Lagu Rohani | Perasaan Tulus Sang Pencipta terhadap Manusia (Duet) | Suara Pujian 2026

16 Januari 2026

Perikop berikut ini tercatat di Kitab Yunus 4:10-11: "Lalu Yahweh berfirman, 'Engkau menyayangi pohon jarak itu, padahal engkau tidak berjerih lelah menanam atau membuatnya tumbuh, yang tumbuh dalam semalam dan mati dalam semalam: Bagaimana Aku tidak menyayangi Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari 120.000 orang, yang tidak bisa membedakan tangan kanan dari tangan kiri; dan juga banyak sekali ternaknya?'" Ini adalah kata-kata persis yang diucapkan oleh Tuhan Yahweh, dari sebuah percakapan antara Tuhan dan Yunus. Walau percakapan ini singkat, itu dipenuhi dengan keengganan Sang Pencipta untuk melepaskan umat manusia dan kepedulian-Nya terhadap umat manusia. Kata-kata ini mengungkapkan sikap dan perasaan sebenarnya yang Tuhan simpan dalam hati-Nya bagi makhluk ciptaan-Nya. Kata-kata ini juga merupakan pernyataan Tuhan tentang maksud-Nya yang sebenarnya bagi umat manusia, dalam bahasa yang jelas yang jarang didengar manusia.

I

Sang Pencipta ada di antara manusia setiap saat, Dia selalu berbicara dengan manusia dan segala sesuatu, dan Dia melakukan perbuatan-perbuatan yang baru setiap hari. Esensi dan watak-Nya diungkapkan dalam dialog-Nya dengan manusia; pikiran dan pemikiran-Nya disingkapkan sepenuhnya dalam perbuatan-Nya; Dia menyertai dan mengamati umat manusia sepanjang waktu. Dia menggunakan kata-kata-Nya yang tanpa suara untuk dengan tenang memberi tahu segala sesuatu dan umat manusia: "Aku berada di langit, dan Aku berada di antara segala sesuatu. Aku menjaga; Aku menunggu; Aku ada di sisimu ...."

II

Tangan-Nya hangat dan kuat; langkah kaki-Nya ringan; suara-Nya lembut dan anggun; sosok-Nya berulang kali lewat dan berbalik, melingkupi seluruh umat manusia; wajah-Nya indah dan lembut. Dia tidak pernah pergi, tidak pernah menghilang. Siang dan malam, Dia menemani umat manusia, tidak pernah pergi dari sisi mereka. Pemeliharaan-Nya yang sepenuh hati dan kasih sayang-Nya yang istimewa bagi umat manusia, dan juga kepedulian dan kasih-Nya yang sejati bagi manusia ditunjukkan sedikit demi sedikit ketika Dia menyelamatkan kota Niniwe. Secara khusus, percakapan antara Tuhan Yahweh dan Yunus sepenuhnya menyingkapkan kasih sayang Sang Pencipta terhadap umat manusia yang Dia sendiri ciptakan. Lewat firman-firman ini, engkau dapat menghayati dalam-dalam perasaan Tuhan yang tulus bagi umat manusia ...

Dikutip dari Firman, Jilid 2, Tentang Mengenal Tuhan, "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II"

Lihat lebih banyak

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Bagikan

Batalkan

Hubungi kami via WhatsApp