Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Saksi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

XVIII. Kita Harus Secara Jelas Membicarakan Apa Itu Mengikuti Kehendak Tuhan dan Apa Itu Kesaksian Sejati Mengenai Iman

3. Apa sebenarnya seseorang yang mengikuti kehendak Tuhan? Dan apa kesaksian sejati mengenai iman akan Tuhan?

Ayat Alkitab untuk Referensi:

"Lalu Ayub bangun, mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian tersungkur dan menyembah, katanya, 'Dengan telanjang aku keluar dari rahim ibuku, dengan telanjang aku juga akan kembali ke situ: Yahweh yang memberi, Yahweh juga yang mengambil; terpujilah nama Yahweh'" (Ayub 1:20-21).

"Dan Dia berfirman, 'Ambillah anak lelakimu, anak lelakimu satu-satunya, Ishak, yang engkau kasihi, bawalah ia ke tanah Moria, dan persembahkanlah dia di sana sebaga korban bakaran, di salah satu gunung yang akan Kutunjukkan kepadamu.' … Lalu Abraham mengulurkan tangannya dan mengambil pisau untuk menyembelih anak lelakinya" (Kejadian 22:2, 10).

"Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan; sebab mereka murni sama seperti anak dara. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba ke mana pun Dia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia, sebagai buah sulung bagi Tuhan dan Anak Domba. Dan di dalam mulut mereka tidak ditemukan kelicikan: karena mereka tidak bercacat di hadapan takhta Tuhan" (Wahyu 14:4-5).

Firman Tuhan yang Relevan:

Yesus mampu menunaikan amanat Tuhan—pekerjaan penebusan semua umat manusia—karena Dia memberi setiap perhatian pada kehendak Tuhan, tanpa rencana dan pertimbangan pribadi-Nya. Jadi, Dia juga sahabat karib Tuhan—Tuhan Sendiri, sesuatu yang engkau semua pahami dengan sangat baik. (Sebenarnya, Dia adalah Tuhan Sendiri yang diberikan kesaksian oleh Tuhan; Aku menyinggungnya di sini untuk menggunakan kenyataan tentang Yesus guna mengilustrasikan persoalan tersebut.) Dia mampu menempatkan rencana pengelolaan Tuhan sebagai pusat hidup, dan senantiasa berdoa kepada Bapa Surgawi serta mencari kehendak Bapa Surgawi. Dia berdoa, dan berkata: "Bapa! Terjadilah apa yang menjadi kehendak-Mu, dan bertindaklah tidak sesuai niat-Ku; apakah Engkau bertindak sesuai rencana-Mu. Manusia mungkin lemah, namun mengapa Engkau harus peduli terhadapnya? Bagaimana bisa manusia menjadi pusat kekhawatiran-Mu, manusia yang seperti seekor semut di tangan-Mu? Dalam hatiku, aku hanya ingin memenuhi kehendak-Mu, dan aku ingin agar Engkau bisa melakukan apa yang akan Engkau lakukan pada-Ku sesuai dengan maksud-Mu sendiri." Dalam perjalanan menuju Yerusalem, Yesus merasakan kesakitan, seolah-olah pisau sedang dipilin dalam hati-Nya, namun Dia tidak memiliki niat sedikit pun untuk mengingkari firman-Nya; selalu ada kekuatan dahsyat yang mendorong-Nya menuju tempat Dia akan disalibkan. Pada akhirnya, Dia dipaku di kayu salib dan menjadi serupa dengan daging pendosa, menunaikan pekerjaan penebusan umat manusia, dan menaklukkan belenggu kematian dan dunia orang mati. Di hadapan-Nya, kematian, neraka, dan dunia orang mati kehilangan kekuatan mereka, dan ditaklukkan oleh-Nya. Dia hidup selama tiga puluh tiga tahun, dan sepanjang waktu tersebut Dia selalu melakukan yang terbaik untuk memenuhi kehendak Tuhan sesuai dengan pekerjaan Tuhan pada saat itu, tidak pernah mempertimbangkan keuntungan atau kerugian pribadi-Nya, dan selalu mengingat kehendak Bapa. Jadi, setelah Dia dibaptis, Tuhan berkata: "Inilah Anak-Ku yang kukasihi, kepada-Nya Aku berkenan." Karena pelayanan-Nya di hadapan Tuhan yang selaras dengan kehendak Tuhan, Tuhan meletakkan beban berat menebus semua umat manusia di kedua bahu-Nya dan membuat-Nya terus melanjutkan demi mencapainya, dan Dia laik serta berhak untuk menyelesaikan tugas penting ini.

dari "Bagaimana Melayani Selaras Dengan Kehendak Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Mereka yang melayani Tuhan harus menjadi sahabat karib Tuhan, mereka harus dicintai oleh Tuhan, dan mampu menunjukkan loyalitas tertinggi kepada Tuhan. Terlepas dari apakah engkau bertindak di belakang orang, atau di depan mereka, engkau mampu memperoleh sukacita Tuhan di hadapan Tuhan, engkau mampu berdiri teguh di hadapan Tuhan, dan terlepas dari bagaimana orang lain memperlakukanmu, engkau senantiasa menapaki jalanmu sendiri, dan memberi setiap perhatian pada beban Tuhan. Hanya inilah sahabat karib Tuhan. Bahwa sahabat karib Tuhan mampu melayani-Nya secara langsung adalah karena mereka telah diberi amanat agung Tuhan, dan beban Tuhan, mereka mampu menjadikan hati Tuhan seperti milik mereka sendiri, dan beban Tuhan seperti beban mereka sendiri, dan mereka tidak banyak berpikir apakah mereka memperoleh atau kehilangan masa depan: Bahkan bilamana mereka tidak memiliki masa depan, dan mereka tidak akan mendapat apa pun, mereka senantiasa akan percaya kepada Tuhan dengan hati penuh kasih. Maka, orang semacam ini adalah sahabat karib Tuhan. Sahabat karib Tuhan juga adalah orang kepercayaan-Nya; hanya orang kepercayaan Tuhan bisa berbagi keresahan-Nya, juga keinginan-Nya, dan meski daging mereka sakit dan lemah, mereka mampu menanggung rasa sakit dan meninggalkan apa yang mereka cintai demi memuaskan Tuhan. Tuhan memberi beban lebih banyak pada orang tersebut, dan apa yang Tuhan akan lakukan diungkapkan melalui orang-orang ini. Dengan demikian, orang-orang ini dicintai oleh Tuhan, mereka adalah pelayan Tuhan yang berkenan di hati-Nya, dan hanya orang seperti ini bisa memerintah bersama dengan Tuhan.

dari "Bagaimana Melayani Selaras Dengan Kehendak Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Seseorang yang benar-benar menjalankan kehendak Tuhan dapat memancarkan pujian dari lubuk hati mereka di tengah-tengah penghakiman, hajaran, dan ujian Tuhan, serta mampu sepenuhnya mematuhi Tuhan dan meninggalkan diri mereka sendiri, dengan demikian mengasihi Tuhan dengan hati yang tulus, berkomitmen, dan kesucian. Orang semacam itu adalah orang yang lengkap, dan itu juga merupakan pekerjaan yang Tuhan ingin lakukan, dan yang Tuhan ingin capai.

dari "Mengenai Langkah-Langkah Pekerjaan Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Dalam kepercayaannya kepada Tuhan, Petrus berusaha memuaskan Tuhan dalam segala hal, dan berusaha menaati segala yang berasal dari Tuhan. Tanpa mengeluh sedikit pun, ia sanggup menerima hajaran dan penghakiman, serta pemurnian, kesengsaraan, dan kekurangan dalam hidupnya, tak satu pun dari hal-hal itu yang dapat mengubah kasihnya kepada Tuhan. Bukankah ini kasih kepada Tuhan yang sesungguhnya? Bukankah ini pemenuhan tugas seorang ciptaan Tuhan? Hajaran, penghakiman, kesengsaraan—engkau mampu mencapai ketaatan sampai mati, inilah perkara yang seharusnya dicapai ciptaan Tuhan, inilah kemurnian kasih Tuhan. Jika manusia dapat mencapai sejauh ini, dialah ciptaan Tuhan yang layak, dan tak ada yang dapat lebih memuaskan Sang Pencipta.

dari "Keberhasilan atau Kegagalan Tergantung pada Jalan yang Dijalani Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Begitu nama Petrus disebutkan, semua orang penuh dengan pujian, … Ia memberikan perhatian yang teliti tidak hanya untuk makan dan minum firman-Ku, tetapi terlebih lagi untuk memahami maksud-maksud-Ku, dan selalu bijaksana dan berhati-hati dalam pemikirannya, sehingga ia selalu cerdik dalam rohnya, karena itu ia dapat menyenangkan Aku dalam segala sesuatu yang dilakukannya. Dalam kehidupan sehari-hari, ia memperhatikan dengan saksama cara menyatukan pelajaran dari orang-orang yang pernah gagal di masa lalu agar dapat memacu dirinya sendiri untuk berusaha lebih keras, penuh ketakutan bahwa ia mungkin terjerumus dalam perangkap kegagalan. Ia juga memperhatikan dengan cermat demi mempelajari dan memahami secara menyeluruh iman dan kasih dari semua orang yang selama berabad-abad telah mengasihi Tuhan. Dengan cara ini tidak hanya dalam aspek negatif, tetapi yang lebih penting, dalam aspek positif ia mempercepat kemajuan pertumbuhannya, sehingga di hadirat-Ku ia menjadi manusia yang mengenal-Ku dengan sangat baik. Karena alasan ini, tidak sulit untuk membayangkan bagaimana ia dapat meletakkan segala yang dimilikinya dalam tangan-Ku, tidak lagi menjadi tuan atas dirinya sendiri bahkan dalam hal makan, berpakaian, tidur, atau tempat tinggal, tetapi membuat-Ku puas dalam segala hal dan atas dasar itu menikmati karunia-Ku. Seringkali Aku mengujinya, yang tentu saja membuatnya setengah mati, namun bahkan di tengah-tengah ratusan ujian ini, tak sekalipun ia kehilangan kepercayaan atau menjadi kecewa kepada-Ku. Bahkan ketika Aku mengatakan bahwa Aku sudah membuangnya, hatinya tidak menjadi lemah atau tenggelam dalam keputusasaan, tetapi seperti sebelumnya tetap melanjutkan untuk melaksanakan prinsipnya demi mewujudkan kasihnya kepada-Ku. … Karena kesetiaannya di hadirat-Ku, dan karena berkat-Ku atasnya, ia telah menjadi sebuah contoh dan teladan bagi umat manusia selama ribuan tahun.

Diambil dari "Perkataan Keenam, Perkataan Tuhan Kepada Seluruh Alam Semesta" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Engkau mungkin mengatakan engkau telah ditaklukkan, tetapi bisakah engkau taat sampai mati? Engkau harus mampu untuk taat sampai akhir terlepas apakah ada harapan atau tidak, dan engkau tidak boleh kehilangan kepercayaan kepada Tuhan bagaimanapun keadaan lingkungan. Pada akhirnya, engkau harus mencapai dua aspek kesaksian: kesaksian Ayub—ketaatan sampai mati—dan kesaksian Petrus—cinta yang mulia kepada Tuhan. Dalam satu hal, engkau harus seperti Ayub: Dia tidak memiliki harta materi, dan sekujur tubuhnya ditimpa rasa sakit, namun dia tidak meninggalkan nama Yahweh. Ini adalah kesaksian Ayub. Petrus mampu mencintai Tuhan sampai mati. Ketika dia meninggal—ketika dia disalib—dia masih mencintai Tuhan; dia tidak memikirkan harapannya sendiri atau mengejar harapan yang mulia atau pikiran yang berlebihan, dan dia hanya berusaha untuk mencintai Tuhan dan mematuhi semua ketentuan Tuhan. Itulah standar yang harus engkau capai sebelum engkau dapat dianggap telah memberikan kesaksian, sebelum engkau menjadi orang yang telah menjadi sempurna setelah ditaklukkan.

dari "Kebenaran Di Balik Pekerjaan Penaklukan (2)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Menjadi kesaksian yang menggema tentang Tuhan terutama berkaitan dengan apakah engkau paham tentang Tuhan yang praktis atau tidak, dan apakah engkau dapat taat di hadirat Pribadi ini yang bukan hanya biasa, tetapi juga normal ini, dan bahkan taat sampai mati. Jika engkau sungguh menjadi saksi bagi Tuhan melalui ketaatan ini, berarti engkau telah diterima oleh Tuhan. Mampu taat sampai mati, tidak suka mengeluh di hadirat-Nya, tidak menghakimi, tidak memfitnah, tidak memiliki gagasan sendiri, dan tidak memiliki niat lain, melalui ini, Tuhan akan memperoleh kemuliaan. Ketaatan di depan seseorang yang biasa, yang dipandang rendah oleh manusia dan mampu taat sampai mati tanpa gagasan apa pun—inilah kesaksian yang sejati. Adapun realitas yang Tuhan tuntut untuk orang memasuki ialah bahwa engkau mampu menaati firman-Nya, mampu melakukan firman-Nya, mampu tunduk di hadirat Tuhan yang praktis dan mengenali kerusakanmu sendiri, mampu membuka hatimu di hadirat-Nya, dan pada akhirnya dapat diraih oleh-Nya melalui semua firman-Nya ini. Tuhan memperoleh kemuliaan ketika semua firman ini menaklukkan engkau dan membuat engkau sepenuhnya taat kepada-Nya; melalui firman ini, Ia mempermalukan Iblis dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

dari "Orang yang Bisa Taat Sepenuhnya Kepada Kepraktisan Tuhan Adalah Mereka yang Sungguh-Sungguh Mengasihi Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Tidak peduli bagaimana Tuhan memurnikanmu, engkau tetap penuh keyakinan dan tidak pernah kehilangan keyakinan dalam Tuhan. Engkau melakukan apa yang seharusnya manusia lakukan. Inilah yang diminta Tuhan dari manusia, dan hati manusia harus dapat kembali kepada-Nya secara penuh dan menghadap kepada-Nya setiap saat. Ini adalah seorang pemenang. Mereka yang disebut oleh Tuhan sebagai pemenang adalah mereka yang masih mampu bersaksi, mempertahankan keyakinan, dan pengabdian mereka kepada Tuhan saat dipengaruhi dan diserang oleh Iblis, yaitu, saat berada dalam kekuatan kegelapan. Jika engkau masih mampu menjaga kemurnian hati dan kasih tulusmu terhadap Tuhan apa pun yang terjadi, engkau memberikan kesaksian di hadapan Tuhan, dan ini apa yang disebut oleh Tuhan sebagai pemenang.

dari "Engkau Harus Mempertahankan Pengabdianmu kepada Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Dalam setiap tahap pekerjaan yang Tuhan lakukan di dalam diri orang, dari luar pekerjaan itu terlihat seperti interaksi antara orang-orang, seolah-olah lahir karena pengaturan manusia, atau muncul dari campur tangan manusia. Namun, di balik layar, setiap tahap pekerjaan, dan semua yang terjadi, adalah pertaruhan yang Iblis buat di hadapan Tuhan, dan orang-orang harus berdiri teguh dalam kesaksian mereka bagi Tuhan. Misalnya, ketika Ayub diuji: Di balik layar, Iblis bertaruh dengan Tuhan, dan yang terjadi kepada Ayub adalah perbuatan manusia, dan campur tangan manusia. Di balik setiap tahap yang Tuhan lakukan di dalam dirimu, terdapat pertaruhan antara Iblis dengan Tuhan—di balik semua itu ada pertempuran. Misalnya, jika engkau berprasangka terhadap saudara-saudarimu, tentu ada perkataan-perkataan yang ingin engkau ucapkan—perkataan yang engkau rasa mungkin jahat di mata Tuhan—tetapi engkau merasa sulit menahannya dalam hatimu, dan pada saat itu-lah, pertempuran mulai terjadi dalam dirimu: Apakah aku harus bicara atau tidak? Ini-lah pertempurannya. Jadi, dalam segala sesuatu selalu ada pertempuran. Ketika terjadi pertempuran dalam dirimu, berkat kerja samamu dan penderitaanmu yang nyata, Tuhan bekerja dalam dirimu. Pada akhirnya, di dalam dirimu, engkau mampu mengesampingkan masalahmu itu dan tentu saja kemarahanmu pun akan padam. Itu-lah dampak kerja samamu dengan Tuhan. Ada harga tertentu yang harus engkau bayar untuk segala upaya yang engkau lakukan. Tanpa adanya kesusahan yang nyata, engkau tidak dapat memuaskan Tuhan, bahkan jauh sekali dari memuaskan Tuhan, dan engkau hanya mengucapkan slogan kosong! Dapatkah slogan-slogan kosong tersebut memuaskan Tuhan? Ketika Tuhan dan Iblis bertempur di alam rohani, bagaimanakah seharusnya engkau memuaskan Tuhan, dan bagaimanakah cara agar engkau berdiri teguh dalam kesaksianmu bagi-Nya? Engkau harus tahu bahwa segala sesuatu yang terjadi kepadamu adalah sebuah ujian besar dan merupakan saat ketika Tuhan membutuhkan engkau untuk menjadi kesaksian. Dari luar, hal ini mungkin tidak terlihat seperti masalah besar, tetapi ketika terjadi, hal ini menunjukkan apakah engkau mengasihi Tuhan atau tidak. Jika engkau mengasihi-Nya, engkau akan mampu berdiri teguh dalam kesaksianmu bagi-Nya. Jika engkau belum menerapkan kasih-Nya, ini menunjukkan bahwa engkau bukan seseorang yang melakukan kebenaran, bahwa engkau tidak memiliki kebenaran, dan tidak memiliki hidup. Engkau hanyalah sekam! Segala sesuatu yang terjadi kepada orang-orang terlaksana saat Tuhan mengharuskan mereka untuk berdiri teguh dalam kesaksian mereka bagi Dia. Belum ada kejadian besar yang terjadi kepadamu saat ini, dan engkau tidak memiliki kesaksian yang besar, tetapi setiap detail kehidupanmu sehari-hari adalah kesaksian bagi Tuhan. Jika engkau dapat membuat saudara-saudari, anggota keluarga, dan semua orang di sekitarmu kagum, jika pada suatu hari orang yang tidak beriman datang, dan mengagumi semua hal yang engkau lakukan, dan melihat bahwa semua yang Tuhan lakukan ajaib, engkau telah menjadi kesaksian. Walaupun engkau tidak memiliki pengertian dan kualitasmu rendah, melalui penyempurnaan Tuhan atas dirimu, engkau akan mampu memuaskan hati-Nya dan memperhatikan kehendak-Nya. Orang lain akan melihat pekerjaan besar apa yang dapat Ia lakukan kepada orang-orang dengan kualitas terburuk. Orang-orang dibuat menjadi mengenal Tuhan, dan menjadi penakluk Iblis dan menjadi orang yang setia kepada Tuhan sampai tingkat tertentu. Jadi, tidak ada yang lebih pemberani daripada kelompok orang ini. Ini akan menjadi kesaksian terbesar.

dari "Hanya Mengasihi Tuhan-lah yang Berarti Sungguh-Sungguh Percaya kepada Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pada akhirnya, kesaksian apa yang akan engkau berikan? Engkau tinggal di tanah yang najis tetapi bisa menjadi kudus, dan tidak lagi najis dan cemar, engkau hidup di bawah wilayah kekuasaan Iblis tetapi melepaskan diri dari pengaruh Iblis, dan tidak dirasuki atau dilecehkan oleh Iblis, dan engkau hidup di tangan Yang Mahakuasa. Ini adalah kesaksian, dan bukti kemenangan dalam pertempuran melawan Iblis. Engkau dapat meninggalkan Iblis, apa yang engkau jalani tidak menunjukkan Iblis, tetapi menunjukkan apa yang Tuhan minta agar dicapai manusia ketika Dia menciptakan manusia: kemanusiaan yang biasa, rasionalitas yang biasa, wawasan yang biasa, tekad yang biasa untuk mencintai Tuhan, dan kesetiaan kepada Tuhan. Ini adalah kesaksian yang diberikan oleh makhluk Tuhan. Engkau berkata: "Kita hidup di tanah yang najis, tetapi karena perlindungan Tuhan, karena kepemimpinan-Nya, dan karena Dia telah menaklukkan kita, kita telah melepaskan diri dari pengaruh Iblis. Bahwa kita bisa taat hari ini juga merupakan efek dari ditaklukkan oleh Tuhan, dan itu bukan karena kita baik, atau karena kita secara alami mencintai Tuhan. Itu karena Tuhan memilih kita, dan menakdirkan kita, bahwa kita telah ditaklukkan hari ini, dapat memberikan kesaksian kepada-Nya, dan dapat melayani Dia; demikian juga, itu karena Dia memilih kita, dan melindungi kita, sehingga kita telah diselamatkan dan dibebaskan dari wilayah kekuasaan Iblis, dan dapat meninggalkan najis dan disucikan di dalam bangsa naga merah yang sangat besar." Selain itu, apa yang engkau jalani secara jasmaniah akan menunjukkan bahwa engkau memiliki kemanusiaan yang biasa, ada rasionalitas terhadap apa yang engkau katakan, dan engkau menyerupai manusia normal. … Jika orang melihat engkau semua dan berkata: "Meskipun Tuhan berkata engkau adalah keturunan Moab, apa yang engkau menghidupi telah membuktikan bahwa engkau telah meninggalkan pengaruh Iblis; meskipun pengaruh itu masih ada di dalam dirimu, engkau dapat meninggalkannya," maka ini menunjukkan bahwa engkau telah benar-benar ditaklukkan. Engkau yang telah ditaklukkan dan diselamatkan akan berkata, "Memang benar bahwa kita adalah keturunan Moab, tetapi kita telah diselamatkan oleh Tuhan, dan meskipun keturunan Moab dahulunya dilupakan dan dikutuk, dan diasingkan di antara orang bukan Yahudi oleh orang Israel, hari ini Tuhan telah menyelamatkan kita. Memang benar bahwa kita adalah orang yang paling rusak dari semua orang—ini ditetapkan oleh Tuhan, ini adalah fakta, dan itu tidak dapat disangkal oleh semua orang. Tetapi hari ini kita telah lepas dari pengaruh itu. Kita membenci leluhur kita, kita bersedia untuk berpaling dari leluhur kita, untuk benar-benar meninggalkannya dan mematuhi semua ketentuan Tuhan, bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan dan melaksanakan apa yang diwajibkan-Nya atas kita, dan memenuhi kehendak Tuhan. Moab mengkhianati Tuhan, dia tidak bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan, dan dia dibenci oleh Tuhan. Tetapi kita harus peduli pada hati Tuhan, dan hari ini, karena kita memahami kehendak Tuhan, kita tidak mungkin mengkhianati Tuhan, dan harus meninggalkan nenek moyang kita!"

dari "Kebenaran Di Balik Pekerjaan Penaklukan (2)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Begitu Tuhan menjadi kehidupan di dalam diri manusia, mereka menjadi tidak sanggup meninggalkan Tuhan. Bukankah ini perbuatan Tuhan? Tidak ada kesaksian yang lebih hebat! Tuhan telah bekerja sampai titik tertentu; Dia telah memerintahkan kepada manusia agar melakukan pelayanan, dan dihajar atau mati, dan mereka tidak mundur, yang menunjukkan bahwa mereka telah ditaklukkan oleh Tuhan. Orang yang memiliki kebenaran adalah mereka, yang dalam pengalaman nyata, dapat berkukuh dalam kesaksian mereka, berteguh dalam pendapat mereka, berdiri di pihak Tuhan, pantang mundur, dan yang dapat memiliki hubungan normal dengan orang-orang yang mengasihi Tuhan. Ketika banyak hal terjadi pada mereka, dapat sepenuhnya mematuhi Tuhan, dan dapat menaati Dia sampai mati. Pengamalan dan pewahyuanmu dalam kehidupan nyata adalah kesaksian akan Tuhan, yaitu cara hidup manusia dan kesaksian akan Tuhan, dan inilah sesungguhnya menikmati kasih Tuhan; ketika engkau telah mengalami sampai titik ini, dampak ini seharusnya akan sudah telah tercapai. Engkau memiliki kehidupan nyatacara hidup yang nyata dan setiap tindakanmu dipandang dengan kekaguman oleh orang lain. Penampilanmu biasa-biasa saja, tetapi engkau menjalani kehidupan yang sangat saleh, dan ketika engkau menyampaikan firman Tuhan, engkau dituntun dan diterangi oleh-Nya. Engkau dapat memberitakan kehendak Tuhan melalui perkataanmu, menyampaikan kenyataan, dan mengerti banyak tentang melayani dalam roh. Engkau jujur dalam tutur katamu, terhormat dan tulus ikhlas, tidak konfrontatif dan sopan, mampu mematuhi pengaturan Tuhan dan berdiri teguh dalam kesaksianmu ketika banyak hal menimpamu, tetap tenang dan sabar tanpa peduli apa pun yang engkau hadapi. Orang semacam ini benar-benar telah menyaksikan kasih Tuhan. Beberapa orang masih muda, tetapi mereka bertindak seperti orang setengah baya; mereka dewasa, memiliki kebenaran, dan dikagumi oleh orang lain—dan inilah orang-orang yang memiliki kesaksian, dan merupakan manifestasi dari Tuhan. Artinya, ketika mereka telah mengalami sampai titik tertentu, di dalam diri mereka akan memiliki wawasan ke arah Tuhan, dan dengan demikian watak lahiriah mereka juga akan stabil.

dari "Mereka yang Mengasihi Tuhan akan Selamanya Hidup dalam Terang-Nya" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelumnya:Apakah hanya menikmati kasih karunia Tuhan bisa dibilang kesaksian sejati mengenai iman kepada Tuhan?

Selanjutnya:Mengapa pemerintah Komunis Tiongkok dengan keras menganiaya, menindas dan merazia Tuhan Yang Mahakuasa dan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa?

Anda Mungkin Juga Menyukai