Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Membangun Hubungan yang Tepat Dengan Tuhan Sangat Penting

Dengan hatinya, orang mengimani, mengasihi, dan menyenangkan Tuhan. Dengan hati pula orang menggugah Roh Tuhan sehingga memperoleh sukacita-Nya; ketika, dan karena bergumul dengan firman Tuhan, mereka digerakkan oleh Roh Tuhan. Jika ingin mencapai kehidupan spiritual yang tepat dan membangun hubungan yang tepat dengan Tuhan, engkau harus terlebih dahulu memberikan hatimu kepada-Nya dan menenangkan hatimu di hadirat-Nya. Hanya setelah menyerahkan segenap hatimu, engkau dapat secara bertahap mengembangkan kehidupan rohani yang benar. Jika orang tidak memberikan hatinya kepada Tuhan dalam iman, jika hatinya tidak berada di dalam Dia, dan tidak memperlakukan beban-Nya sebagai bebannya sendiri, segala sesuatu yang dilakukannya merupakan dusta kepada Tuhan, dan seperti itulah semua perilaku orang religius—tidak layak mendapatkan pujian Tuhan. Tuhan tidak dapat memperoleh apa pun dari orang semacam itu; mereka hanya dapat berfungsi sebagai kontras bagi pekerjaan Tuhan, seperti dekor dalam rumah Tuhan, boros tempat dan tiada gunanya—Tuhan tidak menggunakan orang seperti itu. Dalam dirinya, tidak ada sedikit pun kesempatan untuk pekerjaan Roh Kudus, apalagi nilai kesempurnaan. Tipe orang ini adalah "mayat berjalan" yang sebenarnya. Mereka tidak memiliki komponen yang dapat digunakan oleh Roh Kudus, mereka semua telah dikuasai dan sangat dirusak oleh Iblis, dan mereka adalah sasaran eliminasi Tuhan. Saat ini Roh Kudus tidak hanya menggunakan orang dengan menerapkan kebajikan mereka, tetapi juga menyempurnakan dan mengubah kelemahan mereka. Jika hatimu dapat diserahkan kepada Tuhan dan tetap tenang di hadirat-Nya, engkau akan memiliki kesempatan dan kecakapan khusus untuk digunakan oleh Roh Kudus, untuk menerima pencerahan dan penerangan Roh Kudus, dan bahkan lebih lagi, engkau akan memberi kesempatan kepada Roh Kudus untuk menebus kelemahanmu. Ketika engkau memberi hatimu kepada Tuhan, engkau dapat memasuki aspek positif lebih dalam dan berada di tataran wawasan yang lebih tinggi; dalam aspek negatif, engkau akan memiliki lebih banyak pemahaman atas kesalahan dan kelemahanmu sendiri, akan lebih bersemangat dalam upayamu memenuhi kehendak Tuhan; engkau tidak akan pasif, dan akan memasuki secara aktif. Ini berarti engkau adalah orang yang tepat. Atas dasar pemikiran bahwa hatimu tenang di hadirat Tuhan, kunci untuk mendapat pujian dari Roh Kudus atau tidak dan menyenangkan Tuhan atau tidak, terletak pada apakah engkau dapat memasuki secara aktif. Ketika Roh Kudus mencerahkan dan menggunakan seseorang, tidak pernah orang itu dijadikannya negatif, tetapi selalu dibuatnya maju secara aktif. Meskipun ada kelemahannya, orang itu mampu hidup tanpa menuruti kelemahannya, mampu menguasai diri untuk tidak menunda pertumbuhannya dalam kehidupan, dan mampu melanjutkan upayanya untuk memenuhi kehendak Tuhan. Ini merupakan standar yang membuktikan secara memadai bahwa engkau telah memperoleh hadirat Roh Kudus. Jika seseorang selalu negatif, bahkan masih negatif dan pasif setelah tercerahkan untuk mengenal diri sendiri, dan tidak mampu bangkit dan bertindak sejalan dengan Tuhan, ia tergolong orang yang hanya menerima kasih karunia Tuhan, tetapi Roh Kudus tidak bersamanya. Ketika seseorang negatif, hatinya belum berbalik kepada Tuhan dan rohnya belum digerakkan oleh Roh Tuhan. Yang begini mestinya dikenali oleh semua.

Dapat dilihat dari pengalaman bahwa salah satu masalah paling penting ialah menenangkan hati di hadirat Tuhan. Masalah ini menyangkut kehidupan spiritual dan pertumbuhan kehidupan orang. Hanya jika hatimu damai di hadirat Tuhan, upayamu mengejar kebenaran dan perubahan watak akan membuahkan hasil. Karena engkau datang dengan beban berat di hadirat Tuhan dan selalu merasa bahwa banyak sekali kekuranganmu, bahwa ada banyak kebenaran yang perlu diketahui, banyak realitas yang perlu dialami, dan bahwa engkau harus memusatkan perhatianmu seluruhnya kepada kehendak Tuhan—semua ini selalu ada dalam benakmu dan seolah-olah menekanmu begitu kuat sehingga engkau tidak dapat bernapas, maka engkau merasa berat hati (tetapi tidak dalam keadaan negatif). Hanya orang seperti ini yang memenuhi syarat untuk menerima pencerahan dari firman Tuhan dan digerakkan oleh Roh Tuhan. Karena bebannya berat, karena mereka berat hati, dan dapat dikatakan karena risiko yang telah ditanggung serta siksaan yang telah dijalaninya di hadirat Tuhan; karena Tuhan tidak memberi siapa pun perlakuan khusus, maka mereka menerima pencerahan dan penerangan-Nya. Tuhan selalu adil dalam memperlakukan orang, dan tidak juga sewenang-wenang dalam perbekalan-Nya kepada orang, tetapi Dia tidak memberi tanpa syarat. Ini merupakan salah satu aspek dari watak-Nya yang benar. Dalam kehidupan nyata, kebanyakan orang belum mencapai alam tersebut. Paling tidak, hatinya belum sepenuhnya berbalik kepada Tuhan, dan dengan demikian belum terjadi perubahan besar dalam watak hidupnya. Ini terjadi karena mereka sekadar hidup di tengah-tengah kasih karunia Tuhan, tetapi belum memperoleh pekerjaan Roh Kudus. Kriteria Tuhan untuk menggunakan manusia, antara lain sebagai berikut: hatinya berpaling kepada Tuhan, dibebani firman Tuhan, memiliki hati yang merindu, dan mereka berikhtiar mencari kebenaran. Hanya orang seperti ini yang dapat memperoleh pekerjaan Roh Kudus dan sering memperoleh pencerahan serta penerangan. Meskipun orang yang digunakan Tuhan dari luar kelihatannya tidak rasional dan tidak memiliki hubungan yang tepat dengan orang lain, mereka orang yang sopan dalam tutur katanya, tidak ceroboh, dan selalu dapat menjaga hati yang tenang di hadirat Tuhan. Orang semacam inilah yang memadai untuk digunakan oleh Roh Kudus. Orang "irasional" yang dibicarakan Tuhan ini kelihatannya tidak memiliki hubungan yang tepat dengan orang lain dan dari luar tampaknya tidak memiliki kasih, atau tindakan kasihnya dangkal, tetapi ketika sedang menyampaikan hal-hal rohani, mereka dapat membuka hati dan tanpa pamrih memberi kepada orang lain penerangan dan pencerahan yang diperolehnya dari pengalaman nyata di hadirat Tuhan. Beginilah cara mereka mengungkapkan cinta kasihnya kepada Tuhan dan memenuhi kehendak Tuhan. Ketika difitnah dan diolok-olok, mereka mampu menguasai diri sehingga tidak dapat dikendalikan oleh orang, kejadian, atau hal-hal luar, dan masih dapat tenang di hadirat Tuhan. Rupanya, orang seperti itu memiliki wawasan tersendiri dan unik. Terserah apa kata orang, hatinya tidak pernah meninggalkan Tuhan. Ketika orang lain sedang bersenda-gurau dan tertawa, hatinya malah tetap berada di hadirat Tuhan, merenungkan firman Tuhan atau berdoa dalam keheningan kepada Tuhan dan mencari kehendak Tuhan. Menjaga hubungan yang tepat dengan orang lain tidak pernah mereka jadikan sebagai fokus utama. Orang seperti itu tampaknya tidak memiliki falsafah hidup. Dari luar ia tampak lincah, menawan, dan polos, tetapi di dalam, ia pun memiliki ketenangan akal. Inilah gambaran dari orang yang digunakan Tuhan. Hal seperti falsafah hidup atau "nalar biasa" tidak dapat diterima oleh orang bertipe ini; ia mengabdikan segenap hatinya kepada firman Tuhan, dan tampaknya hanya ada Tuhan di dalam hatinya. Inilah tipe orang yang dimaksudkan Tuhan sebagai orang "tanpa nalar," dan justru orang seperti ini yang digunakan oleh Tuhan. Tanda seseorang digunakan oleh Tuhan ialah: kapan pun dan di mana pun, hatinya selalu di hadirat Tuhan; secabul apa pun atau sebanyak apa pun orang lain menuruti hawa nafsu dan keinginan daging, hatinya tidak pernah meninggalkan Tuhan dan dia tidak ikut arus. Hanya tipe orang seperti ini yang cocok untuk digunakan Tuhan, dan memang orang inilah yang disempurnakan oleh Roh Kudus. Kalau engkau tidak dapat mencapai titik ini, engkau tidak memenuhi syarat untuk diperoleh Tuhan dan disempurnakan oleh Roh Kudus.

Jika engkau ingin memiliki hubungan yang tepat dengan Tuhan, hatimu harus berpaling kepada Tuhan, dan atas dasar ini, engkau juga akan memiliki hubungan yang tepat dengan orang lain. Jika engkau tidak memiliki hubungan yang tepat dengan Tuhan, tidak peduli apa pun yang kaulakukan untuk mempertahankan hubunganmu dengan orang lain, sekeras apa pun engkau bekerja, atau sebanyak apa pun energi yang kaukuras, ini masih sekadar bagian dari falsafah hidup manusia saja. Engkau mempertahankan posisimu di tengah khalayak melalui perspektif dan falsafah manusia sehingga mereka akan memujimu. Engkau tidak membangun hubungan yang tepat dengan orang lain sesuai dengan firman Tuhan. Jika engkau tidak memusatkan perhatian pada hubunganmu dengan orang lain, tetapi lebih mempertahankan hubungan yang tepat dengan Tuhan; jika engkau bersedia memberi hatimu kepada Tuhan dan belajar untuk mematuhinya, wajar sekali, engkau akan memiliki hubungan yang tepat dengan semua orang. Dengan demikian, hubungan ini tidak dibangun atas dasar keinginan daging, tetapi berlandaskan kasih Tuhan. Dalam keinginan daging hampir tidak terdapat interaksi, tetapi dalam roh ada persekutuan dan cinta kasih, penghiburan, dan perbekalan bagi satu sama lain. Ini semua dilakukan berdasarkan hati yang menyenangkan Tuhan. Hubungan ini tidak dijaga dengan mengandalkan falsafah hidup manusia, tetapi terbentuk secara wajar melalui beban demi Tuhan. Hubungan ini tidak membutuhkan upaya manusia, tetapi dilakukan melalui prinsip-prinsip firman Tuhan. Maukah engkau mempertimbangkan kehendak Tuhan? Maukah engkau menjadi seseorang "tanpa nalar" di hadirat Tuhan? Maukah engkau menyerahkan segenap hatimu kepada Tuhan, dan tidak mempertimbangkan posisimu di tengah khalayak? Dari hubunganmu dengan semua kenalanmu, hubungan manakah yang terbaik? Manakah yang terburuk? Tepatkah hubunganmu dengan orang lain? Setarakah perlakuanmu terhadap semua orang? Apakah hubunganmu dengan orang lain dijaga sesuai dengan falsafah hidupmu, ataukah dibangun di atas fundamen cinta kasih Tuhan? Ketika orang tidak memberi hatinya kepada Tuhan, rohnya menjadi tumpul, mati rasa, dan tidak sadar. Orang semacam ini tidak akan pernah mengerti firman Tuhan, tidak akan pernah memiliki hubungan yang tepat dengan Tuhan, dan tidak akan pernah mengubah wataknya. Perubahan watak seseorang merupakan proses memasrahkan hati secara utuh kepada Tuhan dan menerima pencerahan serta penerangan dari firman Tuhan. Pekerjaan Tuhan memungkinkan orang memasuki secara aktif, juga menyingkirkan aspek negatifnya setelah memperoleh pengetahuan. Ketika engkau mampu memberi Tuhan hatimu, engkau akan dapat melihat setiap gerakan halus di dalam rohmu dan akan mengetahui setiap pencerahan dan penerangan yang diterima dari Tuhan. Berpeganglah padanya, maka engkau secara bertahap akan memasuki ke dalam jalan untuk disempurnakan oleh Roh Kudus. Semakin tenang hatimu berada di hadirat Tuhan, semakin peka dan halus rohmu. Semakin mampu rohmu merasakan gerakan Roh Kudus, maka hubunganmu dengan Tuhan pun akan menjadi semakin tepat. Hubungan yang tepat antara manusia dibangun berdasarkan penyerahan hati kepada Tuhan; tidak dicapai melalui usaha manusia. Tanpa Tuhan, hubungan antara manusia hanyalah hubungan berdasarkan keinginan daging, hubungan yang tidak layak, menuruti hawa nafsu dan karena itu, dibenci Tuhan dan menjijikkan bagi Tuhan. Jika engkau mengatakan bahwa rohmu telah digerakkan, tetapi engkau selalu ingin bersekutu hanya dengan orang yang menarik bagimu dan menurut anggapanmu baik, sedangkan jika ada seorang pencari lain yang tidak menarik bagimu, engkau berprasangka buruk dan tidak ingin bersekutu dengannya, semakin jelas terbukti bahwa engkau orang yang emosional dan sama sekali tidak memiliki hubungan yang tepat dengan Tuhan. Engkau berusaha membohongi Tuhan dan menutupi keburukanmu sendiri. Sekalipun engkau dapat berbagi pemahaman, tetapi jika niatmu salah, semua yang engkau lakukan hanya baik menurut ukuran manusia. Tuhan tidak akan memujimu sebab engkau bertindak menurut keinginan daging, tidak menurut beban Tuhan. Jika engkau mampu menenangkan hatimu di hadirat Tuhan dan memiliki interaksi yang tepat dengan semua orang yang mengasihi Tuhan, barulah engkau layak untuk digunakan oleh Tuhan. Dengan demikian, bagaimana caramu berinteraksi dengan orang lain tidaklah masalah, sebab interaksi ini tidak akan mengikuti falsafah hidup, tetapi akan hidup di hadirat Tuhan, mempertimbangkan beban-Nya. Berapa banyak orang seperti ini yang ada di antara engkau sekalian? Apakah hubunganmu dengan orang lain benar-benar tepat? Atas dasar apa hubungan itu dibangun? Berapa banyak falsafah hidup yang ada di dalam dirimu? Apakah falsafah itu sudah dibuang? Jika hatimu tidak dapat sepenuhnya berbalik kepada Tuhan, engkau tidak berasal dari Tuhan. Sebaliknya, engkau dari Iblis, dan pada akhirnya akan dipulangkan kepada Iblis. Engkau tidak layak menjadi salah satu umat Tuhan. Pertimbangkan baik-baik semua ini.

Sebelumnya:Yang Harus Diubah Dalam Melakukan Pelayanan Rohani

Selanjutnya:Yang Jahat Harus Dihukum

Anda Mungkin Juga Menyukai