Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Orang yang Bisa Taat Sepenuhnya Kepada Kepraktisan Tuhan Adalah Mereka yang Sungguh-Sungguh Mengasihi Tuhan

Memiliki pengetahuan tentang kepraktisan Tuhan dan mampu melihat dengan jelas pekerjaan Tuhan ─ semua ini terlihat di dalam firman-Nya. Hanya di dalam firman Tuhanlah engkau dapat memperoleh pencerahan. Jadi, engkau harus melengkapi dirimu dengan firman-Nya lebih banyak lagi. Bagikanlah pemahamanmu perihal firman Tuhan dalam persekutuan, dan melalui persekutuanmu, orang lain dapat memperoleh pencerahan dan dituntun menuju ke jalan—jalan ini adalah jalan yang praktis. Sebelum Tuhan menyiapkan lingkungan tertentu untukmu, setiap orang dari antara engkau sekalian harus terlebih dahulu memperlengkapi diri engkau sekalian dengan firman-Nya. Semua orang harus melakukan ini, dan ini merupakan prioritas yang mendesak. Hal pertama yang harus dilakukan, ialah dapat makan dan minum firman-Nya. Untuk sesuatu yang tidak dapat engkau lakukan, carilah jalan untuk melakukan dari firman-Nya, dan untuk setiap masalah yang tidak engkau pahami atau apa pun kesulitanmu, tiliklah firman-Nya. Jadikan firman Tuhan sebagai persediaanmu, biarkan firman Tuhan membantumu mengatasi kesulitan yang praktis dan masalah yang praktis, dan biarkan firman-Nya menjadi pertolonganmu dalam kehidupan. Pokoknya, engkau dituntut untuk mengupayakannya. Hasil harus dicapai dari makan dan minum firman Tuhan. Engkau harus sanggup menenangkan hatimu di hadirat-Nya, dan melakukan apa pun sesuai dengan firman-Nya apabila menghadapi masalah. Kalau belum engkau temukan masalah apa pun, cukup makan dan minum saja. Terkadang engkau dapat berdoa dan merenungkan kasih Tuhan, bersekutu dalam hal pemahamanmu tentang firman-Nya, bersekutu dalam hal pencerahan dan penerangan yang engkau alami, serta reaksimu ketika membaca firman-Nya, maka engkau pun dapat menuntun orang-orang menuju ke jalan—ini jalan yang praktis. Tujuan dari melakukan ini, yaitu membiarkan firman Tuhan menjadi persediaanmu yang praktis.

Sepanjang hari, berapa banyaknya jam yang engkau habiskan di hadirat Tuhan? Berapa banyaknya harimu yang diberikan kepada Tuhan? Berapa banyaknya yang diperuntukkan bagi tubuh jasmani? Kalau hatimu selalu menghadap kepada-Nya, berarti engkau sudah mengambil langkah pertama di jalur yang benar menuju ‘disempurnakan’ oleh Tuhan. Engkau dapat menyerahkan segenap hatimu, ragamu, dan segenap cinta sejatimu kepada Tuhan, menempatkan seluruhnya di hadirat Tuhan, taat sepenuhnya kepada-Nya, dan menaruh perhatian penuh kepada kehendak-Nya. Bukan untuk tubuh jasmani, bukan untuk keluarga, bukan pula untuk hasrat pribadimu, melainkan untuk kepentingan rumah tangga Tuhan. Dalam segala hal engkau dapat mengambil firman Tuhan sebagai asas, sebagai fondasinya. Dengan begitu, baik niat maupun sudut pandangmu akan berada di tempat yang tepat, dan engkau akan menjadi orang yang memperoleh pujian Tuhan di hadirat-Nya. Orang yang disukai Tuhan ialah orang yang tidak setengah-setengah kepada-Nya, yang berbakti hanya kepada-Nya, dan tiada yang lain. Namun, Ia jijik akan orang yang setengah hati kepada-Nya dan memberontak terhadap-Nya. Ia jijik akan orang yang mengimani Dia dan selalu ingin menyenangkan Dia, tetapi tidak dapat sepenuhnya mengorbankan diri bagi-Nya. Ia jijik terhadap orang yang berkata bahwa mereka mengasihi-Nya, padahal di dalam hati memberontak terhadap-Nya. Jijik pula Ia terhadap mereka yang menggunakan bunga-bibir untuk tipu-menipu. Mereka yang tidak memiliki dedikasi yang ikhlas atau ketaatan yang ikhlas kepada-Nya adalah pengkhianat; mereka secara alami terlalu tinggi hati. Mereka yang tidak dapat secara ikhlas taat di hadirat Tuhan yang nyata dan praktis, malah lebih sombong, dan terlebih lagi, merupakan keturunan yang patuh dari si penghulu malaikat. Sebaliknya, mereka yang sungguh-sungguh mengorbankan diri untuk Tuhan, menempatkan seluruh miliknya di hadirat-Nya. Mereka dengan ikhlas menaati semua ucapan-Nya dan mampu melakukan firman-Nya. Mereka menjadikan firman Tuhan sebagai fondasi dari keberadaan mereka, dan mereka mampu dengan ikhlas mencari bagian-bagian praktis dalam firman Tuhan. Inilah orang yang benar-benar hidup di hadirat Tuhan. Jika apa yang engkau lakukan bermanfaat bagi kehidupanmu, jika engkau, dengan makan dan minum firman-Nya dapat memenuhi kebutuhan batin dan kekuranganmu sehingga watak hidupmu berubah, engkau akan memenuhi kehendak Tuhan. Jika engkau bertindak sesuai dengan persyaratan Tuhan, jika engkau tidak memenuhi keinginan daging, melainkan memenuhi kehendak-Nya, engkau sedang memasuki realitas firman-Nya. Ketika berbicara tentang memasuki realitas firman Tuhan secara lebih nyata, itu berarti engkau dapat melaksanakan tugasmu dan memenuhi persyaratan Tuhan. Hanya tindakan-tindakan praktis semacam itu yang dapat disebut memasuki ke dalam realitas firman-Nya. Jika engkau mampu memasuki ke dalam realitas ini, engkau memiliki kebenaran. Ini adalah awal dari memasuki ke dalam realitas; engkau harus terlebih dahulu menjalani latihan ini dan hanya setelah itu engkau akan mampu memasuki ke dalam realitas yang lebih dalam. Pikirkanlah tentang bagaimana mematuhi perintah dan bagaimana menjadi setia di hadirat Tuhan. Jangan selalu berpikir tentang kapan engkau akan dapat memasuki ke dalam Kerajaan—jika watakmu tidak berubah, apa pun yang engkau pikirkan akan sia-sia! Untuk memasuki ke dalam realitas firman Tuhan, pertama-tama dan merupakan kebutuhan yang paling sederhana, engkau harus mampu menciptakan ide dan pikiran yang seluruhnya demi Tuhan. Ada banyak orang yang saat ini menjalani pelbagai ujian; mereka tidak memahami pekerjaan Tuhan. Tetapi, Kukatakan kepadamu—jika engkau tidak memahami pekerjaan Tuhan, sebaiknya jangan kauhakimi hal itu. Barangkali suatu hari nanti kebenaran akan terungkap dan saat itu engkau akan memahaminya. Tidak menghakimi akan bermanfaat bagimu, tetapi engkau tidak boleh menunggu secara pasif. Engkau harus berusaha untuk memasuki secara aktif –orang seperti inilah yang memiliki jalan masuk yang praktis.

Karena pemberontakannya, orang selalu mengembangkan gagasan tentang Tuhan yang praktis. Semua orang dituntut untuk belajar bagaimana menjadi taat karena Tuhan yang praktis merupakan ujian yang sangat besar bagi umat manusia. Jika engkau tidak mampu tetap teguh, selesai sudah semuanya; jika engkau tidak memiliki pemahaman tentang kepraktisan Tuhan yang praktis, engkau tidak akan dapat disempurnakan oleh Tuhan. Langkah penting yang menentukan apakah orang dapat disempurnakan atau tidak, ialah memahami kepraktisan Tuhan. Kepraktisan Tuhan yang berinkarnasi datang ke bumi merupakan ujian bagi setiap orang. Jika engkau mampu tetap teguh dalam aspek ini, engkau termasuk orang yang mengenal Tuhan dan yang benar-benar mengasihi-Nya. Sebaliknya, jika engkau tidak dapat tetap teguh dalam aspek ini, jika engkau hanya mengimani Roh dan tidak dapat mengimani kepraktisan Tuhan, sehebat apa pun imanmu kepada Tuhan, tidak ada gunanya. Jika engkau tidak dapat mengimani Tuhan yang kelihatan, dapatkah engkau mengimani Roh Tuhan? Bukankah engkau sedang mencoba mendustai Tuhan? Kepada Tuhan yang terlihat dan nyata pun engkau tidak taat, lantas mampukah engkau taat kepada Roh? Roh tidak kelihatan dan tidak berwujud, maka ketika engkau berkata bahwa engkau taat pada Roh Tuhan, bukankah engkau hanya berkata bohong? Kunci untuk mematuhi perintah, ialah memiliki pemahaman tentang Tuhan yang praktis. Sesudah memiliki pemahaman tentang Tuhan yang praktis, engkau akan dapat mematuhi perintah. Mematuhi perintah mencakup dua komponen: pertama, memelihara keyakinan yang teguh pada[a] esensi Roh-Nya dan mampu menerima pemeriksaan Roh di hadirat-Nya. Komponen lainnya yaitu mampu memiliki pemahaman yang sejati tentang daging Tuhan yang berinkarnasi dan mencapai ketaatan yang sejati. Entah di depan daging-Nya entah di hadirat Roh, hati yang taat dan takut akan Tuhan harus selalu dimiliki. Hanya orang semacam ini yang memenuhi syarat untuk disempurnakan. Jika engkau mengerti benar akan kepraktisan Tuhan yang praktis, yakni tetap teguh dalam ujian ini, tidak akan ada hal lain yang yang terlalu berat.

Ada yang mengatakan bahwa perintah itu mudah dipatuhi, bahwa mematuhi perintah itu sama seperti engkau hanya perlu datang di hadirat Tuhan, berterus terang, tulus, dan tanpa menggerakkan tangan sedikit pun. Benarkah demikian? Jadi, di balik layar engkau melakukan beberapa hal yang melawan Tuhan—inikah artinya mematuhi perintah? Engkau sekalian harus betul-betul mengerti apa yang dimaksud dengan mematuhi perintah sebab ada sangkut-pautnya dengan apakah engkau memahami Tuhan yang praktis atau tidak; jika engkau mengerti benar akan kepraktisan dan tidak tersandung jatuh dalam ujian ini, dapat dianggap engkau memiliki kesaksian yang kuat. Menjadi kesaksian yang menggema tentang Tuhan terutama berkaitan dengan apakah engkau paham tentang Tuhan yang praktis atau tidak, dan apakah engkau dapat taat di hadirat Pribadi ini yang bukan hanya biasa, tetapi juga normal ini, dan bahkan taat sampai mati. Jika engkau sungguh menjadi saksi bagi Tuhan melalui ketaatan ini, berarti engkau telah diterima oleh Tuhan. Mampu taat sampai mati, tidak suka mengeluh di hadirat-Nya, tidak menghakimi, tidak memfitnah, tidak memiliki gagasan sendiri, dan tidak memiliki niat lain, melalui ini, Tuhan akan memperoleh kemuliaan. Ketaatan di depan seseorang yang biasa, yang dipandang rendah oleh manusia dan mampu taat sampai mati tanpa gagasan apa pun ─ inilah kesaksian yang sejati. Adapun realitas yang Tuhan tuntut untuk orang memasuki ialah bahwa engkau mampu menaati firman-Nya, mampu melakukan firman-Nya, mampu tunduk di hadirat Tuhan yang praktis dan mengenali kerusakanmu sendiri, mampu membuka hatimu di hadirat-Nya, dan pada akhirnya dapat diraih oleh-Nya melalui semua firman-Nya ini. Tuhan memperoleh kemuliaan ketika semua firman ini menaklukkan engkau dan membuat engkau sepenuhnya taat kepada-Nya; melalui firman ini, Ia mempermalukan Iblis dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Ketika engkau tidak memiliki gagasan apa pun tentang kepraktisan Tuhan yang berinkarnasi, yaitu, ketika engkau tetap teguh dalam ujian ini, engkau memberikan kesaksian yang baik. Jika suatu hari nanti apabila engkau paham sepenuhnya tentang Tuhan yang praktis dan engkau mampu taat sampai mati seperti Petrus, engkau akan diraih oleh Tuhan, dan disempurnakan oleh-Nya. Apa yang dilakukan Tuhan yang tidak sejalan dengan gagasanmu merupakan ujian bagimu. Seandainya pekerjaan-Nya sejalan dengan gagasanmu, engkau tidak perlu menderita atau dimurnikan. Oleh karena pekerjaan-Nya selain begitu nyata juga tidak sejalan dengan gagasanmu, maka engkau dituntut untuk melepaskan gagasanmu. Itu sebabnya dikatakan sebagai ujian bagimu. Oleh karena kepraktisan Tuhan, semua orang mengalami pelbagai ujian; pekerjaan-Nya nyata, bukan adikodrati. Dengan memahami firman-Nya yang praktis, ucapan-Nya yang praktis tanpa gagasan apa pun, dan semakin engkau mampu mengasihi-Nya dengan ikhlas, semakin banyak pula pekerjaan-Nya yang praktis, maka engkau akan diraih oleh-Nya. Sekelompok orang yang akan diraih oleh Tuhan adalah mereka yang mengenal Tuhan, yaitu, yang mengenal kepraktisan-Nya, dan bahkan lebih lagi, mereka yang mampu menaati pekerjaan Tuhan yang praktis.

Semasa Tuhan dalam rupa manusia, ketaatan yang dituntut dari manusia bukanlah apa yang dibayangkan manusia—untuk tidak menghakimi atau menentang. Sebaliknya, Ia menuntut agar orang menjadikan firman-Nya sebagai prinsip untuk kehidupan dan fondasi untuk kelangsungan hidup mereka, bahwa mereka betul-betul melakukan esensi firman-Nya, dan bahwa mereka sungguh-sungguh memenuhi kehendak-Nya. Salah satu aspek yang dituntut dalam menaati Tuhan yang berinkarnasi mengacu pada menerapkan firman-Nya, dan aspek lainnya mengacu pada kemampuan menaati kenormalan dan kepraktisan-Nya. Keduanya merupakan keharusan yang mutlak. Mereka yang dapat mencapai kedua aspek ini adalah mereka yang memiliki hati dengan cinta sejati kepada Tuhan. Mereka adalah semua orang yang telah diraih oleh Tuhan, dan mereka semua mengasihi Tuhan seperti mereka mencintai hidupnya sendiri. Tuhan yang berinkarnasi memiliki kemanusiaan yang biasa dan praktis dalam pekerjaan-Nya. Dengan cara ini, sisi kemanusiaan-Nya yang biasa dan praktis menjadi ujian besar sekaligus kesulitan terbesar bagi manusia. Namun, kenormalan dan kepraktisan Tuhan tidak dapat dihindari. Ia mencoba segalanya untuk menemukan solusi, tetapi pada akhirnya Ia tidak dapat menghindari sisi kemanusiaan-Nya yang biasa karena, bagaimana pun, Ia adalah Tuhan yang menjadi manusia, bukan Tuhan Roh (Kudus) di Surga. Ia bukan Tuhan yang tidak dapat dilihat oleh manusia, tetapi Tuhan yang mengenakan tubuh lahiriah salah satu ciptaan. Dalam hal ini, melepaskan diri dari cangkang kemanusiaan yang biasa-Nya tidak akan mudah. Jadi, bagaimana pun, Ia masih melakukan pekerjaan yang ingin dilakukan-Nya dari perspektif daging-Nya. Pekerjaan ini adalah pengungkapan dari Tuhan yang normal dan praktis, jadi bagaimana mungkin orang merasa tidak masalah jika mereka tidak taat? Entah apa yang dapat dilakukan manusia atas tindakan Tuhan? Ia melakukan apa pun yang ingin dilakukan-Nya; apa pun yang disukai-Nya, itulah yang terjadi. Jika orang tidak taat, apakah mereka dapat memiliki rencana lain yang dapat diandalkan? Sampai detik ini, masih ketaatan sajalah yang dapat menyelamatkan manusia; tidak ada ide pintar lainnya. Manusia bisa apa, jika Tuhan mau mengujinya? Namun, semua ini bukanlah gagasan tentang Tuhan di surga, melainkan tentang Tuhan yang berinkarnasi. Ia ingin melakukan ini, maka tak seorang pun mampu mengubahnya. Tuhan yang di surga pun tidak mengusik apa yang dilakukan-Nya, maka bukankah seharusnya orang lebih taat kepada-Nya? Meskipun Ia praktis dan normal, Ia sepenuhnya adalah Tuhan yang menjadi daging. Berdasarkan ide-ide-Nya sendiri, Ia melakukan apa yang diinginkan-Nya. Tuhan di surga telah menyerahkan semua tugas kepada-Nya, karena itu engkau harus menaati apa pun yang dilakukan-Nya. Meskipun Ia memiliki kemanusiaan dan Ia sangat normal, semua ini merupakan apa yang dirancang-Nya dengan sengaja. Jadi, bagaimana mungkin orang memandang Dia dengan mata terbelalak tanda tidak setuju? Ia ingin menjadi manusia normal, maka Ia adalah manusia normal. Ia ingin hidup dalam kemanusiaan, maka Ia hidup dalam kemanusiaan. Ia ingin hidup dalam keilahian, maka Ia hidup dalam keilahian. Orang dapat sesukanya melihat Dia. Tuhan akan selalu menjadi Tuhan, sedangkan orang akan selalu menjadi orang. Esensi-Nya tidak dapat disangkal karena beberapa detail sepele, tidak juga esensi-Nya dapat didorong keluar dari "pribadi" Tuhan karena satu hal sepele saja. Manusia memiliki kebebasan manusia, sedangkan Tuhan memiliki martabat Tuhan; masing-masing tidak saling mengganggu. Orang dapat mengutuk atau memahami Tuhan sesuai keinginan mereka. Tidak dapatkah mereka bertenggang rasa sedikit kalau Tuhan menjadi lebih santai? Jangan terlalu serius—orang harus menenggang rasa satu sama lain, maka tidakkah semuanya akan beres? Masihkah akan ada kerenggangan? Jika seseorang tidak dapat bertenggang rasa terhadap hal seremeh itu, bagaimana mungkin mereka berpikir untuk menjadi orang yang murah hati, seorang manusia sejati? Bukan Tuhan yang memberi umat manusia masa-masa sulit, melainkan umat manusialah yang memberi Tuhan masa-masa sulit. Mereka selalu menangani sesuatu dengan membuat sekepal menjadi gunung, setitik menjadi laut—sungguh mengada-ada, mereka. Tidak perlu sama sekali, itu! Ketika Tuhan bekerja dalam kemanusiaan yang biasa dan praktis, apa yang dilakukan-Nya bukanlah pekerjaan umat manusia, melainkan pekerjaan Tuhan. Namun demikian, orang tidak melihat esensi pekerjaan-Nya—mereka selalu melihat cangkang luar kemanusiaan-Nya. Mereka belum melihat pekerjaan luhur seperti itu, tetapi mereka bersikeras untuk memahami kemanusiaan Tuhan yang biasa dan normal, bahkan akan tetap bersikeras. Bagaimana mungkin ini disebut taat kepada Tuhan? Tuhan di surga kini telah "menjadi" Tuhan di bumi, dan Tuhan di bumi kini adalah Tuhan di surga. Tidak masalah kalau penampakan luar Mereka sama atau apa yang dikerjakan Mereka serupa. Secara keseluruhan, Ia yang melakukan pekerjaannya Tuhan adalah Tuhan itu sendiri. Mau tidak mau, engkau harus taat—ini bukan pilihan! Tuhan harus ditaati oleh manusia, dan manusia harus taat kepada Tuhan sepenuhnya tanpa sedikit pun kepura-puraan.

Sekarang ini, Tuhan yang berinkarnasi ingin meraih sekelompok orang yang sesuai dengan kehendak-Nya. Orang hanya perlu menaati pekerjaan-Nya, tidak terus-terusan memikirkan diri sendiri dengan ide tentang Tuhan di surga, hidup dalam ketidakjelasan, atau mempersulit keadaan bagi Tuhan dalam rupa manusia. Mereka yang mampu menaati-Nya adalah mereka yang benar-benar mendengarkan firman-Nya dan menaati rancangan-Nya. Orang-orang ini tidak peduli sama sekali tentang seperti apakah Tuhan di surga itu sebenarnya, atau seperti apakah pekerjaan yang dilakukan Tuhan di surga saat ini dalam diri umat manusia. Sebaliknya, mereka sepenuhnya memberi hati mereka kepada Tuhan di bumi dan menempatkan seluruh keberadaanya di hadirat-Nya. Mereka tidak pernah mempertimbangkan keselamatan mereka sendiri, dan mereka tidak pernah mempersoalkan kenormalan dan kepraktisan Tuhan dalam rupa manusia. Mereka yang taat kepada Tuhan dalam rupa manusia dapat disempurnakan oleh-Nya. Mereka yang mengimani Tuhan di surga tidak akan memperoleh apa-apa. Alasannya bukan karena Tuhan di surga, melainkan Tuhan di bumi-lah yang memberikan janji dan melimpahkan berkat kepada manusia. Orang tidak seharusnya selalu mengagungkan Tuhan di surga dan melihat Tuhan di bumi sebagai orang biasa. Ini tidak adil. Tuhan di surga itu agung dan luar biasa dengan hikmat yang luar biasa, tetapi ini tidak ada sama sekali. Tuhan di bumi sangat rata-rata dan tidak signifikan; Ia pun sangat biasa. Ia tidak memiliki pikiran yang luar biasa atau tindakan yang menghancurkan bumi. Ia hanya bekerja dan berbicara dengan cara yang sangat biasa dan praktis. Kendati Ia tidak berbicara melalui guntur atau mendatangkan angin dan hujan, Ia sungguh merupakan inkarnasi Tuhan di surga, dan Ia sungguh merupakan Tuhan yang hidup di antara manusia. Orang tidak boleh membesar-besarkan pribadi yang dapat dipahaminya dan yang sesuai dengan imajinasinya sendiri sebagai Tuhan, atau melihat pribadi Yang tidak dapat diterimanya dan tidak dapat dibayangkannya sama sekali sebagai hina. Semua ini merupakan pemberontakan manusia; merupakan segala sumber dari perlawanan manusia terhadap Tuhan.

Catatan Kaki:

a. Teks aslinya menghilangkan "berpegang teguhlah dalam."

Sebelumnya:Segala Sesuatu Terlaksana oleh Firman Tuhan

Selanjutnya:Mereka yang Akan Disempurnakan Harus Melewati Pemurnian

Anda Mungkin Juga Menyukai