Wajah Asli Seorang Pendeta

21 Februari 2021

Aku benar-benar memandang tinggi Pendeta Li di gereja lamaku. Dia tinggalkan keluarga dan karirnya serta bepergian ke mana-mana untuk bekerja bagi Tuhan. Aku berpikir dia sangat setia dan seorang pelayan yang baik. Aku membantu pengeluaran transportasinya dan suamiku dan aku mengantarnya ke banyak tempat di mana dia membagikan Injil. Aku juga beri persepuluhan dari penghasilanku kepadanya. Dia tinggal bersama kami setiap kali datang mengunjungi gereja dan setiap malam dia mendiskusikan Alkitab dan berdoa bersama kami setiap ada waktu. Dia berikan berkatnya pada kami dan dia sudah seperti anggota keluarga kami. Ketika itu aku merasa Tuhan pasti setuju aku mengikuti Pendeta Li dalam imanku, dan aku tak mungkin salah. Namun kemudian aku menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman dan perlahan mulai melihat wajah aslinya dengan fakta yang terungkap sendiri.

Lima tahun lalu, aku sangat beruntung mendengar Injil kerajaan Tuhan Yang Mahakuasa. Aku mengenali suara Tuhan dalam firman Tuhan Yang Mahakuasa dan bertekad bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang kembali yang telah lama aku harapkan. Seluruh keluarga kami dengan bahagia menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman. Aku ingin sekali membagi kabar luar biasa ini kepada Pendeta Li, berpikir betapa luar biasanya jika dia juga menerima pekerjaan Tuhan di akhir zaman, dan memimpin semua orang dalam jejak langkah Anak Domba. Namun kemudian aku ingat sudah sering kali dia mengatakan kepada kami jangan menyelidiki Kilat Dari Timur atau berurusan dengan anggota Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Dia selalu bilang bahwa Tuhan akan kembali di atas awan dan kesaksian bahwa Dia akan kembali dalam rupa manusia itu benar-benar salah. Dan dia bilang, "Jangan pernah terima apa pun yang tidak menyatakan Tuhan Yesus kembali di atas awan." Ini membuatku khawatir. Apa dia akan menerima Injil itu jika aku membagikannya padanya? Namun kemudian aku berpikir sebaliknya: Dia orang percaya yang sudah lama dan pekerja keras. Tentunya dia menantikan kedatangan kembali Tuhan? Aku rasa dia akan mengenali suara Tuhan jika aku bacara firman Tuhan Yang Mahakuasa kepadanya.

Sebulan kemudian, Pendeta Li tinggal bersama kami dan aku bilang padanya, "Pendeta Li, aku memperoleh pemahaman baru mengenai nubuat tentang kedatangan Tuhan kembali. Lukas 17:24-25 berbunyi, 'Karena sama seperti kilat yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini.' Dan Matius 24:27 berbunyi, 'Karena sama seperti kilat datang dari arah timur dan bersinar ke arah barat, demikianlah kedatangan Anak Manusia kelak.' Ayat ini menyebutkan dengan jelas kedatangan Anak Manusia. Ini menunjukkan bahwa Tuhan akan kembali di akhir zaman untuk muncul dan bekerja sebagai Anak Manusia. Anak Manusia itu terlahir sebagai manusia dan memiliki kemanusiaan yang normal. Itu adalah referensi Tuhan dalam rupa manusia. Roh Tuhan atau pun tubuh spiritual takkan disebut 'Anak Manusia.' 'Kedatangan Anak Manusia' mengacu pada Tuhan yang kembali di akhir zaman dalam daging untuk bekerja." Dalam persekutuanku ketika itu aku pikir Pendeta Li akan memiliki pemikiran yang sama denganku, atau ingin mengetahui lebih tentang itu, tetapi secara mengejutkan dia justru membungkamku. Dia bilang, 'Itu tidak mungkin! Kitab Wahyu dengan jelas menubuatkan, 'Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia: dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia' (Wahyu 1:7). Tuhan akan datang di atas awan agar semua orang melihat. Bagaimana mungkin Dia datang dalam daging?" Aku menjawab, "Pendeta Li, itu bukan satu-satunya nubuat alkitabiah tentang kedatangan-Nya. Ada banyak nubuat bahwa dia akan datang dalam daging, secara diam-diam. Contohnya, 'Dan pada tengah malam terdengar teriakan, "Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya"' (Matius 25:6). 'Lihatlah, Aku datang bagaikan pencuri' (Wahyu 16:15). Ada juga kitab Wahyu 3:20: 'Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku.' Di sini disebutkan 'Dan pada tengah malam terdengar teriakan,' 'Aku datang bagaikan pencuri,' dan 'Aku berdiri di pintu dan mengetuk.' Semua ini menyebutkan bahwa Dia akan datang diam-diam, secara rahasia. Bersama dengan ayat-ayat tentang Dia datang sebagai Anak Manusia, kita bisa melihat bahwa ketika Tuhan datang kembali di akhir zaman, Dia akan datang dalam daging, secara rahasia sebagai Anak Manusia. Jika dia datang secara terbuka agar semua orang melihat, kenapa orang-orang berteriak 'lihatlah, mempelai laki-laki datang'? Jika Tuhan datang di atas awan, kenapa dia harus mengetuk pintu? Jika Dia datang menaiki awan dan bukan dengan cara lain, bagaimana nubuat kedatangan Tuhan secara diam-diam ini terpenuhi? Sudah jelas Dia akan datang dalam dua tahap. Pertama Dia datang secara diam-diam dalam daging kemudian Dia muncul secara terbuka di atas awan. Kemunculan dan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman memenuhi nubuat tentang Tuhan datang secara diam-diam." Begitu aku mengatakan itu, ekspresi Pendeta Li berubah secara drastis. Dengan marah dia menyelaku, dengan berkata, "Kau sudah bergabung dengan Kilat Dari Timur, bukan?" Dengan jujur aku katakan, Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang kembali. Sudah lama Dia datang diantara manusia secara diam-diam dalam rupa manusia. Dia mengungkapkan jutaan firman dan melakukan pekerjaan penghakiman dimulai dari rumah Tuhan untuk mensucikan dan menyelamatkan manusia. Pekerjaan Tuhan diam-diam semakin dekat dan Dia telah membuat sekelompok para pemenang di Tiongkok. Bencana besar itu akan segera tiba dan Tuhan akan melihat tindakan manusia untuk memberi pahala dan menghukum yang jahat. Setelah itu, Dia akan muncul di hadapan seluruh bangsa dan seluruh manusia dengan menaiki awan. Di saat itu semua orang yang mengutuk dan menentang Tuhan Yang Mahakuasa, Kristus akhir zaman, akan jatuh dalam bencana, menangis dan menggertakkan gigi mereka. Orang-orang dari segala bangsa akan menangis sedih, yang mana itu akan memenuhi nubuat kitab wahyu 1:7: 'Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia: dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia.'" Aku terkejut saat Pendeta Li kemudian berteriak memintaku berhenti bicara. Dia bilang, "Tak peduli seberapa masuk akal perkataanmu, aku takkan percaya apa pun kecuali Tuhan Yesus datang di atas awan. Aku lebih memilih mati lebih dulu!" Aku tercengang melihat sikapnya ini. Bagaimana mungkin ini pendeta yang aku lihat menangis dalam doa, menantikan kedatangan Tuhan kembali? Kenapa dia tak punya sedikit pun keinginan untuk menyelidiki, tetapi justru sangat menentang kabarnya kedatangan Tuhan? Aku beri dia saran yang tulus: "Pendeta Li, bukankah kita menantikan kedatangan Tuhan kembali? Kini Dia sudah benar-benar datang, kita harus menyelidikinya dengan tenang dan sungguh-sungguh dan mencari tahu apakah firman Tuhan Yang Mahakuasa adalah suara Tuhan. Kemudian kau akan tahu Dia Tuhan Yesus yang kembali atau bukan. Jika kita hanya melihat nubuat tentang Dia datang di atas awan dan mengabaikan yang lainnya, kemungkinan besar kita akan melewatkan kesempatan menyambut Dia. Lalu kita takkan bisa masuk ke kerajaan Tuhan! Lagipula, kita hanya sebutir debu di hadapan Tuhan. Bagaimana bisa kita memahami pekerjaan Tuhan? Jika kita hanya berpegang pada gagasan dan imajinasi kita, berpikir bahwa Tuhan hanya akan kembali dengan menaiki awan dan bukan dalam daging sebagai Anak Manusia, bukankah berarti kita membatasi pekerjaan Tuhan? Bukankah itu sangat congkak?" Aku bahkan belum selesai bicara ketika tiba-tiba Pendeta Li berdiri, wajahnya memerah, dan dia berjalan bolak-balik sambil melambaikan tangannya. Dia berteriak kepadaku, "Aku congkak? Aku telah berkhotbah dan membaptis ribuan orang. Aku yakin setidaknya ada lima mahkota yang menantiku di surga. Bagaimana mungkin aku bisa tidak masuk ke kerajaan?" Lalu dia terus saja memfitnah pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman dan berkata, "Kau bilang Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang kembali dalam daging dan datang ke Tiongkok secara diam-diam. Jadi aku bisa menemui-Nya? Aku akan percaya jika melihatnya." Lalu dia kembali ke kamarnya sambil terengah-engah.

Perasaanku campur aduk, jadi aku segera berlutut di hadapan Tuhan dan berdoa, memohon kepada-Nya agar membimbingku melalui ini. Setelah berdoa, aku merasa jauh lebih tenang kemudian aku menonton video pembacaan firman Tuhan. Di dalamnya ada bagian ini yang benar-benar menyentuhku: "Jika engkau mengikuti Tuhan, tetapi seperti halnya Tomas, engkau selalu ingin menyentuh lambung Tuhan dan merasakan bekas paku-Nya untuk meyakinkan, memastikan, berspekulasi tentang apakah Tuhan itu ada atau tidak, maka Tuhan akan meninggalkanmu. Jadi, Tuhan Yesus menuntut orang untuk tidak seperti Tomas, yang hanya percaya pada apa yang bisa dilihat dengan mata mereka sendiri, melainkan menjadi orang yang tulus, jujur, dan tidak menyimpan keraguan terhadap Tuhan, tetapi hanya percaya kepada-Nya dan mengikuti Dia. Orang yang seperti ini diberkati. Ini adalah tuntutan yang sangat kecil yang Tuhan Yesus ajukan kepada manusia, dan ini adalah sebuah peringatan bagi para pengikut-Nya" ("Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Ketika Tuhan Yesus muncul dan bekerja, Thomas mendengar Dia mengungkapkan banyak kebenaran dan melihat Dia melakukan banyak mukjizat. Namun dia masih belum mengenali-Nya bahkan ketika Dia bangkit kembali dan menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Dia bersikeras ingin menyentuh bekas luka di tangan Yesus sebelum akhirnya percaya. Karena itu Tuhan Yesus berkata, "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya: diberkatilah mereka yang tidak melihat, namun percaya" (Yohanes 20:29). Thomas hanya mempercayai matanya sendiri, dan Tuhan tidak senang dengan keyakinan semacam itu. Ketika aku melihat sikap Pendeta Li, meski Tuhan Yang Mahakuasa telah mengungkap banyak kebenaran, dia masih tetap tak mau menyelidikinya, memaksa dia harus melihat Tuhan secara langsung dengan matanya sendiri untuk bisa percaya. Bukankah itu sama seperti Thomas? Tak ada satu pun pengikut Tuhan Yesus yang percaya kepada-Nya setelah melihat wajah-Nya. Kita telah bertekad bahwa Dia adalah satu-satunya Tuhan sejati dan kita mengikut-Nya sepenuhnya karena kebenaran yang Dia ungkapkan dan karena Dia melakukan pekerjaan penebusan terhadap seluruh umat manusia. Tuhan telah berinkarnasi lagi di akhir zaman dan mengungkapkan semua kebenaran yang menahirkan dan menyelamatkan manusia. Banyak orang dari segala denominasi telah mendengar suara Tuhan dalam firman Tuhan Yang Mahakuasa, dan telah beralih kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Jelas, kunci untuk apakah seseorang bisa menerima jalan yang benar adalah jika mereka mencintai kebenaran dan bisa mendengar suara Tuhan. Mengikuti apa yang Pendeta Li katakan, orang takkan percaya Tuhan berinkarnasi kecuali mereka melihat-Nya. Tetapi orang-orang Farisi melihat wajah Tuhan Yesus, jadi kenapa mereka tak menerima-Nya? Kenapa mereka secara gila-gilaan menentang, menghakimi dan menghujat Dia, dan akhirnya membuat-Nya dipaku di kayu salib? Tiba-tiba aku tahu jawabannya dalam hatiku. Pendeta Li sama sekali tidak secara tulus mencari Tuhan. Harapannya melihat kedatangan Tuhan adalah hanya ingin melihat-Nya di atas awan dan dibawa langsung ke kerajaan. Dia tidak mencintai kebenaran atau dengan tulus menantikan kemunculan Tuhan.

Namun aku masih tak tenang ketika memikirkan tentang bagaimana Pendeta Li telah seperti anggota keluarga bagi kami, tetapi menjadi seperti orang asing, seorang musuh. Aku juga tak bisa mengerti kenapa dia begitu menolak pekerjaan Tuhan di akhir zaman dan bahkan mengutuknya. Dia sama sekali tak memiliki rasa hormat kepada Tuhan. Aku terus berdoa kepada Tuhan dan mencari, dan kemudian dengan pencerahan Tuhan, aku memikirkan satu bagian tentang Tuhan menyingkap esensi orang Farisi. Aku bergegas mencarinya. Firman Tuhan katakan: "Apakah engkau sekalian ingin tahu apa akar masalahnya mengapa orang Farisi menentang Yesus? Apakah engkau ingin tahu hakikat orang-orang Farisi? Mereka penuh dengan khayalan tentang Mesias. Terlebih lagi, mereka hanya percaya bahwa Mesias akan datang, tetapi mereka tidak mencari kehidupan kebenaran. Jadi, sampai hari ini mereka masih menunggu Mesias, karena mereka tidak memiliki pengetahuan tentang jalan kehidupan, dan tidak tahu apa itu jalan kebenaran. Menurutmu, bagaimana mungkin orang-orang bodoh, keras kepala, dan bebal seperti itu bisa mendapatkan berkat Tuhan? Bagaimana mereka bisa melihat Mesias? Mereka menentang Yesus karena mereka tidak mengetahui arah pekerjaan Roh Kudus, karena mereka tidak mengetahui jalan kebenaran yang diucapkan Yesus, dan terlebih lagi, karena mereka tidak memahami Mesias. Dan, karena mereka tidak pernah melihat Mesias, dan tidak pernah bersama-Nya, mereka membuat kesalahan dengan sia-sia berpegang pada nama Mesias sambil menentang hakikat Mesias dengan segala cara yang memungkinkan. Orang-orang Farisi ini pada hakikatnya keras kepala, congkak, dan tidak menaati kebenaran. Prinsip kepercayaan mereka kepada Tuhan adalah: sedalam apa pun khotbah-Mu, setinggi apa pun otoritas-Mu, Engkau bukan Kristus kecuali jika Engkau disebut Mesias. Bukankah pandangan ini tidak masuk akal dan konyol?" ("Pada Saat Engkau Melihat Tubuh Rohani Yesus, Tuhan Sudah Menciptakan Langit dan Bumi yang Baru" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Firman Tuhan dengan tajam menyingkap esensi orang Farisi yang menentang Tuhan dalam iman mereka. Mereka keras kepala dan congkak. Mereka tidak mengetahui pekerjaan Roh Kudus dan sama sekali tidak mencari kebenaran. Ketika Tuhan Yesus muncul dan bekerja, mereka melihat dengan jelas bahwa pekerjaan dan firman-Nya sangat kuat dan memiliki otoritas, tetapi mereka tidak menyelidiki ini. Sebaliknya, mereka berpegang pada arti harfiah Kitab Suci. Tuhan Yesus tidak disebut Mesias dan Dia tidak menjaga hari Sabat, jadi mereka menganggap hal tersebut sebagai dosa dan secara sembrono menghakimi, menghujat dan mengutuk Dia. Akhirnya mereka menyalibkan-Nya. Aku bandingkan semua ini kepada Pendeta Li. Dia bersikap tepat seperti orang Farisi, yang telah disingkap oleh Tuhan. Dia sangat mengenal Alkitab dan dia menangis serta berdoa untuk kedatangan kembali Tuhan dalam khotbahnya, tetapi ketika aku bersaksi bahwa Tuhan telah datang kembali dia tak punya keinginan untuk menyelidikinya. Dia menentang begitu saja dan mengutuknya dan bahkan berkata bahwa dia takkan menerima apa pun kecuali Yesus yang datang di atas awan, bahwa dia lebih baik mati lebih dulu! Dengan mengatakan itu menunjukkan bahwa dia tidak benar-benar menantikan kedatangan Tuhan. Aku pikir selama kesaksianku cukup jelas dan aku bacakan firman Tuhan Yang Mahakuasa kepadanya, dia pasti akan menerimanya. Apa yang kukatakan padanya itu tak terbantahkan tetapi dia masih berpegang pada gagasan dan imajinasinya, tanpa sedikit pun keinginan untuk menyelidikinya. Dia berdalih tentang itu, sama keras kepala dan congkaknya dengan orang-orang Farisi. Dia menampakkan kebencian kepada kebenaran dan Kristus. dan tersingkap seagai seorang Farisi oleh pekerjaan Tuhan di akhir zaman. Dulu aku berpikir bisa masuk ke dalam kerajaan surga dengan mengikuti Pendeta Li, tetapi kini aku melihat betapa bodohnya itu. Dia hanya orang buta yang membimbing orang buta, membimbing semua orang pada kehancuran. Aku tahu, aku harus pergi dari gembala palsu semacam itu.

Ketika Pendeta Li pergi keesokan harinya, aku berikan persepuluhanku atau uang untuk transportasinya. Dia pergi dengan sangat tidak puas. Dia langsung mengirim pesan kepada adikku, penuh dengan hujatan, mengatakan bahwa aku telah mengambil jalan yang salah dan menyesatkan seluruh keluarga. Dia juga menyebarkan kebohongan dan kepalsuan dalam grup WeChat yang mengutuk dan memfitnah pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman, mencoba menghentikan orang-orang dari menyelidiki jalan yang benar. Bahkan yang lebih mengejutkan, dia beri tahu saudara-saudari dari pintu ke pintu agar memutus hubungan dengan keluargaku. Hasilnya, semua orang percaya, kerabat dan teman dekat kami di desa mulai menghindari kami. Bahkan sahabatku berusaha keras menghindariku ketika dia melihatku di jalan. Saat itu, saat aku melangkah keluar ada banyak orang di belakangku yang menunjuk kepadaku. Bahkan adikku dan anak-anaknya menghakimiku di belakangku. Anggota keluargaku yang lain juga terkena dampaknya, dan mulai melemah. Itu adalah masa yang sangat sulit bagiku, jadi aku banyak berlutut dan berdoa kepada Tuhan.

Suatu hari firman Tuhan ini terlintas di pikiranku: "Jangan berkecil hati, jangan lemah, maka Aku akan menjadikan segalanya jelas bagimu. Jalan menuju kerajaan tidaklah mulus; tidak ada yang sesederhana itu! Engkau ingin berkat datang dengan mudah, bukan? Sekarang, semua orang akan mengalami ujian pahit yang harus dihadapi. Tanpa ujian semacam itu, hati penuh kasih yang engkau miliki bagi-Ku tidak akan tumbuh lebih kuat, dan engkau tidak akan memiliki kasih yang sejati bagi-Ku. Bahkan jika ujian itu hanya berupa peristiwa-peristiwa kecil, semua orang harus menjalaninya; hanya saja tingkat kesulitan ujian-ujian itu berbeda-beda untuk masing-masing orang. ... Mereka yang berbagi dalam kepahitan-Ku pasti akan berbagi juga dalam kemanisan-Ku. Itulah janji-Ku dan berkat-Ku untukmu" ("Bab 41, Perkataan Kristus pada Awal Mulanya" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Dan Tuhan Yesus juga berkata, "Diberkatilah engkau, ketika manusia mencerca dan menganiaya engkau dan menuduhkan banyak perkataan salah kepadamu, karena Aku. Bersukacitalah dan berlimpah kegembiraan: karena besarlah upahmu di sorga. karena demikian pula telah dianiaya para nabi sebelum engkau" (Matius 5:11-12). Merenungkan firman Tuhan ini membuatku merasa terhibur. Aku telah ditolak dan dikutuk oleh klerus dan dijauhi oleh kerabat dan teman, tetapi aku mengikuti jejak langkah Tuhan dan mengalami penghakiman dan penahiran oleh firman Tuhan. Itu sebuah berkat yang luar biasa. Aku melihat apa pun yang aku hadapi atau seberat apa aku menderita, dengan yakin bahwa ini jalan yang benar dan ini pekerjaan Tuhan, aku harus terus mengikuti Tuhan. Dengan bimbingan firman Tuhan, aku memperoleh kembali imanku untuk menghadapi itu semua. Anggota keluargaku yang lain juga memperoleh kearifan atas esensi klerus yang menentang Tuhan dengan membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa. Mereka tidak merasa terkekang lagi.

Beberapa waktu kemudian, tiba-tiba aku menerima pesan dari Pendeta Li. Isinya, "Saudari Zhang, apa kau sudah berikan persepuluhan? Sudahkah kau mempersiapkan persembahanmu? Aku akan mengadakan rapat umum evangelis. Bisakah kau berkontribusi?" Aku merasa mual dan marah ketika membaca pesan darinya ini. Aku bilang tidak. Namun beberapa hari kemudian, dia kirimkan berbagai kebohongan dan mengutuk dan memfitnah Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Dia kembali coba menghalangiku dari jalan imanku, jadi aku abaikan dia. Melihat dia bersikap seperti itu mengingatkanku pada apa yang Tuhan Yesus katakan ketika menegur orang Farisi: "Tetapi celakalah engkau, ahli-ahli Taurat dan orang-orang farisi, orang munafik, karena engkau menutup Kerajaan Surga terhadap manusia: padahal engkau sendiri tidak pernah pergi ke sana, namun engkau menghalangi orang-orang yang berusaha masuk ke sana" (Matius 23:13). "Celakalah engkau, ahli-ahli Taurat dan orang-orang farisi, orang munafik! Karena engkau melintasi lautan dan daratan untuk menjadikan satu orang bertobat menjadi pengikutmu, tetapi begitu ia bertobat, engkau menjadikannya anak neraka yang dua kali lebih jahat daripada dirimu sendiri" (Matius 23:15). Klerus takkan masuk ke dalam kerajaan Tuhan, dan mereka mencoba setiap trik untuk menjauhkan kita dari kerajaan Tuhan. Mereka bertekad menyeret kita ke dalam neraka, mengubah kita menjadi anak-anak neraka. Bukankah itu kejam? Aku teringat pada sesuatu yang Tuhan Yang Mahakuasa katakan: "Ada orang-orang yang membaca Alkitab di gereja-gereja besar membacakannya sepanjang hari, tetapi tak seorang pun di antara mereka yang memahami tujuan pekerjaan Tuhan. Tak seorang pun yang dapat mengenal Tuhan; bahkan, tak ada seorang pun di antara mereka yang dapat selaras dengan kehendak Tuhan. Mereka semua tidak berharga, manusia hina, masing-masing meninggikan diri untuk mengajar Tuhan. Mereka dengan sengaja menentang Tuhan bahkan saat mereka membawa panji-Nya. Mengaku beriman kepada Tuhan, mereka tetap saja memakan daging manusia dan meminum darah manusia. Semua orang semacam itu adalah setan-setan yang menelan jiwa manusia, para penghulu setan yang sengaja menghalangi mereka yang berusaha melangkah ke jalan yang benar, dan batu sandungan yang menghalangi orang-orang yang mencari Tuhan. Mereka mungkin tampak seperti 'raga yang kuat', tetapi bagaimana pengikut mereka bisa mengetahui bahwa mereka tidak lain adalah antikristus yang memimpin manusia untuk menentang Tuhan? Bagaimana para pengikut mereka bisa mengetahui bahwa merekalah setan-setan hidup yang didedikasikan untuk menelan jiwa manusia?" ("Semua Orang yang Tidak Mengenal Tuhan adalah Orang-Orang yang Menentang Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Firman Tuhan Yang Mahakuasa sangat benar! Pendeta Li mengenal Alkitab luar-dalam, tetapi dia selalu menjelaskan tentang pengetahuan kitab suci dan teologisnya untuk menyesatkan orang percaya. Mereka pikir Pendeta Li lebih mencintai dan mengerti Tuhan dibanding siapa pun. Tetapi kenyataannya, dia sama sekali tidak memahami pekerjaan Tuhan dan sangat membeci kebenaran. Melihat kemunculan dan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa, dia sama sekali tidak mau menyelidiki, hanya menentang dan mengutuk secara histeris. Dia tak mau menerimanya dan juga menebar kebohongan untuk menyesatkan orang percaya. Dia coba menutup gereja dan mencegah anggora gereja menyelidiki jalan yang benar. Setelah kami menerima pekerjaan Tuhan di akhir zaman, pertama dia coba menyesatkan kami dengan kebohongan, lalu dia buat orang lain menolak dan mengucilkan kami. Begitulah cara dia memaksa kami meninggalkan jalan yang benar. Akhirnya aku sadar bahwa yang dikhotbahkan Pendeta Li bukan untuk meninggikan atau menjadi saksi bagi Tuhan atau membawa para orang percaya ke hadapan Tuhan, melainkan hanya agar orang-orang mengidolakan dan mengikutinya. Dia ingin mengendalikan orang dalam batasan agama dan hidup dari uang yang mereka berikan. Dia buat dirinya mengutuk dan menentang pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman dan mencuri domba-domba Tuhan untuk menjaga status dan penghasilannya. Bukankah dia menjadi seorang antikristus? Bukankah dia iblis jahat yang menyakiti orang dan melahap jiwa mereka? Dia benar-benar pantas dikutuk oleh Tuhan!

Melalui pengalaman itu aku melihat esensi klerus yang membenci kebenaran dan menjadi musuh Tuhan serta benar-benar menolak mereka. Aku juga merasakan bahwa di jalan menuju kerajaan dengan membabi buta memuja dan mengikuti seseorang tanpa mencari kebenaran membuatnya mudah terikat dan tertipu oleh kebohongan dan kepalsuan, dan kehilangan keselamatan Tuhan dan disingkirkan dari kerajaan. Dengan bebas dari hamba-hamba jahat antikristus dunia agama saat ini dan datang ke hadapan Tuhan sepenuhnya karena pemahaman yang diberikan firman Tuhan kepadaku. Inilah keselamatan Tuhan untukku. Syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa!

Pada tahun 2021 bencana semakin parah, apakah Anda ingin menemukan cara untuk dilindungi oleh Tuhan dan memasuki bahtera akhir zaman? Silakan hubungi kami sekarang.

Konten Terkait

Siapa Orang Farisi Masa Kini?

Selama 22 tahun sebagai orang Kristen, aku terutama bertanggung jawab atas keuangan gereja dan sekolah Minggu. Pada Mei 2017, aku bertemu...

Di Ujung Tanduk

Aku sudah menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman lebih dari sebulan lalu. Para pendeta dan penatua belum berhenti...