Tanggung Jawab Para Pemimpin dan Pekerja (25)
Bab Empat Belas: Dengan Segera Mengidentifikasi, Mengeluarkan, dan Mengusir Berbagai Macam Orang Jahat dan Antikristus (Bagian Empat)
Standar dan Dasar untuk Mengidentifikasi Berbagai Macam Orang Jahat
Hari ini, kita akan lanjutkan dengan mempersekutukan tanggung jawab yang keempat belas dari para pemimpin dan pekerja: "Dengan segera mengidentifikasi, mengeluarkan, dan mengusir berbagai macam orang jahat dan antikristus." Beberapa kali sebelumnya, kita telah bersekutu tentang beberapa aspek yang harus dikenali oleh para pemimpin dan pekerja, serta kebenaran-kebenaran utama yang harus mereka pahami, ketika melakukan pekerjaan ini; yaitu, kita telah bersekutu tentang cara mengidentifikasi segala macam orang jahat. Seperti apa segala macam orang jahat itu? Mereka adalah orang-orang yang menyusup ke dalam rumah Tuhan dengan dalih percaya kepada Tuhan, tetapi mereka tidak menerima kebenaran dan juga mengganggu pekerjaan gereja; semua orang semacam itu termasuk dalam kategori orang-orang jahat. Mereka adalah orang-orang yang harus dikeluarkan atau diusir oleh gereja; yaitu, mereka yang tidak diizinkan berada di dalam gereja. Kita membedakan dan menelaah segala macam orang jahat melalui tiga kriteria utama. Apa saja ketiga kriteria ini? Yang pertama adalah tujuan orang percaya kepada Tuhan. Yang kedua adalah kemanusiaan orang; menelaah kemanusiaan orang untuk membedakan dan melihat dengan jelas apakah mereka termasuk di antara orang-orang yang harus dikeluarkan oleh gereja atau tidak. Apa kriteria yang ketiga? (Sikap orang terhadap tugas mereka.) Sikap orang terhadap tugas mereka adalah kriteria yang ketiga. Kriteria yang pertama telah dipersekutukan sebelumnya. Mengenai kriteria yang kedua—kemanusiaan orang—dua poin telah dipersekutukan. Apa poin yang pertama? (Suka memutarbalikkan fakta dan kebohongan.) Dan yang kedua? (Suka memanfaatkan orang.) Dari pembahasan kedua poin ini, mungkin tampaknya tidak cukup untuk menganggap hal-hal ini sebagai perwujudan orang jahat, tetapi berdasarkan perwujudan terperinci yang telah Kupersekutukan sebelumnya, kedua jenis orang ini telah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun tanpa sungguh-sungguh bertobat; berbagai perwujudan mereka telah menyebabkan gangguan dan kehancuran pada kehidupan bergereja, pada jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan, dan pada hubungan di antara umat pilihan Tuhan. Berdasarkan perwujudan mereka dan berdasarkan esensi natur mereka, kedua jenis orang ini seharusnya termasuk dalam kategori orang jahat. Para pemimpin gereja dan umat pilihan Tuhan harus mengidentifikasi serta menggolongkan mereka, dan mengeluarkan mereka tepat pada waktunya. Apakah ini tepat? (Ya.) Ini sepenuhnya tepat. Perilaku kedua jenis orang ini di gereja memiliki dampak yang sangat negatif; mereka sama sekali tidak tertarik akan kebenaran, dan mereka juga sama sekali tidak tunduk pada pekerjaan Tuhan. Di antara saudara-saudari, kehidupan yang mereka jalani tampaknya tidak berbeda dari orang-orang tidak percaya; mereka sering berbohong dan menipu orang lain, melaksanakan tugas mereka dengan sikap asal-asalan dan tanpa rasa tanggung jawab sedikit pun, serta tidak berubah meskipun telah ditegur berulang kali. Mereka bukan hanya memengaruhi kehidupan bergereja, melainkan juga sangat mengganggu pekerjaan gereja. Tidak diragukan lagi, mereka termasuk di antara orang-orang yang harus dikeluarkan atau diusir oleh gereja, dan sepenuhnya pantas untuk menggolongkan mereka sebagai orang jahat dan menyebutkan mereka di antara jajaran orang-orang semacam itu—melakukannya sama sekali tidak berlebihan. Mengenai jenis yang pertama, mereka yang suka memutarbalikkan fakta dan kebohongan, masalah mereka tidaklah sesederhana mengatakan hal-hal yang tidak pantas, atau memiliki hambatan dalam berkomunikasi dengan orang lain, dll., melainkan, ada masalah dengan watak mereka. Pada tingkat yang lebih dalam, masalah watak mereka adalah masalah esensi natur mereka. Pada tingkat yang lebih dangkal, ini adalah masalah kemanusiaan mereka; dengan kata lain, kemanusiaan mereka sangat tercela dan hina, sehingga mustahil bagi mereka untuk berinteraksi dengan orang lain secara normal. Mereka bukan hanya tidak memiliki perwujudan yang positif seperti membekali, membantu, atau mengasihi orang lain, melainkan tindakan dan perilaku mereka juga mengganggu, menghancurkan, dan meruntuhkan. Jika ada orang-orang yang biasanya memutarbalikkan fakta dan kebohongan, serta selalu melakukannya baik secara terang-terangan maupun secara diam-diam, yang menyebabkan dampak yang sangat negatif pada pekerjaan gereja dan saudara-saudari, itu berarti mereka termasuk orang-orang yang harus dikeluarkan oleh gereja. Jenis lainnya adalah mereka yang suka memanfaatkan orang. Apa pun situasinya, mereka selalu berusaha mendapatkan keuntungan, selalu berfokus pada kepentingan mereka sendiri. Mereka tidak berfokus untuk masuk ke dalam kenyataan kebenaran, atau melaksanakan tugas mereka dengan baik atau memenuhi tanggung jawab mereka sendiri. Bahkan terlebih lagi, mereka tidak berfokus untuk berinteraksi secara normal dengan saudara-saudari, memanfaatkan kelebihan orang lain untuk melengkapi kekurangan mereka sendiri dan membangun hubungan yang normal, atau menjalani kehidupan bergereja yang normal. Mereka tidak berfokus pada semua hal ini; mereka hanya datang ke gereja dan berada di antara saudara-saudari untuk memanfaatkan orang. Selama mereka hadir di gereja, dan selama saudara-saudari berhubungan dengan mereka, saudara-saudari akan merasa tidak nyaman di dalam hatinya. Saudara-saudari tidak hanya merasa jijik terhadap tindakan dan perilaku orang-orang seperti itu, tetapi terutama, mereka juga sering merasa terganggu dan terkekang dalam hati mereka sampai taraf yang signifikan. Apa yang dimaksud dengan "taraf yang signifikan"? Artinya, dalam situasi kehidupan nyata, ketika dihadapkan dengan gangguan dari pengikut yang bukan orang percaya atau orang-orang jahat, ada orang-orang yang terkekang oleh perasaan mereka dan tidak mampu membebaskan diri, sedangkan orang-orang lainnya, meskipun tidak menyukainya, tidak berani bersuara padahal di dalam hatinya selalu merasa terkekang dan tidak merasa damai. Bukankah ini gangguan yang serius terhadap saudara-saudari? (Ya.) Oleh karena itu, umat pilihan Tuhan harus mengidentifikasi kedua jenis orang ini; semua orang yang dikategorikan sebagai orang yang jahat itu termasuk di antara mereka yang harus dikeluarkan oleh gereja. Prinsip-prinsip spesifik untuk menangani orang-orang semacam itu telah dipersekutukan pada pertemuan sebelumnya, jadi itu tidak akan dipersekutukan lagi secara terperinci sekarang. Singkatnya, kedua jenis orang yang dipersekutukan di atas telah menyebabkan gangguan bukan hanya pada kehidupan bergereja saudara-saudari, melainkan juga pada pelaksanaan tugas mereka yang tertib; perilaku beberapa dari mereka bahkan cenderung menyandung orang-orang yang baru percaya yang tidak memiliki dasar. Oleh karena itu, berdasarkan cara dan sarana yang mereka gunakan untuk bertindak, serta berbagai perwujudan kemanusiaan mereka dan akibat buruk yang ditimbulkan oleh perwujudan ini, kedua jenis orang ini termasuk di antara mereka yang harus dikeluarkan, dan menyebutkan mereka di antara jajaran orang jahat sama sekali tidak berlebihan. Meskipun perilaku orang-orang yang suka memutarbalikkan fakta dan kebohongan serta mereka yang suka memanfaatkan orang mungkin tidak tampak sekasar atau sekejam perilaku orang-orang jahat yang didefinisikan dalam gagasan manusia—meskipun mereka tidak memiliki perwujudan yang begitu jelas—akibat buruk dari perilaku dan kemanusiaan mereka mengharuskan mereka untuk dikeluarkan dari gereja. Inilah perwujudan dari kedua jenis orang tersebut, dan prinsip-prinsip untuk menangani mereka, yang telah dipersekutukan sebelumnya.
II. Berdasarkan Kemanusiaan Orang
C. Bersikap Kurang Ajar dan Tidak Terkendali
Hari ini, kita akan lanjutkan dengan mempersekutukan perwujudan beberapa jenis orang lainnya dalam hal kemanusiaan mereka, dimulai dengan jenis orang yang ketiga. Apa ciri utama dari kemanusiaan orang-orang ini? Yaitu bersikap kurang ajar dan tidak terkendali. Memahami sikap yang kurang ajar dan tidak terkendali dari perspektif harfiah sangatlah mudah; itu berarti perilaku, sikap, dan ucapan orang-orang ini terlihat tidak pantas; mereka bukanlah orang yang bermartabat dan sopan. Inilah pemahaman mendasar tentang perwujudan orang-orang jenis ini. Di dalam gereja, tidak dapat dihindari bahwa beberapa orang memiliki penyimpangan atau kekeliruan dalam pandangan mereka tentang kepercayaan kepada Tuhan dan cara mereka mengejar. Ucapan dan sikap mereka tidak memiliki kesalehan, perwujudan mereka dalam kehidupan dan kualitas kemanusiaan mereka sama sekali tidak memenuhi kepatutan orang-orang kudus, dan mereka sama sekali tidak memiliki hati yang takut akan Tuhan. Secara keseluruhan, ucapan, perilaku, dan sikap mereka hanya dapat digambarkan sebagai kurang ajar dan tidak terkendali. Tentu saja, perwujudan spesifiknya banyak, terlihat oleh semua orang, dan mudah dikenali. Orang-orang ini sama dengan pengikut yang bukan orang percaya dan orang-orang tidak percaya; secara spesifik, mereka memperlihatkan perilaku yang sangat kurang ajar. Ketika mereka datang ke pertemuan, pakaian dan dandanan mereka sangat kasual. Ada yang bahkan tak mau repot-repot untuk merapikan diri sebelum meninggalkan rumah mereka, datang ke pertemuan dalam keadaan acak-acakan, dengan rambut yang belum disisir, dan belum mencuci muka. Ada yang berpakaian asal-asalan, mengenakan sandal usang atau bahkan piama ke pertemuan. Yang lainnya hidup dengan sembarangan, tidak memperhatikan kebersihan pribadi, dan tidak peduli saat mengenakan pakaian kotor ke pertemuan. Semua orang ini memperlakukan pertemuan dengan sangat santai, seolah-olah sedang mampir ke rumah tetangga, tidak menganggapnya serius. Selama pertemuan, ucapan dan sikap mereka juga tidak terkendali, dan mereka berbicara dengan suara keras tanpa keraguan sedikit pun, bahkan menjadi bersemangat serta menggerak-gerakkan tangan dengan liar ketika merasa senang, dan memperlihatkan sikap yang sangat kurang ajar. Berapa pun orang yang hadir, mereka tertawa-tawa, bercanda, dan melakukan gerakan tangan secara berlebihan, duduk dengan menyilangkan kaki, dan bertindak seolah-olah mereka unggul daripada semua orang lainnya; mereka sangat flamboyan dan bahkan angkuh, tidak pernah menatap mata siapa pun secara langsung ketika berbicara dengan orang-orang, mata mereka malah melirik ke sana kemari. Bukankah ini kurang ajar? (Ya.) Ini sangat kurang ajar dan sama sekali tidak terkendali. Tentu saja, orang-orang tidak percaya mungkin mengaitkan ucapan dan perilaku orang-orang semacam itu dengan kurangnya didikan yang baik, tetapi kita memahaminya secara berbeda; ini bukan sekadar masalah kurangnya didikan yang baik. Sebagai orang dewasa, orang seharusnya mengetahui dengan jelas cara yang benar dan semestinya untuk berbicara, berperilaku, dan berinteraksi dengan orang lain—khususnya, orang seharusnya tahu bagaimana melakukannya dengan cara yang sesuai dengan kepatutan orang-orang kudus, yang mendidik kerohanian saudara-saudari, dan yang merupakan kemanusiaan yang normal—tanpa perlu diberi tahu. Khususnya ketika menjalani kehidupan bergereja, di hadapan saudara-saudari, meskipun tidak perlu berpura-pura, orang harus mengendalikan diri. Lalu, apa ukuran dan standar yang dituntut dari pengendalian diri ini? Yaitu menyesuaikan diri dengan kepatutan orang-orang kudus. Orang seharusnya berpakaian dan berbusana dengan bermartabat dan sopan, tidak mengenakan pakaian yang aneh. Di hadirat Tuhan, orang harus bersikap saleh, dan tidak boleh melakukan gerakan tangan secara berlebihan; tentu saja, di depan orang lain, mereka juga harus menjaga kesalehan dan keserupaan dengan manusia, sehingga mereka menampilkan dirinya dengan cara yang sepatutnya, bermanfaat, dan mendidik kerohanian orang lain. Inilah yang memuaskan Tuhan. Mereka yang kurang ajar dan tidak terkendali sama sekali tidak peduli untuk hidup dalam aspek-aspek paling mendasar dari kemanusiaan, dan satu alasan yang pasti atas ketidakpedulian mereka adalah karena mereka benar-benar tidak tahu bagaimana menjadi orang yang saleh atau orang yang berintegritas dan bermartabat yang patut dihormati; mereka sama sekali tidak memahami hal-hal ini. Oleh karena itu, meskipun gereja berulang kali menetapkan dan menuntut agar mengenakan pakaian yang rapi, bermartabat, dan sopan di pertemuan, tidak mengenakan pakaian yang aneh, mereka tetap tidak menganggap serius aturan-aturan ini, sering kali datang dengan mengenakan sandal, dengan penampilan yang berantakan, atau bahkan mengenakan piama. Inilah salah satu perwujudan dari mereka yang kurang ajar dan tidak terkendali.
Orang yang kurang ajar dan tidak terkendali memperlihatkan perilaku lainnya, yaitu berpakaian modis dan memakai riasan tebal yang memikat di pertemuan. Mereka mulai merias diri dan berdandan dua hari sebelum setiap pertemuan, memikirkan riasan apa yang akan dipakai, perhiasan apa yang akan dikenakan, gaya rambut apa yang akan dipilih, pakaian mana yang akan dikenakan, tas apa yang akan dibawa, dan sepatu mana yang akan dipakai. Beberapa wanita bahkan memakai lipstik yang menggoda, perona mata, serta kontur hidung, dan dalam kasus yang lebih ekstrem, beberapa orang berdandan serta mengenakan pakaian yang terlalu menggoda, memperlihatkan bahu dan punggung mereka, mengenakan pakaian yang aneh. Di pertemuan, mereka tidak mendengarkan persekutuan saudara-saudari dengan saksama, mereka juga tidak berdoa; apalagi berpartisipasi dalam persekutuan atau menyampaikan pemahaman pribadi dan kesaksian pengalaman mereka. Sebaliknya, mereka membandingkan diri mereka dengan orang lain, memperhatikan siapa yang berpakaian lebih baik atau lebih buruk daripada mereka, siapa yang mengenakan pakaian bermerek yang sangat trendi, siapa yang mengenakan pakaian murah yang dibeli di pasar kaki lima, berapa harga gelang seseorang, dan sebagainya; mereka hanya berfokus pada hal-hal ini, bahkan sering kali membuat perbandingan seperti itu secara terang-terangan. Dari pakaian, serta ucapan, perilaku, dan sikap orang-orang ini, jelaslah bahwa partisipasi mereka dalam kehidupan bergereja dan interaksi mereka dengan saudara-saudari tidak ditujukan untuk memahami kebenaran, apalagi untuk mengejar jalan masuk kehidupan agar dapat mencapai perubahan watak; sebaliknya, mereka menggunakan waktu selama pertemuan untuk memamerkan kenikmatan mereka akan uang dan kehidupan materi. Ada orang-orang yang datang ke tempat pertemuan dengan mengenakan pakaian bermerek untuk pamer, menuruti keinginan mereka sepenuhnya akan mode dan tren-tren sosial di antara saudara-saudari, memikat orang lain untuk mengikuti tren-tren ini dan membuat orang lain merasa iri serta mengagumi mereka. Meskipun melihat beberapa tatapan dan sikap jijik dari saudara-saudari terhadapnya, mereka tetap mengabaikannya, terus melakukan segala sesuatu dengan cara mereka sendiri, memakai sepatu hak tinggi, dan membawa tas rancangan desainer. Beberapa orang bahkan mencoba untuk berpura-pura sebagai orang berada, orang kaya, memakai parfum berkualitas rendah ke pertemuan, sehingga setelah mereka masuk ke dalam ruangan, aroma parfum, perona pipi, dan minyak rambut yang bercampur menciptakan aroma yang menyengat dan tidak sedap. Banyak peserta pertemuan lainnya yang marah tetapi tidak berani bersuara, merasa jijik melihat orang-orang ini, dan mereka yang benar-benar percaya kepada Tuhan menjaga jarak dari orang-orang ini. Entah pakaian dan riasan mereka cukup berkelas atau cukup kasual, ciri khas dari orang-orang semacam itu adalah ucapan, perilaku, sikap, dan gaya hidup mereka yang sangat bebas dan tidak terkendali, bukan hanya selama pertemuan melainkan juga dalam interaksi mereka sehari-hari dengan saudara-saudari atau dalam kehidupan mereka sehari-hari. Tepatnya, mereka sangat kurang ajar dan sama sekali tidak terkendali. Tidak ada pola yang teratur dalam kehidupan mereka sehari-hari; mereka mengatakan apa pun yang mereka inginkan, bertindak ceroboh dan semaunya, tidak pernah membahas pengalaman pribadi, jarang menyampaikan pemahaman mereka tentang firman Tuhan, dan hampir tidak pernah membahas kesulitan yang dihadapi ketika melaksanakan tugas mereka. Apa saja topik yang mereka bahas? Tren-tren di tengah masyarakat, mode, makanan lezat, kehidupan pribadi tokoh-tokoh terkenal di tengah masyarakat dan bahkan para selebritas, serta kisah-kisah dan anekdot yang tidak biasa dari masyarakat. Dari perwujudan alamiah mereka ini, tidaklah sulit untuk memahami bahwa kepercayaan orang-orang semacam itu kepada Tuhan hanyalah untuk hidup tanpa tujuan. Hidup mereka sepenuhnya berfokus pada makan, minum, dan bersenang-senang, daripada berfokus pada hal-hal seperti menjalani kehidupan bergereja, melaksanakan tugas mereka, atau mengejar kebenaran. Yang dimaksud dengan "kurang ajar dan tidak terkendali" adalah bahwa gaya hidup orang-orang ini, kehidupan yang mereka jalani dalam kemanusiaan, dan juga cara mereka menangani berbagai hal, memperlakukan orang lain, dan berinteraksi dengan orang lain, semuanya kurang ajar dan tidak terkendali. Mereka sering meniru ungkapan-ungkapan populer di tengah masyarakat; entah saudara-saudari suka mendengarnya atau apakah saudara-saudari dapat memahaminya atau tidak, orang-orang ini terus berbicara. Mereka bahkan sering meniru perkataan dari beberapa tokoh terkenal di tengah masyarakat dan penyanyi terkenal serta bintang film. Adapun kosakata positif yang sering digunakan di rumah Tuhan dan di antara saudara-saudari, mereka tidak pernah menunjukkan minat apa pun; mereka tidak pernah mempersekutukan kebenaran dalam kehidupan mereka sehari-hari. Yang mereka idolakan adalah tren-tren duniawi; berbagai tokoh dan selebritas terkenal menjadi sasaran pengidolaan dan peniruan mereka. Contohnya, mereka dengan cepat memahami istilah dan frasa populer di internet serta menggunakannya dalam kehidupan mereka dan dalam percakapan dengan saudara-saudari. Tentu saja, istilah-istilah ini jelas bukan sesuatu yang positif atau mendidik kerohanian; semuanya negatif, tidak bernilai apalagi bermakna bagi mereka yang percaya kepada Tuhan. Semua itu adalah ungkapan populer yang dihasilkan oleh umat manusia yang rusak dan jahat, yang sepenuhnya merepresentasikan pemikiran dan sudut pandang kekuatan jahat. Perkataan semacam itu sering diperhatikan, diterima, dan digunakan oleh para pengikut yang bukan orang percaya di gereja yang sangat menyukai tren-tren jahat. Mereka sepenuhnya menutup diri terhadap istilah dan kosakata rohani di rumah Tuhan, tidak mendengarkan atau mempelajarinya dengan sungguh-sungguh. Sebaliknya, mereka dengan cepat mengambil dan menggunakan hal-hal negatif dari dunia orang-orang tidak percaya dan hal-hal yang diperhatikan oleh orang-orang tak bermoral. Jadi, baik dinilai dari pakaian yang mereka kenakan, ucapan, dan sikap mereka, maupun dari berbagai pemikiran dan sudut pandang serta sikap yang mereka perlihatkan terhadap berbagai hal, orang-orang ini tampak sangat berbeda di antara saudara-saudari. Apa yang dimaksud dengan berbeda? Artinya, ucapan, perilaku, dan sikap mereka itu seperti ucapan, perilaku, dan sikap orang-orang tidak percaya, sama sekali tidak memperlihatkan perubahan; mereka hanyalah pengikut yang bukan orang percaya. Sebagai contoh, ada seseorang yang menyanyikan dua lagu pujian di atas panggung di rumah Tuhan dan mendapatkan penghargaan dari semua orang, sehingga dia mulai menganggap dirinya sebagai selebritas atau orang penting, selalu menuntut untuk memakai riasan wajah yang menor untuk pertunjukan, bersikeras memiliki gaya rambut selebritas tertentu, dan mengecatnya dengan warna-warna yang aneh. Ketika orang lain berkata: "Orang-orang percaya harus berpakaian dengan martabat dan kesopanan; gayamu tidak memenuhi tuntutan rumah Tuhan," dia mengeluh, berkata, "Aturan rumah tuhan terlalu ketat; benar-benar merepotkan! Mengapa begitu sulit untuk menjadi seorang bintang?" Setelah menyanyikan dua lagu pujian saja, dia membayangkan dirinya sebagai seorang bintang dan mengira bahwa dia hebat, dan setiap kali dia sedang tidak sibuk, dia selalu berpikir: "Berapa banyak jari yang digunakan para bintang di dunia orang-orang tidak percaya untuk memegang mikrofon? Berapa banyak langkah yang mereka ambil untuk naik ke atas panggung? Mengapa aku tidak menerima bunga ketika aku bernyanyi dengan sangat baik? Para bintang di dunia memiliki agen dan asisten; mereka tidak harus menangani atau mengatasi sendiri sebagian besar masalah mereka, asisten merekalah yang melakukan semuanya. Namun, sebagai seorang penyanyi di rumah tuhan, aku harus mengurus tugas-tugas biasa seperti mengambil makanan, berpakaian, dan berbelanja sendiri. Rumah tuhan terlalu kolot!" Dalam hatinya, dia selalu merasa tidak bahagia tinggal di rumah Tuhan; dia merasa sangat dirugikan, selalu tidak puas dan dipenuhi dengan keluhan. Dapatkah orang semacam itu mencintai kebenaran? Akankah dia menerapkan kebenaran? Mengapa dia tidak merenungkan dirinya sendiri? Perspektifnya tentang berbagai hal sangatlah menyimpang, sama seperti perspektif orang-orang tidak percaya; bagaimana mungkin dia tidak menyadari hal ini? Rumah Tuhan tidak menghalanginya untuk menjadi seorang bintang, tetapi apakah sudut pandang dan pendekatannya ini—yang merupakan sudut pandang dan pendekatan para pengikut yang bukan orang percaya—dapat dilakukan di rumah Tuhan? Itu pada dasarnya tidak dapat dipertahankan. Ucapan dan perilakunya yang biasa dianggap hina oleh kebanyakan orang. Karena "pikiran yang terbuka" dan sikapnya yang sangat kurang ajar, apa pun yang diucapkan atau dilakukan orang-orang semacam itu kurang ajar dan tidak terkendali, tidak memperlihatkan apa pun selain watak Iblis.
Rumah Tuhan berulang kali menekankan bahwa saudara-saudari harus menjaga batasan antara pria dan wanita, serta jangan terjerat dengan lawan jenis. Namun, ada orang-orang yang kurang ajar dan tidak terkendali, sama sekali tidak mengindahkan nasihat ini, dan bahkan mencoba untuk menggoda atau berpacaran dengan orang lain secara diam-diam, mengganggu kehidupan bergereja. Mereka senang berhubungan dengan lawan jenis, bahkan mencari alasan dan dalih untuk berhubungan dan berinteraksi secara tidak serius. Saat melihat lawan jenis yang menarik atau yang cocok dengan mereka, mereka mulai menarik-narik orang itu, menggoda dan bercanda, mengacak-acak pakaiannya serta mengacak-acak rambutnya, dan bahkan melempar bola salju ke pakaiannya selama musim dingin; mereka bermain-main satu sama lain seperti binatang, tanpa batasan atau rasa hormat, tidak merasa malu sedikit pun. Ada orang-orang yang berkata, "Bagaimana itu bisa dianggap bermain-main? Mereka memperlihatkan kasih sayang; itu disebut bersikap mesra, bersikap romantis." Jika engkau ingin mencari pasangan, engkau telah memilih tempat yang salah. Gereja adalah tempat saudara-saudari melaksanakan tugas mereka; ini adalah tempat untuk menyembah Tuhan, bukan tempat untuk menggoda lawan jenis. Memperlihatkan perilaku seperti itu di depan umum, di depan semua orang, menyebabkan kebanyakan orang merasa muak dan jijik. Masalah utamanya adalah bahwa hal itu tidak mendidik kerohanian orang lain, dan engkau juga kehilangan integritas serta martabatmu. Memangnya berapa usiamu? Tidak dapatkah engkau membedakan tangan kanan dari tangan kirimu? Tidakkah engkau mengerti perbedaan antara pria dan wanita? Namun, engkau masih saja menggoda lawan jenis! Wajar bagi anak-anak yang berusia tujuh atau delapan tahun untuk bermain-main; perilaku dan minat seperti itu biasa untuk anak seusia mereka. Namun, jika orang dewasa yang memperlihatkan perilaku ini, bukankah itu kekanak-kanakan? Sederhananya, itu memang kekanak-kanakan. Dalam hal esensi, apa ini? (Tidak terkendali, kurang ajar.) Semua itu sangat kurang ajar! Orang yang percaya kepada Tuhan harus tahu bagaimana memiliki rasa hormat. Bahkan di antara orang-orang tidak percaya, hanya sedikit orang-orang yang berperilaku sangat kurang ajar. Betapa sembrono dan hinanya orang-orang yang kurang ajar seperti itu! Melempar bola salju ke pakaian lawan jenis untuk bersenang-senang, bukan hanya mengejarnya dengan bersenda gurau, melainkan juga menendang bokong mereka; ketika ada orang yang menyingkapkan fakta bahwa perilaku seperti itu terlalu kurang ajar dan mengaburkan batasan antara pria dan wanita, mereka membalas, "Kami hanya bermain-main seperti ini karena kami sangat dekat; orang-orang seharusnya paham." Mereka bersikap kurang ajar hingga mencapai taraf seperti ini, bukan hanya membiarkan diri mereka bersikap kurang ajar melainkan juga membujuk orang lain untuk turut bersikap kurang ajar bersama mereka. Orang hina macam apa ini? Katakan kepada-Ku, haruskah orang-orang semacam itu tetap berada di dalam gereja? (Tidak.) Berada di sekitar orang semacam ini selalu terasa tidak nyaman dan canggung. Ketika mereka melihat seseorang, mereka tidak menyapanya dengan normal; sebaliknya, mereka hanya menepuk bahunya, berkata, "Ke mana saja kau selama ini? Kupikir kau telah lenyap dari muka bumi! Apa kabarmu?" Bahkan cara mereka menyapa sangat kasar dan angkuh; mereka bukan hanya berbicara dengan kasar, melainkan juga bahkan bersikap kasar terhadap orang lain secara fisik. Bukankah ini menyerupai perilaku para berandal dan penjahat? Apakah engkau semua menyukai orang-orang semacam itu? (Tidak.) Apakah perasaan diejek dan dipermainkan itu nyaman? (Tidak.) Itu tidak nyaman, dan engkau bahkan tidak mampu mengungkapkannya; engkau hanya harus menanggungnya, dan lain kali engkau bertemu dengan mereka, engkau menghindarinya dari jauh. Singkatnya, apa yang dikatakan tentang kualitas kemanusiaan orang-orang semacam itu? (Kualitasnya buruk.) Dari sudut mana pun mereka dipandang—entah itu ucapan dan sikap mereka, perilaku pribadi mereka, cara mereka menghadapi dunia, dan interaksi mereka dengan orang lain, perspektif mereka terhadap tren-tren dunia orang tidak percaya, atau cara mereka percaya kepada Tuhan dan sikap mereka terhadap Tuhan serta firman-Nya—tidaklah sulit untuk melihat bahwa orang-orang ini tidak memiliki kesalehan atau hati yang takut akan Tuhan. Orang-orang juga tidak dapat melihat ketulusan dalam diri mereka untuk mencari atau menerima kebenaran. Yang terlihat adalah sikap mereka yang kurang ajar dan tidak terkendali, mereka terus-menerus meniru para bintang serta idola mereka, dan seperti apa pun cara kebenaran dipersekutukan, mereka tidak memiliki niat sedikit pun untuk berbalik. Bagaimana ciri-ciri kemanusiaan mereka dapat diringkas? Kurang ajar dan tidak terkendali. Dengan demikian, dapat dinyatakan dengan pasti bahwa mereka adalah orang-orang tidak percaya yang telah menyusup ke dalam rumah Tuhan; mereka adalah pengikut yang bukan orang percaya.
Orang-orang yang kurang ajar dan tak terkendali menggunakan pilihan kata yang sama seperti bandit dan berandal dari dunia orang tidak percaya; mereka sangat suka meniru ucapan dan gaya para selebritas dan tokoh-tokoh jahat di tengah masyarakat, dengan sebagian besar dari bahasa mereka mengandung nada bicara yang kasar yang terasa seperti sesuatu yang akan dikatakan oleh seorang berandal atau preman. Sebagai contoh, ketika seorang tidak percaya datang, mengucapkan beberapa frasa aneh setelah mengetuk pintu, saudara-saudari berkata, "Ada yang tidak beres; mengapa orang ini tampak seperti pengintai atau mata-mata?" Meskipun mereka tidak dapat memastikannya pada saat itu, hal itu membuat kebanyakan orang merasa gelisah. Namun, orang yang kurang ajar dan tak terkendali itu berbicara secara mengesankan, bahkan dengan kesan tertentu, berkata, "Seorang pengintai? Tidak membuatku takut! Mengapa takut pada mereka? Jika kalian takut, kalian tidak perlu keluar. Aku akan keluar dan melihat apa yang sedang mereka lakukan." Lihat betapa berani dan nekatnya mereka. Akankah engkau semua berbicara seperti ini? (Tidak, ini bukanlah cara bicara orang normal; ini seperti sesuatu yang akan dikatakan seorang bandit.) Cara bicara bandit berbeda dengan cara bicara orang normal; mereka sangat memaksa. Orang-orang mempelajari bahasa mereka sendiri sesuai jenisnya; orang-orang duniawi khususnya memakai bahasa populer di masyarakat, para bandit dan berandal suka menggunakan jargon mereka, dan para pengikut yang bukan orang percaya berbicara seperti orang-orang tidak percaya, mengatakan semua yang dikatakan orang tidak percaya. Orang-orang yang baik, bermartabat, dan sopan merasa jijik dan muak setelah mendengar ucapan orang-orang tidak percaya; tak seorang pun dari mereka berusaha meniru ucapan seperti itu. Beberapa pengikut yang bukan orang percaya, bahkan setelah percaya selama sepuluh atau dua puluh tahun, masih menggunakan bahasa orang-orang tidak percaya, dengan sengaja memilih ucapan seperti itu, dan ketika berbicara mereka bahkan meniru tingkah laku, ekspresi, dan gerak-gerik orang tidak percaya, serta sorot mata mereka. Dapatkah orang-orang semacam itu disukai di mata saudara-saudari di gereja? (Tidak.) Kebanyakan saudara-saudari menganggap mereka tidak menyenangkan dan tidak nyaman untuk dilihat. Menurut engkau semua, apa yang Tuhan rasakan tentang mereka? (Jijik.) Jawabannya jelas: jijik. Dari apa yang mereka hidupi, pengejaran mereka, dan orang-orang, peristiwa, serta hal-hal yang mereka hormati dalam hati mereka, jelaslah bahwa kemanusiaan mereka tidak memperlihatkan martabat atau kesopanan dan jauh dari kesalehan serta tidak sesuai dengan kepatutan orang-orang kudus. Jarang terdengar dari mulut mereka perkataan yang seharusnya diucapkan oleh orang-orang percaya atau orang-orang kudus, dan perkataan yang mendidik kerohanian orang lain serta menyampaikan integritas dan martabat; kecil kemungkinan mereka mengatakan hal-hal ini. Apa yang mereka hormati, cita-citakan, dan kejar dalam hati mereka pada dasarnya tidak sesuai dengan apa yang seharusnya dikejar dan dicita-citakan oleh orang-orang kudus, dan ini membuat apa yang secara lahiriah mereka hidupi, ucapan mereka, dan tingkah laku mereka menjadi sulit untuk dikendalikan. Meminta mereka untuk mengendalikan diri, tidak bersikap kurang ajar atau memuaskan keinginan diri, serta menjaga martabat dan kesopanan adalah tugas yang berat. Apalagi hidup seperti seseorang yang memiliki kemanusiaan dan nalar yang memahami kebenaran dan masuk ke dalam kenyataan kebenaran, mereka bahkan tidak mampu menjadi orang-orang normal yang memiliki integritas dan martabat yang sesuai dengan kepatutan orang-orang kudus, mematuhi aturan, dan tampak rasional dari luarnya. Dahulu, ada seseorang yang pergi ke daerah pedesaan untuk memberitakan Injil dan melihat bahwa ada saudara-saudari yang memiliki keluarga yang miskin dan tinggal di rumah-rumah yang bobrok. Dia dengan nada sinis dan mengejek berkata, "Rumah ini sangat bobrok, tak layak untuk manusia; hampir tak layak untuk babi. Kau harus segera pindah!" Saudara-saudari itu menjawab, "Pindah itu cukup mudah, tetapi siapa yang akan memberi kami rumah lain untuk ditinggali?" Dia berbicara dengan gegabah dan semaunya, mengatakan apa pun yang terlintas di benaknya tanpa memikirkan dampaknya terhadap orang lain. Ini adalah natur yang berengsek. Saudara-saudari itu bertanya, "Jika kami pindah, siapa yang akan memberi kami rumah untuk ditinggali? Apakah kau punya rumah?" Dia tidak menjawab. Melihat orang-orang menghadapi kesulitan, dia harus mampu mengatasi kesulitan mereka sebelum berbicara. Apa akibatnya jika dia berbicara dengan gegabah tanpa mampu mengatasi kesulitan mereka? Apakah ini masalah karena terlalu berterus terang dan blak-blakan? Sama sekali tidak. Masalahnya adalah bahwa keberengsekannya terlalu parah; dia kurang ajar dan tak terkendali. Orang-orang semacam itu sama sekali tidak memiliki konsep integritas, martabat, pertimbangan, toleransi, kepedulian, rasa hormat, pengertian, simpati, kasih sayang, perhatian, bantuan, dan sebagainya. Kualitas-kualitas esensial kemanusiaan yang normal ini adalah apa yang seharusnya orang miliki. Mereka bukan saja tidak memiliki kualitas-kualitas ini, tetapi dalam berinteraksi dengan orang lain, saat melihat orang sedang menghadapi kesulitan, mereka bahkan mampu menghina, mengejek, mencemooh, dan mengolok-olok mereka; mereka bukan saja tidak mampu memahami atau membantunya, melainkan juga membawa kesedihan, ketidakberdayaan, rasa sakit, dan bahkan masalah bagi mereka. Bagi mereka yang memiliki sikap berengsek yang begitu parah, kebanyakan orang melihat mereka dengan jelas dan menoleransi mereka berulang kali. Apakah menurut engkau semua orang-orang semacam itu dapat memiliki pertobatan yang sejati? Kurasa itu tidak mungkin. Mengingat esensi natur mereka, mereka bukanlah orang-orang yang mencintai kebenaran, jadi bagaimana mereka dapat menerima diri mereka dipangkas dan didisiplinkan? Dalam menggambarkan orang-orang seperti itu, orang-orang tidak percaya memiliki istilah, seperti "berpegang pada jalan sendiri" atau "menempuh jalan sendiri tanpa memedulikan apa yang dikatakan orang lain"—logika konyol apa ini? Semua yang disebut pepatah dan ungkapan yang terkenal ini sering kali dipandang sebagai hal-hal yang positif di tengah masyarakat ini, yang memutarbalikkan fakta dan membingungkan yang benar dan yang salah. Mengenai perwujudan kemanusiaan dari orang-orang yang kurang ajar dan tak terkendali, ini pada dasarnya sudah dibahas.
Terlepas dari apakah orang yang kurang ajar dan tidak terkendali memengaruhi kehidupan bergereja, hubungan normal di antara saudara-saudari, atau pelaksanaan tugas secara normal oleh umat pilihan Tuhan, selama perwujudan dan penyingkapan kemanusiaan mereka menyebabkan dampak dan konsekuensi yang merugikan, mengganggu saudara-saudari, masalah-masalah ini harus diselesaikan, dan harus diambil tindakan yang semestinya terhadap orang-orang semacam itu, bukan hanya membiarkan mereka bertindak dengan leluasa. Untuk kasus-kasus kecil, bantuan dan dukungan dapat diberikan, atau mereka dapat dipangkas dan diperingatkan. Untuk kasus-kasus yang parah, di mana perilaku dan sikap mereka sangat kurang ajar, seperti perilaku dan sikap orang-orang tidak percaya atau para pengikut yang bukan orang percaya, yang tidak memiliki sedikit pun kepatutan orang-orang kudus, para pemimpin dan pekerja gereja harus memberikan solusi yang tepat untuk menangani orang-orang ini. Jika sebagian besar saudara-saudari setuju dan kondisinya memungkinkan, orang-orang ini harus dikeluarkan; setidaknya, mereka tidak boleh diizinkan untuk melaksanakan tugas mereka di gereja tugas penuh waktu. Apa yang dimaksud dengan "untuk kasus-kasus kecil"? Artinya, beberapa orang adalah orang yang baru percaya, yang awalnya adalah orang tidak percaya, yang tidak pernah percaya pada agama Kristen dan tidak memahami apa yang dimaksud dengan percaya kepada Tuhan. Ucapan dan perilaku mereka memperlihatkan kebiasaan orang tidak percaya. Namun, dengan membaca firman Tuhan, mempersekutukan kebenaran, dan menjalani kehidupan bergereja, mereka perlahan-lahan berbalik dan berubah, mulai menjadi seperti orang-orang percaya, memperlihatkan sedikit keserupaan dengan manusia. Orang-orang ini tidak boleh digolongkan di antara jajaran orang-orang jahat, tetapi sebagai orang-orang yang dapat ditolong. Kategori lainnya adalah orang-orang muda yang berusia sekitar dua puluh tahun yang, meskipun telah percaya kepada Tuhan selama tiga hingga lima tahun, masih suka bermain-main, belum sepenuhnya stabil, memperlihatkan sedikit sifat kekanak-kanakan dalam ucapan dan perilaku lahiriah mereka—berbicara, berperilaku, dan bertindak seperti anak-anak—dan sebagainya, karena usia mereka yang masih muda. Untuk orang-orang ini, bantuan dan dukungan harus diberikan dengan kasih; mereka harus diberi cukup waktu untuk berubah secara bertahap tanpa memaksakan tuntutan yang terlalu ketat. Tentu saja, untuk orang dewasa yang telah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun tetapi masih memperlihatkan ucapan, sikap, perilaku, serta tindakan yang kurang ajar dan tidak terkendali seperti orang tidak percaya, dan yang menolak untuk berubah meskipun telah dinasihati berulang kali, diperlukan pendekatan yang berbeda; mereka harus ditangani berdasarkan aturan-aturan rumah Tuhan. Jika ucapan, sikap, dan perwujudan kemanusiaan orang-orang semacam itu mengganggu kebanyakan orang dan menciptakan dampak yang merugikan di dalam gereja, membuat banyak orang merasa jijik saat melihat mereka, tidak mau mendengarkan mereka berbicara, tidak mau melihat ekspresi mereka ketika mereka berbicara, juga tidak mau melihat pakaian mereka, dan sebagian besar orang lebih senang dan dalam keadaan yang lebih baik jika orang-orang semacam itu tidak menghadiri pertemuan—merasa tidak nyaman dan jijik dengan partisipasi mereka dalam kehidupan bergereja dan dengan kehadiran mereka di antara saudara-saudari, seolah-olah ada hama yang menyebabkan gangguan—orang-orang semacam itu tidak diragukan lagi adalah orang-orang jahat. Dengan kata lain, setiap kali mereka menjalani kehidupan bergereja dan melaksanakan tugas mereka bersama saudara-saudari, kebanyakan orang merasa terganggu dan sangat jijik. Dalam kasus-kasus semacam itu, orang-orang ini harus ditangani sesegera mungkin, tidak boleh dibiarkan sendiri untuk bertindak sekehendak hati mereka, atau harus diamati lebih lanjut. Setidaknya, mereka harus dikeluarkan dari gereja tugas penuh waktu dan dikirim ke gereja biasa untuk bertobat. Mengapa menanganinya dengan cara seperti ini? (Mereka telah menyebabkan gangguan dan konsekuensi yang merugikan bagi kebanyakan orang, mengganggu kehidupan bergereja.) Karena konsekuensi dan dampak dari perwujudan mereka sangat tercela! Berdasarkan hal ini, para pemimpin dan pekerja, serta umat pilihan Tuhan, tidak boleh berpura-pura tidak melihatnya dan menuruti perilaku mereka tanpa berpikir. Tidaklah patut bagi para pemimpin dan pekerja untuk tidak melakukan apa pun bahkan ketika orang-orang semacam itu menyebabkan gangguan pada sebagian besar orang; orang-orang semacam itu harus dikeluarkan dari gereja berdasarkan aturan rumah Tuhan; ini adalah pilihan yang paling bijaksana.
Pernahkah gereja menangani orang-orang yang kurang ajar dan tidak terkendali sebelumnya? (Ya.) Ketika orang-orang semacam itu ditangani, ada orang yang menangis, berkata, "Aku tak bermaksud melakukannya. Aku hanya berperilaku seperti itu sesekali; aku bukan orang semacam itu. Kumohon beri aku kesempatan lagi! Jika aku tidak diizinkan untuk melaksanakan tugasku, aku tidak akan mampu percaya kepada tuhan begitu aku pulang ke rumah. Seluruh keluargaku adalah orang tidak percaya." Dia berbicara dengan nada memohon dan tampak benar-benar tertekan, mengungkapkan keengganan untuk meninggalkan Tuhan dan meminta rumah Tuhan memberinya kesempatan lagi untuk bertobat. Memberinya kesempatan lagi bukanlah hal yang tidak mungkin, tetapi intinya adalah apakah dia dapat berubah atau tidak. Jika sepenuhnya diketahui bahwa orang ini tidak memiliki sedikit pun kemanusiaan, tidak berhati nurani atau bernalar, dan pada dasarnya adalah orang yang tidak berperasaan serta tidak berjiwa, dia tidak boleh diberi kesempatan lagi; itu akan sia-sia. Namun, jika hakikat orang tersebut baik, hanya saja kemanusiaannya belum matang karena usianya yang masih muda, dan dia pasti akan berubah dalam beberapa tahun, dia harus diberi kesempatan untuk bertobat. Dia sama sekali tidak boleh dikeluarkan dari gereja; tidak ada orang baik yang boleh dihancurkan. Ada orang-orang yang pada dasarnya adalah pengikut yang bukan orang percaya; mereka pada dasarnya adalah orang-orang yang kurang ajar, bebal, dan bodoh, serta dalam kemanusiaanya, mereka pada dasarnya tidak memiliki konsep kehormatan, tidak tahu apa arti rasa malu. Setelah bertindak dengan cara yang tidak sopan di depan umum, kebanyakan orang akan merasa menyesal dan malu untuk berhadapan dengan orang lain. Selain itu, ketika mereka ingin melakukan hal-hal semacam itu, mereka mampu memikirkan perasaan dan pendapat saudara-saudari, serta mempertimbangkan integritas dan martabat mereka sendiri, dan mereka tidak akan berperilaku dengan cara seperti itu; paling-paling mereka mungkin hanya akan membuat keributan di rumah dengan anak-anak atau saudara kandung mereka. Ketika keluar dan berinteraksi dengan orang tak dikenal, orang-orang seharusnya memahami apa arti rasa hormat, kesopanan, aturan, dan martabat. Dapatkah seseorang yang tidak memahami konsep-konsep ini berubah bahkan dengan bantuanmu? Sekalipun mereka sekarang dikekang, berapa lama mereka dapat bertahan? Tidak akan lama sebelum mereka kembali ke cara-cara lama mereka. Karena orang-orang semacam itu tidak memiliki martabat dan rasa malu dalam kemanusiaan mereka, tidak mengetahui apa arti aturan, kesopanan, atau kepatutan orang-orang kudus, dan kemanusiaan mereka pada dasarnya tidak memiliki kualitas-kualitas ini, engkau tidak dapat menolong mereka. Orang-orang yang tidak dapat ditolong adalah orang-orang yang tidak dapat berubah, orang-orang yang tidak dapat diajari atau dipengaruhi. Orang-orang semacam itu harus dikeluarkan secepat dan sedini mungkin, untuk mencegah agar mereka tidak menyebabkan gangguan di antara saudara-saudari, agar mereka tidak mempermalukan diri di sini. Rumah Tuhan tidak membutuhkan siapa pun untuk sekadar menambah jumlah jemaat. Jika Tuhan tidak akan menyelamatkan seseorang, tidak ada gunanya bagi orang itu untuk sekadar menambah jumlah jemaat. Mereka yang tidak diakui Tuhan harus dikeluarkan; keluarkan mereka yang tidak seharusnya tetap berada di rumah Tuhan, jangan sampai kehadiran satu orang ini berdampak buruk pada banyak orang lainnya, di mana hal ini tidak adil bagi mayoritas orang. Jika engkau semua memahami esensi yang sebenarnya dari orang-orang yang kurang ajar dan tidak terkendali, engkau harus menangani mereka dan mengeluarkan mereka sesegera mungkin, bukan menoleransi mereka tanpa batas waktu. Ada orang-orang yang berkata, "Mereka terkadang membuahkan beberapa hasil ketika melaksanakan tugas mereka. Mereka masih dibutuhkan untuk aspek pekerjaan itu. Mereka juga memiliki hati yang penuh kasih dan mampu membayar sedikit harga." Namun, di antara orang-orang yang tetap berada di rumah Tuhan, siapa yang tidak mampu membayar harga? Siapa yang tidak mampu memperoleh beberapa hasil ketika melaksanakan tugas mereka? Jika semua orang mampu membuahkan beberapa hasil, mengapa tidak memilih orang baik yang bermartabat dan sopan untuk melaksanakan tugas? Mengapa bersikeras mempertahankan jenis orang yang tidak bermoral, bajingan, dan bodoh di gereja tugas penuh waktu serta membiarkan mereka menyebabkan gangguan? Mengapa bersikeras mempertahankan para pengikut yang bukan orang percaya yang hidup seperti orang-orang tidak percaya untuk berjerih payah di rumah Tuhan? Rumah Tuhan tidak kekurangan orang yang berjerih payah; rumah Tuhan hanya menginginkan orang-orang jujur yang mencintai kebenaran, orang-orang yang lurus, dan mereka yang mampu mengejar kebenaran, untuk mengorbankan diri mereka bagi Tuhan.
Kebanyakan dari mereka yang saat ini melaksanakan tugas adalah orang-orang yang telah percaya kepada Tuhan selama lebih dari lima atau enam tahun, dan semua jenis orang telah sepenuhnya tersingkap dalam proses pelaksanaan tugas mereka; mereka yang merupakan pengikut yang bukan orang percaya, orang-orang yang bingung, pemimpin-pemimpin palsu, orang-orang jahat, dan antikristus, semuanya telah tersingkap. Banyak dari umat pilihan Tuhan telah melihat dengan jelas bahwa kebanyakan dari orang-orang ini menolak untuk berubah meskipun telah berulang kali ditegur, telah menyebabkan gangguan dan kekacauan yang serius pada pekerjaan rumah Tuhan. Sudah tiba waktunya bagi para pengikut yang bukan orang percaya, orang-orang jahat, dan antikristus ini untuk dikeluarkan. Jika tidak dikeluarkan, mereka akan memengaruhi operasi pekerjaan gereja dan penyebarluasan Injil Kerajaan Tuhan. Jika mereka tidak dikeluarkan, jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan akan terpengaruh; kehidupan bergereja akan terus terganggu dan tidak akan pernah menemukan kedamaian. Oleh karena itu, para pemimpin dan pekerja gereja di semua tingkatan harus mulai mentahirkan gereja sesuai dengan maksud Tuhan dan berdasarkan firman Tuhan. Aku melihat bahwa ada cukup banyak orang yang tidak memiliki kemanusiaan. Selama pertemuan, ada orang-orang yang memperlihatkan berbagai macam perilaku yang tidak sepatutnya, dan tidak bersikap sopan, baik saat duduk maupun berdiri, dengan teh, ponsel, krim wajah, dan parfum yang semuanya telah disiapkan di samping mereka. Beberapa orang yang suka tampil cantik selalu memeriksa penampilan mereka di cermin serta memoles riasan mereka, dan beberapa orang lainnya selalu minum air, menggulir layar ponsel mereka untuk membaca berita atau menonton video tentang dunia orang-orang tidak percaya, berbicara dan bercakap-cakap dengan kaki disilangkan, memutar tubuh mereka menjadi dua lengkungan, menyerupai bentuk ular, bahkan tanpa mempertahankan postur yang tepat. Aku juga mendengar bahwa ada orang-orang yang kembali ke kamar tidur mereka di malam hari dan berbaring di tempat tidur tanpa melepas sepatu mereka, tidur hingga fajar. Di pagi hari, mereka membuka mata bukan untuk berdoa atau bersaat teduh, melainkan untuk memeriksa berita di ponsel mereka terlebih dahulu. Selama waktu makan, ketika mereka melihat makanan lezat, atau ketika melihat daging, mereka menyantapnya dengan lahap—tidak peduli apakah orang lain bisa makan atau tidak, asalkan mereka kenyang—kemudian langsung tidur lagi. Mereka tidak memiliki keserupaan dengan manusia dalam segala hal yang mereka lakukan, bertindak kurang ajar dan tidak terkendali seperti orang-orang tidak percaya, sama sekali tidak menaati aturan, tanpa sedikit pun ketaatan atau ketundukan, sama seperti binatang buas. Katakan kepada-Ku, dapatkah jenis orang yang memiliki natur yang sangat tidak bermoral seperti itu diselamatkan? (Tidak.) Lalu, adakah gunanya mereka percaya kepada Tuhan? Dengan kualitas yang terlalu buruk untuk mencapai standar kebenaran, mampukah mereka memahami firman Tuhan ketika mereka membacanya? Tanpa memiliki aturan apa pun dalam hal berperilaku, dapatkah jerih payah mereka memenuhi standar? Tanpa hati nurani atau nalar, dapatkah mereka menerima ketika mendengarkan khotbah dan mendengarkan persekutuan tentang kebenaran? (Tidak.) Mereka yang memperlihatkan perilaku-perilaku seperti ini pada dasarnya tidak memiliki kemanusiaan, jadi bagaimana mungkin mereka dapat memperoleh kebenaran? Mereka yang tidak memiliki kemanusiaan adalah binatang buas, setan-setan, orang-orang yang tidak berjiwa, yang tidak mampu memahami kebenaran ketika mereka mendengarnya dan tidak layak untuk mendengar kebenaran. Membiarkan mereka memahami dan memperoleh kebenaran adalah seperti mencoba memaksa ikan untuk hidup di darat atau mengajari babi untuk terbang; mustahil! Sebelumnya, ketika membahas jenis manusia mana yang termasuk binatang, kata "binatang" sering diawali dengan kata "anjing", sehingga mereka disebut "binatang anjing". Namun, setelah memelihara anjing dan berinteraksi dengan mereka secara dekat, Aku mendapati bahwa anjing memiliki hal-hal terbaik yang tidak dimiliki manusia: Mereka berperilaku sesuai aturan, patuh, dan memiliki rasa harga diri. Engkau menetapkan batasan bagi mereka untuk beraktivitas, dan mereka hanya akan beraktivitas di dalam batasan tersebut, dan tanpa kecuali, mereka benar-benar tidak akan pergi ke tempat-tempat yang kaularang untuk mereka datangi. Jika mereka secara tidak sengaja melewati batas, mereka akan segera mundur, terus-menerus mengibaskan ekor, memohon maaf, dan mengakui kesalahan mereka. Dapatkah manusia mencapai hal ini? (Tidak.) Manusia tidak dapat mencapainya. Meskipun anjing mungkin tidak memahami sebanyak manusia, mereka memahami satu hal: "Ini adalah wilayah pemiliknya, rumah pemiliknya. Aku pergi ke mana pun yang diizinkan pemiliknya dan menghindari tempat-tempat yang tidak boleh kudatangi." Bahkan tanpa harus dipukul, mereka menahan diri untuk tidak pergi ke sana; mereka memiliki rasa harga diri. Bahkan anjing pun tahu apa itu rasa malu, jadi mengapa manusia tidak? Apakah berlebihan untuk menggolongkan mereka yang tidak tahu malu sebagai binatang? (Tidak.) Itu sama sekali tidak berlebihan; kebanyakan orang bahkan tidak memiliki kebajikan seekor anjing. Kelak, ketika kita mengatakan bahwa beberapa orang adalah binatang, kita tidak dapat menyebut mereka "binatang anjing" lagi; itu akan menjadi penghinaan bagi anjing, karena orang-orang ini, binatang ini, bahkan lebih buruk daripada anjing. Oleh karena itu, begitu orang-orang semacam itu menyebabkan gangguan pada kehidupan bergereja atau pada pelaksanaan tugas saudara-saudari, mereka harus segera dikeluarkan; ini masuk akal, dapat dibenarkan, dan sama sekali tidak berlebihan. Ini bukan berarti tidak mengasihi; ini artinya bertindak berdasarkan prinsip. Sekalipun mereka yang kurang ajar dan tidak terkendali menunjukkan beberapa hasil dalam tugas mereka, dapatkah mereka diselamatkan? Apakah mereka adalah orang-orang yang menerima kebenaran? Mereka bahkan tidak mampu mengendalikan tindakan mereka sendiri, jadi mungkinkah mereka mampu menerima kebenaran? Mereka tidak mampu mempertahankan integritas dan martabat mereka sendiri, jadi mungkinkah mereka masuk ke dalam kenyataan kebenaran? Itu tidak mungkin. Jadi, menangani orang-orang ini dengan cara seperti itu sama sekali tidak berlebihan; itu sepenuhnya berdasarkan prinsip, dan sepenuhnya untuk tujuan melindungi umat pilihan Tuhan dari gangguan Iblis. Singkatnya, setelah mendeteksi orang-orang semacam itu, mereka harus ditangani sebagaimana mestinya berdasarkan beberapa prinsip yang baru saja Kusebutkan. Apakah berlebihan untuk menggolongkan jenis orang-orang yang benar-benar kurang ajar dan tidak terkendali, dan yang benar-benar menuruti daging tanpa kepatutan orang-orang kudus, sebagai orang-orang tidak percaya dan pengikut yang bukan orang percaya? (Tidak.) Karena mereka digolongkan sebagai orang-orang tidak percaya dan pengikut yang bukan orang percaya, memasukkan mereka ke dalam jajaran berbagai jenis orang jahat yang harus dikeluarkan oleh gereja tidaklah berlebihan. Orang-orang yang bahkan tidak mampu mengendalikan perilaku dan sikap mereka sendiri tentu saja tidak mampu menerima kebenaran. Bukankah mereka yang tidak mampu menerima kebenaran adalah musuh kebenaran? (Ya, mereka adalah musuh kebenaran.) Apakah berlebihan untuk menggolongkan mereka yang merupakan musuh kebenaran sebagai orang-orang jahat? (Tidak.) Itu sama sekali tidak berlebihan. Oleh karena itu, prinsip-prinsip untuk menangani mereka itu sepenuhnya tepat.
D. Cenderung Membalas Dendam
Persekutuan kita tentang perwujudan jenis orang yang ketiga—mereka yang kurang ajar dan tak terkendali—telah selesai. Selain jenis orang seperti ini, ada banyak orang yang termasuk dalam kategori orang-orang jahat, dan gereja harus mengidentifikasi dan mengeluarkan semua tipe orang-orang jahat ini. Selanjutnya, kita akan membahas tipe yang keempat. Dari berbagai orang jahat yang harus dikenali dan dikeluarkan oleh gereja, tipe yang keempat menghadirkan tantangan dan masalah yang signifikan. Siapakah mereka? Mereka adalah orang-orang yang cenderung ingin membalas dendam. Dari frasa "cenderung ingin membalas dendam", jelaslah bahwa orang-orang ini bukanlah orang-orang yang baik; dalam bahasa sehari-hari, mereka adalah orang-orang yang memberi pengaruh buruk. Dilihat dari perwujudan dan penyingkapan yang konsisten dari kemanusiaan mereka, serta prinsip-prinsip tindakan mereka, hati mereka tidaklah baik. Sebagaimana yang dikatakan pepatah umum, mereka adalah "orang-orang yang jahat". Kita berkata bahwa mereka bukanlah orang-orang yang baik; secara lebih spesifik, orang-orang ini tidak baik hati tetapi membawa kebengisan, kekejaman, dan kejahatan. Begitu seseorang mengatakan atau melakukan sesuatu yang menyinggung kepentingan, reputasi, atau status orang-orang tersebut, atau yang menyinggung mereka, di satu sisi, mereka memendam kebencian di dalam hati mereka. Di sisi lain, mereka bertindak atas dasar kebencian ini; mereka bertindak dengan tujuan dan arah untuk melampiaskan kebencian dan meredakan amarah mereka, sebuah perilaku yang dikenal sebagai balas dendam. Selalu ada sebagian orang seperti ini di antara orang-orang. Entah itu adalah apa yang orang gambarkan sebagai bersikap picik, mendominasi, atau terlalu sensitif, terlepas dari istilah apa pun yang digunakan untuk menggambarkan atau merangkum kemanusiaan mereka, perwujudan umum dari interaksi mereka dengan orang lain adalah bahwa siapa pun yang secara tidak sengaja atau sengaja menyakiti atau menyinggung mereka harus menderita dan menghadapi konsekuensi yang setimpal. Seperti yang dikatakan beberapa orang: "Singgunglah mereka, dan kau tidak akan lolos begitu saja. Jika kau menyinggung atau menyakiti mereka, jangan harap bisa melarikan diri dengan mudah." Adakah orang-orang semacam itu di antara orang-orang? (Ya.) Tentu saja ada. Apa pun yang terjadi, entah hal itu pantas untuk membuat orang marah atau bersikap picik, mereka yang cenderung ingin membalas dendam memasukkan itu ke dalam agenda mereka sehari-hari, memperlakukannya sebagai hal yang terpenting. Siapa pun yang menyinggung mereka, itu tidak dapat diterima, dan mereka menuntut orang itu untuk membayar harga yang setimpal, dan itu merupakan prinsip mereka dalam memperlakukan orang-orang, dalam memperlakukan siapa pun yang mereka anggap musuh. Sebagai contoh, dalam kehidupan bergereja, ada seseorang yang mempersekutukan keadaan nya atau secara normal mempersekutukan dan membagikan pengalamannya, membahas keadaan dan kerusakannya. Ketika melakukannya, dia secara tidak sengaja melibatkan keadaan dan kerusakan orang lain. Si pembicara mungkin tidak sengaja, tetapi pendengarnya menganggapnya serius. Setelah mendengarkan, orang ini tidak dapat memahami atau memperlakukannya dengan benar, dan dia cenderung mengembangkan mentalitas balas dendam. Jika dia tidak melepaskan masalah ini dan bersikeras untuk menyerang dan membalas dendam, itu akan menimbulkan masalah bagi pekerjaan gereja, jadi masalah ini harus segera ditangani. Selama masih ada orang-orang jahat di gereja, gangguan pasti akan muncul, jadi, insiden orang-orang jahat mengganggu di gereja tidak boleh dianggap enteng. Baik disengaja maupun tidak, begitu engkau memicu atau menyakiti mereka, mereka tidak akan melepaskannya dengan mudah. Mereka berpikir, "Kau berbicara tentang kerusakanmu sendiri, mengapa menyinggungku? Kau berbicara tentang pengenalanmu akan dirimu sendiri, mengapa menyingkapkanku? Menyingkapkan kerusakanku membuatku kehilangan reputasi dan martabat, mempermalukanku di antara saudara-saudari, menyebabkanku kehilangan prestise, dan merusak reputasiku. Kalau begitu, aku akan membalas dendam terhadapmu; kau tidak akan kubiarkan lolos begitu saja! Jangan pikir aku mudah dirundung, jangan pikir kau dapat menindasku hanya karena kondisi keluargaku buruk dan status sosialku rendah. Jangan menganggapku sebagai orang yang mudah dibodohi; aku bukanlah orang yang bisa dipermainkan!" Tidak perlu membahas cara mereka melakukan balas dendam mereka; mari kita pikirkan saja orang-orang ini: Ketika mereka menghadapi masalah-masalah kecil ini—masalah-masalah yang umum dalam kehidupan bergereja—mereka bukan hanya tidak dapat memperlakukan atau memahami masalah-masalah ini dengan benar, melainkan juga mengembangkan kebencian dan menunggu kesempatan untuk membalas dendam, bahkan menggunakan cara-cara tak bermoral untuk melakukan pembalasan dendam mereka. Dari hal ini, bagaimana kemanusiaan mereka? (Kejam.) Apakah mereka orang-orang yang baik? (Tidak.) Jenis orang-orang terbaik adalah mereka yang mampu menerima kebenaran. Ketika mereka mendengar orang lain bersekutu dan membagikan pengalamannya, mereka merenung: "Aku juga memiliki kerusakan ini. Apa yang mereka gambarkan tampak seperti keadaanku. Entah mereka dengan sengaja menyingkapkanku atau secara tidak sengaja berbicara tentang sesuatu yang kebetulan sama dengan keadaanku, aku akan memahaminya dengan benar—aku akan mendengar bagaimana mereka telah mengalaminya, bagaimana mereka mencari kebenaran untuk membereskan keadaan ini, serta bagaimana mereka melakukan penerapan dan masuk." Ini adalah orang-orang yang sungguh-sungguh menerima kebenaran. Setelah mendengarnya, orang-orang yang sedikit lebih buruk mungkin berpikir, "Bagaimana mungkin watak rusak yang mereka kenali sama seperti keadaanku? Apakah mereka sedang membicarakanku? Kalau begitu, biarkan saja mereka bicara. Lagi pula, aku tidak menderita kerugian apa pun, dan bagaimanapun juga, kebanyakan orang mungkin tidak mengetahuinya. Mungkin mereka hanya sedang membicarakan diri mereka sendiri, dan itu kebetulan sama dengan keadaanku; kita semua memiliki keadaan yang sama." Mereka tidak menganggapnya serius, tidak menyimpan kebencian di dalam hati mereka, dan tidak mengembangkan mentalitas membalas dendam. Namun, berbeda bagi jenis orang-orang yang tidak baik dan jahat. Orang lain akan memandang masalah yang sama sebagai hal yang biasa, menangani dan memperlakukannya sebagaimana mestinya. Tentu saja, orang-orang baik yang menerima kebenaran akan menyelesaikannya secara proaktif dan positif. Meskipun tidak menyelesaikannya secara positif, orang-orang biasa tidak menyimpan kebencian, apalagi ingin membalas dendam. Namun, bagi jenis orang-orang yang tidak baik, masalah yang umum dan sangat biasa seperti itu dapat menyebabkan kekacauan dalam batin mereka, membuat mereka tidak dapat tenang. Hal-hal yang mereka hasilkan tidak positif atau biasa, tetapi keji dan jahat; mereka ingin membalas dendam. Apa alasan mereka membalas dendam? Mereka yakin bahwa orang-orang dengan sengaja memfitnah mereka dengan ucapan-ucapan kejam, menyingkapkan situasi mereka yang sebenarnya, serta sisi buruk mereka, dan kerusakan mereka. Mereka menganggap apa yang orang lain katakan sebagai sesuatu yang disengaja, sehingga menganggap orang-orang itu sebagai musuh. Kemudian, mereka merasa dibenarkan untuk membalas dendam demi menyelesaikan masalah, menggunakan berbagai cara untuk mencapai tujuan balas dendam mereka. Bukankah ini adalah watak yang kejam? (Ya.) Dalam kehidupan bergereja, ketika saudara-saudari berbicara tentang keadaan mereka, kebanyakan pendengar dapat memahami dan menerima bahwa itu adalah dari Tuhan. Hanya mereka yang muak akan kebenaran dan memiliki watak jahatlah yang membangkitkan permusuhan dan bahkan pola pikir membalas dendam setelah mendengarnya, yang sepenuhnya menyingkapkan esensi natur mereka. Begitu pola pikir membalas dendam muncul, serangkaian perilaku dan tindakan balas dendam pun terjadi. Ketika tindakan balas dendam terjadi, apa yang terjadi pada hubungan antarmanusia? Hubungan itu tidak lagi benar. Dan siapa korban yang sebenarnya dalam hal ini? (Orang-orang yang terhadapnya mereka ingin membalas dendam.) Benar. Korban yang sebenarnya adalah mereka yang mempersekutukan kesaksian pengalaman mereka. Mereka yang cenderung ingin membalas dendam kemudian akan menghakimi, menyerang, dan bahkan menjebak atau memfitnah orang-orang yang mereka anggap menyingkapkan atau menyimpan kebencian terhadap mereka, menggunakan kata-kata atau tindakan dalam berbagai situasi. Mereka yang cenderung ingin membalas dendam bukan hanya memendam kebencian yang sementara di dalam hati mereka dan hanya itu saja; mereka mencari dan bahkan menciptakan segala macam kesempatan untuk membalas dendam terhadap orang-orang yang menjadi sasaran balas dendam mereka, orang-orang yang mereka benci, dan orang-orang yang mereka anggap tidak menguntungkan bagi mereka. Sebagai contoh, selama pemilihan pemimpin, jika orang yang mereka benci memenuhi prinsip-prinsip menggunakan orang di rumah Tuhan dan memenuhi syarat untuk dipilih sebagai pemimpin, kebencian mereka akan menyebabkan mereka menghakimi, mengutuk, dan menyerang orang itu. Mereka bahkan mungkin akan melakukan tindakan di balik layar, atau melakukan hal-hal yang merugikan orang tersebut untuk membalaskan dendam mereka. Singkatnya, cara-cara mereka membalas dendam beraneka ragam. Sebagai contoh, mereka mungkin mencari hal-hal untuk digunakan sebagai pegangan untuk menentang seseorang dan menjelek-jelekkannya, mengarang kabar bohong tentang orang itu melalui desas-desus yang berlebihan dan tidak berdasar, atau menaburkan perselisihan di antara orang tersebut dan orang lain. Mereka bahkan mungkin menuduh orang tersebut dengan tuduhan palsu kepada para pemimpin, menyatakan bahwa orang itu tidak setia, negatif dan menentang dalam melaksanakan tugasnya. Semua ini sebenarnya adalah rekayasa yang disengaja dan mengada-ada. Engkau dapat melihat bagaimana, dari kecurigaan dan kesalahpahaman mereka terhadap orang itu, muncul begitu banyak perilaku dan tindakan yang tidak berdasar; semua pendekatan ini berasal dari natur mereka yang pendendam. Sebenarnya, ketika orang tersebut membagikan kesaksian pengalamannya, itu sama sekali tidak ditujukan kepada mereka; tidak ada niat jahat yang ditujukan kepada mereka. Itu hanya karena mereka muak akan kebenaran dan memiliki watak kejam yang cenderung ingin membalas dendam, mereka tidak membiarkan orang lain menyingkapkan mereka, mereka juga tidak mengizinkan orang lain berdiskusi tentang mengenal diri sendiri, mendiskusikan watak yang rusak, atau membahas natur Iblis seseorang. Ketika topik-topik seperti itu dibahas, mereka menjadi sangat marah, mengira bahwa mereka menjadi sasaran dan sedang disingkapkan, sehingga mengembangkan dan membentuk pola pikir membalas dendam. Perwujudan yang diperlihatkan orang seperti ini dalam membalas dendam sama sekali tidak terbatas pada satu keadaan. Mengapa Kukatakan demikian? Ini karena orang-orang semacam itu memiliki natur yang kejam; tak seorang pun boleh menyinggung atau memprovokasi mereka. Mereka secara bawaan memiliki keagresifan terhadap siapa pun dan apa pun, sama seperti kalajengking atau lipan. Oleh karena itu, entah seseorang menyinggung atau menyakiti mereka dengan berbicara secara sengaja atau tidak sengaja, selama mereka merasa bahwa harga diri atau gengsi mereka telah lenyap, mereka akan merancang segala cara untuk menyelamatkan harga diri dan gengsi mereka, yang mengakibatkan serangkaian tindakan balas dendam.
Selanjutnya, Aku akan mempersekutukan perwujudan lain dari mereka yang cenderung membalas dendam. Ada orang-orang yang dipangkas oleh para pemimpin karena mereka melaksanakan tugas mereka dengan sikap asal-asalan, yang menyebabkan mereka memendam rasa tidak puas. Katakan kepada-Ku, apakah pemangkasan mereka dibenarkan? (Ya.) Itu sepenuhnya dibenarkan dan normal. Jika engkau melaksanakan tugasmu dengan sikap asal-asalan, sehingga menyebabkan kerugian pada pekerjaan gereja, dan engkau tidak bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip, dan ada seseorang yang berdiri untuk menyingkapkan serta memangkasmu, itu dibenarkan, dan engkau harus menerimanya. Namun, mereka yang cenderung membalas dendam bukan hanya menolak untuk menerimanya melainkan juga memendam rasa tidak puas. Begitu pemimpinnya pergi, mereka mulai mengecam: "Untuk apa kau pamer? Bukankah itu hanya karena kau punya kedudukan sebagai pejabat? Jika aku punya kedudukan seperti itu, aku pasti lebih baik daripadamu! Beraninya memangkasku, memangnya kaupikir kau itu siapa? Aku membencimu karena telah memangkasku. Kusumpahi kau agar ditabrak mobil, tersedak minumanmu sampai mati, tersedak makananmu sampai mati. Kusumpahi kau agar mati mengenaskan! Kau berani memangkasku? Tak ada seorang pun di bumi ini yang berani memangkasku!" Ketika pemimpin itu dipangkas oleh para pemimpin tingkat atas karena beberapa hal, mereka sangat gembira atas kemalangan pemimpin tersebut dan menjadi sangat senang, bersenandung, dan berpikir, "Rasakan akibatnya! Kau telah pamer, dan sekarang kau mendapatkan pembalasan! Siapa pun yang memangkasku, aku akan membuat hidup mereka sengsara!" Apa pendapatmu tentang orang-orang semacam itu? (Mereka kejam.) Sekalipun pemangkasan mereka sangat dibenarkan, mereka tidak dapat menerimanya. Mereka terus-menerus berdebat serta membela diri, dan setelah itu mereka tetap terus melaksanakan tugas mereka dengan sikap asal-asalan, tetap tidak dapat diperbaiki meskipun telah berulang kali ditegur. Jika engkau selalu bertindak dengan sikap asal-asalan, di rumah Tuhan, engkau hanya akan dipangkas; jika engkau sedang bekerja di dunia sekuler dan engkau bertindak dengan sikap asal-asalan, engkau mungkin akan dipecat dan kehilangan mata pencaharianmu. Sering kali, prinsipnya di rumah Tuhan adalah mempersekutukan kebenaran dan mendukung dengan kasih, agar kebanyakan orang dapat mengejar kebenaran dan melaksanakan tugas mereka secara normal. Sebenarnya, di antara para pemimpin dan pekerja, hanya sedikit yang mungkin menghadapi pemangkasan yang keras. Kebanyakan orang bertindak berdasarkan iman, kesadaran, hati nurani, dan nalar, menerima pemeriksaan Tuhan, dan tidak melakukan kesalahan serius, sehingga mereka tidak menghadapi pemangkasan yang keras. Namun, dipangkas adalah hal yang baik; berapa banyak orang yang dapat menghadapi pemangkasan, khususnya dari Yang di Atas? Ini adalah kesempatan yang sangat bagus bagi orang untuk mengenal dirinya sendiri dan bertumbuh dalam kehidupan. Orang-orang percaya setidaknya harus memahami makna penting dari dipangkas, mengakuinya sebagai sesuatu yang baik. Sekalipun pemangkasan dari orang-orang tertentu tidak sepenuhnya sesuai dengan prinsip, bercampur dengan kecenderungan pribadi dan sikap yang gampang marah, engkau harus tetap memeriksa dirimu sendiri untuk melihat aspek-aspek mana dari tindakanmu yang tidak sesuai dengan prinsip dan menerimanya secara positif; melakukan hal ini akan membantumu. Namun, orang-orang jahat ini bahkan tidak dapat menerima pemangkasan yang dibenarkan. Sekalipun mereka tidak mengambil tindakan untuk membalas dendam, hati mereka dipenuhi dengan rasa tidak puas yang sangat besar, dan mereka mengutuk serta menyumpah. Ketika orang-orang yang telah memangkas mereka menghadapi pemangkasannya sendiri atau menghadapi kesulitan, mereka lebih senang daripada seorang anak yang merayakan Tahun Baru. Inilah perwujudan orang-orang jahat. Ada juga orang-orang yang kompetitif dalam melaksanakan tugas mereka; mereka sering tidak mengikuti prinsip dan bertindak dengan sikap asal-asalan, yang mengakibatkan pelaksanaan tugas mereka tidak membuahkan hasil. Ketika pemimpin bersekutu tentang masalah-masalah mereka dan memangkas mereka, orang-orang yang cenderung membalas dendam tidak dapat memperlakukan masalah ini dengan benar. Meskipun dalam hatinya, mereka mengaku telah bersikap asal-asalan dan tidak melaksanakan tugas mereka sesuai prinsip, mereka tetap mengembangkan pemikiran dan tindakan untuk membalas dendam sebagai respons atas pemangkasan tersebut. Selanjutnya, mereka menulis surat yang berisi tuduhan palsu terhadap pemimpin tersebut, memanfaatkan beberapa penerapan dan perwujudan kerusakan pemimpin tersebut untuk membesar-besarkan dan melaporkannya kepada atasan dalam upaya untuk membuat pemimpin tersebut diberhentikan. Jika tujuan mereka tidak tercapai, mereka mengacaukan dan menyebabkan gangguan di balik layar, dengan keras kepala menentang pengaturan pemimpin. Mereka tidak memikirkan pekerjaan gereja, prinsip-prinsip yang dituntut oleh rumah Tuhan, atau efektivitas pelaksanaan tugas mereka; mereka hanya peduli untuk melampiaskan kemarahan mereka. Mereka tidak mau mendengarkan siapa pun, bahkan menolak nasihat para pemimpin dan pekerja. Meskipun mereka tidak membantah atau menentang secara langsung, di balik layar, mereka dapat melampiaskan kenegatifan, melepaskan tanggung jawab mereka dengan sikap melawan, dan memanfaatkan pengaruh apa pun untuk menentang pengaturan kerja rumah Tuhan atau menentang para pemimpin dan pekerja. Mereka bahkan menyebarkan gagasan; mereka sendiri negatif dan enggan melaksanakan tugas mereka, tetapi mereka juga berusaha menyeret lebih banyak orang untuk menjadi negatif dan malas-malasan serta mengabaikan tugas mereka. Apa prinsip mereka? "Aku tidak takut mati; aku harus menemukan seseorang untuk kuseret ke bawah bersamaku. Pemimpin memangkasku, mengatakan bahwa pelaksanaan tugasku tidak sesuai standar, jadi aku akan memastikan semua orang gagal melaksanakan tugas mereka dengan baik. Jika aku tidak melaksanakannya dengan baik, tak seorang pun darimu yang dapat melaksanakannya dengan baik! Pemimpin memangkasku, dan kalian semua mentertawakanku; aku akan membuat hidup kalian semua menjadi sulit!" Ketika mereka melaksanakan tugas mereka dengan sikap asal-asalan atau menentang prinsip, dan seseorang melaporkan hal ini kepada para pemimpin, mereka menyelidiki hal ini: "Siapa yang telah melaporkanku? Siapa yang telah mengadukanku kepada para pemimpin? Siapa yang berhubungan dekat dengan para pemimpin? Jika aku mendapati siapa yang telah melaporkanku kepada para pemimpin tingkat atas, aku akan bersikap kasar kepada orang itu! Aku tidak akan pernah melupakannya!" Mereka bukan hanya mampu berkata kasar, melainkan tentu saja, mereka juga dapat mengancam seperti itu. Orang-orang ini memiliki banyak taktik jahat dan licik untuk membalas dendam, bukan hanya dengan memanfaatkan pengaruh untuk menghakimi dan mengutuk orang lain; ada yang dengan sengaja mencuri pengisi daya laptop milik orang yang ingin dibalasnya, sehingga orang itu tidak dapat mengisi ulang laptopnya dan pelaksanaan tugasnya terhambat. Yang lainnya dengan sengaja menambahkan banyak garam ke makanan seseorang agar tidak bisa dimakan. Cara-cara kasar untuk membalas dendam ini, yang umum di antara orang-orang tidak percaya, juga digunakan oleh orang-orang jahat di dalam gereja. Metode-metode mereka untuk melakukan pembalasan dendam jauh melampaui cara-cara ini, termasuk beberapa taktik licik yang belum pernah kita lihat sebelumnya; kita hanya mengutip beberapa contoh sederhana. Di antara mereka, ada orang-orang yang dengan sengaja membuat masalah, rintangan, dan kesulitan bagi orang lain; ini umum terjadi. Dalam setiap kelompok, dalam berbagai keadaan dan lingkungan, watak kejam orang-orang yang cenderung membalas dendam itu selalu tersingkap. Perwujudan pembalasan dendam dari orang-orang jahat dan antikristus bahkan lebih nyata. Selama ada orang-orang jahat dan antikristus di dalam gereja, umat pilihan Tuhan, yang sungguh-sungguh percaya kepada-Nya dan mengejar kebenaran, akan terganggu. Selama orang-orang jahat dan antikristus masih ada, tidak akan ada kedamaian di dalam gereja—orang-orang baik akan diserang dan dikucilkan; khususnya, mereka yang mengejar kebenaran akan dimusuhi dan menghadapi pembalasan dendam dari orang-orang jahat serta antikristus. Bagaimana orang-orang jahat dan antikristus menyiksa dan membalas dendam terhadap orang lain? Pertama, mereka menargetkan orang-orang yang mengejar kebenaran dan mematuhi prinsip-prinsip. Orang-orang jahat ini jelas menyadari bahwa hanya orang-orang yang mengejar kebenaranlah yang paling merugikan mereka. Pertama, orang-orang yang memahami kebenaran dapat mengidentifikasi mereka; selama mereka melakukan sesuatu yang buruk, mereka akan diketahui oleh orang-orang yang memahami kebenaran. Kedua, dengan kehadiran orang-orang yang memahami kebenaran, perbuatan jahat mereka akan agak dibatasi, sehingga sulit bagi mereka untuk mencapai tujuan mereka. Dari perspektif ini, hanya mereka yang mengejar kebenaran yang merupakan pelindung pekerjaan gereja. Dengan kehadiran orang-orang yang mengejar kebenaran, antikristus dan orang-orang jahat tidak berani bertindak dengan merajalela dan harus menahan diri. Jadi, orang-orang yang mengejar kebenaran adalah duri dalam daging bagi antikristus dan orang-orang jahat, menyebalkan bagi mereka, dan itulah sebabnya mereka memikirkan cara untuk membalas dendam.
Ketika orang jahat membalas dendam, mereka memperlihatkan watak yang kejam, tidak masuk akal dan tidak rasional. Orang-orang yang telah menghabiskan waktu bersama mereka dan memahami mereka, takut kepada mereka sampai taraf tertentu. Bercakap-cakap dengan mereka membutuhkan kehati-hatian dan kesopanan yang sangat tinggi, menuntut rasa hormat yang berlebihan. Orang-orang harus terus-menerus menyenangkan mereka serta menyesuaikan diri dengan mereka, dan masalah atau kesalahan apa pun yang mereka miliki tidak boleh ditunjukkan secara langsung. Sebaliknya, orang-orang harus membahas masalah ini secara tidak langsung, dengan cara membujuk, dan setelah berbicara, orang-orang juga harus memuji mereka, dengan berkata, "Meskipun kau memiliki kekurangan atau kelemahan ini, kau mempelajari keterampilan lebih cepat daripada kami, kemampuan profesionalmu lebih baik daripada orang lain, dan efisiensi kerjamu lebih tinggi daripada efisiensi kerja kami. Aku melihat kesalahanmu sebagai kelebihan." Orang-orang bahkan harus menyanjung mereka. Mengapa orang-orang melakukannya? Karena takut akan pembalasan dendam mereka. Dengan demikian, orang-orang jahat ini menjadi senang, dan mereka merasa tenang di dalam hati mereka. Untuk menghindari pembalasan dendam mereka, kebanyakan orang takut untuk mengemukakan masalah apa pun yang ditemukan kepada mereka secara langsung, dan juga tidak berani melaporkan masalah tersebut. Sekalipun jelas bahwa mereka merugikan kepentingan rumah Tuhan, dan bahwa pekerjaan gereja tertunda karena sikap keras kepala dan kedegilan mereka, atau bahkan ketika beberapa penyimpangan dalam arah dan prinsip mereka diketahui, tak seorang pun berani menolak atau melaporkan mereka kepada atasan. Karena watak mereka yang kejam dan kemanusiaan mereka yang cenderung membalas dendam, orang lain agak takut kepada mereka, merasa marah tetapi terlalu takut untuk membicarakannya. Ketika bercakap-cakap dengan mereka, orang harus sangat sopan dan bijaksana, bersikap sangat baik, lembut, dan elegan terhadap mereka. Ketika orang-orang berbicara kepada mereka dengan hormat dan sopan, mengalah kepada mereka, mereka merasa nyaman di dalam hati. Namun, jika seseorang bersikap terus terang, menyingkapkan masalah mereka dan memberikan saran, mereka menjadi jijik, menganggapnya sebagai sikap yang tidak hormat, karena orang lain merasa keberatan atau memusuhi mereka. Ini mendorong mereka untuk membalas dendam terhadap orang tersebut dan menyiksanya; mereka harus menjatuhkan orang tersebut dan mencemarkan namanya. Jika orang itu jatuh ke tangan mereka, dia tidak akan mendapatkan akhir yang baik. Apakah orang-orang semacam itu menakutkan? (Ya.) Jika engkau tidak memahami mereka dan engkau menyinggung mereka, mereka akan menyimpan dendam terhadapmu, memikirkan cara untuk membalas dendam terhadapmu bahkan saat sedang makan dan tidur. Begitu engkau berada di benak mereka, masalah tidak dapat dihindari, karena mereka bertekad untuk membalas dendam. Meskipun dari luarnya, mereka mungkin berbicara kepadamu seperti sebelumnya, saat mereka memikirkan cara untuk membalas dendam, semua yang telah kaulakukan atau katakan kepada mereka sebelumnya menjadi amunisi bagi mereka. Mereka akan memperlakukanmu sebagai musuh, melakukan pembalasan dendam sedikit demi sedikit sampai mereka merasa dendamnya sudah cukup terbalaskan dan sepenuhnya puas. Inilah konsekuensi dari bergaul dengan orang jahat.
Orang-orang yang cenderung membalas dendam, berdasarkan berbagai perilaku mereka dan prinsip serta metode yang mereka gunakan untuk bertindak dan berperilaku, merupakan ancaman bagi hampir semua orang, kecuali mereka yang baik hati serta ramah kepada semua orang dan yang tidak berprinsip ketika berurusan dengan siapa pun; orang-orang semacam itu aman berada di sekitar orang-orang yang kejam. Namun, pada taraf yang berbeda dan pada tingkat yang lebih besar atau lebih kecil, mereka yang memiliki sedikit rasa hati nurani atau rasa keadilan akan merasa terancam ketika berada di hadapan orang-orang yang cenderung membalas dendam. Dalam kasus yang parah, mereka mungkin disakiti secara fisik atau bahkan diancam akan dibunuh. Dalam kasus yang lebih ringan, mereka mungkin diserang secara verbal, difitnah, atau dijebak. Inilah penyingkapan dan perwujudan secara keseluruhan dari natur kejam orang-orang yang cenderung membalas dendam. Berdasarkan perwujudan mereka secara keseluruhan, orang-orang semacam itu juga menyebabkan gangguan di antara saudara-saudari dan di dalam gereja. Hampir semua orang yang berinteraksi dengan orang-orang pendendam ini menjadi sasaran balas dendam mereka dan, hampir selalu, menjadi korban. Mereka yang cenderung membalas dendam memiliki watak yang kejam, mereka bagaikan bom waktu yang dapat meledak kapan saja. Meskipun mereka dapat mengikuti orang banyak untuk melaksanakan tugas mereka dan menjalani kehidupan bergereja yang normal, dinilai dari kemanusiaannya, mereka dapat membalas dendam dan menimbulkan ancaman kepada orang lain kapan saja, serta membuat orang takut dan waspada terhadap mereka. Bukankah ini sudah merupakan gangguan bagi kebanyakan orang? (Ya.) Agar tidak menyinggung mereka, untuk menyenangkan mereka, dan agar terhindar dari dendam serta pembalasan mereka, orang-orang harus selalu memperhatikan ekspresi mereka dan mendengarkan makna yang tersirat dari ucapan mereka, berusaha mencari tahu niat, tujuan, dan arah mereka ketika berbicara. Dari perspektif ini, bukankah kebanyakan orang tidak hanya terganggu oleh mereka tetapi juga dikendalikan oleh mereka? (Ya.) Oleh karena itu, dilihat dari natur masalah ini, bukankah orang-orang pendendam seperti itu adalah orang jahat? (Ya.) Sangat jelas bahwa mereka harus digolongkan sebagai orang jahat. Jika orang berusaha memahami situasi orang-orang semacam itu, kebanyakan orang takut untuk mengatakan yang sebenarnya tentang mereka, dan akan mengabaikan setiap pertanyaan tentang mereka dengan jawaban yang netral seperti "Tidak masalah", tidak berani melaporkan masalah mereka maupun membicarakan atau mengevaluasi mereka. Bukankah ini situasi yang menyusahkan? Ada orang-orang yang berkata, "Orang-orang jahat semacam itu dapat berusaha membalas dendam kapan pun dan di mana pun; siapa yang berani memicu kemarahan mereka? Selain itu, mereka selalu mengaku memiliki koneksi di dunia kriminal dan di lingkungan orang-orang baik, mengancam bahwa jika ada yang menyinggung mereka, segalanya tidak akan berakhir baik bagi orang itu, mereka akan memberinya pelajaran, dan membuat keluarganya mati mengenaskan. Karena itu, tak ada seorang pun yang berani memicu kemarahan mereka. Biarkan saja mereka, dan kita berharap saja yang terbaik untuk diri kita sendiri." Engkau dapat melihat bahwa situasi seperti itu terbentuk di dalam gereja, yang seolah-olah berarti mereka telah mengendalikan orang-orang ini. Karena melihat watak kejam mereka dalam membalas dendam, orang-orang tidak berani menuduh atau memangkas mereka, juga tidak berani mengucapkan penilaian yang sebenarnya terhadap mereka. Orang-orang bercakap-cakap dengan sangat hati-hati, karena takut menyinggung mereka, dan bahkan berbicara secara spesifik tentang perwujudan mereka yang sebenarnya di belakang mereka sangatlah menakutkan. Apa yang ditakuti orang-orang? Mereka takut perkataan mereka akan sampai ke telinga orang pendendam tersebut, yang akan berusaha membalas dendam terhadap mereka. Setelah berbicara, mereka menepuk dahi mereka dan berkata, "Oh tidak, aku telah salah ucap hari ini. Tunggu saja, aku akan menderita karenanya. Mengapa aku tak bisa tutup mulut?" Sejak saat itu, mereka selalu hidup dalam ketakutan dan kecemasan, selalu waspada dalam kehidupan, selalu mengamati ketika berada di sekitar orang tersebut, bertanya-tanya, "Apakah dia tahu apa yang telah kukatakan? Apakah perkataanku sudah sampai ke telinganya? Apakah sikapnya terhadapku sama seperti sebelumnya?" Makin mereka memikirkannya, makin mereka merasa gelisah, dan makin lama itu berlangsung, makin besar ketakutan mereka, jadi mereka memutuskan untuk lebih baik menghindarinya sama sekali, berpikir, "Aku tidak boleh mengambil risiko untuk memicu kemarahannya, tetapi setidaknya aku bisa menghindarinya. Entah dia tahu atau tidak apa yang telah kukatakan, tidak bisakah aku menjauh saja darinya?" Ketakutan ini menjadi begitu besar sehingga mereka bahkan tidak berani menghadiri pertemuan, menghindari segala tempat di mana orang yang kejam itu mungkin berada, sekalipun itu adalah tempat di mana mereka harus melaksanakan tugas mereka, merasa sangat ketakutan.
Bagaimana seharusnya orang-orang jahat yang cenderung membalas dendam itu ditangani? (Keluarkan mereka.) Sangat sederhana: Cukup dua kata—keluarkan mereka—dan selesai. Jika mereka dikeluarkan dan kebanyakan orang merasa senang, merasakan kepuasan yang mendalam, itu berarti mengeluarkan mereka adalah keputusan yang tepat. Sebelumnya, selama pertemuan, kehadiran orang-orang jahat berarti bahwa kebanyakan orang terkekang saat bersekutu; mereka takut jika salah bicara, mereka akan menyinggung orang-orang jahat, jadi mereka waspada dan menghindari orang-orang semacam itu saat berbicara. Muncul aturan tak tertulis selama pertemuan: Jika seseorang memberi isyarat dengan matanya, mereka harus segera mengganti topik pembicaraan. Inilah keadaan yang muncul. Begitu mereka yang cenderung membalas dendam dikeluarkan, gereja menjadi damai, kehidupan bergereja menjadi normal, dan hubungan di antara orang-orang juga kembali normal. Saudara-saudari sekarang dapat dengan bebas menyampaikan dan mendoa-bacakan firman Tuhan, serta dengan bebas menyampaikan kesaksian pengalaman mereka, tanpa dikendalikan oleh siapa pun, tanpa takut kepada siapa pun, dan tanpa harus memperhatikan ekspresi siapa pun. Berdasarkan hasil ini, apakah mengeluarkan orang-orang jahat semacam itu benar? (Ya.) Tentu saja. Mereka harus dikeluarkan. Jika mereka tidak dikeluarkan, hidup akan menjadi tak tertahankan bagi semua orang, dan banyak orang akan terlalu takut untuk menghadiri pertemuan. Beberapa orang yang penakut bahkan mungkin mengalami mimpi buruk, selalu bermimpi dicekik oleh roh-roh jahat. Mereka akan selalu sangat berhati-hati selama pertemuan, tidak pernah berani berbicara, tidak dapat merasa lepas dan bebas. Sejak orang-orang jahat dikeluarkan, mereka telah berubah total: Sekarang mereka berani berbicara selama pertemuan, mereka telah menjadi lebih aktif selama persekutuan, dan mereka merasa lepas dan bebas. Bukankah ini hal yang baik? (Ya.) Mengidentifikasi orang-orang pendendam dengan watak yang kejam seperti itu adalah hal yang mudah. Umumnya, setelah berinteraksi dengan seseorang selama lebih dari enam bulan, semua orang seharusnya dapat merasakan dan melihat dengan jelas apakah mereka adalah orang semacam itu atau bukan; hal itu menjadi jelas setelah menghabiskan beberapa waktu bersama mereka. Para pemimpin dan pekerja di gereja seharusnya tidak bersikap pasif dalam menangani orang-orang jahat semacam itu. Apa artinya tidak bersikap pasif? Itu artinya tidak menunggu sampai orang-orang jahat itu membuat semua orang marah dengan menyesatkan beberapa orang dan melakukan perbuatan buruk sebelum menangani mereka; itulah yang dimaksud dengan terlalu pasif. Jadi, kapan waktu yang terbaik untuk menangani orang-orang jahat? Waktu yang terbaik adalah ketika sejumlah kecil orang telah disakiti dan merasa sangat muak serta waspada terhadap mereka, dan ketika mereka telah benar-benar digolongkan sebagai orang jahat. Pada saat ini, mereka harus segera ditangani dan dikeluarkan untuk mencegah lebih banyak orang disakiti, dan agar orang-orang yang penakut tidak menjadi sangat ketakutan atau tersandung oleh mereka. Apa yang paling penting di sini? Jika orang-orang jahat dibiarkan menyebabkan gangguan di dalam gereja terlalu lama, hasil akhirnya adalah mereka akan mengendalikan gereja dan umat pilihan Tuhan. Jika mencapai taraf ini, semua orang akan menderita. Agar mereka tidak menyakiti semua orang, ketika ada orang-orang yang telah disakiti, atau ketika ada orang-orang yang telah merasa sangat tidak suka terhadap mereka dan telah mengetahui yang sebenarnya mengenai orang-orang semacam itu, serta mengidentifikasi mereka sebagai orang jahat yang cenderung membalas dendam, para pemimpin gereja harus segera mengeluarkan mereka. Mereka tidak boleh menunggu sampai orang-orang jahat tersebut telah melakukan banyak kejahatan dan memicu kemarahan orang banyak sebelum memutuskan untuk bertindak; itu artinya terlalu pasif; dan bukankah para pemimpin gereja semacam itu tidak berguna? (Ya.) Dalam melakukan pekerjaan semacam itu, para pemimpin gereja harus sangat peka terhadap keadaan, perwujudan, dan penyingkapan dari orang-orang semacam itu, dengan segera memahami yang sebenarnya tentang watak mereka, dan kemudian menentukan bahwa mereka adalah orang-orang jahat yang harus dikeluarkan, menangani mereka sesegera mungkin. Jika tidak mungkin untuk menentukan di awal, diperlukan fokus pada pengamatan, memperhatikan dengan saksama ucapan, perilaku, dan sikap mereka, memahami pemikiran mereka dan kecenderungan tindakan mereka. Begitu ditemukan bahwa mereka berniat untuk membalas dendam, harus diambil tindakan cepat untuk mengeluarkan mereka, untuk mencegah lebih banyak orang dilukai dan menderita karena tindakan balas dendam.
Beberapa pemimpin gereja berkata, "Kami tidak takut kepada orang jahat; kami tidak takut kepada siapa pun kecuali Tuhan. Apalah artinya orang jahat bagi kami? Kami bahkan tidak takut kepada Iblis, kami juga tidak takut ditangkap dan dianiaya oleh si naga merah yang sangat besar, jadi mengapa kami harus takut kepada orang jahat? Orang jahat hanyalah setan kecil, untuk apa takut kepada mereka? Kami hanya akan mempertahankan mereka di gereja dan membiarkan sebagian besar saudara-saudari menderita. Setelah menderita, kemampuan mereka untuk membedakan akan bertumbuh, dan dengan kemampuan untuk membedakan, mereka tidak akan lagi terikat dan terkekang oleh orang-orang jahat semacam itu. Itu akan luar biasa!" Bisakah kebanyakan orang mencapai tingkat pertumbuhan ini? (Tidak.) Mereka tidak bisa. Iman mereka terlalu lemah, kebenaran yang mereka pahami terlalu sedikit, dan tingkat pertumbuhan mereka terlalu kecil. Orang-orang ini menghindari orang-orang jahat setiap kali melihat mereka, tidak berani menyinggung mereka. Selain takut mati dan menghargai hidup mereka sendiri, kebanyakan orang juga melindungi berbagai kepentingan daging mereka; mereka tidak mampu mengetahui yang sebenarnya atau memetik pelajaran dari berbagai hal yang dilakukan orang-orang jahat. Jadi, pemikiran ini pada dasarnya tidak nyata dan tidak akan membuahkan hasil apa pun. Jika seseorang yang jahat muncul di gereja, ketika kebanyakan orang telah mengidentifikasi dan memastikan bahwa orang itu jahat, berapa banyak orang yang memiliki rasa keadilan yang bangkit, memutuskan hubungan dengan orang jahat tersebut, melawannya, dan melindungi kepentingan rumah Tuhan? Berapa persentasenya? Apakah 10%? Jika bukan 10%, apakah 5%? (Kira-kira sebesar itu.) Itu berarti bahwa dalam suatu kelompok yang terdiri dari dua puluh orang, mungkin ada satu orang yang bangkit untuk melawan seseorang yang jahat, menyingkapkan dan menantangnya dengan firman Tuhan, terlibat dalam perdebatan, dan mengeluarkannya dari gereja. Orang-orang semacam itu adalah pahlawan di antara umat pilihan Tuhan, tokoh-tokoh gereja yang berjasa. Beberapa pemimpin dan pekerja takut menangani orang-orang jahat. Apakah orang-orang semacam itu layak untuk menjadi pemimpin dan pekerja? Apakah mereka memenuhi syarat untuk memberi kesaksian bagi Tuhan? Ketika mereka mendengar tentang orang jahat yang perlu dikeluarkan dari gereja, mereka berkata, "Agak merepotkan untuk mengeluarkannya. Dahulu aku cukup akrab dengannya. Dia tahu di mana rumahku dan siapa di dalam keluargaku yang percaya kepada Tuhan. Jika aku mengusirnya, dia pasti akan membalas dendam terhadapku." Bagaimana menurut engkau semua, apakah orang-orang semacam itu layak untuk menjadi pemimpin dan pekerja? (Tidak.) Setelah menemukan orang jahat yang perlu dikeluarkan, hal pertama yang mereka pikirkan adalah kepentingan mereka sendiri, takut akan pembalasan orang jahat itu. Mereka tidak mempertimbangkan apakah orang jahat itu, yang mengetahui beberapa lokasi pertemuan dan informasi kontak saudara-saudari, dapat mengkhianati gereja atau saudara-saudari setelah dikeluarkan, serta bagaimana hal ini harus dicegah. Perhatian utama mereka bukanlah kepentingan rumah Tuhan melainkan ketakutan bahwa orang jahat itu, yang mengetahui situasi keluarga mereka, akan mengkhianati dan berdampak negatif pada keluarga mereka. Apakah para pemimpin dan pekerja semacam itu memberi kesaksian? (Tidak.) Beberapa pemimpin dan pekerja melihat orang jahat berperilaku secara merajalela dan berusaha mengendalikan gereja, tetapi mereka tidak berani bersuara. Sebaliknya, mereka berkompromi dan menghindar, tidak berani menangani orang-orang jahat. Ketika mereka melihat orang-orang jahat, mereka merasa sangat ketakutan seperti telah melihat roh jahat berkepala tiga dan berlengan enam, tidak melindungi kepentingan rumah Tuhan. Sementara itu, beberapa saudara-saudari biasa memiliki rasa keadilan, memiliki keberanian dan iman untuk berdiri serta menyingkapkan orang-orang jahat setelah menemukannya, tidak takut bahwa orang-orang jahat tersebut akan membalas dendam terhadap mereka. Namun, orang-orang semacam itu terlalu sedikit di gereja. Lima persen yang engkau semua sebutkan sebelumnya mungkin berlebihan, bukan perkiraan yang konservatif. Dari perspektif ini, bagaimana sikap kebanyakan orang terhadap orang-orang berwatak kejam yang cenderung membalas dendam? (Kebanyakan orang melindungi diri mereka sendiri.) Yang pertama kali mereka pikirkan adalah bagaimana melindungi diri mereka sendiri, tidak memikirkan bagaimana berdiri dan melawan orang-orang jahat untuk melindungi kepentingan rumah Tuhan serta saudara-saudari, hanya berfokus untuk melindungi diri. Masalah apa yang ditunjukkan oleh perlindungan diri ini? (Orang-orang semacam itu sangat egois.) Di satu sisi, hal itu mencerminkan kemanusiaan yang sangat egois, dan di sisi lain, hal itu menunjukkan bahwa iman kebanyakan orang kepada Tuhan terlalu lemah. Mereka berkata, "Tuhan berdaulat atas segala sesuatu; Tuhan adalah penyokong kita," tetapi ketika dihadapkan dengan kenyataan, mereka merasa tidak dapat mengandalkan Tuhan dan harus bergantung pada diri sendiri, mengutamakan perlindungan diri mereka sendiri, yaitu sesuatu yang mereka pandang sebagai hikmat tertinggi. Maksud mereka sebenarnya adalah: "Tak seorang pun dapat melindungiku, bahkan Tuhan pun tidak dapat diandalkan. Di mana Tuhan? Kami tidak dapat melihat-Nya! Selain itu, aku tidak tahu apakah Tuhan akan melindungiku atau tidak. Bagaimana jika Dia tidak melindungiku?" Iman orang-orang sangatlah menyedihkan. Mereka terus-menerus berkata, "Tuhan berdaulat atas segala sesuatu; Tuhan adalah penyokong kita," tetapi ketika sesuatu terjadi, mereka hanya berusaha melindungi diri sendiri, tidak mampu berdiri untuk melawan Iblis dan tetap teguh dalam kesaksian mereka; sedikit iman seperti ini pun tidak ada dalam diri mereka. Iman orang-orang sangatlah menyedihkan; iman mereka juga sepenuhnya tersingkap oleh hal ini. Tingkat pertumbuhan mereka hanya sekecil itu. Mengenai orang-orang jahat yang cenderung membalas dendam, jika ada beberapa orang yang ingin menyingkapkan mereka tetapi merasa dikucilkan dan tidak berdaya serta takut ditindas oleh orang-orang jahat, mereka harus bersatu dengan beberapa pemimpin dan pekerja atau saudara-saudari yang memiliki kemampuan untuk membedakan. Setelah mereka menggabungkan kekuatan, mereka akan benar-benar yakin akan menang. Kemudian, mereka dapat menyingkapkan dan menelaah tindakan serta perilaku orang-orang jahat tersebut, membuat kebanyakan orang mampu mengidentifikasi dan melihat dengan jelas diri orang-orang jahat yang sebenarnya, sehingga semua orang akan dapat sehati sepikir dan bersama-sama mengeluarkan orang-orang jahat tersebut. Sebelumnya, engkau semua telah menyebutkan bahwa ketika orang-orang jahat muncul, kira-kira satu dari dua puluh orang di antara umat pilihan Tuhan mungkin memiliki rasa keadilan untuk berbicara secara adil dan berani berdiri serta mengeluarkan orang-orang jahat tersebut. Satu dari dua puluh orang agak terlalu sedikit; jika sebuah gereja hanya terdiri dari sepuluh orang, bagaimana mereka mampu mengeluarkan orang-orang jahat? Mereka tidak akan mampu; sepuluh orang itu akan berada di bawah kendali orang-orang jahat tersebut, serta menanggung penganiayaan dari mereka, dan hal ini tidak dapat diterima. Akan sangat bagus jika kita menargetkan satu dari sepuluh atau bahkan satu dari lima orang yang memiliki keberanian untuk bangkit dan melawan orang-orang jahat! Jika kita selalu berusaha melindungi diri sendiri, kita bukan hanya akan kehilangan kesaksian di hadapan Iblis, melainkan, yang jauh lebih buruk, kita juga akan kehilangan kesempatan untuk memperoleh kebenaran di hadapan Tuhan. Di gereja yang memiliki satu orang jahat, setidaknya beberapa orang akan menderita; jika ada dua orang jahat, kebanyakan orang akan menderita; dan jika ada seorang antikristus yang berkuasa, dengan beberapa kaki tangan dan antek-antek di bawahnya, semua umat pilihan Tuhan di gereja tersebut akan menderita. Benarkah demikian? (Ya.) Satu orang yang berdiri melawan orang jahat mewakili satu kekuatan, sedangkan sepuluh orang yang berdiri melawan orang-orang jahat mewakili sepuluh kekuatan. Jadi, menurut engkau semua, apakah orang-orang jahat lebih takut kepada satu orang atau sepuluh orang? (Sepuluh orang.) Lalu, jika ada dua puluh, tiga puluh, atau lima puluh orang semuanya berdiri melawan orang-orang jahat, siapa yang pada akhirnya akan menang? (Saudara-saudari.) Pada akhirnya, saudara-saudarilah yang akan menang. Bukankah itu membuat mengeluarkan orang jahat menjadi jauh lebih mudah? Ada kekuatan dalam jumlah; konsep sederhana ini harus jelas bagi engkau semua. Oleh karena itu, membedakan dan mengeluarkan orang jahat bukan hanya tanggung jawab seorang pemimpin atau pekerja tertentu, melainkan juga tanggung jawab bersama semua umat pilihan Tuhan di gereja. Dengan upaya dari para pemimpin dan pekerja, serta kerja sama dari umat pilihan Tuhan untuk mengeluarkan orang-orang jahat, semua orang dapat menikmati hari-hari yang baik. Jika orang-orang jahat tidak dikeluarkan dan dibiarkan tetap berada di dalam gereja dengan harapan bahwa mereka akan bertobat, tetapi tidak terlihat ada perbaikan setelah enam bulan atau setahun, dan mereka terus menyebabkan gangguan yang tak tertahankan bagi umat pilihan Tuhan, inilah akibat dari menunjukkan belas kasihan kepada orang jahat. Membiarkan orang-orang jahat berperilaku secara merajalela dan mengendalikan gereja sama saja dengan menyerahkan diri kepada orang-orang jahat, serta menyerahkan saudara-saudari ke tangan mereka, membiarkan mereka dengan bebas mengendalikan dan sangat merugikan umat pilihan Tuhan. Mudahkah untuk memahami dan memperoleh kebenaran dalam lingkungan di mana orang-orang jahat dan antikristus berkuasa? (Tidak.) Waktu itu berharga. Dengan mengeluarkan orang-orang jahat sesegera mungkin, engkau dapat memulihkan kedamaian dan menikmati kehidupan bergereja yang semestinya sesegera mungkin, serta memahami lebih banyak kebenaran. Jika engkau tidak mengeluarkan orang-orang jahat, mereka akan menyebabkan gangguan dan kehancuran di antara orang-orang seperti anjing gila, mengucapkan dan melakukan apa pun yang mereka inginkan. Ini membuatmu kehilangan waktu untuk memperoleh kebenaran, yang berarti bahwa waktumu dan pelaksanaan tugasmu dikendalikan oleh orang-orang jahat. Apakah ini hal yang baik ataukah buruk? (Hal yang buruk.) Secara teori, semua orang tahu bahwa itu adalah hal yang buruk, tetapi ketika dihadapkan dengan orang-orang jahat yang mengganggu gereja, mereka tidak lagi berpikir seperti ini, hanya berfokus agar tidak ditipu atau dirugikan dengan begitu parah oleh orang-orang jahat. Jika semua umat pilihan Tuhan di gereja takut kepada orang-orang jahat seperti ini, gereja akan jatuh di bawah kendali orang-orang jahat dan antikristus dengan mudah, dan umat pilihan Tuhan juga akan dikendalikan oleh mereka. Jadi, dapatkah mereka diselamatkan oleh Tuhan? Sulit untuk mengatakannya. Jika sebuah gereja tidak memiliki dua atau tiga orang yang memahami kebenaran dan sehati sepikir dalam memberi kesaksian bagi Tuhan dan melayani-Nya, gereja tersebut tidak memiliki harapan, dan itu adalah keadaan yang tragis.
Cenderung membalas dendam merupakan perwujudan dari perilaku jahat, dan itu merupakan salah satu perilaku serta perwujudan yang dihasilkan oleh watak yang kejam. Ketika memperlihatkan perilaku spesifik seperti ini, orang-orang semacam itu harus digolongkan sebagai orang jahat. Tentu saja, ada orang-orang yang, karena mereka picik, kurang wawasan, atau merupakan orang yang baru percaya yang tidak memahami kebenaran, selalu meributkan hal-hal sepele dengan orang lain, memendam kebencian terhadap orang-orang yang tidak baik kepada mereka atau yang telah menyakiti mereka, atau pernah menggunakan beberapa cara untuk membalas dendam terhadap orang-orang tertentu; tetapi setelah mendengar bahwa mereka yang cenderung membalas dendam adalah orang-orang jahat dan harus dikeluarkan dari gereja, pemikirannya berubah, hatinya diam-diam berubah, dan mereka memperlihatkan sedikit pengendalian diri serta pengekangan dalam perilakunya. Katakan kepada-Ku, apakah orang-orang semacam itu termasuk dalam jajaran orang jahat? (Tidak.) Apa yang menunjukkan hal ini? (Kemampuan mereka untuk berbalik.) Kemampuan mereka untuk berbalik menunjukkan apa? Itu menunjukkan bahwa mereka mampu menerima kebenaran; itu adalah fenomena yang baik. Mengapa kita mengatakan bahwa mereka mampu menerima kebenaran? Karena, setelah mendengar kebenaran dalam hal ini dan menyadari bahwa membalas dendam adalah perwujudan dari orang-orang jahat, mereka merenungkan keadaan mereka yang rusak, mengakui esensi mereka yang rusak, lalu bertobat kepada Tuhan, bertindak berdasarkan firman Tuhan, dan mengendalikan perilaku mereka. Ini adalah perwujudan dari menerima kebenaran. Orang-orang jahat yang kita bicarakan di sini tidak menerima kebenaran. Sejelas apa pun engkau mempersekutukan kebenaran kepada mereka, orang-orang itu tidak menerimanya; mereka tetap keras kepala, tak mau mendengarkan siapa pun. Sekalipun engkau memperingatkan mereka, "Tindakanmu akan menyebabkan dirimu dikeluarkan," mereka tidak peduli dan terus melanjutkan cara mereka, tak seorang pun dapat mengubahnya. Ketika engkau menyingkapkan mereka, mereka tidak mengakui kesalahan mereka. Ketika engkau memberi tahu mereka bahwa mereka adalah orang yang cenderung membalas dendam, mereka adalah orang jahat, dan mereka harus dikeluarkan, mereka tetap tidak akan meninggalkan perbuatan jahat mereka dan pasti tidak akan berbalik. Orang macam apa mereka ini? Mereka adalah orang-orang yang muak akan kebenaran. Mereka sama sekali tidak menerima kebenaran; seperti apa pun esensi watak mereka digolongkan, seperti apa pun perbuatan jahat mereka disingkapkan, atau seperti apa pun mereka ditangani, mereka tetap tidak tergerak, sama sekali tidak akan menundukkan kepala serta mengakui kesalahan mereka, dan tentu saja tidak akan melepaskan. Inilah yang dimaksud dengan ketidakmampuan untuk mengubah diri menjadi lebih baik. Apa esensi dari tidak mengubah diri menjadi lebih baik? Esensinya adalah tidak mau menerima kebenaran. Jika mereka dapat menerima bahkan satu pernyataan pun yang benar atau satu aspek pun kebenaran, mereka tidak akan terus menempuh jalan yang salah tanpa mengubah diri menjadi lebih baik. Mereka akan berbalik, mengakui kesalahan mereka, dan, hingga taraf tertentu, melepaskan apa yang sebelumnya mereka pertahankan. Karena mereka adalah orang-orang jahat, karena mereka adalah orang-orang jahat berwatak kejam, setelah perilaku mereka yang berusaha membalas dendam muncul dari watak semacam itu, mereka bukan hanya tak mau menerima apa yang disingkapkan oleh firman Tuhan, tidak mau dipangkas, ataupun menolak penggolongan semacam ini, melainkan mereka juga bersikeras menempuh jalan mereka sampai akhir. Mereka tidak berencana untuk menerima diri mereka digolongkan atau disingkapkan, mereka juga tidak berniat untuk mengakui kerusakan mereka. Tentu saja, tanpa mengakui kerusakannya, mereka juga tidak berencana untuk meninggalkan perilaku dan tindakan mereka yang berusaha membalas dendam, maupun meninggalkan prinsip-prinsip mereka tentang berperilaku. Mereka benar-benar dan sepenuhnya jahat. Bukankah orang-orang jahat semacam itu adalah setan-setan? (Ya.) Mereka adalah setan-setan yang sepenuhnya memiliki esensi Iblis. Engkau tidak dapat mengubah mereka. Mengapa mereka tidak dapat diubah? Sumber penyebabnya adalah mereka sama sekali tidak mau menerima kebenaran. Mereka menolak kebenaran sekecil apa pun, pernyataan yang benar, perkataan positif, atau hal positif apa pun. Sekalipun mereka secara lisan mengakui firman Tuhan sebagai kebenaran dan sebagai hal-hal yang positif, hati mereka sama sekali tidak menerima kebenaran, dan mereka juga tidak berencana untuk menerapkan serta mengalami firman Tuhan untuk mengubah cara mereka berperilaku dan melakukan segala sesuatu. Terkadang, mereka mungkin secara lisan mengakui bahwa tindakan mereka sepenuhnya didasarkan pada falsafah Iblis, tetapi mereka tetap sama sekali tidak akan menerima kebenaran. Mereka sangat jijik dengan siapa pun yang mempersekutukan kebenaran kepada mereka, dan bahkan membenci serta menghakiminya, dan siapa pun yang menyingkapkan serta mengidentifikasi mereka akan menjadi sasaran kebencian dan balas dendam mereka, siapa pun itu—bahkan orang tua mereka sendiri pun tidak terkecuali. Bukankah mereka tidak dapat diselamatkan? (Ya.) Mereka tidak dapat diselamatkan. Apakah kasihan jika mereka dikeluarkan? (Tidak.) Orang-orang semacam itu harus dikeluarkan atau diusir. Jenis orang yang cenderung membalas dendam terhadap orang lain pada dasarnya memiliki semua perwujudan ini; pada dasarnya, semua ini adalah ciri mereka, watak mereka, cara dan metode mereka dalam melakukan segala sesuatu dan proses berpikir mereka, serta sikap mereka terhadap kebenaran. Pengaruh yang mereka miliki terhadap gereja dan terhadap saudara-saudari telah dibahas, jadi tidak perlu lagi mempersekutukannya. Ini mengakhiri persekutuan tentang perwujudan dari jenis orang yang keempat—mereka yang cenderung membalas dendam.
E. Tidak Mampu Menjaga Lidah
Selanjutnya, kita akan mempersekutukan jenis orang kelima, yaitu mereka yang tidak mampu menjaga lidahnya. Apakah ini masalah yang serius? Dilihat dari sudut pandang harfiahnya, tidak mampu menjaga lidah tampaknya bukan masalah besar. Beberapa orang mungkin memiliki pemikiran tertentu tentang menggolongkan orang-orang ini sebagai orang jahat: "Karena manusia memiliki mulut, mereka dimaksudkan untuk berbicara kapan pun dan di mana pun; mereka dapat membahas berbagai hal kapan pun dan di mana pun. Bukankah agak berlebihan untuk menggolongkan mereka yang tidak mampu menjaga lidahnya sebagai orang jahat yang harus dikeluarkan?" Apa pendapat engkau semua tentang hal ini? (Jika mereka menyebabkan gangguan dan kekacauan pada kehidupan bergereja atau pekerjaan gereja, yang menimbulkan akibat yang merugikan, mereka juga harus dikeluarkan.) Masalah orang-orang semacam itu bukan tentang tidak menjaga lidahnya, tetapi tentang kemanusiaan mereka. Jika mereka menyebabkan gangguan pada saudara-saudari, pada kehidupan bergereja, dan pada pekerjaan gereja, atau perkataan mereka merupakan pengkhianatan terhadap gereja, dan bahkan mempermalukan rumah Tuhan serta nama Tuhan, orang-orang semacam itu harus ditangani. Mari kita bahas terlebih dahulu perwujudan dari orang-orang yang tidak mampu menjaga lidahnya, dan kemudian bagaimana cara menanganinya. Apakah orang-orang yang tidak mampu menjaga lidahnya dapat disebut "bermulut besar"? (Ya.) Benarkah demikian? Apakah ini merupakan ciri orang-orang semacam itu? Apakah orang yang bermulut besar itu berarti orang yang bodoh dan tidak tahu apa yang boleh atau tidak boleh dikatakan, mengucapkan apa pun yang terlintas dalam pikiran tanpa mempertimbangkan akibatnya? Inikah yang dimaksud dengan tidak menjaga lidah? (Bukan.) Ada orang-orang yang pandai berbicara dan berkomunikasi; mereka terus terang, serta relatif sederhana dan jujur. Mereka sering mengungkapkan kepada orang lain pemikiran terdalam dan ide-ide mereka, perwujudan kerusakan mereka sendiri, apa yang telah mereka alami, dan bahkan kesalahan-kesalahan mereka. Namun, orang-orang semacam itu belum tentu bodoh atau tidak mampu menjaga lidahnya. Mereka tampaknya berbicara tentang segala hal serta cukup sederhana dan jujur; tetapi jika menyangkut masalah-masalah yang penting, masalah-masalah yang dapat mempermalukan Tuhan atau rumah Tuhan, atau masalah-masalah yang dapat membuat mereka mengkhianati saudara-saudari atau gereja, sehingga menjadikan mereka Yudas, mereka tidak mengucapkan sepatah kata pun. Inilah yang disebut menjaga lidah. Jadi, bukan berarti orang yang terus terang, orang yang bermulut besar, atau yang pandai bicara tidak mampu menjaga lidahnya. Apa yang dimaksud dengan tidak mampu menjaga lidah di sini? Tidak mampu menjaga lidah berarti berbicara tanpa prinsip, dan berbicara secara serampangan tanpa mempertimbangkan pendengar, peristiwa, atau konteksnya. Selain itu, ini artinya sama sekali tidak tahu cara melindungi pekerjaan gereja dan kepentingan rumah Tuhan, atau sama sekali tidak peduli apakah itu menguntungkan saudara-saudari atau kehidupan bergereja atau tidak, dan mengatakan apa pun dengan seenaknya. Apa akibat dari "mengatakan apa pun dengan seenaknya"? Itu berarti pengkhianatan yang tidak disengaja terhadap kepentingan rumah Tuhan dan kepentingan saudara-saudari. Tanpa disengaja, karena ucapan mereka yang serampangan dan ketidakmampuan untuk menjaga lidahnya, mereka memberi dasar kepada orang-orang tidak percaya untuk menyerang rumah Tuhan, membiarkan orang-orang tidak percaya mengejek saudara-saudari tertentu, dan membiarkan orang-orang tidak percaya serta orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan mengetahui banyak hal yang seharusnya tidak mereka ketahui. Akibatnya, orang-orang ini dengan bebas mengomentari dan membuat pernyataan yang tidak sopan tentang hal-hal rumah Tuhan dan urusan internal gereja, serta mengatakan hal-hal yang memfitnah dan menghujat Tuhan. Mereka bahkan dapat mengarang rumor tentang saudara-saudari, gereja, dan pekerjaan rumah Tuhan, yang mendatangkan akibat yang merugikan. Ini merupakan gangguan terhadap pekerjaan rumah Tuhan dan sama saja dengan melakukan kejahatan. Ada orang-orang yang memberikan perhatian khusus untuk mencari tahu dan menyelidiki siapa para pemimpin dan pekerja di gereja, alamat keluarga mereka, informasi pribadi saudara-saudari, pekerjaan keuangan dan akuntansi gereja, staf akuntansi, dan daftar orang-orang yang telah dikeluarkan atau diusir dari gereja. Mereka juga secara khusus berfokus untuk mempelajari pengaturan kerja gereja. Perilaku semacam itu sangat mencurigakan dan dapat menunjukkan bahwa mereka adalah mata-mata atau pengintai dari si naga merah yang sangat besar. Jika rincian-rincian ini dibocorkan kepada setan-setan yang tidak percaya, yang membuat si naga merah yang sangat besar mengetahui tentang mereka, akibatnya akan membawa petaka. Ada orang-orang yang, karena kebodohan dan ketidaktahuannya, mungkin memberitahukan informasi ini atau sebagian darinya kepada anggota keluarga mereka yang tidak percaya, yang kemudian menyebarkannya atau memberikannya kepada agen-agen si naga merah yang sangat besar. Hal ini dapat menimbulkan potensi risiko serta mendatangkan banyak masalah bagi pekerjaan gereja, dan akibatnya akan membawa petaka. Masalah-masalah internal gereja ini sering kali secara tidak sengaja diceritakan oleh beberapa orang kepada anggota keluarga mereka yang tidak percaya, yang mengungkapkan semuanya tanpa ragu. Dan hal-hal itu bahkan diceritakan kepada kerabat dan teman-teman mereka yang tidak percaya. Hal ini menyebabkan kebocoran yang terus-menerus tentang masalah-masalah internal gereja melalui perkataan mereka ke dunia luar. Apa akibat dari kebocoran ini? Banyak dari anggota keluarga, kerabat, dan teman-teman mereka yang tidak percaya mengetahui banyak hal tentang urusan internal gereja yang bahkan mungkin tidak diketahui oleh saudara-saudari, atau alamat rumah saudara-saudari, nama asli mereka, dan masalah-masalah pernikahan yang bersifat rahasia. Bagaimana masalah-masalah gereja ini bisa bocor? Bagaimana orang-orang tidak percaya akhirnya bisa mengetahuinya? Ada "koresponden" di dalam gereja! Apa sebutan bagi orang-orang semacam itu? (Mereka yang tidak mampu menjaga lidahnya.) Tepat sekali. Mereka menceritakan segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan bergereja sehari-hari atau hal-hal yang menyangkut saudara-saudari kepada anggota keluarga mereka yang tidak percaya, seperti seorang saudari tertentu yang bercerai, suami saudari lainnya yang merugi dalam bisnis atau saudari itu memiliki putra yang tidak patuh, atau seorang saudara atau saudari tertentu yang membeli rumah, dan sebagainya. Mereka juga berbicara tentang saudara-saudari yang ditangkap oleh si naga merah yang sangat besar dan menjadi Yudas, atau orang-orang yang tetap teguh dalam kesaksian mereka, dan bahkan menyebutkan bahwa para pemimpin gereja telah memangkas orang-orang tersebut. Percakapan mereka di rumah sepenuhnya berkisar pada topik-topik ini. Anggota keluarga mereka bahkan memberikan nasihat dan strategi untuk membantu mereka bertindak melawan para pemimpin, saudara-saudari, atau siapa pun di gereja yang tidak akur dengan mereka, menimbulkan kesulitan, atau telah menyingkapkan mereka. Dalam pertemuan di antara saudara-saudari, orang-orang semacam itu tampak sangat taat dan berperilaku baik, sedikit berbicara, tidak pandai bercakap-cakap, tidak pernah membahas watak rusak mereka sendiri, tidak pernah mempersekutukan pemahaman mereka berdasarkan pengalaman, dan bahkan jarang berdoa. Mereka memperlakukan saudara-saudari dengan penuh kewaspadaan, sembari memperlakukan anggota keluarga mereka yang tidak percaya seolah-olah anggota rumah Tuhan. Mereka menceritakan semua rincian tentang gereja kepada anggota keluarga mereka tanpa terlewatkan sedikit pun, menceritakan segalanya kepada anggota keluarga mereka, bahkan juga bercerita bahwa gereja sedang mencetak buku-buku firman Tuhan, siapa yang memiliki bakat apa di gereja, dan lain-lain; semua ini didiskusikan dengan anggota keluarga mereka dan orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan. Apa pun tujuan mereka, akhirnya semua itu mengakibatkan mereka mengkhianati pekerjaan gereja dan saudara-saudari. Mereka sangat mengetahui keadaan setiap anggota utama di gereja. Tentu saja, orang-orang ini juga menjadi subjek diskusi dan penilaian mereka di belakangnya, dan bahkan mungkin menjadi orang-orang yang mereka khianati secara diam-diam. Jika seseorang memiliki hubungan yang baik dengan mereka, mereka memuji orang itu tanpa henti di depan keluarga mereka. Sebaliknya, jika mereka memiliki hubungan yang buruk dengan seseorang, mereka terus-menerus memaki orang tersebut di depan keluarga mereka, bahkan membuat keluarga mereka turut memaki, menyebut saudara-saudari itu idiot atau mengatakan bahwa mereka bukan orang baik. Orang-orang ini menghina saudara-saudari dengan kata-kata makian apa pun yang digunakan oleh orang-orang tidak percaya. Mereka seperti orang-orang tidak percaya; mereka benar-benar pengikut yang bukan orang percaya; mereka sama sekali bukan orang yang baik, dan orang-orang semacam itu harus segera dikeluarkan.
Di negeri si naga merah yang sangat besar, informasi tentang semua orang yang percaya kepada Tuhan harus dijaga kerahasiaannya, dan bahkan ketika umat pilihan Tuhan pindah ke luar negeri, informasi tentang mereka harus tetap dirahasiakan. Ini karena para pengintai si naga merah yang sangat besar tersebar ke seluruh negara di dunia, menyusup ke mana-mana dengan tujuan spesifik untuk mengumpulkan informasi tentang mereka yang percaya kepada Tuhan. Di Tiongkok daratan, situasi saudara-saudari yang mengikuti Tuhan sangatlah sulit dan berbahaya. Bahkan ketika mereka pergi ke luar negeri, ada tingkat bahaya tertentu. Jika para pengintai dari si naga merah yang sangat besar mengumpulkan informasi tentang mereka, di satu sisi, ada risiko ekstradisi, dan di sisi lain, setidaknya, anggota keluarga dan kerabat mereka di Tiongkok daratan dapat dianggap terlibat. Demi alasan keamanan dan untuk menghormati sesama, semua orang harus menjaga kerahasiaan informasi pribadi saudara-saudari dan tidak boleh memberitahukannya kepada mereka yang tidak percaya kepada Tuhan. Bahkan di antara mereka yang percaya kepada Tuhan, informasi pribadi tidak boleh diungkapkan dengan santainya kepada orang lain tanpa persetujuan orang tersebut. Sama sekali tidak diperbolehkan untuk memperlakukan informasi apa pun tentang saudara-saudari, pekerjaan gereja, tugas yang dilaksanakan seseorang, pengalaman yang dibagikan dalam persekutuan, atau rincian-rincian lainnya sebagai topik pembicaraan yang akan diceritakan kepada orang-orang tidak percaya selama waktu senggang. Apa akibat dari membahas hal-hal ini dengan mereka? Adakah hasil yang positif atau membangun? (Tidak ada.) Diskusi semacam itu mengakibatkan setan-setan yang tidak percaya ini memanfaatkan semua informasi ini untuk mengejek, menghakimi, dan bahkan mengutuk serta memfitnah. Apakah ini baik? (Tidak.) Engkau semua harus memeriksa apakah ada orang-orang di dalam gereja yang memiliki motif tersembunyi, yang membahas rincian-rincian seperti keadaan yang sebenarnya dari pekerjaan gereja dan kehidupan bergereja—serta siapa yang benar-benar percaya kepada Tuhan, siapa yang mengejar kebenaran, siapa yang melaksanakan tugas mereka, siapa yang tidak melaksanakan tugas mereka, siapa yang sering bersikap negatif, siapa yang memiliki iman yang membingungkan, dan bahkan informasi pribadi serta situasi tentang saudara-saudari—dengan orang-orang tidak percaya dan anggota keluarga yang tidak percaya, semuanya tanpa ragu. Periksalah apakah ada orang-orang semacam itu. Ada hal-hal yang bahkan orang-orang di dalam gereja tidak perlu tahu, tetapi anggota keluarga yang tidak percaya dari orang-orang semacam itu tahu lebih banyak tentang urusan-urusan ini daripada mereka yang ada di dalam gereja, dan juga mengetahuinya dengan lebih jelas. Bagaimana ini bisa terjadi? Ini adalah "kontribusi" dari seorang mata-mata di dalam gereja. Mata-mata ini memperlakukan anggota keluarga mereka seolah-olah adalah pemimpin gereja, melaporkan apa pun yang mereka lihat di gereja kepada "pemimpin" mereka dalam upaya untuk mendapatkan perhatian dan memperdalam hubungan emosional mereka dengan keluarga mereka. Jelaslah bahwa semua hal tentang gereja ini telah dibocorkan oleh mata-mata yang tidak mampu menjaga lidahnya. Mereka tidak menghormati saudara-saudari, mereka juga tidak melindungi pekerjaan dan kepentingan rumah Tuhan. Mereka memperlakukan rumah Tuhan dan gereja seperti masyarakat atau tempat umum, dengan santainya mengomentari dan menghakimi saudara-saudari seolah-olah adalah orang-orang tidak percaya, bahkan bergabung dengan para pengikut yang bukan orang percaya dan orang-orang tidak percaya untuk menghakimi saudara-saudari dengan bebas. Selain itu, ada orang-orang yang, setelah dipangkas oleh para pemimpin atau setelah konflik, perselisihan, dan ketidakharmonisan dengan saudara-saudari, pulang ke rumah dan membuat keributan, memastikan bahwa keluarga mereka mengetahui semua hal itu. Akibatnya, keluarga mereka berusaha membalas dendam terhadap para pemimpin atau saudara-saudari, dengan tujuan untuk mengkhianati dan menghancurkan gereja. Apakah ini fenomena yang baik? (Tidak.) Menceritakan urusan internal gereja, dan hal-hal seperti berapa banyak saudara-saudari yang menjalani kehidupan bergereja, dan tugas apa yang dilaksanakan semua orang kepada anggota keluarga, kerabat, dan teman-teman tanpa ragu, orang-orang hina macam apakah mereka? Apakah mereka orang-orang percaya sejati? (Bukan.) Apakah mereka anggota rumah Tuhan? Dapatkah mereka disebut saudara atau saudari? (Tidak.) Membiarkan mata-mata dan pengkhianat tersembunyi semacam itu berada di dalam gereja akan mendatangkan masalah besar bagi rumah Tuhan dan saudara-saudari, baik dahulu, sekarang, maupun di kemudian hari. Sekalipun mereka tampaknya tidak melakukan banyak perbuatan jahat dalam kehidupan bergereja, akibat dan dampak dari mereka yang secara diam-diam menceritakan berbagai rincian tentang rumah Tuhan kepada orang-orang tidak percaya, Iblis-Iblis, dan setan-setan sangatlah merugikan! Haruskah orang hina semacam itu dibiarkan tetap berada di gereja? (Tidak.) Apakah mereka layak disebut anggota rumah Tuhan? Apakah mereka layak diperlakukan sebagai saudara-saudari? (Tidak.) Bagaimana seharusnya orang-orang semacam itu ditangani? (Mereka harus dikeluarkan secepat mungkin.) Mereka harus dikeluarkan secepat mungkin! Usirlah mereka! Inilah alasan untuk mengeluarkan mereka: "Kau tidak bisa menjaga lidahmu, kau tidak tahu apa yang baik bagi dirimu, menjadi orang yang tidak tahu berterima kasih. Kau percaya kepada Tuhan dan menikmati kasih karunia-Nya, serta pertolongan, kasih, kesabaran, dan perhatian dari saudara-saudari, tetapi kau tetap mengkhianati saudara-saudari dan gereja seperti ini. Kau bukan orang baik; keluar dari sini!" Hal-hal tentang saudara-saudari, hal-hal tentang gereja, dan pekerjaan apa pun di rumah Tuhan tidak boleh diberitahukan kepada orang-orang tidak percaya, dan juga tidak boleh digunakan sebagai topik bergosip oleh mereka. Mereka tidak pantas melakukannya! Siapa pun yang menyebarkan informasi semacam itu akan menjadi orang yang terkutuk, orang yang harus dikeluarkan oleh gereja, dan orang yang harus ditolak saudara-saudari. Hanya berdasarkan tindakan mereka yang mengkhianati saudara-saudari dan gereja, menceritakan hal-hal internal gereja kepada orang-orang tidak percaya untuk bergosip, tidak diragukan lagi bahwa mereka adalah para pengkhianat, mata-mata, dan orang-orang jahat yang harus dikeluarkan dari gereja. Saudara-saudari bebas untuk bersekutu dan berdebat sesuai kebutuhan tentang pekerjaan apa pun yang dilakukan di dalam gereja—seperti siapa yang harus dikeluarkan atau terjadinya peristiwa tertentu—tetapi itu tidak boleh diceritakan kepada orang-orang tidak percaya, dan itu tidak boleh dibicarakan dengan anggota keluarga yang tidak percaya. Khususnya, situasi pribadi dan keluarga saudara-saudari baru yang tingkat pertumbuhannya kecil tidak boleh diberitahukan kepada orang luar. Jika engkau merasa kesulitan untuk merahasiakannya, engkau harus berdoa kepada Tuhan serta mengandalkan-Nya untuk belajar mengendalikan diri, dan lakukanlah beberapa kegiatan yang bermakna. Jika engkau benar-benar tidak mampu mengendalikan dirimu sendiri, engkau harus terlebih dahulu melapor ke gereja untuk mencari solusi, agar tidak timbul akibat yang merugikan, karena menyebarkan informasi semacam itu paling mudah menimbulkan masalah. Contohnya, nomor telepon pribadi, alamat rumah, berapa tahun seseorang telah percaya kepada Tuhan, keluarga pribadi serta status pernikahan, dan sebagainya, adalah topik-topik yang sensitif. Semua ini tidak ada kaitannya dengan kebenaran atau jalan masuk kehidupan; ini berkaitan dengan rahasia pribadi. Hanya para agen dan mata-mata yang secara khusus menyelidiki hal-hal ini. Jika engkau suka mencari tahu dan menyebarkan hal-hal semacam itu, watak macam apa yang ditunjukkan? Watak yang agak tercela! Tidak mengejar kebenaran tetapi berfokus pada gosip, bertindak sebagai mata-mata atau pengintai dan melakukan pelayanan bagi si naga merah yang sangat besar, bukankah itu tercela dan keji? Siapa pun yang secara spesifik menanyakan, menyelidiki, dan dengan serampangan menyebarkan topik-topik sensitif serta urusan pribadi orang lain memiliki motif tersembunyi dan merupakan pengikut yang bukan orang percaya. Umat pilihan Tuhan harus sangat waspada terhadap orang-orang semacam itu. Jika orang-orang semacam itu tidak bertobat, kehidupan bergereja mereka harus dihentikan, karena mengkhianati saudara-saudari adalah tindakan yang paling tidak bermoral, tercela, dan memalukan. Umat pilihan Tuhan harus menjauhi orang-orang semacam itu. Dalam kehidupan bergereja, orang-orang harus dibatasi agar tidak menanyakan dan membahas hal-hal ini, karena hal-hal tersebut tidak ada kaitannya dengan persekutuan akan kebenaran, dan membahasnya tidak memberikan manfaat apa pun bagi orang lain.
Rumah Tuhan memiliki berbagai ketetapan dan peraturan administratif yang harus dipatuhi oleh umat pilihan Tuhan. Hal-hal seperti urusan internal gereja, penyesuaian personel bagi para pemimpin dan pekerja, pekerjaan pentahiran gereja, serta pengaturan dari Yang di Atas, dan lain-lain, tidak boleh disebarkan dengan seenaknya di dalam gereja agar hal-hal tersebut tidak dibocorkan kepada Iblis oleh para pengikut yang bukan orang percaya dan orang-orang jahat. Alasannya adalah karena rumah Tuhan berbeda dengan masyarakat; Tuhan menuntut orang-orang untuk mengejar kebenaran, lebih banyak membaca firman Tuhan, lebih banyak merenungkan dan bersekutu. Hanya dengan menyebarluaskan firman Tuhan dan memberi kesaksian bagi Tuhan-lah suasana yang tepat dapat terbentuk; hanya dengan lebih banyak menyampaikan kesaksian berdasarkan pengalamanlah suasana semacam itu dapat terbentuk. Selain itu, ada banyak orang yang baru percaya di rumah Tuhan yang belum lama percaya kepada Tuhan. Tidak dapat dihindari bahwa ada pengikut yang bukan orang percaya yang belum tersingkap. Khususnya, lima atau sepuluh tahun pertama setelah orang percaya kepada Tuhan adalah waktu untuk menyingkapkan diri orang-orang yang sebenarnya; pada saat ini, tidak pasti siapa yang mampu tetap teguh dan siapa yang tidak mampu, juga tidak pasti masih ada berapa banyak orang jahat yang dapat mengganggu gereja. Selalu menyebarkan informasi pribadi dan urusan eksternal semacam itu secara serampangan, serta hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan mempersekutukan kebenaran, dapat menyebabkan banyak akibat yang merugikan. Contohnya, seseorang mungkin bertanya, "Berasal dari mana si pemimpin A? Di mana dia tinggal?" Informasi yang sensitif seperti ini bukanlah informasi yang perlu diketahui oleh umat pilihan Tuhan. Orang lain mungkin bertanya, "Berapa biaya yang dikeluarkan rumah Tuhan untuk mencetak sebuah buku firman Tuhan?" Apakah mengetahui hal ini berguna? (Tidak.) Apakah biaya pencetakan adalah urusanmu? Apakah engkau pernah dikenai biaya untuk itu? Tampaknya itu tidak ada hubungannya denganmu, bukan? Ada orang-orang yang mungkin bertanya, "Siapa pemimpin tingkat atas di rumah Tuhan sekarang?" Jika mereka tidak secara langsung memimpinmu, apakah kau akan terkena dampak jika tidak mengetahui hal ini? (Tidak.) Di Tiongkok daratan, mengetahui hal-hal ini bisa menjadi masalah. Jika ditangkap oleh si naga merah yang sangat besar dan mengalami siksaan yang berat, jika engkau tidak mengetahui hal-hal ini, seperti apa pun mereka memukulimu, engkau tidak boleh memberitahukan apa pun, dan dengan demikian engkau tidak akan berakhir menjadi Yudas. Namun, jika engkau memang mengetahuinya dan tidak sanggup menahan pukulan ganas mereka, engkau mungkin akan membocorkannya, menjadi Yudas. Pada saat itu, engkau mungkin berpikir, "Mengapa aku mengajukan pertanyaan-pertanyaan itu dengan serampangan? Akan jauh lebih baik jika aku tidak tahu. Sekalipun dipukuli sampai mati, aku tetap tidak akan mengetahui hal-hal itu; sekalipun aku ingin mengarang jawaban, aku tidak akan mampu memikirkan apa pun. Dengan demikian, aku tidak akan menjadi Yudas. Aku telah belajar dari kesalahanku sekarang; yang terbaik adalah tidak mengetahui terlalu banyak tentang hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan kebenaran. Menanyakan hal-hal semacam itu tidak ada manfaatnya; lebih baik tidak tahu." Dan ada orang-orang lain yang mungkin bertanya, "Berapa banyak tim di rumah Tuhan yang melakukan pekerjaan khusus?" Apa urusanmu mengetahui hal itu? Lakukan saja pekerjaan apa pun yang ditugaskan kepada timmu sendiri. Tidak mengetahui hal ini tidak memengaruhi kemampuanmu untuk melaksanakan tugasmu secara normal, mengejar kebenaran dalam imanmu, atau menjalani kehidupan bergereja; itu tidak memengaruhi apa pun. Tidak mengetahui hal ini tidak menghalangimu untuk mengejar kebenaran atau memperoleh keselamatan sebagai orang percaya, jadi untuk apa bertanya? "Apakah sebagian besar saudara-saudari berasal dari daerah perkotaan atau pedesaan? Apakah mereka berpendidikan atau tidak berpendidikan?" Adakah gunanya mengetahui hal-hal ini? (Tidak.) Memangnya kenapa jika mereka semua berasal dari daerah pedesaan? Dan memangnya kenapa jika mereka semua berasal dari daerah perkotaan? Ini tidak ada kaitannya dengan kebenaran. Ada orang-orang yang mungkin bertanya, "Bagaimana perkembangan pekerjaan penginjilan sekarang?" Bertanya sedikit tentang hal ini tidak apa-apa, tetapi ada orang-orang yang, karena penasaran, bertanya secara terperinci tentang ke berapa banyak negara pekerjaan penginjilan telah disebarluaskan, yang mana ini tidak perlu. Sekalipun mereka mengetahui hal ini, apa dampaknya bagi mereka? Keuntungan apa yang akan diperoleh dengan mengetahui rincian-rincian semacam itu? Jika engkau tidak memiliki kenyataan kebenaran, engkau tetap tidak akan memilikinya sekalipun engkau mengetahuinya; pengetahuan ini tidak akan membantumu melaksanakan tugasmu dengan baik sama sekali atau memberikan bantuan apa pun untuk jalan masuk kehidupanmu. Tidak masalah jika tidak menanyakan beberapa hal umum; sebenarnya, lebih baik tidak mengetahuinya. Mengetahui terlalu banyak adalah beban. Begitu informasi tersebut bocor, itu menjadi masalah dan pelanggaran. Mengetahui hal-hal ini tidaklah baik: Makin banyak yang kauketahui, makin banyak masalah yang dapat ditimbulkannya. Mereka yang memahami kebenaran tahu apa yang harus dikatakan dan tahu apa yang tidak boleh dikatakan. Orang-orang yang bingung, yang tidak memiliki pemahaman rohani, tidak bisa membedakan antara orang dalam dan orang luar ketika mereka berbicara, hanya berbicara omong kosong. Oleh karena itu, hal-hal ini tidak boleh diberitahukan kepada orang-orang di dalam gereja yang tidak memahami kebenaran. Mengetahui hal-hal ini tidak mendatangkan manfaat apa pun. Pertama, orang-orang ini tidak dapat membantu menyelesaikan masalah. Kedua, mereka tidak dapat melindungi pekerjaan gereja. Ketiga, mereka tidak perlu mengatakan hal-hal yang baik tentang rumah Tuhan. Semua firman Tuhan adalah kebenaran, dan semua tindakan Tuhan adalah benar; apakah para pengikut yang bukan orang percaya dan orang-orang tidak percaya yang tidak memiliki pemahaman rohani itu perlu menjilat dan menyanjung? Tidak perlu. Sekalipun tak ada satu makhluk pun di seluruh dunia yang mengikuti Tuhan atau menyembah-Nya, status dan esensi Tuhan akan tetap tidak berubah. Tuhan tetaplah Tuhan, selamanya tidak berubah, tidak berubah oleh perubahan keadaan apa pun. Identitas dan status Tuhan tidak pernah berubah selama-lamanya. Inilah kebenaran yang harus dipahami oleh mereka yang percaya kepada Tuhan. Pengikut yang bukan orang percaya dan orang-orang tidak percaya itu berbicara dan bertindak tanpa membedakan antara orang dalam dan orang luar; apakah bermanfaat bagi pekerjaan rumah Tuhan jika mereka tahu terlalu banyak? Perlukah bagi mereka untuk mengetahui tentang pekerjaan rumah Tuhan? Mereka tidak layak mendapatkan pengetahuan ini! Ada orang-orang yang mungkin bertanya, "Apakah semua hal ini rahasia, dan itulah sebabnya tidak boleh diketahui?" Setelah percaya kepada Tuhan sampai di titik ini, apakah menurutmu hal-hal ini mengandung rahasia? (Tidak.) Namun, umat pilihan Tuhan memiliki integritas dan martabat; mereka tidak boleh menjadi bahan diskusi atau ejekan oleh orang-orang tidak percaya. Rumah Tuhan, gereja, dan saudara-saudari, entah sebagai kelompok ataupun individu, semuanya memiliki martabat; mereka semua positif, dan tak seorang pun boleh berusaha mencemari mereka. Siapa pun yang bertindak dengan cara yang membiarkan Iblis-Iblis dan setan-setan dengan sengaja mencemari dan dengan seenaknya memfitnah atau merusak reputasi rumah Tuhan, atau merusak reputasi saudara-saudari, harus dikutuk! Oleh karena itu, gereja sama sekali tidak mengizinkan keberadaan mereka yang tidak mampu menjaga lidahnya. Begitu teridentifikasi, mereka harus dikeluarkan! Apakah pendekatan ini sesuai dengan prinsip-prinsip? (Ya.)
Ada orang-orang yang sangat berhati-hati dan waspada ketika berbicara, berkomunikasi, berinteraksi, atau bergaul dengan saudara-saudari, tetapi begitu mereka pulang ke rumah, mereka menjadi bermulut besar, membocorkan semuanya, bahkan membocorkan informasi pribadi saudara-saudari, sehingga anggota keluarga mereka, orang-orang tidak percaya yang tidak beriman, dan orang-orang yang hanya percaya sekadar nama menjadi tahu banyak tentang urusan gereja. Orang-orang semacam itu adalah mata-mata, pengkhianat—Yudas—dan justru jenis orang-orang semacam itulah yang harus gereja keluarkan. Makin lama mereka tinggal di gereja, makin banyak informasi yang mereka ketahui tentang saudara-saudari, makin mereka akan terlibat dalam pengkhianatan, dan makin banyak hal yang akan dimanfaatkan oleh orang-orang tidak percaya sebagai dasar untuk memfitnah. Jika engkau tidak takut mereka membocorkan informasi ini kepada orang-orang tidak percaya, pertahankanlah mereka; jika engkau tidak ingin informasi pribadimu dan urusan internal gereja disebarkan dari mulut mereka, engkau harus menyingkirkan mata-mata ini sesegera mungkin. Tepatkah melakukan hal ini? (Ya.) Orang-orang semacam itu tidak boleh diberi kelonggaran; mereka tidak memiliki niat baik dan mereka sendiri bukanlah orang yang baik. Bagaimana orang-orang semacam itu dibandingkan dengan kedua jenis orang yang disebutkan sebelumnya, yaitu mereka yang cenderung membalas dendam dan mereka yang kurang ajar serta tidak terkendali? Apakah mereka lebih baik atau lebih buruk? (Lebih buruk.) Orang-orang ini mungkin juga melaksanakan tugas mereka, mengerahkan sedikit upaya, dan menanggung sedikit kesukaran; mereka mungkin bekerja sama dengan apa pun yang rumah Tuhan minta dari mereka dan tidak menolaknya, tetapi ada satu masalah: Mereka membocorkan segala sesuatu tentang rumah Tuhan kepada orang-orang tidak percaya. Mereka berperan sebagai pengkhianat, mata-mata, setiap hari. Hanya karena alasan ini, gereja tidak boleh menoleransi mereka dan harus mengeluarkan mereka. Apakah engkau memahaminya? (Ya.) Entah mereka senang atau tidak senang di dalam gereja, siapa yang memicu kemarahan mereka, siapa yang akur dengan mereka, apakah mereka dipilih sebagai pemimpin gereja atau diberhentikan, apa pun yang terjadi, mereka selalu harus menceritakan setiap rinciannya kepada anggota keluarga mereka yang tidak percaya. Mereka memastikan bahwa anggota keluarga mereka yang tidak percaya dan orang-orang tidak percaya segera diberitahu dan segera memahami situasi internal gereja. Engkau sama sekali tidak boleh menunjukkan kelonggaran ataupun belas kasihan kepada orang-orang semacam itu; keluarkan mereka begitu ditemukan. Bagaimana pendekatan seperti ini? (Tepat.) Apakah melakukannya dengan cara seperti ini kejam? (Tidak.) Itu tidak kejam. Engkau memperlakukan mereka sebagai saudara-saudari, tetapi mereka sama sekali tidak melindungi kepentingan rumah Tuhan atau kepentingan saudara-saudari. Sebaliknya, mereka mengkhianati kepentingan rumah Tuhan dan saudara-saudari di setiap kesempatan. Engkau menganggap mereka sebagai keluarga, tetapi apakah mereka menganggapmu sebagai keluarga? (Tidak.) Kalau begitu, jangan tunjukkan kelonggaran kepada mereka; jika mereka perlu dikeluarkan, keluarkanlah mereka. Sampai saat ini, pernahkah engkau semua bertemu dengan orang-orang semacam itu? (Ya. Mereka menceritakan segala sesuatu tentang saudara-saudari kepada anggota keluarga mereka, dan terkadang mereka juga memberi tahu anggota keluarga mereka tentang hal-hal tertentu serta pengaturan spesifik di dalam gereja segera saat ada kesempatan. Anggota keluarga mereka kemudian menggunakan informasi ini untuk bergosip tentang gereja di belakangnya.) Sudahkah orang-orang ini dikeluarkan? (Ya.) Setelah dikeluarkan, apakah mereka mengeluh? Mereka mungkin merasa bahwa itu tidak adil, dan berpikir, "Aku tidak melakukan apa pun; ini bukanlah pelanggaran ketetapan administratif, aku juga tidak pernah menyebabkan kekacauan atau gangguan, jadi mengapa aku dikeluarkan?" Apakah menurutmu natur tindakan mereka lebih parah daripada menyebabkan kekacauan dan gangguan? (Ya.) Dapatkah orang-orang semacam itu diselamatkan? Mudahkah bagi mereka untuk berubah? (Tidak.) Mengapa engkau mengatakan bahwa itu tidak akan mudah? Aspek apa yang menunjukkan bahwa sulit bagi mereka untuk berubah? (Mereka bukan bagian dari rumah Tuhan, mereka bukan saudara atau saudari; esensi mereka adalah esensi pengikut yang bukan orang percaya dan orang-orang tidak percaya.) Inilah esensi mereka. Jadi, bagaimana engkau bisa tahu bahwa mereka adalah pengikut yang bukan orang percaya dan orang-orang tidak percaya? (Apa pun emosi yang mereka miliki di gereja, mereka meluapkannya kepada keluarga mereka, yang menunjukkan bahwa apa pun yang terjadi, mereka tidak menerima bahwa itu adalah dari Tuhan, apalagi memetik pelajaran apa pun. Orang-orang semacam itu tidak mengalami pekerjaan Tuhan dan tidak menerima kebenaran, jadi esensi mereka adalah esensi pengikut yang bukan orang percaya.) Esensi mereka ini telah diperjelas. Mereka meluapkan emosi kepada keluarga mereka dan memperlakukan segala sesuatu berdasarkan emosi mereka. Bagaimana engkau bisa tahu bahwa mereka bukan bagian dari rumah Tuhan, melainkan orang-orang tidak percaya yang telah menyusup ke dalam rumah Tuhan? (Karena mereka dapat mengkhianati kepentingan rumah Tuhan, bertindak sebagai para pengkhianat dan mata-mata, dan karena mereka pada dasarnya bukanlah orang-orang yang melindungi pekerjaan serta kepentingan rumah Tuhan. Jadi, orang-orang ini tidak sehati dengan rumah Tuhan.) Penjelasan ini tidaklah tepat. Biar Kujelaskan. Meskipun orang-orang ini berpartisipasi dalam kehidupan bergereja dan melaksanakan tugas mereka, pernahkah mereka menganggap saudara-saudari sebagai keluarga mereka? Dalam bahasa sehari-hari, pernahkah mereka menganggap saudara-saudari sebagai saudara-saudari mereka sendiri? (Tidak pernah.) Lalu, saudara-saudari mereka anggap sebagai apa? (Orang luar.) Benar, sebagai orang luar, sebagai musuh. Lalu, rumah Tuhan dan gereja mereka anggap sebagai apa? Bukankah bagi mereka, itu hanya tempat kerja? (Ya.) Mereka menganggap rumah Tuhan dan gereja seolah-olah itu adalah perusahaan atau organisasi di dunia orang tidak percaya, memandang saudara-saudari sebagai orang luar, sebagai orang-orang yang harus diwaspadai, sebagai musuh. Dengan demikian, mereka dapat dengan mudah membocorkan berbagai jenis informasi dan berbagai situasi saudara-saudari yang sebenarnya kepada mereka yang pada dasarnya tidak percaya kepada Tuhan. Mereka tahu bahwa orang-orang yang tidak percaya ini tidak akan memiliki hal-hal yang baik untuk dikatakan, dan bahkan dapat memfitnah saudara-saudari, serta mencemarkan nama baik rumah Tuhan; mereka tahu semua ini, tetapi mereka tetap dengan serampangan mengungkapkan situasi saudara-saudari dan gereja kepada orang-orang tidak percaya ini tanpa ragu sedikit pun. Jelaslah bahwa mereka memandang saudara-saudari sebagai orang luar, sebagai musuh, dan setiap kali muncul hal-hal yang tidak menyenangkan, mereka segera turut serta dengan orang-orang tidak percaya untuk mengejek, memfitnah, dan bertindak melawan saudara-saudari di belakang mereka, dengan demikian memuaskan keinginan mereka sendiri. Mereka merasa tidak akan bisa menghakimi saudara atau saudari mana pun di gereja karena jika mereka membahas hal-hal tentang gereja atau saudara-saudari di depan saudara-saudari itu sendiri, mereka merasa bahwa mereka harus menanggung akibatnya, dan itu tidak akan menguntungkan bagi mereka. Namun, membahas hal-hal ini dengan keluarga mereka sepenuhnya memuaskan daging, keinginan, dan emosi pribadi mereka, tanpa harus menanggung konsekuensi apa pun, karena bagaimanapun juga, keluarga tetaplah keluarga, yang tidak akan mengkhianati mereka. Namun, tidak demikian halnya dengan saudara-saudari, yang dapat melaporkan mereka, menyingkapkan mereka, dan memangkas mereka, serta bahkan menyebabkan mereka kehilangan tugas dan kedudukan mereka, kapan saja atau di mana saja. Jadi, sama sekali tidak salah untuk mengatakan bahwa mereka memandang saudara-saudari sebagai musuh mereka. Musuh adalah orang yang harus diwaspadai. Jadi, orang-orang ini tidak berbicara kepada saudara-saudari, tidak bersekutu dengan mereka atau menyingkapkan apa pun kepada mereka. Sebaliknya, orang-orang ini "menjalani kehidupan bergereja" dengan anggota keluarga mereka yang tidak percaya di rumah, tempat mereka menceritakan segalanya dan mencurahkan isi hati mereka. Mereka secara terang-terangan mengungkapkan pemikiran, pendapat, kefrustrasian, ketidakpuasan, dan semua pandangan mereka yang menyimpang tanpa keraguan sedikit pun, menemukan kelepasan dan kenikmatan dalam melakukannya. Anggota keluarga mereka tidak memandang rendah mereka, tetapi justru membantu dan bekerja sama dengan mereka. Seandainya mereka berbicara seperti ini di gereja, natur mereka yang sebenarnya sebagai pengikut yang bukan orang percaya akan sepenuhnya tersingkap, dan gereja harus mengeluarkan mereka. Karena itu, mereka tidak memandang saudara-saudari sebagai keluarga, tetapi sebagai musuh. Ini adalah satu aspek. Aspek lainnya adalah bahwa mereka tidak pernah menganggap diri mereka sebagai bagian dari gereja, jadi apa pun yang terjadi pada gereja, entah itu fitnah dan penghujatan dari dunia keagamaan, rumor yang tidak berdasar serta ejekan dari orang-orang tidak percaya, atau penjebakan dan penganiayaan oleh pemerintah nasional, semua itu tidak relevan dan tidak penting bagi mereka secara pribadi. Seandainya ini yang benar-benar mereka rasakan: "Jika citra gereja rusak, dan nama Tuhan dipermalukan, martabat kami sebagai orang percaya benar-benar ditantang. Karena itu, aku tidak akan pernah membahas masalah gereja atau urusan rumah Tuhan dengan orang tidak percaya, membiarkan mereka bergosip dan mentertawakannya. Bahkan demi melindungi diriku sendiri, aku tidak akan seenaknya membahas urusan rumah Tuhan dengan anggota keluargaku yang tidak percaya"—jika mereka memiliki kesadaran seperti itu, bukankah mereka akan mampu menjaga lidahnya? Jadi, mengapa mereka tidak dapat melakukannya? Jelaslah bahwa mereka pada dasarnya tidak menganggap diri mereka sebagai bagian dari rumah Tuhan, dan mereka juga tidak menganggap diri mereka sebagai orang percaya. Ada orang-orang yang berkata, "Perkataanmu tidak benar. Jika mereka tidak menganggap diri mereka sebagai bagian dari rumah Tuhan, mengapa mereka masih datang ke pertemuan?" Di antara mereka yang percaya kepada Tuhan, ada berbagai macam orang. Bukankah kita pernah mempersekutukan hal ini sebelumnya? Ada banyak orang yang percaya kepada Tuhan dengan berbagai motif serta tujuan yang tidak semestinya, dan ini adalah salah satu jenisnya. Percaya kepada Tuhan untuk hiburan, untuk menghilangkan kebosanan, atau untuk menemukan makanan rohani; bukankah pengikut yang bukan orang percaya seperti itu sudah lazim? Bukankah ada banyak orang semacam itu? (Ya.) Mereka bahkan tidak mengakui diri mereka sebagai orang yang percaya kepada Tuhan. Tentu saja, semua pekerjaan gereja dan umat pilihan Tuhan yang melaksanakan tugas bukanlah urusan mereka, mereka tidak menghiraukannya. Dengan demikian, mereka dapat dengan santai dan mudahnya membahas situasi pekerjaan gereja, urusan internal gereja, dan bahkan masalah apa pun yang terjadi di antara saudara-saudari, dengan orang-orang tidak percaya. Setelah mereka selesai berbicara, orang-orang tidak percaya lanjut bergosip, memfitnah, dan menyindir, tetapi itu tidak mengganggu mereka sedikit pun. Mereka bahkan mungkin turut serta dengan orang-orang tidak percaya untuk memaki saudara-saudari, menghakimi rumah Tuhan, serta mengomentari pekerjaan dan pengaturan kerja rumah Tuhan. Apakah mereka adalah orang yang percaya kepada Tuhan? (Bukan.) Orang percaya sejati tidak akan pernah bertindak dengan cara seperti ini. Sekalipun itu untuk melindungi martabat dan kepentingan mereka sendiri, mereka tidak akan menjadi orang yang tidak tahu berterima kasih dan berpihak kepada orang-orang di luar gereja. Bukankah demikian? (Ya.) Jadi, orang-orang semacam itu adalah orang-orang jahat dan pengikut yang bukan orang percaya, yang harus dikeluarkan. Makin cepat mereka dikeluarkan, makin cepat gereja akan memiliki ketenangan.
Mari kita membahas dirimu sendiri. Contohnya, jika orang tuamu tidak percaya kepada Tuhan, atau jika saudara kandung atau sahabatmu tidak percaya kepada Tuhan, tetapi mereka tidak menentang kepercayaanmu dan justru cukup mendukungnya, akankah engkau memberi tahu mereka tentang segala sesuatu yang terjadi di dalam gereja? Seandainya salah seorang teman wanitamu bertanya, "Adakah pria-pria di gerejamu yang sedang mencari pasangan? Adakah yang sangat lugu, tinggi, kaya, dan tampan?" Beberapa orang yang baik di antara orang-orang tidak percaya juga ingin menemukan pasangan yang baik untuk menjalani hari-hari bersama. Teman wanitamu ingin menemukan seseorang yang percaya kepada Tuhan, jadi akankah engkau bersedia memberitahunya? (Tidak.) Engkau seharusnya memberitahunya, "Kesukaanmu terhadap orang percaya tidak ada gunanya. Kau adalah orang tidak percaya dan pada dasarnya tidak cocok dengan orang percaya. Kalian tidak memiliki bahasa yang sama; kalian menempuh jalan yang berbeda! Lihatlah dirimu, berpakaian begitu mencolok; saudara mana di gerejaku yang akan menyukaimu?" Engkau tidak menyukainya, jadi mungkinkah engkau berbicara dengannya tentang hal-hal gereja? (Tidak.) Hanya dengan beberapa patah kata, percakapan itu akan berantakan, dengan sudut pandang yang sangat berbeda. Sekalipun ada orang-orang tidak percaya yang memiliki kesan yang baik tentang orang-orang percaya, dan sekalipun mereka tetap berteman denganmu setelah engkau menjadi orang percaya, akankah engkau bersedia untuk menceritakan kepada mereka tentang urusan internal gereja atau kesulitan yang kauhadapi ketika melaksanakan tugasmu? (Tidak.) Sekalipun mereka mendukung kepercayaanmu kepada Tuhan, apa gunanya membahas hal-hal tentang gereja dengan mereka? Contohnya, beberapa saudara-saudari telah bertahan dari penyiksaan dan interogasi oleh si naga merah yang sangat besar tanpa menjadi Yudas. Ini adalah kesaksian yang bahkan dikagumi oleh orang-orang tidak percaya; akankah engkau bersedia menceritakannya kepada mereka? (Tidak.) Mengapa engkau tidak bersedia untuk menceritakannya? (Hal-hal semacam itu tidak relevan bagi mereka, dan mereka tidak mampu memahami kesaksian berdasarkan pengalaman seperti ini.) Mereka tidak akan mampu memahaminya. Apa dampak negatif yang bisa ditimbulkan dari membahas hal-hal ini? (Mungkin akhirnya mereka malah akan menghakimi gereja.) Mereka akan menghakimi: "Mengapa kau mau mengalaminya? Mengapa melawan pemerintah nasional?" Lihat, satu komentar saja dapat menyingkapkan natur mereka. Bagaimana ini bisa dianggap sebagai tindakan melawan pemerintah nasional? Jelaslah bahwa raja setan yang memerintah negara itu sangat merugikan umat pilihan Tuhan, membuat mereka tidak punya cara untuk hidup. Bahkan ketika mereka melihatnya, mereka berpura-pura tidak tahu. Jelaslah bahwa mereka berbicara dengan cara yang memutarbalikkan kebenaran dan fakta. Apa lagi yang bisa kaudiskusikan dengan mereka? Engkau tidak boleh berbicara kepada mereka tentang apa pun yang ada kaitannya dengan iman kepada Tuhan; engkau tidak boleh memberi tahu mereka apa pun tentang hal ini. Mereka yang tidak mampu menjaga lidahnya dapat menceritakan semuanya tentang gereja kepada orang-orang tidak percaya. Mereka jelas adalah pengikut yang bukan orang percaya; mereka adalah setan-setan yang datang ke rumah Tuhan untuk mengacaukan segalanya, binatang buas yang tidak tahu berterima kasih tanpa sedikit pun hati nurani atau nalar. Bagi mereka, kerugian apa pun pada kepentingan atau reputasi rumah Tuhan atau gereja sama sekali tidak memengaruhi mereka, tidak menyentuh sedikit pun kepentingan mereka sendiri, dan mereka tidak merasakan sedikit pun kesedihan; jadi, mereka dapat dengan serampangan membahas urusan internal gereja dengan orang-orang tidak percaya dan orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan, tanpa sedikit pun keraguan. Apakah orang-orang semacam itu penuh kebencian? (Ya!) Dapatkah seorang pengikut yang bukan orang percaya, yang tidak memandang saudara-saudari sebagai keluarga tetapi memandang orang-orang tidak percaya sebagai keluarganya, menerima kebenaran? (Tidak.) Dapatkah dia mengakui bahwa Tuhan adalah kebenaran? (Tidak.) Dapatkah seseorang yang tidak menganggap dirinya sendiri sebagai anggota gereja, ketika mendengar firman tentang keselamatan dari Tuhan bagi manusia, mengesampingkan kepentingannya sendiri untuk mengejar kebenaran dan masuk ke dalam kenyataan kebenaran? (Tidak.) Aktivitasnya sehari-hari hanya terdiri dari mengkhianati kepentingan gereja, berpihak pada orang luar, dan melayani sebagai mata-mata, Yudas, pengkhianat, seolah-olah ini adalah misinya. Dia tidak menempuh jalan yang benar tetapi hidup untuk melakukan kejahatan; dia pantas mati dan dikutuk! Para Yudas, pengkhianat, dan hamba Iblis yang tidak tahu berterima kasih ini adalah orang-orang hina yang negatif, mereka berbahaya bagi umat manusia, dan dibenci oleh semua orang. Jadi, bukankah sudah sepatutnya gereja menangani dan mengeluarkan mereka? (Ya.) Sudah sepatutnya! Bukankah engkau semua tidak suka dikhianati? Jika gereja atau rumah Tuhan dikhianati, kebanyakan orang mungkin tidak akan berempati secara mendalam atau merasa terlalu sedih; mereka hanya akan merasa sedikit tidak nyaman di dalam hatinya, karena, bagaimanapun juga, mereka adalah anggota gereja tersebut. Namun, bagaimana jika engkau dikhianati oleh seseorang di gereja kepada orang-orang tidak percaya, dan karena dia mengkhianatimu, orang-orang tidak percaya memutarbalikkan fakta, memfitnah, mengejek, menghakimi, dan mengutukmu? Bagaimana perasaanmu saat itu? Bukankah engkau kemudian mengalami penghinaan dan rasa malu yang diderita oleh gereja dan rumah Tuhan? (Ya.) Dari sudut pandang ini, apakah pantas untuk mengeluarkan orang-orang semacam itu? (Ya.) Mereka harus dikeluarkan; tidak perlu menunjukkan kelonggaran kepada mereka. Mengenai mereka yang tidak mampu menjaga lidahnya, berdasarkan berbagai perwujudan dari cara mereka berperilaku dan apa yang mereka jalani, mereka adalah pengikut yang bukan orang percaya di dalam gereja, sejenis orang jahat yang harus dikeluarkan. Entah tindakan mereka dilakukan secara rahasia atau terang-terangan, begitu ditemukan bahwa seseorang tidak mampu menjaga lidahnya dan esensi kemanusiaannya adalah sepenuhnya esensi pengikut yang bukan orang percaya, maka segera laporkan dia kepada para pemimpin dan pekerja, dan beri tahu kepada saudara-saudari. Orang-orang semacam itu harus segera dinilai dengan akurat, kemudian mereka harus dikeluarkan dari gereja sesegera mungkin. Jangan biarkan mereka memiliki hubungan apa pun dengan gereja, pekerjaannya, ataupun saudara-saudari; mengeluarkan mereka sepenuhnya adalah tindakan yang benar. Ini mengakhiri persekutuan tentang perwujudan kemanusiaan ini, yaitu tidak mampu menjaga lidah.
Apakah ketiga jenis orang yang dipersekutukan hari ini merupakan kasus yang lebih serius daripada kedua jenis orang yang dipersekutukan sebelumnya? (Ya.) Keadaan mereka lebih buruk, kemanusiaan mereka lebih keji dan lebih hina, serta kerugian dan dampaknya terhadap kepentingan gereja dan semua saudara-saudari lebih besar. Oleh karena itu, jangan anggap remeh ketiga jenis orang ini; mereka benar-benar harus diwaspadai dan jangan ditoleransi. Jika ada orang yang diidentifikasi sebagai salah satu dari ketiga jenis orang ini, mereka harus segera disingkapkan dan dikenali, kemudian dikeluarkan secepat mungkin. Jika mereka sedang melaksanakan sebuah tugas penting, carilah orang lain untuk segera mengambil alih tugas mereka, kemudian berhentikan mereka dari tugas itu dan keluarkan mereka. Mengerti? (Mengerti.) Berbagai keadaan saudara-saudari di gereja, berbagai perwujudan mereka dalam periode yang berbeda, pekerjaan gereja, dan bahkan beberapa urusan internalnya hanya boleh didiskusikan dan dipersekutukan di antara saudara-saudari. Hal ini dimaksudkan agar umat pilihan Tuhan dapat memiliki pemahaman dan wawasan yang lebih jelas tentang prinsip-prinsip yang dituntut oleh rumah Tuhan, dengan demikian mampu bertindak berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran. Namun, satu prinsip harus jelas: Entah itu kebenaran atau prinsip-prinsip yang ada kaitannya dengan jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan, maupun aturan-aturan untuk urusan umum, semua itu sama sekali tidak boleh dibicarakan kepada orang-orang tidak percaya, yang akan mengakibatkan orang-orang tidak percaya berkomentar dan menuding. Hal ini benar-benar dilarang. Ada orang-orang yang mungkin berkata, "Jika benar-benar dilarang, apakah artinya itu adalah ketetapan administratif?" Dapat dikatakan seperti ini; siapa pun yang membocorkan informasi akan menanggung akibatnya. Mengapa mereka harus menanggung akibatnya? Karena mereka yang membocorkan masalah internal gereja tidak melindungi gereja atau saudara-saudari, dan dapat dengan mudah mengkhianati gereja dan saudara-saudari. Karena mereka bertindak sebagai pengkhianat dan Yudas, mereka tidak boleh lagi diberi kelonggaran atau dianggap sebagai saudara-saudari atau keluarga. Mereka harus diperlakukan sebagai pengkhianat dan Yudas serta langsung dikeluarkan dari gereja. Ada orang-orang yang berkata, "Dahulu aku punya kebiasaan buruk menjadi orang yang bermulut besar, suka bicara secara serampangan. Sekarang setelah melihat akibat dari perbuatan seperti itu, aku tidak berani lagi bicara secara serampangan." Bagus. Karena engkau sudah mengatakannya, perilakumu akan diperhatikan. Jika engkau benar-benar bertobat dan berubah, tidak lagi membocorkan informasi secara serampangan atau mengkhianati kepentingan saudara-saudari, dan mampu menjaga lidahmu, rumah Tuhan akan memberimu satu kesempatan. Jika kembali ditemukan bahwa engkau telah melakukannya, bahwa engkaulah yang menyebarkan beberapa informasi, engkau tidak akan diberi kelonggaran apa pun; saudara-saudari di gereja akan bersatu untuk mengeluarkanmu. Ketika itu terjadi, jangan menangis atau mengeluh bahwa engkau tidak diperingatkan sebelumnya. Sekarang setelah semuanya dijelaskan dengan gamblang, jika ini terjadi lagi, rumah Tuhan benar-benar tidak akan bersikap lunak. Mengerti? (Mengerti.) Jika engkau semua melihat ada yang belum mengerti, jelaskan kepada mereka; berikan mereka petunjuk dengan menggunakan apa yang telah kita persekutukan hari ini. Jika engkau semua melihat seseorang yang memperlihatkan tanda-tanda perilaku ini atau seseorang yang telah bertindak seperti ini sebelumnya, komunikasikan kepadanya, peringatkan dia, dan beri tahu dia tentang natur dan akibat dari tindakan tersebut, serta sikap rumah Tuhan terhadap hal-hal dan orang-orang seperti ini. Setelah menjelaskan semuanya, amati dia untuk melihat apakah dia dapat bertobat dan apa yang akan dia lakukan di kemudian hari. Jika dia berubah dan tidak lagi bertindak dengan cara seperti itu, dia dapat diterima kembali dan diperlakukan sebagai saudara-saudari. Namun, jika dia tetap dengan keras kepala tidak mau bertobat dan terus bertindak seperti ini secara diam-diam, keluarkan dia setiap kali engkau menemukan orang semacam itu. Jika engkau menemukan dua orang, keluarkan keduanya; jika engkau menemukan sekelompok orang, keluarkan semuanya. Jangan menunjukkan kelonggaran sama sekali. Ada orang-orang yang bertanya, "Bolehkah aku berbicara kepada mereka di keluargaku yang pernah percaya tetapi kemudian dikeluarkan?" Tampaknya mereka yang suka bicara dan bergosip mengalami kesulitan untuk mengendalikan dirinya sendiri, selalu dengan keras kepala bertanya apakah itu diperbolehkan atau tidak. Apa pendapat engkau semua, apakah boleh? (Tidak boleh.) Tidak boleh berbicara kepada siapa pun, karena itu dengan mudah menimbulkan konsekuensi. Semua orang semacam itu harus diperlakukan sebagai Yudas. Engkau tidak boleh berbicara kepada mereka yang merupakan orang tidak percaya, mereka yang telah dikeluarkan, mereka yang dekat denganmu, mereka yang dapat dipercaya, mereka yang mendukung kepercayaanmu kepada Tuhan, mereka yang memiliki yang kesan baik tentang kepercayaan kepada Tuhan, dan mereka yang percaya kepada Tuhan di bibir saja, yang hanya menjalani kehidupan bergereja dan membaca sedikit firman Tuhan tetapi tidak melaksanakan tugas mereka sama sekali; jika ada yang melakukannya, mereka akan diperlakukan sebagai Yudas. Mengerti? (Mengerti.) Siapa lagi yang termasuk mereka yang tidak melaksanakan tugasnya? Apakah anggota gereja biasa termasuk? (Ya.) Jangan lupakan hal ini; jangan bodoh. Engkau semua harus memahami prinsip-prinsipnya dengan baik. Jangan terus percaya kepada Tuhan hanya untuk berakhir menjadi Yudas dan mengkhianati rumah Tuhan, mengkhianati saudara-saudari bahkan tanpa menyadarinya, dan bahkan merasa bangga karenanya. Tidak mampu menjaga lidah dan bahkan mengkhianati pekerjaan gereja dan saudara-saudari merupakan pelanggaran serius. Tuhan mencatat siapa saja yang melakukan kejahatan semacam itu. Sekarang setelah itu dijelaskan dengan gamblang kepadamu, dan engkau telah memahaminya, jika engkau melakukannya lagi, itu bukan lagi pelanggaran biasa; itu adalah pelanggaran terhadap ketetapan administratif, yang menjadikanmu sasaran untuk dikeluarkan, dan engkau akan kehilangan hak untuk diselamatkan. Mengerti? (Mengerti.)
11 Desember 2021