Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Apa Perbedaan Antara Agama Kristen dan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa?

Agama Kristen dan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa percaya kepada Tuhan yang sama. Orang yang memahami sejarah agama tahu bahwa agama Yahudi di Israel lahir dari pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan Yahweh di Zaman Hukum Taurat. Gereja Kristen, Katolik, dan Ortodoks Timur semuanya muncul setelah Tuhan Yesus yang berinkarnasi melakukan pekerjaan penebusan. Gereja Tuhan Yang Mahakuasa muncul ketika Tuhan menjadi manusia pada akhir zaman untuk melakukan pekerjaan penghakiman. Orang-orang Kristen pada Zaman Kasih Karunia membaca Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru di Alkitab, dan orang-orang Kristen di Gereja Tuhan Yang Mahakuasa di Zaman Kerajaan kini membaca Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia, yang secara langsung diucapkan oleh Tuhan pada akhir zaman. Agama Kristen tunduk pada pekerjaan penebusan yang dilakukan Tuhan Yesus pada Zaman Kasih Karunia, dan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa menerima pekerjaan penghakiman dari Tuhan Yesus yang datang kembali, Tuhan Yang Mahakuasa. Perbedaan antara Agama Kristen dan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa adalah bahwa agama Kristen tunduk pada pekerjaan yang Tuhan lakukan selama Zaman Hukum Taurat dan Zaman Kasih Karunia, sedangkan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa tunduk pada pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan yang Tuhan telah kerjakan di akhir zaman. Perbedaan antara Agama Kristen dan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa mirip dengan perbedaan antara Agama Kristen dan Yahudi: Selama Zaman Kasih Karunia, Tuhan Yesus melakukan pekerjaan penebusan manusia atas dasar pekerjaan dalam Perjanjian Lama Hukum Taurat. Tetapi imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, dan orang-orang Farisi agama Yahudi tidak mengakui bahwa Tuhan Yesus adalah inkarnasi Yahweh dan Mesias yang mereka nanti-nantikan. Mereka dengan keras kepala berpegang teguh pada hukum Taurat dan perintah Perjanjian Lama yang dinyatakan oleh Tuhan Yahweh. Mereka juga menyalibkan Tuhan Yesus yang Maha Pengasih, yang telah menyelamatkan umat manusia, sehingga menyinggung watak Tuhan. Tuhan kemudian menyingkirkan seluruh agama Yahudi, yang berpegang erat pada hukum Perjanjian Lama, dan mengalihkan keselamatan-Nya bagi orang-orang bukan Yahudi—yang setelah menerima dan mengikuti Tuhan Yesus membentuk gereja-gereja Perjanjian Baru, yang juga disebut sebagai agama Kristen. Sementara itu, orang-orang Yahudi, yang hanya berpegang erat pada pekerjaan Tuhan Yahweh di zaman Hukum Taurat Perjanjian Lama dan menolak pekerjaan penebusan Tuhan Yesus, membentuk apa yang disebut sebagai agama Yahudi. Dari sini dapat dilihat bahwa Agama Kristen dan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa percaya kepada Tuhan yang sama—Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dan segala sesuatunya, hanya saja, untuk pelbagai nama dan pekerjaan Tuhan itu, orang memberi julukan yang berbeda: Gereja Tuhan Yang Mahakuasa tunduk dengan nama baru Tuhan selama Zaman Kerajaan, dan menerima pekerjaan baru yang dilakukan oleh Tuhan di akhir zaman, sementara Agama Kristen berpegang pada nama Tuhan selama Zaman Kasih Karunia, dan menerima pekerjaan lama yang dilakukan Tuhan selama berabad-abad sebelumnya. Inilah perbedaan terpenting antara Agama Kristen dan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Akan tetapi, Tuhan yang diyakini oleh keduanya tetap sama: Satu-satunya Tuhan yang sejati yang menciptakan langit dan bumi dan segala sesuatunya. Ini adalah fakta yang tidak dapat diselewengkan atau disangkal oleh siapa pun!

Banyak orang Kristen percaya bahwa mereka hanya perlu menerima pekerjaan penebusan Tuhan Yesus untuk masuk ke kerajaan surga dan tidak perlu menerima pekerjaan penghakiman dari Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman. Konsepsi semacam itu benar-benar salah. Selama Zaman Kasih Karunia, Tuhan Yesus telah melakukan pekerjaan penebusan. Orang-orang diselamatkan karena iman mereka, dan tidak lagi dinyatakan bersalah dan dihukum mati karena pelanggaran mereka. Namun, Tuhan Yesus hanya mengampuni dosa manusia, dan tidak mengampuni atau memperbaiki sifat manusia yang penuh dosa. sifat iblis dalam diri manusia—keangkuhan dan kesombongan, keegoisan dan keserakahan, ketidakjujuran dan penuh tipu daya, serta pemberontakan dan perlawanan terhadap Tuhan—masih ada. Orang-orang belum sepenuhnya dibersihkan, diselamatkan, dan dimenangkan oleh Tuhan. Dengan demikian, Tuhan Yesus berulang kali berfirman bahwa Ia harus kembali. Di berbagai ayat Alkitab dinubuatkan bahwa Tuhan akan kembali dan melakukan penghakiman, membawa orang-orang kudus ke dalam kerajaan surga. Inkarnasi Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman telah mengungkapkan semua kebenaran untuk penyucian dan keselamatan umat manusia, dan telah melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan di atas dasar pekerjaan penebusan Tuhan Yesus. Ini dilakukan untuk mengatasi sifat manusia yang berdosa, dan untuk memungkinkan manusia membebaskan dirinya sepenuhnya dari belenggu dan hambatan dosa, hidup serupa dengan manusia sejati dan dimenangkan oleh Tuhan, serta memasuki tempat tujuan indah yang disiapkan Tuhan bagi umat manusia. Dapat dikatakan bahwa pekerjaan penebusan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus adalah dasar dari pekerjaan keselamatan oleh Tuhan di akhir zaman, sementara pekerjaan penghakiman di akhir zaman adalah inti dan fokus dari pekerjaan keselamatan Tuhan. Ini adalah tahap pekerjaan yang paling krusial dan penting bagi keselamatan umat manusia. Hanya mereka yang menerima pekerjaan penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman yang akan memiliki kesempatan untuk diselamatkan dan memasuki kerajaan surga dan menjadi orang-orang yang terlibat di hadapan Tuhan. Saat ini, beberapa orang dalam berbagai denominasi di dunia keagamaan telah melihat bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali di akhir zaman, dan dengan demikian mereka telah menerima dan mulai mengikuti Tuhan Yang Mahakuasa. Beberapa orang yang tidak percaya juga telah menerima Tuhan Yang Mahakuasa karena kebenaran yang diungkapkan oleh-Nya. Orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa membentuk Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Di bawah bimbingan dan penggembalaan Kristus di akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa, orang-orang Kristen di Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, dengan mengalami dan melakukan Firman Tuhan Yang Mahakuasa, secara bertahap menjadi memahami banyak kebenaran, dan telah dengan jelas melihat sumber dan hakikat kerusakan manusia. Di bawah penghakiman dan hajaran Firman Tuhan, orang-orang telah benar-benar dan sungguh merasakan watak Tuhan yang benar dan tak terbantahkan. Karena mereka mengenal Tuhan, mereka berangsur-angsur takut kepada Tuhan dan menghindari kejahatan, serta hidup sesuai dengan Firman Tuhan. Dengan pemahaman mereka tentang kebenaran dan pengetahuan orang-orang tentang Tuhan yang berangsur-angsur diperdalam, ketaatan mereka kepada Tuhan telah menjadi semakin besar, dan mereka telah melakukan lebih banyak kebenaran. Tanpa sadar, orang-orang ini telah akan sepenuhnya membebaskan diri dari dosa dan mencapai kekudusan. Sementara itu, orang-orang Kristen yang tidak menerima pekerjaan baru dari Tuhan yang Mahakuasa masih percaya pada Kekristenan. Mereka perpegang kepada nama Tuhan Yesus, mematuhi ajaran Alkitab, dan telah dilemparkan ke dalam kegelapan oleh Tuhan sejak dahulu, dan telah kehilangan pemeliharaan dan perlindungan Tuhan. Ini adalah fakta yang sudah diakui. Jika orang-orang bersikeras untuk tidak bertobat dan secara membabi buta mengutuk dan menentang Tuhan Yesus yang datang kembali di akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa, dan menolak untuk menerima pekerjaan penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman, maka pada akhirnya mereka semua akan disingkirkan oleh pekerjaan Tuhan.

Sebelumnya:Apakah Tuhan Yang Mahakuasa dan Tuhan Yesus adalah Satu Tuhan?

Selanjutnya:Apa Tujuan dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa?

Anda Mungkin Juga Menyukai