Tanggung Jawab Para Pemimpin dan Pekerja (18)

Bab Dua Belas: Dengan Segera dan Akurat Mengidentifikasi Berbagai Orang, Peristiwa, dan Hal-hal yang Mengacaukan dan Mengganggu Pekerjaan Tuhan serta Tatanan Normal Gereja; Menghentikan dan Membatasi Hal-hal tersebut, serta Membalikkan Keadaan; Selain Itu, Mempersekutukan Kebenaran agar Umat Pilihan Tuhan Memiliki Kemampuan untuk Mengidentifikasi Melalui Hal-hal Semacam itu dan Belajar darinya (Bagian Enam)

Berbagai Orang, Peristiwa, dan Hal-hal yang Mengacaukan dan Mengganggu Kehidupan Bergereja

X. Menyebarkan Rumor yang Tidak Berdasar

Pada pertemuan terakhir, kita mempersekutukan tanggung jawab kedua belas dari para pemimpin dan pekerja: "Dengan segera dan akurat mengidentifikasi berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal yang mengacaukan dan mengganggu pekerjaan Tuhan serta tatanan normal gereja; menghentikan dan membatasi hal-hal tersebut, serta membalikkan keadaan; selain itu, mempersekutukan kebenaran agar umat pilihan Tuhan memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi melalui hal-hal semacam itu dan belajar darinya." Mengenai berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal yang mengacaukan serta mengganggu pekerjaan Tuhan dan tatanan normal gereja yang muncul dalam kehidupan bergereja, kita membaginya menjadi sebelas masalah. Bacakan lagi. (Pertama, sering keluar dari topik ketika mempersekutukan kebenaran; kedua, mengucapkan kata-kata dan doktrin untuk menyesatkan orang dan memperoleh penghargaan mereka; ketiga, mengoceh tentang masalah rumah tangga, membangun hubungan pribadi, dan menangani urusan pribadi; keempat, membentuk kelompok tertutup; kelima, bersaing untuk mendapatkan status; keenam, terlibat dalam hubungan yang tidak pantas; ketujuh, saling menyerang dan bertengkar; kedelapan, menyebarkan gagasan; kesembilan, melampiaskan kenegatifan; kesepuluh, menyebarkan rumor yang tidak berdasar; dan kesebelas, memanipulasi dan mengacaukan pemilihan.) Terakhir kali, kita mempersekutukan masalah kesembilan. Hari ini, kita akan mempersekutukan masalah kesepuluh, yaitu menyebarkan rumor yang tidak berdasar.

A. Perwujudan Penyebaran Rumor yang Tidak Berdasar

Peristiwa penyebaran rumor yang tidak berdasar telah terjadi di gereja. Ada orang-orang yang tidak mencintai kebenaran dan tidak berfokus untuk menerapkan kebenaran dalam pelaksanaan tugas mereka; baik dalam hal-hal yang berkaitan dengan prinsip-prinsip kebenaran maupun dalam pengejaran pribadi, mereka tidak berfokus untuk mencari kebenaran; di dalam hati mereka, tidak ada tempat untuk fokus akan hal-hal ini. Dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan, mereka hanya suka bertanya tentang gosip dan informasi pribadi, serta mengumpulkan kisah-kisah yang aneh dan tidak biasa. Tentu saja, mereka lebih bersemangat untuk menyelidiki hal-hal yang ada kaitannya dengan Tuhan dan pekerjaan Tuhan, serta hal-hal mengenai rumah Tuhan dan para pemimpin dan pekerja gereja. Pada saat yang sama, mereka suka menyebarkan gosip yang tidak berdasar, menyebarluaskan hal-hal yang telah mereka dengar atau bayangkan yang tidak benar sama sekali. Orang-orang semacam itu tidak suka membaca firman Tuhan, mereka jarang berdoa, dan selama pertemuan, mereka jarang mempersekutukan kebenaran serta jarang berbicara tentang keadaan, pengejaran pribadi dan jalan masuk mereka sendiri, atau pemahaman mereka tentang pekerjaan Tuhan, dan sebagainya. Tentu saja, mereka tidak berminat mendengarkan orang-orang yang mempersekutukan kebenaran atau mempersekutukan kesaksian berdasarkan pengalaman mereka, dan juga tidak tertarik akan hal-hal ini. Namun, begitu mereka mendengar seseorang berbicara tentang hal apa yang telah dicapai oleh pekerjaan Tuhan, atau melihat isi firman Tuhan tentang bencana, tempat tujuan manusia, bagaimana Tuhan mengubah wujud-Nya, dan sebagainya, mata mereka tiba-tiba berbinar, dan mereka menjadi sangat fokus. Begitu mereka membaca atau mendengar kata-kata ini, mereka langsung sangat tertarik. Dilihat dari perwujudan orang-orang ini, jelaslah bahwa mereka percaya kepada Tuhan bukan untuk mengejar kebenaran, bukan untuk melaksanakan tugas mereka dan mengikuti Tuhan, dan tentu saja bukan untuk tunduk serta menyembah Tuhan. Mereka datang ke rumah Tuhan dan sama sekali tidak berpikir untuk melaksanakan tugas apa pun. Mereka hanya ingin menyelidiki dan mengumpulkan beberapa gosip atau menyebarkan beberapa rumor. Mereka menikmati kegiatan ini dan sama sekali tidak tertarik pada kesaksian berdasarkan pengalaman, lagu-lagu pujian, atau film-film dari rumah Tuhan. Mereka hanya suka mengakses internet untuk mengumpulkan pernyataan dan penilaian yang dibuat oleh kekuatan antikristus di dunia keagamaan tentang rumah Tuhan, pekerjaan gereja, dan Tuhan yang berinkarnasi. Sekalipun mereka sesekali menonton video dari rumah Tuhan, itu bukan karena keinginan yang kuat di dalam hatinya untuk mencari kebenaran agar dapat menyelesaikan masalah mereka sendiri. Jadi, apa yang mereka lihat? Mereka melihat komentar-komentar di bawah video, dan mereka selektif dalam memilih apa yang mereka baca. Mereka mengabaikan komentar saudara-saudari dari gereja tetapi sangat tertarik pada komentar-komentar dari dunia keagamaan dan orang-orang tidak percaya. Mereka bahkan secara khusus membaca komentar dan pernyataan dari si naga merah yang sangat besar, berusaha menemukan beberapa hal darinya. Ketika membaca propaganda, pernyataan negatif dan rumor palsu ini, mereka tidak mencari kebenaran dan mengetahui yang sebenarnya tentang hal-hal tersebut; sebaliknya, mereka bahkan bisa menerima beberapa dari komentar dan pernyataan negatif tersebut, serta menganggapnya sebagai fakta. Sebanyak apa pun komentar positif yang ada, mereka tidak mau membacanya dan tidak percaya bahwa komentar-komentar tersebut benar; hanya komentar atau rumor negatif itulah yang menarik perhatian mereka dan menggugah selera mereka. Setiap kali mereka melihat komentar-komentar negatif ini, di dalam hatinya, mereka merasa sangat senang dan terhibur. Mereka terutama tertarik pada rumor serta penghakiman yang sepenuhnya tidak benar, bahkan pada serangan serta fitnah terhadap Tuhan, yang beredar di dunia, di dunia keagamaan, atau di internet, dan mereka selalu meneliti dan mengumpulkannya dengan sungguh-sungguh. Sebaliknya, mereka sama sekali tidak tertarik pada firman Tuhan, khotbah dan persekutuan, kesaksian berdasarkan pengalaman dari saudara-saudari, serta hal-hal lain semacam itu. Jadi, ketika orang lain membaca firman Tuhan, mempersekutukan kebenaran, dan membagikan kesaksian berdasarkan pengalaman selama pertemuan, mereka merasa muak, serta menganggap hal-hal ini membosankan dan berlebihan. Di dalam hatinya, mereka sangat muak akan persekutuan tentang kebenaran dan pembahasan tentang mengenal diri sendiri. Jadi, apa yang ingin mereka dengar? Mereka hanya ingin mendengar hal-hal yang aneh dan ganjil, entah itu misteri dari alam roh atau rumor dan gosip yang diedarkan oleh dunia keagamaan; mereka hanya bersedia mendengarkan hal-hal ini. Hati mereka dipenuhi dan disibukkan dengan hal-hal negatif ini, dan tak seorang pun dapat mengambil hal-hal negatif ini dari mereka atau melepaskan mereka dari hal-hal negatif ini. Mengapa demikian? Karena mereka sangat tertarik dan menyukai semua itu! Oleh karena itu, ketika mereka berada di antara saudara-saudari, terutama selama pertemuan, mereka suka membicarakan gosip yang tidak berdasar, dan bahkan menyebarkan beberapa komentar negatif tentang rumah Tuhan serta gereja yang mereka temukan di internet. Orang-orang ini sangat tertarik pada rumor-rumor ini. Meskipun mereka jelas tahu bahwa menyebarkan hal-hal ini tidak bermanfaat bagi orang lain, mereka tidak dapat mengendalikan diri dan bersikeras untuk menyebarkannya. Sekalipun mereka perlu mencari kesempatan untuk menyebarkan rumor dan propaganda negatif ini, atau perlu menghabiskan waktu untuk mengumpulkan hal-hal semacam ini, atau menggunakan pikiran mereka untuk mengarang hal-hal semacam ini, mereka tetap tanpa lelah bersemangat mengenainya. Jika pemimpin di suatu gereja memiliki kualitas yang buruk dan tak mampu melakukan pekerjaan nyata atau tak mampu membedakan orang, begitu ada orang-orang yang menyebarkan rumor dan kekeliruan, kehidupan bergereja pun akan terganggu serta terpengaruh, dan beberapa orang bahkan akan disesatkan serta dikendalikan oleh orang-orang ini. Mengapa banyak orang sering kali dapat diganggu dan disesatkan oleh orang lain? Salah satu penyebabnya adalah karena mereka tidak memahami kebenaran dan tidak memiliki kemampuan untuk mengenali rumor yang memfitnah rumah Tuhan. Penyebab lainnya adalah karena beberapa saudara-saudari yang belum lama percaya memiliki tingkat pertumbuhan yang belum dewasa, mereka tidak memahami kebenaran tentang visi, dan mereka tidak mengerti dengan jelas tentang inkarnasi Tuhan, pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman, dan maksud Tuhan untuk menyelamatkan manusia, mereka tidak mampu memahami hal-hal ini dengan jelas, dan mereka tidak yakin apakah tahap pekerjaan ini adalah penampakan serta pekerjaan Tuhan. Akibatnya, mereka tidak memiliki iman sejati dan bahkan tidak tahu berapa lama mereka akan mampu mengikuti Tuhan. Tentu saja, mereka juga sangat mudah disesatkan, dipengaruhi, dan dikendalikan oleh orang-orang yang menyebarkan rumor.

B. Esensi Menyebarkan Rumor yang Tidak Berdasar adalah Bertindak sebagai Hamba Iblis

Orang-orang yang menyebarkan rumor yang tidak berdasar ini bukan hanya tidak percaya pada kebenaran dan firman Tuhan, melainkan mereka juga tidak dapat membedakan yang benar dan yang salah. Mereka selalu meragukan hal-hal positif dan mudah diyakinkan oleh rumor serta perkataan setan. Orang-orang ini mengaku bahwa mereka percaya kepada Tuhan dan mengikuti Tuhan, tetapi mereka tetap menyebarkan rumor yang memfitnah Tuhan dan gereja, serta menyebarkan berbagai rumor yang telah mereka kumpulkan kepada saudara-saudari, bahkan menyebarkannya serta memublikasikannya ke mana-mana dengan sembrono dan berulang-ulang. Dari hal ini, jelaslah bahwa orang-orang ini tidak mencintai kebenaran dan hanya memercayai perkataan setan yang diucapkan oleh orang-orang tidak percaya. Dapat dipastikan bahwa mereka sama sekali bukan umat pilihan Tuhan dan mereka bukan anggota rumah Tuhan. Jadi, siapa mereka? Tepatnya, orang-orang ini adalah pengikut yang bukan orang percaya, mereka adalah hamba Iblis. Ada orang yang berkata, "Apakah hamba Iblis adalah mata-mata yang diutus oleh PKT? Apakah mereka adalah agen rahasia yang menyusup ke dalam rumah Tuhan?" Belum tentu. Agen rahasia dan mata-mata itu mudah dikenali, tetapi orang-orang yang menyebarkan rumor, di luarnya terlihat seperti orang percaya sejati. Namun, mereka tidak mengejar kebenaran dan sering bertindak sebagai corong Iblis, dan mereka mewakili Iblis menyebarkan perkataan yang memfitnah serta menyerang Tuhan, dan menyebarkan rumor yang dikarangnya tentang gereja serta rumah Tuhan. Dilihat berdasarkan hal ini, siapa pun yang mengutus mereka, bukankah orang-orang ini adalah hamba-hamba Iblis? (Ya.) Entah rumor-rumor ini dikumpulkan secara aktif oleh mereka atau didengar secara pasif oleh mereka, orang-orang ini tidak berpikir untuk mencari kebenaran dan mengenalinya, tetapi mereka malah memercayainya sebagai fakta. Mereka bahkan dapat menyebarkan dan menyebarluaskannya di antara orang-orang dengan tidak bermoral serta tidak terkendali, dan tidak hanya di satu tempat atau di satu kesempatan. Tujuan mereka menyebarkan rumor-rumor ini adalah agar makin banyak orang mengetahuinya, agar orang yang lemah menjadi makin lemah, dan agar orang yang kuat serta beriman kepada Tuhan menjadi ragu akan Dia serta pekerjaan-Nya karena rumor-rumor tersebut; tujuannya adalah agar semua orang menjadi tidak tertarik pada kebenaran, firman Tuhan, pekerjaan Tuhan, dan keselamatan, tetapi justru agar mereka tertarik pada berbagai rumor dan propaganda negatif, sama seperti orang-orang itu sendiri, sehingga setiap kali orang-orang berkumpul, mereka akan membicarakan hal-hal negatif tersebut. Apakah orang normal dan orang yang memiliki kemanusiaan serta nalar akan melakukan hal-hal semacam ini? Ketika kebanyakan orang mendengar rumor atau berbagai propaganda negatif, sekalipun mereka tidak tahu apakah rumor itu benar atau salah, karena iman mereka kepada Tuhan dan sedikit hati yang takut akan Tuhan yang mereka miliki, mereka akan datang ke hadapan Tuhan untuk berdoa dan mencari kebenaran. Sekalipun mereka dipengaruhi oleh rumor tersebut dan merasa sedikit lemah serta ragu, itu tidak akan memengaruhi mereka dalam melaksanakan tugas atau mengikuti Tuhan. Mereka bahkan akan memperingatkan diri mereka sendiri untuk menjaga lidah dan tidak melakukan hal-hal yang menentang atau menyinggung Tuhan. Pendekatan semacam ini adalah sesuatu yang bisa dicapai oleh sebagian besar saudara-saudari. Asalkan orang memiliki sedikit kemanusiaan, sedikit iman yang sejati, dan sedikit hati yang takut akan Tuhan, mereka dapat mencapai hal ini. Karena orang percaya bahwa Tuhan itu ada, mereka harus percaya bahwa segala sesuatu yang Tuhan lakukan adalah benar. Karena itu dilakukan oleh Tuhan, orang tidak boleh membuat penilaian apa pun tentangnya. Mereka harus yakin bahwa: "Apa pun rumor dari luar gereja yang beredar, aku tidak boleh memercayainya, dan tentu saja aku tidak boleh menyebarkannya. Sekalipun aku merasa sedikit lemah dan terguncang di dalam hatiku, aku tidak boleh menyangkal keberadaan Tuhan!" Jika orang percaya pada keberadaan Tuhan, mereka harus percaya bahwa segala sesuatu yang Tuhan lakukan adalah benar; jika mereka percaya pada keberadaan Tuhan, mereka harus memiliki hati yang gentar dan takut akan Tuhan; ini sepenuhnya benar. Karena mereka memiliki hati yang takut akan Tuhan, rumor apa pun yang mereka dengar, mereka akan menjaga lidah mereka, tidak menjadi penyebar rumor, tidak tertipu oleh muslihat Iblis, dan tidak jatuh ke dalam siasat Iblis. Bukankah ini adalah sesuatu yang dapat dicapai dengan mudah oleh kebanyakan orang? (Ya.) Engkau memiliki pikiran dan nalar yang normal, jadi setelah mendengar rumor, apakah engkau kemudian akan menyebarkannya atau tidak, itu sepenuhnya ditentukan olehmu. Apakah ada orang lain yang mengendalikanmu? (Tidak ada.) Jadi, setelah mendengar rumor-rumor ini, bukankah orang seharusnya mengerti dengan jelas tentang bagaimana mereka harus menanganinya, dan bagaimana mereka harus memperlakukannya serta bagaimana menerapkan agar sesuai dengan prinsip, kemanusiaan dan nalar? Semua orang harus memiliki sedikit penilaian ini dan harus memahami metode serta jalan penerapan ini tanpa perlu diajari orang lain. Bahkan anak-anak pun tahu bahwa mereka tidak boleh menyebarkan gosip, dan bahwa hal itu tidak sopan, tidak bermoral, serta menimbulkan perselisihan, dan bahwa tidak boleh menjadi orang seperti itu; ini adalah pemikiran dan perilaku yang seharusnya dimiliki orang dengan nalar yang normal. Namun, ada jenis orang yang tidak memiliki nalar seperti itu, bahkan hingga taraf yang sangat parah, tidak memiliki kemanusiaan seperti itu. Ini menyebabkan mereka ingin menyebarkan rumor dan propaganda negatif kepada orang-orang yang dekat dengan mereka sesegera mungkin setelah mendengar hal-hal ini, sehingga semua orang dapat bersama-sama menganalisis, menilai, dan melebih-lebihkan, kemudian menyebarkan rumor-rumor ini ke khalayak yang lebih luas. Mereka berpikir, "Bukankah ini hebat? Bukankah ini terasa hidup? Jika kehidupan bergereja dipenuhi pembahasan tentang hal ini, betapa kayanya! Orang-orang akan memperoleh begitu banyak pengetahuan!" Pemikiran dan sudut pandang macam apa ini? Bukankah ini adalah pemikiran dan sudut pandang orang jahat? Logika macam apa ini? Bukankah mereka adalah orang yang sangat menginginkan kekacauan? Bukankah mereka tidak tahan melihat orang lain dalam keadaan baik-baik saja? Di dalam hatinya, mereka bahkan mengejek saudara-saudari: "Kalian orang-orang bodoh, rumor sedang bertebaran di mana-mana di luar gereja; penilaian negatif, serangan, dan fitnah terhadap rumah tuhan, terutama terhadap kristus dan pekerjaan tuhan, ada di mana-mana. Di gereja-gereja di dunia keagamaan, beredar segala macam materi propaganda negatif. Begitu orang-orang di sana mendengar 'Kilat dari Timur', mereka mulai melontarkan kutukan dan menjauhkan diri. Semua orang sedang mengkritik dan mengutuk kalian, tetapi kalian orang-orang bodoh masih di sini, percaya kepada tuhan dan mengejar kebenaran!" Melihat orang-orang ini mengikuti Tuhan dengan iman yang begitu teguh membuat mereka merasa tidak nyaman dan juga sangat jijik. Khususnya, ketika mereka melihat bahwa persekutuan yang disampaikan seseorang tentang kebenaran menunjukkan pemahaman yang murni serta perubahan watak, dan semua orang mengaguminya, mereka membenci orang tersebut. Jika mereka melihat seseorang berpegang teguh pada prinsip, memperoleh hasil, dan memperlihatkan kesetiaan dalam pelaksanaan tugasnya di rumah Tuhan, mereka menjadi marah dan berkata, "Mengapa kau tidak mendengarkan rumor atau propaganda dari luar gereja? Mengapa kau begitu bodoh dan tulus? Lihatlah betapa cerdiknya aku; aku mendukung kedua pihak yang berlawanan. Aku ambil bagian dalam kehidupan bergereja di rumah tuhan dan tidak mengatakan bahwa aku tidak percaya kepada tuhan, dan jika aku tidak diizinkan melaksanakan suatu tugas, aku tidak akan menyetujuinya, tetapi aku juga menyelidiki berita dari luar gereja. Aku terus memperhatikan propaganda dan komentar negatif dari dunia keagamaan, dunia orang tidak percaya, dan internet." Mereka selalu memiliki sudut pandang yang tidak semestinya. Melihat saudara-saudari mengejar kebenaran dan melaksanakan tugas membuat mereka merasa tidak puas di dalam hatinya. Mereka selalu ingin menyesatkan dan menjauhkan satu atau dua orang dari antara orang-orang itu, dan bahkan selalu ingin mengganggu serta memengaruhi beberapa dari orang-orang tersebut. Mereka juga selalu ingin "membangunkan" beberapa orang dengan menyebarkan rumor, sehingga orang-orang itu percaya pada rumor tersebut dan disesatkan. Katakan kepada-Ku, orang macam apa mereka sebenarnya? Pantaskah menganggap orang-orang semacam itu sebagai bagian dari rumah Tuhan dan sebagai saudara-saudari? (Tidak.) Jadi, mereka paling pantas dianggap sebagai apa? Mereka paling pantas dianggap sebagai pengikut yang bukan orang percaya, sebagai hamba Iblis. Ini bukanlah kutukan yang tidak berdasar atau bersikap tidak adil terhadap mereka; ini adalah fakta.

Apa yang menjijikkan tentang orang-orang yang menyebarkan rumor yang tidak berdasar ini? Dari saluran mana pun mereka mendengar propaganda negatif, bahkan ketika mereka jelas tahu bahwa semua itu adalah rumor dan perkataan setan yang tidak memiliki dasar faktual, mereka tetap menyebarkannya kepada orang lain dengan semangat yang tak pernah pudar. Apa natur dari hal ini? Orang yang memiliki hati yang takut akan Tuhan akan merasa jijik ketika mendengar rumor. Terutama jika itu berkaitan dengan perkataan yang menyerang dan menghina Tuhan, mereka tidak akan menyebutkannya sama sekali agar tidak menajiskan mulut mereka, yang membuktikan bahwa mereka memiliki hati yang takut akan Tuhan. Mereka berkata, "Jika orang lain menghakimi dan memfitnah Tuhan, serta menyerang dan menjelek-jelekkan gereja, itu adalah urusan mereka. Aku tidak boleh ambil bagian dalam dosa mereka. Fitnah mereka terhadap Tuhan sudah merupakan pemberontakan yang keterlaluan dan dosa yang keji; aku tidak boleh mengucapkan perkataan ini dengan mulutku sendiri. Aku tidak boleh mengatakan hal yang sama seperti mereka. Aku benar-benar tidak akan melakukan hal ini!" Namun, mereka yang merupakan hamba Iblis mampu menyampaikan propaganda serta rumor negatif yang mereka dengar kata demi kata, dan mereka melakukannya berulang kali dan tanpa rasa khawatir, bahkan menyebarkannya ke mana-mana. Apakah orang-orang ini memiliki sedikit saja hati yang takut akan Tuhan? Apakah mereka takut kepada Tuhan? Tidak. Dari luarnya, mereka juga percaya akan keberadaan Tuhan, tetapi percaya tidaklah sama dengan mengakui bahwa Tuhan adalah Sang Pencipta yang berdaulat atas segala sesuatu. Iblis juga percaya bahwa ada Tuhan di dunia serta di alam semesta dan di antara segala sesuatu, tetapi bagaimana dia memperlakukan Tuhan ketika Dia berbicara kepadanya? Bagaimana dia berbicara dengan Tuhan? Apakah dia memiliki hati yang takut akan Tuhan? Apakah dia memperlakukan Tuhan sebagai Tuhan? Tidak. Metode apa yang digunakannya untuk berbicara dengan Tuhan? Dia mencobai, menipu, dan mengejek-Nya, seolah-olah sedang bercanda. Ketika Tuhan bertanya, "Dari mana engkau?" bagaimana Iblis menjawab? ("Dari berkeliling ke sana ke mari di bumi, dan dari menjelajahinya ke atas ke bawah" (Ayub 1:7).) Apakah ini perkataan manusia? (Bukan.) Jadi, apa maksud perkataan ini? Mengapa Iblis berbicara dengan cara ini? Sikap seperti apa yang menghasilkan perkataan semacam ini? Bukankah sikap yang mengejek? (Ya.) Apa artinya mengejek? Itu berarti mempermainkan seseorang, bukan? "Aku tidak akan memberitahumu dari mana aku datang. Memangnya apa yang bisa kaulakukan?" Perkataan ini diucapkan kepadamu, tetapi mereka tidak berniat untuk memberitahumu apa yang sebenarnya terjadi; si pembicara tak mau memberitahukannya kepadamu, dan malah mempermainkanmu. Inilah artinya mengejek. Apakah sikap ini memperlihatkan adanya rasa memperlakukan Tuhan sebagai Tuhan? Apakah ada rasa hormat atau takut akan Tuhan di dalamnya? Sama sekali tidak; seperti inilah wajah Iblis. Mereka yang menyebarkan rumor bisa dengan santai menyebarluaskannya di antara saudara-saudari. Mereka tahu betul bahwa rumor ini tidak sesuai dengan fakta, tetapi mereka berusaha sekuat tenaga untuk menyebarkannya, mencari segala macam kesempatan dan peluang untuk melakukannya. Bukankah ini adalah perilaku dan pendekatan Iblis? Dengan cara inilah Iblis bertindak. Dia mengakui keberadaan Tuhan dan tahu bahwa Tuhan berdaulat atas segala sesuatu, tetapi dia tidak memiliki sedikit pun rasa takut akan Dia. Seperti inilah wajah Iblis, seperti inilah esensi natur Iblis. Ada saudara-saudari yang mungkin berkata, "Meskipun orang ini tidak mengejar kebenaran, kepercayaannya kepada Tuhan itu tulus. Ketika dia mendengar bahwa gereja akan mengisolasi atau mengeluarkan dirinya, dia menjadi sangat cemas hingga menangis dan merasa sangat khawatir; bahkan muncul sariawan di dalam mulutnya! Dia tidak mau meninggalkan rumah Tuhan; dia percaya akan keberadaan Tuhan. Jadi, apa pun yang dia lakukan, kita harus memperlakukannya sebagai saudara, memberinya kasih serta toleransi, dan bahkan ketika dia menyebarkan rumor, kita tetap harus memperlakukannya dengan kasih untuk membantu dan mendukungnya." Apakah perkataan ini benar? Apakah perkataan ini adalah kebenaran? (Tidak.) Tuhan telah mengucapkan begitu banyak firman, tetapi orang-orang ini tetap tidak memercayainya. Namun, sebanyak apa pun rumor yang dikatakan setan dan Iblis, orang-orang ini memercayai semuanya, dan bahkan menyebarkan rumor tersebut dengan tidak bermoral untuk menyerang serta memfitnah Tuhan. Berdasarkan ini saja, mereka tidak layak disebut saudara atau saudari. Benarkah demikian? (Ya.) Karena mereka dapat menyebarkan rumor, memfitnah Tuhan, menyerang Tuhan, dan memfitnah rumah Tuhan serta gereja dengan tidak bermoral, kita memiliki alasan yang kuat untuk menganggap mereka sebagai hamba Iblis, sebagai Iblis. Mereka adalah musuh Tuhan dan musuh semua umat pilihan Tuhan. Jadi, bagaimana seharusnya kita memperlakukan musuh kita? (Menolak mereka.) Benar, kita harus menolak mereka.

Ada orang-orang yang tidak mencintai kebenaran. Setelah mendengar rumor, meskipun mereka tidak secara terbuka menyebarkannya di gereja, mereka menyebarkannya di balik layar kepada orang-orang yang dekat dengan mereka. Setelah mendengar rumor ini, beberapa orang yang tidak mampu membedakan menjadi negatif dan lemah; ada yang berhenti menghadiri pertemuan, dan ada yang menarik diri dari gereja, tetapi si penyebar rumor tetap tidak mengakui bahwa hal ini terjadi karena mereka menyebarkan rumor. Meskipun nasihat dan persekutuan telah disampaikan berulang kali, mereka terus melakukannya ketika menemukan hal-hal semacam ini. Mereka menahan diri untuk tidak menyebarkan rumor secara terbuka dan lancang selama pertemuan atau di depan umum hanya karena takut tersingkap, ditolak oleh saudara-saudari, atau dikeluarkan oleh gereja, sehingga mereka memilih untuk menyebarkan beberapa rumor secara diam-diam dengan mengirim pesan kepada orang lain atau melalui interaksi dengan orang-orang. Bukankah itu berarti orang-orang tersebut jahat? Sebenarnya, mereka jauh lebih berbahaya. Betapa pun penuh rahasianya mereka dalam bertindak, motif dan natur dari tindakan mereka sama dengan yang dimiliki para hamba Iblis. Tujuan mereka menyebarkan rumor adalah untuk mengganggu pelaksanaan tugas orang lain, membuat orang menjadi negatif dan lemah, membuat orang menyangkal Tuhan, menjauhkan diri dari Tuhan, dan tidak mengindahkan tugas mereka. Adakah seseorang yang pernah berkata, "Tujuanku menyebarkan rumor bukan untuk mengganggu orang-orang dalam melaksanakan tugas mereka atau melemahkan inisiatif mereka, melainkan untuk menolong mereka mengembangkan kemampuan untuk membedakan serta meningkatkan kekebalan mereka, sehingga saat mendengar rumor, mereka akan kebal terhadapnya, tidak akan memercayainya, mampu mengejar kebenaran dengan semestinya, dan mampu melaksanakan tugas mereka dengan tenang"? Adakah seseorang yang pernah menyebarkan rumor dengan niat seperti ini? (Tidak.) Apakah pernyataan ini benar? Sebenarnya, itu tidak benar. Selama mereka dapat menyebarkan rumor, terutama rumor yang menyerang, memfitnah, dan menghujat Tuhan—mengatakannya dengan santai setiap kali mereka membuka mulut dan menyebarkannya ke mana-mana tanpa ragu—sebanyak apa pun rumor yang mereka sebarkan, entah rumor itu disebarkan secara terbuka atau di balik layar, dan apa pun dampaknya pada orang-orang, singkatnya, tujuan mereka menyebarkan rumor bukanlah untuk membantu orang-orang agar memahami kebenaran dan mengembangkan kemampuan untuk membedakan, melainkan untuk mengganggu dan menyesatkan orang-orang, dan membuat orang-orang meragukan dan menjauhkan diri dari Tuhan; yang sedang mereka lakukan adalah mengganggu dan menghancurkan pekerjaan gereja. Dari perspektif ini, apa pun alasan atau konteks penyebaran rumor, esensi orang-orang yang menyebarkan rumor tidak diragukan lagi adalah esensi hamba-hamba Iblis. Siapa pun yang menyampaikan rumor yang memfitnah, menyerang, dan menghujat Tuhan berarti sedang menentang Tuhan dan merupakan musuh Tuhan. Benarkah demikian? (Ya.) Meskipun engkau bukanlah pencetus rumor tersebut, fakta bahwa engkau dapat menyebarkannya membuktikan bahwa engkau percaya bahwa rumor tersebut benar atau di dalam hatimu, engkau sangat bersedia untuk memercayainya. "Seandainya rumor itu benar, aku tidak perlu percaya kepada tuhan, tuhan tidak akan menjadi tuhan, dan fakta mengenai inkarnasi tuhan tidak akan ada. Dia hanya akan menjadi manusia biasa, dan aku dapat dengan bebas mengarang rumor tentang dia, merendahkannya, serta menyerang dan memfitnahnya." Bukankah itulah tujuannya? Jika engkau percaya kepada Tuhan tetapi selalu ingin berbicara dan bertindak seenaknya, bukankah ini berarti ingin melawan Tuhan? (Ya.) Ada orang-orang yang berkata, "Apakah ini berarti memberontak terhadap Tuhan? Apakah ini berarti tidak beriman kepada Tuhan?" Natur dari hal ini jauh lebih serius. Ini berarti menentang dan melawan Tuhan. Hanya musuh Tuhan yang menentang dan melawan Tuhan dengan cara seperti ini. Karena memiliki watak rusak Iblis dan tidak memiliki pemahaman akan kebenaran serta tidak mengenal Tuhan, umat manusia yang rusak dapat memberontak terhadap Tuhan. Namun, Iblis tidak hanya memberontak terhadap Tuhan; dia mengkhianati Tuhan, menentang Tuhan, dan melawan Tuhan. Ini membuatnya menjadi musuh Tuhan. Hubungan antara musuh Tuhan dan Tuhan adalah hubungan yang berlawanan. Apa artinya berlawanan? Itu berarti tidak dapat didamaikan. Seperti apa pun situasi atau lingkungannya, perlawanan Iblis terhadap Tuhan tidak akan berubah karena perubahan waktu atau geografi. Esensi Iblis adalah melawan Tuhan, dan ini tidak berubah; Iblis benar-benar merupakan musuh Tuhan. Penentangan Iblis terhadap Tuhan dan tidak dapat didamaikannya dia dengan Tuhan tidak berlangsung selama satu hari atau hanya selama beberapa tahun atau dekade; dia mulai melawan Tuhan sejak dia mengkhianati-Nya. Jadi, kapan perlawanan ini akan berakhir? Akankah Iblis dapat digerakkan dan diubah oleh Tuhan? Apakah perlawanan Iblis terhadap Tuhan akan berangsur-angsur berkurang seiring berjalannya waktu? Tidak. Dia akan terus melawan Tuhan. Kapan perlawanan ini akan berakhir? Ketika pekerjaan Tuhan telah berakhir, dan Iblis telah selesai melakukan pelayanannya serta tidak lagi berguna, dan Tuhan telah menghancurkannya; pada saat itulah perlawanan ini akan berakhir. Dan bagaimana dengan mereka yang merupakan hamba-hamba Iblis? Selama mereka berada di gereja, mereka akan terus melawan gereja, rumah Tuhan, dan Tuhan. Ada orang-orang yang berkata, "Mereka percaya kepada Tuhan, terkadang memberi persembahan, memberi sedekah, dan bahkan menerima saudara-saudari di rumah mereka. Bagaimana mungkin mereka melawan Tuhan? Mereka tidak melawan-Nya; mereka bahkan melakukan beberapa perbuatan baik." Benarkah perkataan ini? Apakah dengan menerima saudara-saudari di rumahnya dan memberi sedikit uang untuk saudara-saudari yang miskin, perlawanan mereka terhadap Tuhan dapat dibatalkan? Dapatkah itu membuktikan bahwa mereka sesuai dengan Tuhan? (Tidak.) Jadi, bagaimana munculnya perlawanan ini? (Itu ditentukan oleh esensi natur mereka.) Benar, esensi natur mereka adalah menentang dan memusuhi Tuhan. Mengenai orang-orang semacam itu, engkau semua harus mengenali mereka berdasarkan firman Tuhan: Lihatlah siapa yang suka mengumpulkan propaganda atau rumor negatif yang menyerang dan memfitnah rumah Tuhan serta gereja dari berbagai saluran, dan siapa yang tertarik pada hal-hal negatif ini serta bersedia memercayai perkataan setan dan rumor ini. Ini akan memungkinkanmu untuk melihat wajah sebenarnya dari pengikut yang bukan orang percaya ini. Orang-orang ini biasanya tidak membaca firman Tuhan, tidak bersemangat ketika mendengarkan saudara-saudari mempersekutukan kebenaran, dan suam-suam kuku dalam melaksanakan tugas. Mereka selalu merasa percaya kepada Tuhan itu tidak menarik. Apa yang menjadi fokus mereka ketika menonton video dan program dari rumah Tuhan? Ketika melihat komentar positif yang dikirimkan orang-orang beragama, mereka merasa tidak nyaman dan mengabaikannya. Namun, ketika melihat orang-orang beragama dan orang tidak percaya berpihak pada si naga merah yang sangat besar, menghina gereja, menghina rumah Tuhan, dan menghina saudara-saudari dengan perkataan setan yang mereka ucapkan, mereka merasa sangat senang dan gembira. Setiap kali mendengar propaganda dan rumor yang negatif ini, mereka menjadi sangat gembira seolah-olah telah disuntik adrenalin, berjalan dengan langkah riang dan bahkan bangun tidur dengan perasaan penuh sukacita. Bukankah ini jahat? Amati di sekitarmu untuk mengetahui siapa yang termasuk jenis orang semacam ini; lihat apakah mereka memiliki watak yang membenci kebenaran dan membenci Tuhan. Jika engkau benar-benar menemukan orang semacam ini, engkau harus sangat waspada dan mengenali mereka; amati perkataan, tindakan, dan perilaku mereka. Setelah memastikan bahwa mereka adalah orang jahat, hamba Iblis, engkau harus menolak mereka dan tidak memperlakukan mereka sebagai saudara atau saudari. Orang-orang semacam itu harus dikeluarkan dari gereja sesegera mungkin. Ada orang-orang yang berkata, "Mengapa kita harus mengeluarkan orang-orang ini? Di rumah Tuhan, memiliki satu orang lagi berarti memiliki satu lagi sumber kekuatan untuk melakukan pekerjaan; memiliki satu orang lagi juga membuat suasana menjadi sedikit lebih hidup. Mereka telah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun, dan meskipun mereka tidak mencintai atau menerapkan kebenaran, mereka telah percaya akan keberadaan Tuhan sejak masih kecil, percaya kepada Orang Tua di Langit. Mereka juga percaya bahwa ada tuhan satu meter di atas mereka, dan terlebih dari itu, mereka percaya bahwa kebaikan dan kejahatan ada balasannya masing-masing. Pada umumnya mereka tidak berani melakukan perbuatan buruk yang terlihat jelas dan bersedia membantu orang lain. Hanya saja, mereka memiliki hobi kecil ini; mereka suka menyebarkan rumor dan gosip. Terutama, mereka menyebarkan rumor dari si naga merah yang sangat besar yang menjelek-jelekkan Tuhan, mengulangi hal-hal ini bahkan tanpa banyak memikirkannya, mungkin karena mereka bodoh dan tidak berpengetahuan." Dari luarnya, mereka tidak terlihat seperti orang jahat dan tidak mengacaukan atau mengganggu pekerjaan gereja, tetapi mereka sangat aktif menyebarkan rumor dan selalu ingin menjadi orang pertama yang menyebarkannya. Bukankah orang-orang harus waspada terhadap orang-orang semacam itu? Bukankah mereka adalah hamba-hamba Iblis? Esensi dari orang-orang semacam itu benar-benar sangat jelas! Mereka tidak pernah tertarik pada firman Tuhan atau kebenaran, dan mereka tidak pernah mencari prinsip-prinsip kebenaran ketika melaksanakan tugas mereka. Dalam apa pun yang mereka lakukan, mereka tidak memperlihatkan kesungguhan, tidak mencurahkan sepenuh hati, dan tidak bersedia menanggung kesukaran. Mereka hanya bertindak asal-asalan dan sekadar menjalani rutinitas, terus-menerus bercanda. Dalam ucapan dan tindakannya, mereka tidak menyinggung siapa pun dan mampu bergaul rukun dengan semua orang, tampak ramah kepada orang lain; hanya saja, mereka suka mengumpulkan dan menyebarkan rumor. Dari tindakan-tindakan ini, dapatkah kita menggolongkan orang-orang ini sebagai hamba Iblis? (Ya.) Mengapa? Apakah ini berarti membesar-besarkan masalah? (Tidak.) Mereka sama sekali tidak tertarik untuk mengejar kebenaran. Begitu mendengarkan khotbah, mereka mengantuk; begitu firman Tuhan dipersekutukan, mereka merasa jijik dan gelisah, terus-menerus bangun untuk minum air atau pergi ke toilet, selalu merasa gelisah di dalam hatinya; mendengarkan persekutuan tampaknya sangat sulit bagi mereka, seperti sedang disiksa. Namun, begitu mereka mendengar rumor dari Iblis atau perkataan setan yang diucapkan orang-orang tidak percaya, mereka langsung tertarik, mereka menjadi bersemangat dan mulai menyebarkan rumor serta perkataan setan ini dengan penuh inisiatif. Apakah orang-orang semacam itu adalah saudara-saudari? Bukan. Mereka muak akan kebenaran dan membenci kebenaran hingga ke sumsum tulang mereka. Mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Tuhan dan pekerjaan-Nya, baik itu tentang identitas dan esensi Tuhan, status Tuhan, martabat Tuhan, atau daging inkarnasi Tuhan, mereka memandang rendah hal-hal ini di dalam hatinya. Mereka sama sekali tidak memiliki hati yang takut akan Tuhan. Jadi, mereka selalu memendam gagasan tentang Tuhan dan pekerjaan-Nya. Mereka dapat dengan mudah mengulang segala macam rumor Iblis dan perkataan setan, dan dengan demikian mencapai tujuan mereka untuk menyebarkannya, tanpa sedikit pun merasa tertegur dalam hati nurani mereka. Orang celaka macam apa ini? Apakah mereka orang-orang yang percaya kepada Tuhan? (Bukan.) Ini adalah tindakan orang-orang yang mengakui Tuhan secara lisan dan mengaku bahwa mereka mengikuti Tuhan, yang percaya akan adanya Orang Tua di Langit, yang percaya bahwa ada tuhan satu meter di atas mereka, dan yang percaya bahwa kebaikan dan kejahatan ada balasannya masing-masing. Inilah sikap mereka terhadap Tuhan. Jika ada seseorang yang menghina orang tua mereka atau mengarang rumor tentang orang tua mereka di belakang mereka, mereka pasti akan melawan sampai mati. Namun, ketika ada seseorang yang menghina Tuhan, menyerang Tuhan, atau menghujat Tuhan, mereka bukan hanya tidak merasa sedih, mereka malah dapat mengulanginya sebagai lelucon dan bahkan menyebarkannya ke mana-mana. Apakah ini sesuatu yang boleh dilakukan oleh pengikut Tuhan? (Tidak.) Jadi, pantaskah bagi banyak orang untuk memperlakukan para pengikut yang bukan orang percaya ini sebagai saudara-saudari? (Tidak.) Oleh karena itu, ketika orang-orang semacam itu dicurigai sebagai hamba Iblis, orang lain seharusnya waspada. Para pemimpin dan pekerja harus segera memberi tahu saudara-saudari agar waspada terhadap orang-orang ini, agar semua orang dapat mengenali mereka. Setelah dipastikan bahwa mereka adalah hamba Iblis, adalah setan, semua orang harus bersama-sama menolak mereka dan mengeluarkan mereka dari gereja. Apakah ini sesuai dengan prinsip? (Ya.) Maka, inilah yang harus dilakukan.

C. Bagaimana Memperlakukan Rumor yang Tak Berdasar dari Pemerintah PKT dan Dunia Keagamaan yang Memfitnah dan Menyerang Tuhan

Pemerintah Komunis Tiongkok dan dunia keagamaan telah mengarang banyak rumor yang tidak berdasar tentang rumah Tuhan, membuat tuduhan palsu bahwa saudara-saudari memaksa orang-orang untuk menerima Injil, dan sebagainya. Bagaimana perasaanmu setelah mendengar rumor-rumor ini? (Marah, geram.) Rumor-rumor ini adalah tentang engkau semua, dan engkau semua merasa geram. Sampai sejauh mana engkau merasa geram? Apakah engkau ingin menemukan orang-orang yang mengarang rumor tersebut dan berdebat dengan mereka, bahkan memberi mereka pelajaran? (Ya.) Dari luarnya, rumor-rumor ini menargetkan gereja, tetapi sebenarnya, itu berkaitan dengan semua anggota gereja serta reputasi dan integritas setiap anggota. Setelah mendengarnya, engkau semua merasa geram dan berkata, "Kami tidak melakukan hal itu! Kami memberitakan Injil berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran. Adapun mereka yang tidak mau percaya kepada Tuhan, kami tidak pernah memaksa mereka. Kepercayaan bersifat sukarela. Kami tidak pernah memaksa siapa pun, apalagi menyakiti atau membalas dendam kepada orang-orang. Sebaliknya, orang-orang di antara kami yang memberitakan Injil telah dipukuli dengan kejam dan dilaporkan kepada polisi oleh orang-orang beragama, diserahkan kepada si naga merah yang sangat besar untuk disiksa; ada begitu banyak di antara kami yang telah dipenjara, dan cukup banyak orang yang bahkan telah ditahan di penjara pribadi yang didirikan oleh orang-orang beragama. Kamilah yang diperlakukan tidak adil!" Setelah mendengar rumor ini, engkau semua merasa geram dan selalu ingin berdebat dengan mereka. Engkau semua bereaksi seperti ini karena rumor ini secara langsung menyerang dan mendiskreditkan gereja serta umat pilihan Tuhan. Bagaimana perasaanmu ketika engkau mendengar rumor yang mendiskreditkan dan menghakimi Tuhan? Rumor ini tidak ada kaitannya dengan kepentingan pribadimu atau dengan integritas dan martabatmu; ini adalah rumor tentang Tuhan. Misalnya, sebelumnya, ketika engkau percaya kepada Yesus, ada orang-orang yang berkata bahwa Yesus dilahirkan oleh seorang perawan dan tidak punya ayah. Bagaimana perasaanmu ketika mendengarnya? Apakah engkau ingin berdebat dengannya? "Tuhan-lah yang kami percayai!" Kemudian engkau memikirkannya lagi: "Maria adalah seorang perawan, dan Yesus dilahirkan oleh seorang perawan, dikandung oleh Roh Kudus. Ini adalah fakta, tetapi orang-orang tidak percaya itu mengatakannya dengan kasar, dan aku tidak suka mendengarnya!" Paling-paling engkau mungkin memiliki perasaan seperti itu, tetapi di dalam hatimu, engkau masih merasa bahwa dikandung oleh Roh Kudus adalah hal yang sangat bertentangan dengan gagasan manusia. Engkau tidak dapat memercayai hal ini karena engkau percaya pada sains; di dalam hatimu, engkau tidak percaya akan kemahakuasaan Tuhan, dan engkau juga tidak percaya bahwa segala sesuatu yang Tuhan katakan dan lakukan adalah kebenaran, sehingga engkau tidak menyanggah perkataan setan yang diucapkan para pengikut yang bukan orang percaya itu. Karena engkau tidak memiliki kebenaran dan tidak memahami kebenaran, paling-paling engkau menganggap rumor yang orang bicarakan itu tidak enak didengar, dan berpikir bahwa orang-orang tidak seharusnya berbicara seperti itu karena rumor-rumor ini berkaitan dengan reputasimu; engkau berpikir, "Orang-orang tidak percaya itu sangat menjijikkan dan hina! Berani-beraninya mereka menggunakan kata-kata kotor; mereka benar-benar pengikut yang bukan orang percaya! Mereka benar-benar setan!" Itu saja, dan paling-paling itulah yang bisa kaucapai. Mengapa engkau merasa tersulut dan menganggap orang-orang tidak percaya itu hina dan menjijikkan setelah mendengar mereka mengatakan rumor semacam itu? Karena itu berkaitan dengan reputasimu; rumor-rumor ini memprovokasi hatimu, membuatmu merasa dipermalukan, sehingga itu membangkitkan kemarahanmu, dan engkau bangkit untuk mengucapkan beberapa perkataan positif dalam menyanggahnya. Apakah sanggahan semacam itu sepenuhnya berpihak kepada Tuhan? Apakah itu untuk membela kesaksian Tuhan? Tidak, itu sepenuhnya untuk membela reputasi dan martabatmu sendiri. Mengapa dikatakan demikian? Karena engkau belum mengetahui yang sebenarnya tentang esensi masalahnya; dan terlebih dari itu, engkau tidak memahami maksud Tuhan atau apa tuntutan Tuhan terhadapmu. Apa yang kaupahami dan rasakan tidak sesuai dengan maksud Tuhan; itu hanyalah sifat impulsif dan perilaku baik manusia. Perilaku baik manusia tidak merepresentasikan kesaksian yang kauberikan bagi Tuhan. Engkau belum tetap teguh dalam kesaksianmu; engkau hanya membela reputasi dan martabatmu, engkau menyanggah rumor untuk sedikit menenangkan hati nuranimu; engkau bukan sedang berpihak pada Tuhan untuk berbicara atas nama-Nya, engkau juga tidak menggunakan kebenaran atau fakta untuk menyanggah rumor dan bersaksi bagi Tuhan. Engkau tidak sedang berbicara atas nama Tuhan, dan apa yang kaukatakan tentu saja tidak sesuai dengan kebenaran; itu hanya sesuai dengan kepentingan dagingmu; itu hanya untuk membuat hatimu tidak terlalu sedih, dan agar engkau tidak akan merasa bahwa percaya kepada Tuhan Yesus itu memalukan. Itu saja. Oleh karena itu, ketika engkau semua mendengar seseorang menyerang dan mengutuk Tuhan, menjelek-jelekkan serta menghakimi gereja Tuhan, atau bahkan mengutukmu, engkau semua merasa sangat geram dan ingin berdebat serta berargumen dengan mereka, memulihkan reputasimu dan mengklarifikasi hal-hal ini. Namun, apakah ini berarti engkau tetap teguh dalam kesaksianmu? Jauh dari itu; tanpa memahami kebenaran, tidak ada kesaksian!

Ketika engkau semua mendengar rumor yang tersebar di dunia luar yang memfitnah dan menyerang Tuhan, baik itu menyerang Tuhan yang di surga maupun Tuhan yang berinkarnasi di bumi, bagaimana perasaanmu? Apakah engkau acuh tak acuh, atau merasa bahwa itu sedikit menyakitkan? Apakah engkau tidak tahan dan tidak terima mendengarnya, atau engkau merasa tidak berdaya? Setelah mendengar rumor ini, ada orang-orang yang berpikir, "Tuhan itu tidak bersalah; Tuhan tidak melakukan hal-hal ini. Mengapa Dia diserang dan difitnah seperti ini oleh dunia dan dunia keagamaan? Kita harus mengorbankan diri dan melaksanakan tugas kita dengan tekun, serta membela nama Tuhan. Ketika pekerjaan besar Tuhan telah selesai, kebenaran tentang segala sesuatu akan terungkap, dan semua orang di dunia akan melihat bahwa Tuhan yang berinkarnasi yang kita percayai adalah satu-satunya Tuhan yang sejati, Tuhan yang di surga, dan bahwa ini sama sekali tidak salah!" Yang lain berpikir, "Tuhan telah mengungkapkan begitu banyak kebenaran, dan setan serta orang-orang jahat yang tidak percaya ini tahu betul bahwa firman Tuhan adalah kebenaran, tetapi mereka tetap memfitnah dan menyerang Tuhan. Berapa lama lagi Tuhan harus menderita?" Ada juga yang berpikir, "Orang bisa mengatakan apa pun yang mereka inginkan; kami tidak peduli. Tuhan tidak pernah menyanggah rumor yang memfitnah diri-Nya; Dia tidak menanggapinya. Lalu, apa yang dapat kami lakukan sebagai manusia yang sangat kecil ini? Bukankah Tuhan selalu disalahpahami, diserang, dihujat, dan ditolak oleh umat manusia dengan cara seperti ini? Tuhan sama sekali tidak mengeluh, dan Dia tetap menyelamatkan manusia. Biarlah waktu yang menyingkapkan semuanya; Tuhan akan bersaksi bagi diri-Nya sendiri!" Apa sudut pandangmu? Barusan Aku menyebutkan tentang perasaan tidak senang, geram, tidak terima, tidak berdaya; yang manakah yang engkau semua rasakan? Perasaan manakah yang paling benar? Bagaimana harus memperlakukan hal-hal ini berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran? Bagaimana perasaanmu ketika engkau semua mendengar rumor ini? (Geram.) Geram, dan kemudian engkau ingin menulis kecaman untuk mencela pembuat rumor ini, para penipu beragama dan orang-orang jahat yang beragama tersebut. Apakah engkau memiliki pemikiran seperti itu? Engkau tidak akan merasa cukup hanya dengan mengepalkan tangan karena marah, bukan? Apakah engkau merasakan suatu dorongan untuk melakukan sesuatu mengenainya? Ataukah itu hanya kegeraman yang hampa? (Ada juga kebencian dan penolakan.) Kegeraman, kebencian, penolakan; ini adalah emosi yang muncul dari aktivitas mental, tanpa perkataan, perilaku, atau tindakan yang spesifik; itu hanyalah emosi, dan tentu saja itu juga merepresentasikan sikap tertentu. (Selain merasa geram, terkadang kami menulis artikel atau membuat program untuk mengklarifikasi fakta dan menyingkapkan bahwa esensi dari tindakan mereka adalah kebencian terhadap kebenaran dan terhadap Tuhan, agar orang-orang dapat memahami fakta yang sebenarnya.) Apakah orang-orang itu akan menerimanya setelah memahami fakta yang sebenarnya? Sekalipun mereka menerima bahwa apa yang engkau semua katakan itu benar, lalu memberikan komentar yang adil, dengan berkata, "Kepercayaanmu itu benar; teruslah percaya, kami akan mendukungmu!" dan para penipu beragama itu merasa malu dan berkata, "Maaf, kami salah, yang kami katakan tidak sesuai dengan fakta; mulai sekarang, silakan engkau semua percaya dengan caramu, dan kami akan percaya dengan cara kami," akankah itu membuatmu merasa tenang? Apakah hanya ini tujuan yang ingin kaucapai? (Kami juga ingin bersaksi bagi Tuhan agar mereka yang sedang menyelidiki jalan yang benar dan yang haus akan kebenaran dapat dengan jelas membedakan yang benar dan yang salah serta menerima jalan yang benar.) Ini adalah salah satu jalan; ini adalah cara penerapan yang positif. Apakah berguna jika hanya merasa marah dan benci? Apa alasan kemarahan dan kebencianmu? Mengapa merasa marah dan penuh kebencian? (Tuhan telah menjadi daging untuk menyelamatkan manusia, dan ini adalah hal yang paling benar, tetapi mereka menyebarkan rumor untuk menghakimi dan mendiskreditkan Tuhan. Kami merasa sangat geram, menganggap mereka benar-benar memutarbalikkan yang benar dan yang salah serta berbicara omong kosong.) Apakah engkau semua berpikir bahwa penolakan umat manusia dan dunia terhadap Tuhan serta sikap mereka terhadap Tuhan hanya seperti ini selama periode inkarnasi Tuhan ini? Sikap umat manusia dan dunia terhadap Tuhan selalu sama dari awal hingga akhir, selalu mengutuk, memfitnah, menyerang, dan menghujat. Sejak Tuhan memulai pekerjaan-Nya hingga sekarang, sikap umat manusia terhadap semua hal yang telah Tuhan lakukan, dan terhadap Tuhan yang berinkarnasi, tidak berubah. Manusia mulai menyerang dan menghujat Tuhan serta merekayasa berbagai rumor tentang Tuhan yang berinkarnasi; semua ini bukan hanya terjadi setelah inkarnasi Tuhan yang pertama, melainkan juga telah terjadi sejak Tuhan memulai pekerjaan-Nya dan sejak umat manusia pertama kali bersentuhan dengan Tuhan serta pekerjaan-Nya, dan terus berlanjut hingga sekarang. Dan mereka yang mengikuti Tuhan selalu harus mengalami dirinya didiskreditkan, harus menanggung serangan, penghakiman, hujatan, berbagai rumor, dan masih banyak lagi dari rezim Iblis serta kekuatan antikristus beragama terhadap Tuhan dan gereja. Mungkinkah karena pengikut Tuhan harus menanggung hal-hal ini? Ada orang-orang yang berkata, "Kami sangat muak mendengar rumor-rumor ini karena semua itu memutarbalikkan fakta dan memutarbalikkan yang benar dan yang salah. Kami merasa sangat marah begitu mendengarnya, dan di lubuk hati, kami membenci mereka yang mengarang dan menyebarkan rumor. Entah rumor ini berasal dari dunia keagamaan atau dari pemerintah PKT yang sangat jahat, kami hanya memiliki satu sikap, yaitu kebencian serta kemarahan; kemudian dalam hati kami ingin menyanggah mereka dan mengklarifikasi semuanya." Bahkan ada yang berkata, "Kami ingin berdebat dengan setan-setan dan antikristus ini agar kami dapat mempermalukan Iblis serta membuatnya dipermalukan!" Seperti inikah sudut pandang kebanyakan orang? Apakah sudut pandang ini benar? Jika dilihat dari perspektif kemanusiaan yang normal, ini masuk akal. Orang haruslah memiliki kejujuran dan rentang emosi yang normal; mereka harus mengasihi dan membenci dengan jelas, mengasihi apa yang seharusnya dikasihi dan membenci apa yang seharusnya dibenci. Orang dengan kemanusiaan yang normal harus memiliki kualitas ini. Namun, apakah sekadar berdiri dari sudut pandang kemanusiaan yang normal sudah cukup untuk bisa sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran? Untuk lebih jelasnya, apakah pendekatan ini sesuai dengan maksud Tuhan? Atau, apakah ini adalah sikap dan pendekatan yang Tuhan sukai? Ketika Aku mengatakan ini, kebanyakan orang mungkin memahami sesuatu, berpikir, "Engkau berkata bahwa ini hanyalah memandang sesuatu dari perspektif kemanusiaan yang normal. Dilihat dari maksud perkataan-Mu, jelaslah bahwa pendekatan ini adalah salah satu sikap yang terburu nafsu, tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran, dan tidak sesuai dengan maksud Tuhan." Apa artinya tidak sesuai dengan maksud Tuhan? Artinya, Tuhan tidak ingin orang-orang bertindak dengan cara seperti ini; keinginan Tuhan dan standar yang dituntut-Nya terhadap manusia bukanlah seperti ini. Jika engkau bertindak seperti ini, meskipun Tuhan tidak mengutuknya, dari perspektif-Nya, itu bukan berarti bahwa engkau sedang mengikuti kehendak-Nya, dan Dia tidak mengakuinya. Dari luarnya, tampaknya engkau sedang bertindak berdasarkan nalar dalam melakukan hal-hal ini, memiliki kebencian dan juga kasih, ingin mengklarifikasi fakta-fakta ini bagi Tuhan agar seluruh dunia tahu bahwa Tuhan adalah Tuhan, bahwa Tuhan adalah Tuhan atas seluruh umat manusia, dan bahwa semua orang haruslah menyembah Tuhan serta menerima keselamatan dari Tuhan. Dari luarnya, tampaknya yang kaulakukan itu tidak bercela, masuk akal, sesuai dengan hukum, dengan kemanusiaan, dengan moralitas, dan terlebih lagi, sesuai dengan selera semua orang. Namun, sudahkah engkau bertanya kepada Tuhan tentang hal ini? Sudahkah engkau mencari Tuhan? Sudahkah engkau menemukan prinsip tentang cara bertindak yang Tuhan tuntut terhadap manusia dari firman-Nya? Apa sebenarnya maksud Tuhan? Ada orang-orang yang berkata, "Ada begitu banyak firman Tuhan; tidak mudah untuk menemukan tuntutan Tuhan yang spesifik terhadap manusia dalam setiap hal." Karena engkau belum menemukan firman Tuhan yang jelas, engkau dapat mencari petunjuk dari sikap Tuhan terhadap rumor-rumor semacam ini. Dengan demikian, bukankah engkau akan dapat memastikan bagaimana seharusnya sikap manusia terhadap masalah ini dan prinsip apa saja yang harus mereka terapkan berdasarkan sikap Tuhan terhadap masalah ini? (Ya.) Jadi, mari kita lihat seperti apa sikap Tuhan sebenarnya terhadap masalah ini.

Sejak awal umat manusia bersentuhan dengan pekerjaan Tuhan, orang telah mengeluh tentang Tuhan dan tidak puas terhadap-Nya, bahkan secara diam-diam mengucapkan banyak perkataan menjijikkan berupa kecurigaan, keraguan, penolakan, dan sebagainya, terhadap Tuhan. Ada juga berbagai rumor dari partai penguasa dan dunia keagamaan, yang sama sekali tidak sesuai dengan fakta, dan juga tidak sesuai dengan kebenaran. Apa arti perkataan ini bagi Tuhan? Entah perkataan itu adalah kecurigaan, kesalahpahaman, atau keluhan, semua itu dipenuhi dengan serangan, fitnah, serta hujatan terhadap Tuhan, dan perkataan itu tidak mencerminkan hati yang takut akan Tuhan sedikit pun; memang sudah seperti ini sejak awal. Selalu ada orang-orang di gereja yang tidak mencintai kebenaran. Mereka adalah pengikut yang bukan orang percaya, yang meragukan firman Tuhan dan kebenaran, memperlihatkan sikap seperti ini terhadap Tuhan. Terlebih lagi orang-orang tidak percaya dan partai penguasa yang ateistis—manusia-manusia itu muak akan kebenaran—sikap mereka terhadap Tuhan sudah sangat jelas; mereka menyerang dan menghakimi dengan tidak bermoral, mengatakan apa pun yang mereka inginkan. Terutama orang-orang Farisi di dunia keagamaan, mereka terlebih lagi memanfaatkan kesempatan untuk menghakimi dan mengutuk dengan sembarangan. Semua komentar ini tidak positif, dan tentu saja tidak objektif serta tidak akurat. Lalu, apa esensi dari komentar-komentar ini? Bagi Tuhan, perkataan ini bukan sekadar pernyataan atau sudut pandang, melainkan juga serangan, fitnah, hujatan, dan tindakan yang mendiskreditkan Dia. Mengapa Kukatakan "bagi Tuhan"? Karena Tuhan mengukur semua ini dengan paling akurat, kita hanya dapat menambahkan awalan. Sepanjang sejarah, sikap manusia terhadap Tuhan sudah seperti ini; perkataan umat manusia yang menyerang dan menghina Tuhan sudah terlalu banyak, tanpa ada satu kata pun yang bermaksud baik. Bahkan sampai sekarang ini, apa yang kaudengar dengan telingamu dan apa yang kaulihat dengan matamu masih sama. Sejak awal, keseluruhan sikap umat manusia terhadap Tuhan belum berubah. Bagaimana Tuhan menangani masalah ini? Apakah Tuhan memiliki persyaratan atau kemampuan untuk mengadakan kongres keagamaan global untuk membela diri-Nya, untuk mengklarifikasi fakta yang sebenarnya tentang pekerjaan-Nya, untuk membenarkan diri-Nya kepada umat manusia? Pernahkah Tuhan melakukan hal ini? Tidak, Tuhan tetap diam, Dia tidak mengklarifikasi keseluruhan situasinya, dan Dia juga tidak pernah membela atau membenarkan diri-Nya. Namun, adapun mereka yang menyerang Tuhan dengan cara yang sangat hina, Tuhan telah memberikan hukuman, membiarkan beberapa fakta menimpa mereka. Mengenai serangan, fitnah, dan hujatan masyarakat, bagaimana sikap Tuhan? Bagaimana Tuhan menangani hal ini? Dia mengabaikannya; Dia melakukan apa yang perlu dilakukan, Dia melakukannya dengan cara yang seharusnya, memilih siapa yang harus Dia pilih, membimbing siapa yang harus Dia bimbing. Seluruh dunia berjalan tertib di tangan Tuhan; Dia tidak pernah mengacaukan atau mengubah rencana-Nya karena serangan, fitnah, atau hujatan manusia. Ketika kekuatan jahat Iblis menindas dan menangkap umat pilihan Tuhan, betapa pun gilanya semua itu, Tuhan tidak pernah mengubah rencana-Nya atau pikiran-Nya. Pemikiran dan ide-Nya tetap tidak berubah sama sekali; Dia hanya terus seperti biasa melakukan pekerjaan yang ingin dilakukan-Nya, mengelola umat manusia milik-Nya. Bagi Tuhan, serangan, fitnah, dan hujatan ini tidak pernah menjadi gangguan apa pun; Tuhan tidak memedulikannya. Mengapa Tuhan tidak membenarkan atau membela diri-Nya? Bagi Tuhan, hal-hal ini sepenuhnya wajar. Manusia adalah manusia, dan Iblis adalah Iblis. Sangatlah wajar bagi manusia, yang tidak memahami kebenaran atau fakta yang sebenarnya, untuk melakukan hal-hal semacam itu. Apakah ini memengaruhi langkah-langkah pekerjaan Tuhan? Tidak. Tuhan memiliki kuasa yang sangat besar; Dia berdaulat atas segalanya. Semua hal dan segala sesuatu berjalan dengan tertib di dalam firman Tuhan, di dalam pemikiran-Nya, dan di bawah kedaulatan-Nya; apa pun yang umat manusia katakan dan lakukan, itu tidak dapat berdampak pada pekerjaan Tuhan dengan cara apa pun; inilah yang mampu dilakukan oleh sosok Tuhan yang memiliki esensi ilahi. Tuhan bertindak ketika saatnya tiba, menggenapi rencana-Nya tanpa penyimpangan sedikit pun, dan tak seorang pun dapat mengubahnya. Semua pernyataan manusia dan serangan atau hujatan apa pun yang manusia lakukan terhadap Tuhan, entah itu adalah upaya yang disengaja untuk menghalangi dan menghancurkan pekerjaan Tuhan atau tindakan tidak disengaja yang mengganggu dan menghancurkan pekerjaan Tuhan, tidak pernah mencapai tujuan yang diinginkan. Mengapa? Inilah otoritas Tuhan, ini menegaskan bahwa otoritas Tuhan itu unik, tidak tergantikan oleh kekuatan apa pun, dan tidak terlampaui oleh kekuatan apa pun. Inilah faktanya. Tuhan memiliki otoritas ini dan kuasa ini, Tuhan memiliki identitas-Nya yang sejati, dan tidak ada kekuatan yang dapat mengubah apa pun, jadi mengapa Tuhan harus memedulikan serangan dan fitnah kecil dari manusia? Bagi Tuhan, berapa pun banyaknya tokoh penting, atau sebesar apa pun kuasa di antara manusia yang berusaha untuk mengganggu, memfitnah, menyerang, atau menghujat-Nya, itu tidak dapat mengganggu pekerjaan Tuhan sedikit pun. Sebaliknya, tindakan-tindakan ini justru menonjolkan watak benar dan kemahakuasaan Tuhan. Gangguan oleh kekuatan jahat Iblis hanyalah episode kecil dalam perjalanan sejarah manusia. Hal yang mampu berdaulat atas seluruh umat manusia, memengaruhi semua manusia, dan mengubah semua umat manusia adalah pekerjaan Tuhan, rencana Tuhan, serta kuasa dan otoritas Tuhan yang agung. Inilah faktanya. Sebaliknya, apakah Tuhan perlu memedulikan serangan, fitnah, hujatan, dan tindakan mendiskreditkan diri-Nya? Tidak. Karena Tuhan memiliki otoritas, bagi Tuhan, pernyataan-Nya, "Aku bersungguh-sungguh dengan apa yang Kukatakan dan apa yang Kukatakan akan dilakukan, dan apa yang Kulakukan akan bertahan selamanya," akan selalu menjadi kenyataan; itu sedang menjadi kenyataan dan sedang digenapi setiap harinya. Inilah otoritas Tuhan. Ada orang yang bertanya, "Apakah ini adalah keyakinan Tuhan, iman-Nya?" Engkau keliru! Manusia memiliki keyakinan, manusia membutuhkan iman, tetapi Tuhan tidak. Mengapa? Karena Tuhan memiliki otoritas serta kuasa, dan seperti apa pun umat manusia memfitnah atau mengutuk-Nya, seperti apa pun kekuatan Iblis yang penuh permusuhan mengganggu dan menyabotase, tidak ada yang akan berubah. Oleh karena itu, Tuhan tidak perlu menyingkirkan kekuatan yang penuh permusuhan di antara umat manusia yang rusak yang menyerang, memfitnah, dan menghujat-Nya sebelum melakukan pekerjaan-Nya. Dalam keadaan seperti apa Tuhan bekerja? Dalam keadaan seperti apa Dia memperoleh kemenangan? Dalam keadaan apa Dia menyelesaikan pekerjaan-Nya? Itu dilakukan di tengah hiruk pikuk serangan, fitnah, dan hujatan dari semua umat manusia dan seluruh kekuatan yang penuh permusuhan; di lingkungan dan latar belakang seperti inilah Dia menyelesaikan pekerjaan-Nya. Bukankah ini merupakan bukti kuasa Tuhan yang agung? Bukankah ini adalah otoritas Tuhan? (Ya.) Siapa yang dapat menyangkal fakta ini? Beranikah engkau tidak mengakui bahwa ini adalah fakta?

Sepanjang sejarah, umat manusia telah terus-menerus memfitnah serta menghujat Tuhan, dan pada akhir zaman, kekuatan di antara seluruh umat manusia yang menentang Tuhan telah menjadi makin kuat, dan ada lebih banyak suara yang memfitnah serta mengutuk Tuhan. Umat manusia menggunakan berbagai metode, melalui surat kabar, televisi, internet, dan media lainnya, untuk memfitnah serta menyerang Tuhan. Namun, pernahkah kita menelaah rumor-rumor ini dalam semua pertemuan kita? (Tidak.) Mengapa tidak? Ada orang yang berkata, "Apakah karena orang yang tidak bersalah tetaplah tidak bersalah, dan rumor akan mati begitu mencapai orang bijak?" Itukah penyebabnya? (Rumor-rumor ini pada dasarnya tidak dapat memengaruhi pekerjaan Tuhan. Dengan cara apa pun Iblis mengganggu, dia tidak dapat menyabotase atau menghalangi kemajuan pekerjaan dan rencana Tuhan.) Iblis memanglah seperti itu; selama Tuhan bertindak, selama Tuhan bekerja, dia akan mengganggu. Inilah tepatnya peran yang dimainkannya. Apakah perlu bagimu untuk menghentikannya berbuat demikian? Engkau harus memberinya cukup ruang, cukup panggung, cukup kesempatan untuk berbuat seperti itu. Setelah dia cukup melakukannya, lelah dengan kekacauannya, dan telah melakukan cukup banyak kejahatan, hari-harinya telah berakhir. Kita tidak perlu membuang-buang waktu yang berharga untuk menelaah dan menganalisis berbagai rumor serta perbuatan jahatnya untuk membantah rumor-rumor tersebut; melakukan itu tidak ada gunanya dan tidak berharga. Apa gunanya menelaah hal-hal tersebut? Dapatkah itu merepresentasikan pemahaman orang akan kebenaran? Ada terlalu banyak kebenaran yang harus orang pahami; mereka bahkan tidak dapat mendengarkan semua kebenaran ini, apalagi membantah rumor-rumor ini. Apakah orang memiliki waktu luang untuk itu? Sejujurnya, Aku benar-benar tidak tertarik pada hal-hal itu, dan Aku juga tidak mau menyebutkannya atau memperhatikannya. Ada orang-orang yang berkata, "Selama bertahun-tahun ini, apakah Engkau tidak berani pergi ke mana pun? Apakah Engkau selalu merasa cemas dan takut ke mana pun Engkau pergi karena ada begitu banyak rumor yang beredar?" Kukatakan bahwa Aku tidak merasakan apa pun. Ada orang-orang yang berkata, "Tidakkah Engkau ingin membela diri atas hal-hal yang tidak pernah Kaulakukan?" Adakah yang perlu dibela? Aku bahkan tidak bisa cukup cepat untuk menyelesaikan pekerjaan-Ku yang semestinya! Aku bercakap-cakap dengan manusia, dengan makhluk ciptaan, bukan dengan setan. Ada orang-orang yang bertanya, "Bukankah mendengar rumor-rumor ini membuat-Mu marah?" Kukatakan bahwa Aku tidak merasakan apa pun mengenainya, semua itu tidak membuat-Ku merasakan apa pun; Aku tidak memedulikan hal-hal ini. Ada orang yang berkata, "Tidakkah Engkau merasa diperlakukan tidak adil?" Kukatakan bahwa Aku tidak merasakannya, adakah yang harus membuat-Ku merasa diperlakukan tidak adil? Melakukan apa yang dapat Kulakukan, melakukan apa yang seharusnya Kulakukan, melakukan dengan baik apa yang dapat dan harus Kulakukan, memenuhi tanggung jawab-Ku; itulah hal yang terbaik, itulah yang bermakna. Aku tidak akan terganggu atau menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak bermakna, hal-hal yang tidak berharga. Aku tidak punya waktu untuk memedulikan hal-hal tersebut. Ada orang yang berkata, "Bagaimana ketika Engkau punya waktu luang, akankah Engkau memedulikan hal-hal itu?" Tidak, bahkan ketika Aku punya waktu luang, Aku lebih suka berbicara kepada anjing-Ku daripada bercakap-cakap dengan setan. Jika engkau tahu jelas bahwa setan sedang melontarkan perkataan setannya, untuk apa memedulikannya? Engkau tidak perlu memedulikannya sama sekali; membiarkan setan sepenuhnya dipermalukan adalah hal yang benar untuk dilakukan. Singkatnya, sikap Tuhan terhadap rumor-rumor ini adalah sebagai berikut: Dalam melakukan apa pun atau mengucapkan setiap kalimat, Tuhan tidak membenarkan diri-Nya, tidak membuktikan diri-Nya kepada umat manusia, dan tentu saja tidak membenarkan diri-Nya kepada Iblis, musuh-Nya, dengan berkata bahwa Dia itu murni, tidak bersalah, dan tidak berdosa. Semua yang Tuhan lakukan adalah untuk pengelolaan-Nya, untuk menyelamatkan manusia yang bermaksud Dia selamatkan. Dia mengikuti rencana pengelolaan-Nya selangkah demi selangkah; Dia melakukannya bukan untuk menunjukkan sesuatu kepada siapa pun, juga bukan untuk menegaskan identitas-Nya. Jika dikatakan dalam istilah manusia, semua yang Tuhan lakukan itu berdasarkan naluri tanpa ketidaktulusan atau kepasifan. Tuhan secara naluriah melaksanakan semua tugas ini, dan ini menegaskan identitas-Nya dan esensi-Nya. Umat manusia tidak dapat mengubah rencana Tuhan dan tidak dapat melampaui otoritas serta kuasa Tuhan; ini adalah fakta. Oleh karena itu, Tuhan mengabaikan rumor dan perkataan setan yang menyerang serta memfitnah-Nya dari sisi mana pun dalam diri manusia. Katakan kepada-Ku, bukankah terlalu mudah bagi Tuhan untuk mengucapkan satu bab firman atau menulis sebuah maklumat untuk mencela serangan dan penentangan terhadap Tuhan oleh partai penguasa yang ateistis di dunia dan dunia keagamaan? Namun, Tuhan tidak akan bertindak dengan cara seperti ini terhadap Iblis. Tuhan bekerja berdasarkan prinsip; Tuhan menghancurkan kekuatan jahat Iblis pada waktu-Nya sendiri. Bagi Tuhan, bertindak adalah hal yang terlalu mudah. Tuhan mampu melakukan beberapa perbuatan yang ajaib di langit, dan tiba-tiba langit akan terbelah lalu terdengar suara yang berkata, "Akulah satu-satunya Tuhan yang benar yang engkau semua fitnah, serang, dan hujat; Akulah Yang Mahakuasa yang saat ini sedang kalian fitnah dan hujat!" Setelah mendengarnya, umat manusia akan langsung tercengang dan bingung, hanya dapat bersujud di tanah, menangis dan menggertakkan gigi. Satu kalimat ini akan menyelesaikan segala sesuatu, membuktikan segala sesuatu; akankah ada orang yang berani menghina Tuhan? Bukankah para setan di dunia keagamaan itu akan takut menghilang tanpa jejak? Iblis mengarang rumor tentang Tuhan, dia memfitnah dan menyerang Tuhan, membuat orang-orang yang percaya kepada Tuhan menjadi marah dan penuh kebencian, tidak bisa makan atau tidur, ingin menulis artikel dan membuat program untuk menyanggahnya, sementara Tuhan bertindak sederhana; Dia bisa sekadar mengucapkan beberapa kalimat dan seluruh umat manusia akan menyerah sepenuhnya, tidak berani lagi menyerang atau menghujat-Nya. Bagaimana Paulus dibuat menjadi taat? (Tuhan menampakkan diri kepadanya di jalan menuju Damsyik.) Tuhan menampakkan diri kepadanya. Sebenarnya, dia tidak melihat apa pun; hanya ada seberkas cahaya yang membuat Paulus sangat ketakutan hingga dia bersujud di tanah, dan dia tidak berani lagi menganiaya Yesus. Sesederhana itulah menangani Iblis; sebenarnya, itu terlalu mudah bagi Tuhan. Tuhan dapat membereskannya dengan sepatah kata saja. Melakukan hal ini jauh lebih mudah daripada menghabiskan puluhan tahun untuk berfirman kepadamu dan mengerahkan semua upaya ini bagimu, tetapi Tuhan tidak bertindak dengan cara seperti ini. Mengapa? Ada rahasia yang harus Kuberitahukan kepada engkau semua: Manusialah yang Tuhan selamatkan, yaitu orang-orang yang telah dipilih oleh Tuhan; sisanya, yang tidak dipilih Tuhan, tidak dianggap sebagai manusia tetapi dianggap sebagai binatang buas, setan, tidak layak mendengar suara Tuhan, melihat wajah Tuhan, apalagi mengetahui informasi apa pun tentang Tuhan. Oleh karena itu, Tuhan tidak bertindak dengan cara seperti ini. Identitas Tuhan itu terhormat; tidak semua orang yang ingin melihat-Nya dapat melihat-Nya, dan Dia tidak akan menampakkan diri kepada seseorang karena orang itu selalu memandang suatu tempat di langit dengan sungguh-sungguh, dengan penuh semangat, dan dengan sepenuh hati. Apakah menurutmu siapa pun yang ingin melihat Tuhan dapat melihat-Nya? Tuhan itu bermartabat; Tuhan menampakkan diri kepada mereka yang takut akan Dia dan menjauhi kejahatan, Dia menampakkan diri di tempat-tempat kudus dan menyembunyikan diri dari tempat-tempat najis. Apakah umat manusia secara keseluruhan adalah najis atau kudus, itu tidak perlu dibahas lagi. Umat manusia ini tidak layak untuk melihat Tuhan; mereka tidak mengakui bahwa Tuhan itu ada, jadi mengapa Tuhan harus menampakkan diri kepada mereka? Mereka tidak layak! Tuhan mampu melakukan sesuatu tetapi tidak melakukannya; ini menegaskan kerendahhatian dan ketersembunyian Tuhan, serta kehormatan identitas-Nya. Katakan kepada-Ku, jika Iblis mampu melakukan hal-hal itu, berapa kali dalam sehari dia akan melakukannya, seberapa banyak dia akan memamerkannya? Ketika manusia yang telah dirusak Iblis memiliki jabatan kecil dan memiliki sedikit kuasa, siapa yang tahu sampai sejauh mana mereka akan memamerkan kekuasaan ini; apalagi Iblis, yang akan menyalahgunakan dan memamerkan sedikit kuasa yang dimilikinya dengan cara-cara yang tidak terbayangkan. Tuhan tidak bertindak dengan cara seperti ini; jangan mengukur Tuhan dengan menggunakan logika Iblis; itu akan menjadi kesalahan serius. Mengenai apa yang mampu Tuhan lakukan, terserah Tuhan apakah Dia ingin melakukannya atau tidak; jika Tuhan ingin melakukannya, itu akan dilakukan dalam sekejap, dan jika Dia tidak ingin melakukannya, tak seorang pun dapat memaksa-Nya. Hanya inilah sikap Tuhan terhadap rumor; Dia mengabaikannya. Tuhan tetap melakukan apa yang harus Dia lakukan, apa yang ingin Dia lakukan; tidak ada orang, tidak ada kekuatan yang dapat mengacaukan atau mengubah rencana-Nya. Rumor yang menyerang, memfitnah, dan mendiskreditkan Tuhan tidak mengubah apa pun. Bagaimanapun juga, rumor hanyalah rumor dan tidak pernah bisa menjadi fakta. Sekalipun rumor-rumor itu sesuai dengan falsafah, sains, moralitas, teori manusia, dan sebagainya, sekalipun seluruh umat manusia bangkit untuk menyerang Tuhan, kebenaran tidak akan berpihak pada umat manusia, dan manusia tidak akan menjadi pemilik kebenaran. Tuhan selamanya adalah Tuhan; identitas dan status-Nya tidak pernah berubah. Jadi, dengan cara apa pun Iblis mengganggu, pekerjaan Tuhan akan tetap berlangsung dengan tertib, karena ini adalah pekerjaan Tuhan. Jika ini adalah pekerjaan manusia, rezim Iblis yang menyebabkan gangguan semacam itu dan berbagai kekuatan masyarakat yang melancarkan serangan serta fitnah semacam itu pasti sudah menyebabkan pekerjaan tersebut hancur dan tidak ada lagi. Hanya ketika Tuhan berfirman dan bekerja, hanya ketika Roh Kudus bekerja, barulah gereja akan menjadi makin berkembang. Bukankah ini fakta? Sudahkah engkau semua melihat fakta ini? (Ya.) Apa yang telah kaulihat? (Injil kerajaan telah tersebar ke puluhan negara, dan rumor yang dikarang dan disebarkan oleh Iblis itu sama sekali tidak menghentikan orang-orang yang mencintai kebenaran untuk berpaling kepada Tuhan.) Ini adalah perbuatan Tuhan; pekerjaan Tuhan mampu mencapai dampak ini, firman Tuhan mampu mencapai dampak ini; ini di luar dugaan Iblis. Firman Tuhan memiliki kuasa yang sedemikian besarnya; penyebaran Injil berlangsung dengan baik dan segala sesuatu berjalan dengan tertib sesuai dengan rencana Tuhan, tanpa penyimpangan sedikit pun. Pekerjaan Tuhan dan firman Tuhan tersebar di antara umat pilihan Tuhan, sebagaimana yang telah ditetapkan sejak lama. Jumlah orang yang didapatkan dari pemberitaan Injil dan jumlah orang yang menyelidiki jalan yang benar terus bertambah dari bulan ke bulan. Bukankah ini menunjukkan bagaimana pekerjaan penginjilan telah tersebar? Jika ini bukan pekerjaan Tuhan, sebanyak apa pun orang yang membayar harga, berapa pun harga yang dibayarkan, mereka tidak akan dapat mencapai dampak ini. Inilah kekuatan Tuhan, dampak yang dicapai oleh kuasa firman Tuhan.

Mari kita kembali membahas tentang bagaimana orang memperlakukan berbagai rumor. Orang tidak mampu bersikap sama seperti cara Tuhan bersikap terhadap berbagai rumor. Mereka tidak memahami maksud Tuhan, dan setelah mendengar rumor, mereka selalu merasa: "Jika aku tidak melakukan sesuatu, aku akan mengecewakan hati nuraniku. Jika orang yang mengarang rumor dibiarkan, aku akan merasa gelisah, tidak puas, dan geram, merasakan ketidakseimbangan, jadi aku harus menyanggahnya. Aku harus membuat video, atau menulis artikel untuk mengklarifikasi rumor-rumor itu." Patut direnungkan apakah melakukan sesuatu dengan pola pikir seperti itu sesuai dengan maksud Tuhan, apakah itu sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran. Jika tujuan dan motivasimu dalam melaksanakan pekerjaan gereja serta tugas-tugasmu hanyalah untuk mengklarifikasi rumor dan menerangkan dengan jelas bahwa Tuhan yang benarlah yang engkau semua percayai, bahwa engkau sedang menempuh jalan yang benar dalam hidup, dan bahwa semua yang telah engkau semua lakukan untuk memberitakan Injil serta bersaksi bagi Tuhan adalah hal yang adil—dan bahwa hal itu adil karena dunia tidak tahu atau tidak memahami yang sebenarnya tentang semua fakta yang telah mereka tuduhkan kepadamu bahwa engkau telah melakukan kejahatan yang tidak berdasar—dan karena itu, engkau berharap bahwa setelah semua itu diklarifikasi, dunia akan mengakui bahwa engkau semua tidak bersalah, bahwa semua pihak di dunia ini akan bersama-sama mengakui bahwa "Tuhan yang benarlah yang engkau semua percayai, bahwa engkau sedang menempuh jalan yang benar dalam hidup, dan segala sesuatu yang telah Tuhan minta untuk kaulakukan adalah benar dan merupakan pekerjaan yang benar," lalu bagaimana? Apakah engkau semua kemudian akan merasa tenang dan dibenarkan dalam kepercayaanmu? Apakah engkau semua akan mulai menempuh jalur yang benar dalam kepercayaan kepada Tuhan? Apakah engkau semua akan mulai menempuh jalan keselamatan tanpa campur tangan apa pun dari pihak luar? Apakah engkau semua akan mulai memiliki hati yang takut akan Tuhan? Dapatkah engkau kemudian mencapai ketundukan kepada Tuhan? Dapatkah engkau kemudian menerima perkenanan Tuhan? (Tidak.) Mungkinkah orang-orang tidak memiliki kesalahpahaman terhadapmu dan hanya memuji serta menghormatimu, dan baru setelah itu engkau dapat percaya kepada Tuhan dengan hati nurani yang murni? Sama sekali tidak! Tentu saja, manusia tidak dapat bersikap sama seperti cara Tuhan bersikap dalam menghadapi rumor, tetapi orang haruslah memiliki perspektif yang benar, sikap dan pendirian yang akurat, dengan berkata: "Rumor-rumor ini memang penuh kebencian dan menjijikkan. Dari rumor-rumor ini, dapat dilihat bahwa umat manusia yang rusak ini memanglah musuh Tuhan; ini sepenuhnya benar! Aku tidak boleh menilai apakah pekerjaan Tuhan itu benar atau salah berdasarkan rumor dari Iblis. Dengan membaca firman Tuhan dan melalui pengalaman dalam melaksanakan tugasku, aku menegaskan bahwa semua firman Tuhan adalah kebenaran, dan semua yang Dia lakukan memungkinkan orang untuk diselamatkan. Karena sekarang aku telah datang ke hadapan Tuhan untuk menerima keselamatan dari-Nya, sudah seharusnya aku melaksanakan tugasku, dan memenuhi kewajiban serta tanggung jawabku untuk menyebarluaskan firman Tuhan, menyerukan nama-Nya, dan bersaksi tentang pekerjaan Tuhan serta maksud-Nya, sehingga orang-orang yang dipilih Tuhan dapat segera kembali ke rumah Tuhan, mendengar suara-Nya, dan menerima perbekalan firman serta hidup dari-Nya secepat dan sesegera mungkin. Ini adalah kewajibanku, tanggung jawabku. Aku sedang bekerja sama dengan pekerjaan Tuhan, tetapi bukan untuk membenarkan bahwa jalan yang kutempuh ini adalah jalan yang benar atau bahwa pekerjaan yang ingin kucapai ini adalah pekerjaan yang benar; bukan untuk hal-hal ini. Aku melaksanakan tugasku bukan untuk membalas serangan dan fitnah Iblis terhadap Tuhan. Melainkan, aku sedang memenuhi kewajiban serta tanggung jawabku sendiri, dan tentu saja, kesetiaanku sendiri, untuk membalas kasih Tuhan, menerima amanat Tuhan, dan bekerja sama dengan pekerjaan Tuhan." Apakah ini perspektif yang benar? Apakah ini perspektif yang seharusnya orang miliki? (Ya.) Dari sudut pandang ini, ketika membuat berbagai program, baik itu menyanyikan lagu pujian, menari, membuat film, atau memproduksi sandiwara panggung tentang kesaksian berdasarkan pengalaman, bukankah pendirian yang orang miliki, sudut pandang mereka, serta beberapa pernyataan spesifik yang mereka buat akan mengalami beberapa perubahan? (Ya.) Namun, ketika melaksanakan semua tugas ini, kebanyakan orang melakukannya dengan sikap yang terburu nafsu dan penuh kebencian, serta bercampur dengan emosi manusia. Oleh karena itu, mereka telah menyingkapkan terlalu banyak tentang tindakan dan perilaku orang-orang tidak percaya, partai yang berkuasa, serta dunia keagamaan, dan perkataan mereka terlalu kasar, sehingga menimbulkan dampak yang agak negatif terhadap orang lain setelah mereka melihat program-program tersebut. Alasannya sederhana: Orang-orang melakukan semua aktivitas ini dengan emosi tertentu, dari sudut pandang yang kurang tepat. Dan orang-orang tetap merasa bahwa hal ini cukup adil, dengan berkata: "Mereka menyerang, mendiskreditkan, dan mengarang rumor tentang kita; apa salahnya menyingkapkan mereka? Ini adalah pembelaan diri yang sah! Membela diri secara sah bukanlah hal yang ilegal, juga bukan sesuatu yang mengada-ada; kita semua menelaah segala sesuatunya berdasarkan fakta. Mereka mengarang rumor tentang kita tanpa alasan yang jelas; salahkah bagi kita untuk menyingkapkan dan menelaah mereka? Tidak bolehkah kita membalas?" Apa gunanya pembalasan? Setan itu penuh dengan kebohongan dan tidak pernah mengatakan satu pun pernyataan yang benar; terus-menerus menelaah kebohongan mereka untuk membuat mereka menyadari bahwa apa yang mereka katakan adalah kebohongan dan agar setelah mengakui kebohongan itu, mereka tidak pernah berbohong lagi; bernilaikah melakukan hal ini? Dapatkah mereka mencapai hal ini? (Tidak.) Bukankah pendekatan seperti itu bodoh dan dungu? Sudah lama Kukatakan bahwa tugas utama kita adalah bersaksi tentang pekerjaan Tuhan, dampak yang dicapai oleh pekerjaan-Nya, firman-Nya, dampak firman-Nya dalam diri orang-orang, tentang penindasan dan penganiayaan oleh partai yang berkuasa, serta penentangan dan kutukan oleh dunia keagamaan, cukuplah untuk menyebutkan secara singkat sebagian latar belakangnya. Namun, orang-orang tidak dapat memahami hal ini tak peduli bagaimana mereka mendengarnya. Mereka selalu memperlakukan masalah ini dengan sikap yang terburu nafsu dan selalu ingin berdebat. Dan apa hasilnya? Itu tidak membuahkan hasil sama sekali, karena kekuatan jahat Iblis berada di luar nalar. Bukankah ini adalah kebodohan dan kedunguan manusia?

Ada orang-orang yang memberitakan Injil, mempelajari profesi teknis tertentu, atau melakukan jenis tugas tertentu, dan satu-satunya tujuan mereka adalah untuk mengklarifikasi rumor dan menjelaskan apa yang benar kepada orang-orang, menyatakan perang terhadap dunia yang gelap dan manusia jahat yang menentang Tuhan. Apakah ini adalah tindakan keadilan? Mengenai apakah tindakanmu itu benar atau salah, engkau perlu memahami: Dapatkah Tuhan menyelamatkan orang-orang jahat yang memusuhi-Nya? Apakah melakukan hal ini bernilai bagimu? Jika engkau tidak memahami manusia seperti apa yang Tuhan selamatkan dan selalu mengungkapkan beberapa sudut pandang yang terdengar benar padahal sebenarnya salah, bukankah ini menghalangi keselamatanmu sendiri? Ada orang-orang yang melaksanakan tugas hanya untuk melawan kekuatan jahat yang menentang Tuhan dan melawan tren-tren duniawi. "Mereka berkata bahwa kami mengabaikan keluarga kami dan tidak menjalani kehidupan yang normal, jadi aku ingin membuktikan diri dengan melaksanakan tugasku dengan baik. Di masa depan, ketika aku masuk surga lalu masuk ke dalam kerajaan dan mereka dihakimi, mereka akan melihat bahwa aku benar!" Apa gunanya membuktikan diri seperti itu? Sekalipun engkau telah membuktikan diri, apa gunanya? Merepresentasikan apakah hal itu? Apa nilainya melakukan hal itu? Jika itu benar-benar dapat memungkinkanmu untuk masuk ke dalam kerajaan dan memperoleh perkenanan Tuhan, itu layak dilakukan, dan jalanmu itu benar. Namun sayangnya, jalan ini tidak boleh dilakukan. Ini bukanlah jalan yang telah Tuhan tetapkan sejak semula bagi manusia, dan Tuhan tidak meminta manusia untuk bertindak dengan cara seperti ini. Orang-orang selalu bodoh, berpikir bahwa karena mereka berada di pihak kebenaran dan memiliki kebenaran, mereka harus melakukan hal-hal yang dianggap adil, menyatakan perang terhadap dunia yang jahat ini dan semua orang yang mengarang rumor: "Kami percaya kepada Tuhan dan mengikuti Tuhan, kami melaksanakan tugas kami; akan kami tunjukkan kepada kalian siapa yang berada di jalan yang benar!" Bukankah ini sikap yang terburu nafsu? Bergunakah memperdebatkan hal-hal ini? Tidak ada gunanya sama sekali. Jika engkau benar-benar memiliki waktu dan tenaga, akan lebih baik bagimu untuk belajar lebih banyak tentang suatu profesi, mempelajari lebih banyak pengetahuan umum dan pengetahuan yang berkaitan dengan suatu profesi. Ini bermanfaat dan mendukung pelaksanaan tugasmu. Mengapa engkau selalu berjuang melawan kekuatan jahat dunia? Mengapa selalu memperdebatkan rumor? Bukankah ini membuang-buang tenaga padahal tidak perlu melakukannya? Dengan cara apa pun orang lain menyerangmu, tidak perlu memperhatikannya. Mereka memiliki natur setan, dan merupakan binatang buas, mereka memang seperti itu; Tuhan tidak menyelamatkan mereka, tidak mengubah mereka, dan tidak berbicara kepada mereka. Tuhan mengabaikan mereka, jadi apakah engkau perlu memperhatikan mereka? Jika orang bersikeras dengan keras kepala melakukan hal-hal yang tidak Tuhan lakukan, bukankah ini agak bodoh dan kurang bijaksana? Setidaknya, itu berarti engkau adalah orang yang tidak memiliki hati yang tunduk kepada Tuhan, dan engkau tidak mengasihi apa yang Tuhan kasihi, atau tidak membenci apa yang Tuhan benci. Engkau tidak memahami bagaimana sikap Tuhan terhadap hal-hal ini, yaitu bahwa Tuhan mengabaikannya; engkau bahkan tidak menyadari mengapa demikian. Dalam masing-masing dari ketiga tahap pekerjaan Tuhan, Dia telah mengucapkan banyak firman. Ada banyak dialog antara Tuhan dan umat manusia, dan dari dialog ini, orang dapat mengerti maksud Tuhan, watak Tuhan, serta esensi diri-Nya. Namun, Tuhan tidak pernah membahas bagaimana Dia berdialog dengan Iblis dalam hal-hal spesifik tertentu, dan dengan demikian menyingkapkan Iblis, memungkinkan umat manusia untuk melihat dengan jelas wajah Iblis yang sebenarnya, dan melihat dengan jelas bagaimana Iblis memperlakukan Tuhan. Ada begitu banyak hal semacam ini, tetapi Tuhan tidak menyebutkannya. Mengapa Tuhan tidak menyebutkannya? Karena membahas hal-hal tersebut tidak ada manfaatnya bagimu. Yang paling bermanfaat bagimu adalah firman kehidupan Tuhan; firman yang dapat memungkinkanmu untuk datang ke hadapan Tuhan dan menjadi orang yang tunduk kepada Tuhan, yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan, adalah yang paling bermanfaat bagimu. Tuhan memberitahumu cara untuk hidup, cara untuk berbicara, juga cara untuk mengidentifikasi orang dan hal-hal serta mengetahui cara untuk menerapkan kebenaran dan bersikap bijak di berbagai lingkungan serta keadaan; semua ini bermanfaat bagimu. Tuhan mengatakan dan melakukan apa pun yang bermanfaat bagimu. Tuhan tidak mengucapkan satu kata pun yang tidak bermanfaat bagimu. Bukankah terlalu mudah bagi Tuhan untuk mengucapkan perkataan itu? Jadi, mengapa Dia tidak mengucapkannya? Karena umat manusia yang rusak tidak membutuhkan perkataan tersebut. Rumor-rumor ini setara dengan perkataan setan dan Iblis, dan Tuhan mengabaikannya, jadi engkau juga tidak boleh memperdebatkannya. Apakah engkau memahaminya? (Iya.) Setelah memahaminya, engkau tahu cara menerapkannya, bukan? Jangan mengerahkan upaya untuk menelaah rumor, menyanggah rumor, mencari sumber rumor, dan sebagainya. Jika di dalam hatimu engkau benar-benar ingin bersaksi bagi Tuhan dan ingin tetap teguh dalam kesaksianmu serta memperoleh perkenanan Tuhan, ada begitu banyak perkataan yang dapat kauucapkan dan begitu banyak hal yang dapat kaulakukan. Firman dan kebenaran yang Tuhan berikan kepada manusia menuntutmu untuk merenungkan dan mengalaminya, sehingga firman itu menjadi prinsip serta jalan penerapanmu sendiri, dan pada akhirnya menjadi hidupmu sendiri. Engkau harus menghabiskan waktu dan tenaga untuk menerapkan hal ini. Jika engkau bodoh dan dungu, selalu berusaha untuk menangani rumor, selalu ingin membersihkan namamu dan mengklarifikasi dirimu kepada dunia, itu berarti masalah; engkau tidak akan memperoleh kebenaran, dan engkau akan sepenuhnya terjerat dan menjadi kelelahan oleh rumor-rumor duniawi ini. Pada akhirnya, engkau tidak akan mampu menerangkan segala sesuatunya dengan jelas. Mengapa engkau tidak akan mampu menerangkannya dengan jelas? Karena engkau sedang menghadapi setan, dan dia mengatakan kebohongan yang terang-terangan. Apa yang setan katakan sekarang ini? Si naga merah yang sangat besar berkata, "Tiongkok adalah pembela ketertiban dunia, pembela perdamaian dunia, dan perannya dalam menjaga perdamaian dan ketertiban dunia sangatlah penting." Manakah perkataannya yang merupakan fakta? Apakah perkataan ini adalah fakta? Ketika engkau mendengar perkataan ini, tidakkah engkau merasa marah? Setelah mendengarnya, engkau menganggap Iblis itu begitu tidak tahu malu sampai bisa mengatakan hal-hal semacam ini. Mengapa engkau berdebat dengannya? Bukankah itu berarti engkau bodoh? Setan memang seperti itu; Tuhan hanya memakainya untuk melakukan pelayanan, Dia sama sekali tidak bermaksud untuk menyelamatkan atau mengubah dirinya. Bukankah bodoh jika berdebat dengannya? Jangan melakukan hal-hal bodoh semacam itu. Orang bijak tidak mendengarkan rumor-rumor ini, dan mereka juga tidak terkekang olehnya. Ada orang yang berkata, "Setelah mendengar rumor, aku menjadi terganggu!" Maka engkau harus berdoa di dalam hatimu, gunakan kebenaran untuk mengenalinya, kemudian kutuklah para setan dan Iblis itu, dan rumor-rumor ini tidak akan lagi memengaruhi hatimu. Ada cara lainnya: Engkau harus mengetahui yang sebenarnya tentang esensinya. Engkau berkata, "Sekalipun tindakan Tuhan tidak sesuai dengan gagasanku dan dikutuk serta ditolak oleh umat manusia yang rusak, aku melihat bahwa Dia adalah kebenaran, dan para setan serta Iblis tidak memiliki kebenaran. Aku bertekad untuk percaya kepada Tuhan! Hanya Tuhanlah yang dapat menyelamatkanku. Dia memiliki esensi Tuhan, Dia adalah Tuhan, dan esensi-Nya tidak pernah berubah. Sekeras apa pun setan dan Iblis menentang Tuhan, mereka tidak memiliki kebenaran, dan aku tidak memercayai perkataan setan dan Iblis!" Apakah engkau memiliki keyakinan ini? (Ya.) Jika engkau memiliki keyakinan ini, engkau tidak seharusnya terganggu oleh orang, peristiwa, atau hal apa pun, dan terlebih lagi, engkau tidak seharusnya dapat disesatkan atau diserang oleh Iblis. Lalu, apa yang harus kaulakukan? Abaikan itu; berfokuslah saja pada pengejaran akan kebenaran dan tetap teguhlah dalam kesaksianmu, dan Iblis akan dipermalukan.

Barusan kita bersekutu tentang beberapa masalah yang berkaitan dengan penyebaran rumor di dalam gereja. Sebagian besar orang telah mendengar beberapa rumor dari pemerintah Komunis Tiongkok dan dunia keagamaan; kita juga baru saja mempersekutukan cara memperlakukan dan menangani rumor-rumor ini. Setelah orang memahami prinsip-prinsip kebenaran, mereka tidak akan lagi disesatkan atau diganggu oleh rumor-rumor tersebut. Ketika muncul seseorang di gereja yang menyebarkan rumor, seperti apa pun cara atau nada bicaranya dalam menyebarkan rumor apa pun, bagaimana seharusnya kita memperlakukannya? Haruskah kita membiarkan hal itu terjadi tanpa campur tangan, atau haruskah kita menyingkapkan, menelaah, dan menangani orang tersebut? Metode manakah yang sesuai dengan prinsip? Ada yang berkata, "Bukankah ada kebebasan berbicara? Mengapa tidak membiarkan orang itu berbicara? Biarkan saja dia berbicara. Setelah mendengarkan rumor tersebut, setelah semua orang mengetahui yang sebenarnya tentang rumor tersebut, mereka tidak akan memercayai perkataan setan ini, dan rumor itu akan runtuh dengan sendirinya." Yang lain berkata, "Tidak dapat diterima bagi orang itu untuk menyebarkan rumor dan memfitnah Tuhan. Kita tidak boleh membiarkannya melakukan hal-hal yang memfitnah Tuhan. Kita harus memberinya pelajaran untuk menyadarkannya. Tuhan telah menanggung begitu banyak penderitaan untuk berfirman dan bekerja demi menyelamatkan kita, tetapi dia malah menyebarkan rumor. Dia tidak punya hati nurani! Hanya dengan mengutuknya, barulah kemarahan kita bisa mereda; jika kita tidak menangani orang itu, kita akan mengecewakan Tuhan." Cara manakah yang baik? Semua cara ini tidak baik. Sebagaimana yang kita persekutukan sebelumnya, mereka yang menyebarkan rumor pastilah bukan orang yang baik, dan orang-orang semacam itu harus dikenali. Jika mereka hanya sesekali menyebarkan rumor, mereka harus diperingatkan. Jika mereka terus-menerus menyebarkan rumor, mereka harus disingkapkan, ditelaah, dan kemudian dikeluarkan dari gereja, sehingga tidak dapat lagi menyesatkan atau merugikan orang-orang. Apakah mudah menangani masalah ini? Apakah engkau semua akan menanganinya dengan cara seperti ini, ataukah engkau akan menunggu para pemimpin gereja untuk memberi perintah? Begitu ditemukan bahwa ada seseorang yang terus-menerus menyebarkan rumor, dan setiap kali dia datang ke pertemuan, dia berbicara tentang hal-hal ini, tidak pernah membaca firman Tuhan, tidak pernah berdoa, tidak mempelajari lagu pujian, dan terlebih lagi, tidak membagikan pemahaman berdasarkan pengalamannya tentang firman Tuhan, dan setiap kali ada orang yang mempersekutukan firman Tuhan serta membagikan kesaksian berdasarkan pengalamannya, dia merasa jijik dan muak mendengarnya, tetapi tidak merasa muak seperti itu ketika mendengar rumor dari orang-orang tidak percaya, dan malah sangat senang mendengarnya; setelah semua ini ditemukan, untuk apa bersikap sopan kepada orang semacam ini? Jelaslah bahwa dia adalah hamba Iblis yang telah menyusup ke dalam gereja untuk mengganggu umat pilihan Tuhan agar tidak mengikuti Tuhan. Apakah engkau setuju jika orang itu mengganggu? (Tidak.) Jika engkau tidak setuju, bangkitlah dan katakan, "Si A datang ke gereja dan selalu menyebarkan rumor, tidak membaca firman Tuhan, dan tidak membagikan pemahaman berdasarkan pengalamannya tentang firman Tuhan. Dia adalah pengikut yang bukan orang percaya dan harus dikeluarkan dari gereja. Apakah ada yang keberatan?" Jika semua orang berkata bahwa mereka tidak keberatan dan mengangkat tangan untuk menyetujuinya, orang tersebut harus dikeluarkan. Bukankah menangani seorang penyebar rumor dengan cara seperti ini memuaskan? (Ya.) Dengan cara inilah orang-orang semacam itu harus ditangani.

D. Mengenali Beberapa Jenis Rumor Tak Berdasar yang Menafsirkan Firman Tuhan secara Keliru dan Menghakimi Pekerjaan Tuhan

Berasal dari manakah jenis rumor yang baru saja kita bicarakan? Itu berasal dari si naga merah yang sangat besar, dari dunia keagamaan, dan dari orang-orang tidak percaya. Selain rumor dari dunia luar, ada juga beberapa perkataan dan gosip tentang hal-hal di dalam gereja. Bahkan ada pernyataan yang sama sekali tidak benar tentang Tuhan, pekerjaan Tuhan, hari Tuhan, dan beberapa firman Tuhan, serta beberapa misteri yang berkaitan dengan Tuhan dan pekerjaan-Nya, yang orang ciptakan berdasarkan imajinasi dan gagasan mereka, atau berdasarkan penyampaian informasi yang keliru serta spekulasi tidak berdasar secara terus-menerus. Dan karena orang-orang membumbui perkataan, gosip, dan pernyataan semacam itu, rumor-rumor ini pun terbentuk. Setelah rumor terbentuk, beberapa orang yang cenderung menyukai rumor menjadi bersemangat tentang urusan menyebarkannya, memperlakukan rumor-rumor itu sebagai kenyataan dan menyebarkannya ke mana-mana, menceritakannya dengan sangat jelas dan menyeluruh sehingga beberapa orang yang tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya, yang tidak memahami kebenaran, serta yang bodoh dan dungu, menjadi benar-benar disesatkan oleh rumor-rumor ini. Setelah disesatkan, apakah mereka menjadi terpengaruh dan terganggu? (Ya.) Ini juga merupakan masalah yang biasa muncul di gereja. Meskipun rumor-rumor ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan rumor yang memfitnah dan menyerang Tuhan serta rumah Tuhan—meskipun itu tidak memfitnah atau menghujat Tuhan—dan meskipun itu tidak menyebabkan gangguan atau merusak pekerjaan Tuhan, rumor-rumor ini, bagaimanapun juga, memengaruhi jalan masuk kehidupan beberapa orang, dan itu harus dihentikan. Misalnya, ketika mendengar pernyataan yang sepertinya benar, beberapa orang memercayainya dalam hati mereka dan segera menyebarkannya kepada orang-orang di sekitar mereka yang dekat dengan mereka. Selagi rumor itu beredar, rinciannya menjadi makin banyak dan lengkap, dan pada akhirnya, rumor itu mulai terdengar seperti kejadian nyata. Unsur-unsur seperti waktu, tempat, dan karakter, semuanya cocok; rumor-rumor tersebut memenuhi syarat untuk dapat disebarkan kepada masyarakat, bukan? Informasi apa yang disebarkan? Si penyebar rumor berkata, "Ada hal penting yang harus kuberitahukan kepadamu hari ini. Aku akan merasa tidak nyaman di dalam hatiku jika tidak menyampaikannya; aku bahkan tidak akan dapat fokus saat membaca firman Tuhan. Aku sangat senang akan hal ini. Kini, akhirnya ada harapan bagi kita yang percaya kepada Tuhan!" Ketika semua orang mendengar bahwa ada harapan, mereka menjadi tertarik dan bersemangat; topik ini sangat menarik. Dia berkata, "Pekerjaan Tuhan akan segera berakhir. Beberapa tanda yang sebelumnya Tuhan nubuatkan mengenai berakhirnya pekerjaan-Nya telah muncul. Misalnya, keadaan bulan dan matahari, situasi di Timur dan di Barat, jumlah umat pilihan Tuhan di setiap negara, berapa banyak orang yang mampu melaksanakan tugas mereka, dan sebagainya; tanda-tanda berakhirnya pekerjaan Tuhan ini sudah terlihat di hadapan kita sekarang. Kita harus segera bersiap-siap!" Seseorang bertanya, "Apa yang harus kita persiapkan?" Si penyebar rumor berkata, "Kita harus mempersiapkan perbuatan baik dan menyiapkan makanan, dan segera memberikan seluruh tabungan kita sebagai persembahan kepada Tuhan, agar kita dapat memiliki tempat tujuan yang baik." Dia juga berkata, "Pada tahun dan bulan tertentu, pada tanggal tertentu, dan pada waktu tertentu, kita harus berkumpul di tempat tertentu di mana Tuhan akan menunggu untuk menjemput kita. Tuhan berkata, 'Jika engkau tidak meninggalkan segalanya, engkau tidak layak untuk menjadi murid-Ku, dan tidak layak untuk menjadi pengikut-Ku.' Sekarang hari Tuhan akhirnya tiba, dan firman Tuhan telah digenapi. Kita harus melepaskan semua hal duniawi, bukan hanya prospek dan karier kita, melainkan juga keluarga, kerabat, dan hubungan daging kita. Kita harus meninggalkan semua keterikatan duniawi; kita akan bertemu dengan Tuhan!" Sebagian besar orang bertanya, "Benarkah demikian?" Si penyebar rumor berkata, "Ya, aku telah menjual rumah dan mobilku serta menarik tabunganku. Jika kau tidak percaya kepadaku, bacalah firman Tuhan. Dalam satu bab, ada kalimat tertentu yang setelah diuraikan menyingkapkan sebuah alamat, dan di bab lainnya, ada bagian tertentu yang setelah diuraikan menyingkapkan tahun dan bulan ...." Adakah orang yang tidak tergugah setelah mendengar hal ini? Adakah orang yang mampu mengetahui yang sebenarnya tentang perkataan ini? Bukankah ini adalah hal-hal yang sangat orang pedulikan? Bukankah ini adalah hal-hal yang sudah lama orang harapkan? Setelah mendengar perkataan ini dan kemudian membaca firman Tuhan serta berpikir bahwa ini benar-benar cocok, beberapa orang mulai mempertimbangkan rencana cadangan. Meskipun beberapa orang merasa skeptis di dalam hatinya, mereka masih berharap bahwa hal itu benar, berpikir, "Meskipun tahun dan tanggal spesifiknya masih agak jauh, setidaknya ada tanggal dan waktu yang pasti, jadi kami punya harapan." Meskipun mereka tidak benar-benar memercayainya, mereka tetap memberi sejumlah perhatian tertentu pada hal itu. Perhatian ini menunjukkan apa? Ini menunjukkan bahwa orang-orang mudah dipengaruhi dan diganggu oleh hal-hal ini. Begitu jenis rumor ini mulai tersebar luas di gereja, 80 hingga 90 persen orang-orang akan merasa sangat senang, dan mengalami luapan emosi, berpikir, "Hari yang telah kita nanti-nantikan akhirnya tiba! Tuhan telah mendengar doa-doa kita! Tuhan mengasihi kita dan tidak meninggalkan kita!" Apa akibatnya jika topik-topik semacam ini disebarkan selama pertemuan? Akankah itu memengaruhi emosi semua orang? Orang-orang tidak akan mampu menolaknya, sekalipun mereka ingin; setiap kalimat dari rumor itu akan menusuk hati mereka, sehingga tidak mungkin bagi mereka untuk tidak memercayainya. Kemungkinan besar orang-orang akan memercayai perkataan ini; sekalipun mereka tidak seratus persen yakin, mereka tetap berharap bahwa perkataan ini benar, berpikir, "Merenungkan betapa banyak kesukaran yang telah kami tanggung dalam mengikuti Tuhan—ditolak oleh dunia, diburu oleh pemerintah, dianiaya oleh dunia keagamaan, hampir tak mampu bernapas, hidup dalam ketakutan yang tiada habisnya—kapan hari-hari ini akan berakhir? Kini, hari Tuhan akhirnya tiba!" Pemikiran ini membuat hatimu berdebar: "Kami telah mengorbankan begitu banyak dari diri kami bagi Tuhan, iman kami dalam mengikuti Tuhan sangatlah teguh; hal yang kami dengar ini pasti benar. Kami seharusnya tidak lagi mengembara dan menderita di dunia ini; kami pantas untuk tidak mengalami hal itu!" Ketika engkau memiliki pemikiran ini, dan engkau sangat yakin serta bersemangat mengenai rumor ini, apakah engkau masih ingin membaca firman Tuhan? Pada saat ini, bukankah membaca bagian mana pun dari firman Tuhan sepertinya berlebihan? Engkau merasa: "Mengapa kini membagikan pemahaman berdasarkan pengalaman tentang firman Tuhan rasanya begitu tidak perlu? Tidak perlu lagi berdoa kepada Tuhan, bukan? Hari Tuhan telah tiba, dan kita akan segera bertatap muka dengan Tuhan, jadi sekarang, bukankah berdoa kepada Tuhan berarti kita tidak menghormati Tuhan? Ketika hidup dalam daging, jauh dari Tuhan, kita perlu membaca firman Tuhan untuk meredakan kerinduan kita. Kini, kita akan segera melampaui dunia ini dan akan segera bertemu Tuhan secara langsung, jadi tidak perlu membaca firman Tuhan. Dari semua hal yang kita lakukan sekarang, tidak ada yang lebih penting daripada bertemu Tuhan pada tahun, bulan, hari, dan waktu tersebut. Betapa indahnya hal itu! Dibandingkan dengan bertemu Tuhan pada hari itu di tempat itu, membaca firman Tuhan rasanya begitu tidak berarti." Engkau tidak bisa lagi berkonsentrasi ketika membaca firman Tuhan. Hatimu telah menjadi gelisah, sangat menantikan tibanya hari itu! Bukankah suasana hati ini sulit untuk diungkapkan? Rumor-rumor semacam itu sangat menarik bagi selera kebanyakan orang dan dapat dengan sangat mudah menyebar di dalam gereja. Satu orang menyebarkannya kepada dua orang, dua orang memberitahukannya kepada sepuluh orang, dan rumor itu pun makin tersebar, dari satu gereja ke dua gereja, dari dua gereja ke lima gereja, menyebar makin luas. Apa akibatnya? Rumor-rumor ini menyebabkan orang meragukan Tuhan, menjauhkan diri dari Tuhan, melupakan kasih sejati Tuhan dalam menyelamatkan umat manusia, melupakan tugas yang harus mereka laksanakan, dan melupakan jalan yang harus mereka ikuti. Sebaliknya, mereka mengejar dengan sepenuh hati untuk melihat tibanya hari Tuhan dan melihat apakah mereka dapat menerima berkat atau tidak. Ketika hari itu benar-benar tiba dan tidak terjadi apa pun, baru pada saat itulah orang menyadari bahwa memercayai rumor telah menyebabkan kerugian bagi hidup mereka. Dapatkah engkau kembali ke keadaanmu yang sebelumnya, berperilaku dengan sikap yang baik, menjunjung tinggi tugasmu, mengejar kebenaran dengan cara yang praktis dan realistis, mencari prinsip-prinsip kebenaran dalam segala sesuatu, serta berperilaku dan melaksanakan tugasmu berdasarkan firman Tuhan? Waktu telah berlalu dan tidak dapat diputar kembali. Siapa yang harus disalahkan atas hal ini? Salahkanlah dirimu sendiri karena tidak pernah menjadi orang yang mengejar kebenaran. Engkau selalu saja berimajinasi, dan akibatnya, engkau telah tertipu oleh rumor.

Bagi orang-orang yang percaya kepada Tuhan tetapi tidak memahami kebenaran, satu rumor saja dapat membawa mereka ke jurang yang tak terukur dalamnya serta menghancurkan mereka. Apa yang dimaksud dengan jurang yang tak terukur dalamnya? Awalnya, engkau percaya kepada Tuhan secara normal dan memiliki harapan untuk diselamatkan, tetapi satu rumor saja telah menyesatkanmu. Tanpa kausadari, engkau telah disesatkan oleh Iblis, engkau telah memercayai perkataan setan yang Iblis ucapkan dan engkau telah mengikutinya. Engkau berjalan dan mengejar berdasarkan jalan yang telah Iblis tetapkan bagimu, dan makin jauh engkau melangkah, makin gelap hatimu, dan makin jauh engkau menyimpang dari Tuhan. Setelah engkau sepenuhnya meninggalkan dan menolak Tuhan, engkau tidak hanya memiliki keraguan tentang Tuhan di dalam hatimu, tetapi yang lebih serius, engkau mulai mengeluh tentang Tuhan dan menyangkal Tuhan. Ketika engkau mencapai titik ini, bukankah itu adalah akhir perjalananmu? Bukankah ini adalah jurang yang tak terukur dalamnya? Apakah ini hal yang ingin kaulihat? Setelah engkau mencapai titik ini, apakah engkau masih dapat diselamatkan? Tidak, dan sangatlah sulit untuk kembali. Mengapa? Karena Tuhan telah berhenti bekerja, Roh Kudus telah berhenti bekerja, dan engkau dipenuhi dengan kegelapan. Tembok yang tinggi telah berdiri di antara engkau dan Tuhan. Apa tembok ini? Itu adalah gagasan, imajinasi, dan rumor yang telah Iblis tanamkan dalam dirimu, serta keinginan pribadi. Pengetahuanmu tentang hal-hal positif, seperti identitas, esensi, status Tuhan, dan sebagainya, tiba-tiba menjadi kabur dan bahkan berangsur-angsur menghilang. Ini sangat menakutkan. Bukankah ini berarti jatuh ke dalam jurang yang tak terukur dalamnya? (Ya.) Setelah jatuh ke dalam situasi ini, masih dapatkah engkau menanggung kesukaran dan membayar harga untuk melaksanakan tugasmu? Masih dapatkah engkau menempuh jalan mengejar kebenaran untuk memperoleh keselamatan? Kuberitahukan kepadamu, sangatlah sulit untuk kembali. Inilah yang dimaksud dengan disesatkan. Dengan satu rumor saja, jika engkau tidak berhati-hati untuk sesaat dan akhirnya disesatkan, akibatnya tidak terbayangkan. Oleh karena itu, ketika rumor tentang pekerjaan Tuhan semacam ini muncul di gereja, itu harus segera dihentikan dan dibatasi. Orang tidak boleh mengarang sesuatu dengan sembarangan, dan orang tidak boleh mengarang segala macam kebohongan yang disukai orang lain untuk menyesatkan mereka dan menjauhkan mereka dari jalan yang benar. Sekalipun orang-orang menyukai topik-topik seperti ini, apa gunanya orang berfokus pada hal ini di dalam hatinya dan menyebarkannya? Manfaat apa yang dapat diperoleh? Ada orang-orang yang berkata, "Orang boleh mengatakan apa pun yang mereka inginkan karena itu adalah mulut mereka. Jadi, biarkan saja mereka berbicara sekehendak hatinya." Itu tergantung pada apa yang dikatakan. Jika itu adalah sesuatu yang mendidik kerohanian orang, itu boleh dikatakan dan boleh disebarkan; itu boleh disebarkan dengan cara apa pun. Namun, rumor-rumor ini tidak mendidik kerohanian orang sedikit pun; itu hanya menyesatkan orang dan mengalihkan perhatian mereka, mengganggu pengejaran mereka dan membuat mereka menyimpang dari jalan yang benar, memengaruhi hubungan mereka dengan Tuhan, memengaruhi pelaksanaan tugas mereka secara normal, dan memengaruhi tatanan normal pekerjaan gereja. Begitu orang menerima rumor-rumor ini, itu seperti terjebak dalam labirin, dan mereka tidak dapat keluar darinya. Jadi, ketika engkau mendengar rumor-rumor ini, jika seseorang mengatakannya kepadamu saat engkau sedang sendiri, engkau harus menolaknya. Jika dia mengatakannya saat berada di antara orang-orang, engkau bukan hanya harus menolaknya, melainkan juga harus menyingkapkan dan menelaahnya; jangan biarkan ada lebih banyak orang yang disesatkan. Terutama bagi orang-orang yang baru menjadi orang percaya selama satu atau dua tahun, atau dua hingga tiga tahun, mereka masih belum bisa mengetahui yang sebenarnya tentang tempat tujuan, tentang bertemu dengan Tuhan, dan diangkat, mereka belum mengembangkan minat terhadap kebenaran, dan belum memiliki jalan untuk mengejar kebenaran serta mengejar perubahan watak dalam iman mereka. Dalam situasi seperti itu, mereka adalah orang-orang yang paling mudah disesatkan dan dipengaruhi oleh rumor-rumor ini, dan begitu mereka disesatkan, akibatnya tidak terbayangkan. Itu seperti mengonsumsi racun; sekalipun ada penawarnya, bukankah tetap terjadi kerusakan dalam tubuhmu? Sekalipun engkau bertahan hidup, dapatkah penderitaan dan kerusakan pada tubuhmu diabaikan? Oleh karena itu, ketika menghadapi rumor-rumor ini, engkau harus mengenali dan menolaknya, tidak memperlakukannya sebagai cerita atau kejadian nyata. Ada orang-orang yang sangat tertarik pada rumor-rumor ini, menyebarluaskan dan menyebarkannya ke mana-mana, menceritakannya kepada orang lain seolah-olah itu adalah kebenaran. Apa natur dari hal ini? Bukankah ini berarti bertindak sebagai hamba Iblis? Orang-orang semacam itu harus dipangkas dan diperingatkan. Jika mereka tidak bertobat, mereka harus dikeluarkan. Jika suatu saat, mereka sadar dan berkata, "Aku salah telah menyebarkan rumor; aku sedang bertindak sebagai hamba Iblis, dan aku tidak akan pernah menyebarkannya lagi," mereka dapat ditempatkan dalam pengawasan: Jika mereka bertobat dan memperlihatkan perilaku yang baik, mereka dapat diterima kembali di gereja untuk sementara waktu. Jika mereka kambuh, mereka harus dikeluarkan.

Rumor tentang pekerjaan Tuhan tidak terbatas pada ini. Orang menggunakan imajinasi dan gagasan mereka, serta pikiran mereka, untuk menganalisis dan meneliti; mereka meneliti firman Tuhan dan berbagai nubuat, serta berbagai bencana, tanda, dan peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat dan dunia, bahkan mengandalkan mimpi mereka untuk mengomentari pekerjaan Tuhan dengan bebas; mereka mengarang banyak rumor. Banyak orang tidak membaca firman Tuhan secara teratur, atau tidak berupaya mengejar kebenaran, apalagi berupaya mencari prinsip secara teratur dalam pelaksanaan tugasnya. Sebaliknya, mereka merenungkan berbagai pertanyaan, seperti, "Bagaimana penampakan dan pekerjaan Tuhan dimulai? Siapa yang memulai semua itu? Apa peran manusia? Peristiwa apa saja yang terjadi?" Mereka meneliti fenomena eksternal ini, serta struktur administratif gereja, personel, dan sebagainya. Setelah semua penelitian ini, mereka meringkas semuanya dan menghasilkan apa yang disebut sebagai aturan atau fenomena dan menyebarkannya di gereja seolah-olah itu adalah kebenaran. Ketika menyebarkannya, mereka menerangkannya dengan cara yang jelas serta menyeluruh, dan orang-orang yang tidak memiliki kemampuan membedakan bahkan mungkin mengira bahwa mereka sedang membahas pekerjaan Tuhan. Namun, mereka yang memiliki kemampuan membedakan berpikir, "Bukankah kau sedang melontarkan omong kosong dan menyampaikan kesesatan serta kekeliruan? Bukankah kau sedang menghakimi pekerjaan Tuhan? Ini bukan sedang membagikan pemahaman dan pengalaman; ini tidak ada kaitannya dengan kebenaran. Ini berarti sedang mengarang rumor dan harus segera dihentikan; jika tidak, sebagian orang akan disesatkan!" Kekeliruan dan kesesatan, yang dapat dianggap rumor ini, tidak sesuai dengan kebenaran dan mengganggu pemahaman orang akan kebenaran. Ketika tindakan menyebarkan rumor muncul di gereja, itu harus segera dihentikan.

Ada juga beberapa rumor yang merupakan perkataan setan yang menghakimi pekerjaan Tuhan. Misalnya, tentang siapa yang Tuhan kasihi, siapa yang diselamatkan-Nya, dan siapa yang disempurnakan-Nya, ada orang-orang yang menggunakan kepintaran picik mereka sendiri untuk mengamati dan menyimpulkan, dengan berkata, "Mereka di dunia yang memiliki kemampuan, dan mereka yang pernah melayani sebagai pejabat, serta mereka yang pernah menjadi kepala departemen atau CEO di perusahaan, ketika mereka datang ke rumah tuhan, mereka langsung menjadi pemimpin atau langsung menjadi penanggung jawab urusan umum dan keuangan. Orang-orang ini adalah mereka yang tuhan sempurnakan." Bukankah ini mengarang rumor? Ini memang mengarang rumor. Apa yang dimaksud dengan rumor? Rumor adalah perkataan yang tidak bertanggung jawab, penilaian yang sembarangan, dan pengambilan kesimpulan yang tidak berdasar yang tidak sesuai dengan fakta; semua perkataan ini adalah rumor. Ada orang yang berkata, "Si A mempersembahkan puluhan ribu yuan. Imannya sangat kuat, dia dapat masuk ke dalam kerajaan." Perkataan ini menyebabkan mereka yang tidak punya uang menjadi negatif dan merasa sedih; mereka berkata, "Meskipun aku juga memberikan cukup banyak persembahan, jumlah seluruhnya tidak sebanyak yang orang itu berikan dalam sekali persembahan. Apakah ini berarti aku tidak dapat diselamatkan dan disempurnakan? Apakah Tuhan tidak menginginkan seseorang sepertiku?" Orang lain yang mengarang rumor kemudian berkata, "Orang kaya tidak dapat masuk ke dalam kerajaan; tuhan menginginkan orang miskin." Orang miskin itu pun menjadi senang: "Meskipun aku belum mempersembahkan banyak uang, aku masih dapat masuk ke dalam kerajaan, sementara orang-orang kaya itu disisihkan." Apa pun yang dikatakan oleh mereka yang mengarang rumor, itu pasti memengaruhi orang miskin tersebut; mereka tidak dapat memahami fakta bahwa semua itu hanyalah rumor dan perkataan setan. Mengapa demikian? Karena mereka tidak memahami kebenaran dan tidak memiliki kemampuan untuk membedakan, sehingga mereka terus-menerus disesatkan. Mereka yang mengarang rumor dan mereka yang menyebarkannya, semuanya adalah setan. Sebanyak apa pun yang mereka katakan, engkau tidak tahu perkataan mana yang benar dan perkataan mana yang salah, berasal dari mana tepatnya perkataan tersebut, apa tepatnya motif mereka dalam menyebarkan perkataan ini, dan apa tujuan yang ingin mereka capai. Jika orang tidak dapat mengetahui yang sebenarnya tentang hal-hal ini dan menerima serta menyebarkan rumor secara membabi buta, bukankah itu berarti mereka orang bodoh? Bukankah orang bodoh juga disebut bajingan? Meskipun kata ini kasar, menurut-Ku kata ini cukup tepat. Mengapa tepat? Karena orang-orang semacam itu berbicara dengan tidak bertanggung jawab. Mereka dengan sesuka hati menyebarkan rumor, dengan gegabah menarik kesimpulan dan mengarang rumor berdasarkan fenomena tertentu, kemudian dengan sesuka hati menyebarkan rumor-rumor ini dan menjelaskannya dengan meyakinkan seolah-olah itu adalah peristiwa nyata; akibatnya, itu memengaruhi dan mengganggu sebagian orang. Mereka tidak membaca firman Tuhan atau tidak memahami kebenaran; mereka menghabiskan hari-hari mereka untuk menyebarkan rumor dan berbicara omong kosong di gereja. Hari ini, mereka melihat seseorang memberi banyak persembahan dan berkata bahwa orang itu dapat diselamatkan. Besok, mereka melihat seseorang yang pernah dipenjara dan tidak menjadi Yudas, dan mereka berkata, "Orang itu sehati dengan tuhan. Dia bisa masuk ke dalam kerajaan dan memiliki tempat tujuan yang baik. Di masa depan, dia akan memerintah dua puluh kota di rumah tuhan; kita yang hanyalah prajurit biasa tidak dapat dibandingkan dengannya." Bukankah ini adalah perkataan setan? Bukankah ini adalah rumor? (Ya.) Apa pun motif dan tujuan orang-orang yang mengucapkan perkataan ini, bukankah perkataan semacam ini akan memengaruhi dan mengganggu sebagian orang? Ada orang-orang yang memiliki iman yang kecil, dan ketika mereka mendengar rumor serta perkataan setan ini, mereka mulai merenung: "Dapatkah aku diselamatkan? Apakah Tuhan berkenan akan diriku?" Di dalam hatinya, mereka memikirkan hal-hal ini sepanjang hari, merasa bimbang dan khawatir tentangnya. Karena omong kosong tidak berdasar dari orang-orang yang mengarang rumor, mereka merasa tidak ada harapan bagi mereka untuk diselamatkan, jadi mereka datang ke hadapan Tuhan dan berdoa: "Tidakkah Engkau mengasihiku, Tuhan? Aku telah meninggalkan begitu banyak hal bagi-Mu. Kapankah aku dapat memuaskan-Mu?" Mereka benar-benar penuh keluhan. Tidak terjadi apa-apa, jadi berasal dari manakah keluhan-keluhan ini? Itu disebabkan oleh rumor-rumor tersebut; orang-orang ini telah diracuni dan telah jatuh. Mereka tidak merasa menyesal atau tidak merasa bersalah atas watak rusak apa pun yang mereka perlihatkan atau atas pelanggaran apa pun yang telah mereka lakukan, tidak pernah menangis karena hal ini—bahkan tidak menitikkan air mata sedikit pun—tetapi ketika mendengar orang yang mengarang rumor berkata bahwa orang-orang seperti mereka tidak punya harapan untuk diselamatkan, mereka langsung merasa sedih. Bukankah mereka telah terpengaruh? Mereka telah terpengaruh dan terganggu. Orang-orang ini belum dewasa dalam tingkat pertumbuhannya, mereka tidak memahami kebenaran dan sangat bodoh. Mereka yang mengarang rumor melihat bahwa orang-orang seperti itu mudah untuk dipermainkan sehingga mereka mengarang beberapa rumor untuk menipu orang-orang itu. Hari ini, mereka berkata bahwa ada harapan bagimu untuk diselamatkan, dan engkau merasa senang; besok, mereka berkata bahwa tidak ada harapan bagimu untuk diselamatkan, dan engkau menangis, serta merasa sedih. Mengapa engkau mendengarkan mereka? Mengapa engkau selalu terkekang oleh mereka? Apakah mereka adalah penentu keputusan? Paling-paling, mereka hanyalah badut. Bahkan nasib mereka berada di tangan Tuhan, jadi kualifikasi apa yang mereka miliki untuk menilai orang lain? Kualifikasi apa yang mereka miliki untuk mengatakan siapa yang dapat dan tidak dapat diselamatkan, atau orang macam apa yang dapat dan tidak dapat disempurnakan? Apakah mereka memahami kebenaran? Manakah dari perkataan mereka yang sesuai dengan maksud dan firman Tuhan? Tak ada satu pun dari perkataan mereka yang sesuai dengan firman Tuhan, jadi mengapa engkau memercayainya? Mengapa engkau terganggu olehnya? Bukankah ini disebabkan oleh kebodohan? (Ya.) Entah ini karena kebodohan dan kedunguan atau karena tingkat pertumbuhanmu terlalu kecil dan engkau tidak memahami kebenaran, bagaimanapun juga, mereka yang menyebarkan rumor di gereja adalah orang-orang yang paling menjijikkan. Mereka harus dikenali, disingkapkan, dan kemudian dibatasi atau dikeluarkan.

Ada orang yang berkata, "Lihatlah si A, dengan fitur parasnya yang proporsional, dia telah terpilih menjadi pemimpin gereja. Si B berhasil di tengah masyarakat, semua orang yang melihatnya menyukainya; setelah dia mulai percaya kepada tuhan, saudara-saudari juga menyukainya, dan tuhan pun menyukainya." Adakah satu pernyataan yang benar dalam perkataan ini? (Tidak.) Mengapa? (Perkataan itu tidak sesuai dengan kebenaran.) Benar, perkataan ini tidak sesuai dengan kebenaran, semua itu adalah perkataan setan. Ada yang berkata, "Keluarga si C kaya, hidupnya mapan, dan dia berpengetahuan luas. Jadi, di rumah tuhan, dia menangani keuangan dan urusan umum. Dia berguna dan mampu mengemban tugas ini. Ini adalah penetapan tuhan." Apakah menambahkan "penetapan tuhan" membuat pernyataan ini sesuai dengan kebenaran? Bukankah ini perkataan setan? Perkataan setan semacam itu secara kolektif disebut rumor. Semua pernyataan tidak bertanggung jawab yang tidak sesuai dengan fakta, yang bertentangan dengan fakta yang ditetapkan oleh Tuhan, merupakan perkataan yang gegabah dan kesimpulan yang sewenang-wenang; semua pernyataan semacam itu adalah rumor. Mengapa menggolongkannya sebagai rumor? Karena begitu dilontarkan, pernyataan ini akan mengganggu dan merusak pola pikir normal dan tujuan pengejaran sebagian orang, sehingga itu digolongkan sebagai rumor. Berdasarkan firman Tuhan, Tuhan hanya berkata bahwa tempat lahir, latar belakang keluarga, penampilan, tingkat pendidikan orang, dan sebagainya adalah hal-hal yang ditetapkan oleh Tuhan; Dia tidak pernah mengatakan kepada orang-orang bahwa penampilan, latar belakang sosial, atau keadaan bawaan dari kategori orang apa pun adalah syarat agar dapat diberkati. Satu-satunya standar yang Tuhan tuntut terhadap manusia adalah bahwa mereka mampu mengejar kebenaran dan mencapai ketundukan kepada Tuhan. Inilah yang terpenting. Jika firman Tuhan tidak secara eksplisit menyatakan sesuatu, dan itu hanyalah hasil dari imajinasi subjektif manusia atau spekulasi mereka, pernyataan semacam itu juga dianggap sebagai rumor. Orang-orang selalu ingin menilai apakah seseorang dapat diberkati atau tidak melalui pengamatan serta pemahaman mereka, dan juga berdasarkan gagasan serta imajinasi mereka sendiri. Kemudian, mereka menyampaikan kekeliruan ini untuk memengaruhi pengejaran orang lain akan kebenaran, secara sewenang-wenang memutuskan siapa yang dapat diselamatkan dan siapa yang tidak, siapa yang adalah umat Tuhan, dan siapa yang adalah orang yang berjerih payah. Semua ini adalah rumor. Mengenai rumor, kita juga dapat menyebutnya perkataan setan. Apa pun jenis rumor atau perkataan setan yang muncul, pemimpin gereja harus segera bertindak untuk menghentikan dan membatasi semua itu; tentu saja, jika saudara-saudari memiliki kemampuan untuk mengenalinya, mereka juga harus bertindak untuk menelaah dan mengidentifikasi sumber dan natur rumor tersebut. Setelah saudara-saudari ini memperoleh pemahaman tentang hal-hal ini, mereka dapat bangkit untuk menyanggah dan membantah rumor-rumor ini, dan juga membatasi orang-orang yang menyebarkan rumor, mencela orang-orang itu bersama-sama. Bagaimana cara melakukan hal ini? Dengan mencela orang-orang itu secara terbuka di depan semua orang: "Semua yang kaukatakan ini adalah rumor dan perkataan setan, itu tidak sesuai dengan firman Tuhan, juga tidak sesuai dengan kebutuhan kami. Jika kau terus menyebarkan rumor meskipun sudah diperingatkan, kami akan mengeluarkanmu, sehingga tidak ada kesempatan bagimu untuk mengarang rumor dan menimbulkan gangguan di gereja!" Bagaimana penerapan ini? (Bagus.) Melakukannya dengan cara seperti ini sesuai dengan prinsip kebenaran. Jika engkau mempersekutukan pemahaman berdasarkan pengalaman pribadimu, mengatakan hal-hal yang mendidik kerohanian orang, seperti apa pun engkau mengatakannya, itu boleh. Engkau boleh menggunakan perkataan apa pun yang kausukai, baik dengan bahasa resmi atau dengan bahasa sehari-hari; semua itu diperbolehkan. Satu-satunya yang tidak boleh kaulakukan adalah menyebarkan rumor.

E. Bahaya yang Disebabkan oleh Rumor yang Tidak Berdasar

Rumor yang tersebar dalam gereja bukan hanya tentang menyangkal Tuhan atau menghakimi pekerjaan Tuhan; ada juga jenis rumor lainnya. Rumor-rumor ini harus dikenali dan ditelaah, dan juga harus dihentikan serta dibatasi. Singkatnya, rumor pastilah bukan hal yang baik; itu tidak bermanfaat bagi orang-orang. Ada orang-orang yang berkata, "Aku ingin mendengarkan rumor untuk mengetahui apa sebenarnya yang dikatakannya, agar memperoleh kemampuan untuk mengenalinya dan memperoleh hikmat dari rumor-rumor tersebut." Jika engkau benar-benar memiliki kemampuan untuk mengenali dan tidak takut terganggu oleh rumor, engkau boleh mendengarkannya, tetapi apa konsekuensinya? Jika engkau menjadi bingung dan mulai meragukan Tuhan serta pekerjaan Tuhan, itu berbahaya; itu berarti engkau telah disesatkan. Jika engkau tidak mampu mengenalinya dan malah disesatkan, bukankah itu menyusahkan? Apakah engkau memiliki tingkat pertumbuhan seperti itu? Engkau menganggap dirimu beriman, tetapi apakah engkau memahami kebenaran? Jika engkau tidak memahami kebenaran, imanmu itu tidak nyata, dan engkau akan tetap disesatkan. Jika engkau memahami beberapa kebenaran, memiliki pemahaman yang nyata tentang Tuhan, dan mampu mengenali serta menentang rumor-rumor ini, engkau akan dapat memperoleh hikmat dari mendengarkannya. Jika engkau menganggap dirimu hanya beriman, padahal sebenarnya, iman ini belum menjadi tingkat pertumbuhan yang sejati, dan engkau belum memahami kebenaran, menurut-Ku akan sangat sulit bagimu untuk benar-benar memperoleh kemampuan untuk mengenali dan memperoleh hikmat dari rumor. Berasal dari manakah rumor itu? Rumor berasal dari Iblis. Iblis memanfaatkan setiap celah dan mengambil setiap kesempatan untuk memilih-milih kalimat yang digunakan dalam firman Tuhan dan menemukan sesuatu di dalam firman Tuhan yang dapat dijadikan pegangan, mengambil firman Tuhan keluar dari konteksnya. Ini sepertinya ada dasarnya, tetapi sebenarnya, ini diambil keluar dari konteksnya untuk menyesatkan orang-orang. Setelah mendengarkan rumor-rumor ini, mereka yang tidak memahami kebenaran berpikir: "Hal yang mereka katakan ada dasarnya di dalam firman Tuhan. Itu pasti benar. Itu tidak mungkin rumor, bukan?" Akibatnya, mereka disesatkan. Ada rumor yang jelas dan mudah dikenali. Namun, ada rumor yang sulit dikenali; dari luarnya, rumor tersebut sepertinya sesuai fakta, tetapi esensinya tidaklah demikian. Jangan mengira bahwa hanya karena rumor-rumor ini secara sepintas sesuai dengan makna harfiah firman Tuhan, maka rumor-rumor ini benar. Sebenarnya, banyak dari pernyataan ini adalah teori-teori kosong, ini adalah perangkap, dan tidak mendidik kerohanian orang ataupun bermanfaat bagi mereka. Semua pernyataan ini harus ditolak. Karena taraf pemahaman orang akan firman Tuhan berbeda-beda, dan konteks di mana Tuhan berfirman juga berbeda, menerapkan dan menafsirkan firman Tuhan secara membabi buta adalah tindakan yang paling mungkin menimbulkan kesalahan. Iblis sering menyesatkan orang dengan mengambil firman Tuhan keluar dari konteksnya dan menafsirkannya secara keliru. Semua kutukan terhadap pekerjaan Tuhan yang didasarkan pada Alkitab atau firman Tuhan adalah tipu muslihat Iblis, yang dimaksudkan untuk menyesatkan orang; semua itu adalah perangkap dan semua pernyataan semacam itu harus ditolak. Di luarnya, rumor hanyalah satu atau dua pernyataan, atau beberapa pernyataan; itu tidak cukup untuk ditakuti, dan tidak ada yang perlu ditakutkan mengenainya. Yang harus ditakutkan adalah rumor yang merupakan kesimpulan yang diperoleh berdasarkan Alkitab atau kebenaran yang diambil keluar dari konteksnya. Inilah yang paling mampu menyesatkan orang; inilah yang paling mengganggu pikiran orang. Ini akan menyebabkan orang yang tidak memiliki kemampuan untuk mengenali menjadi tersandung. Hanya mereka yang memahami kebenaranlah yang mampu mengenali perkataan setan yang menyesatkan semacam itu. Sebagai contoh, ada orang-orang yang menemukan beberapa firman Tuhan yang digunakannya sebagai dasar untuk mengatakan bahwa Tuhan mengasihi jenis orang tertentu dan tidak mengasihi jenis orang lainnya, bahwa Tuhan menyelamatkan jenis orang tertentu dan tidak menyelamatkan jenis orang lainnya, bahwa jenis orang tertentu akan disingkirkan oleh Tuhan, dan jenis orang tertentu tidak berarti bagi Tuhan, dan seterusnya. Bukankah pernyataan seperti ini adalah kesimpulan? Kesimpulan ini sebenarnya tidak sesuai dengan firman Tuhan. Dasar yang mereka temukan sebenarnya diambil keluar dari konteksnya; konteksnya berbeda, dan itu merupakan pernyataan yang berbeda. Ini benar-benar merupakan penafsiran yang keliru. Mereka tidak mengetahui esensi yang sebenarnya, dan mereka menerapkan peraturan secara sewenang-wenang. Namun, orang-orang yang tidak memiliki kemampuan untuk mengenali menjadi teracuni dan disesatkan setelah mendengar kekeliruan ini, menjadi negatif di dalam hatinya, mengira bahwa karena apa yang dikatakan itu didasarkan pada firman Tuhan, itu pasti akurat. Mereka tidak membaca firman Tuhan dengan saksama setelahnya untuk menemukan kesalahan dalam kekeliruan ini; sebaliknya, mereka sepenuhnya yakin bahwa itu benar. Bukankah mereka sedang disesatkan? Jika tidak ada orang yang memahami kebenaran yang bersekutu dengan mereka, itu sangat berbahaya. Setidaknya, orang-orang ini bisa menjadi negatif selama enam bulan hingga setahun; itu tidak hanya menunda jalan masuk kehidupan mereka, tetapi jika mereka mundur dan berhenti percaya, mereka akan benar-benar hancur dan kehilangan keselamatan dari Tuhan sepenuhnya. Oleh karena itu, orang-orang dengan tingkat pertumbuhan yang kecil yang tidak memahami kebenaran sangatlah berisiko disesatkan oleh Iblis! Hanya mereka yang memahami kebenaranlah yang aman dan stabil. Jika suatu hari engkau benar-benar bertemu dengan seseorang yang menyebarkan rumor untuk menyesatkan orang, cara yang paling efektif adalah segera mencari seseorang yang memahami kebenaran untuk bersekutu dengannya; hanya dengan cara itulah engkau dapat diselamatkan dari situasi ini. Mencari pertolongan dari mereka yang tidak memiliki pemahaman rohani yang menerapkan peraturan secara membabi buta bukan hanya tidak akan menyelesaikan masalahnya, melainkan juga akan makin menyesatkanmu. Jadi, disesatkan bukanlah sesuatu yang hanya terjadi dalam agama; sekalipun engkau percaya kepada Tuhan dan menjalani kehidupan bergereja, jika engkau tidak mengejar kebenaran, engkau tetap dapat dengan mudah disesatkan. Sekalipun engkau telah percaya selama tiga hingga lima tahun, atau tujuh hingga delapan tahun, jika engkau belum memperoleh kebenaran, engkau tetap berisiko disesatkan; khususnya, mereka yang sering memiliki gagasan dan sering bersikap negatif adalah yang paling mungkin disesatkan dan bisa mengkhianati Tuhan kapan pun. Bahwa Iblis menjelajahi bumi seperti singa yang mengaum-aum, mencari orang yang bisa ditelannya; ini adalah kenyataan. Siapakah Iblis ini? Iblis adalah semua orang yang muak akan kebenaran dan membenci kebenaran, termasuk antikristus, pemimpin palsu, orang-orang yang tidak masuk akal itu, dan mereka yang menyesatkan orang lain; mereka semua adalah Iblis. Orang-orang ini berkeliaran ke mana-mana, menyesatkan dan mengganggu umat pilihan Tuhan di mana pun mereka berada, jadi mereka semua adalah setan yang menentang Tuhan. Umat pilihan Tuhan harus sangat waspada untuk memastikan bahwa diri mereka tidak disesatkan dan dapat tetap teguh.

Tidak dapat dipungkiri bahwa di gereja, beberapa orang yang baru percaya atau mereka yang kualitasnya sangat buruk, yang tidak memiliki kemampuan untuk memahami firman Tuhan, adalah yang sering disesatkan, dipengaruhi, dan diganggu oleh berbagai rumor. Mereka yang mengarang rumor dapat dengan mudah menjatuhkan sekelompok orang dengan kesimpulan yang sembarangan. Perkataan dan pernyataan yang mereka lontarkan dengan gegabah dapat membuat orang menjadi negatif, lemah, dan tidak bersedia melaksanakan tugasnya. Ketika rumah Tuhan memanggil, orang-orang ini penuh ketakutan, mencari berbagai alasan dan dalih untuk menolak serta menghindar. Jelasnya, di gereja, berperan sebagai apakah orang-orang yang menyebarkan rumor itu? Tidak diragukan lagi, mereka berperan sebagai hamba-hamba Iblis. Misalnya, ada orang yang berkata, "Kau perlu memiliki rencana cadangan ketika melaksanakan tugasmu. Rumah tuhan memanggilmu untuk melaksanakan tugas, dan jika kau tidak melakukannya dengan baik, rumah tuhan bisa berhenti memakaimu kapan saja. Pada saat itu, jika kau pulang ke rumahmu, akan sulit bagimu untuk bertahan hidup. Tak seorang pun akan menyokongmu!" Bukankah ini terdengar "mengharukan"? Ini sesuai dengan perasaan manusia dan terdengar sangat penuh kasih serta penuh perhatian, tetapi apakah engkau merasakan adanya pertimbangan terhadap hati Tuhan dalam perkataan ini? Apakah perkataan ini menawarkan dukungan, perbekalan, bantuan, atau dorongan kepada orang-orang? (Tidak.) Menyuruh orang untuk menyiapkan rencana cadangan, bukankah ini menghambat mereka? Apa maksud mereka dengan perkataan ini? "Kau harus waspada; tuhan mungkin akan berubah dan tidak mengenalimu!" Ini adalah racun yang mereka tanamkan dalam diri orang-orang. Setelah mendengarnya, orang berpikir, "Benar sekali, bagaimana aku bisa begitu bodoh? Aku hampir menjual rumahku; jika aku tidak melaksanakan tugasku dengan baik dan diberhentikan, aku bahkan tidak akan punya rumah sebagai tempat untuk pulang. Syukurlah, mereka mengingatkanku, jika tidak, aku pasti telah melakukan hal yang bodoh." Sungguh pengingat yang "baik", tetapi ada sangat banyak racun di dalamnya, dan itu sangat dalam! Pernahkah engkau semua mendengar rumor semacam itu? Mereka terdengar sangat baik kepada orang-orang, sangat perhatian, memiliki "kasih" yang sedemikian besarnya. Orang-orang ini bukan kerabat, juga bukan teman berbincang, tidak ada hubungan darah di antara mereka; hanya karena mereka semua percaya kepada Tuhan, orang-orang ini bisa memiliki "kasih" yang sedemikian besarnya kepada orang-orang yang mereka ajak bicara. Orang-orang berpikir, "Ini benar-benar perlindungan Tuhan! Kalau begitu, sebaiknya kupikirkan lagi semuanya terlebih dahulu. Jika aku selalu bersikap asal-asalan saat melaksanakan tugasku, apa yang akan kulakukan jika aku diberhentikan? Jadi, ketika aku melaksanakan tugasku, aku harus berhati-hati; aku harus melakukan lebih banyak pekerjaan yang akan membuatku terlihat baik, menghindarkan diriku agar tidak melakukan kesalahan, dan sekalipun aku benar-benar melakukan kesalahan, aku tidak boleh membiarkan orang lain mengetahuinya. Dengan cara itu, aku tidak akan dikeluarkan, bukan? Sekalipun aku benar-benar dikeluarkan, itu tidak masalah; aku memiliki rencana cadangan, aku punya tabungan, dan rumahku masih ada. Bukankah Tuhan begitu tidak peduli dengan perasaan manusia dan tidak mengikuti perasaan daging? Lagi pula, apa yang perlu ditakutkan? Manusia mengikuti perasaannya, ada kasih di mana-mana di dunia manusia!" Pernyataan yang "mengharukan" ini menciptakan "persahabatan" di antara orang-orang, tetapi di manakah Tuhan ditempatkannya? Itu membuat Tuhan dijadikan prioritas ketiga atau keempat, itu menjadikan-Nya pihak luar, seolah-olah Tuhan tidak layak dipercaya, hanya manusialah yang memedulikan sesamanya. Satu pernyataan ini menghasilkan dampak yang signifikan, itu dilontarkan sangat "tepat waktu"! Apakah engkau semua suka mendengar perkataan semacam itu? Meskipun engkau tahu bahwa ada niat jahat yang tersembunyi dalam perkataan ini, engkau tetap berharap ada seseorang yang dapat memberimu petunjuk, dapat menolongmu, engkau bisa mendapatkan peringatan dari seseorang yang pernah mengalaminya ketika engkau tidak tahu apa yang akan terjadi, dapat mengucapkan perkataan yang menyentuh hati kepadamu. Pernyataan ini sangat "krusial", sangat "penting"! Bukankah ini berarti sepenuhnya memercayai perkataan mereka? Perkataan yang diucapkan pengarang rumor ini "tanpa pikir panjang" telah memengaruhi orang dan mengkhianati Tuhan. Bagaimana tindakan ini? Apakah tindakan ini pantas? (Tidak.) Menurutmu, orang seperti apa yang mengatakan hal ini? Di mata orang-orang, mereka adalah orang baik, orang yang baik hati, tetapi di mata orang yang memahami kebenaran, orang ini adalah orang yang bingung. Dilihat dari tindakan dan perilakunya, mereka sepenuhnya bertindak sebagai hamba Iblis, mereka adalah setan sejati! Apakah mengatakannya seperti ini tepat? (Ya.) Ini sangat tepat! Tidak salah sedikit pun. Mereka mengajak semua orang untuk bersikap waspada terhadap Tuhan, melawan Tuhan, dan tidak mengucapkan sepatah kata pun yang dapat mendidik kerohanian orang. Mengapa tidak? Karena hati mereka dipenuhi permusuhan dan kebencian terhadap Tuhan, esensi natur mereka adalah Iblis, dan mereka secara bawaan menentang Tuhan serta menempatkan diri mereka sebagai lawan Tuhan. Ada orang-orang yang berkata, "Mereka secara bawaan menempatkan diri mereka sebagai lawan Tuhan, jadi mengapa mereka masih mengikuti Tuhan?" Untuk memperoleh berkat! Mereka ingin diberkati sebagai hasil akhir yang mereka peroleh dari rumah Tuhan, tetapi mereka tidak mau membayar harga sama sekali atau tidak mau mengejar kebenaran. Mereka juga ingin menggagalkan pekerjaan Tuhan, mengganggu umat pilihan Tuhan, dan membuat orang-orang itu menjauhkan diri dari Tuhan serta mengkhianati Tuhan. Tidak diragukan lagi, orang semacam itu adalah setan sejati. Namun, beberapa orang bodoh selalu tidak bisa mengetahui yang sebenarnya dan tidak bisa mengenali wajah setan orang-orang semacam itu. Mereka dapat menerima semua perkataan setan yang sesuai dengan gagasan manusia dan kebutuhan perasaan daging yang orang-orang ini katakan. Di bawah penyesatan orang-orang ini, mereka dapat mengkhianati dan menolak Tuhan kapan saja; sekalipun mereka tidak ingin menolak-Nya, itu berada di luar kendali mereka. Iblis, para setan, dan hamba Iblis sangatlah berbahaya dan licik! Mereka sendiri menentang Tuhan dan melawan-Nya, mereka membenci kebenaran serta tidak menerimanya, dan mereka bahkan ingin mencegah agar tidak ada lebih banyak orang yang mengikuti Tuhan dan mengejar kebenaran. Di rumah Tuhan, orang-orang ini berperan sebagai corong bagi Iblis, berbicara dan bertindak bagi Iblis. Mereka berfungsi sebagai kontras, yang secara khusus digunakan agar orang-orang bertumbuh dalam kemampuan mereka untuk mengenali. Jadi, banyak dari hal-hal yang mereka katakan mungkin tidak terdengar terlalu bermasalah dari luarnya. Mereka bahkan sering mengutip firman Tuhan, menemukan beberapa bukti dan perkataan dalam firman Tuhan, yang kemudian mereka bumbui agar apa yang mereka katakan itu terdengar sangat sesuai dengan firman Tuhan. Namun, satu hal yang pasti: Apa yang mereka katakan bertentangan dengan kebenaran. Ketika engkau mendengar perkataan mereka, itu mungkin terdengar benar, tetapi jika engkau membandingkannya secara saksama dengan firman Tuhan, engkau dapat mengenali bahwa perkataan itu pada dasarnya tidak sesuai dengan kebenaran. Semua perkataan menyesatkan yang mereka ucapkan berasal dari Iblis. Mereka sedang mencobai Tuhan, berusaha menemukan sesuatu di dalam firman Tuhan untuk dijadikan pegangan, menafsirkan firman Tuhan secara keliru untuk mengutuk Tuhan dan menyesatkan umat pilihan Tuhan, menyebabkan mereka berspekulasi tentang Tuhan, salah paham, mengkhianati, serta menolak Tuhan, dan sebagainya. Oleh karena itu, selain antikristus dan orang jahat, mereka yang mengarang rumor untuk menyesatkan orang lain juga merupakan kategori orang di dalam gereja yang harus dikenali, diwaspadai, dan dikeluarkan.

F. Mengenali Orang yang Menyebarkan Rumor Tak Berdasar dan Prinsip untuk Menangani Mereka

Bagaimana kita harus mengenali orang-orang di dalam gereja yang mengarang rumor untuk menyesatkan orang lain? Pertama-tama, mereka yang mengarang rumor pasti tidak mengejar kebenaran; mereka muak akan kebenaran. Selain itu, mereka sering mengarang segala macam perkataan setan dan pernyataan yang tidak masuk akal serta menggunakannya untuk menyesatkan dan menarik beberapa saudara-saudari yang tingkat pertumbuhannya kecil, yang memiliki landasan yang dangkal, dan tidak memahami kebenaran. Dampak yang mereka capai adalah mengganggu dan merusak tatanan normal kehidupan bergereja, mengganggu pengejaran normal orang-orang dan membuat mereka menyimpang dari jalan yang benar, membuat orang menjadi negatif dan lemah, dan bahkan menyebabkan mereka meninggalkan tugasnya serta tidak lagi percaya kepada Tuhan; hal ini membuat mereka makin senang. Oleh karena itu, menyebut mereka yang mengarang rumor sebagai hamba Iblis adalah gambaran yang sangat tepat; inilah wajah asli serta hakikat yang sebenarnya dari orang-orang semacam itu, dan ini mudah untuk dikenali. Ada orang-orang yang sedikit bernalar; meskipun mereka sendiri tidak mencintai kebenaran, mereka tidak mengungkapkan pendapat atau tidak mengganggu orang lain dalam caranya mengejar kebenaran. Orang-orang ini dapat diabaikan. Namun, ada orang-orang yang iri dan membenci mereka yang mengejar kebenaran; mereka selalu menghakimi serta menyerang orang-orang itu sembari menyembunyikan niat tertentu, dan bahkan mencari pegangan yang dapat mereka gunakan untuk mengutuk orang-orang itu. Orang-orang semacam itu harus diwaspadai. Meskipun apa yang dikatakan orang-orang ini mungkin terdengar cukup benar, logis, dan sesuai dengan makna harfiah firman Tuhan, setelah dicermati dengan saksama, sebagian besar darinya adalah kebohongan dan rumor, sepenuhnya omong kosong. Rumor dan kebohongan yang menyesatkan ini harus dikenali. Ada orang-orang yang berkata, "Aku belum lama percaya kepada Tuhan, baru membaca sedikit firman Tuhan, dan tidak memahami kebenaran. Bagaimana aku dapat mengenali rumor dan kebohongan?" Satu-satunya cara adalah, mulai hari ini dan seterusnya, engkau harus lebih fokus untuk membaca firman Tuhan dan lebih banyak mencari kebenaran di dalam firman Tuhan, membiarkan firman Tuhan berakar dalam hatimu. Dengan bimbingan firman Tuhan dan dengan memandang hal-hal berdasarkan kebenaran, engkau akan memiliki kemampuan untuk mengenali. Rumor yang disebarkan oleh orang-orang ini tidak akan memengaruhimu dan tidak akan mengganggu pengejaran normalmu. Rumor apa pun yang mereka bahas atau omong kosong apa pun yang mereka bicarakan, engkau tidak akan terguncang setelah mendengarnya, dan engkau juga tidak akan menjadi negatif atau lemah, apalagi memiliki kesalahpahaman tentang Tuhan; engkau hanya akan berfokus mengejar ke arah yang benar. Ini berarti bahwa engkau memiliki daya tahan; hamba-hamba Iblis tersebut tidak akan lagi memiliki pengaruh di gereja. Tidak ada jalan pintas dalam mempelajari cara mengenali rumor. Satu-satunya cara adalah dengan lebih banyak mendengarkan khotbah, lebih banyak membaca firman Tuhan, dan lebih banyak mempersekutukan kebenaran. Setelah engkau memperoleh pemahaman akan kebenaran, engkau akan secara alami memiliki kemampuan untuk mengenali. Apa tujuan membaca firman Tuhan dan mempersekutukan kebenaran? Tujuannya adalah untuk memahami kebenaran dan mengenali rumor serta kekeliruan tersebut dengan membaca firman Tuhan. Jika engkau melihat bahwa rumor-rumor itu bertentangan dan berlawanan dengan firman Tuhan, sepenuhnya bertentangan dengan kebenaran, rumor-rumor itu akan runtuh dengan sendirinya. Tentu saja, ada orang-orang yang berkata, "Aku belum mengerahkan upaya untuk membaca firman Tuhan dan tidak memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan kebenaran di dalam firman Tuhan. Aku hanya ingat satu hal: Dalam hal berperilaku, aku harus mengikuti orang banyak. Apa pun yang ditolak mayoritas orang, aku juga menolaknya; apa pun yang diterima mayoritas orang, aku juga menerimanya. Aku hanya mengikuti orang banyak." Benarkah bertindak demikian? (Tidak.) Terkadang orang banyak juga salah, dan mengikuti orang banyak berarti melakukan kesalahan bersama mereka. Engkau harus belajar untuk mengikuti mereka yang memahami kebenaran; hanya inilah cara yang baik.

Penyebaran rumor yang tidak berdasar adalah hal yang sering terjadi di gereja. Meskipun masalah ini bukanlah masalah besar, gangguan dan bahayanya terhadap umat pilihan Tuhan tidaklah kecil. Setidaknya, itu dapat membuat orang menjadi negatif dan lemah; yang terburuk, itu dapat menyebabkan orang menjauhkan diri dari Tuhan dan bahkan mengkhianati-Nya. Oleh karena itu, penyebaran rumor tidak boleh diabaikan. Begitu terjadi di gereja, itu harus segera dihentikan dan dibatasi. Jika para pemimpin gereja mati rasa dan bodoh, tidak mampu melakukan pekerjaan nyata, dan tidak dapat mendeteksi masalah ini, tetapi ada orang-orang berkualitas baik yang mengejar dan memahami kebenaran mendeteksi masalah ini, maka orang-orang berkualitas baik tersebut harus bertindak untuk menyelesaikan masalah ini. Dengan mencari dan bersekutu dengan banyak orang untuk mencapai konsensus dan memperoleh konfirmasi, setelah dipastikan bahwa rumor sedang disebarkan, orang-orang harus mencari kebenaran untuk menyelesaikan masalah tersebut. Jika tidak jelas bahwa pernyataan tertentu adalah kekeliruan, jangan menggolongkannya tanpa berpikir lebih lanjut. Untuk pernyataan yang sudah jelas dan tidak mungkin salah, yang mudah dikenali sebagai rumor dan kekeliruan, itu harus segera disingkapkan dan ditelaah sehingga semua orang dapat mengenalinya. Jika engkau tidak dapat mengenali apakah yang seseorang katakan itu adalah rumor atau kekeliruan setelah mendengarnya mengucapkan satu atau dua kalimat, engkau harus menanganinya dengan hati-hati dan tidak menarik kesimpulan dengan sembarangan. Tunggu sampai dia selesai berbicara untuk mengenalinya dengan jelas. Setelah dipastikan bahwa itu adalah rumor atau kekeliruan, orang ini harus segera dihentikan dan dibatasi. Jika setelah ditegur dan dibatasi berulang kali, orang itu tetap tidak bisa dibatasi dan dia terus-menerus menyebarkan rumor, dia harus dikeluarkan dari gereja. Sudah jelaskah prinsip dan cara menerapkan serta apa yang harus dilakukan ketika menemukan seseorang yang menyebarkan rumor di gereja? (Ya.)

Isi rumor bukan hanya berkaitan dengan masalah-masalah utama yang telah Kusebutkan; ada juga beberapa rumor yang hanya berupa potongan pernyataan pendek, seperti pernyataan tentang pemangkasan, atau tentang siapa yang dipakai oleh rumah Tuhan dan siapa yang disingkirkannya, serta pernyataan tidak benar lainnya. Sebelum gereja dibersihkan secara menyeluruh, terdapat para pemimpin palsu, antikristus, berbagai orang jahat, orang bingung, orang bodoh yang tidak memiliki pemahaman rohani; terdapat berbagai jenis orang di dalamnya. Para pembohong dan pengarang rumor sudah menjadi pemandangan umum, dan ada segala macam rumor serta perkataan setan di antara orang-orang. Mengenai rumor-rumor ini, di satu sisi, orang harus memiliki nalar yang normal untuk menilainya; di sisi lain, untuk rumor-rumor yang lebih serius terkait pekerjaan Tuhan, rencana pengelolaan Tuhan, Tuhan itu sendiri, dan bahkan ketetapan administratif rumah Tuhan serta hal-hal lainnya, orang harus memiliki kebenaran untuk mengenalinya. Mengenai hal-hal eksternal, orang harus memiliki nalar kemanusiaan yang normal untuk menilainya. Mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan Tuhan dan kebenaran, orang harus memiliki kenyataan kebenaran serta tingkat pertumbuhan untuk mengenalinya. Singkatnya, apa pun jenis rumornya, orang harus mengenali dan menolaknya, bukan menerimanya. Tentu saja, ada orang-orang yang tidak mengejar kebenaran dan hanya hidup berdasarkan rumor-rumor ini. Hari ini, seseorang menyebarkan suatu perkataan, dan perkataan itu mencondongkan orang-orang ke arah tertentu, dan mereka mengikutinya. Besok, perkataan lain mencondongkan orang ke arah lainnya, dan mereka kemudian mengikutinya. Sebagai contoh, seorang pemimpin atau pekerja berkata bahwa orang-orang yang mampu menulis artikel kesaksian dapat disempurnakan, jadi mereka berlatih menulis artikel, belajar menulis, dan mencari sumber daya. Keesokan harinya, pemimpin atau pekerja lain berkata bahwa orang-orang yang melaksanakan tugasnya dapat diselamatkan, jadi mereka mulai menyibukkan diri dengan melaksanakan tugas. Namun, sesibuk apa pun mereka, mereka tidak merasa cemas atau tertarik pada hal yang terpenting: mengejar kebenaran dan jalan masuk kehidupan. Berbagai tren jahat yang terbentuk di antara berbagai kelompok dalam gereja selalu menyapu bersih sebagian orang. Berbagai rumor yang berkembang di antara anggota gereja selalu menyesatkan dan memengaruhi beberapa orang. Namun, ada juga orang-orang yang tetap acuh tak acuh dan tidak memperhatikan rumor-rumor ini ketika mendengarnya. Mereka tidak memedulikan pekerjaan apa pun yang sedang dikerjakan rumah Tuhan; mereka tidak berminat untuk percaya kepada Tuhan dan mereka bukan orang yang benar-benar percaya. Orang-orang ini adalah orang percaya sebatas sebutan saja. Ada sekelompok orang lainnya yang agak lebih baik; mereka mampu mencari kebenaran dan menerima kebenaran, sehingga mereka tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif dan orang-orang negatif ini. Hanya mereka yang memiliki tingkat pertumbuhan yang kecil, yang tidak memiliki landasan dan yang tidak mengejar kebenaran sama sekali, yang selalu dipengaruhi oleh berbagai perkataan dan pernyataan. Karena orang-orang ini selalu ikut-ikutan, selalu ada orang-orang yang mengarang berbagai rumor untuk memperkeruh suasana. Mereka merasa bahwa hanya inilah yang membuat kepercayaan kepada Tuhan itu menjadi hidup, menggairahkan, serta tidak membosankan, dan inilah satu-satunya cara bagi mereka untuk merasa penting. Hal-hal ini sering terjadi di antara orang-orang yang baru percaya. Jika suatu gereja dipenuhi dengan penyebaran rumor dan orang-orangnya disesatkan, itu berarti pasti hanya ada segelintir orang yang memahami kebenaran di gereja tersebut. Di gereja itu, orang-orang yang disebutkan di atas mengikuti rumor dan hasutan apa pun yang dilontarkan oleh mereka yang memiliki motif tersembunyi, dan hal ini sangat menyusahkan. Ini sebagian disebabkan oleh kualitas yang buruk dan juga merupakan perwujudan nyata bahwa orang-orang tidak memahami kebenaran. Sebagian besar hal yang dikatakan oleh orang yang tidak memahami kebenaran tidaklah nyata dan bercampur dengan ketidakmurnian; secara spesifik, semua itu merupakan kebohongan. Jika itu mengandung motif dan tujuan tertentu, berarti itu bukan sekadar kebohongan, melainkan juga merupakan siasat Iblis dan konspirasi orang-orang jahat. Oleh karena itu, sebagian besar hal yang dikatakan oleh orang yang tidak memiliki kebenaran adalah perkataan setan dan tidak boleh dipercayai.

Ini menjadi akhir persekutuan tentang topik menyebarkan rumor yang tidak berdasar. Masalah penyebaran rumor adalah yang paling menyingkapkan orang-orang dan memungkinkan perilaku berbagai orang dapat terlihat dengan jelas. Kini, engkau seharusnya memahami sikap apa yang seharusnya kaumiliki terhadap rumor dan mereka yang menyebarkannya, serta metode apa yang harus kaugunakan untuk menanganinya, bukan? (Ya.) Setelah memahaminya, ketika menghadapi masalah seperti ini lagi, engkau semua harus membandingkannya dengan persekutuan kita, dan menggunakan metode yang paling tepat untuk menangani masalah ini. Ini sesuai dengan prinsip.

17 Juli 2021

Sebelumnya: Tanggung Jawab Para Pemimpin dan Pekerja (17)

Selanjutnya: Tanggung Jawab Para Pemimpin dan Pekerja (19)

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Pengaturan

  • Teks
  • Tema

Warna Solid

Tema

Jenis Huruf

Ukuran Huruf

Spasi Baris

Spasi Baris

Lebar laman

Isi

Cari

  • Cari Teks Ini
  • Cari Buku Ini