Tanggung Jawab Para Pemimpin dan Pekerja (20)
Bab Dua Belas: Dengan Segera dan Akurat Mengidentifikasi Berbagai Orang, Peristiwa, dan Hal-Hal yang Mengacaukan dan Mengganggu Pekerjaan Tuhan serta Tatanan Normal Gereja; Menghentikan dan Membatasi Hal-Hal Tersebut, serta Membalikkan Keadaan; Selain Itu, Mempersekutukan Kebenaran Agar Umat Pilihan Tuhan Memiliki Kemampuan untuk Mengidentifikasi Melalui Hal-Hal Semacam Itu dan Belajar Darinya (Bagian Delapan)
Kita telah selesai mempersekutukan tanggung jawab kedua belas dari para pemimpin dan pekerja pada pertemuan terakhir. Sudahkah engkau semua membandingkan dirimu dengan isi dari persekutuan ini? Sudahkah engkau merenungkan persekutuan ini? Setelah mendengar persekutuan yang Kusampaikan, mereka yang mencintai kebenaran dan mereka yang memiliki rasa keadilan serta sedikit kemanusiaan mampu menerapkan kebenaran setelah mereka memahaminya. Pertama, mereka mampu mencocokkan kebenaran yang mereka pahami dengan situasi mereka, memeriksa diri mereka terhadap kebenaran, mengidentifikasi masalah mereka, kemudian menggunakan beberapa hal serta lingkungan dalam kehidupan nyata dan dalam pelaksanaan tugas untuk menyelesaikan masalah-masalah ini. Secara berangsur-angsur, dalam hal kebenaran yang mereka pahami, mereka memahami prinsip-prinsip yang harus orang terapkan dan taati. Di satu sisi, mereka memahami dan mengenal diri mereka sendiri secara lebih mendalam, dan di sisi lain, mereka memahami secara lebih nyata dan akurat apa sebenarnya yang dikatakan kebenaran dan apa yang terkandung di dalamnya. Namun, bagi mereka yang tidak mencintai kebenaran dan muak akan kebenaran, sebanyak apa pun kebenaran yang mereka dengarkan, mereka tidak memiliki kesadaran atau tidak berubah. Keadaan, sikap mereka ketika melaksanakan tugas, tujuan yang mereka kejar, gaya hidup, dan prinsip-prinsip dalam cara mereka berperilaku tidak berubah sama sekali. Mereka terus bertindak sekehendak hati mereka dan hidup semaunya; kebenaran-kebenaran ini tidak berdampak pada mereka, dan juga tidak dapat membuat mereka merenungkan serta mengenal diri mereka sendiri hingga mencapai taraf membenci diri mereka sendiri. Jika mereka tidak dapat mencapai taraf membenci diri mereka sendiri, mereka tentunya tidak dapat mencapai pertobatan sejati. Tanpa pertobatan sejati, tidak ada jalan masuk yang sejati; tanpa jalan masuk yang sejati, tentunya tidak terjadi perubahan watak. Oleh karena itu, banyak orang yang telah bertahun-tahun percaya kepada Tuhan, meskipun mereka juga berkumpul, melaksanakan tugas, telah bertahun-tahun mendengarkan khotbah, dan sering berinteraksi dengan saudara-saudari, mereka sama sekali tidak memahami diri mereka sendiri, tidak memperlihatkan adanya perubahan, dan iman mereka kepada Tuhan tidak meningkat sama sekali. Mereka mengikuti Tuhan dengan gagasan dan imajinasi mereka yang semula dan dengan niat serta hasrat untuk memperoleh berkat. Sekalipun mereka telah bertahun-tahun percaya kepada Tuhan, sudut pandang mereka tentang percaya kepada Tuhan, pandangan mereka tentang segala sesuatu, metode pengejaran mereka, tujuan yang mereka kejar, dan sikap mereka ketika melaksanakan tugas tidak berubah sama sekali. Apa yang mereka perlihatkan dan perwujudan yang mereka jalani saat ini adalah hasil dari tidak mengejar kebenaran. Kita telah bersekutu tentang tanggung jawab kedua belas dari para pemimpin dan pekerja, tetapi perilaku beberapa pemimpin dan pekerja belum berubah sama sekali. Sikap mereka ketika melaksanakan tugas dan terhadap tuntutan Tuhan sama sekali belum berubah. Isi persekutuan berfungsi untuk mengingatkan, mengawasi, serta mendorong mereka yang relatif mengejar kebenaran dan mereka yang memiliki sedikit kemanusiaan serta yang hati nuraninya memiliki sedikit kesadaran. Namun, itu tidak berdampak pada mereka yang lebih keras kepala, licik, dan tidak menerima kebenaran sama sekali. Mengapa demikian? Karena sikap orang-orang ini terhadap kebenaran adalah sikap yang menentang dan muak. Sebanyak apa pun kebenaran dipersekutukan, sikap mereka tetap sama: "Bagaimanapun juga, aku sedang melaksanakan tugasku dan mengikuti Tuhan; aku benar-benar mengorbankan diriku bagi Tuhan. Seperti apa pun perilakuku, asalkan aku bertahan sampai akhir, aku dapat memperoleh berkat!" Adakah nalar dalam cara berpikir seperti ini? Mereka sama sekali tidak bisa diperbaiki dan sangat tidak tahu malu, bukan? Bukankah ini berarti keras kepala dan tidak mau bertobat apa pun yang terjadi? (Ya.)
Tanggung jawab kedua belas dari para pemimpin dan pekerja adalah: "dengan segera dan akurat mengidentifikasi berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal yang mengacaukan dan mengganggu pekerjaan Tuhan serta tatanan normal gereja; menghentikan dan membatasi hal-hal tersebut, serta membalikkan keadaan; selain itu, mempersekutukan kebenaran agar umat pilihan Tuhan memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi melalui hal-hal semacam itu dan belajar darinya." Sebelumnya, kita membagi persekutuan tentang tanggung jawab ini menjadi dua belas masalah. Isi dari kedua belas masalah ini terutama membahas bagaimana pemimpin dan pekerja harus menghadapi serta menangani masalah-masalah ini ketika berbagai jenis orang, peristiwa, dan hal-hal yang menyebabkan kekacauan serta gangguan muncul di gereja sehingga mencapai dampak terlindunginya pekerjaan rumah Tuhan dan tatanan normal gereja, dan dengan demikian para pemimpin dan pekerja telah memenuhi peran yang seharusnya mereka mainkan serta tanggung jawab yang seharusnya mereka laksanakan. Kita telah mempersekutukan setiap masalah yang termasuk dalam tanggung jawab pemimpin dan pekerja secara terperinci, mempersekutukan beberapa perwujudan spesifik dari masing-masing masalah, dan menyebutkan beberapa contoh yang spesifik. Dalam hal prinsip, isi yang telah dipersekutukan ini sangat nyata. Meskipun contoh-contoh yang diberikan mungkin tidak mencakup segala sesuatunya, masalah-masalah esensial mengenai berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal telah dipersekutukan dengan jelas. Yang terutama, sebagai pemimpin dan pekerja, engkau semua haruslah memahami aspek kebenaran ini agar dapat menyelesaikan berbagai masalah yang muncul di gereja. Engkau harus terlebih dahulu menemukan firman yang menelaah esensi masalahnya dari isi yang dipersekutukan dan menghubungkannya dengan masalah-masalah tersebut. Memahami esensi masalahnya akan memudahkanmu untuk menemukan solusi yang sesuai dan menyelesaikan masalah berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran. Memahami esensi suatu masalah sangatlah penting sebelum menyelesaikannya. Setelah memahami esensi masalahnya, engkau juga harus mengerti dan memahami prinsip-prinsip untuk menangani masalah tersebut. Kedua aspek ini harus ada: Pertama, esensi masalahnya, dan kedua, prinsip untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Hal-hal inilah yang harus dipahami dengan jelas oleh para pemimpin dan pekerja. Hanya dengan memahami kedua prinsip ini, barulah engkau dapat menyelesaikan semua masalah secara akurat serta menangani orang, peristiwa, dan hal-hal yang berkaitan dengan berbagai masalah dengan semestinya, alih-alih menerapkan peraturan dan terlalu membesar-besarkan masalahnya. Sekarang ini, ada pemimpin dan pekerja yang, ketika menangani masalah tertentu, di satu sisi, mereka hanya mengikuti peraturan, dan di sisi lain, mereka gagal memahami esensi masalahnya, dengan mudah memperlakukan orang secara tidak adil dan melakukan penyimpangan. Ini membutuhkan pemahaman yang jelas tentang hal-hal terperinci, hal-hal spesifik, dan konteks masalahnya. Selain itu, sangatlah penting untuk melihat perilaku yang terus diperlihatkan orang untuk memastikan termasuk kategori apa mereka. Hanya dengan menguasai aspek-aspek ini, barulah masalah dapat ditangani berdasarkan prinsip. Ketika melakukan pekerjaan, ada pemimpin dan pekerja yang hanya menerapkan peraturan dalam menangani masalah dan terlalu membesar-besarkan masalahnya, sementara mereka tidak dapat memahami esensi sebenarnya dari orang-orang yang terlibat, apakah mereka adalah orang baik atau orang jahat, apakah perilaku mereka merupakan kebiasaan atau pelanggaran yang dilakukan sesekali. Mereka tidak dapat mengenali aspek-aspek ini, sehingga sangat besar kemungkinan mereka untuk melakukan kesalahan. Dalam kasus-kasus seperti itu, jika gereja dapat mengambil suara, itu akan dapat secara efektif menghindari beberapa kesalahan. Adanya penyimpangan serta kesalahan dalam pekerjaan pemimpin dan pekerja dapat memperlihatkan dengan paling jelas apakah mereka memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi dan menangani masalah berdasarkan prinsip atau tidak. Itu juga memperlihatkan apakah pemimpin dan pekerja memiliki kenyataan kebenaran atau tidak. Jika seorang pemimpin atau pekerja yang telah bertahun-tahun percaya kepada Tuhan tidak mampu menangani masalah nyata seperti ini, itu cukup membuktikan bahwa pemimpin atau pekerja tersebut bukanlah orang yang mengejar kebenaran.
Setelah memahami tanggung jawab yang harus dilaksanakan pemimpin dan pekerja, prinsip-prinsip yang harus mereka ikuti, dan lingkup pekerjaan mereka, kita harus kembali ke tema dari tahap persekutuan ini: menyingkapkan pemimpin palsu. Ini adalah topik yang utama. Mengenai tanggung jawab kedua belas dari para pemimpin dan pekerja, topik yang akan kita persekutukan hari ini adalah area-area di mana pemimpin palsu lalai dalam tanggung jawab mereka, dan perwujudan mereka ketika tidak melakukan pekerjaan nyata. Pertama, mari kita baca isi dari tanggung jawab kedua belas. (Nomor dua belas: Dengan segera dan akurat mengidentifikasi berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal yang mengacaukan dan mengganggu pekerjaan Tuhan serta tatanan normal gereja; menghentikan dan membatasi hal-hal tersebut, serta membalikkan keadaan; selain itu, mempersekutukan kebenaran agar umat pilihan Tuhan memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi melalui hal-hal semacam itu dan belajar darinya.) Tanggung jawab kedua belas dengan jelas menyebutkan tiga aspek pekerjaan yang harus dipahami oleh para pemimpin dan pekerja. Bagaimana ini berkaitan dengan menyingkapkan pemimpin palsu? (Pertama, kami harus memahami beberapa tanggung jawab para pemimpin dan pekerja dalam pekerjaan ini. Kemudian, kami membandingkan untuk melihat apakah pemimpin palsu itu telah memenuhi tanggung jawab ini, dan apa saja perwujudan yang diperlihatkan pemimpin palsu itu; mengukur mereka berdasarkan standar ini relatif akurat.) Benar. Mengidentifikasi apakah seseorang adalah pemimpin palsu atau bukan tidak dilakukan dengan menggunakan matamu untuk melihat wajah mereka dan melihat apakah raut wajah mereka baik atau jahat, juga bukan dilakukan dengan melihat seberapa banyak di luarnya mereka tampak telah menderita, atau seberapa banyak mereka telah menyibukkan diri. Sebaliknya, engkau harus melihat apakah mereka memenuhi tanggung jawab pemimpin dan pekerja, dan apakah mereka mampu menggunakan kebenaran untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata. Inilah satu-satunya standar akurat yang dapat kaugunakan untuk mengevaluasi mereka. Inilah prinsip untuk menelaah, mengidentifikasi, dan menentukan apakah seseorang adalah pemimpin palsu atau bukan. Hanya dengan cara inilah evaluasi dapat dilakukan dengan adil, sesuai dengan prinsip, sesuai dengan kebenaran, dan adil bagi semua orang. Penggolongan seseorang sebagai pemimpin palsu atau pekerja palsu harus didasarkan pada fakta yang cukup. Itu tidak boleh didasarkan pada satu atau dua peristiwa atau pelanggaran, apalagi didasarkan pada perwujudan kerusakan yang sementara. Satu-satunya standar akurat yang dapat kaugunakan untuk menggolongkan seseorang adalah apakah mereka mampu melakukan pekerjaan nyata dan menggunakan kebenaran untuk menyelesaikan masalah, serta apakah mereka adalah orang yang benar, apakah mereka adalah orang yang mencintai kebenaran dan mampu tunduk kepada Tuhan, dan apakah mereka memiliki pekerjaan dan pencerahan Roh Kudus atau tidak. Seseorang hanya dapat digolongkan dengan benar sebagai pemimpin palsu atau pekerja palsu berdasarkan faktor-faktor ini. Faktor-faktor ini adalah standar dan prinsip untuk mengevaluasi dan menentukan apakah seseorang adalah pemimpin palsu atau pekerja palsu.
Tiga Tugas yang Harus Dilaksanakan Para Pemimpin dan Pekerja dalam Tanggung Jawab Kedua Belas
1. Dengan Segera dan Akurat Mengidentifikasi Berbagai Orang, Peristiwa, dan Hal-Hal yang Mengacaukan dan Mengganggu
Tanggung jawab kedua belas dari para pemimpin dan pekerja mencakup tiga tugas, atau tiga langkah. Dengan mengikuti ketiga langkah ini untuk menyelesaikan pekerjaan, prinsip-prinsip pekerjaan ini dijunjung tinggi, dan tanggung jawab pekerjaan ini dipenuhi. Apa saja ketiga tugas ini? (Pertama, dengan segera dan akurat mengidentifikasi berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal yang mengacaukan dan mengganggu pekerjaan Tuhan serta tatanan normal gereja. Kedua, menghentikan dan membatasi hal-hal tersebut, serta membalikkan keadaan. Ketiga, mempersekutukan kebenaran agar umat pilihan Tuhan memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi melalui hal-hal semacam itu dan belajar darinya.) Ketiga tugas ini adalah tuntutan bagi para pemimpin dan pekerja dalam tanggung jawab kedua belas. Sebagai permulaan, tuntutan pertama bagi para pemimpin dan pekerja adalah dengan segera dan akurat mengidentifikasi berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal yang mengacaukan dan mengganggu pekerjaan Tuhan serta kehidupan bergereja. Mengidentifikasi dengan segera dan akurat, bukan menanggapi dengan lamban dan tidak peka, juga bukan dengan membuat penggolongan yang gegabah dan membabi buta; penggolongan yang sembarangan tidak dapat diterima. Ada pemimpin dan pekerja yang, karena berkualitas buruk dan merasa bingung, memangkas dan menceramahi orang dengan gegabah mengenai hal-hal yang remeh, membuat penggolongan yang sewenang-wenang serta mendefinisikan segala sesuatu secara membabi buta tanpa mematuhi prinsip. Bekerja dengan cara seperti ini melanggar prinsip-prinsip kebenaran. Oleh karena itu, para pemimpin dan pekerja di rumah Tuhan setidaknya harus mampu mengidentifikasi berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal. Hanya dengan memiliki kemampuan mengidentifikasi, barulah mereka dapat dengan segera dan akurat mengidentifikasi berbagai masalah yang muncul di gereja. Agar memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal, apa syarat yang pertama? Pertama, perlu untuk memahami tuntutan Tuhan terhadap berbagai jenis orang, serta bagaimana Tuhan mendefinisikan berbagai orang dan berbagai keadaan yang mereka kembangkan. Selain itu, penting untuk menelaah bagaimana munculnya berbagai keadaan negatif dan apa sumbernya. Lebih jauh lagi, orang harus memahami dampak berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal terhadap pekerjaan Tuhan serta tatanan normal gereja. Apa dasar untuk memenuhi syarat-syarat ini? Pekerjaan apa yang harus dilakukan terlebih dahulu oleh para pemimpin dan pekerja? Jika para pemimpin dan pekerja selalu bersikap angkuh, bertindak seperti kaum birokrat dan tidak berinteraksi dengan saudara-saudari, tidak memahami berbagai keadaan saudara-saudari, tidak memiliki hubungan yang dekat dengan berbagai jenis orang, dan kurang memiliki pengamatan yang terperinci dan pemahaman yang mendalam tentang mereka, apakah ini dapat diterima? Tentu saja ini tidak dapat diterima. Ada pemimpin dan pekerja yang sering bersembunyi di ruangan mereka, menggunakan waktu teduh dan menulis artikel kesaksian berdasarkan pengalaman sebagai dalih untuk mengabaikan dan tidak memahami pekerjaan Tuhan. Dari luarnya, mereka terlihat seperti sedang mengerjakan berbagai hal gerejawi sambil bersembunyi di ruangan mereka, padahal sebenarnya, mereka sudah mengisolasi diri dari pekerjaan gereja dan dari umat pilihan Tuhan. Dapatkah cara bekerja seperti ini menyelesaikan masalah yang ada di berbagai bagian pekerjaan gereja? Dapatkah ini membantu umat pilihan Tuhan untuk melaksanakan tugas mereka dengan baik? Ketika mereka bersembunyi di ruangan mereka untuk menulis artikel kesaksian, apakah mereka sedang mengalami pekerjaan Tuhan? Oleh karena itu, pendekatan ini tidaklah tepat. Berdasarkan tanggung jawab kedua belas, tugas pertama para pemimpin dan pekerja adalah dengan segera mengidentifikasi berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal yang mengacaukan serta mengganggu pekerjaan gereja berdasarkan firman Tuhan dan prinsip-prinsip kebenaran. Ada orang yang bertanya, "Apakah menyuruh pemimpin dan pekerja untuk terlibat secara mendalam di kehidupan bergereja hanyalah agar mereka dapat dengan segera dan akurat mengidentifikasi orang, peristiwa, dan hal-hal yang menyebabkan gangguan serta kekacauan?" Apakah pemahaman ini benar? (Tidak.) Ini adalah pemahaman yang menyimpang. Pemimpin dan pekerja harus memiliki sikap dan pendekatan yang benar terhadap pekerjaan mereka dan harus terjun langsung ke akar rumput. Hanya dengan cara ini, barulah mereka dapat dengan segera dan akurat mengidentifikasi serta menyelesaikan masalah. Jika mereka tidak membenamkan diri di akar rumput dan hidup bersama dengan umat pilihan Tuhan, akan sangat sulit bagi mereka untuk mengidentifikasi semua masalah dalam pekerjaan gereja. Jika mereka hanya dapat menyelesaikan beberapa masalah setelah orang-orang membuat laporan dan mencari solusi, dampak dari pekerjaan ini akan sangat terbatas. Cara paling keliru yang digunakan para pemimpin dan pekerja dalam bekerja adalah dengan menutup diri dan bekerja di balik pintu tertutup, seperti para cendekiawan kuno yang mengabdikan diri sepenuhnya untuk mempelajari buku-buku orang bijak dan tidak memperhatikan hal-hal luar. Sikap dan gaya hidup seperti ini tidak dapat diterima bagi para pemimpin dan pekerja. Engkau tinggal sendirian di ruanganmu, mendengarkan khotbah, membaca firman Tuhan, menulis catatan waktu teduhmu, dan menulis khotbah, tetapi apakah memperoleh beberapa doktrin dan firman berarti bahwa engkau memahami kebenaran? Apakah itu berarti engkau memahami situasi sebenarnya dan keadaan sebenarnya dari orang-orang sebagaimana yang disingkapkan oleh kebenaran? (Tidak.) Jadi, meskipun kehidupan dengan berwaktu teduh sangatlah penting dalam pekerjaan pemimpin dan pekerja, hal yang terpenting adalah memiliki metode kerja dan gaya hidup yang benar.
II. Dengan Segera Menghentikan dan Membatasi Orang Jahat
Tuntutan kedua terhadap pemimpin dan pekerja yang diuraikan dalam tanggung jawab kedua belas adalah bahwa ketika mereka mengidentifikasi berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal yang mengacaukan serta mengganggu pekerjaan gereja, mereka harus mampu membuat penilaian dengan segera dan akurat. Mereka perlu dengan jelas mengidentifikasi natur dari berbagai orang dan peristiwa, serta memahami bagaimana dampaknya terhadap kehidupan bergereja, apakah itu mengancam, mengganggu, atau menyabotase keadaan, jalan masuk kehidupan, dan pelaksanaan tugas umat pilihan Tuhan, dan apakah itu memengaruhi hasil pelaksanaan tugas orang-orang; para pemimpin dan pekerja harus menilai dan mengevaluasi hal-hal ini dengan segera dan akurat. Ini adalah tanggung jawab para pemimpin dan pekerja. Jika mereka kurang kecerdasan untuk melakukan hal ini dan mereka tidak memiliki kualitas yang tepat, mereka tidak akan mampu melaksanakan pekerjaan gereja. Selain itu, pemimpin dan pekerja harus memiliki respons serta kemampuan mengidentifikasi yang tajam terhadap berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal. Misalnya, ketika timbul perselisihan di gereja dan terjadi berbagai kekacauan dan gangguan, engkau tidak mampu mengidentifikasi masalahnya dan menganggapnya tidak penting, yang mengakibatkan banyak orang terkena dampaknya dan tidak melaksanakan tugas mereka dengan baik. Bukankah pemimpin atau pekerja semacam itu mati rasa dan buta? (Ya.) Ini berarti ada masalah dengan pemimpin dan pekerja tersebut. Apa yang harus kaulakukan ketika mendapati seseorang sedang mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja? Pertama, engkau harus memastikan keseriusan masalahnya dan mengevaluasi serta menilai esensi dari orang-orang tersebut serta dampak dan akibat hal-hal tersebut terhadap pekerjaan gereja dan kehidupan bergereja. Apa yang seharusnya menjadi dasar bagi penilaian semacam itu? Itu harus didasarkan pada firman Tuhan dan kebenaran. Ada orang yang berkata, "Bagaimana cara mendasarkannya pada firman Tuhan? Kurasa ini hanya omong kosong." Sebenarnya ini bukan omong kosong. Mengapa Kukatakan demikian? Ketika engkau menghadapi hal-hal seperti itu atau melihat atau mendengar tentangnya, engkau hanya perlu membandingkannya dengan masalah-masalah yang disingkapkan oleh firman Tuhan. Lihatlah bagaimana firman Tuhan menyingkapkan dan menelaah orang dan masalah semacam itu, dan bagaimana Dia menggolongkan masalah tersebut, seperti bagaimana Dia menyingkapkan pemimpin palsu dan antikristus, atau bagaimana Dia menyingkapkan berbagai watak rusak manusia, dan sebagainya. Lalu, bandingkan dan telaah masalah-masalah ini berdasarkan firman tersebut, dan melalui persekutuan dengan saudara-saudari serta pengamatanmu sendiri, engkau akhirnya dapat membuat penilaian dan penggolongan yang akurat tentang orang, peristiwa, dan hal-hal yang kaulihat, serta merumuskan solusi yang sesuai. Bagaimana cara menangani mereka yang digolongkan ke dalam berbagai orang yang mengacaukan dan mengganggu? Mereka tidak hanya harus disingkapkan dan ditelaah untuk membantu orang lain mengidentifikasi mereka, tetapi mereka juga harus dihentikan serta dibatasi, dan mereka yang tetap tidak dapat diperbaiki meskipun telah diperingatkan berulang kali haruslah dikeluarkan. Apa metode dan pendekatan yang spesifik untuk menghentikan dan membatasi mereka? (Memangkas dan memperingatkan mereka.) Apakah pemangkasan adalah metode yang baik? (Ya.) Menyingkapkan tindakan mereka, menunjukkan masalah mereka yang paling parah, menelaah esensi mereka, dan memberi peringatan, bukankah semua ini adalah metode yang dapat dilakukan? Tentu saja, hal yang terpenting adalah membacakan firman Tuhan kepada mereka dan menggunakan firman Tuhan sebagai dasar untuk membujuk serta menelaah mereka. Jika mereka tidak menerima kebenaran dan bersikukuh tak mau mengakui kesalahan mereka, berarti perlu dilakukan tindakan yang lebih keras. Pertama, beri mereka peringatan, lalu gunakan ketetapan administratif gereja untuk membatasi mereka, tidak membiarkan mereka dengan gegabah melakukan kejahatan dan mengganggu saudara-saudari. Mereka juga harus dipangkas dan kemudian diawasi. Metode-metode ini perlu dilakukan, semuanya untuk memastikan bahwa pekerjaan gereja dilaksanakan dengan baik dan untuk menyelamatkan orang-orang, menuntun mereka ke jalan yang benar. Menggunakan metode-metode ini tentu akan membuahkan hasil yang baik. Di satu sisi, gunakan kebenaran yang orang pahami untuk membujuk dan menyingkapkan mereka, menelaah watak serta esensi mereka, menyingkapkan natur dari tindakan mereka dan akibat serius yang ditimbulkannya; setidaknya inilah yang dapat orang lakukan. Langkah selanjutnya adalah menelaah dan mengidentifikasi mereka berdasarkan firman Tuhan, dan menggolongkan mereka berdasarkannya. Jika mereka mengindahkan nasihat, menerimanya, dan bertobat, tentu saja itu adalah yang terbaik. Namun, jika mereka tidak menerimanya dan terus mengganggu pekerjaan gereja, apa yang harus dilakukan? Dalam hal itu, tidak perlu bersikap sopan. Rumah Tuhan memiliki ketetapan administratif, dan pada saat ini, orang itu harus dihentikan dan dibatasi berdasarkan ketetapan administratif rumah Tuhan. Jika orang itu adalah orang yang baru percaya dan memiliki tingkat pertumbuhan yang kecil, yang tidak memahami kebenaran, mereka dapat dibantu dengan kasih, engkau dapat mempersekutukan kebenaran untuk membantu mereka mengenal diri mereka sendiri. Bagi mereka yang mampu menerima kebenaran dan bertobat, tidak perlu menghentikan, membatasi, atau memangkas mereka. Jika mereka tidak menerima kebenaran, masalahnya bukanlah soal mereka memiliki landasan yang dangkal atau tingkat pertumbuhan yang kecil dan tidak memahami kebenaran; masalahnya adalah tentang kemanusiaan mereka. Untuk orang-orang seperti itu, pengelolaan administratif dan hukuman administratif harus digunakan untuk menghentikan dan membatasi mereka. Dampak utama yang diperoleh adalah menjunjung tinggi pekerjaan gereja dan tatanan normal kehidupan bergereja, memungkinkan kehidupan bergereja berjalan dengan tertib. Ini disebut membalikkan keadaan, dan inilah dampak yang harus dicapai para pemimpin dan pekerja dalam pekerjaan mereka. Hanya dengan mencapai dampak ini, barulah mereka memenuhi tanggung jawab mereka. Jika para pemimpin dan pekerja mengabaikan masalah apa pun yang muncul, hanya asal-asalan menanggapinya dengan mengatakan beberapa kata dan doktrin, atau dengan menegur dan memangkas mereka yang mengacaukan serta mengganggu pekerjaan Tuhan dengan cara sederhana dan hanya mengucapkan beberapa kata, apakah masalahnya dapat diselesaikan? Ini tidak hanya gagal menyelesaikan masalahnya, tetapi ini juga menimbulkan kekacauan yang lebih besar di gereja; kebanyakan orang kehilangan keinginan mereka untuk melaksanakan tugas dan terganggu sampai berbagai taraf, sehingga memengaruhi pelaksanaan tugas mereka. Apakah para pemimpin dan pekerja ini telah memenuhi tanggung jawab mereka? (Tidak.) Ini memperlihatkan bahwa para pemimpin dan pekerja ini tidak kompeten dalam pekerjaan mereka.
III. Menyingkapkan Perbuatan Jahat yang Orang-orang Jahat Lakukan, agar Umat Pilihan Tuhan Memiliki Kemampuan untuk Mengidentifikasi dan Memetik Pelajaran
Persyaratan ketiga dalam tanggung jawab yang kedua belas dari pemimpin dan pekerja adalah bahwa ketika menangani kekacauan dan gangguan yang disebabkan oleh orang-orang jahat, pemimpin dan pekerja haruslah makan dan minum firman Tuhan bersama dengan umat pilihan Tuhan untuk merenungkan dan mengenal diri mereka sendiri, serta sungguh-sungguh berubah. Mereka harus mampu memimpin umat pilihan Tuhan untuk masuk ke dalam kenyataan kebenaran, menyingkirkan watak rusak mereka, sehingga umat pilihan Tuhan mampu mengikuti Tuhan, tunduk kepada Tuhan, dan bersaksi bagi Tuhan. Hanya pekerjaan semacam inilah yang sesuai dengan maksud Tuhan. Di satu sisi, pemimpin dan pekerja yang bekerja dengan cara ini akan mampu menyelesaikan masalah dan memperlengkapi diri mereka sendiri dengan kebenaran saat bekerja. Di sisi lain, dengan mempersekutukan kebenaran untuk menyelesaikan masalah, pemimpin dan pekerja membantu saudara-saudari untuk memahami kebenaran, tahu bagaimana cara merenungkan dan mengenal diri mereka sendiri, menyingkirkan watak rusak mereka, melaksanakan tugas mereka dengan baik, tahu bagaimana cara mengidentifikasi dan memperlakukan orang, mampu mengikuti Tuhan dan tunduk kepada Tuhan, tidak dikekang oleh orang lain, serta mampu tetap teguh dalam kesaksian mereka. Ini berarti pemimpin dan pekerja sedang melaksanakan tugasnya; inilah prinsip yang harus diterapkan oleh pemimpin dan pekerja untuk menyelesaikan masalah saat melaksanakan pekerjaan gereja. Masalah apa pun yang muncul di gereja, yang pertama dan terutama, pemimpin dan pekerja harus mencari kebenaran, memahami maksud Tuhan, dan mencari bimbingan Tuhan bersama-sama. Mereka kemudian harus mencari firman Tuhan yang relevan untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada. Selama proses menyelesaikan masalah, pemimpin dan pekerja harus lebih banyak mempersekutukan firman Tuhan yang relevan kepada saudara-saudari, dan memahami esensi masalahnya berdasarkan firman Tuhan. Pemimpin dan pekerja juga harus meminta umat pilihan Tuhan untuk mempersekutukan pemahaman mereka sendiri dalam mengidentifikasi masalah-masalah ini. Setelah mayoritas orang dapat memiliki pemahaman yang sama dan mencapai kesepakatan, masalahnya akan menjadi lebih mudah untuk diselesaikan. Dalam menyelesaikan masalah, jangan selalu menceritakan peristiwanya berulang-ulang atau mengejar rincian kecil atau menyalahkan orang-orang yang terlibat dalam masalah tersebut. Pada awalnya, jangan berfokus pada masalah-masalah kecil; sebaliknya, persekutukan kebenaran dengan jelas, karena ini akan menyingkapkan natur dari masalah-masalah tersebut. Hanya pendekatan inilah yang akan membantu umat pilihan Tuhan untuk belajar mengidentifikasi masalah berdasarkan firman Tuhan, memperoleh kemampuan mengidentifikasi dari orang-orang, peristiwa, dan hal-hal yang muncul, serta memetik pelajaran nyata dari semua itu. Pendekatan ini juga memungkinkan mereka untuk membandingkan kata-kata dan doktrin yang biasanya mereka pahami dengan kehidupan nyata, memungkinkan mereka untuk mampu benar-benar memahami kebenaran. Bukankah inilah yang seharusnya dilakukan oleh pemimpin dan pekerja? Memimpin umat pilihan Tuhan untuk masuk ke dalam kenyataan kebenaran terutama berkaitan dengan menggunakan kebenaran untuk membereskan gagasan dan imajinasi umat pilihan Tuhan serta watak rusak mereka. Pendekatan ini membuahkan hasil terbaik. Makin pemimpin dan pekerja mampu menggunakan kebenaran untuk menyelesaikan masalah, makin mudah bagi umat pilihan Tuhan untuk mampu memahami kebenaran. Dengan cara ini, mereka akan tahu cara menerapkan dan melaksanakan firman Tuhan dalam kehidupan nyata. Jika pemimpin dan pekerja sering memimpin umat pilihan Tuhan untuk menyelesaikan masalah nyata, mereka akan mampu membawa umat pilihan Tuhan ke dalam kenyataan kebenaran dan juga mengintegrasikan firman Tuhan ke dalam kehidupan sehari-hari mereka sendiri. Ada orang-orang yang berkata, "Bukankah tuntutan bagi pemimpin dan pekerja ini terlalu berat? Bagaimana mungkin kami dapat memiliki begitu banyak pemahaman?" Engkau mungkin belum memilikinya sebelumnya, tetapi tidak bisakah engkau belajar dan berlatih untuk mencapai hasil ini? Inilah cara yang digunakan pekerjaan Tuhan dalam melatih pemimpin dan pekerja serta umat pilihan Tuhan untuk masuk ke dalam kenyataan kebenaran. Jika engkau tidak tahu caranya, engkau dapat belajar dan berlatih. Masalah apa pun yang muncul, engkau harus belajar untuk merenungkan diri dan mengenal dirimu sendiri berdasarkan firman Tuhan; ini adalah proses berlatih. Setelah berlatih beberapa kali dan mencapai hasil, engkau akan memiliki jalan dan tahu bagaimana cara menerapkan kebenaran. Ketika Tuhan datang untuk bekerja, inilah cara yang Dia gunakan dalam memimpin orang untuk belajar memasuki kenyataan kebenaran. Pemimpin dan pekerja harus sering berkomunikasi dengan saudara-saudari, menghadapi masalah bersama, menyelesaikan masalah bersama, dan melaksanakan pekerjaan gereja dengan baik. Bagaimana seharusnya pemimpin gereja memimpin umat pilihan Tuhan? Cara utamanya adalah dengan memimpin umat pilihan Tuhan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan nyata, menerapkan serta mengalami firman Tuhan dalam kehidupan nyata, sehingga umat pilihan Tuhan bukan hanya mampu menerapkan kebenaran, melainkan juga mampu mengidentifikasi hal-hal negatif dan orang-orang negatif, yaitu para pemimpin palsu, pekerja palsu, orang jahat, pengikut yang bukan orang percaya, dan antikristus. Tujuan mengidentifikasi berbagai orang adalah untuk menyelesaikan masalah. Hanya dengan membereskan gangguan yang disebabkan oleh orang-orang jahat dan antikristus secara menyeluruh, barulah pekerjaan gereja dapat berjalan dengan lancar, dan kehendak Tuhan akan dapat terlaksana di gereja. Menangani orang-orang jahat juga sekaligus berfungsi sebagai peringatan agar orang tidak melakukan kesalahan atau berbuat jahat, agar mereka bisa takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Dengan cara ini, engkau bukan hanya melaksanakan tugasmu dan memperoleh jalan masuk kehidupan, melainkan engkau juga memahami kebenaran dan masuk ke dalam kenyataan kebenaran. Bukankah ini berarti sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui? Ketika engkau memahami kebenaran dan mampu menyelesaikan masalah, ini membuktikan bahwa engkau memiliki kualitas untuk menjadi pemimpin atau pekerja dan memenuhi syarat untuk dibina di rumah Tuhan; dengan demikian, engkau harus memimpin dan membimbing saudara-saudari dalam belajar mengidentifikasi berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal dalam kehidupan nyata; mencapai pemahaman akan kebenaran; tahu cara memperlakukan segala macam orang yang mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja; tahu cara menerapkan kebenaran, memperlakukan berbagai orang berdasarkan prinsip, serta mempersekutukan kebenaran untuk menyelesaikan masalah. Ini adalah tanggung jawabmu. Dengan menerapkan menggunakan cara seperti ini, berarti engkau masuk ke dalam kenyataan firman Tuhan. Engkau akan memetik pelajaran, memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi, serta memahami maksud Tuhan dalam setiap hal yang terjadi kepadamu dalam kehidupan nyata, memiliki prinsip-prinsip penerapan dalam caramu menangani masalah, memperlakukan orang-orang, dan melaksanakan tugas-tugasmu. Dengan cara ini, engkau akan mampu menerapkan kebenaran. Tuntutan Tuhan terhadap manusia adalah untuk mencapai hasil seperti ini. Oleh karena itu, masalah apa pun yang muncul, engkau harus selalu belajar dari kesalahan dan mengembangkan kemampuan untuk mengidentifikasi; engkau tidak boleh membiarkan semuanya berlalu begitu saja, dan tidak boleh melewatkan kesempatanmu untuk belajar dari kesalahan serta mengembangkan kemampuan untuk mengidentifikasi. Karena kasusnya di sini adalah bahwa sesuatu sudah terjadi, kita tidak boleh menghadapinya dengan sikap yang negatif dan mengeluh; sebaliknya, kita harus menghadapinya dengan sikap yang positif. Bagaimana cara melakukannya? Dengan mencari kebenaran untuk menyelesaikan masalah. Semua orang memiliki watak yang rusak, dan kemanusiaan mereka bisa baik ataupun jahat, jadi bagaimana mungkin tidak muncul masalah ketika orang-orang berkumpul? Bagaimana seharusnya sikapmu, mengingat bahwa Tuhan telah mengatur lingkungan ini untukmu, bahwa Dia telah memperlihatkan kepadamu bahwa orang-orang, peristiwa, dan hal-hal seperti inilah yang ada di sekitarmu? Bersyukurlah kepada Tuhan karena telah mengatur berbagai masalah ini di hadapanmu. Dia sedang memberimu kesempatan untuk menerapkan dan memetik pelajaran, serta masuk ke dalam kenyataan kebenaran. Sebagai pemimpin dan pekerja, engkau juga harus bersyukur kepada Tuhan karena telah memberimu kesempatan seperti ini. Apa pun masalah yang kauhadapi, engkau harus memimpin saudara-saudari untuk belajar mengidentifikasi, memetik pelajaran, dan memperoleh wawasan bersamamu. Selain itu, engkau harus memimpin mereka untuk bersama denganmu merenungkan dan memahami gagasan serta imajinasi apa yang orang miliki mengenai masalah tersebut, seperti apa pandangan menyimpang yang ada, apa pelajaran yang telah dipetik dari menghadapi masalah ini, seperti apa gagasan dan pandangan keliru yang telah diluruskan, serta apa kebenaran yang pada akhirnya telah dipahami. Dengan cara inilah orang harus mengalami pekerjaan Tuhan, tanpa melewatkan satu hal pun. Jika engkau telah mengalami pekerjaan Tuhan selama bertahun-tahun dan telah menyelesaikan banyak masalah, engkau akan melihat bahwa firman Tuhan itu seluruhnya adalah kebenaran, dan sepenuhnya mampu mentahirkan orang serta menyelamatkan mereka dari pengaruh Iblis. Setelah orang memahami dan memperoleh kebenaran, mereka akan melihat bahwa firman Tuhan itu sepenuhnya digenapi dan terlaksana. Setelah umat pilihan Tuhan mampu menerapkan dan mengalami firman Tuhan, mereka kemudian akan mampu mengintegrasikan firman Tuhan ke dalam kehidupan nyata mereka, menggunakan firman Tuhan dengan benar untuk memandang orang dan hal-hal, serta mengukur orang dan segala sesuatu yang mereka lakukan berdasarkan firman Tuhan, bukannya mengandalkan apa yang mereka lihat atau perasaan mereka, dan tentunya bukan mengandalkan gagasan serta imajinasi mereka. Setelah mereka memetik pelajaran-pelajaran ini, akan lebih mudah bagi mereka untuk hidup berdasarkan firman Tuhan, dan mereka akan dapat sering hidup di hadirat Tuhan. Dengan cara ini, pemimpin dan pekerja akan sepenuhnya memenuhi standar dalam pekerjaan mereka, dan tanggung jawab mereka akan terpenuhi. Hanya ketika pemimpin dan pekerja melaksanakan pekerjaan mereka secara menyeluruh, barulah umat pilihan Tuhan dapat mencapai hasil-hasil seperti ini. Jika, dalam banyak situasi yang kauhadapi, engkau tidak tahu cara memimpin saudara-saudari untuk belajar dari kesalahan dan engkau tidak mampu mengidentifikasi berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal, itu berarti engkau adalah orang yang buta, orang bingung yang mati rasa dan bodoh. Dihadapkan dengan situasi-situasi semacam itu, engkau bukan hanya akan kewalahan, tidak tahu cara menanganinya, dan tidak kompeten untuk pekerjaan ini, melainkan ini juga akan berdampak pada pengalaman saudara-saudari dalam menghadapi berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal seperti ini. Jika engkau menangani segala sesuatu dengan tidak semestinya, tidak melakukan pekerjaan apa pun, tidak mengatakan apa pun untuk mempersekutukan kebenaran yang seharusnya kausampaikan, dan tidak dapat mengatakan apa pun yang bermanfaat atau mendidik kerohanian kepada orang lain, maka ketika banyak orang menghadapi orang, peristiwa, dan hal-hal yang menyebabkan kekacauan dan gangguan seperti ini, mereka bukan hanya tidak akan bisa menerima bahwa hal-hal ini adalah dari Tuhan, memperlakukannya dengan positif dan aktif, serta memetik pelajaran darinya, melainkan gagasan dan sikap waspada mereka terhadap Tuhan juga akan menjadi makin parah, demikian juga ketidakpercayaan dan kecurigaan mereka terhadap-Nya. Bukankah inilah akibatnya jika pemimpin dan pekerja tidak memiliki kenyataan kebenaran dan tidak mampu menggunakan kebenaran untuk menyelesaikan masalah? Bukankah ini adalah tanda bahwa pemimpin dan pekerja tidak mampu melakukan pekerjaan nyata? Engkau belum melaksanakan pekerjaan gereja dengan semestinya, belum menyelesaikan amanat yang telah Tuhan berikan kepadamu, belum memenuhi tanggung jawabmu sebagai pemimpin dan pekerja, juga belum memimpin saudara-saudari untuk keluar dari bawah kuasa Iblis. Mereka masih hidup dalam watak rusak dan pencobaan Iblis. Bukankah engkau sedang menunda jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan? Engkau sedang sangat merugikan orang-orang! Sebagai pemimpin atau pekerja, engkau harus menerima amanat Tuhan, untuk memimpin saudara-saudari ke hadapan Tuhan, membiarkan umat pilihan Tuhan makan dan minum firman Tuhan untuk memperoleh pemahaman akan kebenaran dan untuk melaksanakan tugas mereka berdasarkan prinsip, sehingga dengan demikian meningkatkan iman mereka kepada Tuhan. Engkau bukan hanya telah gagal menerapkan dengan cara ini, melainkan juga tidak membatasi atau mengatasi gangguan yang disebabkan oleh orang-orang jahat, sehingga merugikan jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan. Setelah bertahun-tahun percaya kepada Tuhan, mereka bukan hanya tidak mengalami kemajuan dan tidak memahami kebenaran atau tidak memperoleh pengenalan akan Tuhan, melainkan mereka juga bahkan telah mengembangkan banyak gagasan dan kesalahpahaman tentang Tuhan, tanpa memiliki ketundukan yang nyata sama sekali. Bukankah itu berarti semua yang telah kaulakukan sebenarnya mengacaukan dan mengganggu pekerjaan Tuhan? Engkau bukan hanya tidak menuntun umat pilihan Tuhan untuk masuk ke dalam kenyataan kebenaran atau melindungi mereka, melainkan engkau malah membiarkan mereka diganggu oleh orang-orang jahat dan disesatkan serta dikendalikan oleh antikristus. Bukankah engkau telah melakukan hal-hal yang menyakiti orang-orangmu sendiri dan menyenangkan musuh-musuhmu? Bukankah engkau sedang membantu dan mendukung kejahatan? Engkau telah bekerja sangat lama; tetapi, engkau bukan hanya gagal mencapai hasil yang positif, melainkan engkau bahkan telah membuat jarak antara saudara-saudari dan Tuhan menjadi makin jauh, sehingga umat pilihan Tuhan telah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun tanpa memahami kebenaran atau tanpa mengetahui cara untuk mengidentifikasi kekacauan dan gangguan yang dilakukan orang jahat, yang dengan sangat parah merugikan jalan masuk kehidupan mereka. Apa masalahnya di sini? Bukankah ini berarti melakukan banyak kejahatan? Pekerjaan apa pun yang dilakukan pemimpin dan pekerja, jika mereka tidak mampu bertindak berdasarkan tuntutan Tuhan dan tidak mampu menangani serta menyelesaikan masalah berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran, dampaknya bukan hanya pada diri mereka sendiri atau pada beberapa orang saja; itu juga akan berdampak pada pekerjaan gereja, jalan masuk kehidupan semua umat pilihan Tuhan di gereja, hasil dari tugas yang dilaksanakan oleh umat pilihan Tuhan, hasil dari penyebaran Injil kerajaan, dan bahkan pada apakah umat pilihan Tuhan dapat diselamatkan serta dibawa masuk ke dalam kerajaan Tuhan atau tidak; semua ini adalah area yang kemungkinan akan terdampak. Ada orang-orang yang percaya kepada Tuhan tetapi mengikuti pemimpin palsu dan antikristus, yang menyebabkan mereka mengalami kehancuran. Ini sama seperti orang-orang di kalangan keagamaan yang disesatkan dan dikendalikan oleh para pendeta dan penatua, sehingga mereka gagal menyambut kedatangan Tuhan kembali dan malah terjerumus ke dalam bencana. Semua ini terbukti benar. Oleh karena itu, mampu mengindentifikasi pemimpin palsu dan antikristus sangatlah bermanfaat bagi jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan!
Tanggung jawab kedua belas dari para pemimpin dan pekerja mengharuskan mereka untuk melaksanakan tiga tugas terpenting: pertama, mereka harus mengidentifikasi berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal yang menyebabkan kekacauan serta gangguan dalam pekerjaan gereja. Kedua, setelah mengidentifikasi dan menggolongkannya, mereka harus segera menghentikan serta membatasi orang-orang jahat; ini adalah langkah kedua. Ketiga, sambil menghentikan dan membatasi orang-orang jahat serta membalikkan keadaan, mereka harus sering mempersekutukan firman Tuhan kepada saudara-saudari untuk menyingkapkan perbuatan jahat yang orang-orang jahat lakukan, dan dengan saksama memantau reaksi serta pemahaman saudara-saudari mengenai hal-hal ini, segera mengoreksi semua pandangan keliru yang mereka miliki. Tentu saja, jika beberapa saudara-saudari yang mengejar kebenaran memiliki wawasan, mereka harus didorong untuk lebih banyak menyampaikan persekutuan. Selain itu, para pemimpin dan pekerja juga harus membantu mereka yang lemah atau yang masih kecil tingkat pertumbuhannya, serta mendorong mereka untuk berbicara lebih banyak. Hasil yang diharapkan adalah membantu saudara-saudari memperoleh kemampuan untuk mengidentifikasi dan memetik pelajaran dari peristiwa-peristiwa yang terjadi, belajar untuk mengidentifikasi orang dan hal-hal. Tujuan mengidentifikasi orang dan hal-hal adalah memungkinkan mereka untuk memahami dengan akurat berbagai jenis orang dan, berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran, memperlakukan orang-orang dengan menggunakan metode yang tepat, sembari mereka sendiri juga memetik pelajaran. Pelajaran apa yang harus mereka peroleh? Mereka harus mengamati bagaimana sikap Tuhan terhadap orang-orang ini ketika Dia menelaah dan menyingkapkan keadaan mereka; dengan mengetahui sikap Tuhan terhadap orang-orang ini, orang-orang akan mengerti harus menjadi orang seperti apa mereka dan jalan seperti apa yang harus mereka tempuh, bukan? (Ya.) Singkatnya, hasil utama yang ingin dicapai adalah umat pilihan Tuhan mampu memahami kebenaran dan masuk ke dalam kenyataan di tengah lingkungan kehidupan nyata, mampu melaksanakan tugas mereka secara normal, dan tunduk pada pengaturan serta penataan Tuhan. Dengan demikian, pelaksanaan pekerjaan gereja oleh pemimpin dan pekerja akan sesuai dengan maksud Tuhan. Dilihat dari tiga langkah pelaksanaan pekerjaan ini, apakah sulit bagi pemimpin dan pekerja untuk melaksanakan pekerjaan ini dengan baik? (Tidak.) Jika mengandalkan kebaikan dan kualitas manusia, akan agak berat melaksanakan pekerjaan ini dengan baik, karena engkau tidak akan mencapai hasil yang dituntut oleh Tuhan dan tidak akan memenuhi tanggung jawab pemimpin dan pekerja yang sebenarnya. Dapatkah engkau melaksanakan tugas ini dengan baik jika mengandalkan watak rusak manusia? (Tidak.) Tepatnya, mengandalkan watak yang rusak untuk melakukan pekerjaan ini berarti bertindak berdasarkan ide-idemu sendiri. Apa akibatnya jika melakukan hal seperti ini? (Ini akan menimbulkan kekacauan di gereja.) Berikut adalah salah satu akibatnya: Makin banyak engkau bekerja, makin segala sesuatunya menjadi kacau. Apa yang dimaksud dengan kacau? Secara spesifik, keadaan kacau seperti apa yang akan terjadi? Yaitu selama pertemuan, orang-orang tidak dapat makan dan minum firman Tuhan atau mempersekutukan kebenaran secara normal. Selalu saja ada orang-orang jahat dan para pengikut yang bukan orang percaya yang menyebabkan gangguan, atau terjadi perselisihan terus-menerus, di mana semua orang berpegang pada pandangan mereka sendiri dan membentuk golongan serta kelompok tertutup; saudara-saudari bingung dan tidak memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi, mereka yang memiliki pemahaman rohani serta mencintai kebenaran juga terganggu, dan kehidupan mereka tidak bertumbuh. Di gereja seperti itu, orang-orang jahat dan para pengikut yang bukan orang percaya sepenuhnya berkuasa, dan Roh Kudus tidak bekerja. Di gereja seperti itu, apa pun yang terjadi, semua orang berbicara sekaligus, mengungkapkan segala macam pandangan, dan sudut pandang yang mereka katakan hampir tak ada yang benar. Gereja segera terpecah menjadi beberapa golongan, tidak ada kesatuan di antara orang-orang, dan tidak ada tanda-tanda pekerjaan atau bimbingan Roh Kudus. Orang-orang bersikap waspada satu sama lain dan saling curiga; dua atau tiga kelompok bersaing untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan; semua orang mencari pendukungnya masing-masing, serta menyerang dan mengucilkan pembangkang; dan orang-orang mungkin saja melakukan segala macam perbuatan jahat. Seperti inilah situasi yang kacau itu. Disebabkan oleh apakah situasi ini? Bukankah karena para pemimpin dan pekerja tidak mampu melaksanakan pekerjaan mereka? (Ya.) Inilah akibatnya jika para pemimpin dan pekerja bekerja berdasarkan ide-ide mereka sendiri. Apa artinya orang bekerja berdasarkan ide-ide mereka sendiri? Itu berarti tidak memahami kebenaran, tidak memiliki prinsip, dan bertindak berdasarkan watak yang rusak serta gagasan dan imajinasi manusia secara membabi buta, sehingga menimbulkan keadaan yang jauh lebih kacau di gereja. Ada orang-orang yang mungkin berkata, "Bagaimana orang-orang jahat dapat menyebabkan gangguan di gereja? Aku tidak tahu siapa yang benar dan siapa yang salah, atau harus berpihak kepada siapa." Ada yang mungkin berkata, "Gereja terbagi menjadi beberapa golongan. Bagaimana seharusnya kami menjalani kehidupan bergereja? Setiap pertemuan tidak membuahkan hasil dan hanya membuang-buang waktu. Terus percaya dengan cara seperti ini tidak akan membuahkan hasil apa pun." Ketika suatu gereja menjadi sangat kacau sehingga umat pilihan Tuhan tidak dapat menjalani kehidupan bergereja, gereja itu sepenuhnya dibenci dan ditolak oleh Tuhan. Ini jelas menunjukkan bahwa selama orang-orang jahat dan para pengikut yang bukan orang percaya berkuasa, mereka akan menghancurkan gereja. Gereja tidak dapat berfungsi tanpa orang-orang baik dan orang yang menerapkan kebenaran sebagai pemimpin dan pekerjanya; tanpa mereka, segala sesuatunya tidak mungkin akan terkendali! Jika orang-orang jahat dan para pengikut yang bukan orang percaya tidak dibatasi, tidak akan ada kehidupan bergereja, dan tatanan normal gereja akan sepenuhnya hancur, berubah menjadi kekacauan. Inilah akibatnya jika para pemimpin dan pekerja tidak melakukan pekerjaan mereka dengan baik. Jika para pemimpin dan pekerja tidak dapat menerima kebenaran, tidak mempertimbangkan maksud Tuhan, atau tidak mengandalkan Tuhan, mereka tidak akan mampu melaksanakan pekerjaan gereja dengan baik. Mereka tidak akan mampu menyelesaikan masalah apa pun yang muncul di gereja atau tidak dapat mengatasi kesulitan apa pun yang dihadapi oleh umat pilihan Tuhan. Dapatkah pemimpin dan pekerja semacam itu membuahkan hasil yang baik jika mereka berkuasa? Mereka hanya dapat menimbulkan kekacauan di gereja; pada akhirnya, situasi seperti inilah yang akan terjadi. Gereja ini kemudian akan menjadi tandus, tempat di mana Iblis berkuasa; gereja telah merosot menjadi sesuatu yang lain. Tuhan tidak akan mengakui gereja ini, dan Roh Kudus tidak akan bekerja di dalamnya. Gereja seperti itu hanyalah sekadar nama dan harus ditutup.
Menelaah Perwujudan Pemimpin Palsu yang Berkaitan dengan Tanggung Jawab Kedua Belas
I. Pemimpin Palsu Memiliki Kualitas yang Buruk dan Tidak Mampu Mengidentifikasi Masalah Kekacauan dan Gangguan
Inilah tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh para pemimpin dan pekerja sebagaimana yang diuraikan dalam tanggung jawab kedua belas; kita tidak akan mempersekutukan contoh yang lebih spesifik sekarang ini. Tema persekutuan hari ini adalah mengungkapkan perwujudan spesifik yang pemimpin palsu perlihatkan saat melaksanakan tugas-tugas ini, serta mengidentifikasi perilaku mana yang mencerminkan esensi pemimpin palsu dan yang dapat digunakan untuk menggolongkan seseorang sebagai pemimpin palsu. Inilah topik utama persekutuan hari ini. Pertama, tuntutan terhadap para pemimpin dan pekerja dalam pekerjaan ini adalah dengan segera mengidentifikasi berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal yang menyebabkan kekacauan dan gangguan terhadap pekerjaan Tuhan dan tatanan normal gereja. Mengidentifikasi dengan segera adalah tuntutan standar yang harus dipenuhi para pemimpin dan pekerja. Setiap kali sesuatu muncul, begitu ada sedikit saja tanda-tanda sesuatu yang tidak beres, seperti tanda-tanda orang jahat yang mulai bermanuver, atau seseorang yang menunjukkan tanda-tanda akan menimbulkan masalah, para pemimpin dan pekerja harus bisa merasakannya dan mewaspadainya. Jika mereka mati rasa dan bodoh, itu akan merepotkan. Terutama dalam situasi di mana terdapat orang-orang jahat yang menyebabkan gangguan, begitu masalah ini mulai muncul dan tidak sepenuhnya jelas apa yang berniat untuk dilakukan orang-orang ini atau bagaimana situasinya akan berkembang—yaitu, ketika para pemimpin dan pekerja belum bisa mengetahui yang sebenarnya tentang masalah ini—mereka tidak boleh bertindak secara membabi buta atau membuat orang-orang ini khawatir sebelum waktunya untuk menghindari salah penilaian. Namun, ini bukan berarti tidak memperhatikan dan tidak menyadari situasi tersebut. Sebaliknya, itu berarti menunggu dan mengamati untuk melihat bagaimana segala sesuatunya akan berkembang dan apa niat, tujuan, serta motif orang-orang ini. Inilah pekerjaan yang harus dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja. Ketika situasinya berkembang hingga taraf tertentu, dan orang-orang ini mulai melampiaskan kenegatifan serta menyebarkan kekeliruan, sehingga umat pilihan Tuhan terganggu, para pemimpin dan pekerja harus segera bertindak. Mereka harus bangkit tanpa ragu untuk menyingkapkan, menelaah, dan membatasi perbuatan jahat orang-orang ini, membantu orang lain untuk memetik pelajaran dan mengidentifikasi serta mengetahui yang sebenarnya tentang orang-orang jahat ini. Inilah proses dengan segera dan akurat mengidentifikasi berbagai orang, peristiwa, serta hal-hal yang menyebabkan kekacauan dan gangguan; ini berarti pemimpin dan pekerja melaksanakan tugas mereka. Tujuan utama pekerjaan ini adalah mengidentifikasi berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal yang mengacaukan serta mengganggu pekerjaan gereja, lalu segera menyelesaikannya. Ini adalah hal yang dapat dicapai oleh para pemimpin dan pekerja. Jadi, perwujudan apa yang diperlihatkan pemimpin palsu dalam pekerjaan ini? Bagaimana kita dapat menelaah dan mengidentifikasi pemimpin palsu? Jelaslah bahwa pemimpin palsu tidak mampu dengan segera dan akurat mengidentifikasi gangguan yang disebabkan oleh orang-orang jahat terhadap pekerjaan gereja. Inilah masalah yang paling terlihat dalam pelaksanaan pekerjaan gereja oleh para pemimpin palsu; mereka tidak memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi gangguan yang disebabkan oleh orang-orang jahat terhadap pekerjaan gereja. Mengapa dikatakan bahwa pemimpin palsu tidak mampu mengidentifikasi masalah atau tidak mampu melihat yang sebenarnya tentang esensi masalahnya? Tindakan sebagian orang jelas-jelas mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja, tetapi pemimpin palsu tidak dapat mengidentifikasi atau tidak dapat melihat masalah tersebut; mereka buta. Ada orang yang melampiaskan kenegatifan, menyesatkan, dan mengganggu orang lain di gereja. Ada orang yang membentuk kelompok tertutup, diam-diam melakukan tipu muslihat, sering menghakimi orang-orang tertentu di belakang mereka. Ada juga orang-orang yang dengan sembrono saling menggoda dan merayu. Pemimpin palsu berpura-pura tidak melihat hal-hal ini; mereka sama sekali tidak menyadari keseriusan masalah-masalah ini dan bagaimana pengejaran akan kebenaran serta pelaksanaan tugas banyak orang akan terpengaruh jika masalah-masalah ini tidak dibereskan, serta apa akibat yang akan ditimbulkannya, sehingga mereka mengabaikannya. Ketika beberapa orang menyadari adanya masalah dan melaporkannya kepada seorang pemimpin palsu, pemimpin palsu itu mungkin berkata, "Mereka semua adalah saudara-saudari; siapa yang tidak pernah memperlihatkan sedikit kerusakan? Siapa yang tidak memiliki emosi dan hasrat? Jangan menghakimi dan mengutuk orang lain dengan entengnya!" Sekalipun di gereja terjadi sesuatu yang sangat absurd, jahat, atau bertentangan dengan kebenaran, pemimpin palsu sama sekali tidak melihatnya. Selama pertemuan, ada orang-orang yang selalu berbicara negatif, mengatakan sesuatu seperti, "Mereka terus-menerus berkata bahwa hari Tuhan sudah dekat; kapan sebenarnya hari itu akan tiba?" Sebagian saudara-saudari tanpa sadar terpengaruh oleh perkataan ini, tetapi bagaimana tanggapan pemimpin palsu tersebut? Dia menganggap itu adalah kelemahan yang wajar dan tidak dapat melihat bahwa itu adalah tindakan melampiaskan kenegatifan, menyesatkan, dan mengganggu orang lain. Sebagian saudara-saudari jelas-jelas terpengaruh dalam pelaksanaan tugas mereka. Mereka tidak mau lagi memberitakan Injil dan tidak mau lagi menghadiri pertemuan dengan sikap yang positif atau proaktif. Setiap kali ada pertemuan, mereka harus diajak untuk menghadirinya. Namun, pemimpin palsu tidak melihat ini sebagai masalah. Mereka tidak memperhatikan perubahan apa yang terjadi di antara semua orang di gereja ketika masalah ini muncul. Mereka hanya secara otomatis mengadakan pertemuan sebagai acara yang sudah biasa diadakan, tidak menyadari apa yang sedang terjadi di balik layar, apa perubahan dalam keadaan orang-orang, masalah apa yang orang-orang hadapi, siapa yang menyebabkannya, siapa pelaku utamanya, berasal dari siapa masalah tersebut, dan masalah apa sebenarnya yang perlu diselesaikan; mereka tidak dapat melihat semua ini. Apakah karena penglihatan mereka kurang jelas maka mereka tidak dapat melihat hal-hal ini? (Tidak.) Karena bukan penglihatan mereka yang kurang jelas, mengapa ketika kekacauan dan gangguan yang serius serta kekeliruan yang jelas ini muncul di gereja, mereka tidak dapat melihat atau mengidentifikasi hal-hal tersebut? Jelaslah bahwa pemimpin ini buta dan tidak memiliki pemahaman rohani. Ada orang-orang yang berkata, "Meskipun mereka tidak mampu mengidentifikasi masalah-masalah ini, mereka mampu membacakan firman Tuhan kepada orang-orang selama pertemuan. Apa pun pemahaman orang-orang mengenai pembacaan mereka atau apakah itu membuahkan hasil atau tidak, mereka terus-menerus membaca firman Tuhan. Atas alasan ini saja, mereka dapat dianggap sebagai pemimpin yang baik." Mereka hanya fokus membaca firman Tuhan; jika ini tidak membuahkan hasil apa pun, bukankah ini berarti hanya bersikap asal-asalan? Jika mereka tidak dapat menyelesaikan masalah, manfaat apa yang dapat orang peroleh dari pertemuan? Jadi, apakah pemimpin ini adalah pemimpin palsu? (Ya.) Salah satu perwujudan pemimpin palsu ketika melaksanakan pekerjaan ini adalah kebutaan. Mereka buta; sekalipun masalah terlihat sangat jelas di depan mereka atau terjadi di sekitar mereka, pemimpin palsu tidak dapat melihat ataupun mengidentifikasi masalah tersebut. Dari luarnya, mereka mungkin tampak menghargai firman Tuhan lebih daripada orang kebanyakan, tetapi mereka tidak memahami tentang apa firman Tuhan itu, orang mana yang dimaksudkannya, atau situasi apa yang dibahasnya; mereka tidak dapat menghubungkan firman Tuhan dengan kehidupan nyata. Jadi, pemahaman apa yang mereka persekutukan? Apakah itu sesuai dengan kebenaran? Dapatkah itu menyelesaikan masalah nyata? (Tidak.) Ketika berkhotbah, mereka melontarkan retorika kosong, seolah-olah mereka memiliki pemahaman yang hebat tentang kebenaran, tetapi mereka tidak dapat mengidentifikasi gangguan yang jelas terlihat yang disebabkan oleh orang jahat di gereja, malah bertindak seolah-olah tidak terjadi hal apa pun. Apakah ini memperlihatkan bahwa mereka memahami kebenaran dan memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi? Apakah mereka benar-benar memahami firman Tuhan? (Tidak.) Jika mereka dapat membaca firman Tuhan secara normal, mengapa mereka tidak dapat menggunakannya untuk memandang dan menyelesaikan masalah? Mengapa pikiran mereka tidak pernah terbuka ketika mereka membaca firman Tuhan? Mengapa mereka tidak memiliki hati yang tajam ketika membaca firman Tuhan? Apa akar masalah ini? Mengapa mereka buta? Apa penyebab kebutaan mereka? (Itu karena mereka tidak memiliki kemampuan untuk memahami firman Tuhan dan memiliki kualitas yang sangat buruk.) Benar. Bukan mata mereka yang buta, tetapi hati mereka yang buta. Apa artinya memiliki hati yang buta? Itu berarti memiliki kualitas yang sangat buruk dan tidak memiliki kemampuan untuk memahami firman Tuhan. Sebanyak apa pun firman Tuhan yang mereka baca, mereka hanya memahaminya pada tingkat yang dangkal. Mereka tidak dapat menghubungkannya dengan berbagai orang, peristiwa, hal-hal, dan situasi yang muncul di gereja, dan mereka juga tidak dapat memperlakukan, menangani, serta menyelesaikan berbagai masalah berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran. Inilah penyebab utama kebutaan mereka; mereka memiliki kualitas yang buruk dan tidak mampu melaksanakan pekerjaan ini. Oleh karena itu, serajin apa pun mereka belajar, setekun apa pun mereka berlatih, dan sekeras apa pun mereka bekerja untuk mengimbangi kurangnya kemampuan mereka, dapatkah mereka memenuhi tanggung jawab sebagai pemimpin dan pekerja? Tidak. Orang-orang ini sangat menyedihkan. Sebanyak apa pun mereka memperlengkapi diri mereka dengan kata-kata dan doktrin, mereka tidak mampu memenuhi tanggung jawab mereka sebagai pemimpin dan pekerja atau tidak mampu melaksanakan tugas ini.
Baru saja, kita bersekutu tentang perwujudan dari para pemimpin palsu ini, yaitu mereka tidak dapat melihat bahwa tindakan orang jahat dan antikristus menyebabkan gangguan terhadap gereja, dan mereka juga tidak dapat mengetahui yang sebenarnya tentang esensi orang jahat serta antikristus. Ketika menghadapi hal-hal di mana orang jahat menyebabkan kekacauan dan gangguan, terkadang mereka mungkin melihat sedikit petunjuk, atau, entah melalui pengalaman, perasaan, atau intuisi mereka, mungkin mereka hanya merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres, bahwa ekspresi wajah orang ini, sorot matanya, dan perkataannya agak tidak normal. Mungkin ada sedikit perasaan tertentu dalam hatinya, tetapi mereka tidak dapat mengetahui yang sebenarnya tentang banyak hal, dan mereka tidak dapat mengidentifikasi sebagian besar masalah. Apa sebabnya mereka tidak mengetahui yang sebenarnya tentang esensi masalahnya? Ini berkaitan dengan masalah lainnya. Mereka sangat rajin, tinggal di ruangan mereka sepanjang hari untuk menulis khotbah, membuat catatan tentang waktu teduh mereka, menuliskan pemahaman dan pengalaman mereka tentang firman Tuhan, mempelajari lagu-lagu pujian, menetapkan tujuan tentang berapa kali mereka akan berdoa, jumlah firman Tuhan yang akan dibaca, serta jumlah khotbah yang akan didengarkan setiap hari, dan lama waktu untuk menulis satu artikel kesaksian berdasarkan pengalaman; mereka menyelesaikan semua tugas ini, jadi mengapa mereka masih tidak dapat mengetahui yang sebenarnya tentang berbagai hal ketika itu terjadi? Mereka tidak memahami kebenaran. Mereka hanya bisa melontarkan kata-kata dan doktrin, dan mereka tidak mampu menyelesaikan masalah nyata. Ada orang-orang yang selalu mengucapkan kata-kata dan doktrin untuk menyesatkan orang lain, dan pemimpin palsu tidak dapat mengetahui yang sebenarnya tentang hal ini. Meskipun mereka terkadang merasa bahwa ada sesuatu yang salah, bahwa mungkin ada masalah, karena melihat bahwa orang-orang itu tidak tampak jahat, mereka pun membiarkan saja masalah itu berlalu dengan sikap yang bingung. Mereka tidak mampu mencari prinsip-prinsip kebenaran untuk mengidentifikasi masalah semacam itu, dan sekalipun mereka telah membaca firman Tuhan yang menyingkapkan keadaan serta esensi orang-orang semacam itu, mereka tidak tahu bagaimana mengaitkannya dengan situasi tersebut. Pikiran mereka kabur dan mereka tidak dapat mengetahui yang sebenarnya tentang hal-hal ini. Ketika mereka ingin mencari, mereka tidak tahu bagaimana mengutarakannya. Mereka berbicara sangat lama tanpa menjelaskan esensi masalahnya, dan tanpa menggambarkan dengan jelas seperti apa perwujudan orang-orang itu secara keseluruhan, seperti apa kemanusiaan, pengejaran, pelaksanaan tugas, serta tekad mereka untuk mengorbankan diri bagi Tuhan, atau seperti apa sikap mereka terhadap kebenaran, dan apakah mereka adalah orang yang menerima kebenaran atau tidak. Para pemimpin palsu ini tidak dapat mengetahui yang sebenarnya atau tidak dapat menerangkan hal-hal ini dengan jelas. Sekalipun mereka merasakan adanya masalah, mereka terus mengoceh, mengatakan banyak hal, tanpa menjelaskan maksud mereka dengan jelas. Para pendengar mereka harus mampu mengidentifikasi, mengekstrak poin-poin pentingnya, dan menganalisis perkataan mereka untuk mengetahui pertanyaan yang mereka ajukan, keadaan keseluruhan orang yang sedang mereka gambarkan, dan pada akhirnya menggolongkan esensi dari orang tersebut; apakah dia orang jahat atau orang baik, apakah dia orang yang mengejar kebenaran atau hanya orang yang berjerih payah. Ketika engkau meminta pemimpin palsu untuk menjelaskan suatu masalah atau mengajukan pertanyaan, mereka tidak pernah mampu menjelaskan akar dan esensi masalahnya atau inti permasalahannya dengan jelas. Singkatnya, pemimpin palsu tidak memiliki sikap tertentu terhadap masalah yang tak dapat mereka ketahui yang sebenarnya, dan mengenai hal-hal di mana mereka dapat melihat petunjuknya, mereka tetap saja tidak bisa mengetahui yang sebenarnya tentang esensi masalah tersebut. Bahkan ketika ada orang-orang yang melampiaskan kenegatifan dan menyebarkan gagasan, yang menyebabkan dampak merugikan terhadap kehidupan bergereja, mereka tidak dapat mengetahui yang sebenarnya tentang hal ini. Mereka tak dapat mengetahui yang sebenarnya atau tak dapat menggolongkan esensi suatu masalah dari permukaannya atau dari tahap awalnya. Tentu saja, mengetahui yang sebenarnya tentang esensi suatu masalah bukanlah hal yang mudah. Hal terpenting dalam pekerjaan gereja adalah mengetahui yang sebenarnya tentang esensi berbagai orang berdasarkan firman Tuhan. Mereka yang memahami kebenaran mampu mencapai hal ini, tetapi pemimpin palsu dan pekerja palsu tidak dapat melakukannya. Ketika mereka melihat antikristus mengganggu pekerjaan gereja, mereka tidak dapat mengetahui yang sebenarnya tentang esensi masalahnya dan bahkan membela antikristus itu dengan berkata, "Mereka hanya memperlihatkan beberapa watak yang rusak, dan bersikap sedikit congkak, semaunya, dan sewenang-wenang. Mereka masih mampu menanggung kesukaran saat melaksanakan tugas. Jadi, kita tidak boleh menghakimi dan mengutuk mereka; kita tidak boleh terlalu membesar-besarkan hal ini." Orang lain bertanya, "Jika mereka mampu menanggung kesukaran saat melaksanakan tugas, apakah mereka adalah orang yang mengejar kebenaran? Pernahkah mereka menghasut, menyesatkan, atau menarik orang di balik layar? Pernahkah mereka meninggikan dan bersaksi bagi diri mereka sendiri?" Pemimpin palsu tidak dapat mengetahui yang sebenarnya tentang hal-hal ini. Bahkan ada orang-orang yang, dengan mengatasnamakan kesaksian bagi Tuhan, sengaja memfitnah dan menghujat Tuhan, sengaja menyebarkan rumor yang tidak berdasar saat menelaah dan berbicara tentang mengetahui gagasan mereka sendiri tentang Tuhan. Setelah mendengar mereka melakukan hal ini, pemimpin palsu mungkin merasa bahwa apa yang mereka katakan terdengar sedikit aneh, tetapi mereka tidak dapat mengetahui yang sebenarnya tentang keseriusan masalah tersebut, apalagi melihat dampak negatif dan akibat serius dari perkataan ini. Oleh karena itu, berbagai kekacauan dan gangguan yang terjadi tepat di depan mata para pemimpin palsu sama sekali tidak terlihat oleh mereka, atau jika mereka melihatnya, mereka tidak tahu bagaimana menggolongkannya atau bagaimana mengaitkan situasi tersebut dengan firman Tuhan. Hal-hal yang sangat jelas ini menjadi hal yang membingungkan bagi mereka. Pemimpin palsu adalah orang yang sangat bodoh. Di gereja, mereka tidak mampu mengidentifikasi orang mana yang mengejar kebenaran, dan orang mana yang merupakan orang percaya sejati yang dapat menerima kebenaran. Mereka tidak mampu mengidentifikasi orang mana yang tidak mengejar kebenaran tetapi masih mampu berjerih payah, dan orang mana yang biasanya bersedia membayar harga serta bertindak berdasarkan prinsip, dan orang mana yang relatif taat dan tunduk meskipun sesekali mengucapkan beberapa perkataan yang negatif. Mereka juga tidak mampu mengidentifikasi orang mana yang hanya berperan negatif, melampiaskan kenegatifan dan menghakimi orang lain, serta selalu memiliki gagasan tentang semua pengaturan kerja rumah Tuhan dan tentang aturan serta tuntutan mengenai semua bagian pekerjaan di rumah Tuhan, memendam sikap yang menentang alih-alih menerima, dan yang sangat tidak hormat terhadap hal-hal ini, bahkan sampai menghakiminya. Singkatnya, pemimpin palsu tidak dapat mengetahui yang sebenarnya tentang semua jenis orang. Yang lebih parah lagi, di gereja, ada orang-orang yang sering menyebarkan gagasan, melampiaskan kenegatifan, dan bahkan tidak membaca firman Tuhan selama pertemuan. Mereka selalu membentuk kelompok tertutup, terlibat dalam kecemburuan dan perselisihan. Ada orang-orang yang selalu ingin menjadi pemimpin, selalu ingin memanfaatkan gereja untuk memperoleh penghidupan, dan selalu ingin merampas harta milik rumah Tuhan. Ada juga orang-orang yang dari luarnya terlihat memiliki beberapa perilaku yang baik tetapi tidak berperan positif dalam tugas mereka. Pemimpin palsu tidak dapat mengetahui yang sebenarnya tentang karakter-karakter negatif ini dan tidak mampu menggolongkan mereka. Mereka tidak mampu mengetahui yang sebenarnya tentang jalan apa yang ditempuh orang-orang ini, apa esensi mereka, dan apakah mereka adalah orang yang menerima kebenaran. Bukankah ini adalah masalah dengan kualitas pemimpin palsu? Para pemimpin palsu ini memiliki kualitas yang sangat buruk. Apa pun yang mereka lakukan benar-benar kacau, dan pekerjaan apa pun yang mereka lakukan selalu kacau balau.
Ada orang-orang yang mengeluarkan uang persembahan untuk membeli barang-barang bagi rumah Tuhan dengan cara yang tidak berprinsip, membeli barang secara sembarangan tanpa meminta izin. Setelah melihat hal ini, pemimpin palsu bahkan berkata, "Meskipun mereka menghabiskan sedikit lebih banyak uang, mereka berniat baik. Ketika membeli barang-barang untuk rumah Tuhan, kita harus membeli yang terbaik; ini bukanlah pemborosan uang. Bukankah seharusnya memang seperti ini cara menggunakan uang persembahan?" Adakah prinsip dalam perkataan mereka? (Tidak.) Jadi, perkataan macam apa ini? Bukankah ini perkataan yang bingung? Perkataan yang tidak berprinsip adalah perkataan yang bingung, dan perkataan yang tidak berdasar juga merupakan perkataan yang bingung. Ada orang-orang yang sering mengucapkan kata-kata dan doktrin selama kehidupan bergereja; mereka sangat fasih dan berbicara dengan cara terstruktur sehingga terdengar sangat teratur, dan mereka memiliki keterampilan berbicara yang sangat baik. Apa yang pemimpin palsu katakan tentang orang-orang semacam itu? "Kehidupan bergereja kita sepenuhnya mengandalkan si A. Dialah yang paling pandai berbicara dan paling memahami firman Tuhan. Tanpa dia, kehidupan bergereja kita akan sangat kering dan tidak menarik." Mereka tidak tahu bahwa orang-orang ini hanya mengucapkan kata-kata dan doktrin. Sebanyak apa pun seseorang mendengarkan mereka, orang itu tidak akan terdidik dalam kerohaniannya, tidak akan memahami kebenaran, atau tidak tahu bagaimana mengaitkan kebenaran dengan dirinya sendiri untuk memahami keadaan dirinya dan menyelesaikan masalah yang dimilikinya. Di bawah sanjungan dan hasutan pemimpin palsu, orang yang mengucapkan kata-kata dan doktrin, orang yang suka menjadi pusat perhatian, dan bahkan orang yang sering keluar dari topik dalam perkataan mereka, yang mengoceh di setiap pertemuan tentang topik yang muluk-muluk, tidak masuk akal dan mencakup banyak hal, semuanya diberi ruang untuk tampil. Pemimpin palsu tidak mampu mengidentifikasi mereka dan bahkan menganggap mereka orang-orang berbakat, menyanjung mereka dengan berkata, "Kalian berbicara dengan sangat baik; mengapa kalian tidak menulis artikel kesaksian berdasarkan pengalaman? Sangat disayangkan!" Di gereja, para mahasiswa, profesor, dan kaum intelektual itu dianggap pemimpin palsu sebagai harta karun. Mereka berkata, "Kaum intelektual dan para profesor ini adalah orang-orang berbakat. Mereka memiliki begitu banyak pengalaman dan terkenal di tengah masyarakat. Jika mereka menjadi pemimpin dan pekerja di gereja, ada lebih banyak pekerjaan yang dapat diselesaikan, dan umat pilihan Tuhan dapat memperoleh lebih banyak manfaat. Di masa depan, pekerjaan gereja akan sepenuhnya mengandalkan mereka. Dengan adanya kaum intelektual yang memimpin kita, iman kita kepada Tuhan pasti akan mendatangkan berkat." Oleh karena itu, di gereja-gereja di mana terdapat pemimpin palsu, mereka yang memiliki status di tengah masyarakat, mereka yang berpengetahuan luas, mereka yang fasih, mereka yang berbicara kosong tentang kata-kata dan doktrin, mereka yang memiliki prestise, dan sebagainya—semua orang yang tidak memiliki kenyataan kebenaran sama sekali—menempati kedudukan yang dominan di gereja dan diperlakukan oleh pemimpin palsu sebagai kekuatan utama dan bahkan yang disebut sebagai sokoguru gereja. Ketika sesuatu terjadi di gereja, pemimpin palsu berkata, "Bertanyalah kepada si A; dia adalah CEO sebuah perusahaan," atau "Bertanyalah kepada si B, dia adalah profesor di suatu universitas," atau "Bertanyalah kepada si C, dia adalah pengacara top di sebuah firma hukum." Pemimpin palsu memperlakukan orang-orang ini sebagai sokoguru dan kekuatan utama gereja. Dapatkah kehidupan bergereja berjalan baik dalam situasi seperti itu? (Tidak.) Jadi, apa akibatnya? Yang disebut sebagai kekuatan utama dan sokoguru ini secara diam-diam atau bahkan secara terang-terangan bersaing untuk mendapatkan status dan membentuk kelompok tertutup, serta sering menyebarkan gagasan dan menyebarluaskan rumor tak berdasar. Saudara-saudari di gereja yang merupakan orang percaya sejati, mencintai kebenaran, dapat menerima kebenaran, dan memiliki pemahaman yang murni akan kebenaran sering dikucilkan serta ditindas oleh mereka. Yang disebut sebagai tokoh-tokoh sosial yang terhormat ini, entah saat melaksanakan tugasnya ataupun saat melakukan pekerjaan apa pun, tidak memiliki kesetiaan dan tidak pernah bertindak berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran; mereka sepenuhnya mengikuti cara-cara masyarakat orang tidak percaya. Oleh karena itu, di gereja semacam itu, mereka yang sungguh-sungguh mengejar kebenaran, mereka yang memiliki pemahaman yang murni, dan mereka yang memiliki sedikit kemanusiaan serta rasa keadilan, tidak memiliki ruang untuk berbicara, tidak berhak berbicara, dan tentu saja tidak berhak untuk mengambil keputusan. Apa pun yang terjadi di gereja, kelompok yang disebut sebagai anggota-anggota kunci itulah yang menjadi penentu keputusan akhir. Para pemimpin palsu mengidolakan dan memercayai orang-orang ini tanpa berpikir panjang, sehingga mereka pada akhirnya mengandalkan orang-orang ini untuk mendapatkan solusi setiap kali sesuatu terjadi. Jika orang-orang ini mengejar kebenaran dan bertindak berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran, ini akan menjadi hal yang baik. Namun, sebagian besar dari orang-orang ini tidak mengejar kebenaran. Mereka memiliki pengetahuan dan pendidikan tertentu, mereka memiliki status sosial; selain itu, mereka memiliki kemanusiaan yang licik serta berbahaya, dan mereka pandai berbicara serta mahir dalam menyesatkan orang lain. Seperti inilah tepatnya esensi natur dari antikristus. Apa akibatnya jika pemimpin palsu mengandalkan orang-orang ini? Mereka benar-benar mengacaukan pekerjaan gereja serta tatanan kehidupan bergereja, dan mereka menghancurkan jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan, yang menyebabkan gereja sepenuhnya kehilangan kesaksiannya. Sebagian pemimpin palsu berharap memiliki orang-orang penting di gereja yang memahami politik dan peristiwa terkini, berpikir, "Jika ada seseorang seperti itu untuk memperluas skala gereja, memperkuat pengaruhnya, dan meningkatkan reputasinya, akan ada harapan bagi pekerjaan penyebaran Injil. Itu benar-benar hal yang patut dirayakan!" Di gereja-gereja yang dikendalikan oleh pemimpin palsu, selama kehidupan bergereja, ada orang-orang yang berbicara panjang lebar tentang politik, peristiwa terkini, situasi internasional, dan urusan dalam negeri; mereka membahas kehidupan pribadi para tokoh politik tingkat tinggi dan bahkan menganalisis dengan cara yang jelas dan logis konspirasi serta rencana jahat yang terbongkar dari para tokoh politik ini. Pemimpin palsu, yang dipenuhi rasa iri, berkata, "Akhirnya, di gereja kita ada orang penting yang membantu kita untuk tampil baik! Dahulu aku selalu merasa berkecil hati, berputus asa, tidak bisa percaya diri, karena tidak ada orang penting seperti ini di gereja kita. Namun sekarang, ada orang seperti ini di gereja kita. Jadi, kita harus membiarkan orang ini melakukan apa pun yang dia inginkan dan mengatakan apa pun yang dia inginkan, serta memberinya kebebasan. Bukankah rumah Tuhan menerapkan kebebasan dan hak asasi manusia? Bukankah Zaman Kerajaan menekankan hak asasi manusia?" Pemimpin palsu memperlakukan mereka yang suka berbicara tentang politik dan berkomentar tentang orang-orang terkenal, yang sering terus-menerus mengoceh tentang ide yang muluk-muluk dan hampa di antara orang-orang, sebagai harta karun yang langka dan ingin membina mereka untuk dijadikan sokoguru serta andalan gereja. Oleh karena itu, mereka sering mendorong dan memuji orang-orang ini, takut gereja akan terkena dampaknya jika orang-orang ini menjadi negatif. Singkatnya, para pemimpin palsu ini mati rasa dan buta. Mereka tidak dapat segera mengidentifikasi berbagai orang yang mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja. Sekalipun mereka mengidentifikasi orang-orang ini, mereka tidak dapat mengetahui yang sebenarnya tentang esensi orang jahat. Mereka bahkan tidak dapat mengetahui yang sebenarnya tentang orang jahat yang jelas-jelas termasuk kategori antikristus, seperti mereka yang membentuk kelompok tertutup dan mendirikan kerajaan mereka sendiri. Ketika mereka melihat antikristus membentuk kelompok tertutup, memamerkan kehebatan mereka, dan berbuat sekehendak hati dengan kekuatan besar yang mereka miliki, bagaimana pemimpin palsu mengevaluasi mereka? "Orang ini luar biasa, dia benar-benar hebat! Aku tidak memperhatikan bakat ini sebelumnya; dia jauh lebih baik daripadaku, dia benar-benar membuatku merasa malu. Lihatlah kemampuannya; dia mampu mengemban tugas apa pun dan melepaskan hal lainnya, berbicara dengan anggun, dan menepati janjinya. Sedangkan aku, aku tidak berguna; aku seperti gadis kecil yang pemalu." Mereka sangat mengagumi antikristus, tunduk kepada antikristus, dan bersedia menjadi pengikut antikristus. Salah satu ciri dari perwujudan pemimpin palsu ini adalah kebutaan, dan ciri lainnya adalah mati rasa. Secara keseluruhan, esensi dari masalah pemimpin palsu adalah kualitas yang buruk.
Orang memiliki mata agar mereka dapat melihat sesuatu. Setelah orang melihat sesuatu, pikiran mereka akan bereaksi dan membuat penilaian, lalu setelah mereka membentuk penilaian, mereka akan mengembangkan sudut pandang dan memperoleh jalan penerapannya. Ini membuktikan bahwa mereka tidak buta; apa pun yang mereka lihat, mereka memiliki reaksi yang normal dan tahu cara untuk menghadapi serta menangani hal tersebut. Orang seperti ini memiliki cara berpikir yang normal. Orang mengalami suatu proses reaksi terhadap apa yang mereka lihat; mereka akan merenungkan dan memikirkannya dengan saksama hingga ke taraf yang lebih luas atau lebih sempit. Saat pemikiran mereka berkembang, gambaran tentang hal itu lambat laun terbentuk di benak mereka, dan mereka mengembangkan sudut pandang, sikap, serta pendekatan mereka sendiri. Jadi, apa prasyarat untuk menghasilkan hal-hal ini? Mata orang harus mampu melihat sesuatu, lalu mengirimkan informasi yang terkumpul itu ke otak dan pikiran mereka untuk direnungkan. Jika orang mampu melihat sesuatu dengan mata mereka, berarti mereka tidak buta, dan mereka kemudian dapat memikirkan dan merenungkan, memiliki kesadaran, sikap, serta sudut pandang, dan pada akhirnya menarik kesimpulan yang benar. Tentu saja, butuh waktu untuk sampai pada kesimpulan ini. Apa artinya memiliki kesadaran, sudut pandang, dan sikap sebelum kesimpulan ini dicapai? Artinya, pikiran orang itu aktif, tidak mati rasa, yang membuktikan bahwa orang itu hidup, tidak mati. Pemimpin palsu memiliki kualitas yang buruk. Dalam hal apa kualitas mereka buruk? Pemimpin palsu tidak memiliki kedua kualitas ini. Mata mereka terbuka tetapi mereka tidak mampu melihat hal-hal yang terjadi atau tersingkap, dan ini adalah kebutaan. Selain itu, ketika mereka melihat sesuatu, pikiran mereka tidak bereaksi, mereka tidak membentuk sudut pandang atau pemikiran apa pun, dan mereka tidak memiliki sarana atau cara yang benar untuk menilai serta menarik kesimpulan berdasarkannya. Ini berarti mati rasa dalam jiwa mereka. Orang-orang yang jiwanya mati rasa tidak mampu mengidentifikasi apa pun, mereka tidak memiliki evaluasi yang benar atau penilaian yang akurat, dan pada akhirnya, mereka tidak mampu menarik kesimpulan, serta tidak tahu bagaimana cara memperlakukan, menangani, atau menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Ini berarti mati rasa dan bodoh. Ketika orang jiwanya mati rasa dan bodoh, sampai-sampai mereka sama sekali tidak bereaksi ketika sesuatu terjadi, ini berarti mereka sudah mati; ini menggambarkan masalah tersebut dengan tepat. Mari kita kesampingkan dahulu apakah pemimpin palsu itu memang sudah mati atau belum, dan anggap saja mereka hanya memiliki kualitas yang buruk. Seburuk apa kualitas mereka sebenarnya? Betapa pun pentingnya peristiwa yang terjadi, mereka tidak dapat melihatnya, dan sekalipun mereka melihatnya, mereka tidak mampu mengetahui yang sebenarnya tentang hal itu. Sebagai contoh, sekalipun sudah lama bekerja, pemimpin palsu tidak mampu menarik kesimpulan tentang esensi suatu masalah, tidak tahu cara menggolongkannya, atau apa dasar penggolongan tersebut; mereka tidak tahu cara mengevaluasi hal-hal ini, dan tidak memiliki standar atau prinsip untuk mengevaluasi hal-hal ini. Mereka adalah orang-orang bingung yang tidak memiliki pemahaman rohani. Inilah perwujudan utama pemimpin palsu dalam tugas yang pertama. Mereka buta, bodoh, dungu, dan mati rasa, tetapi masih ingin menjadi pemimpin. Bukankah ini menunda banyak hal? Bukankah ini sangat menyusahkan? Jika seseorang belum pernah melayani sebagai pemimpin, dan jika dia baru menghadapi sesuatu untuk pertama kalinya, dan hal ini tidak disebutkan dalam firman Tuhan serta tidak terdengar di antara orang-orang—dengan kata lain, jika mereka tidak memiliki pengalaman atau pengetahuan tentang hal ini—dalam keadaan itu, akan perlu waktu bagi orang tersebut untuk mengembangkan wawasan, sikap, dan sudut pandang yang benar. Namun, mengapa pemimpin palsu dikatakan mati rasa dan buta? Itu karena Aku telah mengucapkan begitu banyak firman, tetapi sebanyak apa pun hal yang Kusingkapkan dan telaah, atau sebanyak apa pun contoh yang Kuberikan, pemimpin palsu hanya mengetahui hal-hal ini setelah mereka mendengar firman-Ku, tetapi tidak memahami prinsip-prinsip kebenaran darinya. Selain itu, makin banyak Aku berfirman, makin mereka menjadi bingung. Mereka berkata, "Dengan adanya begitu banyak hal, begitu banyak firman, begitu banyak kisah, siapa yang mampu mengingat semua itu dan menghubungkannya dengan kehidupan nyata? Janganlah berfirman sebanyak itu, aku agak kesulitan mengerti dan memahami semua itu. Beritahukan saja kepadaku bagaimana cara menangani orang ini: Haruskah dia diusir atau dipertahankan?" Bukankah ini mati rasa? Ini mati rasa yang luar biasa! Sebenarnya, mengatakan bahwa mereka mati rasa berarti memberi mereka kelonggaran, karena orang ini mungkin masih muda, atau mungkin tidak berpendidikan, atau mungkin mereka sudah sangat tua dan sedikit bingung; mengatakannya dengan cara ini adalah agar harga diri mereka tidak terluka. Padahal sebenarnya, mereka memiliki kualitas yang buruk dan tidak memiliki kemampuan untuk memahami kebenaran. Penjelasan ini menerangkan masalahnya dengan jelas.
Jika kekacauan dan gangguan yang serius terjadi di gereja dan pemimpin palsu tidak mampu mengetahui yang sebenarnya tentang esensi masalahnya, apakah mereka kompeten untuk pekerjaan kepemimpinan? Dapatkah saudara-saudari terlindungi di bawah kepemimpinan mereka? Dapatkah pekerjaan gereja, lingkungan tempat saudara-saudari melaksanakan tugas mereka, dan tatanan normal kehidupan bergereja dilindungi serta dipertahankan? Ini adalah hal-hal paling dasar yang harus dicapai oleh pemimpin dan pekerja. Dapatkah pemimpin palsu mencapai hal-hal ini? Tidak. Mereka bahkan tidak mampu mengidentifikasi atau mengetahui yang sebenarnya tentang orang, peristiwa, dan hal-hal yang menyebabkan kekacauan serta gangguan, jadi bagaimana mereka dapat melanjutkan ke langkah berikutnya dalam pekerjaan mereka? Mereka bahkan tidak mampu mengidentifikasi hal-hal yang paling dasar, seperti orang macam apa yang merupakan orang baik, orang jahat, orang licik, atau orang munafik; bagaimana mereka dapat menangani pekerjaan gereja? Mereka tidak mampu melakukannya. Bukan berarti mereka dengan sengaja tidak melakukan pekerjaan nyata, atau mereka malas dan menikmati manfaat dari status; hanya saja, mereka memiliki kualitas yang buruk dan tidak mampu melakukan pekerjaan mereka. Inilah esensi masalahnya. Orang-orang yang berkualitas sangat buruk hanya dapat melontarkan kata-kata dan doktrin serta mematuhi peraturan; selama pertemuan, mereka hanya dapat membujuk dan menasihati orang lain, mengatakan hal-hal seperti, "Percayalah kepada Tuhan dengan semestinya! Mengapa kau malah menuruti kenyamanan daging pada saat seperti ini? Mengapa kau masih bisa mendambakan uang dan hal-hal duniawi? Tuhan pasti sangat sedih!" Mereka hanya mampu menyampaikan khotbah-khotbah semacam ini. Ketika berbagai perbuatan jahat seperti kekacauan dan gangguan, serta pelampiasan kenegatifan terjadi, mereka tidak dapat melihat atau mengidentifikasi hal-hal itu. Saudara-saudari ingin menjalani kehidupan bergereja yang normal tetapi tidak dapat melakukannya, dan mereka ingin memiliki lingkungan yang tepat untuk melaksanakan tugas tetapi mereka tidak bisa memilikinya. Pemimpin palsu tidak dapat menyelesaikan masalah-masalah ini, jadi apa gunanya mereka? Saudara-saudari ingin menjalani kehidupan bergereja, memahami kebenaran serta mengatasi kesulitan dan keadaan negatif mereka. Mereka sangat berharap para pemimpin dan pekerja dapat mempersekutukan kebenaran dengan jelas dan menyeluruh untuk menyelesaikan masalah nyata ini. Jika pemimpin palsu berkuasa di suatu gereja, dapatkah masalah-masalah nyata ini diselesaikan? Pemimpin palsu tidak memahami hati umat pilihan Tuhan, juga tidak dapat melihat kesulitan mereka. Sebaliknya, mereka terus mengucapkan kata-kata dan doktrin serta terus-menerus mengoceh tentang ide yang muluk-muluk dan hampa, yang menyebabkan umat pilihan Tuhan merasa sangat kecewa. Siapa yang masih mau menghadiri pertemuan secara teratur? Dapatkah pemimpin palsu mempertimbangkan maksud Tuhan, dan mengeluarkan orang-orang jahat, para pengikut yang bukan orang percaya, para oportunis, dan orang-orang tidak bermoral yang jahat dan menyukai hal-hal duniawi itu dari gereja berdasarkan firman dan tuntutan Tuhan, menghalangi mereka agar tidak mengacaukan dan mengganggu umat pilihan Tuhan, serta memungkinkan umat pilihan Tuhan untuk menjalani kehidupan bergereja yang normal? Dapatkah pemimpin palsu mencapai hal ini? Mereka tidak bisa. Ketika seseorang mengajukan permintaan seperti ini, apa yang akan pemimpin palsu katakan? "Kau ini sangat cerewet! Kaupikir hanya kau yang mengasihi Tuhan dan ingin setia dalam melaksanakan tugas? Siapa yang tidak ingin melakukannya? Mereka juga percaya kepada Tuhan dan dipilih oleh Tuhan. Meskipun ada beberapa masalah dengan mereka, kita harus memperlakukan mereka dengan benar. Jangan selalu mencari-cari kesalahan orang lain. Gunakanlah kesempatan yang ada untuk merenungkan dan lebih mengenal dirimu sendiri; engkau harus belajar bersikap toleran dan sabar." Pemimpin palsu itu bingung, buta, dan tidak memiliki prinsip dalam cara mereka memperlakukan berbagai jenis orang. Pemimpin palsu tidak dapat melihat siapa sebenarnya yang harus dibatasi atau dikeluarkan; sebaliknya, pemimpin palsu membiarkan orang-orang ini melakukan apa pun yang mereka inginkan dan bertindak seperti penguasa kejam di gereja, memberi mereka banyak ruang untuk beroperasi, yang membuat gereja menjadi kacau, sampai-sampai tingkat keberagaman orang di gereja dapat digambarkan dengan satu ungkapan: Mereka menjadi sekelompok orang yang sangat bercampur aduk. Orang-orang jahat, pengikut yang bukan orang percaya, orang-orang tidak bermoral, penguasa setempat yang kejam, bahkan ada orang-orang yang akan mengkhianati gereja dan saudara-saudari saat menghadapi sedikit saja bahaya, semua orang itu bercampur aduk menjadi satu di dalam gereja-gereja ini. Para pemimpin palsu tidak dapat mengetahui yang sebenarnya tentang orang-orang ini, dan tidak menangani atau menindak mereka. Oleh karena itu, di bawah kepemimpinan para pemimpin palsu yang buta dan mati rasa seperti ini, umat pilihan Tuhan tidak dapat terlindungi, dan pekerjaan gereja serta tatanan normal kehidupan bergereja tentu saja tidak dapat dipertahankan. Bagaimana orang-orang yang mencintai dan mau menerima kebenaran dapat memahami serta memperoleh kebenaran di tengah kehidupan bergereja yang orang-orangnya bercampur aduk seperti itu? Bukankah orang-orang itu akan merasa sakit di dalam hatinya? Jika pemimpin gereja tidak mampu mempertahankan pekerjaan gereja, tatanan normal kehidupan bergereja, atau lingkungan yang semestinya bagi saudara-saudari untuk melaksanakan tugas mereka, atau memastikan keamanan dari hal-hal ini, berarti pemimpin ini pasti adalah pemimpin palsu. Mengapa mereka diberi sebutan pemimpin palsu? Karena mereka buta dan mati rasa, sehingga berulang kali muncul orang-orang jahat yang mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja; lebih jauh lagi, bahkan setelah hal ini menimbulkan akibat, mereka tetap tidak mampu menangani dan menyelesaikan masalah dengan segera serta akurat, mereka juga tidak mampu menjaga pekerjaan gereja dan kehidupan bergereja saudara-saudari dengan semestinya. Bahasa halusnya, pemimpin semacam ini tidak kompeten dalam pekerjaannya; istilah tepatnya, mereka gagal total dalam memenuhi tanggung jawabnya. Meskipun mereka melayani sebagai pemimpin, mereka melindungi kepentingan orang-orang jahat dan kepentingan hamba-hamba Iblis, sembari mengabaikan pekerjaan gereja dan jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan. Mereka membela dan membiarkan orang-orang jahat itu mengacaukan serta mengganggu kehidupan bergereja sekalipun dengan membuat saudara-saudari dirugikan. Meskipun, dilihat dari kualitas dan perwujudan mereka, mereka hanya memiliki kualitas yang buruk dan tidak kompeten dalam pekerjaan mereka, serta tidak dapat digolongkan sebagai antikristus, akibat dari tindakan mereka terhadap pekerjaan gereja sangatlah parah. Natur dari tindakan mereka sama dengan natur antikristus yang mendirikan kerajaan mereka sendiri dan menindas saudara-saudari. Keduanya melindungi dan membiarkan orang-orang jahat, serta membiarkan hamba-hamba Iblis bertindak sekehendak hati mereka di gereja. Hanya saja, para pemimpin palsu tidak secara terang-terangan dan lancang melakukan kejahatan serta mengganggu pekerjaan gereja seperti yang dilakukan antikristus. Mereka tidak dengan sengaja menarik orang ke pihak mereka sendiri dan menyuruh orang untuk menaati mereka, tetapi hasil akhirnya sama seperti hasil akhir antikristus dalam mendirikan kerajaan mereka sendiri. Keduanya mengakibatkan saudara-saudari yang mencintai kebenaran dan sungguh-sungguh melaksanakan tugas mereka menjadi dirugikan dan dihancurkan, tanpa memiliki cara untuk hidup. Di tengah lingkungan dan kehidupan bergereja seperti itu, sangat sulit bagi saudara-saudari yang sungguh-sungguh melaksanakan tugasnya untuk membuat kemajuan dalam hidup mereka, dan sangat sulit untuk melaksanakan tugas mereka dengan normal. Tentu saja, pekerjaan penyebaran Injil dan berbagai bagian pekerjaan gereja juga menjadi sangat terhambat dan tidak dapat berkembang dengan normal. Inilah perwujudan pertama pemimpin palsu yang sedang kita telaah terkait tanggung jawab kedua belas, yaitu tidak memperhatikan dan tidak mampu mengetahui yang sebenarnya tentang orang, peristiwa, dan hal-hal yang muncul di sekitar mereka. Perwujudan ini cukup untuk menggolongkan orang-orang semacam itu sebagai pemimpin palsu.
II. Pemimpin Palsu Tidak Menangani Orang yang Mengacaukan dan Mengganggu Pekerjaan Gereja Berdasarkan Prinsip
Mengenai tugas kedua yang diuraikan dalam tanggung jawab kedua belas dari para pemimpin dan pekerja, kita akan menyingkapkan dan menelaah perwujudan yang pemimpin palsu perlihatkan. Tugas kedua adalah bahwa pemimpin dan pekerja harus menggunakan prinsip-prinsip kebenaran untuk segera menyelesaikan masalah setelah masalah tersebut teridentifikasi. Namun, pemimpin palsu juga tidak kompeten dalam tugas ini. Oleh karena itu, perwujudan kedua dari pemimpin palsu yang akan kita telaah adalah bahwa mereka tidak mengetahui prinsip untuk menangani berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal yang mengacaukan serta mengganggu pekerjaan gereja dan tatanan normal kehidupan bergereja. Ketika pemimpin palsu berpartisipasi dalam kehidupan bergereja, mereka makan dan minum firman Tuhan serta mendoa-bacakan firman Tuhan, tetapi mereka tidak pernah memahami apa yang firman Tuhan maksudkan, tidak pernah memahami prinsip dari semua yang Tuhan firmankan, dan tidak mengetahui prinsip serta standar yang Tuhan tuntut mengenai berbagai hal. Ini makin membuktikan bahwa pemimpin palsu tidak memiliki kemampuan untuk memahami kebenaran dan memiliki kualitas yang sangat buruk. Ada orang-orang yang berkata, "Mengapa Engkau berkata bahwa mereka memiliki kualitas yang buruk? Mereka sangat pandai memasak, begitu bergaya dalam berpakaian, dan berbicara dengan ramah saat berinteraksi dengan orang lain; semua orang suka mendengarkan mereka." Dapatkah penampilan seseorang merepresentasikan esensi mereka? Apakah mampu melakukan beberapa hal eksternal dengan baik berarti mereka memiliki kualitas yang baik? Untuk mengevaluasi, mengukur, dan menggolongkan apa pun, harus selalu ada standar yang akurat. Untuk mengukur kualitas seseorang, standarnya adalah apakah pemahaman mereka akan firman Tuhan itu murni atau tidak. Menganggap orang-orang ini memiliki kualitas yang buruk terutama mengacu pada kurangnya kemampuan mereka untuk memahami kebenaran. Kita mengukur kualitas orang berdasarkan kemampuan mereka untuk memahami firman Tuhan. Bukankah ini sangat objektif dan adil? (Ya.) Sebagai makhluk ciptaan, jika engkau tidak mampu memahami firman yang diucapkan oleh Sang Pencipta, kualitas apa yang kaumiliki? Apakah engkau memiliki pikiran yang berfungsi? Seseorang yang seperti itu tidak memiliki kualitas manusia; kualitas mereka sangat buruk hingga mencapai taraf di mana mereka bahkan tak mampu memahami firman Tuhan; dapatkah seseorang yang seperti itu memperoleh kebenaran sebagai orang yang percaya kepada Tuhan?
Kini, kita akan mempersekutukan dan menelaah perwujudan kedua dari para pemimpin palsu. Pemimpin palsu tidak tahu cara menangani orang-orang yang mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja serta tidak mampu mengidentifikasi berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal. Ini cukup untuk menunjukkan bahwa pemimpin palsu memiliki kualitas yang buruk, kurang memiliki kemampuan untuk memahami kebenaran, dan tidak memiliki kualitas untuk memahami firman Tuhan. Sebagai contoh, ada seseorang yang selalu melawan siapa pun yang menjadi pemimpin. Pemimpin palsu juga menyadari bahwa orang ini bermasalah dan merasa bahwa dia tampak seperti orang jahat dan antikristus. Mereka mampu mendeteksi beberapa petunjuk tentang sesuatu, dan itu tidak terlalu buruk. Namun jika engkau bertanya kepada mereka, "Apa yang membuatmu mengatakan bahwa orang itu tampak seperti antikristus dan orang jahat? Apakah ada perwujudan yang spesifik sebagai bukti? Dapatkah engkau menggolongkannya sebagai seorang antikristus dan orang jahat hanya karena dia selalu melawan siapa pun yang menjadi pemimpin? Hal itu saja tidak cukup untuk menggolongkannya dengan cara seperti ini; itu hanyalah masalah watak, masalah watak yang congkak dan merasa diri benar. Apakah dia memiliki natur antikristus? Apakah dia adalah orang yang muak akan kebenaran dan membenci kebenaran? Pernahkah dia mengganggu pekerjaan gereja? Pernahkah dia mengutuk semua pemimpin dan pekerja sebagai pemimpin palsu dan antikristus? Pernahkah dia melakukan salah satu dari hal ini?" mereka menjawab, "Sepertinya pernah." Jika kemudian engkau bertanya, "Lalu bagaimana seharusnya kita menggolongkan dan menangani orang ini?" mereka berkata bahwa mereka tidak tahu. Jika engkau bertanya, "Untuk orang semacam ini, haruskah kita memberinya peringatan, dan menyingkapkannya untuk membantu saudara-saudari memperoleh kemampuan untuk mengidentifikasi?" mereka tetap tidak tahu. Ini adalah kasus orang yang tidak tahu apa-apa dan tidak mampu mengetahui yang sebenarnya tentang apa pun. Mereka dapat melihat adanya petunjuk tetapi tidak tahu cara menggolongkan atau menangani orang-orang semacam itu berdasarkan prinsip. Dapatkah mereka menyelesaikan masalah-masalah nyata? Dapatkah mereka membantu umat pilihan Tuhan untuk memetik pelajaran? Karena orang-orang semacam itu adalah orang jahat dan antikristus, cepat atau lambat, mereka akan diusir. Namun, jika engkau mengeluarkan atau mengisolasi mereka sebelum mereka benar-benar melakukan beberapa perbuatan jahat, mereka akan mengungkapkan perlawanan, dan saudara-saudari tidak akan mampu memahami mengapa engkau melakukan hal tersebut. Oleh karena itu, mereka perlu dibiarkan bertindak selama jangka waktu tertentu. Ketika tindakan jahat mereka telah menjadi makin jelas, dan mereka mulai menyebarkan kekeliruan serta rumor yang tidak berdasar, menyesatkan dan berusaha memenangkan hati saudara-saudari, bersaing untuk mendapatkan kekuasaan serta pengaruh, mendirikan kerajaan mereka sendiri, dan berusaha menghancurkan pekerjaan gereja, sebagian besar orang akan mampu mengidentifikasi esensi natur mereka dengan jelas, dan tentu saja akan mampu bangkit untuk menyingkapkan, mengidentifikasi, serta menolak mereka. Kemudian, engkau dapat mengeluarkan dan menangani mereka berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran. Hanya bekerja dengan cara seperti inilah yang akan membantu saudara-saudari untuk mengembangkan kemampuan mengidentifikasi. Dapatkah pemimpin palsu menangani dan menyelesaikan masalah dengan cara seperti ini? Pemimpin palsu tidak memiliki kualitas dan hikmat ini. Apakah engkau pernah melihat pemimpin palsu yang dapat segera menangani orang-orang jahat dan antikristus? Tidak ada seorang pun. Oleh karena itu, pemimpin palsu pasti tidak akan melindungi saudara-saudari dari gangguan orang-orang serta dan penyesatan para antikristus. Sebagian besar pemimpin palsu tidak hanya gagal mengenal diri mereka sendiri setelah diberhentikan, tetapi mereka juga banyak mengeluh, menggerutu bahwa rumah Tuhan itu tidak adil terhadap mereka, mengatakan bahwa itu seperti "menyingkirkan orang yang paling berjasa dan paling dibutuhkan", menyatakan bahwa mereka telah mengerahkan upaya tetapi tidak dihargai dan malah diperlakukan tidak adil. Jika engkau menyingkapkan mereka sebagai pemimpin palsu, mereka akan tetap melawan, berpikir: "Aku telah melayani sebagai pemimpin selama beberapa tahun; sekalipun aku belum mencapai prestasi apa pun, setidaknya aku telah menanggung kesukaran. Mengapa aku diberhentikan? Ini seperti menyingkirkan orang yang paling berjasa dan paling dibutuhkan!" Seperti apa pun caramu menyingkapkan mereka, mereka tetap melawan. Mereka bahkan berkata, "Ketika aku menemukan seorang antikristus, aku selalu menjadi sangat cemas sampai-sampai mulutku sariawan dan aku tidak bisa tidur nyenyak. Bagaimana mungkin aku memiliki beban seperti itu jika aku adalah pemimpin palsu?" Mereka tidak melakukan pekerjaan apa pun yang diperlukan, tidak mampu melakukan apa pun, dan bahkan tidak tahu apa yang harus dilakukan, tetapi masih bisa mengagumi diri mereka sendiri. Bukankah ini menyusahkan? Betapa menjijikkannya hal itu!
Mengenai berbagai masalah yang muncul di gereja, pemimpin palsu jelas tahu bahwa natur dari masalah itu adalah menyebabkan kekacauan dan gangguan terhadap pekerjaan gereja, tetapi mereka mengabaikannya. Ketika mereka melihat masalah yang tampak jelas, mereka hanya bersikap asal-asalan dan tidak berani menyingkapkan esensi yang sangat penting dari masalah itu. Mereka hanya sedikit menyindir dan memberi beberapa nasihat dengan mengkhotbahkan doktrin tanpa membicarakan masalahnya secara mendalam, dan hanya itu. Ketika menghadapi orang-orang jahat dan antikristus, mereka bingung, bersikap masa bodoh seolah-olah itu tidak ada hubungannya dengan mereka. Mereka tidak tahu cara paling tepat untuk memperlakukan masalah-masalah ini, tidak tahu apa yang harus dikatakan untuk menyelesaikan masalah tersebut, tidak tahu bagaimana melindungi saudara-saudari, dan tidak terbeban sama sekali. Yang mereka miliki hanyalah sedikit niat baik: "Aku tahu kau adalah orang jahat. Aku tidak akan membiarkanmu mengganggu dan merugikan saudara-saudari. Selama aku berada di posisi ini, aku harus melindungi saudara-saudari dan memenuhi tanggung jawabku hingga akhir." Apa gunanya ini? Sudahkah engkau menyelesaikan masalahnya? Sementara engkau sibuk merasa cemas, akankah antikristus itu tetap berdiam diri? Akankah mereka berhenti mengganggu pekerjaan gereja? Ketika mereka melihat bahwa engkau adalah pemimpin yang pengecut dan tidak berguna, sia-sia, tidak memiliki hikmat, dan tentunya tidak memiliki kemampuan untuk bekerja, mereka tidak akan menganggapmu serius sama sekali. Sebagian besar antikristus dan orang-orang jahat sangatlah licik dan berbahaya. Mereka menyesatkan dan mengganggu saudara-saudari, dan engkau tidak mungkin dapat menghentikan atau membatasi mereka. Engkau juga tidak tahu kepada siapa engkau harus mencari bantuan untuk menyelesaikan masalah ini; engkau hanya merasa cemas dan gelisah, menangis saat engkau berdoa. Engkau terlihat sangat menyedihkan; seolah-olah engkau sangat memikirkan maksud Tuhan dan sangat memedulikan saudara-saudari. Bahkan terhadap mereka yang jelas-jelas adalah orang-orang jahat seperti antikristus, engkau tidak mampu menghadapi mereka. Engkau tidak mampu menelaah tindakan dan perilaku antikristus berdasarkan kebenaran, dan engkau juga tidak mampu menyingkapkan niat, motif, serta perilaku antikristus secara terbuka untuk membantu saudara-saudari mengembangkan kemampuan untuk mengidentifikasi. Engkau tidak mampu melakukan semua hal ini. Ada pemimpin palsu yang bahkan berkata, "Tidak ada seorang pun yang boleh menyingkapkan antikristus. Jika saudara-saudari tahu bahwa mereka adalah antikristus dan menghindari mereka, antikristus itu akan membalas dendam." Bukankah ini berarti menjadi seorang pengecut yang tidak berguna? Dapatkah orang-orang semacam itu menangani pekerjaan gereja? Dapatkah mereka melindungi saudara-saudari agar dapat menjalani kehidupan bergereja yang normal? Metode penyelesaian masalah macam apa ini? Ketika tidak terjadi sesuatu, mereka mampu mengkhotbahkan doktrin tanpa henti, tetapi ketika terjadi sesuatu, mereka kacau dan bingung, hanya mampu menangis. Bukankah mereka pengecut yang tidak berguna? Saat melihat saudara-saudari sedang disesatkan oleh antikristus dan diganggu oleh orang jahat, mereka bingung, sama sekali tidak tahu bagaimana menanggapinya. Mereka bahkan tidak tahu bagaimana melakukan hal yang paling dasar yaitu bersatu dengan saudara-saudari di gereja yang relatif memiliki rasa keadilan, memiliki kemanusiaan, dan dapat menerima kebenaran untuk bersekutu bersama-sama, menggunakan firman Tuhan untuk menyelesaikan masalah-masalah ini, serta menyingkapkan dan mengidentifikasi antikristus. Bukankah orang semacam itu sia-sia? (Ya.) Ada pemimpin palsu yang berhati-hati secara berlebihan, pengecut dan tidak berguna. Hingga taraf apa mereka pengecut dan tidak berguna? Ketika orang jahat muncul untuk mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja, berbicara sangat kasar dan lancang, mereka sangat takut hingga gemetar, dan berpikir, "Aku tidak berani menangani mereka. Mereka berbahaya; mereka adalah orang jahat di dunia ini. Jika aku menyingkapkan mereka untuk melindungi saudara-saudari, mereka pasti akan mencari cara untuk melawanku dan membalas dendam. Jika demikian, bagaimana aku dapat terus menjadi pemimpin? Mereka tahu di mana aku tinggal. Apakah mereka akan menyakiti keluargaku? Apakah mereka akan melaporkanku karena percaya kepada Tuhan?" Pemimpin palsu semacam itu tidak dapat melaksanakan pekerjaan gereja. Ketakutan mereka yang berlebihan membuat mereka terus tidak mampu melakukan apa pun; tentu saja, mereka tidak mungkin dapat memahami prinsip tentang cara menangani masalah dan orang-orang semacam itu. Siapa pun yang digolongkan sebagai pengacau dan pengganggu pekerjaan gereja bukanlah orang yang hanya sesekali melakukan kesalahan. Sebaliknya, kemanusiaan mereka sangat jahat sehingga mereka selalu melakukan kejahatan dengan gegabah dan melakukan banyak tindak kejahatan. Tidak diragukan lagi, orang-orang semacam itu memiliki esensi orang jahat. Menangani orang-orang jahat juga membutuhkan beberapa metode yang bijak. Engkau harus mempertimbangkan latar belakang dan lingkungan serta tindakan apa yang mungkin akan dilakukan oleh orang jahat itu setelah ditangani, dan apakah ini mungkin akan mendatangkan masalah bagi gereja. Hanya dengan mempertimbangkan aspek-aspek ini dengan saksama, barulah engkau dapat menangani masalahnya dengan tepat, dengan cara yang sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran dan dengan menggunakan hikmat. Mereka yang memahami kebenaran akan memahami prinsip-prinsip tersebut tanpa mereka sadari ketika menangani masalah semacam ini. Saat mereka melaksanakan pekerjaan ini, mereka akan berangsur-angsur memahami cara memperlakukan berbagai orang, mengembangkan cara dan metode, serta memiliki hikmat dalam hati mereka. Namun, pemimpin palsu benar-benar tidak memiliki cara, metode dan hikmat ini. Ini karena mereka tidak mempertimbangkan maksud Tuhan; mereka tidak mempertimbangkan apakah pekerjaan rumah Tuhan akan terpengaruh, atau apakah para pemimpin dan pekerja akan menghadapi bahaya. Karena mereka tidak mempertimbangkan hal-hal ini, mereka menangani masalah dengan tidak berprinsip, dan terlebih lagi, dengan tidak berhikmat. Pemimpin palsu tidak mampu menangani masalah-masalah ini dan tidak memetik pelajaran darinya, yang membuktikan bahwa mereka tidak mau belajar, mereka tidak kompeten, mengabaikan tugas yang semestinya, dan tidak mampu melakukan pekerjaan apa pun. Ketika mereka melihat orang-orang jahat dan antikristus melakukan kejahatan serta menyebabkan gangguan, mereka tidak menyingkapkan orang-orang ini, juga tidak menyelesaikan masalahnya. Mereka hanya berpikir untuk melindungi kepentingan mereka sendiri, tanpa memikirkan pekerjaan gereja atau jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan. Ada pemimpin palsu yang menindas orang yang lemah sembari juga takut kepada orang yang lebih berkuasa daripada mereka sendiri; mereka tanpa henti menindas dan memamerkan kekuatan mereka kepada orang yang relatif lemah lembut, tetapi ketika bertemu dengan orang jahat dan antikristus, mereka semua tersenyum dan menyanjungnya. Mungkinkah Tuhan menyukai pemimpin palsu dan pekerja palsu yang tidak berprinsip seperti itu? Tentu saja tidak. Mungkinkah rumah Tuhan akan membina orang yang suka menindas yang lemah dan takut kepada yang kuat, serta tidak memiliki rasa keadilan, untuk dijadikan pemimpin dan pekerja? Tentu saja tidak! Semua orang ini adalah pengikut yang bukan orang percaya dan orang-orang tidak percaya yang tidak memiliki hati nurani atau tidak bernalar serta sama sekali tidak menerima kebenaran, dan rumah Tuhan tidak menginginkan mereka.
Ketika masalah-masalah muncul dalam pekerjaan pemimpin palsu, respons mereka adalah selalu mengelak dari tanggung jawab. Perkataan yang paling lazim mereka katakan adalah "Aku telah menyampaikan persekutuanku kepada mereka." Maksud mereka sebenarnya adalah "Aku telah mengatakan semua yang harus kukatakan, jadi jika ada sesuatu yang salah, itu adalah tanggung jawab mereka. Aku tidak ada kaitannya dengan hal itu." Inilah sebabnya kalimat "Aku telah menyampaikan persekutuanku kepada mereka" adalah jimat dan moto bagi para pemimpin palsu. Jika pemimpin palsu melihat antikristus bertindak sekehendak hati tanpa sama sekali mengindahkan prinsip, bertindak seenaknya, dan menyebabkan gangguan di gereja, mereka juga menggunakan metode persekutuan dan bantuan. Setelah mengucapkan beberapa kata nasihat dan peringatan, mereka berasumsi antikristus akan taat dan tunduk, serta tidak lagi menyesatkan orang atau mengganggu kehidupan bergereja. Bukankah ini asumsi yang bodoh? Menggunakan pendekatan yang bodoh seperti itu untuk membatasi gangguan dari antikristus adalah cara kerja pemimpin palsu, dan itu benar-benar sangat bodoh! Pemimpin palsu tidak melakukan apa pun selain secara membabi buta sibuk dengan pekerjaan. Mereka hanya menyibukkan diri dengan urusan umum sembari tak mampu melaksanakan pekerjaan yang mendasar. Mereka tidak menyirami orang-orang yang mampu menerima kebenaran, mereka tidak membatasi orang-orang yang mengacau dan mengganggu, dan mereka tidak mengeluarkan orang-orang yang dengan gegabah melakukan kejahatan serta tidak mau berubah meskipun telah ditegur berulang kali. Mereka terutama tidak memperhatikan bagaimana antikristus melakukan kejahatan dan menyebabkan gangguan. Pemimpin palsu tidak menyingkapkan, juga tidak mengidentifikasi mereka, dan juga tidak mengeluarkan atau mengusir mereka, membiarkan antikristus itu melakukan kejahatan serta mengganggu pekerjaan gereja. Mereka sama sekali tidak peduli dan menganggap perbuatan jahat antikristus tidak ada hubungannya dengan mereka. Dalam pekerjaannya, pemimpin palsu hanya dapat bersikap asal-asalan; mereka melakukan sedikit pekerjaan urusan umum lalu berpikir bahwa mereka telah melakukan pekerjaan nyata dan bahwa mereka telah memenuhi standar sebagai pemimpin dan pekerja. Siapa pun yang mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja, mereka hanya mengocehkan beberapa doktrin kepada orang itu, memberikan sedikit nasihat serta peringatan, serta menganggap masalahnya sudah dibereskan. Mereka menyibukkan diri sepanjang hari, mengurus hal besar maupun hal kecil, dan menganggap diri mereka telah bekerja dengan baik. Mereka bahkan membanggakan diri dengan berkata, "Lihatlah gereja kita. Semua orang dimanfaatkan dengan baik: Mereka yang bisa memberitakan Injil sedang memberitakan Injil, mereka yang bisa membuat video sedang membuat video, mereka yang bisa menyanyi sedang merekam lagu pujian; kehidupan bergereja kami berkembang dengan pesat!" Namun, mereka sama sekali tidak melihat bahwa ada banyak masalah yang tersembunyi di gereja. Mereka tidak berani menangani orang-orang jahat dan para pengikut yang bukan orang percaya yang terus-menerus mengacaukan serta mengganggu kehidupan bergereja, sehingga mereka mengabaikan orang-orang tersebut. Mereka menutup mata terhadap antikristus yang bertindak sekehendak hati, masing-masing berusaha menarik orang dan membentuk kelompok kecil mereka sendiri. Mereka tidak mampu menjawab banyak pertanyaan yang diajukan oleh orang-orang yang baru percaya yang lapar dan haus akan kebenaran. Bukannya mencari cara untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata ini, pemimpin palsu selalu berusaha untuk menghindari orang-orang itu, sembari tetap menyatakan bahwa "kehidupan bergereja kami berkembang dengan pesat." Bukankah ini berarti berpura-pura dan menipu? Pemimpin palsu membiarkan para pengikut yang bukan orang percaya, orang-orang jahat, dan antikristus berada dalam gereja tanpa mengeluarkan mereka atau tanpa menangani mereka, membiarkan mereka dengan gegabah melakukan kejahatan dan membuat kehidupan bergereja menjadi benar-benar kacau, sembari berpura-pura tidak melihatnya. Pemimpin palsu semacam itu sangat buta! Mereka bertindak sebagai payung pelindung bagi para pengikut yang bukan orang percaya, orang-orang jahat, dan antikristus, bahkan merasa bangga dari hal ini, mengira bahwa tidak mengeluarkan orang-orang tidak bermoral ini berarti mengasihi dan melindungi umat pilihan Tuhan. Bukankah ini mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja? Bukankah ini berarti dengan sengaja menentang Tuhan dan melawan-Nya? Namun, pemimpin palsu sama sekali tidak menyadari hal ini. Jika engkau bertanya kepada mereka apakah masalah-masalah nyata ini sudah diselesaikan, mereka berkata, "Aku telah memangkas mereka; aku telah menyampaikan persekutuanku kepada mereka," yang menyiratkan bahwa masalah tersebut telah diselesaikan dan tidak ada lagi hubungannya dengan mereka. Bukankah ini berarti melalaikan tanggung jawab? Bagi pemimpin palsu, setiap kali seseorang melakukan kesalahan, asalkan mereka telah memangkas pelakunya sekalipun dengan asal-asalan dan memberinya sedikit peringatan serta nasihat, itu berarti pekerjaan mereka sudah selesai, seolah-olah mereka telah menyelesaikan masalahnya. Bukankah ini berarti berbuat licik? Pemimpin palsu jelas gagal untuk segera mengeluarkan para pengikut yang bukan orang percaya, orang-orang jahat, dan antikristus, dan mereka kemudian mengemukakan dalih yang tidak masuk akal dengan berkata, "Aku telah mempersekutukan firman Tuhan kepada mereka, mereka semua menyadari apa yang mereka lakukan dan merasa menyesal, dan mereka semua menangis dan berkata bahwa mereka pasti akan bertobat dan tidak berupaya lagi untuk mendirikan kerajaan mereka sendiri." Bukankah para pemimpin palsu ini hanya menipu diri mereka sendiri, bagaikan anak-anak yang bermain rumah-rumahan? Para pengikut yang bukan orang percaya, orang-orang jahat, dan antikristus ini semuanya adalah orang-orang yang muak akan kebenaran. Setiap dari mereka tidak menerima kebenaran sama sekali, dan mereka bukanlah target yang akan Tuhan selamatkan; sebaliknya, mereka adalah target kejijikan dan kebencian Tuhan. Namun, pemimpin palsu memperlakukan para pengikut yang bukan orang percaya, orang-orang jahat, dan antikristus ini sebagai saudara-saudari, dan membantu mereka dengan penuh kasih. Apa natur masalahnya di sini? Apakah kebodohan dan ketidaktahuan yang menghalangi mereka sehingga tidak melihat orang-orang ini dengan jelas, atau apakah mereka sedang berusaha menyenangkan orang-orang ini karena takut menyinggung mereka? Apa pun alasannya, yang terpenting adalah bahwa para pemimpin palsu tidak melakukan pekerjaan nyata, dan mereka tidak menerima kebenaran atau tidak mengakui kesalahan mereka ketika mereka dipangkas. Ini cukup untuk memperlihatkan bahwa pemimpin palsu sama sekali tidak memiliki kenyataan kebenaran. Mereka tidak bekerja berdasarkan pengaturan kerja rumah Tuhan, dan khususnya jika menyangkut pekerjaan membersihkan gereja, mereka bertindak dengan sikap acuh tak acuh. Mereka bertindak asal-asalan dengan mengeluarkan sedikit orang yang jelas-jelas adalah orang jahat. Ketika disingkapkan dan dipangkas, mereka bahkan mencari-cari berbagai dalih dan alasan untuk mengelak dari tanggung jawab dan membela diri mereka sendiri. Oleh karena itu, pemimpin palsu yang tidak melakukan pekerjaan nyata merupakan batu sandungan yang menghalangi terlaksananya kehendak Tuhan. Pemimpin palsu hanya menangani sedikit pekerjaan urusan umum yang dangkal, yang sama sekali tidak tidak berharga. Mereka tidak pernah menyelesaikan berbagai masalah yang muncul di gereja; mereka hanya menghindarinya. Ini tidak hanya menunda kemajuan normal pekerjaan gereja, tetapi juga memengaruhi jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan. Dapat dikatakan dengan pasti bahwa para pemimpin palsu mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja dan bertindak sebagai payung pelindung bagi pengikut yang bukan orang percaya, orang-orang jahat, dan antikristus. Pada saat genting dalam peperangan rohani, mereka berpihak kepada orang-orang jahat dan antikristus untuk menentang dan menipu Tuhan. Bukankah inilah perwujudan pengkhianatan mereka terhadap Tuhan? Dilihat dari sudut pandang dan perilaku pemimpin palsu, jelaslah bahwa mereka sama sekali bukan orang yang mengejar kebenaran, mereka sama sekali tidak memahami kebenaran, dan mereka sepenuhnya tidak mampu melaksanakan pekerjaan kepemimpinan.
Pemimpin palsu tidak memperlakukan orang berdasarkan firman Tuhan tetapi berdasarkan preferensi mereka sendiri. Mereka bertindak tanpa prinsip apa pun, melakukan apa pun yang mereka inginkan. Ketika melihat antikristus mengganggu gereja, pemimpin palsu tidak membenci mereka. Pemimpin palsu yakin bahwa membacakan beberapa bagian firman Tuhan kepada antikristus dapat membatasi kekacauan dan gangguan yang mereka lakukan. Orang macam apakah antikristus itu? Mereka adalah para setan, mereka adalah para Iblis! Sekalipun mereka sudah bertahun-tahun percaya kepada Tuhan, antikristus sama sekali tidak menerima kebenaran dan dapat mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja serta mengganggu jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan. Mereka adalah setan dan Iblis dalam kehidupan nyata. Pemimpin palsu berharap dapat membuat antikristus merasa menyesal dan mengubah pikiran mereka dengan membacakan beberapa bagian firman Tuhan kepada mereka. Bukankah ini sangat bodoh? Orang-orang seperti antikristus sama sekali tidak menerima kebenaran. Sebanyak apa pun perbuatan jahat yang mereka lakukan, mereka tidak akan merenungkan atau mengenal diri mereka sendiri, dan sebanyak apa pun kesalahan yang mereka perbuat, mereka tidak akan mengakui kesalahan mereka. Mereka adalah orang-orang celaka yang ditakdirkan untuk masuk neraka, tetapi engkau mengira bahwa membacakan beberapa bagian firman Tuhan dan menyampaikan beberapa perkataan nasihat dapat mengubah mereka; bukankah ini hanyalah angan-angan? Jika manusia yang rusak dapat dengan semudah itu menerima kebenaran, Tuhan tidak perlu melakukan pekerjaan penghakiman dan hajaran. Mengapa Tuhan mengucapkan begitu banyak firman dan mengungkapkan begitu banyak kebenaran dalam pekerjaan-Nya? Karena menyelamatkan manusia tidaklah mudah, karena kesulitan manusia terlalu banyak dan pemberontakan mereka terlalu besar! Hanya mereka yang dapat menerima kebenaranlah yang bisa diselamatkan. Mereka yang muak akan kebenaran dan membencinya tidak dapat diselamatkan. Namun, pemimpin palsu yakin jika mereka mengucapkan beberapa perkataan yang keras kepada pengikut yang bukan orang percaya, orang-orang jahat, dan antikristus, orang-orang ini akan merasa menyesal dan mulai mengenal diri sendiri, dan jika mereka kemudian mengucapkan beberapa perkataan yang menasihati serta menghibur kepada orang-orang ini, mereka akan bertobat, sehingga bisa fokus untuk melaksanakan tugas mereka, menjadi setia dan mengalami perubahan watak, mengubah antikristus menjadi domba yang patuh. Bukankah ini ide yang bodoh? Ide ini sangat bodoh! Ini seperti ocehan orang gila; bagaimana mungkin segala sesuatunya bisa semudah itu! Tuhan telah melakukan pekerjaan penghakiman selama lebih dari tiga puluh tahun, dan seberapa banyak pengenalan diri serta perubahan yang telah dicapai orang-orang? Hanya sebagian kecil orang yang telah memperoleh beberapa hasil. Mereka yang tidak mencintai kebenaran paling-paling hanya memahami beberapa doktrin, sebanyak apa pun khotbah yang mereka dengarkan. Watak hidup mereka sama sekali belum berubah, dan bahkan mereka jarang memperlihatkan perilaku serta perbuatan baik. Orang-orang macam apa mereka? Mereka adalah orang-orang yang hanya ingin mengenyangkan perut mereka; mereka sama sekali tidak menerima kebenaran. Mereka hanya fokus untuk menikmati kasih karunia Tuhan dan hanya mengejar berkat; mereka tidak lain hanyalah binatang buas yang menyerupai manusia! Manusia telah sangat dirusak oleh Iblis; mereka penuh dengan watak yang rusak, dan tulang serta daging mereka dipenuhi dengan racun Iblis. Jika mereka tidak dapat menerima kebenaran, atau penghakiman serta hajaran Tuhan, bagaimana mereka dapat benar-benar tunduk kepada Tuhan? Bagaimana mereka dapat melaksanakan tugas mereka dengan setia? Bagaimana mereka dapat takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan? Dapatkah memperoleh keselamatan semudah yang orang bayangkan? Iblis telah merusak manusia selama beberapa ribu tahun, hingga mereka telah menjadi para setan. Kini Tuhan telah datang untuk menyelamatkan mereka, dan sebanyak apa pun firman yang Dia ucapkan, mengubah orang yang telah menjadi setan menjadi manusia sejati adalah tugas yang sangat sulit. Tuhan tidak hanya harus mengungkapkan banyak kebenaran, tetapi orang-orang juga harus berusaha sekuat tenaga untuk bekerja sama dengan mengejar, menerima, dan menerapkan kebenaran; hanya dengan melakukannya, barulah mereka dapat melepaskan diri dari pengaruh Iblis dan memperoleh keselamatan dari Tuhan. Tuhan pernah berfirman, "Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih." Meskipun ada banyak orang yang percaya kepada Tuhan, hanya mereka yang benar-benar mengalami penghakiman serta hajaran Tuhan, dan sepenuhnya tunduk pada pekerjaan-Nya, yang dapat ditahirkan serta disempurnakan. Para pengikut yang bukan orang percaya, orang-orang jahat, dan antikristus yang tidak menerima kebenaran sedikit pun, yang di dalam hatinya muak akan kebenaran; mereka tidak akan pernah menerima keselamatan dari Tuhan, dan mereka hanya dapat disingkapkan serta disingkirkan oleh pekerjaan Tuhan. Pemimpin palsu tidak memiliki pemahaman tentang pekerjaan Tuhan. Mereka berpikir bahwa pekerjaan Tuhan untuk menyelamatkan manusia hanya semudah itu, yakin bahwa dengan membacakan beberapa bagian firman Tuhan kepada orang jahat dan antikristus serta mengucapkan perkataan pemangkasan yang keras, orang-orang itu akan bertobat dan berubah, serta menjadi setia dalam melaksanakan tugas mereka. Apa masalahnya di sini? Selain tidak mengejar kebenaran dan tidak memahami kebenaran, itu juga karena pemimpin palsu memiliki kualitas yang sangat buruk; oleh karena itu, mereka sama sekali tidak memahami pekerjaan Tuhan dan cara Tuhan menyelamatkan manusia. Untuk melihat seperti apa esensi seseorang, apakah mereka memiliki kenyataan kebenaran atau tidak, dan bagaimana seharusnya mereka diperlakukan, perlu untuk mempertimbangkan kualitas mereka serta sikap mereka terhadap kebenaran; engkau harus mengamati seperti apa pemahaman mereka akan kebenaran dan apakah mereka dapat menerima kebenaran. Jadi, apa dasar untuk mengukur apakah seseorang mampu memahami kebenaran atau tidak? Itu terutama tergantung pada kualitas mereka dan apakah pemahaman mereka akan firman Tuhan itu murni atau tidak. Ada orang-orang yang telah berusia lima puluh atau enam puluh tahun dan masih belum mampu mengetahui yang sebenarnya tentang esensi dan kenyataan kerusakan umat manusia. Mereka masih membayangkan bahwa masyarakat manusia itu indah dan ingin hidup dengan damai dan harmonis dengan orang lain. Bukankah ini sangat bodoh dan naif? Jika percaya kepada Tuhan dapat mengubah semua orang menjadi orang yang baik, perlukah ada pekerjaan penghakiman dan hajaran Tuhan untuk menyelamatkan manusia? Pemimpin palsu tidak menggolongkan berbagai orang berdasarkan firman Tuhan tetapi hanya berdasarkan perilaku lahiriah mereka dan kesan pribadi. Pekerjaan yang mereka lakukan juga sangat dangkal, seperti anak-anak yang bermain rumah-rumahan. Mereka berpikir bahwa terkadang mereka dapat menemukan firman Tuhan yang tepat untuk diterapkan pada situasi tertentu, dan bahwa hanya dengan membacakan beberapa firman Tuhan kepada orang-orang, itu akan dapat mengubah orang-orang itu: "Lihatlah, di bawah kepemimpinan dan nasihatku, dengan bantuanku yang penuh kasih, firman Tuhan telah membuahkan hasil dalam diri orang-orang. Mereka tidak mau lagi menjadi antikristus, dan bersedia mengubah pandangan mereka tentang kepercayaan kepada Tuhan. Mereka tidak akan lagi bersaing untuk mendapatkan kekuasaan serta keuntungan, dan mereka juga tidak akan mendirikan kerajaan mereka sendiri; mereka tidak akan lagi mengacaukan serta mengganggu pekerjaan gereja, dan tidak akan lagi menyesatkan atau menarik saudara-saudari!" Dapatkah engkau membatasi mereka? Engkau tidak akan pernah dapat membatasi mereka yang benar-benar adalah orang jahat yang menyebabkan kekacauan dan gangguan. Karena mereka memiliki esensi orang jahat, mereka melakukan perbuatan jahat kapan pun, baik siang atau malam; setiap kali mendapat kesempatan, mereka melakukan kejahatan. Apakah tidak apa-apa jika engkau tidak mengeluarkan mereka dari gereja? Akankah mereka dengan sukarela menghentikan perbuatan jahat mereka? Mereka bukanlah manusia; mereka adalah para setan dan Iblis! Sudah berapa tahun setan dan Iblis menentang Tuhan? Mereka masih menentang Tuhan hingga hari ini. Antikristus dan segala macam orang jahat yang mengacaukan serta mengganggu pekerjaan Tuhan dan tatanan normal gereja adalah para setan dan Iblis dalam kehidupan nyata; mereka adalah musuh dalam kehidupan nyata. Dapatkah mereka mengubah esensi mereka karena beberapa perkataan yang kauucapkan atau karena hatimu yang penuh kasih? Engkau sangat bodoh! Apakah menurutmu engkau dapat menyelamatkan orang dari dosa hanya karena engkau memahami sedikit doktrin? Dapatkah engkau menyelamatkan mereka? Mereka ditakdirkan untuk masuk neraka, dan engkau mengira bahwa beberapa perkataan yang manis dapat mengubah mereka. Apakah semudah itu? Jika manusia dapat diselamatkan dengan begitu mudahnya, Tuhan tidak perlu mengucapkan begitu banyak firman atau melakukan pekerjaan penghakiman dan hajaran. Akankah Dia perlu menghabiskan begitu banyak waktu dan mengerahkan upaya yang sangat sungguh-sungguh untuk menyelamatkan manusia?
Sekarang ini, di gereja, berbagai orang telah disingkapkan dan dikelompokkan menurut jenisnya. Semua orang harus digolongkan menurut jenis mereka, dan ada prinsip serta ketetapan administratif di rumah Tuhan yang mengatur tentang cara memperlakukan dan menangani berbagai jenis orang. Tuhan memiliki kesabaran dan toleransi, belas kasihan dan kasih sayang, serta watak yang benar, tetapi jangan lupa bahwa Tuhan juga memiliki kemurkaan dan kemegahan. Ada orang-orang yang berkata, "Tuhan ingin setiap orang diselamatkan dan tidak ingin seorang pun mengalami kebinasaan." Ini benar, tetapi Tuhan ingin "setiap orang" diselamatkan, bukan setiap makhluk atau setiap setan. Ketika orang mengalami kebinasaan, Tuhan merasa sedih dan berduka. Ketika setan mengalami kebinasaan, itu adalah kesudahan yang tepat bagi mereka dan hukuman yang pantas mereka terima; Tuhan tidak berduka bagi mereka. Inilah watak Tuhan dan prinsip-Nya dalam memperlakukan manusia. Orang-orang selalu ingin melawan Tuhan, mengira bahwa para pengikut yang bukan orang percaya, orang-orang jahat, dan antikristus itu juga manusia. Mereka yakin bahwa orang yang terus-menerus mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja juga manusia, orang yang bersaing untuk mendapatkan status dan mendirikan kerajaan mereka sendiri juga manusia, dan mereka yang terus-menerus berhubungan seks bebas juga manusia. Mereka menganggap bahwa semua jenis setan ini termasuk umat pilihan Tuhan. Bukankah ini tidak masuk akal? Bukankah ini bertentangan dengan apa yang Tuhan inginkan? Karena sudut pandang mereka tentang berbagai hal sepenuhnya bertentangan dengan firman Tuhan dan kebenaran, pendapat mereka tentang berbagai orang yang negatif, para setan, dan Iblis sepenuhnya bertentangan dengan firman Tuhan, sangat berbeda. Tuhan tidak pernah memperlakukan para setan yang mengikuti Iblis sebagai manusia; bagaimana Tuhan menggolongkan orang-orang ini? Mereka adalah hamba-hamba Iblis si setan; mereka adalah binatang buas. Pemimpin palsu, karena niat baik dan kasih mereka yang bingung, serta didorong oleh angan-angan mereka sendiri, memperlakukan para pengikut yang bukan orang percaya, para setan, dan hamba-hamba Iblis ini sebagai saudara-saudari. Oleh karena itu, pemimpin palsu menunjukkan kebaikan dan kasih yang besar kepada mereka, terus-menerus membantu dan mendukung mereka. Akibatnya, karena pemimpin palsu menyediakan dukungan, bantuan, dan kepemimpinan mereka kepada orang-orang tersebut, saudara-saudari sejati, orang-orang yang ingin Tuhan selamatkan, menjadi sangat terganggu; kehidupan bergereja tidak pernah dapat masuk ke jalur yang benar, dan saudara-saudari tidak pernah dapat makan dan minum firman Tuhan dengan normal serta mempersekutukan kebenaran tanpa gangguan dari orang-orang jahat. Bukankah inilah "prestasi" para pemimpin palsu? "Prestasi" mereka sangat signifikan: Mereka tidak hanya gagal melindungi saudara-saudari, tetapi mereka juga memberikan rasa hormat dan perlindungan yang tidak layak diterima orang-orang jahat dan antikristus. Bukankah ini mengacaukan pekerjaan gereja? Natur dari pemimpin palsu yang melakukan hal ini adalah mengacaukan, tetapi mereka mengira bahwa mereka sedang menjaga pekerjaan gereja dan membantu serta mendukung umat pilihan Tuhan. Bagaimana Tuhan memandang tindakan para pemimpin palsu ini? Tuhan membencinya, Dia sangat membencinya! Pemimpin palsu tidak melakukan pekerjaan nyata tetapi fokus untuk melindungi orang-orang jahat, bertindak sebagai hamba-hamba Iblis. Ini membuat umat pilihan Tuhan—mereka yang mencintai kebenaran—tidak mampu menerima dukungan dan perbekalan dari gereja sekalipun menjalani kehidupan bergereja, dan ingin melaksanakan tugas mereka tetapi tidak dapat merasa bahwa keamanan mereka terjamin. Para pemimpin palsu benar-benar tidak menyadari hal-hal ini dan berpikir, "Aku memperlakukan semua orang secara setara, jadi mengapa kalian mengeluh? Apa yang harus kulakukan untuk memuaskan kalian? Seperti inilah yang dimaksud dengan memperlakukan orang dengan adil. Kalian hanya suka pilih-pilih dan sulit dipuaskan! Bagaimanapun juga, aku memberikan pertanggungjawabanku kepada Tuhan; aku melakukan segala sesuatu di hadapan Tuhan!" Bukankah mereka sangat tidak masuk akal jika melontarkan retorika seperti ini? Bukankah mereka sangat bodoh? Mereka memang sangat tidak masuk akal dan sangat bodoh. Rumah Tuhan berbicara setiap hari tentang bagaimana Tuhan menyelamatkan umat manusia, tetapi pemimpin palsu tidak pernah memahami firman Tuhan. Mereka berpikir bahwa siapa pun orangnya, apa pun esensinya, sejahat apa pun hal-hal yang telah orang itu lakukan, dan sekejam apa pun kemanusiaannya, di bawah bimbingan firman Tuhan dan dengan bantuan dukungan yang penuh kasih dari orang-orang, pada akhirnya orang itu akan bertobat dan berbalik. Bukankah sudut pandang ini sepenuhnya salah? (Ya.) Selain memiliki pemahaman yang sangat keliru tentang firman Tuhan, pemimpin palsu juga berpura-pura memahami maksud Tuhan, dan dengan berpikir secara sepihak serta beroperasi berdasarkan keinginan egois mereka sendiri, mereka menunjukkan kebaikan dan kasih kepada orang-orang jahat serta antikristus. Dan apa akibatnya? Pemimpin palsu justru melindungi orang-orang jahat dan antikristus, menjadi kaki tangan mereka, menyediakan kesempatan dan tempat berkembang bagi mereka untuk mengacaukan serta mengganggu pekerjaan gereja dan kehidupan bergereja. Sementara itu, pemimpin palsu mengabaikan saudara-saudari yang benar-benar membutuhkan perlindungan, dan tidak pernah menanyai mereka, "Bagaimana perasaanmu dengan adanya orang-orang jahat dan antikristus ini di gereja, dan orang-orang yang melampiaskan kenegatifan serta menyebarkan gagasan? Apakah kalian setuju untuk mempertahankan mereka di gereja? Apakah kalian bersedia melaksanakan tugas dan menjalani kehidupan bergereja bersama dengan mereka?" Mereka tidak pernah bertanya bagaimana perasaan saudara-saudari tentang semua ini. Bagaimana menurutmu, bukankah pemimpin dan pekerja semacam ini sangat menjijikkan? Mereka beroperasi dengan dalih bertugas sebagai pemimpin dan pekerja, mengenakan gelar semacam itu, padahal sebenarnya mereka sedang melakukan pekerjaan melindungi Iblis dan hamba-hamba Iblis. Ini benar-benar menyedihkan! Jika kaukatakan kepada pemimpin dan pekerja seperti itu bahwa mereka memiliki kualitas yang buruk dan tidak melakukan pekerjaan nyata, mereka mungkin tidak yakin. Mereka akan merasa diperlakukan tidak adil, berpikir bahwa mereka sibuk setiap hari dan tidak berdiam diri, jadi bagaimana mungkin mereka dianggap tidak melakukan pekerjaan nyata? Namun, berdasarkan perwujudan mereka—yaitu merasa bahwa kedua kelompok orang itu sama-sama penting, menganggap bahwa keduanya harus diperlakukan dengan setara, menggunakan perlakuan yang adil sebagai dalih untuk membiarkan orang jahat dan orang yang mengacaukan serta mengganggu berkuasa di gereja, dan membiarkan berbagai perbuatan jahat terus dilakukan di gereja—orang-orang seperti apakah pemimpin dan pekerja ini? Berdasarkan perwujudan mereka, cara dan prinsip mereka dalam bekerja, serta motif mereka dalam bekerja, mereka jelas-jelas adalah pemimpin palsu dan orang-orang bodoh yang bingung. Bukankah ini akurat? (Ya.)
Di tengah masyarakat, di kelompok atau golongan orang mana pun, mereka tidak membedakan antara orang jahat dan orang baik, apalagi membahas bagaimana Iblis merusak manusia atau seperti apa esensi umat manusia yang rusak itu; mereka bahkan tidak membedakan antara yang baik dan yang jahat. Namun di rumah Tuhan, segala sesuatu didasarkan pada firman Tuhan; kebenaran tidak pernah berubah, dan firman Tuhan menyelesaikan segala sesuatunya. Di gereja, semua jenis orang disingkapkan oleh firman Tuhan, dan masing-masing dari mereka secara alami dikelompokkan menurut jenisnya. Semua jenis orang harus dimanfaatkan sebaik mungkin berdasarkan kemanusiaan, pengejaran, dan esensi mereka. Apakah ini berarti menggolongkan orang berdasarkan pangkat? Ini bukanlah menggolongkan orang berdasarkan pangkat, melainkan mengategorikan mereka. Setiap orang harus dikategorikan menurut jenisnya; mereka harus dikelompokkan di tempat mereka yang seharusnya. Mereka tidak boleh dicampurkan menjadi satu; pencampuran haruslah bersifat sementara dan untuk jangka waktu tertentu. Sebagai contoh, ketika lalang dan gandum bercampur, jika mencabut lalang memengaruhi gandum dan mungkin akan menyebabkan gandum mati, berarti lalangnya tidak boleh dicabut dahulu. Namun, tidak mencabutnya bukan berarti lalang itu tidak dikategorikan sebagai lalang; lalu kapan lalang harus dicabut? Pada waktu yang tepat; Tuhan akan menyiapkan waktunya. Sekarang adalah waktunya bagi setiap orang untuk dikelompokkan menurut jenisnya; semua jenis orang harus dikategorikan. Ini perlu dilakukan. Mengapa pekerjaan ini harus dilakukan? Dari perspektif teoretis, ada dasar firman Tuhan; dari perspektif situasi nyata, hal ini perlu dilakukan; terdapat nilai praktis di dalamnya, dan ini sangat penting untuk dilakukan. Jika mencabut lalang tidak memengaruhi gandum, lalang haruslah dicabut dan dipisahkan dari gandum. Jika para pengikut yang bukan orang percaya dan orang-orang jahat—mereka yang merupakan lalang—diperlakukan sebagai saudara dan saudari, itu sangat tidak adil bagi semua saudara-saudari yang sungguh-sungguh mengorbankan diri bagi Tuhan. Di satu sisi, orang-orang ini akan sering diganggu, dipengaruhi, dan dirugikan oleh orang-orang jahat yang mengacaukan serta mengganggu pekerjaan gereja. Di sisi lain, sebagian orang yang tingkat pertumbuhannya kecil belum memahami kebenaran dan akan menjadi terkekang, menjadi negatif dan lemah, atau bahkan tersandung ketika berhubungan dengan orang-orang jahat yang mengacaukan dan mengganggu. Selain itu, semua hal yang dilakukan oleh orang-orang yang mengacaukan dan mengganggu serta setiap perkataan yang mereka ucapkan akan menimbulkan kekacauan, keadaan yang berantakan, dan situasi yang tidak tertib. Situasi yang paling realistis adalah ketika mereka melaksanakan suatu tugas atau melakukan pekerjaan tertentu, mereka dengan gegabah berbuat jahat dan tidak mengikuti prinsip, yang mengakibatkan pemborosan tenaga manusia, sumber daya materi, dan sumber daya keuangan yang berlebihan tanpa mencapai hasil apa pun. Pada akhirnya, apa yang terjadi? Ketika mereka diberhentikan, semua orang harus membayar perbuatan jahat mereka. Pekerjaan harus dikerjakan ulang, dan tenaga manusia, sumber daya materi, waktu, serta tenaga yang paling berharga yang telah dikerahkan semua orang sebelum orang-orang itu diberhentikan terbuang sia-sia karena perbuatan jahat mereka yang gegabah itu dan tidak dapat diberi ganti rugi. Dampak negatif yang mereka sebabkan pada pekerjaan ini terlalu besar! Tak seorang pun mampu memikul tanggung jawab ini. Sekalipun pekerjaan itu dapat dilakukan dengan baik di kemudian hari, kerugian yang sebelumnya tidak dapat diganti rugi oleh siapa pun. Ada orang yang berkata bahwa mereka harus diminta untuk membayar dengan uang; ini juga harus dilakukan, tetapi dapatkah uang membeli waktu? Dapatkah uang membeli waktu dan tenaga saudara-saudari, atau harga yang dengan tulus mereka bayarkan? Tidak, hal-hal itu tidak ternilai harganya! Berapa pun orang yang menyebabkan kekacauan dan gangguan di gereja, akibatnya tidak terukur. Banyak dari jalan masuk kehidupan saudara-saudari akan terpengaruh. Kerugiannya signifikan dan tidak dapat dibayar. Dapatkah kerugian terhadap kehidupan saudara-saudari dibayar? Siapa yang akan mengganti kerugian ini? Jadi, orang-orang jahat ini harus dikeluarkan. Mereka tidak sejenis dengan saudara-saudari yang mengejar kebenaran. Mereka termasuk kelompok setan dan Iblis, yang datang ke rumah Tuhan untuk mengganggu dan menghancurkan. Jika orang-orang jahat ini tidak dikeluarkan dari gereja, pekerjaan gereja dan tatanan kehidupan bergereja tidak akan pernah bisa terjamin. Sebanyak apa pun jumlah orang dalam suatu kelompok tertentu, selama ada satu orang di antara mereka yang mengacaukan dan mengganggu—seseorang yang dengan gegabah berbuat jahat, tidak pernah menangani hal-hal berdasarkan prinsip, tidak pernah menerima hal-hal positif atau kebenaran, tidak mendengarkan siapa pun, bertindak sewenang-wenang dengan semaunya, entah dia memiliki status atau kuasa, dan pada esensinya merupakan Iblis hidup—selama orang semacam itu tinggal di gereja, cepat atau lambat, dia akan mendatangkan gangguan dan kehancuran besar pada pekerjaan gereja. Ketika tiba saatnya untuk mengeluarkan dan menangani mereka, berapa banyak orang yang harus membersihkan akibat buruk dan situasi tidak tertib yang telah mereka sebabkan! Oleh karena itu, mengeluarkan atau mengusir orang-orang jahat dan antikristus ini adalah tugas penting yang harus dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja, dan ini tidak boleh disikapi dengan sembrono. Namun, pemimpin palsu malah menunjukkan kebaikan dan kasih kepada mereka yang seharusnya dikeluarkan atau diusir, menutup mata terhadap perbuatan jahat mereka, menoleransi serta melindungi mereka sebagai saudara-saudari, dan bahkan menganggap orang-orang yang berguna bagi mereka sebagai orang-orang berbakat, dan membina serta memakai mereka. Apa pun hal-hal buruk yang mereka lakukan, pemimpin palsu mencari alasan untuk melepaskan mereka dari tuduhan, dan bahkan memberi bantuan serta dukungan yang penuh kasih kepada mereka. Pada taraf tertentu, bukankah ini adalah kekacauan yang disengaja? (Ya.) Pemimpin palsu bertindak berdasarkan ide-ide mereka sendiri serta kebaikan dan antusiasme mereka sendiri, yang pada akhirnya membuat gereja dan umat pilihan Tuhan menghadapi masalah besar! Jika orang-orang jahat ini berkuasa, bencana dan akibat yang mereka datangkan kepada gereja tidak terhitung banyaknya.
Sekarang ini, ada peraturan di rumah Tuhan bahwa siapa pun yang berbuat jahat, selama itu menyebabkan kerugian terhadap rumah Tuhan, mereka harus membayar ganti rugi. Jika kerugiannya terlalu besar dan akibatnya parah, dapatkah masalahnya diselesaikan hanya dengan membayar uang ganti rugi? Beberapa kerugian tidak dapat dibayar dengan uang ganti rugi sebesar apa pun; kerugian itu tidak dapat diperbaiki dan tidak dapat dikembalikan. Kini, setiap hari sangatlah berharga dan sangat penting. Setiap kali satu hari berlalu, dapatkah waktu itu diulang? Itu juga tidak dapat diulang. Mengapa kita katakan bahwa melewatkan hal-hal tertentu adalah penyesalan seumur hidup? Justru karena waktu tidak dapat diulang. Apa maksud-Ku mengatakan hal ini? Yang terbaik adalah mencegah masalah sebelum masalah itu terjadi, daripada menghabiskan uang untuk menyelesaikannya setelah itu terjadi; inilah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah. "Mengunci kandang kuda setelah ada kuda yang kabur" adalah cara terakhir. Yang terbaik adalah melakukan pencegahan sebelum sesuatu terjadi. Ini berarti sebelum terjadi kekacauan atau gangguan apa pun, pemimpin dan pekerja harus memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi dengan jelas serta pemahaman yang menyeluruh tentang berbagai jenis orang di gereja, dan dengan saksama mengamati, dengan segera memahami keadaan, watak, dan pengejaran berbagai jenis orang, serta sikap dan sudut pandang mereka saat melaksanakan tugas, untuk memastikan bahwa semua saudara-saudari memiliki kehidupan bergereja dan lingkungan yang normal untuk melaksanakan tugas mereka. Dengan demikian, pekerjaan gereja dapat berlangsung dengan tertib. Ini adalah tanggung jawab para pemimpin dan pekerja. Tentu saja, pemimpin palsu tidak memenuhi standar untuk pekerjaan ini; mereka adalah orang-orang bodoh yang bingung dan orang-orang tidak berguna. Kini mereka memiliki ide yang cerdas: "Siapa pun yang tidak mengikuti prinsip dan mengacaukan pekerjaan akan didenda! Jika antikristus melakukan kesalahan, mereka akan didenda!" Mereka mengira bahwa memberlakukan denda adalah solusi yang terbaik dan prinsip penerapan yang terbaik. Jika semua masalah dapat diselesaikan dengan memberlakukan denda, apa gunanya mengejar kebenaran? Mengapa pemimpin palsu disebut palsu? Karena mereka tidak memahami kebenaran, dan mereka beranggapan bahwa mengikuti peraturan berarti menerapkan kebenaran serta menganggap kata-kata dan doktrin yang mereka pahami sebagai kebenaran, dan ketika sesuatu terjadi, mereka sama sekali tak mampu menemukan prinsip atau arahan yang tepat serta tidak mampu menyelesaikan masalah dari akarnya. Mereka sama sekali tidak memahami firman Tuhan dan tidak dapat memahami apa yang Tuhan maksudkan tetapi masih ingin bekerja sebagai pemimpin atau pekerja; betapa bodohnya! Dalam hal ini, apa perwujudan utama dari pemimpin palsu? Mereka tidak bisa mengetahui yang sebenarnya tentang esensi berbagai jenis orang yang mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja, tidak dapat menggolongkan mereka, dan tentunya tidak dapat memperlakukan serta menangani mereka berdasarkan prinsip. Di benak pemimpin palsu, semua ini adalah kekacauan yang membingungkan. Mereka berspekulasi tentang firman Tuhan dan apa yang Dia maksudkan berdasarkan antusiasme, gagasan, dan imajinasi mereka sendiri. Pada saat yang sama, mereka memaksakan kebaikan, antusiasme, dan imajinasi serta gagasan mereka terhadap Tuhan, yakin bahwa semua ini sesuai dengan kebenaran, sesuai dengan maksud Tuhan, dan dapat merepresentasikan apa yang Tuhan inginkan. Dengan demikian, mereka mengandalkan hal-hal ini untuk bekerja dan memimpin umat pilihan Tuhan. Inilah perwujudan utama pemimpin palsu. Kita akan mengakhiri persekutuan kita tentang perwujudan kedua pemimpin palsu di sini.
III. Pemimpin Palsu Tidak Menyingkapkan dan Menghentikan Orang-Orang Jahat
Selanjutnya, kita akan bersekutu tentang perwujudan ketiga dari pemimpin palsu, yaitu mengabaikan dan tidak bertanya tentang orang-orang yang mengacaukan serta mengganggu pekerjaan gereja; bahkan ketika mereka mendapati bahwa orang-orang jahat dan antikristus itu sedang mengganggu pekerjaan gereja, mereka tidak memperhatikannya. Natur perwujudan ini lebih serius daripada dua perwujudan pertama. Mengapa ini dikatakan lebih serius? Dua perwujudan pertama berkaitan dengan kualitas pemimpin palsu, tetapi perwujudan ini berkaitan dengan kemanusiaan dari pemimpin palsu tersebut. Beberapa pemimpin palsu memiliki kualitas yang sangat buruk sehingga tidak dapat mengetahui yang sebenarnya tentang natur dari tindakan mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja. Beberapa pemimpin palsu, meskipun mampu menemukan masalah yang mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja, sayangnya mereka tidak memahami kebenaran dan tidak mampu menangani serta menyelesaikan masalah-masalah ini. Mereka selalu bertindak berdasarkan ide dan antusiasme mereka sendiri, melakukan apa yang ingin mereka lakukan, dan berpikir, "Selama aku melaksanakan pekerjaan gereja, semuanya baik-baik saja; adapun mereka yang mengacaukan dan mengganggu, itu adalah masalah pribadi mereka dan tidak ada hubungannya denganku." Ada juga pemimpin palsu yang memiliki sedikit kualitas dan mampu melaksanakan sedikit pekerjaan, dan yang mengetahui sedikit tentang prinsip untuk menangani setiap jenis orang. Namun, mereka takut menyinggung orang, jadi ketika mereka menemukan orang-orang jahat dan antikristus yang menyebabkan kekacauan serta gangguan, mereka tidak berani menyingkapkan, menghentikan, atau membatasi mereka. Mereka hidup berdasarkan falsafah Iblis, dan menutup mata terhadap hal-hal yang mereka rasa tidak ada hubungannya dengan mereka. Mereka sama sekali tidak peduli tentang seperti apa hasil pekerjaan gereja, atau seberapa banyak dampak yang timbul terhadap jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan; mereka menganggap hal-hal seperti itu tidak ada hubungannya dengan mereka. Jadi, selama masa jabatan pemimpin palsu semacam itu, tatanan kehidupan bergereja yang normal tidak dapat dipertahankan, dan tugas serta jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan menjadi tidak terlindungi. Apa natur dari masalah ini? Ini bukan berarti bahwa pemimpin palsu ini tidak mampu bekerja karena kualitas mereka buruk, melainkan karena kemanusiaan mereka buruk, dan mereka tidak berhati nurani serta tidak bernalar, sehingga mereka tidak melakukan pekerjaan nyata. Dalam hal apa pemimpin palsu itu palsu? Mereka tidak memiliki hati nurani dan nalar kemanusiaan; oleh karena itu, selama masa mereka bekerja sebagai pemimpin, masalah orang-orang jahat dan antikristus yang mengacaukan serta mengganggu pekerjaan gereja sama sekali tidak terselesaikan. Beberapa saudara-saudari sangat dirugikan, dan pekerjaan gereja juga mengalami kerugian yang sangat besar. Ketika pemimpin palsu semacam ini menyadari adanya masalah, ketika mereka melihat satu orang jahat atau seorang antikristus yang sedang menimbulkan kekacauan atau gangguan, mereka tahu apa tanggung jawab mereka, apa yang harus mereka lakukan dan bagaimana harus melakukannya, tetapi mereka tidak melakukan apa pun, dan bahkan berpura-pura bodoh, sepenuhnya mengabaikannya, serta tidak melaporkan masalah itu kepada atasan mereka. Mereka berpura-pura tidak tahu apa pun dan tidak melihat apa pun, sehingga membiarkan orang-orang jahat dan antikristus mengacaukan serta mengganggu pekerjaan gereja. Bukankah mereka termasuk golongan yang sama dengan orang-orang jahat dan antikristus? Prinsip apa yang mereka terapkan sebagai pemimpin? "Aku tidak menyebabkan gangguan atau kekacauan, tetapi aku tidak akan melakukan apa pun yang menyinggung orang, atau apa pun yang melukai martabat orang lain. Meskipun aku digolongkan sebagai pemimpin palsu, aku tetap tidak akan melakukan apa pun yang menyinggung orang lain. Aku harus memiliki jalan keluarku sendiri." Cara berpikir macam apa ini? Ini adalah cara berpikir Iblis. Dan watak macam apa ini? Bukankah ini sangat licik dan menipu? Orang seperti itu tidak sedikit pun tulus dalam memperlakukan amanat Tuhan; mereka selalu licik dan curang dalam melaksanakan tugasnya, dengan begitu banyak perhitungan yang keji, memikirkan diri sendiri dalam segala hal. Mereka sama sekali tidak memikirkan pekerjaan gereja dan sama sekali tidak memiliki hati nurani atau nalar. Mereka pada dasarnya tidak layak untuk melayani sebagai pemimpin gereja. Orang-orang semacam itu tidak terbeban sedikit pun akan pekerjaan gereja atau jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan. Mereka hanya memedulikan kepentingan dan kenikmatan mereka sendiri; mereka hanya fokus pada kesenangan akan manfaat dari status mereka, tanpa memedulikan kondisi umat pilihan Tuhan. Bukankah mereka adalah orang yang paling egois dan tercela? Bahkan ketika menemukan orang-orang jahat dan antikristus yang sedang mengganggu pekerjaan gereja, mereka tidak memperhatikannya, seolah-olah masalah ini tidak ada hubungannya dengan mereka. Itu seperti gembala yang melihat serigala sedang memangsa domba tetapi tidak melakukan apa pun, hanya peduli untuk menyelamatkan nyawanya sendiri. Orang semacam itu tidak memenuhi syarat untuk menjadi gembala. Semua hal yang dilakukan oleh pemimpin seperti ini adalah untuk memaksimalkan perlindungan atas reputasi, status, kekuasaan, dan berbagai manfaat yang saat ini mereka nikmati. Di dalam hatinya, mereka tidak terbeban akan amanat dari Tuhan, pekerjaan Tuhan, atau jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan, yang merupakan tugas dan tanggung jawab mereka; mereka tidak pernah mempertimbangkan hal-hal ini. Mereka berpikir, "Mengapa pemimpin harus melakukan tugas-tugas ini? Mengapa pemimpin akan dipangkas, dikutuk, dan ditolak oleh saudara-saudari jika tidak melakukan tugas-tugas ini?" Mereka tidak memahami dan benar-benar bersikap masa bodoh. Dalam hati-Ku, terlihat sebaik apa pun perilaku orang semacam ini, atau betapa pun mematuhi aturan, betapa pun pendiamnya, atau betapapun bekerja keras dan kompetennya mereka, fakta bahwa mereka bertindak tanpa prinsip dan tidak bertanggung jawab atas pekerjaan gereja mengharuskan-Ku untuk memandang mereka berdasarkan fakta ini. Akhirnya, Aku mendefinisikan orang semacam ini sebagai berikut: mereka mungkin tidak melakukan kesalahan besar, tetapi mereka sangat licik dan penuh tipu daya; mereka sama sekali tidak memikul tanggung jawab, dan juga sama sekali tidak menjunjung tinggi pekerjaan gereja—mereka tidak memiliki kemanusiaan. Kurasa mereka seperti sejenis binatang—dalam kelicikan mereka, mereka agak mirip dengan rubah. Orang-orang beranggapan bahwa rubah itu licik, tetapi sebenarnya, orang-orang ini jauh lebih licik daripada rubah. Dari luarnya, mereka tampak tidak melakukan kejahatan apa pun, tetapi sebenarnya, semua hal yang mereka katakan dan lakukan adalah demi ketenaran, keuntungan, dan status mereka sendiri. Semua yang mereka lakukan adalah untuk menikmati manfaat dari status mereka, dan mereka tidak mempertimbangkan maksud Tuhan sama sekali. Mereka tidak menyelesaikan masalah yang muncul dalam pekerjaan gereja sedikit pun, dan mereka juga tidak menangani masalah nyata yang berkaitan dengan jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan. Pemimpin palsu ini tidak melakukan pekerjaan apa pun untuk menuntun umat pilihan Tuhan ke dalam kenyataan kebenaran. Apa sebenarnya tujuan dari semua hal yang mereka lakukan? Bukankah hanya untuk menyenangkan orang-orang dan membuat orang lain mengagumi mereka? Mereka berusaha membuat orang lain berpikir baik tentang mereka tanpa menyinggung siapa pun, sehingga mereka dapat menikmati reputasi dan manfaat dari status mereka. Yang paling membangkitkan kebencian tentang mereka adalah bahwa semua tindakan mereka tidak ada manfaatnya bagi jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan; sebaliknya, semua itu menyesatkan orang, membuat orang mengagumi dan mengidolakan mereka. Bukankah orang-orang ini jauh lebih licik dan suka menipu daripada rubah? Mereka adalah pemimpin palsu sejati yang khas. Mereka berstatus sebagai pemimpin dan memegang jabatan ini tetapi tidak melakukan pekerjaan nyata, hanya mengerjakan beberapa urusan umum yang terlihat dan dangkal, atau mereka dengan enggan melakukan sedikit pekerjaan yang secara khusus ditugaskan oleh Yang di Atas. Jika tidak ada tugas khusus dari Yang di Atas, mereka sama sekali tidak melakukan tugas gereja yang esensial. Mengenai hal-hal yang berkaitan dengan menjaga pekerjaan gereja dan tatanan kehidupan bergereja, mereka takut menyinggung perasaan orang dan tidak berani menjunjung tinggi prinsip. Mereka tidak menyelesaikan satu pun masalah yang menumpuk dalam pekerjaan gereja, dan bahkan ketika mereka melihat aset rumah Tuhan dihambur-hamburkan oleh antikristus dan orang-orang jahat, mereka tidak melakukan apa pun untuk menghentikan atau membatasinya. Di dalam hatinya, mereka jelas tahu bahwa orang-orang ini sedang melakukan kejahatan dan merugikan kepentingan rumah Tuhan, tetapi mereka berpura-pura bodoh, tidak mengucapkan sepatah kata pun. Mereka adalah orang-orang yang licik dan suka menipu. Bukankah orang-orang ini lebih licik daripada rubah? Deri luarnya, mereka tampak ramah kepada semua orang dan tidak melakukan sesuatu yang merugikan siapa pun, tetapi mereka menunda hal yang utama yaitu jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan, pekerjaan gereja, dan pekerjaan penyebaran Injil. Apakah orang-orang semacam ini layak untuk menjadi pemimpin dan pekerja? Bukankah mereka adalah hamba-hamba Iblis? Bukankah merekalah yang mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja? Meskipun dari luarnya mereka tidak melakukan kejahatan yang terlihat jelas, karena mereka bekerja dengan cara seperti ini, akibatnya jauh lebih parah daripada melakukan kejahatan. Mereka menghambat terlaksananya kehendak Tuhan, menentang Tuhan, serta mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja. Mereka merugikan umat pilihan Tuhan dan bahkan dapat menghancurkan harapan umat pilihan Tuhan untuk diselamatkan. Katakan kepada-Ku, bukankah ini berarti melakukan kejahatan? Justru inilah yang dilakukan oleh para penyenang orang yang sama sekali tidak menjunjung tinggi prinsip. Orang-orang yang tidak memahami kebenaran tidak mampu sepenuhnya memahami akibat mengerikan yang disebabkan oleh pemimpin palsu yang bekerja dengan cara seperti ini, dan mereka juga tidak mampu memahami apa niat, motif, serta tujuan orang-orang itu. Engkau tidak akan pernah memahami apa yang sebenarnya mereka inginkan di dalam hatinya; orang-orang semacam itu terlalu licik! Secara kiasan, mereka adalah rubah yang licik; lebih tepatnya, mereka adalah setan yang hidup, setan yang hidup di antara manusia!
Berkaitan dengan bagaimana seharusnya pemimpin palsu ini digolongkan, berdasarkan esensi wataknya, mereka tidak bisa dengan sewenang-wenang ditempatkan dalam golongan orang jahat, antikristus, orang munafik, dan sebagainya. Namun, dilihat dari perwujudan mereka, seperti perwujudan kemanusiaan mereka dan sikap mereka terhadap pekerjaan gereja, serta bagaimana mereka tidak menangani masalah yang mereka temukan, mereka adalah jenis pemimpin palsu yang paling bejat. Dilihat dari berbagai perwujudan mereka, meskipun mereka tidak secara proaktif membentuk kelompok tertutup atau mendirikan kerajaan mereka sendiri, dan jarang bersaksi tentang diri mereka sendiri, dan meskipun mereka dapat hidup rukun dengan saudara-saudari, menanggung kesukaran, membayar harga, menahan diri untuk tidak mencuri uang persembahan, dan bahkan benar-benar menahan diri untuk tidak mencari hak istimewa, ketika mereka menghadapi berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal yang mengacaukan serta mengganggu pekerjaan gereja, atau berbagai orang yang menghambur-hamburkan uang persembahan dan merusak harta benda rumah Tuhan, mereka tidak menghentikan atau menangani orang-orang itu, tidak mengatakan apa pun atau tidak melakukan pekerjaan apa pun. Orang-orang semacam itu sangat mengerikan! Mereka adalah jenis pemimpin palsu yang paling tercela; mereka tidak dapat diperbaiki! Mengapa Kukatakan bahwa mereka tidak dapat diperbaiki? Itu karena mereka bukannya memiliki kualitas yang buruk atau tidak mampu memahami firman Tuhan; mereka benar-benar memiliki kemampuan untuk memahami dan kemampuan kerja hingga taraf tertentu, tetapi ketika menemukan seseorang yang mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja, mereka tidak menangani atau tidak membereskannya. Mereka hanya dengan enggan melakukan sedikit dari pekerjaan ini ketika dihadapkan dengan pengawasan yang ketat dan pertanyaan yang sering diajukan oleh pemimpin di atas mereka, atau ketika mereka telah dipangkas. Entah mereka melakukan pekerjaan ini atau tidak, atau entah bagaimana cara mereka melakukannya, melindungi diri sendiri adalah prioritas utama mereka. Mereka sama sekali tidak memenuhi tanggung jawab sebagai pemimpin dan pekerja. Selain melindungi diri sendiri dan menjaga kepentingan sendiri, mereka tidak melakukan pekerjaan penting sama sekali, dan hanya melakukan sedikit pekerjaan dangkal yang mau tak mau harus mereka lakukan. Mereka tidak memedulikan apa pun selain melindungi diri sendiri. Bukankah mereka lebih licik dan lebih curang daripada rubah? Ada orang-orang yang berkata, "Naluri rubah adalah memakan hewan-hewan kecil, jadi bukankah merupakan naluri pemimpin palsu untuk melindungi diri mereka sendiri?" Apakah ini naluri? Ini adalah natur mereka! Para pemimpin palsu ini melindungi status, reputasi dan nama baik mereka sendiri, menjaga hubungan dengan orang lain, serta menghindarkan diri agar tidak menyinggung siapa pun, sekalipun dengan mengorbankan kepentingan rumah Tuhan dan merusak pekerjaan gereja. Mereka bahkan tidak menangani sendiri penghentian atau penyesuaian personel, tetapi malah menugaskan orang lain untuk melakukannya bagi mereka. Mereka berpikir, "Jika orang itu ingin membalas dendam, mereka tidak akan mengejarku. Aku harus melindungi diriku terlebih dahulu dalam setiap situasi yang kuhadapi." Orang-orang ini benar-benar terlalu licik! Sebagai pemimpin, engkau bahkan tidak mampu mengemban tanggung jawab ini, jadi apakah engkau layak untuk menjadi pemimpin? Engkau hanyalah pengecut yang tidak berguna! Tanpa sedikit keberanian ini, apakah engkau masih merupakan orang yang percaya kepada Tuhan? Apakah orang yang melakukan tipu muslihat untuk melalaikan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas mereka adalah pengikut Tuhan? Tuhan tidak menginginkan orang-orang semacam itu. Para pemimpin palsu ini selicik dan securang rubah. Ketika melihat seseorang menyebabkan kekacauan dan gangguan, mereka tidak menangani ataupun membereskannya; mereka sama sekali tidak melakukan pekerjaan nyata. Dengan cara apa pun mereka disingkapkan dan dipangkas, mereka tidak bertindak. Karena engkau tidak memenuhi tanggung jawabmu sebagai pemimpin dan pekerja, mengapa engkau masih menduduki jabatan itu? Apakah agar engkau dapat menjadi bagian dari hiasan? Apakah agar engkau dapat menikmati manfaat dari status? Engkau tidak memenuhi syarat untuk itu! Tidak melakukan pekerjaan nyata tetapi ingin saudara-saudari menghormati dan mengidolakanmu; bukankah ini adalah pola pikir setan? Sungguh tidak tahu malu! Ada orang-orang yang berkata bahwa mereka sama sekali tidak ingin menjadi pemimpin. Lalu, mengapa engkau mempertahankan reputasi dan statusmu? Apa tujuanmu dalam menyesatkan orang-orang? Jika engkau tidak ingin menjadi pemimpin, engkau bisa berinisiatif untuk mengundurkan diri. Mengapa engkau tidak mengundurkan diri? Mengapa engkau menduduki jabatan itu dan tidak mengundurkan diri? Jika engkau tidak ingin mengundurkan diri, engkau harus melakukan pekerjaan nyata dengan patuh. Tidak ada pilihan lain; ini adalah tanggung jawabmu. Jika engkau tidak mampu melakukan pekerjaan nyata, sebaiknya engkau memberi pertanggungjawabanmu dan mengundurkan diri; engkau tidak boleh menunda pekerjaan Tuhan, atau merugikan umat pilihan Tuhan. Jika hati nurani dan nalar yang sedikit ini saja tidak kaumiliki, apakah engkau masih memiliki kemanusiaan? Engkau tidak layak disebut manusia! Entah mereka dapat menjadi pemimpin atau pekerja atau tidak, orang yang percaya kepada Tuhan hanya pantas disebut manusia jika mereka memiliki setidaknya sedikit hati nurani dan nalar!
Untuk menjadi pemimpin atau pekerja, orang harus memiliki tingkat kualitas tertentu. Kualitas orang menentukan kemampuan kerja mereka dan sampai sejauh mana mereka memahami prinsip-prinsip kebenaran. Jika kualitasmu agak kurang dan engkau tidak memiliki pemahaman yang cukup mendalam akan kebenaran, tetapi engkau mampu menerapkan sebanyak yang dapat kaupahami, dan engkau mampu menerapkan apa yang kaupahami tersebut, dan di dalam hatimu, engkau murni dan jujur, tidak bersiasat apa pun demi dirimu sendiri atau tidak mengejar ketenaran, keuntungan, serta status, dan engkau mampu menerima pemeriksaan Tuhan, itu berarti engkau adalah orang yang tepat. Namun pemimpin palsu tidak memiliki kualitas-kualitas ini. Mereka tidak peduli dengan berbagai masalah kekacauan dan gangguan yang muncul di gereja; sekalipun mereka menyadari masalah ini, mereka tidak memedulikannya. Jika ditanya apakah mereka menyadari situasi tersebut, mereka berkata, "Kupikir aku tahu sedikit tentang hal itu, tetapi tidak semuanya." Ini terjadi tepat di depan matamu; mengapa kaukatakan engkau tidak mengetahuinya? Bukankah engkau sedang berusaha menipu orang-orang? Karena engkau sebenarnya tahu tentang hal itu, sudahkah engkau memikirkan cara untuk menanganinya? Sudahkah engkau mengerjakan sesuatu? Sudahkah engkau berusaha menemukan solusinya? Mereka menjawab, "Kualitas orang itu lebih baik daripadaku; dia pandai bicara dan mampu berbicara dengan baik; aku tidak berani mencampuri urusannya. Bagaimana jika aku membahas sesuatu yang sebenarnya bukanlah masalah dan menyinggung perasaannya? Itu akan mempersulit pekerjaanku nantinya!" Karena engkau tidak berani, engkau adalah pengecut yang tidak berguna dan lalai dalam tanggung jawabmu, dan engkau tidak layak untuk menjadi pemimpin! Ketika menghadapi situasi semacam ini, apakah engkau tahu cara menanganinya? Mereka menjawab, "Meskipun aku tahu cara menanganinya, aku tidak berani. Bukankah itulah gunanya Yang di Atas? Lagi pula, juga ada kelompok pengambil keputusan. Mengapa aku harus menjadi orang yang melakukan tugas ini?" Karena engkau telah melihat dan mengetahuinya, engkau harus menangani situasi ini. Jika tingkat pertumbuhanmu terlalu kecil dan engkau tidak mampu menangani masalah ini, sudahkah engkau memberi tahu atasanmu tentang masalah ini? Sudahkah engkau melaporkannya? Sudahkah engkau melakukan apa yang termasuk dalam lingkup tanggung jawabmu dan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabmu? Sudahkah engkau memenuhi satu pun dari tanggung jawabmu? Tidak sama sekali! Di dalam hatinya, mereka tahu betul: "Aku tahu tentang masalah ini, tetapi aku tidak bertindak. Aku merasa bersalah! Seharusnya aku melaporkan masalah ini, tetapi aku tidak melakukannya. Namun, orang lain juga tidak melakukannya; apa hubungannya ini denganku?" Apakah orang lain juga pemimpin? Apakah orang lain melakukannya atau tidak, itu urusan orang-orang tersebut; mengapa engkau tidak melakukannya? Jika orang lain tidak melakukannya, apakah itu berarti engkau tidak perlu melakukannya? Apakah ini adalah kebenaran? Sekalipun orang lain telah melakukannya, dapatkah itu menjadi pengganti tanggung jawab yang seharusnya kaulakukan? Apa yang kaulakukan adalah urusanmu. Sudahkah engkau memenuhi tanggung jawab dan kewajibanmu? Jika belum, berarti engkau lalai dalam tanggung jawabmu, tidak memenuhi syarat untuk menjadi pemimpin, dan engkau harus bertanggung jawab serta mengundurkan diri. Engkau tidak menghargai bahwa engkau telah diangkat, engkau tidak layak mendapatkan kepercayaan dari saudara-saudari, engkau tidak layak mendapatkan kepercayaan dari rumah Tuhan, apalagi menerima peninggian dari Tuhan. Engkau adalah orang celaka yang tidak punya perasaan. Jenis ketiga dari pemimpin palsu bermasalah dalam hal karakter mereka. Seperti apa pun pengejaran pribadi dan jalan masuk kehidupan mereka, hanya dinilai dari fakta bahwa selama masa jabatan mereka, mereka tidak melakukan pekerjaan nyata, tidak memulihkan kerugian yang gereja alami, dan tentunya tidak mampu segera menghentikan atau menangani perbuatan jahat yang dilakukan orang-orang jahat, jenis orang ini tidak hanya bermasalah dalam hal kualitas mereka yang buruk dan bermasalah dalam hal tidak melakukan pekerjaan nyata, tetapi yang terpenting, mereka tidak memiliki kemanusiaan. Hati nurani mereka sepenuhnya busuk, dan mereka sama sekali tidak bernalar. Dalam bahasa sehari-hari, mereka itu sangat tidak bermoral; mereka luar biasa egois dan tercela, dan mereka tidak dapat dipercaya. Di antara ketiga jenis orang yang telah kita telaah, kemanusiaan jenis orang ini adalah yang terburuk. Dua jenis orang pertama memiliki kualitas yang buruk, mereka tidak mampu melakukan pekerjaan dan tidak memenuhi prinsip serta standar rumah Tuhan untuk membina dan mempromosikan orang, jadi mereka tidak dapat dibina atau dipakai. Kualitas mereka sangat buruk, mereka buta dan mati rasa, dan pada dasarnya mereka adalah orang mati; mereka tidak layak untuk disingkapkan dan ditelaah. Jenis orang ketiga adalah yang paling hina. Mereka sangat tercela dalam hal kemanusiaan mereka, dan kita menggolongkan mereka sebagai jenis orang yang licik dan curang. Orang-orang ini bahkan lebih licik daripada rubah. Mereka tidak melakukan pekerjaan nyata tetapi memiliki banyak dalih dan merasa benar-benar tenang. Seperti apa pun orang-orang jahat dan antikristus mengganggu pekerjaan gereja, mereka tidak merasa cemas atau khawatir tentangnya dan masih ingin terus menjadi pemimpin. Mengapa mereka begitu kecanduan kekuasaan? Para pemimpin ini berkata, "Manusia bergelut ke atas; air mengalir ke bawah. Semua orang mencintai kekuasaan!" Mereka tidak mau melakukan pekerjaan nyata tetapi masih ingin memegang erat kedudukan mereka dan menikmati manfaat dari status mereka. Orang celaka macam apa ini? Mereka benar-benar sejenis Iblis, mereka sama sekali bukan hal yang baik.
Hari ini, kita mempersekutukan tiga poin tentang tanggung jawab kedua belas dari para pemimpin dan pekerja. Pemimpin palsu yang sudah kita telaah dalam tanggung jawab kedua belas pada dasarnya sama dengan pemimpin palsu yang kita singkapkan sebelumnya. Meskipun kita menelaah tiga poin, ketiganya terutama mencakup dua masalah: Pertama, mereka memiliki kualitas yang buruk dan tidak mampu melakukan pekerjaan nyata; kedua, kemanusiaan mereka hina, tercela, licik, serta curang, dan mereka tidak melakukan pekerjaan nyata. Inilah masalah mendasar dan esensial dari pemimpin palsu. Selama orang memiliki salah satu dari kedua masalah ini, mereka adalah pemimpin palsu. Ini tidak diragukan lagi.
4 September 2021