Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Perkataan Tuhan Yang Mahakuasa (Cara untuk Mengenal Tuhan)

Perkataan Tuhan Yang Mahakuasa (Cara untuk Mengenal Tuhan)
Perkataan Tuhan Yang Mahakuasa (Cara untuk Mengenal Tuhan)

Kategorie

Antologi Bacaan Firman Tuhan Yang Mahakuasa
Perkataan Kristus pada Akhir Zaman (Pilihan)

Kekudusan Tuhan (III) Bagian Dua

Kita baru saja berbicara tentang bagaimana Iblis menggunakan pengetahuan untuk merusak manusia, jadi selanjutnya mari kita membicarakan tentang bagaimana Iblis menggunakan sains untuk merusak manusia. Pertama, Iblis menggunakan nama sains untuk memuaskan keingintahuan manusia, memuaskan keinginan manusia[a] untuk meneliti sains dan menyelidiki misteri. Juga atas nama sains, Iblis memenuhi kebutuhan jasmani manusia dan tuntutan manusia untuk terus meningkatkan kualitas hidup mereka. Karena itu Iblis, atas nama sains, menggunakan sains untuk merusak manusia. Apakah hanya pemikiran atau akal budi manusia yang dirusak Iblis menggunakan cara sains ini? Di antara manusia, peristiwa, dan hal-hal di sekitar kita yang dapat kita lihat dan kita sentuh, Iblis menggunakan sains untuk merusak apa lagi? (Lingkungan alam.) Engkau semua benar. Sepertinya engkau semua telah sangat dirugikan oleh ini, dan juga sangat dipengaruhi olehnya. Selain menggunakan seluruh penemuan dan kesimpulan sains yang beraneka ragam untuk menipu manusia, Iblis juga menggunakan sains sebagai sarana untuk melaksanakan penghancuran yang tak terkendalikan dan eksploitasi terhadap lingkungan hidup yang dianugerahkan kepada manusia oleh Tuhan. Ia melakukan hal ini dengan dalih bahwa jika manusia melakukan penelitian ilmiah, lingkungan hidup manusia akan menjadi semakin baik dan standar kehidupan manusia akan terus meningkat, dan lebih jauh lagi bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan jasmani manusia dan kebutuhan lainnya yang terus bertambah setiap hari agar dapat terus meningkatkan kualitas hidup mereka. Jika bukan karena alasan ini, lalu mengapa mengembangkan sains? Ini merupakan landasan teoretis dari pengembangan sains oleh Iblis. Namun, apa yang telah diakibatkan sains pada umat manusia? Lingkungan terdekat kita terdiri dari apa saja? Tidakkah udara yang dihirup manusia telah tercemar? Apakah air yang kita minum masih benar-benar murni? (Tidak). Lalu bagaimana dengan makanan yang kita makan, apakah sebagian besar darinya masih alamiah? (Tidak). Jika demikian lalu bagaimana makanan itu? Ditanam menggunakan pupuk dan dibudidayakan menggunakan perubahan genetika, selain itu juga terjadi perubahan permanen yang dihasilkan melalui penggunaan berbagai metode ilmiah, sehingga sayuran dan buah-buahan yang kita makan pun tidak lagi alamiah. Sekarang ini tidak mudah bagi orang untuk menemukan telur yang alamiah untuk dimakan. Dan telur tidak lagi memiliki rasa seperti dahulu, karena telah diproses oleh Iblis dengan apa yang disebut sains. Secara garis besar, seluruh atmosfer telah rusak dan tercemar; gunung, danau, hutan, sungai, lautan, dan segala sesuatu di atas atau di bawah tanah semuanya telah hancur oleh apa yang disebut pencapaian ilmiah. Dengan kata lain, seluruh ekologi, seluruh lingkungan hidup yang dianugerahkan kepada umat manusia oleh Tuhan telah dihancurkan dan dirusak oleh apa yang disebut sains. Meskipun banyak orang telah memperoleh apa yang mereka harapkan dalam hal kualitas hidup yang mereka cari, yang memuaskan hawa nafsu maupun jasmani kedagingan mereka, lingkungan hidup manusia pada dasarnya telah dihancurkan dan dirusak oleh berbagai "pencapaian" yang dihasilkan oleh sains. Bahkan di luar rumah atau dalam rumah kita, sekarang kita tidak lagi memiliki hak untuk menghirup satu kali pun udara bersih. Apakah ini penderitaan manusia? Masih adakah kebahagiaan untuk dibicarakan bagi manusia yang hidup dalam alam kehidupan semacam ini? Manusia hidup di alam kehidupan ini, dan sejak awal, lingkungan hidup ini diciptakan oleh Tuhan bagi manusia. Air yang diminum oleh manusia, udara yang dihirup oleh manusia, makanan yang dimakan oleh manusia, tanaman, pepohonan, dan lautan—lingkungan hidup ini semuanya dianugerahkan kepada manusia oleh Tuhan; lingkungan hidup itu alami, berjalan sesuai dengan hukum alam yang ditetapkan oleh Tuhan. Jika tidak ada sains, manusia akan bahagia dan bisa menikmati segala sesuatu dalam kondisinya yang paling asli sesuai dengan jalan Tuhan dan sesuai dengan apa yang Tuhan anugerahkan kepada mereka untuk dapat mereka nikmati. Namun sekarang, semua ini telah dihancurkan dan dirusak oleh Iblis; alam kehidupan manusia yang semula tidak lagi asli. Namun tidak seorang pun dapat mengetahui apa yang mengakibatkan hal semacam ini atau bagaimana hal ini terjadi, dan terlebih lagi, semakin banyak orang memahami dan memperlakukan sains dengan menggunakan pandangan yang ditanamkan dalam diri mereka oleh Iblis. Tidakkah ini sangat patut dibenci dan disayangkan? Ketika Iblis sekarang telah mengambil ruang tempat hidup umat manusia dan lingkungan hidup mereka serta merusaknya sampai pada keadaan ini, dan ketika umat manusia terus berkembang dengan cara ini, apakah perlu tangan Tuhan menumpas manusia ini di bumi? Apakah perlu tangan Tuhan menghancurkan umat manusia? (Tidak). Jika manusia terus berkembang seperti ini, apa yang akan terjadi? (Kehancuran). Bagaimana umat manusia akan hancur? Disamping pengejaran popularitas dan keuntungan dengan penuh ketamakan oleh manusia, mereka juga terus melakukan penyelidikan ilmiah dan riset yang mendalam, lalu mereka memuaskan kebutuhan dan keinginan jasmani mereka sendiri tanpa henti; kemudian apa akibatnya bagi manusia? Pertama-tama, tidak ada lagi keseimbangan ekologi dan, seiring dengan ini, tubuh manusia semuanya telah tercemar dan rusak oleh lingkungan semacam ini, dan berbagai penyakit menular serta wabah menyebar ke mana-mana. Inilah situasi yang sekarang ini tidak dapat dikendalikan oleh manusia, benar bukan? (Ya.) Sekarang setelah engkau semua memahami hal ini, jika umat manusia tidak mengikuti Tuhan, tetapi selalu mengikuti Iblis dengan cara ini—menggunakan pengetahuan untuk terus memperkaya diri mereka sendiri, menggunakan sains untuk tanpa henti menyelidiki masa depan kehidupan manusia, menggunakan cara semacam ini untuk terus menjalani hidup—dapatkah engkau mengetahui akhir yang alami dari manusia? Apa yang secara alami akan menjadi hasil akhirnya? (Kehancuran). Hasil akhirnya adalah kehancuran: mendekati kehancuran selangkah demi selangkah. Mendekati kehancuran selangkah demi selangkah! Sekarang tampaklah bahwa sains adalah sejenis ramuan ajaib yang telah dipersiapkan Iblis bagi manusia, sehingga ketika engkau semua mencoba untuk memahami sesuatu, engkau melakukannya dengan pandangan yang berkabut; tidak peduli betapa pun kerasnya engkau mencoba, engkau tidak dapat melihat segala sesuatunya dengan jelas, dan tidak peduli betapa pun kerasnya engkau mencoba, engkau tetap tidak dapat memahaminya. Bagaimana pun, Iblis masih menggunakan sains untuk membangkitkan minatmu dan untuk mengendalikanmu sepenuhnya, setapak demi setapak, menuju jurang maut dan menuju kematian. Bukankah demikian? (Ya.) Inilah cara yang kedua.

Apa cara yang ketiga? Cara ketiga adalah bagaimana Iblis menggunakan budaya tradisional untuk merusak manusia. Ada banyak kesamaan antara budaya tradisional dan takhayul, hanya saja budaya tradisional memiliki kisah, kiasan, dan sumber-sumber tertentu. Iblis telah membuat dan menciptakan banyak cerita rakyat atau kisah-kisah dalam buku-buku sejarah, membuat manusia memiliki kesan yang mendalam terhadap tokoh-tokoh budaya tradisional atau takhayul. Ambillah sebagai contoh Delapan Dewa Tiongkok Menyeberangi Samudra, Perjalanan ke Barat, Kaisar Langit, Nezha Menaklukkan Raja Naga, dan Pentahbisan Para Dewa. Apakah kisah-kisah ini tidak berakar secara mendalam pada pikiran manusia? Bahkan jika beberapa dari engkau tidak mengetahui semua rinciannya, engkau masih mengetahui kisahnya secara umum, dan isinya secara umum inilah yang melekat di hatimu dan dalam pikiranmu, dan engkau tidak dapat melupakannya. Inilah hal-hal yang telah disiapkan Iblis bagi manusia sejak lama, dan ia telah menyebarluaskan berbagai gagasan atau legenda ini pada waktu yang berbeda-beda. Hal-hal ini secara langsung merusak dan mengikis jiwa manusia dan menempatkan manusia di bawah mantra demi mantra. Ini berarti bahwa begitu engkau telah menerima hal-hal yang berasal dari budaya tradisional, kisah-kisah tradisional atau takhayul, begitu semua ini tertanam dalam pikiranmu, begitu semua ini melekat dalam hatimu, itu akan menjadi seperti mantra—engkau menjadi terjerat dan terpengaruh oleh budaya, pandangan, dan kisah-kisah tradisional ini. Mereka mempengaruhi kehidupanmu, pandanganmu tentang kehidupan serta mempengaruhi pertimbanganmu terhadap segala sesuatu. Terlebih lagi, hal-hal tersebut mempengaruhi engkau dalam mengejar jalan hidup yang benar: Ini benar-benar sebuah mantra. Engkau mencoba tetapi engkau tidak dapat melepaskannya; engkau menebangnya tetapi engkau tidak bisa merobohkannya; engkau memukulnya tetapi engkau tidak bisa mengalahkannya. Bukankah demikian? (Ya). Lebih lanjut, setelah manusia tanpa sadar berada di bawah mantra semacam ini, mereka tanpa sadar mulai menyembah Iblis, menumbuhkan citra Iblis dalam hati mereka. Dengan kata lain, mereka menetapkan Iblis sebagai idola mereka, sebuah objek yang mereka sembah dan kagumi, bahkan mereka sampai menganggapnya sebagai Tuhan. Tanpa disadari, hal-hal ini berada dalam hati manusia dan mengendalikan perkataan serta perbuatan mereka. Selain itu, mula-mula engkau menganggap kisah-kisah dan legenda ini salah, tetapi kemudian engkau tanpa sadar mengakui keberadaan kisah-kisah ini, membuatnya menjadi tokoh-tokoh yang nyata dan mengubahnya menjadi benda-benda yang sungguh-sungguh nyata. Tanpa engkau ketahui, di alam bawah sadarmu engkau menerima gagasan dan keberadaan hal-hal ini. Di alam bawah sadarmu engkau juga menerima setan, Iblis dan berhala ke dalam rumahmu dan ke dalam hatimu sendiri—ini benar-benar sebuah mantra. Apakah engkau semua merasakan hal yang sama? (Ya). Adakah di antara engkau semua yang telah membakar dupa dan menyembah Buddha? (Ya). Jadi apa tujuan dari membakar dupa dan menyembah Buddha? (Berdoa untuk kedamaian). Jika kau pikirkan hal itu sekarang, apakah konyol berdoa kepada Iblis untuk meminta kedamaian? Apakah Iblis membawa kedamaian? (Tidak.) Apakah engkau tidak tahu saat itu? (Ya). Sikap seperti itu tidak masuk akal, bodoh dan naif, bukan? Iblis hanya memikirkan bagaimana cara merusak engkau dan tidak dapat memberi engkau kedamaian; ia hanya bisa memberi engkau perhentian untuk sementara waktu. Tetapi engkau harus mengambil sumpah dan jika engkau melanggar janji atau melanggar sumpah yang telah engkau buat kepadanya, engkau akan merasakan bagaimana ia menyiksamu. Ketika Iblis membuat engkau mengambil sumpah, ia sesungguhnya ingin mengendalikanmu. Ketika engkau semua berdoa untuk kedamaian, apakah engkau mendapatkan kedamaian? (Tidak.) Engkau tidak mendapatkan kedamaian, tetapi sebaliknya hal itu membawa malapetaka, bencana yang tak kunjung berakhir—benar-benar lautan kepahitan tanpa batas. Kedamaian tidak ada di bawah wilayah kekuasaan Iblis, dan inilah kebenarannya. Inilah konsekuensi dari takhayul dalam sistem feodal dan budaya tradisional bagi umat manusia.

Persoalan yang terakhir adalah bagaimana Iblis memanfaatkan tren sosial untuk merusak manusia. Tren sosial ini mencakup banyak hal. Beberapa orang berkata: "Apakah tren itu tentang pakaian yang kita kenakan? Apakah tren itu tentang mode terbaru, kosmetik, tata rambut dan makanan yang sangat lezat?" Apakah tren itu tentang hal-hal ini? Ini adalah bagian dari tren, tetapi kita tidak ingin membicarakannya di sini. Kita hanya ingin berbicara tentang ide-ide yang diakibatkan oleh tren sosial terhadap manusia, bagaimana tren sosial itu membentuk perilaku manusia di dunia, tujuan dan pandangan hidup yang diakibatkan tren itu pada manusia. Ini sangat penting; tren itu dapat mengendalikan dan mempengaruhi keadaan pikiran manusia. Satu demi satu, semua tren ini membawa pengaruh jahat yang terus-menerus merusak moral manusia, menyebabkan mereka terus kehilangan hati nurani, rasa kemanusiaan dan akal budi, serta semakin menurunkan moral dan kualitas karakter mereka, sampai-sampai kita bahkan dapat mengatakan bahwa sebagian besar orang sekarang tidak memiliki kejujuran, tidak memiliki kemanusiaan, demikian pula mereka tidak memiliki hati nurani, apalagi akal budi. Jadi tren-tren apakah ini? Engkau tidak dapat melihat tren-tren ini dengan mata telanjang. Ketika timbul sebuah tren yang baru, mungkin hanya sejumlah kecil orang yang akan menjadi pelopor dari tren itu. Mereka mulai melakukan hal tertentu, menerima ide atau pandangan tertentu. Namun, di tengah ketidaksadaran mereka, sebagian besar orang masih terus terjangkit, terserap dan tertarik oleh tren semacam ini, hingga mereka semua dengan rela menerimanya, dan semuanya tenggelam di dalamnya serta dikendalikan olehnya. Bagi manusia yang tidak memiliki tubuh dan pikiran yang sehat, yang tidak pernah mengetahui apa itu kebenaran, yang tidak dapat membedakan antara hal yang positif dan negatif, tren-tren semacam ini satu demi satu membuat mereka semua bersedia menerima tren-tren ini, pandangan hidup dan nilai-nilai yang berasal dari Iblis ini. Mereka menerima apa yang Iblis katakan kepada mereka tentang bagaimana menjalani kehidupan dan cara hidup yang Iblis "anugerahkan" kepada mereka. Mereka tidak memiliki kekuatan, mereka juga tidak memiliki kemampuan, apalagi kesadaran untuk menolak. Jadi apa sesungguhnya tren-tren ini? Aku telah memilih sebuah contoh sederhana yang mungkin engkau semua pahami. Misalnya, dahulu orang menjalankan bisnis mereka dengan cara yang tidak menipu orang tua maupun muda, yang menjual barang dengan harga yang sama terlepas dari siapa yang membeli. Tidakkah ada sedikit hati nurani dan rasa kemanusiaan yang tersirat di sini? Ketika orang menggunakan keyakinan semacam ini dalam menjalankan bisnis mereka, hal itu menunjukkan bahwa mereka masih memiliki hati nurani dan rasa kemanusiaan pada waktu itu. Tetapi dengan adanya tuntutan manusia akan jumlah uang yang terus meningkat, manusia tanpa disadari mulai semakin mencintai uang, mencintai keuntungan dan mencintai kesenangan. Jadi, apakah manusia mulai menganggap uang lebih penting? Ketika orang menganggap uang lebih penting, mereka tanpa sadar mengabaikan nama baik, reputasi, martabat, dan kejujuran mereka; mereka mengabaikan semua hal ini, bukan? Jika engkau terlibat dalam bisnis, engkau melihat orang lain menggunakan pendekatan yang berbeda dan menggunakan berbagai cara untuk menipu orang dan menjadi kaya. Meskipun uang yang dihasilkan diperoleh secara tidak halal, mereka menjadi semakin lama semakin kaya. Mereka terlibat dalam bisnis yang sama denganmu, tetapi seluruh keluarga mereka menikmati kehidupan yang lebih baik dibanding engkau, dan engkau merasa tidak senang, dan berkata: "Mengapa aku tidak bisa melakukan itu? Mengapa aku tidak bisa menghasilkan uang sebanyak mereka? Aku harus memikirkan cara untuk mendapatkan lebih banyak uang, untuk membuat bisnisku berkembang." Engkau kemudian merenungkan hal ini. Menurut cara yang biasa dalam menghasilkan uang, tidak menipu orang tua mau pun muda dan menjual barang dengan harga yang sama kepada semua orang, uang yang engkau hasilkan didasarkan pada hati nurani yang baik, tetapi hal itu tidak dapat membuat engkau cepat kaya. Namun, karena dorongan untuk menghasilkan keuntungan, pemikiranmu mengalami perubahan secara bertahap. Selama terjadinya perubahan ini, prinsip-prinsip perilakumu juga mulai berubah. Ketika engkau pertama kali menipu seseorang, ketika engkau pertama kali mencurangi seseorang, engkau memiliki keraguan, dan mengatakan "Ini terakhir kalinya aku menipu seseorang dan aku tidak akan melakukannya lagi. Aku tidak bisa menipu orang. Menipu orang hanya akan memberikan ganjaran yang setimpal dan membawa malapetaka kepadaku! Ini terakhir kalinya aku menipu seseorang dan aku tidak akan melakukannya lagi." Ketika engkau pertama kali menipu seseorang, ada perasaan keberatan dalam hatimu; inilah fungsi hati nurani manusia—untuk merasa berkeberatan dan menegurmu, sehingga timbul perasaan tidak wajar ketika engkau menipu seseorang. Tetapi setelah engkau berhasil menipu seseorang, engkau melihat bahwa sekarang engkau memiliki lebih banyak uang daripada sebelumnya, dan engkau berpikir cara ini bisa sangat menguntungkan bagimu. Meskipun ada sedikit rasa sakit di hatimu, engkau seakan masih ingin mengucapkan selamat pada dirimu sendiri atas kesuksesanmu, dan engkau merasa sedikit puas dengan dirimu sendiri. Untuk pertama kalinya, engkau menyetujui perilakumu dan menyetujui kecuranganmu sendiri. Selanjutnya, begitu manusia tercemar oleh perbuatan menipu ini, hal tersebut sama dengan seseorang yang terlibat dalam perjudian dan kemudian menjadi penjudi. Tanpa disadari, ia menyetujui perbuatannya yang menipu dan menerimanya. Tanpa disadari, ia menganggap penipuan sebagai perilaku komersial yang sah, dan menganggap penipuan sebagai cara yang paling berguna bagi kelangsungan hidup dan kehidupannya; ia berpikir bahwa dengan melakukan ini ia bisa cepat menjadi kaya. Pada awal proses ini, orang tidak dapat menerima perilaku semacam ini, mereka memandang rendah perilaku dan cara bertindak semacam ini, kemudian mereka mencoba-coba perilaku ini secara pribadi, mencobanya dengan cara mereka sendiri, dan hati mereka mulai mengalami perubahan secara bertahap. Jadi perubahan apakah ini? Perubahan ini adalah sikap menyetujui dan menerima tren ini, sebuah penerimaan dan persetujuan terhadap ide yang ditanamkan dalam dirimu oleh tren sosial. Tanpa disadari, engkau merasa bahwa jika engkau tidak menipu dalam bisnis maka engkau akan menderita kerugian, bahwa jika engkau tidak menipu maka engkau akan kehilangan sesuatu. Tanpa disadari, tindakan menipu ini menjadi jiwamu, andalanmu, serta menjadi perilaku dan aturan yang sangat penting bagi kehidupanmu. Setelah manusia menerima perilaku dan pemikiran ini, apakah hati manusia mengalami perubahan? Hatimu telah berubah, jadi apakah integritasmu telah berubah? Apakah rasa kemanusiaanmu telah berubah? (Ya). Jadi, apakah hati nuranimu telah berubah? (Ya). Keseluruhan diri manusia mengalami perubahan kualitatif, dari hati mereka sampai pemikiran mereka, sedemikian rupa sehingga mereka mengalami perubahan dari dalam ke luar. Perubahan ini membuatmu semakin lama semakin jauh dari Tuhan, dan engkau menjadi semakin lama semakin selaras dengan Iblis, semakin lama semakin mirip dengannya.

Sekarang tren sosial ini mudah engkau pahami. Aku hanya memilih contoh sederhana, sebuah contoh umum yang akan dikenal oleh manusia. Apakah tren sosial ini memiliki pengaruh yang besar pada manusia? (Ya). Jadi, apakah tren sosial ini memiliki akibat yang sangat berbahaya bagi manusia? (Ya). Akibat yang sangat berbahaya bagi manusia. Iblis menggunakan tren sosial ini satu demi satu untuk merusak apakah dari manusia? (Hati nurani, akal sehat, rasa kemanusiaan, moral). Apa lagi? (Pandangan manusia tentang kehidupan). Apakah hal itu menyebabkan kemerosotan secara bertahap pada manusia? (Ya). Iblis menggunakan tren sosial ini untuk memikat manusia selangkah demi selangkah ke dalam sarang iblis, sehingga orang yang terjebak dalam tren sosial tanpa sadar mendukung keinginan akan uang dan materi, serta mendorong terjadinya kejahatan dan kekerasan. Begitu hal-hal ini telah merasuk hati manusia, kemudian menjadi bagaimanakah manusia itu? Manusia menjadi Iblis yang jahat! Ini karena kecenderungan psikologis apakah di hati manusia? Apa yang didukung oleh manusia? Manusia mulai menyukai kejahatan dan kekerasan. Mereka tidak menyukai keindahan atau kebaikan, apalagi perdamaian. Manusia tidak bersedia menjalani kehidupan sederhana manusia yang normal, melainkan ingin menikmati kedudukan yang tinggi dan kekayaan yang besar, bersenang-senang dalam kenikmatan daging, melakukan apa saja untuk memuaskan kedagingan mereka sendiri, tanpa batasan, tanpa pengikat untuk menahan mereka, dengan kata lain, melakukan apa pun yang mereka inginkan. Jadi ketika manusia telah tenggelam dalam tren semacam ini, dapatkah pengetahuan yang telah engkau pelajari itu membantumu untuk melepaskan diri? Dapatkah pengetahuanmu tentang budaya tradisional dan takhayul membantumu untuk meninggalkan situasi yang sangat sulit ini? Dapatkah moral dan tatacara tradisional yang dipahami manusia membantu mereka untuk menahan diri? Ambillah contoh Naskah Klasik Tiga Karakter. Bisakah itu membantu manusia untuk menarik kaki mereka keluar dari pusaran[b] tren ini? (Tidak, tidak bisa.) Dengan cara ini, manusia menjadi semakin jahat, sombong, merendahkan orang lain, egois, dan dengki. Tidak ada lagi kasih sayang di antara manusia, tidak ada lagi kasih antara anggota keluarga, tidak ada lagi saling pengertian antara sanak keluarga dan teman-teman; hubungan manusia telah menjadi penuh dengan kekerasan. Setiap orang ingin menggunakan cara-cara yang penuh kekerasan untuk hidup di antara sesama manusia; mereka menguasai nafkah mereka sendiri dengan menggunakan kekerasan; mereka mendapatkan kedudukan dan memperoleh keuntungan mereka sendiri dengan menggunakan kekerasan dan mereka melakukan apa pun yang mereka inginkan dengan menggunakan cara-cara yang penuh kekerasan dan jahat. Apakah manusia semacam ini tidak menakutkan? (Ya). Setelah mendengar-Ku berbicara tentang hal-hal ini tadi, apakah engkau semua tidak berpikir sungguh menakutkan hidup di tengah-tengah kelompok semacam ini, di dalam dunia dan lingkungan ini, yang semuanya telah dirusak Iblis? (Ya.) Jadi, pernahkah engkau semua merasa patut dikasihani? Engkau pasti sedikit merasakan hal itu sekarang, bukan? (Ya). Mendengar nada suaramu, sepertinya engkau berpikir "Iblis menggunakan begitu banyak cara yang berbeda untuk merusak manusia. Ia merebut setiap kesempatan dan ada di mana pun kita berpaling. Apakah manusia masih bisa diselamatkan?" Apakah manusia masih bisa diselamatkan? Bisakah manusia menyelamatkan diri mereka sendiri? (Tidak). Bisakah Kaisar Langit menyelamatkan manusia? Bisakah Konfusius menyelamatkan manusia? Bisakah Guanyin Bodhisattva menyelamatkan manusia? (Tidak). Jadi, siapa yang bisa menyelamatkan manusia? (Tuhan). Namun, dalam hati mereka, beberapa orang akan mengajukan pertanyaan seperti: "Iblis menyakiti kita secara tak terkendali dan penuh kekalutan sehingga kita tidak mempunyai harapan untuk hidup, atau pun kepercayaan diri untuk menjalani kehidupan. Kita semua hidup di tengah-tengah perilaku yang tak bermoral dan, betapa pun, setiap orang menolak Tuhan, dan sekarang hati kita sudah tenggelam begitu dalam. Jadi sementara Iblis merusak kita, di manakah Tuhan? Apa yang sedang Tuhan lakukan? Apa pun yang sedang Tuhan lakukan bagi kita, kita tidak pernah merasakannya!" Tak terelakkan lagi, beberapa orang pasti merasa sedih dan patah semangat. Bagi engkau semua, perasaan ini sangat dalam karena semua yang telah Kukatakan bertujuan membuat manusia secara perlahan mulai memahami dan semakin merasakan bahwa mereka tidak memiliki harapan, semakin merasakan bahwa mereka telah ditinggalkan oleh Tuhan. Tetapi jangan khawatir. Topik persekutuan kita untuk hari ini, "kejahatan Iblis," bukanlah tema kita yang sebenarnya. Meski demikian, untuk membicarakan tentang hakikat kekudusan Tuhan, kita harus terlebih dahulu membicarakan tentang kejahatan Iblis dan bagaimana Iblis merusak manusia agar manusia mengetahui secara lebih jelas bagaimana keadaan manusia saat ini. Salah satu tujuan dari membicarakan hal ini adalah membuat manusia dapat mengetahui kejahatan Iblis, sedangkan tujuan lainnya adalah membuat manusia dapat memahami secara lebih mendalam apakah kekudusan sejati itu.

Apakah hal-hal yang baru saja Aku bicarakan jauh lebih terperinci daripada sebelumnya? (Ya.) Jika demikian, apakah pemahamanmu sekarang sedikit lebih dalam? (Ya.)

Catatan Kaki:

[a] . Teks aslinya berbunyi "memuaskan penelitian manusia akan sains dan penyelidikan misteri."

[b]. Teks aslinya tidak menyertakan "pasir hisap."

Perkataan Tuhan Yang Mahakuasa (Cara untuk Mengenal Tuhan)

00:00
00:00

0Hasil Pencarian