1. Nubuat-nubuat dalam Alkitab mengenai kedatangan Tuhan kembali sekarang telah sebagian besar digenapi, dan Tuhan mungkin sudah ada di sini. Kami melihat bahwa Gereja Tuhan Yang Mahakuasa dengan terbuka bersaksi secara online bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah kedatangan Tuhan kembali, dan banyak orang dari semua agama dan denominasi yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan dan merindukan penampakan Tuhan telah kembali kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Kami ingin tahu sebenarnya Tuhan Yang Mahakuasa itu adalah penampakan Tuhan atau bukan.
Ayat Alkitab untuk Referensi:
"Pada awalnya adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Tuhan, dan Firman itu adalah Tuhan" (Yohanes 1:1).
"Akulah jalan, kebenaran, dan hidup: tidak ada manusia yang datang kepada Bapa, tanpa melalui Aku" (Yohanes 14:6).
Firman Tuhan yang Relevan:
Penampakan Tuhan mengacu pada kedatangan Tuhan secara pribadi ke bumi untuk bekerja, turun di tengah umat manusia untuk melakukan pekerjaan memulai sebuah zaman dan mengakhiri sebuah zaman dengan identitas dan watak-Nya sendiri, dan dengan cara yang melekat pada diri-Nya. Penampakan semacam ini bukanlah semacam upacara. Bukan juga suatu tanda, gambaran, mukjizat, atau semacam penglihatan yang hebat, apalagi semacam proses keagamaan. Sebaliknya, penampakan ini merupakan fakta nyata dan aktual yang dapat disentuh dan dilihat oleh siapa pun. Penampakan semacam ini bukan untuk sekadar formalitas, atau demi semacam pekerjaan jangka pendek. Sebaliknya, ini adalah demi suatu tahap pekerjaan dalam rencana pengelolaan Tuhan. Penampakan Tuhan selalu bermakna dan selalu memiliki hubungan dengan rencana pengelolaan-Nya. Yang disebut "penampakan" di sini sama sekali berbeda dari jenis "penampakan" ketika Tuhan membimbing, memimpin, dan mencerahkan manusia. Setiap kali Tuhan menampakkan diri, Dia melakukan suatu tahap pekerjaan besar-Nya. Pekerjaan ini berbeda dari pekerjaan pada zaman lainnya. Pekerjaan ini tidak terbayangkan oleh manusia, dan belum pernah dialami manusia sebelumnya. Ini adalah pekerjaan yang memulai zaman yang baru dan mengakhiri zaman yang lama, serta merupakan tahap pekerjaan yang lebih baru dan lebih tinggi untuk menyelamatkan umat manusia; terlebih lagi, ini adalah pekerjaan yang menuntun umat manusia ke zaman yang baru. Inilah makna penting penampakan Tuhan.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Lampiran 1: Penampakan Tuhan Telah Mengantarkan Zaman yang Baru"
Karena kita sedang mencari jejak langkah Tuhan, sudah seharusnya kita mencari maksud-maksud Tuhan, firman Tuhan, dan perkataan-Nya. Hal ini karena di mana pun ada firman baru yang diucapkan Tuhan, suara Tuhan ada di sana, dan di mana pun ada jejak langkah Tuhan, di situlah ada perbuatan Tuhan; di mana pun ada pengungkapan Tuhan, di sanalah Tuhan menampakkan diri, dan di mana pun Tuhan menampakkan diri, di sanalah jalan, kebenaran, dan hidup ada. Dalam mencari jejak langkah Tuhan, engkau semua telah gagal melihat firman yang mengatakan bahwa "Tuhan adalah kebenaran, jalan, dan hidup". Itulah sebabnya, banyak orang, bahkan pada saat mereka menerima kebenaran, tidak percaya bahwa mereka telah menemukan jejak langkah Tuhan, apalagi mengakui penampakan Tuhan. Sungguh kesalahan yang sangat fatal! Penampakan Tuhan tidak bisa sesuai dengan gagasan manusia, apalagi Tuhan tidak dapat menampakkan diri dengan cara yang dituntut manusia terhadap-Nya. Tuhan membuat pilihan-pilihan-Nya sendiri dan rencana-rencana-Nya sendiri saat Dia melakukan pekerjaan-Nya; lagipula, Dia memiliki tujuan-tujuan dan cara-cara-Nya sendiri. Apa pun pekerjaan yang dilakukan-Nya, Dia tidak perlu membahasnya dengan manusia atau meminta nasihat manusia, apalagi memberi tahu setiap orang mengenai pekerjaan-Nya. Inilah watak Tuhan, dan itu harus, terlebih lagi, dikenali oleh semua orang. Jika engkau semua ingin menyaksikan penampakan Tuhan, ingin mengikuti jejak langkah Tuhan, maka engkau harus terlebih dahulu meninggalkan gagasanmu sendiri. Engkau tidak boleh menuntut Tuhan melakukan ini atau itu, apalagi menempatkan-Nya dalam batas-batasmu sendiri dan membatasi-Nya dengan gagasanmu sendiri. Sebaliknya, engkau seharusnya menuntut dirimu sendiri tentang bagaimana engkau harus mencari jejak langkah Tuhan, bagaimana engkau harus menerima penampakan Tuhan, dan bagaimana engkau harus tunduk pada pekerjaan baru Tuhan: Inilah yang seharusnya manusia lakukan. Karena manusia bukanlah kebenaran, dan tidak memiliki kebenaran, manusia harus mencari, menerima, dan tunduk.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Lampiran 1: Penampakan Tuhan Telah Mengantarkan Zaman yang Baru"
Di seluruh alam semesta, Aku sedang melaksanakan pekerjaan-Ku, dan di Timur, suara dahsyat yang bergemuruh terdengar tanpa henti, mengguncangkan semua bangsa dan denominasi. Perkataan-Kulah yang telah menuntun semua manusia ke masa kini. Aku menyebabkan semua manusia ditaklukkan oleh perkataan-Ku, tunduk ke dalam aliran ini, dan berserah di hadapan-Ku, karena Aku telah sejak lama menarik kemuliaan-Ku dari seluruh bumi dan memancarkannya kembali di Timur. Siapa yang tidak rindu melihat kemuliaan-Ku? Siapa yang tidak menantikan kedatangan-Ku kembali dengan cemas? Siapa yang tidak haus akan penampakan-Ku kembali? Siapa yang tidak merindukan keindahan-Ku? Siapa yang tidak mau datang kepada terang? Siapa yang tidak mau melihat kekayaan Kanaan? Siapa yang tidak merindukan kedatangan kembali Sang Penebus? Siapa yang tidak mengagumi Dia yang memiliki kuasa yang besar? Perkataan-Ku akan tersebar ke seluruh bumi; Aku akan mengucapkan dan menyampaikan lebih banyak firman kepada umat pilihan-Ku, bagaikan gemuruh dahsyat yang mengguncang gunung-gunung dan sungai-sungai. Aku mengucapkan firman-Ku kepada seluruh alam semesta dan umat manusia. Karena itu, firman yang keluar dari mulut-Ku telah menjadi harta milik manusia, dan semua manusia menghargai firman-Ku. Kilat memancar dari Timur terus sampai ke Barat. Firman-Ku membuat manusia enggan melepaskannya, juga tak terselami oleh manusia, dan terlebih lagi membuat manusia merasa penuh sukacita. Bagaikan bayi yang baru lahir, semua manusia merasa gembira dan bersukacita, serta merayakan kedatangan-Ku. Melalui perkataan-Ku, Aku akan membawa semua manusia ke hadapan-Ku. Sejak saat itu, Aku akan secara resmi masuk ke tengah-tengah manusia, dan membuat mereka datang memberikan penghormatan mereka kepada-Ku. Dengan kemuliaan yang Kupancarkan dan firman yang keluar dari mulut-Ku, Aku akan membuat semua manusia datang ke hadapan-Ku, dan melihat bahwa kilat itu memancar dari Timur dan bahwa Aku juga telah turun ke "Bukit Zaitun" yang di Timur, dan bahwa Aku sudah lama datang ke bumi, dan Aku bukan lagi Anak orang Yahudi, melainkan Kilat dari Timur. Karena Aku telah lama bangkit, dan telah pergi dari tengah-tengah umat manusia, dan kemudian kembali menampakkan diri dengan kemuliaan di antara manusia. Akulah Dia yang disembah sejak berabad-abad lamanya, dan Aku juga adalah bayi yang ditolak oleh orang Israel sejak berabad-abad yang lalu. Terlebih dari itu, Akulah Tuhan Yang Mahakuasa yang penuh dengan kemuliaan pada zaman sekarang! Biarlah semua manusia datang ke hadapan takhta-Ku dan melihat wajah kemuliaan-Ku, mendengar perkataan-Ku, dan melihat perbuatan-perbuatan-Ku. Inilah keseluruhan maksud-Ku; inilah akhir dan klimaks dari rencana-Ku, serta tujuan pengelolaan-Ku: membuat begitu banyak bangsa memberikan penghormatan mereka kepada-Ku, begitu banyak mulut mengakui-Ku, begitu banyak manusia memercayai-Ku, dan begitu banyak umat pilihan-Ku menyerahkan diri kepada-Ku!
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Deru Tujuh Guruh—Menubuatkan bahwa Injil Kerajaan akan Tersebar ke Seluruh Alam Semesta"
Kali ini, Tuhan datang untuk melakukan pekerjaan bukan dalam tubuh rohani, tetapi dalam tubuh yang sangat biasa. Selain itu, ini adalah tubuh inkarnasi Tuhan yang kedua, dan ini juga adalah tubuh yang melaluinya Tuhan datang kembali menjadi daging. Ini adalah tubuh daging yang sangat biasa. Melihat-Nya, engkau tidak dapat melihat apa pun yang membuat-Nya berbeda dari yang lain, tetapi dari-Nya, engkau dapat memperoleh kebenaran yang belum pernah kaudengar sebelumnya. Daging yang tak berarti ini adalah perwujudan dari seluruh firman kebenaran Tuhan, yang menjadi pemikul pekerjaan Tuhan pada akhir zaman, dan ungkapan bagi manusia untuk memahami seluruh watak Tuhan. Bukankah engkau sangat ingin melihat Tuhan yang di surga? Bukankah engkau sangat ingin memahami Tuhan yang di surga? Bukankah engkau sangat ingin melihat tempat tujuan manusia? Dia akan memberitahukan kepadamu semua rahasia ini—rahasia yang tak pernah seorang pun mampu memberitahukannya kepadamu—dan Dia juga akan memberitahukan kepadamu kebenaran yang tidak kaupahami. Dia adalah pintu gerbangmu menuju Kerajaan, dan pemandumu memasuki zaman yang baru. Daging yang biasa itu memiliki banyak misteri yang tak terpahami oleh manusia. Perbuatan-Nya tak terpahami olehmu, tetapi seluruh tujuan pekerjaan yang Dia lakukan cukup untuk memungkinkanmu melihat bahwa Dia bukanlah daging sederhana sebagaimana yang dipikirkan manusia, karena Dia merepresentasikan maksud Tuhan pada akhir zaman, dan kepedulian Tuhan terhadap umat manusia pada akhir zaman. Meskipun engkau tidak dapat mendengar firman-Nya yang tampak mengguncangkan langit dan bumi, meskipun engkau tidak dapat melihat mata-Nya yang bagaikan nyala api, dan meskipun engkau tidak dapat menerima pendisiplinan dari gada besi-Nya, tetapi engkau dapat mendengar dari firman-Nya bahwa Tuhan sedang murka dan mengetahui bahwa Tuhan sedang memperlihatkan belas kasihan kepada manusia, serta melihat watak benar Tuhan dan hikmat-Nya, dan, terlebih lagi, memahami perhatian Tuhan terhadap seluruh umat manusia. Pekerjaan Tuhan pada akhir zaman adalah untuk memungkinkan manusia di bumi bisa melihat Tuhan yang di surga hidup di antara manusia, dan memampukan manusia untuk mengenal, tunduk, takut, dan mengasihi Tuhan. Inilah sebabnya Dia telah datang kembali menjadi daging untuk kedua kalinya. Meskipun yang manusia lihat sekarang adalah Tuhan yang sama seperti manusia, Tuhan yang memiliki satu hidung dan sepasang mata, dan Tuhan yang berpenampilan sangat biasa, pada akhirnya, Tuhan akan memperlihatkan kepada engkau semua bahwa seandainya orang ini tidak ada, langit dan bumi akan mengalami perubahan yang luar biasa; seandainya orang ini tidak ada, langit akan menjadi redup, bumi akan jatuh ke dalam kekacauan, dan seluruh umat manusia akan hidup di tengah kelaparan dan wabah. Dia akan menunjukkan kepada engkau semua bahwa seandainya Tuhan yang berinkarnasi di akhir zaman tidak datang untuk menyelamatkanmu, maka Tuhan pasti sudah sejak lama memusnahkan seluruh umat manusia di neraka; seandainya daging ini tidak ada, engkau semua akan selamanya menjadi pendosa besar dan engkau akan menjadi mayat selamanya. Engkau semua harus tahu bahwa seandainya daging ini tidak ada, seluruh umat manusia tidak akan mungkin bisa lari dari bencana besar dan tidak akan mungkin bisa lepas dari hukuman yang lebih berat yang Tuhan timpakan kepada umat manusia pada akhir zaman. Seandainya daging yang biasa ini tidak dilahirkan, engkau semua akan berada dalam sebuah keadaan di mana engkau semua memohon hidup tanpa bisa hidup dan memohon untuk mati tanpa bisa mati; seandainya daging ini tidak ada, engkau semua tidak akan bisa mendapatkan kebenaran dan tidak bisa datang ke hadapan takhta Tuhan sekarang ini, melainkan, engkau akan dihukum Tuhan karena dosa-dosamu yang berat. Tahukah engkau bahwa kalau bukan karena kedatangan kembali Tuhan menjadi daging, tak seorang pun akan memiliki kesempatan untuk diselamatkan; dan kalau bukan karena kedatangan daging ini, Tuhan pasti sudah sejak lama mengakhiri zaman lama. Oleh karena itu, akankah engkau semua masih menolak inkarnasi Tuhan yang kedua ini? Karena engkau semua bisa mendapatkan manfaat sebanyak itu dari orang biasa ini, mengapa engkau semua tidak dengan senang hati menerima Dia?
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Tahukah Engkau? Tuhan Telah Melakukan Hal yang Besar di antara Manusia"
Tuhan melanjutkan perkataan-Nya, menggunakan berbagai metode dan banyak perspektif untuk menasihati kita tentang apa yang seharusnya kita lakukan, sembari pada saat yang sama mengungkapkan suara hati-Nya. Firman-Nya mengandung kuasa hidup, menunjukkan kepada kita jalan yang harus kita tempuh, dan membuat kita memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan kebenaran. Kita mulai tertarik akan firman-Nya, kita mulai memperhatikan nada dan cara bicara-Nya, dan tanpa sadar kita mulai memperhatikan suara hati orang yang tidak mencolok ini. Dia bekerja dengan sepenuh hati bagi kita, kurang tidur dan kehilangan nafsu makan demi kita, menangis untuk kita, mendesah untuk kita, dan merintih dalam penyakit untuk kita; Dia menanggung penghinaan demi tempat tujuan dan keselamatan kita; dan keadaan kita yang mati rasa serta pemberontakan kita membuat air mata dan darah bercucuran dari hati-Nya. Tidak ada manusia biasa yang memiliki hakikat dan kepunyaan ini, dan tidak ada manusia rusak yang mampu memiliki atau mencapai hal-hal ini. Dia memiliki toleransi dan kesabaran yang tidak dimiliki orang biasa, dan kasih-Nya bukanlah sesuatu yang dimiliki oleh makhluk ciptaan mana pun. Tak seorang pun selain Dia yang mampu mengetahui semua pemikiran kita, atau mengetahui natur dan esensi kita dengan jelas dan sepenuhnya, atau menghakimi pemberontakan dan kerusakan umat manusia, atau mewakili Tuhan yang di surga untuk berbicara kepada kita serta bekerja pada kita seperti ini. Tak seorang pun selain Dia yang memiliki otoritas, hikmat, dan martabat Tuhan; watak Tuhan serta apa yang dimiliki-Nya dan siapa Dia dinyatakan seluruhnya di dalam diri-Nya. Tak seorang pun selain Dia yang bisa menunjukkan jalan dan membawa terang kepada kita. Tak seorang pun selain Dia yang mampu menyingkapkan misteri yang belum pernah Tuhan nyatakan sejak penciptaan sampai sekarang. Tak seorang pun selain Dia yang mampu menyelamatkan kita dari belenggu Iblis dan watak rusak kita sendiri. Dia mewakili Tuhan; Dia mengungkapkan suara hati Tuhan, nasihat Tuhan, dan firman penghakiman Tuhan terhadap seluruh umat manusia. Dia telah membuka zaman yang baru, era yang baru, dan mengantarkan datangnya langit dan bumi yang baru, serta pekerjaan yang baru, Dia telah memberi kita harapan serta mengakhiri kehidupan yang kita jalani dalam keadaan samar, dan Dia telah memungkinkan seluruh keberadaan kita untuk sepenuhnya melihat jalan menuju keselamatan. Dia telah menaklukkan seluruh keberadaan kita dan mendapatkan hati kita. Sejak saat itu, hati kita tersadar, dan roh kita tampak dihidupkan kembali: Orang yang biasa dan tidak berarti ini, orang yang hidup di antara kita dan sudah lama ditolak oleh kita ini—bukankah ini adalah Tuhan Yesus, yang selalu ada dalam pemikiran kita, dalam keadaan terjaga atau bermimpi, dan yang selalu kita rindukan siang dan malam? Itulah Dia! Itu benar-benar Dia! Dialah Tuhan kita! Dialah kebenaran, jalan, dan hidup! Dia telah membuat kita hidup kembali dan melihat terang, serta membuat hati kita berhenti mengembara. Kita telah kembali ke rumah Tuhan, kita telah kembali ke hadapan takhta-Nya, kita berhadapan muka dengan-Nya, kita telah melihat wajah-Nya, dan kita telah melihat jalan yang terbentang di depan. Pada saat ini, hati kita telah sepenuhnya ditaklukkan oleh-Nya; kita tidak lagi meragukan siapa Dia, tidak lagi menentang pekerjaan dan firman-Nya, dan kita jatuh tersungkur di hadapan-Nya. Kita hanya berharap untuk mengikuti jejak langkah Tuhan sepanjang sisa hidup kita, dan disempurnakan oleh-Nya, dan membalas kasih karunia-Nya, dan membalas kasih-Nya bagi kita, serta menaati pengaturan dan rencana-Nya dan bekerja sama dengan pekerjaan-Nya, serta melakukan semua yang kita bisa untuk menyelesaikan apa yang dipercayakan-Nya kepada kita.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Lampiran 4: Memandang Penampakan Tuhan dalam Penghakiman dan Hajaran-Nya"
Jika orang tetap tinggal dalam Zaman Kasih Karunia, mereka tidak akan pernah terbebas dari watak mereka yang rusak, apalagi mengenal watak yang melekat pada Tuhan. Jika orang selalu hidup di tengah kelimpahan kasih karunia, tetapi tidak memiliki jalan hidup yang membuat mereka dapat mengenal dan memuaskan Dia, mereka tidak akan pernah benar-benar mendapatkan Dia dalam kepercayaan mereka kepada-Nya. Jenis kepercayaan ini sungguh menyedihkan. Setelah engkau selesai membaca buku ini, ketika engkau telah mengalami setiap langkah pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi pada Zaman Kerajaan, engkau akan merasa bahwa keinginan yang telah kaumiliki selama bertahun-tahun akhirnya telah terwujud. Engkau akan merasa bahwa baru sekaranglah engkau benar-benar melihat Tuhan berhadapan muka. Baru sekaranglah engkau menatap wajah-Nya, mendengar perkataan pribadi-Nya, menghargai hikmat pekerjaan-Nya, dan benar-benar merasakan betapa nyata dan mahakuasanya Dia. Engkau akan merasa bahwa engkau telah mendapatkan banyak hal yang belum pernah dilihat atau dimiliki orang-orang di masa lampau. Pada saat ini, engkau akan dengan jelas memahami apa arti percaya kepada Tuhan dan apa arti sesuai dengan maksud-maksud Tuhan. Tentu saja, jika engkau berpegang teguh pada pandangan masa lalu, dan menolak atau menyangkal fakta inkarnasi Tuhan yang kedua, engkau akan tetap bertangan kosong dan tidak mendapat apa pun, dan pada akhirnya, engkau akan dinyatakan bersalah karena menentang Tuhan. Mereka yang mampu tunduk pada kebenaran dan tunduk pada pekerjaan Tuhan akan diakui di bawah nama Tuhan yang berinkarnasi kedua kalinya—Yang Mahakuasa. Mereka akan dapat menerima tuntunan pribadi Tuhan, mendapatkan kebenaran yang lebih banyak dan lebih tinggi, serta kehidupan sejati. Mereka akan mendapat penglihatan yang belum pernah dilihat sebelumnya oleh orang-orang di masa lampau: "Kemudian aku berbalik untuk melihat suara yang berbicara denganku. Dan ketika berpaling, aku melihat tujuh kaki dian dari emas; dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seseorang yang menyerupai Anak Manusia, berpakaian jubah sampai ke kaki, dan mengenakan ikat pinggang dari emas. Kepala dan rambut-Nya seputih bulu domba, putih seperti salju, dan mata-Nya seperti nyala api. Dan kaki-Nya seperti tembaga mengkilap, seakan-akan membara dalam perapian dan suara-Nya bagaikan gemuruh air bah. Dan di tangan kanan-Nya ada tujuh bintang: dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua; dan wajah-Nya bercahaya bagaikan matahari yang bersinar dengan terik" (Wahyu 1:12-16). Penglihatan ini merupakan pengungkapan seluruh watak Tuhan, dan pengungkapan seluruh watak-Nya juga merupakan pengungkapan pekerjaan Tuhan dalam inkarnasi-Nya saat ini. Dalam derasnya hajaran dan penghakiman, Anak Manusia mengungkapkan watak yang melekat pada-Nya melalui perkataan-Nya, memungkinkan semua orang yang menerima hajaran dan penghakiman-Nya untuk melihat wajah Anak Manusia yang sesungguhnya, yang merupakan gambaran sebenarnya dari wajah Anak Manusia yang dilihat oleh Yohanes. (Tentu saja, semua ini tidak akan dapat dilihat oleh orang-orang yang tidak menerima pekerjaan Tuhan pada Zaman Kerajaan.) Wajah Tuhan yang sesungguhnya tidak dapat dilukiskan sepenuhnya menggunakan bahasa manusia, jadi Tuhan menggunakan cara mengungkapkan watak yang melekat pada-Nya untuk menunjukkan wajah-Nya yang sesungguhnya kepada manusia. Dengan kata lain, semua orang yang menghargai watak dasar Anak Manusia telah melihat wajah Anak Manusia yang sesungguhnya, karena Tuhan terlalu agung dan tidak dapat dilukiskan sepenuhnya menggunakan bahasa manusia. Begitu manusia telah mengalami setiap langkah pekerjaan Tuhan pada Zaman Kerajaan, dia akan memahami arti sebenarnya dari perkataan Yohanes ketika dia berbicara tentang Anak Manusia di antara kaki dian: "Kepala dan rambut-Nya seputih bulu domba, putih seperti salju, dan mata-Nya seperti nyala api. Dan kaki-Nya seperti tembaga mengkilap, seakan-akan membara dalam perapian dan suara-Nya bagaikan gemuruh air bah. Dan di tangan kanan-Nya ada tujuh bintang: dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua; dan wajah-Nya bercahaya bagaikan matahari yang bersinar dengan terik." Pada waktu itu, engkau akan tahu dengan pasti bahwa daging biasa yang telah berbicara begitu banyak ini tidak dapat disangkal adalah Tuhan yang berinkarnasi kedua kalinya. Selain itu, engkau akan benar-benar merasakan betapa diberkatinya engkau, dan merasa engkau adalah orang yang paling beruntung. Tidak maukah engkau menerima berkat ini?
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Kata Pengantar"