Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik IX" - Kutipan 186

0 |29 Juli 2020

Ketika Tuhan menciptakan segala sesuatu, Dia menggunakan segala macam metode dan cara untuk menyeimbangkan mereka, menyeimbangkan kondisi kehidupan bagi pegunungan dan danau, menyeimbangkan kondisi kehidupan bagi tumbuhan dan semua jenis hewan, burung, serangga—tujuan-Nya adalah agar semua jenis makhluk hidup dapat menjalani hidup dan berkembang biak dalam hukum yang telah Dia tetapkan. Semua makhluk tidak bisa keluar dari semua hukum ini dan mereka tidak dapat dilanggar. Hanya dalam lingkungan dasar seperti ini manusia bisa bertahan hidup dan berkembang biak dengan aman, generasi demi generasi. Jika ada makhluk hidup yang melampaui kuantitas atau ruang lingkup yang ditetapkan oleh Tuhan, atau jika melebihi tingkat pertumbuhan, frekuensi, atau jumlah dalam kekuasaan-Nya, lingkungan untuk bertahan hidup umat manusia akan mengalami berbagai tingkat pemusnahan. Dan pada saat bersamaan, kelangsungan hidup umat manusia akan terancam. Jika jumlah satu jenis makhluk hidup terlalu besar, ia akan merampok makanan orang, memusnahkan sumber air orang, dan merusak tempat tinggal mereka. Dengan cara itu, reproduksi atau keadaan bertahan hidup umat manusia akan segera terkena dampak. Misalnya, air sangat penting bagi segala sesuatu. Jika ada terlalu banyak tikus, semut, belalang, katak, atau segala jenis hewan lain, mereka akan minum lebih banyak air. Karena jumlah air yang mereka minum meningkat, dalam lingkup sumber air minum dan area berair yang tetap ini, sumber air minum dan sumber air orang akan berkurang, dan mereka akan kekurangan air. Jika air minum orang dimusnahkan, tercemar, atau dihancurkan karena meningkatnya jumlah semua jenis hewan, dalam lingkungan untuk bertahan hidup yang keras semacam itu, kelangsungan hidup umat manusia akan terancam serius. Jika ada satu jenis atau beberapa jenis makhluk hidup yang melebihi jumlah yang pantas, udara, suhu, kelembapan, dan bahkan kandungan udara dalam ruang bertahan hidup umat manusia akan diracuni dan dimusnahkan sampai berbagai tingkatan. Demikian pula, dalam keadaan ini, kelangsungan hidup dan nasib manusia tetap akan berada dalam ancaman lingkungan semacam itu. Jadi, jika orang kehilangan keseimbangan ini, udara yang mereka hirup akan rusak, air yang mereka minum akan tercemar, dan suhu yang mereka butuhkan juga akan berubah, akan terkena dampaknya hingga derajat yang berbeda-beda. Jika itu terjadi, lingkungan untuk bertahan hidup asli umat manusia akan menerima dampak dan tantangan sangat besar. Dalam keadaan seperti ini ketika lingkungan dasar manusia untuk bertahan hidup telah dimusnahkan, akan seperti apakah nasib dan masa depan umat manusia? Ini masalah yang sangat serius! Karena Tuhan tahu apa arti segala sesuatu bagi umat manusia, peran setiap jenis hal yang Dia ciptakan, apa dampaknya terhadap orang, dan seberapa besar manfaat yang didatangkannya bagi umat manusia—dalam hati Tuhan ada rencana untuk semua ini dan Dia mengelola setiap aspek dari semua hal yang Dia ciptakan, jadi bagi manusia, setiap hal yang Dia lakukan sangat penting—itu semua perlu. Jadi saat engkau melihat beberapa fenomena ekologis di antara segala sesuatu, atau beberapa hukum alam di antara segala sesuatu, engkau tidak akan lagi ragu akan arti penting dari setiap hal yang diciptakan oleh Tuhan. Engkau tidak akan lagi menggunakan perkataan bodoh untuk membuat penilaian sesukanya terhadap pengaturan Tuhan atas segala sesuatunya dan berbagai cara Dia membekali umat manusia. Engkau juga tidak akan membuat kesimpulan sesukanya tentang hukum Tuhan untuk semua hal yang Dia ciptakan.

Dikutip dari "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik IX"

Ketika bencana melanda, bagaimana seharusnya kita orang Kristen menghadapinya? Anda diundang untuk bergabung dengan pertemuan online kami, di mana kita dapat menyelidiki bersama dan menemukan jalannya.
Tinggalkan Pesan
Hubungi kami via Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Bagikan

Batalkan