30. Dengan Melepaskan Status, Aku Dibebaskan

Oleh Saudari Hao Li, Tiongkok

Pada Agustus 2019, aku menduduki posisi kepemimpinan di gereja. Suatu kali, setelah menyelesaikan persekutuanku dalam sebuah pertemuan, seorang saudari berkata kepadaku, "Saudari Hao Li, persekutuanmu hari ini sangat mencerahkan. Mendengarnya, masalahku telah terselesaikan." Saudari lainnya menimpali dan setuju dengannya. Melihat ekspresi hormat dan kekaguman mereka, aku sangat senang dan mau tak mau merasa bangga: "Aku pasti lebih baik daripada saudara-saudari lainnya. Jika tidak, mengapa mereka memilihku?" Karena aku berhasil mengatasi beberapa masalah dalam pertemuan, yang lainnya senang berada di dekatku dan selalu mencariku untuk persekutuan ketika mereka memiliki masalah atau mengalami kesulitan. Aku merasa sangat memenuhi syarat sebagai pemimpin. Aku tak mampu menahan diriku untuk tidak merasa sedikit sombong, dan aku menyukai perasaan dihargai dan dikagumi orang lain.

Suatu hari, saat aku pergi ke pertemuan diaken seperti biasanya, Saudari Wu Zhiqing berkata bahwa dia telah hidup dalam watak congkaknya akhir-akhir ini dan selalu ingin menjadi penentu keputusan di antara rekan sekerjanya. Dia tahu bahwa bersikap seperti itu tidak benar, tetapi dia tidak mampu menyangkali dirinya. Dia meminta kami menyampaikan persekutuan untuk membantunya. Begitu aku hendak memulai, Saudari Han Jingyi, diaken penginjilan kami, mulai berbicara, membagikan beberapa firman Tuhan yang relevan dan menceritakan beberapa pengalamannya sendiri. Kuperhatikan Zhiqing mendengarkan dengan cermat dan menganggukkan kepalanya dengan senyuman di wajahnya. Pemandangan ini membuatku sangat tidak nyaman dan kupikir, "Akulah pemimpin di sini, dan ini adalah masalah yang seharusnya kutangani. Mengapa kau merebutnya dariku? Kau telah membuatku terlihat seperti pemimpin yang tidak tahu cara menanganinya. Tidak! Aku takkan membiarkanmu mencuri panggungku, jika tidak, semua orang akan berpikir bahwa sebagai pemimpin, aku bahkan bukan tandingan diaken. Aku harus segera mengganti topik." Jadi, tak lama setelah Jingyi berhenti berbicara, tanpa memikirkan apakah masalah Zhiqing telah ditangani dengan memuaskan atau belum, aku segera berkata: "Tujuan utama Tuhan sekarang adalah menyebarkan dan bersaksi tentang Injil kerajaan, untuk membuat lebih banyak orang mendengar suara-Nya dan datang ke hadapan-Nya sesegera mungkin." Saat bersekutu, aku mengawasi ekspresi Zhiqing, dan tidak merasa tenang sampai melihat dia mendengarkanku dengan penuh perhatian. Begitu aku selesai, Jingyi melanjutkan dengan beberapa pendekatan yang relatif baik yang bisa dilakukan dalam memberitakan Injil. Yang dia katakan sangat jelas dan kuperhatikan Zhiqing mendengarkan dengan penuh perhatian pada apa yang Jingyi katakan, menganggukkan kepalanya sementara dia mendengarkan. Aku merasa sangat jengkel dan itu memalukan bagiku. Kupikir, "Akulah pemimpinnya, dan kau seorang diaken. Bagaimana aku bisa menyelesaikan pekerjaanku setelah kau mendapat keunggulan dengan cara ini? Jika semua orang mulai menghormatimu, siapa yang akan mendengarkanku?" Dengan pemikiran ini, aku memotong pembicaraan Jingyi dengan tegas dan mulai menyampaikan persekutuanku sendiri. Itu benar-benar momen yang sangat canggung. Sore itu, Zhiqing menyampaikan bahwa ada kekurangan orang yang bekerja di penyiraman, dan dia tidak tahu bagaimana menyelesaikan masalah itu. Jingyi mulai mempersekutukan beberapa pendekatan praktis, menghubungkannya dengan pengalamannya. Saat itu aku melihat Zhiqing lagi-lagi mengangguk sesekali dan aku merasa sangat iri. Kupikir, "Akulah pemimpinnya. Kaupikir aku tidak tahu cara bersekutu dengannya? Kau sepertinya berpikir dirimu benar-benar cakap, tetapi sebenarnya kau sedang pamer." Aku sangat marah kepada Jingyi, berpikir sebaiknya aku menyelidiki pekerjaannya secara lebih mendalam dan membuatnya sadar bahwa dia tidak sehebat seperti yang dia kira sehingga dia tidak akan pamer secara membabi buta. Dengan pemikiran ini, aku bertanya kepadanya, "Jingyi, pekerjaan penginjilan dari kelompok yang telah kaupimpin belum membuahkan hasil. Apakah itu karena kau belum mengerahkan segenap hatimu ke dalamnya?" Jingyi tampak sedikit canggung dengan pertanyaan ini, lalu berkata, "Saudari, aku terima apa yang kaukatakan. Setelah aku pulang, aku akan mencari tahu mengapa itu belum berhasil dan merenungkan diriku sendiri." Aku segera melanjutkan dengan, "Lalu ketika kau pulang, kau harus segera meringkas dan membalikkan penyimpangan itu. Sebagai diaken penginjilan, kau harus mengambil peran pemimpin. Jika tidak, bagaimana saudara-saudari akan termotivasi memberitakan Injil?" Sebagai tanggapan, Jingyi menganggukkan kepalanya dengan sedikit kaku. Melihatnya menundukkan kepala dalam diam, aku merasakan sedikit penyesalan, tetapi aku juga merasa puas: "Bagaimana dengan kesombonganmu tadi, seolah-olah aku bukan tandinganmu? Begitu kutanyakan tentang pekerjaanmu, kau tidak terlihat begitu hebat. Tak terlalu sombong sekarang, bukan?" Jadi, aku mendapatkan kembali keberadaanku, kembali berbicara dengan otoritas dan membuat pengaturan untuk pekerjaan lain. Saat itu hari sudah gelap, aku dan Zhiqing memiliki tugas lain untuk didiskusikan malam itu. Awalnya aku ingin Jingyi tetap tinggal dan mendiskusikan segala sesuatu dengan kami, tetapi kemudian aku khawatir dia akan merebut panggungku lagi. Bukankah itu akan membuatku terlihat tidak cakap? Kupikir aku akan menyuruhnya pulang saja. Ketika melihatnya berjalan pergi dengan ekspresi sedih di wajahnya, aku sedikit merasa bersalah dan bertanya-tanya apakah dia merasa terkekang olehku. Namun, pada waktu itu aku hanya memikirkannya sekilas dan tidak merenungkannya lebih lanjut. Aku membiarkan hal itu berlalu.

Setelah beberapa hari, aku menceritakan sikapku terhadap Jingyi kepada Saudari Li Sixing yang bekerja bersamaku. Dia memangkasku, berkata, "Ini adalah watak antikristus. Saat kau, sebagai pemimpin, mengucilkan dan menekan seseorang yang mengunggulimu, ini adalah masalah natur yang sangat serius. Tidakkah jemaat gereja yang lebih berbakat takkan menginginkanmu berada di pucuk pimpinan?" Mendengar hal ini membuatku sedih dan sangat tidak nyaman. Baru pada saat itulah aku menyadari betapa seriusnya masalah ini. Aku mengingat kembali interaksiku dengan Jingyi. Aku menggunakan kelemahannya untuk mengucilkannya agar dia tidak mengungguliku. Bukankah aku sedang menekannya? Itu berarti melakukan kejahatan! Semakin aku memikirkan sikapku, semakin aku merasa takut, lalu aku segera datang ke hadapan Tuhan dan berdoa: "Ya Tuhan! Melalui Sixing yang memangkasku hari ini, aku sadar bahwa dengan menekan dan mengucilkan Jingyi berarti aku sedang menyingkapkan watak antikristus! Memiliki pekerjaan yang sepenting itu, jika aku tidak menyelesaikan watak ini, entah berapa banyak kejahatan yang akan kulakukan! Ya Tuhan! Aku mau berubah—kumohon bimbinglah aku."

Setelah itu, aku membaca bagian ini dalam firman Tuhan: "Antikristus mengambil alih segala sesuatu dari rumah Tuhan dan semua milik gereja, dan memperlakukannya sebagai milik pribadi mereka, yang semuanya dikelola oleh mereka, dan mereka tidak mengizinkan seorang lain pun ikut campur dengannya. Satu-satunya yang antikristus pikirkan ketika melaksanakan pekerjaan gereja adalah kepentingan mereka sendiri, status mereka sendiri dan martabat mereka sendiri. Mereka tidak mengizinkan siapa pun merugikan kepentingan mereka, apalagi membiarkan siapa pun yang berkualitas atau siapa pun yang mampu menyampaikan kesaksian pengalaman mereka yang mengancam reputasi dan status mereka. Karena itu, mereka berusaha menindas dan menyingkirkan sebagai pesaing orang-orang yang mampu menyampaikan kesaksian pengalaman, dan yang mampu mempersekutukan kebenaran dan membekali umat pilihan Tuhan, dan mereka berusaha mati-matian untuk mengasingkan orang-orang itu dari orang lain, merusak reputasi mereka sepenuhnya, dan menjatuhkan mereka. Baru setelah itulah antikristus akan merasa tenang. Jika orang-orang ini tidak pernah merasa negatif dan mampu melaksanakan tugas mereka, menyampaikan kesaksian mereka, dan menyokong orang lain, maka antikristus akan beralih ke upaya terakhir mereka, yaitu dengan mencari-cari kesalahan mereka dan mengutuk mereka, atau menjebak mereka, dan mengarang alasan untuk menyiksa dan menghukum mereka, sampai mereka disingkirkan dari gereja. Baru setelah itulah antikristus akan benar-benar merasa tenang. Inilah yang paling berbahaya dan jahat tentang antikristus. Yang paling membuat mereka takut dan cemas adalah orang-orang yang mengejar kebenaran dan yang memiliki kesaksian pengalaman yang nyata, karena orang-orang yang memiliki kesaksian seperti itu adalah orang-orang yang paling diterima dan didukung oleh umat pilihan Tuhan, bukan mereka yang terus saja bercakap kosong tentang kata-kata dan doktrin. Antikristus tidak memiliki kesaksian pengalaman yang nyata, mereka juga tak mampu menerapkan kebenaran; mereka paling-paling hanya mampu melakukan beberapa perbuatan baik untuk menjilat orang. Namun, sebanyak apa pun perbuatan baik yang mereka lakukan, atau sebanyak apa pun hal muluk-muluk yang mereka katakan, semua ini tetap tidak sebanding dengan manfaat dan keuntungan yang orang dapatkan dari kesaksian pengalaman yang baik. Tidak ada yang bisa menggantikan dampak perbekalan dan penyiraman yang diberikan kepada umat pilihan Tuhan oleh mereka yang mampu menyampaikan kesaksian pengalaman mereka. Karena itu, ketika antikristus melihat seseorang menyampaikan kesaksian pengalamannya, tatapan mereka tampak tajam. Kemarahan berkobar di dalam hati mereka, kebencian muncul, dan mereka berusaha keras membungkam si pembicara dan menghalanginya agar tidak lagi berbicara. Jika dia terus berbicara, reputasi antikristus akan hancur total, wajah buruk mereka akan sepenuhnya tersingkap di muka umum, sehingga antikristus mencari dalih untuk mengganggu orang yang menyampaikan kesaksian, dan menindas mereka. Antikristus mengizinkan hanya diri mereka sendiri untuk menyesatkan orang dengan kata-kata dan doktrin; mereka tidak mengizinkan umat pilihan Tuhan memuliakan Tuhan dengan menyampaikan kesaksian pengalaman mereka, yang menunjukkan orang macam apakah yang paling dibenci dan ditakuti oleh antikristus. Ketika ada orang yang menonjol setelah melakukan sedikit pekerjaan, atau ketika ada orang yang mampu menyampaikan kesaksian pengalaman yang nyata, dan pilihan Tuhan mendapatkan manfaat, pendidikan, dan dukungan darinya, dan itu mendatangkan banyak pujian dari semua orang, maka iri hati dan benci pun tumbuh dalam hati antikristus, dan mereka berusaha untuk menyingkirkan dan menindas orang itu. Dalam keadaan apa pun, mereka tidak mengizinkan orang-orang seperti itu untuk melakukan pekerjaan apa pun, demi menghalangi orang-orang itu agar tidak mengancam status mereka. Orang-orang yang memiliki kenyataan kebenaran berfungsi menonjolkan dan menyoroti kemiskinan, kemalangan, keburukan, dan kejahatan antikristus saat antikristus berada di hadapan mereka, sehingga ketika antikristus memilih rekan atau teman sekerja, mereka tidak pernah memilih orang yang memiliki kenyataan kebenaran, mereka tidak pernah memilih orang yang mampu menyampaikan kesaksian pengalaman mereka, dan mereka tidak pernah memilih orang yang jujur atau orang yang mampu menerapkan kebenaran. Orang-orang inilah yang paling dicemburui dan dibenci oleh antikristus, dan mereka adalah duri dalam daging antikristus" (Firman, Vol. 4, Menyingkapkan Antikristus, "Bab Delapan: Mereka Akan Menyuruh Orang Lain Hanya Tunduk kepada Mereka, Bukan kepada Kebenaran atau Tuhan (Bagian Satu)"). Dari firman Tuhan aku memahami bahwa ciri utama watak antikristus adalah menganggap kekuasaan sebagai hidup mereka, selalu ingin berkuasa dalam tugas mereka, dan ingin memegang kendali. Saat seseorang menekan mereka, mengancam status dan kekuasaan mereka, mereka akan mengucilkan dan menekan orang itu, bahkan sampai dengan jahatnya merugikan pekerjaan gereja. Merenungkan diriku sendiri sejak mengambil posisi kepemimpinan, aku tidak berfokus pada tanggung jawabku dalam tugas dan bagaimana seharusnya melakukan pekerjaan nyata, tetapi berfokus pada gengsi yang diperoleh dari statusku. Untuk melindungi statusku, aku tidak mengizinkan siapa pun mengungguliku. Persekutuan Jingyi tentang kebenaran menyelesaikan masalah Zhiqing. Itu memperlihatkan dia menanggung beban, dan itu adalah hal yang positif, tetapi aku tidak senang masalah Zhiqing diselesaikan. Sebaliknya, aku takut Jingyi terlihat lebih baik daripada diriku, dan merasa cemas bahwa aku akan kehilangan tempatku di hati orang lain, bahwa mereka tidak akan menghormatiku lagi. Aku dengan sengaja mengubah topik agar tidak memberikan kesempatan kepada Jingyi untuk berbicara. Ketika aku melihatnya mendapatkan pujian dari orang lain dalam persekutuannya, aku dengan sengaja mempersulitnya dengan menanyakan tentang pekerjaannya. Aku membuatnya terlihat buruk dan terus melakukan hal itu sampai yang lainnya tidak menghormatinya lagi. Untuk memperkuat kedudukanku, sebenarnya aku menggunakan taktik jahat dan tercela ini untuk menekan dan mengucilkan orang yang mampu mempersekutukan kebenaran. Naturku sungguh jahat. Bukankah aku telah menyingkapkan watak antikristus? Aku teringat seorang antikristus yang gereja keluarkan hanya beberapa hari sebelumnya. Dia terus menekan dan mengucilkan saudara-saudari yang menyatakan pendapat berbeda atau lebih baik daripada dirinya, tidak memikirkan pekerjaan gereja. Akhirnya dia dikeluarkan karena melakukan segala macam kejahatan. Dengan semua yang telah kulakukan terhadap Jingyi, apa bedanya antara diriku dengan antikristus itu? Aku sedang menempuh jalan antikristus.

Kemudian, aku membaca bagian ini dalam firman Tuhan: "Apa pun yang kaulakukan, entah itu penting atau tidak, engkau akan selalu membutuhkan seseorang untuk membantumu, memberimu petunjuk dan nasihat, atau melakukan sesuatu dengan bekerja sama denganmu. Inilah satu-satunya cara untuk memastikan bahwa engkau akan melakukan segala sesuatu dengan lebih tepat, melakukan lebih sedikit kesalahan, sehingga makin kecil kemungkinanmu untuk menyimpang—ini adalah hal yang baik. Melayani Tuhan, khususnya, adalah perkara yang besar, dan tidak menyelesaikan watakmu yang rusak dapat menempatkanmu dalam bahaya! Jika orang memiliki watak Iblis, mereka dapat memberontak dan menentang Tuhan kapan pun dan di mana pun. Orang yang hidup berdasarkan watak Iblis dalam diri mereka, mampu menolak, menentang, dan mengkhianati Tuhan setiap saat. Antikristus sangat bodoh, mereka tidak menyadari hal ini, mereka berpikir, 'Aku sudah cukup kesulitan mendapatkan kekuasaanku, mengapa aku harus membaginya dengan orang lain? Memberikan otoritasku kepada orang lain berarti aku sama sekali tidak memilikinya, bukan? Bagaimana aku bisa menunjukkan bakat dan kemampuanku tanpa kekuasaan?' Mereka tidak tahu bahwa apa yang telah Tuhan percayakan kepada manusia bukanlah kekuasaan atau status, melainkan tugas. Antikristus hanya mau menerima kekuasaan dan status, mereka mengesampingkan tugas mereka, dan mereka tidak melakukan pekerjaan nyata. Sebaliknya, mereka hanya mengejar ketenaran, keuntungan dan status, dan hanya ingin merebut kekuasaan, mengendalikan umat pilihan Tuhan, serta menikmati manfaat dari status. Melakukan segala sesuatu dengan cara ini sangat berbahaya—ini menentang Tuhan! Siapa pun yang mengejar ketenaran, keuntungan dan status, alih-alih melaksanakan tugas mereka dengan benar, mereka sedang melakukan hal yang berbahaya dan bermain-main dengan hidup mereka. Orang yang melakukan hal berbahaya dan bermain-main dengan hidup mereka dapat menghancurkan diri mereka sendiri setiap saat. Sekarang ini, sebagai pemimpin atau pekerja, engkau sedang melayani Tuhan, dan ini bukan hal yang biasa. Engkau tidak sedang melakukan sesuatu untuk manusia, apalagi bekerja agar dapat membayar tagihan dan menyediakan makanan di atas meja; melainkan, engkau sedang melaksanakan tugasmu di gereja. Dan terutama, mengingat bahwa tugas ini berasal dari amanat Tuhan, apa artinya melaksanakan tugas ini? Itu berarti dalam tugasmu, engkau bertanggung jawab kepada Tuhan, entah engkau melaksanakannya dengan baik atau tidak; pada akhirnya, engkau harus mempertanggungjawabkannya kepada Tuhan, harus ada hasilnya. Yang telah kauterima ini adalah amanat Tuhan, tanggung jawab yang kudus, jadi sepenting atau sekecil apa pun tanggung jawab ini, ini adalah tanggung jawab yang serius. Seberapa seriuskah tanggung jawab ini? Dalam skala kecil, ini berkaitan dengan apakah engkau dapat memperoleh kebenaran dalam kehidupanmu ini dan berkaitan dengan bagaimana Tuhan akan memandangmu. Dalam skala besar, ini berkaitan langsung dengan masa depanmu, nasibmu, dan kesudahanmu; jika engkau melakukan kejahatan dan menentang Tuhan, engkau akan dikutuk dan dihukum. Segala sesuatu yang kaulakukan ketika engkau melaksanakan tugasmu dicatat oleh Tuhan, dan Tuhan memiliki prinsip dan standar-Nya sendiri tentang bagaimana itu dinilai dan dievaluasi; Tuhan menentukan kesudahanmu berdasarkan semua yang kauwujudkan saat engkau melaksanakan tugasmu" (Firman, Vol. 4, Menyingkapkan Antikristus, "Bab Delapan: Mereka Akan Menyuruh Orang Lain Hanya Tunduk kepada Mereka, Bukan kepada Kebenaran atau Tuhan (Bagian Satu)"). Dari firman Tuhan aku mengerti bahwa menjadi pemimpin atau pekerja adalah pekerjaan penting yang tidak boleh dianggap enteng. Kita tidak boleh bersikap congkak atau keras kepala. Kita harus memiliki hati yang takut akan Tuhan dan bekerja sama secara harmonis dengan saudara-saudari lainnya. Kita harus lebih banyak mencari kebenaran dan mendengarkan saran orang lain, sehingga kita tidak akan menempuh jalan yang salah. Tuhan memberi setiap orang kualitas berbeda dan tiap-tiap orang memiliki pemahamannya sendiri. Satu orang memiliki pengalaman yang terbatas dan hanya bisa memandang segala sesuatu dari satu sudut pandang. Mencapai hasil yang baik dalam tugas kita membutuhkan kerja sama semua orang, dan kita bisa melengkapi kekurangan satu sama lain. Jingyi menyarankan beberapa pendekatan yang bagus untuk diterapkan yang dengan sempurna melengkapi apa yang kurang dari persekutuanku. Itu hal yang bagus! Namun, statusku lebih penting daripada apa pun, jadi aku hanya ingin pamer dan membuat orang lain menghormatiku, memujaku. Melihat Jingyi bersekutu dengan baik, mengeluarkanku dari pusat perhatian, aku hanya mengucilkan dan menekannya. Bukankah aku sedang hidup berdasarkan racun Iblis seperti "Di seluruh alam semesta ini, akulah yang berkuasa" dan "Hanya boleh ada satu laki-laki alfa." Aku tidak peduli apakah pertemuan kami membuahkan hasil atau tidak, atau saudara-saudari bisa menemukan solusi untuk masalah mereka atau tidak. Aku bahkan tidak mempertimbangkan apakah Jingyi merasa terkekang atau terluka. Aku hanya berfokus mengejar kepuasan ambisi dan keinginanku sendiri. Betapa hinanya diriku! Aku melayani sebagai pemimpin gereja, tetapi gagal membawa saudara-saudari ke hadapan Tuhan. Aku tidak menolong orang lain memperoleh pengenalan akan Tuhan, melainkan aku ingin mengendalikan mereka, membuat mereka menghormatiku dan menjadikanku pusat perhatian. Itu berarti aku sedang menentang Tuhan, menempuh jalan antikristus! Jika aku tidak bertobat, aku pasti akan menyinggung watak Tuhan dan disingkirkan.

Ketika kurenungkan bagaimana aku memperlakukan Jingyi, aku sadar betapa jahatnya watakku, betapa tidak manusiawinya diriku. Aku merasa muak dan membenci diriku sendiri. Aku ingin mencari jalan penerapan untuk menyelesaikan watak jahatku sesegera mungkin. Kemudian, aku menonton video pembacaan firman Tuhan. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Ada prinsip yang berdasarkannya Tuhan bertindak. Perlakuan-Nya terhadap manusia adalah menghargai, penuh perhatian, dan penuh kasih terhadap mereka. Tuhan menginginkan yang terbaik bagi manusia—inilah sumber dan maksud semula di balik semua tindakan Tuhan. Sebaliknya Iblis, dia memamerkan dirinya, memaksakan segala sesuatu kepada manusia, memaksa mereka untuk menyembahnya dan disesatkan olehnya, dan menyebabkan mereka menjadi tidak bermoral, sehingga mereka lambat laun menjadi manusia setan dan berjalan menuju kebinasaan. Namun, jika engkau percaya kepada Tuhan, jika engkau memahami dan memperoleh kebenaran, engkau akan mampu melepaskan dirimu dari pengaruh Iblis dan memperoleh keselamatan—engkau tidak akan menghadapi kebinasaan sebagai kesudahanmu. Iblis tidak tahan melihat manusia berada dalam keadaan yang baik, dan dia tidak peduli apakah manusia itu hidup atau mati; dia hanya memedulikan dirinya sendiri, keuntungannya sendiri, dan kesenangannya sendiri, dan dia tidak memiliki kasih, belas kasihan, toleransi, dan pengampunan. Iblis tidak memiliki kualitas-kualitas ini; hanya Tuhan yang memiliki hal-hal positif ini. Tuhan telah melakukan sangat banyak pekerjaan dalam diri manusia, tetapi pernahkah Dia membicarakannya? Pernahkah Dia menjelaskannya? Pernahkah Dia mengumumkannya? Tidak pernah. Sekalipun manusia salah memahami Tuhan, Dia tidak menjelaskannya. ... Tuhan itu rendah hati dan tersembunyi, sedangkan Iblis memamerkan dirinya sendiri. Apakah ada perbedaan di antara keduanya? Memamerkan diri versus kerendahhatian dan ketersembunyian: yang mana yang merupakan hal positif? (Kerendahhatian dan ketersembunyian.) Bisakah Iblis digambarkan sebagai sosok yang rendah hati? (Tidak.) Mengapa? Dinilai dari esensi natur jahat dirinya, Iblis adalah sampah yang tidak berguna; adalah hal yang tidak normal bagi Iblis jika dia tidak memamerkan dirinya sendiri. Bagaimana mungkin Iblis disebut makhluk yang 'rendah hati'? 'Kerendahhatian' mengacu pada Tuhan. Identitas, esensi, dan watak Tuhan itu mulia dan terhormat, tetapi Dia tidak pernah pamer. Tuhan itu rendah hati dan tersembunyi, jadi manusia tidak melihat apa yang telah Dia lakukan, tetapi meskipun Dia bekerja dalam ketidakjelasan seperti itu, umat manusia tak henti-hentinya dibekali, dipelihara, dan dibimbing—dan semua ini diatur oleh Tuhan. Bukankah karena ketersembunyian dan kerendahhatian inilah hingga Tuhan tidak pernah mengumumkan hal-hal ini, tidak pernah menyebutkannya? Tuhan itu rendah hati justru karena Dia mampu melakukan hal-hal ini tetapi tidak pernah mengumumkan, dan tidak memperdebatkannya dengan manusia. Apa hakmu untuk berbicara tentang kerendahhatian padahal engkau tidak mampu melakukan hal-hal semacam itu? Engkau tidak melakukan satu pun dari hal-hal tersebut, tetapi bersikeras menuntut pujian untuk itu—ini disebut bersikap tidak tahu malu" (Firman, Vol. 4, Menyingkapkan Antikristus, "Bab Tujuh: Mereka Jahat, Berbahaya, dan Licik (Bagian Dua)"). Bagian firman Tuhan ini menunjukkan kepadaku betapa rendah hati dan tersembunyinya Tuhan. Tuhan adalah Sang Pencipta, melakukan pekerjaan-Nya tanpa henti, membimbing umat manusia, dan memberikan semua yang kita butuhkan untuk bertahan hidup, tetapi Dia tidak pernah pamer. Dia hanya dengan diam-diam mengungkapkan kebenaran, bekerja untuk menyelamatkan umat manusia. Esensi Tuhan sangat indah, sangat baik! Adapun aku, aku ingin pamer ke mana pun aku pergi. Begitu menduduki posisi kepemimpinan, aku menempatkan diriku di panggung dan menolak turun. Ketika saudariku mempersekutukan pendekatan yang baik untuk melakukan penerapan, aku tidak mencari kebenaran dengan pikiran terbuka. Aku tidak mau membiarkan siapa pun mengungguliku. Aku sangat congkak! Aku adalah pemimpin, tetapi aku tidak membina atau merekomendasikan mereka yang mengejar kebenaran, melainkan aku mengucilkan dan menekan mereka. Aku hanya memikirkan bagaimana melindungi statusku sendiri, membuat orang lain menghormati dan mengagumiku. Aku benar-benar tak tahu malu, dan memiliki karakter yang hina! Aku bergegas datang ke hadapan Tuhan dalam doa: "Ya Tuhan! Watak antikristus dalam diriku benr-benar buruk. Aku mau bertobat kepada-Mu, mengambil posisiku yang seharusnya dan melakukan tugasku dengan kerendahhatian." Kemudian aku pergi menemui setiap kelompok untuk bersekutu dengan semua orang tentang pendekatan Jingyi untuk mengabarkan Injil. Setelah itu, aku membuka diri dan menganalisis pengungkapan kerusakanku saat bersaing mengejar status dengannya, serta menganalisis watak antikristusku. Menerapkan ini membuatku sangat tenang dan damai.

Setelah itu, ketika aku mendapati diriku dalam keadaan bersaing dengan orang lain untuk mengejar status, aku selalu secara sadar menerapkan kebenaran. Suatu hari, aku sedang berada dalam pertemuan dengan beberapa pemimpin kelompok, dan Saudari Yang Guang, yang cukup supel, tampak cukup bersemangat dari awal dan secara aktif terlibat dalam menjawab pertanyaan orang lain. Dia selalu menjadi pusat perhatian di sepanjang pertemuan itu. Saat kami sedang berbicara tentang cara membagi pertemuan untuk para petobat baru, Yang Guang memberi saran yang berbeda saat aku selesai berbicara. Meskipun saat itu aku merasa dia benar, ketika melihat saudara-saudari setuju dengannya dan pandangan semua orang beralih kepadanya, aku merasa kehilangan muka. Kupikir: "Yang Guang telah menjadi pusat perhatian, dan aku menjadi peran pembantu. Akulah pemimpinnya, tetapi mengapa aku hanya seperti properti panggung?" Segera setelah ini terpikir olehku, aku sadar bahwa aku sedang kembali bersaing mengejar status, berjuang untuk menjadi pusat perhatian. Aku berdoa dalam hati kepada-Tuhan, berkata bahwa aku bersedia mengesampingkan diriku dan bekerja dengan baik bersama Yang Guang, dan bahwa Aku membutuhkan bimbingan-Nya untuk mengubah keadaanku yang salah. Aku teringat satu bagian firman Tuhan: "Engkau harus melepaskan gelar kepemimpinanmu, melepaskan simbol statusmu, memperlakukan dirimu sebagai orang biasa, berdiri setara dengan orang lain, dan memiliki sikap yang bertanggung jawab terhadap tugasmu. Jika engkau selalu memperlakukan tugasmu sebagai gelar dan status resmi, atau semacam kehormatan, dan membayangkan bahwa orang lain ada di sana untuk bekerja dan melayani kedudukanmu, ini menyusahkan, dan Tuhan akan benci dan muak terhadapmu. Jika engkau percaya bahwa engkau setara dengan orang lain, bahwa engkau hanya memiliki sedikit lebih banyak amanat dan tanggung jawab dari Tuhan, jika engkau dapat belajar menempatkan dirimu setara dengan mereka, dan bahkan dapat merendahkan diri untuk meminta pendapat orang lain, dan jika engkau dapat dengan sungguh-sungguh, saksama, dan penuh perhatian mendengarkan apa yang mereka katakan, maka engkau akan bekerja sama dengan harmonis dengan orang lain" (Firman, Vol. 4, Menyingkapkan Antikristus, "Bab Delapan: Mereka Akan Menyuruh Orang Lain Hanya Tunduk kepada Mereka, Bukan kepada Kebenaran atau Tuhan (Bagian Satu)"). Bagian firman Tuhan ini memberiku jalan penerapan. Gereja telah memberiku kesempatan untuk melayani sebagai pemimpin, bukan untuk memberiku status, tetapi untuk memungkinkanku bekerja secara harmonis dengan semua orang untuk melaksanakan tugas dengan benar. Aku tidak boleh terus mengkhawatirkan reputasi dan statusku, atau bersaing dengan orang lain untuk mengejar reputasi. Saran Yang Guang benar, jadi aku harus menerimanya. Itu adalah yang terbaik untuk pekerjaan gereja. Setelah dia selesai, aku menyatakan persetujuanku dan meminta saudara-saudari lainnya untuk melanjutkan sesuai dengan sarannya. Aku tidak lagi bersaing dengannya di dalam hatiku. Dalam pertemuan itu, semua orang secara terbuka menyampaikan pendapat mereka dan itu adalah pertemuan yang sangat produktif. Aku sangat senang melihat hal ini dan sangat bersyukur atas bimbingan Tuhan. Aku sadar bahwa bekerja sama dengan baik dengan orang lain, tanpa dikekang oleh batasan status, benar-benar sangat membebaskan.

Melalui pengalaman inilah aku sadar betapa aku telah mengucilkan dan menekan orang demi meningkatkan statusku. Aku sadar betapa aku telah hidup berdasarkan watak jahatku, mampu melakukan kejahatan dan menentang Tuhan setiap saat. Tidak mengejar kebenaran sangat berbahaya! Penyingkapan firman Tuhan dan pengungkapan fakta, membuatku melihat dengan jelas bahwa aku sedang berada di jalan yang salah dan memampukanku untuk mengalami sedikit perubahan. Aku juga benar-benar merasa bahwa, asalkan kita dengan segenap hati mengejar kebenaran dan bekerja untuk menyelesaikan watak rusak kita, Tuhan akan memimpin jalannya. Syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa!

Sebelumnya: 29. Penghakiman dan Hajaran adalah Kasih Tuhan

Selanjutnya: 31. Memamerkan diri yang Tidak Tahu Malu

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Konten Terkait

Pengaturan

  • Teks
  • Tema

Warna Solid

Tema

Jenis Huruf

Ukuran Huruf

Spasi Baris

Spasi Baris

Lebar laman

Isi

Cari

  • Cari Teks Ini
  • Cari Buku Ini