Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Engkau Harus Hidup untuk Kebenaran, Karena Engkau Beriman kepada Tuhan

Masalah umum yang dihadapi semua orang adalah mereka memahami kebenaran, tetapi tidak dapat melakukannya. Salah satu penyebabnya adalah keengganan untuk membayar harga. Penyebab lainnya adalah tumpulnya hikmat manusia. Ia tidak mampu melihat berbagai kesulitan hidup dan tidak tahu cara melakukan kebenaran dengan tepat. Selama manusia masih miskin pengalaman, kurang cakap, dan terbatas pemahamannya akan kebenaran, ia cenderung tidak mampu menyelesaikan berbagai kesulitan hidup yang dialami. Ia hanya beriman kepada Tuhan di mulut saja tanpa mampu melibatkan Tuhan dalam kehidupannya sehari-hari. Dengan kata lain, tanpa memiliki relasi dengan Tuhan, maka Tuhan adalah Tuhan dan hidup hanya sekadar hidup. Keduanya tidak berkaitan. Inilah yang dipercayai semua manusia. Jenis iman semacam ini pada kenyataannya hanya akan menghalangi manusia untuk dipulihkan dan disempurnakan oleh Tuhan. Sesungguhnya, bukan firman Tuhan yang tidak sempurna, tetapi kemampuan manusia untuk menerima firman-Nya yang terbatas. Dapat dikatakan bahwa tiada seorang pun yang mengamalkan kehendak Tuhan. Sebaliknya, iman mereka kepada Tuhan menyerupai kepentingan pribadinya, yang lalu membentuk gagasan dan kebiasaan religius. Sangat sedikit orang yang mengalami perubahan hidup sebagai buah dari penerimaan firman Tuhan dan tindakan yang sesuai dengan kehendak-Nya. Sebaliknya, mereka teguh dengan kepercayaan yang menyimpang. Ketika seseorang percaya kepada Tuhan, ia melakukannya berdasarkan aturan keagamaan yang konvensional. Orang ini juga hidup dan berinteraksi dengan orang lain dengan sepenuhnya berpedoman pada falsafah hidupnya sendiri. Sembilan dari sepuluh orang mengalami hal ini. Sangat sedikit orang yang hidup dengan pola berbeda dan memulai lembaran baru setelah mulai percaya kepada Tuhan. Tidak satu pun yang memperhatikan atau melakukan firman Tuhan sebagai kebenaran.

Sebagai contoh, orang yang beriman kepada Yesus. Baik mereka yang baru beriman maupun orang yang telah lama beriman kepada Yesus, mereka sekadar menggunakan talenta dan menunjukkan kemampuan apa pun yang dimiliki. Mereka cukup menambahkan tiga kata, yaitu "beriman kepada Tuhan," dalam kesehariannya. Namun, ternyata watak dan iman mereka kepada Tuhan tidak bertumbuh barang sejengkal. Pengejarannya akan Tuhan terkesan setengah-setengah. Ia tidak menyatakan tidak percaya, namun ia juga tidak seutuhnya berkhidmat kepada Tuhan. Ia tidak pernah sungguh-sungguh mengasihi atau menaati Tuhan. Imannya kepada Tuhan tampak tulus sekaligus penuh kepura-puraan, serta ia bersikap abai dan tidak ada kerinduan untuk melakukan imannya. Dia bertahan dalam keadaan kebingungan seperti ini dari awal hingga akhir hayatnya. Apakah arti semua ini? Sekarang, engkau harus melangkah di jalan yang benar karena engkau beriman kepada Tuhan yang nyata. Dalam beriman kepada Tuhan, engkau tidak boleh hanya mengharapkan berbagai berkat, engkau juga harus punya kerinduan untuk mengasihi dan mengenal Dia. Melalui pencerahan yang dikerjakan oleh Tuhan dan upayamu sendiri, engkau akan dapat makan dan minum firman-Nya, membangun pemahaman yang tepat tentang Tuhan, dan mengasihi Tuhan dengan benar. Dan kasih Tuhan berasal dari lubuk hati terdalam. Dengan kata lain, kasihmu kepada Tuhan adalah kasih yang paling murni, dan tiada apa pun yang bisa menghalangi atau menghancurkan cara kasih engkau kepada-Nya. Dalam kondisi ini, engkau sedang melangkah dengan iman pada jalur yang benar. Inilah bukti bahwa engkau adalah milik Tuhan dan hatimu tidak dalam pengaruh apa pun selain Tuhan. Melalui belajar dari pengalaman, memahami harga yang harus dibayar dan mengerti tentang pekerjaan Tuhan, engkau akan mampu membangun kasih yang tak tergoyahkan kepada Tuhan. Selanjutnya, engkau pun akan terbebas dari pengaruh Iblis dan hidup dalam terang firman Tuhan. Hanya setelah terbebas dari pengaruh kegelapan engkau dapat dikatakan telah memperoleh Tuhan. Engkau harus berupaya untuk mencapai tujuan ini dalam imanmu kepada Tuhan. Inilah kewajiban engkau sekalian masing-masing. Tak seorang pun boleh berpuas diri dengan keadaannya. Engkau sekalian tidak boleh menduakan pikiran terhadap pekerjaan Tuhan atau menyepelekannya. Engkau sekalian harus mengingat Tuhan dalam segala hal dan kesempatan, serta melakukan segala tindakan demi kemuliaan-Nya. Ketika engkau sekalian berbicara atau melakukan sesuatu, engkau sekalian harus mengutamakan kerajaan Tuhan terlebih dahulu. Hanya ini cara yang bersesuaian dengan kehendak Tuhan.

Kesalahan terbesar manusia dalam beriman kepada Tuhan adalah imannya itu hanya di mulut saja. Dan Ia tidak menyertakan Tuhan sama sekali dalam kesehariannya. Semua orang tentu memercayai keberadaan Tuhan. Namun, Tuhan tidak selalu menjadi bagian dari keseharian mereka. Manusia banyak berdoa kepada Tuhan, namun Tuhan hanya menempati relung kecil di hatinya, sehingga Tuhan pun perlu terus-menerus menguji manusia. Karena kesucian manusia memerlukan usaha, tidak ada cara lain bagi Tuhan selain menguji manusia agar mereka merasakan kerendahan hati dan belajar mengenal dirinya sendiri melalui berbagai ujian hidup. Jika tidak, semua manusia akan menjadi anak-anak Iblis dan bertumbuh dalam kerusakan. Selama kepercayaan manusia kepada Tuhan, ada begitu banyak motivasi dan ambisi pribadi yang dibuang karena ia tidak henti-hentinya ditahirkan oleh Tuhan. Jika tidak demikian, tiada seorang pun yang dapat dipakai oleh Tuhan, dan Tuhan tidak dapat melakukan pekerjaan apa pun dalam diri orang tersebut. Tidak ada cara lain. Tuhan terlebih dahulu harus mentahirkan manusia. Melalui proses ini, manusia dapat mengenal dirinya dan Tuhan akan mengubah dirinya. Hanya setelah proses ini selesai, Tuhan dapat sungguh-sungguh menjadi bagian dalam hidup manusia. Hanya dengan cara ini, hati manusia dapat seutuhnya menerima Tuhan. Jadi, beriman kepada Tuhan tidaklah sesederhana yang dikatakan orang. Tuhan mengetahui segalanya. Tuhan tahu jika engkau hanya sekadar berpengetahuan tanpa mengamalkan firman-Nya. Tuhan tahu jika engkau hanya berfokus pada pengetahuan dan tidak melakukan kebenaran ataupun menghidupi firman-Nya. Semua ini membuktikan bahwa engkau tidak sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dan hatimu tidak tertuju kepada-Nya. Pencarian utama dan tujuan akhir manusia haruslah mengenal Tuhan. Engkau harus berusaha menghidupi firman Tuhan agar kebenaran-Nya meresap dalam kehidupan pragmatismu. Apabila engkau terpasung oleh pemahaman doktrin, imanmu pasti akan sia-sia. Hanya setelah melakukan dan menghidupi firman-Nya, engkau dapat dikatakan beriman seutuhnya dan bersesuaian dengan kehendak Tuhan. Pada masa kini, banyak orang memiliki pengetahuan luas. Namun, pada akhir hidupnya, mereka meratapi hidup dan membenci diri sendiri karena telah menyia-nyiakan waktu serta hidup untuk kesia-siaan hingga hayat tinggal senapas. Mereka hanya memiliki pemahaman tanpa kesempatan untuk memuliakan Tuhan. Mereka menghabiskan hidupnya berusaha dan menggelintar ke sana kemari. Namun, saat maut menjemput, hanya tersisa hati penuh penyesalan. Ketika nadir hidup menjelang, banyak dari mereka yang akhirnya tenggelam dalam renungan dan menyadari apa makna hidup yang sebenarnya. Tidakkah ini sangat terlambat? Mengapa engkau tidak mengambil kesempatan dan mencari kebenaran yang sangat engkau cintai? Mengapa menunggu esok hari? Jika selama hidup engkau tidak mencari, memperjuangkan, dan bahkan berkorban di jalan kebenaran, tidakkah engkau menyadari jurang penyesalan yang menanti di ujung jalan hidupmu? Jika demikian, apa artinya percaya kepada Tuhan? Sesungguhnya, jika manusia dapat sedikit saja berupaya, ada banyak hal dalam hidupnya, di mana ia dapat melakukan kebenaran dan dengan demikian menyenangkan hati Tuhan. Hati manusia terus dinodai oleh Iblis hingga ia gagal bertindak atas nama Tuhan. Sebaliknya, ia akan terus berkanjang dalam nafsu kedagingan dan kehilangan hikmat apa pun. Karena hal ini, manusia terus didera persoalan dan penderitaan yang tiada akhir. Bukankah ini hanya bujuk rayu Setan? Tidakkah kerusakan daging ini mengikis kekudusan kita? Engkau tidak boleh mempermainkan Tuhan dengan ucapan bibir belaka. Ambillah tindakan nyata. Jangan menipu diri sendiri; adakah makna setitik pun di dalamnya? Hikmat apa yang engkau raih dari hidup dalam nafsu kedagingan dan berjerih payah demi popularitas dan kekayaan?

Sebelumnya:Apakah Pekerjaan Tuhan Begitu Sederhana Seperti yang Dibayangkan Manusia?

Selanjutnya:Deru Tujuh Guruh—Menubuatkan Bahwa Injil Kerajaan Akan Tersebar ke Seluruh Alam Semesta

Anda Mungkin Juga Menyukai