Lagu Rohani | Otoritas Tuhan adalah Hukum Surgawi yang Tidak Dapat Dilangkahi Iblis

30 Juli 2026

I

Iblis tidak pernah berani melangkahi otoritas Tuhan, dan jauh lebih berhati-hati dalam mengikuti dan menaati perintah serta titah khusus dari Tuhan, tak pernah berani menentangnya, dan, tentu saja, tak berani sekehendaknya mengubah perintah Tuhan mana pun. Seperti itulah batasan yang telah Tuhan tetapkan 'tuk Iblis, karena itu Iblis tak pernah berani melewati batas ini. Iblis, yang berada di alam roh, melihat status dan otoritas Tuhan dengan sangat jelas, dan ia sangat menghayati kekuatan otoritas Tuhan dan prinsip di balik pengerahan otoritas Tuhan. Iblis sama sekali tidak berani mengabaikannya, juga tidak berani melanggarnya dengan cara apa pun. Ia tak berani melakukan apa pun yang melangkahi otoritas Tuhan, dan ia tak berani menantang murka Tuhan dengan cara apa pun.

II

Meski naturnya jahat dan congkak, Iblis tak pernah berani melewati batasan dan ruang lingkup yang Tuhan tetapkan baginya. Selama jutaan tahun, ia telah dengan ketat mematuhi batasan ini, telah mematuhi setiap titah dan perintah yang diberikan kepadanya oleh Tuhan, dan tak pernah berani melampaui batas yang ditetapkan. Meski kejam, Iblis jauh lebih bijak daripada umat manusia yang rusak; ia tahu identitas Sang Pencipta, dan mengetahui batasannya sendiri. Dari tindakan Iblis yang "taat aturan", terlihat bahwa otoritas dan kuasa Tuhan adalah hukum surgawi yang tak dapat dilangkahi oleh Iblis. Justru karena keunikan dan otoritas Tuhanlah segala sesuatu berubah dan berkembang biak dengan cara yang teratur, umat manusia dapat hidup dan bertambah banyak dalam jalur yang ditetapkan oleh Tuhan, tanpa ada siapa pun atau apa pun yang mampu mengacaukan tatanan ini, dan tanpa ada siapa pun atau apa pun yang mampu mengubah hukum ini—karena semuanya berasal dari tangan Sang Pencipta, dan dari penetapan dan otoritas Sang Pencipta.

Dikutip dari Firman, Jilid 2, Tentang Mengenal Tuhan, "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I"

Lihat lebih banyak

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Bagikan

Batalkan

Hubungi kami via WhatsApp