Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Peringatan Bagi Orang yang Tidak Melakukan Kebenaran

Mereka di antara saudara dan saudari yang selalu menyebarkan hal-hal negatif adalah kaki tangan Iblis dan mengacaukan gereja. Suatu hari orang-orang ini harus dikeluarkan dan dibinasakan. Dalam iman kepada Tuhan, jika mereka tidak mempertahankan hati yang takut akan Tuhan, jika mereka tidak memiliki hati yang taat kepada-Nya, maka mereka bukan saja tidak akan mampu melakukan pekerjaan bagi Tuhan, namun sebaliknya akan menjadi orang-orang yang mengacaukan pekerjaan Tuhan dan menentang Dia. Ketika seseorang yang percaya kepada Tuhan namun tidak menaati atau tidak menghormati Dia, hal ini menjadi sesuatu yang paling memalukan bagi seorang percaya. Apabila ucapan dan tindakan seorang percaya selalu sama sembrono dan sama kurang ajarnya seperti orang tidak percaya, maka dia ini lebih jahat bahkan daripada orang tidak percaya; merekalah si jahat yang sebenarnya. Mereka yang menyebarkan omongan berbisa di gereja, yang menyebarkan kabar gosip di tengah saudara-saudari, menimbulkan ketidakharmonisan, dan menyulut pertikaian sudah seharusnya dikeluarkan dari gereja. Namun karena saat ini adalah masa yang berbeda dari pekerjaan Tuhan, orang-orang seperti ini dibatasi, sebab mereka telah ditakdirkan untuk dibinasakan. Orang-orang yang telah dirusak oleh Iblis semuanya memiliki watak yang rusak. Sementara sebagian orang hanya memiliki watak yang rusak, sebagian lain lebih parah; tidak hanya sekedar memiliki watak yang menyerupai Iblis namun sifat mereka juga telah menjadi begitu ekstrem jahatnya. Semua yang mereka katakan dan lakukan tidak sekadar mengekspresikan watak Iblis mereka yang rusak, namun mereka sendirilah Iblis itu sendiri. Yang mereka lakukan adalah mengganggu dan mengacaukan pekerjaan Tuhan, mengacaukan jalan hidup saudara dan saudari, dan menghancurkan kehidupan normal gereja. Serigala berbulu domba ini cepat atau lambat harus disapu bersih, dan kita tidak boleh segan-segan menghadapi kaki tangan Iblis ini; kita harus benar-benar tidak mempedulikan mereka. Hanya dengan demikian kita layak berdiri di pihak Tuhan sementara orang yang tidak dapat atau tidak tega melakukannya berada di pihak Iblis. Tuhan selalu ada di hati orang yang dengan tulus mempercayai Dia dan yang selalu memelihara hati yang takut dan mengasihi Dia. Mereka yang percaya kepada Tuhan akan melakukan pekerjaannya dengan hati-hati dan bijaksana, sejalan dengan yang Tuhan inginkan dan dapat menyenangkan hati-Nya. Mereka tidak akan keras kepala, melakukan apa yang disukainya; sebab hal itu tidaklah pantas bagi orang kudus. Mereka tidak akan membawa-bawa panji Tuhan dan menyebabkan kekacauan di mana-mana, berlagak dan memperdaya orang di mana-mana; karena melakukan hal demikian adalah pembangkangan luar biasa. Keluarga mempunyai aturan dan negara memiliki hukum, tidakkah seharusnya keluarga Tuhan memiliki standar yang lebih tinggi? Tidakkah seharusnya keluarga Tuhan punya aturan administratif? Orang-orang bebas melakukan apa pun yang mereka inginkan, tetapi aturan administratif Tuhan tidak dapat diubah seenaknya. Tuhan adalah Tuhan yang tidak membiarkan manusia menghina Dia dan Dia adalah Tuhan yang menghukum mati manusia—tidakkah harusnya manusia sudah mengetahuinya?

Dalam setiap gereja selalu ada pengganggu-pengganggu, yang mengusik pekerjaan Tuhan. Orang-orang ini adalah Iblis yang menyamar di dalam keluarga Tuhan. Orang seperti ini sangat mahir meniru, datang dengan penuh hormat ke hadapan-Ku, menunduk dan membungkuk, bertingkah layaknya anjing kurap, mempersembahkan ‘seluruh’ diri mereka demi mencapai tujuan pribadinya, namun memperlihatkan wajah buruk mereka di depan saudara dan saudari. Ketika melihat ada orang lain yang melakukan kebenaran, mereka menyerang dan mengasingkannya, namun ketika melihat orang lain lebih bobrok dari dirinya, mereka menyanjung dan menjilat, bertingkah bagai tiran dalam gereja. Dapat dikatakan gereja secara umum memiliki manusia jenis "ular beludak" dan jenis "anjing piaraan" di dalamnya. Bersama-sama mereka ini mengendap-endap, saling mengedip dan memberi tanda, dan tak ada yang melakukan kebenaran. Siapa yang punya racun paling mematikan, dialah "bos setan." Dan yang paling berwibawa menjadi pemimpin, mengibarkan panji-panji mereka setinggi-tingginya. Orang-orang ini berkeliaran dalam gereja, menyebarkan hal-hal negatif dan kematian, melakukan dan mengatakan apa pun sesuka mereka, tanpa ada yang berani menghentikan mereka karena penuh dengan watak jahat. Begitu mereka mulai menimbulkan kekacauan, hawa kematian merayap masuk ke dalam gereja. Orang-orang yang melakukan kebenaran dalam gereja ditinggalkan sehingga tidak mampu mengeluarkan potensi terbaik mereka, sementara para pengacau ini berkeliaran bebas menyebarkan kematian. Lebih parah lagi, sebagian besar jemaat mengikuti para pengacau ini. Gereja semacam ini telah berada di bawah kendali Iblis dan Iblislah raja mereka. Apabila orang-orang dalam gereja tidak bangkit dan menghalau dedengkot Iblis ini, mereka akan hancur cepat atau lambat. Mulai sekarang harus ada tindakan tegas terhadap gereja semacam ini. Jika orang-orang yang mampu melakukan sedikit kebenaran tidak berusaha menegakkan kebenaran, maka gereja itu dinyatakan terlarang. Jika tidak ada seorang pun lagi dalam gereja yang bersedia melakukan kebenaran, maka tidak ada yang menjadi saksi bagi Tuhan, maka gereja itu harus sepenuhnya diasingkan, dan hubungannya dengan gereja lain harus diputuskan. Ini yang disebut mengubur kematian dan mengusir Iblis keluar. Jika ada beberapa ekor ular beludak dalam gereja, dikerubungi oleh lalat-lalat kecil yang mengikutinya tanpa punya pemahaman rohani sama sekali, bila gereja tidak mampu mematahkan belenggu dan manipulasi ular-ular ini setelah mereka mengenal kebenaran, maka pada akhirnya orang-orang bodoh ini akan dibinasakan. Meskipun gerombolan lalat kecil ini tidak melakukan sesuatu yang jahat, namun mereka bahkan lebih licik, lebih cerdik, dan tersamar; dan setiap orang seperti ini akan dibinasakan. Tidak akan tersisa satu pun! Orang-orang yang adalah kepunyaan Iblis akan dikembalikan kepada Iblis, sedangkan mereka yang adalah milik Tuhan akan terus mencari kebenaran; ini telah ditentukan oleh sifat mereka. Biarlah semua yang mengikuti Iblis binasa! Tidak ada belas kasihan bagi orang macam ini. Biarlah yang mencari kebenaran mendapatkan kemurahan yang membuat mereka menikmati firman Tuhan dalam hatinya. Tuhan itu benar; Dia tidak akan memperlakukan siapa pun secara tidak adil. Jika engkau berasal dari si jahat, engkau tidak akan mampu melakukan kebenaran. Sebaliknya bila engkau adalah orang yang mencari kebenaran, maka engkau pasti tidak akan ditawan oleh Iblis—tidak diragukan lagi.

Orang-orang yang tidak mau berkembang selalu ingin orang lain sama negatif dan malasnya dengan mereka; mereka yang tidak melakukan kebenaran merasa iri kepada orang yang melakukannya. Orang yang tidak melakukan kebenaran selalu ingin berusaha memperdaya mereka yang dungu dan tidak berpengertian. Apa yang mereka sebarkan dapat membuat engkau mundur, terjatuh, berkembang secara tidak normal dan dipenuhi kegelapan; mereka menyebabkanmu jauh dari Tuhan, dan memuja dagingmu dan memuaskan diri sendiri. Orang-orang yang tidak mencintai kebenaran, yang selalu berhadapan dengan Tuhan tanpa kesungguhan adalah orang-orang tanpa pengenalandiri, watak mereka merayu orang agar melakukan dosa dan menentang Tuhan. Mereka tidak melakukan kebenaran juga tidak membiarkan orang lain melakukannya. Mereka memuja dosa dan tidak merasa jijik pada dirinya sendiri. Mereka tidak mengenal jati dirinya dan menghentikan orang lain mengenal jatidirinya dan dari keinginan mencari kebenaran. Siapa pun yang mereka perdaya tidak mampu melihat terang dan terjun ke dalam kegelapan; tidak mengenal siapa dirinya, tidak dapat melihat kebenaran dan kian lama kian jauh dari Tuhan. Mereka tidak melakukan kebenaran dan menghalangi orang lain melakukannya, mengumpulkan orang-orang bodoh itu di hadapannya. Daripada mengaku percaya kepada Tuhan, lebih baik mereka mengaku percaya kepada nenek moyangnya, bahwa yang mereka percaya di dalam hatinya adalah berhala. Lebih baik orang-orang yang mengaku mengikut Tuhan membuka matanya dan menyadari siapa sesungguhnya yang mereka percayai: Benarkah Tuhan yang engkau percayai, ataukah Iblis? Jika engkau tahu yang engkau percayai bukanlah Tuhan melainkan berhalamu, maka jangan mengaku dirimu seorang percaya. Jika engkau tidak tahu siapa sesungguhnya yang engkau percayai, maka sekali lagi, jangan mengaku dirimu orang percaya. Mengaku-aku seperti itu adalah penghujatan! Tidak seorang pun memaksa engkau mempercayai Tuhan. Jangan katakan engkau sekalian mempercayai-Ku, karena sejak dulu Aku telah sering mendengarnya dan tidak ingin mendengarnya lagi, karena sesungguhnya yang engkau percayai adalah berhala-berhala di dalam hatimu dan ular beludak di antara engkau sekalian. Mereka yang menggelengkan kepala ketika mendengar kebenaran, namun yang tersenyum lebar ketika mendengarkan perkataan berisi kematian adalah anak-anak Iblis, yang akan dibinasakan. Di dalam gereja ada banyak orang yang tak berpengertian, sehingga ketika terjadi tipu daya mereka berdiri di pihak Iblis. Namun saat disebut sebagai kaki tangan Iblis, mereka sangat tersinggung. Mungkin ada yang menyebut mereka tidak berpengertian, namun mereka selalu berdiri di sisi yang salah. Tidak pernah sekali pun mereka teguh berdiri di pihak kebenaran, tidak sekali pun mereka berdiri dan mempertahankan kebenaran, jadi benarkah mereka tidak punya pengertian? Mengapa mereka selalu berdiri di pihak Iblis? Mengapa mereka tidak berkata sepatah kata pun yang selayaknya atau pantas demi kebenaran? Benarkah situasi ini tercipta oleh kebingungan mereka yang sementara? Semakin seseorang tak berpengertian, semakin tidak mampu ia berdiri di pihak kebenaran. Hal ini membuktikan apa? Tidakkah itu memperlihatkan bahwa orang-orang yang tidak berpengertian mencintai kejahatan? Tidakkah itu memperlihatkan mereka yang tidak berpengertian adalah anak-anak Iblis yang setia? Mengapa mereka selalu dapat berdiri di pihak Iblis dan menggunakan bahasa yang sama dengannya? Setiap perkataan dan perbuatan serta ekspresi mereka terang-terangan membuktikan bahwa mereka bukanlah pecinta kebenaran, sebaliknya adalah pembenci kebenaran. Posisi mereka di pihak Iblis tak pelak lagi menunjukkan bahwa Iblis sangat menyayangi setan-setan kecil yang berjuang demi kepentingan Iblis seumur hidup mereka. Tidakkah semua fakta ini terang benderang? Jika benar engkau mencintai kebenaran, mengapa engkau tidak menghargai sedikit pun orang-orang yang melakukan kebenaran, mengapa engkau justru segera mengekor orang-orang yang tidak melakukan kebenaran begitu raut wajah mereka berubah? Masalah apa ini? Aku tak peduli apakah engkau memiliki pengertian atau tidak, Aku tidak peduli berapa harga yang telah engkau bayar, Aku tidak peduli sebesar apa kekuatanmu, dan Aku tidak peduli apakah engkau adalah si ular beludak atau si pengibar panji-panji. Jika besar kekuatanmu, itu karena Iblis membantumu dengan kekuatannya; jika tinggi wibawamu, itu semata karena terlalu banyak orang di sekitarmu yang tidak melakukan kebenaran; jika engkau belum dihalau hingga saat ini, itu karena waktu menghalau belum tiba, sebaliknya inilah saat pembinasaan. Tidak perlu buru-buru menghalaumu saat ini. Aku hanya perlu menunggu datangnya hari setelah pembinasaan untuk menghukummu. Siapa pun yang tidak melakukan kebenaran akan dibinasakan!

Orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan adalah yang mau melakukan firman Tuhan dan yang mau melakukan kebenaran. Orang-orang yang sungguh-sungguh bersaksi bagi Tuhan juga adalah yangmau melakukan firman-Nya dan yang bersedia berdiri teguh di pihak kebenaran. Orang-orang yang menggunakan tipu daya dan melakukan ketidakadilan adalah orang-orang yang tidak memiliki kebenaran, yang sungguh mempermalukan Tuhan. Siapa pun yang memulai pertikaian di dalam gereja adalah kaki tangan dan jelmaan Iblis. Orang-orang seperti ini sangatlah jahat. Orang-orang yang tidak berpengertian dan tidak mampu berdiri di pihak kebenaran sedang menyebarkan maksud jahat dan menodai kebenaran. Orang-orang ini jelas adalah perwakilan Iblis; mereka tidak mungkin ditebus dan dapat dipastikan akan dibinasakan. Siapa pun yang tidak melakukan kebenaran tidak seharusnya dibiarkan tetap berada dalam keluarga Tuhan, demikian pula orang-orang yang dengan sengaja menghancurkan gereja. Namun saat ini belum waktunya pekerjaan ‘bersih-bersih.’ Kebusukan mereka akan akan terbongkar dan mereka akan dibinasakan pada akhirnya. Tidak ada pekerjaan sia-sia yang perlu dilakukan atas orang-orang ini; mereka adalah milik Iblis sehingga tidak mampu berdiri di atas kebenaran,sementara orang-orang yang selalu mencari kebenaran dapat berdiri di sisi kebenaran. Orang-orang yang tidak melakukan kebenaran tidak layak mendengarkan jalan kebenaran dan tidak pantas menjadi saksi bagi kebenaran . Kebenaran tidak diperuntukkan bagi telinga mereka, melainkan bagi telinga mereka yang melakukan kebenaran. Sebelum akhir setiap orang dinyatakan, para perusak dalam gereja yang mengganggu pekerjaan Tuhan adalah yang pertama kali disingkirkan. Begitu pekerjaan itu selesai, orang-orang ini akan dibongkar sebelum mereka dibinasakan. Selama masa penyataan kebenaran, untuk sementara mereka dibiarkan. Namun ketika kebenaran telah dinyatakan seluruhnya, orang-orang ini dibinasakan, pada saat itulah semua orang akan dikelompokkan sesuai jenisnya. Karena kebodohan mereka, orang-orang yang tak berpengertian akan hancur di tangan orang-orang jahat, mereka akan disesatkan tanpa bisa dipulihkan kembali. Orang-orang ini akan diperlakukan demikian, karena mereka tidak mencintai kebenaran, tidak mampu berdiri di atas kebenaran, karena mengikuti orang jahat, berdiri di pihak yang jahat, dan karena berkolusi dengan orang jahat menentang Tuhan. Kendati tahu benar orang-orang jahat itu menyebarkan kejahatan, mereka mengeraskan hatinya dan tetap mengikuti orang jahat, menjauh dari kebenaran. Tidakkah orang-orang yang tidak melakukan kebenaran namun yang melakukan hal-hal yang menghancurkan dan menjijikkan ini sama dengan para pelaku kejahatan? Walaupun ada di antara mereka yang menganggap dirinya raja sedang yang lainnya hanya pengikut, tidakkah sifat penentang Tuhan mereka sama saja? Dalih apa yang dapat mereka berikan saat Tuhan tidak menyelamatkan mereka? Alasan apa yang dapat mereka kemukakan jika mengatakan Tuhan tidak benar? Bukankah kejahatan mereka sendiri yang menghancurkan mereka? Bukankah pemberontakan mereka yang menyeret mereka ke neraka? Orang-orang yang melakukan kebenaran pada akhirnya diselamatkan dan disempurnakan lewat kebenaran. Sedangkan yang tidak pada akhirnya mengundang kehancuran dengan kebenaran. Inilah akhir yang menanti orang yang melakukan kebenaran dan yang tidak. Aku nasehatkan setiap orang yang tidak berniat melakukan kebenaran agar meninggalkan gereja secepatnya agar tidak membuat semakin banyak dosa. Bila saatnya tiba, penyesalan takkan ada gunanya; secara khusus orang-orang yang menimbulkan perselisihan dan pertikaian, beserta ular beludak di dalam gereja, tinggalkan gereja lebih cepat lagi. Orang-orang ini yang secara sifat adalah serigala jahat tidak dapat berubah, lebih baik mereka meninggalkan gereja segera selagi ada kesempatan, agar jangan lagi mengganggu kehidupan saudara dan saudari sehingga terhindar dari penghukuman Tuhan. Bagi engkau yang bersahabat dengan mereka, sebaiknya gunakan kesempatan ini untuk memeriksa diri sendiri. Akankah engkau mengikuti si jahat meninggalkan gereja, atau tetap tinggal dan mengikuti-Ku dengan rela? Pikirkanlah ini baik-baik. Aku berikan engkau sekalian kesempatan memilih. Aku menunggu jawaban mu.

Sebelumnya:Peringatan Bagi Orang yang Tidak Melakukan Kebenaran

Selanjutnya:Engkau Harus Mempertahankan Pengabdianmu kepada Tuhan

Anda Mungkin Juga Menyukai