Firman Tuhan Harian: Jalan Masuk ke Dalam Kehidupan | Kutipan 457

29 Juli 2021

Mengenai pekerjaan, manusia percaya bahwa bekerja berarti sangat sibuk melakukan banyak hal bagi Tuhan, berkhotbah di mana-mana, dan mengorbankan diri bagi Dia. Meskipun keyakinan ini benar, ini terlalu sepihak; hal yang Tuhan minta dari manusia bukanlah sekadar sibuk melakukan banyak hal bagi-Nya; lebih dari hal itu, pekerjaan ini berkaitan dengan pelayanan dan pembekalan di dalam roh. Banyak saudara-saudari, bahkan setelah pengalaman selama bertahun-tahun, belum pernah memikirkan tentang bekerja bagi Tuhan, karena pekerjaan yang dibayangkan manusia tidak sesuai dengan apa yang Tuhan minta. Oleh karena itu, manusia tidak tertarik sama sekali dengan masalah pekerjaan, dan inilah justru alasan mengapa jalan masuk manusia juga sangat sepihak. Engkau semua harus memulai jalan masukmu dengan bekerja bagi Tuhan, sehingga engkau semua dapat mengalami semua aspek pengalaman dengan lebih baik. Inilah yang harus engkau masuki. Pekerjaan bukan mengacu pada sibuk melakukan banyak hal bagi Tuhan, tetapi mengacu pada apakah hidup manusia dan hal yang manusia jalani mampu memberikan kenikmatan kepada Tuhan. Pekerjaan mengacu pada orang-orang yang menggunakan pengabdian mereka kepada Tuhan dan pengenalan mereka akan Tuhan untuk bersaksi tentang Tuhan dan melayani manusia. Inilah tanggung jawab manusia dan inilah yang harus dipahami oleh semua manusia. Bisa dikatakan bahwa jalan masukmu adalah pekerjaanmu, dan hal yang berusaha untuk engkau semua masuki selama melakukan pekerjaan bagi Tuhan. Mengalami pekerjaan Tuhan bukan hanya berarti bahwa engkau tahu cara makan dan minum firman-Nya; yang lebih penting, engkau harus tahu bagaimana memberikan kesaksian tentang Tuhan, dan mampu melayani Tuhan, serta mampu melayani dan membekali manusia. Inilah yang dimaksud dengan pekerjaan, dan inilah juga jalan masukmu; inilah yang harus dicapai oleh setiap orang. Ada banyak orang yang hanya berfokus menyibukkan diri melakukan banyak hal bagi Tuhan dan berkhotbah dimana-mana, tetapi mengabaikan pengalaman pribadi mereka dan melalaikan jalan masuk mereka ke dalam kehidupan rohani. Inilah yang telah menyebabkan mereka yang melayani Tuhan menjadi mereka yang menentang Tuhan. Orang-orang ini, yang telah melayani Tuhan dan melayani manusia selama bertahun-tahun, telah begitu saja menganggap bekerja dan berkhotbah sebagai jalan masuk, dan tidak seorang pun memandang pengalaman rohaninya sendiri sebagai jalan masuk yang penting. Sebaliknya, mereka menggunakan pencerahan yang mereka peroleh dari pekerjaan Roh Kudus sebagai modal untuk mengajar orang lain. Ketika berkhotbah, mereka sangat terbeban dan menerima pekerjaan Roh Kudus, dan melalui hal ini, mereka memperdengarkan suara Roh Kudus. Pada waktu ini, mereka yang bekerja dipenuhi perasaan puas akan dirinya, seolah-olah pekerjaan Roh Kudus telah menjadi pengalaman rohani mereka sendiri; mereka merasa bahwa semua perkataan yang mereka ucapkan adalah dari keberadaan mereka sendiri, tetapi sekali lagi tampaknya pengalaman mereka sendiri tidaklah sejelas yang mereka paparkan. Lebih dari itu, sebelum berbicara, mereka tak terpikirkan tentang apa yang akan mereka katakan, tetapi ketika Roh Kudus bekerja dalam diri mereka, perkataan mereka mengalir keluar tanpa henti. Setelah engkau satu kali berkhotbah dengan cara demikian, engkau merasa bahwa tingkat pertumbuhanmu yang sesungguhnya tidaklah sekecil yang engkau yakini, dan seperti dalam sebuah situasi di mana Roh Kudus telah bekerja dalam dirimu beberapa kali, engkau pun yakin bahwa engkau sudah memiliki tingkat pertumbuhan yang baik dan secara keliru meyakini bahwa pekerjaan Roh Kudus itu adalah jalan masukmu sendiri dan keberadaanmu sendiri. Ketika engkau terus-menerus mengalami seperti ini, engkau akan menjadi lalai mengenai jalan masukmu sendiri, tergelincir ke dalam kemalasan tanpa menyadarinya, dan berhenti untuk mementingkan jalan masukmu sendiri. Karena alasan inilah, ketika engkau melayani orang lain, engkau harus membedakan dengan jelas antara tingkat pertumbuhanmu dan pekerjaan Roh Kudus. Hal ini akan mempermudah jalan masukmu dan akan lebih bermanfaat bagi pengalamanmu. Ketika manusia menganggap pekerjaan Roh Kudus sebagai pengalaman mereka sendiri, ini menjadi sebuah sumber kemerosotan. Itulah sebabnya Kukatakan bahwa tugas apa pun yang engkau semua laksanakan, engkau harus menganggap jalan masukmu sebagai pelajaran yang sangat penting.

Dikutip dari "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Harap diperhatikan: semua video di kanal ini tersedia untuk ditonton secara gratis. Individu atau kelompok mana pun secara tegas dilarang mengunggah, memodifikasi, mengubah, atau mengutip video apa pun dari kanal YouTube Gereja Tuhan Yang Mahakuasa tanpa meminta izin sebelumnya. Gereja Tuhan Yang Mahakuasa berhak untuk mencari penyelesaian hukum jika terjadi pelanggaran terhadap persyaratan ini. Silakan hubungi kami terlebih dahulu dengan permohonan untuk menyebarkan video kepada publik.

Lihat lebih banyak

Lonceng Alarm Akhir Zaman telah berbunyi, dan bencana besar telah melanda. Apakah Anda ingin menyambut Tuhan dan mendapatkan kesempatan untuk dilindungi Tuhan bersama keluarga?

Bagikan

Batalkan

Hubungi kami via Messenger