d. Apakah para pendeta dan penatua agamawi benar-benar ditetapkan oleh Tuhan, dan apakah menaati pendeta dan penatua berarti tunduk kepada Tuhan dan mengikuti Tuhan
Firman Tuhan Yang Mahakuasa pada Akhir Zaman
Dalam memilih seseorang untuk melayani-Nya, Tuhan selalu memiliki prinsip-Nya sendiri. Melayani Tuhan sama sekali bukan sekadar masalah antusiasme seperti yang orang bayangkan. Pada zaman sekarang, engkau semua melihat bahwa semua orang yang melayani Tuhan melakukannya karena mereka memiliki tuntunan Tuhan dan pekerjaan Roh Kudus, dan karena mereka adalah orang-orang yang mengejar kebenaran. Ini adalah syarat minimum bagi semua orang yang melayani Tuhan.
Melayani Tuhan bukan tugas yang sederhana. Mereka yang watak rusaknya tetap tidak berubah tidak akan pernah bisa melayani Tuhan. Jika watakmu belum dihakimi dan dihajar oleh firman Tuhan, watakmu masih merepresentasikan Iblis, yang membuktikan bahwa engkau melayani Tuhan karena niat baikmu sendiri, bahwa pelayananmu itu didasarkan pada natur Iblis dalam dirimu. Engkau melayani Tuhan dengan karakter alamimu dan berdasarkan pilihan pribadimu. Terlebih lagi, engkau selalu berpikir bahwa hal-hal yang engkau bersedia lakukan adalah hal yang menyenangkan Tuhan, dan hal-hal yang tidak ingin engkau lakukan adalah hal yang menjijikkan bagi Tuhan; engkau bekerja sepenuhnya berdasarkan pilihanmu sendiri. Dapatkah ini disebut melayani Tuhan? Pada akhirnya, tidak akan ada sedikit pun perubahan dalam watak hidupmu; sebaliknya, pelayananmu akan membuatmu semakin keras kepala, jadi watak rusakmu akan semakin tertanam dalam dirimu, dan dengan demikian, di dalam dirimu akan terbentuk aturan-aturan mengenai pelayanan kepada Tuhan yang terutama didasarkan pada karaktermu sendiri, dan pengalaman yang diperoleh dari pelayananmu yang sesuai dengan watakmu sendiri. Ini adalah pengalaman dan pelajaran manusia. Ini adalah falsafah duniawi manusia. Orang-orang seperti ini dapat digolongkan sebagai orang-orang Farisi dan tokoh agamawi. Jika mereka tidak pernah sadar dan bertobat, mereka pasti akan berubah menjadi kristus-kristus palsu dan antikristus yang menyesatkan orang-orang pada akhir zaman. Para kristus palsu dan antikristus yang dibicarakan ini akan muncul dari antara orang-orang semacam ini. Jika mereka yang melayani Tuhan mengikuti karakter mereka sendiri dan bertindak berdasarkan kehendak mereka sendiri, mereka berisiko disingkirkan kapan saja. Mereka yang menggunakan pengalaman yang mereka dapatkan selama bertahun-tahun melayani Tuhan untuk memenangkan hati orang lain, menceramahi dan membatasi mereka, serta menganggap diri mereka lebih hebat dari orang lain—dan yang tidak pernah bertobat, tidak pernah mengakui dosa mereka, tidak pernah melepaskan keuntungan dari kedudukan mereka—orang-orang ini akan jatuh di hadapan Tuhan. Mereka sejenis dengan Paulus, menyalahgunakan senioritas mereka dan memamerkan kualifikasi mereka. Tuhan tidak akan membawa orang-orang semacam ini menuju kesempurnaan. Pelayanan semacam ini mengacaukan pekerjaan Tuhan. Manusia selalu berpaut pada yang lama. Mereka berpaut pada gagasan dari masa lalu, pada segala sesuatu dari masa yang lampau. Ini adalah rintangan yang besar dalam pelayanan mereka. Jika engkau tidak bisa menyingkirkannya, hal-hal ini akan menghambat seluruh hidupmu. Tuhan tidak akan memperkenankanmu, tidak sedikit pun, bahkan sekalipun kakimu patah ketika berlari atau punggungmu sakit karena bekerja keras, bahkan sekalipun engkau menjadi martir dalam pelayananmu kepada Tuhan. Malah sebaliknya: Dia akan berkata bahwa engkau adalah pelaku kejahatan.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Pelayanan Rohani Harus Dibersihkan"
Orang-orang di gereja yang berkhotbah dan memiliki status, kedudukan, dan prestise adalah sekelompok orang yang dibina di seminari teologi agar memiliki pengetahuan dan teori teologis, dan mereka pada dasarnya adalah bagian utama yang menopang Kekristenan. Kekristenan membina orang-orang semacam itu untuk berkhotbah di mimbar, memberitakan Injil dan melakukan pekerjaan di mana-mana. Mereka yakin bahwa dengan adanya orang-orang berbakat seperti para mahasiswa teologi, pendeta pengkhotbah, dan teolog ini, keberadaan Kekristenan terjamin sampai hari ini, dan orang-orang ini telah menjadi nilai dan modal bagi keberadaan Kekristenan. Jika pendeta dari sebuah gereja adalah lulusan dari seminari teologi, mampu membahas Alkitab dengan baik, telah membaca beberapa buku rohani, serta memiliki pengetahuan dan kefasihan, maka jemaat yang hadir di gereja tersebut akan meningkat tajam dan gereja itu akan menjadi jauh lebih terkenal daripada gereja-gereja lainnya. Apa yang dihargai oleh orang-orang Kristen ini? Pengetahuan, pengetahuan teologis. Berasal dari manakah pengetahuan ini? Bukankah pengetahuan ini diwariskan dari zaman dahulu? Kitab suci telah ada sejak zaman dahulu, diwariskan dari generasi ke generasi, dan dengan cara itulah semua orang membaca dan mempelajarinya sampai hari ini. Orang-orang membagi Alkitab ke dalam beberapa bagian, menyusunnya ke dalam berbagai versi, dan mendorong orang untuk mempelajari dan memahaminya, tetapi tujuan mereka mempelajari Alkitab bukanlah untuk memahami kebenaran agar dapat mengenal Tuhan, juga bukan untuk memahami maksud-maksud Tuhan agar mencapai takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan; melainkan untuk mempelajari pengetahuan dan misteri-misteri dalam Alkitab, untuk mengetahui peristiwa apa yang telah menggenapi nubuat dalam Kitab Wahyu, pada waktu kapan dan nubuat mana, serta kapan bencana besar dan masa seribu tahun akan datang. Mereka mempelajari hal-hal ini. Apakah yang mereka pelajari ada kaitannya dengan kebenaran? (Tidak.) Mengapa mereka mempelajari hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan kebenaran? Itu karena makin mereka belajar, makin mereka merasa bahwa mereka telah mengerti, dan makin mereka diperlengkapi dengan kata-kata dan doktrin, makin tinggi kualifikasi mereka. Makin tinggi kualifikasi mereka, makin mereka merasa bahwa kemampuan mereka besar, dan makin mereka percaya bahwa mereka akhirnya akan diberkati dalam iman mereka, bahwa mereka akan masuk surga setelah kematian, atau bahwa orang yang masih hidup akan diangkat ke angkasa untuk bertemu Tuhan. Inilah gagasan keagamaan mereka, yang sama sekali tidak sesuai dengan firman Tuhan.
—Firman, Jilid 4, Menyingkapkan Antikristus, "Bab Tujuh: Mereka Jahat, Berbahaya, dan Licik (Bagian Tiga)"
Pekerjaan dalam pikiran manusia terlalu mudah dicapai oleh manusia. Pendeta dan pemimpin di kalangan keagamaan, misalnya, menggantungkan diri pada karunia dan kedudukan mereka untuk melakukan pekerjaan mereka. Orang yang mengikuti mereka dalam jangka waktu panjang akan tertular oleh karunia mereka dan terpengaruh oleh sebagian dari keberadaan mereka. Mereka berfokus pada karunia, kemampuan, dan pengetahuan manusia, dan mereka memperhatikan hal-hal supranatural dan banyak doktrin mendalam yang tidak realistis (tentu saja, doktrin-doktrin mendalam ini tidak dapat dicapai). Mereka tidak berfokus pada perubahan pada watak manusia, melainkan pada melatih orang untuk berkhotbah dan bekerja, meningkatkan pengetahuan orang dan doktrin keagamaan mereka yang berlimpah. Mereka tidak berfokus pada sejauh mana watak orang diubahkan atau sejauh mana orang memahami kebenaran. Mereka tidak peduli tentang esensi manusia, apalagi berusaha mengetahui keadaan normal dan abnormal manusia. Mereka tidak menentang gagasan manusia atau mengungkapkan gagasan mereka, apalagi memangkas orang karena kekurangan atau kerusakan mereka. Sebagian besar orang yang mengikuti mereka melayani dengan menggunakan karunia mereka, dan segala hal yang mereka sampaikan adalah gagasan agamawi dan teori teologi, yang tidak bersentuhan dengan kenyataan dan sama sekali tidak dapat memberikan kehidupan kepada manusia. Kenyataannya, esensi dari pekerjaan mereka adalah mengasuh bakat, mengasuh orang yang tidak memiliki apa-apa menjadi lulusan seminari berbakat yang kemudian bekerja dan memimpin.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia"
Para pendeta dan penatua di dunia keagamaan semuanya adalah orang-orang yang mempelajari pengetahuan Alkitab dan teologi; mereka adalah orang-orang Farisi munafik yang menentang Tuhan. ... Apakah mereka yang beragama Kristen dan Katolik yang mempelajari Alkitab, teologi, dan bahkan sejarah pekerjaan Tuhan adalah benar-benar orang percaya? Apakah mereka berbeda dengan orang-orang percaya dan pengikut Tuhan yang Dia bicarakan? Di mata Tuhan, apakah mereka adalah orang percaya? Bukan, mereka mempelajari teologi, mereka mempelajari Tuhan, tetapi mereka tidak mengikuti Tuhan ataupun bersaksi bagi-Nya. Pembelajaran mereka tentang Tuhan sama seperti orang-orang yang mempelajari sejarah, filsafat, hukum, biologi, atau astronomi. Hanya saja, mereka tidak menyukai sains atau mata pelajaran lainnya, tetapi mereka secara khusus suka mempelajari teologi. Apa hasil dari pencarian mereka terhadap bagian-bagian pekerjaan Tuhan untuk mempelajari Tuhan? Dapatkah mereka menemukan keberadaan Tuhan? Tidak, tidak pernah. Dapatkah mereka memahami maksud-maksud Tuhan? (Tidak.) Mengapa? Karena mereka hidup dalam kata-kata, dalam pengetahuan, dalam filsafat, dalam pikiran manusia dan dalam pemikiran manusia; mereka tidak akan pernah melihat Tuhan ataupun dicerahkan oleh Roh Kudus. Bagaimana Tuhan menggolongkan mereka? Sebagai pengikut yang bukan orang percaya, sebagai orang tidak percaya. Orang tidak percaya dan pengikut yang bukan orang percaya ini berbaur di dalam apa yang disebut komunitas Kristen, bertindak seperti orang-orang yang percaya kepada Tuhan, seperti orang-orang Kristen, tetapi pada kenyataannya, apakah mereka benar-benar menyembah Tuhan? Apakah mereka benar-benar tunduk? (Tidak.) Mengapa tidak? Satu hal yang pasti: di dalam hatinya, sebagian dari mereka tidak percaya akan keberadaan Tuhan; mereka tidak percaya bahwa Tuhan menciptakan dunia dan berdaulat atas segala sesuatu, dan terlebih dari itu, mereka tidak percaya bahwa Tuhan dapat menjadi daging. Apa arti ketidakpercayaan ini? Itu berarti meragukan dan menyangkal. Mereka bahkan memiliki sikap yang tidak berharap nubuat-nubuat yang diucapkan oleh Tuhan, terutama nubuat mengenai bencana, akan digenapi atau menjadi kenyataan. Inilah sikap mereka terhadap kepercayaan kepada Tuhan, dan inilah esensi dan wajah sebenarnya dari apa yang mereka sebut iman. Orang-orang ini mempelajari Tuhan karena mereka secara khusus tertarik pada subjek dan pengetahuan teologi, serta pada fakta-fakta historis pekerjaan Tuhan; mereka hanyalah sekelompok intelektual yang mempelajari teologi. Para intelektual ini tidak percaya akan keberadaan Tuhan, jadi bagaimana reaksi mereka ketika Tuhan datang untuk bekerja, ketika firman Tuhan digenapi? Apa reaksi pertama mereka ketika mereka mendengar bahwa Tuhan telah menjadi daging dan memulai pekerjaan baru? "Mustahil!" Siapa pun yang memberitakan nama baru Tuhan dan pekerjaan baru Tuhan, mereka mengutuk orang tersebut, dan mereka bahkan ingin membunuh atau menyingkirkannya. Perwujudan macam apa ini? Bukankah ini adalah perwujudan khas antikristus? Apa bedanya mereka dengan orang-orang Farisi, imam-imam kepala, dan ahli-ahli Taurat zaman dahulu? Mereka memusuhi pekerjaan Tuhan, penghakiman Tuhan pada akhir zaman, Tuhan yang menjadi daging, dan terlebih dari itu, mereka memusuhi penggenapan nubuat-nubuat Tuhan. Mereka percaya, "Jika engkau tidak menjadi daging, jika tubuhmu berwujud roh, maka engkau adalah tuhan; jika engkau berinkarnasi dan menjadi manusia, maka engkau bukan tuhan, dan kami tidak mengakuimu." Apa sebenarnya maksud perkataan ini? Maksudnya, selama mereka ada di sini, mereka tidak akan membiarkan Tuhan menjadi daging. Bukankah ini khas antikristus? Ini adalah antikristus sejati.
—Firman, Jilid 4, Menyingkapkan Antikristus, "Bab Tujuh: Mereka Jahat, Berbahaya, dan Licik (Bagian Tiga)"
Para orang Farisi Yahudi, imam kepala, dan ahli Taurat dari Zaman Hukum Taurat secara teori percaya kepada Tuhan, tetapi mereka meninggalkan jalan-Nya, dan bahkan menyalibkan Tuhan yang berinkarnasi. Lalu, dapatkah kepercayaan mereka diperkenan Tuhan? (Tidak.) Tuhan telah menunjuk mereka sebagai penganut Yudaisme, sebagai anggota kelompok keagamaan. Tuhan juga memandang mereka yang percaya kepada Yesus di zaman ini sebagai anggota kelompok keagamaan, karena Dia tidak mengakui mereka sebagai anggota gereja-Nya, atau orang yang percaya kepada-Nya. Mengapa Tuhan begitu mengutuk dunia keagamaan? Karena semua anggota kelompok agama, terutama pemimpin tingkat tinggi dari berbagai denominasi, tidak memiliki hati yang takut akan Tuhan, mereka juga tidak mengikuti kehendak Tuhan. Mereka semua adalah pengikut yang bukan orang percaya. Mereka tidak percaya pada inkarnasi, apalagi menerima kebenaran. Mereka tidak pernah mencari, bertanya, memeriksa, atau menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman atau kebenaran yang diungkapkan-Nya, sebaliknya mereka langsung mengutuk dan menghujat pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi pada akhir zaman. Dari hal ini, seseorang dapat melihatnya dengan jelas bahwa secara nama, mereka mungkin percaya kepada Tuhan, tetapi Tuhan tidak mengakui mereka sebagai orang-orang yang percaya kepada-Nya. Dia berkata bahwa mereka adalah pelaku kejahatan, bahwa tidak satu pun yang mereka lakukan berhubungan dengan pekerjaan penyelamatan-Nya, bahwa mereka adalah orang-orang tidak percaya yang berada di luar firman-Nya. Jika engkau semua percaya kepada Tuhan seperti yang kaulakukan saat ini, bukankah harinya akan tiba saat engkau juga diturunkan menjadi penganut agama? Kepercayaan kepada Tuhan di dalam agama tidak dapat menghasilkan keselamatan—mengapa tepatnya demikian? Jika engkau semua tidak dapat mengatakan alasannya, itu menunjukkan bahwa engkau tidak memahami kebenaran atau maksud Tuhan sedikit pun. Hal paling tragis yang dapat terjadi dalam kepercayaan kepada Tuhan adalah penurunan menjadi agama dan disingkirkan oleh Tuhan. Ini adalah hal yang tak terbayangkan oleh manusia, dan mereka yang tidak memahami kebenaran tidak akan pernah dapat mengerti masalah ini dengan jelas. Katakan kepada-Ku, jika gereja telah perlahan-lahan berubah menjadi agama di mata Tuhan dan menjadi denominasi setelah bertahun-tahun sejak didirikan, apakah orang-orang di dalamnya menjadi objek untuk keselamatan Tuhan? Apakah mereka anggota keluarga-Nya? (Bukan.) Bukan. Jalan apa yang ditempuh orang-orang yang secara teori percaya kepada Tuhan yang benar, tetapi dianggap sebagai penganut agama oleh Tuhan ini? Jalan yang mereka tempuh adalah jalan di mana mereka mengibarkan spanduk yang menyatakan iman kepada Tuhan, tetapi tidak pernah mengikuti jalan-Nya; ini adalah jalan di mana mereka percaya kepada Dia tetapi tidak menyembah-Nya, dan bahkan meninggalkan Dia; ini adalah jalan di mana mereka mengaku percaya kepada Tuhan tetapi menentang Dia, secara teori percaya kepada nama Tuhan, kepada Tuhan yang sejati, tetapi menyembah para Iblis dan setan, dan terlibat dalam pekerjaan manusia, serta mendirikan kerajaan manusia yang independen. Itulah jalan yang mereka tempuh. Dengan melihat jalan yang mereka tempuh, jelaslah bahwa mereka adalah sekumpulan pengikut yang bukan orang percaya, geng antikristus, kelompok Iblis dan setan yang jelas-jelas bertujuan menentang Tuhan dan mengacaukan pekerjaan-Nya. Itulah esensi dunia keagamaan. Apakah kelompok orang seperti itu ada hubungannya dengan rencana pengelolaan Tuhan bagi keselamatan manusia? (Tidak.) Begitu gaya iman orang yang percaya kepada Tuhan, berapa pun jumlah mereka, didefinisikan oleh Tuhan sebagai denominasi atau sebuah kelompok, artinya mereka juga didefinisikan oleh Tuhan sebagai orang yang tidak dapat diselamatkan. Mengapa Aku mengatakan ini? Sebuah kelompok tanpa pekerjaan atau tuntunan Tuhan, kelompok yang tidak tunduk kepada-Nya atau menyembah Dia sama sekali, mungkin saja secara teori percaya kepada Tuhan, tetapi imam dan penatua agamalah yang mereka ikuti dan patuhi, dan imam serta penatua agama itu secara esensi adalah Iblis dan munafik. Jadi, yang mereka ikuti dan patuhi adalah para Iblis dan setan. Di dalam hati, mereka percaya kepada Tuhan, tetapi sebenarnya, mereka dimanipulasi manusia, berada di bawah pengaturan dan penguasaan manusia. Jadi, pada dasarnya, yang mereka ikuti dan patuhi adalah Iblis, setan, dan kekuatan jahat yang menentang Tuhan, dan musuh Tuhan. Akankah Tuhan menyelamatkan kelompok orang seperti ini? (Tidak.) Mengapa tidak? Apakah orang seperti itu mampu bertobat? Tidak; mereka tidak akan bertobat. Mereka terlibat dalam pekerjaan dan usaha manusia yang membawa spanduk iman kepada Tuhan, menentang rencana pengelolaan Tuhan bagi keselamatan manusia, dengan hasil akhirnya mereka akan dibenci dan ditolak oleh Tuhan. Mustahil Tuhan akan menyelamatkan orang-orang ini; mereka tidak mampu bertobat, dan karena mereka telah dibawa oleh Iblis, Tuhan menyerahkan mereka kepadanya.
—Firman, Jilid 3, Pembicaraan Kristus Akhir Zaman, "Hanya dengan Takut akan Tuhan Orang Dapat Menempuh Jalan Keselamatan"
Sebagian orang tidak bersukacita dalam kebenaran, apalagi dalam penghakiman. Sebaliknya, mereka bersukacita dalam kekuasaan dan kekayaan; orang-orang seperti itu disebut para pencari kekuasaan. Mereka hanya mencari denominasi-denominasi di dunia yang berpengaruh dan mereka mencari para pendeta serta pengajar yang berasal dari seminari. Meskipun telah menerima jalan kebenaran, mereka hanya separuh percaya; mereka tidak mampu menyerahkan segenap hati dan pikiran mereka, mulut mereka mengucapkan kata-kata tentang mempersembahkan diri bagi Tuhan, tetapi mata mereka berfokus pada para pendeta dan pengajar yang termasyhur, dan mereka memandang Kristus sebelah mata. Hati mereka terpaku pada ketenaran, kemakmuran, dan kemuliaan. Mereka berpikir tidak mungkin orang yang sedemikian kecilnya mampu menaklukkan begitu banyak orang, orang yang sedemikian biasa-biasa saja mampu menyempurnakan manusia. Mereka berpikir tidak mungkin orang-orang ini yang bukan siapa-siapa di antara debu dan tumpukan kotoran adalah orang-orang yang Tuhan pilih. Mereka percaya jika orang-orang seperti itu adalah sasaran penyelamatan Tuhan, maka langit dan bumi akan jungkir balik dan semua orang akan tertawa terbahak-bahak. Mereka percaya jika Tuhan memilih orang-orang yang sedemikian tidak ada apa-apanya untuk disempurnakan, berarti orang-orang hebat itu akan menjadi Tuhan itu sendiri. Perspektif mereka tercemar oleh ketidakpercayaan; lebih dari sekadar tidak percaya, mereka sesungguhnya adalah binatang buas yang tidak masuk akal. Karena mereka hanya menghargai status, gengsi, dan kekuasaan, dan mereka hanya menjunjung tinggi kelompok dan denominasi yang besar. Mereka tidak sedikit pun menghargai orang-orang yang dipimpin oleh Kristus; mereka benar-benar pengkhianat yang telah berpaling dari Kristus, dari kebenaran, dan hidup.
Apa yang engkau kagumi bukanlah kerendahhatian Kristus, melainkan gembala-gembala palsu yang berkedudukan menonjol. Engkau tidak menyukai keindahan ataupun hikmat Kristus, tetapi menyukai orang-orang cabul yang terlibat dalam kekejian dunia. Engkau menertawakan penderitaan Kristus yang tidak memiliki tempat untuk meletakkan kepala-Nya, tetapi mengagumi mayat-mayat yang berburu persembahan dan hidup dalam pesta pora. Engkau tidak bersedia menderita bersama Kristus, tetapi dengan senang hati pergi ke pelukan para antikristus yang sembrono itu, meskipun mereka hanya membekalimu dengan daging, kata-kata, dan kendali. Bahkan sekarang pun, hatimu masih mengarah kepada mereka, pada reputasi mereka, status mereka, dan pengaruh mereka. Namun, engkau terus memiliki sikap yang menganggap pekerjaan Kristus terlalu sulit untuk diterima dan tidak bersedia menerimanya. Inilah mengapa Aku berkata bahwa engkau tidak memiliki iman untuk mengakui Kristus. Alasanmu mengikut Dia sampai hari ini hanyalah karena engkau tidak punya pilihan lain. Serangkaian citra mulia akan selamanya melekat di hatimu; engkau tidak dapat melupakan setiap kata dan perbuatan mereka, juga perkataan serta tangan mereka yang berpengaruh. Di dalam hatimu, mereka selamanya agung dan selamanya pahlawan. Namun tidaklah demikian bagi Kristus zaman sekarang. Di dalam hatimu, Dia selamanya tidak penting, dan selamanya tidak layak untuk ditakuti. Karena Dia terlalu biasa, pengaruhnya terlalu kecil, dan jauh dari agung.
Bagaimanapun juga, Aku mengatakan bahwa semua orang yang tidak menghargai kebenaran adalah para pengikut yang bukan orang percaya dan pengkhianat kebenaran. Orang-orang seperti itu tidak akan pernah menerima perkenanan Kristus. Sudahkah engkau sekarang mengetahui seberapa banyak ketidakpercayaan yang ada dalam dirimu, dan seberapa banyak pengkhianatan terhadap Kristus yang ada dalam dirimu? Dengan demikian, Aku menasihatimu: karena engkau telah memilih jalan kebenaran, maka engkau harus mengabdikan dirimu sepenuh hati; jangan bimbang atau setengah hati. Engkau harus memahami bahwa Tuhan bukanlah milik dunia atau siapa pun, melainkan milik semua orang yang benar-benar percaya kepada-Nya, semua orang yang menyembah-Nya, dan semua orang yang mengabdikan diri serta setia kepada-Nya.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Apakah Engkau Benar-benar Orang yang Percaya kepada Tuhan?"
Klip Film Terkait
Apakah Pendeta dan Penatua Diangkat oleh Tuhan
Apakah Ketaatan kepada Pendeta dan Penatua Sama dengan Ketaatan kepada Tuhan?
Dapatkah Paus Mewakili Tuhan? Apakah Mendengarkan Paus Berarti Menaati Tuhan?
Khotbah Terkait
Apakah Mengikut Pemimpin Agama Berarti Mengikut Tuhan?
Lagu Pujian Terkait
Manusia Tidak Mempunyai Iman Sejati kepada Kristus
Percaya kepada Tuhan tetapi Tidak Menerima Kebenaran Berarti Menjadi Pengikut yang Bukan Orang Percaya