c. Bagaimana mengenali antikristus
Firman Tuhan Yang Mahakuasa pada Akhir Zaman
Bagaimana Tuhan menggambarkan antikristus? Mereka adalah orang-orang yang membenci kebenaran dan menentang Tuhan—mereka adalah musuh Tuhan! Menentang kebenaran, membenci Tuhan, dan membenci semua hal yang positif—ini bukanlah kelemahan atau kebodohan sementara yang ditemukan pada orang biasa, juga bukan pengungkapan pemikiran dan sudut pandang yang keliru yang muncul dari kesalahpahaman sesaat; bukan itu persoalannya. Masalahnya, mereka adalah antikristus, musuh Tuhan, membenci semua hal yang positif dan semua kebenaran; mereka adalah orang-orang yang membenci dan menentang Tuhan. Bagaimana Tuhan memandang orang-orang seperti itu? Dia tidak menyelamatkan mereka! Orang-orang ini merendahkan dan membenci kebenaran, mereka memiliki esensi natur antikristus. Apakah engkau semua memahami hal ini? Apa yang sedang disingkapkan di sini adalah kejahatan, kekejaman, dan kebencian terhadap kebenaran. Itu adalah watak Iblis yang paling parah di antara watak-watak yang rusak, yang menggambarkan ciri Iblis yang paling khas dan utama, bukan watak-watak rusak yang diperlihatkan oleh manusia biasa yang rusak. Antikristus adalah kekuatan yang memusuhi Tuhan. Mereka dapat mengganggu dan mengendalikan gereja, serta berpotensi untuk merusak dan mengacaukan pekerjaan pengelolaan Tuhan. Ini bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan oleh orang biasa yang memiliki watak yang rusak; hanya antikristuslah yang sanggup melakukan tindakan seperti itu. Jangan remehkan masalah ini.
—Firman, Jilid 4, Menyingkapkan Antikristus, Bab Enam
Pada masa ketika Tuhan belum menjadi daging, ukuran apakah manusia menentang Tuhan atau tidak didasarkan pada apakah manusia menyembah dan memandang kepada Tuhan yang tidak kelihatan di surga. Cara di mana penentangan terhadap Tuhan didefinisikan pada waktu itu tidak terlalu nyata, karena manusia tidak bisa melihat Tuhan, juga tidak tahu seperti apa gambar Tuhan, atau bagaimana Dia bekerja dan berbicara. Manusia sama sekali tidak memiliki gagasan tentang Tuhan, dan dia percaya kepada Tuhan secara samar, karena Tuhan belum menampakkan diri kepada manusia. Oleh karena itu, bagaimanapun manusia memercayai Tuhan dalam imajinasinya, Tuhan tidak menghukum manusia atau membuat tuntutan yang terlalu tinggi dari manusia, karena manusia sama sekali tidak dapat melihat Tuhan. Ketika Tuhan menjadi daging dan datang untuk bekerja di antara manusia, semua orang melihat Dia dan mendengar firman-Nya, dan semua orang melihat perbuatan-perbuatan yang Tuhan lakukan dalam tubuh daging-Nya. Pada saat itu, semua gagasan manusia menjadi buih. Adapun mereka yang telah melihat Tuhan menampakkan diri dalam rupa manusia, mereka tidak akan dihukum jika mereka mau tunduk kepada-Nya, sedangkan orang-orang yang dengan sengaja menentang-Nya akan dianggap sebagai penentang Tuhan. Orang-orang seperti itu adalah antikristus, musuh-musuh yang dengan sengaja menentang Tuhan.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Semua Orang yang Tidak Mengenal Tuhan adalah Orang-Orang yang Menentang Tuhan"
Siapa pun yang tidak percaya kepada Tuhan yang berinkarnasi adalah orang jahat dan, terlebih lagi, akan dimusnahkan. Mereka yang beriman tetapi tidak melakukan kebenaran, mereka yang tidak percaya kepada Tuhan yang berinkarnasi, dan mereka yang sama sekali tidak percaya pada keberadaan Tuhan juga akan menjadi objek pemusnahan. Semua orang yang diizinkan untuk tetap hidup adalah orang-orang yang telah mengalami penderitaan dari pemurnian dan berdiri teguh; inilah orang yang sudah benar-benar bertahan menghadapi ujian. Siapa pun yang tidak mengakui Tuhan adalah musuh; artinya, siapa pun yang tidak mengakui Tuhan yang berinkarnasi—entah mereka berada di dalam, atau di luar aliran ini—mereka adalah antikristus!
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama"
Jika engkau sudah bertahun-tahun percaya kepada Tuhan, tetapi belum pernah tunduk kepada-Nya dan tidak menerima seluruh firman-Nya, melainkan meminta Tuhan untuk tunduk kepadamu dan bertindak sesuai dengan gagasan-gagasanmu, maka engkau adalah orang yang paling memberontak, dan engkau adalah pengikut yang bukan orang percaya. Bagaimana orang semacam ini dapat tunduk kepada pekerjaan dan firman Tuhan yang tidak selaras dengan gagasan-gagasan manusia? Orang yang paling suka memberontak adalah orang yang dengan sengaja membantah dan menentang Tuhan. Mereka adalah musuh Tuhan, antikristus. Sikap mereka selalu adalah sikap bermusuhan terhadap pekerjaan Tuhan yang baru; mereka tidak pernah memperlihatkan kecenderungan sedikit pun untuk tunduk, mereka juga tidak pernah dengan senang hati tunduk atau merendahkan diri. Mereka menganggap dirinya paling unggul di hadapan orang lain dan tidak pernah tunduk kepada siapa pun. Di hadapan Tuhan, mereka menganggap dirinya yang paling fasih dalam mengkhotbahkan firman, dan yang paling cakap dalam membentuk orang lain. Mereka tak pernah melepaskan "kekayaan" yang dimilikinya, tetapi memperlakukannya sebagai pusaka keluarga untuk dipuja, sebagai bahan khotbah kepada orang lain, dan menggunakannya untuk menceramahi orang-orang bodoh yang mengidolakan mereka. Memang ada beberapa orang seperti ini di gereja. Dapat dikatakan mereka ini adalah "pahlawan-pahlawan degil", dari generasi ke generasi tinggal di rumah Tuhan. Mereka menganggap mengkhotbahkan firman (doktrin) sebagai tugas tertinggi mereka. Tahun demi tahun, dari generasi ke generasi, mereka terus menjalankan tugas mereka yang "sakral dan tak bisa diganggu gugat". Tidak ada orang yang berani menyentuh mereka; dan tak seorang pun berani menegur mereka secara terbuka. Mereka menjadi "raja-raja" di rumah Tuhan, merajalela sementara mereka menindas orang lain dari masa ke masa. Gerombolan setan ini berusaha bekerja sama dan menghancurkan pekerjaan-Ku; mana mungkin Kubiarkan setan-setan yang hidup ini ada di depan mata-Ku? Bahkan orang-orang yang hanya setengah tunduk pun tidak dapat melanjutkan sampai akhir, apalagi para penindas ini, yang sama sekali tidak punya ketundukan dalam hati mereka! Pekerjaan Tuhan tidak mudah didapatkan oleh manusia. Bahkan dengan menggunakan seluruh kekuatan yang mereka miliki, orang hanya akan bisa mendapatkan sebagian saja darinya, yang akhirnya memungkinkan mereka untuk disempurnakan. Lalu, bagaimana dengan anak-anak penghulu malaikat yang berusaha menghancurkan pekerjaan Tuhan? Bukankah harapan mereka bahkan lebih kecil lagi untuk didapatkan oleh Tuhan?
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Orang-Orang yang Tunduk kepada Tuhan dengan Hati yang Benar Pasti akan Didapatkan oleh Tuhan"
Ada orang-orang yang membaca Alkitab di gereja-gereja besar membacakannya sepanjang hari, tetapi tak seorang pun di antara mereka yang memahami tujuan pekerjaan Tuhan. Tak seorang pun yang dapat mengenal Tuhan; bahkan, tak ada seorang pun di antara mereka yang dapat selaras dengan maksud-maksud Tuhan. Mereka semua tidak berharga, manusia hina, masing-masing meninggikan diri untuk mengajar "Tuhan". Mereka adalah orang-orang yang membawa panji-panji Tuhan, tetapi dengan sengaja melawan Tuhan, yang membawa label percaya kepada Tuhan sambil memakan daging dan meminum darah manusia. Semua orang semacam itu adalah setan-setan yang menelan jiwa manusia, para penghulu setan yang sengaja mengganggu mereka yang berusaha melangkah ke jalan yang benar, dan batu sandungan yang menghalangi orang-orang yang mencari Tuhan. Mereka mungkin tampak seperti "raga yang kuat", tetapi bagaimana pengikut mereka bisa mengetahui bahwa mereka tidak lain adalah antikristus yang memimpin manusia untuk menentang Tuhan? Bagaimana para pengikut mereka bisa mengetahui bahwa merekalah setan-setan hidup yang berdedikasi untuk menelan jiwa manusia?
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Semua Orang yang Tidak Mengenal Tuhan adalah Orang-Orang yang Menentang Tuhan"
Lihatlah para pemimpin setiap agama dan setiap denominasi—mereka semua congkak dan merasa diri benar, dan penafsiran mereka terhadap Alkitab di luar konteks dan dituntun oleh gagasan dan imajinasi mereka sendiri. Mereka semua mengandalkan karunia dan pengetahuan untuk melakukan pekerjaan mereka. Jika mereka sama sekali tidak mampu berkhotbah, akankah orang-orang mengikuti mereka? Bagaimanapun, mereka memang memiliki sedikit pengetahuan dan mampu mengkhotbahkan beberapa doktrin, atau mereka tahu bagaimana memenangkan hati orang lain dan menggunakan tipu daya tertentu. Mereka menggunakan hal-hal ini untuk menipu orang dan untuk membawa mereka ke hadapan diri mereka sendiri. Secara sebutannya, orang-orang itu percaya kepada Tuhan—tetapi sebenarnya, mereka mengikuti para pemimpin ini. Ketika mereka bertemu dengan seseorang yang mengkhotbahkan jalan yang benar, sebagian dari mereka akan berkata: "Kami harus berkonsultasi dengan pemimpin kami tentang masalah iman." Lihatlah bagaimana orang membutuhkan persetujuan orang lain dalam hal percaya kepada Tuhan dan menerima jalan yang benar—bukankah ini masalah? Dengan demikian, menjadi apakah para pemimpin itu? Bukankah mereka telah menjadi orang Farisi, gembala palsu, antikristus, dan batu sandungan bagi penerimaan orang akan jalan yang benar? Orang-orang semacam ini adalah orang yang sejenis dengan Paulus.
—Firman, Jilid 3, Pembicaraan Kristus Akhir Zaman, "Bagian Tiga"
Kami telah mengkhotbahkan Injil berulang kali kepada banyak pemimpin di kalangan keagamaan, tetapi bagaimanapun cara kami mempersekutukan kebenaran kepada mereka, mereka tidak menerimanya. Mengapa? Itu karena kecongkakan mereka telah menjadi natur kedua mereka, dan Tuhan tidak lagi memiliki tempat di hati mereka. Ada orang-orang yang mungkin berkata, "Orang-orang yang berada di bawah kepemimpinan pendeta-pendeta tertentu di dunia keagamaan benar-benar penuh semangat; seolah-olah mereka memiliki Tuhan di tengah-tengah mereka." Apakah menurutmu memiliki antusiasme berarti memiliki semangat? Terdengar semuluk apa pun teori yang para pendeta itu kemukakan, apakah mereka mengenal Tuhan? Jika di lubuk hatinya, mereka benar-benar takut akan Tuhan, akankah mereka membuat orang-orang mengikuti mereka dan mengagungkan mereka? Akan mampukah mereka mengendalikan orang lain? Akan beranikah mereka menghalangi orang lain untuk mencari kebenaran dan menyelidiki jalan yang benar? Jika mereka yakin bahwa domba-domba Tuhan sesungguhnya adalah milik mereka, dan bahwa semua domba itu harus mendengarkan mereka, maka bukankah ini berarti mereka menganggap diri mereka sebagai Tuhan? Orang-orang semacam itu bahkan lebih buruk daripada orang Farisi. Bukankah mereka adalah antikristus yang sesungguhnya?
—Firman, Jilid 3, Pembicaraan Kristus Akhir Zaman, "Natur Congkak adalah Sumber Penentangan Manusia Terhadap Tuhan"
Para pendeta dan penatua di dunia keagamaan semuanya adalah orang-orang yang mempelajari pengetahuan Alkitab dan teologi; mereka adalah orang-orang Farisi munafik yang menentang Tuhan. ... Apakah mereka yang beragama Kristen dan Katolik yang mempelajari Alkitab, teologi, dan bahkan sejarah pekerjaan Tuhan adalah benar-benar orang percaya? Apakah mereka berbeda dengan orang-orang percaya dan pengikut Tuhan yang Dia bicarakan? Di mata Tuhan, apakah mereka adalah orang percaya? Bukan, mereka mempelajari teologi, mereka mempelajari Tuhan, tetapi mereka tidak mengikuti Tuhan ataupun bersaksi bagi-Nya. Pembelajaran mereka tentang Tuhan sama seperti orang-orang yang mempelajari sejarah, filsafat, hukum, biologi, atau astronomi. Hanya saja, mereka tidak menyukai sains atau mata pelajaran lainnya, tetapi mereka secara khusus suka mempelajari teologi. Apa hasil dari pencarian mereka terhadap bagian-bagian pekerjaan Tuhan untuk mempelajari Tuhan? Dapatkah mereka menemukan keberadaan Tuhan? Tidak, tidak pernah. Dapatkah mereka memahami maksud-maksud Tuhan? (Tidak.) Mengapa? Karena mereka hidup dalam kata-kata, dalam pengetahuan, dalam filsafat, dalam pikiran manusia dan dalam pemikiran manusia; mereka tidak akan pernah melihat Tuhan ataupun dicerahkan oleh Roh Kudus. Bagaimana Tuhan menggolongkan mereka? Sebagai pengikut yang bukan orang percaya, sebagai orang tidak percaya. Orang tidak percaya dan pengikut yang bukan orang percaya ini berbaur di dalam apa yang disebut komunitas Kristen, bertindak seperti orang-orang yang percaya kepada Tuhan, seperti orang-orang Kristen, tetapi pada kenyataannya, apakah mereka benar-benar menyembah Tuhan? Apakah mereka benar-benar tunduk? (Tidak.) Mengapa tidak? Satu hal yang pasti: di dalam hatinya, sebagian dari mereka tidak percaya akan keberadaan Tuhan; mereka tidak percaya bahwa Tuhan menciptakan dunia dan berdaulat atas segala sesuatu, dan terlebih dari itu, mereka tidak percaya bahwa Tuhan dapat menjadi daging. Apa arti ketidakpercayaan ini? Itu berarti meragukan dan menyangkal. Mereka bahkan memiliki sikap yang tidak berharap nubuat-nubuat yang diucapkan oleh Tuhan, terutama nubuat mengenai bencana, akan digenapi atau menjadi kenyataan. Inilah sikap mereka terhadap kepercayaan kepada Tuhan, dan inilah esensi dan wajah sebenarnya dari apa yang mereka sebut iman. Orang-orang ini mempelajari Tuhan karena mereka secara khusus tertarik pada subjek dan pengetahuan teologi, serta pada fakta-fakta historis pekerjaan Tuhan; mereka hanyalah sekelompok intelektual yang mempelajari teologi. Para intelektual ini tidak percaya akan keberadaan Tuhan, jadi bagaimana reaksi mereka ketika Tuhan datang untuk bekerja, ketika firman Tuhan digenapi? Apa reaksi pertama mereka ketika mereka mendengar bahwa Tuhan telah menjadi daging dan memulai pekerjaan baru? "Mustahil!" Siapa pun yang memberitakan nama baru Tuhan dan pekerjaan baru Tuhan, mereka mengutuk orang tersebut, dan mereka bahkan ingin membunuh atau menyingkirkannya. Perwujudan macam apa ini? Bukankah ini adalah perwujudan khas antikristus? Apa bedanya mereka dengan orang-orang Farisi, imam-imam kepala, dan ahli-ahli Taurat zaman dahulu? Mereka memusuhi pekerjaan Tuhan, penghakiman Tuhan pada akhir zaman, Tuhan yang menjadi daging, dan terlebih dari itu, mereka memusuhi penggenapan nubuat-nubuat Tuhan. Mereka percaya, "Jika engkau tidak menjadi daging, jika tubuhmu berwujud roh, maka engkau adalah tuhan; jika engkau berinkarnasi dan menjadi manusia, maka engkau bukan tuhan, dan kami tidak mengakuimu." Apa sebenarnya maksud perkataan ini? Maksudnya, selama mereka ada di sini, mereka tidak akan membiarkan Tuhan menjadi daging. Bukankah ini khas antikristus? Ini adalah antikristus sejati.
—Firman, Jilid 4, Menyingkapkan Antikristus, "Bab Tujuh: Mereka Jahat, Berbahaya, dan Licik (Bagian Tiga)"
Ada perwujudan lain dari antikristus dalam cara mereka memperlakukan Tuhan yang berinkarnasi: Mereka berkata, "Begitu kusadari bahwa kristus adalah manusia biasa, gagasan pun terbentuk di dalam benakku. Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia adalah ungkapan tuhan; itu adalah kebenaran dan aku mengakuinya. Aku memiliki salinan Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia, dan itu sudah cukup. Aku tidak perlu berinteraksi dengan kristus. Jika aku memiliki gagasan, kenegatifan, atau kelemahan, aku mampu membereskannya hanya dengan membaca firman tuhan. Gagasan mudah terbentuk jika aku berinteraksi dengan tuhan yang berinkarnasi, dan ini akan menunjukkan bahwa aku telah dirusak sedemikian dalamnya. Jika aku sampai dikutuk oleh tuhan, tidak akan ada harapan bagiku untuk diselamatkan. Jadi, lebih baik aku hanya membaca firman tuhan sendiri. Tuhan yang di surgalah yang mampu menyelamatkan manusia." Firman Tuhan dan persekutuan Tuhan sekarang ini, terutama firman yang menyingkapkan watak dan esensi antikristus, adalah yang paling menyengat hati antikristus dan yang paling menyakitkan bagi mereka. Inilah firman yang paling tidak ingin dibaca oleh antikristus. Oleh karena itu, di dalam hatinya, antikristus berharap agar Tuhan segera meninggalkan bumi agar mereka dapat berkuasa dengan kekuatan mereka sendiri di bumi. Mereka yakin bahwa daging Tuhan yang berinkarnasi, orang biasa ini, tidak ada gunanya bagi mereka. Mereka selalu merenung, "Sebelum mendengarkan khotbah kristus, aku merasa memahami semuanya, dan baik-baik saja dalam segala hal, tetapi setelah mendengarkan khotbah kristus, semuanya menjadi berbeda. Aku sekarang merasa seolah-olah tidak memiliki apa pun, aku merasa begitu tidak berarti dan menyedihkan." Jadi, mereka memutuskan bahwa firman Kristus bukanlah menyingkapkan diri mereka melainkan menyingkapkan orang lain, dan menganggap bahwa tidaklah perlu bagi mereka untuk mendengarkan khotbah Kristus, bahwa membaca Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia saja sudah cukup. Di dalam hatinya, niat utama antikristus adalah untuk menyangkal fakta bahwa Tuhan telah menjadi daging, menyangkal fakta bahwa Kristus mengungkapkan kebenaran, mengira bahwa dengan melakukannya, akan ada harapan bagi mereka untuk diselamatkan melalui kepercayaan mereka kepada Tuhan, dan mereka dapat memerintah sebagai raja di gereja, yang berarti niat awal mereka percaya kepada Tuhan dapat terpenuhi. Antikristus memiliki natur bawaan yang menentang Tuhan; mereka tidak sesuai dengan Tuhan yang berinkarnasi, bagaikan api dan air, selamanya berada dalam perselisihan. Mereka beranggapan bahwa setiap hari Tuhan ada merupakan hari di mana sulit bagi mereka untuk menonjol, serta menjadi hari di mana mereka berada dalam bahaya dikutuk, disingkirkan, dihancurkan, dan dihukum. Selama Kristus tidak berfirman serta tidak bekerja, dan selama umat pilihan Tuhan tidak memandang Kristus, maka ada kesempatan bagi antikristus. Mereka memiliki kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan mereka. Dengan melambaikan tangan saja, banyak orang akan membelot dan berpihak pada mereka, dan antikristus akan dapat memerintah sebagai raja. Esensi natur antikristus adalah muak akan kebenaran dan penuh kebencian terhadap Kristus. Mereka bersaing dengan Kristus tentang siapa yang lebih berbakat atau siapa yang lebih mampu; mereka bersaing dengan Kristus mengenai perkataan siapa yang lebih berkuasa dan kemampuan siapa yang lebih besar. Ketika mereka melakukan hal yang sama dengan Kristus, mereka ingin membuat orang lain melihat bahwa meskipun mereka dan Dia sama-sama manusia, kemampuan dan pengetahuan Kristus tidaklah lebih baik daripada yang dimiliki orang biasa. Antikristus bersaing dengan Kristus dalam segala hal, bersaing tentang siapa yang lebih baik, dan berusaha menyangkal fakta dari setiap sudut bahwa Kristus adalah Tuhan, bahwa Dia adalah perwujudan Roh Tuhan, dan bahwa Dia adalah perwujudan kebenaran. Mereka juga memikirkan berbagai cara dan sarana di setiap bidang untuk menghalangi Kristus agar tidak berkuasa di antara umat pilihan Tuhan, menghalangi firman Kristus agar tidak disebarluaskan atau diterapkan di antara umat pilihan Tuhan, dan bahkan menghalangi hal-hal yang Kristus lakukan dan menghalangi tuntutan serta harapan-Nya terhadap manusia agar tidak terwujud di antara umat pilihan Tuhan. Seolah-olah ketika Kristus hadir, mereka dicemooh, dikutuk dan ditolak oleh gereja—sekelompok orang yang ditempatkan di sudut yang gelap. Kita dapat melihat dalam berbagai perwujudan antikristus bahwa berdasarkan esensi dan watak, mereka tidak dapat diperdamaikan dengan Kristus; mereka tidak dapat berada di bawah langit yang sama dengan-Nya! Antikristus telah memusuhi Tuhan sejak mereka lahir; mereka terutama berniat untuk menentang Tuhan, dan mereka ingin mengalahkan serta menaklukkan Kristus. Mereka ingin semua pekerjaan yang Kristus lakukan menjadi sia-sia dan tidak ada gunanya, sehingga pada akhirnya, Kristus tidak akan mendapatkan banyak orang, agar di mana pun Dia bekerja, Dia tidak akan mendapatkan hasil. Hanya jika itu terjadi, barulah antikristus akan merasa bahagia. Jika Kristus mengungkapkan kebenaran, dan orang-orang haus akannya, mencarinya, dengan gembira menerimanya, rela mengorbankan diri bagi Kristus, meninggalkan segala sesuatunya dan menyebarkan Injil Kristus, antikristus akan menjadi putus asa dan merasa bahwa tidak akan ada harapan untuk hari esok, merasa bahwa tidak akan pernah ada kesempatan bagi mereka untuk menonjol, seolah-olah mereka telah dilemparkan ke dalam neraka. Dilihat dari perwujudan antikristus ini, apakah esensi mereka untuk melawan Tuhan dan memandang-Nya dengan sikap bermusuhan ini ditanamkan dalam diri mereka oleh orang lain? Sama sekali tidak; mereka terlahir dengan esensi tersebut. Oleh karena itu, antikristus adalah jenis orang yang sejak lahirnya merupakan reinkarnasi setan, setan yang datang ke bumi. Mereka tidak akan pernah mampu menerima kebenaran, dan tidak akan pernah menerima Kristus, meninggikan Kristus, ataupun menjadi saksi bagi Kristus. Meskipun di luarnya, engkau tidak akan melihat mereka menghakimi atau mengutuk Kristus secara terbuka, dan meskipun mereka mampu dengan patuh mengerahkan sedikit upaya dan membayar harga, begitu ada kesempatan, ketika saatnya tiba, ketidaksesuaian antikristus yang tak terdamaikan dengan Tuhan akan terlihat dengan sendirinya. Fakta bahwa antikristus melawan Tuhan dan mendirikan kerajaan independen mereka sendiri akan diketahui orang banyak. Semua hal ini telah terjadi sebelumnya di tempat-tempat di mana terdapat antikristus, dan ini sangat sering terjadi terutama dalam beberapa tahun terakhir ini ketika Tuhan melakukan pekerjaan penghakiman-Nya pada akhir zaman; banyak orang telah mengalami dan mengamatinya.
—Firman, Jilid 4, Menyingkapkan Antikristus, Bab Sepuluh (Bagian Empat)
Esensi perilaku antikristus adalah selalu menggunakan berbagai cara dan metode untuk memuaskan ambisi dan keinginan mereka, untuk menyesatkan dan menjerat orang, dan untuk memiliki status yang tinggi sehingga orang-orang akan mengikuti dan memuja mereka. Bisa jadi di kedalaman hati mereka, mereka tidak secara sengaja bersaing dengan Tuhan untuk memperebutkan manusia, tetapi ada satu hal yang pasti: sekalipun mereka tidak bersaing dengan Tuhan untuk mendapatkan manusia, mereka masih berharap untuk memiliki status dan kekuasaan di antara manusia. Sekalipun saatnya tiba ketika mereka menyadari bahwa mereka sedang bersaing dengan Tuhan demi status, dan mereka sedikit menahan diri, mereka tetap menggunakan berbagai cara untuk mengejar status dan reputasi; mereka tahu jelas di dalam hatinya bahwa mereka akan mendapatkan status yang sah dengan cara mendapatkan persetujuan dan kekaguman orang-orang tertentu. Singkatnya, meskipun segala sesuatu yang antikristus lakukan tampaknya merupakan suatu pelaksanaan tugas, akibatnya adalah menyesatkan orang, membuat orang memuja dan mengikuti mereka—dalam hal ini, melaksanakan tugas mereka dengan cara ini adalah meninggikan dan bersaksi tentang diri mereka sendiri. Ambisi mereka untuk mengendalikan orang dan mendapatkan status serta kekuasaan di gereja tidak akan pernah berubah. Antikristus itu sepenuhnya seperti ini. Apa pun yang Tuhan firmankan atau lakukan, dan apa pun yang Dia perintahkan untuk orang lakukan, antikristus tidak melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan atau melaksanakan tugas-tugas mereka dengan cara yang sesuai dengan firman dan tuntutan-Nya, juga tidak menyerah dalam pengejaran mereka akan kekuasaan dan status sebagai hasil dari memahami kebenaran apa pun. Sepanjang waktu, ambisi dan keinginan mereka masih tetap ada, semua itu tetap menguasai hati mereka dan mengendalikan seluruh keberadaan mereka, mengarahkan perilaku dan pemikiran mereka, dan menentukan jalan yang mereka tempuh. Mereka adalah antikristus sejati. Apa yang paling terlihat dalam diri antikristus? Ada orang-orang yang berkata, "Antikristus bersaing dengan Tuhan untuk mendapatkan orang-orang, mereka tidak mengakui Tuhan." Mereka bukannya tidak mengakui Tuhan; di dalam hatinya, mereka sungguh-sungguh mengakui dan percaya akan keberadaan-Nya. Mereka mau mengikuti Dia dan ingin mengejar kebenaran, tetapi mereka tak mampu menahan diri sehingga mampu melakukan kejahatan. Meskipun mereka mungkin mengatakan banyak hal yang terdengar bagus, ada satu hal yang tidak pernah berubah: ambisi dan keinginan mereka untuk mendapatkan kekuasaan dan status tidak akan pernah berubah. Mereka tidak akan pernah menyerah dalam mengejar kekuasaan dan status karena kegagalan atau kemunduran, atau karena Tuhan telah mengesampingkan atau meninggalkan mereka. Seperti itulah natur antikristus itu. Jadi menurutmu, pernahkah ada antikristus yang mengubah cara-cara mereka dan mulai mengejar kebenaran karena mereka mengalami kesukaran, atau mulai memahami sedikit kebenaran, dan mendapatkan sedikit pengenalan akan Tuhan—apakah orang-orang seperti itu ada? Kita belum pernah melihat hal seperti itu. Ambisi dan pengejaran antikristus akan status dan kekuasaan tidak akan pernah berubah, dan begitu mereka berkuasa, mereka tidak akan pernah melepaskannya; ini justru menentukan esensi natur mereka. Tidak ada sedikit pun ketidakakuratan dalam Tuhan menyebut orang-orang semacam itu sebagai antikristus; hal itu sudah ditentukan oleh esensi natur mereka sendiri. Mungkin ada orang-orang yang yakin bahwa antikristus berusaha bersaing dengan Tuhan untuk memperebutkan umat manusia. Namun, terkadang antikristus tidak perlu bersaing dengan Dia; pengetahuan, pemahaman, dan kebutuhan mereka akan status dan kekuasaan tidak seperti kebutuhan orang-orang normal akan status dan kekuasaan. Orang-orang normal terkadang bisa menjadi sombong; mereka bisa berusaha mendapatkan pujian dari orang lain, berusaha memberikan kesan yang baik pada mereka, dan berupaya bersaing untuk meraih peringkat yang baik. Inilah ambisi orang normal. Jika kedudukan mereka sebagai pemimpin digantikan dan kehilangan statusnya, mereka akan merasa tertekan, tetapi dengan perubahan di lingkungan mereka, beberapa perkembangan dalam tingkat pertumbuhan mereka, beberapa pencapaian jalan masuk ke dalam kebenaran, atau mendapatkan pemahaman yang lebih dalam akan kebenaran, ambisi mereka berangsur-angsur berkurang. Perubahan terjadi pada jalan yang mereka ambil dan arah yang mereka tempuh, dan pengejaran mereka akan status dan kekuasaan memudar. Keinginan mereka pun berangsur-angsur semakin berkurang. Namun, berbeda dengan antikristus: mereka tidak pernah bisa menyerah dalam pengejaran mereka akan status dan kekuasaan. Kapan pun, dalam lingkungan apa pun, dan orang-orang seperti apa pun yang ada di sekeliling mereka dan berapa pun usia mereka, ambisi dan keinginan mereka tidak akan pernah berubah. Apa yang menunjukkan bahwa ambisi mereka tidak akan pernah berubah? Katakan misalnya, mereka adalah pemimpin gereja. Dalam hati mereka, mereka selalu memikirkan bagaimana caranya mereka bisa mengendalikan semua orang di gereja. Jika mereka dipindahkan ke gereja lain di mana mereka bukan pemimpinnya, akankah mereka dengan senang hati menjadi pengikut biasa? Tentu saja tidak. Mereka akan tetap memikirkan cara mendapatkan status dan cara mengendalikan semua orang. Di mana pun mereka berada, mereka ingin memerintah seperti raja. Sekalipun mereka ditempatkan di mana tidak ada orangnya, di tengah kawanan domba, mereka tetap ingin memimpin kawanan tersebut. Jika mereka ditempatkan bersama kucing dan anjing, mereka ingin menjadi raja kucing dan anjing, serta berkuasa atas hewan. Mereka dipenuhi ambisi, bukan? Bukankah orang-orang semacam itu berwatak setan? Bukankah ini watak Iblis? Iblis memang seperti itu. Di surga, Iblis ingin berdiri setara dengan Tuhan, dan setelah dibuang ke bumi, Iblis selalu berusaha mengendalikan manusia, membuat manusia menyembahnya dan memperlakukannya sebagai Tuhan. Antikristus selalu ingin mengendalikan orang karena mereka memiliki natur Iblis; mereka hidup berdasarkan watak Iblisnya yang sudah melampaui batas nalar manusia normal. Bukankah ini sedikit tidak normal? Apa yang dimaksud dengan abnormalitas ini? Artinya, perilaku mereka seharusnya tidak ditemukan dalam kemanusiaan yang normal. Jadi, perilaku apakah ini? Apa yang mengaturnya? Perilaku ini diatur oleh naturnya. Mereka memiliki esensi roh yang jahat dan tidak seperti manusia biasa yang rusak. Inilah perbedaannya. Antikristus tidak akan berhenti dalam mengejar kekuasaan dan status, mereka tidak hanya menyingkapkan esensi naturnya, tetapi juga memperlihatkan kepada orang-orang bahwa wajah mereka yang mengerikan adalah wajah Iblis dan setan yang sebenarnya. Mereka bukan hanya bersaing dengan manusia untuk mendapatkan status, melainkan juga berani bersaing dengan Tuhan demi mendapatkan status. Mereka hanya akan merasa puas jika mengambil umat pilihan Tuhan untuk diri mereka sendiri dan menempatkannya sepenuhnya di bawah kendali mereka. Di gereja atau kelompok mana pun antikristus berada, mereka ingin mendapatkan status, memegang kekuasaan, dan membuat orang-orang mendengarkan mereka. Entah orang-orang bersedia atau setuju, antikristus ingin menjadi penentu keputusan dan membuat orang-orang menaati dan menerima mereka. Bukankah ini natur antikristus? Apakah orang-orang bersedia mendengarkannya? Apakah mereka memilih dan merekomendasikannya? Tidak. Namun, antikristus tetap ingin menjadi penentu keputusan akhir. Entah orang setuju atau tidak, antikristus ingin berbicara dan bertindak atas nama mereka, antikristus ingin diperhatikan. Mereka bahkan berusaha memaksakan gagasan mereka kepada orang lain, dan jika orang-orang tidak menerimanya, antikristus akan melakukan apa saja untuk membuat mereka menerimanya. Masalah apa ini? Ini adalah sikap tidak tahu malu dan kurang ajar. Orang-orang semacam itu adalah antikristus yang sesungguhnya, dan entah mereka pemimpin atau bukan, mereka tetaplah antikristus. Mereka memiliki esensi natur antikristus.
—Firman, Jilid 4, Menyingkapkan Antikristus, "Bab Lima: Mereka Menyesatkan, Membujuk, Mengancam, dan Mengendalikan Orang"
Para antikristus memiliki minat tertinggi dalam hal-hal materiel, uang, dan status. Mereka tentu saja tidak seperti yang mereka katakan, "Aku percaya kepada Tuhan. Aku tidak mengejar dunia, dan aku tidak mendambakan uang." Mereka sama sekali tidak seperti yang mereka katakan. Mengapa mereka mengejar dan mempertahankan status dengan segenap kekuatan mereka? Karena mereka ingin memiliki, atau mengendalikan dan merebut semua yang ada dalam wilayah kekuasaan mereka, khususnya uang dan hal-hal materiel. Mereka menikmati kekayaan dan hal-hal materiel ini seolah-olah semua itu adalah manfaat dari status mereka. Mereka adalah keturunan sejati dari penghulu malaikat, dengan esensi natur Iblis baik dalam sebutan maupun faktanya. Semua orang yang mengejar status dan menghargai kekayaan tentu saja memiliki masalah dengan esensi watak mereka. Ini tidak sesederhana seperti hanya memiliki watak seorang antikristus: mereka sangat ambisius. Mereka ingin mengendalikan uang milik rumah Tuhan. Jika mereka diminta bertanggung jawab atas suatu pekerjaan, pertama-tama, mereka tidak akan mengizinkan orang lain ikut campur, mereka juga tidak akan menerima pertanyaan atau pengawasan dari Yang di Atas; selain itu, ketika mereka menjadi pengawas atas pekerjaan apa pun, mereka akan menemukan cara untuk memamerkan diri mereka sendiri, melindungi diri mereka sendiri, dan meninggikan diri mereka sendiri. Mereka selalu ingin terlihat paling menonjol, menjadi orang yang memerintah dan mengendalikan orang lain. Mereka juga ingin menguasai dan bersaing untuk mengejar status yang lebih tinggi, dan bahkan ingin mengendalikan setiap bagian dari rumah Tuhan, khususnya uangnya. Para antikristus memiliki kecintaan khusus terhadap uang. Ketika mereka melihatnya, mata mereka berbinar; dalam pikirannya, mereka selalu berpikir tentang uang dan berusaha untuk mendapatkannya. Semua ini adalah tanda dan sinyal dari para antikristus. Jika engkau mempersekutukan kebenaran dengan mereka, atau berusaha untuk mengetahui tentang keadaan saudara-saudari, mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti berapa banyak dari mereka yang lemah dan negatif, hasil apa yang diperoleh mereka masing-masing dalam pelaksanaan tugasnya, dan siapa di antara mereka yang tidak sesuai dengan tugasnya, para antikristus tidak akan tertarik. Namun, jika menyangkut persembahan milik Tuhan—jumlah uangnya, siapa yang menyimpannya, disimpan di mana, kode sandinya, dan sebagainya—inilah yang paling mereka pedulikan. Seorang antikristus memiliki keahlian yang luar biasa dengan hal-hal ini. Dia mengetahuinya dengan sangat baik. Ini pun merupakan tanda dari seorang antikristus. Para Antikristus paling pandai mengucapkan perkataan yang terdengar muluk, tetapi mereka tidak melakukan pekerjaan nyata. Sebaliknya, mereka selalu disibukkan dengan pemikiran tentang menikmati persembahan milik Tuhan. Katakan kepada-Ku, bukankah antikristus tidak bermoral? Mereka sama sekali tidak memiliki kemanusiaan, mereka sepenuhnya adalah setan-setan.
—Firman, Jilid 4, Menyingkapkan Antikristus, Bab Delapan (Bagian Dua)
Bagaimana seharusnya umat pilihan Tuhan menyikapi antikristus? Mereka harus mengenali, menyingkapkannya, melaporkan, dan menolaknya dengan rasa muak. Hanya dengan demikian, mereka dapat memastikan bahwa mereka akan mengikut Tuhan hingga akhir dan memasuki jalan yang benar dalam iman mereka kepada Tuhan. Terlepas dari bagaimana antikristus menipu orang agar memilihnya sebagai pemimpin, mereka bukanlah pemimpinmu. Jangan mengakui atau menerima kepemimpinannya—engkau harus mengenali dan menolaknya dengan rasa muak karena mereka tidak dapat membantumu memahami kebenaran, mereka juga tidak dapat mendukung dan membekalimu. Inilah faktanya. Jika mereka tidak dapat menuntunmu ke dalam kenyataan kebenaran, mereka tidak layak menjadi pemimpin atau pekerja. Jika mereka tidak dapat menuntunmu untuk memahami kebenaran dan mengalami pekerjaan Tuhan, mereka adalah orang-orang yang menentang-Nya, dan engkau harus mengenali, menyingkapkan, dan menolaknya dengan rasa muak. Segala sesuatu yang antikristus lakukan adalah untuk menyesatkanmu agar mengikutinya, membuatmu bergabung dengan kelompoknya untuk merusak dan mengganggu pekerjaan gereja, untuk menjeratmu ke jalan antikristus seperti mereka. Antikristus ingin menyeretmu ke neraka! Jika engkau tidak dapat mengenalinya sebagaimana adanya, dan meyakini bahwa engkau harus mematuhi dan memberikan kelonggaran kepadanya hanya karena mereka adalah pemimpinmu, itu artinya engkau adalah orang-orang yang mengkhianati kebenaran dan Tuhan—orang-orang seperti ini tidak dapat diselamatkan. Jika engkau ingin diselamatkan, engkau bukan saja harus melewati rintangan dari si naga merah yang sangat besar, dan engkau bukan saja harus mampu mengenali si naga merah yang sangat besar, mengetahui wajah buruknya yang sebenarnya dan memberontak terhadapnya sepenuhnya—ada juga rintangan dari para antikristus yang harus kaulewati. Di dalam gereja, antikristus bukan saja musuh Tuhan, tetapi juga musuh umat pilihan Tuhan. Jika engkau tidak mampu mengenali antikristus, engkau akan cenderung disesatkan dan dibujuk olehnya, menempuh jalan antikristus, serta dikutuk dan dihukum oleh Tuhan. Jika itu terjadi, imanmu kepada Tuhan telah gagal total. Apa yang harus orang miliki agar dirinya dianugerahi keselamatan? Pertama, mereka harus memahami banyak kebenaran, dan mampu mengenali esensi, watak, dan jalan yang ditempuh antikristus. Inilah satu-satunya cara untuk memastikan engkau tidak memuja atau mengikuti manusia sembari percaya kepada Tuhan, dan satu-satunya cara untuk mengikuti Tuhan sampai akhir. Hanya orang yang mampu mengenali antikristus yang dapat benar-benar percaya, mengikuti, dan menjadi kesaksian bagi Tuhan. Beberapa orang kemudian akan berkata, "Apa yang harus aku lakukan jika saat ini aku tidak memiliki kebenaran untuk itu?" Engkau harus segera membekali diri dengan kebenaran; engkau harus belajar memahami orang-orang dan berbagai hal. Mengenali antikristus bukanlah hal yang sepele, dan membutuhkan kemampuan untuk melihat dengan jelas esensi mereka, dan mengetahui yang sebenarnya mengenai persekongkolan, tipu muslihat, niat, dan tujuan di balik semua yang mereka lakukan. Dengan cara demikian, engkau tidak akan disesatkan atau dikendalikan oleh mereka, dan engkau akan mampu berdiri teguh, mengejar kebenaran dengan aman dan pasti, dan tetap teguh di jalan mengejar kebenaran dan memperoleh keselamatan. Jika engkau tidak bisa melewati rintangan antikristus, dapat dikatakan bahwa engkau berada dalam bahaya besar, dan engkau akan cenderung disesatkan dan ditawan oleh antikristus dan hidup di bawah pengaruh Iblis. Mungkin saja di antara engkau semua ada yang menghalangi dan menjegal orang-orang yang mengejar kebenaran, dan mereka adalah musuh orang-orang itu. Apakah engkau semua menerimanya? Ada yang tidak berani menghadapi kenyataan ini, juga tidak berani menerimanya sebagai fakta. Namun penyesatan antikristus benar-benar terjadi di gereja, dan sering terjadi; hanya saja orang-orang tidak dapat mengenalinya. Jika engkau tidak dapat melewati ujian ini—ujian antikristus, engkau akan disesatkan dan dikendalikan oleh antikristus atau dibuat menderita, disiksa, ditekan, ditindas, dan dianiaya oleh mereka. Pada akhirnya, hidupmu yang sangat kecil tidak akan bertahan lama dan akan layu; engkau tidak akan lagi memiliki iman kepada Tuhan, dan engkau akan berkata, "Tuhan bahkan tidak benar! Di mana tuhan? Tidak ada keadilan atau terang di dunia ini dan tidak ada yang namanya penyelamatan tuhan atas umat manusia. Lebih baik kita menjalani hari-hari kita dengan bekerja dan menghasilkan uang!" Engkau menyangkal Tuhan, engkau menyimpang dari Tuhan, dan tidak lagi percaya bahwa Dia ada; harapan apa pun bahwa engkau akan memperoleh keselamatan sirna seluruhnya. Jadi, jika engkau ingin sampai di mana engkau dapat dianugerahi keselamatan, ujian pertama yang harus kaulewati adalah kemampuan untuk memahami dan mengetahui yang sebenarnya tentang Iblis, dan engkau juga harus memiliki keberanian untuk berdiri dan menyingkapkan serta menolak Iblis. Lalu, di manakah Iblis? Iblis berada di sisimu dan di sekitarmu; dia bahkan mungkin tinggal di dalam hatimu. Jika engkau hidup dalam watak Iblis, dapat dikatakan bahwa engkau adalah milik Iblis. Engkau tidak dapat melihat atau menyentuh Iblis dan roh-roh jahat di alam roh, tetapi Iblis dan setan hidup yang ada dalam kehidupan nyata berada di mana-mana. Setiap orang yang muak akan kebenaran adalah orang jahat, dan setiap pemimpin atau pekerja yang tidak menerima kebenaran adalah antikristus atau pemimpin palsu. Bukankah orang-orang semacam itu adalah Iblis dan setan-setan hidup? Orang-orang ini mungkin adalah orang-orang yang kaupuja dan hormati; mereka bisa saja orang-orang yang memimpinmu atau orang-orang yang telah lama kaukagumi, percayai, andalkan dan harapkan di dalam hatimu. Namun sebenarnya, mereka adalah penghalang jalan yang menghalangi jalanmu dan menghalangimu agar tidak mengejar kebenaran dan memperoleh keselamatan; mereka adalah para pemimpin palsu dan antikristus. Mereka dapat mengendalikan hidupmu dan jalan yang kautempuh, dan mereka dapat merusak kesempatanmu untuk dianugerahi keselamatan. Jika engkau gagal mengenali mereka dan mengetahui diri mereka yang sebenarnya, engkau bisa disesatkan dan ditangkap setiap saat. Jadi, engkau berada dalam bahaya besar. Jika engkau tidak mampu melepaskan diri dari bahaya ini, engkau adalah korban Iblis. Bagaimanapun, orang-orang yang disesatkan dan dikendalikan, dan menjadi pengikut antikristus tidak akan pernah dapat memperoleh keselamatan. Karena mereka tidak mencintai atau mengejar kebenaran, ini merupakan akibat yang tak terelakkan bahwa mereka disesatkan dan mengikuti antikristus.
—Firman, Jilid 4, Menyingkapkan Antikristus, "Bab Tiga: Mereka Mengucilkan dan Menyerang Orang yang Mengejar Kebenaran"
Klip Film Terkait
Mengapa Para Pendeta Agamawi Menghalangi Orang agar Mereka Tidak Menyelidiki Jalan yang Benar?
Kesaksian Pengalaman Terkait
Di Ujung Tanduk
Lagu Pujian Terkait
Dasar Tuhan Menghukum Manusia
Mereka yang Tidak Mengenal Tuhan Akan Menentang Tuhan