Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Membahas Kehidupan Gereja dan Kehidupan Nyata

Manusia merasa bahwa mereka hanya mampu berubahdalam kehidupan gereja mereka, dan jika mereka tidak hidup dalam gereja, perubahan tidak mungkin terjadi, bahwa mereka tidak mampu mencapai perubahan dalam kehidupan nyata mereka. Bisakah kamu sekalian mengenali masalahnya? Aku telah berbicara tentang membawa Tuhan ke dalam kehidupan nyata, dan inilah jalan bagi mereka yang percaya kepada Tuhan untuk masuk ke realitas firman Tuhan. Pada kenyataannya, kehidupan gereja hanyalah suatu cara terbatas untuk menyempurnakan manusia. Lingkungan utama untuk menyempurnakan manusia tetaplah kehidupan nyata. Inilah tindakandan latihan nyata yang Aku bicarakan, yang memungkinkan manusia mencapai hidup kemanusiaan yang seutuhnya dan menjalani hal yang serupa dengan orang normal dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu aspeknya adalah seseorang harus terpelajar untuk meningkatkan tingkat pendidikannya sendiri, mampu memahami firman Tuhan, dan memperoleh kemampuan untuk memahami. Aspek lainnya adalah seseorang harus diperlengkapi dengan pengetahuan dasar yang diperlukan untuk hidup sebagai manusia demi memperoleh wawasan dan alasan kemanusiaan normal, karena manusia hampir seluruhnya kurang dalam bidang ini. Selain itu, seseorang juga harus datang untuk mengecap firman Tuhan melalui kehidupan gereja, dan berangsur-angsur memiliki pemahaman yang jelas tentang kebenaran.

Mengapa dikatakan bahwa dalam memercayai Tuhan, seseorang harus membawa Tuhan ke dalam kehidupan nyata? Kehidupan gereja tidak hanya bisa mengubah manusia, namun yang lebih penting, manusia harus memasuki realitas dalam kehidupan nyata. Kamu sekalian biasanya selalu membicarakan tentang keadaan spiritual dan urusan spiritualmu sementara meninggalkan latihan dalam banyak hal, serta meninggalkan jalan masuk ke dalamnya. Kamu sekalian menulis setiap hari, kamu mendengarkan setiap hari, dan kamu membaca setiap hari. Kamu berdoa saat memasak: "Oh Tuhan! Semoga Engkau menjadi kehidupanku. Bagaimana aku harus melewati hari ini? Berkati aku, curahkan cerahkan aku. Apa pun pencerahan-Mu hari ini, izinkan aku memahaminya saat ini, agar firman-Mu dapat menjadi kehidupanku." Kamu juga berdoa saat makan malam: "Oh Tuhan! Engkau menganugerahkan makanan ini untuk kami. Semoga Engkau memberkati kami. Amin! Izinkan kami untuk menyandarkan hidup kami kepada-Mu. Semoga Engkau beserta kami. Amin!" Setelah selesai makan malam dan mencuci piring, kamu mulai mengoceh lagi: "Oh Tuhan, akulah mangkuk ini. Setelah mangkuk ini digunakan, mangkuk ini telah menjadi seperti kami, tercemar oleh Iblis, dan sekarang harus dibasuh dengan air, dan Engkaulah airnya, firman-Mu adalah air hidup yang mencukupi hidupku." Setelah mengatakannya, saat waktu tidur tiba, kamu mulai mengoceh lagi: "Oh Tuhan! Engkau telah memberkatiku dan membimbingku hari ini. Aku sangat berterima kasih kepada-Mu ... " Beginilah kamu melewati hari ini dan beranjak tidur. Sebagian besar orang hidup seperti ini setiap hari, bahkan hingga saat ini, mereka belum memperhatikan jalan yang sebenarnya, hanya berfokus menghasilkan kata-kata indah dalam doa mereka. Inilah hidup manusia sebelumnya—inilah hidup lama mereka. Sebagian besar manusia seperti ini, kurang latihan nyata, dan mereka hanya memiliki sedikit perubahan nyata. Mereka hanya mengatakan kata-kata indah dalam doa mereka, mendekati Tuhan melalui kata-kata mereka, namun kurang perubahan dalam pemahamannya. Mari kita ambil contoh yang paling sederhana—merapikan rumahmu. Kamu melihat rumahmu berantakan, jadi kamu duduk dan berdoa: "Oh Tuhan! Lihatlah kerusakan yang Iblis timpakan ke rumah ini. Oh Tuhan! Aku memuji dan berterima kasih kepada-Mu. Aku sama kotornya dengan rumah ini, dan tanpa keselamatan dan pencerahan-Mu, aku tidak akan menyadari kenyataan ini." Kamu hanya duduk di sana dan mengoceh, berdoa lama sekali, kemudian bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi, berperilaku seperti wanita tua yang cerewet. Kamu melewati kehidupan spiritualmu dengan cara ini tanpa sama sekali memasuki kenyataan, dengan terlalu banyak tindakanyang dangkal! Latihan memasuki kenyataan melibatkan kehidupan nyata manusia dan melibatkan kesulitan nyata mereka—hanya ini yang bisa mengubah mereka. Tanpa kehidupan nyata, manusia tidak bisa diubahkan, jadi apa gunanya kata-kata indah dalam doa mereka? Tanpa memahami sifat manusia, semua ini hanya buang-buang waktu, dan tanpa jalan untuk bertindak, semuanya sia-sia saja! Doa yang benar bisa menjaga keadaan yang selayaknya dalam jemaat, namun tidak bisa sepenuhnya mengubahkan mereka. Mengenal watak manusia yang suka membenarkan diri, arogan, angkuh, sombong, dan ruska—pengetahuan tentang hal ini tidak didapat dengan berdoa, namun dengan mengecap firman Tuhan, dan melalui pencerahan Roh Kudus dalam kehidupan nyata. Manusia saat ini semuanya mampu berbicara dengan baik, dan mereka telah mendengarkan khotbah yang sangat bagus, lebih bagus daripada khotbah-khotbah lain di sepanjang zaman, namun sangat sedikit yang benar-benar diterapkan dalam kehidupan nyata mereka. Dengan kata lain, dalam kehidupan nyata manusia, tidak ada Tuhan, dan mereka kekurangan kehidupan manusia baru setelah terjadi perubahan. Tidak ada menjalani kebenaran dalam hidup, dan tidak ada membawa Tuhan ke dalam kehidupan nyata. Hidup manusia dijalani seolah-olah mereka putra neraka. Bukankah ini penyimpangan yang jelas?

Untuk memulihkan keserupaan manusia normal, yaitu untuk mencapai kemanusiaan yang seutuhnya, manusia tidak bisa hanya menyenangkan Tuhan dengan kata-kata mereka. Mereka membahayakan diri mereka sendiri dengan melakukannya, dan ini tidak membawa manfaat untuk jalan masukdan perubahan mereka. Maka dari itu, untuk mencapai perubahan, manusia harus berlatih sedikit demi sedikit, masuk perlahan-lahan, mencari dan mengeksplorasi sedikit demi sedikit, masukdari yang positif, dan menjalani kehidupan nyata kebenaran, kehidupan orang-orang kudus. Dari saat ini, semua melibatkan keadaan nyata, hal-hal nyata, dan lingkungan nyata, yang memungkinkan manusia menjalani latihan praktis. Hal ini tidak mewajibkan mereka mengucapkankata-kata indah; sebaliknya hal ini memerlukan latihan dalam lingkungan nyata. Mereka semakin menyadari bahwa standar mereka rendah, lalu mereka makan dan minum dari firman Tuhan dengan benar, masuk dengan benar, dan bertindak dengan benar; inilah caranya mereka mencapai realitas, dan seperti inilah jalan masuk dapat terbuka, bahkan dengan lebih pesat. Untuk mengubah manusia, harus ada kepraktisan, mereka harus berlatih dengan keadaan nyata, hal-hal nyata, dan lingkungan nyata. Dengan hanya mengandalkan kehidupan gereja, mungkinkah memperoleh latihan sesungguhnya? Bisakah manusia memasuki realitas? Tidak. Jika manusia tidak bisa masuk ke kehidupan nyata, ia tidak bisa mengubah cara lamanya dalam melakukan banyak hal dan menjalani hidupnya. Semua ini bukan sepenuhnya karena kemalasan manusia atau ketergantungannya yang kuat, alih-alih ini karena hanya manusia tidak memiliki kapasitas untuk hidup. Selain itu, tidak memiliki pemahaman akan standar keserupaan manusia seutuhnya yang Tuhan minta. Di masa lalu, manusia selalu mengobrol, berbicara, mengadakan persekutuan, dan mereka bahkan menjadi "pembicara"; namun tidak ada dari mereka yang mencari perubahan dalam sikap hidup; mereka hanya bersikeras mencari teori mendalam. Maka dari itu, hari ini, kamu harus mengubah kehidupan beragama dalam memercayai Tuhan. Kamu harus masuk dan berlatih dengan menyasar satu hal, satu keadaan, satu orang. Engkau juga harus bertindak dengan fokus—hanya dengan begitu kamu bisa memperoleh hasil. Mengubah manusia harus dimulai dengan hakikat mereka. Pekerjaan harus diarahkan pada hakikatmanusia, hidup mereka, pada kemalasan, ketergantungan, dan perbudakan manusia, dan hanya dengan cara ini, mereka bisa berubah.

Meskipun kehidupan gereja bisa memberikan hasil dalam beberapa bidang, kuncinya tetap bahwa kehidupan nyata bisa mengubah manusia, dan sifat lama mereka tidak bisa diubah tanpa kehidupan nyata. Mari kita lihat pekerjaan Yesus selama Zaman Kasih Karunia. Ketika Yesus menghapuskan hukum Taurat sebelumnya dan menetapkan perintah-perintah zaman baru, Ia berbicara melalui perumpamaan kehidupan nyata. Ketika Yesus memimpin murid-murid-Nya melewati ladang gandum pada hari Sabat dan merasa lapar, mereka memetik dan memakan bulir gandum, orang-orang yang tidak percaya melihat ini dan berkata bahwa mereka tidak menghormati hari Sabat. Mereka juga berkata bahwa jemaat tidak diperbolehkan menyelamatkan lembu yang terjatuh ke parit di hari Sabat, dengan mengatakan bahwa tidak ada pekerjaan yang boleh dilakukan di hari Sabat. Yesus menggunakan kejadian-kejadian ini untuk secara bertahap menyebarluaskan perintah-perintah zaman baru. Saat itu, Ia menggunakan beragam keadaan nyata agar manusia mengerti dan berubah. Inilah prinsip di mana Roh Kudus melakukan karya-Nya, dan hanya cara inilah yang bisa mengubah manusia. Ketika kekurangan keadaan nyata, manusia hanya bisa memperoleh pemahaman secara teori dan mereka hanya mampu memahami banyak hal secara intelektual—ini bukanlah cara yang efektif untuk mengubah jemaat. Berbicara tentang memperoleh hikmat dan wawasan melalui latihan, bagaimana hal ini bisa dicapai? Bisakah manusia memperoleh hikmat dan wawasan hanya dari mendengar, membaca, dan meningkatkan pengetahuannya? Bagaimana hal ini mengarah kepada perolehan hikmat dan wawasan? Manusia harus berusaha memahami dan mengalami melalui kehidupan nyata. Maka dari itu, latihan tidak bolehkurang dan seseorang tidak boleh menjauh dari kehidupan nyata. Manusia harus memperhatikan berbagai aspek yang berbeda dan masuk dari berbagai aspek: tingkat pendidikan, keekspresifan, kemampuan untuk melihat berbagai hal, kepekaan, kemampuan untuk memahami firman Tuhan, akal sehat, dan aturan kemanusiaan, serta hal lain terkait dengan kemanusiaan yang harus dimiliki manusia. Setelah pemahaman diperoleh, manusia harus berfokus pada jalan masuk, hanya pada saat inilah perubahan bisa diperoleh. Jika manusia telah memperoleh pemahaman, namun mengabaikan latihan, bagaimana perubahan bisa terjadi? Sekarang manusia telah memahami banyak hal, namun tidak menjalani realitas, maka ia hanya mampu memiliki sedikit pemahaman substansif akan firman Tuhan. Kamu baru mengalami sedikit pencerahan; kamu hanya menerima sedikit penerangan dari Roh Kudus, namun kamu tidak memiliki jalan masuk dalam kehidupan nyata, atau bahkan tidak peduli tentang jalan masuk, maka kamu hanya akan memiliki sedikit perubahan. Setelah lama berselang, manusia telah banyak mengerti dan mereka mampu berbicara banyak tentang pengetahuan teori mereka, namun watak luaran mereka tetap sama, dan kualitas asli mereka tetap ada tanpa peningkatan sedikit pun. Jika ini yang terjadi, kapan kamu akhirnya akan masuk?

Kehidupan gereja hanyalah satu jenis kehidupan di mana manusia berkumpul untuk mengecap firman Tuhan, dan hal ini hanya membutuhkan sepotong kecil kehidupan seseorang. Jika kehidupan nyata seseorang seperti kehidupan bergerejanya, termasuk kehidupan rohani yang layak, mengecap firman Tuhan dengan layak, berdoa dan dekat Tuhan dengan layak, menjalani kehidupan nyata di mana semuanya dilakukan sesuai dengan kehendak Tuhan, menjalani kehidupan nyata di mana segala sesuatu dilakukan selaras dengan kebenaran, menjalani kehidupan doa nyata dan menenangkan diri di hadapan Tuhan, berlatih menyanyikan kidung pujian dan menari, hanya kehidupan seperti ini yang akan membawa manusia ke dalam hidup penuh dengan firman Tuhan. Kebanyakan orang hanya berfokus pada beberapa jam kehidupan gereja mereka tanpa "mengurusi" hidup mereka di luar jam-jam tersebut, seolah-olah hal ini bukan urusan mereka. Juga ada banyak orang yang hanya memasuki kehidupan orang-orang kudus ketika makan dan minum firman Tuhan, menyanyikan kidung pujian atau berdoa, dan kemudian mereka kembali ke diri mereka yang lama di luar waktu-waktu tersebut. Hidup semacam itu, tidak bisa mengubah jemaat, dan mereka tidak akan mungkin bisa mengenal Tuhan. Dalam memercayai Tuhan, jika manusia menginginkan perubahan watak, maka ia tidak boleh melepaskan diri dari kehidupan nyata. Dalam kehidupan nyata, kamu harus mengenal dirimu, mengabaikan dirimu sendiri, melakukan kebenaran, serta mempelajari prinsip-prinsip, akal sehat, dan aturan-aturan penguasaan diri dalam segala hal sebelum kamu mampu mencapai perubahan bertahap. Jika kamu hanya berfokus pada pengetahuan dalam teori dan hanya hidup dalam upacara keagamaan tanpa masuk ke dalam realitas, tanpa masuk ke dalam kehidupan nyata maka kamu tidak akan pernah masuk realitas, tidak akan pernah mengenal dirimu sendiri, kebenaran, atau Tuhan, dan akan selalu buta dan abai. Tujuan dari pekerjaan Tuhan dalam manusia bukanlah untuk memungkinkannya memiliki kehidupan manusia yang layak hanya beberapa jam dalam satu hari sementara hidup dalam daging sepanjang sisa hari. Dan bukan untuk mengubah pengetahuan manusia dalam hal teori. Melainkan, untuk mengubah watak lamanya, untuk mengubah seluruh kehidupan lamanya, untuk mengubah semua pemikiran kunonya dan gambaran mentalnya. Berfokus hanya pada kehidupan gereja tidak akan mengubah kebiasaan lama dalam hidup seseorang atau mengubah cara-cara lama yang telah ia jalani selama bertahun-tahun. Apa pun itu, manusia tidak boleh melepaskan diri dari kehidupan nyata. Tuhan meminta manusia menjalani kemanusiaan seutuhnya dalam kehidupan nyata, tidak hanya dalam kehidupan gereja; bahwa mereka menghidupi kebenaran dalam kehidupan nyata, tidak hanya dalam kehidupan gereja; bahwa mereka memenuhi fungsi mereka dalam kehidupan nyata, tidak hanya dalam kehidupan gereja. Untuk memasuki realitas, seseorang harus mengarahkan semuanya ke kehidupan nyata. Jika orang yang percaya dalam Tuhan tidak bisa masuk ke kehidupan nyata dan mengenal diri mereka sendiri atau menjalani kemanusiaan seutuhnya dalam kehidupan nyata, mereka akan menjadi orang yang gagal. Mereka yang tidak menaati Tuhan adalah semua orang yang tidak bisa memasuki kehidupan nyata. Merekalah manusia yang membicarakan kemanusiaan, namun menghidupi sifat setan. Merekalah semua orang yang membicarakan kebenaran, namun menghidupi doktrin. Mereka yang tidak bisa menjalani kebenaran dalam kehidupan nyata adalah mereka yang percaya kepada Tuhan, namun dibenci dan ditolak-Nya. Kamu harus mempraktikkan jalan masukmu dalam kehidupan nyata, mengetahui kekuranganmu sendiri, ketidaktaatan dan ketidakpedulianmu, serta mengenal kelemahan dan kemanusiaanmu yang tidak utuh. Dengan begitu, semua pengetahuanmu akan diintegrasikan ke dalam situasi dan kesulitan nyatamu. Hanya pengetahuan jenis ini yang nyata dan memungkinkanmu untuk benar-benar mengenal kondisimu dan mencapai perubahan watakmu.

Sekarang karena penyempurnaan umat manusia telah resmi dimulai, seseorang harus memasuki kehidupan nyata. Maka dari itu, untuk mencapai perubahan, seseorang harus memulai dari jalan masuk menuju kehidupan nyata, dan berubah sedikit demi sedikit. Jika kamu menghindari kehidupan manusia seutuhnya dan hanya membicarakan hal-halrohani, maka banyak hal akan menjadi kering dan datar, mereka menjadi tidak nyata, dan bagaimana manusia bisa berubah? Sekarang, kamu diberi tahu untuk masuk ke kehidupan nyata untuk berlatih, guna membangun pondasi untuk memasuki pengalaman sejati. Ini merupakan salah satu hal yang harus dilakukan manusia. Pekerjaan Roh Kudus terutama adalah bimbingan, sedangkan sisanya tergantung pada tindakan dan jalan masuk manusia. Semua orang dapat masuk ke kehidupan nyata melalui berbagai jalan, sehingga mereka bisa membawa Tuhan ke kehidupan nyata, dan menjalani kemanusiaan nyata seutuhnya. Hanya inilah hidup yang bermakna!

Sebelumnya:Mengenai Kehidupan Spiritual yang Normal

Selanjutnya:Mengenai Setiap Orang yang Mengerjakan Fungsinya

Anda Mungkin Juga Menyukai