Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Bagaimana Hubungan Engkau Dengan Tuhan

Dalam memercayai Tuhan, setidaknya engkau harus berusaha membina hubungan yang normal dengan Tuhan. Tanpa hubungan yang normal dengan Tuhan, maka kepercayaan kepada Tuhan menjadi kehilangan makna. Membina hubungan yang normal dengan Tuhan dicapai dengan meneduhkan hati di hadirat Tuhan. Hubungan yang normal dengan Tuhan berarti mampu tidak meragukan ataupun mengingkari pekerjaan Tuhan dan tunduk pada pekerjaan Tuhan itu, dan, lebih jauh lagi, itu berarti memiliki niat yang benar di hadirat Tuhan, tidak memikirkan diri sendiri, selalu menjadikan kepentingan keluarga Tuhan sebagai yang terpenting dalam apa pun yang engkau lakukan, menerima pengawasan Tuhan, dan tunduk pada rancangan-Nya. Engkau mampu meneduhkan hati di hadirat Tuhan setiap kali engkau melakukan sesuatu; bahkan kala engkau tidak memahami kehendak Tuhan, engkau harus tetap memenuhi tugas dan tanggung jawab dengan sebaik mungkin. Tidak ada kata terlambat dalam menunggu kehendak Tuhan diungkapkan kepada engkau dan kemudian melakukannya. Apabila hubungan engkau dengan Tuhan telah menjadi normal, engkau juga akan memiliki hubungan yang normal dengan orang-orang. Semuanya dibangun atas dasar firman Tuhan. Dengan memakan dan meminum firman Tuhan, melakukanlah sesuai dengan ketentuan Tuhan, arahkan sudut pandang engkau dengan benar, dan jangan melakukan hal-hal yang melawan Tuhan atau mengacaukan gereja. Jangan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi kehidupan saudara-saudari engkau, jangan berucap hal-hal yang tidak berguna bagi orang lain, jangan melakukan hal-hal yang membuat malu. Bersikaplah adil dan terhormat ketika melakukan segala hal dan jadikan segala hal itu layak di hadapan Tuhan. Meskipun daging terkadang lemah, engkau mampu mengutamakan pemberian manfaat kepada keluarga Tuhan, tidak menginginkan bagian engkau sendiri, dan menjalankan kebenaran. Apabila engkau dapat melakukan seperti ini, hubungan engkau dengan Tuhan akan pulih normal.

Setiap kali engkau berbuat sesuatu, ujilah apakah motivasi engkau sudah benar. Apabila engkau mampu bertindak sesuai dengan ketetapan-ketetapan Tuhan, hubungan engkau dengan Tuhan sudah normal. Inilah syarat yang paling minim. Apabila di saat menguji motivasi, engkau menemukan motivasi yang tidak benar, dan apabila engkau mampu meninggalkannya lalu bertindak sesuai dengan firman Tuhan, maka engkau akan menjadi orang yang benar di hadapan Tuhan, yang akan menunjukkan bahwa hubungan engkau dengan Tuhan sudah normal, dan bahwa semua yang engkau lakukan adalah demi Tuhan, dan bukan demi diri sendiri. Kapanpun engkau berbuat atau berucap sesuatu, engkau harus memperbaiki motivasi, bersikap benar, dan tidak dituntun oleh emosi semata, atau bertindak sesuai dengan kehendak engkau sendiri. Inilah prinsip orang-orang yang percaya Tuhan dalam menjaga perilakunya. Motivasi dan tingkat pertumbuhan seseorang dapat terungkap dalam hal yang kecil dan, oleh karena itu, agar orang dapat memasuki jalan penyempurnaan Tuhan, mereka harus terlebih dahulu menetapkan motivasi mereka sendiri dan hubungan mereka dengan Tuhan. Hanya ketika hubungan engkau dengan Tuhan sudah normal, engkau akan bisa disempurnakan oleh Tuhan, dan baru setelah itu, penanganan, pemangkasan, pendisiplinan, dan pemurnian oleh Tuhan atas diri engkau dapat mencapai dampak yang diinginkan. Artinya, orang dapat memiliki Tuhan dalam hati mereka, tidak mencari keuntungan pribadi, tidak memikirkan masa depan pribadi (mengacu pada pemikiran daging), tetapi justru menanggung beban dalam memasuki hidup, melakukan yang terbaik dalam mencari kebenaran, dan tunduk pada pekerjaan Tuhan. Dengan demikian, tujuan yang engkau tetapkan sudah benar, dan hubungan engkau dengan Tuhan menjadi normal. Dapat dikatakan, memperbaiki hubungan dengan Tuhan adalah langkah pertama dalam memasuki perjalanan rohani. Meski takdir manusia ada di tangan Tuhan, telah ditetapkan oleh Tuhan sejak semula dan tidak dapat diubah oleh mereka sendiri, soal apakah engkau dapat atau tidak dapat disempurnakan atau dimiliki oleh Tuhan akan bergantung pada apakah hubungan engkau dengan Tuhan sudah benar atau belum. Mungkin ada bagian-bagian yang lemah atau tidak taat pada diri engkau—tetapi selama pandangan engkau sudah benar dan motivasi engkau sudah tepat, dan sejauh engkau telah memperbaiki dan memulihkan hubungan dengan Tuhan maka engkau akan memenuhi syarat untuk disempurnakan oleh Tuhan. Apabila engkau tidak memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan, dan bertindak demi daging atau keluarga engkau, maka terlepas dari betapa kerasnya engkau bekerja, itu semua akan sia-sia. Apabila hubungan engkau dengan Tuhan sudah benar, segala sesuatu akan berjalan dengan lancar. Tuhan tidak melihat hal lain selain apakah pandangan engkau tentang kepercayaan kepada Tuhan sudah benar: siapa yang engkau percayai, demi siapa engkau percaya, dan mengapa engkau percaya. Apabila engkau dapat melihat semua ini dengan jernih, dan mampu memperbaiki pandangan serta perbuatan engkau, maka hidup engkau akan mengalami kemajuan, dan engkau pasti dapat memasuki jalur yang benar. Apabila hubungan engkau dengan Tuhan tidak normal, dan pandangan engkau tentang kepercayaan kepada Tuhan menyimpang, ini akan menghalangi semua hal lain. Terlepas dari bagaimana engkau percaya kepada Tuhan, engkau tidak akan meraih apa pun juga. Hanya apabila hubungan engkau dengan Tuhan sudah normal, engkau akan diperkenan oleh Tuhan di saat engkau meninggalkan daging, berdoa, menderita, bertahan, taat, membantu saudara-saudari engkau, lebih berbakti kepada Tuhan, dan seterusnya. Soal apakah perbuatan engkau bermanfaat dan bermakna atau tidak akan tergantung pada apakah niat dan sudut pandang engkau sudah benar. Zaman sekarang, kepercayaan sebagian besar orang kepada Tuhan dapat diibaratkan seperti menatap jam dengan kepala dimiringkan -- sudut pandang mereka menjadi menyimpang. Segalanya akan menjadi baik apabila dilakukan terobosan untuk hal ini, segalanya akan menjadi baik-baik saja apabila terobosan ini ditetapkan, tetapi semuanya akan sia-sia apabila terobosan ini tidak dilakukan. Ada orang-orang yang berperilaku baik di hadapan-Ku, tetapi di belakang-Ku, mereka melawan. Ini adalah perbuatan serong dan dusta, dan orang seperti ini adalah hamba Iblis, mereka adalah jelmaan khas dari Iblis untuk menguji Tuhan. Engkau adalah orang yang benar hanya apabila engkau mampu tunduk pada pekerjaan-Ku dan firman-Ku. Selama engkau dapat memakan dan meminum firman Tuhan, selama semua yang engkau lakukan layak di hadapan Tuhan, maka semua yang engkau lakukan adalah adil dan terhormat, selama engkau tidak melakukan hal-hal yang membuat malu, tidak melakukan hal-hal yang akan membahayakan hidup orang lain, selama engkau hidup dalam terang, dan tidak diperalat oleh Iblis, maka hubungan engkau dengan Tuhan akan menjadi normal dan benar.

Dalam memercayai Tuhan, niat dan sudut pandang engkau harus benar; engkau harus memiliki pemahaman dan perlakuan yang benar atas firman Tuhan, pekerjaan Tuhan, lingkungan yang diatur oleh Tuhan, orang yang bersaksi karena Tuhan, dan atas Tuhan yang praktis. Janganlah melakukannya menuruti pikiran sendiri, atau menyusun rencana kecil engkau sendiri. Engkau harus bisa mencari kebenaran dalam segala hal dan berdiri di tempat engkau sebagai ciptaan Tuhan dan tunduk pada semua pekerjaan Tuhan. Apabila engkau mengikhtiarkan agar diri engkau disempurnakan oleh Tuhan dan masuk ke jalur hidup yang benar, hati engkau harus senantiasa berada di hadirat Tuhan, jangan cabul, jangan mengikuti Iblis, jangan memberi peluang apa pun kepada Iblis untuk melakukan pekerjaannya, dan jangan membiarkan Iblis memanfaatkan engkau. Engkau harus menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan dan membiarkan Tuhan berkuasa atas engkau.

Apakah engkau bersedia menjadi hamba Iblis? Apakah engkau bersedia diperalat oleh Iblis? Apakah engkau percaya pada Tuhan dan mendekati Tuhan sehingga dapat disempurnakan oleh-Nya, atau akankah engkau menjadi kontras dalam pekerjaan Tuhan? Apakah engkau bersedia dipakai Tuhan dan menjalani hidup yang bermakna, atau akankah engkau menjalani hidup yang tidak bermakna dan hampa? Apakah engkau bersedia dipakai oleh Tuhan, atau diperalat oleh Iblis? Apakah engkau bersedia membiarkan firman dan kebenaran Tuhan memenuhi diri engkau, atau membiarkan dosa dan Iblis memenuhi diri engkau? Pertimbangkan dan renungkan ini. Dalam kehidupan sehari-hari, engkau harus memahami kata-kata yang engkau ucapkan dan hal-hal yang engkau perbuat yang akan menyebabkan hubungan engkau dengan Tuhan menjadi tidak benar, kemudian perbaiki diri dan lakukanlah cara yang benar. Setiap saat, ujilah perkataan engkau, tindakan, setiap dan gerak-gerik, serta pikiran dan gagasan engkau. Pahamilah keadaan engkau yang sebenarnya dan masuklah ke jalan karya Roh Kudus. Hanya dengan cara ini engkau bisa membina hubungan yang normal dengan Tuhan. Dengan menimbang apakah hubungan engkau dengan Tuhan sudah pulih atau belum, engkau akan dapat meralat niat, memahami hakikat manusia, dan memahami diri sendiri; dengan demikian ini, engkau akan dapat memasuki pengalaman nyata, benar-benar mengabaikan diri, dan mencapai penyerahan yang disadari sepenuhnya. Ketika hubungan engkau dengan Tuhan sudah pulih, engkau akan dapat menemukan kesempatan untuk disempurnakan oleh Tuhan, engkau akan dapat memahami berbagai keadaan di mana Roh Kudus bekerja, dan engkau akan dapat mengenali berbagai siasat dan persekongkolan Iblis. Hanya lewat cara ini engkau bisa disempurnakan oleh Tuhan. Engkau memperbaiki hubungan dengan Tuhan sehingga engkau akan tunduk pada semua rancangan Tuhan. Dengan begitu engkau akan memasuki pengalaman nyata secara lebih mendalam, dan mendapatkan lebih banyak karya Roh Kudus. Kala engkau berlatih membina hubungan yang normal dengan Tuhan, sering kali engkau akan mencapainya dengan meninggalkan daging dan lewat kerja sama yang sungguh-sungguh dengan Tuhan. Engkau harus memahami bahwa "tanpa hati yang rela, akan sulit untuk menerima pekerjaan Tuhan; apabila daging tidak mengalami penderitaan, tidak ada berkat dari Tuhan; apabila roh tidak berjuang, Iblis tidak akan dipermalukan." Apabila engkau melakukan dan memahami dengan jelas prinsip-prinsip ini, maka pandangan engkau tentang iman kepada Tuhan akan diluruskan. Dalam pengamalan engkau sekalian sekarang ini, engkau sekalian harus menyingkirkan paham membuang pandangan "mencari roti untuk menghilangkan rasa lapar," engkau sekalian harus menyingkirkan pandangan bahwa "segala sesuatu dilakukan oleh Roh Kudus dan manusia tidak bisa campur tangan." Mereka yang berbicara seperti ini berpikir, "Manusia dapat melakukan apa pun yang ingin mereka lakukan, dan ketika saatnya tiba, Roh Kudus akan bekerja dan manusia tidak akan perlu mengatasi daging, mereka tidak perlu bekerja sama, dan hanya membutuhkan Roh Kudus untuk menggerakkan mereka." Sudut pandang ini jelas tidak masuk akal. Dalam keadaan seperti ini, Roh Kudus tidak mampu bekerja. Sudut pandang seperti inilah yang menjadi kendala besar bagi pekerjaan Roh Kudus. Sering kali, pekerjaan Roh Kudus dicapai melalui kerja sama manusia. Tanpa kerja sama dan tekad, maka keinginan untuk mengubah watak seseorang, meraih pekerjaan Roh Kudus, dan meraih pencerahan serta penerangan Tuhan hanya menjadi angan-angan semata; hal ini disebut "memanjakan diri dan mengampuni Iblis." Orang-orang seperti ini tidak membina hubungan yang normal dengan Tuhan. Engkau telah menemukan banyak perwujudan Iblis dalam diri engkau dan dalam tindakan engkau di masa lalu, ada banyak hal yang bertentangan dengan ketetapan Tuhan saat ini. Apakah engkau dapat meninggalkan itu semua sekarang? Gapailah hubungan yang normal dengan Tuhan, berbuatlah seturut kehendak Tuhan, jadilah pribadi baru dan jalanilah hidup yang baru, jangan melihat kembali pelanggaran di masa lalu, jangan terlalu menyesal, bangunlah dan bekerja samalah dengan Tuhan, dan laksanakan kewajiban yang harus engkau penuhi. Dengan cara ini, hubungan engkau dengan Tuhan akan menjadi normal.

Apabila engkau hanya menerima firman-firman ini secara lisan setelah membacanya tetapi hati engkau tidak tergerak, dan engkau tidak sungguh-sungguh ingin membina hubungan normal dengan Tuhan, itu berarti engkau tidak mengutamakan hubungan engkau dengan Tuhan, sudut pandang engkau belum benar, niat engkau masih belum diarahkan untuk membiarkan Tuhan menjangkau engkau, dan memberi kemuliaan bagi Tuhan, tetapi lebih diarahkan agar persekongkolan Iblis bisa menang dan untuk mencapai tujuan pribadi engkau sendiri. Orang-orang semacam ini memiliki niat dan sudut pandang yang keliru. Terlepas dari apa yang difirmankan Tuhan atau bagaimana itu diutarakan, mereka tidak peduli dan tidak ada perubahan yang dapat dilihat. Hati mereka tidak gentar dan mereka tidak merasa malu. Orang semacam ini adalah orang yang bingung dan hampa jiwa. Untuk setiap firman Tuhan, setelah engkausaudara membacanya dan saudara setelah mendapat pemahaman, engkau harus melakukannya. Terlepas dari bagaimana engkau dahulu melakukannya—mungkin di masa lalu daging engkau lemah, engkau memberontak dan menolak—ini bukan masalah besar, dan ini tidak akan menghalangi pertumbuhan hidup engkau pada hari ini. Sepanjang engkau mampu membina hubungan yang normal dengan Tuhan pada hari ini, maka tetap ada harapan. Apabila setiap kali membaca firman Tuhan, engkau mengalami perubahan dan orang lain dapat melihat bahwa hidup engkau berubah menjadi lebih baik, itu menunjukkan bahwa engkau memiliki hubungan yang normal dengan Tuhan dan hubungan engkau sudah benar. Tuhan tidak memperlakukan manusia berdasarkan pelanggaran mereka. Sepanjang engkau tidak akan memberontak dan melawan lagi, begitu engkau menjadi paham dan sadar, Tuhan akan mengasihani engkau. Ketika engkau memiliki pemahaman ini dan keinginan untuk disempurnakan oleh Tuhan, maka keadaan engkau di hadirat Tuhan akan menjadi normal. Apa pun yang engkau lakukan, pertimbangkan: apa pemikiran Tuhan seandainya aku melakukan ini? Bagaimana hal ini akan berdampak pada saudara-saudariku? Ujilah niat engkau dalam doa, persekutuan, ucapan, pekerjaan, dan hubungan dengan orang-orang, dan ujilah apakah hubungan engkau dengan Tuhan sudah normal atau belum. Apabila engkau tidak dapat membedakan antara niat dan pikiran, artinya engkau tidak mempunyai pembedaan, ini membuktikan bahwa engkau masih terlalu sedikit memahami kebenaran. Pahamilah secara jelas segala sesuatu yang dilakukan oleh Tuhan, pandang segala hal seturut firman Tuhan dan pandang segala hal dengan berdiri di kubu Tuhan. Dengan begini sudut pandang engkau akan menjadi benar. Oleh karena itu, membina hubungan yang baik dengan Tuhan adalah prioritas utama bagi siapa pun yang percaya kepada Tuhan; setiap orang harus menjadikan ini sebagai tugas terpenting dan peristiwa utama dalam hidup mereka. Segala sesuatu yang engkau lakukan harus mempertimbangkan apakah engkau sudah memiliki hubungan yang normal dengan Tuhan. Apabila hubungan engkau dengan Tuhan telah benar dan niat engkau sudah benar, maka jalanilah. Untuk memelihara hubungan yang normal dengan Tuhan, engkau tidak boleh takut kehilangan kepentingan pribadi, engkau tidak boleh membiarkan Iblis menang, engkau tidak boleh membiarkan Iblis menguasai engkau, dan engkau tidak boleh membiarkan Iblis menjadikan diri engkau bahan tertawaan. Niat seperti itu adalah perwujudan bahwasanya hubungan engkau dengan Tuhan sudah normal. Itu bukanlah untuk daging, melainkan untuk kedamaian jiwa, untuk meraih pekerjaan Roh Kudus dan memenuhi kehendak Tuhan. Apabila engkau akan memasuki keadaan yang benar, engkau harus membina hubungan yang baik dengan Tuhan, engkau harus meluruskan sudut pandang iman engkau kepada Tuhan. Ini agar Tuhan dapat meraih engkau, agar Tuhan dapat mengungkapkan buah-buah dari firman-Nya dalam diri engkau, dan untuk lebih mencerahkan dan menerangi engkau. Dengan cara ini engkau akan memasuki cara yang benar. Teruslah memakan dan meminum firman Tuhan saat ini, masukilah cara kerja Roh Kudus saat ini, perbuatlah seturut ketetapan Tuhan saat ini, janganlah mengikuti kebiasaan lama, janganlah berpaku pada cara lama dalam melakukan segalanya, dan segera memasuki cara kerja hari ini. Dengan begini hubungan engkau dengan Tuhan akan sepenuhnya normal dan engkau akan memasuki ke jalur yang benar dalam memercayai Tuhan.

Sebelumnya:Kerajaan Seribu Tahun Telah Tiba

Selanjutnya:Lebih Fokus pada Kenyataan

Anda Mungkin Juga Menyukai