Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Berpegang Pada Perintah Tuhan dan Melakukan Kebenaran

Dalam praktiknya, berpegang pada perintah harus dikaitkan dengan melakukan kebenaran. Sambil berpegang pada perintah, orang harus melakukan kebenaran. Ketika melakukan kebenaran, orang tidak boleh melanggar prinsip-prinsip perintah atau melawan perintah tersebut. Kerjakan apa yang dituntut Tuhan darimu untuk kaukerjakan. Berpegang pada perintah Tuhan dan melakukan kebenaran adalah hal yang saling berkaitan, tidak saling bertentangan. Semakin banyak engkau melakukan kebenaran, semakin banyak pula engkau berpegang pada esensi perintah Tuhan. Semakin banyak engkau melakukan kebenaran, semakin dalam engkau akan memahami firman Tuhan seperti yang diungkapkan dalam perintah-Nya. Melakukan kebenaran dan berpegang pada perintah Tuhan bukan tindakan yang saling bertentangan, melainkan saling berkaitan. Pada mulanya, setelah manusia berpegang pada perintah Tuhan, barulah ia dapat melakukan kebenaran dan memperoleh pencerahan dari Roh Kudus. Tetapi, bukan ini maksud sejati Tuhan. Tuhan menghendaki agar engkau menyembah-Nya dengan hati, bukan hanya berperilaku baik. Akan tetapi, engkau harus tetap berpegang pada perintah Tuhan, meskipun hanya secara dangkal. Perlahan-lahan, melalui pengalaman, manusia memperoleh pemahaman yang lebih jelas akan Tuhan. Selain berhenti memberontak dan melawan Tuhan, ia pun berhenti menyangsikan pekerjaan Tuhan. Dengan demikian, manusia dapat menaati esensi perintah Tuhan. Karena itu, sekadar berpegang pada perintah Tuhan tanpa melakukan kebenaran tidaklah efektif dan bukan merupakan ibadah yang sesungguhnya kepada Tuhan, sebab engkau belum mencapai tingkat pertumbuhan yang sebenarnya. Jika engkau berpegang pada perintah Tuhan tanpa melakukan kebenaran, jelaslah bahwa engkau hanya berpegang pada peraturan secara kaku. Dengan berbuat begitu, perintah Tuhan menjadi hukum bagimu, yang tidak akan membantumu bertumbuh dalam kehidupan. Sebaliknya, perintah itu justru akan menjadi beban bagimu dan akan mengikatmu erat-erat seperti hukum Perjanjian Lama sehingga engkau kehilangan kehadiran Roh Kudus. Karena itu, dengan melakukan kebenaranlah engkau dapat berpegang pada perintah Tuhan secara efektif. Orang berpegang pada perintah Tuhan agar dapat melakukan kebenaran. Engkau justru melakukan lebih banyak kebenaran dengan berpegang pada perintah Tuhan. Engkau justru memperoleh lebih banyak pengertian tentang makna praktis perintah Tuhan dengan melakukan kebenaran. Maksud dan makna dari perintah Tuhan bahwa manusia harus berpegang pada perintah Tuhan, bukanlah untuk mengikuti ketetapan Tuhan seperti yang dapat dibayangkan manusia, melainkan sebaliknya, berkaitan dengan jalan masuknya manusia ke dalam kehidupan. Semakin engkau bertumbuh dalam kehidupan, akan semakin tinggi pula tingkat kemampuanmu untuk berpegang pada perintah Tuhan. Kendati perintah Tuhan diberikan kepada manusia untuk dipatuhi, esensi perintah Tuhan hanya menjadi jelas melalui pengalaman hidup manusia. Sebagian besar orang berpikir bahwa berpegang pada perintah Tuhan dengan baik berarti "segalanya sudah tersedia, hanya perlu diraih." Ini merupakan khayalan yang berlebihan dan bukan kehendak Tuhan. Mereka yang berkata seperti itu tidak ingin maju dan tamak akan daging. Ini omong kosong! Ini tidak sesuai dengan kenyataan! Praktisnya, melakukan kebenaran belaka tanpa berpegang pada perintah Tuhan bukanlah kehendak Tuhan. Orang seperti ini cacat adanya dan seakan-akan tertatih-tatih dengan satu kaki saja. Akan tetapi, hanya berpegang teguh pada perintah Tuhan secara kaku tanpa memiliki kebenaran, adalah sama halnya dengan tidak mengikuti kehendak Tuhan–ibarat orang yang melihat hanya dengan satu mata, ini pun salah satu bentuk kecacatan. Dapat dikatakan bahwa, jika engkau berpegang pada perintah Tuhan dengan baik dan memperoleh pengertian yang jelas akan Tuhan yang nyata, engkau akan memiliki kebenaran. Dari sudut pandang relatif, engkau sudah mencapai tingkat pertumbuhan yang sebenarnya. Engkau melakukan kebenaran dan sekaligus berpegang pada perintah Tuhan tanpa saling berbenturan. Melakukan kebenaran dan berpegang pada perintah Tuhan merupakan dua hal yang berbeda, dan keduanya merupakan bagian tak terpisahkan dari pengalaman hidup seseorang. Pengalaman seseorang harus merupakan perpaduan, bukan pemisahan, antara berpegang pada perintah Tuhan dan melakukan kebenaran. Meski demikian, ada perbedaan maupun keterkaitan di antara kedua hal ini.

Pemakluman perintah Tuhan pada zaman baru merupakan suatu kesaksian atas fakta bahwa segenap manusia dalam arus zaman ini dan semua orang yang mendengar suara Tuhan hari ini telah memasuki zaman baru. Inilah awal baru bagi pekerjaan Tuhan dan saat dimulainya bagian terakhir pekerjaan dalam rencana pengelolaan Tuhan selama lebih dari enam ribu tahun. Perintah zaman baru menandakan bahwa Tuhan dan manusia telah memasuki ranah surga baru dan bumi baru, dan bahwa Tuhan—sebagaimana Yahweh telah bekerja di antara kaum Israel dan Yesus telah bekerja di antara kaum Yahudi—akan melakukan lebih banyak pekerjaan yang nyata dan melakukan pekerjaan yang lebih banyak serta lebih besar lagi di bumi. Perintah ini juga menandakan bahwa kelompok manusia ini akan menerima amanat yang lebih banyak dan lebih besar dari Tuhan, selain menerima juga perbekalan, makanan, dukungan, pemeliharaan, dan perlindungan nyata dari Tuhan. Selanjutnya, mereka akan menjalani lebih banyak latihan praktis, ditangani, dihancurkan, dan dimurnikan oleh firman Tuhan. Makna perintah zaman baru itu cukup dalam. Beberapa makna yang tersirat, antara lain: Tuhan akan benar-benar menampakkan diri di bumi, akan menaklukkan seluruh alam semesta di atas bumi, dan akan menyingkapkan segala kemuliaan-Nya dalam wujud manusia. Makna lainnya, yaitu Tuhan yang nyata akan melakukan lebih banyak pekerjaan yang nyata di bumi untuk menyempurnakan semua orang yang telah dipilih-Nya. Selanjutnya, Tuhan akan menyelesaikan segala sesuatu di bumi dengan firman dan mengejawantahkan ketetapan bahwa "Tuhan yang berinkarnasi naik ke tempat yang maha tinggi dan dimuliakan, dan segala suku serta segala bangsa sujud menyembah Tuhan Yang Mahabesar." Kendati tugas dan tujuan yang ingin dicapai manusia ialah berpegang pada perintah zaman baru, makna yang digambarkannya cukup dalam untuk diungkapkan sepenuhnya dalam satu dua kata. Perintah zaman baru menggantikan hukum Perjanjian Lama dan ketetapan Perjanjian Baru, sebagaimana dimaklumkan oleh Yahweh dan Yesus. Ini merupakan pelajaran yang lebih dalam, tidak sesederhana yang dibayangkan manusia. Perintah zaman baru memiliki aspek makna yang nyata, yaitu berperan sebagai antarmuka antara Zaman Kasih Karunia dan Zaman Kerajaan. Perintah zaman baru ini mengakhiri semua praktik dan ketetapan zaman lama, termasuk semua praktik zaman Yesus dan sebelum zaman baru.[a] Perintah zaman baru ini membawa manusia ke hadirat Tuhan yang lebih nyata dan memungkinkan manusia mulai menerima penyempurnaan secara pribadi dari Tuhan yang merupakan awal dari jalan untuk disempurnakan. Karena itu, engkau sekalian harus memiliki sikap yang tepat terhadap perintah zaman baru dan tidak boleh mengikutinya secara sembarangan atau meremehkannya. Ada satu prinsip yang ditekankan dalam perintah zaman baru: bahwa saat ini manusia harus menyembah Tuhan yang nyata itu, yakni tunduk kepada esensi Roh secara lebih nyata. Perintah zaman baru juga menekankan prinsip yang akan digunakan Tuhan untuk menghakimi manusia, yakni bersalah atau benar, setelah Dia menampakkan diri sebagai Matahari Kebenaran. Perintah Tuhan memang lebih mudah dipahami daripada dilakukan. Oleh sebab itu, jika hendak menyempurnakan manusia, Tuhan harus melakukannya melalui firman dan tuntunan-Nya sendiri; manusia sama sekali tidak dapat mencapai kesempurnaan melalui kecerdasan bawaannya semata. Bisa atau tidaknya manusia berpegang pada perintah Tuhan pada zaman baru terkait dengan pengetahuan manusia akan Tuhan yang nyata. Karena itu, bisa atau tidaknya engkau berpegang pada perintah Tuhan pada zaman baru bukanlah pertanyaan yang akan terjawab dalam hitungan hari. Pelajaran ini dalam maknanya.

Melakukan kebenaran adalah jalan yang membuat kehidupan manusia dapat bertumbuh. Jika tidak melakukan kebenaran, engkau sekalian hanya akan memiliki teori, tetapi tidak memiliki kehidupan yang nyata. Kebenaran adalah simbol tingkat pertumbuhan manusia. Bisa atau tidaknya engkau melakukan kebenaran terkait dengan pencapaian tingkat pertumbuhan yang sebenarnya. Jika engkau tidak melakukan kebenaran, tidak bertindak secara benar, atau terombang-ambing oleh emosi dan hanya peduli akan daging, engkau jauh dari berpegang pada perintah Tuhan. Inilah pelajaran yang paling dalam. Ada banyak kebenaran yang perlu dimasuki dan dipahami oleh manusia pada setiap zaman. Tetapi ada perintah yang berbeda-beda yang menyertai kebenaran pada setiap zaman. Kebenaran yang dilakukan manusia terkait dengan zaman manusia itu, dan perintah yang dipatuhi manusia juga terkait dengan zamannya. Setiap zaman memiliki kebenarannya sendiri untuk dilakukan dan perintahnya sendiri untuk dipatuhi. Namun demikian, berdasarkan perintah yang berbeda-beda yang dimaklumkan Tuhan berdasarkan zaman yang berbeda-beda, tujuan dan dampak dari tindakan manusia melakukan kebenaran pun berbeda secara proporsional. Dapat dikatakan bahwa perintah mengabdi kepada kebenaran dan kebenaran ada untuk berpegang pada perintah. Jika hanya ada kebenaran, tak akan ada perubahan dalam pekerjaan Tuhan yang perlu dibicarakan. Akan tetapi, dengan mengacu pada perintah Tuhan, manusia dapat mengenali dinamika pekerjaan yang dilakukan oleh Roh Kudus dan dapat mengetahui pada zaman mana Tuhan bekerja. Dalam agama, ada banyak orang yang dapat melakukan kebenaran yang dilakukan oleh manusia Zaman Hukum Taurat. Akan tetapi, mereka tidak memiliki, dan tidak dapat berpegang pada perintah zaman baru. Mereka berpegang pada cara lama dan tetap menjadi manusia purba. Mereka tidak dilengkapi dengan cara kerja baru dan tidak dapat melihat perintah zaman baru. Dengan demikian, tidak ada pekerjaan Tuhan. Mereka bagaikan orang yang menggenggam cangkang telur kosong: tiada nyawa jika tiada anak ayam di dalamnya. Dengan ungkapan yang lebih tepat, tiada kehidupan. Orang-orang seperti itu belum memasuki zaman baru dan tertinggal jauh di belakang. Karena itu, sia-sialah jika orang memiliki kebenaran zaman lama, tetapi tidak memiliki perintah zaman baru. Banyak di antara engkau sekalian melakukan kebenaran saat ini, tetapi tidak berpegang pada perintah Tuhan, dan karena itu tidak akan mendapatkan apa pun. Kebenaran yang engkau sekalian lakukan akan percuma dan tidak berarti, dan Tuhan tidak akan memuji pekerjaanmu. Melakukan kebenaran harus dengan cara seperti yang dilakukan Roh Kudus saat ini, yaitu mengikuti suara Tuhan yang nyata saat ini. Tanpa ini, sia-sialah segalanya—ibarat menimba air menggunakan keranjang bambu. Inilah makna nyata dari pemakluman perintah zaman baru. Jika engkau memiliki pemahaman menyeluruh tentang pekerjaan Roh Kudus pada zaman sekarang dan memasuki cara kerja saat ini, secara alami engkau akan menyelami esensi dari berpegang pada perintah Tuhan. Jika saatnya tiba, yakni ketika engkau menyelami esensi perintah zaman baru dan dapat berpegang padanya, saat itulah engkau akan sudah disempurnakan. Inilah makna sesungguhnya dari melakukan kebenaran dan berpegang pada perintah Tuhan. Bisa atau tidaknya engkau melakukan kebenaran tergantung pada caramu memahami esensi perintah Tuhan pada zaman baru. Pekerjaan Roh Kudus akan terus dinyatakan bagi manusia dan Tuhan akan menuntut jauh lebih banyak lagi dari manusia. Karena itu, kebenaran yang benar-benar dilakukan manusia akan semakin banyak dan semakin besar, dan dampak dari berpegang pada perintah Tuhan akan semakin dalam. Oleh sebab itu, engkau sekalian harus melakukan kebenaran sekaligus berpegang pada perintah Tuhan. Tak seorang pun boleh mengabaikan hal ini. Biarlah kebenaran baru dan perintah baru bermula pada saat yang sama di zaman baru ini.

Catatan kaki:

a. Teks asli berbunyi "sebelum ini."

Sebelumnya:Lebih Fokus pada Kenyataan

Selanjutnya:Engkau Harus Tahu Bahwa Tuhan yang Praktis adalah Tuhan Sendiri

Anda Mungkin Juga Menyukai