Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Perkataan Kesembilan

Karena engkau adalah salah satu dari kaum keluarga-Ku, dan karena engkau setia terhadap kerajaan-Ku, semua yang engkau lakukan harus memenuhi standar yang Kukehendaki. Aku tidak menghendaki engkau sekadar menjadi awan yang berjalan, tetapi agar engkau menjadi salju yang berkilau, memiliki substansinya dan terlebih lagi memiliki nilainya. Karena Aku berasal dari tanah yang kudus, tidak seperti teratai, yang hanya memiliki nama tetapi tidak memiliki substansi karena ia berasal dari lumpur dan bukan tanah yang kudus. Ketika surga yang baru turun ke bumi dan bumi yang baru membentang di langit, pada saat itu jugalah Aku secara sah melakukan pekerjaan di antara manusia. Siapakah di antara manusia yang mengenal Aku? Siapakah yang melihat saat kedatangan-Ku? Siapakah yang telah mengetahui bahwa Aku tidak hanya memiliki nama, tetapi lebih dari itu, Aku juga memiliki substansi? Aku menyapu awan putih dengan tangan-Ku dan mengamati langit dengan teliti; di langit, tidak ada yang tidak diatur oleh tangan-Ku, dan di bawah langit, tidak ada seorang pun yang tidak menyumbangkan upaya kecilnya sendiri demi pencapaian perbuatan-Ku yang besar. Aku tidak mengajukan tuntutan yang berat kepada manusia di bumi, karena Aku selalu merupakan Tuhan yang praktis, dan karena Aku adalah Yang Mahakuasa yang menciptakan manusia dan mengenal manusia dengan baik. Semua orang berada di hadapan mata Yang Mahakuasa. Bagaimana mungkin orang-orang yang berada di sudut-sudut terpencil bumi sekalipun terhindar dari pengawasan Roh-Ku? Meskipun manusia mengenal Roh-Ku, ia juga menyinggung Roh-Ku. Firman-Ku menyingkapkan raut wajah yang buruk rupa dari semua manusia, dan menyingkapkan pikiran terdalam dari semua manusia, serta membuat seluruh dunia menjadi terang oleh cahaya-Ku dan jatuh di bawah pengawasan-Ku yang cermat. Tetapi meskipun manusia terjatuh, hatinya tidak berani menyimpang jauh dari-Ku. Di antara semua makhluk, siapakah yang tidak mengasihi-Ku karena perbuatan-Ku? Siapakah yang tidak merindukan-Ku sebagai akibat dari firman-Ku? Pada diri siapakah tidak timbul rasa pengabdian karena kasih-Ku? Hanya karena pengrusakan Iblislah, manusia tidak dapat mencapai kerajaan seperti yang Kukehendaki. Bahkan standar terendah yang Kukehendaki menimbulkan perasaan waswas dalam dirinya, belum lagi pada masa kini, zaman di mana Iblis merajalela dan sangat sewenang-wenang, atau saat ketika manusia telah sedemikian rupa diinjak-injak oleh Iblis sehingga seluruh tubuhnya berlumuran dengan kenajisan. Kapankah kegagalan manusia untuk memedulikan hati-Ku sebagai akibat dari kebejatannya tidak menyebabkan kesedihan-Ku? Mungkinkah Aku mengasihani Iblis? Mungkinkah Aku salah dalam kasih-Ku? Ketika manusia tidak menaati-Ku, hati-Ku diam-diam menangis; ketika manusia menentang-Ku, Aku menghajarnya; ketika manusia diselamatkan oleh-Ku dan dibangkitkan dari kematian, Aku menyediakan makanan baginya dengan sangat teliti; ketika manusia menaati-Ku, hati-Ku tenang dan Aku segera merasakan perubahan besar dalam segala perkara di surga dan di bumi; ketika manusia memuji-Ku, bagaimana mungkin Aku tidak menikmatinya? Ketika manusia bersaksi bagi-Ku dan dimiliki oleh-Ku, bagaimana mungkin Aku tidak dimuliakan? Mungkinkah segala sesuatu yang dilakukan manusia tidak diatur dan disediakan oleh-Ku? Ketika Aku tidak memberikan petunjuk, manusia bersantai dan berdiam diri, dan, di belakang punggung-Ku, mereka terlibat dalam transaksi kotor yang "terpuji" itu. Apakah engkau pikir rupa manusia, yang Kukenakan pada diri-Ku sendiri, tidak mengetahui apa pun tentang perbuatanmu, perilakumu, dan perkataanmu? Telah bertahun-tahun Aku menahan angin dan hujan, begitu pula Aku telah mengalami kepahitan dunia manusia, namun ketika direnungkan lebih dalam, tidak ada penderitaan sebesarapa pun yang dapat membuat manusia berwujud daging kehilangan harapan terhadap-Ku, terlebih lagi, tidak ada kemanisan apa pun yang dapat membuat manusia berwujud daging menjadi dingin, putus asa, atau meremehkan-Ku. Apakah kasih manusia untuk-Ku benar-benar terbatas pada ketiadaan kepedihan atau ketiadaan manisnya hidup?

Pada masa kini, Aku mengambil rupa sebagai manusia dan telah mulai secara sah melaksanakan pekerjaan yang harus Kulakukan, tetapi meskipun manusia takut akan suara Roh-Ku, ia tidak menaati substansi Roh-Ku. Aku tidak perlu menguraikan mengenai betapa sulitnya bagi manusia untuk mengenal Aku yang mengambil rupa sebagai manusia dalam Firman-Ku. Seperti telah Kukatakan sebelumnya, tuntutan-Ku tidak tinggi, dan engkau semua tidak perlu mencapai pengenalan yang sepenuhnya tentang Aku (karena kualitas manusia kurang; inilah yang menjadi sifatnya, dan keadaan yang dicapainya tidak mampu menggantikan hal ini). Engkau semua hanya perlu mengetahui semua perkara yang dilakukan dan dikatakan oleh-Ku dalam rupa manusia. Karena tuntutan-Ku tidak tinggi, adalah harapan-Ku agar engkau semua dapat mengetahuinya, dan engkau semua dapat mencapainya. Engkau semua harus membebaskan dirimu dari kenajisanmu di dunia yang kotor ini, harus berjuang untuk membuat kemajuan dalam keluarga kaisar yang terbelakang ini, dan tidak boleh memberi kelonggaran pada dirimu. Engkau tidak boleh sedikit pun bersikap lunak terhadap dirimu sendiri: Engkau perlu mencurahkan banyak waktu dan upaya untuk mengetahui apa yang Kuucapkan dalam satu hari, dan pengetahuan akan satu kalimat saja yang diucapkan oleh-Ku bernilai untuk dijalani sepanjang hidup. Firman yang Kuucapkan tidaklah samar dan abstrak, firman itu bukan omong kosong. Banyak orang berharap untuk memperoleh firman-Ku, tetapi Aku tidak memedulikan mereka; banyak orang merindukan kebesaran-Ku, tetapi Aku tidak memberi mereka sedikit pun; banyak orang ingin melihat wajah-Ku, tetapi Aku selalu menyembunyikannya; banyak orang mendengarkan suara-Ku dengan saksama, tetapi Aku menutup mata-Ku dan mencondongkan kepala-Ku ke belakang, tidak tergerak oleh kerinduan mereka; banyak orang takut akan suara-Ku, tetapi firman-Ku selalu menyerang mereka; banyak orang takut melihat wajah-Ku, tetapi Aku dengan sengaja menampakkan diri untuk menjatuhkan mereka. Manusia belum pernah benar-benar melihat wajah-Ku dan belum pernah benar-benar mendengar suara-Ku, karena ia belum pernah sungguh-sungguh mengenal-Ku. Meskipun manusia dipukul oleh-Ku, meskipun ia meninggalkan-Ku, meskipun ia dihajar oleh tangan-Ku, ia tetap tidak mengetahui apakah semua yang dilakukannya benar-benar berkenan di hati-Ku, dan tetap tidak mengetahui kepada siapa hati-Ku dinyatakan. Sejak penciptaan dunia hingga saat ini, tidak seorang pun pernah benar-benar mengenal-Ku, atau benar-benar melihat-Ku, dan meskipun Aku telah mengambil rupa sebagai manusia pada masa kini, engkau semua tetap tidak mengenal-Ku. Bukankah ini sebuah kenyataan? Pernahkah engkau melihat bahkan sedikit saja tindakan dan watak-Ku dalam rupa manusia?

Langit adalah tempat pembaringan-Ku, dan di bawah langit tempat-Ku beristirahat. Aku memiliki tempat tinggal, dan ada saatnya Aku menunjukkan kekuatan-Ku. Jika Aku tidak berada di bumi, jika Aku tidak menyembunyikan diri-Ku sendiri dalam rupa manusia, dan jika Aku tidak rendah hati dan tersembunyi, tidakkah langit dan bumi telah berubah sejak lama? Tidakkah engkau semua, orang-orang kepunyaan-Ku, sudah akan digunakan oleh-Ku? Namun ada hikmat dalam tindakan-Ku, dan meskipun Aku sepenuhnya sadar akan tipu daya manusia, Aku tidak mengikuti perbuatan yang dicontohkannya, tetapi sebaliknya menukarnya dengan hal lain. Hikmat-Ku di alam roh tiada habisnya, sementara hikmat-Ku dalam rupa manusia bersifat kekal. Tidakkah ini benar-benar saatnya perbuatan-Ku dinyatakan dengan jelas? Aku telah memaafkan dan mengampuni manusia berulang kali, sampai pada masa kini, di Zaman Kerajaan. Bisakah Aku benar-benar menunda waktu-Ku lebih lama lagi? Meskipun Aku telah sedikit lebih bermurah hati kepada manusia yang rapuh, setelah pekerjaan-Ku selesai, masih bisakah Aku menyulitkan diri-Ku sendiri dengan melakukan pekerjaan yang lama? Bisakah Aku secara sadar membiarkan Iblis mendakwa? Aku tidak menghendaki manusia untuk melakukan apa pun kecuali menerima realitas dari Firman-Ku dan makna yang semula dari firman-Ku. Meskipun Firman-Ku sederhana, pada hakikatnya firman itu rumit, karena engkau semua terlalu kecil, dan telah sangat mati rasa. Ketika Aku menyingkapkan misteri-Ku secara langsung dan menjelaskan kehendak-Ku dalam rupa manusia, engkau semua tidak memperhatikan; engkau semua mendengar suara-Ku, tetapi tidak memahami artinya. Aku diliputi kesedihan. Meskipun Aku dalam rupa manusia, Aku tidak dapat melakukan pekerjaan pelayanan dalam rupa manusia.

Siapakah yang melalui firman dan tindakan-Ku telah mengetahui perbuatan-Ku dalam rupa manusia? Ketika Aku mengungkapkan misteri-Ku secara tertulis, atau mengucapkannya dengan keras, seluruh manusia tertegun, mereka menutup mata mereka dalam keheningan. Mengapa apa yang Kukatakan tidak dapat dimengerti oleh manusia? Mengapa firman-Ku tidak dapat dimengerti olehnya? Mengapa ia buta terhadap perbuatan-Ku? Siapakah yang dapat melihat-Ku dan tidak pernah melupakannya? Siapakah yang dapat mendengar suara-Ku dan tidak membiarkannya melewati mereka? Siapakah yang dapat merasakan kehendak-Ku dan menyenangkan hati-Ku? Aku hidup dan bergerak di antara manusia, Aku telah datang untuk mengalami kehidupan mereka, dan meskipun Aku merasa bahwa semuanya baik setelah Aku menciptakannya bagi manusia, Aku tidak bersukacita atas kehidupan di antara manusia, dan Aku tidak menjadi gembira oleh kebahagiaan di antara manusia. Aku tidak membenci dan menolak manusia, tetapi Aku juga tidak mudah terharu olehnya—karena ia tidak mengenal-Ku, sulit untuk melihat wajah-Ku dalam kegelapan, sulit mendengarkan suara-Ku, dan tidak dapat mengenali Firman-Ku di tengah kebisingan. Jadi, secara dangkal, segala perkara yang engkau semua lakukan merupakan ketaatan kepada-Ku, tetapi dalam hatimu, engkau semua masih tidak taat kepada-Ku. Seluruh sifat lama umat manusia, dapat dikatakan, adalah seperti ini. Siapakah yang terkecuali? Siapakah yang tidak termasuk salah satu sasaran hajaran-Ku? Tetapi siapakah yang tidak hidup dalam toleransi-Ku? Jika manusia dihancurkan oleh murka-Ku, lalu apa makna dari penciptaan langit dan bumi oleh-Ku? Aku telah memperingatkan banyak orang, dan menasihati banyak orang, dan secara terbuka menghakimi banyak orang—tidakkah ini jauh lebih baik daripada menghancurkan manusia secara langsung? Tujuan-Ku bukanlah untuk membunuh manusia, tetapi untuk membuatnya mengetahui semua perbuatan-Ku di tengah penghakiman-Ku. Ketika engkau semua naik dari dalam jurang maut, artinya, ketika engkau semua terbebas dari penghakiman-Ku, pertimbangan dan rencana pribadimu akan lenyap, dan semua orang akan rindu untuk memuaskan-Ku. Dan dalam hal ini, bukankah Aku telah mencapai tujuan-Ku?

1 Maret 1992

Sebelumnya:Perkataan Kedelapan

Selanjutnya:Perkataan Kesepuluh

Anda Mungkin Juga Menyukai