Fakta Penindasan Kejam PKT terhadap Umat Kristen, Ep. 17: Umat Kristen yang Pulang Menghadapi Penangkapan dan Penganiayaan oleh PKT: Nyawa Terancam

15 Juni 2026

Dalam upayanya untuk memberantas Gereja Tuhan Yang Mahakuasa dan sepenuhnya memusnahkan umat Kristen, PKT terus-menerus meluncurkan kampanye penangkapan dan penganiayaan massal. PKT juga merekrut pengangguran di pinggiran masyarakat, termasuk preman dan begundal setempat, untuk membantu menangkap umat Kristen, serta memanfaatkan pekerja komunitas untuk memantau dan melacak mereka dalam jangka panjang. Selain itu, PKT menawarkan imbalan finansial yang besar untuk menggerakkan massa agar melaporkan dan membantu menangkap umat Kristen. Di seluruh negeri, mereka telah menghasut dan memperdaya publik untuk melancarkan "perang rakyat" guna melaporkan, menindas, dan menganiaya umat Kristen dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Untuk menghindari penangkapan membabi buta oleh PKT, serta pengawasan dan pelaporan publik, umat Kristen terpaksa berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk bersembunyi dan hanya dapat mengadakan pertemuan rahasia dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari dua atau tiga orang. Untuk mengikuti Tuhan dan melaksanakan tugas mereka, banyak umat Kristen harus mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang yang mereka cintai dan meninggalkan kampung halaman. Beberapa orang kabur ke daerah lain, sedangkan yang lainnya kabur ke luar negeri setelah melalui banyak liku-liku. Mereka semua menjalani kehidupan yang berpindah-pindah, mengembara dengan memakai identitas palsu. Namun, kabur ke luar negeri tidak selalu berjalan mulus bagi para umat Kristen ini. Beberapa orang kembali ke Tiongkok karena mereka tidak dapat menemukan pekerjaan untuk bertahan hidup, yang lain karena permohonan suaka mereka menemui jalan buntu, dan yang lainnya lagi karena mereka terlalu sakit untuk bekerja. Apa yang akan mereka hadapi sekembalinya mereka ke Tiongkok? Apa yang menanti mereka? Dalam episode kali ini, kami mewawancarai dua umat Kristen yang kabur ke luar negeri, tetapi belakangan kembali. Melalui penuturan mereka, mari kita memahami beberapa fakta tentang penganiayaan brutal yang dihadapi umat Kristen saat mereka kembali.

00:20 Sorotan

03:25 Li Ran Ditangkap dan Diinterogasi Setelah Kembali ke Tiongkok

09:59 Li Ran Terhindar dari Penahanan karena Tekanan Darah Tinggi Parah dan Kabur Tak Lama Setelah Pulang

11:16 Karena Gagal Menangkap Li Ran di Rumah, Polisi Membawa Suaminya Pergi

15:19 Yang Jing Dibawa Polisi untuk Ditanyai dan Diinterogasi Saat Baru Turun dari Pesawat

19:14 Selama Karantina di Hotel, Polisi Terus Mencecar Yang Jing Melalui Telepon tentang Kehidupannya di Luar Negeri

21:52 Karantina Berakhir; Yang Jing Kembali Diinterogasi dan Diancam oleh Polisi Sebelum Pulang ke Kampung Halamannya

26:26 Interogasi Tidak Membuahkan Hasil; Yang Jing Terbang Kembali ke Heilongjiang dan Dipantau oleh Informan PKT dalam Perjalanan Pulang

26:56 Ditangkap Tiga Hari Setelah Pulang ke Rumah, Yang Jing Dibebaskan dengan Jaminan Karena Sakit Parah

32:01 Yang Jing Berulang Kali Diganggu di Rumah oleh Polisi Saat Masa Pemulihan

38:05 Seorang Pejabat Desa Berusaha Memaksa Yang Jing untuk Menulis Surat Pernyataan dengan Jaminan Akan Berhenti Percaya kepada Tuhan; Dia Menolak

42:45 Kata Penutup

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Konten Terkait

Hubungi kami via WhatsApp