Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Domba Tuhan MendengarSuara-Nya

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Bab 4 Engkau Harus Mengetahui Kebenaran tentang Pekerjaan Tuhan pada Akhir Zaman

5. Bagaimana Engkau Harus Percaya kepada Tuhan agar Dapat Diselamatkan dan Disempurnakan?

Firman Tuhan yang Relevan:

Ia harus sepenuh hati mengabdikan dirinya, yaitu, sepenuhnya mengabdikan diri kepada firman Tuhan, berfokus pada makan dan minum firman Tuhan, berfokus pada mencari kebenaran, mencari maksud Tuhan dalam firman-Nya, dan berusaha mengerti kehendak Tuhan dalam segala hal. Ini adalah metode praktis yang paling mendasar dan kritis. Inilah yang Petrus lakukan setelah melihat Yesus dan hanya dengan melakukannya dengan cara ini, seseorang bisa mendapatkan hasil terbaik. Pengabdian diri sepenuh hati kepada firman Tuhan arti utamanya adalah mencari kebenaran, mencari maksud Tuhan dalam firman-Nya, dan berfokus pada mengerti kehendak Tuhan, serta memahami dan mendapatkan lebih banyak kebenaran dari firman Tuhan. Ketika membaca firman-Nya, Petrus tidak berfokus pada memahami doktrin, bahkan ia lebih tidak berfokus pada mendapatkan pengetahuan teologis; sebaliknya, ia berfokus pada memahami kebenaran dan mendapatkan kehendak Tuhan, dan mendapatkan pengertian tentang watak-Nya dan keindahan-Nya. Ia juga berusaha memahami berbagai keadaan manusia yang rusak dari firman Tuhan, dan memahami sifat manusia yang sudah rusak dan kekurangan manusia yang sebenarnya, mendapatkan seluruh aspek tuntutan Tuhan kepada manusia supaya bisa menyenangkan Dia. Dia memiliki banyak sekali pengamalan firman Tuhan yang benar; inilah yang paling sesuai dengan kehendak Tuhan, dan inilah kerjasama terbaik manusia dalam pengalamannya dengan pekerjaan Tuhan. …

dari "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Proses yang dilalui manusia dalam mengalami firman Tuhan sama dengan proses yang mereka lalui dalam mengenal penampakan firman Tuhan dalam daging. Semakin orang mengalami firman Tuhan, semakin dalam pula mereka mengenal Roh Tuhan. Dengan mengalami firman Tuhan, manusia memahami prinsip-prinsip pekerjaan Roh dan mulai mengenal Tuhan yang praktis itu sendiri. Sebenarnya, ketika Tuhan menyempurnakan manusia dan memenangkan mereka, Ia membuat mereka mengetahui perbuatan Tuhan yang praktis. Ia memakai pekerjaan Tuhan yang praktis itu untuk menunjukkan kepada manusia makna inkarnasi yang sebenarnya, dan memperlihatkan kepada mereka bahwa Roh Tuhan sebenarnya sudah menampakkan diri di hadapan manusia. Ketika manusia didapatkan oleh Tuhan dan disempurnakan oleh Tuhan, ungkapan-ungkapan dari Tuhan yang praktis telah menaklukkan mereka, firman Tuhan yang praktis telah mengubah mereka, dan memberikan hidup-Nya ke dalam diri mereka, memenuhi mereka dengan siapa Ia (baik Ia secara manusiawi maupun Ia secara ilahi), memenuhi mereka dengan substansi firman-Nya, dan memampukan mereka untuk menghidupi firman-Nya. Ketika Tuhan memenangkan manusia, Ia melakukannya terutama dengan menggunakan firman dan ucapan Tuhan yang praktis untuk menangani kekurangan manusia, dan untuk menghakimi serta menyingkap watak mereka yang memberontak, sehingga mereka memperoleh apa yang mereka butuhkan, serta menunjukkan kepada mereka bahwa Tuhan telah hadir di antara manusia. Yang terpenting, pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan yang praktis adalah menyelamatkan semua orang dari pengaruh Iblis, menjauhkan mereka dari tempat najis, dan menghilangkan watak rusak mereka. Makna terdalam dari didapatkan oleh Tuhan yang praktis adalah mampu menjadikan Tuhan yang praktis sebagai teladan, sebagai contoh, dan menghidupi kemanusiaan yang biasa, mampu melakukan seturut firman dan persyaratan Tuhan yang praktis, tanpa menyimpang atau menyeleweng sedikit pun, bertindak seturut perkataan-Nya, dan mampu mencapai apa pun yang diminta-Nya. Dengan demikian, engkau telah didapatkan oleh Tuhan.

dari "Engkau Harus Tahu Bahwa Tuhan yang Praktis adalah Tuhan Sendiri" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Hanya ketika manusia melakukan firman Tuhan, hidupnya dapat benar-benar berkembang; kehidupan tidak bisa bertumbuh semata-mata dengan membaca firman-Nya. Jika engkau yakin bahwa memahami firman Tuhan adalah satu-satunya yang diperlukan untuk memiliki kehidupan, untuk memiliki tingkat pertumbuhan, maka pemahamanmu itu keliru. Menghayati firman Tuhan dengan sungguh-sungguh terjadi apabila engkau melakukan kebenaran, dan engkau harus mengerti bahwa "hanya dengan mengamalkannya maka kebenaran dapat dipahami."

dari "Lakukanlah Kebenaran Setelah Engkau Memahaminya" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Dalam kepercayaannya kepada Tuhan, Petrus berusaha memuaskan Tuhan dalam segala hal, dan berusaha menaati segala yang berasal dari Tuhan. Tanpa mengeluh sedikit pun, ia sanggup menerima hajaran dan penghakiman, serta pemurnian, kesengsaraan, dan kekurangan dalam hidupnya, tak satu pun dari hal-hal itu yang dapat mengubah kasihnya kepada Tuhan. Bukankah ini kasih kepada Tuhan yang sesungguhnya? Bukankah ini pemenuhan tugas seorang ciptaan Tuhan? Hajaran, penghakiman, kesengsaraan—engkau mampu mencapai ketaatan sampai mati, inilah perkara yang seharusnya dicapai ciptaan Tuhan, inilah kemurnian kasih Tuhan. Jika manusia dapat mencapai sejauh ini, dialah ciptaan Tuhan yang layak, dan tak ada yang dapat lebih memuaskan Sang Pencipta.

dari "Keberhasilan atau Kegagalan Tergantung pada Jalan yang Dijalani Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Jika orang ingin menjadi pribadi-pribadi yang hidup dan menjadi kesaksian untuk Tuhan serta diterima Tuhan, mereka harus menerima penyelamatan Tuhan. Mereka harus tunduk terhadap penghakiman dan hajaran-Nya, dan menerima pemangkasan serta penanganan Tuhan dengan senang hati. Hanya dengan cara inilah mereka bisa melakukan semua kebenaran yang diwajibkan oleh Tuhan, dan hanya dengan cara inilah mereka akan mendapatkan penyelamatan Tuhan serta menjadi manusia-manusia hidup yang sesungguhnya.

dari "Sudahkah Engkau Sekalian Hidup Kembali?" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Tuhan menyempurnakan manusia melalui ketaatan mereka, melalui makan, minum, dan menikmati firman Tuhan, dan melalui penderitaan dan pemurnian dalam hidup mereka. Hanya melalui iman seperti ini, watak manusia dapat berubah, hanya setelah itu mereka dapat memiliki pengetahuan sejati tentang Tuhan. Tidak puas dengan hidup di tengah-tengah kasih karunia Tuhan, secara aktif haus akan kebenaran, mencari kebenaran, dan berupaya agar didapatkan oleh Tuhan—yang berarti mematuhi Tuhan secara sadar; inilah jenis iman yang tepatnya Tuhan inginkan.

dari "Dalam Imanmu kepada Tuhan, Engkau Harus Menaati Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Jika seseorang benar-benar bisa masuk ke dalam realita firman Tuhan dari perkara dan firman yang dikehendaki oleh-Nya, maka ia akan menjadi orang yang disempurnakan oleh Tuhan. Bisa dikatakan bahwa pekerjaan dan firman Tuhan benar-benar efektif bagi orang ini, sehingga firman Tuhan menjadi kehidupannya, ia memperoleh kebenaran, dan ia bisa hidup sesuai firman Tuhan. Setelah ini, sifat dagingnya, yaitu dasar dari keberadaannya yang asli, akan goncang dan hancur. Setelah seseorang memiliki firman Tuhan sebagai hidupnya, ia menjadi manusia baru. Firman Tuhan menjadi hidupnya; visi pekerjaan Tuhan, tuntutan-Nya atas manusia, pewahyuan-Nya tentang manusia, dan standar bagi kehidupan sejati yang Tuhan tuntut manusia untuk meraihnya dan menjadi kehidupannya–ia hidup sesuai dengan firman dan kebenaran ini, dan orang ini disempurnakan oleh firman Tuhan. Ia mengalami kelahiran kembali dan menjadi orang baru lewat firman-Nya.

dari "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Sebelumnya:Makna dari Pekerjaan Pengujian dan Pemurnian Tuhan

Selanjutnya:Apakah Inkarnasi itu? Apa Hakikat dari Inkarnasi?

Anda Mungkin Juga Menyukai