Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Kebenaran Di Balik Pekerjaan Penaklukan (3)

Hasil yang akan dicapai dari pekerjaan penaklukan terutama agar daging manusia berhenti memberontak, yaitu, agar pikiran manusia memperoleh suatu pemahaman baru tentang Tuhan, hatinya untuk mematuhi Tuhan sepenuhnya, dan agar dia bertekad untuk hidup demi Tuhan. Bagaimana temperamen atau daging seseorang berubah tidak menentukan apakah dia telah ditaklukkan. Namun, itu terjadi saat pemikiran, hati nurani, dan nalarmu berubah—yaitu, saat seluruh sikap mentalmu berubah—baru engkau telah ditaklukkan oleh Tuhan. Saat engkau telah bertekad untuk menaati dan mengadopsi mentalitas baru, saat engkau tidak lagi menghadirkan gagasan atau intensimu sendiri terhadap firman dan pekerjaan Tuhan, dan saat otakmu bisa berpikir normal, yaitu, saat engkau melakukan jerih payah untuk Tuhan dengan segenap hatimu—orang semacam ini adalah seseorang yang sepenuhnya ditaklukkan. Dalam bidang agama, banyak orang menderita tidak kepalang tanggung sepanjang hidup mereka, menundukkan tubuh mereka atau memikul salib mereka, bahkan menderita dan menanggung hingga napas terakhir mereka! Beberapa masih berpuasa menjelang kematian mereka. Sepanjang hidup, mereka menolak makanan nikmat dan pakaian bagus, hanya menekankan pada penderitaan. Mereka mampu menaklukkan tubuh mereka dan meninggalkan daging mereka. Semangat mereka dalam menanggung penderitaan patut disanjung. Namun, pemikiran, gagasan, sikap mental, dan tentu sifat lama mereka—tidak satu pun dari ini sama sekali sudah ditangani. Mereka tidak memiliki pemahaman sejati tentang diri mereka. Gambaran mental mereka akan Tuhan adalah gambaran mental Tuhan nan abstrak dan samar. Tekad mereka untuk menderita demi Tuhan berasal dari cinta dan sifat positif mereka. Meski mereka percaya kepada Tuhan, mereka tidak memahami Tuhan atau mengetahui kehendak-Nya. Mereka hanya bekerja untuk dan menderita demi Tuhan secara membabi buta. Mereka tidak memberi nilai apa pun pada sikap mengerti dan tidak begitu peduli tentang cara memastikan bahwa pelayanan mereka sesungguhnya memenuhi kehendak Tuhan. Apalagi mengetahui bagaimana cara mencapai pemahaman tentang Tuhan. Tuhan yang mereka layani bukan Tuhan dalam gambaran asli-Nya, namun Tuhan yang mereka bayangkan, Tuhan yang mereka dengar, atau Tuhan legendaris yang ditemukan dalam banyak tulisan. Mereka lalu menggunakan imajinasi hidup mereka dan kesalehan hati mereka untuk menderita demi Tuhan dan mengambil demi Tuhan pekerjaan yang Tuhan ingin lakukan. Pelayanan mereka sangat tidak tepat, sehingga hampir tidak satu orang pun sungguh melayani Tuhan dengan cara yang memenuhi kehendak-Nya. Terlepas dari seberapa bersedia mereka mau menderita, perspektif asli mereka terhadap pelayanan dan gambaran mental mereka tentang Tuhan tetap tidak berubah karena mereka belum mengalami penghakiman serta hajaran Tuhan juga pemurnian serta penyempurnaan-Nya, dan karena tidak satu orang pun menuntun mereka dengan kebenaran. Bahkan jika mereka percaya kepada Yesus Sang Juru Selamat, tidak satu pun dari mereka pernah melihat Sang Juru Selamat. Mereka hanya mengenal-Nya melalui legenda dan dari kabar angin. Dengan demikian, pelayanan mereka tidak lebih dari melayani secara acak dengan mata tertutup, seperti seorang tunanetra melayani bapaknya sendiri. Apa pada akhirnya yang bisa dicapai melalui pelayanan semacam ini? Dan siapa akan menyetujui hal tersebut? Dari awal hingga akhir, pelayanan mereka tidak pernah berubah sama sekali. Mereka hanya menerima pelajaran buatan manusia dan mendasarkan pelayanan mereka hanya pada kealamian mereka dan apa yang mereka suka. Apa upah yang bisa didapat dari ini? Bahkan Petrus pun, yang melihat Yesus, tidak tahu bagaimana melayani dalam cara yang memenuhi kehendak Tuhan. Dia baru mulai paham di penghujung hidup dalam usia yang sudah senja. Apakah yang ingin ditunjukkan dari orang tunanetra yang belum mengalami penanganan atau pemangkasan apa pun dan yang tidak memiliki seseorang yang memandu mereka? Bukankah pelayanan kalian sekarang ini seperti semua orang tunanetra ini? Mereka semua yang belum menerima penghakiman, belum menerima pemangkasan dan penanganan, dan belum berubah—bukankah mereka belum sepenuhnya ditaklukkan? Apakah kegunaan orang seperti itu? Jika pemikiranmu, pemahamanmu tentang kehidupan, dan pemahamanmu tentang Tuhan menunjukkan tiada perubahan baru dan bahkan tidak menghasilkan secuil perolehan nyata pun, engkau tidak akan pernah mencapai apa pun yang luar biasa dalam pelayananmu! Tanpa visi dan tanpa pemahaman baru tentang pekerjaan Tuhan, engkau tidak bisa menjadi orang taklukan. Caramu mengikuti Tuhan akan menjadi seperti mereka yang menderita dan berpuasa—tidak akan banyak memberi faedah! Ini tentu karena sedikit kesaksian dalam apa yang mereka lakukan sehingga Aku mengatakan pelayanan mereka sia-sia! Sepanjang hidup mereka, orang tersebut menderita, menghabiskan waktu dalam penjara, dan pada setiap momen, mereka menanggung, menekankan pada cinta serta kebaikan hati, dan memikul salib mereka. Mereka difitnah dan ditolak oleh dunia dan sudah mengalami setiap kesukaran. Mereka taat sampai akhir, namun demikian mereka tidak ditaklukkan, dan mereka tidak menyodorkan kesaksian sudah ditaklukkan. Mereka sudah sangat banyak menderita, namun mereka tidak mengetahui Tuhan sama sekali dalam batin. Tidak satu pun dari pemikiran kolot, gagasan lama, praktik keagamaan, pemahaman buatan manusia, dan ide manusia mereka sudah ditangani. Sama sekali tidak ada pemahaman baru dalam diri mereka. Bahkan tidak sedikit pun dari pemahaman mereka tentang Tuhan benar atau akurat. Mereka telah salah memahami kehendak Tuhan. Bisakah ini untuk melayani Tuhan? Akan tetapi, engkau dahulu memahami Tuhan, misalkan engkau mempertahankannya hari ini dan terus mendasarkan pemahamanmu terhadap Tuhan pada gagasan dan idemu sendiri tidak peduli Tuhan melakukan apa. Yaitu, misalkan engkau tidak memiliki pemahaman baru dan benar akan Tuhan dan engkau gagal mengetahui gambaran serta watak sejati Tuhan. Misalkan pemahamanmu tentang Tuhan masih dipandu oleh pemikiran feodal dan bertakhayul serta masih terlahir dari imajinasi serta gagasan manusia. Jika memang demikian, maka engkau belum ditaklukkan. Tujuan-Ku mengucapkan semua perkataan ini kepadamu sekarang adalah memungkinkanmu untuk memahami dan menggunakan pengetahuan ini agar menuntunmu menuju pemahaman akurat dan baru. Semua itu juga ditujukan untuk menyingkirkan gagasan usang dan pengetahuan lama yang engkau miliki sehingga engkau bisa memiliki suatu pemahaman baru. Jika engkau sungguh makan dan minum firman-Ku, maka pemahamanmu akan berubah secara signifikan. Selama engkau mempertahankan hati taat saat engkau makan dan minum firman Tuhan, perspektifmu berganti. Selama engkau mampu menerima hajaran berulang, mentalitas lamamu akan berubah secara bertahap. Selama mentalitas lamamu diganti secara menyeluruh dengan yang baru, praktikmu juga akan ikut berubah. Dengan cara ini, pelayananmu akan menjadi semakin tepat sasaran, semakin mampu untuk memenuhi kehendak Tuhan. Jika engkau bisa mengubah hidupmu, pemahamanmu akan hidup, dan banyak gagasanmu tentang Tuhan, maka kealamianmu akan berkurang secara bertahap. Ini, dan ini sungguh benar, adalah hasil setelah Tuhan menaklukkan manusia; ini adalah perubahan yang akan dilihat dalam manusia. Jika percaya kepada Tuhan, semua yang engkau tahu adalah menaklukkan tubuhmu serta menanggung dan menderita, juga engkau tidak jelas apakah yang engkau lakukan benar atau salah, apalagi untuk siapa, maka bagaimana bisa praktik semacam ini mengarah pada perubahan?

Kalian harus memahami bahwa apa yang Aku minta dari kalian bukan supaya tubuh kalian berada dalam pasung atau supaya otak kalian dikendalikan dan dicegah agar tidak berpikir macam-macam. Ini bukan tujuan dari pekerjaan juga bukan pekerjaan yang perlu dituntaskan sekarang juga. Sekarang, kalian perlu memiliki pemahaman dari sudut positif sehingga kalian bisa mengubah diri. Apa yang sangat perlu kalian lakukan adalah membekali diri dengan firman Tuhan, yang berarti sepenuhnya membekali diri dengan kebenaran dan visi yang ada di hadapan kalian sekarang, dan kemudian beranjak dan mempraktikkannya. Ini tanggung jawab kalian. Aku tidak meminta kalian untuk mencari dan memperoleh penerangan bahkan lebih besar. Saat ini, kalian hanya belum memiliki tingkat pertumbuhan untuk itu. Apa yang dibutuhkan dari kalian adalah melakukan semua yang kalian bisa untuk makan dan minum firman Tuhan. Kalian perlu memahami pekerjaan Tuhan dan mengetahui sifat kalian, substansi kalian, dan kehidupan lama kalian. Kalian terutama perlu mengetahui praktik salah dan aktivitas manusia di masa lalu. Agar berubah, kalian harus mulai dengan mengubah pemikiran kalian. Pertama, ganti pemikiran lama kalian dengan yang baru, dan biarkan pemikiran baru kalian mengatur perkataan, tindakan, dan hidup kalian. Ini adalah yang sekarang diminta dari kalian masing-masing. Jangan mempraktikkan atau mengikuti secara membabi buta. Kalian harus memiliki dasar dan target. Jangan membodohi diri sendiri. Kalian harus mengetahui apa sebenarnya tujuan dari iman kalian kepada Tuhan, apa yang harus diperoleh dari situ, dan apa yang seharusnya kalian masuki sekarang. Sangat penting agar engkau mengetahui semua ini.

Apa yang seharusnya kalian masuki saat ini adalah mengangkat hidup kalian dan meningkatkan kaliber kalian. Selain itu, kalian perlu mengubah perspektif lama dari masa lalu kalian, mengubah pemikiran kalian, dan mengubah gagasan kalian. Seluruh hidup kalian perlu pembaruan. Saat pemahaman kalian seputar perbuatan Tuhan berubah, saat engkau memiliki pemahaman baru seputar kebenaran dari setiap hal yang Tuhan katakan, dan saat pemahaman internalmu ditinggikan, hidupmu akan beralih menjadi lebih baik. Setiap hal yang orang lakukan dan katakan sekarang bersifat praktis. Semua ini bukanlah doktrin, namun apa yang orang perlukan untuk hidup mereka dan apa yang seharusnya mereka miliki. Ini adalah perubahan yang sedang berlangsung dalam manusia selama pekerjaan penaklukan, perubahan yang seharusnya orang alami, dan itu adalah hasil setelah orang ditaklukkan. Ketika engkau telah mengubah pemikiranmu, menggunakan sikap mental baru, membalikkan gagasan serta intensimu juga penalaran logismu di masa lalu, membuang semua hal yang mengakar kuat dalam dirimu, dan memperoleh pemahaman baru tentang iman kepada Tuhan, lalu kesaksian yang akan engkau berikan akan ditinggikan dan diri utuhmu akan benar-benar berubah. Semua hal ini adalah hal yang paling praktis, paling realistis, dan paling fundamental—hal yang sulit untuk dipahami oleh orang di masa lalu dan hal yang tidak bisa mereka temui. Semua itu adalah pekerjaan sejati Roh. Bagaimana engkau sebenarnya memahami Alkitab di masa lalu? Perbandingan cepat hari ini akan menjelaskan. Di masa lalu, engkau memuja-muja Musa, Petrus, Paulus, atau semua pernyataan dan perspektif dalam alkitab. Sekarang, jika engkau diminta untuk memuja-muja Alkitab, maukah engkau melakukannya? Engkau akan melihat bahwa Alkitab mengandung banyak sekali catatan yang ditulis oleh manusia dan bahwa Alkitab hanyalah catatan manusia tentang dua tahap pekerjaan Tuhan. Itu adalah buku sejarah. Tidakkah ini berarti bahwa pemahamanmu akan hal tersebut telah berubah? Jika engkau sekarang memperhatikan genealogi Yesus yang diberikan dalam Injil Matius, engkau akan berkata, “Genealogi Yesus? Omong kosong! Ini genealogi Yusuf, bukan Yesus. Tidak ada hubungan antara Yesus dan Yusuf.” Saat engkau memperhatikan Alkitab sekarang, pemahamanmu akan hal tersebut berbeda, yang berarti perspektifmu telah berubah, dan engkau menghadirkan tingkat pemahaman lebih tinggi akan hal tersebut daripada akademisi keagamaan masa lalu. Saat seseorang mengatakan bahwa ada sesuatu pada genealogi ini, engkau akan merespons, “Ada apa dengan itu? Lanjutkan dan jelaskan. Yesus dan Yusuf tidak terkait. Apakah engkau tidak mengetahui itu? Bisakah Yesus memiliki genealogi? Bagaimana bisa Yesus memiliki leluhur? Bagaimana bisa Dia keturunan manusia? Dagingnya terlahir dari Maria; Roh-Nya adalah Roh Tuhan, bukan roh seorang manusia. Yesus adalah Anak Tuhan terkasih, jadi bisakah Dia memiliki genealogi? Ketika berada di bumi, Dia bukan anggota umat manusia, jadi bagaimana Dia bisa memiliki genealogi?” Saat engkau menganalisis genealogi dan menjelaskan kebenaran secara jelas, membagikan apa yang sudah engkau pahami, orang tersebut akan sangat terkejut. Beberapa orang akan merujuk ke Alkitab dan bertanya kepadamu, “Yesus memiliki genealogi. Apakah Tuhanmu di masa kini memiliki genealogi?” Engkau kemudian akan mengatakan kepada mereka pemahamanmu paling realistis. Dalam cara ini, pemahamanmu akan memiliki hasil. Sejujurnya, Yesus sama sekali tidak terkait dengan Yusuf dan bahkan tidak begitu terkait dengan Abraham. Itu hanya karena Yesus lahir di Israel. Namun, Tuhan bukan orang Israel atau keturunan orang Israel. Hanya karena Yesus lahir di Israel bukan berarti Tuhan adalah Tuhan orang Israel saja. Itu hanya untuk tujuan pekerjaan-Nya sehingga Dia mengambil langkah berinkarnasi diri-Nya. Tuhan adalah Tuhan seluruh makhluk di alam semesta. Hanya saja Dia pertama kali melakukan satu tahap pekerjaan di Israel dan, setelah itu, mulai bekerja di bangsa non-Yahudi. Namun, orang menganggap Yesus sebagai Tuhan orang Israel dan lebih lanjut menempatkan-Nya antara orang Israel dan antara keturunan Daud. Alkitab mengatakan bahwa di hari penghabisan, nama Yahweh akan menjadi besar di antara bangsa non-Yahudi, yang berarti Tuhan akan bekerja dalam bangsa non-Yahudi di akhir zaman. Bahwa Dia berinkarnasi di Yudea waktu itu tidak mengindikasikan bahwa Tuhan hanya mencintai orang Yahudi. Itu terjadi hanya karena pekerjaan memerlukannya. Tidak bisa dibilang bahwa Tuhan harus berinkarnasi di Israel (karena orang Israel adalah orang-orang pilihan-Nya). Bukankah orang-orang pilihan Tuhan juga ditemukan di bangsa non-Yahudi? Setelah Yesus selesai bekerja di Yudea, pekerjaan baru diperluas ke bangsa non-Yahudi. (Segala bangsa di luar Israel biasa disebut sebagai “bangsa non-Yahudi”; “bangsa non-Yahudi” bukan sebuah indikasi bahwa semua tempat tersebut tidak memiliki orang-orang pilihan; segala bangsa di luar Israel secara bersama-sama disebut sebagai “bangsa non-Yahudi.”) Sebenarnya, bangsa non-Yahudi dipenuhi oleh orang-orang pilihan Tuhan juga; hanya saja belum ada pekerjaan yang dilakukan di sana pada waktu itu. Orang menekankan Israel karena dua tahap pertama pekerjaan berlangsung di Israel sementara tiada pekerjaan dilakukan di bangsa non-Yahudi. Pekerjaan dalam bangsa non-Yahudi baru mulai hari ini, dan itu adalah alasan mengapa orang memiliki masa sulit menerimanya. Jika engkau bisa memahami semua ini secara jelas, menyerap secara akurat, dan melihat semua persoalan ini secara benar, engkau akan memiliki pemahaman akurat tentang Tuhan masa kini dan masa lalu, dan ini akan lebih tinggi dari pemahaman Tuhan yang dimiliki oleh para orang kudus sepanjang sejarah. Jika engkau mengalami pekerjaan hari ini dan mendengar ucapan pribadi Tuhan masa kini, namun engkau belum memahami sama sekali Tuhan secara utuh; jika pekerjaanmu masih selalu sama seperti dahulu dan tidak diganti dengan yang baru; dan khususnya jika engkau mengalami semua pekerjaan penaklukan ini, namun akhirnya tidak satu perubahan pun dapat dilihat dalam dirimu, maka bukankah imanmu sama seperti mereka yang mencari roti untuk memuaskan rasa lapar mereka? Dalam kasus tersebut, pekerjaan penaklukan tidak akan pernah mencapai hasil apa pun dalam dirimu. Bukankah engkau akan menjadi seseorang yang dimusnahkan?

Pada akhir semua pekerjaan penaklukan, sangat penting agar kalian semua memahami bahwa Tuhan bukanlah Tuhan orang Israel saja, namun Tuhan segala makhluk. Dia menciptakan semua umat manusia, bukan hanya orang Israel. Jika engkau mengatakan bahwa Tuhan adalah Tuhan orang Israel saja atau bahwa tidak mungkin bagi Tuhan untuk berinkarnasi dalam bangsa mana pun di luar Israel, maka engkau masih belum mencapai pemahaman apa pun sepanjang pekerjaan penaklukan dan engkau tidak mengakui sama sekali bahwa Tuhan adalah Tuhanmu. Semua yang engkau akui adalah bahwa Tuhan pindah dari Israel ke Tiongkok dan dipaksa menjadi Tuhanmu. Jika ini masih cara engkau melihat hal, maka pekerjaan-Ku belum menghasilkan dalam dirimu, dan engkau belum memahami satu hal pun yang Aku katakan. Pada akhirnya, jika engkau, seperti Matius, menulis lagi genealogi untuk-Ku, menemukan leluhur-Ku yang tepat, dan menemukan akar yang benar—sehingga Tuhan memiliki dua genealogi untuk dua inkarnasi-Nya—bukankah itu nanti akan menjadi lelucon terbesar di dunia? Bukankah engkau, “orang dengan intensi baik” yang menemukan genealogi untuk-Ku, menjadi seseorang yang membagi Tuhan? Mampukah engkau menanggung beban dosa ini? Setelah semua pekerjaan penaklukan ini, jika engkau masih belum percaya bahwa Tuhan adalah Tuhan segala makhluk, jika engkau masih berpikir bahwa Tuhan adalah Tuhan orang Israel saja, bukankah engkau seseorang yang secara terbuka menentang Tuhan? Tujuan menaklukkanmu di masa kini adalah agar engkau mengakui bahwa Tuhan adalah Tuhanmu, dan Tuhan orang lain, dan yang terpenting Tuhan bagi semua yang mencintai-Nya, dan Tuhan semua makhluk. Dia adalah Tuhan orang Israel dan Tuhan bangsa Mesir. Dia adalah Tuhan orang Inggris dan Tuhan orang Amerika. Dia bukan hanya Tuhan Adam dan Hawa, namun juga Tuhan bagi seluruh keturunan Adam dan Hawa. Dia adalah Tuhan setiap hal di surga dan setiap hal di bumi. Keluarga orang Israel juga semua keluarga non-Yahudi berada di tangan satu Tuhan. Dia tidak hanya bekerja di Israel selama beberapa ribu tahun dan dahulu dilahirkan di Yudea, namun hari ini Dia turun di Tiongkok, di tempat naga merah besar melingkar. Jika dilahirkan di Yudea menjadikan Dia Raja orang Yahudi, maka bukankah tidak turun di antara kalian semua hari ini menjadikan-Nya Tuhan kalian? Dia memimpin orang Israel serta lahir di Yudea, dan Dia juga lahir di tanah non-Yahudi. Bukankah semua pekerjaan-Nya untuk seluruh umat manusia yang Dia ciptakan? Apakah Dia mencintai orang Israel ratusan kali lipat dan membenci bangsa non-Yahudi ribuan kali lipat? Bukankah itu gagasan kalian? Itu kalian sendiri yang tidak mengakui Tuhan; itu bukan karena Tuhan tidak pernah menjadi Tuhanmu. Itu kalian sendiri yang menolak Tuhan; itu bukan karena Tuhan tidak bersedia menjadi Tuhanmu. Siapakah di antara makhluk ciptaan tidak berada di tangan Yang Mahakuasa? Dalam menaklukkan kalian di masa kini, bukankah sasarannya agar kalian mengakui bahwa Tuhan tidak lain adalah Tuhan kalian? Jika kalian masih mempertahankan bahwa Tuhan adalah Tuhan orang Israel saja, dan masih mempertahankan bahwa rumah Daud di Israel adalah asal kelahiran Tuhan dan bahwa tidak ada bangsa selain Israel yang mampu “menghasilkan” Tuhan, dan apalagi keluarga non-Yahudi mampu menerima pekerjaan Yahweh secara pribadi—jika engkau masih berpikir dengan cara ini, bukankah itu menjadikanmu orang keras kepala? Jangan selalu terpaku pada Israel. Tuhan berada di sini di antara kalian hari ini. Jangan terus mencari ke surga juga. Berhenti merindukan Tuhanmu di surga! Tuhan telah datang di tengah kalian, jadi bagaimana Dia bisa berada di surga? Engkau belum begitu lama percaya kepada Tuhan, namun engkau memiliki banyak gagasan tentang-Nya, sampai engkau tidak berani untuk berpikir dua kali bahwa Tuhan orang Israel akan berkenan untuk memberkati kalian dengan kehadiran-Nya. Bahkan engkau tidak berani berpikir bagaimana kalian dapat melihat Tuhan membuat penampakan pribadi, mengingat betapa menjijikkan diri kalian. Kalian juga tidak pernah berpikir bagaimana Tuhan secara pribadi turun di tanah non-Yahudi. Dia harus turun di Gunung Sinai atau Bukit Zaitun dan menampakkan diri kepada orang Israel. Bukankah orang non-Yahudi (yaitu, semua orang di luar Israel) merupakan objek kebencian-Nya? Bagaimana bisa Dia secara pribadi bekerja di antara mereka? Semua ini adalah gagasan mengakar kuat yang telah kalian kembangkan selama bertahun-tahun. Tujuan menaklukkan kalian di masa kini adalah untuk menghancurkan semua gagasan kalian seperti ini. Kalian dengan demikian telah melihat Tuhan secara pribadi menampakkan diri di antara kalian—bukan di Gunung Sinai atau di Bukit Zaitun, namun di antara orang yang belum pernah Dia pimpin di masa lalu. Setelah Tuhan melakukan dua tahap pekerjaan-Nya di Israel, orang Israel serta semua orang non-Yahudi sama-sama menampung gagasan ini: Meski benar bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu, Dia bersedia menjadi Tuhan orang Israel saja, bukan Tuhan orang non-Yahudi. Orang Israel percaya akan hal-hal berikut: Tuhan hanya bisa menjadi Tuhan kita, bukan Tuhan kalian orang non-Yahudi, dan karena kalian tidak menghormati Yahweh, Yahweh—Tuhan kita—membenci kalian. Orang Yahudi tersebut lalu memercayai ini: Tuhan Yesus menggunakan citra kami orang Yahudi dan adalah Tuhan yang menyandang tanda orang Yahudi. Tuhan bekerja di antara kami. Citra Tuhan dan citra kami serupa; citra kami dekat dengan Tuhan. Tuhan Yesus adalah Raja kami orang Yahudi; bangsa non-Yahudi tidak memenuhi syarat untuk menerima keselamatan agung tersebut. Tuhan Yesus adalah dosa yang ditawarkan kepada kami orang Yahudi. Banyak dari gagasan ini dibentuk oleh orang Israel dan orang Yahudi semata-mata berdasarkan dua tahap pekerjaan tersebut. Mereka secara dominan mengeklaim Tuhan untuk diri mereka, tidak mengizinkan bahwa Tuhan juga Tuhan bagi orang non-Yahudi. Dengan cara ini, Tuhan menjadi kosong di hati orang non-Yahudi. Ini karena semua orang percaya bahwa Tuhan tidak ingin menjadi Tuhan bangsa non-Yahudi dan bahwa Dia hanya menyukai orang Israel—orang-orang pilihan-Nya—dan Dia menyukai orang Yahudi, terutama para murid yang mengikuti-Nya. Apakah kalian tidak tahu bahwa pekerjaan yang Yahweh dan Yesus lakukan adalah untuk kelangsungan hidup semua umat manusia? Apakah kalian sekarang mengakui bahwa Tuhan adalah Tuhan kalian semua yang lahir di luar Israel? Bukankah Tuhan ada di sini di tengah kalian hari ini? Ini tidak mungkin sebuah mimpi, ya kan? Apakah kalian tidak menerima kenyataan ini? Kalian tidak berani memercayai atau memikirkannya. Terlepas dari bagaimana kalian melihatnya, bukankah Tuhan berada di sini di tengah kalian? Apakah kalian masih takut mempercayai perkataan ini? Mulai hari ini, bukankah semua orang taklukan dan semua yang ingin menjadi pengikut Tuhan orang-orang pilihan Tuhan? Bukankah kalian semua, yang merupakan pengikut masa kini, orang-orang pilihan di luar Israel? Apakah status kalian tidak sama dengan status orang Israel? Bukankah ini semua yang harus kalian kenali? Apakah ini bukan tujuan dari pekerjaan menaklukkan kalian? Karena kalian dapat melihat Tuhan, maka Dia akan menjadi Tuhan kalian selamanya, dari awal dan sampai masa depan. Dia tidak akan meninggalkan kalian, selama kalian semua bersedia untuk mengikuti-Nya dan menjadi ciptaan-Nya yang setia dan taat.

Terlepas dari seberapa kuat tekad mereka saat ini untuk mencintai Tuhan, manusia secara umum menjadi taat dan mengikuti sampai hari ini. Baru ketika akhir tiba, saat tahap pekerjaan ini tuntas, orang akan bertobat sepenuhnya. Yaitu saat orang akan benar-benar ditaklukkan. Sekarang, mereka hanya dalam proses sedang ditaklukkan. Saat pekerjaan tuntas, mereka akan ditaklukkan sepenuhnya, namun belum untuk saat ini! Bahkan jika setiap orang merasa yakin, itu tidak berarti mereka telah ditaklukkan sepenuhnya. Ini karena orang saat ini hanya melihat firman dan bukan keadaan faktual, dan mereka masih merasa tidak pasti tanpa peduli seberapa dalam mereka percaya. Itu alasan mengapa hanya dengan keadaan faktual terakhir, firman menjadi realitas, orang akan ditaklukkan sepenuhnya. Semua orang ini sekarang sedang ditaklukkan, karena mereka sedang mendengar banyak misteri yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Namun, dalam batin masing-masing, mereka masih mencari-cari dan menantikan beberapa keadaan faktual yang memungkinkan mereka untuk melihat setiap firman Tuhan diwujudkan. Baru pada saat itu, mereka akan yakin sepenuhnya. Baru ketika, pada akhirnya, semua telah melihat realitas faktual yang aktual ini, dan realitas ini telah membuat mereka merasa yakin, mereka akan menunjukkan keyakinan dalam hati mereka, ucapan mereka, juga mata mereka, dan mereka akan yakin sepenuhnya dari lubuk hati mereka. Ini adalah sifat manusia. Kalian perlu melihat firman menjadi kenyataan, kalian perlu melihat beberapa keadaan faktual yang terjadi serta melihat bencana menimpa beberapa orang, dan kalian akan merasa yakin sepenuhnya dalam ruang batin terdalam. Seperti orang Yahudi, kalian tetap terpaku pada arti penting melihat tanda dan mukjizat. Namun, kalian tetap belum melihat bahwa ada tanda serta mukjizat dan bahwa realitas sedang terjadi supaya dapat membuka mata kalian lebar-lebar. Entah itu seseorang turun dari langit, atau pilar awan berbicara kepada kalian, atau pengusiran roh jahat dari diri salah satu dari kalian oleh-Ku, atau gemuruh suara-Ku seperti guntur di antara kalian, kalian selama ini selalu menginginkan dan akan selalu menginginkan untuk melihat keadaan semacam ini. Orang bisa bilang bahwa dengan percaya kepada Tuhan, keinginan terbesar kalian adalah melihat Tuhan datang dan menunjukkan suatu tanda kepada kalian secara personal. Kemudian, kalian akan merasa terpuaskan. Untuk menaklukkan kalian semua, Aku telah melakukan pekerjaan serupa dengan penciptaan dunia dan lalu menambahkan suatu tanda. Kemudian, hati kalian akan ditaklukkan sepenuhnya.

Sebelumnya:Kebenaran Di Balik Pekerjaan Penaklukan (2)

Selanjutnya:Kebenaran Di Balik Pekerjaan Penaklukan (4)

Anda Mungkin Juga Menyukai