Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Perkataan Kristus pada Akhir Zaman (Pilihan)

Antologi Bacaan Firman Tuhan Yang Mahakuasa
Perkataan Kristus pada Akhir Zaman (Pilihan)

Inkarnasi Tuhan yang pertama hidup di bumi selama tiga puluh tiga setengah tahun, namun Ia melakukan pelayanan-Nya hanya selama tiga setengah tahun dari tahun-tahun tersebut. Baik selama Ia bekerja, maupun sebelum memulai pekerjaan-Nya, Ia memiliki kemanusiaan yang normal. Ia mendiami kemanusiaan-Nya yang normal selama tiga puluh tiga setengah tahun. Selama tiga setengah tahun terakhir, Ia mengungkapkan Diri-Nya sendiri sebagai Tuhan yang berinkarnasi. Sebelum mulai melakukan pelayanan-Nya, Ia muncul dengan kemanusiaan yang biasa, yang normal, tanpa menunjukkan keilahian-Nya, dan hanya setelah Ia secara resmi mulai melakukan pelayanan-Nya, keilahian-Nya dimanifestasikan. Kehidupan dan pekerjaan-Nya selama dua puluh sembilan tahun pertama seluruhnya menunjukkan bahwa Ia adalah manusia sejati, anak manusia, daging; karena pelayanan-Nya baru benar-benar dimulai setelah berusia dua puluh sembilan tahun. Makna dari inkarnasi adalah bahwa Tuhan menampakkan diri dalam daging, dan Dia datang untuk bekerja di antara manusia ciptaan-Nya dalam rupa manusia. Jadi, agar Tuhan berinkarnasi, pertama-tama Dia harus menjadi daging, daging dengan wujud manusia normal; hal ini, setidaknya, harus benar. Faktanya, implikasi dari inkarnasi Tuhan adalah bahwa Tuhan hidup dan bekerja dalam daging, Tuhan di dalam hakikat-Nya menjadi daging, menjadi seorang manusia. Kehidupan dan pekerjaan inkarnasi-Nya dapat dibagi menjadi dua tahap. Yang pertama adalah kehidupan-Nya sebelum melaksanakan pelayanan-Nya. Dia hidup dalam keluarga manusia biasa, dalam kemanusiaan yang normal, mematuhi moral dan hukum normal kehidupan manusia, dengan kebutuhan manusia normal (makanan, pakaian, tempat tinggal, tidur), kelemahan manusia normal, dan emosi manusia normal. Dengan kata lain, selama tahap pertama ini Dia hidup dalam ketidakilahian, manusia normal yang sepenuhnya, terlibat dalam semua kegiatan manusia normal. Tahap kedua adalah kehidupan yang Dia jalani setelah Dia mulai melakukan pelayanan-Nya. Dia masih menjalani kehidupan sebagai manusia normal dalam wujud manusia, tidak menunjukkan tanda kemahakuasaan. Namun Dia hidup murni demi pelayanan-Nya, dan selama periode ini kemanusiaan-Nya yang normal sepenuhnya ada untuk pekerjaan ilahi-Nya; karena pada saat itu kemanusiaan-Nya yang normal telah matang hingga dapat melakukan pelayanan-Nya. Jadi tahap kedua dari kehidupan-Nya adalah melaksanakan pelayanan-Nya dalam kemanusiaan-Nya yang normal, suatu kehidupan di mana Dia menjalani kemanusiaan yang normal dan sekaligus keilahian yang utuh. Alasan mengapa, selama tahap pertama kehidupan-Nya, Dia hidup sebagai manusia biasa seutuhnya adalah karena kemanusiaan-Nya belum setara dengan keseluruhan pekerjaan ilahi, belum dewasa; hanya setelah kemanusiaannya tumbuh dewasa, mampu memikul pelayanan-Nya, Dia dapat mengatur pelaksanaan pelayanan-Nya. Karena Dia, sebagai daging, perlu bertumbuh dan dewasa, tahap pertama kehidupan-Nya adalah kehidupan manusia normal, sedangkan di tahap kedua, karena kemanusiaan-Nya mampu menampung pekerjaan dan pelayanan-Nya, kehidupan yang Tuhan yang berinkarnasi hidupi selama pelayanan-Nya adalah kehidupan yang manusiawi sekaligus ilahi. Jika sejak saat kelahiran-Nya, Tuhan yang berinkarnasi memulai pelayanan-Nya dengan sungguh-sungguh, melakukan tanda-tanda dan mukjizat, maka Dia tidak akan memiliki hakikat jasmani. Oleh karena itu, kemanusiaan-Nya ada demi hakikat jasmani-Nya; tidak ada daging tanpa kemanusiaan, dan seseorang tanpa kemanusiaan bukanlah manusia. Dengan demikian, kemanusiaan Tuhan yang berinkarnasi adalah sifat hakiki dari Tuhan yang berinkarnasi. Mengatakan bahwa “Ketika Tuhan menjadi daging, Dia sepenuhnya ilahi dan sama sekali bukan manusia,” adalah penghujatan, karena ini mustahil terjadi dan melanggar prinsip inkarnasi. Bahkan setelah Dia mulai melakukan pelayanan-Nya, keilahian-Nya masih ada dalam kemanusiaan-Nya di saat Dia melakukan pekerjaan-Nya; hanya saja pada saat itu, kemanusiaan-Nya memiliki satu tujuan yaitu memungkinkan keilahian-Nya untuk melakukan pekerjaan dalam daging yang normal. Jadi yang bekerja adalah keilahian yang mendiami kemanusiaan-Nya. Keilahian-Nya-lah yang bekerja, bukan kemanusiaan-Nya, tetapi keilahian yang tersembunyi di dalam kemanusiaan-Nya; pekerjaan-Nya pada dasarnya dilakukan oleh keilahian-Nya yang sempurna, bukan oleh kemanusiaan-Nya. Tetapi yang melakukan pekerjaan itu adalah daging-Nya. Orang dapat mengatakan bahwa Dia adalah seorang manusia dan juga adalah Tuhan, karena Tuhan menjadi daging, dengan rupa manusia dan hakikat manusia tetapi juga hakikat Tuhan. Karena Dia adalah manusia dengan hakikat Tuhan, Dia berada di atas semua manusia yang diciptakan, di atas siapa pun yang dapat melakukan pekerjaan Tuhan. Dan juga, di antara semua yang memiliki rupa manusia seperti milik-Nya, di antara semua yang memiliki kemanusiaan, hanya Dia Tuhan yang berinkarnasi itu sendiri—semua hal lain adalah manusia ciptaan. Meskipun mereka semua memiliki kemanusiaan, manusia yang diciptakan bukanlah apa-apa tetapi manusia, sementara Tuhan yang berinkarnasi berbeda: Di dalam daging-Nya Dia tidak hanya memiliki kemanusiaan tetapi yang lebih penting memiliki keilahian. Kemanusiaan-Nya dapat dilihat pada penampakan luar daging-Nya dan dalam kehidupan-Nya sehari-hari, tetapi keilahian-Nya sangat sulit dipahami. Karena keilahian-Nya dinyatakan hanya ketika Ia berada dalam kemanusiaan-Nya, dan tidak sesupernatural yang orang bayangkan, keilahian-Nya sangat sulit untuk orang pahami. Bahkan sampai sekarang pun, paling sulit bagi orang-orang untuk memahami hakikat sejati dari Tuhan yang berinkarnasi. Bahkan setelah Aku menjelaskan tentang semua ini sekian lamanya, hal ini masih tetap menjadi misteri bagi kebanyakan orang di antaramu. Ini sangat sederhana sebenarnya: Karena Tuhan menjadi manusia, hakikat-Nya adalah kombinasi antara kemanusiaan dan keilahian. Kombinasi ini disebut Tuhan itu sendiri, Tuhan sendiri yang berada di bumi.

Kehidupan yang Yesus jalani di bumi adalah kehidupan daging yang normal. Ia hidup dalam kemanusiaan normal daging-Nya. Otoritas-Nya─untuk melakukan pekerjaan Tuhan dan mengucapkan firman Tuhan, atau menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh jahat, untuk melakukan hal-hal yang sedemikian luar biasa itu─tidak memanisfestasikan otoritas itu sendiri, di kebanyakan bagian, sampai Ia memulai pelayanan-Nya. Kehidupan-Nya sebelum berusia dua puluh sembilan tahun, sebelum Ia melakukan pelayanan-Nya, merupakan bukti yang cukup bahwa Ia hanyalah daging yang normal. Oleh karena hal ini, dan oleh karena Ia belum mulai melakukan pelayanan-Nya, orang tidak melihat keilahian dalam Diri-Nya, hanya melihat-Nya tidak lebih dari manusia normal, manusia biasa─sebagaimana pada mulanya beberapa orang percaya bahwa Ia adalah anak Yusuf. Orang-orang menganggap-Nya anak dari seorang manusia biasa, tidak mungkin mengatakan bahwa Ia adalah daging inkarnasinya Tuhan. Bahkan selama melakukan pelayanan-Nya, Ia melakukan banyak mukjizat, kebanyakan orang tetap mengatakan bahwa Ia adalah anak Yusuf, karena Ia adalah Kristus yang mengenakan kemanusiaan normal sebagai kulit luar-Nya. Kemanusiaan-Nya yang normal dan pekerjaan-Nya ada untuk memenuhi makna penting dari inkarnasi yang pertama, yang membuktikan bahwa Tuhan telah sepenuhnya datang ke dalam daging, menjadi manusia biasa sepenuhnya. Bahwa Ia memiliki kemanusiaan yang normal sebelum memulai pekerjaan-Nya merupakan bukti bahwa Ia adalah seorang manusia biasa; dan bahwa Ia bekerja sesudahnya juga membuktikan bahwa Ia adalah manusia biasa, karena Ia melakukan tanda-tanda dan mukjizat, menyembuhkan orang sakit, dan mengusir roh-roh jahat dalam daging dengan kemanusiaan yang normal. Alasan Ia dapat melakukan mukjizat adalah karena daging-Nya yang membawa otoritas dari Tuhan, adalah daging yang dikenakan oleh Roh Tuhan. Ia memiliki otoritas ini karena Roh Tuhan, dan itu bukan berarti Ia bukan daging. Menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh jahat adalah pekerjaan yang perlu Ia lakukan dalam pelayanan-Nya, sebuah ungkapan keilahian-Nya yang tersembunyi dalam kemanusiaan-Nya, dan apa pun tanda ajaib yang Ia tunjukkan atau bagaimana pun Ia menunjukkan otoritas-Nya, Ia tetap menghidupi kemanusiaan-Nya yang normal, dan tetap merupakan daging yang normal. Sampai pada titik Ia dibangkitkan setelah kematian-Nya di kayu salib, Ia tetap berdiam di dalam daging yang normal. Menganugerahkan kasih karunia, menyembuhkan orang sakit, dan mengusir roh jahat, semua itu adalah bagian dari pelayanan-Nya, semua itu adalah pekerjaan yang Ia lakukan di dalam daging-Nya yang normal. Sebelum disalibkan, Ia tidak pernah meninggalkan daging manusia normal-Nya, terlepas apa pun yang Ia lakukan. Ia adalah Tuhan itu sendiri, Ia melakukan pekerjaan Tuhan itu sendiri, namun karena Ia adalah daging inkarnasi Tuhan, Ia makan, mengenakan pakaian, memiliki kebutuhan manusia normal, memiliki nalar manusia normal dan memiliki pikiran manusia normal. Semua ini bukti bahwa Ia adalah manusia normal, yang membuktikan bahwa daging inkarnasi Tuhan adalah daging dengan kemanusiaan yang normal, bukan sosok yang supernatural. Pekerjaan-Nya adalah untuk menyelesaikan pekerjaan inkarnasi Tuhan yang pertama, menggenapi pelayanan inkarnasi yang pertama. Makna penting inkarnasi adalah bahwa manusia normal, manusia biasa melakukan pekerjaan Tuhan itu sendiri; artinya Tuhan melakukan pekerjaan ilahi-Nya di dalam kemanusiaan-Nya dan dengan demikian mengalahkan si Iblis. Inkarnasi berarti Roh Tuhan menjadi daging, artinya, Tuhan menjadi daging. Pekerjaan yang Ia lakukan di dalam daging adalah pekerjaan Roh, yang diwujudkan dalam daging dan diekspresikan oleh daging. Tidak seorang pun kecuali Tuhan dalam rupa daging dapat memenuhi pelayanan Tuhan yang berinkarnasi; artinya, hanya daging inkarnasi Tuhan, hanya manusia normal ini─dan tidak ada yang lain─yang dapat mengekspresikan pekerjaan ilahi. Jika, selama kedatangan-Nya yang pertama, Tuhan tidak memiliki kemanusiaan-Nya yang normal sebelum berusia dua puluh sembilan tahun─jika segera setelah dilahirkan Ia dapat melakukan mukjizat, jika segera setelah belajar berbicara, Ia dapat berbicara bahasa surgawi, jika pada saat Ia pertama kali menjejakkan kaki-Nya di bumi Ia dapat memahami segala perkara duniawi, memahami semua pikiran dan niat manusia─maka Ia tidak dapat disebut sebagai manusia normal, dan daging-Nya tidak dapat disebut daging manusia. Jika ini yang terjadi dengan Kristus, maka makna dan hakikat inkarnasi Tuhan akan hilang. Bahwa Ia memiliki kemanusiaan yang normal membuktikan bahwa Ia adalah Tuhan yang berinkarnasi dalam daging. Fakta bahwa Ia menjalani proses pertumbuhan manusia normal menunjukkan lebih jauh lagi bahwa Dia adalah manusia normal; dan lebih dari itu, pekerjaan—Nya adalah bukti yang cukup bahwa Ia adalah firman Tuhan, Roh Tuhan, yang menjadi daging. Tuhan menjadi daging karena kebutuhan dalam pekerjaan-Nya. Dengan kata lain, tahap pekerjaan ini perlu dilakukan dalam daging, dilakukan dalam kemanusiaan yang normal. Ini adalah prasyarat “Firman menjadi manusia,” prasyarat “Firman yang menampakkan diri dalam daging,” dan merupakan kisah sesungguhnya di balik kedua inkarnasi Tuhan. Orang mungkin percaya bahwa seluruh kehidupan Yesus disertai dengan keajaiban, bahwa hingga akhir pekerjaan-Nya di bumi Ia tidak memanifestasikan kemanusiaan yang normal, bahwa Ia tidak memiliki kebutuhan atau kelemahan atau emosi manusia normal, bahwa Ia tidak memerlukan kebutuhan hidup dasar atau hiburan bagi pikiran manusia normal. Mereka membayangkan-Nya memiliki pikiran manusia super, sosok manusia yang transenden. Mereka percaya bahwa karena Ia adalah Tuhan, Ia tentu tidak berpikir dan hidup seperti yang manusia biasa lakukan, bahwa hanya manusia normal, manusia tulen, yang dapat memikirkan pikiran-pikiran manusia normal, dan menjalani kehidupan manusia normal. Semua ini adalah ide manusiadan gagasan manusia, yang sangat bertentangan dengan maksud semula pekerjaan Tuhan. Pemikiran manusia normal menopang nalar manusia normal dan kemanusiaan yang normal. Kemanusiaan yang normal menopang fungsi normal daging; dan fungsi normal daging memungkinkan kehidupan normal dari daging tersebut dalam keseluruhannya. Hanya dengan bekerja dalam daging seperti itu, Tuhan dapat memenuhi tujuan inkarnasi-Nya. Jika Tuhan yang berinkarnasi hanya memiliki kulit luar daging, namun tidak memikirkan pikiran manusia normal, maka daging ini tidak akan memiliki nalar manusia, apalagi kemanusiaan yang sejati. Bagaimana mungkin daging seperti ini, tanpa kemanusiaan, menggenapi pelayanan yang harus dilakukan oleh Tuhan yang berinkarnasi? Pikiran yang normal menopang semua aspek kehidupan manusia. Tanpa pikiran yang normal, seseorang tidak akan menjadi manusia. Dengan kata lain, seseorang yang tidak memikirkan pikiran manusia normal adalah orang yang sakit secara mental. Dan, seorang Kristus yang tidak memiliki kemanusiaan tetapi hanya memiliki keilahian tidak dapat dikatakan sebagai daging inkarnasinya Tuhan. Jadi, bagaimana mungkin daging inkarnasi Tuhan tidak memiliki kemanusiaan yang normal? Bukankah penghujatan mengatakan bahwa Kristus tidak memiliki kemanusiaan? Semua aktivitas yang manusia normal lakukan bergantung pada berfungsinya pikiran manusia normal. Tanpa itu, manusia akan berperilaku menyimpang. Mereka bahkan tidak akan mampu membedakan antara hitam dan putih, baik dan jahat; dan mereka tidak akan memiliki etika dan prinsip-prinsip moral manusia. Demikian pula, jika inkarnasi Tuhan tidak berpikir seperti manusia normal, maka Ia tidak akan menjadi daging yang sejati, daging yang normal. Daging yang tidak berpikir dengan cara demikian tidak akan mampu melakukan pekerjaan ilahi. Ia tidak dapat terlibat dalam aktivitas normal daging, apalagi hidup bersama dengan manusia di bumi. Dengan demikian, makna penting dari inkarnasi Tuhan, hakikat inti dari kedatangan Tuhan ke dalam daging akan hilang. Kemanusiaan Tuhan yang berinkarnasi ada untuk memelihara pekerjaan ilahi yang normal yang dilakukan dalam daging. Pikiran manusia normal-Nya menopang kemanusiaan normal-Nya dan semua aktivitas jasmani-Nya yang normal. Dapat dikatakan bahwa pikiran manusia normal-Nya ada untuk menopang seluruh pekerjaan Tuhan yang dilakukan-Nya dalam daging. Jika daging ini tidak memiliki pikiran manusia normal, maka Tuhan tidak dapat bekerja dalam daging, dan apa yang perlu Ia lakukan dalam daging tidak akan pernah dapat diselesaikan. Meskipun Tuhan yang berinkarnasi memiliki pikiran manusia normal, pekerjaan-Nya tidak tercemar oleh pikiran manusia. Ia melakukan pekerjaan dalam kemanusiaan dengan pikiran yang normal, dengan prasyarat bahwa Ia memiliki kemanusiaan dengan pikiran, bukan bertindak berdasarkan pikiran manusia normal. Tak peduli seluhur apa pun pikiran daging-Nya, pekerjaan-Nya tidak memiliki tanda logika atau pemikiran manusia. Dengan kata lain, pekerjaan-Nya itu bukan merupakan buah dari pemikiran daging-Nya, melainkan ungkapan langsung dari pekerjaan ilahi di dalam kemanusiaan-Nya. Semua pekerjaan-Nya adalah pelayanan yang perlu Ia genapi dan tak satu pun dari pekerjaan itu merupakan hasil dari pemikiran-Nya. Sebagai contoh, menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, dan penyaliban, semua itu bukan hasil dari pikiran manusia-Nya, semua itu tidak dapat dilakukan oleh seorang manusia pun dengan pikirannya. Sama halnya dengan pekerjaan penaklukan di zaman sekarang, itu merupakan pelayanan yang harus dilakukan oleh Tuhan yang berinkarnasi, tetapi bukan merupakan pekerjaan atas kehendak manusia, itu merupakan pekerjaan yang harus dilakukan oleh keilahian-Nya, pekerjaan yang tidak mampu dilakukan oleh seorang manusia pun. Jadi, Tuhan yang berinkarnasi harus memiliki pikiran manusia normal, harus memiliki kemanusiaan yang normal, karena Ia harus melakukan pekerjaan-Nya dalam kemanusiaan dengan pikiran manusia normal. Inilah hakikat pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi, hakikat dari Tuhan yang berinkarnasi.

Perkataan Kristus pada Akhir Zaman (Pilihan)

Manusia Hanya Dapat Diselamatkan dalam Pengelolaan Tuhan Deru Tujuh Guruh—Menubuatkan Bahwa Injil Kerajaan Akan Tersebar ke Seluruh Alam Semesta Ketika Engkau Melihat Tubuh Rohani Yesus Adalah Saat Tuhan Menciptakan Langit dan Bumi yang Baru Banyak yang Dipanggil, Tetapi Sedikit yang Dipilih Engkau Harus Mencari Cara agar Dapat Selaras dengan Kristus Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran Tahukah Engkau? Tuhan Telah Melakukan Hal yang Hebat di antara Manusia Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal Cara Mengenal Tuhan yang di Bumi Tuhan adalah Sumber Kehidupan Manusia Keluhan Yang Mahakuasa Engkau Sekalian Harus Mempertimbangkan Perbuatanmu Pandangan yang Harus Dimiliki Orang Percaya Manusia yang Rusak Tak Dapat Merepresentasikan Tuhan Janji-janji Bagi Mereka yang Telah Disempurnakan Orang Jahat Harus Dihukum Cara Mengenal Kenyataan Kerajaan Seribu Tahun Telah Tiba Engkau Harus Tahu Bahwa Tuhan yang Praktis adalah Tuhan Sendiri Mengenal Pekerjaan Tuhan Saat Ini Orang-Orang yang Menaati Tuhan dengan Hati yang Benar Pasti Akan Dijadikan Milik Tuhan Segala Sesuatu Terlaksana oleh Firman Tuhan Hanya Mengasihi Tuhan-lah yang Berarti Sungguh-Sungguh Percaya kepada Tuhan Pembahasan Singkat Tentang "Kerajaan Seribu Tahun Telah Datang" Cara Petrus Mengenal Yesus Sudahkah Engkau Sekalian Hidup Kembali? Bagaimana Seharusnya Mengelola Misimu yang akan Datang? Makna Menjadi Seorang Manusia Sejati Apa yang Kauketahui tentang Iman? Tidak Satu Pun yang Berasal dari Daging Dapat Luput dari Hari Murka Kisah Nyata di Balik Pekerjaan pada Zaman Penebusan Hanya Orang-Orang yang Mengenal Tuhan dan Pekerjaan-Nya Dapat Memuaskan Hati Tuhan Tuhan adalah Tuhan atas Seluruh Ciptaan Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging (Bagian Satu) Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging (Bagian Dua) Hakikat Daging yang Didiami oleh Tuhan (Bagian Satu) Hakikat Daging yang Didiami oleh Tuhan (Bagian Dua) Perkataan Ketujuh Perkataan Kedua Belas Perkataan yang Ke Duapuluh Perkataan Kedua Puluh Tujuh Perkataan Kedua Puluh Delapan Hanya Dia yang Mengalami Pekerjaan Tuhan yang Benar-Benar Percaya kepada Tuhan

00:00
00:00

0Hasil Pencarian