Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 36

Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 36

0 |21 November 2020

Tuhan Harus Menghancurkan Sodom

Kejadian 18:26 Lalu Yahweh berfirman: "Jika Aku mendapati lima puluh orang benar di dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka."

Kejadian 18:29 Lalu Abraham berkata kepada-Nya lagi: "Misalkan ada empat puluh orang benar didapati di sana." Dia berfirman: "Aku tidak akan melakukannya."

Kejadian 18:30 Dan ia berkata kepada-Nya: "Misalkan ada tiga puluh orang benar ditemukan di sana." Dia berfirman: "Aku tidak akan berbuat demikian."

Kejadian 18:31 Katanya: "Misalkan ada dua puluh orang benar didapati di sana." Dia berfirman: "Aku tidak akan menghancurkannya."

Kejadian 18:32 Dan ia berkata Katanya: "Misalkan ada sepuluh orang benar didapati di sana." Dia berfirman: "Aku tidak akan menghancurkannya."

Tuhan Hanya Memedulikan Mereka yang Mampu Menaati Firman-Nya dan Mengikuti Perintah-Nya

Ayat-ayat di atas mengandung beberapa kata kunci: jumlah. Pertama, Yahweh berkata jika Dia mendapati lima puluh orang benar di dalam kota, Dia akan mengampuni seluruh tempat itu, yang artinya, Dia tidak akan menghancurkan kota tersebut. Jadi, sebenarnya, apakah ada lima puluh orang benar di kota Sodom? Tidak ada. Segera setelah itu, apakah yang Abraham katakan kepada Tuhan? Dia berkata, misalkan empat puluh didapati di sana? Tuhan berkata, Aku tidak akan melakukannya. Selanjutnya, Abraham berkata, misalkan tiga puluh didapati di sana? Tuhan berkata, Aku tidak akan melakukannya. Misalkan dua puluh? Aku tidak akan melakukannya. Sepuluh? Aku tidak akan melakukannya. Adakah, sebenarnya, sepuluh orang benar di kota itu? Tidak ada sepuluh—tetapi hanya ada satu. Dan siapakah satu orang ini? Dia adalah Lot. Pada waktu itu, hanya ada satu orang benar di Sodom, tetapi apakah Tuhan bersikap sangat ketat atau menuntut ketika berhubungan dengan jumlah ini? Tidak! Jadi, ketika manusia terus bertanya, "Bagaimana kalau empat puluh?" "Bagaimana kalau tiga puluh?" hingga ia sampai pada "Bagaimana kalau sepuluh?" Tuhan berkata: "Bahkan jika hanya ada sepuluh, Aku tidak akan menghancurkan kota itu; Aku akan mengampuninya, dan mengampuni orang-orang lain di samping yang sepuluh ini." Sepuluh sudah cukup menyedihkan, tetapi sebenarnya ternyata, orang benar sejumlah itu pun tidak ada di kota Sodom. Jadi, engkau melihat bahwa di mata Tuhan, dosa dan kejahatan orang-orang kota itu sudah sedemikian rupa sehingga Tuhan tidak punya pilihan lain selain menghancurkan mereka. Apakah maksud Tuhan ketika Dia mengatakan bahwa Dia tidak akan menghancurkan kota jika ada lima puluh orang benar? Jumlah ini tidak penting bagi Tuhan. Yang penting adalah apakah di kota tersebut terdapat orang benar yang Dia inginkan atau tidak. Apabila hanya ada satu orang benar di kota itu, Tuhan tidak akan membiarkan mereka datang untuk melukainya oleh karena penghancuran-Nya atas kota tersebut. Ini berarti bahwa, terlepas dari apakah Tuhan akan menghancurkan kota itu atau tidak, dan terlepas dari berapa jumlah orang benar yang ada di dalamnya, bagi Tuhan, kota yang penuh dosa ini terkutuk dan memuakkan, harus dihancurkan dan harus lenyap dari mata Tuhan, sementara orang benar harus terluput. Tanpa memandang zaman, tanpa memandang tahap perkembangan umat manusia, sikap Tuhan tidak berubah: Dia membenci kejahatan dan peduli kepada orang-orang yang benar di mata-Nya. Sikap Tuhan yang jelas ini juga merupakan penyingkapan sejati dari hakikat Tuhan. Karena hanya ada satu orang benar di dalam kota, Tuhan tidak ragu lagi. Hasil akhirnya adalah Sodom mau tidak mau harus dihancurkan. Apakah yang engkau semua lihat dalam hal ini? Pada zaman itu, Tuhan tidak akan menghancurkan kota jika terdapat lima puluh orang benar di dalamnya, atau jika terdapat sepuluh orang benar, yang artinya Tuhan memutuskan untuk mengampuni dan bersikap toleran terhadap umat manusia, atau akan melakukan pekerjaan pembimbingan, karena beberapa orang yang mampu untuk menghormati dan menyembah-Nya. Tuhan sangat mengindahkan perbuatan benar manusia, Dia sangat mengindahkan mereka yang mampu menyembah-Nya dan Dia sangat mengindahkan mereka yang mampu melakukan perbuatan baik di hadapan-Nya.

Dari masa-masa paling awal sampai sekarang, pernahkah engkau semua membaca di dalam Alkitab tentang Tuhan menyampaikan kebenaran, atau berbicara tentang jalan Tuhan kepada seseorang? Tidak, tidak pernah. Firman Tuhan kepada manusia yang kita baca hanya memberitahukan kepada manusia apa yang harus dilakukan. Sebagian orang pergi dan melakukannya, yang lain tidak. Sebagian orang percaya, dan yang lain tidak. Hanya itu saja. Jadi, orang benar pada zaman itu—mereka yang benar di mata Tuhan—hanyalah mereka yang dapat mendengarkan firman Tuhan dan mengikuti perintah Tuhan. Mereka adalah para pelayan yang melakukan firman Tuhan di antara manusia. Dapatkah orang-orang semacam itu disebut orang-orang yang mengenal Tuhan? Dapatkah mereka disebut orang-orang yang disempurnakan Tuhan? Tidak. Jadi, terlepas dari jumlah mereka, di mata Tuhan, apakah orang-orang benar ini layak disebut sebagai orang-orang kepercayaan Tuhan? Dapatkah mereka disebut saksi-saksi Tuhan? Tentu saja tidak! Mereka tentu saja tidak layak disebut sebagai orang-orang kepercayaan dan saksi Tuhan. Jadi, bagaimana Tuhan menyebut orang-orang semacam ini? Di dalam Alkitab, hingga perikop Kitab Suci yang baru saja kita baca, ada banyak contoh Tuhan memanggil mereka "hamba-Ku". Yang artinya, pada saat itu, di mata Tuhan, orang-orang benar ini adalah hamba-hamba Tuhan, mereka adalah orang-orang yang melayani-Nya di bumi. Bagaimana Tuhan memikirkan tentang penyebutan ini? Mengapa Dia menyebut mereka demikian? Apakah Tuhan memiliki standar tentang bagaimana Dia menyebut orang di dalam hati-Nya? Tentu saja. Tuhan memiliki standar, terlepas dari apakah Dia menyebut mereka orang benar, sempurna, jujur, atau hamba. Ketika Dia menyebut seseorang hamba-Nya, Dia sangat yakin bahwa orang ini mampu menerima utusan-Nya, mampu mengikuti perintah-Nya, dan dapat melaksanakan apa yang diperintahkan oleh para utusan. Apa sajakah yang dilakukan orang ini? Apa yang Tuhan perintahkan untuk dilakukan dan dilaksanakannya di bumi. Pada waktu itu, dapatkah hal yang Tuhan minta manusia lakukan dan laksanakan di bumi disebut sebagai jalan Tuhan? Tidak. Karena pada waktu itu, Tuhan hanya meminta manusia untuk melakukan beberapa hal sederhana. Dia mengucapkan beberapa perintah sederhana, mengatakan kepada manusia untuk melakukan ini atau itu, dan tidak lebih dari itu. Tuhan bekerja sesuai dengan rencana-Nya. Karena, pada waktu itu, banyak kondisi yang masih belum ada, waktunya belum matang, dan sulit bagi umat manusia untuk menanggung jalan Tuhan. Dengan demikian, jalan Tuhan belum mulai dikeluarkan dari hati Tuhan. Tuhan memandang orang-orang benar yang Dia bicarakan, yang kita lihat di sini—entahkah tiga puluh atau dua puluh—sebagai hamba-hamba-Nya. Ketika para utusan Tuhan mendatangi hamba-hamba ini, mereka akan dapat menerima dan mengikuti perintah dan bertindak sesuai dengan perkataan mereka. Inilah tepatnya yang harus dilakukan dan dicapai oleh para hamba di mata Tuhan. Tuhan itu bijaksana dalam penyebutan-Nya untuk manusia. Dia menyebut mereka hamba-Nya bukan karena mereka sebagaimana engkau semua sekarang—bukan karena mereka telah mendengar banyak khotbah, mengetahui apa yang akan Tuhan lakukan, mengerti banyak kehendak Tuhan, dan memahami rencana pengelolaan-Nya—tetapi karena kemanusiaan mereka jujur dan mereka mampu mematuhi firman Tuhan. Ketika Tuhan memberi perintah, mereka mampu mengesampingkan apa yang sedang mereka lakukan, dan melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Jadi, bagi Tuhan, lapisan makna yang lain dalam sebutan hamba adalah bahwa mereka bekerja sama dengan pekerjaan-Nya di bumi, dan meskipun mereka bukan para utusan Tuhan, mereka adalah para pelaku dan pelaksana firman Tuhan di bumi. Jadi, engkau semua mengerti bahwa hamba atau orang-orang benar ini sangat penting di hati Tuhan. Pekerjaan yang Tuhan akan mulai di bumi tidak dapat terlaksana tanpa adanya orang-orang yang bekerja sama dengan-Nya, dan peran yang diemban para hamba Tuhan ini tidak dapat digantikan oleh para utusan Tuhan. Setiap tugas yang Tuhan perintahkan kepada hamba-hamba ini sangat penting bagi-Nya, dan karenanya Dia tidak dapat kehilangan mereka. Tanpa kerja sama para hamba ini dengan Tuhan, pekerjaan-Nya di antara umat manusia akan terhenti. Sebagai akibatnya, rencana pengelolaan Tuhan dan harapan Tuhan akan menjadi sia-sia.

Dikutip dari "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Tampilkan lebih banyak
Alkitab menubuatkan bahwa Tuhan akan datang sebelum bencana. Sekarang ini, bencana sedang terjadi silih berganti. Bagaimana kita dapat menyambut Tuhan dan mendapatkan perlindungan Tuhan? Silakan hubungi kami untuk membahas hal ini dan menemukan jalannya.
Hubungi kami via Messenger
Hubungi kami via WhatsApp

Bagikan

Batalkan