Tanggung Jawab Para Pemimpin dan Pekerja (29)
Bab Lima Belas: Melindungi Berbagai Macam Personel Kerja yang Penting, Melindungi Mereka dari Gangguan Dunia Luar, dan Menjaga Mereka Tetap Aman untuk Memastikan Berbagai Pekerjaan Penting Dapat Berjalan dengan Tertib
Sampai di mana persekutuan kita terakhir kali tentang topik tanggung jawab para pemimpin dan pekerja? (Terakhir kali, kita terutama mempersekutukan tiga perwujudan terakhir dalam tanggung jawab keempat belas para pemimpin dan pekerja tentang membedakan berbagai jenis orang berdasarkan kemanusiaan mereka. Ketiga perwujudan tersebut adalah: bersikap pengecut dan curiga, cenderung mencari masalah, dan memiliki latar belakang yang rumit.) Sebelumnya, kita sudah selesai mempersekutukan tiga topik terakhir dalam tanggung jawab keempat belas para pemimpin dan pekerja. Jadi, hari ini kita akan mempersekutukan tanggung jawab kelima belas. Apa tanggung jawab kelima belas itu? ("Bab lima belas: Melindungi berbagai macam personel kerja yang penting, melindungi mereka dari gangguan dunia luar, dan menjaga mereka tetap aman untuk memastikan berbagai pekerjaan penting dapat berjalan dengan tertib.") "Melindungi berbagai macam personel kerja yang penting, melindungi mereka dari gangguan dunia luar, dan menjaga mereka tetap aman." Tanggung jawab ini mencakup aspek lain dari tanggung jawab para pemimpin dan pekerja, ini juga merupakan pekerjaan spesifik yang harus dilaksanakan dengan baik oleh para pemimpin dan pekerja. Pekerjaan ini berkaitan dengan apa? (Itu berkaitan dengan menjaga umat pilihan Tuhan tetap aman.) Pekerjaan ini mencakup masalah keselamatan pribadi. Bukankah topik ini sering muncul dalam pekerjaan gereja? Apakah engkau semua tidak mengenal topik ini? (Tidak.) Topik ini tidak asing bagi saudara-saudari di Tiongkok, karena dalam lingkungan sosial di Tiongkok, orang-orang percaya dianiaya serta ditangkap, dan mereka membutuhkan jaminan keselamatan saat melaksanakan tugas dan dalam semua aspek kehidupan. Oleh karena itu, pekerjaan ini termasuk dalam lingkup tanggung jawab para pemimpin dan pekerja, ini bukanlah sesuatu yang bersifat opsional. Tidak peduli apakah sebuah negara memiliki kebebasan beragama atau tidak, mengatur dengan tepat penempatan personel yang melaksanakan berbagai tugas penting merupakan pekerjaan spesifik yang harus dilakukan para pemimpin dan pekerja. Fokus atau persyaratan spesifik dari pekerjaan ini mungkin berbeda, tetapi pada dasarnya semua itu berkaitan dengan apakah saudara-saudari dapat melaksanakan tugas mereka dengan aman dan terlindungi, serta apakah hasil tugas mereka dapat terjamin. Jadi, jangan mengabaikan pekerjaan ini atau menganggapnya tidak relevan bagimu karena engkau tinggal di negara demokratis. Apa pun sistem pemerintahan di negara tempat tinggalmu, atau apakah di sana orang-orang percaya dianiaya atau tidak, pekerjaan ini termasuk dalam lingkup tanggung jawab para pemimpin dan pekerja. Ini adalah pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh para pemimpin dan pekerja; tidak ada seorang pun yang dikecualikan, dan pekerjaan ini tidak boleh dianggap sebagai pekerjaan "tambahan". Jadi, hari ini, mari kita mempersekutukan segala macam isu yang berkaitan dengan topik ini.
Lingkup Personel Kerja yang Penting
Pertama, mari kita lihat apa yang dimaksud dengan "berbagai macam personel kerja yang penting" yang disebutkan dalam tanggung jawab kelima belas. Bukankah ini topik yang harus kita persekutukan? (Ya.) Jadi, apa yang dimaksud dengan "berbagai macam personel kerja yang penting"? Pertama, mari kita menetapkan lingkup sasaran pekerjaan ini. Siapa yang dapat menjelaskan hal ini? (Berbagai macam personel kerja yang penting mencakup saudara-saudari dalam tim video, tim produksi film, tim pengoreksi, tim lagu pujian, serta mereka yang melaksanakan tugas-tugas penting lainnya. Selain itu, ini juga mencakup beberapa saudara-saudari yang memainkan peran kunci dalam berbagai pekerjaan penting, serta para pengawas dari setiap tim.) Apakah ada yang ingin menambahkan? (Ini juga mencakup para pemimpin dan pekerja.) Para pemimpin dan pekerja memang harus dilindungi dengan baik. Siapa lagi? (Ada juga personel penting yang menangani urusan umum, seperti personel keuangan.) (Saudara-saudari yang menjadi buronan atau memiliki catatan kriminal karena percaya kepada Tuhan dan melaksanakan tugas, mereka juga butuh perlindungan.) Ini adalah kategori lain, dan ini merupakan kelompok khusus. Mari kita ringkas ada berapa kategori. Kategori pertama mencakup para pemimpin dan pekerja. Kategori kedua terdiri dari personel yang sangat penting dalam berbagai poin pekerjaan di rumah Tuhan, khususnya para pemimpin tim dan pengawas berbagai poin pekerjaan, serta personel yang memiliki kualitas yang baik, pemahaman rohani, dan kemampuan untuk memahami prinsip serta mampu mengemban pekerjaan penting secara mandiri. Ada banyak jenis personel yang menangani berbagai pekerjaan, seperti mereka yang mengerjakan pekerjaan tulis-menulis, lagu pujian, pekerjaan pembuatan film, dan sebagainya, juga mereka yang memberitakan Injil, memberi kesaksian, atau melayani sebagai direktur penginjilan, dan lain-lain. Selain itu, ini juga mencakup personel yang menangani pekerjaan keuangan, pengamanan, dan urusan luar. Orang-orang ini memainkan peran pendukung dalam pekerjaan gereja dan sangat penting; mereka semua termasuk bagian dari personel yang menangani berbagai pekerjaan. Ini adalah kategori besar kedua. Kategori besar ketiga mencakup mereka yang terlibat dalam pekerjaan gereja yang berbahaya. Khususnya, di negara-negara dengan rezim otoriter di mana tidak ada kebebasan beragama, terdapat beberapa pekerjaan yang sangat berbahaya, seperti mencetak buku, mendistribusikan buku, menjaga aset gereja, serta menjadi tuan rumah dan mengatur penempatan personel yang melaksanakan tugas-tugas penting. Siapa lagi yang termasuk? (Ada juga beberapa personel urusan umum yang menyampaikan informasi di luar; tugas yang mereka laksanakan juga relatif berbahaya.) Orang-orang ini pun dianggap terlibat dalam pekerjaan yang berbahaya. Namun, mereka jelas tidak melakukan pekerjaan ini sesekali; sebaliknya, mereka mengkhususkan diri untuk melaksanakan tugas-tugas penting dan berbahaya, seperti menyampaikan informasi, mendistribusikan pengaturan pekerjaan, mendistribusikan semua video, film, atau rekaman khotbah rumah Tuhan, dan sebagainya. Di negara-negara otoriter yang tidak memiliki kebebasan beragama, para pemimpin dan pekerja harus memahami dengan jelas siapa saja umat pilihan Tuhan yang melaksanakan tugas penting dan melakukan pekerjaan berbahaya. Singkatnya, orang-orang ini juga termasuk dalam salah satu kategori personel kerja yang penting, dan para pemimpin serta pekerja harus memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan mereka; hal ini tidak boleh diabaikan. Ini adalah kategori ketiga. Kategori keempat adalah kelompok lain yang sangat penting dalam pekerjaan gereja. Orang-orang ini memiliki keterampilan dan karunia khusus, seperti mahir dalam memberitakan Injil, memberikan khotbah, menyirami gereja, atau bertanggung jawab dalam mengorganisasi pekerjaan tertentu. Orang-orang ini mungkin adalah para pemimpin dan pekerja, pengawas berbagai pekerjaan, atau orang-orang yang terlibat dalam pekerjaan berbahaya. Tanpa keberadaan mereka, akan ada kekosongan dalam pekerjaan penting yang mereka tangani, dan tidak ada orang lain yang dapat menggantikan peran mereka. Oleh karena itu, orang-orang ini harus dilindungi, dan keselamatan mereka harus terjamin. Mereka termasuk dalam satu kategori personel. Kategori lainnya adalah mereka yang menjadi buronan atau memiliki catatan kriminal karena percaya kepada Tuhan di negara-negara di mana umat beragama mengalami penganiayaan. Tidak peduli seberapa luas lingkup surat perintah tersebut atau jenis pekerjaan spesifik yang mereka lakukan di dalam gereja, selama mereka menjadi buronan karena kepercayaan mereka kepada Tuhan dan karena melaksanakan tugas mereka, para pemimpin dan pekerja harus mencari cara untuk melindungi mereka, mengatur agar mereka ditempatkan di lokasi yang relatif aman untuk melaksanakan tugas mereka. Di antara semua negara yang menganiaya umat beragama, penganiayaan di Tiongkok adalah yang paling parah. Di berbagai provinsi dan wilayah di seluruh Tiongkok, banyak orang telah ditangkap atau menjadi buronan sehingga tidak dapat pulang ke rumah. Ada beberapa negara serupa di setiap benua dan di seluruh dunia yang juga menganiaya umat beragama seperti di Tiongkok. Di negara-negara ini, ada juga orang-orang yang mengalami penganiayaan dan tidak dapat pulang ke rumah karena telah menerima Tuhan Yang Mahakuasa. Bagi mereka yang dianiaya dan tidak dapat kembali ke rumah, para pemimpin dan pekerja harus segera mengatur agar mereka ditempatkan di gereja tugas penuh waktu. Para pemimpin dan pekerja harus menempatkan mereka di lingkungan yang relatif aman sesuai dengan kondisi setempat agar mereka dapat melaksanakan tugasnya. Inilah salah satu pekerjaan prioritas yang harus dilakukan dengan baik. Orang-orang yang telah ditangkap atau menjadi buronan ini merupakan kategori kelima dari personel yang perlu dilindungi. Ada kategori lain di antara personel yang menangani berbagai pekerjaan penting yang sifatnya khusus. Mungkin saat ini, orang-orang itu bukan pemimpin atau pekerja, dan mungkin juga tidak terlibat dalam pekerjaan berbahaya, tetapi sebelumnya mereka telah melaksanakan banyak tugas dan pekerjaan mereka telah mencakup berbagai bidang. Mereka mengenal banyak keluarga tuan rumah dan juga mengetahui beberapa personel yang melaksanakan tugas-tugas penting. Oleh karena itu, jika individu-individu semacam ini tertangkap, hal itu juga dapat membawa bencana bagi pekerjaan gereja. Orang-orang ini harus disebut sebagai "orang yang mengetahui hal-hal konfidensial", dan mereka juga harus dimasukkan ke dalam kategori berbagai macam personel kerja yang penting. Para pemimpin dan pekerja harus memastikan keselamatan mereka demi melindungi keselamatan semua umat pilihan Tuhan dan memastikan agar pekerjaan gereja dapat berjalan dengan normal. Beberapa orang dalam kategori ini khususnya cenderung ceroboh; mereka tidak tahu cara berhati-hati dan tidak memiliki banyak kebijaksanaan. Mereka cenderung bertindak berdasarkan dorongan semangat, melakukan berbagai hal dengan gegabah di luar. Karena belum pernah ditangkap atau disiksa, mereka tidak menyadari bahaya yang terlibat maupun konsekuensi yang mungkin timbul jika terjadi kesalahan, apalagi memahami akan seberapa parah konsekuensinya. Karena mereka berpikir bahwa mereka hanya percaya kepada Tuhan dan tidak melakukan hal buruk, mereka tidak merasa takut akan apa pun. Akibatnya, setelah bekerja di daerah setempat untuk beberapa waktu, mereka mungkin menjadi cukup dikenal dan diawasi pemerintah. Bukankah itu menimbulkan bahaya? Begitu mereka ditangkap, jika mereka tidak mampu menahan interogasi yang dilakukan dengan penyiksaan, mereka bisa menjadi Yudas, mengkhianati saudara-saudari mereka. Hal ini akan membawa kerugian besar bagi gereja dan menyeret saudara-saudari lain, membuat mereka berisiko ditangkap dan dipenjara, yang akan sangat memengaruhi berbagai pekerjaan gereja. Oleh karena itu, gereja juga harus memprioritaskan perlindungan bagi orang-orang seperti ini. Jika tidak ada tempat yang aman untuk menyembunyikan mereka di daerah setempat, mereka harus dipindahkan ke tempat lain yang relatif aman untuk melaksanakan tugas mereka. Ini adalah kategori orang lainnya. Karena keadaan mereka sifatnya khusus, para pemimpin dan pekerja perlu mengatur tempat tinggal bagi mereka, sehingga mereka juga termasuk di antara berbagai macam personel kerja yang penting. Ada berapa total kategori orang? (Enam kategori. Kategori pertama adalah para pemimpin dan pekerja. Kategori kedua terdiri dari personel yang sangat penting yang menangani berbagai pekerjaan di rumah Tuhan; para pengawas, pemimpin tim, dan direktur penginjilan; serta mereka yang dapat memikul pekerjaan. Kategori ketiga adalah personel yang terlibat dalam pekerjaan gereja yang berbahaya. Kategori keempat adalah mereka yang memiliki keterampilan dan karunia khusus. Kategori kelima terdiri dari orang-orang yang memiliki catatan kriminal, mereka yang sedang dikejar-kejar, dan yang menjadi buronan. Kategori keenam adalah orang yang mengetahui hal-hal konfidensial.) Pada dasarnya kita telah membahas semua personel penting yang terlibat dalam berbagai pekerjaan, tetapi ada satu kategori tambahan: Jika ada saudara atau saudari di gereja yang tidak dapat merawat anak-anak mereka yang masih di bawah umur karena mereka pergi melaksanakan tugas, ditangkap atau menghadapi situasi tak terduga lainnya, para pemimpin dan pekerja harus mengatur agar anak-anak tersebut ditempatkan di keluarga yang sesuai sehingga mereka memiliki sarana untuk hidup. Ini juga merupakan pekerjaan khusus. Meskipun pekerjaan ini tidak berkaitan dengan pekerjaan gereja dan hanya timbul dari serangkaian keadaan khusus, para pemimpin dan pekerja harus bertanggung jawab untuk mengatur tempat tinggal yang sesuai bagi anak-anak di bawah umur ini. Jika mereka tidak memiliki kerabat yang cocok, atau jika kerabat mereka adalah orang tidak percaya dan tidak bersedia menerima mereka, gereja harus menerima mereka. Gereja tidak hanya harus mengatur keluarga tuan rumah yang sesuai untuk mereka, tetapi juga menugaskan saudara-saudari untuk bertanggung jawab merawat mereka. Setelah tempat tinggal yang sesuai diatur untuk mereka, jika mereka percaya kepada Tuhan, itu tentunya ideal, dan setelah mereka mencapai usia dewasa, mereka dapat melaksanakan tugas mereka di gereja. Jika mereka tidak percaya kepada Tuhan, setelah mencapai usia dewasa dan masuk ke tengah masyarakat, mereka tidak akan lagi memiliki hubungan dengan gereja, dan tanggung jawab kita akan selesai. Kita tidak perlu lagi memikirkan urusan mereka setelah itu. Apakah ini tepat? (Ya.) Meskipun pekerjaan ini tidak melibatkan berbagai pekerjaan gereja, pekerjaan ini tetap harus dimasukkan ke dalam lingkup tanggung jawab para pemimpin dan pekerja. Jika ada anak-anak dari mereka yang melaksanakan tugas di gereja yang membutuhkan tempat tinggal, para pemimpin dan pekerja tidak boleh mengabaikannya, kecuali mereka tidak mengetahui situasinya. Jika mereka mengetahuinya, mereka harus menanyakan, menanganinya, dan mengambil tanggung jawab ini untuk mengatur tempat tinggal yang tepat bagi anak-anak itu. Para pemimpin dan pekerja harus memastikan bahwa saudara-saudari yang melaksanakan tugas mereka—terutama mereka yang menjalankan pekerjaan penting—bebas dari kekhawatiran terkait hal ini. Mengerjakan hal ini dengan baik tidaklah sulit, bukan? (Tidak, tidak sulit.) Ada setidaknya enam kategori personel kerja yang penting. Kategori ketujuh adalah tambahan, ini mewakili jenis keadaan yang sangat khusus. Berbagai personel yang disebutkan dalam enam kategori pertama mungkin tidak semuanya ada di setiap wilayah pastoral atau negara. Namun, terlepas dari negara mana itu, melindungi para pemimpin dan pekerja serta mereka yang melaksanakan poin tugas penting adalah pekerjaan yang krusial. Ini adalah salah satu pekerjaan yang harus diperhatikan oleh semua pemimpin gereja dan pekerja, serta merupakan tanggung jawab yang harus mereka penuhi dengan baik.
Melindungi Personel Kerja yang Penting dari Gangguan Dunia Luar
I. Persyaratan Keamanan untuk Keluarga Tuan Rumah
Sekarang setelah kita memperjelas siapa saja personel kerja yang penting, mari kita lihat pekerjaan spesifik yang harus dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja, yaitu melindungi berbagai macam personel kerja yang penting, melindungi mereka dari gangguan dunia luar, dan menjaga mereka tetap aman. Jadi, pekerjaan spesifik apa yang perlu dilakukan agar mereka dapat dilindungi secara efektif dari gangguan dunia luar, sehingga para pemimpin dan pekerja dianggap telah memenuhi tanggung jawab mereka? Ketika melaksanakan pekerjaan spesifik, beberapa pemimpin dan pekerja merasa berada dalam dilema, menggaruk kepala, bahkan menjadi gelisah dan cemas, tidak yakin bagaimana harus bertindak. Ada prinsip penting dalam mengatur penempatan personel kerja yang penting ini: Mereka harus dilindungi dari gangguan dunia luar untuk memastikan keselamatan mereka. Entah personel kerja penting ditempatkan di rumah saudara-saudari atau di rumah sewaan, poin utamanya adalah bahwa keselamatan mereka harus terjamin. Menjamin keselamatan mereka berarti melindungi mereka dari gangguan dunia luar. Jadi, apa yang harus dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja untuk melindungi mereka dari gangguan dunia luar? Perlu ada pengaturan agar mereka yang melaksanakan tugas penting ditempatkan di lokasi yang sesuai. Mari kita lihat hal ini dari dua aspek: Pertama adalah lingkungan internal keluarga tuan rumah, dan yang kedua adalah lingkungan eksternal. Dari segi lingkungan internal, pertama-tama, tuan rumahnya harus orang percaya yang sejati, bersedia menjadi tuan rumah, mampu menjaga kerahasiaan, bertindak dengan hati-hati, dan bijaksana dalam berurusan dengan dunia luar. Jika muncul situasi khusus apa pun, mereka harus tahu cara menanggapinya; mereka harus mampu menangani dan mengatasinya secara proaktif, bukan secara pasif. Selain itu, mereka harus memiliki reputasi yang baik di lingkungannya, atau mungkin memiliki sedikit prestise dan koneksi di lingkungannya. Bahkan jika mereka tidak memiliki pengaruh, setidak-tidaknya mereka harus berperilaku secara pantas, menjalani kehidupan yang layak, dan tidak mencari masalah atau mengundang orang-orang mencurigakan ke rumah mereka. Mereka tidak boleh memiliki teman yang sering berkumpul untuk bermain mahyong atau minum-minum. Selain itu, hubungan mereka dengan dunia luar dan tetangga mereka harus relatif normal. Mereka tidak boleh terlibat dalam perselisihan terkait utang dan tidak boleh memiliki konflik dengan tetangga mereka. Dengan kata lain, lingkungan rumah mereka harus relatif tenang, tuan rumah harus memiliki hubungan yang tidak rumit, dan hanya ada segelintir orang luar yang datang ke rumah mereka untuk menyebabkan gangguan, dan sebagainya—semua aspek harus sesuai. Selain itu, anak-anak atau kerabat tuan rumah harus mendukung kepercayaan mereka kepada Tuhan, atau setidaknya tidak menentang mereka untuk menjadi tuan rumah bagi saudara-saudari, dan tentu saja tidak membicarakan hal-hal ini secara sembarangan. Beberapa orang mungkin berkata, "Menemukan keluarga tuan rumah yang memenuhi semua kriteria ini tidaklah mudah!" Pernyataan ini mengacu pada menemukan tempat yang relatif cocok; tidak perlu mutlak sempurna. Setidak-tidaknya, lingkungan tempat tinggal haruslah sesuai—tenang dan bebas dari gangguan luar—ini memenuhi syarat untuk melindungi personel kerja yang penting dari gangguan dunia luar. Dalam beberapa keluarga tuan rumah, meskipun tidak setiap anggota keluarga adalah orang percaya, orang yang menjadi tuan rumah sangat dihormati dalam keluarga dan dialah yang membuat keputusan. Anak-anak atau kerabatnya yang bukan orang percaya tidak berani mencampuri kepercayaannya kepada Tuhan atau tidak menghalanginya menjadi tuan rumah bagi saudara-saudari; bahkan jika di dalam hati merasa tidak setuju, anak-anak atau kerabatnya tidak akan berani membagikan informasi ini kepada orang-orang di luar keluarga. Jika sesuatu benar-benar terjadi, dia bahkan bisa membantu menyediakan perlindungan. Dengan cara ini, saudara-saudari yang tinggal di kediaman tuan rumah ini juga dapat tetap tidak terpengaruh oleh gangguan dunia luar. Dalam beberapa kasus, tuan rumah merasa cemas, takut anak-anaknya mungkin akan membocorkan bahwa dia percaya kepada Tuhan, takut tetangganya mungkin mengetahui kepercayaannya serta melaporkannya, dan terutama takut jika keadaan mungkin memburuk dan mereka ditangkap. Begitu dia mulai menjadi tuan rumah bagi saudara-saudari, dia merasa gugup setiap hari, tidak bisa makan di siang hari atau tidur di malam hari, merasa cemas dan ketakutan sepanjang hari, seperti pencuri. Setiap kali dia mendengar sesuatu terjadi, seperti pemerintah berencana memeriksa kartu keluarga atau petugas pemerintah datang ke rumahnya dengan berbagai dalih untuk melakukan sesuatu, dia menjadi sangat ketakutan dan terus-menerus ingin saudara-saudari segera pergi agar dia sendiri tidak akan terlibat. Ketika saudara-saudari melihat hal ini, mereka harus segera pindah karena tempat seperti itu tidak cocok untuk dijadikan tempat tinggal; tempat ini mungkin hanya dapat digunakan sebagai tempat pemberhentian sementara selama beberapa hari. Jika anak-anak, kerabat, atau teman-teman anggota keluarga tuan rumah adalah orang jahat, yang setelah mengetahui bahwa tuan rumah menerima orang percaya, mungkin akan datang untuk mengganggu atau bahkan menyerahkan saudara-saudari kepada polisi, maka ini terlalu berbahaya. Keluarga tuan rumah seperti ini tidak cocok untuk dijadikan tempat tinggal. Beberapa orang tua bertindak seperti budak di depan anak-anak mereka; mereka mungkin berkata, "Tidak apa-apa, anak-anakku mendengarkan aku," tetapi kenyataannya, ketaatan anak-anak mereka bergantung pada situasinya. Ketika kepentingannya sendiri terlibat, anak-anak itu tidak akan mendengarkan mereka. Orang seperti itu tidak akan berani memberi tahu anak-anaknya bahwa dia sedang menjadi tuan rumah bagi saudara-saudari. Jika anak-anak atau kerabatnya mengetahui hal itu, mereka pasti akan mengusir saudara-saudari tersebut, dan tuan rumah tidak akan mampu menghentikannya—dia tidak dapat mengambil keputusan akhir di rumah tangganya sendiri. Orang seperti ini tidak cocok untuk menjadi tuan rumah; dia mungkin ingin, tetapi tidak berani menjadi tuan rumah. Apakah orang yang pengecut benar-benar berani menjadi tuan rumah? Jika engkau tidak dapat memastikan keselamatan saudara-saudari, engkau tidak cocok untuk tugas ini; engkau tidak boleh menawarkan diri untuk tugas ini, engkau tidak boleh membuat janji kosong kepada para pemimpin dan pekerja, dan engkau juga tidak boleh menerima tugas ini. Jika para pemimpin dan pekerja menempatkan saudara-saudari untuk tinggal di rumah seperti itu, apakah menurut engkau semua itu tepat? (Tidak.) Itu sangat tidak tepat. Jangan mengirim saudara-saudari ke dalam bahaya. Bisa saja saudara-saudari tersebut cukup aman tinggal di tempat lain; jika engkau mengatur agar mereka tinggal di rumah seseorang yang anak-anak atau kerabatnya adalah orang tidak percaya dan orang-orang itu bisa saja melaporkan mereka dan menyerahkan mereka ke polisi begitu tahu bahwa ada orang-orang percaya yang tinggal di sana, sehingga membahayakan nyawa saudara-saudari, bukankah itu akan membawa malapetaka bagi tuan rumah? Jika tuan rumah bersedia mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi saudara-saudari dalam situasi seperti itu dan dapat secara efektif memastikan keselamatan mereka, dan jika tuan rumah biasanya menunjukkan kebijaksanaan yang cukup besar, keluarga tuan rumah ini mungkin masih menjadi pilihan yang sesuai. Namun, jika dia tidak dapat mempertaruhkan nyawa untuk melindungi saudara-saudari, dan ketika orang-orang tidak percaya dalam keluarganya mengancam untuk melaporkan saudara-saudari serta menyerahkan mereka kepada polisi, dia tidak memiliki solusi dan hanya bisa mundur seperti kura-kura yang menarik kepalanya ke dalam cangkang, tidak melindungi saudara-saudari dan hanya membiarkan orang-orang tidak percaya tersebut menyerahkan mereka, berarti keluarga ini tidak cocok untuk menjadi tuan rumah. Jika saudara-saudari tinggal di sana sementara selama beberapa hari, lalu segera pindah begitu ditemukan tempat yang sesuai, itu sekadar dapat ditoleransi. Tidaklah tepat untuk tinggal dalam jangka waktu yang lama di rumah seperti itu untuk melaksanakan tugas mereka. Keluarga tuan rumah setidaknya harus mampu melindungi keselamatan saudara-saudari; ini adalah salah satu persyaratan bagi keluarga tuan rumah. Agar mereka yang melaksanakan tugas dapat terhindar dari gangguan dunia luar, pertama, lingkungan tempat tinggal mereka haruslah sesuai; selain itu, kualitas pribadi tuan rumah juga harus sesuai dalam segala hal; artinya, mereka harus mampu melindungi personel kerja yang penting dari gangguan dunia luar. Hanya jika mereka mampu mencapai hal ini, para pemimpin dan pekerja dapat mengatur agar personel kerja yang penting ditempatkan di rumah mereka. Jika tuan rumah imannya lemah, tidak kompeten, tidak punya keberanian, tidak mampu mengambil keputusan akhir dalam rumah tangganya sendiri, dan anak atau kerabat mereka yang adalah orang tidak percaya dapat masuk dan mengambil alih kendali, ini akan sangat merepotkan. Tempat seperti itu sama sekali tidak cocok untuk menerima tamu. Bahkan jika rumah tersebut besar, punya banyak kamar, lingkungannya nyaman, dan kondisi lainnya baik, tempat itu tetap tidak cocok untuk menerima tamu. Lingkungan hidup yang sesuai saja tidak cukup, tuan rumah juga harus memenuhi syarat. Poin utama di sini adalah pertama-tama tuan rumah harus mampu memastikan bahwa personel yang melaksanakan tugas mereka yang tinggal di sana terlindung dari gangguan dunia luar. Setelah itu, barulah lingkungannya dapat dipertimbangkan. Lingkungan yang sedikit kurang ideal masih dapat diterima; entah itu karena ruang yang lebih kecil, akses internet yang terbatas, makanan yang lebih sederhana, atau akses air yang kurang praktis. Selama tuan rumah memenuhi syarat, mampu mengatasi bahaya yang muncul, mengelola berbagai situasi yang kompleks, dan terutama dengan benar menangani keadaan khusus apa pun yang mungkin muncul demi melindungi keselamatan saudara-saudari, itu berarti mereka memenuhi standar sebagai tuan rumah. Persyaratan kita untuk lingkungan hidup keluarga tuan rumah tidaklah tinggi; yang paling penting adalah keselamatan kita di tempat itu dapat terjamin. Tidak perlu membahas hal ini secara lebih rinci.
II. Persyaratan untuk Lingkungan Lokasi Tempat Tinggal
Aman atau tidaknya lingkungan eksternal di sekitar tempat tinggal keluarga tuan rumah adalah hal pertama yang harus dipertimbangkan oleh para pemimpin dan pekerja. Terlepas dari kondisi keluarga tuan rumah, atau apakah tempat tinggal tersebut adalah rumah seorang saudara atau saudari, atau rumah sewaan, penting untuk mempertimbangkan apakah lingkungan eksternal tempat tinggal itu aman; ini adalah poin yang paling penting. Pertama-tama, tempat tersebut hanya sesuai jika kepercayaan keluarga tuan rumah ini kepada Tuhan tidak diketahui secara luas dan tidak ada catatan tentang kepercayaan mereka di Biro Keamanan Publik. Jika dahulu para tetangga pernah melapor kepada pemerintah saat saudara-saudari berkumpul di sana, dan pemerintah sudah mengetahui bahwa keluarga tersebut sering mengadakan pertemuan dengan orang asing, itu berarti lokasi ini tidak cocok untuk dijadikan tempat tinggal. Jika menyewa, tidak cocok juga untuk menyewa rumah keluarga seperti itu. Ini adalah salah satu aspeknya. Selain itu, di beberapa tempat, keamanan publiknya buruk, sering terjadi insiden perampokan, pembunuhan, dan berbagai kasus lainnya. Penduduknya juga terdiri dari orang-orang yang relatif rumit, dan polisi pun sering datang ke sana untuk memeriksa kartu keluarga dan kartu identitas, serta menyelidiki tersangka kriminal, dan hal-hal lainnya. Katakan kepada-Ku, jika engkau tinggal di tempat seperti itu, bukankah engkau akan sering mengalami gangguan? (Ya.) Tempat seperti itu juga tidak cocok untuk ditinggali. Setiap beberapa hari, polisi datang mengetuk pintu, berkata bahwa telah terjadi pencurian atau pembunuhan di sekitar sana dan meminta kerja sama dalam penyelidikan, serta memberi tahu orang-orang untuk segera melapor jika melihat pelaku tersebut. Polisi selalu datang mengetuk pintu dengan berbagai dalih, mengaku sedang menyelidiki kasus, padahal sebenarnya, mereka sedang memeriksa keberadaan orang asing dan pendatang; lebih tepatnya, mereka mencari orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Akankah engkau merasa aman tinggal di kediaman tuan rumah yang seperti itu? (Tidak.) Tidak diragukan lagi, engkau akan merasa gelisah sepanjang hari. Meskipun insiden kriminal di luar itu tidak ada hubungannya dengan keluarga tuan rumah, engkau tetap tidak akan merasa tenang. Tinggal di lingkungan seperti itu sering kali membuatmu merasa bahwa keselamatan pribadimu terancam. Bisa saja suatu hari, saat polisi melihat saudara-saudari, mungkin polisi mulai menanyai orang-orang asing ini dan akhirnya menangkap mereka. Bukankah menurutmu ini adalah situasi yang menakutkan? (Ya.) Selain itu, kebanyakan orang Tiongkok kurang memiliki kesadaran akan keamanan; begitu mendengar seseorang mengetuk pintu, mereka langsung membukanya, dan mereka juga biasanya tidak mengunci pintu rumah mereka, yang dengan mudah menyebabkan insiden. Di negara-negara Barat yang memiliki kebebasan dan demokrasi, tempat tinggal pribadi dianggap sebagai wilayah pribadi. Jika orang asing memasuki wilayah pribadi tanpa izin, hal itu dianggap ilegal, dan orang yang tinggal di sana akan menelepon polisi. Kemudian, penyusup itu akan dimintai pertanggungjawaban secara hukum. Oleh karena itu, jika orang asing mengetuk pintu, engkau tidak harus membukanya; engkau bisa mengabaikannya. Bahkan jika seseorang telah menjadwalkan kunjungan denganmu, jika engkau belum siap atau sudah berubah pikiran, engkau tetap tidak harus membuka pintu; engkau bisa menjadwalkannya ulang. Orang-orang di negara Barat memiliki hak ini, mereka memiliki kesadaran hukum ini. Namun, orang Tiongkok kurang memiliki kesadaran hukum ini. Setiap kali mereka mendengar ketukan pintu, mereka buru-buru membukanya. Hal ini menunjukkan kurangnya kewaspadaan, kurangnya kesadaran untuk melindungi diri, dan ketidaktahuan tentang hukum yang terkait. Ini karena Tiongkok adalah negara diktator, dengan satu partai yang berkuasa di atas hukum, sehingga sistem hukumnya hanyalah sebuah kedok. Naga merah yang sangat besar bertindak dengan benar-benar mengabaikan hukum dan ketertiban di Tiongkok, berbuat jahat dengan sewenang-wenang, dan rakyatnya tidak memiliki hak asasi manusia sama sekali. Orang Tiongkok tidak memperhatikan hak asasi manusia maupun mengembangkan kesadaran untuk mematuhi hukum dan peraturan tentang kedisiplinan; khususnya, mereka kurang memiliki kesadaran untuk melindungi diri, dan kebanyakan orang tidak tahu cara menggunakan hukum untuk melindungi diri mereka sendiri. Akibatnya, tidak ada jaminan keselamatan. Singkatnya, di tempat mana pun yang keamanan publiknya buruk, penghuninya memiliki latar belakang dan identitas yang rumit, sering dilakukan pemeriksaan, atau sering terjadi insiden berbagai kasus kriminal, orang-orang akan mudah terdampak oleh gangguan dari dunia luar. Tempat seperti itu tidak cocok untuk dijadikan tempat tinggal. Ini adalah faktor keamanan publik yang perlu dipertimbangkan saat mengatur akomodasi untuk personel kerja yang penting.
Lingkungan tempat tinggal untuk orang-orang yang melaksanakan tugasnya harus dipilih dengan hati-hati; sebaiknya hindari daerah perkotaan yang ramai dan lokasi yang berbahaya. Tempat seperti apa yang dimaksud dengan daerah perkotaan yang ramai? Ini termasuk tempat-tempat yang dekat dengan jalur kereta api, jalan raya, persimpangan, dan pasar. Khususnya di sepanjang jalur kereta api utama, di mana begitu banyak kereta api lewat setiap hari, sehingga lantai rumah-rumah di sekitarnya bergetar setiap kali kereta lewat. Sama sekali tidak mungkin untuk merasa tenang saat melaksanakan tugas di lingkungan seperti itu. Selain itu, beberapa orang yang telah bertahun-tahun melaksanakan tugasnya jauh dari rumah hidup dengan cemas tanpa henti, dan hati mereka tidak berada dalam kondisi terbaik, sehingga tempat seperti itu makin tidak cocok untuk mereka tinggali. Jika tugas tertentu memerlukan lingkungan yang tenang, seperti pekerjaan rekaman atau pekerjaan tulis-menulis, setidaknya tidak boleh ada gangguan suara, dan keamanannya juga harus terjamin; inilah yang ideal. Jika tidak ada tempat yang benar-benar aman, harus ditemukan tempat yang relatif aman. Dalam hal ini, tidak masalah jika sedikit bising, dan kita tidak perlu menetapkan persyaratan yang terlalu tinggi; selama lingkungan tempat tinggal aman, itu sudah cukup. Selain itu, jika rumah tersebut berada di daerah dengan lalu lintas utama, misalnya dekat lampu lalu lintas atau persimpangan, setiap hari akan ada begitu banyak pejalan kaki dan kendaraan yang berlalu-lalang. Rumah seperti itu terlihat jelas oleh banyak orang yang berlalu-lalang, dan dengan sekali pandang, orang yang lewat dapat dengan mudah melihat orang yang ada di dalamnya. Khususnya, ketika lampu dinyalakan pada malam hari, situasi di dalam rumah dapat terlihat jelas. Apakah menurutmu rumah seperti itu masih layak untuk dijadikan tempat tinggal? Apakah lingkungan ini cocok? (Tidak cocok.) Memang tidak cocok. Orang-orang yang tinggal di tempat seperti itu sering mengalami gangguan, sering kali melihat orang asing mengamati mereka. Ketika tatapan mata mereka bertemu dengan tatapan orang asing, mereka terkejut. Mereka merasa tidak nyaman setiap hari, dan terus-menerus merasa diawasi; mungkin saja ada seseorang di balik semua itu, yang mengarahkan dan mengendalikan segalanya. Menurutmu, apakah seseorang dapat merasa tenang tinggal di lingkungan seperti itu? Selain itu, beberapa rumah berkualitas buruk, tidak kedap suara, sehingga ketika orang berbicara dengan suara keras atau memutar lagu pujian di dalam, orang-orang di luar dapat mendengar semuanya. Ada juga rumah yang terletak di area tertinggi di lingkungannya, yang membuat rumah itu tidak hanya rentan terhadap sambaran petir, tetapi juga membuat tetangga di sekitar dapat melihat saudara-saudari setiap kali mereka keluar rumah. Bahkan membuka jendela sesekali untuk ventilasi atau mendinginkan ruangan saja terasa tidak nyaman bagi mereka; jendela harus selalu tertutup rapat dan tirainya ditutup, sehingga cahaya tidak bisa masuk, dan pergi ke luar rumah pun menjadi makin merepotkan. Orang yang tinggal di sana selalu khawatir diamati dan diperhatikan oleh orang luar. Meskipun saudara-saudari tidak keluar masuk secara bersamaan, setiap kali ada yang masuk atau keluar, orang di luar tetap dapat melihatnya dengan jelas. Lambat laun, mereka bisa memperkirakan berapa banyak orang asing yang tinggal di rumah itu. Menurutmu, apakah keselamatan orang-orang masih bisa terjamin jika tinggal di sini? (Tidak bisa.) Beberapa orang berpikir, "Kami seringnya melaksanakan tugas di dalam rumah, dan bahkan jika kami keluar, kami keluar bergiliran dan tidak pergi sekaligus. Dengan menerapkan cara ini, tetangga sekitar tidak akan menyadari apa pun." Namun, bahkan jika engkau keluar bergiliran, tetap akan timbul masalah jika seseorang menyadari bahwa engkau adalah orang asing. Banyak orang tidak percaya yang hidupnya sendiri tidak begitu baik, tetapi mereka justru sangat suka mengamati dan mencampuri urusan orang lain. Beberapa bahkan mungkin menggunakan teropong untuk memata-mataimu, memperhatikan apa yang kaulakukan di dalam. Jika mereka mendapati bahwa orang percaya sedang berkumpul, mereka segera melaporkannya ke pemerintah agar mendapat imbalan. Begitu orang seperti itu memusatkan perhatiannya padamu, bukankah ini adalah situasi yang berbahaya? (Ya.) Begitu perhatian mereka terpusat padamu, apakah ada hal baik yang bisa terjadi? Pada akhirnya, engkau pasti akan ditangkap! Di negara atau wilayah mana pun, ada banyak orang yang suka mencampuri urusan orang lain. Bahkan jika mereka tidak mendapatkan uang sepeser pun untuk memantaumu, mereka sangat bersedia melakukannya; mereka bahkan rela mengeluarkan uang dan menunda pekerjaannya sendiri demi menghabiskan waktu untuk terus mengawasi. Jika ada imbalan untuk melaporkanmu, mereka akan melakukannya dengan lebih bersemangat lagi. Terutama di negara diktator seperti Tiongkok, ada sangat banyak orang yang memantau orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Karena mereka muak akan kebenaran dan merasa muak terhadap terhadap orang-orang yang percaya kepada Tuhan, begitu mereka mengetahui bahwa orang-orang percaya sedang berinteraksi atau berkumpul, mereka melaporkannya. Jika ada imbalan untuk melaporkan, mereka merasa puas melakukannya tanpa kenal lelah. Bukankah hal ini dengan mudah membawa masalah bagi gereja? (Ya.) Jika engkau mengalami gangguan seperti ini, bukankah itu karena para pemimpin dan pekerja tidak mengatur tempat tinggal dengan baik? Inilah akibatnya jika lokasi dan lingkungan ditempatkannya personel kerja yang penting tidak cocok karena para pemimpin dan pekerja tidak mempertimbangkan segala sesuatunya secara matang. Jika tempat tinggal seseorang menarik terlalu banyak perhatian, itu dapat menyebabkan masalah dengan mudah. Begitu sesuatu yang buruk terjadi dan saat itu engkau baru menyadari bahwa tempat tersebut tidak cocok untuk ditinggali, itu sudah terlambat. Oleh karena itu, memilih lokasi tempat tinggal yang sesuai bagi mereka yang melaksanakan tugasnya juga merupakan tugas penting, dan pilihan yang buruk dapat dengan mudah menimbulkan bahaya.
III. Bagaimana Seharusnya Para Pemimpin dan Pekerja Mengatur Penempatan Personel
Para pemimpin dan pekerja harus mempertimbangkan seluruh aspek lingkungan tempat tinggal personel kerja penting dengan saksama, baik yang berkaitan dengan lingkungan internal maupun eksternal. Mereka tidak boleh berpikir secara sederhana, selalu berasumsi bahwa jika kita tidak berinteraksi dengan dunia luar, tidak akan terjadi masalah. Masyarakat saat ini sangat kompleks, penuh dengan segala macam setan, dan di mana pun tempatnya, selalu ada orang-orang yang suka mencampuri urusan orang lain yang mengawasimu, sehingga mustahil untuk menghindari pemeriksaan mereka. Engkau mungkin berpikir, "Aku belum pernah melanggar hukum atau melakukan kesalahan apa pun dengan percaya kepada Tuhan. Aku hanya melaksanakan tugasku; aku tidak akan mendapat masalah, bukan?" Namun, faktanya tidak sesederhana yang kaubayangkan. Mengapa PKT mengerahkan begitu banyak tenaga dan sumber daya untuk menentang Tuhan dan menindas gereja Tuhan? Bisakah engkau memahami hal ini? Engkau tidak akan pernah mampu memahaminya. Seberapa jauh engkau dapat memahami natur para setan dan Iblis? Pemahamanmu tentang para setan dan Iblis sangatlah sedikit. Masyarakat ini sangat kompleks, dan para setan serta Iblis adalah makhluk hina yang melakukan perbuatan jahat. Hal yang paling mereka inginkan adalah menangkap umat pilihan Tuhan dan mengganggu pekerjaan gereja. Jika engkau selalu memandang Iblis hanya sebagai orang biasa, engkau benar-benar bodoh; ini menunjukkan bahwa engkau belum melihat dengan jelas kejahatan masyarakat ini, dan engkau tentu belum memahami kebencian para setan dan Iblis. Oleh karena itu, agar para pemimpin dan pekerja dapat melakukan pekerjaan gereja dengan baik, mereka harus memastikan keselamatan orang-orang yang melaksanakan tugas; ini adalah hal yang paling penting. Di negara yang berada di bawah kekuasaan diktator, di mana tidak ada kebebasan beragama, sangatlah sulit untuk memastikan keselamatan mereka yang melaksanakan tugas. Namun, sesulit apa pun itu, lokasi tempat tinggal yang sesuai harus dipilih dengan cermat; tidak boleh ada kelalaian dalam hal ini. Pengaturan kerja rumah Tuhan telah mencakup persekutuan tentang hal-hal ini. Para pemimpin dan pekerja harus memastikan bahwa saudara-saudari dapat melaksanakan tugas mereka tanpa gangguan dan bebas dari intervensi dunia luar; selama mereka melakukannya dengan sepenuh hati, hal ini dapat dicapai. Satu-satunya masalah adalah ketika mereka bertindak dengan sikap asal-asalan dan tidak bertanggung jawab, hanya peduli pada keselamatan mereka sendiri dan mengabaikan keselamatan saudara-saudari. Ini membuat pekerjaan gereja mustahil dilakukan dengan baik. Jika engkau gagal melakukan hal-hal ini karena lalai, kurang kesungguhan, tidak bertanggung jawab, atau takut pada lingkungan dan masalah, sehingga personel yang melaksanakan tugas penting ditangkap dan kehidupan saudara-saudari terancam—yang menunda pekerjaan gereja dan membahayakan saudara-saudari—sebagai pemimpin atau pekerja, engkau harus bertanggung jawab. Tanggung jawab ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan memberikan uang sebagai kompensasi atau mengakuinya melalui doa; tidak sesederhana itu. Jadi, apa natur dari masalah ini? Ini adalah noda yang tak terhapuskan, sebuah pelanggaran yang kekal; engkau telah diberi catatan pelanggaran. "Catatan pelanggaran" ini bukanlah kesalahan biasa; di mata Tuhan, ini adalah pelanggaran. Jika pelanggaranmu terlalu banyak—telah melakukan pelanggaran di masa lalu, masih melakukannya sekarang, dan kemudian melakukannya lagi di masa depan—dengan beberapa pelanggaran besar yang digabung, engkau akan mengalami kebinasaan dan kehancuran. Tuhan tidak akan lagi menyelamatkanmu, dan kepercayaanmu kepada Tuhan akan sia-sia. Engkau bukan hanya tidak akan memiliki harapan untuk diselamatkan, melainkan engkau juga akan menghadapi hukuman. Oleh karena itu, sangat penting bagi para pemimpin dan pekerja untuk melakukan pekerjaan mereka sesuai dengan prinsip! Apakah engkau sudah mengingatnya? (Ya.) Para pemimpin dan pekerja harus memenuhi tanggung jawab mereka, dan tidak peduli seberapa buruk atau berbahayanya suatu lingkungan, mereka harus melakukan segala hal yang memungkinkan sesuai dengan kondisi setempat untuk melindungi keselamatan personel kerja yang penting dan mengatur tempat tinggal mereka dengan tepat. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pekerjaan gereja dapat berjalan dengan normal.
Agar para pemimpin dan pekerja dapat memastikan bahwa tempat-tempat yang diatur untuk personel kerja yang penting bebas dari gangguan dunia luar, selain dari adanya persyaratan dan prinsip untuk tempat tinggal dan lingkungannya, ada juga persyaratan serta prinsip untuk berbagai aspek situasi keluarga tuan rumah. Ketika para pemimpin dan pekerja menemukan keluarga yang berpotensi menjadi tuan rumah, mereka harus terlebih dahulu menanyakan seperti apa lingkungan dan kondisi keluarga tersebut, situasi anggota keluarganya, apakah mereka memiliki perselisihan dengan orang lain, memiliki musuh, keterkaitan dengan pemerintah, apakah mereka sering terlibat dalam kasus hukum, apakah mereka memiliki hubungan sosial yang rumit, dan sebagainya. Semua situasi dasar ini harus ditanyakan dan dipelajari dengan cermat. Jika tuan rumah atau anak-anaknya dan anggota keluarga lainnya memiliki hubungan sosial yang rumit, dan keluarga itu terus-menerus berada dalam situasi yang tidak tenang—sering dikunjungi oleh orang-orang mencurigakan yang datang untuk mencari masalah atau menagih utang, menerima surat ancaman dari bandit atau pencuri, maupun panggilan dari pemerintah atau pengadilan—semua ini adalah masalah yang sangat merepotkan. Jika engkau berkumpul atau melaksanakan tugas di keluarga seperti itu, bukankah ini akan menjadi gangguan? Oleh karena itu, ketika menemukan keluarga tuan rumah seperti ini, engkau harus terlebih dahulu mengajukan pertanyaan dan mempelajari situasi dasar mereka. Sebaiknya masalah-masalah ini tidak ada, tetapi jika memang ada dan saat ini engkau tidak dapat menemukan tempat yang lebih cocok, pertimbangkanlah apakah tuan rumah dapat menangani masalah-masalah ini dengan efektif. Jika tuan rumah tidak dapat menanganinya dengan efektif dan tidak dapat menyingkirkan persoalan-persoalan yang kacau ini, keluarga ini tidak cocok untuk menjadi tuan rumah bagi saudara-saudari, karena jika tinggal di sini, mereka dapat diganggu oleh dunia luar dan orang, peristiwa, serta berbagai hal dari luar sewaktu-waktu. Lingkungan seperti ini tidak secara langsung menargetkan orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Namun, orang-orang percaya adalah kelompok yang sangat sensitif di negara yang menganiaya umat beragama, dan, terlebih lagi, setelah pemerintah melakukan segala upaya untuk menyebarkan propaganda, mencuci otak, mengarang rumor, dan memfitnah, orang-orang tidak percaya bukan hanya gagal memahami orang-orang yang percaya kepada Tuhan, melainkan bahkan mulai memercayai retorika PKT, mengembangkan kebencian dan permusuhan tertentu terhadap orang percaya. Oleh karena itu, jika mereka mengetahui bahwa suatu keluarga menjadi tuan rumah bagi orang percaya, ini menjadi sangat berbahaya baik bagi keluarga tuan rumah maupun bagi saudara-saudari. Ketika saudara-saudari tinggal di lingkungan seperti itu, mereka bukan hanya sering diganggu, melainkan keselamatan mereka juga tidak dapat terjamin. Jadi, mengapa mereka terus tinggal di sana? Jelas-jelas tempat itu berbahaya dan tidak cocok untuk ditinggali; mereka harus segera dipindahkan. Para pemimpin dan pekerja tidak boleh sekadar mengatur tempat tinggal bagi saudara-saudari, kemudian lepas tangan dan berpikir, "Asalkan ada tempat bagi mereka untuk makan dan tidur, tempat untuk berteduh, itu sudah cukup. Selama mereka bisa melaksanakan tugasnya, tidak ada masalah. Lagi pula, di mana kita bisa menemukan begitu banyak tempat yang cocok?" Ini sangat tidak bertanggung jawab! Jika saat ini tidak ada tempat yang cocok, mereka dapat tinggal sementara di sana, tetapi engkau harus segera mencari lokasi yang sesuai agar mereka dapat pindah sesegera mungkin; jangan menganggap tempat itu sebagai tempat tinggal jangka panjang.
Beberapa pemimpin dan pekerja tidak melaksanakan pekerjaan yang nyata. Mereka menempatkan personel kerja yang penting di suatu tempat, menanyakan bagaimana kondisi makanan dan tempat istirahat di sana, serta menanyakan apakah ada orang tidak percaya yang terus mengawasi mereka. Setelah mendengar bahwa tidak ada hal aneh yang terjadi selama beberapa hari, mereka membiarkan masalah itu begitu saja, tanpa memeriksanya lagi selama setengah tahun atau lebih. Mereka yakin bahwa mereka telah menempatkan para personel dengan baik dan memenuhi tanggung jawab mereka, menganggap semuanya sudah selesai dan baik-baik saja. Mereka tidak lagi memperhatikan soal apakah lingkungan tersebut nantinya akan mengalami gangguan atau apakah ada potensi risiko keselamatan apa pun. Apakah ini pantas? (Tidak.) Mengapa tidak pantas? (Setelah mengatur penempatan, para pemimpin dan pekerja perlu menindaklanjutinya. Jika tidak, dan saudara-saudari mendapati diri mereka berada dalam situasi yang berbahaya dan tidak dapat pindah, mereka mungkin akan ditangkap.) Namun, beberapa pemimpin dan pekerja berpikir, "Kalian semua adalah orang dewasa; apakah aku benar-benar perlu menindaklanjutinya? Apakah kau tidak bisa melihat jika ada bahaya? Jika tidak bisa, berarti otakmu tidak bekerja! Jika kau melihat bahaya, pindah saja sendiri; apakah aku benar-benar perlu memberitahumu?" Mereka beralasan seperti ini. Apakah menurut engkau semua alasan ini masuk akal? (Tidak.) Mengapa tidak? (Karena memastikan keselamatan orang-orang yang melaksanakan tugas penting memang sudah menjadi tanggung jawab pemimpin dan pekerja; itu adalah bagian dari pekerjaan mereka yang harus mereka lakukan.) Mereka tidak memandang hal ini sebagai bagian dari pekerjaan yang harus dilakukan pemimpin dan pekerja; mereka menganggapnya hanya sebagai membantu saudara-saudari, seperti meniru contoh Lei Feng yang berbuat baik. Mereka juga tidak memandangnya sebagai sesuatu yang dilakukan untuk menjaga kelangsungan pekerjaan gereja, tetapi hanya sebagai pengaturan penempatan personel, yang tidak terkait dengan pekerjaan gereja. Bukankah ini bodoh? Orang macam apa yang berpikir seperti ini? (Orang yang tidak memiliki rasa tanggung jawab.) Pemimpin palsu yang malas, tidak setia, dan tidak bertanggung jawab berpikir seperti ini. Mereka tidak menjaga kelangsungan pekerjaan rumah Tuhan; setelah mengatur tempat bagi saudara-saudari, mereka berpikir, "Aku sudah menempatkan kalian di lokasi yang begitu bagus; betapa besar jasaku kepada kalian!" Mereka tidak memandang hal ini sebagai menjaga kelangsungan pekerjaan gereja. Sebagai pemimpin dan pekerja, jika engkau tidak menempatkan personel kerja yang penting dengan benar dan tidak memastikan keselamatan mereka secara efektif, jika mereka menghadapi bahaya dan tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan normal, bukankah pekerjaan gereja akan tertunda? Engkau harus terlebih dahulu mengatur penempatan mereka dengan baik agar keselamatan mereka terjamin, barulah mereka dapat melaksanakan pekerjaan dengan normal. Namun, para pemimpin palsu tidak berpikir seperti itu; mereka menurunkan para personel ini di suatu lokasi lalu mengabaikannya, tidak mengecek orang-orang ini untuk waktu yang lama. Ketika situasi berbahaya muncul dan para personel ini tidak dapat menghubungi pemimpinnya, mereka tidak punya pilihan selain pindah sendiri. Pada saat pemimpin mereka mengetahuinya dan akhirnya pergi untuk memeriksa, para personel itu telah lama pergi, dan pemimpin tersebut tidak tahu ke mana mereka pergi. Orang macam apa ini? Pemimpin atau pekerja macam apa ini? Pemimpin palsu. Terutama bagi saudara-saudari yang datang dari daerah lain dan tidak mengenal lingkungan setempat, para pemimpin dan pekerja harus lebih sering mengunjungi dan menindaklanjuti mereka secara rutin. Para pemimpin dan pekerja tidak boleh menganggap bahwa hanya dengan mengatur penempatan personel sekali saja, masalah selesai selamanya; pada kenyataannya, pekerjaan ini masih jauh dari selesai. Mereka harus sering mengunjungi dan menindaklanjutinya. Jika tidak memungkinkan bagi para pemimpin dan pekerja untuk datang langsung di lokasi, mereka harus menugaskan orang lain untuk memeriksanya. Setidak-tidaknya, mereka harus menindaklanjuti pekerjaan ini—menilai lingkungan tempat tinggal personel kerja yang penting itu, memeriksa apakah ada bahaya atau hal yang tidak biasa, atau apakah ada keadaan khusus yang telah terjadi, dan apakah relokasi diperlukan. Semua ini harus dipelajari dan ditindaklanjuti. Jika tempat ini tampak paling sesuai untuk jangka pendek, itu tidak masalah, tetapi setelah beberapa waktu, mereka harus kembali untuk memeriksa lingkungan serta keselamatan para personel, dan apakah kebutuhan makanan serta persediaan mereka tercukupi; semua detail ini harus ditanyakan. Mungkin pemimpin dan pekerja tidak memahami pekerjaan personel kerja yang penting, dan dalam hal ini, mereka tidak boleh mencampuri aspek tersebut, tetapi mengatur penempatan para personel dengan baik adalah tanggung jawab pemimpin dan pekerja; gagal melakukannya adalah kelalaian atas tanggung jawab mereka dan menunjukkan bahwa mereka adalah pemimpin palsu yang tidak melakukan pekerjaan nyata. Terutama bagi saudara-saudari yang datang dari daerah lain, mereka membutuhkan perhatian ekstra yang lebih saksama, serta tidak boleh diperlakukan dengan sembarangan. Para pemimpin dan pekerja harus memeriksa keadaan mereka dari waktu ke waktu, mengamati apakah mereka memiliki kesulitan yang perlu diselesaikan, dan apakah selama ini ada masalah atau situasi khusus di lingkungan tempat mereka melaksanakan tugas pada saat itu, misalnya, apakah telah ada aktivitas tidak biasa yang melibatkan pemerintah setempat, komite lingkungan, atau kantor polisi. Para pemimpin dan pekerja harus menyelidiki dan menanyakan hal-hal ini agar mereka tidak ketinggalan informasi. Setelah itu, para pemimpin dan pekerja harus bersekutu dengan keluarga tuan rumah tentang prinsip-prinsip dan jalan penerapan agar dapat menjamu dan melindungi mereka yang melaksanakan tugas, sehingga keluarga tuan rumah sepenuhnya memahami prinsip-prinsip dan jalan penerapan ini. Namun, tidak sampai di situ saja, pemimpin dan pekerja juga harus secara berkala mengunjungi dan menanyakan situasi keluarga tuan rumah. Masalah apa pun yang mereka temukan harus segera diselesaikan guna memastikan agar tidak ada masalah yang muncul. Setelah itu, barulah pekerjaan benar-benar terlaksana dengan baik. Jika tuan rumah menghadapi kesulitan dalam menjamu, seperti keterbatasan keuangan atau kurangnya kebijaksanaan sehingga mereka tidak dapat menanggapi atau menangani situasi yang muncul, pemimpin dan pekerja harus membantu menyelesaikan masalah-masalah ini. Keterbatasan keuangan mudah untuk diatasi; rumah Tuhan dapat menyediakan dana untuk menjamu, sementara keluarga tuan rumah hanya perlu menyumbangkan tenaga. Jika tuan rumah kurang bijaksana, ini adalah masalah yang penting. Para pemimpin dan pekerja harus dengan jelas menerangkan kebijaksanaan yang diperlukan dan beberapa prinsip penerapan terkait bidang ini. Jika tuan rumah tetap kurang bijaksana, para pemimpin dan pekerja harus mencari saudara atau saudari yang bijaksana di sekitar sana untuk bekerja bersama keluarga tuan rumah dalam melaksanakan pekerjaan ini dengan baik. Jika masalahnya ada pada tuan rumah itu sendiri—misalnya, dia penakut atau takut ditangkap—para pemimpin dan pekerja harus mempersekutukan kebenaran untuk memberikan dukungan dan bantuan, mempersekutukan maksud Tuhan serta nilai dan pentingnya melaksanakan tugas ini. Jika masalahnya ada pada lingkungan objektif, hal ini tidak boleh ditunda atau sekadar diabaikan sambil lalu, dan tentu saja tidak boleh diperlakukan dengan sembarangan; ini harus segera diselesaikan. Misalnya, jika orang-orang sudah memperhatikan tempat ini, orang asing yang mencurigakan sering keluar masuk di area tersebut, dan kemungkinan ada seseorang yang sedang memantau lokasi itu, ini menimbulkan bahaya yang tersembunyi. Jadi, segera pindahkan saudara-saudari; akan terlambat jika menunggu sampai terjadi sesuatu. Jika situasinya bersifat sementara dan hanya merupakan prosedur rutin biasa, meskipun sulit, hal itu masih bisa ditanggung untuk sementara: Mintalah saudara-saudari untuk meninggalkan tempat tersebut sementara selama satu atau dua hari agar terhindar dari masalah, dan mereka bisa kembali setelah itu. Jika orang-orang sudah memerhatikannya, tinggal di sana tidak lagi memungkinkan, dan relokasi permanen harus dilakukan. Inilah beberapa masalah terperinci yang perlu ditangani serta diatasi oleh para pemimpin dan pekerja dalam pekerjaan ini. Pekerjaan ini sama sekali bukan sekadar menempatkan beberapa orang di suatu lokasi yang menyediakan makanan dan tempat berlindung, lalu menganggap pekerjaan tersebut selesai; ada banyak detail yang terlibat. Terutama di negara seperti Tiongkok, di mana lingkungannya sangat tidak bersahabat dan penganiayaan terhadap umat beragama sangatlah parah, para pemimpin dan pekerja harus lebih memperhatikan serta memantau lingkungan tempat tinggal dan masalah keselamatan personel kerja yang penting dengan cermat dan dengan saksama. Mereka tidak boleh sembrono. Semua aspek pekerjaan spesifik ini harus dilakukan dengan baik untuk memastikan bahwa keselamatan personel kerja yang penting ini terjamin dan mereka dapat melaksanakan tugas mereka dengan tenang. Dengan cara ini, pekerjaan tersebut dapat dianggap telah dilakukan dengan baik. Inilah pekerjaan yang harus dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja terkait keluarga tuan rumah, dan ada cukup banyak detail yang terlibat di sini.
Setelah menempatkan beberapa personel kerja yang penting di kediaman tuan rumah yang sesuai, beberapa pemimpin dan pekerja sepenuhnya mengabaikan para personel tersebut dan tidak menindaklanjuti situasi keluarga tuan rumah secara konsisten. Mereka berkata, "Aku sibuk dengan pekerjaan gereja setiap hari; bagaimana mungkin aku punya waktu untuk mengunjungi mereka? Selain itu, ada banyak pekerjaan lain, dan ini juga cukup berbahaya. Melakukan pekerjaan kami tidaklah mudah!" Mereka terus-menerus menekankan alasan objektif, tetapi mereka tidak mau memenuhi tanggung jawab mereka sendiri. Menurut engkau semua, apakah pernyataan mereka ini dapat diterima? (Tidak.) Mengapa tidak? (Sebenarnya, melakukan pekerjaan ini tidak membutuhkan terlalu banyak waktu dan energi para pemimpin dan pekerja. Ketika mereka sedang berada di luar, mereka bisa sambil mengunjungi para personel. Jika mereka tidak punya waktu, mereka juga bisa mengatur agar saudara-saudari yang berada di dekat lokasi tersebut pergi berkunjung.) Jika para pemimpin dan pekerja ingin melaksanakan pekerjaan ini dengan baik, bahkan jika mereka sedikit disibukkan oleh pekerjaan utamanya, mereka akan tetap meluangkan waktu untuk memusatkan perhatian pada pekerjaan ini. Jika mereka tidak punya waktu untuk pergi sendiri, mereka dapat mengutus orang lain untuk pergi. Entah mereka mengutus orang lain atau pergi sendiri, pada akhirnya, pekerjaan ini termasuk dalam lingkup tanggung jawab para pemimpin dan pekerja. Melaksanakan pekerjaan ini dengan baik adalah tanggung jawab penting bagi para pemimpin dan pekerja, dan ini tidak boleh diabaikan. Jika pemimpin dan pekerja terlalu sibuk dan tidak punya waktu, serta mereka juga tidak mengutus orang lain untuk pergi, tidak ada seorang pun yang akan menangani masalah ini. Jika terjadi kesalahan, ini akan menjadi kelalaian tanggung jawab dari pihak pemimpin dan pekerja. Agar para personel yang melaksanakan tugas penting tidak terganggu oleh dunia luar, para pemimpin dan pekerja harus mempertimbangkan semua aspek masalah, menjamin semaksimal mungkin bahwa para personel dapat melaksanakan tugas dengan tenang dan melakukan pekerjaan yang ada secara teratur. Jika personel kerja yang penting terlindungi dengan baik, ini sama dengan melindungi pekerjaan penting itu sendiri. Ketika personel kerja yang penting dapat bekerja dengan normal, pekerjaan penting juga dapat berjalan dengan teratur. Oleh karena itu, sebenarnya tujuan para pemimpin dan pekerja melindungi personel kerja yang penting adalah untuk menjaga setiap bagian penting dari pekerjaan. Jika beberapa pemimpin dan pekerja berkata, "Engkau melaksanakan tugas penting dan aku diminta untuk melindungimu, tetapi posisiku adalah pemimpin, dan aku pun tidak aman. Aku bahkan tidak bisa menjamin keselamatanku sendiri, jadi bagaimana bisa aku melindungi kalian?" Apakah pernyataan ini tepat? (Tidak.) Pemahaman macam apa yang dimiliki pemimpin dan pekerja tersebut? (Pemahaman mereka buruk; orang seperti ini egois dan cenderung menyimpang.) Mereka adalah orang yang cenderung menyimpang. Apakah orang yang cenderung menyimpang itu tidak memiliki rasionalitas? (Ya.) Jika saudara-saudari ini tidak melaksanakan tugasnya di rumah Tuhan, tetapi malah bekerja dan menjalani kehidupan mereka di dunia, apakah mereka masih perlu dilindungi? Justru karena mereka melaksanakan pekerjaan gereja serta tugas penting di rumah Tuhan, dan karena jika mereka ditangkap, mereka mungkin akan dijatuhi hukuman penjara atau dipukuli hingga cedera atau cacat, yang akan sangat memengaruhi pekerjaan gereja, maka personel kerja yang penting harus dilindungi dengan baik. Hanya dengan cara inilah pekerjaan gereja dapat berjalan secara teratur. Jika mereka berada di sejumlah negara demokratis yang memiliki kebebasan beragama dan orang-yang orang percaya kepada Tuhan tidak dianiaya, pekerjaan ini menjadi sederhana bagi para pemimpin dan pekerja. Pada dasarnya, mereka hanya perlu mencari rumah yang cocok dan mengatur penempatan dengan tepat bagi personel yang melaksanakan tugas, sesuai dengan hukum dan peraturan setempat. Paling-paling, mereka hanya perlu menanyakan bagaimana kehidupan sehari-hari para personel baru-baru ini dan apakah lingkungan tempat tinggalnya melanggar peraturan pemerintah. Jika ada pelanggaran, penting untuk menjelaskan apa masalahnya, serta bagaimana hal tersebut harus diperbaiki dan diselesaikan. Jika tidak ada pelanggaran, tetapi pemerintah membuat masalah, atau orang jahat atau orang tidak dikenal menyebabkan gangguan, mereka perlu berkonsultasi dengan pengacara untuk menangani hal-hal ini dengan tepat. Di beberapa negara yang bebas dan demokratis, paling-paling hanya pekerjaan seperti inilah yang diperlukan. Namun, di negara diktator yang tidak memiliki kebebasan beragama, persyaratan untuk lingkungan dan kondisi keluarga tuan rumah harus lebih ketat, dan ada lebih banyak pekerjaan—serta pekerjaan yang lebih terperinci—yang perlu dilakukan terkait keamanan. Tentu saja, tingkat kesulitan pekerjaan semacam ini juga lebih besar. Dalam pekerjaan melindungi personel kerja yang penting dari gangguan dunia luar, jika setiap aspek lingkungan telah dipertimbangkan secara menyeluruh, gangguan yang berasal dari lingkungan akan relatif berkurang. Jika lingkungan eksternal dan internal telah sepenuhnya dipertimbangkan, jalan yang realistis dan memungkinkan dapat ditemukan. Dengan cara ini, lingkungan dapat ditingkatkan sampai taraf tertentu, dan gangguan dapat dikurangi. Cara ini relatif tepat.
Menjaga Keamanan Personel yang Melakukan Pekerjaan Penting
I. Cara Menjamin Keamanan Umat Pilihan Tuhan di Negara-Negara di mana Iman Mengalami Penganiayaan
Tanggung jawab para pemimpin dan pekerja yang kelima belas adalah, pertama-tama, melindungi personel yang melakukan pekerjaan penting dengan melindungi mereka dari gangguan dunia luar; selain itu, para pemimpin dan pekerja juga harus menjaga keamanan orang-orang ini. Tuntutan untuk menjaga keamanan mereka jauh lebih ketat. Mari kita lihat terlebih dahulu aspek-aspek apa saja yang berkaitan dengan keamanan—masalah-masalah keamanan apa saja yang dapat engkau semua pikirkan? Untuk memastikan keamanan mereka yang melaksanakan tugas penting, adalah perlu sekali untuk terlebih dahulu menjamin bahwa mereka tidak dipengaruhi oleh gangguan dari dunia luar—inilah yang paling minimal harus dicapai, dan hanya atas dasar inilah keamanan mereka pada akhirnya dapat dipastikan. Keamanan yang sedang kita bahas di sini berarti mampu menjamin bahwa mereka yang sedang melaksanakan tugasnya tidak diganggu atau ditangkap dan dapat melaksanakan tugas mereka secara normal. Sesederhana itu. Jika para pemimpin dan pekerja tidak dapat menjamin bahwa mereka yang sedang melaksanakan tugasnya akan dilindungi dari gangguan dan penangkapan, maka tidak mungkin memastikan keamanan mereka. Pikirkanlah—apa yang harus diperhatikan oleh para pemimpin dan pekerja untuk memastikan keamanan personel yang melakukan pekerjaan penting? Pertama, mereka harus mengatur agar personel yang melakukan pekerjaan penting ditempatkan di lokasi yang sesuai. Apa yang dimaksud dengan lokasi yang sesuai? Lokasi tersebut harus memenuhi setidaknya dua syarat. Pertama, lokasi tersebut harus bebas dari gangguan apa pun dari lingkungan. Kedua, lokasi tersebut tidak boleh menarik perhatian; hanya sedikit saudara-saudari setempat yang tahu bahwa keluarga ini percaya kepada Tuhan dan menampung orang lain di rumahnya, sementara tidak ada orang lain yang mengetahuinya. Hanya tempat seperti itulah yang cocok untuk menampung mereka yang melaksanakan tugas-tugas penting. Setelah personel yang melakukan pekerjaan penting ini pindah ke rumah tersebut, informasi pribadi seperti nama dan tempat asal setiap orang, serta situasi spesifik seperti jenis pekerjaan gereja yang mereka lakukan dan apakah mereka pernah ditangkap sebelumnya atau dicari oleh pemerintah, tidak boleh diungkapkan begitu saja kepada orang lain. Makin sedikit orang yang tahu, makin baik. Karena tingkat pertumbuhan orang terlalu kecil dan tidak pasti apakah mereka mampu tetap teguh jika mereka ditangkap dan dipenjara, mereka harus memiliki kesadaran diri dan menahan diri untuk tidak sembarangan menanyakan informasi pribadi saudara-saudari, untuk menghindari agar tidak mendatangkan masalah bagi diri mereka sendiri di kemudian hari. Prinsip-prinsip dan hikmat dalam hal ini harus sering dipersekutukan sehingga setiap orang memahaminya. Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi pekerjaan rumah Tuhan, tetapi juga bermanfaat bagi setiap orang. Oleh karena itu, para pemimpin dan pekerja harus menginstruksikan saudara-saudari dari keluarga yang menjadi tuan rumah agar menjaga lidah mereka dan tidak mengungkapkan informasi pribadi dari orang-orang yang melaksanakan tugas penting kepada saudara-saudari lainnya atau kepada anggota keluarga mereka yang bukan orang percaya. Apakah pekerjaan ini perlu dilakukan? (Ya.) Ada saudara-saudari dari keluarga yang menjadi tuan rumah yang tidak mampu menjaga lidah mereka. Contohnya, seseorang menampung beberapa pemimpin dan pekerja di rumahnya, dan dia mulai mengetahui situasi pribadi orang-orang ini, latar belakang keluarga, dan tugas yang sedang mereka laksanakan. Kemudian, dia berkata kepada anak-anaknya, "Lihat, dia seusia denganmu. Dia telah percaya kepada Tuhan selama sepuluh tahun dan bahkan berhenti dari pekerjaannya untuk melaksanakan tugasnya. Dahulu dia bekerja di sebuah departemen pemerintah di kota anu, dengan penghasilan puluhan ribu yuan per tahun!" Engkau dapat melihat seolah-olah dia hanya mengobrol dengan santai, dia mengungkapkan situasi orang-orang yang melaksanakan tugas penting ini kepada anggota keluarga mereka yang bukan orang percaya. Bahkan ada orang-orang yang, ketika menampung saudara-saudari yang sebelumnya pernah ditangkap dan dipenjara, memberi tahu anggota keluarga mereka, "Lihat, mereka telah dipenjara selama bertahun-tahun dan tidak pernah berubah menjadi Yudas. Setelah dibebaskan, mereka terus melaksanakan tugas mereka. Sekarang pemerintah ingin menangkap mereka lagi, jadi mereka tidak bisa pulang ke rumah untuk berkumpul kembali dengan keluarga mereka, tetapi mereka tidak bersikap negatif. Lihat betapa besarnya iman mereka. Mengapa kau tidak bisa percaya dengan benar?" Dengan demikian, mereka dengan seenaknya mengungkapkan informasi penting tentang saudara-saudari tersebut melalui metode mengajar anak-anak mereka. Apakah ini dapat menimbulkan masalah di kemudian hati? (Ya.) Apakah ini masalah? (Ya.) Tidak menjadi masalah jika tidak terjadi apa-apa karena hal ini; tetapi begitu si naga merah yang sangat besar melakukan penangkapan, anggota keluarga mereka yang bukan orang percaya adalah yang pertama keluar dan melaporkan saudara-saudari: "Pak Polisi! Si Anu adalah seorang pemimpin—dialah yang kaucari." Orang yang dikhianati itu kemudian ditangkap oleh si naga merah yang sangat besar dan dipukuli hingga nyaris tewas, meninggalkan pertanyaan tentang apakah dia akan dapat terus melaksanakan tugasnya atau menjalani kehidupan normal. Inilah akibat dari pengkhianatan. Bukankah ini disebabkan oleh ucapan tuan rumah yang sembarangan? (Ya.) Jika personel yang melakukan pekerjaan penting terpapar pada risiko keamanan seperti itu, bukankah itu berarti para pemimpin dan pekerja belum melakukan pekerjaan mereka secara menyeluruh? (Ya.) Tuan rumah itu berpikir, "Anggota keluarga kami semuanya adalah orang yang baik; mereka tidak akan mengkhianatimu. Mereka mendukung kepercayaan kepada Tuhan—mereka bahkan membeli sayuran dan daging saat kalian datang!" Mereka memperlakukan anggota keluarga mereka yang bukan orang percaya seolah-olah mereka adalah saudara-saudari, tidak dapat melihat dengan jelas apa yang mampu dilakukan keluarga mereka atau seberapa berat konsekuensinya jika mereka mengkhianati saudara-saudari tersebut. Mereka juga sangat ingin tahu tentang situasi saudara-saudari tersebut, dan bertanya, "Sudah berapa tahun kau melaksanakan tugas ini? Pernahkah kau melaksanakan tugas yang berbahaya? Apakah kau terkenal di daerah setempat sebagai orang yang percaya kepada Tuhan? Pernahkah kau ditangkap?" Khususnya jika menyangkut mereka yang sedang dicari polisi atau memiliki catatan kriminal karena kepercayaan mereka kepada Tuhan dan memberitakan Injil di daerah atau negara lain, tuan rumah selalu menanyakan tentang informasi mereka, bertanya, "Kau sedang dicari polisi? Apakah surat perintah setempat, surat perintah provinsi, atau surat perintah nasional?" "Kau punya catatan kriminal—sudah berapa kali kau ditangkap? Selama berapa tahun kau dijatuhi hukuman penjara?" Mereka menanyakan hal-hal ini dengan sangat terperinci. Saudara-saudari yang tinggal di rumah mereka melihat bahwa mereka cukup antusias ketika menjadi tuan rumah dan bahwa mereka bukan orang-orang yang jahat. Jika saudara-saudari tidak memberitahukan informasi ini, mereka merasa itu mungkin kelihatan tidak sopan, yang menempatkan mereka dalam posisi sulit. Ada orang-orang yang merasa terpaksa mengatakan beberapa hal, dan setelah berbicara, terkadang hal itu pasti akan menimbulkan konsekuensi yang serius. Oleh karena itu, para pemimpin dan pekerja harus langsung menginstruksikan tuan rumah, "Ada beberapa aturan yang harus kauikuti saat menampung saudara-saudari di rumahmu. Jangan mencari tahu atau mengajukan pertanyaan tanpa mempertimbangkan akibatnya—mengetahui terlalu banyak tentang mereka tidak akan bermanfaat bagimu. Jika sesuatu terjadi dan kau tidak sanggup menanggung siksaan, kau mungkin akhirnya berubah menjadi Yudas. Karena itu, informasi yang telah kauketahui dan pahami pada dasarnya membuka jalan bagimu untuk menjadi Yudas. Jika itu terjadi, kau akan menyesal seumur hidup, dan kau pada akhirnya akan menghadapi hukuman. Jika kau tidak mengetahui rincian-rincian ini, kau tidak akan menjadi Yudas. Jadi, kau sama sekali tidak boleh bertanya atau berusaha mengetahui hal-hal ini. Ketidaktahuan akan melindungimu dan tidak memengaruhi tugasmu sebagai tuan rumah ataupun upayamu untuk memperoleh kebenaran dalam kepercayaanmu kepada Tuhan. Lebih baik jika kau tidak tahu. Kau sudah jelas bahwa saudara-saudari ini berada di sini untuk melaksanakan tugas mereka dan bahwa mereka bukan orang-orang yang jahat, jadi tidak perlu bertanya lebih jauh. Melaksanakan tugasmu untuk menampung mereka adalah yang terpenting, dan menjamin keamanan mereka sudah cukup." Inilah bagian dari pekerjaan yang harus dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja. Selain itu, orang-orang percaya setempat yang tidak memiliki dasar dalam iman mereka dan hanya sekadar menyebut diri orang percaya, mereka yang cerewet dan cenderung suka bertanya, mereka yang menjaga hubungan dekat dengan personel pemerintah, dan mereka yang langsung bersembunyi seperti kura-kura yang menyembunyikan kepala mereka ke dalam tempurung ketika masalah muncul—dan yang bahkan dapat mengkhianati gereja dan berubah menjadi Yudas—sama sekali tidak boleh diizinkan untuk mengetahui bahwa keluarga itu menampung saudara-saudari di rumahnya. Jika beberapa saudara-saudari dibutuhkan untuk membantu dengan pekerjaan menampung personel yang melakukan pekerjaan penting di rumah mereka, hanya orang-orang yang memiliki dasar dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan dan yang memiliki hikmat yang harus dipilih untuk bekerja sama. Mereka yang tidak memiliki dasar atau hikmat sama sekali tidak sesuai. Jadi, bagaimana tepatnya cara bantuan harus diberikan? Saudara-saudari dari keluarga tuan rumah berfokus pada menjadi tuan rumah di rumah mereka, sementara saudara-saudari setempat yang memiliki hikmat dan iman membantu dari luar dengan menyediakan perlindungan dan menjaga lingkungan. Mereka harus bergaul dengan orang-orang yang berpengaruh, tetap mengikuti perkembangan tentang kebijakan pemerintah, tren, dan tindakan yang mungkin akan diambil pemerintah, dan segera memberi tahu saudara-saudari dari keluarga tuan rumah. Dengan demikian, jika pemerintah memulai operasi penangkapan, tindakan pencegahan dapat segera dilakukan, dan masih ada waktu untuk evakuasi dan relokasi, atau penyembunyian, sehingga menghindari bahaya apa pun. Hanya dengan cara seperti ini, barulah keamanan mereka yang melaksanakan tugas penting pada dasarnya dapat terjamin. Singkatnya, tidaklah baik bagi para pemimpin dan pekerja untuk memperlakukan pekerjaan ini dengan pola pikir yang sederhana; berpikir secara kompleks dalam hal ini selalu lebih baik daripada berpikir secara sederhana, karena masalah keamanan tidak boleh diabaikan—jika terjadi masalah, itu tidak akan menjadi masalah kecil!
Ada pula situasi-situasi spesifik yang perlu diperhatikan dalam pekerjaan untuk memastikan keamanan personel yang melakukan pekerjaan penting. Ada orang-orang yang melaksanakan tugas yang berisiko, seperti mengangkut buku-buku firman Tuhan, atau mengantarkan instruksi kerja atau menangani buntut peristiwa yang terjadi di area-area yang berbahaya. Mereka yang melakukan pekerjaan berbahaya tersebut tidak boleh tinggal bersama dengan orang-orang yang melaksanakan tugas penting, mereka juga tidak boleh tahu di mana orang-orang tersebut tinggal atau keluarga mana yang menampung mereka di rumahnya. Ini karena mereka yang melakukan pekerjaan berbahaya dapat berisiko dilacak dan ditangkap kapan saja. Jika mereka ditangkap dan disiksa, mereka dapat mengkhianati gereja, yang kemudian akan melibatkan orang-orang yang melaksanakan tugas-tugas penting dan keluarga tuan rumah. Bukankah ini berkaitan dengan masalah keamanan? Jika beberapa personel yang melaksanakan tugas-tugas penting keluar untuk menangani masalah dan telah sepakat untuk kembali dalam waktu tiga hari, tetapi mereka belum kembali setelah tiga hari, apakah menurut engkau semua situasi ini berbahaya? Haruskah personel lain yang melaksanakan tugas mereka mengungsi? (Ya.) Dalam kasus seperti itu, engkau harus segera mengungsi; tidak boleh ada penundaan dan tidak boleh mengambil risiko—mereka tidak boleh memiliki pola pikir mengandalkan keberuntungan. Ada orang-orang yang malas, merasa itu menyusahkan, dan enggan untuk mengungsi, berkata, "Apa salahnya menunggu sehari lagi? Mungkin mereka hanya terlambat karena ada situasi tertentu." Menunggu sehari lagi hanya akan menambah bahaya. Jika engkau mengungsi dan tidak terjadi apa pun, engkau selalu dapat kembali, dan itu bukan kesalahan. Namun, jika engkau tidak mengungsi dan menunggu sehari lagi, bisa saja terjadi insiden, dan saat itu terjadi, sudah terlambat untuk menyesal. Oleh karena itu, jika saudara-saudari yang pergi untuk menangani masalah tidak kembali dalam waktu yang telah disepakati, kemungkinan telah terjadi masalah. Untuk berjaga-jaga terhadap segala kemungkinan, saudara-saudari yang bersangkutan harus segera mengungsi dan pindah ke tempat yang relatif aman. Begitu menemukan sebuah lokasi yang sesuai, mereka dapat melanjutkan pelaksanaan tugas mereka seperti biasa, tanpa menjadi terlambat. Situasi lainnya adalah ketika orang di gereja setempat yang bertanggung jawab untuk mengatur penempatan saudara-saudari yang sedang melaksanakan tugas mereka ditangkap oleh si naga merah yang sangat besar. Apa yang harus dilakukan dalam kasus seperti itu? (Segera pindahkan personel yang melakukan pekerjaan penting.) Prioritas pertama bagi para pemimpin dan pekerja adalah segera memindahkan personel yang melakukan pekerjaan penting ini ke tempat yang relatif aman. Yang paling penting, keamanan mereka harus terjamin. Mereka tidak boleh terpapar risiko apa pun. Setelah memindahkan mereka, pekerjaan selanjutnya dapat dilakukan. Ada orang-orang bingung yang selalu memiliki pola pikir mengandalkan keberuntungan, "Si Anu ditangkap, tetapi tidak menjadi masalah; iman mereka cukup kuat, dan mereka selalu sangat kuat dalam keadaan yang buruk. Mereka sama sekali tidak akan pernah melakukan pengkhianatan. Jadi, aku dapat menjamin pasti tidak ada bahaya—tidak perlu ada yang pindah." Benarkah perkataan ini? (Tidak.) Ada juga orang-orang yang berkata, "Sekalipun mereka melakukan pengkhianatan, mereka akan bersikap selektif tentang hal itu—mereka hanya akan membocorkan informasi tentang hal-hal yang tidak penting, yang pasti tidak akan memengaruhi keamanan kalian." Benarkah perkataan ini? (Tidak.) Perkataan ini tidak masuk akal! Dapatkah orang-orang melihat orang lain dengan jelas? Sekalipun orang yang dimaksud memiliki tingkat pertumbuhan, kita harus menghindarkan diri berbicara terlalu percaya diri, karena tak seorang pun mampu menanggung akibatnya jika memang terjadi masalah. Pekerjaan apa lagi yang diperlukan untuk melindungi keamanan personel yang sedang melaksanakan tugas penting? Ketika mereka memulai tugas mereka, para pemimpin dan pekerja harus mempersekutukan dengan jelas prinsip-prinsip kebenaran yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas mereka, serta prinsip-prinsip dan hikmat mana yang harus diterapkan ketika situasi muncul. Selain itu, ketika para personel ini pergi keluar untuk melaksanakan tugas mereka, para pemimpin dan pekerja harus menugaskan satu atau dua orang yang memiliki pengalaman dan hikmat di tengah masyarakat untuk bekerja sama dengan para personel ini. Hanya pendekatan inilah yang aman dan dapat diandalkan. Di satu sisi, melakukan penerapan dengan cara seperti ini dapat melindungi keamanan pribadi mereka. Di sisi lain, itu dapat membantu para personel menyelesaikan beberapa masalah yang tidak mampu mereka selesaikan sendiri. Ini akan mencegah masalah tertentu dan menjamin bahwa mereka yang pergi keluar untuk melaksanakan tugas mereka dapat melakukan pekerjaan mereka secara normal. Bagi para pemimpin dan pekerja, menjamin keamanan para personel yang sedang melaksanakan tugas mereka adalah bagian dari pekerjaan yang sangat penting, terutama di negara-negara tanpa kebebasan beragama. Untuk melaksanakan tugas gereja dengan baik, prioritas pertama adalah menjamin keamanan personel yang melaksanakan tugasnya, baik mereka akan melaksanakan tugasnya di dalam daerah setempat maupun di luar daerah setempat. Hanya pemimpin dan pekerja yang mampu melakukan pekerjaan keamanan dengan baik yang layak untuk dipakai Tuhan. Mereka yang tidak mampu melakukan pekerjaan ini adalah orang-orang yang kemanusiaannya belum dewasa, dan yang tidak memiliki wawasan serta hikmat. Akan sulit bagi mereka untuk menjadi layak dipakai Tuhan.
II. Cara Menjamin Keamanan Umat Pilihan Tuhan di Berbagai Negara di Luar Negeri
A. Memproses Status Hukum Umat Pilihan Tuhan
Dalam melaksanakan tugas gereja di berbagai negara di luar negeri, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengatur penempatan yang tepat bagi personel yang melaksanakan tugasnya, menjamin keamanan mereka agar mereka dapat melaksanakan tugasnya secara normal. Hal penting lainnya adalah menangani masalah status hukum, yang harus segera dilakukan begitu umat pilihan Tuhan tiba di negara baru. Tanpa status hukum atau jika status mereka tidak sah, selalu ada risiko deportasi, sebaik apa pun lingkungan tempat tinggal mereka. Orang-orang yang statusnya tidak sah dianggap penduduk ilegal, dan keamanan orang-orang ini terancam; tanpa keamanan mereka dijamin, mereka tidak dapat melaksanakan tugas mereka untuk waktu yang lama. Oleh karena itu, di luar negeri, mengatur penempatan yang tepat bagi personel yang melaksanakan tugasnya adalah tugas pertama bagi para pemimpin dan pekerja. Begitu penempatan mereka diatur dengan tepat, langkah selanjutnya adalah mereka diatur untuk mulai memproses status hukum mereka. Di negara mana pun, setidaknya, tujuan memproses status hukum seharusnya adalah agar memungkinkan saudara-saudari untuk tinggal di sana secara sah. Ini juga merupakan bagian dari pekerjaan yang penting untuk memastikan keamanan personel yang melakukan pekerjaan penting. Untuk memperoleh tempat tinggal resmi, persyaratan pertama adalah status orang tersebut harus sah; dia tidak boleh tinggal di suatu tempat secara ilegal. Para pemimpin dan pekerja harus berusaha semaksimal mungkin untuk mengatur penempatan bagi saudara-saudari berdasarkan peraturan pemerintah mengenai tempat tinggal resmi. Para pemimpin dan pekerja dapat terlibat langsung dalam pekerjaan penempatan ini atau menindaklanjutinya. Jika ada hal-hal yang tidak dapat mereka pahami, mereka harus segera mencari bantuan dari para pemimpin dan pekerja tingkat atas. Jika tidak ada keadaan khusus, mereka harus melakukan penerapan berdasarkan aturan-aturan gereja sebelumnya. Para pemimpin dan pekerja harus menanyakan dari waktu ke waktu, dan jika mereka mengetahui bahwa seseorang memiliki masalah dengan status hukumnya atau keadaan khusus apa pun, mereka harus mengatur personel yang menangani urusan eksternal untuk menyelesaikan masalah pemrosesan status hukum umat pilihan Tuhan. Tentu saja, langkah pertama adalah mencari beberapa pengacara khusus untuk menangani pemrosesan status. Dalam mempekerjakan pengacara, tindakan pencegahan harus diambil untuk menghindari penipuan—pengacara palsu atau mereka yang tidak memiliki spesialisasi dalam pemrosesan status hukum tidak boleh dipekerjakan. Para pemimpin dan pekerja harus terlebih dahulu mempertimbangkan aspek-aspek yang berkaitan dengan pemrosesan status hukum ini, dan hal-hal ini harus diatur dengan baik. Pekerjaan ini juga merupakan bagian dari melindungi personel yang melakukan pekerjaan penting dan memastikan keamanan mereka, jadi dalam hal melakukan pekerjaan ini, para pemimpin dan pekerja tidak boleh tinggal diam. Ada orang-orang yang berkata, "Mengatur penempatan bagi personel yang melaksanakan tugasnya adalah pekerjaan rumah Tuhan; kami hanya perlu melakukannya setelah menerima pengaturan langsung dari Yang di Atas. Jika Yang di Atas tidak mengaturnya, kami tidak perlu repot-repot melakukannya, dan sekalipun terjadi masalah, itu tidak ada hubungannya dengan kami. Selain itu, setiap negara memiliki peraturan yang berbeda tentang imigrasi dan status hukum; kami tidak mampu menangani masalah besar seperti itu! Setiap orang harus mengandalkan dirinya sendiri dan berharap yang terbaik—jika mereka dapat tinggal di suatu negara, mereka tinggal; jika tidak, mereka pulang." Apakah perkataan ini benar? (Tidak.) Apa pendapatmu tentang sikap ini? (Itu tidak bertanggung jawab.) Di satu sisi, itu tidak bertanggung jawab; di sisi lain, hal itu merupakan perwujudan pemimpin palsu yang tidak melakukan pekerjaan nyata dan melalaikan tanggung jawab. Bagi para pemimpin dan pekerja, mengatur penempatan bagi personel yang melakukan pekerjaan penting di luar negeri juga merupakan bagian dari pekerjaan yang penting. Begitu penempatan diatur dengan baik untuk mereka dan mereka dapat melaksanakan tugasnya secara normal, langkah selanjutnya yang harus segera dilakukan adalah mengatur personel urusan eksternal untuk memandu mereka dalam memproses status hukum mereka. Terutama ketika situasi khusus muncul selama pemrosesan yang tidak dapat ditangani oleh saudara-saudari, para pemimpin dan pekerja harus memikirkan cara untuk menemukan solusi, dan tidak mengabaikan masalah tersebut. Jika ada masalah dengan pemrosesan status hukum, itu bukan masalah sepele dan harus ditangani dan diselesaikan sedini dan secepat mungkin. Jangan menunda—apa yang dapat dilakukan hari ini tidak boleh ditunda sampai besok; menundanya sampai besok dapat mengakibatkan konsekuensi mengerikan yang tak terbayangkan. Jika para pemimpin dan pekerja alpa dan lalai dalam tanggung jawab mereka, tidak memberikan urgensi pada masalah tersebut dan menunda waktu terbaik untuk memproses status hukum, sehingga menyebabkan personel yang melaksanakan tugasnya tidak dapat melaksanakannya secara normal, siapa yang bertanggung jawab? Orang-orang ini mengajukan permohonan mereka kepada para pemimpin gereja dan personel pemrosesan, serta para pemimpin dan pekerja mengetahui hal ini, tetapi karena mereka tidak menganggap serius masalah ini atau mencari alasan untuk tidak menanganinya, pemrosesan status hukum dari beberapa personel yang melakukan pekerjaan penting menjadi tertunda, yang memengaruhi beberapa bagian penting dari pekerjaan gereja hingga taraf tertentu. Jadi, menurut engkau semua, siapa yang harus bertanggung jawab di sini? (Para pemimpin dan pekerja.) Rumah Tuhan telah berulang kali menekankan hal ini. Bukannya para pemimpin dan pekerja tidak tahu tentang hal itu, atau tidak diberi tahu atau tidak mengerti; melainkan, mereka tahu tentang hal itu tetapi tidak menganggapnya serius. Selama itu tidak menyangkut masalah mereka sendiri, selama itu adalah masalah orang lain, mereka menundanya sebisa mungkin, pada akhirnya masalah penting seperti pemrosesan status hukum umat pilihan Tuhan pun menjadi tertunda. Ketika konsekuensi muncul, para pemimpin dan pekerja harus bertanggung jawab. Tanggung jawab ini bukan hanya bicara—jika itu memengaruhi pekerjaan gereja, khususnya pekerjaan penting rumah Tuhan, para pemimpin dan pekerja akan memikul tanggung jawab yang sangat besar. Setidaknya, mereka akan disalahkan oleh Tuhan, itu akan menjadi sebuah pelanggaran—itulah konsekuensinya. Jika itu adalah sesuatu yang menjadi tanggung jawabmu untuk dilakukan, sesuatu yang ada dalam lingkup tanggung jawabmu, dan engkau tidak melakukannya atau mengabaikannya, atau menundanya karena alasan pribadi tertentu, engkau harus memikul tanggung jawab tersebut. Ada orang-orang yang berkata, "Aku tidak tahu bagaimana cara menyelesaikannya; aku tidak memiliki jalan ke depan." Namun, apakah engkau menganggapnya serius dan mencari bantuan dari para pemimpin dan pekerja tingkat atas sesegera mungkin? Beberapa orang lain berkata mereka lupa tentang hal itu karena mereka sibuk dengan pekerjaan lain. Sekalipun mereka benar-benar lupa tentang hal itu karena sibuk, bagaimana mereka bisa terus melupakannya setelah seseorang mengemukakan masalah tersebut kepada mereka dan mengingatkan mereka berulang kali? Masalah apa yang ditunjukkan oleh hal ini? (Mereka tidak peduli dengan pemrosesan status hukum saudara-saudari; mereka sama sekali tidak memiliki rasa terbeban.) Fakta bahwa mereka dapat melupakan masalah yang begitu penting menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki rasa tanggung jawab dan tidak dapat dipercaya. Engkau bisa melupakan pemrosesan status hukum umat pilihan Tuhan yang sangat penting—akankah engkau melupakan pemrosesan status hukummu sendiri? Jika engkau tidak bisa melupakan masalahmu sendiri, tetapi bisa melupakan masalah orang lain, itu membuktikan bahwa engkau memiliki karakter yang buruk, tidak memiliki kasih, dan egois serta hina. Engkau telah menyelesaikan pemrosesan status hukummu sendiri, tetapi engkau memperlakukan pemrosesan status hukum saudara-saudari sebagai hal yang biasa dan sepele—atau bahkan sama sekali mengabaikannya—dan akhirnya menunda pemrosesan status hukum mereka, masalah yang penting ini. Dapatkah engkau memikul tanggung jawab itu? Bukankah para pemimpin dan pekerja semacam itu sama sekali tidak berhati nurani dan tidak bernalar? Mereka sangat egois dan hina! Mereka hanya peduli pada diri mereka sendiri dan mengabaikan orang lain—masalah apa yang ditunjukkan oleh hal ini? Bukankah mereka pemimpin palsu? (Ya.) Dengan demikian, esensi masalah mereka tersingkap sepenuhnya. Mereka sama sekali tidak mau mengurus pemrosesan status hukum saudara-saudari; mereka merasa itu menyusahkan. Dalam hatinya mereka berpikir, "Apa hubungannya pemrosesan status hukum saudara-saudari denganku?" Sikap seperti inilah yang mereka gunakan ketika menyikapi masalah pemrosesan status hukum saudara-saudari, yang pada akhirnya menunda hal penting ini, memengaruhi pelaksanaan tugas saudara-saudari, dan memengaruhi pekerjaan gereja. Apakah menurutmu pemimpin palsu seperti itu pantas dihukum? (Ya.) Mereka harus diminta pertanggungjawaban karena itu memang disengaja; itu tentu saja bukan penundaan yang tidak disengaja yang disebabkan oleh faktor-faktor objektif. Jika terjadi bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, atau beberapa peristiwa politik besar yang mengganggu transportasi dan komunikasi, sehingga tidak mungkin untuk menangani hal-hal ini, itu dapat dimengerti. Namun, jika tak satu pun dari peristiwa-peristiwa ini terjadi, dan mereka tetap lupa atau melalaikan pemrosesan status hukum saudara-saudari, sehingga menunda hal yang sangat penting—status hukum orang-orang ini—itu artinya pemimpin atau pekerja semacam itu lalai dalam tanggung jawabnya. Mereka akan disalahkan dan diminta pertanggungjawaban. Apakah engkau mengerti? (Ya.) Karena engkau adalah pemimpin atau pekerja, engkau memiliki tanggung jawab untuk melakukan pekerjaan yang seharusnya kaulakukan. Untuk segala sesuatu yang berada dalam lingkup tanggung jawabmu, engkau harus menanganinya dengan baik dan menyelesaikannya berdasarkan tuntutan rumah Tuhan. Namun, jika engkau dengan sengaja tidak melakukannya, atau menundanya, ini adalah kelalaian terhadap tanggung jawabmu, dan kelalaian ini adalah sebuah pelanggaran. Jika engkau dengan sengaja menunda suatu hal dan tidak menanganinya, kegagalanmu pada akhirnya akan menjadi pelanggaran, dan engkau akan disalahkan oleh Tuhan. Engkau akan diminta pertanggungjawaban atas hal ini.
Di luar negeri, jika ada masalah tertentu dengan status hukum umat pilihan Tuhan, atau jika tetangga mereka atau orang tak dikenal mengeluh tentang mereka atau melaporkannya, mereka mungkin menghadapi bahaya dideportasi. Bisa juga terjadi bahwa ada umat pilihan Tuhan di luar negeri yang ditahan dan dihukum atau ditangkap dan dipenjarakan oleh pemerintah negara tertentu atas tuduhan yang dibuat-buat. Apa pun situasinya, ketika para pemimpin dan pekerja mengetahuinya, mereka seharusnya tidak bertindak seperti kura-kura yang bersembunyi di dalam tempurung; mereka harus menangani masalah ini sesegera mungkin, dengan tujuan akhirnya adalah untuk memastikan keamanan saudara-saudari, tidak membiarkan mereka jatuh ke tangan orang-orang jahat. Jika para pemimpin dan pekerja hanya peduli tentang mengatur pekerjaan gereja, tetapi tidak memperhatikan masalah pemrosesan status hukum saudara-saudari, yang mengakibatkan saudara-saudari ditangkap atau dideportasi karena tidak memiliki status hukum, apa akibatnya? Bukankah para pemimpin dan pekerja semacam itu telah merusak kesempatan saudara-saudari untuk melaksanakan tugas mereka? Bukankah ini berdampak langsung pada pekerjaan gereja? Karena itu, natur masalah ini cukup serius. Jika para pemimpin dan pekerja belum pernah menangani masalah ini sebelumnya, mereka dapat mencari di antara saudara-saudari seseorang yang ahli dalam menangani urusan eksternal untuk berkonsultasi dengan seorang pengacara guna menangani masalah ini, berusaha keras untuk mencapai tujuan melindungi saudara-saudari dan menjaga keamanan personel yang melakukan pekerjaan penting. Ini juga merupakan bagian dari pekerjaan penting yang harus dilakukan para pemimpin dan pekerja di luar negeri; para pemimpin dan pekerja setempat harus berinisiatif untuk menangani masalah ini. Selain menjaga keamanan saudara-saudari setempat, mereka terlebih lagi harus menjaga keamanan saudara-saudari yang datang dari luar negeri; dengan demikian barulah ada jaminan bagi pekerjaan gereja. Inilah tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh para pemimpin dan pekerja di setiap negara terhadap saudara-saudari setempat dan personel yang melakukan pekerjaan penting yang datang dari luar negeri; mereka seharusnya tidak berdiam diri. Beberapa pemimpin dan pekerja berkata, "Mereka adalah saudara-saudari yang datang dari luar negeri, dan kami tidak mengenal mereka; tidak ada hubungan pribadi di antara kami. Mereka diutus oleh rumah Tuhan untuk memberitakan Injil di sini—apa hubungannya itu dengan kami? Masalah ini adalah sesuatu yang mereka timbulkan sendiri; mereka tidak menanyakan situasinya dengan jelas sebelum datang dan tidak menangani hal-hal ini dengan baik. Jika ada sesuatu yang salah, kami tidak bisa campur tangan; siapa yang tahu apa yang akan dilakukan pemerintah terhadap mereka." Mereka hanya menggunakan berbagai alasan untuk mengelak dan menghindar dari masalah ini, dan tidak berusaha mencari cara untuk maju dan menyelesaikannya. Apakah bertindak seperti ini benar? (Tidak.) Mengapa tidak? (Jika para pemimpin dan pekerja tidak maju untuk menyelesaikan masalah-masalah ini, dan sementara itu, saudara-saudari tidak memiliki jalan untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut, maka kesulitan pasti akan muncul. Para pemimpin dan pekerja belum memenuhi tanggung jawab mereka untuk melindungi saudara-saudari—ini adalah kelalaian terhadap tanggung jawab mereka.) Tugas para pemimpin dan pekerja adalah memenuhi setiap tanggung jawab yang seharusnya dipenuhi oleh para pemimpin dan pekerja di rumah Tuhan. Lingkup rumah Tuhan tidak terbatas pada daerah setempat, wilayah setempat, atau negara tertentu; rumah Tuhan tidak memiliki batas negara, tidak memiliki batasan wilayah. Adakah batasan rasial ketika Tuhan memilih orang dan menyelamatkan manusia? (Tidak ada.) Adakah batasan kebangsaan atau wilayah? (Ini pun tidak ada.) Tidak ada. Inilah prinsip yang berdasarkannya Tuhan melakukan pekerjaan-Nya; jadi, prinsip ini adalah kebenaran! Dari negara mana pun saudara-saudari itu berasal, mereka semua percaya kepada satu Tuhan, mengikuti satu Tuhan, dan juga makan dan minum kebenaran yang dipersekutukan dan dibekali oleh satu Tuhan. Mereka mengalami pekerjaan yang dilakukan oleh satu Tuhan itu, dan menyembah satu Tuhan. Apa pun warna kulit atau ras, di rumah Tuhan dan di hadapan Tuhan, mereka adalah satu—mereka adalah satu keluarga. Karena mereka adalah satu keluarga, seharusnya tidak ada perbedaan di antara mereka; seharusnya tidak ada batasan ras atau daerah; seharusnya tidak ada pemisahan seperti "engkau orang Asia, aku orang Eropa", atau "engkau orang kulit putih, aku orang kulit berwarna"—seharusnya tidak ada perbedaan-perbedaan ini. Jika engkau masih membuat perbedaan-perbedaan ini di rumah Tuhan, maka jelaslah bahwa engkau tidak menganggap rumah Tuhan sebagai rumah Tuhan, dan tidak menganggap dirimu sebagai anggota rumah Tuhan. Oleh karena itu, ketika saudara-saudari yang datang dari luar negeri menghadapi masalah seperti deportasi atau penangkapan yang tidak sah, dari mana pun mereka berasal, apa pun kewarganegaraan mereka, atau apa pun warna kulitnya, mereka adalah saudara-saudari—karena mereka adalah saudara-saudari, ketika mereka menghadapi masalah, para pemimpin dan pekerja setempat harus maju dan menangani masalah ini dengan cara yang bertanggung jawab, dan tidak boleh membeda-bedakan orang. Ini sesuai dengan prinsip, sepenuhnya sesuai dengan maksud-maksud Tuhan, dan merupakan kebenaran yang harus orang-orang terapkan.
Saat ini, banyak umat pilihan Tuhan dari Tiongkok yang pergi ke berbagai negara di luar negeri untuk memberitakan Injil dan bersaksi tentang Tuhan. Setelah mereka tiba di negara-negara ini, hal pertama yang harus mereka lakukan adalah mengurus status hukum mereka sebelum mereka dapat bekerja dengan tenang. Memproses status hukum bukanlah hal yang mudah; hal itu memerlukan kerja sama dari orang-orang dari gereja setempat. Para pemimpin gereja-gereja di berbagai negara harus mencari beberapa saudara-saudari yang memahami kebijakan negara mereka dan mengetahui hukum-hukumnya untuk membantu umat pilihan Tuhan dari Tiongkok menyelesaikan masalah pemrosesan status hukum. Menyelesaikan masalah ini sangatlah penting. Para pemimpin dan pekerja dari gereja-gereja di berbagai negara harus berusaha semaksimal mungkin untuk bekerja sama, karena hanya dengan menyelesaikan masalah status hukum orang secara tuntas, barulah pekerjaan gereja dapat berjalan secara normal; jika tidak, pekerjaan gereja akan terpengaruh. Para pemimpin gereja-gereja di berbagai negara harus mempersiapkan orang-orang yang mampu menangani masalah-masalah semacam itu. Melakukan hal ini bermanfaat bagi pekerjaan gereja dan juga merupakan perwujudan dari memikirkan maksud Tuhan. Beberapa pemimpin dan pekerja mungkin berkata, "Kami belum pernah menangani masalah seperti ini, dan kami juga tidak tahu harus berbuat apa." Dalam situasi seperti ini, mereka harus mencari orang yang memahami urusan semacam ini. Di antara umat pilihan Tuhan di setiap negara, ada orang-orang yang berpendidikan dan memiliki pengetahuan, serta ada juga yang memahami hukum dan kebijakan nasional. Bagi mereka, menangani masalah-masalah ini hanya memerlukan sedikit konsultasi untuk menemukan jalan—bukankah demikian? Dalam menangani jenis masalah seperti ini, engkau tidak boleh bersikap pasif dan tidak aktif; jika engkau tidak memahami sesuatu, engkau harus mencari seorang pengacara untuk berkonsultasi. Asalkan pengacara yang relevan ditemukan, tentu saja akan ada jalan. Kita mungkin tidak memahami hal ini, tetapi pengacara akan memahaminya. Memiliki hati yang mencari adalah sikap yang benar; memiliki hati yang mencari adalah perwujudan dari memiliki rasa tanggung jawab. Jika kesulitan tertentu muncul, engkau harus berdoa, mencari, dan bersekutu bersama-sama dengan sehati sepikir, dan setelah menemukan prinsip dan jalan untuk menyelesaikan masalah, engkau harus menyelesaikannya sepenuhnya. Hanya dengan demikianlah pekerjaan gereja dapat berjalan dengan lancar. Jika, ketika menemukan suatu masalah, para pemimpin dan pekerja dapat segera mempelajarinya, menindaklanjutinya, dan menyelesaikannya, bukankah mereka adalah pemimpin dan pekerja yang bertanggung jawab? (Ya.) Para pemimpin dan pekerja semacam itu bukan hanya memiliki rasa tanggung jawab melainkan juga dapat segera menyelesaikan masalah, yang berarti mereka memiliki harapan untuk menjadi pemimpin dan pekerja yang memenuhi standar. Terlepas dari kedalaman pemahaman mereka akan kebenaran, jika mereka berfokus untuk menyelesaikan masalah, mereka akan mampu melakukan pekerjaan nyata. Setidaknya, mereka melakukan lebih sedikit kesalahan atau tidak ada kesalahan; dan sekalipun mereka melakukan beberapa kesalahan, mereka dapat dengan segera memperbaikinya untuk memulihkan beberapa kerugian, yang pada akhirnya mencapai tujuan untuk menjaga pekerjaan rumah Tuhan. Apakah menurut engkau semua memenuhi tanggung jawab ini sulit? (Tidak.) Sebenarnya, itu tidak sulit; itu tergantung pada apakah orang memiliki kesetiaan ketika melaksanakan tugas mereka dan apakah mereka dapat memenuhi tanggung jawab mereka dalam pekerjaan mereka. Engkau hanya perlu berpikir, meluangkan sedikit waktu, dan mengerahkan sedikit tenaga; itu tidak menuntutmu untuk mengeluarkan uang atau mengambil risiko apa pun. Engkau hanya perlu maju untuk membantu menyelesaikan masalah dan menangani hal-hal dengan baik, dan dengan demikian, engkau dapat memenuhi standar. Jadi, ini bukanlah hal yang sulit, dan bagi para pemimpin dan pekerja, ini seharusnya mudah dicapai. Namun, ada orang-orang yang bahkan tidak mampu mencapai sesuatu yang semudah ini, dan sangat jelas bahwa ini bukan karena kurangnya kualitas atau kemampuan, atau karena kondisi atau lingkungan yang tidak memungkinkan, melainkan karena mereka tidak mau melakukannya. Ketika situasi khusus muncul yang melibatkan status hukum atau tempat tinggal personel yang melakukan pekerjaan penting, atau masalah yang berkenaan dengan penempatan mereka, para pemimpin dan pekerja memiliki tanggung jawab untuk melakukan pekerjaan ini. Untuk siapa pun engkau mengatur penempatan, atau apa pun kebangsaan atau ras mereka; yang perlu kaulakukan adalah menerima bahwa ini adalah dari Tuhan. Pekerjaan ini dipercayakan kepadamu oleh Tuhan; ini adalah tanggung jawab dan kewajibanmu, serta misimu. Pekerjaan yang kauterima ini berasal dari Tuhan, bukan berasal dari siapa pun, jadi engkau tidak perlu memusingkan siapa orang-orang yang akan kauatur penempatannya. Ada orang-orang yang mungkin berkata, "Melindungi saudara-saudari setempat dapat diterima, tetapi bukan urusan kami jika saudara-saudari datang dari luar negeri ke sini." Apakah orang yang berkata seperti ini memiliki rasa tanggung jawab atau kemanusiaan? (Tidak.) Mereka menganggap saudara-saudari setempat sebagai saudara-saudari, tetapi tidak menganggap saudara-saudari yang datang dari luar negeri sebagai saudara-saudari—apakah ini benar? (Tidak.) Apakah ini sesuai dengan kebenaran? (Tidak.) Mengapa ini tidak sesuai dengan kebenaran? (Para pemimpin palsu tidak memikirkan maksud-maksud Tuhan; mereka mengabaikan saudara-saudari yang datang dari luar negeri, dan tidak maju untuk menangani masalah ketika masalah muncul—mereka tidak menjaga pekerjaan rumah Tuhan.) Para pemimpin palsu melalaikan tanggung jawab dengan berbagai alasan dan tidak melakukan pekerjaan nyata. Mereka menyatakan bahwa mereka rela mengorbankan diri untuk Tuhan dan bersedia menerapkan kebenaran, tetapi ketika itu benar-benar menyangkut masalah-masalah penting dari pekerjaan gereja, mereka bersembunyi. Ini artinya bersikap tidak bertanggung jawab. Terhadap semua masalah yang berkaitan dengan melindungi keamanan saudara-saudari di luar negeri, para pemimpin dan pekerja harus menanganinya dengan segera, memperlakukannya sebagai tanggung jawab dan tugas yang harus diselesaikan. Mereka tidak seharusnya mencari-cari alasan untuk menghindarinya, atau membiarkan pengabaian mereka terhadap pekerjaan ini memengaruhi kemajuan berbagai bagian dari pekerjaan rumah Tuhan.
B. Membekali Semua Saudara-Saudari dengan Pengetahuan Hukum Dasar
Aspek apa lagi yang dapat engkau semua pikirkan yang berkaitan dengan keamanan saudara-saudari di luar negeri? (Di luar negeri, para pemimpin dan pekerja juga harus membekali semua saudara-saudari dengan pengetahuan hukum dasar agar mereka memiliki kesadaran hukum dan menghindari terlibat dalam aktivitas yang melanggar hukum.) Para pemimpin dan pekerja harus membekali semua saudara-saudari dengan pengetahuan hukum dasar dan pemahaman tentang berbagai peraturan pemerintah. Mereka harus mempelajari lebih banyak tentang bidang-bidang ini dari saudara-saudari setempat di negara tempat mereka berada, seperti kebijakan imigrasi dan kebijakan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, dan kemudian mengatur saudara-saudari untuk mempelajarinya sehingga mereka secara ketat mematuhi peraturan pemerintah nasional dan menahan diri untuk tidak melakukan apa pun yang melanggar hukum. Khususnya, umat pilihan Tuhan dari Tiongkok, yang telah berada di bawah kekuasaan diktator selama bertahun-tahun, tidak memiliki pengetahuan hukum dan tidak memahami pentingnya hukum. Akibatnya, mereka bertindak dengan seenaknya dan ceroboh, seperti orang-orang yang tidak beradab. Ketika mereka datang untuk tinggal di luar negeri, mereka tampak sangat bodoh dan sering melakukan hal-hal yang memperlihatkan kurangnya pemahaman terhadap aturan. Contohnya, di beberapa negara demokrasi di Barat, ketertiban sosial dikelola dengan sangat baik, dengan peraturan yang melarang kebisingan dari pukul 10 malam hingga 8 pagi—suara seperti gonggongan anjing atau gemuruh mesin konstruksi tidak diperbolehkan. Jika ada yang melanggar peraturan ini dan dilaporkan, polisi akan menanganinya. Di Tiongkok daratan, tak ada seorang pun yang mengatur hal-hal ini; di mana pun ada orang yang tinggal, akan ada kebisingan yang tak terkendali, dengan suara musik yang keras, tarian, minuman keras, dan pesta, dan tak ada seorang pun yang menghalangi. Jika ada yang berusaha melakukan sesuatu, mereka mungkin menghadapi pembalasan, jadi orang Tionghoa tidak punya pilihan selain menoleransinya. Negara-negara di Barat berbeda; setiap orang dilindungi oleh hukum. Jika anjingmu sering menggonggong di tengah malam, mengganggu istirahat tetanggamu, mereka akan mengajukan keluhan terhadapmu. Apa yang sedang kaulakukan memengaruhi kehidupan normal orang lain, engkau telah melanggar peraturan hukum—dibenarkan bagi mereka untuk menggunakan hukum sebagai senjata untuk mengajukan keluhan terhadapmu. Ada juga orang-orang yang melanjutkan pekerjaan konstruksi hingga pukul 11 atau 12 malam, sehingga mengganggu istirahat tetangga dan menimbulkan keluhan. Polisi kemudian datang untuk mendenda dan memperingatkan mereka agar tidak membuat kebisingan selama jam-jam yang ditentukan. Ada orang-orang yang bahkan tidak peduli dengan kebersihan lingkungan, membuang sampah sembarangan dan membiarkan sampah berserakan di jalan. Negara-negara demokrasi di Barat sangat tertib. Warga memiliki waktu-waktu tertentu untuk membuang sampah, dan truk sampah datang pada hari-hari yang dijadwalkan untuk mengangkutnya. Setelah pengangkutan, jalan-jalan tetap bersih. Mereka yang tidak memahami hal ini mungkin membuang sampah sembarangan, yang juga dianggap sebagai pelanggaran peraturan. Hal ini berdampak pada kebersihan umum dan penampilan kota, jadi keluhan mungkin diajukan terhadap mereka. Orang-orang Tionghoa, yang tidak mengikuti aturan, sering menerima keluhan saat tinggal di luar negeri. Setelah dilaporkan berkali-kali, mereka memiliki opini tentang orang Barat, berkata, "Orang Barat memang suka mengajukan keluhan; mereka mengajukan keluhan untuk setiap hal kecil," yang Kujawab, "Mereka mengajukan keluhan terhadapmu atas begitu banyak hal, dan engkau tidak merenungkan dirimu sendiri tetapi malah menyalahkan mereka karena mengajukan keluhan. Jadi, bukankah keluhan mereka dibenarkan? Apakah hal-hal yang engkau lakukan benar atau tidak?" Mereka sepenuhnya dibenarkan untuk mengajukan keluhan tersebut; engkau telah mengganggu kepentingan mereka dan memengaruhi kehidupan mereka, jadi mengapa mereka tidak boleh mengajukan keluhan terhadapmu? Ini dilakukan untuk menjaga ketertiban sosial dan menunjukkan bahwa negara ini diatur oleh hukum; semua orang dilindungi oleh hukum, dan hukum di negara ini bukan untuk pamer—semua orang dapat menggunakan hukum sebagai senjata untuk menjaga hak dan kepentingan mereka sendiri. Mereka mengajukan keluhan terhadapmu karena engkau tidak memahami hukum dan telah melanggar peraturan setempat. Engkau seharusnya mempelajari terlebih dahulu peraturan setempat dan bertindak berdasarkan hukum dan peraturan—setelah itu, apakah menurutmu mereka masih akan mengajukan keluhan terhadapmu? (Mereka tidak akan mengajukan keluhan lagi.) Jadi, mengapa orang Tionghoa tidak pernah mengajukan keluhan, seberapa serius pun masalahnya? (Mereka telah ditindas oleh pemerintah terlalu lama. Mereka tidak berani mengajukan keluhan. Orang Tionghoa juga tidak memiliki konsep apa pun untuk membela hak-hak mereka.) Tiongkok bukanlah negara yang diatur oleh hukum. Negara ini tidak diatur berdasarkan hukum. Hukum Tiongkok hanya untuk pamer, dan mengajukan keluhan di sana tidak ada gunanya. Jika engkau mengajukan keluhan, dan pihak lain yang engkau keluhkan memiliki kekuasaan dan pengaruh, mereka mungkin akan menyerangmu. Jika engkau tidak memiliki pengaruh, engkau bahkan tidak akan berani untuk mengajukan keluhan; mengajukan keluhan dapat dengan mudah mendatangkan masalah bagimu. Jadi, ketika orang-orang Tionghoa menghadapi penganiayaan—khususnya dalam kasus di mana seseorang terbunuh—seberapa tidak adilnya pun kematian orang itu, masalahnya diselesaikan secara pribadi jika pelakunya membayar sejumlah uang. Mengapa anggota keluarga korban tidak mengajukan gugatan hukum? Mereka tahu bahwa mereka tidak akan pernah menang; itu akan menghabiskan banyak uang, tetapi mereka tetap tidak akan mendapatkan keadilan, dan pelakunya juga tidak akan diadili, jadi mereka memilih untuk tidak menggugatnya secara hukum dan malah menyelesaikannya secara pribadi. Hukum di Tiongkok hanya untuk pamer; Tiongkok bukanlah negara yang diatur oleh hukum, tanpa tempat untuk mencari keadilan. Mengajukan gugatan hukum tidak ada gunanya. Jadi, apa pun situasi ilegal yang dihadapi orang Tionghoa, mereka tidak berani mengajukan keluhan. Ini karena Partai Komunis hanya melakukan hal-hal buruk, di luar nalar, dan tidak memerintah berdasarkan hukum. Di Tiongkok, selama seseorang adalah orang biasa, seberapa seriusnya pun masalah yang dia hadapi, itu tidak dianggap sebagai masalah yang perlu diperhatikan di mata Partai Komunis—tak seorang pun akan menanganinya. Hal-hal seperti mengganggu istirahat orang lain, atau bahkan kasus pencurian, perampokan, dan pembobolan, sama sekali tidak dianggap sebagai masalah oleh Partai Komunis. Namun, di negara-negara Barat, situasinya berbeda. Negara Barat memiliki sistem demokrasi dan merupakan masyarakat yang diatur oleh hukum; selama istirahat seseorang terganggu, akan ada keluhan yang diajukan, dan polisi akan datang untuk menyelidikinya dan menangani masalah tersebut. Orang-orang Barat memiliki kesadaran hukum ini dan tidak melakukan hal-hal bodoh seperti itu; hanya mereka yang datang dari luar negeri dan tidak memahami aturan yang melakukan hal-hal bodoh ini. Ketika orang-orang Tionghoa pertama kali mulai tinggal di luar negeri, mereka sering menerima keluhan. Seiring berjalannya waktu, mereka mempelajari hukum dan peraturan setempat dan tidak berani lagi melakukan hal-hal yang melanggar hukum atau mengganggu orang lain. Oleh karena itu, para pemimpin dan pekerja harus mengatur saudara-saudari agar mempelajari berbagai hukum dan peraturan negara di mana mereka berada. Apa pun yang ingin mereka lakukan, mereka harus terlebih dahulu mencari nasihat hukum—sekalipun memelihara ayam atau babi di halaman mereka sendiri, mereka harus terlebih dahulu memeriksa peraturan pemerintah. Mereka dapat mencari informasi di internet atau berkonsultasi dengan saudara-saudari setempat dan dengan demikian menemukan jawaban yang akurat. Dalam segala hal di berbagai negara Barat, pemerintahnya memiliki peraturan spesifik. Contohnya, dalam hal konstruksi, ada peraturan tentang harus seberapa tinggi stopkontak listrik dari lantai dan seberapa jauh jarak setiap stopkontak. Ada pula standar spesifik untuk ketebalan pegangan tangga dan lebar langkan tangga. Setiap langkah pembangunan diperiksa oleh personel pemerintah, sehingga jarang terjadi adanya kasus-kasus bangunan yang melanggar aturan-aturan konstruksi atau konstruksi yang tidak mengikuti aturan. Jika penduduk ingin membangun rumah, gudang peralatan, atau gudang penyimpanan kecil di halaman mereka, mereka harus mendapatkan izin pemerintah. Jika mereka ingin memelihara ayam atau bebek, ada peraturan tentang harus seberapa jauh jarak kandang dari lahan tetangga mereka. Sekalipun para pemimpin dan pekerja tidak memahami hukum-hukum dan peraturan ini, jika pekerjaan gereja ada kaitannya dengan hal-hal ini, para pemimpin dan pekerja harus memperhatikannya. Mereka harus terlebih dahulu mencari tahu tentang hukum setempat dan peraturan pemerintah. Menjadi jelas tentang hal-hal ini bermanfaat bagi pelaksanaan tugas kita. Meskipun masalah hukum tidak berkaitan langsung dengan pekerjaan internal gereja, membekali semua orang dengan pengetahuan hukum dasar tetap bermanfaat. Setidaknya, mereka dapat memperoleh sedikit pengetahuan, memahami beberapa aturan, belajar cara menjalani hidup dengan benar, dan mencapai keserupaan dengan manusia. Selain itu, para pemimpin dan pekerja harus bersekutu dengan mereka yang bertanggung jawab atas urusan eksternal, membantu mereka agar memiliki kesadaran hukum. Untuk masalah-masalah kecil, tidak perlu berkonsultasi dengan pengacara—mereka hanya perlu memahami peraturan setempat dan mematuhinya secara ketat. Namun, untuk masalah-masalah besar, mereka harus berkonsultasi dengan pengacara untuk memperoleh pemahaman tentang hukum-hukum setempat. Singkatnya, apa pun yang sedang dilakukan, semua tindakan harus mematuhi hukum dan peraturan. Melakukan penerapan dengan cara seperti ini selama beberapa waktu akan membuat orang mengalami pentingnya mematuhi hukum dan peraturan, dan mereka akan mengikuti aturan ketika melakukan segala sesuatu. Hal ini juga bermanfaat bagi pekerjaan gereja.
C. Prinsip-Prinsip yang Harus Diikuti Ketika Mengutus Orang untuk Memberitakan Injil
Dalam hal melindungi keamanan mereka yang melaksanakan tugas penting, ada area pekerjaan lain yang harus diperhatikan oleh para pemimpin dan pekerja, yaitu melindungi keamanan mereka yang pergi keluar untuk melaksanakan tugas mereka. Prinsip-prinsip apa yang harus diikuti ketika mengutus orang untuk pergi keluar dan melaksanakan tugas mereka? Pertama, kita harus mempertimbangkan usia dan jenis kelamin orang, serta wawasan dan pengalaman hidup mereka—para pemimpin dan pekerja tidak boleh bingung atau bertindak seenaknya dalam hal ini. Contohnya, jika engkau akan mengutus pekerja penginjilan untuk memberitakan Injil di tempat yang tidak dikenal, orang macam apa yang sesuai untuk diutus? (Orang yang memiliki wawasan dan hikmat.) Jika sebuah gereja tertentu tidak memiliki banyak orang yang sesuai, dengan sebagian besar adalah kaum muda yang kurang pengalaman hidup dan wawasan, yang tidak tahu bagaimana cara menangani situasi ketika mereka menghadapinya—khususnya masalah-masalah yang sulit—yang berbicara tanpa prinsip, dan yang juga kurang hikmat, mereka tidak akan mampu melakukan pekerjaan itu. Jika orang-orang semacam itu diutus, mereka bukan hanya tidak akan mampu menyelesaikan masalah, melainkan mereka juga sangat mungkin akan memengaruhi dan menunda pekerjaan. Oleh karena itu, ketika mengutus orang untuk pergi keluar dan melaksanakan tugasnya, perlu untuk memilih mereka yang kemanusiaannya dewasa dan berhikmat—hanya orang-orang semacam itulah yang sesuai. Jika tidak ada cukup orang yang sesuai, maka biarkan kaum muda berpasangan dengan orang yang lebih tua untuk pergi melaksanakan tugas mereka. Contohnya, misalkan ada seorang saudari muda berusia sekitar 25 atau 26 tahun yang, meskipun telah percaya kepada Tuhan selama beberapa waktu, memiliki iman dan tingkat pertumbuhan, dan telah melaksanakan tugasnya untuk waktu yang lama, tidak akan tahu bagaimana menjaga dirinya tetap aman jika diutus untuk melaksanakan tugasnya di tempat yang tidak dikenal—dalam kasus seperti itu, perlu untuk mencari saudara atau saudari setempat yang berpengalaman di tengah masyarakat untuk dipasangkan dengannya guna melaksanakan tugas tersebut. Tentu saja, jika lokasi tugasnya adalah daerah yang sudah dikenal atau tempat yang sudah ada gerejanya, maka saudara dan saudari muda dapat pergi ke sana. Namun, jika orang-orang akan pergi ke tempat yang tidak dikenal, khususnya tempat dengan keamanan publik yang buruk, untuk memberitakan Injil atau melakukan pekerjaan lain, keamanan pribadi mereka harus diperhatikan. Bagi para pemimpin dan pekerja, siapa pun yang mereka utus untuk pergi keluar dan melakukan pekerjaan, keamanan adalah pertimbangan pertama. Jika tidak jelas orang macam apa para calon penerima Injil itu, atau apakah orang-orang tersebut mungkin melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya, maka kewaspadaan harus dilakukan ketika mengutus orang untuk memberitakan Injil. Aku pernah mendengar bahwa beberapa pemimpin dan pekerja sering mengutus para saudari muda—berusia sekitar 18 atau 19 tahun, atau di awal usia 20-an—ke tempat-tempat yang tidak dikenal untuk memberitakan Injil, dan kabarnya, beberapa insiden buruk terjadi. Apa pun yang sebenarnya terjadi, pada akhirnya hal itu berkaitan dengan para pemimpin dan pekerja yang tidak mempertimbangkan pekerjaan itu secara matang. Para pemimpin dan pekerja harus mempertimbangkan faktor-faktor ini dalam pekerjaan mereka dan seharusnya tidak sembarangan menugaskan para saudara atau saudari yang sangat muda ke tempat-tempat yang tidak dikenal dan berbahaya untuk melaksanakan tugas mereka. Ada seorang pemimpin yang pernah mengatur agar dua orang saudari, yang berusia 18 atau 19 tahun, pergi memberitakan Injil. Ketika seseorang berkata bahwa mereka terlalu muda dan tidak sesuai untuk pekerjaan ini, pemimpin tersebut kemudian mencari seorang saudari yang berusia 21 tahun untuk pergi menggantikan mereka, dan berpikir, "Kau berkata bahwa usia 19 tahun terlalu muda, jadi aku menemukan seseorang yang berusia 21 tahun. Itu lebih tua, bukan?" Seperti apakah kualitas pemimpin ini? Dia cenderung menyimpang, bukan? (Ya.) Karena hanya dua tahun lebih tua dari 19 tahun—mungkinkah dia memiliki pengalaman hidup? Mungkinkah dia memiliki pengalaman di tengah masyarakat? Ketika menghadapi kesulitan atau situasi berbahaya, mungkinkah akhirnya dia akan menangis? Meskipun dia dua tahun lebih tua, dalam hal usia, dia masih terlalu muda dan tidak mampu melakukan pekerjaan ini. Setidaknya, perlu untuk mencari seorang saudara atau saudari yang berusia 30-an atau 40-an, atau 50-an atau 60-an—mereka lebih tua dan memiliki pengalaman di tengah masyarakat; ketika menghadapi situasi, mereka memiliki hikmat untuk menanganinya, mencegah agar tidak terjadi situasi yang berbahaya. Kaum muda belum melihat atau mengalami banyak hal dan tidak tahu bagaimana cara menanganinya; ketika menghadapi bahaya, mereka bahkan mungkin tidak menyadarinya, yang membuat insiden mudah terjadi. Orang-orang yang lebih tua, setelah melihat lebih banyak kejahatan di tengah masyarakat dan umat manusia ini, cenderung lebih waspada terhadap orang lain. Berdasarkan pengalaman mereka di tengah masyarakat dan pengetahuan dari kehidupan nyata, mereka dapat membuat beberapa penilaian yang masuk akal tentang jenis bahaya apa yang mungkin muncul dalam situasi tertentu, seberapa tinggi tingkat bahayanya, orang-orang mana yang merupakan orang jahat, dan hal-hal seperti apa yang mungkin dilakukan orang-orang tertentu. Ketika menghadapi situasi yang berbahaya, mereka juga memiliki hikmat untuk melepaskan diri dari bahaya. Sebaliknya, kaum muda kurang pengalaman. Ketika menghadapi situasi, mereka tidak dapat menyadari kemungkinan konsekuensi yang berbahaya. Oleh karena itu, dalam hal masalah keamanan, orang-orang yang lebih tua lebih matang dalam pertimbangan mereka dibandingkan kaum muda. Ketika para pemimpin dan pekerja mengatur orang untuk pergi keluar dan melaksanakan tugasnya, mereka harus mempertimbangkan kondisi setempat dan mengatur orang-orang yang relatif lebih tua yang memiliki hikmat dan pengalaman tertentu untuk bermitra dengan kaum muda guna melaksanakan tugas mereka. Para pemimpin dan pekerja harus memperhatikan hal-hal ini secara menyeluruh.
Di negara mana pun pekerjaan gereja dilakukan, memastikan keamanan mereka yang melaksanakan tugasnya adalah bagian dari pekerjaan yang harus diperhatikan dengan saksama oleh para pemimpin dan pekerja. Siapa pun yang diutus untuk melakukan pekerjaan apa pun, mereka harus memiliki kualitas tertentu dan memiliki beberapa kemampuan agar kompeten untuk pekerjaan tersebut dan agar keamanan mereka dapat terjamin, khususnya di daerah atau negara dengan keamanan publik yang buruk. Para pemimpin dan pekerja harus menjadikan keamanan orang-orang yang melaksanakan tugasnya sebagai perhatian utama, tidak mengabaikannya dengan ceroboh. Ada orang-orang yang berkata, "Tidak masalah. Yang sedang kami lakukan adalah melaksanakan tugas di rumah Tuhan—kami memiliki perlindungan Tuhan, jadi tak ada seorang pun yang akan mati. Hal buruk apa yang bisa terjadi?" Bolehkah mereka berbicara seperti ini? (Tidak.) Mengapa tidak? (Berbicara seperti ini tidak bertanggung jawab, dan sudut pandang ini juga sangat jauh dari kenyataan.) Orang-orang harus berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi tanggung jawab yang mampu mereka penuhi dan mempertimbangkan apa yang dapat mereka pertimbangkan; mereka tidak boleh mencobai Tuhan, atau mempertaruhkan keamanan saudara-saudari. Tuhan dapat melindungi manusia, tetapi jika engkau tidak mempertimbangkan masalah-masalah yang dapat kaupertimbangkan, dan engkau menggunakan keamanan saudara-saudari sebagai taruhan untuk mencobai Tuhan, Dia akan menyingkapkanmu—siapa yang membuatmu begitu sangat bodoh sehingga melakukan hal-hal yang tolol seperti itu! Oleh karena itu, para pemimpin dan pekerja tidak boleh menggunakan perkataan semacam ini sebagai alasan untuk melakukan hal-hal yang tidak bertanggung jawab; memastikan keamanan orang-orang yang melaksanakan tugasnya adalah tanggung jawabmu, dan engkau harus memenuhi tanggung jawabmu sendiri. Setelah mempertimbangkan semua yang dapat kaupertimbangkan dan mampu lakukan, mengenai apa yang belum kaupertimbangkan, bagaimana Tuhan akan bertindak dalam hal itu adalah urusan Tuhan sendiri dan tidak ada hubungannya denganmu. Ada orang-orang yang tanpa pikir panjang melemparkan semua tanggung jawab kepada Tuhan, berkata, "Tuhan yang bertanggung jawab atas keamanan orang-orang, kita tidak perlu takut; kita dapat berkhotbah sekehendak hati kita. Bersama Tuhan, semuanya bebas dan lepas; kita tidak perlu mengkhawatirkan hal-hal itu!" Apakah pernyataan semacam ini benar? (Tidak.) Berdasarkan pernyataan semacam ini, orang-orang tidak perlu mencari prinsip-prinsip ketika sesuatu terjadi; jika demikian halnya, apa gunanya kebenaran yang telah Tuhan ungkapkan? Itu akan sia-sia. Selama bertahun-tahun ini, Tuhan telah dengan sabar dan susah payah mengucapkan begitu banyak firman untuk mengajari orang-orang, dengan tujuan membuat umat pilihan-Nya dapat mengetahui cara bertahan hidup, cara mengejar kebenaran, dan cara berperilaku di dunia yang jahat ini, dan di antara umat manusia yang jahat ini, agar dapat sesuai dengan maksud-maksud Tuhan. Bukanlah hakmu untuk mencobai Tuhan, juga bukan hakmu untuk bertindak sekehendak hatimu berdasarkan kata-kata dan doktrin serta tanpa prinsip. Agar para pemimpin dan pekerja dapat melakukan pekerjaan dengan baik dalam pekerjaan pemberitaan Injil, mereka harus terlebih dahulu menjamin keamanan orang-orang. Agar dapat melakukannya, mereka pertama-tama harus mencari tahu dan memahami keadaan spesifik dari orang-orang yang melaksanakan tugas mereka, mengutus orang-orang yang tepat, dan juga memahami apa yang harus dilakukan dalam berbagai situasi untuk menjamin keamanan orang-orang. Jika suatu lokasi sangat kacau, tak ada seorang pun yang memiliki kenalan di sana, dan keamanan siapa pun yang pergi ke sana untuk memberitakan Injil tidak dapat dijamin, maka janganlah mengutus orang ke sana untuk sementara waktu; jangan mengambil risiko ini, jangan membuat pengorbanan yang tidak perlu. Tugas apa pun yang sedang dilaksanakan atau pekerjaan apa pun yang dilakukan, itu tidak mengharuskanmu untuk keluar ke dunia atau membahayakan nyawamu, juga tidak mengharuskanmu untuk mempertaruhkan keamanan atau hidupmu. Tentu saja, di lingkungan Tiongkok, mengambil risiko untuk melaksanakan tugas tidak dapat dihindari. Pemerintah menganiaya orang-orang yang percaya kepada Tuhan, dan meskipun tahu betul bahwa ada bahaya, engkau harus tetap percaya kepada Tuhan, mengikuti Tuhan, dan melaksanakan tugasmu; engkau tidak boleh meninggalkan tugasmu, dan tidak ada pekerjaan yang boleh dihentikan. Situasi di luar negeri semuanya berbeda—ada beberapa negara otoriter yang mirip dengan Tiongkok, sedangkan negara-negara yang lain memiliki sistem demokrasi. Di negara-negara dengan sistem demokrasi, pekerjaan pemberitaan Injil dapat berjalan dengan lancar, dan berbagai bagian dari pekerjaan juga dapat dilakukan dengan lebih lancar. Namun, di beberapa negara yang berciri otoriter, masyarakatnya tidak manusiawi dan terbelakang, dan tidak mudah bagi mereka untuk menerima jalan yang benar. Ketika Injil diberitakan kepada mereka, mereka bukan hanya tidak menyelidikinya, melainkan mereka juga dapat mengutuknya secara membabi buta, dan bahkan mungkin melaporkan situasi tersebut kepada polisi. Dalam kasus-kasus seperti itu, jangan mengutus orang untuk memberitakan Injil di sana; sebaliknya, pilihlah tempat-tempat di mana keamanan dapat dijamin untuk melakukan pekerjaan. Semua ini adalah hal-hal yang harus dipertimbangkan dengan saksama oleh para pemimpin dan pekerja. Contohnya, di negara-negara seperti Malaysia, Indonesia, atau India, yang memiliki latar belakang agama yang sangat kompleks, denominasi agama tertentu memiliki pengaruh dan kendali yang besar terhadap seluruh masyarakat, sampai-sampai pemerintah pun tunduk pada pengaruh agama-agama ini. Oleh karena itu, di negara-negara seperti itu, jangan mengutus orang tambahan untuk memberitakan Injil di sana; cukup gereja-gereja lokal saja yang memberitakan Injil. Di beberapa negara, situasinya berbeda di berbagai negara bagian atau provinsi, serta hukum dan peraturan setempat berbeda dengan hukum dan peraturan nasional. Contohnya, daerah-daerah tertentu memiliki latar belakang agama khusus, dan di daerah-daerah tersebut, gereja dan negara disatukan. Dalam beberapa kasus, para pemimpin agama bahkan memiliki otoritas yang lebih besar daripada para pejabat pemerintah daerah dan dapat secara terang-terangan melanggar beberapa kebijakan nasional. Jika engkau memberitakan Injil di daerah-daerah tersebut, akan ada kemungkinan risiko keamanan. Kemungkinan risiko ini bukan hanya terdiri dari mengarang rumor tentangmu atau mengusirmu—mereka juga dapat menangkapmu, memenjarakanmu tanpa tuduhan, dan bahkan menyiksamu, membuatmu lumpuh atau membunuhmu, dan pemerintah tidak akan campur tangan. Sebenarnya, para pemimpin sebagian besar denominasi agama membenci agama lain. Karena pengaruh mereka terlalu besar dan mereka tidak dibatasi oleh hukum apa pun, tak seorang pun berani meminta pertanggungjawaban mereka seberapa pun kejamnya mereka menganiaya para penginjil, dan bahkan pejabat pemerintah daerah tidak mau menyinggung mereka. Begitu engkau mulai memberitakan Injil di wilayahnya, mereka dapat menyiksamu sekehendak hati mereka. Oleh karena itu, para pemimpin dan pekerja harus sangat berhati-hati ketika mengutus orang untuk memberitakan Injil di suatu tempat. Pertama, mereka harus menyelidiki dan mempelajari situasi di tempat itu—apakah ada kebebasan beragama, seberapa berkuasanya kekuatan agama, dan apa konsekuensi yang mungkin terjadi jika orang-orang yang memberitakan Injil di sana dilaporkan. Hal-hal ini harus dipahami dengan jelas sebelum memutuskan apakah akan mengutus orang-orang ke sana atau tidak. Jika, setelah mempelajari tempat tertentu, diputuskan bahwa tempat itu tidak sesuai untuk memberitakan Injil, maka tak seorang pun diizinkan mengutus orang-orang ke sana untuk memberitakan Injil. Ini pun merupakan bagian dari pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan keamanan para penginjil. Beberapa pemimpin dan pekerja memiliki pemahaman yang menyimpang, dan berkata, "Tidak masalah; Tuhan akan melindungi kami. Makin berat tantangannya, makin kami harus melakukannya. Ada begitu banyak orang yang percaya kepada Tuhan di tempat itu, jadi mengapa kami tidak boleh pergi memberitakan Injil di sana?" Seseorang memberi tahu mereka, "Ada penjara swasta di sana. Jika kita pergi ke sana untuk memberitakan Injil, kita tidak hanya akan ditangkap, tetapi kita bahkan mungkin akan mati di sana. Kita tidak boleh pergi!" Para pemimpin palsu yang bodoh itu mempertimbangkan, "Si naga merah yang sangat besar itu punya banyak penjara, tetapi kita tidak takut kepada mereka—jadi mengapa kita harus takut dengan beberapa penjara swasta di sana? Penjara dapat menahan tubuh kita, tetapi tidak dapat menahan hati kita! Jangan takut—pergi saja!" Mereka kemudian mengutus sekumpulan demi sekumpulan orang, dan pada akhirnya, tak ada seorang pun dari mereka yang kembali; mereka semua ditangkap. Para pemimpin palsu itu tercengang. Apa masalahnya di sini? (Para pemimpin palsu semacam itu adalah orang-orang bodoh.) Para pemimpin palsu semacam itu adalah para bajingan; mereka tidak bertanggung jawab, menjerumuskan orang-orang ke dalam bahaya. Mengapa bukan mereka sendiri yang pergi? Karena mereka tidak takut bahaya, merekalah yang seharusnya pertama pergi. Jika mereka pergi, kembali dengan selamat, dan mendapatkan orang-orang, maka yang lain bisa pergi setelah mereka. Apa pun yang terjadi, keamanan orang-orang harus dijamin dalam memberitakan Injil. Sama sekali tidak boleh mengambil risiko di tempat-tempat yang berbahaya dan tidak sesuai untuk memberitakan Injil. Jangan berasumsi bahwa tempat mana pun di luar Tiongkok daratan itu aman; ini adalah khayalan, pemahaman yang menyimpang. Hanya orang-orang bodohlah yang berpikir seperti ini—orang-orang semacam itu sama sekali tidak memahami dunia ini! Jangan berasumsi bahwa karena kebanyakan negara Barat memiliki kebebasan beragama dan ada relatif banyak orang yang percaya kepada Tuhan, engkau dapat secara terang-terangan memberitakan Injil dan secara terbuka mengungkapkan berbagai pernyataan yang menyingkapkan betapa gelap dan jahatnya dunia keagamaan; jika engkau melakukannya, akibatnya tidak akan terbayangkan. Engkau harus memahami bahwa ketika memberitakan Injil, baik kepada orang-orang beragama maupun kepada orang-orang yang tidak percaya, engkau sedang berhadapan dengan umat manusia yang rusak, umat manusia yang menentang Tuhan. Jangan menganggap bahwa hal ini sangat sederhana.
Jika para pemimpin dan pekerja ingin menjamin keamanan para penginjil, mereka harus mempertimbangkan semua aspek dari masalah-masalah itu secara menyeluruh, dan jika ada masalah yang muncul, masalah itu harus segera ditangani, dan setelah itu, pengalaman dan pelajaran harus dirangkum untuk menemukan prinsip-prinsip dan jalan penerapan, menentukan bagaimana cara menerapkannya—ini pun merupakan bagian penting dari pekerjaan yang harus dilakukan. Ada beberapa hal yang belum dipertimbangkan atau dihadapi oleh para pemimpin dan pekerja sebelumnya; setelah masalah muncul, mereka harus merangkum: "Haruskah kita tetap pergi ke tempat seperti itu? Apakah cara mengutus orang seperti ini benar? Haruskah kita menyesuaikan rencana, strategi, atau arah untuk langkah selanjutnya dalam memberitakan Injil atau melakukan pekerjaan penting lainnya?" Selama proses merangkum yang berkelanjutan, para pemimpin dan pekerja harus secara bertahap menentukan metode dan prinsip-prinsip pekerjaan, sehingga makin banyak pekerjaan yang mereka lakukan, bisa makin spesifik dan makin mencapai standar yang diharapkan serta makin kecil kemungkinannya terjadi masalah, atau tidak terjadi masalah, atau bahkan tanpa membuat personel yang melakukan pekerjaan penting mengambil risiko apa pun. Untuk mencapai hasil ini, para pemimpin dan pekerja harus sering merangkum pengalaman dan memperoleh pemahaman tentang berbagai lingkungan dan situasi yang dihadapi di berbagai daerah ketika memberitakan Injil. Makin banyak informasi yang mereka peroleh dan makin akurat informasi tersebut, makin akurat pula prinsip dan rencana untuk penanganan masalah, yang pada akhirnya akan mencapai hasil yang menjamin keamanan orang-orang. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa pekerjaan pemberitaan Injil berjalan dengan tertib.
III. Cara Menangani Para Pemimpin dan Pekerja yang Tidak Memperhatikan Keamanan Kerja
Beberapa pemimpin dan pekerja memiliki kualitas yang buruk dan tidak memiliki rasa tanggung jawab; mereka tidak mampu melakukan pekerjaan nyata dan juga terlalu malas untuk melakukan pekerjaan nyata. Di bidang yang menjadi tanggung jawab mereka, orang-orang yang melaksanakan tugas penting sering menghadapi risiko keamanan, yang mengharuskan mereka untuk berpindah-pindah lokasi, sehingga mereka tidak dapat melaksanakan tugas mereka dengan tenang. Bahkan hal-hal yang seharusnya tidak terjadi pun sering terjadi. Contohnya, beberapa pemimpin atau pekerja menemukan rumah seorang tuan rumah yang terletak di daerah dataran rendah. Ketika hujan lebat dan banjir diperkirakan akan terjadi, khawatir rumah tersebut akan kebanjiran, saudara-saudari yang tinggal di sana harus pindah terlebih dahulu—membawa peralatan kerja, panci, wajan, dan segala sesuatu lainnya, pindah selama dua hari berturut-turut. Hal ini membuat semua orang sangat lelah, dengan kepala mereka tertunduk dalam keputusasaan. Mereka berkata, "Kami pindah setiap beberapa hari, selalu berusaha menghindari bahaya. Kapan ini akan berakhir? Tidak bisakah kami menemukan rumah yang aman dan dapat diandalkan di mana kami dapat melaksanakan tugas kami secara normal?" Para pemimpin dan pekerja semacam itu bahkan tidak mampu melakukan pekerjaan kecil seperti ini; saudara-saudari di bawah mereka tidak dapat makan atau tidur dengan nyaman, mereka juga tidak memiliki tempat tinggal yang memadai. Kondisi kehidupan mereka selalu sementara, dengan setiap orang siap untuk melarikan diri dari bencana setiap saat. Begitu mereka selesai menggunakan barang sehari-hari mereka, mereka dengan segera mengemasi barang-barang itu, karena setiap saat situasi mungkin muncul di mana pemeriksaan pendaftaran rumah tangga diumumkan. Sebenarnya, semua orang tahu bahwa ini berarti memeriksa mereka yang percaya kepada Tuhan, jadi mereka harus siap untuk pindah lokasi setiap saat. Akibatnya, mereka yang melaksanakan tugas selalu takut dan tidak memiliki rasa aman. Bukankah ini memengaruhi hasil tugas mereka? Bukankah ini ada kaitannya dengan pekerjaan yang dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja? (Ya.) Bagaimana cara mereka melakukan pekerjaan ini? (Mereka melakukannya dengan buruk, tidak memenuhi tanggung jawab mereka.) Beberapa pemimpin dan pekerja tidak bertanggung jawab dan kurang berdedikasi. Mereka sendiri tidak memiliki standar yang tinggi untuk kondisi kehidupan; selama ada tempat untuk melindungi mereka dari angin dan hujan, itu sudah cukup. Oleh karena itu, mereka juga tidak mengerahkan segala upaya untuk menemukan tempat yang aman dan stabil bagi saudara-saudari untuk tinggal. Beberapa pemimpin dan pekerja memiliki kualitas yang buruk; mereka tidak tahu lingkungan seperti apa yang tenang dan cocok untuk ditinggali, atau sesuai bagi saudara-saudari untuk melaksanakan tugas mereka. Mereka menyewa rumah di dataran rendah di mana tidak ada orang lain yang mau menyewanya, dan setelah saudara-saudari pindah ke sana, dalam beberapa hari mereka terkena eksim, gatal-gatal di sekujur tubuh. Apa yang sedang terjadi? Rumah itu terlalu lembap, dengan air yang merembes dari lantai. Adakah orang yang bisa tinggal di tempat seperti itu? Para pemimpin dan pekerja semacam itu bahkan tidak mampu menyelesaikan masalah ini, mereka tidak mampu menemukan rumah yang sesuai untuk melaksanakan tugas—kualitas macam apa ini? Beberapa pemimpin dan pekerja lainnya menyewa rumah yang selalu bocor karena hujan, berangin, tidak kedap suara, atau tidak memiliki internet, air, atau listrik—bagaimana orang bisa tinggal di sana? Mereka mengabaikan rumah yang bagus dan bersikeras menyewa rumah yang tidak layak huni—bukankah ini memperparah masalah? Meskipun saudara-saudari tidak tidur di luar rumah, ada banyak fasilitas dasar di rumah tersebut yang tidak ada; mereka akan lebih baik tinggal di dalam tenda. Meskipun sebagian besar saudara-saudari sudah terbiasa dengan kesukaran, merasa bahwa menanggung tingkat kesukaran ini bukanlah hal yang ekstrem, dan mereka sanggup menanggungnya, bukankah terus-menerus tersiksa seperti ini setiap beberapa hari akan memengaruhi pelaksanaan tugas mereka? Oleh karena itu, jika para pemimpin dan pekerja memiliki kualitas yang buruk dan tidak memiliki rasa tanggung jawab, mereka tidak mampu melakukan pekerjaan ini; mereka harus segera mengundurkan diri dan merekomendasikan seseorang yang mampu melakukan pekerjaan ini dengan baik untuk mengambil alih, sehingga mereka tidak memengaruhi kehidupan dan pelaksanaan tugas sebagian besar personel yang melakukan pekerjaan penting. Mengatur penempatan bagi mereka yang melaksanakan tugas penting tidak perlu mempertimbangkan setiap aspek, tetapi lingkungan hidup yang mendasar setidaknya harus dipastikan. Hanya jika ada kepastian dalam hal ini, barulah pekerjaan gereja tidak akan terpengaruh. Apakah pekerjaan ini mudah dilakukan? (Ya.) Dapat dikatakan bahwa pekerjaan ini mudah dilakukan, tetapi jika para pemimpin dan pekerja adalah orang-orang yang tidak berkualitas dan tidak memiliki rasa tanggung jawab, mereka sama sekali tidak mampu melakukannya. Ketika para pemimpin dan pekerja tidak mampu melakukan pekerjaan ini atau tidak dapat melakukannya dengan baik, ada banyak orang yang akhirnya menanggung akibatnya, menjalani kehidupan sehari-hari seolah-olah mereka sedang melarikan diri dari kelaparan—bagaimana mereka dapat melaksanakan tugas mereka dengan cara seperti ini? Beberapa pemimpin palsu tidak memahami prinsip-prinsip kebenaran, tetapi tetap suka menjadi pusat perhatian. Mereka tidak mampu melakukan pekerjaan dengan baik, tetapi tidak mau mengundurkan diri, terus mempertahankan kedudukan mereka dan tidak mau pergi. Bagaimana seharusnya para pemimpin semacam itu ditangani? (Mereka harus diberhentikan.) Memberhentikan mereka itu mudah; masalahnya adalah apakah ada orang yang lebih baik untuk mengambil alih pekerjaan mereka. Jika tidak ada, dapatkah engkau semua melakukan pekerjaan ini? Dapatkah engkau menjamin bahwa personel yang melakukan pekerjaan penting memiliki lingkungan hidup yang stabil? Jika satu orang tidak mampu melakukannya, dapatkah tiga atau lima orang di antaramu bekerja sama untuk melakukan pekerjaan ini? Jika engkau semua juga tidak mampu mengelola pekerjaan ini—jika engkau bahkan tidak mampu melaksanakan tugas yang sederhana semacam itu, bahkan tidak mampu memastikan lingkungan hidup yang mendasar—maka engkau semua untuk sementara waktu harus menanggung sedikit kesukaran dan penderitaan lagi. Jika engkau masih mampu bertahan dalam melaksanakan tugasmu, dan Tuhan, melihat bahwa tekad engkau semua untuk menanggung kesukaran cukup kuat, mengutus seseorang yang menangani segala sesuatunya dengan andal dan yang mampu menyelesaikan masalah untuk melakukan pekerjaan itu, hari-hari penderitaan engkau semua akan berakhir dan digantikan dengan masa-masa yang baik. Jika tak ada seorang pun yang seperti ini datang untuk menyelesaikan masalah-masalah ini, engkau semua harus menerima nasibmu—engkau semua ditakdirkan untuk menanggung kesukaran, engkau dimaksudkan untuk menanggungnya; engkau harus menenangkan hatimu dan menanggungnya. Sebenarnya, menanggung sedikit kesukaran ini bermanfaat; itu jauh lebih baik daripada berada di penjara dan menderita siksaan. Setidaknya engkau tidak disiksa atau diinterogasi; engkau masih dapat membaca firman Tuhan, melaksanakan tugasmu, dan menjalani kehidupan bergereja bersama saudara-saudari. Meskipun ada beberapa ketakutan, rintangan, dan masalah, serta engkau sering harus berpindah-pindah tempat, ini tetap merupakan pengalaman yang luar biasa dalam hidupmu, yang darinya engkau dapat memetik pelajaran dan memperoleh sesuatu. Bukankah ini cukup baik? (Ya.) Orang-orang harus memiliki tekad untuk menanggung kesukaran, dan membiarkan Tuhan mengatur sebagaimana yang Dia kehendaki. Jika engkau benar-benar tidak mampu menanggung kesukaran ini, engkau dapat dengan sungguh-sungguh berdoa kepada Tuhan dalam hatimu: "Tuhan, kami memohon agar Engkau melihat kami yang sedang menderita—betapa menyedihkannya kami! Kami mengikuti-Mu tanpa keluhan atau penyesalan! Kami memohon agar Engkau, mengingat kesetiaan kami yang tak tergoyahkan kepada-Mu, mengakhiri kehidupan yang penuh kesukaran ini! Kami memohon agar Engkau mengutus pemimpin atau pekerja yang sesuai untuk menemukan tempat tinggal yang pantas bagi kami! Kami terus-menerus tidur di luar rumah, berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain setiap hari, dan kami tidak tahu berapa lama ini akan terus berlanjut. Kami tidak mau terpaksa harus pindah lagi—kami mohon agar Engkau mencarikan kami tempat tinggal yang stabil!" Pantaskah berdoa seperti ini? Engkau dapat berdoa seperti ini; berdasarkan kebutuhan akan lingkungan, engkau harus berdoa seperti ini.
Jika dilihat dari sudut pandang yang lain, menanggung kesukaran bukanlah hal yang buruk; menanggung kesukaran dapat mengasah tekadmu. Apa artinya mengasah tekadmu? Artinya, dengan terus-menerus menanggung kesukaran ini, engkau menjadi mati rasa terhadapnya dan tidak lagi menganggapnya sebagai kesukaran; sebanyak apa pun kesukaran yang kautanggung, engkau tidak lagi merasa menderita. Namun, ketika dihadapkan dengan situasi, engkau harus memetik beberapa pelajaran, memperoleh beberapa wawasan, dan belajar bagaimana menilai orang. Jika seorang pemimpin atau pekerja memiliki kualitas yang sangat buruk dan bahkan tidak mampu melakukan pekerjaan mengatur penempatan dengan benar, bagaimana mereka dapat membekali dan memimpin umat pilihan Tuhan? Orang-orang semacam itu tidak layak untuk menjadi pemimpin atau pekerja. Rumah Tuhan tidak kekurangan uang untuk menyewa rumah, dan tidak mau melihat saudara-saudari terus-menerus tanpa tempat tinggal yang tetap. Rumah Tuhan tidak menganjurkan agar orang selalu menanggung kesukaran atau menjalani kehidupan yang sulit setiap hari, meskipun tentu saja rumah Tuhan juga tidak menjauh dari orang-orang yang menanggung kesukaran. Namun, jika para pemimpin dan pekerja bahkan tidak mampu menangani pekerjaan mengatur penempatan, dan melakukan apa pun dengan semestinya benar-benar merupakan pergumulan bagi mereka, lalu apa lagi yang dapat mereka banggakan? Setiap orang dari mereka tampak rapi, memiliki ijazah, dan merupakan orang yang memiliki status, tetapi menangani masalah kecil ini adalah pergumulan yang berat bagi mereka. Jika demikian, tidak ada yang dapat dilakukan—engkau hanya dapat menerima bahwa hal itu adalah dari Tuhan. Ini adalah kesukaran yang harus orang-orang tanggung; engkau harus membiarkan Tuhan mengatur sesuai dengan kehendak-Nya. Ini benar. Mungkin suatu hari, kesukaran ini akan berubah menjadi hari-hari yang lebih baik, dan kehidupan seperti ini akan berakhir. Di lingkungan seperti apa pun engkau berada, engkau harus mempertahankan sikap yang tunduk dan tidak mengeluh. Jika seorang pemimpin atau pekerja tertentu tidak dapat diandalkan dan tidak melakukan pekerjaan dengan baik, jangan biarkan hal itu memengaruhi ketulusan dan kesetiaanmu kepada Tuhan, dan jangan biarkan hal itu memengaruhi ketundukanmu kepada Tuhan dan sikap tunduk kepada Tuhan. Dengan demikian, engkau telah tetap teguh dalam hal ini. Para pemimpin dan pekerja hanyalah orang-orang biasa. Jika mereka memiliki kualitas yang buruk dan tidak mampu melakukan pekerjaan, atau jika mereka adalah pemimpin palsu yang tidak memenuhi tanggung jawab mereka, itu adalah masalah pribadi mereka dan tidak ada hubungannya dengan rumah Tuhan. Bukan rumah Tuhan yang memerintahkan mereka untuk bertindak seperti ini; mereka hanya telah disingkapkan karena sikap mereka yang tidak bertanggung jawab. Mereka tidak mampu menyelesaikan pekerjaan yang dipercayakan kepada mereka oleh rumah Tuhan, dan dengan demikian hanya dapat diberhentikan dan disingkirkan. Dalam keadaan-keadaan seperti itu, ketika umat pilihan Tuhan menanggung kesukaran ini, mereka harus menerima bahwa hal itu adalah dari Tuhan dan membiarkan Tuhan mengatur sesuai kehendak-Nya. Sekalipun para pemimpin dan pekerja belum melakukan pekerjaan dengan baik atau mereka memiliki masalah, fakta bahwa Tuhan adalah kebenaran, jalan, dan hidup tidak akan pernah berubah. Engkau yang mengikuti Tuhan, tunduk kepada Tuhan, dan menerima firman Tuhan tidak boleh berubah. Ini tidak boleh berubah sampai kapan pun. Ini adalah kebenaran yang kekal. Saat melaksanakan tugasmu, apa pun hal-hal tidak menyenangkan yang terjadi, engkau harus menerima bahwa hal itu adalah dari Tuhan dan memetik pelajaran darinya. Engkau harus menenangkan dirimu di hadirat Tuhan dan berdoa kepada-Nya, dan tidak membiarkan dirimu dipengaruhi oleh dunia luar. Engkau harus belajar beradaptasi dengan berbagai lingkungan dan belajar mengalami pekerjaan Tuhan dalam segala jenis lingkungan. Hanya dengan cara demikianlah engkau dapat memperoleh jalan masuk kehidupan. Ada orang-orang yang tingkat pertumbuhannya kecil; ketika kesukaran muncul, mereka mengeluh dan menjadi khawatir, merasa tertekan dan kehilangan iman kepada Tuhan—ini sangat bodoh dan bebal! Para pemimpin dan pekerja yang tidak melakukan pekerjaan nyata telah disingkapkan dan disingkirkan, tetapi apa hubungannya itu denganmu? Mengapa engkau menjadi negatif dan menjauh dari Tuhan hanya karena mereka mengatur segala sesuatunya dengan tidak tepat? Bukankah ini benar-benar pemberontakan? (Ya.) Ketika orang-orang melakukan sesuatu yang salah, engkau boleh menilai dan menolak mereka, tetapi jangan menolak Tuhan atau menolak kebenaran. Kebenaran tidak salah, Tuhan tidak salah. Maksud Tuhan yang semula bukanlah agar manusia menanggung kesukaran; tetapi bagi umat manusia yang rusak, menanggung beberapa kesukaran memang perlu. Menanggung sedikit kesukaran bermanfaat bagimu; manfaatnya adalah engkau memetik pelajaran dan belajar mencari kebenaran untuk menyelesaikan masalah. Jika engkau mampu menanggung berbagai kesukaran, engkau memperoleh ketabahan, dan menjadi mampu untuk tetap teguh dalam kesaksianmu di segala macam lingkungan. Mampu menanggung kesukaran mengasah tekadmu untuk tunduk kepada Tuhan. Inilah maksud Tuhan yang semula dan hasil yang Tuhan ingin lihat dalam dirimu. Jika engkau dapat memahami maksud Tuhan dan bertindak serta menerapkan berdasarkan maksud-maksud Tuhan; jika engkau dapat menahan diri untuk tidak meninggalkan Tuhan tidak peduli orang atau lingkungan macam apa pun yang kauhadapi; dan jika engkau dapat belajar untuk menerapkan kebenaran, memiliki ketundukan kepada Tuhan, memiliki pemahaman dan sikap yang benar, mempertahankan iman yang tidak berubah kepada Tuhan, dan menahan diri untuk tidak mengeluh tentang Tuhan atau menjauhkan dirimu dari-Nya di dalam hatimu, sebanyak apa pun penderitaan yang ditanggung dagingmu; itu berarti engkau memiliki tingkat pertumbuhan.
Para pemimpin dan pekerja harus melindungi keamanan orang-orang yang melaksanakan tugas penting, melindungi mereka dari campur tangan dunia luar. Pekerjaan ini melibatkan banyak detail. Di satu sisi, para pemimpin dan pekerja harus memahami cara melaksanakan tugas-tugas terperinci ini secara spesifik. Di sisi lain, ketika menghadapi situasi khusus tertentu, mereka harus membuat penilaian yang akurat, kemudian menemukan prinsip-prinsip yang tepat dan mengembangkan rencana khusus untuk menangani situasi tersebut. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan keamanan segala macam personel yang melakukan pekerjaan penting. Hanya dengan cara inilah dapat dijamin bahwa pekerjaan pemberitaan Injil berlangsung dengan tertib. Mematuhi prinsip ini adalah benar; ini adalah tujuan dan prinsip para pemimpin dan pekerja dalam melakukan pekerjaan ini. Jika para pemimpin dan pekerja mematuhi tujuan dan prinsip ini dengan akurat, mereka pada dasarnya memenuhi standar dalam melakukan pekerjaan ini. Masalah lain apa yang berkaitan dengan pekerjaan ini? Ada orang-orang yang berkata, "Aku belum pernah menjadi pemimpin atau pekerja sebelumnya, aku juga tidak pernah menghadapi masalah seperti ini. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan dalam pekerjaan ini, dan aku tidak tahu cara melakukannya. Jadi, aku tidak perlu melakukannya—siapa yang peduli apakah kau aman atau tidak? Kalian tangani saja sendiri." Apakah sikap mereka yang sama sekali lepas tangan dari masalah ini dapat diterima? (Tidak.) Para pemimpin dan pekerja semacam itu harus diberhentikan. Jika engkau tidak melakukan pekerjaan nyata, apa gunanya dirimu? Apakah kita tetap mempertahankanmu sebagai hiasan karena engkau terlihat baik? Para pemimpin dan pekerja seperti ini harus diberhentikan dan disingkirkan; mereka tidak boleh dibiarkan menduduki jabatan tanpa melakukan pekerjaan apa pun. Para pemimpin palsu tidak melakukan pekerjaan nyata—mereka tidak memiliki hati nurani atau nalar, bukan? Jika mereka benar-benar memiliki hati nurani dan nalar, mengapa mereka tidak mencari kebenaran untuk menyelesaikan masalah ketika masalah itu muncul? Tak seorang pun dilahirkan dengan mengetahui segalanya; semua orang belajar dengan melakukan. Jika engkau mampu mencari kebenaran, engkau akan menemukan cara untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Jika engkau memiliki rasa tanggung jawab, engkau akan memikirkan cara untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Melakukan pekerjaan kepemimpinan sebenarnya tidak sulit; asalkan orang mampu mencari kebenaran, mudah untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Selain itu, para pemimpin dan pekerja memiliki mitra; asalkan dua atau tiga orang sehati sepikir, pekerjaan apa pun mudah diselesaikan. Saat ini, banyak pemimpin dan pekerja yang sedang berlatih; mereka sedang berlatih mencari kebenaran dalam segala hal untuk menyelesaikan masalah. Pada saat ini, setidaknya beberapa pemimpin dan pekerja kompeten dalam pekerjaan kepemimpinan dan sepenuhnya mampu melakukan pekerjaan menyebarkan Injil dengan baik, bukan? (Ya.) Jadi, kita akan mengakhiri persekutuan kita sampai di sini untuk hari ini. Sampai jumpa!
20 Juli 2024