Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Yang Jahat Harus Dihukum

Memeriksa kembali apakah engkau mempraktikkan kebenaran dalam segala hal yang kaulakukan, serta apakah setiap tindakan yang kaulakukan berada dalam pengawasan Tuhan, merupakan prinsip-prinsip perilaku setiap orang yang percaya kepada Tuhan. Engkau akan disebut orang benar karena sanggup menyenangkan hati Tuhan, dan karena engkau telah menerima pemeliharaan dan perlindungan Tuhan. Di mata Tuhan, semua orang yang menerima pemeliharaan, perlindungan, dan proses penyempurnaan-Nya, yaitu mereka yang telah menjadi umat yang diperoleh-Nya, adalah orang-orang benar, dan Tuhan memandang mereka dengan hati yang senang. Semakin engkau menerima Firman Tuhan dalam setiap situasi dan kondisi yang terjadi, semakin sanggup pula engkau menerima dan memahami kehendak Tuhan, dan dengan demikian semakin mampu pulalah engkau hidup menurut Firman Tuhan dan memenuhi keinginan-Nya. Inilah tanggung jawab yang Tuhan berikan, dan inilah yang harus engkau capai. Jika engkau menggunakan konsep-konsep yang ada untuk mengukur dan menggambarkan diri Tuhan, seolah-olah Tuhan adalah patung tanah liat yang tidak berubah bentuknya, dan jika engkau membatasi Tuhan dengan isi Alkitab, lalu menempatkan Dia dalam suatu lingkup kerja yang terbatas, ini membuktikan bahwa engkau telah menghakimi Tuhan. Karena hal inilah, orang Yahudi di zaman Perjanjian Lama memosisikan Tuhan dalam bentuk berhala, seolah-olah Tuhan hanya bisa disebut Mesias, dan Tuhan hanyalah Dia yang disebut Mesias itu; lalu karena mereka melayani dan menyembah Tuhan bagaikan patung tanah liat (yang mati), mereka akhirnya memakukan Yesus saat itu di kayu salib, menjatuhkan hukuman mati kepada-Nya, menghakimi Yesus yang tidak bersalah itu sampai mati. Tuhan sama sekali tidak berbuat kejahatan, tetapi manusia terus menuntut Tuhan dan tanpa ragu menjatuhkan hukuman mati kepada-Nya. Demikianlah, Yesus pun disalibkan. Manusia selalu yakin bahwa Tuhan tidak pernah berubah, dan manusia mendefinisikan Tuhan menurut Alkitab, seolah-olah manusia telah memahami seluruh pengelolaan yang dikerjakan oleh Tuhan, seolah-olah segala sesuatu yang Tuhan lakukan tergantung pada manusia. Kekonyolan manusia telah menjadi terlalu ekstrem, mereka dikuasai oleh kesombongan yang terlalu berlebihan, dan mereka semua suka bersilat lidah dengan berbagai dalih. Padahal, terlepas dari seberapa luas pun pengetahuanmu tentang Tuhan, Aku tetap berkata bahwa engkau tidak mengenal Dia, bahwa tidak ada orang lain yang lebih menentang Tuhan daripada engkau, dan bahwa engkau telah menghakimi Tuhan, karena engkau sepenuhnya tidak sanggup menaati pekerjaan Tuhan ataupun menjalani proses penyempurnaan-Nya. Mengapa Tuhan tidak pernah puas melihat tindakan manusia? Karena manusia tidak mengenal Tuhan, karena manusia mempunyai begitu banyak konsep pemahamannya sendiri, dan karena, bukannya mengikuti kenyataan, justru mempertahankan seluruh pengetahuannya akan Tuhan yang bersumber dari dasar pemahaman yang usang, kaku, dan bebal. Itulah sebabnya, jika Tuhan turun ke bumi di masa sekarang, Dia tentu akan dipakukan sekali lagi di kayu salib oleh manusia. Betapa kejam dan brutalnya manusia! Intrik dan skenario licik, benturan satu sama lain, usaha-usaha untuk meraih reputasi dan kekayaan, saling membantai – kapankah semuanya ini akan berakhir? Tuhan telah berfirman hingga ratusan ribu kata, tetapi tetap saja tidak ada yang mengerti. Manusia tetap saja membela kepentingan keluarga, anak-anak, karier, status, kebanggaan diri, dan uang mereka, juga demi pakaian, makanan, dan kedagingan mereka – adakah yang benar-benar hidup membela kepentingan Tuhan? Kalaupun ada yang segala tindakannya membela kepentingan Tuhan, hanya sangat sedikit di antara mereka itu yang mengenal Tuhan. Berapa banyak yang sungguh-sungguh tidak membela kepentingan diri mereka sendiri? Berapa banyak yang tidak menindas dan mendiskriminasi sesamanya demi berusaha mempertahankan status mereka sendiri? Dengan demikian, Tuhan telah dipaksa menerima penghakiman berupa hukuman mati berulang-ulang kali, dengan hakim-hakim manusia yang barbar yang tak terhitung jumlahnya, yang menjatuhkan hukuman mati dan kembali memakukan Dia di kayu salib. Berapa banyak manusia yang bisa disebut orang benar karena mereka benar-benar membela kepentingan Tuhan?

Di hadapan Tuhan, sedemikian mudahkah kita disempurnakan menjadi orang kudus atau orang benar? Benarlah bahwa "tidak ada orang benar di bumi ini, semua orang benar tidak berada di dunia ini". Ketika engkau datang ke hadapan Tuhan, perhatikan kembali apa yang kau kenakan, perhatikan kembali setiap kata dan tindakanmu, segala pikiran dan gagasanmu dan bahkan mimpi-mimpi yang engkau impikan setiap hari – bukankah semuanya itu adalah untuk kepentinganmu sendiri? Bukankah inilah urusan yang sebenarnya di balik semuanya itu? "Kebenaran" bukan berarti bersedekah, atau mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri, atau tidak berkelahi, bertengkar, merampok, atau mencuri. Kebenaran berarti menerima tanggung jawab dari Tuhan sebagai kewajibanmu dan menaati segala pengaturan dan rancangan Tuhan sebagai penugasan langsung dari surga, kapan pun dan di mana pun, sama seperti segala yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Inilah kebenaran yang dimaksud oleh Tuhan. Lot seharusnya dapat disebut orang benar karena dia menyelamatkan dua malaikat yang diutus Tuhan tanpa memedulikan untung-ruginya bagi dirinya sendiri; tindakan yang dilakukannya saat itu bisa disebut tindakan yang benar, tetapi dia sendiri tidak bisa disebut orang benar. Seberapa baik pun tindakan-tindakanmu, seberapa pun engkau terlihat memuliakan nama Tuhan, tidak menyakiti atau mengutuk sesama, tidak merampok dan merampas dari sesama, engkau tetap tidak bisa disebut orang benar, karena semua tindakan yang baik itu bisa dilakukan oleh manusia mana pun yang normal. Hari ini, masalahnya adalah engkau tidak mengenal Tuhan. Yang bisa dipastikan tentang dirimu hari ini adalah bahwa engkau memiliki ciri kemanusiaan yang normal, tetapi engkau tidak memiliki pemahaman akan kebenaran sesuai yang Tuhan maksudkan, dan dengan demikian apa pun yang engkau lakukan tidak membuktikan pengenalanmu akan Tuhan.

Sebelumnya, ketika Tuhan berdiam di surga, manusia berusaha menipu Tuhan dengan tindakan-tindakan mereka; saat ini, Tuhan telah turun dan berdiam di tengah-tengah manusia – tidak ada seorang pun yang tahu sampai berapa lama lagi – tetapi manusia masih saja bergerak menentang Tuhan dan berusaha menipu Tuhan. Bukankah ini berarti manusia sudah berpikir mundur? Ini sama seperti Yudas. Sebelum Yesus datang, Yudas berbohong kepada saudara-saudarinya, dan setelah Yesus datang dia tetap tidak berubah; dia sama sekali tidak memiliki pengenalan akan Yesus, dan pada akhirnya dia mengkhianati Yesus. Bukankah ini adalah karena dia tidak mengenal Tuhan? Jika hari ini engkau masih tidak mengenal Tuhan, engkau akan menjadi seperti Yudas, dan tragedi penyaliban Yesus di Zaman Kasih Karunia ribuan tahun lalu akan terjadi lagi. Percayakah engkau dengan hal ini? Inilah faktanya! Hari ini, kebanyakan orang berada dalam situasi ini – memang mungkin saja Aku menyatakan hal ini sedikit terlalu cepat – dan orang-orang ini memainkan peran sebagai Yudas. Aku terpaksa mengatakan hal ini dengan rasa sedih, tetapi inilah faktanya – dan engkau harus percaya. Meskipun banyak orang berpura-pura rendah hati, jauh di dalam hati mereka air itu telah berhenti mengalir dan menjadi busuk. Sekarang ini, terlalu banyak orang di gereja yang berada dalam kondisi seperti ini. Engkau berpikir Aku tidak tahu apa-apa? Apakah menurutmu Aku sama sekali tidak mengerti pikiran-pikiran licik dan hal-hal yang tersembunyi di dalam hatimu? Apakah Tuhan semudah itu ditipu? Apakah menurutmu engkau bisa memperlakukan Tuhan seenaknya saja sesuai keinginanmu? Di masa yang lalu, Aku mengkhawatirkan kondisimu yang terbelenggu, sehingga Aku terus memberikan keleluasaan kepadamu, tetapi tidak seorang pun menyadari bahwa Aku sedang berlaku baik. Aku memberikan banyak hal tetapi mereka semua merampas lebih dari yang Kuberikan. Tanyakan saja di antaramu sekalian: hampir tidak ada orang yang telah Kutegur langsung dan Aku selama ini menunda untuk menghukum manusia – padahal Aku sangat jelas mengetahui motivasi dan konsep-konsep dalam diri manusia. Apakah menurutmu Tuhan, yang tentang diri-Nya sendiri Dia bersaksi itu, bodoh? Jika engkau berpikir demikian, Aku harus berkata bahwa engkau terlalu buta. Aku tidak akan menghakimimu terlalu jauh, tetapi mari kita lihat saja betapa jahatnya dirimu. Lihat saja apakah tipuan-tipuanmu berhasil menyelamatkan dirimu, atau usaha terbaikmu untuk mengasihi Tuhan berhasil menyelamatkan dirimu. Hari ini, Aku tidak akan menghakimimu; mari kita nantikan waktu Tuhan sendiri, dan kita lihat saja bagaimana Dia akan membalasmu. Aku tidak mempunyai cukup waktu untuk beromong kosong denganmu sekarang, dan Aku tidak bersedia menunda pekerjaan-Ku yang lebih besar demi kepentinganmu. Belatung sepertimu tidak layak untuk Tuhan meluangkan waktu-Nya mengurusi dirimu—jadi kita lihat saja seberapa jauh engkau akan memuaskan dirimu. Orang-orang seperti ini sama sekali tidak mengejar pengenalan akan Tuhan, dan mereka tidak memiliki kasih sama sekali kepada Tuhan, tetapi tetap saja ingin disebut sebagai orang benar oleh Tuhan—bukankah ini menggelikan? Namun karena masih ada sedikit manusia yang memang jujur, Aku akan masih peduli dan tetap memberikan kehidupan saja kepada manusia. Aku akan menyelesaikan hanya yang memang perlu kulakukan hari ini, dan kelak, pembalasan akan diturunkan atas setiap orang menurut perilaku mereka. Aku telah menyampaikan apa yang harus Kukatakan, karena inilah bagian pekerjaan-Ku. Aku melakukan apa yang menjadi bagian pekerjaan-Ku, bukan apa yang tidak perlu Kukerjakan, tetapi Aku masih berharap bahwa engkau mengambil waktu untuk merenung: Seberapa banyak sebenarnya dari pengenalanmu akan Tuhan itu yang benar? Apakah engkau adalah salah satu orang yang telah sekali lagi memakukan Tuhan di kayu salib? Yang terakhir, inilah perkataan-Ku: Celakalah mereka yang menyalibkan Tuhan.

Sebelumnya:Membangun Hubungan yang Tepat Dengan Tuhan Sangat Penting

Selanjutnya:Kehidupan Rohani yang Normal Memimpin Orang Menuju Jalan yang Benar

Anda Mungkin Juga Menyukai