Watak Tuhan dan Apa yang Dimiliki-Nya dan Siapa Dia

Firman Tuhan Harian: Kutipan 232

Aku benar, Aku setia, dan Aku adalah Tuhan yang memeriksa lubuk hati manusia! Aku akan segera menyingkapkan siapa yang benar dan siapa yang salah. Jangan khawatir; segala sesuatu bekerja menurut waktu-Ku. Siapa yang menginginkan-Ku dengan tulus, dan siapa yang tidak—Aku akan memberitahumu satu per satu. Makan, minum, dan, mendekat sajalah kepada-Ku ketika engkau masuk ke dalam hadirat-Ku, dan Aku akan secara pribadi melakukan pekerjaan-Ku. Jangan terlalu berhasrat untuk mendapatkan hasil yang cepat; pekerjaan-Ku bukanlah sesuatu yang bisa diselesaikan semua di waktu yang sama. Di dalamnya ada langkah-langkah-Ku dan hikmat-Ku, dan itulah sebabnya hikmat-Ku dapat dinyatakan. Aku akan membiarkan engkau semua melihat apa yang dilakukan oleh tangan-Ku—menghukum orang yang jahat dan memberi upah kepada orang yang baik. Aku pasti tidak memihak siapa pun. Engkau yang mengasihi-Ku dengan tulus, Aku akan mengasihimu dengan tulus, dan adapun mereka yang tidak mengasihi-Ku dengan tulus, murka-Ku akan selamanya menyertai mereka sehingga mereka dapat selalu ingat bahwa Akulah Tuhan yang benar, Tuhan yang memeriksa lubuk hati manusia. Jangan bertindak dengan satu cara di depan orang lain tetapi bertindak dengan cara lain tanpa sepengetahuan mereka; Aku melihat dengan jelas semua yang engkau lakukan dan meskipun engkau dapat mengelabui orang lain, engkau tidak dapat mengelabui-Ku. Aku melihat semuanya dengan jelas. Engkau tidak mungkin dapat menyembunyikan apa pun; semua berada di dalam tangan-Ku. Jangan menganggap dirimu sangat cerdas karena membuat perhitungan kecilmu demi keuntunganmu. Kukatakan kepadamu: sebanyak apa pun rencana yang dapat dihasilkan manusia, mungkin seribu atau sepuluh ribu rencana, pada akhirnya mereka tidak dapat melarikan diri dari telapak tangan-Ku. Segala sesuatu dan benda-benda dikendalikan oleh tangan-Ku, apalagi satu orang! Jangan mencoba menghindari-Ku atau bersembunyi, jangan berusaha menipu atau merahasiakan. Mungkinkah engkau tetap tidak melihat bahwa wajah-Ku yang mulia, murka-Ku dan penghakiman-Ku telah dinyatakan secara terbuka? Siapa pun yang tidak menginginkan-Ku dengan tulus, Aku akan menghakimi mereka dengan segera dan tanpa merasa kasihan. Belas kasihan-Ku telah berakhir dan tidak ada lagi yang tersisa. Jangan menjadi munafik lagi dan hentikan cara-caramu yang liar dan sembrono.

Anak-Ku, berhati-hatilah, luangkan lebih banyak waktu di hadirat-Ku dan Aku akan bertanggung jawab atasmu. Jangan takut, keluarkanlah pedang bermata dua-Ku yang tajam, dan—sesuai dengan maksud-maksud-Ku—bertempurlah dengan Iblis sampai akhir. Aku akan melindungimu; jangan khawatir. Semua hal yang tersembunyi akan dibuka dan dinyatakan. Akulah Matahari yang memancarkan terang, menerangi semua kegelapan tanpa belas kasihan. Penghakiman-Ku telah tercurah secara keseluruhan dan gereja adalah medan peperangan. Engkau semua harus mempersiapkan dirimu sendiri dan mendedikasikan seluruh keberadaanmu pada pertempuran penentuan terakhir; Aku pasti akan melindungimu sehingga engkau dapat memperjuangkan pertempuran kemenangan yang baik bagi-Ku.

Berhati-hatilah—sekarang ini, hati manusia itu curang serta tidak terduga dan mereka tidak mungkin mendapatkan kepercayaan orang lain. Hanya Aku yang sepenuhnya untukmu. Tidak ada kecurangan di dalam-Ku; bersandarlah hanya kepada-Ku! Anak-anak-Ku pasti akan menang dalam pertempuran penentuan terakhir dan Iblis pasti akan muncul dan mati. Jangan takut! Akulah kekuatanmu, Akulah segalanya bagimu. Jangan memikirkan segala sesuatu berulang kali, engkau tidak bisa menangani terlalu banyak pemikiran. Telah Kukatakan sebelumnya, Aku tidak akan lagi menarik engkau semua di sepanjang jalan karena waktu terlalu mendesak. Aku tidak punya waktu lagi untuk menjewermu dan mengingatkanmu terus-menerus—itu tidak mungkin! Selesaikan saja persiapanmu untuk peperangan. Aku bertanggung jawab penuh untukmu; segala sesuatu berada di dalam tangan-Ku. Ini adalah peperangan antara hidup dan mati dan salah satu pihak pasti binasa. Namun engkau harus jelas tentang ini: Aku selamanya menang dan tak terkalahkan, dan Iblis pasti akan binasa. Inilah pendekatan-Ku, pekerjaan-Ku, kehendak-Ku dan rencana-Ku!

Sudah selesai! Semua sudah selesai! Jangan menjadi tawar hati atau takut. Aku menyertaimu dan engkau bersama-Ku, akan menjadi raja-raja selamanya! Firman-Ku, sekali diucapkan, tidak akan pernah berubah dan berbagai peristiwa akan segera menimpa engkau semua. Waspadalah! Engkau harus merenungkan setiap firman dengan baik; jangan lagi menjadi samar-samar tentang firman-Ku. Engkau harus jelas tentang firman-Ku! Engkau harus ingat—luangkan lebih banyak waktu di hadirat-Ku!

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Perkataan Kristus pada Mulanya, Bab 44"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 233

Aku telah mulai mengambil tindakan untuk menghukum mereka yang melakukan kejahatan, dan mereka yang memegang kekuasaan dan yang menganiaya anak-anak Tuhan. Mulai sekarang, tangan ketetapan administratif-Ku akan selalu ada atas mereka yang menentang Aku di dalam hatinya. Ketahuilah ini! Ini adalah awal dari penghakiman-Ku, dan belas kasihan tidak akan ditunjukkan kepada siapa pun, dan tidak seorang pun akan dibiarkan lolos, karena Akulah Tuhan yang tidak memiliki perasaan daging dan melakukan kebenaran, dan akan lebih baik bagi engkau semua untuk mengetahui hal ini.

Bukannya Aku ingin menghukum mereka yang melakukan kejahatan; tetapi, ini adalah ganjaran yang menimpa diri mereka oleh karena kejahatan mereka sendiri. Aku tidak cepat untuk menghukum siapa pun, Aku juga tidak memperlakukan siapa pun secara tidak adil—Aku adil kepada semua orang. Aku tentunya mengasihi anak-anak-Ku, dan Aku pastinya membenci orang-orang jahat yang menentang Aku; inilah prinsip di balik tindakan-Ku. Setiap orang dari antaramu harus memiliki wawasan mengenai ketetapan administratif-Ku; jika tidak, engkau semua tidak akan memiliki sedikit pun rasa gentar, dan akan bertindak ceroboh di hadapan-Ku. Engkau juga tidak akan tahu apa yang ingin Kucapai, apa yang ingin Kukerjakan, apa yang ingin Kudapatkan, atau orang macam apa yang dibutuhkan kerajaan-Ku.

Ketetapan-ketetapan administratif-Ku adalah:

1. Tidak peduli siapa engkau, jika engkau menentang Aku di dalam hatimu, engkau akan dihakimi.

2. Mereka yang telah Kupilih akan segera didisiplinkan untuk setiap pemikiran yang salah.

3. Aku akan mengesampingkan orang-orang yang tidak percaya kepada-Ku. Aku akan membiarkan mereka berbicara dan bertindak sembrono sampai pada akhirnya, ketika Aku akan menghukum mereka sepenuhnya dan membereskan mereka.

4. Aku akan menjaga dan melindungi mereka yang percaya kepada-Ku setiap saat. Setiap saat Aku akan memberi mereka hidup melalui keselamatan. Orang-orang ini akan memiliki kasih-Ku, dan mereka pasti tidak akan jatuh atau tersesat. Kelemahan apa pun yang mereka miliki akan bersifat sementara, dan Aku pasti tidak akan mengingat kelemahan-kelemahan mereka.

5. Mereka yang tampaknya percaya, tetapi sebenarnya tidak percaya—yang percaya bahwa Tuhan ada tetapi tidak mencari Kristus, tetapi yang juga tidak menentang—orang-orang ini adalah yang paling patut dikasihani, dan melalui perbuatan-Ku, Aku akan membuat mereka melihat dengan jelas. Melalui tindakan-Ku, Aku akan menyelamatkan orang-orang semacam ini dan membawa mereka pulang.

6. Anak-anak sulung, yang pertama menerima nama-Ku, akan diberkati! Aku pasti akan mengaruniakan berkat-berkat terbaik kepada engkau semua, memungkinkanmu untuk menikmati berkat-berkat itu sepuas hatimu; tidak seorang pun berani menghalangi ini. Semua ini dipersiapkan sepenuhnya untukmu, karena ini adalah ketetapan administratif-Ku.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Perkataan Kristus pada Mulanya, Bab 56"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 234

Berbahagialah orang-orang yang telah membaca firman-Ku dan percaya bahwa firman-Ku akan digenapi. Aku tidak akan memperlakukanmu dengan buruk, tetapi akan membuat apa yang engkau percayai digenapi dalam dirimu. Inilah berkat-Ku yang datang kepadamu. Firman-Ku membongkar rahasia yang tersembunyi di dalam diri setiap orang; semua orang memiliki luka-luka yang mematikan, dan Aku adalah tabib yang baik yang menyembuhkan luka-luka itu: datang saja ke hadirat-Ku. Mengapa Aku mengatakan bahwa di masa depan tidak akan ada lagi perkabungan dan ratap tangis? Itu dikarenakan hal ini. Di dalam-Ku, segala sesuatu terlaksana, tetapi dalam diri manusia, segala sesuatu adalah rusak, kosong, dan curang bagi manusia. Di hadirat-Ku, engkau pasti mendapatkan segala sesuatu, dan engkau pasti bisa melihat serta menikmati semua berkat yang tidak pernah dapat engkau bayangkan. Mereka yang tidak datang ke hadapan-Ku pasti suka memberontak dan pasti merupakan orang-orang yang menentang-Ku. Aku pasti tidak akan mengampuni mereka semudah itu; Aku akan menghajar dengan keras orang-orang semacam ini. Ingatlah ini! Semakin manusia datang ke hadapan-Ku, mereka akan semakin memperoleh lebih banyak—meskipun yang mereka peroleh itu hanyalah kasih karunia. Di kemudian hari, mereka akan menerima berkat-berkat yang jauh lebih besar.

Sejak penciptaan dunia, Aku telah mulai menentukan dari semula dan memilih kelompok orang ini—yaitu, engkau semua pada zaman sekarang. Watak, kualitas, rupa, dan tingkat pertumbuhan, keluarga tempatmu dilahirkan, pekerjaan dan pernikahanmu—keseluruhan dirimu, bahkan warna rambut dan kulitmu, serta waktu kelahiranmu—semuanya itu diatur oleh tangan-Ku. Bahkan segala sesuatu yang engkau lakukan dan orang-orang yang engkau jumpai setiap hari diatur oleh tangan-Ku, belum lagi fakta bahwa yang membawamu ke dalam hadirat-Ku sekarang ini sebenarnya adalah oleh pengaturan-Ku. Jangan membuat dirimu masuk ke dalam kekacauan; engkau harus melanjutkan dengan tenang. Apa yang Kuizinkan untuk engkau nikmati sekarang adalah bagian yang layak engkau terima, dan itu sudah Kutentukan dari semula sejak penciptaan dunia. Semua manusia sangat ekstrem: mereka terlalu keras kepala atau sama sekali tidak tahu malu. Mereka tidak mampu melakukan segala sesuatu sesuai dengan rencana dan pengaturan-Ku. Jangan lagi lakukan ini. Di dalam-Ku, semuanya dibebaskan; jangan mengikat dirimu sendiri, karena akan ada kerugian sehubungan dengan hidupmu. Ingatlah ini!

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Perkataan Kristus pada Mulanya, Bab 74"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 235

Akulah Tuhan yang unik itu sendiri, dan selain itu, Akulah satu-satunya pribadi Tuhan. Bahkan terlebih lagi, Akulah, seluruh daging, perwujudan sempurna dari Tuhan. Siapa pun yang berani tidak takut akan Aku, siapa pun yang berani menunjukkan sikap yang menentang di mata mereka, dan siapa pun yang berani mengucapkan kata-kata pembangkangan terhadap-Ku pasti akan mati karena kutukan dan murka-Ku (akan ada kutuk karena murka-Ku). Selain itu, siapa pun yang berani tidak setia atau tidak berbakti kepada-Ku, siapa pun yang berani mencoba menipu-Ku pasti akan mati dalam kebencian-Ku. Keadilan, kemegahan, dan penghakiman-Ku akan kekal selama-lamanya. Pada mulanya, Aku penuh kasih dan penyayang, tetapi ini bukanlah watak keilahian-Ku yang sempurna; keadilan, kemegahan dan penghakiman hanyalah bagian dari watak-Ku—Tuhan itu sendiri yang sempurna. Selama Zaman Kasih Karunia, Aku penuh kasih dan belas kasihan. Karena pekerjaan yang harus Kuselesaikan, Aku memiliki kasih sayang dan belas kasihan, tetapi setelah itu, tidak lagi diperlukan kasih sayang dan belas kasihan (dan sejak saat itu tidak ada lagi). Semua itu adalah keadilan, kemegahan, dan penghakiman, dan inilah watak sempurna dari kemanusiaan-Ku yang normal bersama dengan keilahian-Ku yang sempurna.

Orang yang tidak mengenal-Ku akan binasa di dalam jurang maut, sedangkan orang yang mengenal-Ku akan hidup selama-lamanya untuk dipelihara dan dilindungi dalam kasih-Ku. Saat Aku mengucapkan sepatah kata, seluruh alam semesta dan ujung-ujung bumi gemetar. Siapakah yang mampu mendengar firman-Ku dan tidak gemetar ketakutan? Siapakah yang mampu menahan diri untuk tidak memiliki hati yang takut akan Aku? Dan siapakah yang tidak mampu membedakan antara keadilan dan kemegahan-Ku dari perbuatan-Ku! Dan siapakah yang tidak dapat melihat kemahakuasaan dan hikmat-Ku dalam perbuatan-Ku! Siapa pun yang tidak memperhatikan pasti akan mati. Hal ini karena orang yang tidak memperhatikan adalah orang yang menentang-Ku dan yang tidak mengenal-Ku; mereka adalah penghulu malaikat dan orang yang paling jahat. Periksalah dirimu sendiri: siapa pun yang jahat, merasa dirinya benar, sombong, dan congkak pasti menjadi sasaran kebencian-Ku serta pasti akan binasa!

Sekarang Aku mengumumkan ketetapan administratif kerajaan-Ku: segala sesuatu berada dalam penghakiman-Ku, segala sesuatu berada dalam keadilan-Ku, segala sesuatu berada dalam kemegahan-Ku, dan Aku menerapkan keadilan-Ku terhadap semua orang. Orang-orang yang berkata bahwa mereka percaya kepada-Ku tetapi menentang-Ku di dalam hati mereka, atau orang-orang yang hatinya telah meninggalkan-Ku akan diusir—tetapi semuanya akan dilakukan dalam waktu-Ku yang tepat. Orang-orang yang berbicara secara sarkastis tentang diri-Ku, tetapi dengan cara yang orang lain tidak perhatikan, akan segera mati (mereka akan binasa dalam roh, tubuh dan jiwa). Orang yang menindas atau tidak menghiraukan orang yang Kukasihi, murka-Ku akan segera dihakimi oleh murka-Ku. Hal ini berarti bahwa orang-orang yang cemburu terhadap orang yang Kukasihi dan yang mengira bahwa Aku tidak adil akan diserahkan kepada orang yang Kukasihi untuk dihakimi. Semua orang yang berkelakuan baik, sederhana dan jujur (termasuk orang yang kurang berhikmat) dan yang memperlakukan-Ku dengan ketulusan hati akan tetap berada dalam kerajaan-Ku. Orang yang belum didisiplinkan, yang berarti orang-orang jujur yang kurang berhikmat dan berwawasan itu, akan memiliki kuasa dalam kerajaan-Ku. Namun, mereka juga telah dipangkas dan diremukkan. Bahwa mereka belum menjalani pendisiplinan tidaklah mutlak. Sebaliknya, melalui hal-hal inilah Aku akan memperlihatkan kepada semua orang kemahakuasaan dan hikmat-Ku. Aku akan mengusir semua orang yang masih meragukan-Ku; Aku tidak menginginkan salah satu dari mereka (Aku membenci orang yang masih meragukan-Ku pada saat seperti ini). Dengan perbuatan yang Kulakukan di seluruh alam semesta, Aku akan memperlihatkan kepada orang-orang yang jujur tentang keagungan perbuatan-Ku, kemudian membuat hikmat, wawasan, dan kearifan mereka bertumbuh, dan Aku juga akan membuat orang-orang yang curang dimusnahkan dalam sekejap sebagai hasil dari perbuatan-perbuatan-Ku yang menakjubkan. Semua anak sulung yang terlebih dahulu menerima nama-Ku (yang berarti orang-orang kudus dan tak bercacat, orang yang jujur) akan menjadi yang pertama untuk memperoleh jalan masuk ke dalam kerajaan dan memerintah atas semua bangsa dan seluruh manusia bersama-sama dengan-Ku, memerintah sebagai raja di dalam kerajaan dan menghakimi semua bangsa dan seluruh manusia (ini mengacu kepada semua anak sulung di dalam kerajaan, dan tidak ada yang lain). Orang-orang di antara semua bangsa dan seluruh manusia yang telah dihakimi, dan yang telah bertobat, akan masuk ke dalam kerajaan-Ku dan menjadi umat-Ku, sedangkan orang yang keras kepala dan tidak bertobat akan dilemparkan ke dalam jurang maut (binasa untuk selama-lamanya). Penghakiman di dalam kerajaan akan menjadi penghakiman yang terakhir kalinya dan ini akan menjadi pentahiran-Ku yang menyeluruh atas dunia. Maka tidak akan ada lagi ketidakadilan, kesedihan, air mata, atau keluhan, dan bahkan lebih dari itu, tidak akan ada bumi lagi. Segala sesuatunya akan menjadi perwujudan Kristus, dan semuanya akan menjadi kerajaan Kristus. Kemuliaan yang luar biasa! Kemuliaan yang luar biasa!

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Perkataan Kristus pada Mulanya, Bab 79"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 236

Sekarang aku mempermaklumkan ketetapan administratif-Ku untuk engkau semua (berlaku dari sejak permaklumannya, menetapkan hajaran berbeda bagi orang yang berbeda):

Aku menepati janji-janji-Ku, dan semuanya berada di tangan-Ku: siapa pun yang ragu pasti akan terbunuh. Tidak ada ruang untuk pertimbangan apa pun; mereka akan segera dimusnahkan, dan dengan demikian membebaskan hati-Ku dari kebencian. (Mulai sekarang ditegaskan bahwa siapa pun yang terbunuh pasti bukan anggota kerajaan-Ku, dan pasti merupakan keturunan Iblis.)

Sebagai anak-anak sulung, engkau harus menjaga kedudukanmu sendiri dan memenuhi tugas-tugasmu dengan baik, dan jangan sibuk mencampuri urusan orang lain. Engkau harus mempersembahkan dirimu bagi rencana pengelolaan-Ku, dan ke mana pun engkau pergi, engkau harus menjadi kesaksian yang baik bagi-Ku dan mempermuliakan nama-Ku. Jangan melakukan tindakan yang memalukan; jadilah teladan bagi semua anak-anak-Ku dan umat-Ku. Jangan melakukan hal-hal yang tidak bermoral bahkan untuk sesaat: engkau harus selalu tampil di hadapan semua orang dengan membawa identitas anak sulung, dan jangan menjadi seperti budak; sebaliknya, engkau harus melangkah maju dengan percaya diri dan bangga. Aku meminta engkau semua untuk mempermuliakan nama-Ku, bukan mencemarkan nama-Ku. Mereka yang adalah anak-anak sulung masing-masing memiliki fungsi pribadi mereka sendiri, dan tidak dapat melakukan semuanya. Ini adalah tanggung jawab yang telah Kuberikan kepadamu, dan ini tidak boleh dilalaikan. Engkau semua harus mengabdikan dirimu sendiri dengan sepenuh hati, dengan segenap pikiran dan segenap kekuatanmu, untuk memenuhi apa yang telah Aku percayakan kepadamu.

Mulai sekarang dan seterusnya, di seluruh alam semesta, tugas untuk menggembalakan semua anak-Ku dan semua umat-Ku akan dipercayakan kepada anak-anak sulung-Ku untuk dipenuhi, dan Aku akan menghajar siapa pun yang tidak dapat mendedikasikan segenap hati dan pikiran mereka untuk memenuhinya. Inilah keadilan-Ku. Aku tidak akan mengampuni atau berlaku lembut bahkan kepada anak-anak sulung-Ku.

Jika ada siapa pun di antara anak-anak-Ku atau di antara umat-Ku yang mengejek dan menghina salah seorang dari anak-anak sulung-Ku, Aku akan menghukum mereka dengan keras, karena anak-anak sulung-Ku merepresentasikan diri-Ku sendiri; apa yang orang lakukan terhadap mereka, mereka juga melakukannya terhadap-Ku. Ini adalah ketetapan administratif-Ku yang paling keras. Aku akan mengizinkan anak-anak sulung-Ku, sesuai dengan keinginan mereka, menjalankan keadilan-Ku terhadap setiap anak-anak-Ku dan umat-Ku yang melanggar ketetapan ini.

Aku secara berangsur-angsur akan meninggalkan siapa pun yang memandang Aku dengan sembrono dan hanya berfokus pada makanan, pakaian, dan tidur-Ku, hanya memperhatikan urusan-urusan lahiriah-Ku dan tidak memikirkan beban-Ku, dan tidak memusatkan perhatian untuk memenuhi fungsi mereka sendiri dengan benar. Ini ditujukan kepada semua yang memiliki telinga.

Siapa pun yang sudah selesai melayani-Ku harus dengan taat menarik diri tanpa percekcokan. Berhati-hatilah, kalau tidak Aku akan menanganimu. (Ini adalah ketetapan tambahan.)

Mulai sekarang anak-anak sulung-Ku akan mengambil gada besi dan mulai menjalankan otoritas-Ku untuk memerintah semua bangsa dan suku bangsa, berjalan di antara semua bangsa dan suku bangsa, dan melaksanakan penghakiman, keadilan, dan kemegahan-Ku di antara semua bangsa dan suku bangsa. Anak-anak-Ku dan umat-Ku akan takut kepada-Ku, memuji-Ku, bersorak bagi-Ku, dan memuliakan-Ku tanpa henti, karena rencana pengelolaan-Ku terpenuhi dan anak-anak sulung-Ku dapat memerintah bersama-Ku.

Ini adalah bagian dari ketetapan administratif-Ku; setelah ini, Aku akan memberitahukannya kepadamu saat pekerjaan itu berlangsung. Dari ketetapan-ketetapan administratif di atas, engkau semua akan melihat kecepatan-Ku dalam melakukan pekerjaan-Ku, serta langkah mana yang telah tercapai oleh pekerjaan-Ku. Ini akan menjadi pembuktian.

Aku telah menghakimi Iblis. Karena kehendak-Ku tidak terhalang dan karena anak-anak sulung-Ku telah memperoleh kemuliaan bersama dengan-Ku, Aku telah menjalankan keadilan dan kemegahan-Ku atas dunia dan segala sesuatu yang menjadi milik Iblis. Aku tidak melakukan apa pun atau memberi perhatian kepada Iblis sama sekali (karena dia bahkan tidak layak untuk berbicara dengan-Ku). Aku hanya terus melakukan apa yang ingin Aku lakukan. Pekerjaan-Ku berjalan dengan lancar, langkah demi langkah, dan kehendak-Ku tidak terhalang di seluruh bumi. Ini telah mempermalukan Iblis sampai pada titik di mana dia telah dihancurkan sepenuhnya, tetapi ini sendiri belum memenuhi maksud-maksud-Ku. Aku juga mengizinkan anak-anak sulung-Ku untuk melaksanakan ketetapan administratif-Ku atas mereka. Di satu sisi, yang Aku biarkan Iblis lihat adalah murka-Ku terhadapnya; di sisi lain, Aku membiarkannya melihat kemuliaan-Ku (lihat bahwa anak-anak sulung-Ku adalah kesaksian yang berkumandang yang paling mempermalukan Iblis). Aku tidak menghukumnya secara langsung; sebaliknya, aku membiarkan anak-anak sulung-Ku melaksanakan keadilan dan kemegahan-Ku. Karena Iblis biasanya menyiksa anak-anak-Ku, menganiaya anak-anak-Ku, dan menindas anak-anak-Ku, sekarang, setelah pekerjaannya selesai, Aku akan membiarkan anak-anak sulung-Ku yang dewasa untuk menanganinya. Iblis tidak berdaya melawan kejatuhan. Kelumpuhan semua bangsa di dunia adalah kesaksian terbaik; orang-orang yang bertengkar dan negara-negara yang berperang adalah perwujudan nyata dari keruntuhan kerajaan Iblis. Alasan Aku tidak menunjukkan tanda-tanda dan mukjizat di masa lalu adalah untuk mempermalukan Iblis dan mempermuliakan nama-Ku, langkah demi langkah. Setelah Iblis sepenuhnya dihabisi, Aku mulai menunjukkan kuasa-Ku: apa yang Kufirmankan terjadi, dan hal-hal supernatural yang tidak sesuai dengan gagasan-gagasan manusia akan terlaksana (ini mengacu pada berkat-berkat yang akan segera datang). Karena Aku adalah Tuhan yang nyata itu sendiri dan Aku tidak dibatasi oleh aturan, dan karena Aku berfirman sesuai dengan perubahan dalam rencana pengelolaan-Ku, dan karena itu, apa yang Kufirmankan di masa lalu tidak selalu berlaku di masa sekarang. Jangan berpegang teguh pada gagasanmu sendiri! Aku bukan Tuhan yang tunduk pada aturan; dengan-Ku, semuanya bebas, melampaui segala sesuatu, dan sepenuhnya merdeka. Apa yang Kufirmankan di masa lalu mungkin sudah usang sekarang, atau mungkin dibatalkan sekarang (tetapi, ketetapan-ketetapan administratif-Ku, karena semua itu dipermaklumkan, tidak akan pernah berubah). Semua ini adalah langkah-langkah dalam rencana pengelolaan-Ku. Jangan berpegang teguh pada peraturan. Setiap hari ada terang baru dan ada penyingkapan baru, dan itulah rencana-Ku. Setiap hari terang-Ku akan disingkapkan di dalam dirimu dan suara-Ku akan dilepaskan ke alam semesta. Apakah engkau mengerti? Ini adalah tugasmu, tanggung jawab yang Aku percayakan kepadamu. Engkau tidak boleh melalaikannya bahkan untuk sesaat. Aku akan memakai orang-orang yang Kuperkenan sampai akhir, dan ini tidak akan pernah berubah. Karena Aku adalah Tuhan Yang Mahakuasa, Aku tahu orang macam apa yang harus melakukan hal yang mana, serta orang macam apa yang mampu melakukan hal yang mana. Inilah kemahakuasaan-Ku.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Perkataan Kristus pada Mulanya, Bab 88"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 237

Setiap kalimat yang Kuucapkan mengandung otoritas dan penghakiman, dan tak seorang pun yang mampu mengubah firman-Ku. Setelah firman-Ku diucapkan, segala sesuatu pasti akan terjadi sesuai dengan firman-Ku; inilah watak-Ku. Firman-Ku adalah otoritas dan siapa pun yang mengubahnya menyinggung hajaran-Ku, dan Aku harus membunuhnya. Dalam kasus-kasus berat, mereka membawa kehancuran pada hidup mereka sendiri dan mereka dimasukkan ke dunia orang mati, atau ke dalam jurang maut. Inilah satu-satunya cara Aku menangani umat manusia, dan manusia tidak mungkin dapat mengubahnya—inilah ketetapan administratif-Ku. Ingatlah ini! Tak seorang pun diizinkan untuk menyinggung ketetapan-Ku; segala sesuatu harus dilakukan sesuai dengan maksud-maksud-Ku! Di masa lalu, Aku terlalu lunak kepadamu dan engkau semua hanya mengalami firman-Ku. Firman yang Kuucapkan tentang membunuh manusia belum digenapi. Namun mulai sekarang, semua bencana (ini berhubungan dengan ketetapan administratif-Ku) akan datang satu demi satu untuk menghukum semua orang yang tidak selaras dengan maksud-maksud-Ku. Harus ada kedatangan fakta—kalau tidak, manusia tidak akan dapat melihat murka-Ku tetapi akan mencemari diri mereka berulang-ulang. Ini adalah langkah dari rencana pengelolaan-Ku, dan inilah cara di mana Aku melakukan langkah selanjutnya dari pekerjaan-Ku. Aku mengatakan ini kepadamu terlebih dahulu sehingga engkau semua dapat menghindari melakukan pelanggaran dan mengalami kebinasaan selamanya. Dengan kata lain, mulai sekarang dan seterusnya, Aku akan membuat semua manusia, kecuali anak-anak sulung-Ku, mengambil posisi mereka yang tepat sesuai dengan maksud-maksud-Ku, dan Aku akan menghajar mereka satu demi satu. Aku tidak akan membiarkan seorang pun dari mereka luput. Coba saja engkau semua berani berbuat cemar lagi! Coba saja engkau berani menjadi pemberontak lagi! Aku telah mengatakan sebelumnya bahwa Aku bersikap adil kepada semua orang, bahwa Aku sama sekali tidak memiliki perasaan, dan ini berfungsi untuk menunjukkan bahwa watak-Ku tidak boleh disinggung. Inilah pribadi-Ku. Tak seorang pun yang bisa mengubah ini. Semua orang mendengar firman-Ku dan semua orang melihat wajah-Ku yang mulia. Semua orang harus tunduk kepada-Ku seluruhnya dan sepenuhnya—inilah ketetapan administratif-Ku. Semua orang di seluruh alam semesta dan ujung-ujung bumi harus memuji dan memuliakan-Ku, karena Akulah Tuhan yang unik itu sendiri, karena Akulah pribadi Tuhan. Tak seorang pun yang mampu mengubah firman dan perkataan-Ku, ucapan dan perbuatan-Ku, karena semua ini adalah milik-Ku, dan ini adalah hal-hal yang telah Kumiliki sejak zaman purbakala dan yang akan ada selama-lamanya.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Perkataan Kristus pada Mulanya, Bab 100"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 238

Pekerjaan yang Kurencanakan terus berlanjut tanpa henti. Setelah beralih ke dalam Zaman Kerajaan, dan setelah membawa engkau semua ke dalam kerajaan-Ku sebagai umat-Ku, Aku akan mengajukan tuntutan lain kepadamu; artinya, Aku akan mulai menyebarluaskan di hadapan engkau semua ketetapan yang akan Kugunakan untuk memerintah zaman ini:

Karena engkau semua disebut sebagai umat-Ku, engkau harus dapat memuliakan nama-Ku; yakni menjadi kesaksian di tengah ujian. Jika ada yang mencoba untuk menipu-Ku dan menyembunyikan kebenaran dari-Ku, atau terlibat dalam urusan-urusan yang tidak terpuji di belakang-Ku, orang-orang semacam itu, tanpa terkecuali, akan diusir dan disingkirkan dari rumah-Ku untuk menunggu-Ku menangani mereka. Orang-orang yang telah bersikap tidak setia dan tidak berbakti kepada-Ku di masa lalu, dan yang bangkit lagi saat ini untuk menghakimi-Ku secara terbuka—mereka juga akan diusir dari rumah-Ku. Orang-orang yang adalah umat-Ku harus senantiasa menunjukkan perhatian terhadap beban-Ku serta berusaha mengenal firman-Ku. Hanya orang-orang semacam inilah yang akan Kuberi pencerahan, dan mereka pasti akan hidup di bawah bimbingan dan pencerahan-Ku, tidak pernah mengalami hajaran. Orang-orang yang gagal menunjukkan perhatian terhadap beban-Ku, memusatkan perhatian untuk merencanakan masa depan mereka sendiri—yakni, orang-orang yang perbuatannya tidak bertujuan untuk memuaskan hati-Ku, tetapi malah terus meminta—Aku sama sekali menolak untuk memakai makhluk-makhluk seperti pengemis ini, karena sejak dilahirkan, mereka tidak mengetahui apa arti menunjukkan perhatian terhadap beban-Ku. Mereka adalah orang-orang yang tidak memiliki akal sehat; orang-orang semacam ini menderita "kekurangan gizi" pada otak, dan harus pulang untuk mendapatkan "makanan". Aku tidak membutuhkan orang-orang semacam itu. Di antara umat-Ku, setiap orang akan dituntut untuk menganggap mengenal-Ku sebagai tugas wajib yang harus dipenuhi sampai akhir, seperti makan, berpakaian, dan tidur, sesuatu yang tidak pernah dilupakan orang meski hanya sesaat, sehingga pada akhirnya, mengenal-Ku akan menjadi sama familiernya dengan makan—sesuatu yang kaulakukan dengan mudah, dengan terampil. Mengenai firman yang Kuucapkan, setiap kata harus diterima dengan keyakinan penuh dan dicerna sepenuhnya; tidak boleh ada tindakan setengah-setengah yang asal-asalan. Siapa pun yang tidak memperhatikan firman-Ku akan dianggap menentang-Ku secara langsung; siapa pun yang tidak makan firman-Ku, atau tidak berusaha untuk mengetahuinya, akan dianggap tidak memperhatikan-Ku, dan akan langsung diusir dari pintu rumah-Ku. Ini karena, sebagaimana telah Kukatakan dahulu, yang Kuinginkan bukanlah sejumlah besar orang, melainkan keunggulan. Dari antara seratus orang, jika hanya satu orang saja yang dapat mengenal-Ku melalui firman-Ku, maka Aku akan rela menyingkirkan semua yang lainnya untuk berfokus mencerahkan dan menerangi yang satu ini. Dari sini engkau dapat memahami bahwa tidak selalu benar bahwa jumlah yang besar saja yang dapat mewujudkan-Ku dan hidup di dalam-Ku. Yang Kuinginkan adalah gandum (meskipun bijinya mungkin tidak penuh) dan bukan lalang (meskipun bijinya cukup penuh untuk dikagumi). Adapun orang-orang yang tidak peduli pada pencarian, tetapi yang malah bersikap malas, mereka harus pergi atas kemauan mereka sendiri; Aku tidak ingin melihat mereka lagi, jangan sampai mereka terus mencemarkan nama-Ku.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta, Bab 5"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 239

Karena engkau termasuk di antara orang-orang dalam rumah-Ku, dan karena engkau setia dalam kerajaan-Ku, engkau harus memenuhi standar tuntutan-Ku dalam segala yang kaulakukan. Aku tidak menghendaki engkau sekadar menjadi awan yang melayang, tetapi agar engkau menjadi salju yang berkilauan, memiliki esensinya dan, terlebih lagi, memiliki nilainya. Karena Aku berasal dari tanah yang kudus, Aku tidak seperti bunga teratai, yang hanya memiliki nama tetapi tidak memiliki esensi, karena itu berasal dari lumpur dan bukan tanah yang kudus. Saat surga yang baru turun ke bumi dan bumi yang baru membentang di langit, tepat pada saat itu jugalah Aku secara resmi bekerja di antara manusia. Siapakah di antara umat manusia yang mengenal-Ku? Siapakah yang melihat saat kedatangan-Ku? Siapakah yang telah melihat bahwa Aku tidak hanya memiliki nama, tetapi lebih dari itu, Aku juga memiliki esensi? Aku menyapu awan putih dengan tangan-Ku dan mengamati langit dengan teliti; tak ada apa pun di langit yang tidak diatur oleh tangan-Ku, dan di bawah langit, tak seorang pun yang tidak menyumbangkan upaya kecilnya sendiri demi pencapaian usaha-Ku yang besar. Aku tidak membuat tuntutan yang berat kepada manusia di bumi, karena Aku selalu merupakan Tuhan yang nyata dan karena Aku adalah Yang Mahakuasa yang menciptakan manusia dan mengenal mereka dengan baik. Semua manusia berada di depan mata Yang Mahakuasa. Bagaimana mungkin orang-orang yang berada di sudut-sudut terpencil bumi sekali pun terhindar dari pemeriksaan Roh-Ku? Meskipun manusia "mengenal" Roh-Ku, mereka tetap menyinggung Roh-Ku. Firman-Ku menyingkapkan wajah semua manusia yang buruk rupa, serta menyingkapkan pikiran terdalam mereka, dan membuat segala yang ada di muka bumi menjadi jelas oleh terang-Ku dan jatuh di tengah pemeriksaan-Ku. Namun, meskipun jatuh, hati mereka tidak berani menyimpang jauh dari-Ku. Di antara makhluk-makhluk ciptaan, siapakah yang tidak mengasihi-Ku sebagai hasil dari perbuatan-Ku? Siapakah yang tidak merindukan-Ku sebagai hasil dari firman-Ku? Pada diri siapakah tidak timbul perasaan keterikatan sebagai hasil dari kasih-Ku? Hanya karena perusakan Iblislah manusia tidak dapat mencapai keadaan yang Kukehendaki. Bahkan standar terendah yang Kukehendaki menimbulkan perasaan waswas dalam diri manusia, apalagi pada masa kini—zaman di mana Iblis merajalela dan sangat sewenang-wenang—atau saat ketika manusia telah sedemikian diinjak-injak oleh Iblis sehingga seluruh tubuh mereka dilumuri dengan kecemaran. Kapankah kegagalan manusia untuk memedulikan hati-Ku sebagai akibat dari kebejatan mereka tidak menyebabkan-Ku berduka? Mungkinkah Aku mengasihani Iblis? Mungkinkah Aku salah dalam kasih-Ku? Ketika manusia memberontak terhadap-Ku, hati-Ku diam-diam menangis; ketika mereka menentang-Ku, Aku menghajar mereka; ketika mereka diselamatkan oleh-Ku dan dibangkitkan dari kematian, Aku menyediakan makanan bagi mereka dengan sangat teliti; ketika mereka tunduk kepada-Ku, hati-Ku tenang dan Aku segera merasakan perubahan besar di surga dan bumi dan segala sesuatu. Ketika manusia memuji-Ku, bagaimana mungkin Aku tidak menikmatinya? Ketika manusia menjadi kesaksian bagi-Ku dan didapatkan oleh-Ku, bagaimana mungkin Aku tidak memperoleh kemuliaan? Mungkinkah bahwa bagaimanapun manusia bertindak dan berperilaku tidak diatur dan dibekali oleh-Ku? Ketika Aku tidak memberikan petunjuk, manusia bersantai dan berdiam diri; selain itu, di belakang-Ku, mereka terlibat dalam transaksi kotor yang "terpuji" itu. Apakah kaupikir daging yang Kukenakan tidak mengetahui apa pun tentang perbuatan, perilaku, dan perkataanmu? Telah bertahun-tahun Aku menahan angin dan hujan, dan demikian pula Aku telah mengalami kepahitan dunia manusia; tetapi ketika direnungkan lebih dalam, tak ada penderitaan sebesar apa pun yang dapat membuat umat manusia yang kedagingan kehilangan harapan terhadap-Ku, apalagi ada kemanisan apa pun yang dapat membuat manusia yang kedagingan menjadi dingin, putus asa, atau meremehkan-Ku. Apakah kasih manusia untuk-Ku benar-benar terbatas pada ketiadaan penderitaan atau ketiadaan manisnya hidup?

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta, Bab 9"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 240

Saat ini, karena Aku telah menuntun engkau semua hingga ke titik ini, Aku telah membuat pengaturan yang sesuai, dan memiliki tujuan-Ku sendiri. Seandainya Aku mengatakan tentang semua itu kepadamu sekarang, apakah engkau semua akan benar-benar mampu memahaminya? Aku sangat mengenal pemikiran dalam pikiran manusia dan keinginan dalam hati manusia: siapakah yang tidak pernah mencari jalan keluar untuk diri mereka sendiri? Siapakah yang tidak pernah memikirkan prospek mereka sendiri? Namun, sekalipun manusia memiliki kecerdasan yang kaya dan memesona, siapakah yang dapat meramalkan bahwa, setelah zaman-zaman yang lalu, zaman sekarang akan menjadi seperti yang sekarang ini? Apakah ini benar-benar hasil dari upaya subjektifmu sendiri? Apakah ini upah bagi ketekunanmu yang tak kenal lelah? Apakah ini tablo indah yang dibayangkan oleh pikiranmu? Jika Aku tidak membimbing seluruh umat manusia, siapakah yang akan mampu memisahkan diri mereka dari pengaturan-Ku dan mencari jalan keluar lain? Apakah imajinasi dan kehendak manusia yang telah membawanya sampai ke saat ini? Banyak orang menjalani hidup mereka tanpa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Apakah ini benar-benar karena kesalahan dalam pemikiran mereka? Banyak hidup manusia dipenuhi dengan kebahagiaan dan kepuasan yang tidak terduga. Apakah ini sebenarnya karena mereka mengharapkan terlalu sedikit? Siapakah dari seluruh umat manusia yang tidak diperhatikan di mata Yang Mahakuasa? Siapakah yang tidak hidup menurut apa yang telah ditentukan dari semula oleh Yang Mahakuasa? Apakah kehidupan dan kematian manusia terjadi karena pilihannya sendiri? Apakah manusia mengendalikan nasibnya sendiri? Banyak orang menginginkan kematian, tetapi kematian menjauh dari mereka; banyak orang ingin menjadi orang yang kuat dalam kehidupan dan takut akan kematian, tetapi tanpa sepengetahuan mereka, hari kematian mereka semakin mendekat, menjerumuskan mereka ke dalam jurang maut; banyak orang menatap ke langit dan menghela napas panjang; banyak orang menangis tersedu-sedu; banyak orang jatuh di tengah ujian; dan banyak orang ditawan di tengah-tengah pencobaan. Meskipun Aku tidak menampakkan diri secara pribadi agar manusia dapat melihat-Ku secara jelas, banyak orang takut melihat wajah-Ku, sangat takut bahwa Aku akan membunuh mereka, bahwa Aku akan menghabisi mereka. Apakah manusia benar-benar mengenal-Ku, atau tidak? Tak seorang pun bisa memastikannya. Bukankah demikian? Engkau semua takut akan Aku dan hajaran-Ku, tetapi engkau juga berdiri dan secara terbuka menentang-Ku serta menjatuhkan penghakiman atas-Ku. Bukankah ini keadaan yang sebenarnya? Manusia tidak pernah mengenal-Ku karena dia belum pernah melihat wajah-Ku atau mendengar suara-Ku. Oleh karena itu, meskipun Aku berada dalam hati manusia, adakah seseorang yang di dalam hatinya Aku tidak kabur dan tidak jelas? Adakah seseorang yang di dalam hatinya Aku benar-benar jelas? Aku tidak menginginkan mereka yang adalah umat-Ku juga melihat-Ku secara samar dan kabur, dan karena itu Aku memulai pekerjaan besar ini.

Aku secara diam-diam datang ke antara manusia, dan kemudian Aku secara diam-diam pergi. Adakah orang yang pernah melihat-Ku? Apakah matahari mampu melihat-Ku karena nyala apinya yang membara? Apakah bulan mampu melihat-Ku karena kemilau sinarnya? Dapatkah gugusan bintang melihat-Ku karena tempat mereka di angkasa? Ketika Aku datang, manusia tidak mengetahuinya, dan segala sesuatunya tetap tidak mengetahui, dan ketika Aku pergi, manusia tetap tidak menyadarinya. Siapakah yang mampu memberi kesaksian tentang-Ku? Mungkinkah pujian manusia di bumi? Mungkinkah bunga bakung yang bermekaran di alam bebas? Apakah burung yang terbang di langit? Apakah singa yang mengaum di pegunungan? Tak seorang pun mampu sepenuhnya memberi kesaksian tentang-Ku! Tak seorang pun mampu melakukan pekerjaan yang akan Kulakukan! Bahkan jika mereka melakukan pekerjaan ini, apa dampak yang akan dihasilkannya? Setiap hari Aku mengamati setiap tindakan banyak orang, dan setiap hari Aku menyelidiki hati dan pikiran banyak orang; belum pernah ada orang yang lolos dari penghakiman-Ku, dan belum pernah ada orang yang melepaskan diri dari kenyataan penghakiman-Ku. Aku berdiri mengatasi langit dan melihat ke kejauhan: tak terhitung banyaknya orang yang telah dihabisi oleh-Ku, tetapi, demikian juga, tak terhitung banyaknya orang yang hidup di tengah belas kasihan dan kasih setia-Ku. Bukankah engkau semua juga hidup dalam keadaan seperti itu?

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta, Bab 11"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 241

Di bumi, Akulah Tuhan yang nyata itu sendiri yang tinggal di hati manusia; di surga, Akulah Yang Berdaulat atas semua ciptaan. Aku telah mendaki gunung dan mengarungi sungai-sungai, dan Aku telah berjalan keluar masuk dari antara umat manusia. Siapakah yang berani secara terbuka menentang Tuhan yang nyata itu sendiri? Siapakah yang berani melepaskan diri dari kedaulatan Yang Mahakuasa? Siapakah yang berani menyatakan bahwa Aku, tidak diragukan lagi, berada di surga? Selain itu, siapakah yang berani menyatakan bahwa Aku tak terbantahkan di bumi? Tak seorang pun di antara seluruh umat manusia yang mampu menjelaskan secara terperinci tempat-tempat di mana Aku tinggal. Mungkinkah setiap kali Aku berada di surga, Aku adalah Tuhan yang supernatural itu sendiri, dan bahwa setiap kali Aku berada di bumi, Aku adalah Tuhan yang nyata itu sendiri? Tentu saja apakah Aku adalah Tuhan yang nyata itu sendiri atau bukan tidak dapat ditentukan oleh keberadaan-Ku sebagai Yang Berdaulat atas seluruh ciptaan, atau ditentukan oleh kenyataan bahwa Aku mengalami penderitaan di dunia manusia, bukan? Jika demikian halnya, bukankah itu berarti bahwa manusia sungguh bodoh dan sama sekali tidak memiliki harapan? Aku berada di surga, tetapi Aku juga berada di bumi; Aku berada di antara objek ciptaan yang tak terhitung banyaknya, dan juga di di antara banyak orang. Manusia dapat menyentuh-Ku setiap hari; selain itu, mereka dapat melihat-Ku setiap hari. Sejauh menyangkut umat manusia, Aku sepertinya terkadang tersembunyi dan terkadang terlihat; aku sepertinya benar-benar ada, tetapi juga sepertinya tidak ada. Dalam diri-Ku terdapat misteri yang tak terselami umat manusia. Seolah-olah semua manusia sedang melihat-Ku dengan teliti melalui mikroskop untuk menemukan lebih banyak lagi misteri dalam diri-Ku, dengan cara itu berharap dapat menghapuskan perasaan tidak nyaman dalam hati mereka. Namun, sekalipun mereka menggunakan sinar-X, bagaimana mungkin umat manusia mampu menyingkapkan rahasia yang ada pada-Ku?

Pada saat ketika umat-Ku, sebagai hasil dari pekerjaan-Ku, memperoleh kemuliaan bersama dengan-Ku, sarang si naga merah yang sangat besar akan terbongkar, semua lumpur dan kotoran akan tersapu bersih, dan semua air yang tercemar, yang terkumpul selama bertahun-tahun yang tak terhitung lamanya, akan mengering dalam api-Ku yang menyala-nyala, lalu musnah. Setelah itu, si naga merah yang sangat besar itu akan binasa dalam lautan api dan belerang. Apakah engkau semua sungguh-sungguh mau untuk tetap berada di bawah pemeliharaan-Ku yang penuh kasih sehingga tidak direnggut oleh naga itu? Apakah engkau semua benar-benar membenci siasatnya yang curang? Siapakah yang mampu menjadi kesaksian yang kuat bagi-Ku? Demi nama-Ku, demi Roh-Ku, demi seluruh rencana pengelolaan-Ku—siapakah yang dapat mempersembahkan segenap kekuatan mereka? Saat ini, ketika kerajaan berada di dunia manusia, adalah saat di mana Aku telah datang secara pribadi di antara umat manusia. Jika tidak demikian, adakah orang yang dapat dengan berani pergi ke medan perang atas nama-Ku tanpa rasa gentar? Agar kerajaan itu dapat terbentuk, supaya hati-Ku menjadi puas, dan selain itu, agar hari-Ku dapat datang, sehingga saatnya akan tiba ketika banyak sekali benda ciptaan terlahir kembali dan bertumbuh secara melimpah, sehingga manusia dapat diselamatkan dari lautan penderitaan mereka, agar hari esok akan datang, dan agar itu menjadi menakjubkan, serta mekar dan berkembang dan, terlebih lagi, agar kegembiraan masa depan dapat terwujud, seluruh umat manusia berjuang dengan segenap kekuatan mereka, tidak menyisakan apa pun dalam mengorbankan diri mereka bagi-Ku. Bukankah ini pertanda bahwa kemenangan sudah menjadi milik-Ku? Bukankah itu adalah pertanda selesainya rencana-Ku?

Semakin manusia hidup pada akhir zaman, semakin mereka akan merasakan kehampaan dunia, dan semakin sedikit keberanian yang akan mereka miliki untuk menjalani kehidupan. Karena alasan ini, tak terhitung banyaknya orang yang telah mati dalam kekecewaan, tak terhitung banyaknya orang yang merasa kecewa dalam pencarian mereka, dan tak terhitung banyaknya orang lain yang menderita karena dimanipulasi oleh tangan Iblis. Aku telah menyelamatkan begitu banyak orang dan mendukung begitu banyak dari mereka, dan, kerapkali, ketika manusia telah kehilangan terang, Aku memindahkan mereka kembali ke tempat terang sehingga mereka dapat mengenal-Ku di dalam terang, dan menikmati diri-Ku di tengah kebahagiaan. Karena datangnya terang-Ku, tumbuhlah kasih yang kuat dalam hati orang-orang yang berdiam dalam kerajaan-Ku, karena Akulah Tuhan untuk dicintai manusia—Tuhan yang kepada-Nya umat manusia berpegang erat dalam keterikatan yang manis—dan mereka dipenuhi dengan kesan yang tak kunjung hilang akan sosok-Ku. Namun, kesimpulannya, tak seorang pun yang memahami apakah ini adalah pekerjaan Roh atau fungsi daging. Manusia membutuhkan waktu seumur hidup hanya untuk mengalami satu hal ini secara terperinci. Manusia tidak pernah membenci-Ku di lubuk hatinya; sebaliknya, mereka berpegang erat kepada-Ku di kedalaman roh mereka. Hikmat-Ku membangkitkan kekaguman mereka, keajaiban yang Kulakukan adalah sesuatu yang indah bagi mata mereka, dan firman-Ku membingungkan pikirannya, tetapi mereka sangat menghargai firman-Ku. Kenyataan diri-Ku membuat manusia bingung, tercengang dan tertegun, tetapi mereka mau menerima semuanya. Bukankah ini justru adalah keadaan manusia sebagaimana mereka sebenarnya?

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta, Bab 15"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 242

1. Manusia tidak boleh membesarkan atau meninggikan dirinya sendiri. Dia harus menyembah dan meninggikan Tuhan.

2. Lakukan segala sesuatu yang bermanfaat bagi pekerjaan Tuhan dan bukan hal yang merugikan kepentingan pekerjaan Tuhan. Pertahankan nama Tuhan, kesaksian Tuhan, dan pekerjaan Tuhan.

3. Uang, benda-benda materi, dan semua harta benda di rumah Tuhan adalah persembahan yang harus manusia berikan. Persembahan ini hanya boleh dinikmati oleh imam dan Tuhan, karena persembahan manusia adalah untuk kesenangan Tuhan. Tuhan hanya membagi persembahan ini dengan imam, dan tidak ada orang lain yang memenuhi syarat atau berhak menikmati sedikit pun dari persembahan. Semua persembahan manusia (termasuk uang dan benda-benda materi yang dapat dinikmati) diberikan kepada Tuhan, bukan kepada manusia, sehingga barang-barang ini tidak boleh dinikmati oleh manusia; jika manusia menikmatinya, itu berarti dia mencuri persembahan. Siapa pun yang melakukan ini adalah seorang Yudas, karena, selain mengkhianati Tuhan, Yudas juga mengambil tanpa izin apa yang ditaruh dalam kantong uang.

4. Manusia memiliki watak yang rusak dan selain itu, dia memiliki perasaan. Oleh karena itu, sangat dilarang bagi dua orang anggota yang berlainan jenis kelamin untuk bekerja bersama-sama tanpa didampingi ketika melayani Tuhan. Siapa pun yang ketahuan melakukannya akan diusir, tanpa pengecualian.

5. Jangan menghakimi Tuhan atau mendiskusikan hal-hal yang berkaitan dengan Tuhan secara asal-asalan. Lakukan seperti yang seharusnya dilakukan manusia, dan berbicara sebagaimana seharusnya manusia berbicara, dan jangan melampaui atau melanggar batasmu. Jagalah lidahmu dan berhati-hatilah di mana engkau melangkah, untuk menghindari melakukan apa pun yang menyinggung watak Tuhan.

6. Lakukan apa yang seharusnya dilakukan manusia, dan laksanakan kewajibanmu, serta penuhi tanggung jawabmu, serta pertahankan tugasmu. Karena kaupercaya kepada Tuhan, engkau harus memberikan kontribusimu untuk pekerjaan Tuhan; jika tidak, maka engkau tidak layak untuk makan dan minum firman Tuhan, dan tidak layak untuk hidup dalam rumah Tuhan.

7. Dalam pekerjaan dan urusan gereja, selain tunduk kepada Tuhan, ikuti instruksi dari orang yang dipakai oleh Roh Kudus dalam segala hal. Bahkan pelanggaran sekecil apa pun tak dapat diterima. Bersikaplah mutlak dalam kepatuhanmu, dan jangan menganalisis benar atau salah; apa yang benar atau salah tidak ada kaitannya denganmu. Engkau hanya harus memusatkan perhatianmu dengan ketundukan penuh.

8. Orang yang percaya kepada Tuhan harus tunduk kepada Tuhan dan menyembah-Nya. Jangan meninggikan atau memuja orang lain; jangan menempatkan Tuhan di urutan pertama, orang yang kaupuja di urutan kedua, dan dirimu sendiri di urutan ketiga. Tak seorang pun boleh memiliki tempat di hatimu, dan engkau tidak boleh menganggap orang—terutama mereka yang kauhormati—sejajar dengan Tuhan, atau setara dengan-Nya. Ini tidak bisa ditoleransi oleh Tuhan.

9. Pusatkan pikiranmu pada pekerjaan gereja. Kesampingkan prospek dagingmu sendiri, bersikaplah tegas terhadap masalah-masalah keluarga, abdikan dirimu dengan sepenuh hati pada pekerjaan Tuhan, dan tempatkanlah pekerjaan Tuhan di urutan pertama dan kehidupanmu sendiri di urutan kedua. Inilah kepatutan orang kudus.

10. Kerabat yang tidak beriman (anak, suami atau istrimu, saudara perempuanmu atau orang tuamu, dan lain sebagainya) tidak boleh dipaksa masuk ke gereja. Rumah Tuhan tidak kekurangan anggota, dan tidak perlu menambah jumlahnya dengan orang yang tidak ada gunanya. Semua orang yang tidak dengan senang hati percaya tidak boleh dibawa masuk ke dalam gereja. Ketetapan ini ditujukan kepada semua orang. Engkau harus memeriksa, mengawasi, dan mengingatkan satu sama lain tentang masalah ini, dan tak seorang pun yang boleh melanggarnya. Bahkan ketika kerabat yang tidak beriman dengan enggan masuk ke gereja, mereka tidak boleh diberi buku-buku atau diberi nama yang baru; orang-orang semacam itu bukanlah bagian dari rumah Tuhan, dan masuknya mereka ke dalam gereja harus dihentikan dengan cara apa pun yang diperlukan. Jika masalah datang ke gereja karena adanya serangan Iblis, maka engkau sendiri akan diusir atau engkau akan dikenakan pembatasan-pembatasan. Singkatnya, setiap orang memiliki tanggung jawab dalam masalah ini, meskipun demikian, engkau tidak boleh sembrono, atau menggunakannya untuk menyelesaikan dendam pribadi.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Sepuluh Ketetapan Administratif yang Harus Ditaati Umat Pilihan Tuhan pada Zaman Kerajaan"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 243

Orang harus mematuhi sekian banyak tugas yang harus mereka laksanakan. Inilah yang harus orang-orang patuhi, dan inilah yang harus mereka lakukan. Biarkan Roh Kudus melakukan apa yang harus dilakukan Roh Kudus; manusia tidak boleh mengambil bagian di dalamnya. Manusia harus melakukan apa yang harus dilakukan manusia, yang tidak ada kaitannya dengan Roh Kudus. Itu tak lain adalah hal yang harus dilakukan manusia, dan harus dipatuhi sebagai perintah, sama seperti kepatuhan terhadap hukum Taurat dalam Perjanjian Lama. Meskipun sekarang bukan lagi Zaman Hukum Taurat, masih banyak firman yang harus dipatuhi yang sejenis dengan firman yang diucapkan pada Zaman Hukum Taurat. Firman ini tidak dilakukan semata-mata dengan bergantung pada jamahan Roh Kudus, melainkan, itu merupakan sesuatu yang harus dipatuhi manusia. Contohnya:

Engkau tidak boleh menilai pekerjaan Tuhan yang nyata.

Engkau tidak boleh menentang orang yang tentangnya Tuhan memberi kesaksian.

Di hadapan Tuhan, engkau harus tahu diri dan tidak boleh bersikap kurang ajar.

Engkau harus berhati-hati dalam berbicara, serta perkataan dan tindakan-tindakanmu haruslah mengikuti pengaturan orang yang tentangnya Tuhan memberi kesaksian.

Engkau harus takut akan kesaksian Tuhan. Engkau tidak boleh mengabaikan pekerjaan Tuhan dan firman yang keluar dari mulut-Nya.

Engkau tidak boleh menirukan nada suara dan tujuan perkataan Tuhan.

Secara lahiriah, engkau tidak boleh melakukan apa pun yang jelas-jelas menentang orang yang tentangnya Tuhan memberi kesaksian.

Hal-hal inilah yang harus dipatuhi setiap orang. Pada setiap zaman, Tuhan menetapkan banyak aturan yang sama dengan hukum Taurat yang harus dipatuhi oleh manusia. Melalui ini, Tuhan mengekang watak manusia dan mengamati ketulusannya. Misalnya, renungkanlah firman "Hormatilah ayah dan ibumu" dari zaman Perjanjian Lama. Firman ini tidak berlaku pada zaman sekarang; pada zaman itu, firman ini hanya mengekang beberapa watak lahiriah manusia yang digunakan untuk menunjukkan ketulusan kepercayaan manusia kepada Tuhan, dan sebagai tanda dari orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Walaupun sekarang ini adalah Zaman Kerajaan, masih banyak aturan yang harus manusia patuhi. Aturan masa lampau tidak lagi berlaku; dan zaman sekarang ini ada lebih banyak penerapan yang lebih sesuai untuk manusia lakukan, dan yang diperlukan. Penerapan-penerapan itu tidak melibatkan pekerjaan Roh Kudus dan harus dilakukan oleh manusia.

Pada Zaman Kasih Karunia, banyak penerapan Zaman Hukum Taurat ditiadakan karena hukum-hukum ini tidak efektif terutama bagi pekerjaan pada waktu itu. Setelah hukum-hukum ini ditiadakan, banyak penerapan yang sesuai dengan zaman ini diberlakukan, dan yang menjadi berbagai aturan yang berlaku pada zaman sekarang. Ketika Tuhan zaman sekarang datang, aturan-aturan lama ini diabaikan dan tidak lagi diwajibkan untuk dipatuhi, dan banyak penerapan yang sesuai dengan pekerjaan saat ini diberlakukan. Pada zaman sekarang, penerapan-penerapan ini bukan merupakan aturan, melainkan bertujuan mencapai suatu dampak; semua itu cocok untuk zaman sekarang—di masa depan, mungkin semua itu akan menjadi aturan. Ringkasnya, engkau harus melakukan apa yang menghasilkan buah bagi pekerjaan zaman sekarang. Jangan khawatirkan hari esok: yang dilakukan sekarang adalah untuk sekarang. Mungkin besok akan ada penerapan yang lebih baik yang harus kaulakukan—namun jangan terlalu memuusingkan hal itu. Sebaliknya, lakukan saja apa yang harus dilakukan sekarang agar terhindar dari tindakan menentang Tuhan. Pada zaman sekarang, tidak ada yang lebih penting bagi manusia selain melakukan hal berikut ini:

Engkau tidak boleh mencoba menipu Tuhan yang berdiri di hadapanmu, atau menyembunyikan apa pun dari-Nya.

Janganlah engkau mengucapkan perkataan kotor atau congkak di hadapan Tuhan yang berdiri di hadapanmu.

Janganlah engkau menipu Tuhan yang ada di hadapanmu dengan ucapan manis dan muluk untuk mendapatkan kepercayaan-Nya.

Jangan pernah bertindak tidak hormat di hadapan Tuhan. Engkau harus tunduk pada segala perkataan yang keluar dari mulut Tuhan, dan tidak boleh menentang, melawan, atau membantah firman-Nya.

Jangan pula menafsirkan sesuka hatimu firman yang keluar dari mulut Tuhan. Jagalah lidahmu demi menghindarkan dirimu dari menjadi mangsa siasat curang kejahatan.

Jagalah langkah kakimu demi menghindarkan diri dari melanggar batas yang telah Tuhan tetapkan bagimu. Jika engkau melanggar batas, ini akan menyebabkanmu berdiri di posisi Tuhan serta mengucapkan perkataan congkak, dan dengan demikian engkau akan dibenci Tuhan.

Jangan sembarangan menyebarluaskan perkataan yang keluar dari mulut Tuhan, agar engkau tidak diolok-olok orang lain dan dipermalukan Iblis.

Engkau harus tunduk pada semua pekerjaan Tuhan zaman sekarang. Sekalipun engkau tidak memahaminya, jangan membuat penilaian atasnya; yang dapat kaulakukan adalah mencari dan bersekutu.

Tak seorang pun boleh melanggar posisi Tuhan yang semula. Tidak ada yang dapat kaulakukan selain melayani Tuhan zaman sekarang dari posisi manusia. Engkau tidak boleh mengajari Tuhan zaman sekarang dari posisi manusia—melakukan itu adalah keliru.

Tak seorang pun boleh berdiri di posisi orang yang tentangnya Tuhan memberi kesaksian; dalam perkataan, tindakan, dan pikiranmu yang terdalam, engkau harus berdiri di posisi manusia. Hal ini harus dipatuhi, ini adalah tanggung jawab manusia, dan tak seorang pun boleh mengubahnya, mencoba mengubahnya berarti pelanggaran terhadap ketetapan administratif. Hal ini harus diingat oleh semua orang.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Perintah-Perintah Zaman Baru"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 244

Ada banyak hal yang Kuharap engkau semua capai, tetapi tidak semua tindakanmu, tidak semua tentang hidupmu, yang mampu memenuhi apa yang Kuminta, jadi Aku tidak punya pilihan selain langsung menyampaikannya dan menjelaskan maksud-Ku kepada engkau semua. Berhubung kemampuanmu untuk membedakan lemah dan penghargaanmu pun sama lemahnya, engkau semua hampir-hampir sama sekali tidak mengetahui watak dan hakikat-Ku—dan dengan demikian adalah hal yang mendesak bagi-Ku untuk memberitahukan semuanya kepadamu. Seberapa banyak pun engkau memahami sebelumnya, terlepas dari apakah engkau ingin memahami masalah-masalah ini atau tidak, Aku harus tetap harus menjelaskannya kepada engkau semua secara terperinci. Masalah-masalah ini tidak sepenuhnya asing bagimu, tetapi engkau semua sepertinya sangat kurang memahami ataupun terbiasa, dengan makna yang terkandung di dalamnya. Banyak dari antaramu hanya memiliki pemahaman yang samar, dan sebagian saja serta tidak utuh. Untuk membantumu melakukan kebenaran dengan lebih baik—melakukan firman-Ku dengan lebih baik—menurut-Ku inilah masalah-masalah yang harus pertama-tama dan terutama engkau semua pahami. Jika tidak, imanmu akan tetap samar-samar, munafik, dan penuh dengan perangkap agamawi. Jika engkau tidak memahami watak Tuhan, maka mustahil bagimu untuk melakukan pekerjaan yang seharusnya kaulakukan bagi Dia. Jika engkau tidak mengenal esensi Tuhan, maka mustahil bagimu untuk memiliki hati yang takut dan gentar akan Dia; sebaliknya, hanya akan ada ketidakpedulian dan pengingkaran yang sembrono, dan selain itu, penghujatan yang tidak dapat diperbaiki. Walaupun memahami watak Tuhan memang penting, dan mengenal hakikat Tuhan tidak boleh diabaikan, tak seorang pun yang pernah memeriksa dan menyelidiki secara menyeluruh ke dalam masalah-masalah ini. Jelas sekali terlihat bahwa engkau semua telah menolak ketetapan administratif yang telah Kunyatakan. Jika engkau semua tidak memahami watak Tuhan, maka kemungkinan besar engkau akan menyinggung watak-Nya. Menyinggung watak-Nya sama saja dengan membangkitkan murka Tuhan itu sendiri, di mana hasil akhir dari tindakanmu adalah pelanggaran terhadap ketetapan administratif. Sekarang engkau seharusnya menyadari bahwa apabila engkau mengetahui hakikat Tuhan, engkau juga dapat memahami watak-Nya—dan apabila engkau memahami watak-Nya, engkau juga akan memahami ketetapan administratif. Tentu saja, banyak dari yang terkandung di dalam ketetapan administratif menyentuh watak Tuhan, tetapi tidak semua watak-Nya diungkapkan di dalam ketetapan administratif; karena itu, engkau semua harus melangkah lebih jauh lagi dalam mengembangkan pemahamanmu akan watak Tuhan.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Sangatlah Penting untuk Memahami Watak Tuhan"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 245

Watak Tuhan adalah topik yang sepertinya sangat abstrak bagi setiap orang dan, terlebih lagi, adalah topik yang tidak mudah diterima setiap orang, karena watak-Nya tidak seperti kepribadian manusia. Tuhan juga memiliki emosi-Nya sendiri seperti sukacita, kemarahan, kesedihan, dan kebahagiaan, tetapi semua emosi ini berbeda dengan emosi manusia. Tuhan itu sendiri memiliki milik-Nya dan keberadaan-Nya sendiri. Semua yang Dia ungkap dan perlihatkan merepresentasikan esensi-Nya sendiri dan identitas-Nya sendiri. Kepemilikan ini dan keberadaan ini, serta esensi dan identitas ini, adalah hal-hal yang tidak dapat digantikan oleh manusia mana pun. Watak-Nya meliputi kasih-Nya kepada manusia, penghiburan-Nya terhadap manusia, kebencian-Nya terhadap manusia, dan terlebih lagi, pemahaman-Nya yang menyeluruh tentang manusia. Namun, kepribadian manusia mungkin mencakup kepibadian yang gembira, riang, atau tanpa perasaan. Watak Tuhan adalah apa yang dimiliki oleh Yang Berdaulat atas segala sesuatu dan semua makhluk hidup; watak Tuhan adalah apa Sang Pencipta miliki. Watak-Nya merepresentasikan kehormatan, kuasa, keluhuran, kebesaran, dan yang terutama, supremasi. Watak-Nya adalah lambang otoritas, lambang segala sesuatu yang adil, lambang segala sesuatu yang indah dan baik. Terlebih dari itu, watak-Nya adalah lambang ketidakmungkinan untuk dikalahkan atau diinvasi oleh kegelapan atau oleh kekuatan musuh mana pun, serta lambang ketidakmungkinan untuk dilanggar (dan tidak membiarkan pelanggaran) oleh makhluk ciptaan mana pun. Watak-Nya adalah lambang kekuasaan yang tertinggi. Tak seorang pun atau sekelompok orang pun yang bisa atau mungkin mengganggu pekerjaan Tuhan atau watak-Nya. Namun, kepribadian manusia tidaklah lebih daripada sekadar simbol superioritas manusia yang sedikit melebihi binatang. Manusia di dalam dan dari dirinya sendiri tidak memiliki otoritas, otonomi, atau kemampuan untuk melampaui dirinya sendiri, tetapi dalam esensinya adalah makhluk yang gemetar ketakutan di bawah kendali segala macam orang, peristiwa, dan hal-hal lainnya. Sukacita Tuhan muncul karena keberadaan dan munculnya keadilan dan terang, karena kehancuran kegelapan dan kejahatan. Sukacita-Nya juga ada karena Dia membawa terang dan kehidupan yang indah bagi umat manusia; sukacita-Nya adalah sukacita yang adil, lambang dari keberadaan segala sesuatu yang positif, dan terlebih lagi, lambang keberuntungan. Murka Tuhan bangkit karena bahaya yang ditimbulkan oleh keberadaan dan gangguan ketidakadilan atas umat-Nya, karena keberadaan kejahatan dan kegelapan, karena keberadaan hal-hal yang menyingkirkan kebenaran, dan terlebih lagi, karena keberadaan hal-hal yang bertentangan dengan apa yang baik dan indah. Murka-Nya adalah lambang bahwa segala sesuatu yang negatif tidak ada lagi dan bahkan terlebih lagi, itu adalah lambang kekudusan-Nya. Kesedihan Tuhan disebabkan oleh umat manusia, yang kepadanya Dia telah memiliki pengharapan, tetapi yang telah jatuh ke dalam kegelapan dan itu karena pekerjaan yang dilakukan-Nya bagi manusia tidak memenuhi maksud-maksud-Nya, karena umat manusia yang dikasihi-Nya itu tidak semuanya bisa hidup dalam terang. Tuhan merasa sedih kepada umat manusia yang tak berdosa, kepada orang yang jujur tetapi bebal, dan kepada orang yang baik tetapi tidak memiliki pandangannya sendiri. Kesedihan-Nya adalah lambang kebaikan-Nya dan belas kasihan-Nya, lambang keindahan dan kebaikan. Kebahagiaan-Nya, tentu saja, berasal dari mengalahkan musuh-musuh-Nya dan mendapatkan ketulusan dari manusia. Selain itu, kebahagiaan Tuhan berasal dari pengusiran dan penhancuran seluruh kekuatan musuh, dan karena umat manusia menerima kehidupan yang baik dan damai. Kebahagiaan Tuhan tidak sama dengan sukacita manusia; sebaliknya, ini adalah perasaan mengumpulkan buah-buah yang baik, perasaan yang bahkan lebih besar daripada sukacita. Kebahagiaan-Nya adalah lambang terbebasnya umat manusia dari penderitaan mulai saat ini dan seterusnya, dan lambang manusia memasuki dunia terang. Di sisi lain, emosi manusia semuanya bangkit demi kepentingan dirinya sendiri, bukan demi keadilan, terang, atau apa yang indah, apalagi demi kasih karunia yang dianugerahkan oleh surga. Emosi manusia itu egois dan merupakan milik dunia kegelapan. Emosi manusia tidak muncul demi kehendak Tuhan, apalagi demi rencana-Nya, dan karena itulah manusia dan Tuhan tidak bisa dibicarakan secara bersamaan. Tuhan adalah selamanya yang tertinggi dan selamanya mulia, sedangkan manusia selamanya rendah dan selamanya tidak berharga. Ini karena Tuhan selamanya mengabdikan diri-Nya dan mengorbankan diri bagi manusia, sedangkan manusia selamanya hanya meminta dan berjuang untuk kepentingannya sendiri. Tuhan selamanya bersusah payah demi kelangsungan hidup manusia, tetapi manusia tidak pernah bersumbangsih apa pun demi keadilan atau terang, dan sekalipun manusia mengerahkan upaya yang sesaat, itu tidak dapat menahan satu pukulan pun, karena upaya manusia selalu untuk kepentingannya sendiri dan bukan untuk orang lain. Manusia selamanya egois, sedangkan Tuhan selamanya tidak egois. Tuhan adalah asal mula segala sesuatu yang adil, baik, dan indah, sedangkan manusia adalah dia yang mewarisi dan mengungkapkan segala keburukan dan kejahatan. Tuhan tidak akan pernah mengubah esensi-Nya yang adalah keadilan dan keindahan, tetapi manusia mungkin saja mengkhianati keadilan dan menjauhkan diri dari Tuhan kapan pun dan dalam situasi apa pun.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Sangatlah Penting untuk Memahami Watak Tuhan"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 246

Setiap kalimat yang Kuucapkan mengandung watak Tuhan di dalamnya. Engkau semua sebaiknya merenungkan firman-Ku dengan saksama, dan engkau semua pasti akan mendapatkan keuntungan besar dari firman-Ku. Hakikat Tuhan sangat sulit untuk dipahami, tetapi Aku yakin bahwa engkau semua setidaknya memiliki beberapa gagasan mengenai watak Tuhan. Maka, Aku berharap bahwa engkau akan memiliki lebih banyak hal yang telah kaulakukan yang tidak menyinggung watak Tuhan untuk kautunjukkan kepada-Ku. Barulah Aku akan merasa tenang. Contohnya, jagalah agar Tuhan selalu ada di dalam hatimu. Ketika engkau bertindak, bertindaklah sesuai dengan firman-Nya. Carilah kehendak-Nya dalam segala hal, dan jangan lakukan hal yang tidak menghormati dan mempermalukan Tuhan. Apalagi kalau engkau tidak memikirkan Tuhan dan berusaha mengisi kekosongan yang kelak akan timbul di hatimu. Jika engkau melakukan hal ini, engkau pasti akan menyinggung watak Tuhan. Sekali lagi, seandainya engkau tidak membuat pernyataan atau keluhan yang menghujat terhadap Tuhan di sepanjang hidupmu, dan sekali lagi, seandainya engkau mampu melaksanakan dengan benar segala sesuatu yang telah Tuhan percayakan kepadamu dan juga tunduk kepada segala firman-Nya di sepanjang hidupmu, maka engkau semua pasti akan menghindari pelanggaran terhadap ketetapan administratif. Contohnya, seandainya engkau pernah berkata: "Mengapa aku tidak berpikir bahwa Dia adalah Tuhan?" "Menurutku semua firman ini tidak lebih daripada sedikit pencerahan dari Roh Kudus," "Menurut pendapatku, tidak semua hal yang Tuhan lakukan pasti benar," "Kemanusiaan Tuhan tidaklah lebih hebat dari kemanusiaanku," "Firman Tuhan sama sekali tidak bisa dipercaya," atau komentar-komentar menghakimi lainnya, maka Aku menasihatimu untuk lebih sering mengaku dosa dan bertobat. Jika tidak, engkau tidak akan pernah memperoleh kesempatan untuk diampuni, karena engkau semua bukan menyinggung seorang manusia, tetapi menyinggung Tuhan itu sendiri. Engkau mungkin mengira bahwa engkau hanya menghakimi seorang manusia, tetapi Roh Tuhan tidak menganggapnya demikian. Sikapmu yang tidak menghormati daging-Nya sama saja dengan tidak menghormati-Nya. Dengan demikian, bukankah engkau telah menyinggung watak Tuhan? Engkau harus ingat bahwa segala sesuatu yang dilakukan oleh Roh Tuhan dilakukan untuk melindungi pekerjaan-Nya di dalam daging dan agar pekerjaan ini terlaksana dengan baik. Jika engkau semua mengabaikan hal ini, maka Kukatakan bahwa engkau adalah orang yang tidak akan pernah bisa berhasil dalam memercayai Tuhan, karena engkau telah membangkitkan murka Tuhan, Dia akan menggunakan hukuman yang pantas untuk memberimu pelajaran.

Mengenal hakikat Tuhan bukanlah masalah sepele. Engkau harus memahami watak-Nya. Dengan cara ini, engkau akan, secara berangsur-angsur dan tanpa sadar, mulai mengenal hakikat Tuhan. Ketika engkau telah masuk ke dalam pengenalan ini, engkau akan mendapati dirimu melangkah ke dalam keadaan yang lebih tinggi dan lebih indah. Pada akhirnya, engkau akan mulai merasa malu akan jiwamu yang amat buruk, dan terlebih lagi, akan merasa tidak ada tempat lagi untuk bersembunyi dari rasa malumu. Pada saat itu, akan semakin sedikit perilakumu yang menyinggung watak Tuhan, hatimu akan makin mendekat kepada hati Tuhan, dan secara berangsur-angsur kasih kepada Dia akan bertumbuh di dalam hatimu. Ini adalah tanda umat manusia sedang memasuki keadaan yang indah. Namun sampai saat ini, engkau semua belum mencapai hal ini. Sementara engkau semua sibuk hilir mudik demi kepentingan nasibmu, siapa yang masih memiliki keinginan untuk berusaha mengenal hakikat Tuhan? Jika hal ini terus berlanjut, engkau semua tanpa sadar akan melakukan pelanggaran terhadap ketetapan administratif, karena engkau semua terlalu sedikit memahami watak Tuhan. Jadi, bukankah apa yang engkau semua lakukan sekarang sebenarnya sedang meletakkan dasar bagi pelanggaran-pelanggaranmu terhadap watak Tuhan? Permintaan-Ku agar engkau semua memahami watak Tuhan tidaklah terlepas dari pekerjaan-Ku. Karena jika engkau semua sering kali melanggar ketetapan administratif, siapa di antaramu yang bisa lolos dari hukuman? Bukankah itu berarti pekerjaan-Ku akan menjadi sia-sia belaka? Karena itu, Aku tetap meminta bahwa, selain mencermati setiap detail perilakumu sendiri, engkau harus waspada dengan langkah-langkah yang kauambil. Ini akan menjadi tuntutan yang lebih tinggi yang Kuminta darimu, dan Aku berharap bahwa engkau semua akan mempertimbangkannya dengan saksama serta sungguh-sungguh memperhatikannya. Apabila tiba saatnya ketika tindakan-tindakanmu membangkitkan murka-Ku dengan hebat, maka engkau semua sendirilah yang harus memperhitungkan akibatnya, dan tidak akan ada orang lain yang akan menanggung hukuman itu untuk menggantikanmu.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Sangatlah Penting untuk Memahami Watak Tuhan"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 247

Orang-orang mengatakan bahwa Tuhan adalah Tuhan yang benar, dan selama manusia mengikuti Dia sampai akhir, Dia pasti akan bersikap adil kepada manusia, sebab Dialah Yang Mahabenar. Jika manusia mengikuti Dia sampai akhir, bisakah Dia membuang manusia? Aku tidak memihak terhadap semua orang dan menghakimi semua orang dengan watak-Ku yang benar, tetapi ada beberapa syarat yang sesuai yang Kutuntut dari manusia, dan apa yang Kutuntut itu harus dilaksanakan oleh semua orang, siapa pun mereka. Aku tidak peduli tentang kualifikasimu, atau sudah berapa lama engkau memilikinya; yang Kupedulikan hanyalah apakah engkau mengikuti jalan-Ku, dan apakah engkau mengasihi dan haus akan kebenaran. Jika engkau tidak memiliki kebenaran, dan justru mencemarkan nama-Ku, serta tidak bertindak sesuai dengan jalan-Ku, hanya mengikuti tanpa perhatian atau kepedulian, pada waktu itulah Aku akan memukul dan menghukum engkau karena kejahatanmu, dan apa jawabmu kemudian? Bisakah engkau berkata bahwa Tuhan itu tidak benar? Jika engkau telah mematuhi firman yang Kusampaikan hari ini, engkau adalah jenis orang yang Kuperkenan. Engkau mengatakan bahwa engkau selalu menderita selama mengikuti Tuhan, bahwa engkau telah mengikuti-Nya melalui berbagai kesulitan, dan telah berbagi saat-saat suka dan duka bersama-Nya, tetapi engkau belum hidup dalam firman yang Tuhan sampaikan; engkau hanya ingin sibuk bagi Tuhan dan mengorbankan dirimu bagi Tuhan setiap hari, dan tidak pernah berpikir untuk hidup dalam kehidupan yang bermakna. Engkau juga berkata, "Bagaimanapun juga, aku percaya bahwa Tuhan itu benar. Aku telah menderita bagi-Nya, sibuk bekerja bagi Dia, mempersembahkan diriku bagi Dia, dan aku telah bekerja keras meskipun tidak menerima penghargaan apa pun; Dia tentunya akan mengingat aku." Memang benar bahwa Tuhan itu benar, tetapi kebenaran ini tidak ternoda oleh kecemaran apa pun. Kebenaran ini tidak mengandung kehendak manusia, dan tidak tercemar oleh daging, atau oleh transaksi manusia. Semua yang memberontak dan menentang, dan semua yang tidak mematuhi jalan-Nya, akan dihukum; tidak ada yang diampuni, dan tak seorang pun yang luput! Beberapa orang berkata, "Hari ini aku sibuk bekerja untuk-Mu; ketika saat akhir tiba, bisakah Engkau memberiku sedikit berkat?" Lalu Aku bertanya, "Sudahkah engkau menuruti firman-Ku?" Kebenaran yang engkau bicarakan didasarkan pada transaksi. Engkau hanya berpikir bahwa Aku benar dan tidak memihak terhadap semua orang, bahwa semua orang yang mengikut Aku sampai akhir pasti akan diselamatkan dan memperoleh berkat-berkat-Ku. Ada makna rohani dalam firman-Ku bahwa "semua orang yang mengikut Aku sampai akhir pasti akan diselamatkan": mereka yang mengikut Aku sampai akhir adalah orang-orang yang akan sepenuhnya Kudapatkan, mereka adalah orang-orang yang setelah Kutaklukkan, mencari kebenaran dan disempurnakan. Syarat apa yang telah engkau capai? Engkau hanya mencapai syarat untuk mengikut Aku sampai akhir, tetapi apa lagi? Sudahkah engkau menuruti firman-Ku? Engkau telah mencapai salah satu dari lima persyaratan-Ku, tetapi engkau tidak berniat menyelesaikan empat sisanya. Engkau baru sekadar menemukan jalan yang termudah dan paling sederhana, dan mengejarnya dengan sikap hanya berharap mendapatkan keberuntungan. Terhadap orang sepertimu, watak-Ku yang benar adalah hajaran dan penghakiman, itulah ganjaran yang benar dan hukuman yang benar bagi semua pelaku kejahatan; semua orang yang tidak mengikuti jalan-Ku pasti akan dihukum, bahkan sekalipun mereka mengikut Aku sampai akhir. Inilah kebenaran Tuhan. Ketika watak yang benar ini diungkapkan dalam hukuman terhadap manusia, mereka akan tercengang dan merasa menyesal, sebab ketika mengikut Tuhan, mereka tidak menuruti jalan-Nya. "Pada waktu itu, aku hanya sedikit menderita saat mengikut Tuhan, tetapi aku tidak mengikuti jalan Tuhan. Apa alasannya? Tidak ada pilihan lain selain dihajar!" Namun dalam benaknya ia berpikir, "Bagaimanapun, aku telah mengikut sampai akhir, bahkan jika Engkau menghajar aku, hajaran itu tidak mungkin terlalu berat, dan setelah menuntut hajaran ini, Engkau akan tetap menginginkan aku. Aku tahu Engkau benar, dan tidak akan memperlakukan aku seperti itu selama-lamanya. Lagi pula, aku tidak seperti orang-orang yang akan dilenyapkan; mereka yang akan dilenyapkan akan menerima hajaran berat, sedangkan hajaranku tentu akan lebih ringan." Watak yang benar tidak seperti yang engkau katakan. Bukan berarti bahwa orang-orang yang pandai mengakui dosa-dosa mereka akan ditangani secara lunak. Kebenaran adalah kekudusan, dan merupakan suatu watak yang tidak menoleransi pelanggaran manusia, dan semua yang cemar dan tidak berubah adalah sasaran dari kejijikan Tuhan. Watak Tuhan yang benar bukanlah hukum, tetapi merupakan ketetapan administratif, yaitu ketetapan administratif di dalam kerajaan, dan ketetapan administratif ini adalah hukuman yang benar bagi siapa pun yang tidak memiliki kebenaran dan belum berubah, dan tidak ada kesempatan untuk keselamatan. Sebab ketika setiap orang digolongkan menurut jenisnya, maka yang baik akan diberi upah dan yang jahat akan dihukum. Inilah saatnya ketika tempat tujuan manusia menjadi jelas; inilah waktunya pekerjaan penyelamatan akan berakhir, setelahnya, pekerjaan penyelamatan manusia tidak akan lagi dilakukan, dan ganjaran akan ditimpakan atas setiap orang yang melakukan kejahatan.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Pengalaman Petrus: Pengetahuannya tentang Hajaran dan Penghakiman"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 248

Aku adalah api yang menghanguskan dan Aku tidak menoleransi pelanggaran. Karena manusia semuanya diciptakan oleh-Ku, apa pun yang Kukatakan dan Kulakukan, manusia harus tunduk, dan mereka tidak boleh menentang. Manusia tidak punya hak untuk ikut campur dalam pekerjaan-Ku, dan terlebih lagi, mereka tidak memenuhi syarat untuk menganalisis apa yang benar dan salah dalam pekerjaan dan firman-Ku. Aku adalah Tuhan atas ciptaan, dan makhluk ciptaan harus mencapai semua yang Aku inginkan dengan hati yang takut akan Aku; mereka tidak seharusnya mencoba untuk berargumen dengan-Ku, dan mereka, terutama, tidak boleh menentang. Dengan otoritas-Ku Aku memerintah umat-Ku, dan semua orang yang adalah bagian dari ciptaan-Ku harus tunduk pada otoritas-Ku. Walaupun saat ini engkau semua berani dan lancang di hadapan-Ku, walaupun engkau memberontak terhadap firman yang Kugunakan untuk mengajarmu, dan engkau tidak kenal takut, Aku menghadapi pemberontakanmu dengan penuh toleransi; Aku tidak akan kehilangan kesabaran-Ku dan merusak pekerjaan-Ku karena belatung-belatung kecil tidak penting yang mengaduk-aduk kotoran di tumpukan sampah. Aku menoleransi keberadaan semua yang Kubenci dan semua hal yang menjijikkan bagi-Ku demi kehendak Bapa-Ku, dan Aku akan terus melakukannya sampai seluruh perkataan-Ku selesai disampaikan, sampai saat terakhir-Ku. Jangan khawatir! Aku tidak akan turun ke tingkat yang sama dengan belatung tanpa nama, dan Aku tidak akan membandingkan tingkat kemampuan-Ku denganmu. Aku membencimu, tetapi Aku masih bisa menahannya. Engkau memberontak terhadap-Ku, tetapi engkau tidak bisa melarikan diri dari hari ketika Aku akan menghajarmu, seperti yang sudah dijanjikan Bapa-Ku kepada-Ku. Dapatkah seekor belatung yang diciptakan dibandingkan dengan Tuhan atas ciptaan? Pada musim gugur, daun-daun yang berguguran akan kembali ke akarnya; engkau akan kembali ke rumah "bapa"-mu, dan Aku akan kembali ke sisi Bapa-Ku. Aku akan ditemani oleh kasih sayang lembut Bapa-Ku dan engkau akan diikuti oleh injakan kaki bapamu. Aku akan memiliki kemuliaan Bapa-Ku dan engkau akan mendapatkan rasa malu bapamu. Aku akan menggunakan hajaran yang sudah lama Aku tahan untuk menemanimu dan engkau akan menerima hajaran-Ku dengan dagingmu yang berbau busuk yang telah dirusak selama puluhan ribu tahun. Aku akan mengakhiri pekerjaan firman-Ku di dalam dirimu, yang disertai dengan toleransi, dan engkau akan mulai memenuhi peranmu, yakni menderita bencana dari firman-Ku. Aku akan sangat bersukacita dan bekerja di Israel; engkau akan meratap dan menggertakkan gigi, hidup dan sekarat di dalam lumpur. Aku akan mendapatkan kembali wujud asli-Ku dan tidak lagi tinggal di tempat najis bersamamu, sedangkan engkau akan mendapatkan kembali keburukan aslimu dan terus berkubang dalam tumpukan sampah. Ketika pekerjaan dan firman-Ku sudah selesai, itu akan menjadi hari sukacita bagi-Ku. Ketika penentangan dan pemberontakanmu sudah selesai, itu akan menjadi hari ratapan bagimu. Aku tidak akan bersimpati kepadamu, dan engkau tidak akan pernah melihat Aku lagi. Aku tidak akan lagi berdialog denganmu, dan engkau tidak akan lagi bertemu dengan-Ku. Aku akan membenci pemberontakanmu, dan engkau akan merindukan keindahan-Ku. Aku akan memukulmu, dan engkau akan merindukan-Ku. Aku akan dengan senang hati meninggalkanmu, dan engkau akan menyadari utangmu kepada-Ku. Aku tidak akan pernah melihatmu lagi, tetapi engkau akan selalu berharap kepada-Ku. Aku akan membencimu karena engkau saat ini menentang-Ku, dan engkau akan merindukan-Ku, karena Aku saat ini menghajarmu. Aku tidak mau hidup bersamamu, tetapi engkau akan dengan pahit merindukannya dan meratap hingga kekekalan, karena engkau menyesali semua yang telah engkau lakukan kepada-Ku. Engkau akan menyesali pemberontakan dan penentanganmu, engkau bahkan akan sujud tersungkur dengan menyesal dan engkau akan tersungkur di hadapan-Ku dan bersumpah tidak akan pernah lagi memberontak terhadap-Ku. Namun, dalam hatimu, engkau hanya akan mengasihi-Ku, tetapi engkau tidak akan pernah bisa mendengar suara-Ku, Aku harus membuatmu malu akan dirimu sendiri.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Ketika Daun-daun yang Berguguran Kembali ke Akarnya, Engkau Akan Menyesali Semua Kejahatan yang Telah Engkau Perbuat"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 249

Belas kasihan-Ku Kuungkapkan kepada orang-orang yang mengasihi Aku dan melepaskan dirinya sendiri. Sementara itu, hukuman menimpa orang-orang jahat, yang justru merupakan bukti dari watak-Ku yang benar dan bahkan lebih dari itu, merupakan kesaksian akan murka-Ku. Ketika bencana datang, semua orang yang menentang Aku akan menangis saat mereka menjadi korban kelaparan dan wabah. Mereka yang telah melakukan segala macam perbuatan jahat, tetapi telah mengikuti Aku selama bertahun-tahun, tidak akan luput dari hukuman terhadap dosa-dosa mereka; mereka juga akan dilemparkan ke dalam bencana, seperti yang jarang terlihat selama jutaan tahun, dan mereka akan hidup dalam keadaan panik dan ketakutan terus-menerus. Mereka dari antara pengikut-Ku, yang telah menunjukkan kesetiaan mutlak terhadap-Ku, akan bersukacita dan mengelu-elukan keperkasaan-Ku. Mereka akan mengalami kepuasan yang tak terlukiskan dan hidup di tengah sukacita seperti yang belum pernah Kuanugerahkan sebelumnya kepada umat manusia. Karena Aku menghargai perbuatan baik manusia dan membenci perbuatan jahat mereka. Sejak pertama kali Aku mulai memimpin umat manusia, Aku telah sangat berharap untuk mendapatkan sekelompok orang yang sepikiran dengan-Ku. Sementara itu, mereka yang tidak sepikiran dengan-Ku, tidak pernah Kulupakan; Aku selalu membenci mereka dalam hati-Ku, menunggu kesempatan untuk menuntut pembalasan atas perbuatan jahat mereka, yang adalah sesuatu yang akan membuat-Ku senang melihatnya. Sekarang, hari-Ku akhirnya tiba, dan Aku tidak perlu lagi menunggu.

Pekerjaan terakhir-Ku bukan hanya demi menghukum manusia, tetapi juga demi mengatur tempat tujuan manusia. Terlebih lagi, pekerjaan ini demi membuat semua orang mengakui perbuatan dan tindakan-Ku. Aku akan membuat setiap orang melihat bahwa semua yang telah Kulakukan adalah benar dan merupakan pengungkapan watak-Ku, bahwa itu bukanlah perbuatan manusia, apalagi alam yang menciptakan umat manusia, dan bahwa justru Akulah yang memelihara setiap makhluk hidup di antara segala sesuatunya. Tanpa keberadaan-Ku, umat manusia hanya akan binasa dan menderita kengerian bencana. Tidak seorang manusia pun akan pernah dapat melihat kembali matahari dan bulan yang indah, ataupun alam yang hijau; umat manusia hanya akan menghadapi malam yang gelap dan dingin serta lembah bayang-bayang maut yang tak terelakkan. Akulah satu-satunya penebusan umat manusia. Akulah satu-satunya harapan umat manusia dan terlebih dari itu, Akulah Dia yang menjadi sandaran keberadaan seluruh umat manusia. Tanpa Aku, umat manusia akan segera terhenti, tanpa Aku, umat manusia hanya akan menderita malapetaka yang menghancurkan dan diinjak-injak oleh segala macam roh, meski tidak seorang pun memperhatikan diri-Ku. Aku telah melakukan pekerjaan yang tidak dapat dilakukan oleh siapa pun, dan hanya berharap orang dapat membalas-Ku dengan beberapa perbuatan baik. Walaupun hanya sedikit orang yang telah mampu membalas-Ku, Aku tetap akan mengakhiri perjalanan-Ku di dunia manusia dan memulai langkah berikutnya dari pekerjaan-Ku yang akan segera berlangsung, karena semua kesibukan-Ku kian kemari di tengah manusia selama bertahun-tahun ini telah membuahkan hasil, dan Aku sangat senang. Yang Kupedulikan bukanlah jumlah orang, melainkan lebih pada perbuatan baik mereka. Dalam hal apa pun, Aku berharap engkau semua mempersiapkan perbuatan baik yang cukup demi tempat tujuanmu sendiri. Maka, Aku akan merasa puas; kalau tidak, tak seorang pun di antara engkau semua dapat lolos dari serangan bencana. Bencana berasal dari-Ku dan tentu saja Akulah yang mengaturnya. Jika engkau semua tidak dapat terlihat sebaik itu di mata-Ku, engkau semua tidak akan luput dari tertimpa bencana. Di tengah kesengsaraan, tindakan dan perbuatanmu tidak dianggap sepenuhnya tepat, karena iman dan kasihmu itu kosong, dan engkau semua hanya memperlihatkan dirimu entah takut atau tangguh. Mengenai hal ini, Aku hanya akan membuat penilaian antara baik atau buruk. Kepedulian-Ku selanjutnya adalah bagaimana engkau masing-masing bertindak dan mengungkapkan diri, dan berdasarkan inilah Aku akan menentukan akhir dari engkau semua. Namun, Aku harus menjelaskan hal ini: Terhadap mereka yang tidak menunjukkan kepada-Ku sedikit pun kesetiaan selama masa-masa kesengsaraan, Aku tidak akan lagi berbelas kasihan, karena belas kasihan-Ku hanya sampai sejauh ini. Lagi pula, Aku tidak suka siapa pun yang pernah mengkhianati Aku, terlebih lagi, Aku tidak suka bergaul dengan mereka yang mengkhianati kepentingan teman-temannya. Inilah watak-Ku, terlepas dari siapa pun orangnya. Aku harus memberi tahu engkau hal ini: siapa pun yang menghancurkan hati-Ku tidak akan menerima pengampunan dari-Ku untuk kedua kalinya, dan siapa pun yang telah setia kepada-Ku akan selamanya berada di hati-Ku.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Persiapkan Perbuatan Baik yang Cukup demi Tempat Tujuanmu"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 250

Ketika Tuhan datang ke bumi, Dia bukan dari dunia, dan Dia tidak menjadi daging untuk menikmati dunia. Di mana pun pekerjaan-Nya dapat menyingkapkan watak-Nya dan paling bermakna, di sanalah Dia akan dilahirkan, entah itu di negeri yang kudus atau negeri yang najis. Di mana pun Dia bekerja, Dia adalah kudus. Segala sesuatu di dunia diciptakan oleh-Nya, meskipun semuanya telah dirusak oleh Iblis. Namun, segala sesuatu masih milik-Nya; semuanya ada di tangan-Nya. Dia datang ke negeri yang najis dan bekerja di sana untuk menyingkapkan kekudusan-Nya; Dia melakukan ini hanya demi pekerjaan-Nya, artinya, hanya demi menyelamatkan manusia di negeri yang najis ini, Dia menanggung penghinaan besar untuk melakukan pekerjaan semacam ini. Ini adalah demi kesaksian, demi semua umat manusia. Apa yang ditunjukkan pekerjaan seperti ini kepada manusia adalah kebenaran Tuhan, dan pekerjaan ini lebih mampu menunjukkan supremasi Tuhan. Kebesaran dan kelurusan-Nya diwujudkan melalui penyelamatan sekelompok orang rendah yang dipandang hina oleh orang lain. Terlahir di negeri yang najis tidak membuktikan bahwa Dia rendah; itu hanya memungkinkan semua makhluk ciptaan melihat kebesaran-Nya dan kasih-Nya yang sejati bagi umat manusia. Makin Dia melakukannya, makin tersingkap kasih-Nya yang murni, kasih-Nya yang tanpa cela bagi manusia. Tuhan itu kudus dan benar, meskipun Dia lahir di negeri yang najis, dan meskipun Dia hidup dengan orang-orang yang penuh dengan kenajisan, sebagaimana Yesus hidup dengan orang-orang berdosa di Zaman Kasih Karunia. Bukankah segala pekerjaan-Nya dilakukan demi kelangsungan hidup semua umat manusia? Bukankah itu semua agar manusia dapat memperoleh keselamatan yang besar? Dua ribu tahun yang lalu Dia hidup bersama para pendosa selama beberapa tahun. Itu adalah demi penebusan. Hari ini, Dia hidup bersama sekelompok orang yang najis dan rendah. Ini adalah demi keselamatan. Bukankah semua pekerjaan-Nya adalah demi engkau semua, manusia? Jika bukan demi menyelamatkan manusia, untuk apa Dia harus hidup dan menderita dengan kaum pendosa selama bertahun-tahun setelah lahir di palungan? Dan jika bukan demi menyelamatkan manusia, mengapa Dia datang kembali menjadi manusia untuk kedua kalinya, lahir di negeri tempat setan-setan berkumpul, dan hidup dengan orang-orang ini yang telah sangat dalam dirusak oleh Iblis? Bukankah Tuhan itu setia? Bagian pekerjaan-Nya yang mana yang tidak ditujukan bagi umat manusia? Bagian mana yang bukan demi takdirmu? Tuhan itu kudus—ini tidak bisa berubah! Dia tidak tercemar oleh kenajisan meskipun Dia datang ke negeri yang najis; semua ini hanya berarti bahwa kasih Tuhan bagi umat manusia sangat tanpa pamrih, penderitaan dan penghinaan yang ditanggung-Nya begitu besar! Tidak tahukah engkau betapa besarnya penghinaan yang ditanggung-Nya bagi engkau semua dan bagi takdirmu? Alih-alih menyelamatkan orang-orang hebat atau anak-anak dari keluarga kaya dan berkuasa, Dia secara khusus menyelamatkan mereka yang rendah dan diremehkan orang lain. Bukankah semua ini adalah kekudusan-Nya? Bukankah semua ini adalah kebenaran-Nya? Demi kelangsungan hidup seluruh umat manusia, Dia lebih suka terlahir di negeri yang najis dan menderita segala penghinaan. Tuhan itu sangat nyata—Dia tidak melakukan pekerjaan yang palsu. Bukankah setiap tahap pekerjaan-Nya telah dilakukan secara nyata? Meskipun semua orang memfitnah-Nya dan mengatakan bahwa Dia duduk semeja dengan para pendosa, meskipun semua orang mengejek Dia dan mengatakan bahwa Dia hidup dengan anak-anak yang najis, bahwa Dia tinggal bersama orang-orang yang paling rendah, Dia tetap mengabdikan diri-Nya tanpa pamrih, dan Dia tetap ditolak seperti ini di antara manusia. Bukankah penderitaan yang Dia tanggung lebih besar dari penderitaanmu? Bukankah pekerjaan-Nya lebih besar daripada harga yang telah engkau bayar?

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Makna Penting Menyelamatkan Keturunan Moab"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 251

Tuhan telah merendahkan diri-Nya sedemikian rupa sehingga Dia melakukan pekerjaan-Nya dalam diri orang-orang yang kotor dan rusak ini, dan menyempurnakan sekelompok orang ini. Tuhan tidak hanya menjadi daging untuk hidup dan makan di tengah-tengah manusia, untuk menggembalakan manusia, dan untuk menyediakan kebutuhan manusia. Yang lebih penting adalah Dia melakukan pekerjaan penyelamatan dan penaklukan-Nya yang besar terhadap manusia yang kerusakannya tak tertahankan ini. Dia datang ke jantung si naga merah yang sangat besar untuk menyelamatkan orang-orang yang paling rusak ini sehingga semua orang dapat diubahkan dan dijadikan baru. Penderitaan sangat besar yang Tuhan tanggung bukan hanya penderitaan yang ditanggung oleh Tuhan yang berinkarnasi, tetapi yang terutama dari semua itu adalah bahwa Roh Tuhan menderita penghinaan yang ekstrem—Dia merendahkan diri-Nya dan menyembunyikan diri-Nya sampai sedemikian rupa hingga Dia menjadi seorang manusia biasa. Tuhan berinkarnasi dan mengambil rupa daging sehingga orang-orang melihat bahwa Dia memiliki kehidupan kemanusiaan yang normal dan kebutuhan kemanusiaan yang normal. Ini cukup untuk membuktikan bahwa Tuhan telah merendahkan diri-Nya sedemikian rupa. Roh Tuhan mewujudkan diri-Nya dalam rupa daging. Roh-Nya paling tinggi dan agung, tetapi Dia mengambil rupa seorang manusia biasa, manusia yang kecil, untuk melakukan pekerjaan Roh-Nya. Dalam hal kualitas, wawasan, nalar, kemanusiaan, dan kehidupanmu masing-masing, engkau semua benar-benar tidak layak menerima pekerjaan Tuhan semacam ini dan engkau semua benar-benar tidak layak bagi Tuhan untuk menanggung penderitaan seperti itu demi dirimu. Tuhan begitu luhur. Dia sedemikian tinggi, dan manusia sedemikian rendah, tetapi Dia tetap bekerja atas mereka. Dia bukan hanya berinkarnasi untuk membekali manusia, berbicara kepada manusia, tetapi Dia juga hidup bersama manusia. Tuhan begitu rendah hati, begitu indah.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Hanya Mereka yang Berfokus pada Penerapan yang Dapat Disempurnakan"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 252

Banyak sudah malam-malam tanpa tidur yang telah diderita Tuhan demi pekerjaan bagi umat manusia. Dari tempat tertinggi sampai ke kedalaman yang paling rendah, Dia telah turun ke neraka dunia tempat manusia berada hidup bersama manusia dari ujung bumi yang satu ke ujung yang lain, Dia tidak pernah mengeluh tentang kekumuhan di antara manusia, dan Dia tidak pernah mencela manusia karena pemberontakannya, tetapi menanggung penghinaan terbesar sementara Dia melakukan pekerjaan-Nya sendiri. Bagaimana mungkin Tuhan menjadi milik neraka? Bagaimana mungkin Dia menghabiskan hidup-Nya di neraka? Tetapi demi semua umat manusia, agar seluruh umat manusia dapat menemukan perhentian lebih cepat, Dia telah menanggung penghinaan dan menderita ketidakadilan untuk datang ke bumi, dan secara pribadi masuk ke dalam "neraka" dan "dunia orang mati," ke dalam sarang harimau, untuk menyelamatkan manusia. Bagaimana mungkin manusia berhak untuk menentang Tuhan? Alasan apa yang dimilikinya untuk mengeluh tentang Tuhan? Bagaimana ia masih memiliki nyali untuk berhadapan dengan Tuhan? Tuhan dari surga telah datang ke negeri yang paling kotor dan jahat ini, tanpa pernah melampiaskan keluhan-Nya, atau berkeluh-kesah tentang manusia, tetapi sebaliknya dengan tenang menerima kerusakan[1] dan penindasan yang disebabkan manusia. Tidak pernah Dia membalas tuntutan-tuntutan manusia yang keterlaluan, tidak pernah Dia menuntut manusia secara berlebihan, dan tidak pernah Dia membuat tuntutan yang tidak masuk akal terhadap manusia. Dia hanya melakukan semua pekerjaan yang dikehendaki oleh manusia tanpa mengeluh: mengajar, mencerahkan, menegur, memurnikan lewat firman, mengingatkan, menasihati, menghibur, menghakimi, dan mengungkapkan. Manakah dari langkah-langkah-Nya yang bukan demi kehidupan manusia? Meskipun Dia telah menghapus harapan dan nasib manusia, langkah-langkah manakah yang dilakukan Tuhan yang bukan demi nasib manusia? Yang manakah dari langkah-langkah itu bukan demi kelangsungan hidup manusia? Yang manakah dari langkah-langkah itu bukan untuk membebaskan manusia dari penderitaan ini dan dari penindasan kekuatan kegelapan yang sekelam malam? Yang manakah dari langkah-langkah itu bukan demi manusia? Siapakah bisa memahami hati Tuhan, yang seperti hati seorang ibu yang penyayang? Siapakah bisa memahami hati Tuhan yang penuh semangat? Hati Tuhan yang penuh semangat dan pengharapan-Nya yang kuat telah dibalas dengan hati yang dingin, dengan mata yang tak berperasaan dan tak peduli, dan dengan teguran dan hinaan yang berulang-ulang dari manusia; semua itu telah dibalas dengan ucapan yang tajam, sarkasme, dan penghinaan; semua itu telah dibalas dengan cemoohan manusia, dengan injakan dan penolakan, dengan kesalahpahaman, rintihan, kerenggangan, dan sikap menghindar dari manusia, dan tidak dengan apa pun kecuali kebohongan, serangan, dan kepahitan. Kata-kata yang penuh kehangatan telah disambut dengan alis yang mengancam dan perlawanan yang dingin dari seribu jari yang bergoyang-goyang. Tuhan hanya dapat bertahan, dengan kepala tertunduk, melayani manusia seperti sapi yang menurut.[2] Begitu banyak matahari dan bulan, begitu banyak kali bintang-bintang dihadapi-Nya, begitu banyak kali Dia berangkat pada waktu fajar dan kembali pada senja hari, berputar-putar dan berbalik, menanggung penderitaan yang seribu kali lebih besar daripada rasa sakit karena kepergian-Nya dari Bapa-Nya, menahan serangan dan penghancuran manusia, serta pemangkasan manusia. Kerendahan hati dan ketersembunyian Tuhan telah dibalas dengan prasangka[3] manusia, dengan pandangan yang tidak adil dan perlakuan yang tidak adil dari manusia, dan cara Tuhan bekerja tanpa suara dalam ketidakjelasan, kesabaran-Nya, dan toleransi-Nya telah dibalas dengan tatapan serakah dari manusia. Manusia berusaha menindas Tuhan sampai mati, tanpa rasa bersalah sedikit pun, dan berusaha menginjak Tuhan masuk ke dalam tanah. Sikap manusia dalam memperlakukan Tuhan merupakan salah satu "kepandaian yang langka," dan Tuhan, yang ditindas dan dipandang rendah oleh manusia, dihancurkan sampai rata di bawah kaki puluhan ribu orang, sementara manusia sendiri meninggikan diri, seolah-olah ia akan menjadi raja di bukit, seolah-olah ia ingin merebut kekuasaan mutlak,[4] menjalankan kekuasaan dari balik layar, membuat Tuhan menjadi sutradara yang bertanggung jawab dan taat aturan di balik layar, yang tidak diperkenankan untuk melawan atau menimbulkan masalah; Tuhan harus memainkan peran Kaisar Terakhir, Dia harus menjadi boneka,[5] tanpa kebebasan sama sekali. Perbuatan manusia sungguh tak terkatakan, jadi bagaimana ia berhak untuk menuntut ini atau itu dari Tuhan? Bagaimana ia berhak untuk mengajukan saran-saran kepada Tuhan? Bagaimana ia berhak untuk menuntut agar Tuhan bersimpati dengan kelemahannya? Bagaimana ia pantas menerima belas kasihan Tuhan? Bagaimana ia pantas menerima kemurahan hati Tuhan berulang kali? Bagaimana ia pantas menerima pengampunan Tuhan berulang kali? Di manakah hati nuraninya? Ia telah menghancurkan hati Tuhan sejak lama, ia telah lama membiarkan hati Tuhan hancur berkeping-keping. Tuhan datang di antara manusia dengan gembira dan penuh semangat, berharap bahwa manusia akan murah hati kepada-Nya, meskipun hanya dengan sedikit kehangatan. Namun hati Tuhan tidak cepat dihibur oleh manusia, yang diterima-Nya hanyalah serangan dan siksaan yang semakin bertambah dengan cepat[6]. Hati manusia terlalu rakus, keinginannya terlalu besar, ia tidak pernah bisa dipuaskan, ia selalu jahat dan membabi buta, ia tidak pernah memberi Tuhan kebebasan atau hak untuk berbicara, dan tidak memberikan pilihan apa pun kepada Tuhan selain tunduk pada penghinaan, dan membiarkan manusia untuk memanipulasi diri-Nya sesuai dengan keinginannya.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Pekerjaan dan Jalan Masuk (9)"

Catatan kaki:

1. "Kerusakan" digunakan untuk menyingkapkan pemberontakan umat manusia.

2. "Disambut dengan alis yang mengancam dan perlawanan yang dingin dari seribu jari yang bergoyang-goyang, dengan kepala tertunduk, melayani manusia seperti sapi yang menurut" pada mulanya adalah kalimat tunggal, tetapi di sini dibagi menjadi dua untuk membuatnya menjadi lebih jelas. Bagian pertama dari kalimat itu menunjukkan tindakan manusia, sementara bagian kedua menunjukkan penderitaan yang dialami oleh Tuhan, dan bahwa Tuhan itu rendah hati dan tersembunyi.

3. "Prasangka" menunjukkan perilaku manusia yang memberontak.

4. "Merebut kekuasaan mutlak" menunjukkan perilaku manusia yang memberontak. Mereka meninggikan diri, membelenggu orang lain, membuatnya mengikuti mereka dan menderita bagi mereka. Mereka adalah kekuatan yang memusuhi Tuhan.

5. "Boneka" digunakan untuk mengolok-olok mereka yang tidak mengenal Tuhan.

6. "Semakin bertambah dengan cepat" digunakan untuk menyoroti perilaku yang hina dari manusia.


Firman Tuhan Harian: Kutipan 253

Makna penting segala sesuatu yang Tuhan lakukan sangatlah mendalam. Misalnya, penyaliban Yesus. Mengapa Yesus harus disalibkan? Bukankah untuk menebus semua manusia? Demikian pula, ada makna penting Tuhan berinkarnasi sekarang ini dan Tuhan mengalami penderitaan dunia ini—yaitu demi tujuan yang indah bagi manusia. Dalam pekerjaan-Nya, Tuhan selalu melakukan hal yang paling nyata. Mengapa Tuhan memandang manusia sebagai makhluk tak berdosa, dan mengapa manusia begitu beruntung boleh datang ke hadapan Tuhan? Itu karena Yesus telah disalibkan, menanggung dosa manusia, dan menebus manusia. Lalu, mengapa manusia tidak akan lagi menderita, tidak akan lagi merasakan kesedihan, tidak akan lagi meneteskan air mata, dan tidak akan lagi mengeluh? Ini karena Tuhan yang berinkarnasi sekarang ini telah menanggung semua penderitaan ini, dan penderitaan ini sekarang telah ditanggung-Nya menggantikan manusia. Ini seperti seorang ibu yang melihat anaknya jatuh sakit dan berdoa kepada Surga, berharap hidupnya sendiri dipersingkat untuk menggantikan sakit anaknya. Tuhan juga bekerja dengan cara ini, menanggung penderitaan-Nya agar sebagai gantinya manusia mendapatkan tempat tujuan yang indah. Tidak akan ada lagi kesedihan, tidak akan ada lagi air mata, tidak akan ada lagi keluhan dan tidak akan ada lagi penderitaan. Tuhan membayar harga dengan secara pribadi mengalami penderitaan dunia agar sebagai gantinya manusia mendapatkan tempat tujuan yang indah. Mengatakan bahwa ini dilakukan agar manusia mendapatkan tempat tujuan yang indah "sebagai gantinya" bukan berarti bahwa Tuhan tidak memiliki kuasa atau otoritas untuk memberikan tempat tujuan yang indah kepada manusia, tetapi ini berarti Tuhan ingin menemukan bukti yang lebih nyata dan kuat untuk meyakinkan manusia sepenuhnya. Tuhan sudah mengalami penderitaan ini, jadi Dia memenuhi syarat, Dia memiliki kuasa, dan terlebih lagi, Dia berotoritas untuk membawa manusia ke tempat tujuan yang indah, untuk memberikan tempat tujuan dan janji yang indah ini kepada manusia. Iblis akan sepenuhnya diyakinkan; semua makhluk ciptaan di seluruh alam semesta akan sepenuhnya diyakinkan. Pada akhirnya, Tuhan akan mengizinkan manusia untuk menerima janji dan kasih-Nya. Segala sesuatu yang Tuhan lakukan itu nyata, tak satu pun yang dilakukan-Nya hampa, dan Dia sendiri mengalami semuanya itu. Tuhan membayar harga dengan mengalami sendiri penderitaan tersebut sebagai ganti tempat tujuan bagi manusia. Bukankah ini pekerjaan yang nyata? Orang tua rela menanggung pengorbanan yang tulus demi anak-anaknya, dan ini merepresentasikan kasihnya kepada anak-anaknya. Dalam melakukan ini, Tuhan yang berinkarnasi, tentu saja adalah yang paling tulus dan setia kepada umat manusia. Esensi Tuhan adalah setia; Dia melakukan apa yang Dia katakan, dan apa pun yang Dia lakukan tergenapi. Segala sesuatu yang Dia lakukan untuk manusia adalah tulus—Dia tidak sekadar mengucapkan firman. Sebaliknya, ketika Dia berkata Dia akan membayar harga, Dia membayar harga yang nyata; ketika Dia berkata bahwa Dia akan menanggung penderitaan manusia dan menderita menggantikan mereka, Dia benar-benar datang untuk hidup di antara mereka, merasakan dan secara pribadi mengalami penderitaan ini. Setelah itu, segala sesuatu di alam semesta akan mengakui bahwa segala sesuatu yang Tuhan lakukan itu tepat dan benar, bahwa semua yang Tuhan lakukan nyata. Ini adalah bukti yang kuat. Selain itu, manusia akan memiliki tempat tujuan yang indah di masa depan, dan semua manusia yang tersisa akan memuji Tuhan; mereka akan memuji bahwa perbuatan Tuhan memang dilakukan karena kasih-Nya kepada manusia. Tuhan datang di antara manusia dengan merendahkan diri-Nya, sebagai manusia biasa. Dia tidak hanya melakukan beberapa pekerjaan, mengucapkan sedikit firman, lalu pergi; melainkan, Dia berfirman dan bekerja secara nyata sembari mengalami penderitaan dunia. Hanya setelah Dia selesai mengalami penderitaan ini, barulah Dia akan pergi. Seperti inilah nyata dan praktisnya pekerjaan Tuhan; semua manusia yang tersisa akan memuji Dia karenanya, dan mereka akan melihat kesetiaan Tuhan kepada manusia dan kebaikan hati-Nya. Esensi keindahan dan kebaikan Tuhan dapat dilihat dari makna penting inkarnasi-Nya. Apa pun yang Dia lakukan tulus; apa pun yang Dia katakan sungguh-sungguh dan setia. Segala sesuatu yang ingin Dia lakukan, Dia melakukannya secara nyata, ketika ada harga yang harus dibayar, Dia benar-benar membayarnya; Dia tidak sekadar mengucapkan perkataan. Tuhan adalah Tuhan yang benar; Tuhan adalah Tuhan yang setia.

—Firman, Jilid 3, Pembicaraan Kristus Akhir Zaman, "Aspek Kedua dari Makna Penting Inkarnasi"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 254

Jalan hidup bukan sesuatu yang bisa dimiliki oleh siapa pun, dan juga bukan sesuatu yang bisa diperoleh dengan mudah oleh setiap orang. Ini karena hidup hanya dapat berasal dari Tuhan, yang berarti, hanya Tuhan itu sendiri yang memiliki esensi hidup, dan hanya Tuhan itu sendiri yang memiliki jalan hidup. Dengan demikian, hanya Tuhan yang adalah sumber hidup dan sumber air kehidupan yang terus mengalir tanpa henti. Sejak Dia menciptakan dunia, Tuhan telah melakukan sangat banyak pekerjaan yang mendatangkan vitalitas hidup, Dia telah melakukan banyak pekerjaan yang mendatangkan hidup bagi manusia, dan Dia telah membayar harga yang mahal yang memungkinkan manusia untuk memperoleh hidup. Ini karena Tuhan itu sendiri adalah hidup yang kekal, dan Tuhan itu sendiri adalah jalan yang melaluinya manusia dapat dibangkitkan. Tuhan selalu hadir dalam hati manusia, dan Dia selalu tinggal di antara manusia. Dia adalah daya pendorong kehidupan manusia, akar dari kelangsungan hidup manusia, serta sumber daya yang kaya bagi kelangsungan hidup manusia setelah dilahirkan. Dia memungkinkan manusia untuk dilahirkan kembali, dan memungkinkannya untuk hidup dengan gigih dalam setiap perannya. Dengan mengandalkan kuasa-Nya, dan daya hidup-Nya yang tidak terpadamkan, manusia telah hidup dari generasi ke generasi, sementara kuasa hidup Tuhan itu secara terus-menerus menyediakan dukungan di antaranya, dan Tuhan telah membayar harga yang tak pernah dapat dibayarkan oleh manusia biasa mana pun. Daya hidup Tuhan mampu menang atas kekuatan apa pun; terlebih lagi, itu melampaui kekuatan apa pun. Hidup-Nya kekal, kuasa-Nya luar biasa, dan daya hidup-Nya tidak dapat dikalahkan oleh makhluk ciptaan atau kekuatan musuh mana pun. Daya hidup Tuhan sungguh ada dan memancarkan cahaya yang berkilau kapan pun dan di mana pun. Langit dan bumi dapat mengalami perubahan dahsyat, tetapi hidup Tuhan tetap sama selama-lamanya. Segala sesuatu dapat berlalu, tetapi hidup Tuhan akan tetap ada, karena Tuhan adalah sumber kelangsungan hidup segala sesuatu dan dasar kelangsungan hidup semua itu. Hidup manusia berasal dari Tuhan, langit ada karena Tuhan, dan kelangsungan hidup bumi juga berasal dari kuasa hidup Tuhan. Apa pun yang memiliki daya hidup tidak dapat melampaui kedaulatan Tuhan, dan apa pun yang memiliki energi tidak dapat melarikan diri dari lingkup otoritas Tuhan. Dengan demikian, siapa pun mereka, semua orang harus menyerahkan diri di bawah kekuasaan Tuhan, semua orang harus hidup di bawah kendali Tuhan, dan tak seorang pun di antara mereka yang dapat terluput dari tangan-Nya.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 255

Apabila engkau benar-benar ingin memperoleh jalan hidup kekal, dan jika engkau mencarinya dengan sepenuh hati, jawablah pertanyaan ini terlebih dahulu: di manakah Tuhan sekarang? Mungkin engkau akan menjawab, "Tuhan tinggal di surga, tentu saja—Dia tidak mungkin tinggal di rumahmu, bukan?" Mungkin engkau akan menjawab bahwa Tuhan tentu tinggal di antara segala sesuatu. Atau mungkin engkau mengatakan Tuhan tinggal dalam hati setiap orang, atau Tuhan berada dalam alam roh. Aku tidak menyangkal semua ini, tetapi Aku harus memperjelas masalahnya. Tidak sepenuhnya tepat mengatakan bahwa Tuhan tinggal dalam hati manusia, tetapi juga tidak sepenuhnya salah. Itu karena, di antara orang-orang yang percaya kepada Tuhan, ada mereka yang keyakinannya benar dan ada mereka yang keyakinannya salah, ada mereka yang berkenan di hadapan Tuhan dan ada mereka yang tidak berkenan di hadapan-Nya, ada mereka yang menyenangkan hati Tuhan dan ada mereka yang dibenci-Nya, serta ada mereka yang disempurnakan Tuhan dan ada mereka yang disingkirkan-Nya. Oleh karena itu, Aku mengatakan bahwa Tuhan tinggal hanya dalam hati sedikit orang, dan orang-orang ini tidak diragukan lagi adalah mereka yang sungguh percaya kepada Tuhan, mereka yang berkenan di hadapan Tuhan, mereka yang menyenangkan hati Tuhan, dan mereka yang disempurnakan-Nya. Mereka adalah orang-orang yang dipimpin oleh Tuhan. Karena mereka dipimpin oleh Tuhan, mereka adalah orang-orang yang sudah mendengar dan melihat jalan hidup yang kekal dari Tuhan. Mereka yang kepercayaannya kepada Tuhan salah, mereka yang tidak berkenan di hadapan Tuhan, mereka yang dibenci oleh Tuhan, mereka yang disingkirkan oleh Tuhan—mereka pasti ditolak oleh Tuhan, mereka pasti tidak akan memperoleh jalan hidup, dan pasti tetap tidak mengetahui di mana Tuhan berada. Sebaliknya, mereka yang hatinya didiami oleh Tuhan tahu di mana Tuhan berada. Mereka adalah orang-orang yang dianugerahi jalan hidup yang kekal oleh Tuhan, dan merekalah orang-orang yang mengikut Tuhan. Apakah sekarang engkau tahu di mana Tuhan berada? Tuhan berada baik dalam hati manusia maupun di sisi manusia. Dia tidak hanya berada di alam roh, dan di atas segala sesuatu, tetapi terlebih lagi Dia ada di bumi di tempat manusia berada. Oleh karena itu, kedatangan akhir zaman telah membawa langkah-langkah pekerjaan Tuhan ke dalam wilayah baru. Tuhan berdaulat atas semuanya di antara segala sesuatu, dan Dia adalah penopang manusia di dalam hatinya, dan terlebih lagi, Dia berada di antara manusia. Hanya dengan cara inilah Dia bisa membawa jalan hidup kepada umat manusia, dan membawa manusia ke dalam jalan hidup. Tuhan telah datang ke bumi, dan hidup di antara manusia, agar manusia bisa memperoleh jalan hidup, dan itu adalah demi kelangsungan hidup manusia. Sementara itu, Tuhan juga mengarahkan semuanya di antara segala sesuatu, agar bekerja sama dengan pengelolaan yang Dia lakukan di antara manusia. Karena itu, jika engkau hanya mengakui doktrin bahwa Tuhan berada di surga dan dalam hati manusia, tetapi tidak mengakui kebenaran akan keberadaan Tuhan di antara manusia, engkau tidak akan pernah mendapatkan hidup, dan tidak akan pernah memperoleh jalan kebenaran.

Tuhan sendiri adalah hidup dan kebenaran, dan hidup dan kebenaran-Nya ada berdampingan. Mereka yang tidak mampu memperoleh kebenaran tidak akan pernah mendapatkan hidup. Tanpa bimbingan, dukungan, dan perbekalan dari kebenaran, engkau hanya akan mendapatkan kata-kata, doktrin, dan bahkan kematian. Hidup Tuhan selalu hadir, kebenaran dan hidup-Nya ada berdampingan. Jika engkau tidak bisa menemukan sumber kebenaran, engkau tidak akan memperoleh pemeliharaan kehidupan; jika engkau tidak bisa mendapatkan perbekalan hidup, engkau tentu tidak memiliki kebenaran, dan selain imajinasi dan gagasan, keseluruhan tubuhmu tidak lebih dari sekadar daging—dagingmu yang berbau busuk. Ketahuilah bahwa kata-kata dari buku tidak dapat dianggap sebagai hidup, catatan sejarah tidak bisa dipuja sebagai kebenaran, dan peraturan-peraturan masa lalu tidak bisa dijadikan sebagai catatan firman Tuhan saat ini. Hanya firman yang diungkapkan oleh Tuhan ketika Dia datang ke bumi dan hidup di tengah manusia yang merupakan kebenaran, hidup, maksud-maksud Tuhan, dan cara kerja-Nya saat ini. Jika engkau mengambil catatan firman Tuhan yang diucapkan pada zaman dahulu, dan berpegang teguh padanya hari ini, engkau adalah seorang arkeolog, dalam hal ini, cara terbaik untuk menggambarkan dirimu adalah sebagai seorang ahli benda peninggalan bersejarah. Engkau selalu percaya pada jejak-jejak pekerjaan yang Tuhan lakukan di masa lalu, engkau hanya percaya kepada bayangan Tuhan yang tertinggal dari pekerjaan-Nya di antara manusia di masa lalu, dan hanya percaya kepada jalan yang Tuhan berikan kepada para pengikut-Nya di masa lalu, tetapi engkau tidak percaya kepada orientasi pekerjaan Tuhan saat ini, tidak percaya kepada wajah Tuhan yang mulia saat ini, dan tidak percaya kepada jalan kebenaran yang sedang diungkapkan oleh Tuhan saat ini. Maka dari itu, engkau tak bisa disangkal lagi adalah seorang pemimpi di siang bolong yang sepenuhnya terputus dari kenyataan. Jika kini engkau masih berpegang teguh pada perkataan yang tidak mampu memberi hidup bagi manusia, engkau adalah sepotong kayu mati,[a] tidak bisa ditolong lagi, karena engkau terlalu konservatif, terlalu degil, terlalu tidak bernalar!

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal"

Catatan kaki:

a. Sepotong kayu mati: pepatah Tiongkok yang artinya "tidak dapat ditolong lagi".


Firman Tuhan Harian: Kutipan 256

Tuhan itu sendiri adalah kebenaran, dan Dia memiliki semua kebenaran itu. Tuhan adalah sumber kebenaran. Setiap hal yang positif dan setiap kebenaran berasal dari Tuhan. Dia dapat memutuskan benar dan salahnya segala sesuatu dan semua peristiwa; Dia dapat menilai hal-hal yang telah terjadi, hal-hal yang sedang terjadi sekarang, dan hal-hal di masa depan yang belum diketahui manusia. Tuhanlah satu-satunya Hakim yang dapat menilai benar dan salahnya segala sesuatu, dan ini berarti benar dan salahnya segala sesuatu hanya dapat dinilai oleh Tuhan. Dia mengetahui kriteria untuk segala sesuatu. Dia mampu mengungkapkan kebenaran kapan pun dan di mana pun. Tuhan adalah perwujudan kebenaran, yang berarti bahwa Dia sendirilah yang memiliki esensi kebenaran. Bahkan jika manusia memahami banyak kebenaran dan disempurnakan oleh Tuhan, akankah mereka kemudian berkaitan dengan perwujudan kebenaran? Tidak. Ini adalah kepastian. Ketika manusia disempurnakan, mengenai pekerjaan Tuhan saat ini dan berbagai standar yang Tuhan tuntut dari manusia, mereka akan memiliki penilaian serta metode penerapan yang akurat, dan mereka akan memahami maksud Tuhan sepenuhnya. Mereka dapat membedakan antara apa yang berasal dari Tuhan dan apa yang berasal dari manusia, antara apa yang benar dan apa yang salah. Namun, ada beberapa hal yang tetap tidak dapat dicapai dan tidak jelas bagi manusia, hal-hal yang hanya dapat mereka ketahui setelah Tuhan memberi tahu mereka. Dapatkah manusia mengetahui atau memprediksi hal-hal yang belum diketahui, hal-hal yang belum Tuhan beritahukan kepada mereka? Sama sekali tidak. Lagi pula, sekalipun manusia memperoleh kebenaran dari Tuhan, memiliki kenyataan kebenaran, dan mengetahui esensi dari banyak kebenaran, serta memiliki kemampuan untuk membedakan yang benar dan yang salah, akankah mereka memiliki kemampuan untuk mengendalikan dan menguasai segala sesuatu? Mereka tidak akan memiliki kemampuan ini. Itulah perbedaan antara Tuhan dan manusia. Makhluk ciptaan hanya bisa memperoleh kebenaran dari sumber kebenaran. Dapatkah mereka memperoleh kebenaran dari manusia? Apakah manusia adalah kebenaran? Dapatkah manusia membekali kebenaran? Mereka tidak bisa membekali kebenaran, dan di situlah letak perbedaannya. Engkau hanya bisa menerima kebenaran, tidak bisa membekalinya. Dapatkah engkau disebut sebagai orang yang memiliki kebenaran? Dapatkah engkau disebut sebagai perwujudan kebenaran? Sama sekali tidak. Apa tepatnya esensi dari perwujudan kebenaran? Itu adalah sumber yang membekali kebenaran, sumber yang mengendalikan dan berdaulat atas segala sesuatu, dan itu juga merupakan satu-satunya kriteria serta standar untuk menilai segala sesuatu dan peristiwa. Inilah perwujudan kebenaran.

—Firman, Jilid 4, Menyingkapkan Antikristus, "Bab Delapan (Bagian Tiga)"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 257

Dalam pengungkapan-Nya tentang kebenaran, Tuhan mengungkapkan watak dan esensi-Nya; pengungkapan-Nya akan kebenaran tidak didasarkan pada berbagai hal positif dan pernyataan yang diyakini manusia yang dirangkum oleh umat manusia. Firman Tuhan tetaplah firman Tuhan; firman Tuhan adalah kebenaran. Firman merupakan satu-satunya dasar dan hukum yang dengannya umat manusia ada, dan semua yang disebut ajaran-ajaran yang berasal dari manusia itu keliru, absurd, dan dikutuk oleh Tuhan. Ajaran-ajaran itu tidak berkenan kepada-Nya, dan terlebih lagi, semua itu bukanlah asal-usul atau dasar perkataan-Nya. Tuhan mengungkapkan watak dan esensi-Nya melalui firman-Nya. Semua firman yang diungkapkan oleh Tuhan adalah kebenaran, karena Dia memiliki esensi Tuhan, dan Dia adalah kenyataan dari segala hal yang positif. Seperti apa pun cara umat manusia yang rusak ini menempatkan atau mendefinisikan firman Tuhan, atau seperti apa pun cara mereka memandang atau memahaminya, firman Tuhan adalah kebenaran yang kekal, dan ini adalah fakta yang tidak pernah berubah. Sebanyak apa pun firman Tuhan telah diucapkan, dan sebanyak apa pun umat manusia yang rusak dan jahat ini mengutuk dan menolaknya, ada fakta yang selamanya tetap tidak berubah: firman Tuhan selamanya adalah kebenaran, dan manusia tidak akan pernah bisa mengubahnya. Pada akhirnya, manusia harus mengakui bahwa firman Tuhan adalah kebenaran, dan bahwa budaya tradisional dan pengetahuan ilmiah umat manusia yang berharga tidak akan pernah bisa menjadi hal yang positif, dan bahwa semua itu tidak akan pernah bisa menjadi kebenaran. Ini mutlak. Budaya tradisional dan strategi bertahan hidup umat manusia tidak akan menjadi kebenaran karena perubahan atau dengan berlalunya waktu, demikian pula firman Tuhan tidak akan menjadi perkataan manusia karena kutukan atau kealpaan umat manusia. Kebenaran tetaplah kebenaran; esensi ini tidak akan pernah berubah. Fakta apakah yang ada di sini? Yaitu bahwa semua pepatah umum yang dirangkum umat manusia berasal dari Iblis, dan imajinasi dan gagasan manusia, atau semua itu muncul dari sifat pemarah manusia dan watak manusia yang rusak, dan semua itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan hal-hal yang positif. Di sisi lain, firman Tuhan merupakan pengungkapan dari esensi dan identitas Tuhan. Apa alasannya Dia mengungkapkan firman ini? Mengapa Kukatakan bahwa firman adalah kebenaran? Alasannya adalah karena Tuhan berdaulat atas semua hukum, aturan, sumber, esensi, kenyataan, dan misteri dari segala sesuatu. Semua itu berada dalam genggaman tangan-Nya. Oleh karena itu, hanya Tuhan yang mengetahui aturan, kenyataan, fakta, dan misteri segala sesuatu. Tuhan tahu asal-usul segala sesuatu, dan Tuhan tahu persis apa sumber dari segala sesuatu. Hanya definisi untuk segala sesuatu yang terdapat dalam firman Tuhan-lah yang paling akurat, dan hanya firman Tuhan-lah yang menjadi standar dan prinsip bagi hidup manusia, serta kebenaran dan kriteria yang dapat digunakan manusia untuk hidup.

—Firman, Jilid 4, Menyingkapkan Antikristus, "Bab Sembilan (Bagian Satu)"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 258

Dari saat engkau lahir dengan menangis ke dalam dunia ini, engkau mulai memenuhi tanggung jawabmu. Demi rencana Tuhan dan penentuan-Nya, engkau memainkan peranmu dan memulai perjalanan hidupmu. Apa pun latar belakangmu, dan apa pun perjalanan yang akan kautempuh, bagaimanapun juga, tak seorang pun dapat lolos dari pengaturan dan penataan Surga, dan tak seorang pun dapat mengendalikan nasibnya sendiri, karena hanya Dia yang berdaulat atas segala sesuatu yang mampu melakukan pekerjaan semacam itu. Sejak awal mula manusia tercipta, Tuhan selalu melakukan pekerjaan-Nya dengan cara seperti ini, mengelola alam semesta, dan mengarahkan hukum perubahan segala sesuatu dan lintasan pergerakannya. Seperti halnya segala sesuatu, manusia diam-diam dan tanpa sadar dipelihara oleh kemanisan dan hujan serta embun dari Tuhan; seperti halnya segala sesuatu, manusia tanpa sadar hidup di bawah pengaturan tangan Tuhan. Hati dan roh manusia berada dalam genggaman Tuhan, dan segala sesuatu dalam hidupnya di bawah tatapan mata Tuhan. Entah engkau memercayai semua ini atau tidak, setiap dan segala hal, baik hidup atau mati, akan bergeser, berubah, diperbarui, dan lenyap sesuai dengan pemikiran Tuhan. Dengan cara inilah Tuhan berdaulat atas segala sesuatu.

Ketika malam diam-diam mendekat, manusia tidak sadar karena hati manusia tidak dapat merasakan bagaimana malam itu datang mendekat, juga tidak merasakan dari mana itu datang. Saat malam diam-diam menyelinap pergi, manusia menyambut cahaya pagi, tetapi mengenai dari mana terang itu telah datang dan bagaimana terang itu telah mengusir kegelapan malam, manusia terlebih lagi, tidak mengetahui, dan terlebih lagi, tidak menyadarinya. Pergantian siang dan malam yang terus terjadi berulang-ulang ini membawa manusia dari satu masa ke masa lainnya, dari satu latar sejarah ke latar sejarah berikutnya, sembari juga memastikan bahwa pekerjaan Tuhan di setiap masa dan rencana-Nya bagi setiap zaman terlaksana. Manusia telah menempuh semua periode berbeda ini dalam mengikuti Tuhan, tetapi mereka tidak tahu bahwa Tuhan-lah yang berdaulat atas segala sesuatu dan makhluk hidup, juga tidak tahu bagaimana Tuhan mengatur dan mengarahkan segala sesuatu. Ini belum diketahui oleh manusia pada zaman sekarang dan bahkan manusia pada zaman dahulu. Adapun alasannya, bukan karena perbuatan-perbuatan Tuhan terlalu tersembunyi, juga bukan karena rencana Tuhan masih belum terwujud, tetapi karena hati dan roh manusia terlalu jauh dari Tuhan, sampai pada titik di mana manusia tetap melayani Iblis bahkan saat mereka mengikuti Tuhan—dan tetap tidak mengetahui hal ini. Tak seorang pun yang secara aktif mencari jejak langkah dan penampakan Tuhan, dan tak seorang pun bersedia untuk berada dalam pemeliharaan dan perlindungan Tuhan. Sebaliknya, mereka bersedia menerima perusakan Iblis, si setan yang jahat itu, untuk menyesuaikan diri dengan dunia ini, dan dengan aturan keberadaan yang diikuti oleh umat manusia yang jahat ini. Pada titik ini, hati dan roh manusia telah menjadi persembahan yang manusia persembahkan kepada Iblis dan menjadi makanan Iblis. Terlebih dari itu, hati dan roh manusia telah menjadi tempat tinggal Iblis, serta menjadi tempat bermainnya yang sah. Dengan demikian, manusia tanpa sadar kehilangan pemahaman mereka tentang prinsip tentang cara manusia berperilaku, dan nilai serta makna keberadaan manusia. Hukum Tuhan dan perjanjian antara Tuhan dan manusia lambat laun menjadi pudar dalam hati manusia, dan mereka tidak lagi mencari atau mengindahkan Tuhan. Dengan berlalunya waktu, manusia telah kehilangan pemahamannya akan makna penting Tuhan menciptakan mereka, dan mereka juga tidak memahami perkataan yang keluar dari mulut Tuhan dan semua yang berasal dari Tuhan. Kemudian manusia mulai menentang hukum dan ketetapan Tuhan, dan hati serta roh mereka menjadi mati rasa .... Tuhan kehilangan manusia yang awalnya Dia ciptakan, dan manusia kehilangan sumber yang semula mereka miliki: inilah tragedi umat manusia ini. Faktanya, dari awal hingga sekarang, Tuhan telah mementaskan tragedi bagi umat manusia, yang di dalamnya manusia menjadi pemeran utama sekaligus korbannya, dan siapa sutradara di balik tragedi ini, tak seorang pun dapat menjawabnya.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Tuhan adalah Sumber Kehidupan Manusia"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 259

Tuhan menciptakan dunia ini dan menghadirkan manusia ke dalamnya, yakni makhluk hidup yang kepadanya Dia menganugerahkan kehidupan. Pada gilirannya, manusia memiliki orang tua dan kerabat dan tidak sendirian lagi. Sejak pertama kali manusia melihat dunia lahiriah ini, mereka telah ditakdirkan untuk bertahan hidup dalam penentuan Tuhan. Napas kehidupan dari Tuhanlah yang menyokong setiap makhluk hidup sepanjang masa pertumbuhannya hingga dewasa. Selama proses ini, tak seorang pun merasa bahwa manusia bertahan hidup dan bertumbuh dewasa di bawah pemeliharaan Tuhan; sebaliknya mereka yakin bahwa manusia bertumbuh dewasa karena jasa pengasuhan orang tua, dan bahwa naluri kehidupan merekalah yang mengatur proses pertumbuhan mereka. Ini karena manusia tidak mengetahui siapa yang menganugerahkan kehidupan mereka dan dari mana kehidupan itu berasal, apalagi cara naluri kehidupan menciptakan keajaiban. Mereka hanya tahu bahwa makanan adalah dasar keberlanjutan hidup mereka, bahwa kegigihan adalah sumber keberadaan hidupnya, dan bahwa keyakinan dalam benak mereka adalah modal yang menjadi sandaran kelangsungan hidup mereka. Tentang kasih karunia dan perbekalan Tuhan, manusia sama sekali tidak menyadarinya, dan dengan cara inilah manusia menyia-nyiakan kehidupan yang dianugerahkan kepada mereka oleh Tuhan .... Tak seorang pun, yang dipelihara Tuhan siang dan malam, mengambil inisiatif untuk menyembah-Nya. Tuhan hanya terus bekerja seperti yang telah direncanakan-Nya, dalam diri manusia yang darinya tidak ada yang bisa diharapkan. Dia berbuat demikian dengan harapan bahwa, suatu hari, manusia akan terjaga dari mimpi mereka dan tiba-tiba memahami nilai dan makna kehidupan, harga yang Tuhan bayar untuk semua yang telah diberikan-Nya kepada manusia, dan kerinduan Tuhan yang sangat mendesak dan mendalam agar manusia kembali kepada-Nya. Tak seorang pun pernah menyelidiki rahasia tentang asal mula dan kelanjutan hidup manusia. Hanya Tuhan, yang memahami semua ini, yang secara diam-diam menahan kepedihan dan pukulan yang diberikan kepada-Nya oleh manusia, yang telah menerima segalanya dari Tuhan, tetapi tidak bersyukur. Manusia menikmati segala yang diberikan hidup sebagai hal yang biasa, dan demikian pula, "tidak mengherankan" jika Tuhan dikhianati oleh manusia, dilupakan oleh manusia, dan diperas oleh manusia. Mungkinkah rencana Tuhan benar-benar sangat penting? Mungkinkah manusia, makhluk hidup yang berasal dari tangan Tuhan ini, benar-benar sangat penting? Rencana Tuhan tentu saja penting; kendati demikian, makhluk hidup yang diciptakan oleh tangan Tuhan ini ada demi rencana-Nya. Oleh karena itu, Tuhan tidak dapat menyia-nyiakan rencana-Nya karena kebencian terhadap umat manusia ini. Demi rencana-Nya dan demi napas yang Dia embuskan, Tuhan menanggung segala siksaan, bukan demi daging manusia, tetapi demi hidup manusia. Dia melakukannya bukan demi mendapatkan daging manusia kembali, melainkan demi mendapatkan kembali hidup yang telah diembuskan-Nya. Inilah rencana-Nya.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Tuhan adalah Sumber Kehidupan Manusia"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 260

Semua yang datang ke dalam dunia ini harus melewati kehidupan dan kematian, dan sebagian besar dari mereka melewati siklus kematian dan kelahiran kembali. Mereka yang hidup akan segera mati dan mereka yang mati akan segera kembali. Semua ini adalah perjalanan hidup yang diatur Tuhan bagi setiap makhluk hidup. Namun, perjalanan dan siklus ini justru adalah fakta yang Tuhan ingin manusia lihat: bahwa hidup yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia itu tak ada akhirnya, tak terkekang oleh kejasmanian, waktu, atau ruang. Inilah misteri kehidupan yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia dan bukti bahwa kehidupan berasal dari-Nya. Meskipun banyak orang tidak percaya bahwa kehidupan manusia berasal dari Tuhan, manusia tak terhindarkan menikmati semua yang berasal dari Tuhan, entah mereka percaya atau menyangkal keberadaan-Nya. Seandainya Tuhan suatu hari tiba-tiba berubah pikiran dan ingin mengambil kembali semua yang ada di dunia ini dan mengambil kembali hidup yang telah diberikan-Nya, maka semua akan lenyap. Tuhan memakai hidup-Nya untuk menyediakan segala sesuatu, baik yang bernyawa maupun yang tak bernyawa, menata segalanya menjadi teratur melalui kuasa dan otoritas-Nya. Ini adalah fakta yang tak dapat dibayangkan atau dipahami oleh siapa pun, dan fakta-fakta yang tak terpahami ini justru adalah perwujudan dan bukti dari kekuatan hidup Tuhan. Sekarang biarkan Aku memberitahukan kepadamu sebuah rahasia: kebesaran kehidupan Tuhan dan kuasa kehidupan-Nya tidak terselami oleh makhluk ciptaan mana pun. Demikianlah adanya saat ini, sama seperti demikianlah dahulu, dan demikian pula adanya di masa yang akan datang. Rahasia kedua yang akan Kuberitahukan adalah ini: sumber kehidupan bagi semua makhluk ciptaan berasal dari Tuhan; seberapapun perbedaan mereka dalam bentuk atau struktur kehidupannya, dan jenis makhluk hidup apa pun dirimu, tidak ada makhluk ciptaan yang bisa melawan jalur hidup yang telah Tuhan tetapkan. Bagaimanapun, yang Kuinginkan adalah agar manusia memahami ini: tanpa pemeliharaan, perlindungan, dan perbekalan Tuhan, manusia tidak dapat menerima segala sesuatu yang semestinya mereka terima, betapapun tekun upaya mereka atau betapapun gigih perjuangan mereka. Tanpa penyediaan kehidupan dari Tuhan, manusia kehilangan nilai dan makna kehidupan. Bagaimana mungkin Tuhan membiarkan manusia, yang dengan sembrono menyia-nyiakan nilai kehidupan-Nya, menjadi begitu riang? Seperti yang telah Kukatakan sebelumnya: jangan lupakan bahwa Tuhan adalah sumber kehidupanmu. Jika manusia gagal menghargai semua yang telah Tuhan anugerahkan, Tuhan bukan saja akan menarik kembali semua yang telah diberikan-Nya pada awalnya, tetapi Dia akan membuat manusia membayar kepada-Nya dua kali lipat dari semua yang telah Dia berikan.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Tuhan adalah Sumber Kehidupan Manusia"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 261

Segala sesuatu di dunia ini berubah dengan cepat seiring pemikiran Yang Mahakuasa dan di bawah pengawasan-Nya. Hal-hal yang belum pernah didengar umat manusia dapat tiba-tiba terjadi, sedangkan hal-hal yang sudah lama dimiliki umat manusia dapat menghilang tanpa disadari. Tak seorang pun mampu menyelami keberadaan Yang Mahakuasa, dan terlebih lagi, tak seorang pun dapat merasakan transendensi dan kehebatan kekuatan hidup Yang Mahakuasa. Dia transenden karena Dia mampu memahami apa yang tidak dapat dipahami manusia. Dia besar karena Dialah sosok yang ditinggalkan oleh umat manusia tetapi menyelamatkan umat manusia. Dia memahami arti kehidupan dan kematian, dan lebih dari itu, Dia tahu hukum-hukum keberadaan yang harus diikuti oleh manusia yang diciptakan. Dialah dasar dari keberadaan manusia, dan Dialah Sang Penebus yang membangkitkan kembali umat manusia. Dia membebani hati yang bahagia dengan dukacita dan mengangkat hati yang bersedih dengan kebahagiaan, semua ini demi pekerjaan-Nya, dan demi rencana-Nya.

Umat manusia, setelah meninggalkan perbekalan kehidupan Yang Mahakuasa, tidak mengetahui tujuan keberadaan mereka, tetapi tetap takut akan kematian. Mereka tanpa bantuan atau sandaran, tetapi tetap enggan menutup mata mereka, dan mereka memaksakan diri untuk menopang karung daging mereka yang tanpa perasaan rohani apa pun, dan menyeret-nyeret kehidupan yang hina di dunia ini. Engkau hidup dengan cara ini, tanpa harapan, seperti halnya dengan orang lain, tanpa tujuan. Hanya Yang Mahakudus dari legenda yang akan menyelamatkan mereka yang mengerang di tengah penderitaan dan sangat mendambakan kedatangan-Nya. Keyakinan seperti itu telah lama tidak terwujud dalam diri mereka yang tidak memiliki kesadaran. Kendati demikian, mereka masih begitu mengharapkannya. Yang Mahakuasa berbelas kasihan kepada orang-orang yang sudah sangat menderita ini; pada saat yang sama, Dia merasa muak terhadap orang-orang ini yang sama sekali tidak memiliki kesadaran, karena Dia harus menunggu terlalu lama sebelum menerima jawaban dari orang-orang. Dia ingin mencari, mencari hati dan rohmu, serta membawakanmu air dan makanan, supaya engkau terbangun dan tidak lagi merasa haus atau lapar. Ketika engkau lelah, dan saat engkau merasakan sedikit suramnya dunia ini, jangan merasa kebingungan, jangan menangis. Tuhan Yang Mahakuasa, Sang Penjaga, akan memeluk kedatanganmu setiap saat. Dia berjaga di sisimu, menantikanmu untuk berbalik. Dia menantikan hari ketika engkau tiba-tiba memperoleh kembali ingatanmu: ketika engkau menyadari bahwa engkau berasal dari Tuhan, dan bahwa, entah kapan, engkau kehilangan arah, entah kapan, engkau kehilangan kesadaran di jalan, dan entah kapan, engkau memiliki seorang "bapa"; terlebih lagi, ketika engkau menyadari bahwa Yang Mahakuasa selama ini selalu berjaga, menantikan di sana sangat lama untuk kedatanganmu kembali. Dia telah menanti dengan penuh kerinduan, menunggu respons tanpa jawaban. Penjagaan-Nya tak ternilai, dan semua itu adalah demi hati manusia dan roh manusia. Mungkin penjagaan ini tidak berbatas waktu, atau mungkin semua itu sudah berakhir. Namun, engkau seharusnya tahu persis di mana hati dan rohmu berada saat ini.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Helaan Duka Yang Mahakuasa"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 262

Sebagai anggota umat manusia dan orang Kristen yang taat, adalah tanggung jawab dan kewajiban kita semua untuk mempersembahkan pikiran dan tubuh kita untuk memenuhi amanat Tuhan, karena seluruh keberadaan kita berasal dari Tuhan dan ada berkat kedaulatan-Nya. Apabila pikiran dan tubuh kita tidak didedikasikan untuk amanat Tuhan dan pekerjaan yang adil bagi umat manusia, maka jiwa kita akan merasa malu di hadapan orang-orang yang telah menjadi martir demi amanat Tuhan, dan lebih malu lagi di hadapan Tuhan, yang telah menyediakan segalanya untuk kita.

Tuhan menciptakan dunia ini. Dia menciptakan umat manusia ini, dan terlebih lagi, Dialah arsitek kebudayaan Yunani kuno dan peradaban manusia. Hanya Tuhan yang menghibur umat manusia ini, dan hanya Tuhan yang menjaga umat manusia ini siang dan malam. Perkembangan dan kemajuan manusia tidak dapat dipisahkan dari kedaulatan Tuhan, dan sejarah serta masa depan umat manusia tidak bisa lepas dari pengaturan-pengaturan yang diciptakan oleh tangan Tuhan. Apabila engkau adalah seorang Kristen sejati, engkau tentu akan percaya bahwa kebangkitan dan kejatuhan suatu negara atau bangsa berada di bawah pengaturan-pengaturan Tuhan. Hanya Tuhan sendiri yang mengetahui nasib negara atau bangsa apa pun, dan hanya Tuhan sendiri yang mengendalikan perjalanan umat manusia ini. Jika umat manusia ingin mendapatkan nasib yang baik, jika suatu negara ingin mendapatkan nasib yang baik, manusia harus sujud menyembah kepada Tuhan, dan datang ke hadapan Tuhan untuk bertobat dan mengaku kepada-Nya, jika tidak, nasib dan tempat tujuan manusia akan menjadi malapetaka yang tidak terhindarkan.

Lihatlah kembali ke zaman ketika Nuh membangun bahtera: umat manusia sudah sangat rusak, manusia menyimpang dari berkat Tuhan, tidak lagi dipedulikan oleh Tuhan, dan telah kehilangan janji-janji Tuhan. Mereka hidup dalam kegelapan, tanpa terang Tuhan. Kemudian mereka menjadi bejat dan membiarkan diri mereka terperosok dalam kerusakan yang mengerikan. Orang-orang semacam ini tidak bisa lagi menerima janji Tuhan; mereka tidak layak untuk melihat wajah Tuhan atau mendengar suara Tuhan, karena mereka telah meninggalkan Tuhan, mencampakkan segala yang telah dianugerahkan-Nya kepada mereka, dan melupakan ajaran-ajaran Tuhan. Hati mereka semakin lama semakin menjauh dari Tuhan, dan, bersamaan dengan itu, mereka menjadi sangat bobrok melampaui segala nalar dan kemanusiaan, dan mereka menjadi semakin jahat. Kemudian mereka berjalan semakin dekat dengan kematian, dan jatuh ke dalam murka dan hukuman Tuhan. Hanya Nuh yang menyembah Tuhan dan menjauhi kejahatan, dan karena itu dia dapat mendengar suara Tuhan, dan mendengar petunjuk-petunjuk-Nya. Dia membangun bahtera berdasarkan petunjuk firman Tuhan, dan di sana mengumpulkan segala macam makhluk hidup. Lalu, setelah semuanya siap, Tuhan melepaskan pemusnahan-Nya atas dunia. Hanya Nuh dan tujuh anggota keluarganya yang selamat dari pemusnahan ini, karena Nuh menyembah Yahweh dan menjauhi kejahatan.

Sekarang lihatlah ke zaman sekarang ini: orang benar seperti Nuh, yang dapat menyembah Tuhan dan menjauhi kejahatan, tidak ada lagi. Namun, Tuhan masih bermurah hati terhadap umat manusia ini, dan masih mengampuni mereka selama akhir zaman ini. Tuhan mencari orang-orang yang merindukan penampakan-Nya. Dia mencari orang-orang yang dapat mendengar firman-Nya, orang-orang yang tidak melupakan amanat-Nya, dan mempersembahkan hati dan tubuh mereka kepada-Nya. Dia mencari orang-orang yang tunduk dan tidak menentang seperti bayi di hadapan-Nya. Jika engkau dapat mengabdikan dirimu kepada Tuhan tanpa dihalangi oleh kekuatan apa pun, Tuhan akan memandangmu dengan kemurahan, dan akan melimpahkan berkat-Nya kepadamu. Jika engkau memiliki status yang tinggi, reputasi yang bagus, banyak pengetahuan, banyak aset, dan dukungan banyak orang, tetapi engkau masih tidak terganggu oleh semua ini dan masih datang ke hadapan Tuhan untuk menerima panggilan-Nya dan amanat-Nya serta melakukan apa yang diminta-Nya darimu, maka semua yang kaulakukan akan menjadi tujuan yang paling bermakna di bumi dan upaya umat manusia yang paling adil. Jika engkau menolak panggilan Tuhan demi status dan tujuanmu sendiri, semua yang kaulakukan itu akan dikutuk dan bahkan dibenci oleh Tuhan. Mungkin engkau adalah seorang presiden, ilmuwan, pendeta, atau penatua, tetapi setinggi apa pun jabatanmu, jika engkau mengandalkan pengetahuan dan kemampuanmu dalam usahamu, engkau akan selalu menjadi orang yang gagal dan akan selalu kehilangan berkat-berkat Tuhan karena Tuhan tidak menerima apa pun yang kaulakukan, dan Dia tidak mengakui usahamu sebagai pekerjaan yang adil, atau menerima bahwa engkau bekerja untuk kepentingan umat manusia. Dia akan berkata bahwa segala sesuatu yang kaulakukan itu menggunakan pengetahuan dan kekuatan umat manusia untuk menolak perlindungan Tuhan dari manusia, itu menyangkal berkat-berkat Tuhan. Dia akan berkata bahwa engkau sedang membimbing umat manusia menuju kegelapan, menuju kematian, dan menuju awal keberadaan tanpa batas di mana manusia telah kehilangan Tuhan dan berkat-Nya.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Lampiran 2: Tuhan Berdaulat Atas Nasib Seluruh Umat Manusia"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 263

Sejak manusia menemukan ilmu-ilmu sosial, pikiran manusia telah menjadi disibukkan dengan ilmu dan pengetahuan. Kemudian ilmu dan pengetahuan telah menjadi alat yang digunakan untuk memerintah umat manusia, dan tidak ada lagi ruang yang cukup bagi manusia untuk menyembah Tuhan, dan tidak ada lagi suasana yang mendukung penyembahan kepada Tuhan. Kedudukan Tuhan telah turun semakin rendah di hati manusia. Tanpa adanya tempat bagi Tuhan di dalam hatinya, dunia batin mereka gelap, tanpa pengharapan dan hampa. Selanjutnya banyak ilmuwan sosial, ahli sejarah, dan politisi telah bermunculan untuk mengungkapkan teori-teori ilmu sosial, teori evolusi manusia, serta teori-teori lainnya yang bertentangan dengan kebenaran bahwa Tuhan menciptakan manusia, untuk memenuhi hati dan pikiran manusia. Dan dengan demikian, mereka yang percaya bahwa Tuhan yang menciptakan segalanya telah menjadi semakin sedikit, dan mereka yang percaya pada teori evolusi menjadi semakin banyak jumlahnya. Semakin lama semakin banyak orang yang memperlakukan catatan tentang pekerjaan Tuhan dan firman-Nya pada zaman Perjanjian Lama sebagai mitos dan legenda. Di dalam hati mereka, orang menjadi acuh tak acuh terhadap martabat dan kebesaran Tuhan, terhadap keberadaan Tuhan, serta terhadap keyakinan bahwa Tuhan berdaulat atas segala sesuatu. Kelangsungan hidup umat manusia dan nasib negara-negara serta bangsa-bangsa tidak penting lagi bagi mereka, dan manusia hidup dalam dunia hampa yang hanya mengurusi makan, minum, dan mengejar kesenangan. ... Hanya sedikit orang yang menyadari kewajibannya untuk mencari tempat di mana Tuhan melakukan pekerjaan-Nya saat ini, atau mencari tahu bagaimana Dia berdaulat atas segala sesuatu dan mengatur tempat tujuan manusia. Dengan demikian, tanpa sepengetahuan manusia, peradaban manusia menjadi semakin tidak mampu memenuhi keinginan manusia, dan bahkan banyak orang yang merasa bahwa, dengan hidup di dunia seperti itu, mereka merasa tidak lebih berbahagia dibandingkan orang-orang yang sudah meninggal. Bahkan orang-orang yang berasal dari negara-negara yang tadinya berperadaban tinggi pun mengutarakan keluhan seperti ini. Karena tanpa bimbingan Tuhan, sekalipun para penguasa dan sosiolog memeras otak mereka untuk melestarikan peradaban manusia, semua itu sia-sia. Tak seorang pun dapat mengisi kehampaan dalam hati manusia, karena tak seorang pun dapat menjadi hidup manusia, dan tidak ada teori sosial yang dapat membebaskan manusia dari masalah kehampaan. Sains, pengetahuan, kebebasan, demokrasi, kenikmatan, dan kenyamanan hanya memberi kepada manusia penghiburan yang sementara. Bahkan memiliki hal-hal ini pun, manusia pasti tetap berbuat dosa dan mengeluh tentang ketidakadilan masyarakat. Memiliki hal-hal ini tidak dapat menghalangi kerinduan dan keinginan manusia untuk menjelajah. Ini karena manusia diciptakan oleh Tuhan dan pengorbanan serta penjelajahannya yang sia-sia hanya dapat makin membuatnya menderita, dan menyebabkan manusia berada dalam keadaan cemas yang terus-menerus, tidak tahu cara menghadapi masa depan umat manusia, atau cara menghadapi jalan yang terbentang di depan, sampai-sampai manusia bahkan menjadi takut pada sains dan ilmu pengetahuan dan bahkan lebih takut lagi pada perasaan yang hampa. Di dunia ini, entah engkau tinggal di negara yang menganut kebebasan atau di negara tanpa hak asasi manusia, engkau sama sekali tak dapat meluputkan diri dari nasib umat manusia. Apakah engkau adalah yang memerintah atau yang diperintah, engkau sama sekali tidak dapat melepaskan diri dari keinginan untuk menyelidiki nasib, misteri, dan tempat tujuan umat manusia, apalagi melepaskan dirimu dari perasaan hampa yang tak dapat dijelaskan. Fenomena-fenomena semacam ini, yang umum bagi umat manusia, disebut fenomena sosial oleh para sosiolog, tetapi tidak ada satu manusia hebat pun yang muncul untuk memecahkan masalah seperti itu. Bagaimanapun juga, manusia adalah manusia, dan status serta kehidupan Tuhan tidak dapat digantikan oleh seorang manusia pun. Yang umat manusia butuhkan bukan hanya masyarakat yang adil di mana setiap orang tercukupi makanannya, setara, dan bebas; yang umat manusia butuhkan adalah keselamatan dari Tuhan dan perbekalan hidup dari-Nya bagi manusia. Hanya setelah manusia mendapatkan perbekalan hidup dari-Nya dan keselamatan-Nya, barulah kebutuhannya, keinginannya untuk menjelajah, dan kehampaan dalam hatinya dapat teratasi. Jika manusia di sebuah negara atau bangsa tidak dapat memperoleh keselamatan dan pemeliharaan Tuhan, negara atau bangsa semacam itu akan bergerak menuju kemunduran, menuju kegelapan, dan akibatnya akan dimusnahkan oleh Tuhan.

Mungkin negaramu saat ini sedang makmur, tetapi jika kaubiarkan rakyatmu menyimpang dari Tuhan, negaramu akan makin kehilangan berkat-berkat Tuhan, peradabannya akan makin diinjak-injak oleh manusia, dan tak lama kemudian, rakyatnya akan bangkit melawan Tuhan dan mengutuk Surga. Dengan demikian, nasib suatu negara tanpa disadari akan hancur. Tuhan akan membangkitkan negara-negara yang kuat untuk melawan negara-negara yang Tuhan kutuk tersebut, dan bahkan mungkin akan melenyapkannya dari muka bumi. Kunci makmur atau hancurnya suatu negara atau bangsa adalah apakah para penguasanya menyembah Tuhan atau tidak, dan apakah mereka menuntun rakyatnya untuk mendekat kepada Tuhan dan menyembah-Nya atau tidak. Namun, pada akhir zaman ini, karena orang yang benar-benar mencari dan menyembah Tuhan makin jarang, Tuhan menganugerahkan perkenanan khusus pada negara-negara yang menjadikan agama Kristen sebagai agama negara. Dia mengumpulkan negara-negara itu untuk membentuk kubu yang relatif adil di dunia, sementara negara-negara ateis atau negara-negara yang tidak menyembah Tuhan yang benar menjadi lawan dari kubu yang adil tersebut. Dengan demikian, Tuhan bukan hanya mendapat tempat di tengah-tengah umat manusia di mana Dia dapat melakukan pekerjaan-Nya, pada saat yang sama, Dia juga mendapatkan negara-negara yang menjalankan otoritas yang adil, memungkinkan sanksi dan pembatasan untuk diberlakukan di negara-negara yang menentang Dia. Meskipun demikian, Tuhan tetap tidak dapat memperoleh lebih banyak orang yang menyembah-Nya, karena manusia sudah menyimpang terlalu jauh dari-Nya, dan telah terlalu lama melupakan Tuhan dan di bumi ini hanyalah terdapat negara-negara yang menjalankan keadilan dan menentang ketidakadilan. Namun, hal ini jauh dari memenuhi keinginan Tuhan, karena tidak ada penguasa negara yang akan membiarkan Tuhan untuk memerintah rakyatnya, dan tidak ada partai politik suatu negara yang akan mengumpulkan rakyatnya untuk memberikan penghormatan kepada Tuhan; Tuhan telah kehilangan tempatnya yang sah di hati setiap negara, bangsa, partai yang berkuasa, dan bahkan di hati setiap orang. Meskipun beberapa kekuatan yang adil benar-benar ada di dunia ini, setiap pemerintahan di mana Tuhan tidak memiliki tempat dalam hati manusia, sangatlah rapuh, dan panggung politik, yang tidak memiliki berkat-berkat Tuhan, berada dalam kekacauan dan tidak mampu menahan satu serangan pun. Bagi umat manusia, berada dalam keadaan tanpa berkat Tuhan adalah sama seperti tidak adanya matahari. Betapa pun tekunnya para penguasa memberi kontribusi kepada rakyatnya, sebanyak apa pun konferensi keadilan diadakan bersama oleh umat manusia, tak satu pun dari upaya ini akan membalikkan arus atau mengubah nasib umat manusia. Menurut manusia suatu negara yang rakyatnya mendapat cukup makanan dan pakaian, yang hidup bersama dengan damai, adalah negara yang baik dan negara yang memiliki kepemimpinan yang baik. Namun, Tuhan tidak berpikir demikian. Menurut Tuhan negara yang di dalamnya tidak ada seorang pun yang menyembah Dia adalah negara yang akan dimusnahkan-Nya. Pemikiran manusia selalu sangat berbeda dari pemikiran Tuhan. Jadi, jika seorang kepala negara tidak menyembah Tuhan, nasib negaranya akan sangat tragis, dan negara ini tidak akan memiliki tempat tujuan.

Tuhan tidak berpartisipasi dalam politik manusia, tetapi Dia mengendalikan nasib setiap negara dan bangsa, Dia mengendalikan dunia ini dan seluruh alam semesta. Nasib umat manusia dan rencana Tuhan berkaitan erat, dan tidak seorang pun, tidak satu negara, atau bangsa pun yang terbebas dari kedaulatan Tuhan. Jika manusia ingin mengetahui nasibnya, dia harus datang ke hadapan Tuhan. Tuhan akan membuat orang-orang yang mengikuti dan menyembah-Nya menjadi makmur dan akan membuat orang-orang yang menentang dan menolak-Nya menjadi merosot dan punah.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Lampiran 2: Tuhan Berdaulat Atas Nasib Seluruh Umat Manusia"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 264

Dalam luasnya alam semesta dan cakrawala, makhluk ciptaan, yang tak terhitung jumlahnya, hidup dan berkembang biak, mengikuti siklus tanpa akhir dari hukum kehidupan, dan mematuhi satu aturan yang konstan. Orang-orang yang meninggal membawa bersama mereka kisah-kisah orang yang masih hidup, dan orang-orang yang masih hidup mengulangi riwayat yang sama menyedihkannya dengan mereka yang telah binasa. Demikianlah, umat manusia mau tak mau bertanya kepada dirinya sendiri: Untuk apa kita hidup? Dan mengapa kita harus mati? Siapa yang berkuasa atas dunia ini? Siapa yang menciptakan umat manusia? Apakah umat manusia benar-benar diciptakan oleh alam? Apakah umat manusia benar-benar mengendalikan nasibnya sendiri? ... Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan umat manusia tanpa henti selama ribuan tahun. Sayangnya, semakin manusia telah menjadi terobsesi dengan pertanyaan-pertanyaan ini, semakin bertambah kehausan yang dimilikinya akan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan menawarkan kepuasan sekejap dan kenikmatan daging yang bersifat sementara, tetapi jauh dari cukup untuk membebaskan manusia dari kesendirian, kesepian, serta kengerian dan ketidakberdayaan yang nyaris tersembunyi jauh di dalam jiwanya. Manusia hanya menggunakan pengetahuan ilmiah yang dapat dilihatnya dengan mata telanjang dan dipahami dengan otaknya untuk membius hatinya. Namun, pengetahuan ilmiah semacam itu tidak cukup untuk menghentikan manusia dari menyelidiki misteri. Manusia sama sekali tidak tahu siapa Yang Berdaulat atas alam semesta dan atas segala sesuatu, apalagi asal mula dan masa depan umat manusia. Umat manusia sekadar hidup, mau tak mau, di tengah hukum ini. Tak seorang pun yang dapat melepaskan diri dan tak seorang pun yang dapat mengubahnya, karena di antara segala sesuatu dan di langit hanya ada satu Pribadi dari selama-lamanya sampai selama-lamanya yang berdaulat atas segalanya. Dialah Pribadi yang tidak pernah dilihat manusia, Pribadi yang tidak pernah dikenal umat manusia, yang keberadaan-Nya tidak pernah dipercayai umat manusia—tetapi Dialah yang mengembuskan napas ke dalam nenek moyang manusia dan memberikan kehidupan kepada umat manusia. Dialah yang menyediakan dan memelihara umat manusia, membiarkan mereka ada; dan Dialah yang telah membimbing umat manusia sampai pada saat ini. Selain itu, Dia dan Dia sajalah Pribadi tempat umat manusia bergantung demi kelangsungan hidupnya. Dia berdaulat atas segala sesuatu dan atas semua makhluk hidup dalam alam semesta. Dia memerintah keempat musim, dan Dialah yang mendatangkan angin, embun beku, salju, dan hujan. Dia memberikan sinar matahari kepada umat manusia dan mendatangkan malam. Dialah yang membentangkan langit dan bumi, menyediakan gunung-gunung, danau, dan sungai serta semua makhluk hidup di dalamnya bagi manusia. Perbuatan-Nya ada di mana-mana, kuasa-Nya ada di mana-mana, hikmat-Nya ada di mana-mana, dan otoritas-Nya ada di mana-mana. Setiap hukum dan peraturan ini merupakan wujud perbuatan-Nya, penyingkapan dari hikmat dan otoritas-Nya. Siapakah yang dapat meloloskan dirinya sendiri dari kedaulatan-Nya? Siapakah yang dapat melepaskan dirinya sendiri dari rancangan-Nya? Segala sesuatu ada di bawah pandangan-Nya, dan terlebih lagi, segala sesuatu hidup di bawah kedaulatan-Nya. Perbuatan-Nya dan kuasa-Nya tidak memberikan pilihan bagi umat manusia selain mengakui bahwa Dia memang ada dan berdaulat atas segala sesuatu. Tidak ada yang lain selain Dia yang dapat berkuasa atas alam semesta, apalagi membekali umat manusia tanpa henti. Terlepas dari apakah engkau dapat mengenali perbuatan Tuhan, dan terlepas dari apakah engkau percaya pada keberadaan Tuhan, tidak ada keraguan bahwa nasibmu telah ditetapkan oleh Tuhan, dan tidak ada keraguan bahwa Tuhan akan selalu berdaulat atas segala sesuatu. Keberadaan dan otoritas-Nya tidak didasarkan pada apakah kedua hal tersebut diakui dan dipahami oleh manusia atau tidak. Hanya Dialah yang mengetahui masa lalu, masa kini, dan masa depan manusia, dan hanya Dialah yang dapat menentukan nasib umat manusia. Terlepas dari apakah engkau dapat menerima fakta ini, tidak lama lagi, manusia akan menyaksikan semua ini dengan matanya sendiri, dan inilah fakta yang akan segera dinyatakan oleh Tuhan. Umat manusia hidup dan mati di bawah pengawasan Tuhan. Manusia hidup untuk pengelolaan Tuhan, dan saat matanya tertutup untuk terakhir kalinya, itu pun untuk pengelolaan ini. Manusia datang dan pergi, dan itu terus berulang. Tanpa terkecuali, semua itu adalah bagian dari kedaulatan Tuhan dan rancangan-Nya. Pengelolaan Tuhan terus-menerus maju; itu tidak pernah berhenti. Dia akan membuat umat manusia menyadari keberadaan-Nya, memercayai kedaulatan-Nya, melihat perbuatan-perbuatan-Nya, dan kembali ke kerajaan-Nya. Inilah rencana-Nya, dan pekerjaan yang telah dikelola-Nya selama ribuan tahun.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Lampiran 3: Manusia Hanya Dapat Diselamatkan di Tengah Pengelolaan Tuhan"

Sebelumnya: Mengenal Pekerjaan Tuhan II

Selanjutnya: Misteri Tentang Alkitab

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Pengaturan

  • Teks
  • Tema

Warna Solid

Tema

Jenis Huruf

Ukuran Huruf

Spasi Baris

Spasi Baris

Lebar laman

Isi

Cari

  • Cari Teks Ini
  • Cari Buku Ini

Hubungi kami via WhatsApp