Tanggung Jawab Para Pemimpin dan Pekerja (21)
Cara Membedakan Antikristus dari Orang yang Memiliki Watak Antikristus
Membedakan Mereka Berdasarkan Sikap Mereka terhadap Kebenaran
Hari ini, kita akan melanjutkan dengan bersekutu tentang tanggung jawab para pemimpin dan pekerja. Sebelum memulai persekutuan ini secara resmi, mari kita meninjau kembali salah satu topik tentang antikristus yang sebelumnya dipersekutukan, yaitu bagaimana membedakan orang yang memiliki watak antikristus dari mereka yang memiliki esensi antikristus, dan apa perbedaan di antara kedua jenis orang ini. Pertama, kita akan bersekutu tentang cara mengidentifikasi antikristus; ini tidak terlalu sulit. Pertama-tama, engkau harus memahami dengan jelas apa saja perwujudan ciri yang jelas yang antikristus perlihatkan, sehingga engkau mampu mengidentifikasi antikristus yang asli dalam waktu singkat, memastikan bahwa mereka pasti bukanlah orang yang hanya memiliki watak antikristus atau orang yang sedang menempuh jalan antikristus. Dengan cara ini, engkau akan memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi antikristus dan tidak akan lagi disesatkan, dijerat, serta dikendalikan oleh mereka. Sekarang ini, hal yang paling penting adalah mampu membedakan perbedaan yang jelas antara orang yang memiliki esensi natur antikristus dan mereka yang memiliki watak antikristus. Untuk membedakan kedua jenis orang ini, engkau harus terlebih dahulu memahami ciri utama mereka. Ada orang-orang yang hanya memahami perwujudan kerusakan antikristus dalam kehidupan sehari-hari, seperti kecenderungan mereka untuk menegaskan status mereka dan menceramahi orang lain, tetapi tidak mampu mengidentifikasi esensi natur antikristus. Bolehkah hanya memahami hal ini? (Tidak.) Ada juga orang yang berkata bahwa perwujudan yang paling menonjol dari antikristus adalah kecongkakan serta kesombongan mereka, dan mereka menggolongkan semua orang yang congkak dan sombong sebagai antikristus. Apakah ini benar? (Tidak.) Mengapa tidak benar? Karena kecongkakan dan kesombongan bukanlah perwujudan yang paling menonjol dari antikristus; keduanya adalah watak rusak yang dimiliki oleh semua manusia yang rusak. Semua orang memiliki watak yang congkak dan sombong, jadi menggolongkan semua orang yang congkak dan sombong sebagai antikristus adalah kesalahan serius. Jadi, perwujudan apa yang merupakan perwujudan esensial antikristus, yang dapat membuat perbedaan esensial antara antikristus dan orang yang memiliki watak antikristus menjadi jelas meski hanya dengan melihatnya sekilas, serta memungkinkan orang untuk mengenali bahwa esensi kedua jenis orang ini berbeda, dan bahwa orang-orang semacam itu harus diperlakukan dengan cara yang berbeda? Dalam aspek-aspek tertentu, seperti tindakan, perilaku, dan watak, apakah kedua jenis orang ini memiliki kesamaan dan kemiripan? (Ya.) Jika engkau tidak mengamati dengan saksama, tidak membedakan dengan serius, atau tidak memiliki pemahaman yang akurat serta kemampuan untuk mengidentifikasi watak dan esensi kedua jenis orang ini di dalam hatimu, akan sangat mudah memperlakukan mereka seolah-olah mereka adalah jenis orang yang sama. Bahkan engkau mungkin salah mengira seorang antikristus sebagai orang yang memiliki watak antikristus dan sebaliknya, yang berarti, engkau akan mudah membuat penilaian yang keliru seperti ini. Jadi, apa saja ciri dan perbedaan utama antara kedua jenis orang ini yang dapat memungkinkan orang untuk membedakan dengan bukti yang kuat siapa yang merupakan antikristus dan siapa yang merupakan orang yang memiliki watak antikristus? Engkau semua pasti sudah tidak asing lagi dengan topik ini, jadi mari kita dengarkan pemikiranmu. (Salah satu aspek yang digunakan untuk membedakan antara antikristus dan orang yang memiliki watak antikristus adalah melalui sikap mereka terhadap kebenaran; aspek lainnya adalah melalui kemanusiaan mereka. Dalam sikap mereka terhadap kebenaran, antikristus membenci kebenaran dan tidak menerimanya sama sekali. Sebanyak apa pun perbuatan jahat yang mereka lakukan yang menyebabkan kekacauan serta gangguan, dan dengan cara apa pun engkau mempersekutukan kebenaran kepada mereka atau memangkas mereka, mereka tidak mengakuinya dan bersikeras tidak mau bertobat. Orang yang memiliki watak antikristus mungkin juga melakukan kesalahan ketika mereka tidak memahami kebenaran atau tidak memahami prinsip, tetapi setelah dipangkas, mereka dapat menerima kebenaran, merenungkan dan mengenal dirinya sendiri, bisa merasa menyesal dan bertobat. Dari perspektif sikap mereka terhadap kebenaran, esensi antikristus adalah bahwa mereka membenci kebenaran, sedangkan orang yang memiliki watak antikristus mampu menerima kebenaran. Dari perspektif kemanusiaan mereka, antikristus adalah orang jahat yang tidak memiliki kesadaran hati nurani atau rasa malu, sedangkan orang yang memiliki watak antikristus memiliki kesadaran hati nurani dan rasa malu.) Engkau telah menyebutkan dua ciri; apakah konten ini dipersekutukan sebelumnya? Apakah ini dianggap sebagai ciri yang jelas? (Ya.) Sikap antikristus dan orang yang memiliki watak antikristus terhadap kebenaran sama sekali berbeda. Ini adalah poin yang sangat penting, dan merupakan perwujudan dengan ciri yang jelas. Antikristus muak akan kebenaran dan tidak menerimanya sama sekali. Mereka lebih baik mati daripada mengakui bahwa firman Tuhan adalah kebenaran. Dengan cara apa pun engkau mempersekutukan kebenaran, di dalam hatinya, mereka menentang dan muak akan hal itu. Bahkan di dalam hatinya, mereka mungkin mengumpatmu, mengejekmu, merendahkanmu, memperlakukanmu dengan sikap menghina. Antikristus itu memusuhi kebenaran; ini adalah ciri yang jelas. Dan seperti apakah ciri-ciri orang yang memiliki watak antikristus? Secara akurat dan objektif, orang yang memiliki watak antikristus tetapi sedikit berhati nurani dan bernalar mampu mengubah gagasan mereka serta menerima kebenaran melalui orang lain yang mempersekutukan kebenaran kepada mereka. Jika mereka dipangkas, mereka juga dapat tunduk. Artinya, selama orang yang memiliki watak antikristus itu benar-benar percaya kepada Tuhan, kebanyakan dari mereka mampu menerima kebenaran hingga taraf yang berbeda-beda. Singkatnya, orang yang memiliki watak antikristus mampu menerima kebenaran dan tunduk melalui berbagai cara, seperti mereka sendiri membaca firman Tuhan, menerima pendisiplinan dan pencerahan dari Tuhan, atau pemangkasan, bantuan, dan dukungan dari saudara-saudari. Ini adalah ciri yang jelas. Namun, antikristus itu berbeda. Siapa pun yang mempersekutukan kebenaran, mereka tidak mau mendengarkannya, dan tidak mau tunduk. Mereka hanya memiliki satu sikap: Mereka lebih baik mati daripada menerima kebenaran. Dengan cara apa pun engkau memangkas mereka, itu tidak ada gunanya. Sekalipun engkau mempersekutukan kebenaran sejelas mungkin, mereka tidak menerimanya; bahkan di dalam hatinya, mereka menentang dan merasa muak akan hal itu. Dapatkah seseorang yang memiliki watak seperti itu dan membenci kebenaran tunduk kepada Tuhan? Tentu saja tidak. Oleh karena itu, antikristus adalah musuh Tuhan, dan mereka adalah orang-orang yang tidak dapat diperbaiki.
Membedakan Mereka Berdasarkan Kemanusiaan Mereka
Baru saja, engkau semua menyebutkan ciri lain untuk membedakan antikristus dari orang yang memiliki watak antikristus, yaitu dari perspektif kemanusiaan. Siapa yang mau menyampaikan lebih banyak persekutuan tentang ciri ini? (Antikristus memiliki kemanusiaan yang sangat kejam; mereka mampu menindas serta menyiksa orang, dan sebanyak apa pun kejahatan yang mereka perbuat, mereka tidak tahu bagaimana bertobat.) Benar, ciri utama antikristus adalah kemanusiaan mereka yang kejam, sikap mereka yang tidak tahu malu, tidak berhati nurani dan tidak bernalar. Sebanyak apa pun perbuatan jahat yang mereka lakukan di gereja atau sebanyak apa pun kerusakan yang mereka sebabkan terhadap pekerjaan gereja, mereka tidak menganggapnya memalukan, juga tidak memahami bahwa mereka adalah orang berdosa. Entah mereka disingkapkan oleh rumah Tuhan atau dipangkas saudara-saudari, mereka tetap tidak terpengaruh, tidak merasa tertegur atau sedih. Inilah perwujudan antikristus dalam hal kemanusiaan. Ciri-ciri utama mereka adalah mereka tidak berhati nurani dan tidak bernalar, tidak punya rasa malu, dan memiliki watak yang sangat kejam. Mereka menghakimi dan menyiksa siapa pun yang menyinggung kepentingan mereka, dan mereka memiliki hasrat yang sangat kuat untuk membalas dendam, tidak menyayangkan siapa pun, bahkan kerabat mereka sendiri. Sekejam inilah antikristus itu. Sebaliknya, sebanyak apa pun kerusakan yang diperlihatkan orang yang memiliki watak antikristus, mereka belum tentu merupakan orang jahat. Kekurangan atau kelemahan apa pun yang mereka miliki dalam kemanusiaan mereka, kesalahan apa pun yang bisa saja mereka perbuat, atau dalam hal apa pun mereka bisa saja gagal dan tersandung, mereka mampu merenungkan diri mereka serta memetik pelajaran setelahnya. Ketika menghadapi pemangkasan, mereka mampu mengakui kesalahan mereka dan merasa menyesal; dan ketika saudara-saudari mengkritik atau menyingkapkan mereka—meskipun mereka mungkin berusaha sedikit membela diri dan tidak mau mengakuinya pada saat itu—di dalam hatinya, mereka sebenarnya sudah mengakui kesalahan mereka dan tunduk. Ini membuktikan bahwa mereka masih dapat menerima kebenaran dan dapat berubah. Ketika mereka melakukan kesalahan atau menghadapi masalah apa pun, hati nurani dan nalar mereka masih dapat berfungsi; mereka sadar, tidak mati rasa dan tak berperasaan, atau tidak bersikap keras kepala dan tak mau mengakui sesuatu. Selain itu, meskipun jenis orang ini memiliki watak antikristus, mereka relatif berempati dan agak lebih baik hati. Ketika menghadapi berbagai masalah, ciri-ciri yang mereka perlihatkan dalam hal kemanusiaan dapat digambarkan—dengan cara yang paling tepat dan mudah dipahami—bahwa mereka relatif masuk akal. Jika dipangkas dengan keras, paling-paling mereka mungkin merasa sedikit kesal di dalam hatinya, tetapi dari perwujudan kemanusiaannya, dapat terlihat bahwa mereka masih punya rasa malu, bahwa hati nurani mereka dapat menuduh mereka, dan bahwa nalar mereka masih dapat memberikan efek pengekangan tertentu. Jika mereka menyebabkan kepentingan rumah Tuhan atau saudara-saudari dirugikan, di dalam hatinya, mereka selalu merasa gelisah dan merasa telah mengecewakan Tuhan. Perwujudan ini diperlihatkan hingga taraf yang berbeda-beda oleh orang-orang yang memiliki watak antikristus. Sekalipun mereka tidak segera menebus kesalahan mereka atau membuat pilihan yang benar serta menerapkan dengan benar setelah sesuatu terjadi, orang-orang ini masih memiliki kesadaran di dalam hatinya. Hati nuraninya menuduh mereka; mereka tahu bahwa mereka telah berbuat salah dan tidak boleh lagi bertindak seperti itu, dan mereka juga merasa bahwa mereka bukan orang yang baik; secara halus, mereka semua dapat memiliki perasaan seperti ini. Terlebih dari itu, seiring berjalannya waktu, keadaan mereka akan berubah, dan mereka akan benar-benar bertobat. Mereka akan merasa sangat bersalah, menyesali bahwa mereka pada awalnya tidak membuat pilihan yang benar atau tidak menerapkan dengan benar. Perwujudan ini justru adalah perwujudan yang paling umum dan biasa yang diperlihatkan oleh manusia yang rusak. Namun, mereka yang merupakan antikristus itu istimewa; mereka bukan manusia melainkan setan. Berapa lama pun waktu berlalu setelah mereka berbuat jahat atau dosa, mereka tidak menyesal sama sekali; mereka tetap keras kepala dan bersikeras sampai akhir. Orang-orang yang memiliki watak antikristus dapat tunduk ketika menghadapi pemangkasan biasa. Ketika menghadapi pemangkasan yang keras, mereka mungkin membela diri, menyangkal berbagai hal, dan tak mau menerimanya pada saat itu, tetapi kemudian mereka mampu merenungkan dan mengenal diri mereka sendiri, dan merasa menyesal serta bertobat. Sekalipun seseorang mengejek dan menghakimi dengan menganggap mereka tidak memiliki kemanusiaan, hati mereka mungkin terasa sakit tetapi mereka tidak melawan atau memperlakukan orang itu sebagai musuh. Mereka juga bisa memahami orang itu, berpikir, "Aku sendirilah yang harus disalahkan atas kesalahan itu; tidak peduli bagaimana orang lain memperlakukanku, itu tidak lebih dari yang pantas kuterima." Perwujudan ini terlihat dengan sendirinya pada taraf yang berbeda-beda dalam diri orang-orang. Singkatnya, perwujudan ini adalah perwujudan yang normal dan alami dari orang yang memiliki watak antikristus, orang yang memiliki watak yang rusak, dan di sinilah mereka jelas berbeda dari antikristus. Melalui perwujudan yang berbeda dari kedua keadaan ini, segera menjadi jelas orang mana yang merupakan orang jahat dan antikristus, dan orang mana yang merupakan orang yang hanya memiliki watak antikristus tetapi bukan orang jahat.
Membedakan Mereka Berdasarkan Apakah Mereka Benar-Benar Bertobat atau Tidak
Dua aspek perbedaan antara antikristus dan orang yang memiliki watak antikristus baru saja disebutkan: Aspek pertama adalah sikap mereka terhadap kebenaran; sikap orang terhadap kebenaran adalah sikap mereka terhadap Tuhan. Dalam aspek ini, ada perbedaan yang jelas antara kedua jenis orang ini. Kedua, dalam hal kemanusiaan, kedua jenis orang ini juga memiliki perbedaan esensial yang jelas. Kedua ciri ini sangat jelas; mereka adalah jenis orang yang benar-benar berbeda. Selain kedua perbedaan ini, aspek lainnya adalah apakah terdapat perwujudan pertobatan setelah melakukan kejahatan. Dalam kasus mereka yang merupakan antikristus, perbuatan jahat apa pun yang mereka lakukan—entah itu menyiksa orang lain, mendirikan kerajaan mereka sendiri, bersaing dengan Tuhan untuk mendapatkan status, mencuri uang persembahan, atau hal lainnya—sekalipun mereka disingkapkan secara langsung, mereka tidak mengakui perbuatan tersebut. Jika mereka tidak mengakuinya, dapatkah mereka bertobat? Mereka lebih baik mati daripada bertobat. Mereka tidak menerima fakta dari perbuatan jahat mereka. Sekalipun mereka menyadari bahwa penyingkapan itu sepenuhnya akurat, mereka menentang dan menolaknya. Mereka sama sekali tidak akan merenungkan apakah mereka sedang menempuh jalan yang salah atau berkata, "Aku digolongkan sebagai antikristus. Ini sangat berbahaya, dan aku harus bertobat." Mereka sama sekali tidak memiliki pemikiran seperti ini di benak mereka. Kemanusiaan mereka tidak memiliki kualitas ini. Oleh karena itu, antikristus memiliki ciri yang jelas, yaitu sekalipun mereka sudah bertahun-tahun percaya kepada Tuhan, mereka tidak menerima kebenaran sama sekali dan tidak memperlihatkan perubahan yang nyata. Ketika pertama kali mulai percaya kepada Tuhan, mereka suka terlihat menonjol, bersaing untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan, menyiksa orang, membentuk kelompok tertutup, serta memecah belah gereja. Tujuan mereka berusaha memegang kekuasaan adalah memanfaatkan gereja untuk memperoleh penghidupan dan mendirikan kerajaan mereka sendiri. Setelah tiga hingga lima tahun percaya, ketika engkau bertemu dengan mereka lagi, mereka masih memperlihatkan perwujudan dan ciri-ciri yang sama tanpa perubahan apa pun. Bahkan setelah delapan hingga sepuluh tahun, mereka tetap sama. Ada orang-orang yang berkata, "Mungkin mereka akan berubah setelah 20 tahun percaya!" Dapatkah mereka berubah? (Tidak.) Mereka tidak akan berubah. Mereka tetap memperlihatkan perwujudan ini entah ketika mereka sedang berinteraksi dengan sedikit orang atau dengan mayoritas orang, entah ketika mereka sedang melaksanakan tugas-tugas biasa atau saat sedang bertindak sebagai pemimpin atau pekerja. Mereka tidak pernah bertobat atau berbalik, bersikeras di jalan yang sama hingga akhir. Mereka sama sekali tidak akan bertobat. Seperti inilah antikristus itu. Adapun orang yang memiliki watak antikristus, sekalipun sebagian dari mereka bukan orang jahat, mereka memiliki watak yang rusak. Mereka memperlihatkan kecongkakan, kelicikan, keegoisan, kehinaan, dan jenis kerusakan lainnya. Mereka juga memperlihatkan kemanusiaan yang buruk. Ketika mereka pertama kali mulai percaya kepada Tuhan, mereka juga ingin bersaing untuk mendapatkan ketenaran dan keuntungan, ingin tampil menonjol untuk mendapatkan kekaguman orang lain, berambisi dan berhasrat untuk menjadi pemimpin serta pemegang kekuasaan. Perwujudan ini hadir hingga taraf yang berbeda-beda dalam diri manusia yang rusak dan tidak banyak berbeda dari perwujudan yang antikristus perlihatkan. Namun, selama proses percaya kepada Tuhan, mereka mulai memahami beberapa kebenaran dengan mengalami penghakiman serta penyingkapan firman Tuhan, dan mereka makin jarang memperlihatkan watak-watak yang rusak ini. Mengapa watak-watak yang rusak ini makin jarang terlihat? Karena setelah memahami kebenaran, mereka menyadari bahwa perilaku dan perwujudan ini adalah perwujudan watak yang rusak. Baru pada saat inilah hati nurani mereka menjadi sadar, dan mereka memahami bahwa mereka sangatlah rusak dan memang tidak memiliki keserupaan dengan manusia. Mereka kemudian menjadi bersedia untuk mengejar kebenaran dan berpikir tentang bagaimana mereka dapat menyingkirkan watak-watak yang rusak ini, dan bagaimana mereka dapat melepaskan diri dari belenggunya, serta menjadi seseorang yang mengejar serta menerapkan kebenaran. Perwujudan apakah ini? Bukankah ini berarti berangsur-angsur bertobat? (Ya.) Selama proses mengalami pekerjaan Tuhan, mereka menemukan masalah mereka sendiri, mengenali watak rusak mereka, dan memahami berbagai keadaan mereka. Mereka juga mulai memahami esensi kemanusiaan mereka, dan hati nurani mereka menjadi makin sadar; mereka makin merasa bahwa mereka sangatlah rusak serta tidak layak untuk dipakai oleh Tuhan, dan bahwa mereka telah membangkitkan kebencian Tuhan, dan di dalam hatinya, mereka membenci dirinya sendiri. Tanpa disadari, di dalam hatinya, mereka berangsur-angsur bertobat, dan dengan pertobatan ini, beberapa perubahan kecil terjadi, perubahan kecil yang dapat terlihat dalam perilaku mereka. Sebagai contoh, awalnya ketika seseorang menyingkapkan masalah mereka, mereka akan merasa kesal, meledak dalam kemarahan yang memalukan, dan berusaha menjelaskan serta membenarkan diri mereka sendiri, berusaha semaksimal mungkin mencari berbagai dalih dan alasan untuk membela diri. Namun, melalui pengalaman yang berkelanjutan, mereka mulai menyadari bahwa perilaku ini salah, lalu mulai memperbaiki keadaan dan perilaku ini, berusaha keras untuk menerima pandangan yang benar, berusaha keras untuk bekerja sama dengan orang lain secara harmonis. Ketika berbagai hal menimpanya, mereka belajar untuk mencari dan bersekutu dengan orang lain, serta belajar untuk berkomunikasi dari hati dan bergaul rukun dengan orang lain. Apakah ini adalah perwujudan pertobatan? (Ya.) Setelah percaya kepada Tuhan, lambat laun mereka memperoleh pemahaman yang benar tentang beberapa watak, perilaku, dan perwujudan antikristus yang mereka perlihatkan. Mereka kemudian secara berangsur-angsur menyingkirkan watak rusak mereka, dan mampu meninggalkan cara hidup mereka sebelumnya yang keliru, melepaskan pengejaran mereka akan ketenaran dan status, serta mampu bertindak, berperilaku, dan melaksanakan tugas mereka berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran. Bagaimana perubahan seperti ini tercapai? Apakah itu tercapai dengan menerima kebenaran dan terus-menerus berbalik serta bertobat? (Ya.) Semua hal ini tercapai selama proses pertobatan secara terus-menerus. Selanjutnya, keadaan mereka tentu saja membaik, tingkat pertumbuhan mereka juga bertumbuh seiring dengan pengalaman mereka yang menjadi makin dalam, dan ketika sesuatu menimpa mereka, mereka mampu merenungkan diri sendiri. Entah mereka mengalami kemunduran atau kegagalan, atau mereka dipangkas, mereka membawa hal-hal ini ke hadapan Tuhan dan berdoa kepada-Nya, serta dapat menghubungkan, menelaah, dan memahami keadaan rusak mereka saat membaca firman Tuhan. Meskipun mereka mungkin masih memperlihatkan kerusakan dan mengembangkan pemikiran yang keliru saat sesuatu menimpa mereka, mereka mampu merenungkan dan memberontak terhadap diri mereka sendiri. Selama mereka menjadi sadar akan masalah-masalah ini, mereka mampu terus-menerus mencari kebenaran untuk menyelesaikannya dan bertobat. Meskipun kemajuan ini sangat lambat dan hasilnya minimal, di lubuk hatinya, mereka terus-menerus berubah. Orang-orang jenis ini selalu mempertahankan sikap yang proaktif, positif, dan penuh motivasi serta keadaan untuk mengubah diri mereka dan bertobat. Meskipun terkadang mereka bersaing dengan orang lain untuk mendapatkan ketenaran dan status serta memperlihatkan beberapa perwujudan dan tindakan antikristus hingga berbagai taraf, setelah mengalami beberapa pemangkasan, penghakiman, dan hajaran, atau pendisiplinan Tuhan, watak-watak rusak ini disingkirkan dan diubah hingga berbagai taraf. Akar penyebab utama tercapainya hasil-hasil ini adalah karena di lubuk hatinya, jenis orang ini mampu merenungkan dan memahami watak rusak mereka serta jalan yang salah yang telah mereka tempuh, dan mereka mampu berbalik. Meskipun perubahan, pertumbuhan, dan hasil yang mereka peroleh dari berbaliknya mereka itu sangatlah kecil, dan kemajuannya sangat lambat, sampai-sampai mereka sendiri mungkin tidak menyadarinya, setelah tiga hingga lima tahun pengalaman seperti itu, mereka bisa merasakan beberapa perubahan dalam diri mereka, dan orang-orang di sekitar mereka juga dapat melihatnya. Bagaimanapun, ada perbedaan antara orang-orang yang memiliki watak antikristus tersebut dan mereka yang merupakan antikristus. Apa ciri utama dalam hal ini? (Orang-orang yang memiliki watak antikristus mampu bertobat.) Ketika mereka melakukan kesalahan, melakukan pelanggaran, atau menghadapi pemangkasan, penghakiman dan hajaran, didikan atau pendisiplinan, mereka mampu bertobat. Bahkan setelah menyadari bahwa mereka telah berbuat salah atau melakukan kesalahan, di dalam hatinya, mereka mampu merenungkan diri dan memiliki sikap yang mau berbalik dan bertobat. Inilah perbedaan ciri yang sepenuhnya membedakan orang yang memiliki watak antikristus dari antikristus.
Ringkasan Perbedaan antara Antikristus dan Orang yang Memiliki Watak Antikristus
Orang-orang yang merupakan antikristus adalah Iblis yang hidup. Dapat dikatakan bahwa mereka hidup sebagai Iblis; mereka adalah para setan dan Iblis yang terlihat oleh manusia. Jadi, mari kita ringkas perbedaan esensial antara antikristus dan orang yang memiliki watak antikristus. Salah satu aspeknya adalah sikap mereka terhadap kebenaran. Antikristus sama sekali tidak menerima kebenaran. Meskipun mereka dapat mengakui secara lisan bahwa firman Tuhan adalah kebenaran, hal-hal positif, dan perkataan yang bermanfaat bagi manusia, serta kriteria untuk semua hal yang positif, dan bahwa manusia harus menerima, tunduk, dan menerapkannya—meskipun mereka dapat mengatakan semua ini—mereka sama sekali tidak mampu menerapkan firman Tuhan. Mengapa mereka tidak menerapkannya? Karena di dalam hatinya, mereka tidak menerima kebenaran. Dengan mulutnya, mereka berkata bahwa firman Tuhan adalah kebenaran, tetapi itu adalah untuk motif yang sepenuhnya berbeda: Mereka mengatakannya untuk menutupi fakta bahwa mereka tidak menerima kebenaran dan untuk menyesatkan orang. Hanya karena antikristus dapat mengucapkan kata-kata dan doktrin, bukan berarti bahwa di dalam hatinya, mereka mengakui bahwa firman Tuhan adalah kebenaran. Mereka tidak mampu menerapkan kebenaran karena di dalam hatinya, mereka pada dasarnya tidak menerima kebenaran firman Tuhan; mereka tidak bersedia menerima kebenaran dan menerapkan kebenaran untuk masuk ke dalam kenyataan kebenaran. Di sisi lain, orang yang memiliki watak antikristus belum tentu adalah antikristus. Hingga taraf yang berbeda-beda, beberapa dari mereka dapat menerima dan tunduk pada kebenaran, pada hal-hal positif, dan pada perkataan yang benar; ini adalah salah satu perbedaannya. Orang yang memiliki esensi antikristus memusuhi kebenaran dan berpaling darinya, sedangkan orang yang memiliki watak antikristus dapat menerima dan menerapkan kebenaran. Dengan membaca firman Tuhan, dan dengan mengalami pekerjaan Tuhan selama beberapa tahun, sikap mereka terhadap kebenaran dapat sedikit berubah. Di lubuk hatinya, mereka merasa bahwa meskipun mereka tidak mampu menerapkannya, kebenaran itu baik dan benar. Hanya saja, mereka tidak mencintai atau tidak begitu tertarik akan kebenaran, sehingga perlu usaha dan perjuangan untuk menerapkannya. Jadi, orang-orang yang memiliki watak antikristus tetapi sedikit berhati nurani dan bernalar mampu menerima kebenaran hingga berbagai taraf. Setidaknya, di lubuk hatinya, mereka tidak menentang atau merasa jijik akan kebenaran, dan mereka tidak muak akan kebenaran. Sebagian besar orang berada dalam keadaan seperti ini dan memperlihatkan perwujudan seperti ini terhadap kebenaran. Menggambarkan orang-orang dengan cara seperti ini tidak menutup-nutupi juga tidak menjelek-jelekkan mereka. Ini cukup objektif, bukan? (Ya.) Aspek lainnya adalah membedakan mereka dari perspektif kemanusiaan, yaitu membedakan berdasarkan hati nurani, nalar, dan baik atau jahatnya kemanusiaan mereka. Siapa pun yang memiliki kemanusiaan yang jahat, yang tidak menerima kebenaran, dan yang sangat muak akan kebenaran pasti merupakan antikristus atau pengikut yang bukan orang percaya. Ada orang-orang yang tidak begitu mencintai dan tidak tertarik akan kebenaran. Ketika orang lain mempersekutukan kebenaran, mereka mengantuk atau merasa lesu. Namun, jenis orang ini tidak memiliki kemanusiaan yang jahat dan tidak menyiksa orang lain. Jika engkau bersekutu tentang maksud Tuhan, prinsip-prinsip kebenaran, atau aturan-aturan rumah Tuhan, mereka bisa mendengarkannya dan bersedia menerima kebenaran dan berusaha keras untuk mengejarnya, tetapi mereka belum tentu mampu menerapkannya. Jika mereka menjadi pemimpin, mereka mungkin tidak mampu menuntunmu untuk memahami kebenaran atau membawamu ke hadapan Tuhan, tetapi mereka pasti tidak akan menyiksamu. Seperti inilah kemanusiaan orang yang memiliki watak antikristus. Bagaimanapun juga, kemanusiaan orang yang memiliki watak antikristus tidaklah sejahat itu; mereka mampu menerima kebenaran hingga taraf yang berbeda-beda. Sebaliknya, antikristus bukan hanya tidak memiliki hati nurani dan nalar melainkan juga memiliki kemanusiaan yang sangat kejam. Orang yang memiliki watak antikristus memiliki perasaan hati nurani, sedikit bernalar, dan mampu menangani hal-hal tertentu secara rasional. Misalnya, dalam hal bagaimana harus memilih dan harus berpihak kepada siapa dalam menghadapi tuntutan rumah Tuhan, dalam menangani berbagai orang di gereja, dan dalam menangani hal-hal yang positif dan negatif, mereka mampu membedakan hal-hal tersebut dan hal lain semacam itu, serta pada akhirnya, mereka mampu membuat pilihan yang benar berdasarkan hati nurani mereka. Jenis orang ini tidak memiliki kemanusiaan yang sejahat itu, dan mereka relatif baik hati. Ada perbedaan lainnya, yang baru saja kita persekutukan, yaitu bahwa ada orang-orang yang memiliki watak antikristus yang mampu menerima kebenaran, dan ketika mereka melakukan kesalahan, mereka dapat merenungkannya dan memiliki hati yang bertobat. Sebaliknya, antikristus sama sekali tidak memperlihatkan kedua perwujudan ini. Mereka keras kepala dan tidak mau berubah karena mereka muak akan kebenaran, tidak menerima kebenaran, dan memiliki kemanusiaan yang sangat kejam. Mustahil bagi orang-orang semacam ini untuk mengubah diri mereka dan bertobat. Apakah seseorang itu dapat sungguh-sungguh bertobat atau tidak, itu terutama tergantung pada apakah dia memiliki hati nurani dan nalar atau tidak, dan pada sikapnya terhadap kebenaran. Orang-orang yang memiliki watak antikristus, karena tidak memiliki kemanusiaan yang jahat, mereka sedikit berhati nurani dan bernalar, serta mampu menerima kebenaran hingga taraf yang berbeda-beda, berpotensi untuk mengubah diri mereka. Ketika mereka melakukan kesalahan atau pelanggaran, mereka dapat bertobat setelah dipangkas. Ini menentukan bahwa orang yang memiliki watak antikristus memiliki harapan untuk diselamatkan, sedangkan antikristus tidak dapat diselamatkan; mereka adalah sejenis setan dan Iblis. Perbedaan esensial antara antikristus dan orang yang memiliki watak antikristus adalah beberapa ciri tersebut. Apakah ringkasan ini cukup objektif? (Ya.) Mengenai beberapa ciri antikristus ini, perwujudan terperinci yang kita persekutukan ini objektif dan sesuai dengan fakta, tanpa ada unsur menjelek-jelekkan sama sekali. Semua umat pilihan Tuhan pernah mengalami dan menyaksikan hal ini; memang seperti inilah antikristus itu. Mengenai orang yang memiliki watak antikristus, kita juga telah menyingkapkan berbagai perwujudan, yang semuanya terlihat oleh orang-orang dan sesuai dengan fakta, tanpa menutup-nutupi apa pun.
Orang yang berwatak antikristus memiliki banyak cela serta kekurangan dalam kemanusiaan mereka, dan mereka juga memperlihatkan berbagai watak yang rusak hingga taraf yang berbeda-beda. Watak-watak yang rusak ini memiliki beberapa perwujudan ciri yang jelas dalam diri semua orang. Misalnya, ada orang yang sangat congkak, ada yang sangat penuh perhitungan dan licik, ada yang sangat keras kepala, ada yang sangat malas, dan sebagainya. Ungkapan ini adalah perwujudan dari orang yang memiliki watak antikristus, dan ini merupakan ciri dari kemanusiaan orang-orang semacam itu. Meskipun terdapat sedikit kebaikan di dalam hati orang-orang ini—dalam istilah sederhana, mereka agak baik hati—ketika menghadapi berbagai hal, mereka jelas memahami bahwa kepentingan rumah Tuhan sedang dirugikan, tetapi karena takut menyinggung orang lain, mereka menjadi seperti kura-kura yang bersembunyi dalam cangkangnya, hidup berdasarkan falsafah Iblis, dan tidak mau menjunjung tinggi prinsip-prinsip kebenaran. Meskipun di lubuk hatinya, mereka merasa bahwa mereka tidak seharusnya bertindak dengan cara ini dan bahwa mereka telah bersikap tidak adil terhadap Tuhan dengan bertindak seperti ini, mereka tetap saja memilih menjadi penyenang orang. Mengapa demikian? Karena mereka percaya bahwa untuk dapat hidup dan bertahan hidup, mereka harus mengandalkan falsafah Iblis, dan hanya dengan cara inilah mereka dapat melindungi diri mereka sendiri. Oleh karena itu, mereka memilih untuk menjadi penyenang orang dan tidak menerapkan kebenaran. Di dalam hatinya, mereka merasa bahwa dengan bertindak demikian, mereka tidak berhati nurani dan tidak memiliki kemanusiaan; mereka bukan manusia dan lebih buruk daripada anjing penjaga. Namun, setelah mencela diri mereka sendiri, ketika dihadapkan dengan situasi lainnya, mereka tetap tidak bertobat dan tetap bertindak dengan cara yang sama. Mereka selalu lemah dan selalu merasa bersalah. Membuktikan apakah hal ini? Ini membuktikan bahwa meskipun orang yang memiliki watak antikristus bukanlah antikristus, memang ada masalah dan kekurangan dalam kemanusiaan mereka, sehingga mereka tentu saja memperlihatkan banyak kerusakan. Dilihat dari perwujudan orang semacam itu secara keseluruhan, mereka benar-benar orang yang tetap tidak berubah dalam keadaan sangat dirusak oleh Iblis; merekalah tepatnya yang Tuhan sebut sebagai keturunan Iblis. Dalam hal apa orang yang memiliki watak antikristus lebih baik daripada antikristus? Tepatnya, meskipun orang yang memiliki watak antikristus tetapi tidak memiliki esensi antikristus memperlihatkan berbagai watak rusak Iblis, mereka pasti bukanlah orang yang jahat. Situasi mereka adalah seperti yang pada umumnya orang katakan tentang bagaimana seseorang itu bukanlah orang yang sangat curang dan jahat, tetapi juga bukanlah orang yang baik; hanya saja, mereka sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, bersedia bertobat, dan dapat menerima kebenaran setelah dipangkas, memiliki sedikit ketundukan. Meskipun mereka bukan orang jahat dan masih memiliki harapan untuk diselamatkan oleh Tuhan, mereka jauh dari standar takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan yang Tuhan bicarakan! Ada orang yang percaya kepada Tuhan selama tiga hingga lima tahun dan mengalami beberapa perubahan serta kemajuan. Ada orang yang percaya kepada Tuhan selama delapan hingga sepuluh tahun dan tidak membuat kemajuan sama sekali. Ada orang yang bahkan telah percaya kepada Tuhan selama 20 tahun tanpa adanya perubahan yang signifikan; mereka masih tetap sama seperti sebelumnya. Mereka dengan keras kepala berpaut pada gagasan mereka. Hanya saja, karena mereka telah mendengar firman Tuhan dan dikekang oleh berbagai aturan dan peraturan rumah Tuhan, selama itu mereka tidak melakukan kesalahan yang besar, tidak melakukan perbuatan jahat yang menyebabkan kerugian yang serius terhadap rumah Tuhan, dan tidak menyebabkan bencana yang besar. Orang yang memiliki watak antikristus tentu tidak semuanya dapat diselamatkan oleh Tuhan pada akhirnya. Sebagian besar dari mereka mungkin adalah orang yang berjerih payah, dan sebagian dari mereka pasti akan disingkirkan. Bagaimanapun juga, meskipun mereka bukan orang jahat, mereka adalah orang-orang yang memiliki kemanusiaan yang buruk. Kesudahan dan tempat tujuan mereka tentu tidak akan sama. Semua itu tergantung pada apakah mereka mampu menerima kebenaran dan bagaimana mereka memilih jalan mereka. Ada orang-orang yang berkata, "Firman-Mu bertentangan. Bukankah Engkau mengatakan bahwa orang-orang ini dapat berubah dan bertobat?" Yang Kumaksudkan adalah bahwa orang-orang ini, dalam konteks tertentu dan di tengah lingkungan yang berbeda-beda, mampu menerima kebenaran hingga taraf yang berbeda-beda. Apa artinya "taraf yang berbeda-beda"? Itu berarti ada orang-orang yang sedikit berubah setelah percaya kepada Tuhan selama tiga hingga lima tahun, dan ada yang berubah secara signifikan setelah 10 hingga 20 tahun. Ada orang yang percaya kepada Tuhan selama 10 hingga 20 tahun dan masih tetap sama seperti ketika mereka pertama kali mulai percaya, selalu berteriak, "Aku harus bertobat, aku harus membalas kasih Tuhan!" tetapi pada kenyataannya tidak berubah sama sekali. Hanya karena mereka memiliki kesadaran hati nurani, maka di dalam hatinya, mereka memiliki keinginan ini dan bersedia untuk berubah serta bertobat. Namun, bersedia tidak berarti mampu menerapkan kebenaran, juga tidak berarti masuk ke dalam kenyataan. Bersedia hanya berarti tidak menentang kebenaran, tidak muak akan kebenaran, tidak secara terbuka memfitnah kebenaran, tidak secara terbuka menghakimi, mengutuk, atau menghujat Tuhan; hanya perwujudan-perwujudan ini. Namun itu bukan berarti bahwa orang mampu sungguh-sungguh tunduk, menerima, dan menerapkan kebenaran, juga bukan berarti bahwa orang mampu memberontak terhadap daging dan hasratnya sendiri. Apakah ini fakta yang objektif? (Ya.) Memang itulah kenyataannya. Jika orang sedikit berhati nurani dan bernalar serta memiliki sedikit hati yang bertobat dalam kemanusiaannya, itu bukan berarti bahwa orang tersebut tidak memiliki watak yang rusak. Orang yang memiliki watak antikristus pada esensinya berbeda dari antikristus, tetapi bukan berarti bahwa mereka adalah orang-orang yang mampu menerima dan tunduk pada kebenaran. Juga bukan berarti bahwa mereka adalah orang-orang yang memiliki kenyataan kebenaran, atau bahwa mereka adalah orang-orang yang Tuhan kasihi. Ada perbedaan esensial di antara kedua aspek ini; keduanya sepenuhnya berbeda. Orang yang memiliki watak antikristus tentu jauh lebih baik dalam hal kemanusiaan, dalam sikap mereka terhadap kebenaran, dan dalam taraf pertobatan mereka dibandingkan antikristus. Namun, standar yang Tuhan gunakan untuk mengukur orang bukanlah didasarkan pada seberapa berbedanya mereka dari antikristus; ini bukanlah standarnya. Tuhan mengukur kemanusiaan seseorang, apakah mereka memiliki hati nurani dan nalar, apakah mereka mencintai dan menerima kebenaran, apakah mereka melaksanakan tugas mereka dengan setia, apakah mereka tunduk kepada Tuhan, dan apakah mereka mampu memperoleh kebenaran serta memperoleh keselamatan. Inilah standar yang Tuhan gunakan untuk mengukur manusia. Tuhan telah menetapkan berbagai persyaratan bagi mereka yang memiliki watak antikristus. Tuhan menggunakan persyaratan ini untuk mengukur orang yang memiliki watak antikristus dengan tujuan untuk menyelamatkan mereka. Setelah mendengarnya disampaikan dengan cara ini, engkau memahaminya, bukan? Pertama-tama, engkau harus memahami bahwa sebanyak apa pun watak antikristus yang kaumiliki, selama engkau mampu menerima kebenaran, engkau bukanlah antikristus. Meskipun engkau bukan antikristus, bukan berarti bahwa engkau adalah seseorang yang tunduk kepada Tuhan. Tidak merasa jijik akan kebenaran atau tidak muak akan kebenaran bukan berarti bahwa engkau adalah orang yang menerapkan dan tunduk pada kebenaran. Memiliki sedikit hati nurani dan nalar, relatif baik hati, dan memiliki kemanusiaan yang lebih baik daripada antikristus belum tentu berarti bahwa engkau adalah orang yang baik. Standar untuk mengukur apakah seseorang itu baik atau jahat tidaklah didasarkan pada kemanusiaan antikristus. Sebanyak apa pun hal buruk yang antikristus lakukan, mereka tidak pernah mengakuinya, juga tidak pernah bertobat, tetapi mereka terus bertindak dengan cara yang sama; mereka tidak pernah berubah, dan mereka melawan Tuhan hingga akhir. Meskipun beberapa orang yang memiliki watak antikristus sungguh-sungguh ingin berubah dan bertobat, sedikit berubah tidak berarti bahwa mereka telah benar-benar bertobat. Memiliki tekad untuk bertobat tidak berarti mampu memahami kebenaran, serta memperoleh kebenaran dan hidup.
Ada orang-orang yang berkata, "Aku bukan antikristus, jadi aku lebih baik daripada antikristus dan tidak terlalu rusak dibandingkan antikristus." Apakah perkataan ini benar? Apakah ini pemahaman yang menyimpang? (Ya.) Orang yang memiliki watak antikristus sama dengan antikristus dalam watak rusak mereka, tetapi esensi natur mereka berbeda. Pikirkanlah, apakah pernyataan ini benar? (Ya.) Kalau begitu, coba jelaskan. (Orang berwatak antikristus memiliki watak yang rusak seperti antikristus. Keduanya memiliki watak yang congkak dan jahat, keduanya mengejar status. Namun, esensi kemanusiaan mereka berbeda. Orang-orang yang memiliki watak antikristus memiliki kesadaran hati nurani, dan mampu menerima kebenaran hingga taraf yang berbeda-beda. Mereka tidak muak akan kebenaran dan tidak membenci kebenaran. Sebaliknya, orang yang memiliki esensi antikristus, mereka memiliki esensi kemanusiaan yang kejam. Mereka tidak memiliki kesadaran hati nurani, muak akan kebenaran, dan membenci kebenaran. Mereka tidak akan bertobat.) Mereka semua memiliki watak yang rusak, jadi mengapa Tuhan menggolongkan orang yang memiliki esensi antikristus sebagai antikristus dan musuh-Nya? (Itu terutama didasarkan pada sikap mereka terhadap kebenaran. Antikristus muak akan kebenaran serta membenci kebenaran, dan membenci kebenaran sebenarnya berarti membenci Tuhan.) Ada lagi? (Esensi antikristus adalah esensi setan.) Apakah manusia yang memiliki esensi setan memiliki harapan untuk diselamatkan? (Tidak.) Orang-orang ini tidak menerima kebenaran sama sekali dan tidak dapat diselamatkan. Mengingat bahwa kedua jenis orang ini memiliki watak yang rusak, apa perbedaan antara mereka yang dapat diselamatkan dan mereka yang tidak dapat diselamatkan? Kedua jenis orang ini sama hanya dalam hal watak rusak mereka, jadi mengapa antikristus tidak dapat diselamatkan, sedangkan orang yang memiliki watak antikristus tetapi tidak memiliki esensi antikristus memiliki harapan yang kecil untuk diselamatkan? (Orang yang memiliki watak antikristus tidak seperti antikristus, yang sangat membenci kebenaran dan hal-hal positif. Meskipun mereka tidak terlalu mencintai kebenaran, mereka tidak merasa jijik akan kebenaran dan mampu menerimanya hingga taraf yang berbeda-beda, berubah sedikit demi sedikit. Selain itu, terdapat kesadaran hati nurani dalam kemanusiaan mereka, tidak seperti antikristus, yang tidak memiliki rasa malu.) Harapan untuk diselamatkan terletak di sini; inilah perbedaan esensialnya. Dilihat dari esensi antikristus, jenis orang ini tidak dapat diselamatkan dan tidak memiliki harapan untuk diselamatkan. Sekalipun engkau ingin menyelamatkan mereka, engkau tidak bisa; mereka tidak dapat berubah. Mereka bukan jenis orang biasa yang memiliki watak rusak Iblis, melainkan jenis orang yang memiliki esensi hidup setan dan Iblis. Jenis orang seperti ini sama sekali tidak dapat diselamatkan. Sebaliknya, apa esensi orang biasa yang memiliki watak yang rusak? Mereka sekadar memiliki watak yang rusak; tetapi, mereka memiliki hati nurani dan nalar dengan jumlah tertentu, dan mampu menerima beberapa kebenaran. Ini berarti bahwa kebenaran bisa memiliki dampak tertentu dalam diri orang-orang ini, memberi mereka harapan untuk diselamatkan. Jenis orang seperti inilah yang Tuhan selamatkan. Antikristus sama sekali tidak dapat diselamatkan, tetapi dapatkah orang yang memiliki watak antikristus diselamatkan? (Ya.) Jika kita katakan bahwa mereka dapat diselamatkan, ini tidak objektif. Kita hanya dapat mengatakan bahwa mereka memiliki harapan untuk diselamatkan; ini relatif objektif. Pada akhirnya, apakah seseorang dapat diselamatkan atau tidak, itu tergantung pada orang itu sendiri. Itu tergantung pada apakah mereka dapat sungguh-sungguh menerima kebenaran, menerapkan kebenaran, dan tunduk pada kebenaran. Oleh karena itu, hanya dapat dikatakan bahwa jenis orang ini memiliki harapan untuk diselamatkan. Jadi, mengapa antikristus tidak memiliki harapan untuk diselamatkan? Karena mereka adalah antikristus; natur mereka adalah natur Iblis. Mereka sangat membenci kebenaran, membenci Tuhan, dan tidak menerima kebenaran sama sekali. Dapatkah Tuhan tetap menyelamatkan mereka? (Tidak.) Tuhan menyelamatkan manusia yang rusak, bukan Iblis dan setan. Tuhan menyelamatkan mereka yang menerima kebenaran, bukan sampah yang membenci kebenaran. Apakah penjelasan ini dapat kaupahami? (Ya.) Kita bersekutu seperti ini agar tidak ada orang yang memiliki pemahaman yang menyimpang. Setelah membedakan antara antikristus dan orang yang memiliki watak antikristus, ada orang-orang yang berpikir bahwa mereka bukanlah antikristus dan ini berarti bahwa mereka berada di zona aman, bahwa mereka telah benar-benar berada di tempat perlindungan dan pasti tidak akan dikeluarkan, diusir, atau disingkirkan di masa depan. Apakah ini pemahaman yang menyimpang? Memiliki harapan untuk diselamatkan bukan berarti orang akan diselamatkan. Orang masih harus bertindak dan meraihnya. Sikapmu terhadap kebenaran berbeda dari sikap antikristus. Engkau tidak muak akan kebenaran, atau kemanusiaanmu sedikit lebih baik daripada kemanusiaan antikristus; engkau memiliki sedikit kesadaran hati nurani, engkau relatif baik hati, tidak menyakiti orang lain, tahu bagaimana bertobat ketika melakukan kesalahan, dan dapat berubah. Dengan memiliki beberapa kualitas ini saja, berarti engkau memenuhi persyaratan dasar untuk menerima kebenaran, menerapkan kebenaran, dan memperoleh keselamatan. Namun sekalipun engkau bukan antikristus, itu bukan berarti engkau akan diselamatkan. Engkau bukan antikristus, tetapi engkau tetap merupakan manusia yang rusak. Dapatkah semua manusia yang rusak diselamatkan? Belum tentu. Sekalipun orang bukanlah antikristus atau orang jahat, selama mereka tidak mengejar kebenaran, mereka tetap tidak dapat diselamatkan. Keselamatan dari Tuhan diperoleh manusia melalui penerimaan dan pengejaran mereka akan kebenaran. Watak rusak manusia bertentangan dengan Tuhan. Selama watak yang rusak masih ada dalam diri seseorang, dia masih bisa memberontak terhadap Tuhan, melawan Tuhan, mengkhianati Tuhan, dan sebagainya. Oleh karena itu, mereka perlu menerima penghakiman, hajaran, ujian, dan pemurnian oleh firman Tuhan; mereka perlu perbekalan serta bimbingan firman Tuhan, pemangkasan, pendisiplinan, dan hukuman dari Tuhan, dan sebagainya; semua pekerjaan yang Tuhan lakukan ini harus ada. Oleh karena itu, agar dapat diselamatkan, di satu sisi, pekerjaan Tuhan diperlukan, dan di sisi lain, orang harus memiliki tekad untuk bekerja sama. Mereka harus mampu menanggung kesukaran dan membayar harga, masuk ke dalam kenyataan kebenaran setelah memahami kebenaran, dan sebagainya. Inilah satu-satunya cara untuk memperoleh keselamatan dari Tuhan pada akhir zaman dan menerima berkat yang sangat langka yakni disempurnakan oleh Tuhan yang berinkarnasi, atas dasar memahami kebenaran. Sesederhana itu. Baiklah, mari kita akhiri persekutuan mengenai topik ini di sini.
Bab Tiga Belas: Melindungi Umat Pilihan Tuhan agar Tidak Diganggu, Disesatkan, Dikendalikan, dan Sangat Dirugikan oleh Antikristus, serta Memungkinkan Mereka untuk Mengidentifikasi Antikristus dan Menolak Mereka dengan Segenap Hati
Beberapa Tugas yang Harus Dilaksanakan Para Pemimpin dan Pekerja Ketika Mengidentifikasi Antikristrus yang Sedang Mengganggu Gereja
Selanjutnya, kita akan mempersekutukan topik yang utama. Persekutuan kita tentang tanggung jawab kedua belas dari para pemimpin dan pekerja sudah selesai. Untuk persekutuan ini, kita akan mempersekutukan tanggung jawab ketiga belas: "Melindungi umat pilihan Tuhan agar tidak diganggu, disesatkan, dikendalikan, dan sangat dirugikan oleh antikristus, serta memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi antikristus dan menolak mereka dengan segenap hati." Tanggung jawab ketiga belas berkaitan dengan topik tentang bagaimana seharusnya pemimpin dan pekerja memperlakukan antikristus. Pekerjaan apa yang seharusnya pemimpin dan pekerja lakukan ketika antikristus muncul di gereja? Pertama, tanggung jawab ini menyatakan bahwa ketika menyelesaikan masalah seperti ini, pemimpin dan pekerja harus bertindak untuk melindungi saudara-saudari agar mereka tidak diganggu, disesatkan, dikendalikan, dan sangat dirugikan oleh antikristus. Inilah tugas pertama yang harus mereka lakukan. Adapun bagaimana antikristus mengganggu, menyesatkan, mengendalikan, dan sangat merugikan umat pilihan Tuhan, banyak hal telah dipersekutukan tentang ini sebelumnya, jadi konten ini tidak akan menjadi topik utama dari persekutuan pada hari ini. Hari ini, kita akan berfokus pada tanggung jawab yang harus dipenuhi para pemimpin dan pekerja serta pekerjaan yang harus mereka lakukan ketika menghadapi perilaku dan tindakan antikristus ini untuk melindungi umat pilihan Tuhan agar tidak dirugikan. Pertama, pemimpin dan pekerja harus melindungi umat pilihan Tuhan agar mereka tidak diganggu, disesatkan, dikendalikan dan sangat dirugikan oleh antikristus; ini adalah salah satu tanggung jawab dari para pemimpin dan pekerja. Apa artinya "salah satu tanggung jawab"? Itu berarti bahwa dari sekian banyak tugas yang harus dilakukan para pemimpin dan pekerja, melindungi umat pilihan Tuhan agar mereka dapat menjalani kehidupan bergereja yang normal tanpa diganggu dan sangat dirugikan oleh antikristus merupakan tugas yang penting. Ini juga merupakan tugas yang tak dapat dihindari, yang di dalamnya mereka tidak boleh melalaikan tanggung jawab mereka. Pemimpin dan pekerja harus mengutamakan tugas ini dan tidak boleh mengabaikannya. Mempertahankan berfungsinya kehidupan bergereja yang normal adalah tugas yang sangat penting dan merupakan tugas yang paling utama di antara semua pekerjaan gereja. Ini juga merupakan tanggung jawab pemimpin dan pekerja. Pekerjaan mendasar pemimpin dan pekerja adalah menuntun umat pilihan Tuhan ke dalam kenyataan kebenaran. Ketika Iblis dan antikristus mulai mengganggu dan menyesatkan orang-orang, bersaing dengan Tuhan untuk mendapatkan umat pilihan-Nya, pemimpin dan pekerja harus bangkit untuk menyingkapkan antikristus tersebut agar umat pilihan Tuhan dapat mengidentifikasi mereka, membuat antikristus itu memperlihatkan wujud aslinya, dan kemudian mengeluarkan mereka dari gereja. Ini bertujuan untuk mencegah agar umat pilihan Tuhan tidak dikendalikan dan sangat dirugikan oleh antikristus. Inilah tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh pemimpin dan pekerja ketika melaksanakan pekerjaan gereja. Jadi, apa artinya mencegah hal-hal ini? Bagaimana cara mencegahnya? Secara harfiah, istilah "mencegah" berarti berusaha semaksimal mungkin untuk menghalangi agar sesuatu tidak terjadi. Apa poin pentingnya di sini? Menghalangi agar kejadian tidak terjadi adalah hasil dari pencegahan. Dalam menangani kejadian oleh antikristus, pekerjaan utama pemimpin dan pekerja adalah berusaha semaksimal mungkin untuk menghalangi antikristus agar tidak mengganggu, menyesatkan, mengendalikan, dan sangat merugikan umat pilihan Tuhan. Mereka harus berusaha sebaik mungkin untuk melindungi umat pilihan Tuhan agar tidak dirugikan oleh antikristus. Inilah pekerjaan terpenting yang harus dilakukan oleh pemimpin dan pekerja, dan inilah yang harus kita persekutukan dengan jelas mengenai tanggung jawab ketiga belas. Jadi, bagaimana agar umat pilihan Tuhan dapat terlindungi? Dengan menghalangi agar antikristus tidak melakukan perbuatan jahat. Ada banyak cara dan metode untuk menghalangi mereka, seperti dengan menyingkapkan, memangkas, menelaah, dan membatasi. Adakah cara lainnya? (Mengusir.) Itu adalah langkah terakhir. Ketika saudara-saudari belum memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi dan tidak tahu apakah seseorang itu adalah antikristus atau bukan, tetapi pemimpin dan pekerja sudah mengidentifikasi orang itu sebagai antikristus, jika mereka secara langsung mengusir antikristus itu, orang-orang yang tidak memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi mungkin akan mengembangkan gagasan serta penghakiman, dan beberapa mungkin akan tersandung. Dalam kasus semacam itu, pekerjaan apa yang harus dilakukan para pemimpin dan pekerja? Apa yang baru saja Kusebutkan? (Menyingkapkan, memangkas, menelaah, dan membatasi.) Apakah engkau semua memiliki metode yang baik untuk menghalangi antikristus agar tidak melakukan kejahatan? Apakah memantau mereka adalah metode yang baik? Apakah itu termasuk cara yang efektif dan metode yang sesuai dengan prinsip? (Ya.) Apa cara yang tepat untuk memperlakukan antikristus? Dapatkah pekerjaan penghakiman, hajaran, ujian, dan pemurnian berhasil jika dilakukan terhadap antikristus? (Tidak.) Mengapa tidak? (Antikristus tidak menerima kebenaran; mereka muak akan kebenaran.) Antikristus muak akan kebenaran dan tidak menerimanya, jadi menggunakan ujian, pemurnian, penghakiman, dan hajaran untuk menangani antikristus tidaklah tepat. Selain itu, Tuhan tidak melakukan pekerjaan ini dalam diri mereka. Ide ini tidak tepat, jadi metode ini pasti tidak akan berhasil. Jadi, metode apa yang tepat? Banyak orang yang telah sangat menderita karena dirugikan oleh antikristus sangatlah membenci mereka dan yakin bahwa antikristus haruslah dihakimi, dikutuk, dan disingkapkan kepada semua orang. Mereka berpikir bahwa antikristus harus diminta untuk mengakui kesalahan mereka dan mengakui dosa-dosa mereka secara terbuka di gereja dan sepenuhnya dipermalukan. Menurutmu, tepatkah menggunakan metode ini? (Tidak.) Jika kita mempertimbangkan esensi antikristus, mengambil tindakan seperti ini sebenarnya tidaklah berlebihan—boleh-boleh saja memperlakukan setan dengan cara apa pun; itu dapat dilakukan semudah membunuh serangga. Jadi, tujuan pemimpin dan pekerja melakukan hal ini tampaknya sangat sah dan benar, tetapi apakah ada masalah dengan metode-metode ini? Apakah pekerjaan ini termasuk dalam lingkup tanggung jawab para pemimpin dan pekerja? Apakah melakukan sesuatu dengan cara ini sesuai dengan prinsip atau tidak? (Tidak.) Jelas, ini tidak sesuai dengan prinsip. Berasal dari manakah prinsip? (Berasal dari firman Tuhan.) Benar. Meskipun yang menjadi target tindakan tersebut adalah antikristus—para setan—metodenya juga harus sesuai dengan prinsip dan tuntutan Tuhan, karena dalam melakukan pekerjaan ini, pemimpin dan pekerja sedang memenuhi tanggung jawab mereka, bukan sedang menangani urusan keluarga atau masalah pribadi.
I. Menyingkapkan
Menangani antikristus dan menghalangi mereka agar tidak melakukan kejahatan dan menyesatkan serta merugikan umat pilihan Tuhan adalah tanggung jawab dari para pemimpin dan pekerja. Tujuannya adalah untuk melindungi umat pilihan Tuhan agar tidak dirugikan, bukan untuk menyiksa siapa pun atau memanfaatkan kesempatan untuk membalas dendam terhadap siapa pun, dan tentu saja bukan untuk berkampanye melawan siapa pun. Oleh karena itu, tugas apa saja yang harus dilakukan semaksimal mungkin oleh para pemimpin dan pekerja untuk menghalangi antikristus agar tidak melakukan kejahatan? Pertama adalah menyingkapkan mereka. Apa tujuan menyingkapkan? (Membantu orang-orang untuk mengembangkan kemampuan mengidentifikasi.) Benar. Tujuannya adalah membantu umat pilihan Tuhan untuk mengidentifikasi esensi antikristus, sehingga di dalam hatinya, mereka dapat menjauhkan diri dari antikristus dan tidak disesatkan oleh antikristus, dan agar—ketika antikristus berusaha menyesatkan dan mengendalikan mereka—mereka mampu secara aktif menolak antikristus, bukannya membiarkan antikristus itu memanipulasi dan mempermainkan mereka. Jadi, apakah menyingkapkan mereka itu penting? (Ya.) Menyingkapkan mereka sangatlah penting, tetapi engkau harus menyingkapkan mereka secara akurat. Lalu, dengan cara apa seharusnya engkau menyingkapkan mereka? Apa yang harus menjadi dasar dari penyingkapanmu? Apakah boleh melabeli mereka dengan sewenang-wenang? Apakah boleh mengutuk mereka dengan gegabah tanpa dasar? (Tidak.) Jadi, bagaimana seharusnya engkau menyingkapkan mereka secara akurat untuk mencapai tujuan melindungi umat pilihan Tuhan? (Di satu sisi, kami harus menyingkapkan mereka secara objektif dan jujur berdasarkan fakta perbuatan jahat mereka. Selain itu, kami harus mengidentifikasi dan menelaah mereka berdasarkan firman Tuhan.) Kedua pernyataan ini sangat tepat; kedua aspek ini harus dilakukan. Di satu sisi, harus ada bukti faktual. Engkau harus menilai dan menggolongkan esensi mereka berdasarkan perkataan dan tindakan mereka yang keliru, serta pemikiran dan sudut pandang yang tak masuk akal yang diperlihatkan oleh antikristus tersebut. Namun, hal yang terpenting adalah mengidentifikasi dan menelaah mereka berdasarkan firman Tuhan. Firman Tuhan mana yang harus kaurujuk? Firman manakah yang paling langsung dan jelas? (Firman yang menyingkapkan antikristus.) Benar; engkau harus menemukan beberapa firman yang membuka kedok antikristus untuk menyingkapkan mereka serta membuat perbandingan dengan tepat dan tidak memihak, sehingga memastikan ketepatan yang mutlak. Saudara-saudari akan memahami setelah mendengarnya; mereka akan segera memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi orang yang bersangkutan, dan bersikap waspada terhadapnya. Karena di dalam hatinya, mereka telah mampu mengidentifikasi, mereka akan merasa jijik terhadap orang ini: "Jadi, ternyata dia adalah antikristus! Dia menolongku sebelumnya dan bahkan memberiku bantuan. Kupikir dia adalah orang baik. Melalui penelaahan dan persekutuan ini, kemunafikan dan perwujudan esensial antikristus yang dia perlihatkan telah tersingkap, sehingga membantu semua orang untuk menyadari bahwa orang ini berbahaya. Firman Tuhan telah menyingkapkan dirinya dengan sangat akurat! Dia bukan orang yang baik. Dia mengucapkan perkataan yang manis dan tampak tidak ada masalah dalam tindakannya, tetapi dengan menyingkapkan esensi dirinya, jelaslah sekarang bahwa dia memang adalah seorang antikristus." Dilihat dari perubahan dalam pemikiran orang-orang, ketika pemimpin dan pekerja melakukan pekerjaan menyingkapkan antikristus, mereka sedang menghalangi antikristus dengan semaksimal mungkin agar tidak menyesatkan dan mengganggu umat pilihan Tuhan. Tentu saja, mereka juga sedang memenuhi tanggung jawab untuk melindungi umat pilihan Tuhan agar tidak dikendalikan dan sangat dirugikan oleh antikristus. Mereka sedang melaksanakan salah satu tugas mereka dengan cara yang nyata. Tugas manakah ini? Menyingkapkan antikristus. Pekerjaan menyingkapkan antikristus adalah salah satu tugas yang harus dilakukan oleh pemimpin dan pekerja untuk melindungi umat pilihan Tuhan. Mengenai berbagai tugas yang harus dilakukan oleh pemimpin dan pekerja, kita tidak akan mengurutkannya berdasarkan skala atau hasil yang dicapai; mari kita terlebih dahulu bersekutu tentang pekerjaan "menyingkapkan". Menyingkapkan esensi natur antikristus mencakup menyingkapkan niat, tujuan, dan akibat dari perbuatan jahat yang terus-menerus mereka lakukan yang mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja; menyingkapkan bagaimana antikristus, ketika melayani sebagai pemimpin dan pekerja, sama sekali tidak melakukan pekerjaan gereja yang nyata serta mengabaikan jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan; menyingkapkan wajah buruk antikristus sebagai orang yang sama sekali tidak mengenal diri mereka sendiri, tidak pernah menerapkan kebenaran, dan hanya mengucapkan kata-kata dan doktrin untuk menyesatkan orang; serta menyingkapkan perkataan dan tindakan mereka yang berbeda saat di depan dan di belakang orang-orang. Dengan menyingkapkan aspek-aspek ini secara menyeluruh, akan terlihat wujud antikristus yang sebenarnya sebagai Iblis dan setan. Ini adalah tugas penting yang harus dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja. Jadi, apa yang harus dimiliki para pemimpin dan pekerja untuk melaksanakan tugas ini? Pertama-tama, mereka harus memiliki rasa terbeban tertentu, bukan? (Ya.) Ketika pemimpin dan pekerja memikul tanggung jawab ini, mereka sering berpikir, "Orang itu adalah antikristus. Beberapa saudara-saudari sering datang kepadanya untuk mengajukan pertanyaan, selalu mendekat kepadanya dan memiliki hubungan yang baik dengannya. Setelah disesatkan oleh orang ini, banyak orang sangat mengidolakannya. Apa yang harus dilakukan mengenai hal ini?" Mereka datang ke hadapan Tuhan untuk berdoa dan sering dengan sengaja mencari firman Tuhan yang menyingkapkan antikristus, memperlengkapi diri mereka dengan kebenaran dalam hal ini. Mereka kemudian memohon agar Tuhan menyiapkan waktu yang tepat atau mereka sendiri mencari waktu dan kesempatan yang tepat untuk mempersekutukan masalah ini kepada saudara-saudari. Mereka memperlakukan hal ini sebagai beban mereka dan tugas penting yang harus mereka lakukan selanjutnya. Mereka terus-menerus mempersiapkan, mencari, dan berdoa kepada Tuhan untuk memperoleh bimbingan; mereka selalu berada dalam keadaan pikiran dan kondisi seperti ini. Inilah yang dimaksud dengan memiliki rasa terbeban. Setelah mempersiapkan diri dengan beban seperti ini selama beberapa waktu, mereka harus menunggu sampai keadaannya matang. Setidaknya, mereka harus menunggu sampai ada dua atau tiga orang yang benar-benar mampu mengidentifikasi antikristus itu sebelum mereka dapat mulai menyingkapkannya. Jika mereka menentukan bahwa seseorang tampaknya adalah antikristus hanya berdasarkan perasaan mereka, tetapi tidak dapat mengetahui yang sebenarnya tentang apakah orang itu benar-benar antikristus atau bukan, mereka tidak boleh bertindak gegabah. Singkatnya, ketika melaksanakan pekerjaan ini, mereka pasti akan memperoleh pencerahan dan bimbingan Tuhan. Inilah yang dimaksud dengan melakukan pekerjaan nyata dan memenuhi tanggung jawab sebagai pemimpin dan pekerja.
II. Memangkas
Setelah pekerjaan menyingkapkan antikristus dilaksanakan, meskipun saudara-saudari memperoleh sedikit kemampuan untuk mengidentifikasi, sebelum antikristus itu sepenuhnya tersingkap, mereka pasti melakukan lebih banyak hal untuk menyesatkan dan mengganggu saudara-saudari, menyebabkan adanya lebih banyak orang yang mengidolakan, mengagumi, dan mengikuti mereka. Ini sangat menunda masuknya umat pilihan Tuhan ke jalur yang benar dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan, menghambat jalan masuk kehidupan mereka dan menyebabkan kerugian yang signifikan. Dengan demikian, tugas kedua yang harus dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja adalah bahwa ketika antikristus menyesatkan dan mengganggu saudara-saudari, atau ketika perkataan dan tindakan mereka jelas-jelas melanggar prinsip-prinsip kebenaran, para pemimpin dan pekerja harus memanfaatkan bukti tersebut dan segera bertindak untuk memangkas mereka, serta menyingkapkan perbuatan jahat mereka berdasarkan firman Tuhan, sehingga saudara-saudari mampu mengidentifikasi dan benar-benar mengetahui wajah asli antikristus tersebut. Inilah tanggung jawab untuk melindungi umat pilihan Tuhan dan menjaga pekerjaan rumah Tuhan yang tidak boleh diabaikan. Pemimpin dan pekerja tidak boleh hanya duduk diam dan tidak melakukan apa-apa atau menutup mata; mereka harus segera memanfaatkan kesempatan, mengidentifikasi kejadiannya, dan bertindak untuk memangkas antikristus itu, secara akurat menyingkapkan tindakan, ambisi, hasrat, dan esensi mereka. Tentu saja, juga perlu untuk menggolongkan orang macam apa antikristus itu dengan lebih akurat, agar saudara-saudari mampu memahami hal ini dengan jelas, agar antikristus itu sendiri mengetahuinya, dan agar antikristus itu menyadari bahwa tidak semua orang tidak mampu mengidentifikasi mereka dan dapat dibodohi oleh mereka, bahwa setidaknya beberapa orang mampu mengetahui yang sebenarnya tentang tindakan serta perilaku mereka, dan tentang ambisi, hasrat terpendam, serta esensi mereka. Tentu saja tujuan memangkas antikristus bukan sekadar untuk menyingkapkan esensi mereka melalui firman. Yang lebih penting, apa tujuannya? (Pertama, untuk membantu saudara-saudari mengembangkan kemampuan mengidentifikasi, dan juga untuk membatasi perbuatan jahat antikristus.) Benar, tujuannya adalah untuk membatasi mereka agar ketika mereka melakukan hal-hal yang menyesatkan dan mengganggu orang lain, ada keraguan dan ketakutan dalam diri mereka; untuk membuat mereka tunduk pada pembatasan, merasakan sedikit pengekangan, dan tidak berani bertindak gegabah; agar mereka tahu bahwa rumah Tuhan tidak hanya memiliki kebenaran, dan kebenaranlah yang berkuasa di sana, tetapi juga memiliki ketetapan administratif, dan bahwa tidak mungkin semudah itu untuk bertindak sewenang-wenang dan bertindak gegabah sesuka hati di rumah Tuhan, merusak kepentingan rumah Tuhan, serta merugikan umat pilihan Tuhan; dan juga untuk memberi tahu mereka bahwa mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan jahat yang mereka lakukan dengan gegabah yang mengganggu pekerjaan gereja dan merugikan jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan. Sambil dengan segera memangkas antikristus, para pemimpin dan pekerja juga harus bangkit untuk menyingkapkan mereka, membantu orang-orang untuk mengembangkan kemampuan mengidentifikasi serta mengetahui yang sebenarnya tentang ambisi, hasrat, niat, dan tujuan antikristus. Tentu saja, ini juga untuk melindungi umat pilihan Tuhan dan menjaga kepentingan rumah Tuhan. Semua ini adalah pertimbangan yang harus diperhatikan oleh pemimpin dan pekerja, dan ini termasuk pekerjaan yang harus mereka lakukan dalam lingkup tanggung jawab mereka; mereka tidak boleh mengabaikannya atau tidak boleh bersikap ceroboh mengenainya. Jika pemimpin dan pekerja menemukan antikristus di dalam gereja, mereka harus selalu mewaspadai perkataan, tindakan, serta kekeliruan yang disebarkan antikristus tersebut di balik layar, dan mereka harus menerapkan pemangkasan serta menyingkapkan antikristus. Inilah salah satu tugas pemimpin dan pekerja dalam melindungi umat pilihan Tuhan agar mereka tidak diganggu dan dirugikan oleh antikristus.
III. Menelaah
Apa tugas selanjutnya bagi pemimpin dan pekerja? Menelaah. Menelaah hampir sama dengan menyingkapkan, tetapi ada perbedaan dalam tarafnya. Dalam hal menelaah, ini bukan sekadar menyingkapkan suatu fakta, situasi, atau latar belakang yang sebenarnya; ini berkaitan dengan masalah penggolongan, yaitu berkaitan dengan watak antikristus, yang merupakan akar masalahnya yang esensial. Telaah sikap mereka terhadap Tuhan, kebenaran, tugas mereka, dan pekerjaan rumah Tuhan, serta motif, niat, dan tujuan di balik penyebaran kekeliruan yang mereka lakukan—alasan mengapa mereka melakukannya—dan identifikasi seperti apa esensi mereka melalui pemikiran, sudut pandang, ucapan, tindakan, watak, dan perwujudan yang mereka perlihatkan. Hal-hal ini harus dibandingkan dengan firman Tuhan dan dijelaskan agar saudara-saudari dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang antikristus, dan memahami dengan jelas dari perspektif nyata tentang mengapa antikristus yang ada di hadapan mereka ini mengatakan dan melakukan hal-hal tersebut, apa perspektif Tuhan terhadap orang-orang semacam ini, dan bagaimana Dia menggolongkan mereka. Tentu saja, pemimpin dan pekerja juga harus memberi tahu saudara-saudari untuk menjauhi dan menolak antikristus tersebut, serta juga bersikap waspada agar tidak disesatkan oleh tindakan, perilaku, ucapan, dan sudut pandang antikristus sehingga mereka tidak salah paham terhadap Tuhan, bersikap waspada terhadap Tuhan, menjauhkan diri dari Tuhan, menolak Tuhan, dan bahkan di dalam hatinya menghakimi serta mengutuk Tuhan seperti yang antikristus lakukan. Seperti halnya tugas lainnya, seperti menyingkapkan dan memangkas, tujuan menelaah adalah untuk menghalangi antikristus agar tidak menyesatkan, mengganggu, dan merugikan umat pilihan Tuhan. Tujuannya adalah untuk melindungi umat pilihan Tuhan agar tidak sangat dirugikan oleh antikristus dan agar tidak menyimpang dari jalur yang benar dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan. Setelah umat pilihan Tuhan memahami dengan jelas fakta dan situasi yang sebenarnya tentang bagaimana antikristus itu mengganggu gereja dan mengetahui yang sebenarnya tentang esensi antikristus itu, mereka tidak akan lagi disesatkan dan dikendalikan oleh antikristus tersebut. Sekalipun ada orang yang bingung dan orang bodoh yang masih mengagumi dan mengidolakan antikristus itu di dalam hati, serta berinteraksi dan mendekat kepadanya, antikristus itu tidak dapat lagi menimbulkan masalah yang besar. Mereka hanya akan melakukan hal-hal tertentu kepada orang-orang bodoh itu, tanpa sama sekali memengaruhi jalan masuk kehidupan orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, dan dengan demikian, mereka tidak akan mampu mengganggu serta mengacaukan pekerjaan gereja. Para pemimpin dan pekerja harus mampu mencapai taraf ini. Artinya, para pemimpin dan pekerja harus memastikan bahwa orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan dan bersedia melaksanakan tugas mereka serta orang yang mencintai kebenaran dapat menjalani kehidupan bergereja yang normal dan melaksanakan tugas mereka. Pada saat yang sama, mereka juga harus mampu memastikan bahwa orang-orang ini dapat bersikap waspada terhadap penyesatan dan gangguan dari antikristus, serta menolak antikristus tersebut. Ini berarti dengan semaksimal mungkin menghentikan kejahatan dan gangguan yang antikristus lakukan, sepenuhnya mencapai dampak melindungi umat pilihan Tuhan. Tentu saja, betapa pun efektifnya engkau dalam melakukan pekerjaanmu dan betapa pun menyeluruhnya engkau dalam berbicara, pasti akan ada beberapa orang bodoh, orang yang berkualitas buruk, serta orang bingung yang tidak mampu menolak antikristus dan yang akan tetap mengagumi serta menghormati mereka di dalam hatinya. Namun, sebagian besar orang akan mencapai titik di mana mereka mampu menolak antikristus. Jika pemimpin dan pekerja mampu mencapai hal ini, mereka telah melindungi umat pilihan Tuhan dengan semaksimal mungkin, sepenuhnya mencapai hasil yang diinginkan. Mengenai orang-orang dungu yang tidak mampu memahami kebenaran dengan cara apa pun kebenaran itu dipersekutukan, jika mereka masih bisa sedikit berjerih payah, mereka harus diberi sedikit perhatian dan bantuan, serta diberi sedikit lebih banyak kasih, kesabaran, dan toleransi. Ini berarti melakukan semua yang seharusnya dilakukan, dan bekerja dengan cara ini adalah sesuai dengan prinsip. Apakah ada banyak pemimpin dan pekerja yang mampu memenuhi standar ini? (Tidak.) Oleh karena itu, harus dikerahkan upaya sekuat tenaga; engkau harus melindungi umat pilihan Tuhan tanpa lelah dan dengan semaksimal mungkin. Apa artinya "semaksimal mungkin"? Itu berarti melakukan apa pun yang memungkinkan untuk mempersekutukan prinsip-prinsip kebenaran yang kaupahami, menyajikan bukti yang telah diperoleh, yakni berbagai perwujudan perbuatan jahat yang antikristus lakukan, lalu menghubungkannya dengan firman Tuhan yang menyingkapkan antikristus, serta mempersekutukan dan menelaah mereka. Ini bertujuan agar saudara-saudari mampu memahami situasi faktual yang sebenarnya dengan jelas, mengidentifikasi dan mengetahui yang sebenarnya tentang esensi antikristus, serta mengetahui sikap Tuhan terhadap antikristus. Ini adalah tugas penting yang harus dilakukan oleh pemimpin dan pekerja.
IV. Membatasi
Apa tugas selanjutnya yang harus dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja? Membatasi. Pekerjaan "membatasi" ini mudah untuk dilakukan; ini berkaitan dengan menggunakan beberapa cara khusus agar pembatasan membuahkan hasil. Sebagai contoh, para antikristus selalu mengucapkan kata-kata dan doktrin, selalu meninggikan diri mereka sendiri, terkadang merendahkan orang lain, sering bersaksi tentang betapa banyak penderitaan yang telah mereka tanggung dan kontribusi apa yang telah mereka berikan bagi rumah Tuhan selama pertemuan, dan tanpa malu bersaksi tentang diri mereka sendiri, berbicara tentang bagaimana orang lain mengagumi mereka, bagaimana mereka lebih baik daripada yang lain, bagaimana mereka itu unik, dan sebagainya. Pemimpin dan pekerja harus berusaha sebaik mungkin untuk membatasi berbagai perbuatan jahat antikristus yang menyesatkan dan mengendalikan umat pilihan Tuhan, bukannya terus-menerus membiarkan mereka. Pemimpin dan pekerja harus membatasi waktu bicara mereka dan topik yang mereka bahas. Selain itu, mengenai tindakan antikristus baik di depan umum maupun secara pribadi, seperti menggunakan bantuan kecil untuk menarik orang agar berpihak pada mereka, menabur perselisihan, menyebarkan gagasan serta pernyataan negatif, dan sebagainya, para pemimpin dan pekerja tidak boleh berpura-pura tuli atau buta. Mereka harus segera memahami tindakan antikristus tersebut; begitu menemukan perilaku yang menyesatkan dan mengganggu orang lain, mereka harus segera menyingkapkan dan menelaah perilaku ini serta memberlakukan pembatasan pada antikristus itu, tidak membiarkan mereka berkeliaran untuk menyesatkan orang dan mengganggu pekerjaan gereja. Apakah ini adalah salah satu tugas penting yang harus pemimpin dan pekerja lakukan? (Ya.) Dapatkah engkau membatasi perbuatan jahat antikristus hanya dengan memangkas, menyingkapkan, dan menelaah mereka? (Tidak.) Engkau tidak dapat membatasi mereka dengan cara ini karena mereka adalah Iblis dan setan. Selama tangan dan kaki mereka tidak diikat, dan mulut mereka tidak dikunci, mereka akan menyebarkan kekeliruan serta mengucapkan perkataan setan yang mengganggu orang-orang. Pemimpin dan pekerja harus segera mengambil tindakan untuk membatasi mereka; terutama ketika mereka menyebarkan kekeliruan untuk menyesatkan dan mengganggu orang-orang, pemimpin dan pekerja harus memotong serta menghentikan mereka tepat pada waktunya. Mereka juga harus memungkinkan umat pilihan Tuhan untuk memiliki kemampuan mengidentifikasi dan mengetahui dengan jelas wajah antikristus yang sebenarnya. Inilah pekerjaan nyata yang harus dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja.
V. Memantau
Setelah membatasi antikristus, yang harus dilakukan selanjutnya adalah memantau mereka. Lihatlah siapa yang telah disesatkan oleh antikristus dan apa kekeliruan serta perkataan setan yang telah mereka sebarkan secara diam-diam, periksa apakah mereka sedang berpihak kepada si naga merah yang sangat besar dan bertindak selaras dengannya, apakah mereka telah bersekutu dengan dunia keagamaan, apakah mereka secara diam-diam melakukan manuver curang dengan anggota dari gerombolan orang-orang itu, apakah mereka mungkin telah membocorkan informasi penting tentang rumah Tuhan, dan sebagainya. Ini juga adalah tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh para pemimpin dan pekerja. Sebelum tindakan antikristus tersingkap, pemimpin dan pekerja tidak boleh "mengabdikan diri mereka sepenuhnya untuk mempelajari buku-buku orang bijak dan tidak memperhatikan hal-hal lain di luar itu," tetapi harus bersikap secerdik ular. Begitu pemimpin dan pekerja mendapati bahwa seseorang adalah antikristus, jika belum tiba saatnya untuk mengeluarkan atau mengusir orang itu, mereka harus memantaunya dengan saksama agar dia tidak terus-menerus melakukan kejahatan, memastikan bahwa perkataan dan tindakannya dipantau oleh umat pilihan Tuhan. Karena antikristus mencintai kekuasaan dan suka membangun relasi dengan orang-orang yang berkuasa, pemimpin dan pekerja harus mengawasi dengan saksama dengan siapa antikristus itu selalu berinteraksi secara diam-diam dan apakah mereka sedang berhubungan dengan orang-orang beragama. Ada antikristus yang sering berhubungan dengan para pendeta serta penatua agamawi, dan beberapa bahkan berinteraksi dengan orang-orang dari Front Bersatu yang diusung oleh PKT. Ketika peristiwa semacam ini terjadi, para pemimpin dan pekerja tidak boleh menutup mata terhadapnya, tetapi harus bersikap waspada terhadap antikristus itu dan berjaga-jaga. Jika antikristus melihat bahwa metode mereka untuk menyesatkan dan menarik orang agar berpihak kepada mereka tidak berhasil di rumah Tuhan dan bahwa perbuatan jahat mereka telah tersingkap, dan tahu bahwa perbuatan mereka tidak akan berakhir dengan baik, engkau tidak dapat memprediksi tindakan apa yang mungkin akan mereka lakukan atau sampai sejauh mana kejahatan mereka akan berlangsung. Oleh karena itu, begitu engkau yakin di dalam hatimu bahwa seseorang adalah antikristus, engkau harus memantau serta mengawasi orang itu dengan saksama dan tidak boleh lengah. Ini adalah tanggung jawabmu. Apa gunanya melakukan hal ini? Ini adalah untuk melindungi umat pilihan Tuhan, dan dengan semaksimal mungkin menghalangi antikristus agar tidak melakukan tindakan yang salah terhadap gereja serta saudara-saudari untuk merugikan saudara-saudari. Ada antikristus yang selalu bertanya tentang uang persembahan: "Siapa yang mengelola uang rumah Tuhan? Siapa yang mencatat keuangan? Apakah perhitungan dalam catatan keuangannya akurat? Mungkinkah sedang terjadi penggelapan? Di mana uang gereja disimpan? Bukankah hal-hal ini harus dipublikasikan, memberikan hak kepada semua orang untuk mengetahuinya? Berapa banyak aset yang dimiliki oleh rumah Tuhan? Siapa yang paling banyak menyumbang? Mengapa aku tidak mengetahui hal-hal ini?" Perkataan mereka terdengar seolah-olah mereka peduli tentang urusan keuangan rumah Tuhan, padahal sebenarnya, mereka memiliki motif berbeda. Tidak ada seorang antikristus pun yang tidak mendambakan uang. Jadi, apa yang harus dilakukan pemimpin dan pekerja dalam kasus seperti itu? Pertama-tama, engkau harus mengelola uang persembahan dengan semestinya, memercayakannya kepada orang-orang yang dapat diandalkan untuk menjaganya, dan engkau sama sekali tidak boleh membiarkan antikristus berhasil mencapai tujuannya; engkau tidak boleh bingung mengenai hal ini. Begitu situasi seperti ini muncul, engkau harus menyadari: "Ada yang salah. Antikristus akan melakukan sesuatu. Uang gereja sedang menjadi sasarannya. Dia mungkin berencana untuk bersekutu dengan si naga merah yang sangat besar untuk membuat rencana jahat dan merampas uang gereja. Kita harus memindahkannya sekarang juga!" Di satu sisi, engkau tidak boleh membiarkan antikristus itu tahu siapa yang mengelola keuangan rumah Tuhan. Selain itu, jika orang-orang yang mengelola uang merasakan adanya risiko keamanan, baik uang maupun orang-orang yang mengelolanya harus segera dipindahkan. Bukankah ini adalah hal yang harus menjadi perhatian para pemimpin dan pekerja, serta pekerjaan yang harus mereka laksanakan? (Ya.) Sebaliknya, ketika para pemimpin yang bodoh mendengar antikristus mengatakan hal-hal ini, mereka malah berpikir, "Orang ini memikul beban dan tahu bagaimana menunjukkan kepedulian terhadap uang rumah Tuhan, jadi mari kita beri mereka tanggung jawab dan biarkan mereka membantu mengelola keuangan." Dengan melakukan ini, bukankah mereka telah menjadi Yudas? (Ya.) Mereka tidak hanya telah gagal melindungi uang persembahan, tetapi bahkan juga menyerahkannya kepada antikristus, secara efektif menjadi Yudas. Bagaimana pendapatmu tentang para pemimpin dan pekerja seperti ini? Bukankah mereka adalah orang jahat? Bukankah mereka adalah setan? Mereka tidak hanya telah gagal untuk memenuhi tanggung jawab mereka, tetapi mereka juga telah menyerahkan uang persembahan milik Tuhan dan saudara-saudari kepada antikristus. Oleh karena itu, di tempat-tempat di mana terdapat antikristus, begitu para pemimpin dan pekerja menemukan petunjuk tentang hal ini, mereka harus memulai penyelidikan dan melakukan pekerjaan spesifik, di mana pekerjaan "pemantauan" sangat diperlukan.
Pekerjaan pemantauan yang dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja bukanlah tentang melakukan spionase atau kegiatan mata-mata apa pun; ini hanyalah tentang memenuhi tanggung jawabmu, menjadi lebih peduli, mengamati dengan lebih saksama, serta memperhatikan apa yang antikristus lakukan dan apa yang berniat mereka lakukan. Jika engkau menemukan tanda-tanda bahwa mereka akan melakukan kejahatan dan mengganggu gereja, engkau harus melakukan tindakan pencegahan sesegera mungkin; engkau sama sekali tidak boleh membiarkan mereka berhasil. Ini berarti dengan semaksimal mungkin menghalangi terjadinya insiden yang akan antikristus lakukan untuk mengganggu pekerjaan gereja. Tentu saja, ini juga merupakan cara terbaik untuk menjaga pekerjaan gereja dan melindungi umat pilihan Tuhan. Inilah perwujudan pemimpin dan pekerja yang memenuhi tanggung jawab mereka. Memantau bukan berarti mengatur beberapa orang untuk bertindak sebagai agen rahasia, dan menyuruh mereka mengikuti, membuntuti, serta mengawasi orang-orang seperti mata-mata, atau menggeledah rumah orang-orang serta menggunakan metode interogasi yang keras. Rumah Tuhan tidak melakukan aktivitas semacam itu. Namun, engkau harus segera memahami situasi antikristus. Engkau dapat bertanya tentang situasi terkini mereka dengan berbicara kepada anggota keluarga mereka atau kepada saudara-saudari yang mampu mengidentifikasi mereka atau yang mengenal mereka. Bukankah hanya inilah metode dan cara untuk melakukan pekerjaan ini? Jika pemimpin dan pekerja melaksanakan tugas yang termasuk dalam lingkup tanggung jawab mereka dan melakukannya sesuai dengan prinsip yang Tuhan tuntut, berarti mereka sedang memenuhi tanggung jawab mereka. Apa tujuan pemimpin dan pekerja memenuhi tanggung jawab mereka? Tujuannya adalah agar engkau dapat berusaha dengan semaksimal mungkin untuk menghalangi antikristus agar tidak menyebabkan kekacauan dan gangguan, sehingga antikristus itu tidak merugikan umat pilihan Tuhan dan mengkhianati kepentingan rumah Tuhan. Ini adalah tanggung jawab pemimpin dan pekerja. Bukankah ini berarti dengan semaksimal mungkin menghalangi terjadinya insiden yang akan antikristus lakukan? Bukankah pemimpin dan pekerja yang melakukan tindakan ini sedang melakukan semua yang dapat dilakukan manusia? (Ya.) Sulitkah melakukan hal ini? (Tidak.) Ini tidak sulit; ini adalah sesuatu yang dapat dicapai oleh mereka yang memahami kebenaran. Mereka harus berusaha sebaik mungkin untuk melakukan apa yang mampu dicapai manusia; Tuhan-lah yang akan melakukan selebihnya, menjalankan kedaulatan-Nya, mengatur dan membimbing. Ini adalah hal yang paling tidak perlu kita khawatirkan. Kita memiliki Tuhan di belakang kita. Kita tidak hanya memiliki Tuhan di dalam hati kita, tetapi kita juga memiliki iman yang sejati. Ini bukanlah dukungan rohani; sebenarnya, sekalipun tak terlihat, Tuhan selalu hadir, dan Dia berada di sisi manusia, selalu hadir bersama mereka. Setiap kali orang melakukan apa pun atau melaksanakan tugas apa pun, Dia mengawasi; Dia ada di sana untuk membantumu kapan pun dan di mana pun, menjaga serta melindungimu. Yang harus manusia lakukan adalah berusaha sebaik mungkin untuk mengerjakan apa yang harus mereka kerjakan. Selama engkau menyadari, merasakan di dalam hatimu, memahami di dalam firman Tuhan, diingatkan oleh orang-orang di sekitarmu, atau diberi sinyal atau pertanda oleh Tuhan yang memberimu informasi—bahwa ini adalah sesuatu yang harus kaulakukan, bahwa ini adalah amanat Tuhan untukmu—maka engkau harus memenuhi tanggung jawabmu dan tidak duduk diam atau hanya menjadi penonton. Engkau bukanlah robot; engkau memiliki pikiran dan pemikiran. Ketika sesuatu terjadi, engkau pasti tahu apa yang harus kaulakukan, dan engkau pasti memiliki perasaan serta kesadaran. Jadi, terapkanlah perasaan dan kesadaran ini pada situasi nyata, jalani dan ubahlah itu menjadi tindakanmu, dan dengan cara seperti ini, engkau telah memenuhi tanggung jawabmu. Untuk hal-hal yang dapat kausadari, engkau harus menerapkan berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran yang kaupahami. Dengan cara seperti ini, engkau sedang melakukan yang terbaik dan berusaha sebaik mungkin untuk melaksanakan tugasmu. Sebagai pemimpin atau pekerja, ketika engkau berusaha sebaik mungkin, yaitu ketika engkau dengan semaksimal mungkin menghalangi agar antikristus tidak melakukan perbuatan jahat, Tuhan akan merasa puas bahwa engkau mampu menerapkannya dengan cara ini. Mengapa Tuhan akan merasa puas? Tuhan akan membuat penentuan tentang pemimpin dan pekerja seperti ini, bahwa mereka adalah orang yang sedang memenuhi tanggung jawab mereka dan berusaha sebaik mungkin untuk melaksanakan pekerjaan yang melekat pada peran mereka. Apakah ini merupakan perkenanan Tuhan? (Ya.)
VI. Mengusir
Tanggung jawab ketiga belas dari para pemimpin dan pekerja mencakup tugas-tugas khusus yang harus mereka laksanakan, yang beberapa darinya telah kita sebutkan, yaitu mereka harus menerapkan penyingkapan, pemangkasan, penelaahan, pembatasan, dan pemantauan terhadap antikristus. Prinsip-prinsip dasar ini telah selesai dipersekutukan. Apa pun tindakan spesifik yang dilakukan oleh pemimpin dan pekerja dalam situasi khusus, prinsip-prinsip untuk menangani antikristus tetaplah tidak berubah. Selain itu, tujuan utama dari tugas-tugas ini adalah untuk melindungi umat pilihan Tuhan. Misalkan seluruh umat pilihan Tuhan sama-sama telah mengenali bahwa seseorang adalah antikristus dan telah mengidentifikasi serta memahami sepenuhnya bahwa antikristus tersebut selalu berusaha untuk menyesatkan dan mengendalikan orang-orang; mereka tahu bahwa selama antikristus ini hadir, tidak akan ada hari yang baik atau tidak akan ada kehidupan bergereja yang baik, dan semua orang dengan suara bulat menuntut untuk mengeluarkan antikristus itu dari gereja. Dalam keadaan ini, ada pemimpin dan pekerja yang tetap menganjurkan untuk membiarkan antikristus itu tetap tinggal untuk digunakan berlatih menerapkan penyingkapan, pemangkasan, penelaahan, pembatasan, dan pemantauan terhadap antikristus; masih perlukah menjalani proses-proses ini? Beberapa pemimpin dan pekerja mungkin berkata. "Jika kita tidak menjalani proses-proses ini, bukankah itu berarti aku melalaikan tanggung jawabku? Hanya dengan menjalani proses-proses ini, barulah peranku sebagai pemimpin akan terlihat dengan jelas. Aku harus melaksanakan pekerjaan ini. Entah saudara-saudari menyetujuinya atau tidak, aku harus membiarkan antikristus itu tetap tinggal terlebih dahulu. Aku akan menyingkapkannya terlebih dahulu, lalu memangkas dan menelaah dirinya, dan membiarkan saudara-saudari mengonfirmasi lebih jauh bahwa dia adalah antikristus. Setelah tercapai persetujuan dengan suara bulat, barulah kami akan mengeluarkan atau mengusirnya. Bukankah ini akan lebih efektif?" Akibatnya, selama waktu ini, antikristus tersebut mulai menyebarkan gagasan untuk menyesatkan orang-orang dan kembali mengganggu pekerjaan gereja, menyebabkan kepanikan di antara semua orang, hingga bahkan beberapa orang tidak mau lagi datang ke pertemuan. Untuk memperlihatkan tekad mereka dan membuktikan bahwa mereka tidak mengabaikan tanggung jawab, pemimpin dan pekerja ini melaksanakan pekerjaan secara dangkal dan dengan asal-asalan serta membuat pekerjaan menjadi tertunda. Akibatnya, mereka mengambil banyak jalan memutar yang tidak perlu, mengganggu tatanan kehidupan bergereja, dan membuang-buang waktu berharga umat pilihan Tuhan dalam mengejar kebenaran, baru kemudian mengeluarkan antikristus tersebut. Apakah pendekatan ini dapat diterima? (Tidak.) Apa yang salah dengan pendekatan ini? (Ini hanyalah mengikuti peraturan dan bersikap asal-asalan.) Apa tujuan pemimpin dan pekerja melaksanakan tugas-tugas ini? (Untuk melindungi umat pilihan Tuhan.) Jadi, jika beberapa orang belum mampu mengidentifikasi antikristus itu dan sangat terpaut dengannya, dan ketika pemimpin dan pekerja memutuskan untuk mengusir antikristus itu dari gereja, beberapa orang menjadi sangat marah, menganggap rumah Tuhan tidak penuh kasih atau tidak adil kepada orang-orang, tidak berprinsip dalam caranya melakukan sesuatu, dan sebagainya, dan bahkan beberapa orang yang bingung telah disesatkan serta dipengaruhi oleh antikristus itu dan ingin mengikutinya untuk keluar dari gereja, apa yang harus dilakukan dalam situasi seperti ini? Pada saat ini, para pemimpin dan pekerja perlu melakukan beberapa pekerjaan esensial, seperti menerapkan pemangkasan terhadap antikristus tersebut dan menggunakan firman Tuhan untuk menyingkapkan serta menelaah dirinya sehingga saudara-saudari dapat memetik pelajaran secara nyata dan akhirnya mengenali antikristus tersebut. Suatu hari, mereka berkata, "Orang ini sangat menjijikkan. Dia memang orang jahat dan antikristus. Mari kita segera mengeluarkannya!" Ini bukan hanya suara satu orang melainkan suara banyak saudara-saudari. Dalam hal ini, masih perlukah melakukan pekerjaan membatasi dan memantau antikristus tersebut? Tidak, langsung saja usir antikristus itu. Pemimpin dan pekerja yang mencapai taraf ini dalam pekerjaan mereka telah mencapai hasil dalam melindungi umat pilihan Tuhan agar tidak dirugikan oleh antikristus. Membuktikan apakah hal ini? Di satu sisi, ini membuktikan bahwa saudara-saudari di gereja ini telah memiliki kemampuan mengidentifikasi, memiliki kualitas, dan rasa keadilan. Di sisi lain, mungkin saja ini karena pemimpin dan pekerja memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan sebenarnya, atau tindakan antikristus itu sangat mencolok, kemanusiaannya terlalu buruk dan terlalu jahat, sehingga menimbulkan kemarahan publik, dan dia sendiri telah memutus jalannya sendiri sejak dini, sehingga para pemimpin dan pekerja tidak perlu lagi menjalani banyak proses dalam menangani dirinya. Bukankah ini menghemat banyak tenaga? Dalam situasi seperti ini, mengeluarkan atau mengusirnya adalah hal yang baik, bukan? Selain itu, pekerjaan yang harus pemimpin dan pekerja lakukan sangatlah luas dan tidak terbatas pada satu tugas ini saja. Apakah menurutmu mengusir antikristus adalah akhir dari pekerjaanmu? Apakah menurutmu semuanya telah sepenuhnya berhasil? Jauh dari itu! Ada pekerjaan lain yang harus kaulakukan. Selain menangani antikristus dan melindungi umat pilihan Tuhan agar tidak dirugikan oleh mereka, para pemimpin dan pekerja juga bertanggung jawab untuk menuntun umat pilihan Tuhan ke dalam kenyataan firman Tuhan, menuntun mereka untuk membereskan watak rusak mereka, serta menuntun mereka untuk membereskan watak antikristus yang mereka miliki, selain dari banyak tugas penting lainnya. Namun, jika seorang antikristus muncul saat sedang melaksanakan tugas-tugas ini, maka menangani antikristus itu menjadi prioritas utama. Mereka harus terlebih dahulu menyingkapkan dan menangani antikristus tersebut, dan juga mempersekutukan aspek-aspek kebenaran lainnya. Jika gangguan dari seorang antikristus muncul dan pekerjaan lain menjadi sangat sulit untuk dilanjutkan, karena pekerjaan itu menghadapi hambatan serta campur tangan, dan antikristus tersebut sangat memengaruhi pertumbuhan hidup saudara-saudari, tatanan kehidupan bergereja, dan lingkungan tempat tugas dilaksanakan, tentu saja momok terbesar dan akar bencana ini perlu diatasi terlebih dahulu. Setelah antikristus ini dikeluarkan dan ditangani, barulah pekerjaan lain dapat berlangsung dengan normal dan teratur. Jadi, jika seorang antikristus muncul di gereja dan saudara-saudari segera mengenalinya dalam waktu singkat dan dengan suara bulat berkata, "Keluar kau, antikristus!" bukankah ini akan menghemat banyak tenaga dari para pemimpin dan pekerja? Bukankah diam-diam engkau seharusnya merasa senang? Engkau mungkin berkata, "Aku khawatir aku tidak mampu membatasi antikristus ini, si setan ini. Aku juga khawatir beberapa saudara-saudari akan disesatkan serta sangat dirugikan olehnya, dan tingkat pertumbuhanku sendiri terlalu kecil untuk menyingkapkan esensi antikristus ini, untuk menelaah hal-hal ini secara menyeluruh, dan untuk menyelesaikan masalah ini." Kini, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Dengan satu pernyataan dari saudara-saudari, masalah ini terselesaikan, dan "beban" pemimpin dan pekerja telah terangkat. Betapa baiknya hal ini! Engkau seharusnya bersyukur kepada Tuhan; ini adalah kasih karunia Tuhan! Hal seperti ini kemungkinan besar terjadi di gereja, karena ada banyak hal yang telah dibahas mengenai topik menyingkapkan antikristus, dan karena saudara-saudari tidak jauh lebih rendah daripada para pemimpin dan pekerja, seperti yang mungkin kauduga. Di bawah bimbingan firman Tuhan, mereka juga memiliki beberapa kemampuan untuk memahami kebenaran dan memecahkan masalah secara mandiri. Ketika mereka bersatu untuk mengadakan pemungutan suara dan mengusir seorang antikristus, ini adalah hal yang baik, fenomena yang baik! Para pemimpin dan pekerja tidak perlu merasa sedih, kecewa, atau negatif mengenai hal ini. Setelah mengeluarkan penghalang ini, yaitu antikristus ini, setiap langkah pekerjaan selanjutnya masih merupakan ujian yang berat bagi para pemimpin dan pekerja. Setiap tugas yang perlu mereka lakukan berkaitan dengan tanggung jawab mereka dan masalah yang berkaitan dengan kualitas serta kemampuan kerja mereka.
Perwujudan yang Pemimpin Palsu Perlihatkan Ketika Antikristus Sedang Menyebabkan Gangguan
Kita telah selesai bersekutu tentang tanggung jawab ketiga belas dari para pemimpin dan pekerja: "Melindungi umat pilihan Tuhan agar tidak diganggu, disesatkan, dikendalikan, dan sangat dirugikan oleh antikristus, serta memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi antikristus dan menolak mereka dengan segenap hati." Selanjutnya, kita akan menelaah dan menyingkapkan perwujudan jenis orang yang tidak mampu memenuhi tanggung jawab sebagai pemimpin dan pekerja, yaitu para pemimpin palsu, dengan membandingkan mereka dengan pekerjaan yang seharusnya dilaksanakan oleh para pemimpin dan pekerja. Dalam melaksanakan pekerjaan ini, ada banyak tugas yang perlu dilakukan oleh pemimpin dan pekerja, yang menuntut mereka untuk memiliki kualitas tertentu, untuk penuh perhatian, teliti, sungguh-sungguh, bertanggung jawab, mempertimbangkan beban Tuhan, memiliki hati yang penuh kasih yang melindungi umat pilihan Tuhan, dan sebagainya. Dengan memiliki kualitas-kualitas ini, barulah mereka dapat memenuhi tanggung jawab dan kewajiban mereka. Namun, pemimpin palsu benar-benar kebalikan dari hal ini; mereka tidak memiliki kualitas-kualitas ini dalam kemanusiaan mereka. Mereka mungkin memiliki kualitas tertentu, memiliki kemampuan untuk memahami kebenaran dan mengidentifikasi antikristus, atau mereka mungkin memiliki kualitas yang sedikit lebih rendah, mampu setidaknya mengidentifikasi antikristus yang jelas-jelas melakukan banyak perbuatan jahat sekalipun mereka tidak mampu sepenuhnya mengenali esensi natur dari antikristus; atau, kualitas mereka mungkin sangat buruk sehingga mereka tidak mampu mengidentifikasi atau mengetahui yang sebenarnya tentang perbedaan antara orang yang memiliki esensi antikristus dan orang yang memiliki watak antikristus. Apa pun itu, pemimpin palsu memperlihatkan dua perwujudan berikut: Pertama, mereka tidak melakukan pekerjaan nyata; kedua, mereka hanya melakukan pekerjaan urusan umum yang dangkal, tetapi sama sekali tak mampu menyelesaikan masalah nyata ataupun melakukan pekerjaan nyata. Dalam pekerjaan yang berkaitan dengan tanggung jawab ketiga belas, dua perwujudan ciri pemimpin palsu ini tetap menonjol. Selanjutnya, kita akan bersekutu tentang perwujudan spesifik apa saja yang mereka miliki.
I. Tidak Menyingkapkan dan Menangani Antikristus karena Takut Menyinggung Mereka
Ketika antikristus mengganggu, menyesatkan, mengendalikan, atau sangat merugikan umat pilihan Tuhan, perwujudan pertama pemimpin palsu adalah tidak bertindak. Apa artinya tidak bertindak? Itu berarti tidak melakukan pekerjaan nyata. Ada alasan mengapa mereka tidak melakukan pekerjaan nyata, yaitu terutama karena mereka takut menyinggung orang lain dan karena tidak berani untuk menjunjung tinggi prinsip. Setelah menjadi pemimpin, orang-orang ini mulai memamerkan kekuasaan mereka, dengan berpikir, "Kini aku memiliki status, dan aku adalah pejabat di gereja. Aku harus mengatur makanan, pakaian, tempat tinggal, dan transportasi saudara-saudari; aku harus membedakan apakah hal yang saudara-saudari katakan selaras dengan kebenaran dan sesuai dengan kepatutan orang kudus atau tidak. Aku harus melihat apakah mereka tulus kepada Tuhan, apakah kehidupan rohani mereka normal, apakah mereka melakukan doa pagi dan doa malam, apakah pertemuan rutin mereka berjalan dengan normal atau tidak; aku harus mengatur semua ini." Pemimpin palsu hanya memedulikan hal-hal ini. Dalam hal formalitas, mereka tampak memenuhi tanggung jawab sebagai pemimpin dan pekerja, tetapi ketika masalah prinsip yang esensial muncul, atau bahkan ketika antikristus muncul, pemimpin palsu bersembunyi dalam bayang-bayang tanpa bersuara sedikit pun, di mana mereka tetap diam dan berpura-pura tidak menyadari serta tidak mampu melihat apa pun. Apa pun kekeliruan yang antikristus sebarkan, mereka berpura-pura tidak mendengarnya. Ketika antikristus mengganggu, menyesatkan, dan mengendalikan umat pilihan Tuhan, mereka juga berpura-pura tidak menyadarinya, seolah-olah semua informasi ini lenyap begitu sampai kepada mereka. Mereka berpura-pura tidak mampu mengenali antikristus yang bahkan mampu dikenali oleh saudara-saudari biasa, dengan berkata, "Aku tidak dapat mengetahui yang sebenarnya tentang mereka. Bagaimana jika aku mengusir orang yang salah? Bagaimana jika aku salah mengenali saudara-saudari? Selain itu, rumah Tuhan masih membutuhkan orang-orang untuk memberikan pelayanan!" Dengan menggunakan segala macam alasan untuk melalaikan tanggung jawab sebagai pemimpin dan pekerja, mereka menghindarkan diri agar tidak perlu menangani antikristus dan tidak perlu melindungi saudara-saudari dari kerugian yang antikristus sebabkan. Bahkan ada pemimpin palsu yang berkata, "Jika aku selalu menyingkapkan antikristus, bagaimana jika mereka menghasut saudara-saudari untuk menyerangku? Dengan demikian, tak seorang pun akan memilihku dalam pemilihan berikutnya, dan aku tidak akan dapat menjadi pemimpin lagi. Pengaruhku tidak sekuat pengaruh mereka!" Untuk melindungi status dan keselamatan pribadi mereka, pemimpin palsu sama sekali tidak memenuhi tanggung jawab mereka untuk melindungi umat pilihan Tuhan, dan mereka juga tidak berusaha semaksimal mungkin untuk menghalangi antikristus agar tidak merugikan saudara-saudari. Mereka bertindak sebagai penyenang orang dan seperti kura-kura yang bersembunyi dalam cangkangnya, sementara pada saat yang sama menjadi orang yang egois dan tercela. Mereka tidak melindungi saudara-saudari tetapi begitu cermat dalam memikirkan cara untuk melindungi diri mereka sendiri. Dalam hal menangani antikristus atau memangkas dan menyingkapkan mereka sehingga saudara-saudari dapat memperoleh kemampuan untuk mengidentifikasi, mereka takut setengah mati, khawatir kehilangan status mereka, dan merasa bahwa melakukannya akan merugikan diri mereka sendiri. Mereka sepenuhnya mengabaikan kepentingan umat pilihan Tuhan, hanya mempertimbangkan kepentingan, reputasi, keselamatan mereka sendiri, dan keselamatan keluarga mereka, takut jika mereka tak sengaja menyinggung antikristus, antikristus itu akan sangat memusuhi mereka dan terpicu untuk membalas dendam. Jenis pemimpin palsu ini sebenarnya memiliki beberapa kualitas. Dengan kualitas dan wawasan yang mereka miliki, mereka sepenuhnya menyadari siapa antikristus itu, tetapi masalahnya terletak pada rasa takut mereka untuk menyinggung antikristus itu. Karena menyadari watak kejam antikristus, pemimpin palsu tidak berani menyinggung mereka. Namun, untuk melindungi diri mereka sendiri, mereka tidak ragu untuk mengorbankan kepentingan rumah Tuhan dan umat pilihan Tuhan; mereka menyaksikan dengan acuh tak acuh saat saudara-saudari diserahkan kepada antikristus, sehingga memungkinkan antikristus itu menyesatkan, mengendalikan, dan sangat merugikan saudara-saudari sesuka hatinya. Pemimpin palsu hanya sesekali berkata di balik layar kepada beberapa orang yang relatif lugu, yang memiliki kemanusiaan yang baik, dan yang tidak menjadi ancaman bagi mereka, "Orang itu adalah antikristus. Dia menyesatkan orang lain. Dia bukan orang yang baik." Namun, di depan semua saudara-saudari dan di depan antikristus itu, tidak pernah satu kali pun mereka berani berkata "tidak" kepada antikristus itu. Mereka tidak pernah berani menyingkapkan perbuatan jahat atau esensi antikristus itu. Bahkan selama pertemuan, ketika antikristus itu memonopoli pembicaraan dan berbicara selama satu atau dua jam, mereka tidak berani bersuara. Jika antikristus itu menggebrak meja dan memelototi orang-orang, mereka bahkan tidak berani bernapas terlalu keras. Dalam lingkup pekerjaan mereka, orang-orang yang tingkat pertumbuhannya kecil, yang memiliki kemanusiaan yang pengecut, dan yang ingin mengejar kebenaran tetapi belum memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi, merasa tertekan karena tidak ada pemimpin atau pekerja yang mampu bertindak untuk menyingkapkan dan mengidentifikasi perbuatan jahat antikristus. Mereka menyaksikan dengan tidak berdaya saat antikristus itu bertindak dengan sewenang-wenang di gereja, bertindak gegabah sekehendak hatinya dan mengganggu kehidupan bergereja, tanpa memiliki cara apa pun untuk melawannya. Sementara itu, pemimpin palsu tidak melakukan pekerjaan nyata dan tidak menyelesaikan masalah nyata bagi umat pilihan Tuhan. Ketika saudara-saudari mengalami kesulitan, pemimpin palsu tidak hanya gagal untuk menyingkapkan dan membatasi perbuatan jahat antikristus, tetapi mereka bahkan tidak berani mengucapkan hal adil sepatah kata pun. Sekalipun hati nurani mereka merasakan sesuatu dan sedikit menuduh mereka, dan mereka sedikit menangis ketika berdoa kepada Tuhan di balik pintu tertutup, keesokan harinya selama pertemuan, saat melihat antikristus itu mengucapkan pernyataan yang tidak bertanggung jawab tentang pekerjaan rumah Tuhan dan menghakiminya secara sewenang-wenang, bahkan secara tidak langsung menghakimi Tuhan dan menyebarkan gagasan tentang Tuhan, mereka tidak melakukan apa pun mengenainya sekalipun tahu bahwa itu salah. Bahkan ketika melihat antikristus itu menghambur-hamburkan uang persembahan, mereka bersikap acuh tak acuh. Mereka sama sekali tidak menyingkapkan atau membatasi antikristus itu, dan mereka bahkan tidak sedikit pun merasa tercela di dalam hatinya; ini sangat tidak bertanggung jawab! Siapa pun yang memiliki sedikit kesadaran hati nurani, sekalipun merasa bahwa kekuatan mereka sendiri terlalu lemah, haruslah bersatu dengan saudara-saudari yang memiliki sedikit tingkat pertumbuhan dan kemampuan mengidentifikasi untuk mempersekutukan masalah ini serta membahas bagaimana cara menangani antikristus. Namun, pemimpin palsu tidak memiliki tekad serta keberanian seperti ini, dan terlebih lagi, mereka tidak memiliki rasa tanggung jawab seperti ini. Mereka bahkan memberi tahu saudara-saudari, "Antikristus itu terlalu kejam. Jika kita menyinggung mereka, mereka akan melaporkan kita kepada pemerintah, sehingga tak seorang pun dari kita akan dapat percaya kepada Tuhan. Antikristus mengetahui lokasi pertemuan gereja, jadi kita tidak boleh memancing kemarahan mereka." Seperti inilah perilaku yang sangat buruk dari orang yang telah ditaklukkan sepenuhnya dan telah menyerah kepada antikristus, yang berkompromi dengan Iblis dan memohon belas kasihan kepadanya.
Selain melindungi diri mereka sendiri, pemimpin palsu tidak melakukan pekerjaan apa pun yang seharusnya dilakukan oleh pemimpin dan pekerja, seperti melindungi umat pilihan Tuhan dan membantu mereka untuk memperoleh kemampuan mengidentifikasi antikristus, dan mereka sama sekali tidak memenuhi tanggung jawab apa pun, tetapi mereka selalu ingin saudara-saudari memilih mereka sebagai pemimpin. Setelah menyelesaikan satu masa jabatan, mereka ingin dipilih untuk masa jabatan berikutnya. Bukankah orang semacam ini tidak tahu malu dan tidak dapat diperbaiki? Apakah orang semacam ini layak untuk menjadi pemimpin? (Tidak.) Rumah Tuhan memercayakan kawanan domba kepadamu, tetapi ketika binatang buas datang, pada saat yang kritis, engkau hanya melindungi dirimu sendiri dan menyerahkan kawanan domba tersebut kepada binatang buas itu. Engkau bertindak seperti kura-kura yang ketakutan, mencari tempat berlindung, tempat yang aman, untuk menyembunyikan dirimu. Dan sebagai akibatnya, kawanan domba itu pun terluka; ada domba yang digigit sampai mati, dan ada yang hilang. Misalkan seorang pemimpin melihat antikristus dengan tidak bermoral mengganggu pekerjaan gereja, menyesatkan dan mengendalikan umat pilihan Tuhan, tetapi mereka malah bersikap mengabaikannya begitu saja demi melindungi reputasi, status, dan penghidupannya sendiri, serta memastikan keselamatannya sendiri. Sebagai akibatnya, sebagian besar umat pilihan Tuhan disesatkan, merasa tidak berdaya, serta menjadi negatif dan lemah; beberapa bahkan ditawan oleh antikristus itu, dan beberapa tidak mau melaksanakan tugas mereka. Namun, pemimpin palsu ini tidak merasakan apa pun ketika melihat gangguan yang disebabkan oleh antikristus ini; hati nuraninya tidak merasa tertegur. Apakah pemimpin atau pekerja seperti ini memiliki kemanusiaan? Demi mencapai tujuan mereka melindungi diri sendiri, mereka tidak ragu menyerahkan umat pilihan Tuhan kepada antikristus dan membiarkan antikristus itu menyesatkan, sangat merugikan, dan menghancurkan umat pilihan Tuhan. Pemimpin macam apa ini? (Pemimpin palsu.) Bukankah ini adalah kaki tangan Iblis? Sebenarnya mereka berpihak kepada siapa? Meskipun mereka digolongkan sebagai pemimpin palsu, esensi masalah ini mungkin jauh lebih serius daripada fakta bahwa mereka adalah pemimpin palsu. Natur masalah ini adalah menyerahkan saudara-saudari kepada antikristus, sama seperti orang-orang yang ditangkap dan disiksa, lalu menjadi Yudas, menyerahkan saudara-saudari kepada si naga merah yang sangat besar untuk disakiti dengan sangat parah. Jadi, apa natur dari tindakan pemimpin palsu yang menyerahkan umat pilihan Tuhan kepada antikristus? Bukankah pemimpin palsu semacam itu sangat tercela? Dibandingkan dengan antikristus, para pemimpin palsu ini dari luarnya tidak terlihat memiliki niat untuk menentang kebenaran. Mereka tampak mampu mempersekutukan beberapa kebenaran, memiliki kemampuan untuk memahami, mampu menerapkan sedikit kebenaran, dan beberapa dari mereka bahkan mampu menanggung kesukaran dan membayar harga. Namun, ketika rumah Tuhan memercayakan kawanan domba kepada mereka, dan ketika orang-orang jahat serta para setan muncul, mereka tidak menggunakan hidup mereka sendiri untuk melakukan semua yang mereka bisa untuk melindungi umat pilihan Tuhan. Sebaliknya, mereka melakukan semua yang mereka bisa untuk melindungi diri mereka sendiri, mendorong saudara-saudari keluar untuk bertindak sebagai perisai pelindung untuk memastikan keselamatan dan kepentingan mereka sendiri. Betapa tercela dan egoisnya orang-orang ini! Dari luarnya, tampak tidak ada masalah besar dengan kemanusiaan mereka. Mereka mengasihi orang-orang, mampu menolong orang lain, rela membayar harga dan mampu menanggung kesukaran apa pun saat melaksanakan tugasnya. Namun, ketika antikristus muncul, mereka melakukan sesuatu yang tak terduga dan tak dapat dipahami: Tidak peduli bagaimana antikristus itu menyesatkan umat pilihan Tuhan atau mengganggu kehidupan bergereja, mereka tidak melakukan apa pun, dan betapa pun banyaknya orang yang telah diserang, dikucilkan, atau dirugikan oleh antikristus itu, mereka mengabaikannya. Dengan berbuat demikian, pemimpin palsu ini sepenuhnya menyerahkan umat pilihan Tuhan ke dalam kendali antikristus, membiarkan antikristus itu menyesatkan dan sangat merugikan mereka sesuka hatinya, sementara pemimpin palsu itu sendiri tidak melakukan apa pun. Ketika antikristus itu dikeluarkan dan masalahnya terselesaikan, para pemimpin palsu ini kemudian muncul untuk mempersekutukan pengenalan mereka akan diri mereka sendiri, tentang betapa mereka lemah, pengecut, takut, egois, serta licik, dan tentang betapa mereka tidak setia, tidak melindungi umat pilihan Tuhan dengan baik, dan mengecewakan Tuhan serta saudara-saudari. Mereka tampak sangat menyesal; mereka tampak telah berubah dan mampu bertobat. Namun, ketika antikristus kembali muncul, mereka mendorong saudara-saudari ke arah antikristus sama seperti yang mereka lakukan terakhir kali, dan mencari tempat yang aman bagi mereka sendiri untuk bersembunyi. Meskipun mereka sendiri tidak disesatkan atau dirugikan oleh antikristus, mereka telah melalaikan tanggung jawab mereka dan mereka telah mengkhianati amanat Tuhan, dan sikap mereka terhadap tugas, sikap mereka terhadap umat pilihan Tuhan, dan diri mereka yang sebenarnya telah sepenuhnya tersingkap. Setiap kali antikristus muncul, mereka tidak memilih untuk berpihak kepada Tuhan serta melawan antikristus itu hingga akhir, dan mereka tidak mengatakan sedikit pun hal yang seharusnya mereka katakan, atau melakukan sedikit pun pekerjaan yang seharusnya dilakukan untuk melindungi umat pilihan Tuhan agar hati nurani mereka terasa damai, dan terlebih dari itu, mereka tidak memenuhi tanggung jawab sebagai pemimpin untuk memenuhi maksud Tuhan. Semua pilihan dan tindakan para pemimpin palsu ini sepenuhnya demi menjaga status mereka sendiri agar tidak dirugikan. Mereka tidak peduli tentang hidup atau matinya umat pilihan Tuhan. Bagi mereka, semuanya baik-baik saja asalkan reputasi, kepentingan, dan status mereka sendiri tidak dirusak. Siapa yang menyingkapkan antikristus, siapa yang mengusir antikristus, bagaimana antikristus harus ditangani; semua ini seolah-olah tidak ada hubungannya dengan mereka. Mereka tidak peduli juga tidak ikut campur. Ketika antikristus mengganggu kehidupan bergereja, merugikan umat pilihan Tuhan, serta menjebak dan menyiksa orang-orang yang mengejar kebenaran, mereka mengabaikannya. Hal-hal ini tidak menjadi masalah bagi mereka; semua itu tidak apa-apa bagi mereka, selama status mereka tidak terancam. Bagaimana pendapat kalian tentang orang-orang semacam ini? Biasanya, kemanusiaan mereka tidak tampak buruk, dan mereka tampak mampu melakukan pekerjaan tertentu. Ketika menghadapi pemangkasan, mereka tampak mampu mengenal diri mereka sendiri dan memiliki sedikit hati yang menyesal. Namun, ketika menghadapi antikristus yang mengganggu gereja, mereka sepenuhnya kehilangan nalar, tidak memiliki rasa keadilan, dan bahkan tidak memiliki keberanian untuk melawan antikristus itu. Ketika melihat para setan dan Iblis, mereka berkompromi; ketika melihat orang-orang jahat yang menyebabkan gangguan, mereka menghindari orang-orang itu. Dilihat dari sikap mereka terhadap orang-orang jahat dan antikristus, jalan apa yang sebenarnya mereka tempuh? Bukankah ini sangat menggambarkan masalah mereka? (Ya.) Dari luarnya, orang semacam ini mungkin tidak terlihat seperti antikristus, tetapi sikap yang mereka perlihatkan terhadap tindakan dan perilaku orang jahat serta antikristus itu benar-benar merupakan watak antikristus, dan naturnya sangat mengerikan. Dapat dikatakan bahwa naturnya adalah melepaskan tanggung jawab serta mengkhianati umat pilihan Tuhan. Bukankah natur ini sangat serius? Apakah mereka memperlihatkan kesetiaan terhadap pekerjaan gereja dan amanat Tuhan? Apakah mereka memiliki sedikit saja sikap yang bertanggung jawab? Setiap kali dipercayakan suatu amanat atau tugas, prinsip mereka adalah berusaha agar tidak menyinggung orang lain dan melindungi diri sendiri. Inilah standar tertinggi mereka dalam berperilaku serta prinsip mereka dalam melakukan sesuatu, dan ini tidak akan pernah berubah. Mari kita kesampingkan dahulu pertanyaan apakah orang-orang semacam ini dapat diselamatkan atau tidak; hanya dilihat dari pekerjaan menangani antikristus, apakah pemimpin palsu ini layak menerima amanat Tuhan? Apakah mereka layak untuk menjadi pemimpin dan pekerja? (Tidak.) Orang-orang ini tidak layak menjadi pemimpin dan pekerja. Ini karena mereka tidak berhati nurani dan tidak bernalar, dan mereka tidak layak mengemban pekerjaan kepemimpinan gereja; mereka tidak berusaha semaksimal mungkin untuk menghalangi antikristus agar tidak merugikan umat pilihan Tuhan, dan mereka juga tidak berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi tanggung jawab ini atau tidak melakukan pekerjaan ini dengan baik untuk melindungi umat pilihan Tuhan; bukan karena mereka memiliki kualitas yang buruk dan tidak mampu melakukannya, tetapi karena mereka tidak melakukannya sama sekali. Oleh karena itu, jika dilihat dari perspektif ini, orang-orang yang takut menyinggung perasaan orang lain sama sekali tidak layak menjadi pemimpin dan pekerja. Bukankah ada cukup banyak pemimpin dan pekerja yang seperti ini? (Ya.) Ketika tidak ada hal yang terjadi, mereka menyibukkan diri dengan lebih bersemangat dibandingkan orang lain; mereka sangat sibuk sampai mereka bahkan tidak sempat menyisir rambut atau mencuci muka, seolah-olah telah mencapai taraf kerohanian yang sangat tinggi. Namun, ketika antikristus muncul, mereka menghilang; mereka mencari segala macam alasan untuk menghindar, dan sama sekali tidak menangani antikristus itu. Apa natur dari perilaku ini? Mereka tidak setia dalam pelaksanaan tugas mereka dan tidak dapat dipercaya. Pada saat-saat genting, mereka bahkan bisa mengkhianati Tuhan dan berpihak pada Iblis, menutup mata ketika pekerjaan gereja diganggu dan dirusak oleh orang jahat dan antikristus. Mereka bahkan tidak seberguna anjing penjaga. Ini adalah sejenis pemimpin palsu.
II. Tidak Mampu Mengidentifikasi Antikristus
Ada jenis pemimpin palsu lainnya, yaitu ketika antikristus muncul, mereka tidak mampu mengidentifikasi watak dan esensi apa yang mereka miliki, apa yang mereka wujudkan dan perlihatkan, jenis gangguan apa yang mereka sebabkan terhadap saudara-saudari, pernyataan, pemikiran, sudut pandang, dan perilaku mana yang dapat menyesatkan dan mengganggu saudara-saudari, metode yang antikristus gunakan untuk mengendalikan orang, dalam keadaan apa saudara-saudari dapat disesatkan, dikendalikan, dan sangat dirugikan oleh antikristus, dan sebagainya—semua ini adalah masalah yang tak mampu diidentifikasi oleh pemimpin palsu. Antikristus menyesatkan saudara-saudari; mereka dan saudara-saudari yang disesatkan itu memisahkan diri dari gereja untuk mengadakan pertemuan mereka sendiri dan membentuk kerajaan mereka sendiri. Mereka tidak menerima kepemimpinan rumah Tuhan, tidak menerima pengaturan kerja rumah Tuhan, dan tidak tunduk pada pengaturan atau bimbingan apa pun dari rumah Tuhan, dan terlebih lagi, tidak tunduk pada semua tuntutan Tuhan terhadap manusia. Namun semua tindakan antikristus untuk menyesatkan umat pilihan Tuhan tersebut tidak dianggap sebagai masalah oleh pemimpin palsu. Mereka tidak dapat melihat apa yang salah dalam situasi ini, dan terlebih lagi, mereka tak mampu melihat bagaimana perkataan, tindakan, pemikiran, dan sudut pandang antikristus itu mengganggu, menyesatkan, dan merugikan orang-orang. Mereka tidak mampu melihat dampak yang negatif ini dan tidak tahu bagaimana mengidentifikasi semua ini. Beberapa saudara-saudari biasa, karena telah melihat dan mendengar banyak hal, mampu memiliki sedikit kemampuan untuk mengidentifikasi, memiliki persepsi dan kesadaran, tetapi pemimpin palsu tidak mampu mengetahui yang sebenarnya tentang hal-hal ini. Bahkan ketika ada seseorang yang memberi tahu bahwa si Anu sedang melakukan hal-hal tertentu untuk menyesatkan orang-orang serta membentuk kelompok tertutup di balik layar, pemimpin palsu tetap menghalangi, dengan berkata, "Kita tidak boleh menyebarkan pernyataan ini. Jangan menimbulkan gangguan. Mereka memiliki hubungan yang baik—apa salahnya mereka bersekutu bersama? Kita perlu memberi orang kebebasan!" Mereka masih tak mampu mengetahui yang sebenarnya tentang hal-hal ini. Jika mereka tak mampu, mereka dapat mengamati dan mencari, serta bersekutu dengan saudara-saudari yang memahami kebenaran dan memiliki sedikit kemampuan untuk mengidentifikasi. Namun, pemimpin palsu sangat merasa diri benar. Ketika saudara-saudari mengingatkan mereka, mereka tidak menerimanya, berpikir, "Apakah kau pemimpinnya, atau aku? Karena aku yang terpilih menjadi pemimpin, aku pasti memahami kebenaran dengan lebih baik daripada orang kebanyakan. Jika tidak, mengapa aku yang terpilih bukan orang lain? Ini membuktikan bahwa aku lebih baik daripada kalian semua. Entah aku lebih tua atau lebih muda daripada kalian, kualitasku pasti lebih baik daripada kualitas kalian. Ketika seorang antikristus muncul, aku harus menjadi orang yang terlebih dahulu mengidentifikasi dirinya. Jika kalian yang terlebih dahulu mengidentifikasi, aku tidak akan menyetujui penilaian kalian. Kita akan menunggu sampai aku mengidentifikasi orang itu sebelum melakukan apa pun!" Akibatnya, antikristus itu menyebarkan banyak kesesatan dan kekeliruan di antara saudara-saudari, secara terbuka menentang pengaturan kerja rumah Tuhan, dan secara terbuka berteriak menentang dan melawan gereja, rumah Tuhan, dan pengaturan kerja dari Yang di Atas. Antikristus itu bahkan secara terbuka menarik saudara-saudari ke pihaknya untuk ambil bagian dalam pertemuan eksklusif di mana para peserta hanya mendengarkan antikristus itu sendiri yang berkhotbah, serta menerima kepemimpinannya. Bahkan mereka yang kualitasnya terburuk di gereja bisa melihat bahwa orang ini adalah antikristus. Hanya dalam situasi seperti itu, barulah pemimpin palsu mengakui: "Ya ampun, dia adalah antikristus! Mengapa aku baru menyadarinya? Tidak, aku sebenarnya menyadari hal ini sebelumnya, tetapi aku tidak mengatakan apa pun karena aku khawatir saudara-saudari masih kecil dalam tingkat pertumbuhan mereka dan tidak memiliki kemampuan mengidentifikasi." Mereka bahkan mengarang kebohongan luar biasa untuk membela diri. Jelas-jelas karena mereka sendiri mati rasa, bodoh, berkualitas buruk, dan tak mampu mengidentifikasi antikristus, maka mereka membiarkan saudara-saudari menjadi sangat dirugikan karenanya. Bukannya merasa bersalah, mereka malah menyalahkan saudara-saudari karena berbicara omong kosong, menyebarkan rumor yang tidak berdasar, menyalahpahami orang, dan sebagainya. Pemimpin macam apa ini? Bukankah mereka benar-benar bingung? Pemimpin semacam itu pada dasarnya tidak mampu memikul pekerjaan gereja. Di luarnya, mereka terlihat sering makan dan minum firman Tuhan, berdoa, menghadiri pertemuan, mendengarkan khotbah, menulis catatan rohani, dan menulis artikel kesaksian, terlihat mengerahkan banyak upaya, tetapi ketika masalah muncul, mereka tidak mampu menyelesaikannya, tidak mampu mencari kebenaran berdasarkan firman Tuhan, dan tentunya tidak mampu mengidentifikasi antikristus berdasarkan firman Tuhan. Pemimpin palsu biasanya mampu berkhotbah selama satu atau dua jam, dan ketika mempersekutukan firman Tuhan serta pengalaman mereka sendiri, mereka mampu mengoceh tanpa henti, tetapi ketika antikristus menyebarkan kesesatan dan kekeliruan, menyesatkan saudara-saudari serta mengganggu pekerjaan gereja, mereka tidak memiliki apa pun untuk dikatakan, dan tidak melakukan pekerjaan apa pun. Mereka tidak hanya gagal memberlakukan tindakan pencegahan atau menuntun saudara-saudari untuk mengidentifikasi kesesatan dan kekeliruan yang antikristus katakan, tetapi bahkan ketika melihat kekacauan dan gangguan disebabkan oleh antikristus, mereka tidak menyingkapkan atau menelaah hal-hal tersebut, juga tidak memangkas antikristus tersebut; mereka tidak melakukan pekerjaan apa pun. Apa masalahnya dengan orang-orang semacam itu? (Kualitas mereka terlalu buruk.) Sekalipun memiliki kualitas yang buruk, mereka masih menyombongkan diri bahwa mereka adalah orang yang rohani, pemimpin yang baik, orang yang mengejar kebenaran serta mencintai firman Tuhan, dan mereka tanpa malu mengeklaim bahwa mereka telah melepaskan kesenangan keluarga dan daging demi memenuhi tanggung jawab sebagai pemimpin dan pekerja. Padahal sebenarnya, mereka adalah khas pemimpin palsu yang tidak bertanggung jawab, tidak berhati nurani dan tidak bernalar, serta sangat mati rasa dan bodoh—mereka adalah orang Farisi asli yang munafik. Mereka hanya tahu cara mengkhotbahkan doktrin dan meneriakkan slogan. Ketika orang bertanya kepada mereka, mereka mampu menghasilkan sangat banyak teori yang menyesatkan orang-orang ini, tetapi kenyataan sebenarnya, mereka sama sekali tak mampu menerangkan prinsip-prinsip kebenaran dengan jelas. Meskipun demikian, mereka menganggap diri mereka memiliki kemampuan untuk memahami dan pemahaman akan kebenaran. Di dalam hatinya, mereka jelas tahu bahwa ketika orang mencari mereka untuk mendapatkan solusi atas masalah, mereka tidak mampu memberi jawaban yang sesuai dengan kebenaran, tetapi mereka tetap berpura-pura menjadi pemimpin yang baik dan orang yang rohani. Bukankah ini agak tidak tahu malu? (Ya.) Sebagian besar pemimpin palsu memiliki sifat dan masalah yang sama: tidak punya rasa malu. Mereka mengira memiliki status dan jabatan sebagai pemimpin serta mampu berbicara tentang teori-teori rohani membuat mereka menjadi orang yang rohani. Mereka menghabiskan waktu yang lebih banyak daripada orang lain untuk makan dan minum firman Tuhan, mendengarkan khotbah, dan menonton video dari rumah Tuhan, serta lebih banyak mempersekutukan firman Tuhan kepada orang lain, sehingga mereka yakin bahwa mereka mampu melaksanakan pekerjaan pemimpin dan pekerja serta memenuhi tanggung jawab pemimpin dan pekerja. Padahal sebenarnya, ketika muncul masalah besar dari antikristus yang secara tidak bermoral menyesatkan dan mengganggu umat pilihan Tuhan, mereka hanya menonton tetapi tidak berdaya untuk melakukan apa pun, dan mereka tidak tahu bagian firman Tuhan mana yang harus digunakan untuk mengaitkannya dengan antikristus serta mengidentifikasi mereka, agar saudara-saudari memperoleh kemampuan mengidentifikasi, menolak antikristus itu dengan segenap hati, dan mencegah diri mereka disesatkan dan dikendalikan oleh antikristus. Meskipun di dalam hatinya, mereka terkadang merasa sedikit panik, mereka tetap berpikir bahwa mereka telah sangat lama percaya kepada Tuhan dan telah mendengarkan banyak khotbah, dan bahwa mereka memahami kebenaran dengan lebih baik daripada orang kebanyakan serta mampu berbicara dengan fasih. Mereka sering menyombongkan diri: "Aku ini rohani. Aku mampu berkhotbah. Meskipun tidak mampu menyelesaikan masalah tentang antikristus yang menyesatkan dan mengganggu umat pilihan Tuhan, dan tidak mampu mengaitkan firman Tuhan dengan antikristus dan mengidentifikasi mereka, aku telah melakukan pekerjaan yang seharusnya kulakukan serta mengatakan apa yang seharusnya kukatakan. Asalkan saudara-saudari mampu memahami, itu bagus!" Mengenai hasil akhirnya, apakah umat pilihan Tuhan terlindungi atau tidak, di dalam hatinya, mereka tidak jelas mengenai hal ini. Mereka juga menganggap diri mereka pintar dan berpura-pura menyelesaikan masalah, tetapi pada akhirnya, mereka hanya mengucapkan banyak kata dan doktrin tanpa benar-benar menyelesaikan masalahnya. Mereka tidak mampu mempersekutukan kebenaran untuk menyingkapkan dan menelaah antikristus. Sebaliknya, mereka hanya melontarkan kata-kata dan doktrin untuk membenarkan dan membela diri, berbicara selama satu atau dua jam dan akhirnya membuat orang benar-benar bingung, dan tidak jelas bahkan tentang hal-hal yang awalnya mereka pahami. Mereka gagal menyelamatkan saudara-saudari dari penyesatan antikristus, dan mereka juga gagal memungkinkan orang-orang untuk mengidentifikasi antikristus dan dengan segenap hati menolak mereka—mereka tidak pernah mencapai hasil melindungi saudara-saudari. Sekalipun mereka menyadari akibat tersebut, mereka masih mengeklaim identitas mereka sebagai pemimpin dan tidak merendahkan diri untuk mencari kebenaran bersama orang lain, atau melaporkan masalah ke atas untuk mencari solusinya. Bukankah orang-orang semacam itu adalah bajingan? Engkau bukan apa-apa, tetapi masih berpura-pura. Untuk apa engkau berpura-pura? Karena engkau tidak mampu menjadi pemimpin. Engkau seharusnya mengundurkan diri dan pergi untuk berpura-pura di tempat lain. Engkau tidak boleh merugikan umat pilihan Tuhan! Sementara engkau berpura-pura, antikristus menggunakan kesempatan ini untuk melakukan sangat banyak kejahatan yang mengganggu dan mengendalikan orang, menyesatkan dan merugikan banyak orang! Siapa yang akan bertanggung jawab atas hal ini? Rumah Tuhan akan mencari siapa yang bertanggung jawab!
Ada seorang pemimpin dan pekerja yang tidak melakukan pekerjaan nyata apa pun ketika menangani peristiwa antikristus, dan juga tidak mampu mengidentifkasi antikristus tersebut. Selama periode saat antikristus itu menyesatkan dan mengendalikan saudara-saudari, dia tidak pernah benar-benar menyingkapkan perbuatan jahat dan esensi antikristus tersebut, dan dia juga tidak mampu menerangkan hal-hal tersebut dengan jelas. Beberapa waktu kemudian, beberapa umat pilihan Tuhan yang memiliki kemampuan mengidentifikasi menyingkapkan dan mengusir antikristus itu, dan pemimpin palsu ini merasa bahwa itu adalah prestasinya sendiri. Setelah antikristus itu diusir, dia membuat rangkuman dan mengucapkan beberapa doktrin: "Lihatlah, ketika antikristus berbicara dan bertindak, kehidupan bergereja menjadi tidak normal, orang-orang terganggu, dan mereka dirugikan dalam hidupnya. Agar tidak dirugikan oleh antikristus, kita harus mengidentifikasi tindakan, perkataan, kemanusiaan, esensi, dan sebagainya dari antikristus—kita harus memahami semua hal ini. Tuhan mengizinkan munculnya antikristus di gereja, membiarkan mereka melakukan berbagai hal dan mengungkapkan keburukan mereka sendiri, menyingkapkan antikristus tersebut, agar kita mampu memperlengkapi diri kita dengan kebenaran, bertumbuh dalam kemampuan mengidentifikasi, dan meningkatkan tingkat pertumbuhan kita sesegera mungkin—maksud Tuhan adalah dalam hal ini! Kini kita telah mengidentifikasi antikristus itu dan tidak lagi dikekang olehnya; semua orang mampu menolaknya. Ini adalah hal yang layak untuk dirayakan!" Pada akhirnya, pemimpin palsu itu berbicara dengan nada seorang pejabat dan mengutarakan rangkumannya, berbicara seolah-olah dia telah melakukan banyak pekerjaan nyata, membayar harga yang mahal, dan berperan penting dalam mengusir antikristus tersebut. Bukankah ini sedikit tidak tahu malu? Jelas dari awal hingga akhir, dia tidak mampu mengidentifikasi siapa antikristus itu; dia tidak memahami bagaimana antikristus itu menyesatkan orang, apa yang antikristus itu lakukan terhadap umat pilihan Tuhan, atau apa esensi watak dari antikristus itu, tetapi dia berpura-pura seolah-olah dia telah melakukan banyak pekerjaan. Jelas-jelas saudara-saudarilah yang mengidentifikasi antikristus itu dan mengusirnya dari gereja; jelas-jelas pemimpin palsu itu tidak berperan sebagaimana seharusnya pemimpin dan pekerja, serta tidak memenuhi tanggung jawabnya sebagai pemimpin dan pekerja, tetapi dia masih membuat rangkuman dan menjadikan dirinya yang menerima pujian, seolah-olah dialah yang telah merencanakan segalanya jauh sebelumnya dan sekarang memberi tahu saudara-saudari bahwa tindakannya itu telah membuahkan hasil dan merupakan kesuksesan besar. Bukankah ini tidak tahu malu? Mengapa engkau berbicara dengan nada bicara pejabat seperti itu? Engkau tidak melakukan pekerjaan nyata, tetapi berbicara seperti seorang pejabat. Apakah engkau pejabat dari si naga merah yang sangat besar? Bukankah orang-orang semacam itu adalah orang Farisi? (Ya.) Mereka hanya tahu cara meneriakkan slogan dan mengkhotbahkan doktrin. Ketika sesuatu terjadi, mereka bukan saja gagal memperlakukannya dengan benar, tetapi mereka juga tidak memiliki jalan penerapan. Mereka hanya melontarkan omong kosong dan menerapkan peraturan secara membabi buta; pada dasarnya, mereka tidak mampu menyelesaikan masalah apa pun. Setelah semuanya berlalu, mereka bertindak seolah-olah tidak ada yang terjadi, berpura-pura menjadi orang baik, dan menjadikan diri merekalah yang menerima pujian dengan sikap yang lancang dan tidak tahu malu. Orang-orang ini adalah khas orang Farisi. Mereka hanya mampu mengkhotbahkan doktrin, meneriakkan slogan, mengerahkan sedikit upaya, dan menanggung sedikit kesukaran, dan mereka tidak mampu melakukan pekerjaan nyata apa pun, tetapi masih berpura-pura menjadi orang yang rohani. Mereka adalah orang Farisi. Seperti itulah esensi pemimpin palsu jenis ini. Mereka mampu mengkhotbahkansangat banyak doktrin di depan semua orang, jadi mengapa mereka tidak mampu menyingkapkan dan menangani antikristus? Mereka mampu berkhotbah selama berjam-jam tanpa henti dan memiliki kefasihan yang luar biasa, jadi mengapa ketika dihadapkan dengan masalah nyata—terutama ketika dihadapkan dengan perbuatan jahat antikristus—mereka tidak mampu menanganinya, malah tampak tercengang? Apa penyebab hal ini? Itu karena kualitas mereka terlalu buruk. Seburuk apa? Mereka tidak memiliki pemahaman rohani. Mereka berpendidikan dan cerdas, cukup cerdik dalam menangani masalah eksternal, dan memiliki sedikit pemahaman tentang hukum. Namun, dalam hal yang berkaitan degan kepercayaan kepada Tuhan, hal-hal rohani, dan berbagai masalah esensial, mereka tidak mampu mengidentifikasi dan tidak mampu mengetahui yang sebenarnya tentang apa pun, dan mereka juga tidak mampu menemukan prinsip kebenaran apa pun. Ketika tidak ada masalah apa pun, mereka duduk tenang bagaikan nelayan yang menunggu hasil tangkapannya, tetapi ketika masalah muncul, mereka berperilaku sangat menggelikan, terlihat sangat gelisah, memperlihatkan penampilan yang menyedihkan. Terkadang mereka bertingkah sangat serius dan khidmat. Ketika mereka tidak bersikap khidmat, mereka tampak normal, tetapi ketika mereka bersikap khidmat, itu sebenarnya membuat orang tertawa. Ini karena ketika mereka bersikap khidmat, mereka tidak mengatakan apa pun selain hal-hal dan perkataan keliru yang tidak mengandung pemahaman rohani, yang semuanya merupakan pernyataan amatir. Namun mereka mempertahankan ekspresi yang khidmat dan serius—bukankah ini menggelikan? Jika seseorang mengajukan beberapa pertanyaan kritis untuk mereka jawab, mereka menjadi bingung dan tak mampu berkata-kata, terlihat sangat malu. Ada banyak pemimpin palsu seperti ini. Perwujudan utama mereka adalah kualitas yang buruk dan kurangnya pemahaman rohani; mereka adalah orang-orang yang bingung. Apa yang dimaksud dengan kurangnya pemahaman rohani? Jika berkaitan dengan hal-hal rohani dan hal-hal yang berkaitan dengan kebenaran, mereka seperti berusaha menerjemahkan bahasa Yunani kuno—mereka sama sekali tidak memahaminya. Meskipun demkian, mereka masih berpura-pura, dengan berkata, "Aku ini rohani, Aku sudah lama percaya kepada Tuhan. Aku memahami banyak kebenaran. Kalian adalah orang-orang yang baru percaya, kalian baru mulai percaya kepada Tuhan dan tidak memahami kebenaran. Kalian tidak dapat diandalkan." Mereka selalu menganggap diri mereka sudah lama percaya kepada Tuhan dan memahami kebenaran. Orang-orang semacam ini patut dibenci dan menggelikan. Ini mengakhiri persekutuan tentang perwujudan pemimpin palsu semacam ini.
III. Bertindak sebagai Payung Pelindung bagi Antikristus
Ada jenis lain pemimpin palsu yang jauh lebih patut dibenci. Mereka bukan saja gagal menyingkapkan antikristus, tetapi juga bertindak sebagai payung pelindung bagi antikristus, menggunakan bantuan yang penuh kasih sebagai dalih untuk membiarkan perbuatan jahat antikristus yang mengganggu pekerjaan gereja. Sebanyak apa pun kekeliruan yang antikristus sebarkan untuk menyesatkan orang, pemimpin palsu ini bukan saja tidak membantahnya atau tidak menyingkapkan mereka tetapi juga memberi kesempatan kepada antikristus itu untuk mengungkapkan sudut pandang mereka dan berbicara dengan bebas. Seperti apa pun gangguan, penyesatan, atau kerugian yang diderita umat pilihan Tuhan, mereka tetap acuh tak acuh. Bahkan ketika beberapa orang memberi tahu mereka: "Orang-orang ini adalah antikristus. Mereka adalah orang-orang yang harus dibatasi oleh rumah Tuhan; mereka tidak boleh dipromosikan atau dibina, dan mereka tentunya tidak boleh dilindungi. Mereka sudah cukup merugikan saudara-saudari. Sudah waktunya untuk menyelesaikan masalah ini dengan mereka dan sepenuhnya menyingkapkan dan menangani mereka," pemimpin palsu itu malah bangkit untuk membela antikristus itu. Dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti usia antikristus, sudah berapa tahun mereka percaya kepada Tuhan, dan berbagai kontribusi mereka sebelumnya, pemimpin palsu menggunakan berbagai dalih untuk berbicara atas nama antikristus itu dan membela mereka. Ketika pemimpin tingkat atas datang untuk menginspeksi pekerjaan atau menangani antikristus itu, pemimpin palsu menyuruh saudara-saudari untuk tidak melaporkan fakta-fakta tentang perbuatan jahat antikristus itu kepada atasan. Mereka bahkan mengambil tindakan dengan menutup gereja agar para pemimpin tingkat atas tetap tidak menyadari adanya antikristus yang sedang mengganggu gereja, dan mereka juga menghalangi saudara-saudari yang mampu mengidentifikasi agar tidak menyingkapkan antikristus itu. Apa pun dalih yang pemimpin palsu gunakan atau apa pun tujuan mereka dalam bertindak sebagai payung pelindung bagi antikristus, dengan melakukannya, mereka pada akhirnya melindungi kepentingan antikristus sembari mengkhianati kepentingan gereja dan umat pilihan Tuhan. Mereka menggunakan berbagai dalih untuk melindungi antikristus, seperti "Antikristus juga percaya kepada Tuhan dan berhak untuk berbicara di rumah Tuhan" dan "Mereka telah melakukan tugas-tugas berbahaya sebelumnya; rumah Tuhan harus mempertimbangkan kontribusi mereka di masa lalu." Mereka menghalangi saudara-saudari agar tidak mengidentifikasi antikristus itu dan tidak membiarkan pemimpin tingkat atas mengetahui tentang berbagai perbuatan jahat mereka, sementara pada saat yang sama, mereka sendiri tidak menyingkapkan dan tentu saja tidak memangkas antikristus itu. Antikristus ini mungkin adalah anggota keluarga mereka, teman dekat, atau lebih mungkin lagi, adalah orang-orang yang mereka idolakan dan yang sulit mereka lepaskan secara emosional. Seperti apa pun situasinya, selama mereka tahu bahwa orang-orang ini adalah antikristus dan tetap membela perbuatan jahat mereka, menyuruh orang lain untuk memperlakukan mereka dengan penuh kasih, dan bahkan menggunakan berbagai cara untuk memberi kesempatan kepada antikristus itu untuk menyebarkan berbagai kekeliruan untuk menyesatkan dan mengganggu umat pilihan Tuhan, perwujudan ini menunjukkan bahwa mereka sedang bertindak sebagai payung pelindung bagi antikristus. Beberapa pemimpin palsu mungkin telah melakukan sedikit pekerjaan nyata di bidang-bidang lainnya, tetapi dalam hal menangani antikristus, mereka tidak menangani antikristus berdasarkan tuntutan rumah Tuhan. Terlebih dari itu, mereka tidak memenuhi tanggung jawab sebagai pemimpin dan pekerja sebagaimana yang dituntut oleh rumah Tuhan—mereka tidak dengan semaksimal mungkin menghalangi antikristus agar tidak menyebarkan gagasan, emosi negatif, kesesatan, dan kekeliruan untuk menyesatkan orang-orang di gereja. Sebaliknya, mereka sering menjunjung tinggi doktrin-doktrin keliru yang antikristus katakan, serta pernyataan dan komentar yang didasarkan pada pengetahuan atau falsafah Iblis, sebagai hal-hal yang positif. Semua ini adalah perwujudan mereka dalam bertindak sebagai payung pelindung bagi antikristus. Tentu saja, ada juga beberapa pemimpin palsu yang tidak menangani antikristus karena menghargai pengaruh mereka di tengah masyarakat. Mereka berkata, "Kebanyakan saudara-saudari berasal dari lapisan masyarakat yang lebih rendah dan tidak memiliki pengaruh. Meskipun orang ini adalah antikristus yang memiliki kemanusiaan yang jahat, dia memiliki kuasa dan pengaruh di dunia dan dia memiliki kemampuan. Ketika saudara-saudari atau gereja menghadapi bahaya, bukankah mereka membutuhkan orang yang tangguh untuk maju dan melindungi kita? Jadi, mari kita menutup mata terhadap perbuatan salah yang dia lakukan dan tidak bersikap terlalu serius mengenainya." Pemimpin palsu bersedia bertindak sebagai payung pelindung bagi antikristus agar antikristus itu membela dan mendukung mereka—bahkan melakukan hal ini tidaklah hina bagi pemimpin palsu. Ada juga pemimpin palsu yang memiliki sudut pandang yang keliru. Mereka berkata, "Beberapa antikristus memiliki status dan pengaruh di tengah masyarakat; mereka memiliki prestise. Di gereja kita ada dua orang yang seperti itu. Meskipun mereka adalah antikristus, jika kita mengeluarkan mereka, orang-orang akan berpikir tidak ada orang yang berkemampuan di gereja kita, dan orang-orang dari kalangan beragama akan memandang rendah kita. Kita perlu mempertahankan keberadaan mereka untuk penampilan. Oleh karena itu, kedua orang ini adalah harta karun gereja kita; tak seorang pun boleh mengidentifikasi atau mengeluarkan mereka. Mereka harus dilindungi." Cara berpikir macam apa ini? Mereka menganggap antikristus sebagai orang berbakat, sehingga melindungi mereka. Bukankah para pemimpin palsu ini adalah bajingan? (Ya.) Apa pun keadaannya, selama pemimpin dan pekerja membiarkan antikristus melakukan apa pun yang mereka inginkan di gereja dan mengganggu pekerjaan gereja, mereka adalah pemimpin dan pekerja palsu. Dengan cara apa pun antikristus dan orang-orang jahat menyebarkan kekeliruan, betapa pun banyaknya orang yang disesatkan, dengan cara apa pun mereka menyerang dan mengucilkan tokoh-tokoh positif, dan betapa pun banyaknya umat pilihan Tuhan yang mereka rugikan, pemimpin palsu mengabaikannya dan berpura-pura bodoh—selama mereka dapat melindungi diri mereka sendiri, itu tidak masalah bagi mereka. Ini adalah perwujudan utama pemimpin palsu. Apa pun yang antikristus katakan dan lakukan, pemimpin palsu tidak menyingkapkan, menelaah, atau membatasi mereka agar saudara-saudari dapat mengidentifikasi dan menolak mereka. Sebaliknya, mereka memelihara antikristus seperti memelihara hewan peliharaan, melayani dan melindungi mereka seakan-akan mereka pejabat tinggi, memberi mereka lampu hijau, serta menciptakan berbagai kesempatan bagi mereka untuk bertindak. Kepentingan siapakah yang dikorbankan sementara mereka membiarkan antikristus menikmati kebebasan mereka sepenuhnya? (Kepentingan umat pilihan Tuhan.) Pemimpin palsu bukan saja gagal melindungi umat pilihan Tuhan, tetapi mereka juga membiarkan antikristus itu menjadi penanggung jawab di gereja, membuat saudara-saudari melayani antikristus seperti lembu dan kuda, seperti budak, membuat mereka mengikuti perintah antikristus, menerima pernyataan, pemikiran, dan sudut pandang mereka yang keliru, menerima kendali mereka, dan bahkan menerima diri mereka sangat dirugikan, dan sebagainya. Inilah pekerjaan yang dilakukan oleh para pemimpin palsu. Apakah mereka berusaha semaksimal mungkin untuk menghalangi umat pilihan Tuhan agar tidak sangat dirugikan oleh antikristus? Sudahkah mereka memenuhi tanggung jawab sebagai pemimpin dan pekerja? Apakah mereka telah melakukan pekerjaan melindungi umat pilihan Tuhan? (Tidak.) Singkatnya, apa pun alasannya, semua pemimpin yang memberi kepada antikristus lampu hijau untuk berbuat semaunya tanpa melakukan pekerjaan apa pun adalah pemimpin palsu. Mengapa Kukatakan bahwa mereka adalah pemimpin palsu? Karena ketika antikristus menyesatkan dan mengendalikan umat pilihan Tuhan, mereka membiarkan saudara-saudari menderita berbagai kerugian dari antikristus, tidak memenuhi amanat yang Tuhan berikan kepada mereka. Rumah Tuhan memercayakan domba-domba Tuhan, umat pilihan Tuhan, kepadamu, dan engkau tidak memenuhi tanggung jawabmu. Engkau tidak layak mengemban amanat Tuhan! Apa pun alasan atau pembenaran yang mungkin kaumiliki, jika selama masa jabatanmu sebagai pemimpin engkau bertindak sebagai payung pelindung bagi antikristus, menyebabkan saudara-saudari sangat menderita karena diganggu, disesatkan, dikendalikan, dan sangat dirugikan oleh antikristus, berarti engkau adalah orang berdosa untuk selamanya. Alasannya adalah karena, engkau bukannya tidak mampu mengidentifikasi antikristus atau mengetahui yang sebenarnya tentang esensi mereka—di dalam hatimu, engkau jelas tahu bahwa antikristus adalah Iblis dan setan, tetapi engkau tidak membiarkan umat pilihan Tuhan untuk menyingkapkan dan mengidentifikasi mereka. Sebaliknya, engkau membiarkan saudara-saudari mendengarkan, menerima, dan menaati mereka. Ini sepenuhnya bertentangan dengan kebenaran. Bukankah ini membuatmu menjadi orang berdosa untuk selamanya? (Ya.) Engkau bukan saja gagal melindungi mereka yang benar-benar melaksanakan tugas dan mengejar kebenaran, tetapi engkau juga mempromosikan antikristus untuk menjabat sebagai pemimpin dan pekerja, memelihara mereka seperti memelihara hewan peliharaan dan membuat saudara-saudari menaati perintah mereka. Rumah Tuhan memercayakan umat pilihan Tuhan kepadamu bukan untuk menyuruh mereka melayani sebagai budak antikristus, melainkan agar engkau menuntun umat pilihan Tuhan untuk melawan Iblis dan antikristus serta mengidentifikasi dan menolak antikristus, serta memungkinkan umat pilihan Tuhan untuk menjalani kehidupan bergereja yang normal, melaksanakan tugas mereka secara normal, masuk ke dalam kenyataan kebenaran, serta tunduk dan bersaksi bagi Tuhan di bawah bimbingan Tuhan. Jika engkau bahkan tidak dapat memenuhi tanggung jawab ini, apakah engkau layak disebut manusia? Namun, engkau masih ingin melindungi antikristus. Apakah antikristus itu adalah leluhurmu atau berhalamu? Sekalipun engkau memiliki hubungan darah dengan mereka, engkau harus menaati prinsip-prinsip kebenaran dan lebih mengutamakan keadilan di atas keluarga. Engkau harus merasa berkewajiban untuk memenuhi tanggung jawabmu sebagai pemimpin dan pekerja—menyingkapkan, mengidentifikasi, dan menolak antikristus, serta berusaha sekuat tenaga untuk melindungi saudara-saudari, berusaha semaksimal mungkin untuk menghalangi mereka agar tidak dirugikan oleh antikristus. Inilah yang dimaksud melaksanakan tugasmu dan menyelesaikan amanat Tuhan dengan setia; hanya dengan melakukan hal ini, barulah engkau dapat disebut pemimpin dan pekerja yang memenuhi standar. Jika engkau gagal memenuhi tanggung jawab sebagai pemimpin dan pekerja dan dengan sukarela bertindak sebagai payung pelindung bagi antikristus, apa lagi yang bisa kaulakukan selain menjadi orang berdosa untuk selamanya? Ini mengakhiri persekutuan tentang pemimpin palsu yang bertindak sebagai payung pelindung bagi antikristus. Jelaslah bahwa menempatkan orang-orang semacam itu di antara jajaran pemimpin palsu sama sekali bukannya tidak adil; ini adalah salah satu perwujudan pemimpin palsu sejati.
IV. Tidak Peduli atau Tidak Bertanya tentang Orang-orang yang Telah Disesatkan oleh Antikristus
Ada perwujudan lain dari pemimpin palsu yang jauh lebih menyebalkan. Ada pemimpin palsu yang mampu mengidentifikasi antikristus hingga taraf tertentu tetapi gagal untuk segera menangani mereka. Mereka juga gagal untuk segera menyingkapkan dan menelaah perbuatan jahat dan esensi antikristus melalui berbagai perilaku mereka, yang memungkinkan saudara-saudari untuk mengidentifikasi dan menolak antikristus tersebut. Ini saja sudah termasuk tidak memenuhi tanggung jawab sebagai pemimpin dan pekerja. Ketika beberapa saudara-saudari disesatkan dan mengikuti antikristus, pemimpin palsu ini tetap acuh tak acuh, seolah-olah itu tidak ada hubungannya dengan mereka. Selain itu, di dalam hatinya, mereka sama sekali tidak merasa tertegur atau tertuduh. Mereka tidak merasa telah mengecewakan Tuhan atau saudara-saudari. Sebaliknya, mereka sering mengucapkan kalimat klasik berikut: "Orang-orang ini disesatkan oleh antikristus. Mereka pantas mendapatkannya! Salah mereka sendiri tidak memiliki kemampuan mengidentifikasi. Sekalipun mereka tidak mengikuti antikristus, mereka tetap akan menjadi orang yang ditargetkan untuk dikeluarkan oleh rumah Tuhan." Pemimpin palsu ini bukan saja tidak merasa tertegur atau merasa bersalah setelah saudara-saudari disesatkan oleh antikristus, tetapi terlebih dari itu, mereka juga tidak merenung ataupun bertobat. Sebaliknya, mereka mengatakan hal-hal yang tidak manusiawi seperti itu, menyatakan bahwa saudara-saudari ini pantas untuk disesatkan oleh antikristus. Memperlihatkan apakah perkataan seperti ini? Apakah orang-orang ini memiliki kemanusiaan? (Tidak.) Bahwa mereka tidak memiliki kemanusiaan, itu sudah pasti. Jadi, mengapa mereka mengatakan hal-hal ini? (Untuk mengelak dari tanggung jawab.) Pertama, untuk mengelak dari tanggung jawab, untuk menyesatkan dan membuat orang menjadi mati rasa. Mereka yakin: "Orang-orang itu disesatkan oleh antikristus karena mereka tidak memiliki kemampuan mengidentifikasi, yang tidak ada hubungannya denganku. Mereka tidak mengejar kebenaran, jadi mereka pantas untuk disesatkan!" Apa artinya "pantas"? Itu berarti orang-orang ini sudah seharusnya disesatkan dan dikendalikan oleh antikristus, dan sudah seharusnya sangat dirugikan oleh antikristus—apa pun perlakuan yang mereka terima dari antikristus, mereka pantas menerimanya; sudah sepantasnya mereka mengikuti antikristus itu. Maksud mereka sebenarnya adalah bahwa orang-orang ini tidak seharusnya mengikuti Tuhan tetapi seharusnya mengikuti antikristus, bahwa adalah suatu kesalahan bagi mereka untuk mengikuti Tuhan, dan suatu kesalahan bagi Tuhan untuk memilih mereka, dan bahwa meskipun mereka telah masuk ke dalam rumah Tuhan, mereka pasti akan tetap disesatkan oleh antikristus. Bukankah inilah sebenar maksud pemimpin palsu itu? Mereka tidak hanya memfitnah saudara-saudari, tetapi juga menghujat Tuhan. Bukankah orang-orang semacam ini patut dibenci? (Ya.) Mereka benar-benar patut dibenci! Selain mengelak dari tanggung jawab serta menutupi fakta dan kenyataan sebenarnya bahwa mereka tidak melindungi saudara-saudari, mereka bahkan menyerang saudara-saudari, mengatakan bahwa orang-orang ini pantas disesatkan oleh antikristrus dan bahwa mereka tidak layak untuk percaya kepada Tuhan serta menerima keselamatan dari Tuhan. Pernyataan ini saja sudah memperlihatkan betapa kejinya karakter mereka! Meskipun mereka tidak secara langsung mengganggu, menyesatkan, atau menindas saudara-saudari seperti yang antikristus lakukan, sikap mereka terhadap saudara-saudari, terhadap amanat Tuhan, dan terhadap kawanan domba yang rumah Tuhan percayakan kepada mereka, memperlihatkan betapa tak punya perasaan dan kejam mereka sebenarnya! Tak seorang pun yang menerima pekerjaan dari Tuhan melakukannya dengan sangat mudah; itu menuntut pengorbanan dan kerja sama dari mereka yang memberitakan Injil. Itu membutuhkan banyak tenaga dan sumber daya, dan terlebih lagi, upaya Tuhan yang sungguh-sungguh di dalamnya. Tuhan-lah yang mengatur berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal serta lingkungan untuk membawa orang-orang ke hadapan-Nya. Pemimpin palsu tidak memperhatikan semua hal ini. Siapa pun yang disesatkan oleh antikristus, mereka mengabaikannya dengan satu kalimat: "Mereka pantas mendapatkannya!" Dengan berbuat demikian, mereka meniadakansemua kerja keras dari semua orang yang terlibat dan upaya Tuhan yang sungguh-sungguh, membuatnya menjadi sia-sia. Apa artinya "mereka pantas mendapatkannya"? Itu berarti, "Siapa yang menyuruhmu memberitakan Injil kepada mereka? Mereka tidak layak percaya kepada Tuhan. Memberitakan Injil kepada mereka adalah suatu kesalahan. Siapa yang menyuruh mereka mengikuti antikristus? Meskipun aku tidak melakukan pekerjaan nyata apa pun, aku juga tidak membuat mereka mengikuti antikristus. Mereka sendiri yang bersikeras melakukannya; mereka pantas mengikuti antikristus!" Kemanusiaan macam apa yang dimiliki seseorang seperti ini? Apakah mereka punya hati? Mereka adalah binatang yang tak punya perasaan, lebih buruk daripada anjing penjaga! Mereka tidak layak! Engkau semua harus memiliki kemampuan mengidentifikasi hal ini: setelah memahami bahwa orang-orang semacam itu tidak berhati nurani, tidak bernalar, dan tidak punya perasaan, engkau tidak boleh memilih mereka sebagai pemimpin. Jangan bingung! Mereka bukan saja gagal berusaha sebaik mungkin untuk mengganti kerugian dan memulihkan orang-orang yang telah disesatkan oleh antikristus, tetapi mereka juga mengatakan hal-hal yang sekejam itu—mereka sangat kejam! Masalah dengan jenis orang ini jauh lebih serius naturnya dibandingkan dengan masalah kebanyakan pemimpin palsu. Meskipun mereka tidak dapat dianggap sebagai antikristus, berdasarkan perwujudan mereka, jelaslah bahwa mereka tidak memiliki kemanusiaan dan tidak layak untuk menjadi pemimpin atau pekerja. Mereka tidak lain hanyalah pengkhianat yang buruk dan tak tahu berterima kasih! Mereka tidak tahu apa yang dimaksud dengan amanat Tuhan, juga tidak memiliki kesadaran tentang pekerjaan apa yang seharusnya mereka lakukan. Mereka tidak memperlakukannya dengan berhati nurani dan bernalar; mereka tidak layak menjadi pemimpin umat pilihan Tuhan dan tidak layak menerima amanat Tuhan. Yang terutama, pemimpin palsu tidak memiliki kasih terhadap umat pilihan Tuhan. Ketika saudara-saudari disesatkan, mereka bahkan menendang saudara-saudari saat mereka sedang terpuruk, mengatakan sesuatu seperti "Mereka pantas mendapatkannya," tanpa sama sekali bersimpati terhadap mereka. Jika melihat orang lain ditimpa kemalangan atau kesulitan, orang-orang semacam ini tidak akan membantu, tetapi malah akan menendang mereka saat mereka sedang terpuruk. Hati nurani mereka sama sekali tidak akan merasa tertegur, dan mereka akan terus menjadi pemimpin dengan cara yang sama seperti yang selalu mereka lakukan, Bukankah ini tidak tahu malu? (Ya.) Apalagi saudara-saudari, sekalipun yang sangat dirugikan oleh setan adalah orang tidak percaya yang baik hati, sebagai orang yang percaya kepada Tuhan dan makhluk ciptaan, orang yang memiliki kemanusiaan yang normal akan merasa bersimpati; terlebih lagi hati mereka akan merasa sakit jika saudara-saudari—orang yang benar-benar percaya kepada Tuhan—yang disesatkan dan dirugikan oleh antikristus. Para pemimpin palsu ini tidak melakukan pekerjaan nyata selama masa antikristus melakukan kejahatan dan merugikan umat pilihan Tuhan. Mereka tidak menyingkapkan, juga tidak menelaah perbuatan jahat dan esensi antikristus, dan terlebih lagi, tidak merasa terbeban untuk membantu saudara-saudari agar memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi antikristus dan menolak mereka dengan segenap hati. Mereka tidak merasa bertanggung jawab mengenai hal ini. Bahkan ketika beberapa orang disesatkan oleh antikristus, mereka hanya melontarkan komentar dingin dan tidak berperasaan, "Mereka pantas mendapatkannya." Benar-benar menyebalkan! Untuk mengelak dari tanggung jawab, melindungi diri mereka sendiri, menyesatkan dan membuat lebih banyak orang menjadi mati rasa, dan untuk menghindarkan diri mereka dikutuk oleh Tuhan, mereka mengatakan hal-hal tidak yang manusiawi semacam itu. Bukankah ini patut dibenci? (Ya.) Apa pun yang kaukatakan, engkau tidak memenuhi tanggung jawabmu, dan engkau tidak melakukan pekerjaanmu dengan semestinya—seperti inilah perwujudan pemimpin palsu; mencoba sekeras apa pun, engkau tidak dapat menyangkal hal ini. Engkau adalah seorang pemimpin palsu.
Beberapa pemimpin palsu bukan saja bertindak dengan tidak punya perasaan, tidak punya hati, dan tidak bertanggung jawab setelah beberapa saudara-saudari disesatkan oleh antikristus, dengan mengatakan bahwa orang-orang ini pantas untuk disesatkan, tetapi bahkan ketika pengaturan kerja rumah Tuhan mengharuskan mereka untuk memenuhi tanggung jawab dengan memulihkan orang-orang di antara mereka yang memiliki kemanusiaan yang relatif baik dan harapan untuk dipulihkan dengan semaksimal mungkin, pemimpin palsu ini tetap tidak melakukan pekerjaan nyata. Bahkan ketika ada orang-orang yang memohon untuk kembali ke gereja, mereka tetap acuh tak acuh dan tidak menghiraukannya, tidak memperlakukan kehidupan orang lain sebagai hal paling berharga yang harus dihargai. Mereka gagal memulihkan saudara-saudari yang telah disesatkan dengan semaksimal mungkin. Mereka tidak mampu memenuhi tanggung jawab ini, dan tidak berusaha untuk melakukannya. Meskipun pengaturan kerja rumah Tuhan berulang kali mengharuskan agar pekerjaan ini dilakukan dengan baik, pemimpin palsu tetap tidak bergerak, tidak mengambil tindakan, dan tidak melakukan pekerjaan apa pun. Akibatnya, beberapa orang yang telah disesatkan oleh antikristus dan telah diisolasi atau dikeluarkan tetap tidak dapat kembali ke rumah Tuhan dan belum menjalani kehidupan bergereja yang normal. Tentu saja, ada beberapa orang yang memang tidak memenuhi syarat untuk dipulihkan oleh rumah Tuhan dalam berbagai aspek, tetapi ada orang-orang lain yang dapat dipulihkan. Jika, melalui bantuan yang penuh kasih dan dukungan yang sabar, mereka mampu memahami kebenaran, mengidentifikasi, dan menolak antikristus, mereka dapat dipulihkan. Namun, karena pemimpin dan pekerja tidak melakukan pekerjaan nyata, tidak menerapkan pengaturan kerja rumah Tuhan, dan tidak menganggap penting kehidupan orang-orang ini, beberapa orang tetap dibiarkan berkeliaran di luar. Pemimpin dan pekerja ini mengabaikan pengaturan kerja rumah Tuhan dengan menggunakan berbagai dalih. Mereka bahkan mengabaikan saudara-saudari yang ingin kembali ke gereja dan yang memenuhi persyaratan gereja untuk diterima. Mereka mengemukakan segala macam dalih, mengatakan bahwa orang-orang ini memiliki kemanusiaan yang buruk, menghadapi risiko keamanan, suka berdandan, menikmati kesenangan daging, menyukai status, dan sebagainya. Dengan menggunakan dalih dan alasan yang dibuat-buat ini, mereka menolak membiarkan orang-orang ini kembali ke gereja. Orang-orang ini telah disesatkan dan dikendalikan oleh antikristus, tetapi tersesatnya mereka tidak menjadi masalah bagi pemimpin palsu. Mereka sama sekali tidak punya rasa tanggung jawab atau tidak memiliki perasaan hati nurani. Mungkin mereka beranggapan bahwa memulihkan orang-orang ini sulit dan berbahaya, atau mungkin di dalam hatinya, mereka merasa tidak rela dan tidak setuju. Apa pun itu, karena berbagai alasan, mereka sama sekali tidak menerapkan pengaturan kerja rumah Tuhan yang disebutkan di atas. Inilah perwujudan pemimpin palsu semacam itu. Mereka bukan saja gagal untuk bekerja sama secara aktif dan memenuhi tanggung jawab mereka yang berkaitan dengan tugas apa pun yang diberikan oleh Tuhan atau rumah Tuhan, tetapi ketika seseorang menyingkapkan kelalaian mereka terhadap tanggung jawab, mereka membela diri, mengatakan hal-hal untuk mengelak dari tanggung jawab serta membenarkan diri mereka sendiri untuk menutupi yang sebenarnya tentang kelalaian mereka. Bukankah pemimpin palsu semacam ini bahkan terlebih lagi patut dibenci? (Ya.) Singkatnya, pemimpin palsu ini juga lalai dalam menangani antikristus yang sangat merugikan umat pilihan Tuhan, sama sekali tidak melakukan pekerjaan nyata. Mereka mengabaikan setiap rincian pekerjaan yang dituntut oleh rumah Tuhan. Mereka tidak bersedia menanggung kesukaran atau tidak mau membayar harga, lebih suka berbuat sekehendak hati dan bertindak semaunya—melakukan sedikit jika mereka suka dan tidak melakukan apa pun jika mereka tidak suka. Mereka sepenuhnya mengabaikan pengaturan kerja rumah Tuhan, tidak menghiraukan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan oleh rumah Tuhan kepada mereka, dan terutama mengabaikan maksud dan tuntutan Tuhan. Orang-orang ini tidak memiliki kemanusiaan dan tidak berhati nurani; mereka adalah mayat hidup. Beranikah engkau semua memercayakan hal yang utama dalam hidupmu, yakni mengejar kebenaran dalam kepercayaanmu kepada Tuhan, kepada orang-orang yang tidak memiliki kemanusiaan? (Tidak.) Sekalipun mereka tidak menyerahkanmu kepada antikristus, akankah mereka berusaha sekuat tenaga untuk berjuang melawan antikristus ketika mereka menyesatkan dan sangat merugikan umat pilihan Tuhan? Tidak, mereka tidak akan melakukannya, karena orang-orang semacam itu adalah binatang yang tak punya perasaan dan yang tidak memiliki rasa tanggung jawab. Mereka melayani sebagai pemimpin hanya untuk mendapatkan keuntungan bagi diri mereka sendiri.
Pemimpin palsu terkadang menunjukkan perhatian kepada saudara-saudari; mereka bertanya kepada saudara-saudari apakah ada yang mereka butuhkan, bagaimana keadaan mereka dalam hal makanan, akomodasi, dan sebagainya. Mereka cukup perhatian dalam hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, tetapi dalam hal yang berkaitan dengan amanat Tuhan, dengan hidup dan matinya saudara-saudari, dan dengan prinsip-prinsip kebenaran, mereka tetap acuh tak acuh, dan tidak melakukan apa pun, siapa pun yang meminta mereka untuk melakukannya. Mereka hanya memedulikan kesenangan daging, makanan, pakaian, tempat tinggal, transportasi, atau keuntungan materi orang lain, dan mereka hanya mengurusi hal-hal semacam itu. Ada orang-orang yang berkata, "Firman-Mu bertentangan. Bukankah Kaukatakan bahwa mereka tidak punya perasaan? Akankah orang yang tidak punya perasaan bersedia melakukan hal-hal ini untuk orang lain?" Apakah orang yang tak punya perasaan akan begitu berbaik hati melakukan hal-hal ini untuk semua orang? (Tidak.) Sebenarnya, beberapa orang yang tak punya perasaan memang akan melakukan hal-hal ini, dan ada dua alasan mengapa mereka melakukannya. Pertama, karena saat melakukan sesuatu untuk semua orang, mereka juga sedang melakukan sesuatu untuk diri mereka sendiri dan mereka mendapat keuntungan dari hal ini. Jika mereka tidak dapat memperoleh keuntungan apa pun dari melakukan sesuatu, lihat dan amati apakah mereka akan tetap melakukannya—mereka akan segera berubah sikap dan berhenti melakukannya. Selain itu, uang siapakah yang mereka gunakan untuk melakukan hal-hal ini dan untuk mencari keuntungan bagi semua orang? Rumah Tuhanlah yang harus membayar tagihannya. Bermurah hati dengan menggunakan sumber daya rumah Tuhan adalah keahlian khusus orang-orang ini. Bagaimana mungkin mereka tidak melakukan hal-hal ini jika mereka sendirilah yang mendapat keuntungan? Pada saat mereka mencari keuntungan bagi semua orang, mereka sebenarnya sedang melakukan sesuatu untuk diri mereka sendiri. Mereka tidak sebaik hati itu mau mencari keuntungan bagi orang lain! Jika mereka benar-benar mencari keuntungan bagi semua orang, mereka seharusnya tidak memiliki motif yang egois, dan mereka seharusnya menangani masalah berdasarkan prinsip-prinsip rumah Tuhan. Namun, mereka malah selalu mencari keuntungan bagi diri mereka sendiri, dan mereka tidak memikirkan jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan. Selain itu, mereka melakukan sesuatu untuk semua orang adalah agar orang-orang menghargai mereka dan berkata, "Orang ini mencari keuntungan bagi kami dan berusaha untuk melindungi kepentingan kami. Jika kami kekurangan sesuatu, kami seharusnya memintanya untuk mengurusnya. Dengan adanya orang ini di sekitar kami, kami tidak akan mengalami perlakuan buruk." Mereka melakukan hal-hal ini agar semua orang berterima kasih kepada mereka. Dengan bertindak seperti ini, mereka memperoleh ketenaran dan keuntungan, jadi mengapa mereka tidak melakukan hal-hal ini? Jika mereka mencari keuntungan bagi semua orang, tetapi tak seorang pun tahu bahwa itu adalah perbuatan mereka, dan semua orang berterima kasih kepada Tuhan dan tak pernah seorang pun merasa bersyukur kepada mereka, apakah mereka akan tetap melakukannya? Mereka pasti tidak akan berminat untuk melakukannya; diri mereka yang sebenarnya akan tersingkap. Ketika orang-orang seperti ini melakukan apa pun, esensi natur mereka sepenuhnya tersingkap. Oleh karena itu, ketika antikristus mengganggu gereja, mereka pasti tidak akan pernah melakukan pekerjaan nyata apa pun untuk melindungi umat pilihan Tuhan.
Baru saja kita bersekutu bahwa setelah umat pilihan Tuhan mengalami diri mereka disesatkan, dikendalikan, dan dirugikan oleh antikristus, para pemimpin palsu tetap menutup mata terhadap semua itu. Mereka sama sekali tidak memikirkan cara untuk memulihkan umat pilihan Tuhan, juga tidak memenuhi kewajiban dan tanggung jawab mereka. Mereka hanya mempertimbangkan perasaan, suasana hati, dan kepentingan mereka sendiri. Mereka tidak memenuhi tanggung jawab dan tidak mau bertanggung jawab atas perbuatan mereka; sebaliknya, mereka mengelak dari tanggung jawab dan menghindarinya. Dan mereka bahkan menghakimi umat pilihan Tuhan setelah mereka disesatkan dan dikendalikan oleh antikristus, mengatakan bahwa orang-orang ini tidak benar-benar percaya kepada Tuhan, untuk mengelak dari tanggung jawab mereka sendiri, tanpa sedikit pun merasa bersalah dalam hati nurani mereka. Para pemimpin palsu ini adalah yang paling patut dibenci. Berbagai macam perwujudan pemimpin palsu yang telah kita bahas ini semuanya sangat menjijikkan, tetapi jenis orang yang terakhir ini sama sekali tidak memiliki kemanusiaan. Orang seperti ini adalah binatang yang tak punya perasaan, binatang buas berpakaian manusia; mereka tidak dapat dianggap sebagai bagian dari umat manusia, tetapi harus digolongkan sebagai binatang buas. Mengapa mereka tidak memenuhi tanggung jawab? Karena mereka tidak memiliki kemanusiaan, tidak berhati nurani atau tidak bernalar. Tanggung jawah, kewajiban, kasih, kesabaran, belas kasihan, melindungi saudara-saudari—tak satu pun dari hal-hal ini ada di dalam hati mereka; mereka tidak memiliki kualitas-kualitas ini. Tidak memiliki kualitas tersebut dalam kemanusiaan mereka sama saja dengan tidak memiliki kemanusiaan. Inilah perwujudan jenis pemimpin palsu yang keempat.
Kurang lebih, inilah empat jenis perwujudan pemimpin palsu yang perlu untuk disingkapkan dalam tanggung jawab ketiga belas dari para pemimpin dan pekerja. Tentu saja, ada beberapa perwujudan lainnya yang serupa, tetapi keempat jenis ini pada dasarnya sudah dapat mewakili berbagai perwujudan pemimpin palsu dalam melaksanakan pekerjaaan ini, serta esensi kemanusiaan mereka. Sebanyak apa pun penggolongan yang kita buat untuk membagi perwujudan mereka, bagaimanapun juga, dua perwujudan pemimpin palsu yang paling menonjol berikut tetap dapat ditemukan dalam keempat penggolongan ini: salah satunya adalah mereka tidak melakukan pekerjaan nyata, dan yang lainnya adalah mereka tidak mampu melakukan pekerjaan nyata. Inilah kedua perwujudan pemimpin palsu yang paling menonjol. Seperti apa pun kemanusiaan dan kualitas pemimpin palsu, dan dengan cara apa pun mereka memperlakukan kebenaran, dalam hal apa pun, kedua perwujudan ini terwujud di dalam keempat penggolongan ini. Inilah akhir dari pembahasan tentang menyingkapkan pemimpin palsu dalam persekutuan kita hari ini tentang tanggung jawab ketiga belas dari para pemimpin dan pekerja.
Lampiran: Menjawab Pertanyaan
Adakah yang ingin engkau semua tanyakan? (Tuhan, aku ingin bertanya. Di awal pertemuan, Tuhan bertanya kepada kami apa perbedaan antara orang yang memiliki watak antikristus dan antikristus yang sebenarnya, dan apa ciri khas dari esensi antikristus. Pada saat itu, kami merasa pikiran kami kosong, dan setelah merenungkannya sejenak, kami hanya dapat memikirkan beberapa kata dan doktrin yang sangat sederhana. Sampai saat ini, Tuhan telah mempersekutukan kebenaran tentang menyingkapkan antikristus selama lebih dari setahun, tetapi kami hanya mampu memahami dan menerapkan sangat sedikit darinya. Salah satu alasannya karena kami belum berusaha keras untuk memahami kebenaran ini, dan alasan lainnya karena kami hanya pernah bertemu dengan relatif sedikit antikristus dan belum memahami kebenaran ini dengan melihat bagaimana mengaitkannya dengan situasi nyata. Oleh karena itu, bahkan sekarang pun kami belum benar-benar memiliki jalan masuk ke dalam kebenaran ini, kami belum banyak memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi antikristus, dan ada banyak perwujudan watak antikristus dalam diri kami sendiri yang belum kami identifikasi. Aku ingin bertanya bagaimana cara mengatasi masalah ini.) Untuk aspek kebenaran apa pun, engkau harus memiliki beberapa pengalaman nyata dan pengetahuan berdasarkan pengalaman, serta mencari pemahaman sejati, agar firman kebenaran itu terukir dalam hatimu. Proses memperoleh kebenaran selalu seperti ini. Hal-hal yang mampu kauingat adalah hal-hal yang telah kauperoleh melalui pengalamanmu; itu adalah kesan yang paling mendalam. Oleh karena itu, ketika kita mempersekutukan topik tentang antikristus pada hari ini, Aku menyuruhmu untuk meninjau ulang pembahasan ini terlebih dahulu. Engkau semua mampu mengingat sebagian darinya. Dari hal-hal yang mampu kauingat, beberapa di antaranya bersifat teoretis bagimu, tetapi tentu saja ada beberapa perwujudan antikristus yang kurang lebih dapat kaucocokkan dengan kehidupan nyata—semua orang harus mengalaminya dengan cara seperti ini. Keadaan normal bagi orang-orang adalah bahwa sebaik apa pun mereka tampaknya memahami saat mendengarkan khotbah, mereka hanya memahami secara teoretis dan dalam hal doktrin, dan mereka tidak memiliki pengetahuan tentang kebenaran. Kapan orang mampu memahami kebenaran? Hanya setelah orang mengalami hal-hal ini, barulah mereka dapat memiliki pengetahuan nyata. Tanpa mengalami keadaan nyata, tak seorang pun dapat memperoleh pengetahuan. Oleh karena itu, dalam mempersekutukan topik tentang antikristus pada hari ini, perlu untuk sedikit meninjau ulang dan memberimu pengingat sederhana. Setelah ini, entah kita bersekutu tentang tanggung jawab para pemimpin dan pekerja atau tentang berbagai perwujudan pemimpin palsu, itu setidaknya tidak akan terlalu kosong bagimu—itu saja. Namun, engkau semua masih perlu untuk diperhadapkan dengan berbagai perwujudan antikristus. Ada orang-orang yang berkata, "Jika Tuhan tidak mengatur beberapa orang, peristiwa, dan hal-hal nyata, di mana kami dapat diperhadapkan dengan hal-hal tersebut? Kami tidak dapat mencari sendiri para antikristus itu, bukan?" Engkau tidak perlu mencari mereka. Solusi paling sederhana adalah ketika engkau bertemu dengan antikristus, berusahalah sebaik mungkin untuk mencocokkan mereka dengan firman Tuhan. Cocokkan perwujudan lahiriah, pernyataan, tindakan, dan watak mereka, serta pemikiran dan sudut pandang mereka, dan bahkan cara mereka berperilaku dan berinteraksi dengan orang lain, gaya hidup mereka dan sebagainya—yang berarti, cocokkan semua itu dengan kelima belas perwujudan antikristus yang telah kita bahas. Cocokkan sebanyak yang mampu kaulakukan. Seperti inilah pemahaman manusia: mereka tidak mampu mengingat banyak hal dari ingatan karena ingatan manusia terbatas. Orang mampu berbicara dengan sempurna tentang sesuatu yang benar-benar telah mereka peroleh melalui pengalaman secara langsung. Sebanyak apa pun yang mereka katakan, itu tidak berdasarkan ingatan melainkan berdasarkan pengalaman dan apa yang telah mereka alami. Hal-hal yang telah mereka peroleh ini adalah yang paling dekat dengan kebenaran dan dengan apa yang benar secara faktual—ini adalah hal-hal yang orang peroleh melalui pengalaman. Selain dari ini, hal-hal yang sesuai dengan gagasan dan imajinasi manusia dan hal-hal yang berdasarkan pengetahuan, semua itu tidaklah sesuai dengan kebenaran, sekalipun itu sudah bertahun-tahun menempati posisi dominan dalam pikiranmu setelah memasukinya terlebih dahulu. Ketika engkau benar-benar memahami kebenaran, hal-hal ini akan disingkirkan dan dibuang. Namun hal-hal yang dekat dengan kebenaran dan sesuai dengan kebenaran, yang telah kauperoleh melalui pengalaman, adalah hal-hal yang berharga. Entah engkau semua mampu memahami sepenuhnya pertanyaan yang Kuajukan hari ini atau tidak, pasti ada sebagian dari topik tentang mengidentifikasi antikristus yang mampu engkau semua pahami, karena engkau semua pernah mengalami beberapa penyesatan dan gangguan dari antikristus. Ini telah memberimu sedikit kemampuan untuk mengidentifikasi, dan ketika engkau bertemu dengan antikristus yang melakukan kejahatan dan mengganggu pekerjaan gereja, kebenaran-kebenaran ini dapat menjadi efektif bagimu. Firman ini hanya dapat menjadi efektif bagimu ketika engkau mengalami lingkungan nyata. Jika engkau belum mengalami penyesatan antikristus dan hanya membayangkan tindakan mereka di benakmu, ini tidak ada gunanya. Sebaik apa pun imajinasimu, bukan berarti engkau akan mampu mengidentifikasi hal-hal tersebut. Hanya ketika menghadapi lingkungan nyata, barulah orang akan bereaksi secara naluriah, menggunakan pemikiran dan sudut pandang mereka sendiri, beberapa teori yang telah diperhadapkan pada mereka, dan beberapa doktrin, metode, dan cara yang telah mereka pelajari, untuk menghadapi dan menangani hal-hal ini, dan akhirnya membuat berbagai pilihan. Namun, sebelum orang mengalami situasi ini, sudah cukup baik jika mereka memiliki pemahaman dan kesan yang murni tentang berbagai teori. Ada orang-orang yang berkata, "Apa gunanya Engkau berfirman begitu banyak sebelum kami bertemu dengan antikristus?" Ini berguna. Bukankah firman yang menyingkapkan antikristus dicetak dalam sebuah buku? Apakah firman tersebut adalah sesuatu yang mampu kaualami dan pahami sepenuhnya dalam satu atau dua hari? Tidak. Tujuan mencetaknya dalam buku adalah untuk menyelamatkanmu dan memungkinkanmu untuk sering membaca firman ini, memahami kebenaran ini, dan membaca firman Tuhan serta menerima perbekalan hidup ketika engkau menghadapi berbagai situasi di masa depan—entah itu peristiwa dengan antikristus, kesulitan dalam mengubah watakmu sendiri, atau hal lainnya. Firman Tuhan dalam buku ini adalah sumber bagimu untuk mengalami dan menangani hal-hal ini dan untuk masuk ke dalam aspek-aspek kebenaran ini, Seberapa banyak yang dapat kaupahami ketika mendengarkan khotbah, itu tidak merepresentasikan seberapa banyak kenyataan yang kaumiliki. Jika engkau tidak mampu memahami atau mengingat sesuatu pada suatu waktu, bukan berarti engkau tidak akan pernah mengalaminya atau tidak akan pernah memahaminya di masa depan. Singkatnya, engkau semua harus memahami bahwa hanya hal-hal yang orang peroleh melalui pengalaman dan ketahui berdasarkan firman Tuhan yang ada kaitannya dengan kebenaran. Hal-hal yang orang ingat dan hal-hal yang mereka pahami di benak mereka sebagian besar tidak ada kaitannya dengan kebenaran; hal-hal tersebut hanyalah bersifat doktrin. Apa yang terpenting dalam hal kebenaran? Yang terpenting adalah pengalaman dan jalan masuk. Mengenai aspek kebenaran apa pun, ketika orang benar-benar mengalaminya, panen akhir mereka adalah buah kebenaran dan jalan bagi kelangsungan hidup mereka. Oleh karena itu, tidak mengingatnya bukanlah suatu masalah.
Jika Aku mulai membahas topik utama secara langsung di awal pertemuan, bukankah engkau semua tidak akan mampu bereaksi pada saat itu juga? Oleh karena itu, Aku perlu menggunakan beberapa metode dan bertanya kepadamu terlebih dahulu, "Apakah engkau ingat apa perbedaan antara orang yang memiliki esensi antikristus dan orang yang memiliki watak antikristus?" Tujuan-Ku mengajukan pertanyaan ini terlebih dahulu bukanlah agar engkau tercengang atau membuatmu tersingkap, melainkan untuk memberimu petunjuk. Kemudian, kita meninjau ulang, dan beberapa orang lambat laun mengingat: "Sebelumnya, kita bersekutu tentang bagaimana antikristus memperlakukan kebenaran, dan seperti apa kemanusiaan antikristus itu." Beberapa pembahasan tentang antikristus telah meninggalkan kesan mendalam dalam dirimu; pembahasan ini menunggu untuk digunakan olehmu ketika engkau mengalami hal-hal semacam itu, untuk menjadi panduan dan arah bagi penerapanmu. Namun, ada jauh lebih banyak pembahasan yang sama sekali tidak berkesan bagimu setelah engkau pertama kali mendengarkannya. Pembahasan ini juga perlu untuk dialami. Ketika engkau menjalani pengalaman ini dan kemudian makan dan minum, serta mendoa-bacakan firman ini, engkau akan memperoleh lebih banyak. Apakah pembahasan ini berkesan atau tidak bagimu, setelah engkau mengalami hal-hal ini, semua itu akan bercampur menjadi satu. Doktrin yang kauingat akan menjadi pemahaman nyatamu dan keuntungan bagimu setelah engkau mengalaminya. Mengenai pembahasan yang tidak berkesan bagimu, setelah mengalaminya sekali, engkau mungkin akan mendapatkan kesan tertentu, tetapi itu hanya akan berupa sedikit pengetahuan panca indrawi. Pengetahuan panca indrawi ini hanya dapat bertahan pada tingkat doktrin. Pengetahuan itu akan tetap ada ketika engkau kembali mengalami hal serupa, di mana pada saat itu, pengetahuan tersebut akan menuntunmu, memberimu arah, dan membekalimu dengan suatu jalan penerapan. Mengalami firman Tuhan dan mengalami kebenaran adalah proses semacam ini. Apakah memalukan bahwa engkau semua tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan yang Kuajukan? Itu tidak memalukan. Jika engkau semua mengajukan pertanyaan kepada-Ku secara tiba-tiba, perlu juga bagi-Ku untuk merenungkannya pada saat itu, mempertimbangkan apa maksud pertanyaan itu dan aspek kebenaran apa yang berkaitan dengannya. Otak dan pikiran manusia bekerja seperti ini—mereka perlu waktu untuk menanggapi. Sekalipun itu adalah sesuatu yang sangat kaukenal, jika engkau sudah bertahun-tahun tidak mengalaminya, engkau akan tetap membutuhkan waktu untuk menanggapi saat engkau tiba-tiba mengalaminya kembali. Betapa pun mendalamnya pengalamanmu, jika engkau kembali mengalaminya beberapa hari atau beberapa tahun kemudian, engkau akan tetap membutuhkan waktu untuk menanggapi—apalagi, pemahamanmu tentang topik antikristus ini hanyalah pada tingkat kata-kata dan doktrin, engkau belum mampu mencocokkannya dengan antikristus yang kautemui dalam kehidupan nyata, dan dapat dikatakan bahwa engkau pada dasarnya belum mampu mengidentifikasi antikristus. Jadi, kebenaran-kebenaran ini masih menunggumu untuk mengalaminya secara nyata—baru setelah itulah, engkau dapat memverifikasi keautentikan dan keakuratan firman Tuhan. Sebagai contoh, kita sebelumnya bersekutu bahwa antikristus bersikeras tidak mau bertobat. Misalkan engkau sudah hafal pernyataan ini dan engkau berkata, "Tuhan berfirman bahwa antikristus bersikeras tidak mau bertobat. Mereka akan menentang dan melawan Tuhan sampai akhir. Mereka tidak menerima kebenaran dan tidak akan pernah mengakui bahwa firman Tuhan adalah kebenaran, apa pun yang terjadi. Mereka muak akan kebenaran." Bahwa engkau memahami, menerima, atau terkesan akan pernyataan ini, itu hanyalah bersifat doktrinal; itu hanyalah sedikit pengetahuan panca indrawi. Dalam alam bawah sadarmu, engkau merasa bahwa pernyataan ini benar, tetapi perkataan spesifik apakah yang antikristus ucapkan, watak rusak manakah yang mereka perlihatkan, dan natur apakah yang mendorong mereka, dan sebagainya, yang cocok dan berkaitan dengan firman Tuhan yang menyingkapkan antikristus? Manakah dari antara semua itu yang menunjukkan bahwa penyingkapan Tuhan itu sesuai dengan fakta? Ini mengharuskanmu untuk bertemu langsung dengan seorang antikristus, atau mendengar dari para pengamat tentang perbuatan dan perkataan antikristus, untuk pada akhirnya kausadari bahwa, "Firman Tuhan itu sangat nyata, itu sepenuhnya benar. Orang ini sudah beberapa kali digolongkan sebagai antikristus dan diberhentikan. Meskipun dia belum diusir atau dikeluarkan, perwujudan dan apa yang diperlihatkannya menunjukkan bahwa dia sama sekali tidak menerima kebenaran, bersikeras tidak mau bertobat, dan dia bukan saja memiliki watak antikristus tetapi juga memiliki esensi natur antikristus—dia benar-benar antikristus sejati." Dan pada suatu hari, ketika orang itu diusir, engkau menegaskan di dalam hatimu: "Firman Tuhan sangat akurat! Orang yang memiliki watak antikristus dapat berubah, tetapi orang yang memiliki esensi antikristus tidak akan berubah." Firman ini berakar dalam hatimu. Firman ini bukan sekadar ingatan atau sedikit kesan, juga bukan hanya semacam pengetahuan panca indrawi. Sebaliknya, engkau benar-benar memahami dan menerima firman Tuhan bahwa, "Antikristus itu tidak akan pernah berubah; mereka akan melawan Tuhan sampai akhir. Tidak heran mereka tidak pernah memiliki pencerahan atau terang ketika melaksanakan tugas mereka atau sama sekali tidak memperlihatkan adanya pertumbuhan—mereka bertekad untuk menempuh jalan mereka sendiri. Ini benar-benar adalah antikristus!" Ketika engkau memverifikasi keakuratan firman Tuhan, engkau berpikir: "Firman Tuhan benar-benar adalah kebenaran. Firman ini benar. Amin!" Apa artinya bagimu mengatakan Amin? Itu berarti melalui pengalamanmu, engkau telah mulai memahami bahwa firman Tuhan adalah standar untuk mengukur segala sesuatu, bahwa firman Tuhan adalah kebenaran, dan bahkan ketika zaman ini dan umat manusia ini berlalu, firman Tuhan tidak akan berlalu. Mengapa firman Tuhan tidak akan berlalu? Karena kapan pun itu, esensi antikristus tidak akan pernah berubah, dan firman Tuhan yang menyingkapkan esensi antikristus tidak akan pernah berubah. Meskipun zaman ini akan berlalu, meskipun watak rusak umat manusia akan berlalu, firman Tuhan ini akan selalu menjadi fakta kebenaran—tak seorang pun dapat menyangkal hal ini. Ini adalah firman Tuhan! Ketika engkau merasa bahwa firman Tuhan itu sesuai dan cocok dengan fakta yang kaulihat dan temui, dan hatimu memperoleh penegasan, dan ini bukan sekadar perasaan bahwa firman Tuhan itu pasti benar atau bahwa firman Tuhan itu tidak salah, dan sebaliknya engkau telah melihat dan secara pribadi mengalaminya, maka secara alami engkau akan berkata Amin terhadap firman Tuhan. Pada saat itu, jika Aku kembali bertanya, "Seperti apa perwujudan orang yang memiliki esensi antikristus?" pemahaman batinmu akan segera muncul. Engkau tidak hanya memiliki suatu kesan, kalimat yang kauingat, atau semacam kesadaran atau pengetahuan panca indrawi. Engkau akan segera berkata, "Antikristus sama sekali tidak menerima kebenaran dan bersikeras tidak mau bertobat!" Meskipun pernyataan ini mungkin tidak banyak mengandung struktur logis di dalamnya, meskipun diucapkan begitu saja, dan pada awalnya, orang-orang tidak memahaminya, engkau tahu apa maksud pernyataan ini karena engkau telah mengalaminya dan melihatnya dengan mata kepalamu sendiri. Antikristus memang adalah makhluk celaka semacam ini—mereka tidak akan pernah bertobat. Firman ini perlu untuk dialami; siapa pun yang tidak mengalaminya, tidak akan memperoleh apa pun.
2 Oktober 2021