5. Hanya Penghakiman dan Hajaran Tuhan di Akhir Zamanl yang Merupakan Pekerjaan-Nya yang Sangat Penting dan Menentukan untuk Menyelamatkan Umat Manusia

Ayat Alkitab untuk Referensi:

"Katanya dengan suara nyaring, Takutlah akan Tuhan, dan berikan kemuliaan kepada-Nya; karena saat penghakiman-Nya sudah tiba" (Wahyu 14:7).

"Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan" (1 Petrus 4:17).

"Dan Dia akan menghakimi di antara bangsa-bangsa dan akan menegur banyak orang" (Yesaya 2:4).

"Dan kalau ada orang yang mendengar perkataan-Ku, dan tidak percaya, Aku tidak menghakiminya: karena Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkan dunia. Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: Firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman" (Yohanes 12:47-48).

"Masih ada banyak hal lain yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak dapat menanggungnya saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara dari diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu" (Yohanes 16:12-13).

Firman Tuhan yang Relevan:

Ketika Yesus datang ke dalam dunia manusia, Dia membawa Zaman Kasih Karunia dan mengakhiri Zaman Hukum Taurat. Pada akhir zaman, Tuhan sekali lagi menjadi daging, dan dengan inkarnasi ini Dia mengakhiri Zaman Kasih Karunia dan membawa Zaman Kerajaan. Semua orang yang dapat menerima inkarnasi Tuhan yang kedua akan dibawa ke dalam Zaman Kerajaan, dan juga akan bisa menerima bimbingan Tuhan secara pribadi. Meskipun Yesus datang di antara manusia dan melakukan banyak pekerjaan, Dia hanya menyelesaikan pekerjaan penebusan seluruh umat manusia dan menjadi korban penghapus dosa manusia; Dia tidak membebaskan manusia dari semua wataknya yang rusak. Menyelamatkan manusia sepenuhnya dari pengaruh Iblis tidak hanya mengharuskan Yesus menjadi korban penghapus dosa dan menanggung dosa manusia, tetapi juga mengharuskan Tuhan untuk melakukan pekerjaan yang bahkan lebih besar untuk membebaskan manusia sepenuhnya dari wataknya yang telah dirusak oleh Iblis. Jadi, setelah manusia diampuni dari dosa-dosanya, Tuhan datang kembali menjadi daging untuk memimpin manusia memasuki zaman yang baru serta memulai pekerjaan hajaran dan penghakiman. Pekerjaan ini telah membawa manusia ke dalam alam yang lebih tinggi. Semua orang yang tunduk di bawah kekuasaan-Nya akan menikmati kebenaran yang lebih tinggi dan memperoleh berkat yang lebih besar. Mereka akan benar-benar hidup dalam terang dan memperoleh kebenaran, jalan, dan hidup.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Kata Pengantar"

Aku pernah disebut Yahweh, Aku juga pernah disebut orang sebagai Mesias, dan orang-orang pernah memanggil-Ku Yesus Sang Juruselamat dengan penuh kasih dan penghormatan. Hari ini, Aku bukan lagi Yahweh ataupun Yesus yang orang kenal di masa lalu. Melainkan, Aku adalah Tuhan yang telah datang kembali pada akhir zaman, Tuhan yang akan mengakhiri zaman; Akulah Tuhan itu sendiri yang bangkit dari ujung bumi, sarat dengan keseluruhan watak-Ku, dan penuh dengan otoritas, kehormatan, serta kemuliaan. Orang-orang tidak pernah berhubungan dengan-Ku, mereka tidak pernah mengenal diri-Ku, dan mereka tidak pernah tahu tentang watak-Ku. Sejak penciptaan dunia hingga saat ini, tak seorang pun pernah melihat-Ku. Ini adalah Tuhan yang menampakkan diri kepada manusia pada akhir zaman, tetapi tersembunyi di antara mereka. Dia tinggal di antara manusia, benar dan nyata, seperti matahari yang menyala-nyala dan api yang berkobar-kobar, penuh dengan kuasa dan sarat dengan otoritas. Tidak ada seorang pun atau sesuatu pun yang tidak akan dihakimi oleh firman-Ku, dan tidak ada seorang pun atau sesuatu pun yang tidak akan disucikan melalui nyala api. Pada akhirnya, negara yang tak terhitung banyaknya akan diberkati karena firman-Ku, dan juga dihancurkan berkeping-keping karena firman-Ku. Dengan demikian, semua orang pada akhir zaman akan melihat bahwa Akulah Juruselamat yang datang kembali, dan Akulah Tuhan Yang Mahakuasa, yang menaklukkan seluruh umat manusia. Dan semua orang akan melihat bahwa Aku pernah menjadi korban penghapus dosa bagi manusia, tetapi pada akhir zaman, Aku telah menjadi terik matahari yang menyala-nyala yang menghanguskan segala sesuatu, serta Surya Kebenaran yang menyingkapkan segala sesuatu. Inilah pekerjaan-Ku pada akhir zaman. Aku mengambil nama ini dan membawa watak ini bersama-Ku agar semua orang dapat melihat bahwa Akulah Tuhan yang benar, matahari yang menyala-nyala, dan api yang berkobar-kobar, dan agar semua manusia dapat menyembah-Ku, satu-satunya Tuhan yang benar, dan agar mereka dapat melihat wajah-Ku yang sesungguhnya: Aku bukan hanya Tuhan atas orang Israel, dan Aku bukan hanya Sang Penebus, melainkan Aku adalah Tuhan atas segala ciptaan di seluruh langit dan bumi dan lautan.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Juruselamat Telah Datang Kembali di atas 'Awan Putih'"

Pekerjaan pada akhir zaman adalah mengucapkan firman. Perubahan-perubahan besar dapat terjadi dalam diri manusia melalui firman. Perubahan yang terjadi dalam diri orang-orang ini sekarang setelah menerima firman ini jauh lebih besar daripada perubahan yang terjadi dalam diri orang-orang pada Zaman Kasih Karunia setelah mereka menerima berbagai tanda dan mukjizat. Karena, pada Zaman Kasih Karunia, roh jahat diusir dari manusia melalui penumpangan tangan dan doa, tetapi watak rusak dalam diri manusia tetap ada di dalam dirinya. Manusia disembuhkan dari sakitnya dan diampuni dosa-dosanya, tetapi tentang bagaimana tepatnya manusia dapat membuang watak rusak Iblis dalam dirinya, pekerjaan ini belum dilakukan dalam dirinya. Manusia hanya diselamatkan dan diampuni dosanya karena imannya, tetapi natur dosa manusia tidak terhapuskan dan tetap ada dalam dirinya. Dosa manusia diampuni melalui inkarnasi Tuhan, tetapi bukan berarti manusia tidak lagi memiliki dosa dalam dirinya. Dosa manusia dapat diampuni melalui korban penghapus dosa, tetapi mengenai bagaimana tepatnya agar dia tidak lagi berbuat dosa, dan bagaimana natur berdosanya dapat dibuang sepenuhnya dan diubahkan, manusia tidak memiliki cara untuk menyelesaikan masalah ini. Dosa manusia telah diampuni karena pekerjaan penyaliban Tuhan, tetapi manusia tetap hidup dalam watak lama Iblis yang rusak. Dengan demikian, manusia harus sepenuhnya diselamatkan dari watak rusak Iblis agar natur berdosa manusia sepenuhnya dibuang, dan tidak akan pernah berkembang lagi, sehingga watak manusia dapat diubahkan. Hal ini mengharuskan manusia untuk memahami jalan pertumbuhan dalam kehidupan, memahami jalan hidup, dan memahami cara untuk mengubah wataknya. Hal ini juga mengharuskan manusia untuk menerapkan sesuai dengan jalan ini sehingga watak manusia dapat secara bertahap diubahkan dan dia dapat hidup di bawah terang yang bersinar, agar segala sesuatu yang dia lakukan sesuai dengan maksud-maksud Tuhan, agar dia dapat membuang watak rusak Iblis dalam dirinya, dan supaya dia dapat melepaskan diri dari pengaruh kegelapan Iblis, sehingga dia pun lepas sepenuhnya dari dosa. Hanya dengan begitu manusia akan menerima keselamatan yang lengkap. Tatkala Yesus melakukan pekerjaan-Nya, pengetahuan manusia tentang Dia masih samar dan tidak jelas. Manusia selalu percaya bahwa Dia adalah anak Daud dan menyatakan-Nya sebagai nabi besar dan Tuhan yang penuh belas kasih yang menebus dosa manusia. Ada orang yang karena imannya, disembuhkan hanya dengan menyentuh ujung jubah-Nya; orang buta dapat melihat, bahkan orang mati hidup kembali. Namun, manusia tidak dapat menemukan watak Iblis yang jahat yang sudah berurat-akar di dalam dirinya dan tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana mengenyahkan watak tersebut. Manusia menerima banyak kasih karunia, seperti kedamaian dan kesenangan daging, berkat bagi seluruh keluarga karena iman satu orang, kesembuhan atas penyakit, dan lain sebagainya. Sisanya adalah perbuatan baik manusia dan penampilan saleh mereka; jika manusia bisa hidup berdasarkan hal-hal itu, dia dianggap orang percaya yang baik. Hanya orang-orang percaya semacam itu yang dapat masuk ke surga setelah meninggal, yang artinya mereka telah diselamatkan. Namun, semasa hidup, mereka sama sekali tidak mengerti jalan kehidupan. Mereka sekadar melakukan dosa dan mengakui dosa, terus begitu dalam siklus yang terus menerus berputar tanpa jalan untuk mengubah watak mereka; seperti itulah keadaan manusia di Zaman Kasih Karunia. Apakah manusia sudah menerima keselamatan yang lengkap? Tidak! Karena itu, setelah tahap itu selesai, masih ada pekerjaan penghakiman dan hajaran. Tahap ini adalah menyucikan manusia melalui firman, dan dengan demikian memberinya jalan untuk diikuti. Tahap ini tidak akan berbuah atau bermakna jika dilanjutkan dengan pengusiran roh-roh jahat, karena sifat manusia yang berdosa tidak bisa diusir dan manusia hanya akan sekadar berhenti pada pengampunan dosa mereka. Melalui korban penghapus dosa, manusia telah diampuni dosa-dosanya, karena pekerjaan penyaliban telah berakhir dan Tuhan telah mengalahkan Iblis. Namun, watak manusia yang rusak tetap ada dalam dirinya dan manusia masih dapat berbuat dosa dan melawan Tuhan; Tuhan belum mendapatkan umat manusia. Itulah sebabnya pada tahap pekerjaan ini, Tuhan menggunakan firman-Nya untuk menyingkapkan watak manusia yang rusak, dan membuat manusia menerapkan sesuai dengan jalan yang semestinya. Pekerjaan pada tahap ini lebih bermakna dibandingkan tahap sebelumnya, serta lebih berbuah, karena sekarang firmanlah yang secara langsung membekali hidup manusia dan memungkinkan watak manusia diperbarui sepenuhnya; ini adalah tahap pekerjaan yang jauh lebih menyeluruh. Karena itu, inkarnasi pada akhir zaman telah menyempurnakan makna inkarnasi Tuhan dan sepenuhnya menuntaskan rencana pengelolaan Tuhan bagi keselamatan manusia.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Misteri Inkarnasi (4)"

Sebelum manusia ditebus, banyak racun Iblis yang telah tertanam di dalam dirinya. Setelah ribuan tahun dirusak oleh Iblis, di dalam diri manusia terdapat natur yang menentang Tuhan. Oleh karena itu, ketika manusia telah ditebus, itu tidak lebih daripada penebusan. Yaitu, manusia dibeli dengan harga yang mahal, tetapi natur beracun di dalam dirinya belum disingkirkan. Manusia yang begitu najis harus mengalami perubahan sebelum layak melayani Tuhan. Melalui pekerjaan penghakiman dan hajaran ini, manusia akan sepenuhnya mengenali esensi yang najis dan rusak dalam dirinya sendiri, dan dia akan mampu berubah sepenuhnya dan disucikan. Hanya dengan cara ini manusia dapat menjadi layak untuk kembali menghadap takhta Tuhan. Semua pekerjaan yang dilakukan sekarang ini bertujuan agar manusia dapat ditahirkan dan diubah; melalui penghakiman dan hajaran oleh firman-Nya, serta melalui pemurnian, manusia dapat membuang kerusakannya dan ditahirkan. Daripada menganggap tahap ini sebagai pekerjaan penyelamatan, lebih tepat menganggapnya sebagai pekerjaan penyucian. Sebenarnya, tahap ini pun merupakan pekerjaan penaklukan, dan juga tahap kedua pekerjaan penyelamatan. Manusia didapatkan Tuhan melalui penghakiman dan hajaran oleh firman, dan melalui pemurnian, penghakiman, dan penyingkapan oleh firmanlah, semua ketidakmurnian, gagasan, motif, dan harapan pribadi dalam hati manusia disingkapkan sepenuhnya.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Misteri Inkarnasi (4)"

Pekerjaan Tuhan dalam inkarnasi saat ini adalah untuk mengungkapkan watak-Nya terutama melalui hajaran dan penghakiman, dan di atas dasar ini, untuk membawa lebih banyak kebenaran kepada manusia dan menunjukkan kepadanya lebih banyak jalan penerapan, dengan demikian mencapai tujuan-Nya untuk menaklukkan dan menyelamatkan manusia dari wataknya yang rusak. Inilah yang ada di balik pekerjaan Tuhan pada Zaman Kerajaan.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Kata Pengantar"

Kristus akhir zaman menggunakan berbagai kebenaran untuk mengajar manusia, mengungkapkan hakikat manusia, dan menganalisis perkataan dan perbuatan manusia. Firman ini terdiri dari berbagai kebenaran, seperti tugas-tugas manusia, bagaimana manusia seharusnya tunduk kepada Tuhan, bagaimana seharusnya manusia setia kepada Tuhan, bagaimana manusia seharusnya hidup dalam kemanusiaan yang normal, serta hikmat dan watak Tuhan, dan sebagainya. Firman ini semuanya ditujukan pada hakikat manusia dan wataknya yang rusak. Secara khusus, firman yang mengungkapkan bagaimana manusia menolak Tuhan diucapkan berkaitan dengan bagaimana manusia merupakan perwujudan Iblis, dan kekuatan musuh yang melawan Tuhan. Dalam melaksanakan pekerjaan penghakiman-Nya, Tuhan tidak hanya menjelaskan natur manusia dengan beberapa kata; Dia menyingkapkan dan memangkasnya dalam jangka panjang. Semua cara-cara penyingkapan dan pemangkasan yang beragam ini tidak bisa digantikan dengan perkataan biasa, tetapi dengan kebenaran yang sama sekali tidak dimiliki manusia. Hanya cara-cara seperti inilah yang dapat disebut penghakiman; hanya melalui penghakiman jenis inilah manusia bisa ditundukkan dan diyakinkan sepenuhnya tentang Tuhan, dan bahkan memperoleh pengenalan yang sejati akan Tuhan. Yang dihasilkan oleh pekerjaan penghakiman adalah pemahaman manusia tentang wajah Tuhan yang sejati dan kebenaran tentang pemberontakan manusia itu sendiri. Pekerjaan penghakiman memungkinkan manusia mendapatkan banyak pemahaman tentang maksud Tuhan, tujuan pekerjaan Tuhan, dan misteri-misteri yang tidak dapat dimengerti olehnya. Pekerjaan ini juga memungkinkan manusia untuk memahami dan mengenali esensi dirinya yang rusak dan akar penyebab kerusakannya, serta menyadari wajah aslinya yang busuk. Semua efek ini dihasilkan oleh pekerjaan penghakiman, karena esensi pekerjaan ini sebenarnya adalah pekerjaan membukakan jalan, kebenaran, dan hidup Tuhan kepada semua orang yang beriman kepada-Nya. Pekerjaan ini adalah pekerjaan penghakiman yang dilakukan oleh Tuhan.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran"

Pada Zaman Kerajaan, Tuhan menggunakan firman untuk menghantarkan zaman yang baru, mengubah sarana yang digunakan-Nya dalam bekerja, dan melakukan pekerjaan seluruh zaman tersebut. Inilah prinsip yang Tuhan gunakan untuk bekerja pada Zaman Firman. Dia menjadi daging dan berfirman dari berbagai perspektif, memungkinkan manusia untuk sungguh-sungguh melihat Tuhan, yang adalah Firman yang menampakkan diri dalam rupa manusia, serta menyaksikan hikmat dan keajaiban-Nya. Tuhan bekerja dengan cara ini agar dapat dengan lebih baik mencapai tujuan menaklukkan, menyempurnakan, dan menyingkirkan manusia, yang merupakan makna sebenarnya dari penggunaan firman untuk bekerja pada Zaman Firman. Melalui firman, orang mulai mengenal pekerjaan Tuhan, watak Tuhan, hakikat manusia, dan apa yang seharusnya manusia masuki. Melalui firman, semua pekerjaan yang ingin Tuhan kerjakan pada Zaman Firman terlaksana. Melalui firman, orang-orang disingkapkan, disingkirkan, dan diuji. Orang-orang telah menyaksikan firman ini, mendengar firman ini, dan mengenali keberadaan firman ini. Sebagai hasilnya, mereka telah mulai percaya akan keberadaan Tuhan, kemahakuasaan dan hikmat Tuhan, serta hati Tuhan yang mengasihi dan menyelamatkan manusia. Istilah "firman" mungkin biasa dan sederhana, tetapi firman yang diucapkan dari mulut Tuhan yang berinkarnasi mengguncang alam semesta, firman itu mengubah hati manusia, mengubah gagasan, dan watak lama mereka, serta mengubah penampakan seluruh dunia yang sebelumnya. Selama berabad-abad, hanya Tuhan zaman sekarang yang bekerja dengan cara ini, dan hanya Dia yang berfirman dengan cara ini serta datang untuk menyelamatkan manusia dengan cara ini. Mulai saat ini dan seterusnya, manusia hidup di bawah bimbingan firman Tuhan, di tengah penggembalaan dan perbekalan firman-Nya; orang-orang hidup di dunia firman Tuhan, di tengah kutukan dan berkat-berkat firman Tuhan, dan mayoritas orang hidup di bawah penghakiman dan hajaran firman-Nya. Firman ini dan pekerjaan ini semuanya adalah demi keselamatan manusia, demi memenuhi kehendak Tuhan, dan demi mengubah penampakan asli dari dunia ciptaan yang lama. Tuhan menciptakan dunia dengan menggunakan firman, Dia menuntun semua manusia di alam semesta dengan menggunakan firman, Dia menaklukkan dan menyelamatkan mereka dengan menggunakan firman, dan pada akhirnya, Dia akan menggunakan firman untuk membawa seluruh dunia yang lama kepada kesudahannya, dan dengan demikian, merampungkan seluruh rencana pengelolaan-Nya. Di sepanjang Zaman Kerajaan, Tuhan menggunakan firman untuk melakukan pekerjaan-Nya dan untuk mencapai hasil pekerjaan-Nya. Dia tidak melakukan keajaiban atau mengadakan mukjizat, melainkan hanya melakukan pekerjaan-Nya melalui firman. Karena firman inilah manusia dipelihara dan dibekali, serta mendapatkan pengetahuan dan pengalaman sejati.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Zaman Kerajaan adalah Zaman Firman"

Sebenarnya, pekerjaan yang sedang dilakukan saat ini adalah untuk membuat manusia memberontak terhadap Iblis, nenek moyang mereka. Semua penghakiman oleh firman ditujukan untuk mengungkapkan watak manusia yang rusak dan memampukan manusia memahami esensi kehidupan. Penghakiman yang berulang ini menembus hati manusia. Setiap penghakiman berkaitan secara langsung dengan nasib mereka dan dimaksudkan untuk melukai hati mereka sehingga mereka bisa melepaskan hal-hal itu dan dengan demikian mulai mengenal kehidupan, mengenal dunia yang kotor ini, mengenal hikmat dan kemahakuasaan Tuhan dan juga mengenal umat manusia, yang dirusak oleh Iblis. Makin hajaran dan penghakiman seperti ini, makin hati manusia bisa terluka dan semakin rohnya dapat dibangkitkan. Membangkitkan roh manusia yang sangat rusak dan telah tertipu sedemikian dalamnya adalah tujuan dari penghakiman ini. Manusia tidak memiliki roh, yaitu, rohnya sudah lama mati dan dia tidak tahu bahwa surga itu ada, tidak tahu bahwa Tuhan itu ada, dan tentu saja tidak tahu bahwa dia sedang bergumul dalam jurang maut; bagaimana mungkin dia bisa tahu bahwa dia sedang hidup dalam neraka yang jahat di bumi ini? Bagaimana mungkin dia bisa tahu bahwa mayatnya yang busuk, telah jatuh ke dalam alam maut karena dirusak Iblis? Bagaimana mungkin dia bisa mengetahui bahwa semua yang ada di bumi telah lama dirusak dan tidak bisa diperbaiki oleh umat manusia? Dan bagaimana mungkin dia bisa mengetahui bahwa Sang Pencipta telah datang ke bumi saat ini dan sedang mencari sekelompok orang yang rusak yang bisa diselamatkan-Nya? Bahkan setelah manusia mengalami segala kemungkinan pemurnian dan penghakiman, kesadarannya yang tumpul tetap nyaris tidak bergerak dan memang hampir tidak responsif. Betapa merosotnya umat manusia! Dan walaupun penghakiman semacam ini adalah seperti hujan es yang kejam yang jatuh dari langit, hal itu adalah yang paling bermanfaat bagi manusia. Jika bukan untuk menghakimi orang seperti ini, tidak akan ada hasil dan sama sekali tidak mungkin untuk menyelamatkan manusia dari jurang kesengsaraan. Jika bukan karena pekerjaan ini, akan sulit bagi manusia untuk keluar dari alam maut karena hati mereka sudah lama mati dan roh mereka telah lama dinjak-injak oleh Iblis. Untuk menyelamatkanmu yang telah tenggelam ke dalam kebejatan yang terdalam engkau harus dipanggil dengan upaya terbesar, dihakimi dengan upaya terbesar; baru setelah itulah akan mungkin untuk membangkitkan hatimu yang membeku.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Hanya Mereka yang Telah Disempurnakan Bisa Menjalani Hidup yang Bermakna"

Dalam pekerjaan terakhir-Nya untuk mengakhiri zaman, watak Tuhan terdiri dari hajaran dan penghakiman, di mana Dia menyingkapkan semua yang tidak benar untuk menghakimi semua orang secara terbuka, dan menyempurnakan mereka yang mengasihi-Nya dengan hati yang tulus. Hanya watak seperti inilah yang dapat mengakhiri zaman. Akhir zaman telah tiba. Segala sesuatu dipilah menurut jenisnya, dan dibagi ke dalam kategori berbeda berdasarkan sifat mereka yang berbeda. Inilah saatnya Tuhan menyingkapkan kesudahan dan tempat tujuan manusia. Jika manusia tidak mengalami hajaran dan penghakiman, pemberontakan dan ketidakbenaran mereka tidak dapat disingkapkan. Hanya melalui hajaran dan penghakiman, barulah kesudahan segala sesuatu dapat disingkapkan. Orang hanya memperlihatkan diri mereka yang sebenarnya ketika mereka dihajar dan dihakimi. Yang jahat akan dikumpulkan bersama yang jahat, yang baik dengan yang baik, dan semua orang akan dipilah menurut jenis mereka. Melalui hajaran dan penghakiman, kesudahan segala sesuatu akan disingkapkan, sehingga yang jahat bisa dihukum dan yang baik diberikan upah, dan semua orang menyerahkan diri di bawah kekuasaan Tuhan. Semua pekerjaan ini harus dicapai melalui hajaran dan penghakiman yang benar. Karena kerusakan manusia telah mencapai puncaknya dan pemberontakan mereka sangat parah, hanya watak Tuhan yang benar, yang terutama terdiri dari hajaran dan penghakiman serta yang disingkapkan pada akhir zaman, yang bisa sepenuhnya mengubah manusia dan melengkapi mereka dan menyingkapkan kejahatan dan dengan demikian semua orang yang tidak benar akan dihukum berat.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Visi Pekerjaan Tuhan (3)"

Tuhan melakukan pekerjaan penghakiman dan hajaran sehingga manusia dapat memperoleh pengetahuan tentang Dia, dan demi kesaksian-Nya. Tanpa penghakiman-Nya atas watak manusia yang rusak, manusia tidak mungkin mengetahui watak-Nya yang benar, yang tidak menoleransi pelanggaran, dan manusia juga tidak akan mampu mengubah pengetahuan lamanya tentang Tuhan menjadi pengetahuan yang baru. Demi kesaksian-Nya, dan demi pengelolaan-Nya, Dia memperlihatkan keseluruhan diri-Nya secara terbuka, sehingga melalui penampakan-Nya yang secara terbuka itu, Dia memampukan manusia untuk sampai pada pengetahuan tentang Tuhan, untuk diubahkan dalam wataknya, dan untuk menjadi kesaksian yang meyakinkan bagi Tuhan. Perubahan watak manusia dicapai melalui berbagai jenis pekerjaan Tuhan; tanpa perubahan seperti itu dalam wataknya, manusia tidak akan dapat menjadi kesaksian bagi Tuhan dan sesuai dengan maksud-maksud Tuhan. Perubahan watak manusia menandakan bahwa manusia telah membebaskan dirinya dari perbudakan Iblis dan dari pengaruh kegelapan, dan telah benar-benar menjadi teladan dan contoh pekerjaan Tuhan, seorang saksi Tuhan, dan orang yang sesuai dengan maksud-maksud Tuhan. Pada zaman sekarang, Tuhan yang berinkarnasi telah datang untuk melakukan pekerjaan-Nya di bumi, dan Dia menuntut agar manusia mencapai pengetahuan tentang Dia, ketundukan kepada-Nya, dan kesaksian bagi-Nya. Mereka harus mengenal pekerjaan-Nya yang normal dan nyata, mereka harus tunduk pada semua firman dan pekerjaan-Nya yang tidak sesuai dengan pemahaman manusia, dan mereka harus memberi kesaksian tentang semua pekerjaan yang Dia lakukan untuk menyelamatkan manusia serta semua perbuatan yang Dia capai untuk menaklukkan manusia. Orang-orang yang menjadi kesaksian bagi Tuhan harus memiliki pengetahuan tentang Tuhan; hanya kesaksian semacam inilah yang akurat dan nyata, dan hanya kesaksian semacam inilah yang dapat mempermalukan Iblis. Tuhan memakai orang-orang yang telah mengenal Dia melalui penghakiman, hajaran, dan pemangkasan-Nya, untuk menjadi kesaksian bagi-Nya. Dia memakai orang-orang yang telah dirusak oleh Iblis untuk menjadi kesaksian bagi-Nya, dan demikian pula Dia memakai orang-orang yang wataknya telah berubah, dan yang dengan demikian telah mendapatkan berkat-Nya, untuk menjadi kesaksian bagi-Nya. Tuhan tidak membutuhkan manusia untuk memuji Dia dengan mulutnya. Dia juga tidak membutuhkan pujian dan kesaksian dari sekutu Iblis, yang belum diselamatkan oleh-Nya. Hanya orang-orang yang mengenal Tuhan yang memenuhi syarat untuk menjadi kesaksian bagi-Nya, dan hanya mereka yang telah mengalami perubahan watak yang memenuhi syarat untuk menjadi kesaksian bagi-Nya. Tuhan tidak akan membiarkan manusia dengan sengaja mencemarkan nama-Nya.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Hanya Mereka yang Mengenal Tuhan yang Bisa Menjadi Kesaksian bagi Tuhan"

Apakah kini engkau paham apa arti penghakiman dan apa arti kebenaran? Jika engkau sudah paham, Aku menasihatimu untuk tunduk dengan patuh untuk dihakimi, kalau tidak, engkau tidak akan pernah berkesempatan untuk diperkenan oleh Tuhan atau dibawa oleh-Nya ke dalam kerajaan-Nya. Orang-orang yang hanya menerima penghakiman tetapi tidak pernah bisa disucikan, yaitu mereka yang melarikan diri di tengah pekerjaan penghakiman, akan selamanya dibenci dan ditolak oleh Tuhan. Dosa-dosa mereka lebih serius, dan lebih banyak, daripada dosa-dosa orang Farisi, karena mereka telah mengkhianati Tuhan dan adalah para pemberontak terhadap Tuhan. Orang-orang yang bahkan tidak layak untuk berjerih payah ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat, dan terlebih lagi, hukuman yang kekal. Tuhan tidak akan membiarkan lolos semua pengkhianat yang pernah memperlihatkan kesetiaan dalam perkataan tetapi kemudian mengkhianati-Nya. Orang-orang semacam ini akan menerima pembalasan melalui hukuman terhadap roh, jiwa, dan tubuh. Bukankah inilah tepatnya penyingkapan watak benar Tuhan? Bukankah inilah tepatnya tujuan Tuhan dalam menghakimi manusia dan menyingkapkan manusia? Tuhan menyerahkan mereka yang melakukan segala macam perbuatan jahat selama masa penghakiman ke suatu tempat yang dipenuhi dengan roh-roh jahat, dan membiarkan roh-roh jahat ini menghancurkan tubuh daging mereka sesukanya, dan tubuh orang-orang itu mengeluarkan bau busuk mayat. Itulah pembalasan yang pantas terhadap mereka. Tuhan menuliskan setiap dosa orang-orang percaya palsu, rasul-rasul palsu, dan pekerja-pekerja palsu yang tidak setia itu dalam buku catatan mereka; lalu, ketika waktunya tiba, Dia melemparkan mereka ke tengah roh-roh najis, membiarkan roh-roh najis ini mencemari seluruh tubuh mereka sesuka hati, sehingga mereka tidak akan pernah bisa bereinkarnasi dan tidak pernah lagi melihat terang. Tuhan menggolongkan orang-orang munafik yang melakukan pelayanan selama beberapa waktu tetapi tidak mampu tetap setia sampai akhir, sebagai orang jahat, membiarkan mereka berkubang dalam lumpur bersama orang-orang jahat dan membentuk gerombolan yang kacau balau dan beraneka ragam, dan pada akhirnya, Tuhan akan membinasakan mereka. Tuhan mengesampingkan dan tidak memperhatikan orang-orang yang tidak pernah setia kepada Kristus atau yang tidak pernah menyumbangkan sedikit pun dari tenaga mereka, dan pada saat perubahan zaman Dia akan membinasakan mereka semua. Mereka tidak akan ada lagi di bumi, apalagi masuk ke dalam kerajaan Tuhan. Tuhan menggolongkan siapa pun yang tidak pernah tulus kepada Tuhan, tetapi yang tidak punya pilihan selain berurusan dengan-Nya secara asal-asalan, sebagai orang yang melakukan pelayanan bagi umat-Nya. Hanya sedikit dari orang-orang semacam itu yang akan terus hidup, sedangkan sebagian besar akan dihancurkan bersama orang-orang yang bahkan jerih payahnya pun tidak memenuhi standar. Pada akhirnya, Tuhan akan membawa ke dalam kerajaan-Nya semua orang yang sehati dan sepikiran dengan Tuhan, umat Tuhan dan anak-anak Tuhan, serta mereka yang ditentukan dari semula oleh Tuhan untuk menjadi imam. Mereka adalah kristalisasi dari pekerjaan Tuhan. Adapun orang-orang yang tidak dapat digolongkan ke kategori mana pun yang ditentukan Tuhan, mereka akan digolongkan di antara jajaran orang tidak percaya, dan engkau semua pasti dapat membayangkan seperti apa kesudahan mereka nantinya. Aku telah mengatakan kepada engkau semua segala sesuatu yang harus Kukatakan; jalan yang engkau semua pilih adalah pilihanmu sendiri. Yang harus engkau semua pahami adalah ini: pekerjaan Tuhan tidak pernah menunggu siapa pun yang tidak bisa mengimbangi langkah-Nya, dan watak benar Tuhan tidak berbelas kasihan kepada siapa pun.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran"

Ketika setiap negara dan setiap umat pilihan-Ku kembali ke hadapan takhta-Ku, Aku akan langsung menganugerahkan seluruh kelimpahan surgawi kepada dunia manusia, sehingga, berkat Aku, dunia itu akan penuh dengan kelimpahan yang tak tertandingi. Sementara dunia yang lama masih ada, Aku akan melontarkan murka-Ku kepada setiap negara dan menetapkan ketetapan administratif yang diumumkan kepada seluruh alam semesta, dan siapa pun yang melanggarnya akan dihajar:

Ketika Aku berfirman kepada seluruh alam semesta, semua orang mendengar suara-Ku, yang berarti semua orang melihat semua perbuatan yang telah Kulaksanakan di seluruh alam semesta. Mereka yang melawan maksud-maksud-Ku, yang berarti, mereka yang melawan-Ku dengan menggunakan perbuatan manusia, akan tumbang di tengah hajaran-Ku. Aku akan memperbarui sangat banyak bintang di langit; berkat Aku, matahari dan bulan akan diperbarui, langit tidak akan lagi seperti sebelumnya; dan segala sesuatu di bumi akan diperbarui—semua ini akan terlaksana karena firman-Ku. Semua negara di seluruh alam semesta akan dibagi ulang dan digantikan oleh kerajaan-Ku, sehingga negara-negara di muka bumi akan lenyap selamanya, dan hanya akan ada kerajaan yang menyembah Aku; semua negara di bumi akan dihancurkan, dan tidak akan ada lagi. Mengenai manusia di seluruh alam semesta, semua orang yang berasal dari setan-setan akan dimusnahkan. Semua orang yang menyembah Iblis akan ditumbangkan di tengah api-Ku yang menyala-nyala—itu berarti, kecuali mereka yang sekarang berada di dalam aliran ini, semua orang akan diubah menjadi abu. Ketika Aku menghajar segala bangsa, dunia keagamaan, hingga taraf berbeda, akan kembali ke kerajaan-Ku dan ditaklukkan melalui perbuatan-Ku, karena mereka telah melihat bahwa "Yang Mahakudus yang berada di atas awan putih" telah datang. Semua orang akan dipilah sesuai jenis mereka, dan akan menerima berbagai hajaran yang sepadan dengan perbuatan mereka; semua orang yang telah menentang Aku akan binasa, dan mereka yang perbuatannya di bumi tidak melibatkan Aku, karena cara mereka berperilaku, mereka akan terus berada di bumi di bawah pemerintahan anak-anak-Ku dan umat-Ku. Aku akan menampakkan diri kepada semua negara dan semua orang, dan Aku akan mengungkapkan suara-Ku sendiri di bumi, menyatakan selesainya pekerjaan besar-Ku, memungkinkan semua orang menyaksikan hal ini dengan mata kepala mereka sendiri.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta, Bab 26"

Mereka yang mampu berdiri teguh selama pekerjaan penghakiman dan hajaran Tuhan pada akhir zaman—yaitu, selama pekerjaan penyucian terakhir—akan menjadi orang-orang yang akan masuk ke tempat perhentian terakhir bersama Tuhan; karena itu, semua orang yang masuk ke tempat perhentian adalah mereka yang telah terbebas dari pengaruh Iblis dan telah didapatkan oleh Tuhan hanya sesudah mengalami pekerjaan penyucian terakhir-Nya. Orang-orang ini, yang pada akhirnya akan didapatkan oleh Tuhan, akan masuk ke tempat perhentian terakhir. Tujuan pekerjaan penghakiman dan hajaran Tuhan pada intinya adalah untuk menyucikan umat manusia, untuk hari perhentian terakhir; jika tidak, tidak ada anggota umat manusia yang dapat dipilah menurut jenis mereka, atau masuk ke tempat perhentian. Pekerjaan ini adalah satu-satunya jalan manusia untuk masuk ke tempat perhentian.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama"

Sebelumnya: 4. Tujuan dan makna penting pekerjaan Tuhan di Zaman Kasih Karunia

Selanjutnya: 6. Hubungan antara masing-masing dari ketiga tahap pekerjaan Tuhan

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Konten Terkait

Pengaturan

  • Teks
  • Tema

Warna Solid

Tema

Jenis Huruf

Ukuran Huruf

Spasi Baris

Spasi Baris

Lebar laman

Isi

Cari

  • Cari Teks Ini
  • Cari Buku Ini

Hubungi kami via WhatsApp