Lagu Rohani | Iblis Tidak Pernah Bisa Melampaui Otoritas Tuhan
31 Agustus 2026
I
Natur dari semua hal yang Iblis lakukan sesuai dan cocok dengan istilah-istilah negatif seperti perusakan, pengacauan, penghancuran, penyiksaan, kejahatan, kegelapan, dan niat jahat, sehingga terjadinya semua yang tak adil dan jahat berkaitan erat dengan tindakan Iblis, dan tak terpisahkan dari esensi Iblis yang buruk. Betapa pun "saktinya" Iblis, betapa pun lancang dan ambisiusnya dia, betapa pun besarnya kemampuannya untuk menimbulkan kerusakan, betapa pun luasnya kemampuannya untuk merusak dan menggoda manusia, betapa pun cerdiknya tipu muslihat dan siasat yang digunakannya 'tuk mengintimidasi manusia, atau betapa pun beragamnya wujud keberadaannya, dia tak pernah mampu menciptakan satu pun makhluk hidup, menetapkan hukum atau aturan bagi keberadaan segala sesuatu, ataupun memerintah atau berdaulat atas objek apa pun, baik yang hidup maupun yang mati.
II
Di dalam alam semesta dan cakrawala, tak ada satu pun orang atau benda yang dijadikan olehnya atau yang ada karenanya; tak ada satu pun orang atau benda yang berada di bawah kedaulatannya atau diperintah olehnya. Sebaliknya, dia tak hanya harus berada di bawah kekuasaan Tuhan, tapi juga harus taat pada semua perintah dan titah Tuhan. Tanpa izin Tuhan, Iblis bahkan tak dapat dengan mudahnya menyentuh setetes air atau sebutir pasir pun di tanah; tanpa izin Tuhan, Iblis bahkan tak bisa mengusik semut yang ada di tanah, apalagi umat manusia, yang diciptakan oleh Tuhan.
III
Di mata Tuhan, Iblis lebih rendah daripada bunga bakung di gunung, daripada burung-burung yang terbang di udara, daripada ikan di laut, dan belatung di tanah. Perannya di antara segala sesuatu adalah melayani segala sesuatu, melayani umat manusia, dan melayani pekerjaan Tuhan serta rencana pengelolaan-Nya. Betapa pun kejamnya naturnya, dan betapa pun jahatnya esensinya, satu-satunya hal yang dapat dilakukannya adalah menjalankan fungsinya dengan patuh: melakukan pelayanan bagi Tuhan—melayani dengan baik sebagai sosok kontras. Seperti itulah hakikat dan posisi semula Iblis. Esensinya tak ada hubungannya dengan hidup, kuasa, atau otoritas; dia hanyalah mainan di tangan Tuhan, hanya mesin yang Tuhan gunakan untuk melayani!
Dikutip dari Firman, Jilid 2, Tentang Mengenal Tuhan, "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I"
Jenis Video Lainnya