31. Cara mengatasi masalah menempuh jalan antikristus

Firman Tuhan Yang Mahakuasa pada Akhir Zaman

Engkau harus melihat antikristus dengan jelas dan mengenalinya dengan benar. Engkau harus tahu cara mengenali berbagai perwujudan antikristus, dan pada saat yang sama, engkau harus dengan jelas mengetahui bahwa ada banyak kesamaan antara antikristus dan esensi naturmu sendiri. Ini karena engkau adalah bagian dari umat manusia yang telah dirusak oleh Iblis, dan satu-satunya perbedaan adalah antikristus sepenuhnya berada di bawah kendali Iblis, dan mereka telah menjadi kaki tangan Iblis dan berbicara atas namanya. Engkau pun termasuk umat manusia yang rusak, tetapi engkau mampu menerima kebenaran dan memiliki harapan untuk memperoleh keselamatan. Namun, ada banyak kesamaan terkait esensi antara dirimu dan antikristus, metode dan agendamu pun sama. Hanya saja, setelah mendengarkan kebenaran dan khotbah, engkau mampu mengubah arah sehingga memiliki harapan untuk memperoleh keselamatan—inilah perbedaan antara dirimu dan antikristus. Oleh karena itu, saat Aku menyingkapkan antikristus, engkau juga harus membandingkan dan mengenali kesamaan apa saja antara dirimu dan antikristus, serta perwujudan, watak, dan aspek esensi yang sama-sama dimiliki olehmu dan mereka. Dengan melakukan hal ini, bukankah engkau akan lebih mampu mengenal dirimu sendiri? Jika engkau selalu merasa agresif, meyakini bahwa dirimu bukan antikristus, merasakan kebencian yang mendalam terhadap antikristus, dan tidak sanggup membuat perbandingan ini atau merenungkan dirimu sendiri serta memahami jalan apa yang sedang engkau lalui, lalu apa konsekuensinya? Dengan watak Iblis, engkau sangat mungkin menjadi antikristus. Ini karena tidak ada antikristus yang dengan sengaja berusaha menjadi antikristus dan kemudian menjadi salah satunya; itu disebabkan mereka tidak mengejar kebenaran, dan sebagai akibatnya, mereka akhirnya mengikuti jalan antikristus. Bukankah semua orang di dunia keagamaan yang tidak mencintai kebenaran adalah antikristus? Setiap orang yang tidak merenungkan dan memahami esensi naturnya sendiri, dan yang percaya kepada Tuhan menurut gagasan dan imajinasinya adalah antikristus. Begitu engkau menempuh jalan antikristus, mendapatkan status, dan ditambah dengan fakta bahwa engkau memiliki sejumlah karunia dan pembelajaran, serta semua orang mengagumimu, seiring dengan bertambahnya waktu yang dihabiskan untuk bekerja, engkau akan mendapatkan tempat di hati orang-orang. Saat pekerjaan yang menjadi tanggung jawabmu bertambah, engkau akan memimpin lebih banyak orang, memperoleh lebih banyak modal, dan kemudian menjadi Paulus yang sesungguhnya. Apakah semua ini tergantung pada dirimu? Engkau tidak memiliki rencana untuk mengikuti jalan ini, tetapi mengapa tanpa sadar telah menempuh jalan antikristus? Salah satu alasan utamanya adalah jika tidak mengejar kebenaran, engkau pasti akan mengejar status dan gengsi, akan sibuk dengan urusanmu sendiri hingga akhirnya, tanpa disadari, engkau akan mengikuti jalan antikristus. Jika orang-orang yang mengikuti jalan antikristus tidak mengubah arah pada waktunya, saat mendapatkan status, mereka kemungkinan besar akan menjadi antikristus—hasil ini tidak dapat dihindari. Jika tidak mampu melihat masalah ini dengan jelas, mereka berada dalam bahaya karena setiap orang memiliki watak yang rusak dan menyukai reputasi dan status; jika tidak mencintai kebenaran, mereka sangat rentan jatuh akibat reputasi dan status. Tanpa penghakiman dan hajaran Tuhan, semua orang akan mengikuti jalan antikristus dan jatuh akibat reputasi dan status, dan ini adalah sesuatu yang tidak dapat disangkal oleh siapa pun. Engkau berkata, "Aku hanya mendapatkan penyingkapan ini sesekali, itu hanya perwujudan sementara. Meskipun memiliki esensi yang sama dengan antikristus, aku masih berbeda karena tidak memiliki ambisi yang besar seperti mereka. Selain itu, saat melaksanakan tugas, aku terus-menerus merenungkan diriku, merasakan penyesalan, dan mencari kebenaran, serta bertindak sesuai dengan prinsip kebenaran. Dilihat dari perilakuku, aku bukan antikristus dan tidak ingin menjadi antikristus, oleh karena itu, aku tidak mungkin menjadi antikristus." Saat ini, engkau mungkin bukan antikristus, tetapi bisakah engkau memastikan tidak akan mengikuti jalan antikristus dan menjadi salah satunya? Bisakah engkau menjaminnya? Tidak, engkau tidak bisa menjaminnya. Jadi, bagaimana engkau bisa menjaminnya? Satu-satunya cara untuk melakukannya adalah dengan mengejar kebenaran. Lalu, bagaimana engkau harus mengejar kebenaran? Apakah engkau memiliki cara untuk melakukannya? Pertama, engkau harus mengakui fakta bahwa dirimu memiliki esensi watak yang sama dengan antikristus. Meskipun saat ini engkau bukan antikristus, bagimu, apa hal yang paling mematikan dan berbahaya? Hal tersebut adalah engkau memiliki esensi natur yang sama dengan antikristus. Apakah itu sesuatu yang baik bagimu? (Tidak.) Tentu saja tidak. Itu hal yang mematikan bagimu. Oleh karena itu, meskipun engkau mendengarkan khotbah yang menyingkapkan berbagai perwujudan antikristus, jangan berpikir bahwa hal tersebut tidak ada hubungannya denganmu; itu adalah sikap yang salah. Jadi, sikap seperti apa yang harus engkau miliki untuk menerima fakta dan perwujudan tersebut? Bandingkan dirimu dengan mereka, akui bahwa engkau memiliki esensi natur antikristus, dan kemudian periksa dirimu sendiri untuk mengetahui perwujudan dan penyingkapanmu yang identik dengan antikristus. Pertama, akui fakta ini—jangan berusaha menyembunyikan atau menutupinya. Jalan yang engkau tempuh adalah jalan antikristus, jadi sesuai dengan fakta, dapat dikatakan bahwa dirimu adalah antikristus; hanya saja rumah Tuhan belum menetapkanmu sebagai antikristus dan masih memberimu kesempatan untuk bertobat, itu saja. Mengertikah engkau? Pertama, terima dan akui fakta ini, lalu yang harus engkau lakukan adalah datang ke hadirat Tuhan dan minta Dia mendisiplinkan dan mengendalikanmu. Jangan menjauh dari terang hadirat Tuhan atau meninggalkan perlindungan-Nya. Dengan cara ini, engkau akan dikendalikan oleh hati nurani dan nalarmu saat melakukan berbagai hal, dan engkau juga akan memiliki firman Tuhan yang akan menerangi, menuntun, dan mengendalikanmu. Selain itu, engkau akan memiliki pekerjaan Roh Kudus untuk membimbingmu, mengatur orang-orang, peristiwa, dan hal-hal di sekitarmu agar menjadi peringatan bagimu dan mendisiplinkanmu. Bagaimana Tuhan memperingatkanmu? Tuhan bertindak dengan banyak cara. Terkadang, Tuhan akan membuatmu memiliki perasaan yang nyata di dalam hati, yang memungkinkanmu menyadari dengan jelas bahwa engkau perlu dikendalikan dan tidak bisa bertindak semaumu. Apabila bertindak salah, engkau akan mempermalukan Tuhan dan dirimu sendiri, dan karenanya, engkau harus menahan diri. Bukankah Tuhan melindungimu? Ini salah satu caranya. Terkadang, Tuhan akan menegur di dalam dirimu dan menyampaikan firman yang jelas kepadamu untuk memberi tahu bahwa bertindak seperti itu memalukan. Tuhan membencinya dan itu terkutuk. Dia menggunakan firman yang jelas untuk menegurmu agar engkau membandingkannya dengan dirimu sendiri. Apa tujuan Tuhan menegurmu dengan cara demikian? Dia melakukannya agar hati nuranimu merasakan sesuatu, dan saat dirimu merasakan sesuatu, engkau akan mempertimbangkan dampak, konsekuensi, serta rasa malumu sendiri, dan akan menahan diri dalam tindakan dan perbuatanmu. Setelah mengalami banyak pengalaman seperti itu, engkau akan menyadari bahwa meskipun watak yang rusak ini sudah mengakar di dalam diri manusia, saat seseorang mampu menerima kebenaran dan dengan jelas melihat fakta dari wataknya yang rusak, mereka mampu dengan sengaja memberontak terhadap daging; saat seseorang mampu menerapkan kebenaran, watak Iblis dalam dirinya akan ditahirkan dan diubah. Watak Iblis dalam diri manusia dapat dihancurkan atau diubah—saat engkau mampu menerima kebenaran dan menerapkannya, watak Iblis dalam dirimu dengan sendirinya akan dihancurkan dan diganti. Begitu engkau merasakan betapa manisnya menerapkan kebenaran, engkau akan berpikir, "Aku dulu tidak tahu malu. Betapa pun beraninya kata-kataku atau bagaimana caraku meninggikan diri agar orang lain memujaku, aku tidak merasa malu dan sama sekali tidak menyadarinya. Kini, aku merasa bahwa tindakan seperti itu salah dan aku kehilangan muka, merasa seolah-olah banyak mata tertuju padaku." Ini adalah pekerjaan Tuhan. Dia memberimu perasaan, dan engkau akan merasa seolah-olah menegur dirimu sendiri, dan kemudian tidak akan melakukan kejahatan atau tetap berpegang pada jalanmu sendiri. Tanpa disadari, caramu meninggikan dan memberi kesaksian tentang dirimu sendiri makin berkurang, engkau pun makin menahan diri, dan kian merasakan bahwa dengan bertindak seperti itu, hatimu merasa tenang dan hati nuranimu merasa damai—inilah hidup dalam terang, dan tidak perlu lagi merasa gelisah atau menggunakan kebohongan atau perkataan yang menyenangkan demi menyamarkan dirimu. Dulu, engkau berbohong dan terus melakukan kebohongan setiap hari demi melindungi reputasimu. Setiap kali berbohong, engkau harus terus melanjutkan kebohongan itu karena takut rahasiamu terbongkar. Akibatnya, engkau makin banyak berbohong, dan kemudian harus berusaha keras dan mencari cara agar kebohonganmu tetap berjalan; engkau menjalani kehidupan yang tidak menyerupai kehidupan manusia maupun setan, dan itu sangat melelahkan! Kini, engkau berusaha menjadi orang yang jujur, dan mampu membuka hati dan mengatakan hal-hal yang nyata. Engkau tidak perlu berbohong dan terus melakukan kebohongan setiap hari, engkau tidak lagi terkekang oleh kebohongan, penderitaanmu pun jauh berkurang. Engkau menjalani hidup yang lebih tenang, bebas, dan merdeka. Di lubuk hatimu, engkau menikmati perasaan damai dan sukacita—engkau merasakan manisnya kehidupan ini. Selagi engkau merasakan manisnya kehidupan ini, dunia batinmu tidak lagi licik, jahat, atau palsu. Sebaliknya, engkau kini bersedia datang ke hadirat Tuhan, berdoa kepada-Nya, serta mencari kebenaran dan mampu mendiskusikannya dengan orang lain saat ada masalah, dan engkau tidak lagi bertindak secara sepihak atau sewenang-wenang. Engkau makin merasa bahwa caramu dulu melakukan sesuatu adalah hina, dan tidak ingin lagi melakukan hal-hal seperti itu. Sebaliknya, engkau bertindak dengan cara apa pun yang sesuai dengan kebenaran, nalar, dan maksud Tuhan; caramu bertindak telah berubah. Saat engkau mampu mencapai semua hal tersebut, bukankah itu berarti engkau telah meninggalkan jalan antikristus? Ketika engkau meninggalkan jalan antikristus, bukankah itu berarti engkau telah memulai jalan untuk mencapai keselamatan? Saat engkau telah menempuh jalan untuk mencapai keselamatan dan sering datang ke hadirat Tuhan, sikap, niat, cara pandang, tujuan, dan arah hidupmu tidak lagi menentang Tuhan, engkau mulai mencintai hal-hal positif, keadilan, kebenaran, dan kejujuran. Saat hal ini terjadi, hati dan pikiranmu yang terdalam sudah mulai berubah. Saat engkau telah memulai jalan untuk mencapai keselamatan, masih bisakah engkau menjadi antikristus? Masih bisakah engkau dengan sengaja menentang Tuhan? Tidak, engkau tidak bisa, dan engkau sekarang sudah terbebas dari bahaya. Hanya dengan memasuki keadaan ini, manusia akan berada di jalur iman yang benar kepada Tuhan, dan hanya dengan mencari dan menerima kebenaran dengan cara ini, mereka mampu membuang masalah, kendali, dan gangguan yang disebabkan oleh natur Iblis dan natur antikristusnya.

—Firman, Jilid 4, Menyingkapkan Antikristus, "Bab Empat: Mereka Meninggikan dan Memberi Kesaksian tentang Diri Mereka Sendiri"

Bagaimana agar dapat membereskan masalah menempuh jalan antikristus yang mereka lakukan? (Di satu sisi, mereka harus memahami masalah ini, dan datang ke hadapan Tuhan untuk berdoa ketika mereka memperlihatkan pemikiran mereka untuk berjuang demi status. Lebih jauh lagi, mereka harus memberi tahu tentang diri mereka yang sebenarnya kepada saudara-saudari, kemudian dengan sadar memberontak terhadap pemikiran yang salah ini. Mereka juga harus meminta Tuhan untuk menghakimi, menghajar, memangkas, dan mendisiplinkan mereka. Dengan demikian, mereka akan mampu mulai menempuh jalan yang benar.) Itu jawaban yang cukup bagus. Namun, ini tidak mudah untuk dicapai, dan ini bahkan lebih sulit bagi mereka yang terlalu mencintai reputasi dan status. Melepaskan reputasi dan status tidaklah mudah—itu tergantung pada apakah orang mengejar kebenaran atau tidak. Hanya dengan memahami kebenaran, barulah orang mampu mengenal dirinya sendiri, mengerti dengan jelas betapa hampanya mencari ketenaran, keuntungan dan status itu, dan mengerti dengan jelas kebenaran tentang kerusakan manusia. Hanya setelah orang benar-benar mengenal dirinya sendiri, barulah mereka mampu meninggalkan status dan reputasi. Tidaklah mudah menyingkirkan watak yang rusak. Jika engkau telah menyadari bahwa engkau tidak memiliki kebenaran, penuh dengan kekurangan, dan memperlihatkan terlalu banyak kerusakan, tetapi engkau tidak berupaya mengejar kebenaran, dan engkau menyamarkan dirimu dan bersikap munafik, membuat orang percaya bahwa engkau mampu melakukan apa pun, ini akan menempatkanmu dalam bahaya—dan cepat atau lambat, akan tiba waktunya engkau akan menghadapi rintangan dan jatuh. Engkau harus mengakui bahwa engkau tidak memiliki kebenaran, dan cukup berani untuk menghadapi kenyataan. Engkau memiliki kelemahan, memperlihatkan kerusakan, dan dipenuhi dengan segala macam kekurangan. Ini normal, karena engkau adalah manusia biasa, engkau bukan manusia super atau mahakuasa, dan engkau harus mengakuinya. Ketika orang lain mencemooh atau menyindir dirimu, jangan langsung bereaksi dengan bersikap antipati karena apa yang mereka katakan tidak menyenangkan, atau jangan menentangnya karena engkau menganggap dirimu mampu dan sempurna—ini seharusnya tidak menjadi sikapmu terhadap perkataan semacam itu. Bagaimana sikapmu yang seharusnya? Engkau harus berkata pada dirimu sendiri, "Aku punya kekurangan, segala sesuatu tentang diriku rusak dan tidak sempurna, dan aku hanyalah manusia biasa. Meskipun mereka mencemooh dan menyindirku, adakah hal yang benar dalam perkataan mereka? Jika sebagian dari apa yang mereka katakan benar, maka aku harus menerima bahwa itu adalah dari Tuhan." Jika sikapmu seperti ini, itu membuktikan bahwa engkau mampu memperlakukan status, reputasi, dan apa yang orang lain katakan tentangmu dengan benar. Status dan reputasi tidak mudah dikesampingkan. Bagi orang yang agak berbakat, memiliki taraf kualitas tertentu, atau memiliki pengalaman kerja tertentu, mengesampingkan status dan gengsi jauh lebih sulit. Meskipun terkadang mereka mungkin menyatakan telah mengesampingkan hal-hal tersebut, mereka tidak dapat melakukannya di dalam hati mereka. Begitu situasi memungkinkan dan mereka memiliki kesempatan, mereka akan terus berjuang demi ketenaran, keuntungan dan status seperti yang mereka lakukan sebelumnya, karena semua manusia yang rusak menyukai hal-hal ini, hanya saja mereka yang tidak berkarunia atau tidak berbakat memiliki keinginan yang sedikit lebih lemah untuk mengejar status. Mereka yang memiliki pengetahuan, bakat, penampilan menarik, dan modal istimewa, memiliki keinginan yang sangat kuat untuk mendapatkan reputasi dan status, sampai-sampai mereka dipenuhi dengan ambisi dan keinginan tersebut. Ini adalah hal tersulit untuk mereka kesampingkan. Ketika mereka tidak memiliki status, keinginan mereka berada pada tahap baru lahir. Setelah mereka memperoleh status, ketika rumah Tuhan memercayakan tugas penting tertentu kepada mereka, dan terutama jika mereka telah bekerja selama bertahun-tahun dan memiliki banyak pengalaman dan modal, keinginan itu tidak lagi berada dalam tahap baru lahir, tetapi sudah berakar, berbunga, dan hampir berbuah. Jika orang selalu memiliki keinginan dan ambisi untuk melakukan hal-hal besar, menjadi terkenal, menjadi sosok yang hebat, maka begitu mereka melakukan kejahatan besar, dan akibatnya mulai dapat dirasakan, maka habislah mereka dan mereka akan disingkirkan. Jadi, sebelum ini menimbulkan malapetaka besar, mereka harus segera membalikkan keadaan, selagi masih ada waktu. Setiap kali engkau melakukan sesuatu, dan dalam konteks apa pun, engkau harus mencari kebenaran, berlatih menjadi orang yang jujur dan taat kepada Tuhan, dan mengesampingkan pengejaran akan status dan reputasi. Ketika engkau selalu memiliki pemikiran dan keinginan untuk bersaing mengejar status, engkau harus menyadari konsekuensi buruk apa yang akan ditimbulkan oleh keadaan seperti ini jika itu dibiarkan tidak dibereskan. Jadi, jangan buang waktu, carilah kebenaran, atasi keinginanmu untuk bersaing mengejar status selagi itu masih dalam tahap baru lahir, dan gantilah keinginan itu dengan menerapkan kebenaran. Ketika engkau menerapkan kebenaran, keinginan dan ambisimu untuk bersaing mengejar status akan berkurang, dan engkau tidak akan mengganggu pekerjaan gereja. Dengan cara seperti ini, tindakanmu akan diingat dan diperkenan oleh Tuhan. Jadi, apa yang berusaha Kutekankan? Hal ini: engkau harus melepaskan dirimu dari keinginan dan ambisimu sebelum mereka berkembang, membuahkan hasil, dan menyebabkan malapetaka besar. Jika engkau tidak menyingkirkannya saat itu masih dalam tahap awal, engkau akan kehilangan kesempatan besar; dan begitu itu telah menyebabkan malapetaka besar, akan terlambat untuk membereskannya. Jika engkau bahkan tidak memiliki keinginan untuk memberontak terhadap daging, akan sangat sulit bagimu untuk berada di jalan mengejar kebenaran; jika engkau mengalami kemunduran dan kegagalan dalam pengejaranmu akan ketenaran, keuntungan, dan status, dan engkau tidak menjadi sadar akan hal ini, maka ini berbahaya: ada kemungkinan engkau akan disingkirkan. Ketika orang yang mencintai kebenaran menghadapi satu atau dua kegagalan dan kemunduran dalam hal reputasi dan status, mereka dapat melihat dengan jelas bahwa reputasi dan status sama sekali tidak berharga. Mereka mampu sepenuhnya melepaskan status dan reputasi, dan bertekad bahwa meskipun mereka tidak akan pernah memiliki status, mereka tetap akan terus mengejar kebenaran dan melaksanakan tugas mereka dengan semestinya, serta membagikan kesaksian pengalaman mereka, dan dengan demikian mencapai hasil menjadi kesaksian bagi Tuhan. Sekalipun mereka adalah pengikut biasa, mereka tetap mampu mengikuti sampai akhir, dan yang mereka inginkan hanyalah menerima perkenanan Tuhan. Hanya merekalah orang yang benar-benar mencintai kebenaran dan memiliki tekad. Rumah Tuhan telah menyingkirkan banyak antikristus dan orang jahat, dan ada orang-orang yang mengejar kebenaran, setelah melihat kegagalan antikristus, mereka merenungkan jalan yang ditempuh orang-orang itu, dan merenungkan serta mengenal diri mereka sendiri. Dari hal ini, mereka mendapatkan pemahaman tentang maksud Tuhan, bertekad untuk menjadi pengikut biasa, dan berfokus mengejar kebenaran dan melaksanakan tugas mereka dengan baik. Meskipun Tuhan menganggap mereka pelaku pelayanan atau orang hina yang bukan siapa-siapa, itu tidak masalah bagi mereka. Mereka hanya akan berusaha menjadi orang yang rendah, pengikut yang kecil dan tidak berarti di mata Tuhan, yang pada akhirnya akan disebut sebagai makhluk ciptaan yang layak oleh Tuhan. Orang-orang seperti ini adalah orang yang baik dan orang yang Tuhan perkenan.

—Firman, Jilid 4, Menyingkapkan Antikristus, Bab Sembilan (Bagian Tiga)

Apakah engkau semua takut menempuh jalan antikristus? (Ya.) Apakah merasa takut saja ada gunanya? Tidak—hanya merasa takut tidak dapat menyelesaikan masalah. Adalah normal untuk merasa takut menempuh jalan antikristus. Itu memperlihatkan bahwa seseorang mencintai kebenaran, seseorang yang mau berjuang ke arah kebenaran dan mau mengejarnya. Jika engkau merasa takut dalam hatimu, engkau harus mencari kebenaran dan menemukan jalan penerapan. Engkau harus memulainya dengan belajar bekerja sama dengan orang lain secara harmonis. Jika ada masalah, selesaikanlah dengan persekutuan dan diskusi sehingga semua orang dapat mengetahui prinsip-prinsipnya, serta alasan spesifik dan rencana tentang bagaimana menyelesaikannya. Bukankah ini menghalangimu agar tidak membuat keputusan sendiri? Selain itu, jika engkau memiliki hati yang takut akan Tuhan, engkau akan secara alami mampu menerima pemeriksaan Tuhan, tetapi, engkau juga harus belajar untuk menerima pengawasan dari umat pilihan Tuhan, yang mengharuskanmu untuk memiliki toleransi dan pikiran terbuka. Jika engkau melihat seseorang mengawasimu, memeriksa pekerjaanmu, atau memeriksamu tanpa sepengetahuanmu, dan jika engkau menjadi pemarah, memperlakukan orang ini seperti musuh dan membenci mereka, dan bahkan menyerang dan menangani mereka sebagai pengkhianat, mengharapkan agar mereka lenyap, berarti ini adalah masalah. Bukankah ini sangat keji? Apa bedanya ini dengan raja setan? Seperti inikah memperlakukan orang secara adil? Jika engkau menempuh jalan yang benar dan bertindak secara benar, apa yang harus kautakutkan jika orang-orang memeriksamu? Jika engkau takut, itu menunjukkan ada sesuatu yang tersembunyi di dalam hatimu. Jika engkau tahu dalam hatimu bahwa engkau memiliki masalah, maka engkau harus menerima penghakiman dan hajaran Tuhan. Ini masuk akal. Jika engkau tahu engkau memiliki masalah, tetapi engkau tidak mengizinkan siapa pun untuk mengawasimu, memeriksa pekerjaanmu, atau menyelidiki masalahmu, itu berarti engkau bersikap sangat tidak masuk akal, engkau sedang memberontak dan menentang Tuhan, dan dalam hal ini, masalahmu bahkan lebih serius. Jika umat pilihan Tuhan melihat bahwa engkau adalah orang jahat atau pengikut yang bukan orang percaya, maka konsekuensinya akan lebih merepotkan. Dengan demikian, mereka yang mampu menerima pengawasan, penyelidikan, dan pemeriksaan orang lain adalah orang yang paling masuk akal. Mereka memiliki toleransi dan kemanusiaan yang normal. Ketika engkau menemukan bahwa engkau melakukan kesalahan atau memperlihatkan watakmu yang rusak, jika engkau mampu membuka diri dan berkomunikasi dengan orang-orang, ini akan membantu orang-orang di sekitarmu untuk mengawasimu. Menerima pengawasan tentu saja diperlukan, tetapi yang terutama engkau harus berdoa kepada Tuhan dan mengandalkan Dia, terus-menerus memeriksa dirimu sendiri. Khususnya ketika engkau telah menempuh jalan yang salah atau melakukan sesuatu yang salah, atau ketika engkau hendak bertindak atau memutuskan sesuatu menurut kemauanmu sendiri, dan seseorang di dekatmu memberi tahu dan mengingatkanmu, engkau harus menerimanya dan segera merenungkan dirimu sendiri, serta mengakui kesalahanmu, lalu memperbaikinya. Hal ini dapat mencegahmu agar tidak menempuh jalan antikristus. Jika ada seseorang yang membantu dan mengingatkanmu dengan cara seperti ini, bukankah engkau terlindungi tanpa menyadarinya? Engkau terlindungi—itulah perlindunganmu. Oleh karena itu, engkau tidak boleh selalu bersikap waspada terhadap saudara-saudarimu, atau terhadap orang-orang di sekitarmu. Jangan selalu menyamar dan menutupi dirimu sendiri, tidak membiarkan orang lain memahamimu atau melihat siapa dirimu. Jika hatimu selalu bersikap waspada terhadap orang lain, itu akan memengaruhi pencarianmu akan kebenaran, dan akan mudah bagimu untuk kehilangan pekerjaan Roh Kudus, serta kehilangan banyak kesempatan untuk disempurnakan. Jika engkau selalu bersikap waspada terhadap orang lain, engkau akan memiliki rahasia di dalam hatimu, dan engkau tidak akan mampu bekerja sama dengan orang lain. Engkau akan cenderung melakukan hal yang salah dan menempuh jalan yang salah, dan engkau akan terkejut ketika engkau melakukan kesalahan. Apa yang akan kaupikirkan pada saat itu? "Seandainya aku tahu akibatnya akan seperti ini, aku pasti telah bekerja sama dengan saudara-saudariku untuk melaksanakan tugasku sejak awal, dan pasti tidak akan ada masalah. Namun, karena aku selalu takut orang lain mengetahui yang sebenarnya tentang diriku, aku bersikap waspada terhadap mereka. Namun, pada akhirnya tak seorang pun melakukan kesalahan—akulah yang melakukan kesalahan pertama. Sungguh hal yang memalukan dan bodoh!" Jika engkau dapat berfokus untuk mencari kebenaran, dan membuka diri dalam persekutuan dengan saudara-saudarimu ketika engkau mengalami kesulitan, saudara-saudarimu dapat membantumu, dan memungkinkanmu untuk memahami jalan penerapan yang benar, dan prinsip-prinsip penerapan. Hal itu dapat melindungimu agar tidak menempuh jalan yang salah ketika melaksanakan tugasmu, sehingga engkau tidak akan gagal atau jatuh, atau dibenci dan ditolak oleh Tuhan lalu disingkirkan. Sebaliknya, engkau akan menerima perlindungan, melaksanakan tugasmu dengan benar, dan mendapatkan perkenanan Tuhan. Betapa besarnya manfaat yang orang peroleh dari kerja sama yang harmonis!

—Firman, Jilid 3, Pembicaraan Kristus Akhir Zaman, "Penyelesaian Tugas yang Benar Membutuhkan Kerja Sama yang Harmonis"

Karena engkau semua sekarang tidak memiliki kenyataan firman Tuhan sebagai hidupmu, apa yang akan terjadi setelah engkau memiliki status dan gelar resmi? Akankah engkau menempuh jalan antikristus? (Itu tidak pasti.) Ini adalah saat bahaya yang terbesar. Mampukah engkau semua memahami hal ini dengan jelas? Katakan kepada-Ku, berbahayakah menjadi pemimpin atau pekerja? (Ya.) Menyadari bahayanya, masih relakah engkau semua melaksanakan tugas ini? (Ya.) Kerelaan untuk melaksanakan tugasmu ini adalah kehendak manusia, dan itu adalah hal yang positif. Namun, apakah hal positif ini saja yang memungkinkanmu menerapkan kebenaran? Akankah engkau mampu memberontak terhadap keinginan daging? Dengan mengandalkan niat baik manusia dan kehendak manusia, serta mengandalkan keinginan dan cita-cita manusia, akankah engkau mampu mewujudkan keinginanmu? (Tidak.) Jika demikian, engkau semua harus memikirkan apa yang harus kaulakukan untuk mewujudkan keinginan, cita-cita, dan kehendakmu sebagai kenyataanmu dan menjadi tingkat pertumbuhanmu yang sebenarnya. Sebenarnya, ini tidak terlalu menjadi masalah. Persoalan yang sebenarnya adalah bahwa mengingat keadaan dan tingkat pertumbuhan manusia saat ini, serta mengingat kualitas kemanusiaannya, mereka masih belum mampu memenuhi syarat-syarat perkenanan Tuhan. Karakter manusiamu tidak lebih dari sedikit hati nurani dan nalar, bukan kemauan untuk mengejar kebenaran. Saat melaksanakan tugasmu, engkau mungkin berharap untuk tidak asal-asalan, dan tidak berusaha mengelabui Tuhan, tetapi engkau akan melakukannya. Mengingat keadaan dan tingkat pertumbuhanmu yang sebenarnya saat ini, engkau sudah berada di tempat yang berbahaya. Masihkah engkau berpendapat bahwa memiliki status itu berbahaya, tetapi tidak memilikinya berarti engkau aman? Kenyataannya, tidak memiliki status juga berbahaya. Selama engkau hidup berdasarkan watak yang rusak, engkau berada dalam bahaya. Jadi, apakah berarti yang berbahaya hanyalah menjadi pemimpin, sedangkan orang-orang yang bukan pemimpin aman? (Tidak.) Jika engkau bukan orang yang mengejar kebenaran dan sedikit pun tidak memiliki kenyataan kebenaran, engkau berada dalam bahaya, entah engkau seorang pemimpin atau bukan. Jadi, bagaimana seharusnya engkau mengejar kebenaran agar terhindar dari bahaya ini? Sudahkah engkau semua mempertimbangkan pertanyaan ini? Jika engkau hanya memiliki sedikit keinginan dan hanya mengikuti beberapa aturan, akankah itu berhasil? Mampukah engkau benar-benar luput dari tempat bahaya dengan cara seperti ini? Ini mungkin berhasil dalam jangka pendek, tetapi apa yang akan terjadi dalam jangka panjang sulit untuk ditebak. Jadi, apa yang harus dilakukan? Ada orang-orang yang berkata bahwa mengejar kebenaran adalah jalan terbaik. Ini mutlak benar, tetapi dengan cara apakah orang harus mengejar untuk masuk ke dalam kenyataan kebenaran? Dan agar kehidupan mereka bertumbuh? Tak satu pun dari ini yang merupakan masalah sederhana. Pertama-tama, engkau harus memahami kebenaran, kemudian engkau harus menerapkannya. Selama orang memahami kebenaran, separuh dari masalah ini sudah terselesaikan. Mereka akan mampu merenungkan keadaan mereka sendiri dan memahaminya dengan jelas. Mereka akan merasakan bahaya yang sedang mereka hadapi. Mereka akan mampu menerapkan kebenaran secara proaktif. Penerapan seperti itu secara alami menuntun orang kepada ketundukan kepada Tuhan. Apakah orang yang tunduk kepada Tuhan bebas dari bahaya? Apakah engkau benar-benar membutuhkan jawabannya? Mereka yang benar-benar tunduk kepada Tuhan tidak akan lagi memberontak atau menentang Tuhan, apalagi mengkhianati-Nya. Keselamatan mereka terjamin. Bukankah orang seperti itu sepenuhnya terbebas dari bahaya? Oleh karena itu, cara terbaik untuk mengatasi masalah adalah dengan menerapkan keseriusan terhadap kebenaran dan mengerahkan upaya mereka untuk kebenaran. Setelah orang benar-benar memahami kebenaran, semua masalah akan terselesaikan.

—Firman, Jilid 3, Pembicaraan Kristus Akhir Zaman, "Bagaimana Mengatasi Pencobaan dan Keterikatan Status"

Ketika pemimpin dan pekerja bekerja, mereka terkadang dicerahkan dan diterangi oleh Roh Kudus, mampu berbicara tentang beberapa pengalaman nyata, dan tentu saja, akan ada orang-orang yang sangat menghormati, memuja, dan mengikutinya, menempel padanya seolah-olah bayangannya sendiri—pada saat-saat seperti ini, bagaimana seharusnya mereka menyikapi hal tersebut? Setiap orang memiliki kecenderungannya masing-masing dan bersikap sombong; jika mendengar ada yang memuji dan menyanjungnya, mereka akan sangat menikmatinya. Ini adalah sesuatu yang wajar untuk dirasakan dan bukan masalah besar. Namun, jika mereka mulai mempromosikan orang-orang yang suka menyanjung dan memujinya secara berlebihan, dan menempatkan orang-orang tersebut untuk suatu peran penting, itu menjadi berbahaya. Ini karena orang-orang yang suka menyanjung dan memberikan pujian secara berlebihan biasanya sangat licik dan suka menipu, serta tidak jujur atau tidak tulus. Begitu orang-orang semacam itu memperoleh status, mereka tidak memberikan manfaat bagi jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan atau pekerjaan gereja. Orang-orang ini licik dan paling mampu mengacaukan segalanya. Di sisi lain, mereka yang relatif jujur tidak pernah memuji orang lain secara berlebihan. Sekalipun menyetujuimu dalam hati, mereka tidak akan mengatakannya secara langsung, dan jika mereka menemukan kekuranganmu atau engkau telah melakukan kesalahan, mereka akan menunjukkannya kepadamu. Namun, sebagian orang tidak menyukai mereka yang berterus terang, dan saat ada yang menunjukkan kekurangan atau mencelanya, mereka akan menindas dan mengucilkan orang tersebut, bahkan akan memanfaatkan kekurangan dan kelemahannya untuk terus-menerus menghakimi dan mengutuknya. Dengan melakukan hal ini, bukankah mereka menindas dan menyakiti orang baik? Melakukan hal tersebut dan menganiaya orang baik adalah sesuatu yang paling dibenci oleh Tuhan. Menganiaya orang baik adalah perbuatan yang jahat! Jika ada yang menganiaya banyak orang baik, mereka adalah Iblis. Pemimpin dan pekerja harus memperlakukan semua orang dengan adil dan penuh kasih, serta menangani masalah sesuai dengan prinsip. Apalagi jika di sekelilingmu ada orang-orang yang menyanjung dan memujimu, engkau harus memperlakukan mereka dengan benar, membantunya dengan penuh kasih, dan membuat mereka melaksanakan tugasnya dengan benar, dan tidak menyanjung orang lain seperti yang dilakukan oleh orang tidak percaya; engkau harus menyatakan posisi dan perspektifmu dengan jelas, membuat mereka merasa terhina dan malu sehingga tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Jika engkau mampu berpegang teguh pada prinsip dan memperlakukan orang dengan adil, apakah para badut hina dan ragam Iblis ini tidak akan merasa malu? Ini akan membuat Iblis merasa malu dan akan menyenangkan hati Tuhan. Mereka yang suka menyanjung orang lain percaya bahwa pemimpin dan pekerja menyukai orang yang menyanjungnya, dan setiap kali ada yang mengatakan sesuatu untuk menyanjung atau memujinya, kesombongan dan keinginan mereka untuk mendapatkan status terpenuhi. Namun, orang-orang yang mencintai kebenaran tidak menyukai semua ini, mereka sangat membencinya dan benar-benar merasa jijik. Hanya pemimpin palsu yang senang disanjung. Rumah Tuhan mungkin tidak memberikan pujian atau penghargaan kepada mereka, tetapi jika umat pilihan Tuhan memuji dan mengaguminya, mereka merasa sangat senang dan menikmatinya, dan pada akhirnya, mereka memperoleh sedikit kenyamanan dari hal tersebut. Antikristus lebih senang disanjung, dan hal yang paling mereka nikmati adalah saat orang-orang seperti ini mendekati dan berada di sekitar mereka. Bukankah ini mengkhawatirkan? Seperti inilah ciri antikristus; mereka suka dipuji dan dikagumi, dipuja dan diikuti, sedangkan orang-orang yang mengejar kebenaran dan relatif jujur tidak menyukai semua ini. Engkau harus mendekat kepada orang-orang yang mampu berbicara jujur kepadamu; memiliki orang-orang seperti ini di sisimu sangat menguntungkan dirimu. Apalagi, jika orang-orang baik di sekitarmu itu adalah orang-orang yang, ketika mendapati adanya masalah dengan dirimu, berani menegurmu dan menyingkapkan dirimu, itu dapat mencegahmu tersesat. Mereka tidak peduli apa statusmu, dan pada saat mereka mendapatimu telah melakukan sesuatu yang bertentangan dengan prinsip-prinsip kebenaran, mereka kemudian akan menegur dan menyingkapkanmu jika perlu. Hanya orang-orang seperti inilah yang merupakan orang yang jujur, orang yang memiliki rasa keadilan, dan bagaimanapun cara mereka menyingkapkan dan menegur dirimu, semuanya itu adalah untuk membantumu, dan semuanya itu adalah untuk mengawasimu dan mendorongmu untuk maju. Engkau harus mendekat kepada orang-orang seperti itu; memiliki orang-orang seperti itu di sisimu akan menolongmu, engkau akan relatif lebih aman—ini berarti engkau memiliki perlindungan Tuhan. Selalu dikelilingi orang-orang yang memahami kebenaran dan menjunjung tinggi prinsip untuk mengawasimu sangatlah bermanfaat dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik. Jangan pernah sekali pun membiarkan orang-orang licik, suka menipu, yang menjilat, dan menyanjungmu menjadi asistenmu; adanya orang seperti ini di dekatmu ibarat lalat bau yang menempel di tubuh, engkau akan terpapar begitu banyak bakteri dan virus! Orang-orang semacam itu cenderung mengganggu dan memengaruhi pekerjaanmu, mereka bisa menyebabkanmu jatuh ke dalam godaan dan tersesat, dan dapat mendatangkan bencana dan malapetaka bagimu. Engkau harus menjauhi mereka, makin jauh makin baik, dan jika engkau bisa mengenali bahwa mereka memiliki esensi pengikut yang bukan orang percaya dan mengeluarkannya dari gereja, itu akan lebih baik lagi. Begitu seseorang yang jujur dan mengejar kebenaran melihatmu memiliki masalah, mereka akan mengatakan kebenaran tanpa memandang status atau melihat perlakuanmu terhadap mereka sekalipun engkau akan memberhentikannya. Mereka tidak akan pernah berusaha menutupinya atau berbohong. Memiliki lebih banyak orang-orang seperti ini di sekitarmu sangatlah bermanfaat! Saat melakukan sesuatu yang bertentangan dengan prinsip, mereka akan menyingkapkanmu, memberikan pendapat tentang persoalanmu, serta menunjukkan masalah dan kesalahanmu dengan terus terang dan jujur. Mereka tidak akan berusaha membantu menyelamatkan reputasimu, dan bahkan tidak akan memberimu kesempatan untuk menghindari rasa malu di depan banyak orang. Bagaimana seharusnya engkau memperlakukan orang-orang semacam itu? Haruskah engkau menghukum mereka ataukah mendekat kepada mereka? (Mendekat kepada mereka.) Benar. Engkau harus membuka hatimu dan bersekutu dengan mereka, dengan berkata, "Masalah yang engkau tunjukkan kepadaku benar adanya. Pada saat itu, aku penuh dengan kesombongan dan pemikiran tentang status. Aku merasa bahwa aku sudah menjadi pemimpin selama bertahun-tahun, tetapi engkau bukan saja tidak berusaha untuk membantuku menyelamatkan muka, engkau juga menunjukkan apa masalahku di depan begitu banyak orang, jadi aku tidak bisa menerimanya. Namun, kini aku sadar bahwa yang telah kulakukan itu sangat bertentangan dengan prinsip dan kebenaran, dan aku tidak seharusnya melakukan hal itu. Apa gunanya memiliki kedudukan sebagai pemimpin? Bukankah ini hanya tugasku? Kita semua melakukan tugas dan status kita semuanya sama. Satu-satunya perbedaan adalah aku memikul tanggung jawab yang sedikit lebih banyak, itu saja. Jika kelak kaudapati masalah apa pun, engkau harus mengatakan apa yang seharusnya kaukatakan, dan tidak boleh ada dendam di antara kita. Jika ada perbedaan dalam pemahaman kita akan kebenaran, kita dapat bersekutu bersama-sama. Di rumah Tuhan dan di hadapan Tuhan dan kebenaran, kita harus bersatu, tidak saling menjauhkan diri." Ini adalah sikap yang menerapkan dan mencintai kebenaran. Apa yang harus engkau lakukan jika engkau ingin menjauhkan dirimu dari jalan antikristus? Engkau harus berinisiatif untuk mendekatkan dirimu kepada orang-orang yang mencintai kebenaran, orang-orang yang jujur, mendekat kepada orang-orang yang bisa menunjukkan masalahmu, yang mampu berbicara jujur dan menegurmu ketika mereka menemukan masalahmu, dan terutama orang-orang yang mampu memangkasmu ketika menemukan masalahmu—orang-orang inilah yang paling bermanfaat bagimu, dan engkau harus menghargai mereka. Jika engkau mengucilkan dan menyingkirkan orang-orang baik tersebut, engkau akan kehilangan perlindungan Tuhan, dan bencana akan secara berangsur menimpamu. Jika engkau mendekat kepada orang-orang yang baik dan orang-orang yang memahami kebenaran, engkau akan memiliki damai dan sukacita, dan engkau akan mampu menjauhkan dirimu dari bencana; jika engkau mendekat kepada orang-orang keji, orang-orang yang tidak tahu malu, dan orang-orang yang menjilatmu, engkau akan berada dalam bahaya. Engkau bukan saja akan dengan mudah ditipu dan dikelabui, tetapi bencana dapat menimpamu setiap saat. Engkau harus tahu tipe orang seperti apa yang paling bermanfaat bagimu—yaitu mereka yang bisa memperingatkanmu ketika melakukan kesalahan, atau ketika engkau meninggikan dan memberi kesaksian tentang dirimu sendiri serta menyesatkan orang lain, itulah yang paling bermanfaat bagimu. Mendekati orang-orang seperti itu adalah jalan yang benar untuk ditempuh.

—Firman, Jilid 4, Menyingkapkan Antikristus, "Bab Empat: Mereka Meninggikan dan Memberi Kesaksian tentang Diri Mereka Sendiri"

Untuk berusaha menyenangkan orang-orang dan memastikan terpilih kembali sebagai pemimpin, beberapa pemimpin gereja menerapkan prinsip-prinsip demokratis dalam segala hal yang mereka lakukan dengan alasan bahwa mereka tidak bersikap diktator. Mereka menggunakan cara ini untuk berusaha menyenangkan orang-orang, tetapi pada kenyataannya, untuk memperkuat status mereka sendiri. Bukankah ini perilaku seorang antikristus? (Ya.) Tindakan ini hanya dilakukan oleh antikristus. Apakah engkau semua juga melakukan hal ini? (Kadang-kadang.) Apakah engkau semua merenungkan niat apa yang mengendalikan tindakan-tindakan ini? Masuk akal jika orang itu baru saja memulai pelatihan sebagai pemimpin dan belum memahami prinsip-prinsipnya. Namun, jika mereka telah menjadi pemimpin atau pekerja selama beberapa tahun dan masih bersikeras melakukannya, maka hal ini tidak memiliki prinsip-prinsip. Ini adalah kepemimpinan palsu dan orang itu tidak mengejar kebenaran. Jika orang memiliki niat dan tujuan mereka sendiri dan terus melakukan hal ini, mereka adalah antikristus. Bagaimana pendapat engkau semua tentang masalah ini? Apa yang engkau terapkan ketika menghadapinya? Jika engkau memiliki niat dan tujuanmu sendiri, bagaimana caramu menyelesaikannya? (Aku menyadari bahwa aku memendam beberapa niat di dalam diriku. Terkadang, aku takut saudara-saudari akan mengatakan tindakanku tidak terbuka, tidak transparan, dan aku membuat keputusan sendiri tanpa memberi tahu mereka. Ketika aku berpikir seperti itu, aku akan berdiskusi dan menyelesaikan masalah dengan saudara-saudari. Aku tidak akan membuat keputusan sendiri.) Berkonsultasi dengan orang lain dapat diterima. Sudah sepantasnya untuk memastikan semua orang memperoleh informasi; ini berarti menerima saudara-saudari untuk mengawasi pekerjaanmu, yang membantu dalam melaksanakan tugasmu. Namun, saat berdiskusi, engkau juga harus mematuhi prinsip-prinsip kebenaran. Jika engkau menyimpang dari prinsip-prinsip kebenaran, diskusi bisa melenceng dari topik atau sia-sia, dan engkau tidak akan mencapai kesimpulan yang benar. Karena itu, ketika memulai diskusi, para pemimpin dan pekerja sebaiknya memimpin dengan membaca beberapa bagian dari firman Tuhan yang relevan. Dengan begitu, semuanya dapat bersekutu sesuai dengan firman Tuhan. Persekutuan seperti ini akan memberikan jalan dan membuahkan hasil yang baik. Engkau tidak bisa melepaskan tanggung jawab dan membiarkan semua orang bersekutu sesuka hati. Jika tidak ada yang memiliki pendapat yang kuat dan mereka tidak mencari kebenaran, cara bersekutu seperti ini sia-sia, tidak peduli seberapa lama engkau melakukannya. Itu tidak akan pernah mencapai hasil yang benar. ...

... engkau harus memahami bahwa tugas yang kaulaksanakan dan pekerjaan yang kaulakukan adalah amanat dari Tuhan, dan engkau harus melakukannya sesuai dengan tuntutan Tuhan. Dengan begitu, engkau akan memiliki tujuan dan arah di benakmu dan engkau akan mampu mencari kebenaran serta mencari jalan dalam firman Tuhan. Lalu, engkau harus memimpin semuanya untuk mempersekutukan bagian-bagian firman Tuhan yang relevan dan memungkinkan mereka mempersekutukan kebenaran menurut firman-Nya, mendapatkan lebih banyak terang dalam firman-Nya, memahami maksud Tuhan dan kebenaran, kemudian menerapkannya sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran. Inilah yang menempuh jalan yang benar. Pada dasarnya, pekerjaan gereja adalah memimpin umat pilihan Tuhan dalam memahami dan memasuki semua kebenaran yang Tuhan ungkapkan. Ini adalah pekerjaan gereja yang paling mendasar. Jadi, apa pun masalah yang diselesaikan di setiap pertemuan, kita tidak dapat melakukannya tanpa membaca firman Tuhan yang relevan dan mempersekutukan kebenaran. Pada akhirnya, jika engkau mempersekutukan kebenaran dan prinsip-prinsip penerapan sampai jelas, semua orang akan memahami kebenaran dan tahu cara menerapkannya. Entah aspek kebenaran mana yang engkau makan dan minum selama pertemuan, engkau harus bersekutu dengan cara ini dan mencari kebenaran berdasarkan masalah yang kauhadapi. Mereka yang memahami kebenaran harus memimpin persekutuan dan mereka yang telah dicerahkan bisa melanjutkan persekutuan. Dengan cara ini, makin mereka bersekutu, makin banyak Roh Kudus yang bekerja di dalam diri mereka dan makin mereka mempersekutukan kebenaran, makin banyak kejelasan yang akan mereka peroleh. Ketika semua orang memahami kebenaran, mereka akan memperoleh kebebasan dan kelepasan penuh serta jalan untuk diikuti. Ini adalah hasil terbaik yang dapat diperoleh dalam sebuah pertemuan. Ketika semuanya berkomunikasi tentang kenyataan kebenaran sampai jelas melalui persekutuan semacam ini, apakah mereka akan memahami kebenaran? (Ya.) Setelah orang-orang memahami kebenaran, mereka akan dengan sendirinya mengetahui cara mengalami dan menerapkannya. Ketika mereka dapat menerapkan kebenaran dengan akurat, bukankah mereka telah mendapatkan kebenaran? (Ya.) Ketika orang telah mendapatkan kebenaran, bukankah mereka telah mendapatkan Tuhan? Jika seseorang telah mendapatkan Tuhan, bukankah mereka telah mendapatkan keselamatan dari Tuhan? (Ya.) Jika dalam peranmu sebagai pemimpin atau pekerja, engkau mampu memperoleh hasil ini, artinya engkau telah melakukan tugasmu dengan baik, memenuhi standar yang ditetapkan, dan engkau akan memperoleh perkenanan Tuhan. Ketika semua umat pilihan Tuhan memahami kebenaran, apakah mereka akan tetap memuja, mengagumi dan mengikutimu? (Tidak.) Orang-orang hanya akan memujimu, menghormatimu, mau berhubungan dan berinteraksi denganmu, serta mendengarkan persekutuanmu agar mereka bisa mendapat manfaat darinya. Mereka yang memahami kebenaran sesungguhnya bisa menjadi garam dan terang. Inilah makna memenuhi tugas sebagai makhluk ciptaan dan menjadi makhluk ciptaan yang memenuhi syarat. Ketika orang-orang telah memahami kebenaran dan mencapai hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan, mereka dapat memperoleh kesesuaian dengan Tuhan, tidak lagi memberontak, salah paham, atau menentang-Nya, mampu meninggikan, dan menjadi saksi bagi Tuhan tanpa peduli masalah apa pun yang mereka hadapi. Apabila sebagai pemimpin atau pekerja, engkau menerapkan prinsip-prinsip seperti berikut ini, tanpa kausadari, engkau akan membawa orang-orang ke hadapan Tuhan. Orang-orang yang engkau pimpin juga akan mampu menerapkan kebenaran, masuk ke dalam kenyataan, dan meninggikan Tuhan serta menjadi saksi bagi-Nya. Dengan demikian, orang-orang yang engkau pimpin juga akan mampu diperkenan dan didapatkan oleh Tuhan. Jadi, ketika pemimpin melangkah di jalan untuk mengejar kebenaran, ini sepenuhnya sesuai dengan maksud Tuhan. Asalkan apa yang dilakukan orang-orang sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran, hasil dari tindakan mereka hanya akan makin baik, tanpa satu pun efek samping yang merugikan, dan mereka akan mendapat berkat dan perlindungan Tuhan dalam segala hal. Meskipun terkadang mereka menyebabkan penyimpangan, Tuhan akan mencerahkan dan memimpinnya, dan mereka akan menemukan koreksi dalam firman Tuhan. Ketika manusia menempuh jalan yang benar, mereka akan mendapatkan berkat dan perlindungan Tuhan.

—Firman, Jilid 3, Pembicaraan Kristus Akhir Zaman, "Bagian Tiga"

Manusia yang rusak suka mengejar status dan menikmati keuntungannya. Ini berlaku bagi siapa pun, entah engkau memiliki status atau tidak saat ini: Sangatlah sulit untuk meninggalkan status dan terbebas dari pencobaannya. Ini membutuhkan banyak kerja sama dari sisi manusianya. Kerja sama seperti apa yang dimaksud? Kerja sama terutama dalam mencari kebenaran, menerima kebenaran, memahami maksud Tuhan, dan dengan jelas memahami esensi masalah. Dengan hal-hal tersebut, orang akan memiliki iman untuk mengatasi pencobaan status. Selain itu, engkau harus memikirkan cara yang efektif untuk melepaskan diri dari pencobaan dan memuaskan maksud Tuhan. Engkau harus memiliki jalan penerapan. Ini akan membuatmu tetap berada di jalan yang benar. Tanpa jalan penerapan, engkau akan sering jatuh ke dalam pencobaan. Meskipun engkau ingin menempuh jalan yang benar, upayamu pada akhirnya tidak akan banyak membuahkan hasil, sekeras apa pun engkau berusaha. Jadi, pencobaan apa sajakah yang sering engkau semua hadapi? (Ketika aku mencapai keberhasilan tertentu dalam melaksanakan tugasku dan dihormati oleh saudara-saudari, aku merasa puas diri dan sangat menikmati perasaan itu. Terkadang aku tidak menyadarinya; terkadang aku memang menyadari bahwa keadaan seperti ini salah, tetapi aku masih tidak mampu memberontak terhadapnya.) Itu adalah pencobaan. Siapa lagi yang akan berbicara? (Karena aku seorang pemimpin, saudara-saudari kami terkadang memperlakukanku secara khusus.) Itu juga pencobaan. Jika engkau tidak menyadari pencobaan yang kauhadapi, tetapi menanganinya dengan buruk dan tidak mampu membuat pilihan yang tepat, pencobaan ini akan membuatmu sedih dan sengsara. Sebagai contoh, katakanlah perlakuan khusus saudara-saudari terhadapmu meliputi tunjangan materiel untuk memberimu makan, pakaian, tempat tinggal, dan menyediakan kebutuhan sehari-hari. Jika apa yang kaunikmati lebih baik daripada yang mereka berikan kepadamu, engkau akan meremehkannya, dan engkau mungkin akan menolak pemberian mereka. Namun, jika engkau bertemu dengan seorang pria kaya dan dia memberimu setelan yang bagus, dengan berkata bahwa dia sudah tidak memakainya, mampukah engkau teguh menghadapi pencobaan seperti itu? Engkau mungkin memikirkan situasinya, berkata pada dirimu sendiri, "Dia kaya, dan pakaian ini tidak ada artinya baginya. Lagi pula, dia sudah tidak memakainya lagi. Jika tidak memberikan kepadaku, dia hanya akan mengemas dan menyimpannya di suatu tempat. Jadi, aku akan menerimanya." Apa pendapatmu tentang keputusan seperti itu? (Mereka telah menikmati keuntungan dari status.) Mengapa ini disebut menikmati keuntungan dari status? (Karena mereka menerima hal-hal yang baik.) Apakah bentuk menikmati keuntungan dari status itu sekadar menerima hal-hal baik yang ditawarkan kepadamu? Jika engkau ditawari sesuatu yang biasa, tetapi itu yang kaubutuhkan sehingga engkau menerimanya, apakah ini juga termasuk menikmati keuntungan dari status? (Ya. Setiap kali mereka menerima sesuatu dari orang lain untuk memuaskan keinginan egoistisnya, itu termasuk menikmati keuntungan dari status.) Tampaknya engkau tidak memahami dengan jelas hal ini. Pernahkah engkau berpikir tentang hal ini: Jika engkau bukan seorang pemimpin dan tidak memiliki status, apakah orang kaya itu akan tetap memberikan hadiah? (Tidak.) Dia pasti tidak akan memberikannya. Karena engkau adalah seorang pemimpin, maka dia memberikan hadiah ini kepadamu. Natur hal tersebut telah berubah. Ini bukan kemurahan hati yang normal, dan di sinilah masalahnya. Jika engkau bertanya kepadanya, "Jika aku bukan seorang pemimpin, tetapi hanya seorang saudara atau saudari biasa, akankah engkau memberikan hadiah seperti itu kepadaku? Jika barang ini dibutuhkan oleh seorang saudara atau saudari, akankah engkau memberikannya kepada mereka?" Dia akan berkata, "Tidak. Aku tidak bisa begitu saja memberikan barang-barang kepada siapa pun. Aku memberikannya kepadamu karena engkau adalah pemimpinku. Jika engkau tidak memiliki status khusus, mengapa aku memberimu hadiah seperti itu?" Sekarang lihat bagaimana engkau telah gagal memahami situasinya. Engkau memercayainya ketika dia mengatakan tidak membutuhkan setelan bagus itu, tetapi dia menipumu. Tujuannya adalah agar engkau menerima pemberiannya sehingga ke depannya, engkau akan bersikap baik kepadanya dan memperlakukannya secara khusus. Ini adalah niat di balik pemberiannya. Faktanya adalah engkau tahu di dalam hatimu bahwa dia tidak akan pernah memberimu hadiah seperti itu jika engkau tidak memiliki status, tetapi engkau tetap menerimanya. Secara lisan engkau berkata, "Syukur kepada Tuhan. Aku telah menerima hadiah ini dari Tuhan, ini adalah kebaikan Tuhan untukku." Engkau tidak hanya menikmati keuntungan dari status, tetapi engkau juga menikmati hal-hal dari umat pilihan Tuhan, seolah-olah itu adalah hakmu yang pantas. Bukankah ini tidak tahu malu? Jika manusia tidak memiliki hati nurani dan tidak memiliki rasa malu, di situlah permasalahannya. Apakah ini hanya masalah perilaku? Apakah menerima sesuatu dari orang lain adalah salah dan menolak menerimanya adalah benar? Apa yang harus kaulakukan ketika engkau menghadapi situasi seperti itu? Engkau harus bertanya kepada pemberi hadiah apakah yang mereka lakukan itu sesuai dengan prinsip. Katakan kepada mereka, "Mari kita mencari bimbingan dari firman Tuhan atau ketetapan administratif gereja dan menentukan apakah yang kaulakukan ini sesuai dengan prinsip. Jika tidak, aku tidak boleh menerima hadiah seperti itu." Jika sumber referensi firman menunjukkan kepada pemberi hadiah bahwa tindakan mereka melanggar prinsip, tetapi mereka tetap ingin memberimu hadiah, apa yang harus kaulakukan? Engkau harus bertindak sesuai dengan prinsip. Orang biasa tidak mampu mengatasi hal ini. Mereka sangat mengharapkan orang lain memberinya lebih banyak, dan mereka ingin menikmati perlakuan yang lebih istimewa. Jika engkau adalah orang yang tepat, engkau harus segera berdoa kepada Tuhan saat menghadapi situasi seperti itu, dengan berkata, "Ya Tuhan, apa yang kuhadapi hari ini tentu merupakan pertanda kehendak baik-Mu. Ini sebuah pelajaran yang telah Engkau tetapkan untukku. Aku bersedia mencari kebenaran dan bertindak sesuai dengan prinsip." Pencobaan yang mengadang mereka yang memiliki status terlalu besar, dan begitu pencobaan datang, memang sulit untuk diatasi. Engkau membutuhkan perlindungan dan pertolongan Tuhan; engkau harus berdoa kepada Tuhan, harus mencari kebenaran, dan sering merenungkan dirimu sendiri. Dengan cara ini, engkau akan merasa tenang dan damai. Namun, jika engkau menunggu hingga menerima hadiah seperti itu, baru engkau berdoa, masihkah engkau akan merasa tenang dan damai seperti itu? (Tidak lagi.) Lalu, apa yang akan Tuhan pikirkan tentangmu? Akankah Tuhan senang dengan tindakanmu, atau akankah Dia membencimu? Dia akan membenci tindakanmu. Apakah masalahnya hanya tentang engkau memilih untuk menerima sesuatu? (Tidak.) Jadi, apa masalahnya? Masalahnya terletak pada pendapat dan sikap yang kaumiliki ketika menghadapi situasi seperti itu. Apakah engkau memutuskan sendiri atau engkau mencari kebenaran? Apakah engkau memiliki standar hati nurani? Apakah engkau memiliki hati yang takut akan Tuhan? Apakah engkau berdoa kepada Tuhan setiap kali menghadapi situasi tersebut? Apakah engkau terlebih dahulu berusaha untuk memuaskan keinginanmu sendiri, atau mengutamakan berdoa dan mencari maksud Tuhan? Engkau disingkapkan dalam hal ini. Bagaimana engkau harus menangani situasi seperti itu? Engkau harus memiliki prinsip penerapan. Pertama, secara lahiriah, engkau harus menolak pertimbangan materiel khusus ini, pencobaan ini. Bahkan ketika engkau ditawari sesuatu yang sangat kauinginkan atau hal yang memang kaubutuhkan, engkau juga harus menolaknya. Apa yang dimaksud dengan hal-hal materiel? Makanan, pakaian, dan tempat tinggal, termasuk semua barang yang digunakan sehari-hari. Pertimbangan materiel khusus ini harus ditolak. Mengapa engkau harus menolaknya? Apakah itu hanya soal caramu bertindak? Tidak; ini masalah sikap kerja samamu. Jika engkau ingin menerapkan kebenaran, memuaskan Tuhan, dan menghindari pencobaan, engkau harus terlebih dahulu memiliki sikap kerja sama ini. Dengan sikap seperti ini, engkau akan mampu menghindari pencobaan dan hati nuranimu akan tenteram. Jika engkau ditawari sesuatu yang kauinginkan dan engkau menerimanya, sampai taraf tertentu, hatimu akan merasakan celaan hati nuranimu. Namun, karena alasan dan pembenaran dirimu, engkau akan mengatakan engkau pantas menerimanya, itu adalah hakmu. Akibatnya, perasaan bersalah dalam hati nuranimu tidak akan begitu jelas atau terlihat. Terkadang, nalar atau pemikiran dan pandangan tertentu dapat memengaruhi hati nuranimu sehingga perasaan bersalahmu tidak terlihat jelas. Jadi, apakah hati nuranimu merupakan standar yang dapat diandalkan? Tidak. Ini adalah bel alarm yang memperingatkan orang. Peringatan seperti apa yang diberikan? Tidak ada rasa aman jika hanya mengandalkan perasaan hati nurani; orang juga harus mencari prinsip kebenaran. Itulah yang dapat diandalkan. Tanpa kebenaran untuk mengendalikannya, mereka masih bisa jatuh ke dalam pencobaan, memberikan berbagai alasan dan dalih yang membiarkan mereka memuaskan keserakahannya akan keuntungan dari status. Oleh karena itu, sebagai seorang pemimpin, engkau harus berpaut pada prinsip yang satu ini: Aku akan selalu menolak, selalu menghindari, dan sama sekali menolak perlakuan khusus apa pun. Penolakan mutlak adalah prasyarat untuk menghindari kejahatan. Jika engkau memiliki prasyarat untuk menjauhi kejahatan, engkau telah berada di bawah perlindungan Tuhan pada taraf tertentu. Dan jika engkau memiliki prinsip penerapan seperti itu dan berpaut padanya, engkau telah menerapkan kebenaran dan memuaskan Tuhan. Engkau telah menempuh jalan yang benar. Jika engkau sedang menempuh jalan yang benar dan telah memuaskan Tuhan, masihkah engkau membutuhkan ujian terhadap hati nuranimu? Bertindak menurut prinsip dan menerapkan kebenaran lebih tinggi daripada standar hati nurani. Jika seseorang memiliki tekad untuk bekerja sama dan mampu bertindak sesuai dengan prinsip, mereka telah memuaskan Tuhan. Inilah standar yang Tuhan tuntut dari manusia.

—Firman, Jilid 3, Pembicaraan Kristus Akhir Zaman, "Bagaimana Mengatasi Pencobaan dan Keterikatan Status"

Ada orang-orang yang tidak memahami pekerjaan Tuhan dan mereka tidak tahu bagaimana atau siapa yang akan Tuhan selamatkan. Mereka melihat semua orang memiliki watak antikristus, dan mampu menempuh jalan antikristus sehingga membuat mereka meyakini bahwa orang seperti itu pasti tidak memiliki harapan untuk diselamatkan. Pada akhirnya, mereka semua akan dihakimi sebagai antikristus. Mereka tidak dapat diselamatkan dan semuanya pasti binasa. Apakah pemikiran dan pandangan seperti itu benar? (Tidak.) Jadi, bagaimana masalah ini dibereskan? Pertama, engkau harus memahami pekerjaan Tuhan. Manusia rusaklah yang Tuhan selamatkan. Manusia yang rusak mampu menempuh jalan antikristus dan menentang Tuhan. Itulah sebabnya manusia membutuhkan keselamatan dari Tuhan. Jadi, bagaimana seseorang dapat dibimbing agar benar-benar mengikuti Tuhan, bukan menempuh jalan antikristus? Dia harus memahami kebenaran, merenungkan dan mengenal dirinya sendiri, mengetahui watak rusaknya dan natur Iblis di dalam dirinya. Kemudian, dia harus terus mencari kebenaran dan membereskan watak rusak di dalam dirinya. Hanya dengan cara inilah, engkau dapat memastikan bahwa engkau tidak akan menempuh jalan antikristus, menghindari dirimu sendiri menjadi antikristus, dan tidak menjadi orang yang ditolak Tuhan dengan penuh rasa muak. Tuhan tidak bekerja dengan cara supernatural. Sebaliknya, Dia memeriksa lubuk hati manusia. Jika engkau selalu menikmati keuntungan dari status, Tuhan hanya akan menegurmu. Dia akan membuatmu sadar akan kesalahan ini agar engkau merenungkan dirimu sendiri, mengetahui bahwa ini tidak selaras dengan kebenaran, dan tidak menyenangkan Tuhan. Jika engkau mampu menyadari hal ini, merenungkan dan mengenal dirimu sendiri, engkau tidak akan mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah. Namun, jika engkau hidup dalam keadaan seperti itu untuk waktu yang lama, selalu menikmati keuntungan dari status, gagal berdoa kepada Tuhan atau merenungkan dirimu sendiri, dan gagal mencari kebenaran, Tuhan tidak akan melakukan apa pun. Dia akan meninggalkanmu sehingga engkau tidak akan merasakan Dia menyertaimu. Tuhan akan menyadarkanmu bahwa jika engkau terus seperti ini, engkau pasti akan menjadi orang yang Tuhan benci. Tuhan akan menunjukkan kepadamu bahwa jalan dan cara hidupmu keliru. Tujuan Tuhan dalam memberikan kesadaran seperti itu kepada manusia adalah untuk memberitahukan kepada mereka tindakan-tindakan yang benar dan yang salah sehingga memungkinkan mereka untuk membuat pilihan yang benar. Namun, kemampuan orang memilih untuk menempuh jalan yang benar tergantung iman dan kerja sama mereka. Ketika Tuhan melakukan semua hal ini, Dia membimbingmu untuk memahami kebenaran, tetapi lebih dari itu, Dia menyerahkan pilihan kepadamu, dan itu tergantung apakah engkau menempuh jalan yang benar. Tuhan tidak pernah memaksakanmu. Dia tidak pernah secara paksa mengendalikanmu, memerintahkanmu untuk melakukan sesuatu, menyuruhmu melakukan ini atau itu. Tuhan tidak bertindak demikian. Dia mengizinkanmu untuk memilih dengan bebas. Pada saat seperti itu, apa yang harus orang lakukan? Ketika engkau menyadari bahwa apa yang kaulakukan adalah keliru, jalan hidupmu salah, mampukah engkau segera mulai menerapkannya sesuai dengan cara yang benar? Itu akan sangat sulit. Ada pertempuran yang harus diperjuangkan di dalamnya karena hal-hal yang manusia sukai adalah falsafah dan logika Iblis, yang bertentangan dengan kebenaran. Terkadang, engkau tahu apa yang benar dan apa yang salah, dan ada pertempuran di dalam hatimu. Selama pertempuran seperti itu, engkau harus sering berdoa, membiarkan Tuhan membimbingmu dan menegurmu agar engkau menyadari hal-hal yang seharusnya tidak kaulakukan. Kemudian, secara aktif memberontak terhadap pencobaan seperti itu, menjauhi dan menghindarinya. Ini membutuhkan kerja samamu. Selama pertempuran, engkau masih akan melakukan kesalahan dan mudah menempuh jalan yang salah. Meskipun engkau mungkin memilih arah yang benar di dalam hatimu, belum tentu engkau akan menempuh jalan yang benar. Bukankah ini yang sebenarnya terjadi? Dengan kecerobohan sesaat, engkau akan menempuh jalan yang salah. Apa yang dimaksud dengan "kecerobohan sesaat" di sini? Artinya, pencobaan yang ada sangatlah besar. Bagimu, ini mungkin disebabkan oleh pertimbangan wajah, suasana hatimu, konteks khusus, atau lingkungan khusus. Sebenarnya, faktor yang paling serius adalah watak rusak di dalam dirimu, yang mendominasi dan mengendalikanmu. Inilah yang menyulitkanmu untuk mengikuti jalan yang benar. Engkau mungkin memiliki sedikit iman, tetapi engkau masih mudah terombang-ambing dan terpengaruh oleh keadaan. Baru setelah engkau dipangkas, dihukum, dan didisiplinkan, ketika rintangan menghalangi jalanmu dan engkau tidak melihat jalan ke depan, engkau akan menyadari bahwa mengejar ketenaran, keuntungan, dan status bukanlah jalan yang benar, melainkan sesuatu yang Tuhan benci dan kutuk. Hanya dengan menempuh jalan yang Tuhan tuntut yang merupakan jalan hidup yang benar, dan jika engkau tidak berniat untuk menempuh jalan ini, engkau akan sepenuhnya disingkirkan. Orang tidak akan menangis sampai mereka melihat peti mati! Namun, dalam pertempuran ini, jika seseorang memiliki iman yang kuat, tekad yang teguh untuk bekerja sama, dan kemauan untuk mengejar kebenaran, akan lebih mudah baginya untuk mengatasi pencobaan-pencobaan ini. Jika kelemahan utamamu adalah kepedulian yang kuat akan martabat, cinta akan status, keserakahan akan ketenaran, keuntungan, kesenangan daging, dan semua hal ini sangat kuat dalam dirimu, akan sulit bagimu untuk keluar sebagai pemenang. Apa maksudnya akan sulit bagimu untuk keluar sebagai pemenang? Artinya, akan sulit bagimu untuk memilih jalan mengejar kebenaran, justru sebaliknya, engkau mungkin memilih jalan yang salah, yang menyebabkan Tuhan membenci dan meninggalkanmu. Namun, jika engkau selalu berhati-hati dan penuh kebijaksanaan, sering kali mampu datang ke hadapan Tuhan untuk ditegur dan didisiplinkan, jika engkau tidak menikmati keuntungan dari status, tidak menginginkan ketenaran, keuntungan, atau kenyamanan daging, dan apabila memiliki pemikiran seperti itu, engkau mengandalkan Tuhan untuk memberontak terhadap pemikiran tersebut dengan segenap kekuatanmu sebelum pemikiran itu memunculkan tindakan, lalu berdoa kepada Tuhan serta mencari kebenaran, dan pada akhirnya, mampu menempuh jalan penerapan kebenaran dan masuk ke dalam kenyataan itu, terlepas dari segalanya, bukankah engkau akan lebih cenderung untuk memilih arah yang benar ketika dihadapkan pada pencobaan besar? (Ya.) Ini tergantung kesiapan rohani yang berkelanjutan. Katakan kepada-Ku: Jika seseorang menghadapi pencobaan besar, mampukah dia sepenuhnya memuaskan maksud Tuhan dengan mengandalkan tingkat pertumbuhannya sebagaimana adanya, mengandalkan kemauannya sendiri, atau mengandalkan pengalaman di masa lalu yang dimilikinya? (Tidak.) Mampukah dia memuaskannya sebagian? (Ya.) Manusia mungkin mampu memuaskannya sebagian, tetapi ketika mengalami kesulitan besar, campur tangan Tuhan diperlukan. Jika engkau ingin menerapkan kebenaran, semata-mata mengandalkan pemahaman manusia tentang kebenaran dan kemauan manusia, itu tidak akan bisa sepenuhnya memberimu perlindungan, engkau juga tidak akan mampu memuaskan maksud Tuhan, dan tidak akan sanggup sepenuhnya menjauhi kejahatan. Kuncinya adalah manusia harus memiliki tekad untuk bekerja sama dan mengandalkan pekerjaan Tuhan untuk selebihnya. Misalkan engkau berkata, "Aku telah berusaha keras untuk tujuan ini dan melakukan semua semampuku. Pencobaan atau keadaan apa pun yang mengadangku di masa depan, tingkat pertumbuhanku terbatas dan aku tidak mampu berbuat banyak." Melihatmu bertindak demikian, apa yang akan Tuhan lakukan? Tuhan akan melindungimu dari pencobaan-pencobaan ini. Ketika Tuhan melindungimu dari pencobaan ini, engkau akan mampu menerapkan kebenaran, imanmu akan makin teguh, dan tingkat pertumbuhanmu secara bertahap akan bertumbuh.

—Firman, Jilid 3, Pembicaraan Kristus Akhir Zaman, "Bagaimana Mengatasi Pencobaan dan Keterikatan Status"

Sebelumnya: 30. Cara mengatasi masalah orang memberontak terhadap Tuhan dan menentang-Nya

Selanjutnya: 32. Cara memahami dan mengatasi masalah natur pengkhianatan

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Konten Terkait

Pengaturan

  • Teks
  • Tema

Warna Solid

Tema

Jenis Huruf

Ukuran Huruf

Spasi Baris

Spasi Baris

Lebar laman

Isi

Cari

  • Cari Teks Ini
  • Cari Buku Ini