Fakta Penindasan Kejam PKT terhadap Umat Kristen, Ep. 19: Seorang Kristen Dipukuli hingga Buta—Seluruh Keluarga dalam Pelarian Selama 12 Tahun
10 Juli 2026
Sejak berkuasa di Tiongkok daratan, PKT yang jahat telah menindas keyakinan beragama dengan membabi buta. PKT memendam kebencian ekstrem terhadap kebenaran dan Tuhan. Tidak hanya menangkap dan menganiaya umat Kristen tanpa pandang bulu, PKT juga berusaha memusnahkan mereka sepenuhnya. Setelah ditangkap dan ditahan, banyak umat Kristen mengalami penganiayaan brutal dan siksaan yang tidak manusiawi oleh polisi PKT. Beberapa dipukuli dengan kejam hingga cacat, tidak mampu merawat diri mereka sendiri; beberapa disiksa hingga hampir mati, dan baru dibebaskan saat mereka nyaris kehilangan nyawa; dan banyak lainnya dianiaya hingga tewas. Bahkan setelah umat Kristen menjadi cacat akibat dipukuli, atau dibebaskan karena kurang bukti, atau dibebaskan usai menjalani masa hukuman, mereka masih diawasi dan terus-menerus diganggu oleh polisi. Jika polisi menemukan bukti apa pun yang memberatkan mereka, mereka akan ditangkap untuk kedua atau bahkan ketiga kalinya, dan dianiaya lebih lanjut. Untuk menghindari ancaman penangkapan dan penganiayaan yang selalu mengintai dari PKT, banyak umat Kristen terpaksa meninggalkan keluarga mereka, melarikan diri dari kampung halaman, dan hidup dalam persembunyian, atau bahkan melarikan diri bersama seluruh keluarga mereka. Keluarga Xue Yu, seorang Kristen dari Yangzhou, Provinsi Jiangsu, hanyalah satu dari tak terhitung banyaknya keluarga Kristen yang diburu dan dianiaya oleh PKT. Pada tanggal 19 Desember 2012, tak lama setelah pukul 8 pagi, Xue Yu dan ayahnya ditangkap oleh polisi saat sedang menuju sebuah pertemuan. Selama interogasi, ayah dan anak itu dipukuli dengan brutal oleh polisi. Meski begitu, mereka dengan teguh menolak memberikan informasi apa pun tentang gereja, lalu dikurung di rumah tahanan kriminal. Selama masa penahanan, polisi memerintahkan para tahanan untuk memukuli Xue Yu, yang membuat mata kirinya buta. Di sel lain, ayah Xue Yu pun disiksa dengan brutal oleh polisi serta bos di sel itu, dan menanggung penyiksaan yang sangat menyakitkan. Kondisi mata kiri Xue Yu yang telah menjadi buta terus memburuk, dia menderita demam tinggi yang tak kunjung turun. Dia sangat kesakitan, dan polisi, yang takut harus bertanggung jawab, tidak punya pilihan selain membebaskan ayah dan anak itu. Namun, polisi tidak membiarkan mereka tenang bahkan setelah mereka dibebaskan. Mereka terus-menerus mengawasi dan mengganggu keluarga itu, berusaha untuk menangkap mereka lagi. Agar tidak ditangkap dan dianiaya lagi, keluarga itu terpaksa melarikan diri dari rumah mereka. Sejak melarikan diri pada awal 2014, mereka telah diburu oleh polisi selama 12 tahun penuh. Setelah mereka ditangkap pada 19 Desember 2012, siksaan tidak manusiawi macam apa yang sebenarnya diderita Xue Yu dan ayahnya? Dan bagaimana polisi memburu keluarga itu selama 12 tahun ini? Selama 12 tahun terakhir, seberapa banyak penderitaan tersembunyi yang telah dialami keluarga ini?
00:19 Sorotan
02:18 Xue Yu dan Ayahnya Ditangkap dalam Perjalanan ke Pertemuan dan Dipukuli dengan Brutal Selama Interogasi
11:26 Bos di Sel Memancing Pertengkaran, Melukai Mata Xue Yu dengan Parah
17:20 Seorang Dokter Mengonfirmasi Mata Kiri Xue Yu Buta, tetapi Penjaga Sama Sekali Tidak Peduli
22:57 Xue Yu Baru Dibebaskan Setelah Disiksa Hingga Hampir Mati
24:05 Ayah Xue Yu Dipukuli dengan Brutal Setelah Ditangkap dan Dikirim ke Rumah Tahanan Kriminal
27:40 Ayah Xue Yu Dipaksa Mengenakan Borgol dan Belenggu Saat Bekerja Setiap Hari
34:09 Ibu Xue Yu Sangat Terpukul Melihat Putranya Buta
38:47 Akibat Terus Diawasi dan Diganggu Polisi, Xue Yu Sekeluarga Terpaksa Melarikan Diri
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.