Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Tentang Tempat Tujuan

Manakala kata tempat tujuan disebut-sebut, engkau sekalian menyikapinya dengan sangat serius; engkau sekalian sangat peka dengan hal ini. Ada yang langsung bersujud kepada Tuhan agar dapat tiba di tempat tujuan dengan baik. Aku bisa memahami keinginan kuat engkau sekalian itu, yang tidak perlu lagi diungkapkan dengan kata-kata. Engkau sekalian tentu tidak menginginkan tubuh engkau sekalian jatuh ke dalam malapetaka, terlebih lagi, engkau sekalian tentu tidak ingin kelak dijebloskan ke dalam hukuman kekal. Engkau sekalian hanya berharap dapat hidup lebih bebas dan mudah. Jadi engkau sekalian merasa sangat cemas manakala kata tempat tujuan disebut-sebut. Engkau sekalian sangat takut bahwa engkau sekalian telah kurang peduli, atau mungkin telah menyinggung Tuhan dan pantas untuk dihukum. Engkau sekalian tidak ragu untuk berkompromi demi tempat tujuan yang baik. Banyak di antara engkau sekalian yang sebelumnya suka menipu dan curang, tiba-tiba berubah menjadi lembut dan tulus. Ketulusan engkau sekalian bahkan terasa dipaksakan. Terlepas dari itu semua, engkau sekalian memiliki hati yang jujur, dan dari awal sampai akhir engkau sekalian telah membuka diri kepada-Ku tanpa menyembunyikan rahasia apapun di dalam hati engkau sekalian, entah itu sikap suka menyalahkan, curang, atau penuh pengabdian. Pada umumnya, engkau sekalian telah dengan terus terang "mengakui" hal-hal hakiki yang ada di kedalaman hati engkau sekalian kepada-Ku. Tentu saja Aku tidak pernah mencegahnya, karena semua itu sudah biasa bagi-Ku. Engkau sekalian lebih memilih memasuki ke dalam lautan api untuk mencapai tempat tujuan yang baik ketimbang kehilangan sehelai rambut untuk mendapatkan perkenan Tuhan. Aku tidak bermaksud terlalu dogmatik kepada engkau sekalian; hanya saja pengabdian hati engkau sekalian tidak memadai untuk menghadapi segala sesuatu yang Aku lakukan. Mungkin engkau sekalian tidak mengerti apa yang Aku maksud, jadi perkenankan Aku memberi penjelasan sederhana: Selama ini, yang engkau sekalian butuhkan bukanlah kebenaran dan hidup; bukanlah prinsip-prinsip perilaku, dan terutama bukanlah pekerjaan keras-Ku yang sangat teliti. Yang engkau sekalian butuhkan hanyalah apa yang engkau sekalian miliki di dalam daging yaitu kekayaan, status, keluarga, pernikahan, dan sebagainya. Jadi, engkau sekalian benar-benar telah menyepelekan firman dan pekerjaan-Ku, jadi Aku bisa meringkas iman engkau sekalian dengan satu kata: setengah-hati. Engkau sekalian mau berusaha sekuat mungkin untuk mengabdi dengan setulusnya, tetapi Aku telah mendapati bahwa engkau sekalian tidak mau menyingkirkan segala hal demi hal-hal yang terkait dengan iman engkau sekalian kepada Tuhan. Sebaliknya, engkau sekalian hanya setengah setia, dan setengah serius. Itulah sebabnya Aku mengatakan bahwa orang yang tidak memiliki hati yang tulus sepenuhnya adalah orang yang gagal di dalam kepercayaannya kepada Tuhan. Pikirkan dengan baik-baik - berapa banyak orang yang gagal di antara engkau sekalian?

Engkau sekalian perlu tahu bahwa keberhasilan dicapai akibat perbuatan orang itu sendiri; ketika orang tidak berhasil atau gagal, itu juga akibat perbuatannya sendiri, bukan dampak dari faktor-faktor lain. Aku tahu engkau sekalian mau melakukan apapun demi menyelesaikan sesuatu yang lebih sulit dan melibatkan lebih banyak penderitaan ketimbang percaya kepada Tuhan, dan bahwa engkau sekalian mau melakukannya dengan sangat serius. Engkau sekalian bahkan tidak mau melakukan kesalahan; inilah jenis upaya yang terus engkau sekalian lakukan dalam hidup. Engkau sekalian bahkan sanggup mengelabui-Ku di dalam situasi di mana engkau sekalian tidak mau mengelabui keluarga engkau sekalian sendiri. Inilah perilaku dan prinsip yang terus menerus engkau sekalian terapkan di dalam hidup. Bukankah engkau sekalian menumbuhkan citra yang palsu untuk mengelabui-Ku, demi mencapai tempat tujuanmu dan memiliki tempat tujuan yang indah dan bahagia? Aku tahu pengabdian dan ketulusan engkau sekalian hanya sementara; bukankah cita-cita dan harga yang harus engkau sekalian bayar hanyalah demi saat kini dan bukan demi tempat tujuan? Engkau sekalian hanya hanya mau mencurahkan satu upaya akhir untuk memastikan satu tempat tujuan yang indah. Niat engkau sekalian hanyalah melakukan pertukaran; bukan agar engkau sekalian tidak berhutang kepada kebenaran, dan terutama bukan untuk melunasi harga yang telah Aku bayar. Dengan kata lain, engkau sekalian hanya bersedia menggunakan kepintaran engkau sekalian, tetapi engkau sekalian tidak bersedia memperjuangkannya. Bukankah ini yang merupakan keinginan hati engkau sekalian? Jangan menipu diri sendiri, dan terlebih lagi, jangan menjejali otak dengan tempat tujuan sampai-sampai engkau sekalian tidak bisa makan atau tidur. Bukankah tempat tujuan engkau sekalian telah ditentukan pada akhirnya? Engkau sekalian hanya perlu melakukan kewajiban engkau sekalian sendiri dengan sebaik mungkin, dengan hati yang terbuka dan jujur, dan bersedia melakukan apapun yang perlu dilakukan. Seperti yang telah engkau sekalian katakan, ketika saatnya tiba, Tuhan tidak akan memperlakukan siapa pun yang telah menderita atau membayar harga untuk-Nya dengan semena-mena. Keyakinan seperti ini patut dipertahankan, dan janganlah pernah dilupakan. Hanya dengan demikianlah hati-Ku akan berkenan kepada engkau sekalian. Jika tidak, Aku tidak akan pernah berkenan kepada engkau sekalian, dan engkau sekalian akan selamanya menjadi sasaran kebencian-Ku. Jika engkau sekalian semua bisa mengikuti hati-nurani dan memberikan segalanya untuk-Ku, mencurahkan segala upaya untuk pekerjaan-Ku, dan mengabdikan seluruh hidup untuk pekerjaan Injil-Ku, maka bukankah hati-Ku akan melonjak gembira untuk engkau sekalian? Bukankah Aku akan berkenan kepada engkau sekalian? Sangat disayangkan bahwa yang dapat engkau sekalian lakukan hanyalah bagian yang sangat kecil dan menyedihkan dari apa yang Aku harapkan; lalu engkau sekalian masih punya keberanian untuk meminta apa yang engkau sekalian harapkan dari-Ku?

Tempat tujuan dan nasib engkau sekalian sangatlah penting bagi engkau sekalian, itu semua menjadi keprihatinan yang sangat besar bagi engkau sekalian. Engkau sekalian percaya bahwa jika engkau sekalian tidak melakukan segalanya dengan hati-hati, itu akan setara dengan tidak mempunyai tempat tujuan, dan kehancuran akan menjadi nasibmu. Tetapi pernahkah terpikir oleh engkau sekalian bahwa jika upaya seseorang hanya ditujukan demi tempat tujuannya, maka itu adalah upaya yang sia-sia? Upaya seperti itu tidak murni - upaya itu palsu dan menipu. Jika demikian, mereka yang bekerja hanya demi tempat tujuannya akan mengalami kekalahan yang mutlak, karena kegagalan orang di dalam kepercayaannya kepada Tuhan terjadi karena tertipu. Sebelumnya Aku telah mengatakan bahwa Aku tidak suka dibujuk, disanjung, atau didesak. Aku menyukai orang-orang yang jujur yang berani memertahankan kebenaran-Ku dan pengharapan-Ku. Lebih dari itu, Aku suka pada orang yang bisa menunjukkan kepedulian dan pertimbangan secara total dan utuh kepada hati-Ku, dan ketika mereka bisa meninggalkan segalanya demi Aku. Hanya dengan cara inilah hati-Ku dapat disenangkan. Sekarang ini, berapa banyak tentang dirimu yang tidak Aku sukai? Berapa banyak tentang dirimu yang Aku sukai? Tidak adakah di antara engkau sekalian yang menyadari semua keburukan yang telah engkau sekalian tunjukkan semata-mata demi tempat tujuan?

Di dalam hati-Ku, Aku tidak ingin menyakiti hati siapa pun yang positif dan memiliki motivasi, dan terutama Aku tidak ingin menyepelekan energi dari mereka yang telah dengan setia melakukan kewajibannya; namun demikian, Aku harus mengingatkan jiwa engkau sekalian yang tidak memadai dan kotor. Tujuannya agar engkau sekalian bisa menyerahkan hati yang murni dalam menghadapi Firman-Ku, karena yang paling Aku benci adalah dusta orang-orang terhadap Aku. Aku hanya berharap bahwa pada tahap terakhir dari pekerjaan-Ku, engkau sekalian dapat berkinerja dengan cemerlang, berpengabdian penuh, dan tidak lagi setengah-hati. Tentu saja Aku juga berharap engkau sekalian memiliki tempat tujuan yang baik. Namun bagaimanapun juga, Aku masih mempunyai syarat-Ku sendiri, yaitu agar engkau sekalian membuat keputusan terbaik dalam menawarkan pengabdian yang mutlak dan utuh kepada-Ku. Jika seseorang tidak memiliki pengabdian yang mutlak, maka ia pasti akan menjadi milik Iblis, dan Aku tidak akan berkenan memakai dia lagi. Aku akan mengirimnya pulang untuk diurus oleh orang tuanya. Pekerjaan-Ku telah sangat menolong bagi engkau sekalian; yang Aku harapkan dari engkau sekalian adalah hati yang jujur dan positif, tetapi sampai saat ini, tangan-Ku masih kosong. Coba pikirkan: Ketika suatu hari nanti Aku masih tetap sepahit ini, akan seperti apakah sikap-Ku terhadap engkau sekalian? Apa Aku akan ramah? Apa hati-Ku akan senang? Apakah engkau sekalian mengerti perasaan seseorang yang telah bersusah-payah menabur tetapi belum memanen satu bulirpun? Apakah engkau sekalian mengerti seberapa besarnya cedera yang dialami oleh seseorang yang telah terkena pukulan besar? Bisakah engkau sekalian merasakan kepahitan yang dialami oleh seseorang yang telah sangat berharap namun akhirnya harus berpisah dengan orang yang diharapkannya itu dengan cara yang tidak enak? Pernahkah engkau sekalian melihat kemarahan seseorang yang telah terpicu kemarahannya? Bisakah engkau sekalian mengenal dorongan yang penuh dendam dari seseorang yang telah diperlakukan dengan jahat dan curang? Jika engkau sekalian mengerti mentalitas orang-orang ini, Aku rasa engkau sekalian tidak akan sulit membayangkan sikap yang akan Tuhan miliki di saat penghakiman-Nya nanti. Akhirnya, Aku berharap engkau sekalian semua berupaya dengan serius demi tempat tujuan engkau sekalian; namun begitu, sebaiknya engkau sekalian tidak menggunakan cara-cara yang curang di dalam upaya itu, atau hati-Ku akan sangat kecewa. Apakah akibat dari kekecewaan seperti itu? Bukankah engkau sekalian hanya membodohi diri sendiri? Orang yang memikirkan tempat tujuannya namun menghancurkannya adalah orang yang sama sekali tidak bisa diselamatkan. Bahkan jika orang-orang seperti ini menjadi sangat sedih, siapa yang akan bersimpati pada mereka? Bagaimanapun juga, Aku masih mengharapkan engkau sekalian memiliki tempat tujuan yang baik dan sesuai. Bahkan lebih dari itu, Aku harap tidak seorang pun dari engkau sekalian akan jatuh ke dalam kebinasaan.

Sebelumnya:Kepada Siapakah Engkau Setia?

Selanjutnya:Tiga Peringatan

Anda Mungkin Juga Menyukai