Lagu Rohani | Manusia Harus Memiliki Hati yang Takut akan Tuhan
17 Agustus 2026
I
Meskipun esensi Tuhan mengandung unsur kasih, dan Dia berbelas kasihan kepada setiap orang, orang telah mengabaikan dan melupakan fakta bahwa esensi-Nya adalah Dia memiliki martabat. Bahwa Dia miliki kasih bukan berarti orang dapat menyinggung-Nya sesuka hati, tanpa Dia merasakan apa pun atau bereaksi dengan cara apa pun; bahwa Dia miliki belas kasihan bukan berarti Dia tidak miliki prinsip dalam cara Dia memperlakukan orang. Tuhan adalah Tuhan yang hidup; keberadaan-Nya sangatlah nyata. Mengingat Dia memang ada, kita harus senantiasa memperhatikan suara hati-Nya, memperhatikan sikap-Nya dengan saksama, dan berusaha memahami perasaan-Nya.
II
Jangan menggunakan imajinasi manusia 'tuk membatasi Tuhan, dan jangan memaksakan kepada-Nya pemikiran dari benak manusia atau keinginan dari kehendak manusia, meminta Tuhan 'tuk memperlakukan orang menggunakan metode manusia dan berdasarkan imajinasi manusia. Jika kau melakukannya, kau membangkitkan amarah Tuhan, mencobai amarah-Nya, dan menantang martabat-Nya! Oleh karena itu, setelah kau semua memahami betapa seriusnya hal ini, Tuhan menasihati setiap orang dari antaramu untuk berhati-hati dan bersikap bijaksana dalam tindakan dan perkataanmu, dan untuk sangat berhati-hati dan bijaksana dalam caramu memperlakukan hal yang berkaitan dengan Tuhan! Ketika kau tak memahami apa sikap Tuhan, jangan berbicara dan bertindak sembarangan, atau memberi cap sembarangan; terlebih lagi, jangan menarik kesimpulan dengan semaunya. Sebaliknya, engkau harus menunggu dan mencari. Ini adalah perwujudan dari takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan.
III
Jika pertama-tama engkau dapat mencapai hal ini dan memiliki sikap ini, Tuhan tak 'kan menyalahkanmu atas kebodohan, ketidaktahuan, dan kurangnya pemahamanmu tentang berbagai hal; sebaliknya, karena sikapmu—rasa takutmu 'tuk menyinggung Tuhan, rasa hormatmu terhadap maksud-Nya, dan kesediaanmu 'tuk tunduk kepada-Nya—Tuhan akan mengingatmu, membimbing dan mencerahkanmu, atau menoleransi ketidakdewasaan dan ketidaktahuanmu. Jika tidak, sebagai akibat dari sikap tak hormat yang kaumiliki terhadap-Nya—menghakimi-Nya sesuka hatimu atau dengan semaunya berspekulasi dan mendefinisikan maksud-Nya—Tuhan akan mengutukmu, mendisiplinkanmu, dan bahkan menghukummu; atau, Dia 'kan mengatakan sesuatu tentangmu, dan mungkin apa yang Dia katakan akan berkaitan dengan kesudahanmu.
Dikutip dari Firman, Jilid 2, Tentang Mengenal Tuhan, "Bagaimana Mengenal Watak Tuhan dan Hasil yang Akan Dicapai Pekerjaan-Nya"
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Jenis Video Lainnya