Kesaksian Rohani, Ep. 823: Masa-Masaku Melaksanakan Tugas Menjadi Tuan Rumah

29 Juli 2026

Setelah diberhentikan dari tugas tulis-menulisnya, gereja mengatur agar dia melaksanakan tugas menjadi tuan rumah. Sulit baginya untuk menerima hal ini karena dia percaya bahwa melaksanakan tugas menjadi tuan rumah bukan tugas yang menonjol, hanya pekerjaan fisik, sedangkan tugas tulis-menulis adalah pekerjaan mental yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kualitas dan bakat. Dia merasa bahwa melaksanakan tugas menjadi tuan rumah membuatnya lebih rendah dari orang lain, jadi dia merasa menentang, menjadi negatif, dan bermalas-malasan. Bagaimana dia mencari kebenaran untuk memperbaiki pandangannya yang keliru? Apakah memang tugas ada yang tinggi atau rendah, mulia atau hina? Bagaimana Tuhan memandang identitas dan nilai seseorang?

Lihat lebih banyak

Tinggalkan Balasan

Bagikan

Batalkan

Hubungi kami via WhatsApp