Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Kehidupan Rohani yang Normal Memimpin Orang Menuju Jalan yang Benar

Engkau baru menjalani sebagian sangat kecil dari perjalanan seorang yang percaya kepada Tuhan, dan engkau belum memasuki jalan yang benar, sehingga engkau masih jauh dari mencapai standar Tuhan. Saat ini, tingkat pertumbuhanmu belum mencukupi untuk memenuhi tuntutan-Nya. Karena kualitasmu dan juga karena sifat dasarmu yang rusak, engkau selalu memperlakukan pekerjaan Tuhan dengan seenaknya sendiri dan tidak memperlakukannya dengan serius. Ini adalah kekurangan terbesarmu. Lebih jauh lagi, engkau tidak mampu menemukan jalan Roh Kudus. Sebagian besar orang di antaramu tidak memahaminya dan tidak dapat melihatnya dengan jelas. Tambahan pula, kebanyakan orang dari antaramu tidak memedulikan hal ini, dan bahkan tidak menganggapnya serius. Apabila engkau terus berperilaku seperti ini dan tidak mengetahui pekerjaan Roh Kudus, maka jalan yang engkau tempuh sebagai seorang yang percaya kepada Tuhan sia-sia belaka. Ini disebabkan karena engkau tidak berusaha sekuat tenaga untuk melakukan kehendak Tuhan, dan karena engkau tidak bekerja sama dengan baik dengan Tuhan. Bukan karena Tuhan tidak bekerja dalam dirimu atau karena Roh Kudus tidak menggerakkan dirimu. Itu disebabkan karena kecerobohanmu sehingga engkau tidak menganggap pekerjaan Roh Kudus penting. Engkau mesti segera mengubah keadaan ini dan mengikuti jalan yang ditunjukkan oleh Roh Kudus. Inilah topik utama untuk hari ini. Maksud "Jalan yang ditunjukkan oleh Roh Kudus" adalah bahwa orang mendapat pencerahan di dalam roh mereka, mereka memiliki pengetahuan akan firman Tuhan, mereka mendapat kejelasan tentang jalan yang ada di hadapan mereka, dan mereka sanggup memasuki kebenaran selangkah demi selangkah, dan semakin dalam mengerti tentang Tuhan. Jalan yang ditunjukkan oleh Roh Kudus, terutama berarti bahwa orang memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai firman Tuhan, bebas dari penyimpangan dan gagasan yang salah, sehingga mereka dapat melangkah di jalan tersebut. Agar dapat meraih hasil seperti ini, engkau perlu bekerja selaras dengan Tuhan, menemukan jalan yang benar untuk ditempuh dan melangkah di jalan yang ditunjukkan oleh Roh Kudus. Ini membutuhkan kerja sama dari pihak manusia, yang berarti, apa yang engkau lakukan untuk memenuhi apa yang Tuhan kehendaki dari dirimu, dan bagaimana engkau bertindak untuk masuk ke jalan yang benar.

Melangkah di jalan yang ditunjukkan oleh Roh Kudus terdengar sangat pelik, tetapi engkau akan mendapati bahwa proses ini jauh lebih sederhana jika cara melakukannya dimengerti dengan olehmu. Kebenarannya adalah bahwa orang pasti sanggup melakukan apa pun yang Tuhan tuntut dari mereka. Dia tidak menuntut orang melampaui kemampuan mereka. Dalam segala situasi, Tuhan berusaha mengatasi masalah-masalah yang orang hadapi serta akan menolong mereka mengatasi kekhawatiran mereka. Engkau semua harus memahami hal ini; jangan salah dalam memahami Tuhan. Cara yang Roh Kudus gunakan untuk menuntun orang adalah dengan menggunakan firman Tuhan. Seperti sudah disebutkan sebelumnya, engkau mesti menyerahkan hatimu kepada Tuhan. Ini merupakan prasyarat untuk dapat melangkah di jalan yang ditunjukkan oleh Roh Kudus. Engkau harus melakukan ini untuk memasuki jalan yang benar. Bagaimana seseorang menyerahkan hatinya kepada Tuhan dengan sepenuh hatinya? Ketika engkau mengalami Tuhan dan berdoa kepada-Nya dalam kehidupan sehari-harimu, engkau melakukannya dengan seenaknya—engkau berdoa kepada Tuhan sembari tetap bekerja. Dapatkah ini disebut memberikan hatimu kepada Tuhan? Engkau memikirkan tentang urusan rumah tangga atau persoalan-persoalan daging; pikiranmu senantiasa mendua. Bisakah ini disebut menenangkan hatimu di hadirat Tuhan? Ini karena hatimu selalu terpaut pada hal-hal di luar sana, serta tidak mampu berpaling kepada Tuhan. Jika engkau rindu untuk benar-benar membuat hatimu damai di hadapan Tuhan, engkau harus dengan sepenuh hati bekerja sama. Itu berarti setiap orang dari antaramu harus mengambil waktu untuk menjauh dari orang lain, dari urusan, dan berbagai hal demi melakukan perenungan rohani pribadi, dimana engkau akan mampu membangkitkan perasaan damai di hatimu serta menenangkan dirimu di hadapan Tuhan. Selama perenungan pribadimu, engkau perlu mencatat apa yang engkau pelajari dari firman Tuhan dan bagaimana rohmu digerakkan, terlepas apakah yang engkau tuliskan itu mendalam atau dangkal. Tekadkanlah hatimu untuk tenang di hadapan Tuhan. Jika engkau dapat mendedikasikan satu atau dua jam dalam satu hari untuk kehidupan rohanimu, hidupmu pada hari itu akan diperkaya dan hatimu akan cerah dan bersih. Jika engkau menjalani kehidupan rohanimu seperti ini secara rutin setiap harinya, engkau akan semakin mampu memberikan hatimu kepada Tuhan, rohmu akan semakin kuat, engkau akan semakin dimampukan untuk melangkah di jalan yang ditunjukkan oleh Roh Kudus, dan Tuhan akan melimpahkan lebih banyak berkat-Nya kepadamu. Tujuan kehidupan rohanimu adalah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengejar dan memperoleh hadirat Roh Kudus. Kehidupan rohani bukanlah soal menaati berbagai aturan atau menjalankan ritual keagamaan, tetapi bagaimana agar bertindak selaras benar dengan Tuhan serta bagaimana melatih tubuhmu. Inilah yang seharusnya dilakukan manusia, jadi, engkau, harus berusaha dengan sepenuh hati untuk melakukan ini. Semakin engkau bekerja sama, dan semakin besar upayamu, semakin mampu engkau mengarahkan hatimu kepada Tuhan, dan semakin dapat engkau menenangkan hatimu di hadapan-Nya. Begitu engkau mencapai satu tahapan tertentu, Tuhan akan memperoleh hatimu sepenuhnya. Tidak seorang pun sanggup mengalihkan atau merebut hatimu, dan engkau akan sepenuhnya menjadi milik Tuhan. Jika engkau melangkah di jalan ini, firman Tuhan akan dinyatakan kepadamu di sepanjang waktu dan menerangimu dalam segala sesuatu yang tidak engkau pahami—ini semua bisa dicapai oleh karena kerjasamamu. Inilah mengapa Tuhan selalu berfirman, "Semua yang bertindak selaras dengan-Ku, akan Kugandakan upahnya." Engkau harus melihat jalan ini dengan jelas. Sekiranya engkau ingin melangkah di jalan yang benar, engkau harus berusaha dengan sekuat tenaga untuk menyenangkan hati Tuhan. Engkau harus berusaha sekuat tenaga untuk mencapai suatu kehidupan rohani. Pada awalnya, engkau mungkin tidak akan meraih banyak dalam hal ini, tetapi engkau tidak boleh mundur atau larut dalam sikap negatif—Engkau mesti terus bekerja keras! Semakin dalam engkau menghayati kehidupan rohanimu, semakin hatimu dipenuhi oleh firman Tuhan, semakin engkau selalu memikirkan persoalan ini dan selalu menanggung beban ini. Setelah itu, engkau dapat mengungkapkan kebenaran terdalam dari dirimu kepada Tuhan melalui kehidupan rohanimu, memberitahukan kepada-Nya apa yang ingin engkau lakukan, apa yang engkau pikirkan, pemahamanmu dan caramu sendiri dalam memahami firman Tuhan. Jangan menahan apa pun! Berlatihlah mengucapkan isi hatimu kepada Tuhan, katakan kepada-Nya sejujur-jujurnya, dan jangan ragu untuk menceritakan apa pun yang ada di dalam hatimu. Semakin sering engkau melakukan hal ini, semakin engkau akan merasakan kebaikan hati Tuhan, dan semakin hatimu mendekat kepada Tuhan. Ketika ini terjadi, engkau akan merasakan bahwa Tuhan lebih dekat denganmu dibandingkan siapa pun. Engkau tidak akan pernah menjauh dari sisi Tuhan, apa pun yang terjadi. Sekiranya engkau melakukan perenungan rohani seperti ini dalam setiap hari dan tidak melepaskannya dari pikiranmu barang sejenak pun, namun memperlakukannya sebagai panggilan hidupmu, firman Tuhan akan memenuhi hatimu. Inilah artinya disentuh oleh Roh Kudus. Rasanya seakan-akan hatimu selalu dikuasai oleh Tuhan, seolah-olah selalu ada kasih di dalam hatimu. Tidak seorang pun mampu mengambilnya darimu. Ketika ini terjadi, Tuhan akan benar-benar bersemayam di dalam dirimu dan memiliki tempat di dalam hatimu.

Sebelumnya:Yang Jahat Harus Dihukum

Selanjutnya:Cara Memasuki Keadaan Normal

Anda Mungkin Juga Menyukai