Lagu Rohani | Siapa yang Memperhatikan Maksud Tuhan?

31 Mei 2026

I

Manusia telah mengalami kehangatan-Ku, manusia telah dengan sungguh-sungguh melayani Aku, dan manusia telah dengan sungguh-sungguh tunduk di hadirat-Ku, melakukan semua untuk-Ku di hadirat-Ku. Namun, ini tak dapat dicapai oleh orang zaman sekarang; mereka tak melakukan apa pun selain meratap dalam rohnya, seakan-akan mereka direnggut oleh serigala lapar, dan mereka hanya bisa memandang-Ku dengan kerinduan dan tidak berdaya, berseru kepada-Ku tanpa henti. Namun pada akhirnya, mereka tidak bisa melepaskan diri dari kesulitannya. Di masa lalu, manusia berjanji di hadirat-Ku, bersumpah demi langit dan bumi di hadirat-Ku 'tuk membalas kebaikan-Ku dengan kasih sayang mereka. Mereka menangis dengan pilu di hadapan-Ku, dan jeritan tangis mereka begitu memilukan, hingga tak tertahankan untuk didengar.

II

Karena tekad mereka, Aku sering memberi pertolongan kepada orang-orang. Sudah berkali-kali orang datang ke hadapan-Ku 'tuk tunduk kepada-Ku, sikap mereka yang indah sukar dilupakan. Sudah berkali-kali mereka mengasihi Aku, kesetiaan mereka tak tergoyahkan, kesungguhan mereka mengagumkan. Sudah berkali-kali mereka mengasihi Aku bahkan sampai mengorbankan nyawanya, mereka telah mengasihi Aku lebih daripada diri mereka sendiri—melihat ketulusan mereka, Aku pun menerima kasih mereka. Sudah berkali-kali mereka mempersembahkan diri di hadirat-Ku, menghadapi maut tanpa takut demi Aku, dan Aku telah menghapus kekhawatiran dari dahi mereka dan menatap raut wajah mereka dengan saksama.

III

Sudah berkali-kali Aku mengasihi mereka bagaikan harta yang berharga, dan sudah berkali-kali Aku membenci mereka seperti musuh-Ku sendiri. Meskipun demikian, isi hati-Ku masih melampaui pemahaman manusia. Ketika orang sedih, Aku datang menghibur mereka, dan ketika mereka lemah, Aku datang menopang mereka. Ketika mereka tersesat, Aku memberi mereka arah. Ketika mereka menangis pilu, Aku menghapus air mata mereka.

IV

Namun, saat Aku sedih, siapa yang bisa menghibur-Ku dengan hatinya? Saat Aku cemas dan gelisah, siapa yang memikirkan hati-Ku? Saat Aku berduka, siapa yang bisa menyembuhkan luka di hati-Ku? Saat Aku membutuhkan seseorang, siapa yang sukarela bekerja sama dengan-Ku? Mungkinkah sikap orang yang dahulu terhadap-Ku sekarang ini sudah hilang, tak akan pernah kembali lagi? Mengapa tak ada yang tersisa di dalam ingatan mereka? Bagaimana bisa orang-orang melupakan semua hal ini? Bukankah semua ini adalah akibat perusakan umat manusia oleh musuhnya?

Dikutip dari Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta, Bab 27"

Lihat lebih banyak

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Bagikan

Batalkan

Hubungi kami via WhatsApp