paling mereka fokuskan dalam hati mereka? Mereka selalu berpikrir, "Siapa orang-orang ini? Apakah ini semacam organisasi sosial? Meskipun rumah tuhan menyediakan biaya hidup bagi orang-orang ini ketika aku menampung mereka di rumahku, aku tetap mengambil risiko dengan menjadi tuan rumah mereka. Jadi, akankah tuhan mengingat perbuatan baikku? Jika tuhan tidak mengingatnya, bukankah menjadi tuan rumah akan sia-sia?" Mereka selalu memiliki keraguan seperti itu di dalam hati mereka. Apakah menurutmu mereka menerima saudara-saudari di rumahnya dengan rela? (Tidak.) Mereka melakukannya semata-mata karena keinginan untuk memperoleh berkat, tetapi mereka dipenuhi dengan keraguan. Khususnya ketika mereka mendengar beberapa hal yang tidak dapat mereka lihat dengan jelas dan dianggap negatif menurut gagasan mereka, keraguan dalam hati mereka bertambah. Contohnya, selama pertemuan, seseorang mungkin mengangkat topik yang berkaitan dengan tindakan rezim si naga merah yang sangat besar dan wajah buruk raja-raja setan, atau terkadang mempersekutukan kebenaran yang berkaitan dengan penindasan dan penangkapan yang dilakukan oleh si naga merah yang sangat besar, serta esensi natur si naga merah yang sangat besar, dan sebagainya. Topik-topik ini sebenarnya tidak ada kaitannya dengan politik—topik-topik ini hanya membantu orang belajar mengenali si naga merah yang sangat besar dan melihat wajahnya dengan jelas, sehingga mereka dapat membenci dan menolak si naga merah yang sangat besar dan tidak lagi dikekang dan diikat oleh pengaruh Iblis. Namun, ketika orang-orang yang curiga mendengar topik-topik semacam itu, mereka menjadi pengecut dan takut: "Orang-orang ini bahkan membahas politik! Bukankah mereka penjahat politik? Bukankah mereka kontra-revolusi? Topik-topik ini sangat sensitif! Cepat, tutup jendela, kunci gerbang, cabut koneksi internet dan saluran telepon! Jika pemerintah mendengar ini, kita bisa berada dalam masalah besar! Kita pasti akan dijatuhi hukuman seumur hidup!" Mereka tidak mau mendengarkan topik-topik semacam itu dan akan mencoba segala cara untuk mengganggu persekutuan agar topik-topik tersebut tidak dibahas lagi. Mereka berpikir, "Apa sebenarnya pekerjaan orang-orang ini? Katanya tuhan tidak ikut campur dalam politik manusia, jadi mengapa orang-orang ini membahas politik? Bukankah orang-orang percaya seharusnya hanya membahas soal kepercayaan kepada tuhan? Mengapa mereka membahas hal-hal ini? Bukankah ini hanya mencari masalah? Jika mereka ingin membahas hal-hal ini, mereka dapat melakukannya di mana pun yang mereka mau, tetapi mereka tidak boleh melakukannya di rumahku. Aku tidak mau dimanfaatkan dalam hal ini!" Mereka tidak dapat melihat apa pun dengan jelas. Ketika mereka mendengar beberapa rumor yang dikarang oleh pemerintah, bukan hanya mereka gagal mengenalinya, melainkan kekhawatiran mereka juga bahkan menjadi makin kuat. Jika mereka sering merasa curiga dan skeptis terhadap kelompok setan-setan yang berkuasa atau kekuatan antikristus dan sekte roh-roh jahat di dalam agama, itu sebenarnya akan membantu mereka melindungi diri sendiri. Namun, di dalam gereja di mana Tuhan bekerja, Tuhan telah mengungkapkan begitu banyak kebenaran, tetapi mereka tetap tidak mampu memahaminya dan tidak mampu memastikan bahwa itu adalah jalan yang benar. Setelah mendengarkan khotbah begitu lama dan melihat Tuhan berfirman begitu banyak, kecurigaan mereka tetap tidak diatasi, dan gagasan serta imajinasi mereka belum terhapuskan. Jelaslah bahwa kualitas mereka terlalu buruk, bahwa mereka sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk memahami, dan bahwa mereka bukanlah orang yang mengejar kebenaran. Sejak awal mereka percaya kepada Tuhan, mereka tidak pernah percaya bahwa Tuhan berdaulat atas segalanya, dan mereka tidak pernah percaya bahwa semua firman Tuhan adalah kebenaran; apalagi percaya bahwa pekerjaan rumah Tuhan sepenuhnya dipimpin oleh Roh Kudus. Akibatnya, segala sesuatu membuat mereka ragu. Contohnya, ketika bersekutu tentang mengenali berbagai jenis orang selama pertemuan, kita mungkin membahas tentang bagaimana antikristus menyesatkan orang; atau bagaimana beberapa orang tidak melakukan satu pun pekerjaan nyata meskipun semua yang mereka makan dan nikmati disediakan dengan menggunakan persembahan milik Tuhan, yang artinya hidup bergantung dari gereja; atau bagaimana beberapa orang mencuri atau memboroskan persembahan; atau bagaimana beberapa orang di gereja melakukan percabulan; atau bagaimana beberapa orang melakukan hal-hal yang mempermalukan Tuhan saat memberitakan Injil. Kita membahas hal-hal ini sehingga orang-orang dapat belajar cara mengenali orang lain, dan agar mereka dapat memandang orang dan hal-hal berdasarkan firman Tuhan dan prinsip-prinsip kebenaran, memetik pelajaran dan belajar dari hal-hal ini, serta agar diri mereka tidak disesatkan atau dikekang oleh orang lain. Namun, ketika orang-orang yang curiga mendengar hal-hal ini, mereka berkata, "Oh tidak! Ini adalah rumah tuhan, tempat di mana pekerjaan tuhan dilakukan—bagaimana mungkin hal-hal semacam itu terjadi di sini? Tampaknya kecurigaanku sebelumnya memang benar. Mulai sekarang, aku harus lebih berhati-hati. Orang-orang sangat tidak dapat diandalkan, dan rumah tuhan juga tidak dapat diandalkan. Lalu, apakah tuhan dapat diandalkan? Siapa yang tahu—mungkin tuhan juga tidak dapat diandalkan." Lihatlah, mereka tidak mengerti kebenaran, dan mereka juga tidak mampu memahaminya. Aspek kebenaran apa pun yang dipersekutukan oleh rumah Tuhan, kesimpulan apa yang selalu mereka capai pada akhirnya? Bahwa mereka benar untuk bersikap curiga selama bertahun-tahun itu, dan bahwa kecurigaan ini bukanlah hal yang tidak perlu. Jika mereka yang mengejar kebenaran dan memiliki pemikiran kemanusiaan yang normal mendengar hal-hal ini, mereka dapat memperlakukannya dengan benar. Di satu sisi, dari hal-hal ini, wawasan mereka diperluas dan mereka memperoleh kemampuan untuk membedakan. Di sisi lain, mereka dapat memetik pelajaran dari hal-hal ini, serta memahami bahwa orang-orang tidak dapat mengikuti orang lain, bahwa mereka perlu membedakan orang-orang lain dan memahami lebih banyak kebenaran, dan bahwa orang dapat disesatkan kapan pun dan di mana pun jika mereka tidak memahami kebenaran, serta bahwa begitu mereka memahami kebenaran dan memiliki tingkat pertumbuhan, mereka tidak akan dikekang, disesatkan, atau dikendalikan oleh orang lain. Namun, orang-orang yang curiga tidak akan pernah berpikir seperti ini. Makin rumah Tuhan bersekutu tentang mengenali berbagai jenis orang dan hal-hal, makin mereka merasa bahwa kecurigaan mereka benar dan terkonfirmasilah, "Lihat, akulah yang cerdas! Untung aku tetap waspada. Orang-orang sering berkata bahwa aku bersikap curiga dan sulit percaya, tetapi fakta membuktikan bahwa aku benar untuk bersikap curiga. Lihatlah betapa bodohnya kalian semua—dalam kepercayaan kalian kepada tuhan, kalian hanya tahu cara melaksanakan tugas kalian dan berbicara tentang pengetahuan berdasarkan pengalaman kalian. Apa gunanya itu? Dapatkah itu melindungi kalian? Tidak! Situasi apa pun yang kalian hadapi, kalian hanya dapat melindungi diri sendiri jika kalian lebih waspada dan lebih banyak mempertanyakan berbagai hal. Kalian harus waspada terhadap semua orang. Kalian tidak bisa mengandalkan siapa pun selain diri kalian sendiri, orang tua kalian sendiri pun tidak!" Katakan kepada-Ku, orang macam apa mereka? Apakah mereka orang yang percaya kepada Tuhan? (Bukan.) Pekerjaan macam apa pun yang dipersekutukan oleh rumah Tuhan atau jenis orang mana pun yang dibedakan olehnya, dan lingkungan apa pun yang Tuhan sediakan bagi orang-orang, tujuannya adalah agar umat pilihan Tuhan memetik pelajaran dari hal-hal ini, agar mereka menerima pelatihan dalam Kerajaan dengan cara yang lebih nyata, dan agar mereka—melalui pelajaran-pelajaran nyata ini—mulai dapat memahami kebenaran dan memperoleh kemampuan untuk membedakan orang-orang, memandang orang-orang dan berbagai hal dengan jelas, dan dengan demikian lebih memahami orang-orang, peristiwa, dan hal-hal manakah yang sebenarnya dimaksud oleh firman dan kebenaran yang Tuhan ungkapkan. Namun, orang-orang yang curiga bukan hanya tidak mampu memetik pelajaran apa pun dari hal-hal ini, melainkan mereka juga menjadi makin curiga dan licik.
Setiap kali beberapa orang yang curiga mengatakan atau melakukan sesuatu di rumah Tuhan, mereka selalu sangat berhati-hati, selalu takut bahwa saudara-saudari atau para pemimpin dan pekerja akan memangkas mereka atau bahkan menyiksa mereka. Mereka berkata, "Jika aku berhenti percaya kepada tuhan dan meninggalkan gereja, apakah gereja akan membalas dendam terhadapku?" Mereka seharusnya merasa tenang akan hal ini. Jika pengikut yang bukan orang percaya meninggalkan gereja, itu adalah peristiwa yang membahagiakan bagi semua pihak—itu menguntungkan semua orang. Jadi, jika engkau ingin meninggalkan gereja atau melepaskan tugasmu untuk kembali ke kampung halaman dan menjalani hidupmu, engkau harus dengan berani mengemukakannya tanpa khawatir sedikit pun. Engkau juga dapat menulis sebuah pernyataan, yang berbunyi: "Pada tanggal sekian, aku secara resmi meninggalkan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa dan mengundurkan diri dari jajaran mereka yang melaksanakan tugas." Ini sepenuhnya diperbolehkan. Pintu rumah Tuhan terbuka, dan engkau dapat pergi dengan berani tanpa khawatir siapa pun akan membalas dendam terhadapmu. Tidak perlu takut atau curiga. Apakah engkau melihat ada orang-orang jahat di antara orang-orang ini di dalam gereja? Sama sekali tidak. Sekalipun ada orang-orang jahat, mereka harus dikeluarkan. Kebanyakan orang berperilaku cukup baik dan suka menempuh jalan yang benar dalam hidup. Membalas dendam atau menyakiti orang lain melanggar prinsip-prinsip kebenaran, dan mereka tidak akan pernah melakukan hal seperti itu. Menurut engkau semua, apa yang salah dengan cara berperilaku orang-orang yang curiga? Mereka hanya memiliki pikiran yang sulit percaya, tetapi tidak memiliki kecerdasan. Mereka meyakini bahwa pikiran mereka yang licik, suka menipu, dan sulit percaya adalah bentuk hikmat tertinggi dalam cara mereka berperilaku. Mereka tidak tertarik pada prinsip-prinsip kebenaran ataupun pekerjaan dan firman Tuhan—mereka tidak memahami atau berusaha untuk memahaminya. Sebaliknya, mereka hidup hanya berdasarkan falsafah Iblis, mereka berpikir, "Apa pun yang menimpaku, aku harus lebih mempertanyakan banyak hal. Selain itu, kupikir, terhadap siapa pun aku memendam rasa curiga, wajar bagiku untuk melakukannya, dan entah kecurigaanku sesuai dengan fakta atau tidak, itu dibenarkan. Singkatnya, lebih banyak curiga ketika dihadapkan dengan situasi menguntungkanku." Akibatnya, sudah berapa tahun pun mereka percaya kepada Tuhan, mereka tidak pernah mencari kebenaran dalam firman Tuhan, dan mereka juga tidak mencari jawaban dalam firman Tuhan untuk menyelesaikan berbagai masalah dan keraguan yang mereka miliki. Sebaliknya, mereka mengandalkan pikiran mereka sendiri, mentalitas yang sulit percaya, falsafah tentang cara berinteraksi dengan orang lain, atau pengalaman hidup mereka sendiri untuk menganalisis dan menangani masalah-masalah ini. Pada akhirnya, makin mereka menghadapi berbagai situasi dan makin banyak informasi dari berbagai jenis yang mereka dengar, natur mereka yang curiga bukan hanya tetap tidak berubah, melainkan keraguan mereka juga makin bertambah. Contohnya, ketika orang yang curiga seperti ini telah percaya kepada Tuhan selama satu atau dua tahun, lalu mendengar tentang Insiden Zhaoyuan yang direkayasa oleh PKT untuk memfitnah rumah Tuhan, mereka berpikir, "Mungkin itu dilakukan oleh rumah tuhan. Sekalipun itu tidak diperintahkan oleh rumah tuhan, itu pasti telah dilakukan oleh beberapa saudara-saudari di bawah, dan kalian hanya tidak mengakuinya." Setelah percaya kepada Tuhan selama tiga hingga lima tahun, mereka masih memercayai versi si naga merah yang sangat besar tentang kejadian-kejadian tersebut. Bahkan setelah delapan hingga sepuluh tahun, keraguan mereka tentang rumah Tuhan tetap tidak diatasi. Mereka tidak percaya bahwa si naga merah yang sangat besarlah yang menjebak dan memfitnah gereja; mereka hanya berasumsi bahwa orang-orang di rumah Tuhan yang melakukannya. Engkau lihat, ketika mereka memandang hal tertentu, mereka tidak pernah melakukannya berdasarkan firman Tuhan atau prinsip-prinsip kebenaran—mereka memercayai versi si naga merah yang sangat besar dan memandang hal tersebut dari sudut pandang setan-setan dan Iblis. Seperti apa pun Iblis menindas dan menyiksa umat pilihan Tuhan, mereka merasa bahwa itu dapat dipahami, tetapi mereka tidak pernah memercayai bahwa rumah Tuhan tidak bersalah, atau bahwa saudara-saudari yang menderita penganiayaan karena percaya kepada Tuhan tidak bersalah. Meskipun mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri bahwa semua saudara-saudari di rumah Tuhan adalah orang-orang yang berperilaku baik dan bersikap sewajarnya, di dalam hatinya, tanpa ragu mereka selalu memercayai hal-hal yang telah dilakukan si naga merah yang sangat besar untuk memfitnah gereja. Meskipun, dalam kepercayaan kepada Tuhan, orang-orang semacam itu mampu menanggung kesukaran, membayar harga, dan bahkan memberikan persembahan, pada akhirnya mereka tetaplah pengikut yang bukan orang percaya. Sebenarnya, orang-orang yang curiga lebih menyusahkan daripada mereka yang tidak mencintai atau menerima kebenaran. Dalam hal apa mereka lebih menyusahkan? Mereka yang tidak tertarik akan kebenaran sama sekali tidak peduli dan tidak tertarik pada pekerjaan gereja dan pelaksanaan tugas; seperti apa pun orang-orang percaya mengikuti Tuhan atau melaksanakan tugasnya, itu tidak penting bagi mereka. Akibatnya, mereka tidak memiliki keraguan tentang hal-hal kepercayaan kepada Tuhan atau melaksanakan tugas, dan pada dasarnya mereka tidak pernah bertanya tentang urusan gereja. Namun, orang-orang yang curiga justru kebalikannya—mereka suka bertanya tentang kabar angin. Mengapa mereka ingin bertanya tentang hal-hal ini? Salah satu tujuan mereka pasti adalah: "Jika aku bertanya lebih banyak dan tahu lebih banyak, itu akan membantuku untuk mempersiapkan rencana cadangan terlebih dahulu, dan memutuskan kapan saja, apakah aku akan tinggal atau pergi." Mereka juga berfokus menanyakan hal-hal tertentu, seperti siapa nama asli seorang pemimpin atau pekerja tertentu, di mana mereka tinggal, apa jenis karier mereka di dunia sekuler, atau mengapa mereka meninggalkan rumah untuk melaksanakan tugas mereka. Mereka mungkin juga menanyakan tentang orang-orang yang memberitakan Injil, seperti kepada siapa mereka telah memberitakan Injil, siapa anggota keluarga mereka yang percaya kepada Tuhan, sudah berapa tahun mereka memberitakan Injil, berapa banyak orang yang telah mereka dapatkan, dan sebagainya. Mereka bertanya tentang semua hal ini dengan sangat terperinci. Orang-orang yang curiga suka mengumpulkan informasi semacam ini, dan begitu mereka telah mengumpulkannya, mereka merasa tenang, mereka menganggap sangat penting untuk mengetahui hal-hal ini, dan bahwa mereka dapat menggunakan informasi ini pada saat-saat genting. Orang-orang yang curiga terlalu banyak tahu. Mereka adalah "basis data informasi", dan mereka bahkan mengetahui beberapa hal yang tidak diketahui oleh para pemimpin dan pekerja, seperti siapa yang telah pergi ke luar negeri untuk melaksanakan tugas mereka dan ke negara mana mereka pergi—mereka bahkan mengetahui hal-hal tentang orang-orang yang pergi ke negara lain. Namun, jika engkau bertanya kepada mereka episode khotbah mana yang baru-baru ini diterbitkan, mereka tidak akan dapat memberitahumu. Mereka tidak pernah memperhatikan hal-hal tentang jalan masuk kehidupan, tetapi jika berkaitan dengan informasi pribadi saudara-saudari dan beberapa keadaan gereja, mereka sangat jelas tentang hal-hal tersebut. Salah satu tujuan mereka sering bertanya tentang berbagai hal adalah untuk mengetahui lebih banyak tentang semua jenis keadaan, setelah itu mereka dapat mempersiapkan jalan keluar bagi diri mereka sendiri kapan saja. Mereka menganggap bahwa sangatlah bodoh untuk tidak memikirkan jalan keluar mereka—sebagaimana yang dikatakan orang-orang tidak percaya, mereka akan "membantu seseorang menghitung uangnya setelah dia mengkhianatimu demi keuntungannya sendiri." Sebenarnya, mereka seperti makanan basi yang busuk, tidak bernilai sepeser pun, tetapi mereka memandang diri mereka sangat berharga. Bagaimana menurut engkau semua, apakah orang-orang ini mencurigakan? (Ya.) Mereka memang orang-orang yang mencurigakan. Orang-orang yang curiga memiliki kemanusiaan yang sangat licik dan suka menipu. Beberapa orang melihat kelicikan dan tipu daya sebagai tanda-tanda kecerdasan yang tinggi, tetapi ini salah. Sebenarnya, orang-orang yang licik dan suka menipu ini sangat bodoh dan tidak memiliki kualitas sedikit pun. Kualitas mereka sangat buruk, dan ini sudah sulit untuk diubah; kelicikan mereka juga berarti mereka lebih sulit untuk disembuhkan. Jika seseorang sekadar memiliki kualitas yang buruk, tetapi mereka relatif jujur dan tidak licik, serta mampu melaksanakan tugas mereka dengan sungguh-sungguh, mungkin mereka masih memiliki secercah harapan untuk diselamatkan. Jika mereka memiliki kualitas yang buruk dan agak suka menipu, tetapi mereka mampu menerima kebenaran dan mengenal diri mereka sendiri, mungkin mereka memiliki secercah harapan untuk membuang watak mereka yang suka menipu. Jika mereka mampu memahami kebenaran dan secara berangsur-angsur mengetahui dan masuk ke dalamnya, kecurigaan mereka mungkin berkurang sedikit demi sedikit. Namun sayangnya, orang-orang ini tidak memiliki kualitas, suka menipu serta licik, dan mereka juga sangat bodoh. Ini seperti orang buta yang menderita masalah mata—tidak ada obatnya, bukan? (Benar.) Orang-orang semacam itu tidak dapat diselamatkan. Karena orang-orang ini mencurigakan hingga taraf tidak dapat ditebus, menurut engkau semua, bagaimana mereka harus diperlakukan? (Jika orang-orang semacam itu ditemukan, mereka harus diwaspadai. Mereka mampu mengkhianati gereja untuk melindungi diri mereka sendiri; mereka adalah orang-orang yang berbahaya. Kita dapat mencari kesempatan untuk menyingkapkan dan mengeluarkan mereka, atau jika kita tidak dapat menemukan kesempatan untuk melakukannya, kita dapat membujuk mereka untuk pergi dengan cara yang bijaksana.) Begitu engkau telah yakin bahwa seseorang adalah orang yang mencurigakan, jangan berinteraksi dengan mereka. Berinteraksi dengan mereka hanya akan menimbulkan masalah. Jika engkau berinteraksi dengannya, mereka akan selalu berusaha mencari tahu tentang dirimu. Jika engkau akan pergi ke luar, mereka akan mengawasimu dengan ketat, terus-menerus bertanya, "Ke mana kau akan pergi? Berapa hari kau akan pergi? Apa yang akan kaulakukan?" Ketika engkau pulang, mereka akan bertanya, "Siapa yang kautemui? Apakah kau sudah menyelesaikan tugasmu? Apa yang kalian semua bicarakan?" Jika engkau tidak menjawabnya, mereka akan mengeluh: "Mereka tidak mau membiarkanku mengetahui apa pun. Mereka tidak memercayaiku, bukan? Mereka tidak memperlakukanku seperti keluarga rumah tuhan! Mereka berkata bahwa mereka akan melakukan pekerjaan gereja, tetapi mengapa mereka merahasiakannya dariku? Mereka pasti pergi ke luar untuk melakukan sesuatu yang ilegal." Mereka akan selalu memata-mataimu di belakangmu. Orang-orang semacam itu benar-benar menyusahkan. Mereka bertanya tentang banyak hal, ingin tahu segalanya. Namun, begitu mereka mengetahui hal-hal itu, mereka tidak dapat memahaminya dengan jernih atau memperlakukannya dengan benar, dan mereka juga berusaha mencari bagian-bagian yang mencurigakan di dalamnya, yang menyebabkan keraguan mereka makin bertambah besar. Misalkan engkau menasihati mereka, dengan berkata, "Karena kau memiliki keraguan yang begitu besar tentang Tuhan, dan karena kau tidak percaya bahwa firman Tuhan adalah kebenaran, dan bahwa firman dapat menyucikan dan menyelamatkan manusia, kau seharusnya berhenti percaya kepada Tuhan!" Mereka tidak akan mau melakukan hal itu—mereka tetap ingin percaya dan tetap ingin memperoleh berkat. Bukankah orang-orang ini menyusahkan? (Ya.) Orang-orang ini mudah ditangani. Jika mereka dapat mendatangkan masalah besar bagi gereja, segera bujuklah mereka untuk pergi. Orang-orang ini tidak dapat dipercaya, mereka tidak memiliki kemampuan untuk memahami kebenaran, dan sekalipun mereka dapat melaksanakan sedikit tugas, mereka akan mendatangkan masalah besar bagi rumah Tuhan—mereka lebih banyak mendatangkan kerugian daripada kebaikan. Jadi, membujuk mereka untuk pergi adalah perlu.
Orang-orang yang pengecut itu menyusahkan, dan orang-orang yang curiga juga menyusahkan. Namun, orang-orang yang pengecut dan curiga jauh lebih menyusahkan. Orang-orang ini sangat gentar dan takut akan kematian, serta curiga tentang segalanya, selalu curiga tentang apakah percaya kepada Tuhan dapat membuat mereka tertipu. Mereka takut bahwa prospek mereka mungkin terhalang dan menganggap bahwa ditangkap dan dianiaya, yang mengarah pada kematian mereka, tidaklah sepadan. Jika mereka curiga sampai sejauh ini, apa gunanya percaya kepada Tuhan bagi mereka? Bukankah ini hanya membuat segalanya menjadi sulit bagi diri mereka sendiri? Mereka waspada terhadap saudara-saudari dan setiap pengaturan kerja rumah Tuhan seolah-olah mereka waspada terhadap para penipu, sama seperti mereka waspada terhadap si naga merah yang sangat besar atau setan-setan dan Iblis. Beberapa orang berusaha menasihati mereka, dengan berkata, "Pastikan saja kau percaya kepada Tuhan dengan tekun, mengejar kebenaran, dan melaksanakan tugasmu dengan baik, dan Tuhan akan memperkenanmu." Namun, apa yang mereka pikirkan di dalam hatinya? "Kau ingin aku melaksanakan tugasku dengan baik, tetapi begitu aku terkenal dan si naga merah yang sangat besar menangkapku, bukankah riwayatku akan tamat?" Jika benar-benar seperti ini pola pikir mereka, tidak ada gunanya berusaha menasihati mereka. Mereka sangat gentar, dan selalu takut akan kematian. Ketika mereka mendengar bahwa orang-orang yang percaya kepada Tuhan telah ditangkap, mereka begitu takut sampai mengompol. Namun, jika menyangkut menipu dan mencurangi orang-orang dalam bisnis, sebanyak apa pun masalah yang mereka hadapi, mereka sama sekali tidak takut—mereka sangat berani dalam hal ini. Namun, jika menyangkut hal-hal tentang kepercayaan kepada Tuhan, mereka sepenuhnya gentar. Mereka penuh dengan segala macam keraguan tentang saudara-saudari, tentang rumah Tuhan, dan terutama tentang Tuhan dan firman serta pekerjaan Tuhan, dan persekutuan sebanyak apa pun tidak dapat mengatasi keraguan ini. Seberapa lamanya pun mereka telah percaya, mereka tetap tidak tahu apa arti percaya kepada Tuhan atau mengapa mereka perlu berkumpul dan melaksanakan tugas mereka. Jelaslah bahwa orang-orang ini memiliki kecerdasan yang terganggu, dan sangat licik serta suka menipu. Orang-orang semacam itu harus dibujuk untuk segera pergi. Jika mereka berhenti datang ke pertemuan dan tidak lagi ingin melaksanakan tugas mereka karena mereka pengecut atau karena alasan lain, maka itu bagus sekali—itu menghemat banyak waktumu untuk mengeluarkan mereka dan menghindari kerepotan. Jika suatu hari mereka tertarik untuk percaya kepada Tuhan lagi dan ingin kembali percaya kepada Tuhan, engkau dapat memberi tahu mereka, "Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, kau bisa ditangkap dan dipenjara kapan saja, dan bahkan ada risiko kehilangan nyawamu. Namun, jika kau tidak percaya kepada Tuhan dan malah berbisnis di dunia dan menghasilkan banyak uang, mungkin kau akan dapat menikmati beberapa hari yang nyaman." Setelah mendengar perkataan ini, hati mereka akan benar-benar tenang, dan mereka tidak akan lagi memikirkan untuk percaya kepada Tuhan. Mereka akan berpikir, "Akhirnya, tahun-tahun kekhawatiran dan ketakutanku berakhir. Aku tidak perlu lagi mencurigai gereja, saudara-saudari, atau rumah Tuhan. Akhirnya aku bebas." Dengan begitu saja, orang-orang yang pengecut dan curiga ini diyakinkan untuk pergi. Ini menyelesaikan masalah besar, bukan? (Ya.) Ini adalah cara yang sangat bagus untuk menyelesaikan masalah tersebut.
L. Cenderung Mencari Masalah
Mari kita lihat perwujudan berikutnya: cenderung mencari masalah. Tahukah engkau orang seperti apa yang cenderung mencari masalah? Di dalam gereja, pernahkah engkau semua bertemu dengan jenis orang ini, yang cenderung mencari masalah? Terlepas dari usia, jenis kelamin, atau profesi apa pun yang mereka miliki di dunia, jika mereka selalu mencari masalah dan selalu melakukan hal-hal yang melanggar hukum dan peraturan, membawa dampak negatif bagi gereja dan menciptakan hambatan yang sangat besar bagi pekerjaan penginjilan, gereja harus segera menangani orang-orang ini. Pertama, berilah mereka peringatan, dan jika situasinya sangat serius, usir atau keluarkanlah mereka. Engkau sama sekali tidak boleh bersikap lunak terhadap mereka. Orang macam apakah yang cenderung mencari masalah? Contohnya, ada orang-orang yang ketika berbisnis atau membuka pabrik di dunia, bergaul dengan orang-orang yang karakternya dipertanyakan dan sering melakukan hal-hal yang melanggar hukum dan peraturan. Hari ini, mereka menghindari atau menggelapkan pajak; besok, mereka terlibat dalam kecurangan dan tipu daya, atau bahkan terlibat dalam kasus hukum karena menyebabkan kematian. Karena hal-hal tersebut, mereka sering menerima panggilan dari pengadilan, menghabiskan hari-hari mereka untuk berurusan dengan gugatan hukum, dan terus-menerus terlibat dalam perselisihan. Dapatkah orang-orang semacam itu percaya kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh? Tidak mungkin. Ada juga orang-orang yang mengaku percaya kepada Tuhan tetapi berperilaku dengan cara yang sangat aneh dan tidak normal. Hari ini, mereka melecehkan lawan jenis; besok, mereka mungkin melakukan kekerasan seksual terhadap seseorang lalu dilaporkan. Apakah menurutmu orang-orang ini cenderung mencari masalah? (Ya.) Jadi, dapatkah orang-orang semacam itu percaya kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh? (Tidak.) Setelah percaya kepada Tuhan, orang-orang yang cenderung mencari masalah ini masih selalu bergaul dengan orang-orang yang karakternya dipertanyakan di tengah masyarakat dan terus-menerus menimbulkan perselisihan, seperti perselisihan mengenai masalah emosional, keuangan, harta benda, atau kepentingan pribadi. Atau, karena suatu kejadian yang menyebabkan ketegangan dalam salah satu hubungan mereka, atau karena hasil jerih payah mereka dibagi secara tidak merata, selalu ada orang-orang yang ingin menimbulkan masalah bagi mereka. Ketika saudara-saudari sesekali berkunjung ke rumah mereka, saudara-saudari mungkin bertemu dengan orang-orang yang karakternya dipertanyakan ini. Bahkan ketika mereka sedang berkumpul atau melaksanakan tugas mereka, orang-orang yang karakternya dipertanyakan ini terkadang muncul di depan pintu atau mengirim pesan-pesan yang mengusik, jadi siapa pun yang berada di antara orang-orang ini yang cenderung mencari masalah sangatlah mungkin terseret ke dalam masalah mereka; khususnya, kemungkinan besar pekerjaan dan reputasi gereja bahkan terseret dan dirugikan oleh orang-orang ini. Katakan kepada-Ku, apakah baik bagi orang-orang semacam itu untuk tetap berada di dalam gereja? (Tidak.) Orang semacam ini juga harus dikeluarkan dan ditangani.
Ada pula orang-orang yang, apa pun profesinya di tengah masyarakat, selalu ingin berselisih dengan pemerintah, pejabat pemerintah, atau dengan kelompok sosial dan tokoh masyarakat tertentu. Hari ini, mereka menyingkapkan tindakan pemerintah yang tidak adil; besok, mereka menggugat suatu kelompok atau organisasi, menuntut ganti rugi; lusa, mereka menyingkapkan kehidupan pribadi seorang tokoh masyarakat, yang menyebabkan orang-orang datang mencari mereka. Apakah ini mencari masalah? (Ya.) Bahkan setelah mereka mulai percaya kepada Tuhan, mereka tetap ingin terus terlibat dalam masalah-masalah sosial. Ketika mereka melihat sesuatu yang membuat mereka merasa tidak puas dan marah, mereka selalu ingin membela keadilan untuk memamerkan diri mereka, atau menulis komentar atau artikel untuk memberikan penilaian tentang benar dan salahnya masalah tersebut. Apa yang terjadi pada akhirnya? Mereka tidak mencapai apa pun, tetapi akhirnya menyebabkan segunung masalah bagi diri mereka sendiri, terjerat dalam gugatan hukum dan reputasi mereka dihancurkan. Selalu ada orang-orang yang karakternya dipertanyakan di tengah masyarakat yang mencari mereka, ingin membalas dendam atau bertindak terhadap mereka, jadi mereka hidup dalam ketakutan yang ekstrem. Untuk melepaskan diri dari kehidupan seperti ini dan menghindari masalah, mereka membeli beberapa rumah, mereka menjelaskan, "Seperti kata pepatah, 'Seekor kelinci yang licik memiliki tiga liang.' Hanya satu dari ketiga rumahku yang diketahui orang; tak seorang pun tahu tentang dua rumah lainnya. Aku menyimpannya untuk digunakan gereja dan ditinggali saudara-saudari." Apakah menurutmu saudara-saudari akan aman tinggal di sana? (Tidak akan.) Perkataan mereka kedengarannya sangat bagus, dan niat mereka melakukannya adalah baik, tetapi dengan karakter mereka dan kelemahan mereka yang cenderung mencari masalah, siapa yang berani tinggal di rumah mereka? Jika engkau tinggal di sana, orang-orang mungkin mengira bahwa engkau adalah bagian dari keluarga mereka. Jika ada yang ingin memukuli mereka tetapi tidak dapat menemukan mereka, bukankah mereka akan memukulimu sebagai gantinya? Ada orang-orang yang cenderung mencari masalah. Ketika mereka sedang berkendara seperti biasanya dan melewati daerah terpencil, mereka mungkin dihentikan oleh seseorang, yang kemudian menyeret mereka keluar dari mobil, memukuli mereka dengan kejam, dan memberi mereka peringatan. Mereka tahu itu terjadi karena mereka telah menyinggung seseorang sebelumnya dan mendatangkan masalah pada diri mereka sendiri, dan bahwa siapa pun yang telah mereka singgung ingin menyiksa mereka. Bukankah itu tepatnya yang pantas mereka terima? Jenis orang ini adalah jenis orang yang cenderung mencari masalah. Setelah mereka mulai percaya kepada Tuhan, masalah apa pun yang sedang dibahas gereja, mereka selalu ingin ikut campur; mereka ingin menyampaikan pendapat mereka tentang masalah tersebut dan memberikan beberapa komentar, juga berusaha agar orang-orang mau mendengarkan mereka. Jika gereja tidak memakai sarannya, mereka menjadi sangat tidak puas dan merasa kesal, tidak menyadari akan kemampuan mereka sendiri. Sebanyak apa pun kerugian yang telah mereka derita, mereka tidak pernah mengingatnya atau memetik pelajaran dari kegagalan mereka. Orang-orang semacam itu mendatangkan masalah bahkan ketika mereka percaya kepada Tuhan. Di satu sisi, mereka tidak memahami kebenaran, tetapi selalu ingin terlibat dalam pekerjaan gereja, berusaha mencampuri segala hal, akibatnya mereka mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja. Di sisi lain, setiap kali mereka menghabiskan banyak waktu dengan saudara atau saudari mana pun, mereka juga membawa masalah bagi saudara atau saudari tersebut. Jenis orang-orang yang cenderung mencari masalah ini membawa banyak kesulitan. Apakah menurutmu orang-orang yang mencari masalah adalah orang-orang yang tidak menimbulkan kegaduhan? Apakah mereka adalah orang-orang yang tetap berada di tempat mereka yang semestinya? (Tidak.) Mereka jelas bukan orang-orang yang tetap berada di tempat mereka yang semestinya. Umumnya, orang-orang yang menjalani kehidupan yang baik cenderung tetap berada di tempat mereka yang semestinya. Selama masalah-masalah sosial tidak berkaitan dengan kepercayaan mereka kepada Tuhan, mereka sama sekali tidak terlibat atau menanyakannya. Ini disebut bersikap rasional, bijaksana dalam menilai keadaan, dan memahami makna dari berbagai hal. Masyarakat dan umat manusia ini sangat jahat dan kacau. Seperti yang dikatakan orang-orang tidak percaya, "Pada zaman yang kacau dan dunia yang kacau ini, orang-orang perlu belajar cara melindungi diri mereka sendiri." Selain itu, engkau kerap mengomentari masalah sosial dan berusaha ikut campur di dalamnya, tetapi itu bukanlah jalan yang seharusnya kautempuh dalam hidup. Melakukan hal-hal itu tidak ada nilainya dan bukanlah jalan hidup yang benar. Sekalipun engkau mampu berbicara secara adil, itu tetap tidak dapat dianggap sebagai upaya yang benar dan adil. Mengapa tidak? Karena tidak ada keadilan di dalam dunia ini; tren-tren jahat tidak mengizinkannya. Jika engkau benar-benar dapat mengucapkan perkataan yang adil dan jujur di rumah Tuhan, itu memiliki nilai dan makna penting. Namun, jika engkau mengucapkan perkataan yang adil dan jujur di dunia manusia yang jahat, rusak, dan kacau ini, perkataan seperti itu dengan mudah mengundang masalah dan mendatangkan bahaya. Bukankah sangat bodoh untuk mengucapkan perkataan seperti itu? Melakukannya bukan hanya tidak akan memungkinkanmu untuk hidup dengan cara yang bernilai, melainkan juga akan membawamu pada masalah yang tiada habisnya. Jadi, orang-orang cerdas melihat bahwa masalah-masalah sosial ini membawa malapetaka dan menjauhkan diri serta menghindarinya, sementara orang-orang yang bodoh justru mendekatinya dan malah menjerumuskan diri mereka sendiri ke dalam banyak masalah. Khususnya, ada orang-orang yang setelah berlatih bela diri selama beberapa hari, mempelajari beberapa teknik yang mencolok dan mulai sedikit tenar, dan kemudian ingin memperjuangkan keadilan serta merampok orang kaya untuk membantu orang miskin. Mereka ingin berperan sebagai ksatria pengembara atau pendekar pedang, berkeliling untuk membela keadilan, mereka bahkan maju untuk membantu setiap kali mereka melihat ketidakadilan. Akibatnya, hal ini menimbulkan masalah—mereka tidak menyadari betapa rumitnya masyarakat. Katakan kepada-Ku, ketika engkau maju untuk membantu, bukakah engkau akhirnya akan menyinggung beberapa orang? Bukankah engkau akan merusak rencana cermat yang telah dibuat beberapa orang? (Ya.) Ketika engkau merusak rencana cermat orang-orang tersebut, akankah mereka membiarkanmu lolos begitu saja? (Tidak.) Engkau mungkin berkata, "Apa yang sedang kulakukan adalah upaya yang benar dan adil", tetapi sekalipun itu adalah upaya yang benar dan adil, itu tidak akan berhasil—dunia ini tidak akan mengizinkanmu untuk melakukan upaya yang benar dan adil. Jika engkau melakukannya, engkau akan mencari masalah. Orang-orang yang bodoh tidak mengerti hal ini, mereka tidak dapat memahami yang sebenarnya mengenai dunia ini. Mereka selalu menganggap bahwa, karena mereka adalah ksatria pengembara, mereka harus maju untuk membantu orang lain. Namun, pada akhirnya, mereka mengacaukan rencana cermat seseorang, dan orang itu ingin membalas dendam terhadap mereka dan tidak mau menyerah. Beginilah cara mereka mencari bencana. Orang lain itu diam-diam mulai mencari tahu nama mereka, tempat tinggal mereka, bagaimana situasi keluarga mereka, siapa saja anggota keluarga mereka, apakah mereka memiliki pengaruh di daerah itu atau tidak, dan cara terbaik untuk mengambil tindakan terhadap mereka. Begitu orang tersebut memahami semua ini dengan jelas, orang tersebut kemudian mulai bergerak menyerang "ksatria pengembara" itu, yang hidupnya menjadi sulit sejak saat itu. Orang-orang semacam ini sering kali mencari masalah dan, sebesar apa pun kerugian yang mereka derita, mereka tidak pernah belajar dari kesalahan mereka. Ketika mereka menghadapi sesuatu yang mereka anggap tidak adil, mereka tetap ingin memperjuangkan keadilan, lalu maju dan membantu. Mereka bukan hanya menimbulkan masalah bagi diri mereka sendiri, melainkan mereka juga membahayakan keluarga mereka, dan terkadang bahkan menyeret teman atau rekan-rekan kerja di sekitar mereka ke dalamnya. Jika mereka percaya kepada Tuhan dan masuk ke dalam gereja, saudara-saudari pada akhirnya juga bisa berada dalam situasi yang berbahaya karena mereka. Contohnya, jika mereka mendapat masalah di tengah masyarakat dan seseorang ingin membalas dendam terhadap mereka, dan orang itu tahu bahwa engkau menghadiri pertemuan bersama mereka, dia mungkin mendatangimu untuk mencari informasi tentang situasi pribadi dan keluarga mereka. Jadi, akankah engkau memberi tahu orang itu atau tidak? Jika engkau memberitahunya, itu sama saja dengan mengkhianati mereka, yang akan membawa masalah bagi mereka; jika engkau tidak memberitahunya, orang itu mungkin akan menyiksamu. Ada terlalu banyak orang jahat di dunia ini, dan orang-orang jahat semuanya berada di luar nalar. Jika seseorang menyinggung mereka, mereka akan menggunakan segala cara untuk membalas dendam. Bukankah demikian? (Ya.) Masalah apa pun yang dihadapi orang-orang yang cenderung mencari masalah, itu selalu menyebabkan masalah dan gangguan bagi pelaksanaan tugas mereka, itu juga dapat memengaruhi pekerjaan gereja hingga berbagai taraf. Jika seseorang selalu mencari masalah, apakah engkau semua menganggap bahwa mempersekutukan kebenaran dapat menyelesaikan masalah ini? (Tidak.) Orang-orang semacam ini sering kali tidak memiliki nalar yang sehat. Bahkan ketika mereka mendapat masalah, mereka tidak melihatnya sebagai masalah; mereka bahkan mungkin menganggap bahwa mereka memiliki rasa keadilan. Dalam kasus seperti itu, mempersekutukan kebenaran tidak ada gunanya karena mereka adalah orang-orang dengan pemahaman yang menyimpang, mereka adalah orang-orang yang tidak masuk akal. Orang-orang yang pikirannya kacau tidak menerima kebenaran dengan mudah. Ada orang-orang yang mungkin berkata, "Mereka sedang menghadapi kesulitan; bagaimana mungkin kita tega meninggalkan mereka? Bagaimana mungkin kita tidak menunjukkan rasa kasihan kepada mereka? Kita harus memperlakukan mereka dengan kasih." Memperlakukan mereka dengan kasih itu baik, tetapi dapatkah mereka menerimanya? Jika mereka sama sekali tidak menerima kebenaran dan terus berpegang pada pandangan mereka sendiri, tepatkah bagimu untuk terus mempersekutukan kebenaran dengan mereka? (Tidak.) Mengapa itu tidak tepat? (Orang-orang semacam ini tidak sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan. Esensi mereka adalah esensi pengikut yang bukan orang percaya. Sekalipun kita mempersekutukan kebenaran dengan mereka, itu tidak akan menyelesaikan masalah, dan mereka tetap dapat mendatangkan banyak masalah ke dalam gereja.) Jadi, haruskah orang-orang semacam ini dikeluarkan? (Ya.)
Ada jenis orang lain yang cenderung mencari masalah. Di dalam gereja, mereka selalu menghasut saudara-saudari untuk melakukan hal-hal tertentu. Contohnya, mereka berkata, "Tindakan yang diambil oleh pemerintah dan kebijakan yang mereka rumuskan tidak masuk akal. Sebagai orang Kristen, kita harus menerapkan kebenaran, kita harus angkat bicara dan tidak boleh menundukkan kepala seperti pengecut. Kita perlu berbaris di jalan-jalan dengan spanduk dan memprotes, memperjuangkan kesejahteraan saudara-saudari, gereja kita, dan seluruh umat manusia!" Apa hasilnya? Sebelum mereka bahkan dapat berbaris, pemerintah sudah mengetahuinya, dan pengadilan mengirimkan surat panggilan. Katakan kepada-Ku, apakah gereja beruntung atau tidak untuk memiliki orang-orang semacam itu? (Tidak beruntung.) Ada orang-orang yang berkata, "Ternyata gereja kita memiliki seseorang yang sangat berbakat—orang ini sangat cocok untuk menjadi pemimpin! Lihatlah orang-orang di dalam gereja kita; mereka semua penurut dan mengikuti aturan, tanpa pengaruh di tengah masyarakat. Mereka gentar dan tidak berani menghadapi masalah besar apa pun, dan mereka sangat takut mencari masalah. Orang ini berbeda—dia berani, berwawasan luas, dan tegas; dia juga memiliki pengaruh di tengah masyarakat, dia cakap, dan ketika dia melihat ketidakadilan, dia berani berdiri dan maju. Bahkan ketika dihadapkan dengan kasus hukum, dia tidak menjadi resah atau cemas. Kapasitas mentalnya membuat dia secara alami cocok untuk menjadi pejabat. Jika orang ini terlibat dalam politik, dia akan menjadi anggota DPR atau setidaknya gubernur provinsi. Kita tidak cukup baik. Jadi, gereja harus memilihnya untuk menjadi pemimpin. Jika dia memimpin kita, kita pasti akan diselamatkan!" Beberapa orang yang bodoh sangat menghormati orang-orang yang cenderung mencari masalah di tengah masyarakat dan mengidolakan mereka, bahkan ingin memilih mereka sebagai pemimpin gereja. Apakah menurut engkau semua ini pantas? (Tidak.) Mengapa tidak pantas? Bukankah gereja membutuhkan "orang-orang yang cakap" seperti itu? (Gereja tidak membutuhkan orang-orang semacam itu. Para pemimpin gereja harus memimpin umat pilihan Tuhan untuk makan dan minum firman Tuhan bersama-sama dalam pertemuan, mengejar kebenaran, dan melaksanakan tugas mereka untuk menyebarkan Injil. Meskipun orang-orang semacam itu mungkin di luarnya tampak memiliki apa yang katanya adalah keberanian, wawasan, dan ketegasan, mereka tidak mampu melakukan pekerjaan semacam ini dan akan membawa masalah yang tiada habisnya bagi gereja. Oleh karena itu, mereka tidak layak untuk menjadi pemimpin gereja.) Biar Kuberitahukan kepadamu, adalah salah jika orang semacam ini tetap berada di dalam gereja, dan akan jauh lebih berbahaya untuk memilih orang-orang semacam itu sebagai pemimpin. Ke mana mereka akan memimpin gereja? Mereka akan mengubah gereja menjadi kelompok agama! Ini karena ketika mereka melihat ketidakadilan di tengah masyarakat, mereka akan mengajukan gugatan hukum; ketika mereka melihat orang-orang jahat menindas orang miskin, mereka akan memperjuangkannya; ketika mereka melihat pejabat korup yang secara kejam merugikan orang-orang, mereka akan ingin memperjuangkan keadilan mewakili Surga. Akibatnya, perlahan-lahan engkau semua juga akan menjadi ksatria pengembara yang memperjuangkan keadilan. Dengan demikian, apakah engkau tetap bisa memperoleh keselamatan? Di luarnya, orang-orang yang cenderung mencari masalah mungkin tampak sangat cakap, tetapi pada akhirnya, apa yang terjadi? Mereka semua disingkirkan karena mengganggu dan mengacaukan pekerjaan gereja, karena jalan yang mereka tempuh bukanlah jalan yang benar. Masalah apa pun yang mereka cari, mereka tidak sedang menempuh jalan yang benar, dan mereka juga tidak sedang mengikuti kehendak Tuhan. Semua yang mereka lakukan tidak ada kaitannya sedikit pun dengan gereja, dengan pekerjaan Tuhan, atau dengan maksud-maksud Tuhan; semua yang mereka lakukan jauh dari maksud-maksud Tuhan dan menyimpang dari jalan yang benar. Natur yang membuat mereka mencari masalah adalah bahwa mereka sedang berurusan dan terjerat dengan setan-setan; mereka sedang diganggu oleh setan-setan. Oleh karena itu, rumah Tuhan harus membuat batas yang jelas antara gereja dan orang-orang semacam itu. Jika mereka berulang kali mencari masalah, tidak mau mendengarkan siapa pun yang berusaha menasihati mereka, dan mereka mencari masalah tanpa belajar dari kesalahan mereka, bahkan melakukan kesalahan yang ceroboh, mereka harus dibujuk untuk pergi. Engkau dapat berkata, "Lihatlah semua masalah yang telah kaubawa, betapa besarnya hambatan yang telah terjadi pada pekerjaan gereja, dan betapa banyaknya orang yang pelaksanaan tugasnya telah terpengaruh. Bagaimana bisa kau tidak menyadari hal ini? Pola pikirmu terlalu luas—cukup luas untuk mencakup seluruh dunia. Orang sepertimu seharusnya menjelajahi dunia; kau seharusnya mengembangkan dirimu dan memerintah negara, membawa perdamaian bagi dunia. Kau cocok untuk berinteraksi dengan para pejabat tinggi; hanya dengan cara demikianlah kau dapat melampaui kehidupan sehari-hari dan membentangkan sayapmu serta membumbung tinggi. Bukankah tetap bersama orang-orang yang percaya kepada Tuhan sepanjang hari hanya akan menahan ambisi besarmu dan membatasi kemampuanmu untuk mengepakkan sayapmu dan terbang? Lihatlah kami—tak seorang pun dari kami yang memiliki cita-cita besar. Kami hanya berfokus pada kepercayaan kepada Tuhan, membaca lebih banyak firman Tuhan untuk memahami sejumlah kebenaran, lebih sedikit berbuat jahat, dan mungkin kami dapat menerima perkenan Tuhan—itu saja. Kami semua adalah orang-orang yang difitnah dan dihina oleh orang-orang dunia, ditolak oleh dunia, jadi tidak seharusnya kau bergaul dengan orang-orang seperti kami. Akan lebih baik jika kau kembali ke dunia dan berjuang di sana; mungkin kau akan mencapai kesuksesan besar dan mewujudkan ambisimu." Apakah membujuk mereka untuk pergi dengan cara seperti ini tepat? Apakah ini cara yang baik untuk menyelesaikan masalahnya? (Ya.) Beginilah seharusnya gereja menangani pengikut yang bukan orang percaya semacam itu; menyelesaikan masalah dengan cara ini sepenuhnya selaras dengan prinsip-prinsip kebenaran.
Jenis orang apa lagi yang cenderung mencari masalah? Ada jenis orang yang sangat populer di antara lawan jenis dan selalu menggoda orang-orang yang karakternya dipertanyakan. Mereka tidak mencari hubungan asmara yang sepatutnya; sebaliknya, mereka terus menjalin hubungan yang sangat dekat dan tidak pantas dengan banyak lawan jenis. Karena mereka tidak dapat menangani hubungan ini dengan sepatutnya, mungkin saja orang yang mereka goda akan menjadi cemburu atau bahkan berusaha saling membalas dendam. Apakah ini masalah bagi mereka? (Ya.) Ini pun merupakan masalah besar. Ada orang-orang yang mungkin tidak peduli dengan hal-hal ini, tetapi hal-hal semacam itu sering kali menimbulkan masalah pada kehidupan pribadi dan iman mereka, dan bahkan dapat memengaruhi keselamatan pribadi mereka. Masalah-masalah ini selalu mengikuti mereka, dan orang-orang yang sering berinteraksi dengan mereka pasti menjadi terlibat juga. Entah mereka dengan sungguh-sungguh menjalin hubungan asmara dengan lawan jenis, atau sekadar menggoda dan saling memanfaatkan, kita tidak peduli dengan hal-hal semacam itu. Apa yang kita pedulikan? Kita peduli tentang apakah masalah yang mereka bawa akan berdampak buruk pada saudara-saudari atau gereja. Jika dampaknya ada, gereja harus turun tangan untuk menyelesaikan dan menangani masalah tersebut, menasihati mereka agar menangani masalah tersebut dengan semestinya. Mengenai bagaimana cara mereka menanganinya, kita tidak akan ikut campur. Jika, seperti apa pun cara mereka dinasihati, mereka tetap tidak mau mendengarkan dan tidak mengurus atau menyelesaikan masalah-masalah tersebut, mereka harus diasingkan dan diberi peringatan: "Kau perlu mengurus masalah pribadimu terlebih dahulu. Setelah masalah tersebut diselesaikan, kau dapat melanjutkan tugasmu. Jika kau tidak mengurusnya dengan benar, kau akan tetap diasingkan." Meskipun mereka adalah orang-orang percaya dan bahkan mampu melaksanakan tugas mereka—mungkin sebuah tugas yang penting—karena masalah-masalah serius dalam kehidupan pribadi mereka dan karena masalah yang mereka cari dapat memengaruhi pekerjaan gereja, para pemimpin gereja tidak boleh mengabaikannya, karena masalah tersebut berpotensi menimbulkan risiko. Contohnya, orang-orang yang menjalin hubungan dengan mereka mungkin mengetahui beberapa keadaan gereja atau informasi pribadi tentang saudara-saudari dari mereka. Jika mereka membocorkan informasi ini kepada orang-orang yang berniat jahat atau kepada si naga merah yang sangat besar, itu akan membahayakan gereja dan saudara-saudari. Oleh karena itu, bagi gereja, merekalah yang membawa semua masalah atau potensi risiko, jadi gereja seharusnya meminta mereka untuk menyelesaikan masalah-masalah pribadi mereka terlebih dahulu. Jika mereka telah sepenuhnya mengatasi masalah-masalah tersebut, barulah rumah Tuhan dapat membuat keputusan untuk menerima mereka kembali berdasarkan keadaan mereka. Namun, jika mereka tetap tidak menyelesaikan masalah dan tetap ingin melaksanakan tugas mereka, apa yang harus dilakukan? (Mereka seharusnya tidak diizinkan untuk melaksanakan tugas mereka.) Jika demikian, mereka harus dibujuk untuk pergi, atau dikeluarkan. Singkatnya, begitu pemimpin gereja atau saudara-saudari mendapati adanya orang-orang di dalam gereja yang cenderung mencari masalah, mereka harus mengatasi masalah tersebut berdasarkan prinsip-prinsip dan segera menanganinya. Mereka tidak boleh menunggu sampai orang-orang ini membahayakan saudara-saudari atau menimbulkan masalah pada pekerjaan gereja dahulu, baru menangani dan menyelesaikannya.
Ada orang-orang yang cepat mencari gara-gara serta terlibat perkelahian dan pertengkaran. Mereka selalu merasa bahwa mereka dapat melancarkan pukulan yang kuat, selalu ingin mengalahkan semua orang di dunia, atau, jika mereka tahu sedikit ilmu bela diri yang terlihat hebat, mereka selalu ingin menggunakan kekerasan dan paksaan terhadap orang lain. Bukankah orang semacam ini juga cenderung mencari masalah? (Ya.) Ada juga orang-orang yang tidak tetap berada di tempat mereka yang semestinya ke mana pun mereka pergi. Mereka tidak mengikuti aturan atau menjaga ketertiban umum dan selalu ingin bertindak semaunya. Ketika mengemudi, mereka bersikeras menerobos lampu merah, atau bersikeras berbelok ke kiri di tempat yang tidak diperbolehkan, serta ketika ditilang dan didenda oleh polisi, mereka menolak untuk menerimanya dan ingin melaporkan polisi tersebut. Lihat saja, mereka berani melaporkan siapa pun. Meskipun polisi bertindak berdasarkan hukum, mereka tetap ingin melaporkannya—mereka melanggar hukum tanpa takut. Bukankah orang-orang dungu ini juga cenderung mencari masalah? (Ya.) Orang semacam ini, yang cenderung mencari masalah, menganggap bahwa mereka dapat mengandalkan Tuhan karena mereka percaya kepada-Nya, dan bahwa gereja memiliki banyak orang dan pengaruh yang besar, dengan demikian mereka tidak takut pada apa pun. Mereka melakukan perbuatan jahat yang ceroboh di mana-mana untuk memamerkan kemampuan mereka dan untuk menunjukkan betapa hebatnya mereka. Bahkan setelah terjerat masalah hukum, mereka tidak tahu cara untuk berbalik arah. Pada akhirnya, apa yang mereka katakan? "Dunia ini benar-benar jahat. Aku ditangkap hanya karena membela keadilan. Dunia ini benar-benar tidak adil!" Mereka tetap tidak mau mengakui kesalahan mereka. Mereka sendiri yang memicu dan mencari masalah, tetapi malah mengeluh bahwa itu tidak adil bagi mereka. Bukankah ini sama sekali tidak masuk akal? (Ya.) Sejahat dan segelap apa pun dunia ini, tidaklah bijaksana bagi mereka untuk menimbulkan masalah. Tuhan tidak pernah menyuruh siapa pun untuk mencari masalah, juga tidak menyuruh siapa pun untuk menggunakan dalih percaya kepada Tuhan untuk memperjuangkan keadilan dan menegakkan keadilan mewakili Surga. Ada orang-orang yang berkata, "Hukum di dunia ini bukanlah kebenaran, jadi tidak perlu mengikutinya." Meskipun hukum bukanlah kebenaran, Tuhan tidak pernah memberitahumu bahwa engkau boleh melanggar hukum sekehendak hatimu, Dia juga tidak pernah memberitahumu bahwa engkau boleh membunuh atau melakukan pembakaran. Tuhan memintamu untuk mematuhi hukum dan menjaga ketertiban umum di masyarakat, untuk mengetahui cara mematuhi norma-norma moral dan mengikuti aturan ke mana pun engkau pergi, tidak bersikap provokatif, dan tidak mencari masalah. Jika engkau melanggar hukum, engkau akan menanggung sendiri akibatnya—jangan berharap rumah Tuhan yang memikul tanggung jawab untukmu, karena ini adalah perilaku pribadi dan hanya merepresentasikan dirimu sebagai individu; rumah Tuhan tidak pernah memintamu untuk melakukan sesuatu yang ilegal. Di negara mana pun engkau menangani berbagai hal, rumah Tuhan memintamu untuk memeriksa hukum dan berkonsultasi dengan pengacara. Apa pun yang pengacara katakan benar, itulah yang harus kaulakukan. Jika pengacara tidak menyarankanmu untuk bertindak dengan cara tertentu, dan engkau bertindak dengan membabi buta, mengacaukan berbagai hal, dan melanggar hukum, engkau akan menanggung sendiri akibatnya—jangan membawa masalah ke dalam rumah Tuhan. Sekalipun pendekatan yang disarankan pengacara itu bukanlah pendekatan yang terbaik, engkau tetap harus mengikuti saran pengacara tersebut. Selama itu sah dan tidak menyebabkan kerugian yang signifikan bagi rumah Tuhan, itu dapat dilakukan. Rumah Tuhan selalu menyuruh orang-orang untuk berkonsultasi dengan pengacara dan menangani berbagai hal berdasarkan hukum. Namun, ada orang-orang yang berpikir, "Rumah Tuhan bukan milik dunia, jadi kita tidak boleh mengikuti tren-tren dunia! Hukum tidak merepresentasikan kebenaran—Tuhanlah satu-satunya kebenaran, dan Tuhan itu tertinggi. Kita hanya tunduk pada kebenaran dan Tuhan!" Meskipun pernyataan ini benar, engkau masih hidup di dunia ini dan harus berurusan dengan banyak masalah yang realistis. Oleh karena itu, engkau tidak boleh melanggar hukum, dan engkau juga tidak boleh melanggar prinsip-prinsip kebenaran. Keunggulan Tuhan mengacu pada identitas dan status Tuhan; itu bukan alasan bagimu untuk melakukan kegiatan ilegal atau bertindak sewenang-wenang di tengah masyarakat, melakukan apa pun yang kauinginkan, dan mencari masalah di mana-mana. Tuhan tidak pernah mendorong atau menyuruh siapa pun untuk melanggar hukum ketika melakukan apa pun, tetapi malah menyuruhmu untuk mengikuti hukum dan mematuhi aturan-aturan sosial, bahwa jika engkau melanggar hukum dan mendapat hukuman, engkau harus menerima hukumannya, dan bahwa engkau tidak boleh menimbulkan masalah atau mencari masalah. Jika engkau selalu mencari masalah, selalu menganggap bahwa karena engkau percaya kepada Tuhan, engkau memiliki dukungan Tuhan, jadi engkau tidak takut pada apa pun, Kukatakan kepadamu, engkau salah! Tuhan tidak mendukung keberanianmu dalam menghadapi semua hal, dan rumah Tuhan tidak akan membenarkan logikamu yang seperti bajingan. Jangan pernah mengira bahwa hanya karena ada banyak orang di rumah Tuhan dan gereja memiliki pengaruh besar, engkau dapat melakukan apa pun yang kauinginkan. Jika engkau berpikir seperti ini, engkau salah. Ini adalah logika Iblis. Rumah Tuhan tidak pernah mengatakan hal semacam itu, dan Tuhan pun tidak. Rumah Tuhan tidak menganjurkan siapa pun untuk bertindak seperti ini. Memang benar bahwa ada banyak orang di rumah Tuhan, tetapi jumlah orang—baik banyak maupun sedikit—bukan untuk mendukung siapa pun, membuat siapa pun berani, atau melindungi siapa pun dari masalah dan memuluskan segala sesuatunya. Tuhan memilih orang-orang agar mereka dapat mengikuti-Nya dan mengikuti kehendak-Nya, sehingga mereka dapat memenuhi standar sebagai makhluk ciptaan dan memenuhi tugas sebagai makhluk ciptaan. Bukan agar engkau dapat melawan dunia, bukan agar engkau melontarkan ide-ide yang terdengar hebat di dunia, dan tentu saja bukan agar engkau dapat memberi pelajaran kepada dunia. Percaya kepada Tuhan bukanlah tentang melawan arus; itu tidak ada kaitannya dengan melawan arus atau membenci dunia. Jadi, jangan salah paham terhadap maksud Tuhan bagi manusia, dan jangan salah menafsirkan atau salah paham tentang makna penting percaya kepada Tuhan. Apa tujuan Tuhan memilih manusia? (Tujuannya agar manusia mengikuti Tuhan, mengikuti kehendak Tuhan, dan melaksanakan tugas sebagai makhluk ciptaan.) Tuhan memilih manusia untuk mendapatkan mereka, untuk mendapatkan makhluk ciptaan sejati, untuk mendapatkan manusia yang benar-benar menyembah Tuhan; itu bertujuan agar umat manusia baru akan muncul, umat yang dapat menyembah Tuhan. Tujuan Tuhan memilih manusia bukanlah agar mereka melawan dunia ini atau umat manusia. Oleh karena itu, orang-orang yang cenderung mencari masalah harus dijauhkan dari gereja dan jauh dari tempat-tempat orang melaksanakan tugas mereka sebisa mungkin, agar mereka tidak memengaruhi pelaksanaan tugas orang-orang lain.
Bagi mereka yang cenderung mencari masalah, masalah apa pun yang mereka cari, jika itu menimbulkan masalah bagi gereja dan memengaruhi pelaksanaan tugas saudara-saudari, para pemimpin dan pekerja harus turun tangan dan menyelesaikan masalah tersebut. Hal itu sama sekali tidak boleh dibiarkan begitu saja. Mereka harus segera memahami dan mengerti situasinya, menyelidiki akar masalahnya, dan kemudian menemukan solusi yang masuk akal dan menanganinya. Mengapa hal itu harus ditangani? Di satu sisi, masalah-masalah ini dapat memengaruhi pekerjaan gereja, kehidupan bergereja, atau pelaksanaan tugas saudara-saudari. Di sisi lain, entah orang-orang yang cenderung mencari masalah ini dipandang orang lain sebagai orang yang berbakat atau sebagai pemalas dan bajingan, selama mereka membawa masalah, mereka harus ditangani dengan tepat waktu. Jadi, bagaimana seharusnya mereka ditangani? Ini bukan tentang menangani masalah, tetapi menangani orang-orang yang bertanggung jawab karena membawa masalah tersebut. Dengan mengeluarkan mereka dari gereja, sumber masalahnya teratasi, dan masalahnya pun tuntas. Engkau tidak boleh bersikap lunak hanya karena beberapa orang yang cenderung mencari masalah tampak cakap atau berbakat di matamu. Jika engkau dapat bersikap lunak terhadap mereka, engkau benar-benar orang yang sangat bingung dan tidak layak menjadi pemimpin gereja, dan saudara-saudari harus memberhentikanmu dari kedudukanmu. Jika engkau tidak melindungi kepentingan rumah Tuhan dan tidak melindungi saudara-saudari, tetapi malah melindungi orang-orang jahat dan pembuat onar, bahkan sangat memuja mereka, memperlakukan mereka sebagai tamu terhormat dan orang-orang yang berbakat, menganggap bahwa mereka adalah orang-orang berbakat yang sulit ditemukan di dalam gereja, menggunakan mereka untuk tugas-tugas besar, dan bahkan meredakan masalah mereka untuk mereka—itu berarti engkau sama sekali tidak layak untuk berperan sebagai pemimpin gereja. Engkau adalah orang yang bingung dan pemimpin palsu, serta harus diberhentikan dan disingkirkan. Jika seorang pemimpin gereja menolak untuk mendengarkan nasihat dan bersikeras melindungi beberapa orang jahat yang cenderung mencari masalah atau menggunakan mereka untuk tugas-tugas besar, saudara-saudari seharusnya bukan hanya menyingkirkan pemimpin tersebut, melainkan juga mengumpulkannya bersama orang yang mencari masalah ini dan mengeluarkan mereka berdua. Bukankah engkau memuja orang yang mencari masalah? Mereka juga merasa dilindungi olehmu, dan engkau semua bergaul akrab—kalau begitu, maaf, tetapi kalian berdua harus pergi. Rumah Tuhan tidak membutuhkan kalian berdua! Jika ada orang-orang yang cenderung mencari masalah di dalam gereja, dan para pemimpin tingkat atas tidak menyadarinya, sementara pemimpin gereja itu bingung dan tidak memiliki kemampuan untuk membedakan, maka saudara-saudari yang memahami kebenaran harus turun tangan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Salah satunya, mereka harus segera melaporkan masalah tersebut kepada para pemimpin tingkat atas. Selain itu, mereka harus bersatu dengan saudara-saudari lainnya untuk bersekutu dan mengenali pemimpin palsu tersebut. Setelah dipastikan bahwa dia adalah pemimpin palsu, dia harus diberhentikan atau dikeluarkan, dan seorang pemimpin baru harus dipilih—seseorang yang dapat melindungi kepentingan rumah Tuhan, pekerjaan gereja, dan kehidupan bergereja. Apakah menerapkan dengan cara seperti ini tepat? (Ya.) Keluarkan pemimpin gereja ini dan orang yang cenderung mencari masalah itu bersama-sama. Bukankah mereka berdua adalah orang-orang yang akur karena kualitas-kualitas keji mereka sama, mereka saling iri dan mengagumi? Maka penuhilah keinginan mereka dan biarkan mereka kembali ke dunia bersama-sama—rumah Tuhan tidak menginginkan orang-orang seperti mereka. Jika mereka tetap tinggal di dalam gereja, mereka hanya akan mencari dan membuat masalah, yang menyebabkan kerugian besar pada pekerjaan gereja. Mereka harus dikeluarkan. Ke mana pun mereka ingin pergi dan betapa besarnya pun masalah yang ingin mereka cari, itu adalah urusan mereka sendiri. Bagaimanapun juga, itu tidak ada kaitannya dengan gereja dan tidak akan melibatkan gereja. Bukankah itu akan menyelesaikan masalah tersebut? (Ya.) Solusi ini cukup bagus. Itu mengakhiri persekutuan kita tentang perwujudan kedua belas, mengenai orang-orang yang cenderung mencari masalah.
M. Memiliki Latar Belakang yang Rumit
Mari kita lihat perwujudan berikutnya: memiliki latar belakang yang rumit. Menurut engkau semua, jenis orang apa yang memiliki latar belakang yang rumit? (Ada orang-orang yang terlibat baik dalam dunia kriminal maupun kalangan yang terhormat, dan latar belakang sosial mereka relatif rumit—apakah mereka termasuk dalam kategori ini?) Ketika kita membahas tentang latar belakang yang rumit, kita pasti sedang mengacu pada orang-orang yang berpengalaman di dunia. Apa ciri khas orang-orang yang berpengalaman di dunia? Mereka duduk, menyilangkan kakinya, dan mulai berbicara tanpa henti; mereka berbicara panjang lebar tentang segala hal yang terjadi di dunia ini, mereka mampu mengoceh sebentar tentang urusan dalam dan luar negeri, tetapi tak ada satu kata pun yang mereka katakan itu benar—semuanya omong kosong yang dibuat-buat atau hanya imajinasi. Orang-orang yang suka membual belum tentu adalah mereka yang memiliki latar belakang sosial yang rumit. Orang-orang yang suka membual mungkin hanya orang yang hidup santai tanpa tujuan, dan hanya orang biasa—ke mana pun mereka pergi, mereka membual, berbicara tentang hal-hal yang muluk dan tidak realistis untuk menyesatkan orang-orang serta membuat orang lain mengagumi mereka, dan tidak butuh waktu lama sebelum reputasi mereka hancur. Orang macam apa yang memiliki latar belakang yang rumit? Contohnya, ada orang-orang yang bergabung dengan partai politik di masyarakat, tetapi setelah mencoba selama beberapa tahun, mereka tidak mendapatkan status apa pun. Kemudian, mereka bergabung dengan partai lain, dan mereka akhirnya berhasil mendapatkan kedudukan sebagai pemimpin kecil atau pejabat tingkat rendah. Mereka memiliki hubungan sosial yang sangat rumit. Tak seorang pun dapat memastikan apakah orang-orang yang bergaul dengan mereka adalah teman atau musuh mereka—bahkan keluarga mereka sendiri pun tidak tahu, hanya mereka sendiri yang tahu. Bukankah orang-orang semacam itu memiliki latar belakang yang rumit? (Ya.) Orang-orang ini memiliki latar belakang politik yang rumit. Hari ini mereka mendukung partai ini, besok mereka mendukung partai itu; hari ini mereka mendukung satu orang untuk pemilihan, dan besok mereka mendukung orang lain. Singkatnya, tak seorang pun tahu apa yang sebenarnya mereka pikirkan. Mereka tidak memberi tahu orang awam siapa tepatnya yang mereka dukung, atau apa tepatnya sikap politik atau tujuan politik mereka; mereka sangat merahasiakan hal-hal ini, dan orang awam—bahkan keluarga mereka sendiri pun—tidak mengetahui hal-hal ini tentang mereka. Namun, mereka sangat bersemangat tentang politik, dan mereka memiliki beberapa kenalan dan mengenal beberapa orang yang ada di panggung politik; hanya saja saat ini, mereka belum mencapai ambisi mereka. Setelah orang semacam ini masuk ke dalam gereja, mereka melihat bahwa saudara-saudari hanyalah orang-orang biasa yang tidak mengerti atau terlibat dalam politik, dan dalam hatinya, mereka meremehkan orang-orang yang benar-benar percaya kepada Tuhan. Meskipun demikian, mereka selalu ingin mengeksploitasi ketenaran gereja di dunia keagamaan dan di masyarakat atau memanfaatkan pengaruh gereja untuk melakukan apa yang mereka inginkan, untuk memuaskan keinginan mereka yang berlebihan atau sepenuhnya mengembangkan ambisi politik—dengan kata lain, mereka ingin bersembunyi di dalam gereja, dan menunggu kesempatan yang tepat, sehingga mereka dapat memanfaatkan komunitas gereja atau orang-orang, peristiwa, dan hal-hal tertentu di dalam gereja untuk memenuhi tujuan politik mereka. Dapatkah orang semacam ini dianggap memiliki latar belakang yang rumit? (Ya.) Pemikiran, prinsip-prinsip untuk menangani berbagai hal, berbagai taktik, strategi, dan metode berbicara yang digunakan oleh mereka yang berkecimpung dalam politik adalah hal-hal yang tidak dapat dipahami oleh orang biasa. Khususnya, orang-orang muda atau mereka yang tidak memiliki pengalaman sosial sama sekali tidak dapat memahaminya. Bagi orang-orang dengan latar belakang politik yang rumit ini, mereka yang tidak memiliki pemahaman politik adalah mainan di tangan mereka, dan mereka benar-benar memandang rendah orang-orang semacam itu. Untuk memberikan contoh yang tidak tepat, dalam dunia hewan, makhluk yang paling cerdik adalah ular, rubah, dan harimau. Dari perspektif mereka, hewan seperti domba, kelinci, rusa, dan anjing adalah hewan yang bodoh. Orang-orang dengan latar belakang politik memandang sebagian besar saudara-saudari dengan cara yang sama seperti hewan yang cerdik, misalnya rubah dan ular, dalam memandang hewan yang polos seperti domba, rusa, dan anjing. Mereka dapat melihat saudara-saudari dengan jelas, tetapi saudara-saudari tidak dapat mengetahui diri mereka yang sebenarnya. Jadi, bagaimana kita dapat mengenali orang-orang dengan latar belakang politik yang rumit? Mereka yang terlibat dalam politik telah menetapkan hati mereka pada politik dan kekuasaan. Selama mereka menyukai kekuasaan dan terlibat dalam politik, cepat atau lambat mereka akan berpartisipasi dalam politik; Mereka tidak dapat terus bersembunyi di dalam gereja. Ketika mereka benar-benar tersingkap dengan sendirinya, engkau akan mengerti: "Jadi, ternyata mereka percaya kepada Tuhan untuk tujuan politik! Mereka memiliki latar belakang politik dan tidak sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan. Mereka memiliki agenda lain dalam kepercayaannya kepada Tuhan!" Ketika orang-orang itu pertama kali masuk ke dalam gereja, mereka menyembunyikan dirinya dengan sangat baik, menghadiri pertemuan dan melaksanakan tugas mereka seperti biasa. Namun, ketika saatnya tiba, mereka akan berusaha memanfaatkan gereja untuk melakukan apa yang mereka inginkan, dan keinginan mereka yang berlebihan serta wajah mereka yang sebenarnya akan tersingkap dengan sendirinya. Baru setelah itulah saudara-saudari akan menyadari bahwa mereka adalah pengikut yang bukan orang percaya. Ketika mereka tersingkap, akan menjadi sangat mudah untuk mengenali mereka. Contohnya, ketika seekor serigala berbulu domba berpura-pura menjadi bagian dari kawanan domba, engkau mungkin tidak dapat membedakan apakah itu adalah serigala atau domba, tetapi ketika dia mulai memakan domba, engkau akan mengenalinya sebagai serigala. Semua yang terlibat dalam politik adalah pengikut yang bukan orang percaya yang telah menyusup ke dalam gereja. Ketika orang-orang ini berusaha menyesatkan dan menarik saudara-saudari untuk bergabung ke dalam partai politik tertentu dan berpartisipasi dalam politik bersama mereka, engkau akan memahami bahwa kepercayaan mereka kepada Tuhan adalah palsu, dan bahwa tujuan mereka yang sebenarnya adalah untuk terlibat dalam politik—serumit apa pun latar belakang mereka, itu akan muncul dan tersingkap. Pada saat ini, orang-orang akan dapat mengenali mereka. Inilah satu jenis orang yang memiliki latar belakang yang rumit—mereka yang memiliki latar belakang politik yang rumit.
Ada jenis lain dari orang yang termasuk dalam kategori orang-orang yang memiliki latar belakang yang rumit. Ada orang-orang di masyarakat yang tidak tetap berada di tempat mereka yang semestinya dan tidak menjalani kehidupan yang baik, tetapi malah suka berhubungan dengan orang-orang yang karakternya dipertanyakan. Orang-orang ini termasuk, contohnya, mereka yang melakukan pemalsuan dan penipuan atau kelompok kriminal; mereka yang memiliki status, ketenaran, dan prestise di masyarakat, yang di luarnya adalah pejabat pemerintah atau pebisnis, tetapi selalu melakukan kegiatan ilegal dan kriminal di balik layar, berkolusi dengan para pejabat tertentu atau anggota dunia kriminal untuk memperdagangkan senjata api, narkoba, atau barang selundupan lainnya yang dilarang oleh negara; serta berkolusi dengan mereka yang telah dihukum dan dipenjara beberapa kali serta telah melakukan sejumlah kejahatan, seperti penjarahan makam, pemerkosaan, serangan seksual, atau bahkan menjadi pedagang manusia atau penyelundup manusia. Orang-orang semacam ini yang memiliki latar belakang yang rumit berhubungan dengan orang-orang semacam ini, dan mereka juga memiliki hubungan yang sangat dekat dengan orang-orang semacam ini—mereka memanggil satu sama lain "saudara", dan mereka saling memanfaatkan dan melakukan sesuatu untuk satu sama lain. Tampak dari luarnya, orang-orang ini tidak melakukan perbuatan jahat yang nyata, dan mereka tidak melakukan pencurian, perampokan, pembunuhan, atau pembakaran, tetapi kelompok-kelompok yang dengannya mereka berhubungan dan kalangan tempat mereka berada semuanya terdiri dari orang-orang yang moralnya rusak ini. Bukankah orang semacam ini juga cukup menakutkan? (Ya.) Mereka bermitra dengan orang-orang ini untuk berinvestasi dalam bisnis, dan ketika mitra mereka melakukan sesuatu yang ilegal dan membutuhkan bantuan mereka, mereka memberikan bantuan. Meskipun mereka mungkin bukan pelaku utamanya, mereka adalah kaki tangan. Engkau dapat mengatakan bahwa orang semacam ini sering kali bermain-main di batas hukum. Apa artinya "bermain-main di batas hukum"? (Itu berarti mereka sering melakukan kegiatan-kegiatan yang berpotensi melanggar hukum.) Itu salah satu aspeknya. Selain itu, mereka sering mengeksploitasi celah hukum, dan semua hal yang mereka lakukan merupakan masalah besar. Jika mereka tertangkap, walaupun hanya kaki tangan, mereka dapat dijatuhi hukuman 10 atau 20 tahun penjara, atau harus membayar denda yang sangat besar. Bukankah menurutmu jenis orang semacam ini menyusahkan? (Ya.) Engkau tidak pernah melihat mereka melakukan kejahatan yang jelas, dan engkau tidak pernah melihat mereka membunuh orang, membakar, atau menipu, atau menjebak siapa pun, tetapi ketika mereka yang menghasilkan uang secara ilegal dan melanggar hukum, baik di dunia kriminal maupun di kalangan yang sah, melakukan kegiatan yang melanggar hukum untuk mendapatkan keuntungan besar, orang semacam ini juga ikut menerima bagian dari hasilnya. Apakah menurut engkau semua orang semacam ini termasuk orang yang memiliki latar belakang yang rumit? (Ya.) Akankah baik jika orang-orang semacam itu untuk tetap berada di rumah Tuhan? (Tidak.) Mereka berhubungan dengan dunia kriminal dan kalangan yang sah, dan bukan hanya itu, mereka juga melakukan kegiatan ilegal—inilah yang disebut latar belakang yang rumit. Jika mereka berhubungan dengan beberapa pejabat pemerintah, dan mereka bergaul serta berinteraksi dengan para pejabat itu dengan cara yang normal, itu dapat diterima. Namun, jika mereka bergaul dengan orang-orang yang berkarakter negatif yang melakukan berbagai kegiatan ilegal dan kriminal, maka itu sangat menyusahkan, dan cepat atau lambat, sesuatu yang buruk akan terjadi. Orang semacam ini suka berhubungan dengan orang-orang seperti itu; dia juga memanfaatkan pengaruh mereka, mengandalkan pengaruh mereka untuk menghasilkan uang, menjadi kaya, dan menjalani kehidupan yang nyaman. Lalu, apakah dia dapat dianggap sebagai orang yang baik? (Tidak.) Orang-orang sering berkata, "Burung-burung yang sejenis akan berkumpul bersama"—mereka dapat berhubungan dengan anggota dunia kriminal dan kalangan yang sah, apakah menurutmu mereka adalah orang-orang baik yang tetap berada di tempat mereka yang semestinya? (Tidak.) Sama sekali tidak. Di satu sisi, mereka berhubungan dengan orang-orang itu karena mereka mungkin dapat dimanfaatkan—mereka dapat menangani tugas-tugas tertentu untuk orang-orang yang berhubungan dengan mereka. Di sisi lain, itu karena mereka menyukai orang-orang yang berhubungan dengan mereka, baik dari dunia kriminal maupun kalangan yang sah—keterampilan, kemampuan, dan pengaruh orang-orang itu, serta manfaat yang orang-orang tersebut bawa kepada mereka, adalah semua hal yang mereka butuhkan dan hal-hal yang mereka nikmati. Jadi, orang macam apakah mereka? (Mereka bukan orang yang baik.) Kita hanya bisa mengatakannya seperti ini. Mereka sama saja dengan orang-orang yang bergaul dengan mereka—mereka semua saling memanfaatkan. Di dunia ini, tidak banyak orang bisa melakukan sesuatu untukmu atau benar-benar mencurahkan isi hatinya kepadamu dan menjadi temanmu, tetapi orang-orang seperti ini memang ada—tidak perlu berhubungan dengan orang-orang semacam itu. Orang semacam ini berhubungan dengan mereka, di satu sisi karena mereka akrab satu sama lain karena kualitas-kualitas buruk mereka sama dan mereka adalah burung yang sejenis. Di sisi lain, itu karena orang seperti ini akan melakukan apa saja demi kepentingannya sendiri dan demi bertahan hidup di dunia sekuler, dan dia sama sekali tidak memiliki prinsip dalam hal berhubungan dengan orang lain, dan dia juga tidak memiliki prinsip dalam apa pun yang dia lakukan. Orang-orang tidak percaya bahkan berkata, "Seorang pria bermartabat mencintai kekayaan tetapi memperolehnya dengan cara yang benar", dan menganggapnya sebagai standar minimum. Entah mereka dapat memenuhi standar minimum ini atau tidak, bagaimanapun juga, ini terhitung sebagai falsafah bertahan hidup yang relatif mulia untuk di antara umat manusia. Namun, orang-orang semacam ini yang memiliki latar belakang yang rumit, demi kepentingan mereka sendiri dan memperoleh keuntungan, tidak bermoral dan tidak pilih-pilih dalam bergaul dengan orang lain—asalkan mereka dapat memperoleh keuntungan darinya, mereka akan berhubungan dengan siapa pun. Selain itu, mereka sangat bangga dapat bergaul dengan orang-orang itu, dan menganggap metode yang mereka gunakan dalam berhubungan dengan orang lain itu sangat bagus. Jadi, bagaimana kita harus memandang orang-orang semacam ini? Mereka terlibat dalam dunia kriminal dan kalangan yang sah—inilah yang disebut latar belakang yang rumit. Orang-orang semacam ini sangat menakutkan! Apakah wajah yang mereka perlihatkan itu nyata? Tidak, mereka selalu mengenakan topeng. Engkau tidak akan pernah dapat mengetahui diri mereka yang sebenarnya atau apa yang sedang mereka pikirkan. Mereka mengenakan topeng ketika bergaul denganmu, dan bahkan bersembunyi di antara orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Itu sama seperti setan yang menyatu dengan kerumunan orang, atau rubah atau serigala yang menyelinap ke dalam kawanan domba. Apakah itu membuatmu merasa aman? (Tidak.) Mengapa engkau berkata demikian? Itu didasarkan pada natur mereka yang licik, kejam, dan jahat; mereka selalu menyusun rencana licik untuk menipumu—seolah-olah selalu ada sepasang mata yang licik dan jahat di belakangmu, mengawasi setiap gerakanmu—dan mereka hanya menunggu kesempatan untuk menghancurkan dan menelanmu. Bukankah itu menakutkan? (Ya.) Orang semacam ini kepadamu tidak pernah membuatmu merasa aman, karena natur dan latar belakangnya selalu membuatmu merasa dia adalah ancaman bagimu. Ancaman seperti apa? Saat dia berada di dekatmu, engkau selalu merasa bahwa dia dapat menipumu, mempermainkanmu, dan memasang perangkap untukmu kapan saja dan di mana saja, engkau juga tidak pernah tahu kapan engkau bisa dimanfaatkan atau dirugikan olehnya, dan bisa tewas di tangannya atau dihancurkan olehnya. Itulah sebabnya orang-orang semacam itu sama sekali tidak boleh berada di dekat kita. Katakan kepada-Ku, bukankah seperti inilah keadaannya? (Ya.) Contohnya, apakah memasukkan serigala ke dalam kawanan domba akan melindungi domba, atau mendatangkan kehancuran bagi mereka? (Itu akan mendatangkan kehancuran bagi kawanan domba.) Berdasarkan natur serigala, dia tidak akan pernah tinggal di sisi domba-domba tersebut dan melindungi keselamatan mereka, karena dalam pikirannya, domba adalah makanannya, dan kapan pun atau di mana pun dia lapar, dia akan memakannya; dia tidak merasa kasihan terhadap domba dan tidak akan melepaskan mereka. Serigala tidak memiliki naluri seperti anjing. Jika seekor anjing dibesarkan bersama domba, dia menganggap domba sebagai sesuatu yang harus dilindungi, dan ketika serigala datang untuk menyerang atau memakan domba, anjing akan maju untuk melawan, mengambil tanggung jawab melindungi domba sebagai tugas yang wajib dilakukannya—anjing memiliki kualitas bawaan ini. Namun serigala berbeda; kualitas bawaan serigala adalah ingin memakan domba. Ketika orang semacam ini yang memiliki latar belakang yang rumit menyusup ke dalam gereja, itu sama seperti serigala menyusup ke kawanan domba—ketika serigala tidak lapar, dia mungkin tidak membahayakan domba, tetapi ketika dia lapar, domba itu pasti akan menjadi makanannya, dan tak seorang pun dapat mengubah fakta ini. Hal ini ditentukan oleh naturnya. Untuk mengatasi masalah serigala yang memakan domba, engkau harus segera mengenali serigala tersebut. Begitu engkau mengenali siapa serigala berbulu domba itu, engkau harus segera menyingkirkannya—jangan ragu-ragu, dan jangan menunjukkan belas kasihan sedikit pun. Orang-orang semacam ini yang memiliki latar belakang yang rumit harus diperlakukan dengan waspada. Jika engkau mendapati bahwa mereka sedang berbuat jahat dan mengganggu gereja, engkau sama sekali tidak boleh bersikap lunak terhadap mereka. Engkau harus memberi tahu mereka: "Kau adalah orang yang berpengalaman di dunia dan kau tidak cocok untuk percaya kepada Tuhan. Dengan datang ke rumah Tuhan, kau memilih tempat yang salah; tempat ini bukan untukmu. Kau seharusnya mengejar prospekmu sendiri di masyarakat. Orang yang percaya kepada Tuhan hanya membaca firman Tuhan, mempersekutukan kebenaran, dan melaksanakan tugas mereka untuk memuaskan Tuhan; mereka tidak menipu dan membuat rencana licik atau berpartisipasi dalam politik. Di sini, kau tidak bisa naik pangkat atau menjadi kaya, atau menjalani kehidupan yang unggul daripada kehidupan orang lain. Berapa lama pun kau berada di sini, itu hanya buang-buang waktu." Dengan demikian, mereka akan dibujuk untuk pergi, bukan? (Ya.) Beberapa orang yang memiliki hubungan sosial yang rumit belum tentu adalah orang jahat, dan mereka juga tidak pernah melakukan kejahatan besar, tetapi mereka sama sekali tidak menerima kebenaran dan mereka sebenarnya termasuk dalam kategori pengikut yang bukan orang percaya. Berusaha membuat orang-orang semacam itu benar-benar percaya kepada Tuhan dan mengejar kebenaran seperti berusaha mengubah serigala menjadi domba—itu mustahil. Berapa lama pun serigala mengenakan bulu domba, dia tetaplah serigala; dia tidak akan pernah menjadi domba. Memang seperti itulah keadaannya. Jadi, percaya kepada Tuhan hanyalah sebuah lelucon bagi orang-orang seperti ini; dengan percaya kepada Tuhan, mereka sedang menaruh harapan pada hal yang salah!
Ada jenis lain dari orang yang memiliki latar belakang yang rumit. Meskipun mereka percaya kepada Tuhan, mereka memiliki hubungan yang dekat dengan beberapa pemimpin agama, pejabat, atau orang-orang yang memiliki status dari berbagai denominasi. Mereka suka bergaul dengan orang-orang ini dan sering menghadiri kegiatan keagamaan dari berbagai denominasi; mereka membangun koneksi dan persahabatan dengan orang-orang ini, saling memanfaatkan serta melakukan sesuatu untuk satu sama lain. Dari waktu ke waktu, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, mereka bahkan mengungkapkan pekerjaan bagian umum tertentu atau pekerjaan urusan gereja yang berkaitan dengan personalia kepada orang-orang ini. Ini adalah masalah yang sangat menyusahkan. Jika engkau sekadar berinteraksi dengan orang-orang beragama atau merasa tidak mungkin memisahkan dirimu dari tempat-tempat keagamaan tersebut, dan engkau juga suka berpartisipasi dalam berbagai kegiatan perayaan keagamaan dan berbagai upacara keagamaan, itu dapat diterima. Namun, engkau tidak boleh mengungkapkan pekerjaan gereja atau informasi tentang saudara-saudari dalam lingkungan ini. Contohnya, engkau tidak boleh mengungkapkan hal-hal seperti seseorang tertentu yang telah menerima "Kilat dari Timur", tugas apa yang dia lakukan di dalam gereja Tuhan Yang Mahakuasa, di mana dia tinggal, dan dengan siapa dia biasanya bergaul—jika engkau mengungkapkan hal-hal ini, itu menunjukkan bahwa engkau sangat tidak bermoral. Jika seseorang melaporkan informasi ini kepada pemerintah, akibatnya akan tak terbayangkan. Jika engkau sangat dekat dengan orang-orang beragama, atau memiliki beberapa kepentingan yang terkait dengan mereka atau telah bertukar kebaikan dengan mereka, paling-paling, ini dapat dianggap bahwa engkau memiliki latar belakang yang rumit. Namun, jika engkau secara diam-diam melakukan tindakan tertentu, seperti mengungkapkan pengaturan kerja rumah Tuhan, atau mengungkapkan urusan internal rumah Tuhan atau informasi pribadi saudara-saudari, maka natur ini menjadi natur pengkhianatan, dan itu dikutuk. Khususnya, beberapa saudara-saudari tidak ingin orang lain mengetahui situasi mereka ataupun mengungkapkan situasi mereka, karena mereka pernah ditangkap sebelumnya atau saat ini mereka sedang ada dalam daftar buronan, tetapi orang semacam ini yang memiliki latar belakang yang rumit memandang informasi ini sebagai sesuatu yang dapat ditukar dengan keuntungan tertentu atau sama sekali menganggapnya tidak penting, dan dia mengungkapkannya, yang menyebabkan masalah bagi saudara-saudari tersebut. Jika rumah Tuhan menemukan hal-hal semacam itu, rumah Tuhan sama sekali tidak akan membiarkan orang itu lolos begitu saja; orang-orang semacam itu harus segera dikeluarkan. Dalam konteks sosial di mana orang-orang dianiaya karena percaya kepada Tuhan, sulit bagi orang percaya untuk bahkan mendapatkan kesempatan melaksanakan tugas, dan setiap orang benar-benar menghargainya. Tak seorang pun ingin membawa potensi risiko ke dalam pelaksanaan tugas mereka karena orang lain atau karena kebodohan mereka sendiri. Oleh karena itu, jika ada orang yang membawa potensi risiko ke dalam pelaksanaan tugas atau keselamatan pribadi saudara-saudari, atau jika ada orang yang menghalangi jalan orang lain untuk percaya kepada Tuhan, rumah Tuhan tidak akan membiarkan mereka begitu saja. Begitu rumah Tuhan menemukan mereka, rumah Tuhan akan segera mengeluarkan mereka atau mengusir mereka, rumah Tuhan sama sekali tidak akan menahan diri! Jika mereka membela diri, membuat pembenaran dan alasan dengan berkata, "Itu hanya keceplosan sesaat karena saat itu aku tidak memperhatikan", engkau sama sekali tidak boleh memercayainya—alasan seperti itu tidak dapat diterima. Mengapa mereka tidak memberi tahu orang-orang tentang masalah keluarga mereka sendiri? Mengapa mereka malah membicarakan urusan saudara-saudari? Mereka jelas-jelas menyimpan niat buruk. Mereka mengungkapkan pekerjaan gereja dan informasi tentang saudara-saudari; jika ini menimbulkan masalah bagi saudara-saudari, maka mereka harus dikutuk! Bukankah orang-orang semacam ini harus dikutuk? (Ya.) Dalam proses penyebarluasan pekerjaan penginjilan gereja, bergabungnya orang-orang semacam ini dengan gereja tidak dapat dihindari. Mereka mengkhianati gereja tanpa rasa bersalah, mengkhianati saudara-saudari, dan bahkan mengkhianati kepentingan rumah Tuhan. Mereka diam-diam bergaul dengan berbagai macam orang, dan tujuan mereka berhubungan dengan mereka tidak murni. Ketika berinteraksi dengan orang-orang tersebut, mereka bahkan berbicara sembarangan tanpa dipikir, memberi tahu mereka semua informasi internal gereja yang mereka ketahui, membocorkan segalanya, dan ini akhirnya menimbulkan masalah bagi saudara-saudari dan gereja. Kesalahan ini seharusnya ditimpakan kepada orang-orang yang terus berbicara tanpa terkendali. Beberapa dari mereka mungkin berkata bahwa mereka tidak sengaja melakukannya, tetapi sekalipun itu tidak disengaja, itu tetap tidak dapat diterima. Jika itu tidak disengaja, lalu mengapa engkau tidak menyakiti dirimu sendiri saja? Mengapa engkau secara khusus menyakiti orang lain? Engkau telah menimbulkan masalah bagi gereja dan saudara-saudari, ini adalah fakta yang tidak dapat dipungkiri. Oleh karena itu, kesalahannya seharusnya ditimpakan kepadamu. Jika engkau membunuh seseorang kemudian berkata, "Aku tidak sengaja melakukannya; aku tidak pernah bermaksud membunuhnya—aku tidak memiliki pemikiran seperti itu dalam benakku", apakah hukum akan menganggapmu tidak bersalah karena pernyataan itu? (Tidak.) Sekalipun engkau mengatakan yang sebenarnya, itu akan sia-sia. Faktanya adalah engkau telah membunuh seseorang, dan secara hukum, ada bukti yang meyakinkan tentang hal ini, jadi engkau harus dinyatakan bersalah berdasarkan fakta-fakta tersebut. Engkau telah melakukan tindakan kriminalitas pembunuhan, jadi engkau adalah seorang pembunuh, dan tidak ada pembenaran diri sebanyak apa pun yang akan membantumu. Ada orang-orang yang sering kali menimbulkan masalah bagi gereja melalui tindakan mereka, dan terkadang masalah ini signifikan, bukan hanya mengakibatkan penangkapan dan pemenjaraan saudara-saudari, melainkan juga berdampak serius pada pekerjaan gereja. Rumah Tuhan sama sekali tidak akan membiarkan orang-orang semacam itu lolos; rumah Tuhan akan mengusir setiap orang yang ketahuan, dan rumah Tuhan akan mengutuk mereka—rumah Tuhan tidak akan ragu sama sekali! Jika hal-hal ini terjadi pada Zaman Hukum Taurat, para pelaku kejahatan itu akan diseret ke luar dan dipukuli dengan tongkat sampai mati atau dirajam sampai mati; begitulah cara kasus-kasus seperti itu harus ditangani. Sekarang, karena ini bukanlah bagian dari ketetapan administratif rumah Tuhan, mereka akan diusir, dan saudara-saudari akan bersama-sama mengutuk mereka. Tidak ada kesempatan bagi mereka untuk menerima berkat atau keselamatan—mereka pasti dikirim ke neraka dan dihukum!
Ada jenis lain dari orang yang memiliki latar belakang yang rumit; mereka datang ke gereja untuk melaksanakan misi khusus. Ada orang-orang semacam ini yang dikirim oleh pemerintah, sedangkan orang-orang yang lain menerima misi dari kelompok agama atau sosial tertentu. Contohnya, misi ini mungkin termasuk memantau saudara-saudari, memantau gereja, atau menyusup ke dalam berbagai bagian dari pekerjaan gereja dan pengaturan kerjanya dari berbagai periode. Apa pun misi mereka, bagaimanapun juga, dari perspektif kita, orang semacam ini memiliki latar belakang yang rumit. Kebanyakan orang dengan latar belakang yang rumit ini adalah pengikut yang bukan orang percaya; mereka adalah orang-orang yang sama sekali tidak menerima kebenaran. Mereka berbeda dari orang-orang yang memiliki sedikit iman, kualitas yang buruk, atau banyak gagasan—orang-orang itu benar-benar percaya, sedangkan ada masalah serius dengan orang-orang yang memiliki latar belakang yang rumit ini. Pertama, mari kita renungkan: Kemanusiaan macam apa yang dimiliki orang-orang semacam itu? (Mereka memiliki kemanusiaan yang buruk, mereka jahat, dan mereka adalah anggota gerombolan Iblis.) Jadi, orang macam apakah mereka? (Mereka adalah setan-setan.) Benar, jawabanmu tepat—mereka adalah setan-setan yang menyusup ke dalam gereja. Mereka adalah orang-orang yang menyusup ke dalam gereja dan hidup dalam bayang-bayang sambil menyembunyikan berbagai rencana licik dan tujuan. Orang-orang semacam itu adalah setan-setan. Sejak awal orang-orang ini masuk ke dalam gereja, mereka tidak memiliki niat baik. Siapa pun yang menugaskan mereka—beberapa orang mungkin ditugaskan oleh pemerintah atau kelompok tertentu, sedangkan orang-orang lainnya mungkin sama sekali tidak ditugaskan siapa pun dan hanya ingin menyusup ke dalam gereja atas keinginan sendiri—orang-orang semacam itu murni adalah orang-orang yang berpengalaman di dunia. Mereka berhubungan dengan berbagai macam orang, dan mereka memiliki hubungan antarpribadi serta hubungan sosial yang kompleks—mereka memiliki latar belakang yang rumit. "Latar belakang yang rumit" berarti bahwa hubungan sosial, hubungan antarpribadi, dan lingkungan hidup mereka sangat tidak murni dan jauh dari kata sederhana; mereka tidak seperti orang biasa yang hanya berusaha menghasilkan uang dan menjalani kehidupan yang baik. Peran yang dimainkan orang-orang ini di tengah masyarakat adalah peran orang yang menonjol, pemimpin, atau tokoh yang relatif luar biasa dalam berbagai kalangan dan kelompok—mereka adalah jenis orang yang oleh orang-orang tidak percaya disebut sebagai "orang yang cakap" atau "mentor". Di mana pun mereka berada, mereka tidak tahu batas dirinya, dan mereka bukanlah orang yang baik. Entah mereka mencari kesempatan untuk mendapatkan keuntungan pribadi, atau kekuasaan, atau kendali atas orang lain dalam berbagai kelompok dan kalangan, itulah tujuan mereka, dan itulah tujuan keberadaan mereka. Di gereja mana pun mereka berada, pola pikir mereka seperti pola pikir setan, tidak bisa diam, ingin mengendalikan situasi, mengendalikan orang, mengendalikan uang, menggunakan pengaruh, dan menggunakan kekuasaan. Inilah perwujudan dari orang semacam ini. Oleh karena itu, entah orang-orang semacam itu memiliki misi atau tidak, atau entah mereka ditugaskan oleh pemerintah atau kelompok sosial mana pun, mereka tidak mungkin dapat tetap berada di tempat mereka yang semestinya setelah datang ke gereja. Sekalipun mereka tidak memiliki misi, dan sekalipun gereja atau saudara-saudari bukanlah sasaran eksploitasinya, mereka bukanlah orang-orang yang sungguh-sungguh ingin percaya kepada Tuhan, dan mereka tentu saja bukan orang-orang yang percaya akan keberadaan Tuhan. Tujuan mereka bergabung dengan gereja sama sekali tidak murni—setidaknya, ada satu hal yang sangat nyata bagi mereka, yaitu "menumpang pada kesuksesan gereja tanpa berkontribusi" dan menunggu kesempatan untuk melaksanakan agenda mereka sendiri. Jika mereka gagal mencapai tujuan mereka dan keinginan mereka pupus, mereka bisa saja sewaktu-waktu meninggalkan gereja. Mereka mencari kesempatan dengan menunggu saat yang tepat untuk melaksanakannya—jika ada seseorang yang dapat mereka manfaatkan atau ada saat yang tepat yang dapat memungkinkan mereka untuk mewujudkan tujuan, ambisi, atau cita-citanya, mereka sama sekali tidak akan membiarkan orang tersebut atau saat itu berlalu begitu saja. Jika mereka terus-menerus gagal menemukan kesempatan, mereka menjadi putus asa dan kecewa, dan mereka ingin meninggalkan gereja. Oleh karena itu, orang semacam ini juga merupakan jenis orang yang berbahaya di gereja, dan dia harus dikenali dan dijauhi. Prinsip lain yang lebih penting adalah bahwa jika engkau tidak yakin tentang latar belakang seseorang, atau engkau samar-samar merasakan bahwa latar belakangnya sangat rumit, maka, sebagai seorang pemimpin atau pekerja, engkau setidaknya harus tahu bahwa orang ini tidak boleh diberikan kedudukan penting, atau diizinkan untuk memiliki status atau kekuasaan, atau diizinkan untuk melakukan pekerjaan penting apa pun di dalam gereja. Jika engkau tidak dapat mengetahui diri mereka yang sebenarnya, engkau dapat mengamati mereka, tetapi engkau sama sekali tidak boleh bertindak gegabah atau terburu-buru. Jika engkau memberi mereka status atau bahkan membuat mereka bertanggung jawab atas pekerjaan penting sebelum memahami diri mereka yang sebenarnya, itu berarti engkau sedang bersikap sangat bodoh! Makin sulit bagimu memahami diri mereka yang sebenarnya, makin sedikit pekerjaan penting yang harus engkau percayakan kepada mereka, makin engkau harus berhati-hati, dan makin engkau harus mengawasi mereka dari dekat dan memantau mereka secara ketat. Sebenarnya, entah mereka memiliki misi atau tidak, orang-orang semacam ini yang memiliki latar belakang yang rumit pada akhirnya tidak akan tinggal lama di dalam gereja. Ini karena, di dalam hati mereka, pengikut yang bukan orang percaya ini tidak nyaman dengan masalah iman. Kaum ateis tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, dan mereka tidak tertarik pada apa pun yang ada kaitannya dengan Tuhan, pekerjaan Tuhan, atau kebenaran yang diungkapkan Tuhan. Mereka selalu menyelidiki: "Adakah keuntungan yang dapat diperoleh dalam kepercayaan kepada tuhan? Dapatkah aku menghasilkan banyak uang dan menjadi kaya darinya? Dapatkah aku menggunakan rencana licik dan tipu dayaku di sini seperti yang kulakukan di dalam dunia?" Melihat bahwa rumah Tuhan tidak mempromosikan hal-hal ini, tetapi malah selalu berbicara tentang menjadi orang yang jujur, dan bahwa siapa pun yang bersikap asal-asalan atau setengah hati ketika melaksanakan tugasnya sering kali dipangkas, mereka merasa tertekan dan tidak nyaman, dan mereka merasa tidak senang dan tidak bebas di rumah Tuhan, serta selalu ingin mencari kesempatan untuk pergi. Jika seseorang benar-benar salah satu dari domba Tuhan, salah satu dari mereka yang dipilih oleh Tuhan, dia tidak akan lelah mendengarkan kebenaran yang sering dibahas selama perjalanan kepercayaan mereka kepada Tuhan sekalipun itu dibahas selama 20 atau 30 tahun; dia dapat mendengarkannya sepanjang hidupnya dan tetap merasa bahwa itu segar. Makin dia mendengarkan, makin jelas kebenaran ini baginya; makin dia mendengarkan, makin hatinya terpelihara; makin dia mendengarkan, makin dia merindukan kebenaran. Sekalipun dia mendengarkan firman ini setiap hari, dia akan bersedia mendengarkannya. Khususnya, ketika dia mendengar kesaksian pengalaman yang bermanfaat baginya, dia merasa sama bahagia dan puasnya seperti jika dia telah menikmati perjamuan besar—lebih senang daripada jika dia telah mengambil sebatang emas. Mengenai pengikut yang bukan orang percaya ini, setan-setan ini—khususnya orang-orang dengan latar belakang yang rumit—makin mereka mendengar persekutuan tentang kebenaran, makin mereka merasa terganggu; makin mereka mendengarkan, makin hatinya merasa gelisah dan muak. Ketika mereka mendengar firman ini, mereka menganggapnya membosankan, menjemukan, dan tidak menarik. Jika engkau menyuruh mereka duduk dan mendengarkan khotbah, bagaikan siksaan bagi mereka. Mereka berkata, "Bagaimana kalian semua bisa sangat menikmati mendengar firman ini, seolah-olah kalian telah makan di perjamuan besar? Mengapa aku merasa sangat muak ketika mendengarnya?" Setelah mendengarkan untuk waktu yang lama, mereka menjadi tidak bisa duduk diam. Jika mereka tidak bisa menjadi pemimpin, mereka tidak bersedia untuk melaksanakan tugas mereka atau menanggung kesukaran, dan seiring berjalannya waktu, mereka merasa semuanya sia-sia; pemikiran untuk meninggalkan iman mereka mulai muncul. Beginilah cara pengikut yang bukan orang percaya tersingkap. Mengenai orang-orang dengan latar belakang yang rumit ini, jika selama mengamati mereka, engkau mendapati mereka memiliki asal-usul yang meragukan dan latar belakang yang rumit, dengan segala cara yang memungkinkan, berusahalah menemukan kesempatan guna membujuk mereka untuk pergi. Bagi orang-orang yang sama sekali tidak menerima kebenaran semacam itu, kita perlu menggunakan hikmat. Engkau bisa berkata, "Kau ingin menjadi kaya, dan kau bermimpi menjadi pejabat—kau akan rugi besar jika seumur hidupmu kau tidak menjadi pejabat! Kau seharusnya menjadi pejabat, menjadi kaya, dan mengejar dunia—di situlah keuntungan yang nyata berada. Kau mempunyai bakat dalam berbisnis dan kau berbakat menjadi pejabat—jika kau mengejar dunia, kau pasti bisa menjadi kaya dan menjadi pejabat." Ketika mereka mendengarnya, mereka akan merasa sudah menemukan belahan jiwa dan berkata: "Kau benar sekali! Aku merasa tidak ada gunanya percaya kepada tuhan—perkataanmu benar-benar sesuai dengan pemikiranku. Sebenarnya iman hanya berpengaruh secara psikologis; sebenarnya tidak masalah apakah kau memilikinya atau tidak. Hidup ini singkat—hanya beberapa dekade yang berlalu dalam sekejap mata. Selalu membuang-buang waktuku di sini dengan orang-orang yang percaya kepada Tuhan tidak memberiku apa pun, dan aku selalu merasa tidak puas. Bukankah dengan melakukannya aku hanya merugikan diriku sendiri? Yang terpenting adalah pergi menghasilkan banyak uang!" Mereka akan setuju dengan apa yang kaukatakan. Begitu mereka setuju, mungkin suatu hari mereka akan pergi begitu saja karena mereka merasa bahwa tinggal di dalam gereja tidak ada gunanya, dan selain itu karena beberapa hal tidak berjalan seperti yang mereka inginkan, atau mereka mengalami beberapa kegagalan dan kemunduran, serta beberapa pemangkasan. Bukankah itu bagus? (Ya. Ini adalah cara yang bijaksana.) Sangat mudah untuk membuat setan-setan meninggalkan gereja: Begitu engkau memahami pola pikir mereka, jika ada sesuatu yang mereka inginkan, doronglah mereka untuk mengejarnya. Dengan demikian, engkau dapat membujuk mereka untuk pergi. Biarkan mereka terbawa arus untuk keluar. Beginilah cara menangani pengikut yang bukan orang percaya percaya semacam ini.
Jika orang-orang dengan latar belakang yang rumit semacam itu ditemukan di dalam gereja, mereka harus dibujuk untuk pergi atau segera dikeluarkan; jangan berusaha mendorong mereka untuk tetap tinggal. Mengapa jangan? Yang pertama, mereka tidak memiliki peran yang baik di dalam gereja; yang kedua, mereka sama sekali tidak termasuk di antara orang-orang yang dipilih oleh Tuhan. Selain itu, sekalipun mereka tetap tinggal di dalam gereja, pada akhirnya, akan tetap mustahil bagi mereka untuk menerima firman Tuhan, pekerjaan Tuhan, atau hajaran dan penghakiman Tuhan untuk memperoleh keselamatan. Jika mereka tetap tinggal di dalam gereja, itu akan mengganggu pekerjaan gereja, dan mereka dapat menyesatkan dan memengaruhi beberapa saudara-saudari yang tingkat pertumbuhannya rendah. Orang-orang di rumah Tuhan tidak menyukai mereka, kemudian, mereka memandang saudara-saudari di rumah Tuhan dengan ketidaksukaan yang sama. Dalam hatinya, mereka selalu mereka selalu bersikap bermusuhan terhadap rumah Tuhan, gereja, dan saudara-saudari. Jadi katakan kepada-Ku, jika ada musuh seperti itu, lawan seperti itu, di dalam gereja, akankah engkau semua merasa terganggu? (Ya.) Oleh karena itu, yang terbaik adalah tidak mendorong orang-orang semacam itu untuk tetap tinggal. Begitu mereka ditemukan, segera bujuk mereka untuk pergi, keluarkan mereka, atau usirlah mereka. Bagaimana seharusnya orang-orang semacam itu ditangani jika ditemukan selama proses pemberitaan Injil? (Cukup jauhi dan abaikan mereka.) Ketika engkau bertemu dengan jenis orang seperti ini, engkau tidak perlu memberitakan Injil kepada mereka. Mereka berbicara dengan cara yang sangat berlebihan, tidak berdasar dan sangat banyak bicara, tetapi mereka sebenarnya sama sekali tidak memiliki bakat. Rumah Tuhan tidak membutuhkan orang-orang yang memiliki latar belakang yang rumit semacam ini; mereka tidak termasuk orang-orang yang dipilih oleh Tuhan. Sekalipun mereka bertobat sekarang, cepat atau lambat, mereka akan tetap harus dikeluarkan. Oleh karena itu, ketika para penginjil bertemu dengan orang-orang semacam itu, mereka seharusnya menganggap orang-orang semacam itu sudah tidak ada harapan. Rumah Tuhan tidak menginginkan ataupun menyambut orang-orang semacam itu. Beginilah cara menangani orang-orang dengan latar belakang yang rumit, dan inilah prinsipnya. Tentu saja, dalam menangani masalah ini, tidak perlu membesar-besarkan masalah; engkau harus memahami dengan jelas apakah seseorang termasuk dalam kategori orang-orang dengan latar belakang yang rumit atau tidak. Jika perwujudan mereka sesuai dengan jenis orang ini, mereka harus dikategorikan dalam kelompok ini. Namun, jika seseorang hanya sesekali membual atau berbicara omong kosong dan karena terlalu banyak membual, dia secara keliru dianggap memiliki latar belakang yang rumit, padahal sebenarnya, kepercayaannya kepada Tuhan adalah kepercayaan yang sejati dan dia tidak termasuk dalam kategori ini, maka dibutuhkan perlakuan yang berbeda terhadap situasi ini agar tidak ada tuduhan yang salah terhadap orang baik.
III. Berdasarkan Sikap Orang Saat Melaksanakan Tugas Mereka
Kita kurang lebih telah selesai mempersekutukan kriteria untuk membedakan orang berdasarkan kemanusiaan mereka. Ada kriteria lainnya—membedakan orang berdasarkan sikap mereka saat melaksanakan tugas mereka. Kita telah banyak membahas kriteria ini dalam khotbah-khotbah sebelumnya, jadi tidak perlu membahas apa pun lagi tentangnya.
Baiklah. Ini mengakhiri persekutuan kita hari ini. Sampai jumpa!
6 Juli 2024